Home Blog Page 2618

Tarif Listrik 3.000 VA Naik

CEK: Karyawan PLN saat memeriksa meteran milik arga.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri ESDM Arifin Tasrif telah mengonfirmasi tarif listrik 3.000 VA ke atas akan naik. Walaupun demikian, Arifin belum bisa memastikan kisaran kenaikan harganya. “Ya (naik), berapa besar kenaikan tarif listrik tersebut, silakan tanya ke Direktur Jenderal (Dirjen),” kata Arifin saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Senin malam (6/6/2022).

Sinyal tarif listrik naik sebelumnya diungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sri Mulyani mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah merestui kenaikan tarif listrik sebagai respons pemerintah atas lonjakan komoditas energi.

“Bapak Presiden atau kabinet sudah menyetujui kalau untuk berbagi beban, untuk kelompok rumah tangga yang mampu, yaitu direpresentasikan dengan mereka yang langganan listriknya di atas 3.000 VA, boleh ada kenaikan tarif listrik, hanya di segmen itu ke atas,” kata Sri Mulyani saat rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, 19 Mei 2022 lalu.

“Sehingga tidak semua ke APBN, kita APBN-nya lebih kepada masyarakat yang memang membutuhkan,” tambahnya.

Untuk diketahui, saat ini terdapat 37 golongan tarif di mana 13 golongan di antaranya menerapkan mekanisme tariff adjustment atau non subsidi.

Pemerintah secara berkala menyesuaikan menimbang sejumlah indikator makro seperti kurs, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, dan harga patokan batu bara (HPB).

Namun, pemerintah menahan penyesuaian tarif listrik sejak 2017. (dtc/ram)

JNE Berangkatkan 140 Karyawan ke Tanah Suci

BERSAMA:140 Ksatria dan Srikandi JNE yang menjadi jamaah umrah kloter pertama berfoto bersama saat sudah sampai di tanah suci.

SUMUTPOS.CO – 140 Ksatria dan Srikandi JNE yang menjadi jamaah umrah kloter pertama mengaku terharu dan bangga hingga meneteskan air mata saat pertama kali berada di Masjidil Haram di depan Ka’bah sebagai kiblat sewaktu salat sehari-hari.

“Masya Allah, aura Kota Mekah begitu luar biasa, membuat perasaan saya menjadi terharu. Seperti mimpi yang menjadi kenyataan, karena jika mengingat Mekah yang tertuju adalah Kabah. Di depan Kabah saya menangis karena Allah telah mengabulkan doa saya untuk bisa sampai ke Mekah ini,” ujar Dara, jamaah umrah dari JNE Medan, saat berbincang dengan JNEWS, Selasa (24/5).

Srikandi di tim HC JNE Medan tersebut mengaku, meski merasa lelah setelah menempuh penerbangan 11 jam dari Jakarta ke Jeddah, namun rasa lelah tersebut seakan hilang begitu saja saat melihat tulisan Mekah, apalagi saat melihat Ka’bah. “Saya merasa tidak bosan untuk terus salat di depan Kabah,” tambahnya.

Terkait pelaksanaan ibadah, menurut Dara, semua memberikan kesan mendalam. “Kami semua rombongan JNE langsung melakukan rangkaian ibadah umrah wajib, seperti tawaf, sa’i dan tahalul. Memang bagi saya yang paling menantang saat melakukan sa’i, karena harus berjalan dari Safa ke Marwah sebanyak 7 kali dengan jarak yang jauh, di mana membutuhkan kekuatan fisik serta hati ikhlas karena Allah sambil terus melafalkan kalimat talbiyah,” ungkapnya.

“Momen yang juga sangat berkesan saat masuk ke Masjid Nabawi ke area Raudhah. Antusias jamaah untuk masuk ke sana luar biasa, sampai antri dan berdesakan. Dibutuhkan kesabaran untuk bisa masuk ke area yang ada makam Rasullullah Muhammad SAW dan sahabat Abu Bakar serta Umar bin Khatab tersebut. Saya sangat terharu saat berada di sana mengingat perjuangan Rasulullah dan para sahabat dalam berdakwah agama Islam di zaman dulu,” jelas Dara.

