Home Blog Page 2649

Sidang Penganiayaan Remaja, Helpian Sembiring Dituntut 3 Bulan Penjara

TUNTUTAN: Helpian Sembiring terdakwa kasus dugaan penganiayaan remaja, menjalani sidang tuntutan di PN Medan, Rabu (25/5). agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa kasus penganiayaan remaja, Helpian Sembiring Meliala hanya dituntut 3 bulan penjara. Tuntutan dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Febrina Sebayang, dalam sidang di Ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (25/5).

Dalam nota tuntutan tim JPU dari Kejati Sumut tersebut, perbuatan mantan Satgas Cakra Buana PDIP itu, dinilai terbukti melakukan penganiayaan terhadap AFL (17), sebagaimana Pasal 80 ayat (1) jo Pasal 76 C Undang Undang No 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. “Meminta majelis hakim supaya menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Halpian Sembiring Meliala selama 3 bulan,” kata JPU.

Usai mendengarkan tuntutan, terdakwa melalui penasehat hukumnya membacakan pembelaan (pledoi) secara lisan. Penasehat hukum memohon agar majelis hakim meringankan hukuman terhadap terdakwa.

Usai mendengarkan tuntutan dan pledoi terdakwa, Hakim Ketua Oloan Silalahi menunda sidang hingga dua pekan mendatang dengan agenda putusan.

Mengutip surat dakwaan, peristiwa dugaan penganiayaan terhadap pelajar di bawah umur berinisial AFL itu, berawal saat korban berbelanja di salah satu minimarket di Jalan Pintu Air IV, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, pada 16 Desember 2021.

Kemudian tersangka Halpian datang mengendarai Land Cruiser Prado. Saat itu mobil tersangka menyenggol bagian belakang motor korban yang telah terparkir di sana.

Selanjutnya, korban keluar dari minimarket dan meminta tersangka untuk meminggirkan mobilnya. Karena mobil tersangka menghalangi motor korban dan korban ingin keluar.

Saat itulah tersangka langsung mendatangi korban dan menganiayanya. Tersangka menendang hingga memukuli kepala korban karena sakit hati dengan ucapan korban yang tidak sopan. Peristiwa itu pun terekam CCTV dan viral di media sosial.

Keesokan harinya, tepatnya pada 17 Desember 2021 malam, orang tua korban membuat laporan polisi ke Polrestabes terkait penganiayaan yang dialami oleh putranya.

Selanjutnya, Polrestabes Medan yang menerima laporan tersebut melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan terhadap tersangka Halpian di salah satu cafe di kawasan Medan Johor, pada 24 Desember 2021. (man/azw)

Gugurkan Kandungan Hasil Hubungan Gelap, Sepasang Kekasih Ditangkap

BARANG BUKTI: Kapolsek Percut Seituan Kompol M Agustiawan menunjukkan barang bukti kasus aborsi saat temu pers di Mapolsek Percut Seituan, Rabu (25/5). m idris/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sepasang kekasih di luar nikah, RR (22) dan Ni (20) nekat menggugurkan kandungan. Namun ulah keduanya terbongkar petugas Polsek Percut Seituan dan harus mempertanggungjawabkan sesuai hukum yang berlaku. Pasangan selingkuh ini nekat melakukan aborsi di tempat kos mereka, Jalan Gang Tawon 2, Dusun XVII, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang.

Kapolsek Percut Seituan Kompol M Agustiawan menjelaskan, sepasang kekasih ini diamankan Senin (23/5). “Kasus ini terungkap berkat informasi masyarakat yang menyatakan ada tindakan aborsi di Jalan Gang Tawon 2, Dusun XVII, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan,” ujarnya saat memberikan pemaparan kasus, Rabu (25/5).

Dari informasi itu, personel Unit Reskrim Polsek Percut Seituan bergerak ke lokasi melakukan penyelidikan. Tanpa perlu waktu lama, petugas langsung mengamankan pelaku pria (RR).

“Personel menemukan janin yang sudah dikubur di depan tempat kos pelaku. Kemudian, mayat bayi dibawa ke RS Bhayangkara untuk diotopsi,” jelas Agustiawan.

Polisi juga mengamankan pelaku wanita (Ni), yang menjalani perawatan medis di RS Imelda. Wanita tersebut lalu dibantarkan ke RS Bhayangkara Medan.

“Dari hasil interogasi, kedua tersangka ini telah berpacaran selama dua tahun dan telah melakukan hubungan badan layaknya suami istri sampai tersangka Ni hamil 6 bulan. Diduga takut dan malu, tersangka pria menyarankan kepada pacarnya agar menggugurkan kandung,” terang Agustiawan.

Dia menyebutkan, sebelum melakukan aborsi, pada Kamis (19/5) tersangka sempat membeli obat melalui aplikasi online dengan merk Cytotek 200 gram sebanyak 3 papan isi 10. Obat itu dikonsumsi pelaku wanita mulai dari Jumat (20/5) pukul 13.00 WIB sebanyak 2 kapsul dan berlanjut setiap 2 jam hingga obat tersebut habis.

