Home Blog Page 2635

Jadi Pembicara pada ATxSummit di Singapura, Airlangga: Peran Inovasi Digital untuk Pertumbuhan Ekonomi

SINGAPURA, SUMUTPOS.CO – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa teknologi digital menghadirkan peluang tetapi juga potensi risiko baru. Teknologi digital menyediakan platform untuk kolaborasi dan kontestasi. Hal tersebut disampaikan oleh Menko Airlangga ketika menjadi pembicara pada sesi panel “Digital Innovation Across Borders” pada ATxSummit dalam rangkaian Asia Tech x Singapore (ATxSG) di Hotel Ritz-Carlton Millenia di Singapura, Selasa (31/05).

Pemerintah dan sektor swasta Indonesia secara bersama-sama merangkul teknologi digital sebagai salah satu respon terhadap pandemi. Salah satunya melalui penggunaan aplikasi PeduliLindungi yang merupakan aplikasi pelacakan kontak yang dipakai di Indonesia serta dilengkapi kolaborasi dengan platform telemedis swasta yang memberikan respons cepat, tepat sasaran, dan hemat biaya terhadap gelombang Omicron. Sementara itu, melalui Program Kartu Prakerja juga memungkinkan upaya pengembangan keterampilan berkelanjutan melalui sarana end-to-end yang sepenuhnya digital selama pandemi.

“’Karena ekonomi kita sekarang dalam fase pemulihan, inovasi digital akan memiliki peran kunci dalam mengembalikan ekonomi ke jalur pertumbuhan yang tangguh. Untuk sepenuhnya memanfaatkan ini, kita membutuhkan kolaborasi lintas batas. Sama seperti kita tidak bisa menahan pandemi dengan upaya nasional saja, ekonomi kita juga tidak bisa pulih lebih kuat, kecuali kita pulih bersama. Oleh karena itu tema Presidensi G20 Indonesia tahun ini dengan memasukkan  transformasi digital sebagai salah satu dari tiga prioritas Presidensi,” ujar Menko Airlangga.

Setiap pemangku kepentingan, besar atau kecil, publik atau swasta, akan memiliki perannya masing-masing. Dengan transformasi digital yang sekarang menjadi keharusan, kolaborasi di tingkat lokal, nasional, regional, dan global sangat dibutuhkan agar dapat mengatasi kesenjangan dan pemisahan digital.

“Dalam Visi 2045 kami, Indonesia bertujuan untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi saat merayakan ulang tahun keseratusnya. Kami hanya dapat mencapai ini jika orang-orang, bisnis, dan Pemerintah kami siap untuk berkembang di era digital dan jika kami dapat sepenuhnya memanfaatkan potensi teknologi digital untuk mengatasi tantangan bersama kami dari perubahan iklim, krisis pandemi di masa depan, limpahan dari fragmentasi geopolitik, krisis energi, hingga efek jangka panjang dari pandemi,” tutup Menko Airlangga.

Sesi panel tersebut dihadiri oleh lebih dari 200 peserta ATxSummit dengan dimoderasi oleh Senior Partner McKinsey, Azam Mohammad dan narasumber lainnya adalah Secretary of State, Ministry of Digital Development and Communications, Mongolia, H.E. Bolor-Erdene Battsengel, Microsoft Executive Vice President, Mr Jean-Philippe Courtois, Executive Vice President and Commissioner for Competition, European Commission, H.E. Margrethe Vestager, dan First Deputy Prime Minister and Minister for Economy and Digitalisation, Ministry of Economic Affairs and Digital Transformation (MINECO), Spanyol, H.E. Nadia Calviño. (adv/*)

Sejak 2001, SMP Islam An Nizam Luluskan 1.987 Siswa

SERAH TERIMA: Pihak PUD Pasar Kota Medan dan BRI saat serah terima operasional pasar.id.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – SMP Islam An Nizam menggelar wisuda atau pelepasan siswa Kelas IX di halaman Yayasan Pendidikan Islam An Nizam Jalan Tuba II, Nomor 62, Tegal Sari, Medan Denai, Medan pada Rabu (1/6). Koordinator Pendidikan Yayasan An- Nizam, DR H Hasnan Syarief Panggabean MPd mengatakan, hingga kini sudah ada 1.987 siswa yang lulus dari SMP Islam An Nizam sejak tahun 2001.