Dara sendiri mengaku, selama melaksanakan ibadah umrah atas kuasa Allah mengalami kejadian menakjubkan, meski kakinya menderita sakit namun saat beribadah termasuk tawaf dan sai semua berjalan lancar.

“Alhamdulillah dengan kuasa Allah semuanya saya bisa lakukan, baik yang wajib maupun yang sunah, padahal sebelumnya kaki saya untuk berjalan saja agak kesusahan. Perjalanan umrah mengajarkan kita untuk bersabar, karena di sini tempat berkumpulnya umat Muslim dari seluruh dunia. Dengan kondisi yang sangat padat kita harus ekstra sabar, jadi harus mampu mengendalikan emosi,” tutup Dara.

Hal senada juga diungkapkan oleh Edi, peserta rombongan dari Departemen EGD JNE Pusat Jakarta. Ia mengaku spontan menangis saat pertama kali melihat Ka’bah di Masjidil Haram, di mana kala itu langsung teringat akan kesalahan dan dosa-dosanya. “Saya mendapat keajaiban dan kenikmatan, di mana selalu di awal misalnya sarapan di awal, pembagian kunci kamar di awal, jadi saya merasa sangat bersyukur,” ujar Edi.

Setelah melaksanakan ibadah umrah, Edi berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi orang lain. “Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik usai berumrah, terutama mengenang napak tilas perjuangan para nabi dan rasul Allah. Sebagai mahluk-Nya, saya merasa betapa kecil di hadapan Allah SWT apalagi sewaktu di depan Ka’bah. Sehingga saya sadar tidak ada yang patut dibanggakan,” Edi. (rel/ram)

Harga Cabai Merah Capai Rp70 Ribu per Kg

PERIKSA: Pedagang cabai merah saat memeriksa keadaan cabai yang akan dijual kepada masyararakat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mengacu dari data PIHPS Kota Medan, harga cabai merah pada Rabu (8/6) mencapai Rp67.500 per kg. Sementara itu, harga cabai rawit pada perdagangan kemarin masih stabil di kisaran 43 hingga 45 ribu per Kg. Kenaikan harga cabai merah ini sudah terjadi sejak seminggu yang lalu.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin menyebutkan pemicu kenaikan harga cabai masih sama, gangguan pasokan yang paling utama. Disisi lain, kenaikan harga cabai merah di pulau jawa yang menyentuh Rp100 ribu per kg turut mengerek kenaikan harga cabai di wilayah Sumatera Utara. Kenaikan harga cabai saat ini berpeluang besar menciptakan tekanan inflasi di Sumut. Karena lompatan harganya sangat tajam.

“Lonjakan harga cabai merah ini memperpanjang rentetan kenaikan harga sjeumlah bahan pangan sebelumnya seperti telur ayam, daging ayam dan bawang merah. Dimana harganya juga terlihat mengalami kenaikan di pekan ini,” ucapnya.

Sementara itu, harga minyak goreng terpantau mengalami penurunan, terutama untuk minyak goreng kemasan. Penurunan harga minyak goreng kemasan berkisar Rp500 hingga Rp1.000 rupiah per Kg nya. Sementara itu, untuk harga minyak goreng curah masih berada dalam rentang harga yang sama dan cenderung stabil.

“Dari temuan di lapangan saya. Harga minyak goreng curah di pedagang pengecer itu masih di dalam rentang Rp15.500 hingga Rp16 ribu per kg nya. Tidak sulit untuk menemukan harga minyak goreng dengan harga yang sesuai HET. Dalam satu pasar tradisional pembeli berpeluang untuk menemukan varian harga minyak goreng curah dalam rentang Rp15.500 hingga 16 ribu tersebut,” ungkap Gunawan.

Menurut Gunawan, Dari hasil wawancara dengan pedagang, mereka yang menjual minyak goreng curah di harga 16 ribu pada dasarnya melakukan pembulatan harga keatas. Pembulatan tersebut dilakukan karena ada biaya plastik, karet serta sejumlah faktor lain yakni masalah uang kembalian (recehan).

Bukan berarti pedagang yang menjual harga minyak goreng curah di angka Rp16 ribu tidak mau menurunkan harga menjadi Rp15.500.