Selanjutnya, pada Sabtu (21/5) sekira pukul 07.00 WIB di rumah kos tempat tinggalnya, pelaku Ni melahirkan anaknya di kamar mandi dalam kondisi sudah meninggal dunia.

“Begitu orok dilahirkan dalam kondisi meninggal dunia, tersangka pria langsung menguburkan bayi tersebut di depan kos-kosannya. Namun tersangka Ni mengalami pendarahan, sehingga dibawa ke klinik di Jalan Kemuning, Desa Sampali. Lantaran kondisinya parah, lalu dirujuk ke RS Imelda Medan,” pungkas Agustiawan. (ris/azw)

Kampung Narkoba di Marendal Digerebek Polisi

PENGGEREBEKAN: Tekab Polsek Patumbak bersama Personel Satres Narkoba Polrestabes Medan saat menggerebek kampung narkoba, di Jalan Balai Desa Pasar XII, Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak, Deliserdang, Rabu (25/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Khusus Anti Bandit Kepolisian Sektor (Tekab Polsek) Patumbak bersama Personel Satuan Reserse (Satres) Narkoba Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Medan menggerebek perkampungan yang disinyalir sarang peredaran narkoba yang berada di Jalan Balai Desa Pasar XII, Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak, Deliserdang, Rabu (25/5), sekira Pukul 15.00 WIB.

Kapolsek Patumbak, Kompol Faidir Chaniago, melalui Kanit Reskrim, AKP Ridwan mengatakan, bahwa dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan dua orang diduga sebagai pengguna dan pengedar narkoba jenis sabu-sabu di daerah tersebut.

“Kita amankan dua orang diduga pengguna dan pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Dan untuk proses lebih lanjut kedua tersangka dibawa ke Satres Narkoba Polrestabes Medan,” kata Ridwan.

Dia menambahkan, dalam pengerebakan kampung narkoba itu, pihaknya turut menyita barang bukti berupa, satu paket sabu yang belum sempat terjual, dan ada sebanyak tiga puluh buah plsatik klip-on kosong warna bening serta uang hasil penjualan sabu sebanyak Rp100.000, yang disita dari seorang Bandar Narkoba, berinisial RS dan dari seorang pembeli berinisial AW.

Selain itu, lanjutnya, turut disita satu paket kecil sabu-sabu yang baru dibeli dari bandar narkoba RS.

“Tim Tekab Unit Reskrim Polsek Patumbak melaksanakan penggerebekan tersebut dilakukan, berdasarkan laporan masyarakat terkait adanya peredaran narkoba di wilayah itu, tepatnya di dekat Tower listrik,” ujarnya.

Dijelaskannya, pihaknya pada saat dilakukan penggrebekan tidak mendapat perlawanan dari masyarakat setempat, dan atas kehadiran para petugas melaksanakan ‘Grebek Kampung Narkoba’.

“Bahkan masyarakat mengucapkan terima kasih banyak atas pelaksanaan kegiatan itu, agar kampung mereka bersih dari narkoba demi kenyamanan dan keselamatan para anak-anak warga sekitar serta tidak terpengaruh dari bahaya narkoba tersebut,” pungkasnya. (dwi/azw)

Pemko Medan Belum Usulkan Pembenahan Taman Budaya ke Kementerian

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Komisi III DPRD Medan, Hendri Duin mengaku mendukung rencana Pemko Medan yang ingin membenahi Taman Budaya dan menjadikan Taman Budaya Kota Medan sebagai pusat kebudayaan di Kota Medan. Salah satunya, dengan menjadikan Taman Budaya sebagai tempat pusat berkumpulnya para pelaku ekonomi kreatif untuk memasarkan dan menjual produk-produknya, termasuk sebagai pusat kegiatan kebudayaan di Kota Medan.

“Rencana ini kita dukung sepenuhnya. Sebab ini akan sangat baik untuk masyarakat Kota Medan, khususnya bagi mereka yang merupakan pelaku ekonomi kreatif. Sedangkan bagi masyarakat atau pengunjung, Taman Budaya akan menjadi sarana edukasi tentang kebudayaan di Kota Medan,” ucap Duin kepada Sumut Pos, Kamis (26/5).

Tak cuma itu, Taman Budaya juga diharapkan dapat menjadi ikon Kota Medan yang akan menjadi sarana tempat dipasarkannya sejumlah ikon lainnya yang ada di Kota Medan, seperti souvenir hasil pengrajin Kota Medan hingga oleh-oleh kuliner khas Kota Medan.

“Sehingga nantinya, setiap orang yang berkunjung ke Kota Medan merasa wajib untuk datang ke Taman Budaya dan membeli oleh-oleh khas Kota Medan. Dengan begitu, kebudayaan Kota Medan akan terus dipromosikan dan para Pelaku UMKM pun dapat terus berkembang,” ujarnya.