Menurut Hasnan, SMP Islam An Nizam saat ini sudah dilengkapi dengan fasilitas yang baik dan diasuh oleh guru-guru yang profesional dan berkualitas. “Kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, saya berharap kalianlah yang akan menggantikan peran-peran kami di masa depan,” kata pria berkumis ini kepada para siswa lulusan.

Sedangkan Kepala SMP Islam An Nizam, Robin Ginting MPd, meminta kepada para lulusan untuk terus mengukir prestasi. “Jangan pernah melupakan peran sekolah An Nizam, guru-guru, dan orangtua kalian,” kata Robin.

Lebih lanjut dijelaskannya, acara wisuda ini juga kami sandingkan dengan panen raya projek profil pelajar Pancasila. “Jadi, dalam kegiatan ini kami turut menyantuni anak-anak yatim yang ada di lingkungan sekitar sekolah, ada 20 orang penerima manfaat pada hari ini. Santunan ini terkumpul dari infak para siswa dan orang tua siswa,” jelas Robin Ginting.

Sementara pelatih ahli sekolah penggerak, Charli Charles yang hadir dalam acara itu, memberikan apresiasi. “Luar biasa acara hari ini. Ini adalah panen raya projek profil pelajar Pancasila kedua yang saya hadiri,” katanya.

Charli menyebutkan, metode belajar-mengajar saat ini sudah sangat berbeda dengan zaman dulu. “Sekarang guru melayani bukan menghakimi, guru bukan untuk ditakuti,” tegasnya.

Acara wisuda siswa Kelas IX SMP An Nizam kali ini juga dihadiri perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Medan, Polrestabes Medan, dan Kapolsek Medan Area. Para siswa yang diwisuda pada hari itu sebanyak 78 siswa, dan 30 siswa yang diwisuda tahfidz hafalan Al-Qur’an. “Kami berharap para anak ini tumbuh menjadi orang-orang hebat yang berguna bagi agama dan bangsa,” tutup Robin. (rel/adz)

PUD Pasar Kolaborasi dengan BRI, Belanja di Pasar Medan Deli Kini Bisa Online

SERAH TERIMA: Pihak PUD Pasar Kota Medan dan BRI saat serah terima operasional pasar.id.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Adaptasi terhadap digitalisasi pelan-pelan mulai dilakukan di lingkup PUD Pasar Kota Medan. Teranyar, BRI menyerahkan operasional aplikasi marketplace pasar.id kepada pihak Pasar Medan Deli, Senin (30/5) lalu.

Penyerahan dilakukan oleh Kepala Unit BRI Pulobrayan Pringadi Simatupang, kepada Dirut PUD Pasar Kota Medan Suwarno Penyerahan ini disaksikan perwakilan PUD Pasar Kota Medan, yakni Kacab 3 M Ginting, Kabag Umum Sugiono, dan jajaran Pasar Medan Deli. Sementara dari pihak BRI, yakni Spv Unit BRI Pulobrayan Elli br Sembiring, dan Marketing Unit BRI Pulobrayan Ronal Simamora.

Dirut PUD Pasar Kota Medan, Suwarno menyampaikan, digitalisasi seperti ini merupakan penerapan dari program Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution. Menurutnya, dengan adanya penyerahterimaan ini, diharap dapat mendorong lebih luasnya jaringan konsumen para pedagang, khususnya di Pasar Medan Deli. Dia berharap, proyek percontohan ini dapat terus berkembang, sehingga bisa diteruskan di pasar-pasar lain di naungan PUD Pasar Kota Medan.

“Adanya marketplace pasar.id ini, tentu diharapkan dapat memberi pemasukan tambahan bagi pedagang dan juga PUD Pasar Medan,” ungkap Suwarno.