Jika pembeli mau membeli 2 Kg saja, pedagang pada umumnya siap menurunkan harga di angka Rp15.500. Karena kalau 2 Kg uangnya menjadi genap 31 ribu, meskipun pedagang berkorban sedikit karena keuntungannya sedikit lebih kecil.

Tetapi ini bagian dari strategi pedagang saja. Dan dari pantauan harga di sejumlah distributor atau pedagang besar, harga minyak goreng curah juga berada dalam rentang Rp14.500 hingga Rp14.800 per kg nya. Namun ada temuan lain di lapangan, sejumlah pedagang mengatakan kalau pembelian minyak goreng curah saat ini seperti di batasi kuantitasnya.

Sejumlah pedagang besar atau distributor membatasi pembelian pedagang pengecer sebanyak 100 Kg. Meskipun hal tersebut perlu ditelusuri lebih jauh. Akan tetapi temuan tersebut seharusnya dimonitoring, walaupun pada dasarnya pembatasan penjualan itu tidak menjadi persoalan besar bagi pedagang sejauh ini. Dan pembatasan itu juga mulai dirasakan di pekan ini saja. Jadi baru hanya terjadi sekitar 2 hari belakangan saja. (mag-1/ram)

Portugal vs Ceko: Berebut Puncak

ANDALAN Cristiano Ronaldo masih menjadi andalan di lini depan Timnas Portugal saat menghadapi Timnas Republik Ceko di Estadio Jose Alvalade pada matchday 3 Grup 2 UEFA Nations League A 2022/23, Jumat (10/6) dini hari pukul 01.45 WIB.

LISBON, SUMUTPOS.CO – Portugal akan menjamu Republik Ceko di Estadio Jose Alvalade pada matchday 3 Grup 2 UEFA Nations League A 2022/23, Jumat (10/6) dini hari pukul 01.45 WIB Sama-sama belum terkalahkan di dua laga awal, Portugal dan Ceko harus saling sikut untuk berebut puncak klasemen sementara Grup 2 UEFA Nations League A 2022/23.

Portugal dan Ceko sama-sama telah mengumpulkan empat poin di grup ini. Portugal bermain imbang 1-1 di Spanyol, kemudian menghajar Swiss di Lisbon. Sementara itu, Ceko menang 2-1 atas san tamu Swiss, lalu seri 2-2 saat menjamu Spanyol.

Saat mengalahkan Swiss 4-0, sang kapten Portugal, Cristiano Ronaldo, menjadi bintang di pertandingan tersebut. Penyerang 37 tahun tersebut mencetak 2 gol kemenangan yang dibuat hanya dalam tempo 4 menit.

Pelatih Portugal, Fernando Santos, mengakui Cristiano Ronaldo adalah pemain penting di timnya. Sang pelatih berharap bintang Manchester United tersebut terus menunjukkan permainan terbaiknya. “Cristiano Ronaldo adalah salah satu pemain terbaik di dunia, itu tidak diragukan lagi. Dia adalah kapten tim dan panutan untuk pemain lainnya,” kata Fernando Santos, dalam konferensi pers setelah pertandingan kontra Swiss.

Menghadapi Ceko, Ronaldo diprediksi kembali jadi andalan Portugal di lini depan. Oleh karena itu, Ceko bakal berupaya menghentikan pergerakannya dan meminimalisir Ronaldo mendapat peluang.

Di lain pihak, Jan Kuchta menjadi pemain dengan kontribusi besar dalam dua laga pertama Ceko. Penyerang 25 tahun klub Lokomotiv Moscow itu mencetak masing-masing satu gol ke gawang Swiss dan Spanyol.

Ceko sendiri bakal menjalani laga tandang pertamanya di UEFA Nations League 2022 Liga A Grup 2. Tomas Soucek dan kawan-kawan akan menghadapi atmosfer yang berbeda di stadion dengan 2 laga sebelumnya. Kendati begitu, hal tersebut tidak akan mempengaruhi performa Ceko. Tim besutan Jaroslav Silhavy akan berusaha mencetak gol cepat kemudian bertahan seperti yang mereka tunjukkan melawan Spanyol dan Swiss.