Untuk itu, kata politisi PDIP itu, Pemko Medan harus sesegera mungkin membenahi Taman Budaya agar rencana tersebut bisa segera terwujud. Namun, hal yang paling realistis untuk Pemko Medan dapat merealisasikan pembenahan Taman Budaya Kota Medan adalah dengan menggunakan dana dari APBN.

Namun sayang, sambung Duin, hingga saat ini pihaknya belum juga mendengar adanya pengajuan dari Pemko Medan ke pihak Kementerian tentang pembenahan Taman Budaya Kota Medan.

“Kalau dari APBD saya kira berat, paling realistis itu dari APBN. Tapi kemarin kita ke Kemenparekraf, kita dapat informasi kalau belum ada pengajuan dari Pemko Medan tentang Taman Budaya, padahal rencana ini sangat bagus dan Kemenparekraf siap untuk mendukungnya. Tapi kalau tidak ada pengajuan, bagaimana mungkin anggarannya bisa turun,” ujarnya.

Hendri Duin meminta Pemko Medan melalui OPD terkait, yakni Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata, serta Dinas Koperasi dan UKM untuk segera mengusulkan pembenahan dan pemanfaatan Taman Budaya ke Kemenparekraf agar rencana tersebut dapat segera terealisasi paling lambat tahun 2023 mendatang.

Namun yang ada, lanjut Duin, sampai saat ini saja ketiga OPD tersebut tidak ada berkoordinasi dengan Komisi III DPRD Medan terkait Taman Budaya. Padahal seharusnya Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata, serta Dinas Koperasi dan UKM saling berkoordinasi dan menyampaikan perihal rencana ini ke Komisi III selaku counterpart ketiga OPD tersebut.

“Lalu nantinya, OPD-OPD itu bersama komisi III bisa ‘menjemput bola’ ke kementerian, itu lah makna kolaborasi yang sesungguhnya. Rencana wali kota sudah sangat bagus, tapi kita tidak melihat ada upaya maksimal dari para OPD ini, yang ada wali kota yang dibuat mereka capek. Harusnya mereka paham makna kolaboras tadi, lalu mengimplementasikannya dengan baik,” pungkasnya.

Sebelumnya, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan terhadap perkembangan ekonomi kreatif, Wali Kota Medan Bobby Nasution membawa Komite Ekonomi Kreatif (Koekraf) Kota Medan saat meninjau Taman Budaya di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Selasa (24/5) petang.

Pasalnya, Bobby Nasution berencana menjadikan Taman Budaya sebagai wadah bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan industri kreatifnya.

Setibanya di lokasi yang memiliki lahan seluas sekitar 8.216 meter persegi itu, Bobby Nasution yang saat itu didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Agus Suryono, Kadis Kebudayaan OK Zulfi, Camat Medan Timur Noor Alfi Pane beserta Koekraf, tampak meninjau satu persatu ruangan yang ada di Taman Budaya.

Dikatakan Bobby, peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan Pemko Medan kepada para pelaku ekonomi kreatif yang ada di Kota Medan dengan rencana menyediakan wadah bagi mereka di Taman Budaya.

“Peninjauan ini dilakukan untuk menyediakan fasilitas kepada para pelaku ekonomi kreatif agar mereka bisa memiliki wadah guna mengembangkan kreativitasnya dengan mengajak komunitas anak muda yang ada di Kota Medan,” ucap Bobby Nasution di sela-sela peninjauan.

Nantinya, dengan adanya wadah ini, Bobby berharap para komite ekonomi kreatif mampu memperkenalkan sekaligus mendukung tumbuh dan kembangnya karya pelaku-pelaku industri kreatif di Kota Medan. “Salah satu upaya kita adalah mendukung para pelaku industri kreatif. Mudah-mudahan, berbagai komunitas yang ada bisa membangkitkan lagi ruh Taman Budaya,” ujarnya.

Tak cuma itu, Bobby juga memastikan pihaknya berencana untuk memperbaiki bangunan dan setiap fasilitas yang ada di Taman Budaya. Sebab dengan demikian, Taman Budaya dapat dijadikan sarana untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan.

“Jika Taman Budaya ini sudah diperbaiki dan bagus nantinya, tentunya event-event akan dapat diselenggarakan di tempat ini,” pungkasnya. (rel)

Direktur Kelembagaan Kemendikbud Ristek Resmikan Ruang CBT Center Pusat Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan

MITRA HUSADA: Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Ristek Kemendikbud Ristek Dr Lukman MHum (pakai ulos) bersama pimpinan, dosen dan mahasiswa STIKes Mitra Husada Medan, Rabu (25/5).DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

MEDAN. SUMUTPOS.CO – Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Dikti Ristek Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Ditjen Kemendikbud Ristek) Dr Lukman MHum menyampaikan kuliah umum kepada dosen dan mahasiswa/mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada, Rabu (25/5).