Sementara itu, Kepala Unit BRI Pulobrayan, Pringadi Simatupang menuturkan, bantuan yang diserahterimakan antara lain satu unit printer, satu unit komputer, satu unit televisi, dan modem untuk wifi. Alat-alat ini untuk membantu pengoperasian aplikasi pasar.id. Selain menyerahkan bantuan, pihak BRI juga memberi pelatihan singkat kepada administrator, yang akan mengoperasikan aplikasi tersebut.

Pringadi menjelaskan, pihaknya akan memberi pendampingan kepada PUD Pasar Kota Medan hingga Desember 2022. Selanjutnya aplikasi tersebut akan diserahkan kepada PUD Pasar Kota Medan secara utuh.

“Untuk administrator dan kurir nanti penggajiannya kami yang tanggung. Semoga program ini dapat lebih membawa keberkahan bagi pedagang dan PUD Pasar,” pungkasnya. (map/saz)

Diduga Ada Unsur Tebang Pilih, Komisi 3 Tinjau Taman Cadika

BINCANG: Para Anggota Komisi 3 DPRD Medan saat berbincang dengan para pedagang di Taman Cadika.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai tindak lanjut dari laporan para pelaku UMKM yang digusur dari Taman Cadika, Komisi 3 DPRD Medan langsung melakukan peninjauan ke lokasi dimaksud, yang terletak di Jalan Karya Wisata, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Senin (30/5) lalu.

Peninjauan dipimpin langsung Ketua Komisi 3 DPRD Medan Afif Abdillah (NasDem) didampingi Sekretaris Hendri Duin Sembiring (PDIP), dan para anggota komisi, seperti Mulia Syahputra Nasution (Gerindra), Abdul Rahman Nasution (PAN), M Rizki Nugraha (Golkar), dan Erwin Siahaan (PSI).

Di sana, para wakil rakyat tersebut tampak bertemu dan berbincang langsung dengan para pedagang Taman Cadika yang menjadi korban penggusuran oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan, sebagai pengelola kawasan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Anggota Komisi 3, Mulia Syahputra Nasution menyebutkan, sesungguhnya Pemko Medan di bawah kepemimpinan Muhammad Bobby Afif Nasution, memiliki semangat yang sama dengan pemerintah pusat, yakni ingin membangkitkan perekonomian dengan mengembangkan UMKM.

“Dan semangat ini saya dukung bersama kawan-kawan di Komisi 3. Untuk itu, kami hadir di sini karena mendengar adanya pelarangan bagi pelaku UMKM berjualan di Taman Cadika ini,” ungkap Mulia.

Namun dari hasil tinjauan itu, politisi muda Partai Gerindra tersebut, mengatakan, telah menemukan beberapa kejanggalan dalam proses pelarangan atau penertiban yang dilakukan Dispora Kota Medan, yakni ‘tebang pilih’.

“Sebab kami melihat masih ada beberapa cafe di wilayah Taman Cadika ini yang masih beroperasi. Tapi cafe-cafe yang lain, kenapa menjadi imbauan dari pada Dispora (untuk ditutup)?” tanya Mulia lagi.

Untuk itu, sambung Mulia, kejanggalan itu akan menjadi pertanyaan wajib yang akan disampaikan Komisi 3 kepada Kepala Dispora Kota Medan Pulungan Harahap, dalam RDP yang akan segera digelar pihaknya bersama Komisi 2 DPRD Medan.

“Apa yang menjadi dasar Dispora mengimbau kawan-kawan pelaku usaha itu untuk tidak berjualan lagi? Nah ini nanti yang akan kami selesaikan di RDP bersama Komisi 2 dan para pelaku UMKM,” jelasnya.

Senada dengan Mulia, Sekretaris Komisi 3 DPRD Medan, Hendri Duin Sembiring menegaskan, pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang memikirkan nasib para pedagang atau prorakyat, khususnya kepada para pelaku UMKM yang diharapkan dapat membangkitkan kembali perekonomian usai dilanda pandemi Covid-19.

Untuk itu, Duin yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Khusus (Pansus) Zonasi Pedagang Kaki Lima (PK5) DPRD Medan itu, meminta Dispora Kota Medan dan OPD terkait, untuk menyiapkan relokasi bagi pedagang di Taman Cadika.