Portugal dan Ceko terakhir kali bertemu di babak perempat final Euro 2012. Waktu itu, Portugal menang 1-0 berkat gol tunggal Cristiano Ronaldo. (tid/adz)

Lewat Praktik dan Kerja Kelompok, Guru MTsN 2 Asahan Efektifkan Metode Belajar Dalam Waktu Terbatas

Siswa IPA kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Asahan, sedang mengerjakan tugas praktik.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Proses Kegiatan Belajar Mengajar untuk kelas IX semester genap setiap tahunnya dinilai terlalu singkat. Apalagi pada tahun 2022 ini. Untuk tingkat Madrasah Tsanawiyah hari efektif kelas IX semester genap dimulai dari awal Januari dan berakhir di awal bulan Maret.

Kurangnya waktu proses belajar mengajar ini dirasakan oleh guru IPA di kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Asahan, Rismawati Ramadhani. Sebagai guru IPA di kelas IX MTsN 2 Asahan, saya merasakan sekali kekurangan waktu tersebut. Apalagi madrasah kami masih melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. Sehingga sebagai guru kami berusaha melaksanakan pembelajaran seefektif mungkin dengan mempertimbangkan waktu dan 10 kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik,ujarnya.

Dikatakan Risma, Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Asahan, Drs. Daman Huri Lubis, M.Pd memberi kebebasan pada guru khususnya kelas IX untuk melaksanakan pembelajaran seefektif dan seefisien mungkin dengan mempertimbangkan kecakapan hidup dan karakter peserta didik.

Karenanya, Risma melakukan berbagai metode untuk menyiasati minimnya waktu efektif pada pembelajaran IPA di semester genap tahun pelajaran 2021 / 2022. Pembelajaran difokuskan ke materi yang esensial. Sehingga waktu yang digunakan untuk menyelesaikan satu KD hanya 1 atau 2 pertemuan. Misalnya saat membahas tentang kemagnetan, pembelajaran dilakukan dengan metode praktik dan anak-anak bekerja dalam kelompok. Dari satu kali pertemuan, materi tersebut tuntas dan dapat ditambah dengan penugasan. Selain itu Risma memberi penugasan / proyek di rumah, dan dilanjutkan dengan memberi umpan balik dari hasil belajar itu.

Saya berupaya dengan waktu minimal anak-anak tetap mendapatkan hasil yang maksimal. Selain metode pembelajaran yang diramu, saya juga meramu pada penilaian harian (PH). Saya berupaya minta kejujuran anak-anak saat melaksanakan penilaian harian (diharapkan karakter anak tumbuh,ujarnya.

Penilaian harian dilakukan secara daring menggunakan google form dengan memberi batas waktu. Jika setelah selesai nilai mereka tidak tuntas, maka mereka langsung melaksanakan remedial di kertas selembar, hanya untuk jawaban yang salah. Dengan cara tersebut tujuan penilaian harian tercapai, yaitu untuk mengetahui bagaimana ketercapaian penguasaan kompetensi belajar peserta didik terhadap setiap materi. Dengan demikian waktu pembelajaran di sekolah hanya fokus ke materi, walaupun sesekali juga membahas tentang PH tersebut,papar Risma yang merupakan salah satu fasilitator daerah Asahan Program Pintar Tanoto Foundation ini.

Dengan berbagai upaya dilakukan tersebut, bukan berarti semua berjalan mulus. Tetap saja ada peserta didik yang tak melaksanakan PH, ada yang terlambat mengerjakannya bahkan ada yang tak melaksanakan remedial. Untuk peserta yang seperti ini, ada perlakuan khusus. Bagi yang belum PH, mereka wajib melaksanakannya di ruang BK. Sedang yang lain dapat diberi tugas. Misalnya membawa bunga dari rumah dan menanamnya di sekolah, dan selanjutnya merawat bunga selama satu Minggu kedepan. Dengan waktu singkat, diharapkan peserta didik tetap bisa mendapatkan nilai dan melakukan praktik baik menanam dan merawat bunga,tutur Risma.