USAI menyampaikan kuliah umum, Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Ristek Kemendikbud Ristek RI Dr Lukman MHum meresmikan ruang
Computer Based Test (CBT) Center dengan 50 komputer berteknologi tinggi sebagai Pusat Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan STIKes Mitra Husada.

Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Ristek Kemendikbud Ristek RI mengutarakan bahwa kolaborasi Merdeka Belajar Kampus Medan (MBKM) dalam pengembangan riset, inovasi dan teknologi di era disrupsi digital.

Dr Lukman MHum juga memberikan dukungan STIKes Mitra Husada yang akan mengembangkan perguruan tinggi menjadi institut kesehatan atau universitas. Ia pun mendukung agar STIKes Mitra Husada jadi
perguruan tinggi berkelas dunia

Lukman merinci saat ini terdapat 4.441 perguruan tinggi di Indonesia. Terdapat 29.942 program studi, 9.005.099 mahasiswa dan 321.344 dosen. Indikator Kinerja Utama (IKU) akan menjadi landasan transformasi pendidikan tinggi.

”Kualitas lulusan, kualitas kurikulum serta kualitas dosen dan pengajar. Lulusan mendapat pekerjaan yang layak dan mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus,” katanya mencontohkan.

Diakhir materi kuliah umum, direktur mengingatkan mahasiswa untuk memiliki kemampuan 4C yakni creativity, critical thinking, communication dan collaboration didukung literasi numerasi, literasi sains, literasi informasi, literasi finansial serta literasi budaya dan kewarganegaraan.

Sementara itu Ketua STIKes Mitra Husada Medan Dr Siti Nurmawan Sinaga SKM MKes mengutarakan kuliah umum diikuti mahasiswa/mahasiswi STIKes Mitra Husada secara tatap muka. Kuliah umum ini juga diikuti para peserta melalui online. ”Kami sangat terhormat dan tersanjung dengan kehadiran direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Ristek Kemendikbud Ristek untuk meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia,” katanya.

Siti Nurmawan Sinaga menyampaikan berbagai raihan prestasi STIKes Mitra Husada dalam bidang penelitian termasuk makanan Katuk Sun mengatasi stunting. Untuk itu, ketua STIKes Mitra Husada berharap dapat dukungan untuk mendapatkan dana bantuan kewirausahaan terhadap berbagai hasil penelitian tersebut.

Ketua STIKes Mitra Husada menjelaskan bahwa alumni STIKes Mitra Husada banyak yang punya klinik dan rumah sakit. Kemudian banyak pula yang membuka praktik mandiri.

Banyak juga rumah sakit di Sumut yang meminta lulusan STIKes Mitra Husada untuk bekerja di rumah sakit tersebut. Ia pun berharap berbagai bimbingan dari Kemendikbud Ristek.

Ketua STIKes Mitra Husada menambahkan bahwa pihaknya pernah mendidik mahasiswa dari Jerman untuk praktik di STIKes Mitra Husada. ”Tidak begitu jauh perbedaan kompetensi di Jerman dan Indonesia,” katanya.

Ia mengutarakan bahwa mahasiswa/mahasiswi STIKes Mitra Husada juga aktif dalam berbagai kompetisi nasional dan internasional dengan meraih sejumlah prestasi. Kampus ini juga menerima 60 beasiswa KIP-Kuliah dan berharap tahun ini akan mendapatkan jumlah yang lebih banyak.

Ketua Yayasan Mitra Husada Drs Imran Surbakti MM menyampaikan terima kasih atas dukungan civitas akademika STIKes Mitra Husada dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Ia berterima kasih atas kehadiran Dr Lukman MHum u
yang menyampaikan kuliah umum dan meresmikan ruang CBT Center dipakai untuk kegiatan uji kompetensi.

Mahasiswa STIKes Mitra Husada sangat antusias dan termotivasi untuk mengembangkan diri mengikuti perkembangan teknologi. STIKes Mitra Husada menjadi kampus terbaik dalam meningkatkan mutu pendidikan dan mendorong tenaga kesehatan mencapai kompetensi yang excellent sehingga menjadi penguat mutu pendidikan kesehatan di Indonesia. (dmp)

Menko Airlangga: Pencapaian Signifikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Didukung Kebijakan People-First

DAVOS, SUMUTPOS.CO – Momentum Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 bersamaan dengan kondisi dunia yang sedang berjuang bersama untuk menghadapi dampak akibat pandemi Covid-19. Untuk itu, Indonesia mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger” pada gelaran G20 tahun ini untuk mengajak negara-negara G20 untuk pulih bersama. Tema tersebut juga menjadi pendorong bagi Indonesia dalam melakukan berbagai upaya penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang menunjukkan hasil cukup baik serta diakui keberhasilannya oleh negara-negara di dunia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyampaikan bahwa pulihnya kondisi Indonesia dapat dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi tinggi pada kuartal pertama tahun 2022 yang mencapai 5,01% dan lebih tinggi dari negara G20 lain termasuk Jerman dan Tiongkok. Hal tersebut disampaikan Menko Airlangga ketika mewakili Indonesia untuk menyampaikan pandangan dan perspektif pada sesi Country Strategy Dialogue dalam rangkaian perhelatan World Economic Forum Annual Meeting (WEFAM) 2022 di Davos, Swiss, Rabu (25/05).