“Kalau memang harus digusur, siapkan tempat relokasi untuk para pedagang. Ini juga harus dipikirkan, jangan sampai pedagang bingung untuk mencari tempat berjualan. Kebijakan itu harus memanusiakan pedagang,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi 3 DPRD Medan, Afif Abdillah menyebutkan, pihaknya menerima aspirasi dari para pedagang di Taman Cadika serta beberapa perkumpulan kegiatan di sana, terkait penggusuran yang dilakukan.

“Semua informasi akan didalami lebih lanjut. Insya Allah, pada Juni, kami akan menggelar RDP dengan Dispora, Bagian Aset, Dinas Koperasi dan UKM, Bagian Hukum, serta seluruh pihak terkait dengan para pedagang yang ada di Taman Cadika,” bebernya.

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Medan ini, juga berharap, apa yang dilakukan pemerintah sudah berdasarkan peraturan yang benar dan berlaku di Kota Medan. Selain itu, juga harus berdasarkan azas kebijaksaan, bukan hanya kebijakan.

“Saat ini, kita harus banyak mensupport UMKM. Dengan potensi yang ada saat ini, sebenarnya masih banyak yang bisa dilakukan. Karena itu, kita jangan terpatri dengan satu peraturan yang mungkin membatasi kita,” jelasnya.

Saat disinggung mengenai adanya ‘tebang pilih’ dalam penggusuran terhadap pedagang, dia mengaku belum bisa menyimpulkannya, dan masih akan mempelajari hal itu secara lebih lanjut saat RDP nanti.

“Kami tak bisa mengambil kesimpulan tanpa mendengar seluruh pihak. Karena itu, kami berharap nanti ada titik terang,” Afif. (map/saz)

Lantik 56 Pejabat Malam Hari, Edy Tak Ingin Rugikan Bawahan

SALAM: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, menyalami para pejabat usai pelantikan di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi, mengambil sumpah/janji jabatan dan melantik 56 pejabat administrasi yang disetarakan ke dalam jabatan fungsional pada lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Senin (30/5) malam.

Pada kesempatan itu, Edy menegaskan, pelantikan pada malam hari tersebut dilakukan agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak dirugikan. Dan hal tersebut, menurutnya merupakan tuntutan proses penyederhanaan birokrasi, khususnya penyetaraan jabatan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

“Kenapa harus malam? Pasti anda semua bertanya. Karena pemerintah, unsur pimpinan, tidak mau merugikan kalian. Sampai batas jam 12 malam (pukul 24.00 WIB 30 Mei 2022), kalian harus sudah dilantik,” ungkap Edy.

Didampingi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Afifi Lubis, dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Faisal Arif Nasution, Edy meyakinkan, kebijakan penyederhanaan birokrasi yang ditetapkan pemerintah telah tepat. Karena menurutnya, organisasi pemerintahan ke depan akan berbasis pada fungsional dan kinerja yang lebih mengedepankan output serta keahlian.

“Berbuatlah yang terbaik. Saya yakin, pemerintah sudah menetapkan kebijakan ini dengan segala kajian. Langkah ini adalah yang terbaik untuk organisasi dan untuk kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Di akhir arahannya, Edy juga mengingatkan para ASN untuk tidak berpolitik, sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, tentang ASN. Dia pun mendorong agar para ASN menjadi pribadi yang memiliki integritas, profesional, netral, dan bebas dari intervensi politik.

“Saya akan tindak tegas kalian, kalau bermain-main dengan politik. Kalian nantinya pasti diberikan kesempatan untuk memilih sesuai hati nurani. Tapi bukan untuk didiskusikan, bukan untuk dibicarakan, karena kalian ASN,” tegasnya.

Kepala BKD Sumut, Faisal Arif Nasution menjelaskan, pelantikan pejabat administrasi yang disetarakan ke dalam jabatan fungsional tersebut, merupakan rekomendasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yang meminta Gubernur Sumut melantik hingga batas 30 Mei 2022.

Dia juga mengatakan, hal tersebut akan sangat berdampak pada kesejahteraan para ASN. Sebab, bila tidak segera dilantik, maka para ASN yang jabatannya disetarakan tersebut, harus dijadwalkan untuk mengikuti tahapan uji kompetensi.