Selain itu, untuk melengkapi nilai tugas, peserta didik juga diberi kesempatan membuat tulisan dalam bentuk cerpen, puisi, pantun juga TTS yang berisi materi pelajaran yang dibahas. Tulisan merupakan karya sendiri. Dari berbagai upaya yang telah dilakukan tersebut, lanjut Risma, daftar nilai anak didik pun berisi dengan berbagai variasi nilai.

Salah seorang siswa, Ihya mengatakan, setiap pembelajaran yang diberikan Risma selalu membuka wawasannya untuk mengetahui lebih banyak hal. Melalui praktik saya lebih mudah mengerti. Dan yang lebih menyenangkan adalah setiap hal yang kami bahas tidak akan sia-sia. karena itu semua akan menjadi nilai tambahan bagi kami. Selain itu, dalam kerja kolompok, melatih saya lebih kompak saat belajar bersama teman, lebih sabar dengan teman yang sulit mengerti dengan materi — materi tersebut,aku Ihya. (sih)

Terlibat Kasus Narkoba, Oknum Polisi Medan Terancam Dipecat

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Oknum Polisi yang bertugas di Sabhara Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan, Brigadir WW terancam dipecat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari kesatuan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Hal itu dikatakan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda kepada Sumut Pos di Medan, Rabu (8/6). “Saat ini sedang diproses dan bila terbukti akan kita tindak tegas, yakni pemecatan,” tegasnya.

Valentino juga membeberkan, bahwa anak buahnya tersebut pernah di tes urine sekitar Tahun 2009 dengan hasil positif. Selain itu juga kerap tidak masuk dinas.

“Jadi dari data Polrestabes Medan Tahun 2009, kita peroleh si bersangkutan sering tidak masuk dinas, sehingga dikenakan sanksi kedisiplinan. Lalu saat di tes urinenya positif menggunakan narkoba,” ungkap perwira pangkat tiga melati ini.

Valentino mengaku tidak akan mentolerir anak buahnya yang menyeleweng. “Intinya kami tidak akan mentolerir pelanggaran anggota, terutama terkait masalah narkoba, baik pengguna, apalagi terkait jaringan atau pengedar. Sanksi pemecatan dari Polri bisa diberikan,” tandasnya.

Sebelumnya, Oknum Sabhara Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan berinisial WW ditangkap Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polrestabes Medan, pada Jumat (3/6), sekira Pukul 13.00 WIB.

Pasalnya, saat sedang melakukan penggerebekan di rumah WW, di Jalan Pondok Surya, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, petugas menemukan peralatan konsumsi narkotika jenis sabu-sabu di sebuah ruangan yang tertutup rapat. Ia pun langsung diboyong ke Polrestabes Medan guna pemeriksaan lebih lanjut.

Saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (6/6), Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kabid Humas Polda Sumut), Kombes Pol Hadi Wahyudi membenarkan penangkapan tersebut. “Saat ini kasusnya sedang diproses di Polda Sumut,” ujarnya.

Menurut Hadi, WW telah mengakui bahwa peralatan konsumsi sabu-sabu itu miliknya. Dia pun juga telah mengakui mengirimkan barang haram tersebut kepada Hakim Yudi Rozadinata di Pengadilan Negeri (PN) Rangkasbitung, Lebak, Banten yang merupakan sepupunya.

“Oknum WW, berdasarkan hasil interogasi sementara mengakui, barang tersebut dia kirim kepada seorang hakim di PN Rangkasbitung. Dia sudah mengirimkannya sebanyak lima kali. Terakhir, dia mengirimkan sabu-sabu sebanyak 20 gram ke Pengadilan Negeri Rangkasbitung, dengan imbalan uang dari Yudi sekitar Rp13 juta,” katanya.

Hadi menjelaskan, WW juga mengakui mendapatkan sabu-sabu tersebut dari seorang bandar berinisial S. Dia menyebut S adalah teman Yudi. Polrestabes Medan dan Polda Sumut sedang mendalami informasi ini. “Ini lagi kita kejar karena sudah ada pengakuan. Jangan sampai putus di tengah jalan,” tegasnya. Diketahui, WW sudah menjalani pemeriksaan di Kasi Propam Polrestabes Medan. (dwi/azw)