“Pencapaian pertumbuhan ekonomi yang signifikan ini didukung oleh kebijakan Pemerintah yang bersifat people-first. Pemerintah menempatkan diri sebagai masyarakat untuk mempertimbangkan bagaimana dampak yang akan dirasakan oleh masyarakat akibat dari keputusan-keputusan yang akan dan telah diterapkan,” ujar Menko Airlangga.
Salah satu contohnya adalah tentang kebijakan pemberian bantuan tunai kepada para pedagang kaki lima, pemilik warung, dan nelayan (BT-PKLWN) yang diinisiasi untuk membantu pelaku UMKM sekaligus mendorong konsumsi masyarakat. Selain itu, ada juga program Kartu Prakerja yang bersifat semi bansos dan diinisiasi Pemerintah untuk reskilling dan upskilling masyarakat di masa pandemi. Kartu Prakerja ini manfaatnya berhasil diterima oleh 11,4 juta penerima. Untuk siswa sekolah, Pemerintah juga memberikan bantuan kuota internet gratis guna menjamin ketersediaan pendidikan di masa pandemi.

Seluruh langkah tersebut memang memiliki risiko dari sisi kebutuhan anggaran negara. Namun, Menko Airlangga percaya bahwa hal tersebut akan mendatangkan keuntungan jangka panjang bagi masyarakat.

“Pemerintah memprioritaskan masyarakat, kami berinvestasi di dalamnya, dan memastikan kepercayaan mereka. Saya sangat yakin bahwa keputusan ini dalam jangka panjang akan terbukti sama pentingnya dengan yang mereka lakukan dalam jangka pendek. Pada akhirnya, jika masyarakat Indonesia dapat mempercayai Pemerintah, maka masyarakat tersebut akan menjadi investasi paling berharga bagi sebuah negara,” ungkap Menko Airlangga.

Lebih lanjut, Menko Airlangga menegaskan bahwa pendekatan people-first ini tidak hanya berlaku pada masa krisis. Penggunaan pendekatan ini di bidang tenaga kerja, pendidikan, kesehatan, dan layanan sosial lain dapat menjadi kekuatan penuntun dibalik upaya pembangunan.

Hal ini dapat dilihat seperti pada kebijakan lingkungan hidup, dimana Indonesia juga menekankan pendekatan yang people-first. Pemerintah mendengarkan keluhan dari keluarga yang kehidupan dan mata pencahariannya berada di bawah ancaman nyata perubahan iklim. Hasilnya, dalam dua tahun terakhir Indonesia berhasil mengurangi deforestasi hingga 80%.

Menko Airlangga percaya bahwa penerapan kebijakan people-first dapat memberikan perubahan yang nyata. “Pendekatan ini adalah pendekatan yang inklusif, berkelanjutan, dan berprinsip. Pendekatan inilah yang dapat menjadi dasar untuk meningkatkan keterlibatan dan kerja sama di seluruh dunia,” pungkas Menko Airlangga. (dep7/ltg/fsr/*)

Wujudkan NZE dengan Tranportasi Ramah Lingkungan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Di seluruh dunia, diakui transportasi memiliki kontribusi yang cukup besar dalam emisi gas rumah kaca. Bahkan kontribusinya bisa mencapai 15 persen secara global. Sedangkan di Indonesia, emisi dari sektor transportasi, menyumbang 27% dari total emisi atau sekitar 160 juta ton di Indonesia pada tahun 2020. Total emisi pada tahun 2020 sebesar 590 juta ton dan diperkirakan akan terus naik jika tidak dilakukan intervensi.

“Penyumbang emisi terbesar pada tahun 2020 berasal dari sektor ketenagalistrikan sebesar 35% yang diikuti dengan sektor transportasi yaitu 27%. Agar mencapai Net Zero Emission (NZE) di tahun 2050 di seluruh dunia, diperlukan dekarbonisasi pada kedua sektor tersebut, khusus sektor transportasi, salah satunya dengan peralihan kendaraan listrik,” kata Fabby Tumiwa, Executive Director Institute for Essential Services Reform dalam webinar yang digelar Forum Wartawan Teknologi (Forwat), Rabu (25/5/2022).

Fabby menyebut, kendaraan listrik harus menguasai 40% total penjualan kendaraan pada tahun 2030 secara global, untuk mencapai net zero emission pada tahun 2050. Peralihan dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik bukan perkara mudah. Di Indonesia, misalnya, hanya 3.500 unit kendaraan listrik roda dua dan 1.800 unit kendaraan listrik roda empat yang terjual pada tahun 2021. Salah satu tantangan terbesarnya adalah membangun ekosistem pendukungnya, terutama stasiun pengisian ulang baterai dan juga penggantian baterai (swap).