“Ini tahap kedua, yang sudah diusulkan ke Kemendagri, dan keluar kemarin rekomendasi pada 27 Mei 2022, yang diminta kepada Bapak Gubernur untuk melantik paling lambat 30 Mei. Bila tidak dilantik (30 Mei), maka mekanisme biasa akan dilakukan. Mereka akan mengikuti tahapan uji kompetensi,” beber Faisal.

Pada kesempatan tersebut, Edy mengambil sumpah/janji dan melantik 2 pejabat fungsional ahli madya, dan 54 pejabat fungsional ahli muda. Adapun 2 pejabat yang dilantik, yakni Heru Suwondo dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta Juliadi dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, yang hadir secara virtual karena sedang bertugas ke luar daerah. Hadir sebagai saksi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M Fitriyus, dan Asisten Administrasi Umum Hasmirizal Lubis. (gus/saz)

Pelaksanaan APFI ke-11 di Medan, Ijeck Minta PFI Terlibat Dukung Pariwisata

TERIMA: Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah saat menerima kunjungan pengurus PFI dan Panitia Pelaksana Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2022 di Rumah Dinas Wakil Gubernur Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah, meminta organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Medan untuk ikut berpartisipasi dalam mendorong pariwisata di Sumut.

Hal ini disampaikan Ijeck, sapaan karib Musa Rajekshah, saat menerima kunjungan pengurus PFI Kota Medan dan Panitia Pelaksana Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2022 di Rumah Dinas Wakil Gubernur Sumut, Selasa (31/5) lalu.

Hadir dalam kesempatan itu Plt Bupati Langkat Syah Afandin, Ketua PFI Kota Medan Rahmad Suryadi, Korwil Sumatera PFI Hendra Brutal, Dewan Kode Etik PFI Ferdy Siregar, Ketua Pelaksana APFI 2022 Zulfan Dalimunthe, serta Anggota PFI Kota Medan Budi Hermansyah dan Teguh Angga Adityan

“Bisa juga kalau ada event-event budaya, PFI ikut terlibat dalam mendokumentasikan untuk mendukung pariwisata kita (Sumut),” ungkap Ijeck.

Ijeck juga mengucapkan selamat atas pelaksanaan APFI ke-11 di Kota Medan. Dia mendoakan, semoga pelaksanaannya berjalan dengan lancar dan sukses. Pihaknya juga berterima kasih karena Kota Medan menjadi tuan rumah pelaksana.

“Saya juga berharap PFI bisa bekerja sama dengan pemerintah dan membangkitkan daerah yang ada di Sumut, terkhusus daerah-daerah wisata,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PFI Kota Medan, Rahmat Suryadi mengatakan, APFI 2022 merupakan anugerah tertinggi untuk pewarta foto di seluruh Indonesia. Dalam APFI 2022 ini, yang dinilai ada 3.000 karya foto, yang diambil sepanjang 2021.

“Dari 3.000 karya foto itu, diambil satu pemenangnya. Kemudian kami juga akan membuat pameran foto di Merdeka Walk. Besar harapan kami Bapak Wakil Gubernur bisa datang melihat kegiatan yang kami laksanakan,” harapnya.

PFI Kota Medan sebagai organisasi foto, menurutnya, juga siap mendukung pengembangan pariwisata Sumut. Satu di anatranya dalam waktu mendatang, pihaknya juga berencana akan membuat pameran foto di destinasi wisata Bukit Lawang, yang saat ini juga menjadi destinasi unggulan di Sumut. (gus/saz)

Perumda Tirtanadi Gelar Halal Bihalal, Sekaligus Lepas Calon Jamaah Haji

BERSAMA: Direktur Utama Perumda Tirtanadi Kabir Bedi, bersama unsur dewan pengawas diabadikan bersama pada acara halal bihalal di Masjid Ma’ul Hayah Tirtanadi, Senin (30/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perumda Tirtanadi menggelar acara halal bihalal serta pelepasan calon jamaah haji yang berlangsung di Masjid Ma’ul Hayah Tirtanadi, Senin (30/5) lalu.