Hal senada disampaikan I Gusti Ayu Andani dari Kelompok Keahlian Sistem Infrastruktur Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Bandung (ITB). Dikatakannya, berdasarkan data World Resources Institute menunjukkan, Indonesia menyumbang 2,03% emisi gas yang mengotori udara dunia (10 tertinggi di dunia). “Tak hanya soal kontribusi emisi gas Indonesia yang masuk peringkat 10 tertinggi dunia, tapi yang harus dikhawatirkan adalah level rata-rata emisi gas rumah kaca di Indonesia yang terus meningkat. Peningkatan level emisi di Indonesia tiap tahun lebih tinggi daripada rate global. Ini artinya tak ada penurunan secara signifikan,” ungkap Ayu.

Ayu menambahkan, upaya berkelanjutan untuk mencapai NZE dari sektor transportasi tak melulu harus menggunakan teknologi pintar yang terlalu rumit. Beberapa ciri sistem transportasi pintar yang bisa diimplementasikan adalah shared mobility, elektrik mobility dan integrated mobility.

“Shared mobility adalah ride sharing seperti yang sudah diterapkan perusahaan seperti Gojek. Juga mobilitas yang terintegrasi dimana semua angkutan sudah terkoneksi dan terintegrasi satu sama lain. Sedangkan elektrik mobility adalah menggunakan kendaraan yang lebih ramah lingkungan seperti kendaraan listrik,” papar Ayu.

Namun begitu, menurut Ayu, semua infrastruktur transportasi ramah lingkungan harus berkesinambungan. Tak hanya menyediakan kendaraan listrik, tapi juga infrastruktur pendukung lainnya, seperti pengisian ulang daya listrik.

Pernyataan Ayu juga diperkuat Fabby. Kata dia, infrastruktur pengisian kendaraan listrik dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik, walaupun saat ini realisasi pengembangannya masih jauh dari target yang telah ditentukan. Fabby menjelaskan, realisasi stasiun pengisian ulang baterai SPKLU dan penggantian baterai atau SPBKLU hanya mencapai, masing-masing 47% dan 9%, dibandingkan peta jalan yang telah dibuat kementerian ESDM pada tahun 2021. Padahal, dia yakin, infrastruktur pengisian kendaraan listrik yang terwujud dengan baik dapat membantu mengurangi range anxiety dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.

Ayu sendiri mengapresiasi apa yang telah dilakukan salah satu aplikasi di Indonesia, yakni Gojek. Menurutnya, walaupun UU Transportasi belum memasukkan aplikasi seperti Gojek sebagai moda angkutan umum, namun model ride-sharing ini bisa diandalkan untuk menurunkan emisi CO2 secara berkelanjutan. Salah satunya dengan mendukung penggunaan kendaraan listrik dan menyediakan integrasi end to end. Hal ini akan terbukti memiliki dampak yang lebih signifikan terhadap lingkungan.

Menanggapi hal ini, Vice President Corporate Affairs Gojek, Teuku Parvinanda mengungkapkan, Gojek sejak tahun lalu sudah memiliki komitmen untuk mewujudkan Nol Emisi Karbon (Zero Emissions) pada tahun 2030 sebagai bagian dari keseriusan kami untuk mencapai target Tiga Nol (Three Zeroes) pada tahun yang sama – yaitu Nol Emisi Karbon, Nol Sampah (Zero Waste), dan Nol Hambatan (Zero Barries) .

Masing-masing mencakup masalah mendesak terkait dengan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola sehingga telah menjadi fokus Gojek dan faktor pendorong perusahaan untuk memberikan upaya terbaik dalam segala hal yang dilakukan. “Ramah lingkungan juga merupakan isu yang relevan dan perlu menjadi perhatian serta prioritas kita bersama. Niat untuk memberikan yang terbaik bagi para pihak dalam ekosistem kami sudah ada sejak awal, dengan mengatasi tantangan nyata yang dihadapi warga Indonesia setiap harinya, karena itu kami hadirkan beragam inovasi mulai dari kehadiran fitur GoGreener pada aplikasi kami, uji coba kendaraan listrik, hingga GoTransit,” papar pria yang kerap disapa Andri itu.

Selain itu Gojek pun mempercepat proses transisi menuju kendaraan listrik (EV) di Indonesia dengan melakukan uji coba 500 unit EV roda dua di Jakarta Selatan. Guna menjawab tantangan infrastruktur kendaraan listrik, Gojek berkolaborasi dengan Pertamina untuk menyediakan stasiun penukaran baterai, di tujuh (7) pompa bensin Pertamina di Jakarta Selatan. Dengan demikian, mitra driver Gojek bisa mencoba motor listrik dengan keuntungan operasional yang lebih murah dibandingkan dengan motor konvensional.