Acara halal bihalal yang berlangsung penuh khidmat ini, dihadiri langsung Sekretaris Dewan Pengawas Ikbal Hanafi Hasibuan, Anggota Dewan Pengawas Silmi, Direktur Utama Perumda Tirtanadi Kabir Bedi, Direktur Administrasi dan Keuangan Humarkar Ritonga, Direktur Air Minum Harun Al Rasyid, Direktur Air Limbah Fauzan Nasution, Kepala Divisi Sekper Jamal Usman Ritonga, dan para kepala divisi yang lainnya, serta seluruh pegawai kantor pusat.

Selain acara halal bihalal, dilaksanakan juga pelepasan calon jamaah haji yang berjumlah 16 orang dari unsur pegawai dan pensiunan Perumda Tirtanadi.

Kabir Bedi dalam sambutannya, mengatakan, halal bihalal merupakan kegiatan untuk menjalin silaturahim agar semakin kuat antara manajemen dan seluruh unsur pegawai.

“Kepada para calon jamaah haji, saya mohon doakanlah Perumda Tirtanadi, kiranya semakin maju dan baik serta dapat lebih bermanfaat untuk orang banyak. Dan semoga acara halal bihalal ini dapat menjalin tali silaturahim yang kuat antara pegawai dan manajemen, sehingga dalam bekerja mampu melakukan yang terbaik,” pungkasnya. (adz/saz)

Penuhi Kebutuhan Energi Masyarakat, Satgas RAFI 2022 Bekerja Profesional

BERSAMA: Satgas RAFI Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut berfoto bersama usai penutupan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2022 secara langsung maupun virtual pada Senin (30/5) kemarin.

SUMUTPOS.CO – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melaksanakan penutupan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2022 secara langsung maupun virtual pada Senin (30/5) kemarin. Keberhasilan Satgas RAFI diapresiasi oleh Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Putut Andriatno.

Putut mengatakan, pasokan dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) kepada masyarakat aman serta mencukupi. Keberhasilan Satgas RAFI tahun ini didukung sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak antara lain pemerintah provinsi, pemerintah daerah, Polri, TNI, Hiswana Migas dan sebagainya.

“Apresiasi setinggi-tinggi kepada tim Satgas RAFI Regional Sumbagut atas keberhasilan kita dalam melaksanakan Satgas Rafi 2022. Kita berterima kasih atas dukungan semua pihak, secara keseluruhan Satgas RAFI tahun ini berjalan lancar dan kebutuhan energi masyarakat mencukupi,” ujar Putut dalam keterangan tertulis diterima Sumut Pos, Rabu (1/6).

Hal senada juga diungkapkan Ketua Satgas RAFI Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Aribawa. Menurutnya, Satgas RAFI telah melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.

“Alhamdulillah Satgas RAFI Sumbagut sudah kita lalui dan kita laksanakan dengan baik dan berjalan dengan lancar. Tahun ini kita bisa melayani dengan sebaik-baiknya, terima kasih atas dukungan semua pihak, baik di lokasi, dukungan Hiswana Migas dan pemerintah daerah,” ucap Aribawa.

Dijelaskannya, konsumsi harian BBM selama masa Satgas RAFI 2022 untuk jenis Gasoline (Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo) di wilayah Sumbagut telah mencapai 14.314 Kilo Liter (KL) per hari. Sementara itu, konsumsi harian BBM jenis Gasoil (Biosolar, Dexlite dan Pertamina Dex) di wilayah ini telah mencapai 8.013 KL per hari.

“Untuk konsumsi harian Gasoline selama masa Satgas RAFI di wilayah Sumatera Utara (Sumut) sejumlah 5.448 KL, 3.131 KL di Riau, 2.567 KL di Sumatera Barat (Sumbar) sedangkan konsumsi Gasoline di Aceh senilai 1.975 KL dan 1.193 KL di Kepulauan Riau (Kepri),” katanya.