“Di akhir tahun 2021, Gojek berkolaborasi dengan TBS Energi Utama telah membentuk Electrum untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Kemudian di Februari 2022, komitmen ini kami perkuat lagi bersama beberapa pihak, yaitu Pertamina, Gesits, Gogoro serta menghadirkan layanan GoRide elektrik. Sehingga, selain menghadirkan moda transportasi ramah lingkungan, kami pun memastikan kemudahan akses bagi konsumen dan juga mitra kami,” papar Andri.

Program hijau lainnya yang dilakukan Gojek adalah fitur GoGreener yang mengajak konsumen ‘menanam pohon’ sambil jalan naik GoRide dan GoCar, sebagai bagian dari kontribusi individu untuk menyerap jejak karbon. Sejak fitur ini diluncurkan, Gojek bersama konsumennya telah berhasil mengumpulkan, menanam ataupun mengadopsi 5.000 lebih pohon di 13 lokasi berbeda melalui fitur GoGreener Serap Jejak Karbon (GoGreener Carbon Offset).

Pada April 2022, Gojek meluncurkan secara resmi fitur Pohon Kolektif GoGreener yang mendorong konsumen sambil jalan bisa tanam pohon, hanya dengan menambahkan biaya Rp1.000 – Rp2.000. Sebagai langkah awal peluncuran fitur ini, Gojek kembali menanam 1.000 bibit pohon di Demak Jawa Tengah, dan setiap tiga (3) bulan, pohon yang berhasil dikumpulkan konsumen akan ditanam di lokasi tersebut serta lokasi-lokasi lainnya. “Kurang dari satu bulan telah terdapat lebih dari 100.000 pengguna yang mengaktifkan fitur Pohon Kolektif GoGreener,” papar Andri.

Tidak berhenti sampai di situ, Gojek juga menghadirkan fitur GoTransit yang memungkinkan terjadinya integrasi layanan transportasi Gojek dengan penyedia layanan transportasi publik. Dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, konsumen bisa turut mengurangi jejak karbon sambil tetap beraktivitas sehari-hari.

Fabby mengatakan, upaya Gojek ini khususnya dalam menghadirkan infrastruktur kendaraan listrik yang komprehensif dan ramah lingkungan diharapkan bisa diikuti oleh perusahaan transportasi lainnya. Berbagai inisiatif seperti yang dilakukan Gojek, khususnya penggunaan kendaraan listrik dapat menurunkan emisi karbon sebesar 28% pada kendaraan roda 4 dan 55% pada kendaraan roda dua. Apalagi, Total Cost Ownership kendaraan listrik semasa hidup baterai, 20% lebih murah dibandingkan dengan kendaraan konvensional. (rel/adz)

Telkomsel Hadirkan Platform tSurvey.id, Platform untuk Buka Peluang Riset Digital Inovatif

Telkomsel memperluas portofolio bisnis layanan digital dengan menghadirkan tSurvey.id yang merupakan platform survei digital sebagai solusi bagi seluruh kebutuhan riset pelanggan baik dalam lingkup akademik, komersial lintas industri, sosial, maupun riset lainnya secara luas.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel memperluas portofolio bisnis layanan digitalnya dengan meluncurkan platform tSurvey.id kepada publik secara virtual pada ajang tahunan Insight for Indonesia 2022: Consumer Insight by Telkomsel tSurvey.id, (24/5). tSurvey.id merupakan platform survei digital yang menawarkan solusi bagi seluruh kebutuhan riset pelanggan, baik dalam lingkup akademik, komersial lintas industri, sosial, maupun keperluan riset lainnya secara luas. Sebagai hasil inkubasi bisnis dari unit bisnis Data Solution Group Telkomsel, Kapabilitas platform tSurvey.id telah diperkaya data insight telco sehingga memiliki beberapa keunggulan, mulai dari jangkauan basis responden yang luas, fitur respondent targeting dengan profil yang akurat, keluaran hasil yang lebih cepat, serta fitur manajemen survei yang user friendly.

Direktur Planning and Transformation Telkomsel Wong Soon Nam mengarakan, “Peluncuran tSurvey.id merupakan wujud nyata komitmen Telkomsel dalam melanjutkan positioning sebagai digital ecosystem enabler yang terus mengakselerasi lahirnya solusi digital baru melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi terdepan. Kehadiran tSurvey.id juga menjadi bagian dari upaya kami untuk membantu dan memfasilitasi berbagai pemangku kepentingan, baik akademisi, profesional, Lembaga Swadaya Masyarakat, maupun pelaku usaha lintas sektor industri dalam membuka lebih banyak peluang kemajuan dengan mendorong penguatan kultur pengambilan keputusan berbasis data.”

tSurvey.id hadir sebagai hasil dari program inkubasi program internal Telkomsel InnoXtion (kini Telkomsel TINC Polaris) dan bertujuan mendukung terciptanya data-driven decision-making culture, baik dalam lingkup akademik, komersil, sosial, maupun keperluan riset lainnya secara luas. Sejak tahun 2021, unit bisnis Data Solution Group Telkomsel telah melakukan berbagai pengembangan berkelanjutan guna memastikan tSurvey.id menjadi platform survei digital dengan kapabilitas unggul di pasar industri market research. Pada bulan Desember 2021, tSurvey.id mulai diutilisasi secara komersial dan telah melayani kebutuhan riset pasar bagi sejumlah perusahaan di berbagai sektor industri.

Wong Soon Nam lebih lanjut menjelaskan, melalui berbagai tahap pengembangan, kini tSurvey.id telah memiliki beragam keunggulan sebagai platform riset digital. Keunggulan-keunggulan tersebut meliputi jangkauan basis responden yang luas di seluruh Indonesia, fitur respondent targeting yang akurat berdasarkan hasil analisa perilaku riil pengguna jaringan Telkomsel, kecepatan untuk mendapatkan keluaran hasil, serta platform yang memberikan kemudahan dalam mengelola survei, mulai dari pembuatan, pengiriman, hingga pelaporan hasil survei.

Informasi lebih lengkap mengenai layanan tSurvey.id serta keunggulannya bisa didapat dengan mengakses menu contact us di tautan tSurvey.id.

Sukses Menangkap Perilaku Konsumen Indonesia dengan 2022 Consumer Insight Report

Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB UI) telah menguji kapabilitas platform riset digital tSurvey.id dan menggandeng Telkomsel dalam pelaksanaan studi dan penyusunan laporan tahunan yang bertajuk 2022 Consumer Insight Report. Studi yang dilakukan selama kurang lebih satu setengah bulan tersebut berfokus pada perilaku konsumsi masyarakat Indonesia dari berbagai aspek. Berbasis opini dari 1.500 responden di seluruh Indonesia, tSurvey.id bersama LM FEB UI berhasil mengungkap perilaku konsumen Indonesia selama tahun 2021 dan memprediksi tren konsumsi untuk tahun 2022, yang di antaranya seperti berikut :

  • Pandemi yang masih berlangsung di tahun 2021 membawa dampak perubahan bagi perilaku konsumen Indonesia. Salah satunya adalah kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dari rumah yang kini sudah banyak dimudahkan olehplatform digital dengan layanan pesan antar dalam waktu singkat, seperti kebutuhan berbelanja rutin dan makanan.
  • Sumber hiburan digital yang dapat dikonsumsi dari rumah juga mendominasi tahun 2021, dan diprediksi akan menjadi suatu gaya hidup baru di 2022.Video streaming akan menjadi pilihan hiburan Utama, dengan konten Indonesia mengungguli popularitas konten Barat, Korea, Jepang, dan China.
  • Meskipun kenyamanan aktivitas dan pemenuhan kebutuhan dari rumah sudah menjadi kebiasaan baru, terbaca pula adanya keinginan konsumen Indonesia untuk mulai kembali aktif lagi beraktivitas di luar rumah. Bahkan, satu dari lima responden menyatakan mereka melakukan perjalanan pariwisata untuk bekerja dari lokasi wisata atauwork from vacation.

Temuan kunci tersebut disampaikan secara langsung oleh Senior Consultant dan Senior Lecturer LM FEB UI Dr. Nurdin Sobari sebagai expert di bidang consumer behavior pada acara peluncuran tSurvey.idWhite paper lengkap 2022 Consumer Insight Report akan dipublikasi secara luas selepas acara peluncuran tSurvey.id.

Vice President Data Solutions Telkomsel Mia Melinda lebih lanjut menambahkan, untuk memperkaya insight hasil studi tersebut, Telkomsel turut menghadirkan sederet nama besar dari beberapa brand terkemuka di Indonesia di ajang tahunan Insight for Indonesia 2022 : Consumer Insight by Telkomsel tSurvey.id, mulai dari Vincent Tjendra (CEO Astro), Abraham Viktor (CEO Hangry Group), Henry Manampiring (VP Marketing RedDoorz), Ario Adimas (VP Loket.com), Reynazran Royono (CEO FITA), Rezki Yanuar (VP Marketing Vidio.com), hingga Hilda Kitti (VP Marketing Tokopedia) yang masing-masing memaparkan pandangan mereka sebagai pelaku industri terkait strategi bisnis yang tepat dan selaras dengan perilaku konsumen yang dinamis. Dalam ajang ini, hadir pula Komisaris Telkom Group Marcelino R. Pandin dan Komisaris Independen Telkom Group Abdi N. Nurdin.

“Kami berharap melalui acara Insight for Indonesia yang kami visikan sebagai acara tahunan persembahan Telkomsel MSIGHT, kapabilitas tSurvey.id sebagai solusi riset bagi pelaku industry, akademik, maupun masyarakat umum dapat terdemonstrasikan dengan baik. Kini pengembangan platform tSurvey.id masih terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam melakukan berbagai riset. Ke depannya, sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Telkomsel konsistensi memperkuat ekosistem digital nasional dengan menghadirkan beragam solusi layanan digital inovatif yang sesuai dengan prinsip customer-centric,” tutup Mia.(rel)