Sementara itu, konsumsi harian Gasoil selama masa Satgas RAFI di Sumut yakni 3.249 KL, 2.255 KL di Riau, 1.145 KL di Sumbar, 1.007 KL di Aceh dan 357 di Kepri. Masa Satgas RAFI berlangsung sejak 11 April 2022, awalnya berakhir tanggal 10 Mei, namun diperpanjang hingga 16 Mei sebagai upaya antisipasi lonjakan arus balik mudik.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC Hiswana Migas Sumut Rajali Husein dan Wakil Ketua Bidang SPBU Hiswana Migas Sumut, Indah Sari Karokaro. “Menjelang hari raya Idul Fitri dan sesudahnya, kebutuhan serta distribusi BBM lancar. Kinerja Satgas RAFI cukup baik dan tidak terjadi kelangkaan BBM,” kata Rajali.

Bagi masyarakat dan pelanggan setia Pertamina yang membutuhkan informasi terkait produk dari Pertamina, dapat memanfaatkan layanan Pertamina Call Center di nomor 135. (gus)

Peringatan Hari Jamu Nasional, 30 Ribu Tanaman Herbal Sumut Jadi Jamu

HADIR: Ketua TP PKK Sumut, juga Ketua Dewan Rempah Indonesia Sumut Nawal Lubis, menghadiri acara Peringatan Hari Jamu Nasional Sumatera Utara di Aula Tengku Rizal Nurdin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peringatan Hari Jamu Nasional yang ke-14 tahun diharapkan menjadi momentum untuk kebangkitan jamu di Indonesia dan Sumatera Utara (Sumut) khususnya. Sebagai obat tradisional yang sudah digunakan secara turun temurun, jamu juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Rempah Indonesia (DRI) Sumut Nawal Lubis pada Peringatan Hari Jamu Nasional yang mengangkat tema ‘Pemanfaatan dan Peningkatan Daya Saing Jamu Menuju Sumut Sehat dan Bermartabat’, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Selasa (31/5).

“Perubahan gaya hidup masyarakat yang mulai beralih ke minuman herbal tradisional yang dinilai lebih sehat, membuat jamu semakin naik daun. Ini juga menjadi peluang bisnis usaha jamu semakin terbuka lebar,” ucap Nawal Lubis.

Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari, Ibu-ibu Forkopimda, Ketua TP PKK Kabupaten/Kota yang hadir maupun mengikuti secara virtual, OPD Sumut serta para pelaku usaha jamu Sumut.

Kepada para pelaku UMKM Jamu, Nawal berpesan, agar terus berupaya meningkatkan daya saing produk jamu, karena pelaku usaha jamu mempunyai peran yang strategis dalam rangka peningkatan perekonomian di Sumut. Hal ini juga berdampak pada petani rempah penghasil bahan baku jamu sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

“Mari kita bersama mendorong dan memperkuat UMKM obat tradisional dan usaha jamu mampu memproduksi produk yang berkualitas, berdaya saing dan mampu mengisi pasar ekspor,” katanya.

Beberapa hal yang harus diperhatikan agar khasiat jamu yang dihasilkan terjamin aman dikonsumsi dan dapat memberikan manfaat bagi kesehatan adalah pemilihan dan pengolahan bahan baku yang baik serta kualitas, mendapat izin BPOM, sertifikat Halal dan persyaratan lainnya.

Kepala Dinas Perkebunan Sumut sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Hari Jamu Lies Handayani Siregar mengatakan, pelaksanaan kegiatan yang diinisasi Ketua DRI Sumut tersebut adalah bertujuan untuk mengangkat kearifan lokal dan meningkatkan jamu menuju daya saing secara global.

“Pada pertemuan ini selain seminar juga akan dilakukan expo jamu jamu yang ada di Sumut. Untuk seminar akan membahas manfaat jamu dan peran keamanan jamu untuk kesehatan,” ucap Lies Handayani.

Lies mengatakan, sebanyak 30 ribu tanaman yang ada di Indonesia sudah dijadikan herbal/jamu oleh masyarakat dan telah dikonsumi 50% oleh masyarakat. “Ini adalah angka yang sangat menggembirakan. Namun pemerintah tetap mengedepankan keamanan dan standar bagi jamu olahan yang saat ini banyak beredar di masyarakat yang diatur oleh UU kesehatan No. 46/2009,” katanya.

Kesempatan itu, Nawal Lubis didampingi Sri Ayu Mihari dan rombongan juga meninjau seluruh gerai expo produk kemasan dan bahan rempah jamu yang dipamerkan. Bahkan sempat mencicipi racikan jamu yang disediakan dalam pameran itu, serta bertanya tentang kasiat dan dari rempah apa saja jamu tersebut diolah.

Ribuan produk olahan jamu tersedia pada kegiatan tersebut, baik yang berupa ramuan mentah, olahan minyak serta berbagai rempah yang ada di Sumut seperti daun kelor, daun min, jahe, kunyit dan lainnya.

Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari mengajak masyarakat untuk terus melestarikan jamu. “Jamu ini harus tetap ada. Karena jamu ini sangat bermanfaat untuk kita semua. Untuk anak-anak maupun orang dewasa, laki-laki maupun perempuan. Semoga bisa tetap melestarikan jamu ini,” ujarnya.

Ia sendiri juga sampai saat ini masih mengonsumsi ramuan rempah-rempah. Kalau jamu sendiri, dulu ia juga sempat minum jamu gendong. “Kalau sekarang saya sudah tidak ada lagi konsumsi jamu. Karena langganan jamu gendong saya sudah almarhum,” ujar di tengah-tengah meninjau stand para UMKM. (gus)

1.014 PPPK Tahap II Deliserdang Terima SK

SERAHKAN: Bupati Deliserdang H. Ashari Tambunan menyerahkan SK kepada 1.014 PPK Tahap II formasi tahun 2021.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Bupati H Ashari Tambunan lakukan penandatanganan perjanjian kerja dan penyerahan SK 1.014 PPPK tahap II formasi tahun 2021 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Deliserdang di Gedung Olahraga Lubukpakam, Selasa (31/5).

Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Regional VI BKN DR Janry Haposan UP Simanungkalit S.Si, M.Si, Asisten II Putra Jaya Manalu SE, MM, Kadis Kominfo Stan Dr. Dra. Miska Gewasari M.M.

Dalam sambutannya, Bupati H Ashari Tambunan mengatakan proses penantian panjang yang sudah dilalui sejak mengikuti seleksi, penetapan nomor induk hingga hari ini resmi menerima sk pengangkatan.” Jangan hanya dijadikan sebagai awal dari penantian dan perjuangan, namun harus dijadikan sebagai tonggak awal dalam dunia kerja dan tanggung jawab yang baru,”ujar Ashari.

Bupati berharap kepada yang menerima SK pengangkatan PPPK untuk bekerja dengan sepenuh hari, disiplin, berdedikasi, loyalitas serta komitmen untuk menjaga harkat dan martabat Aparatur Sipil Negara.

“Maksimalkan fungsi saudara selaku Aparatur Sipil Negara sebagai pelayan atau abdi masyarakat yang baik, dengan selalu bekerja penuh dedikasi, profesional dan bermoral. Gunakanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, agar saudara dinilai layak dalam mengemban amanah ini,”kata Bupati H Ashari Tambunan.

Sebelumnya Kepala BKD dan Pengembangan SDM Drs. Muhammad Abduh Rizali Siregar, M.Si pada laporannya mengatakan, Pelamar yang dinyatakan lulus pada seleksi kompetensi tahap II sudah diusulkan Penetapan nomor induk PPPK dengan jumlah 1.015 orang. Hal ini dikarenakan terdapat 4 orang yang mengundurkan diri, sehingga tidak diusulkan lagi nomor induknya.

Kepala BKD dan Pengembangan SDM juga menjelaskan, bahwa dari 1.015 orang yang diusulkan Penetapan nomor induk PPPK, terdapat 1 orang yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat dikarenakan dokumen yang bersangkutan tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Rincian penempatan sebagai berikut: UPT Satuan Pendidikan Formal TK 15 orang, UPT Satuan Pendidikan Formal SD 879 orang, UPT Satuan Pendidikan Formal SMP 120 orang, totaL: 1.014 orang.(btr/han)