29 C
Medan
Monday, February 9, 2026
Home Blog Page 2649

Bupati Dairi Buka Musrenbang RKPD Dairi Tahun 2023

BUKA MUSRENBANG. Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu bersama unsur Forkopimda dan mewakili Gubsu memukul gendang pembukaan Musrenbang RKPD Dairi tahun 2023 di gedung Balai Budaya Sidikalang, Senin (28/3/2022).SUMUTPOS.CO./Komimfo Dairi

DAIRI,SUMUTPOS.CO- Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu, buka musyawarah perencanaan pembangunan rencana kerja pemerintah daerah (Musrenbang-RKPD) kabupaten Dairi tahun 2023.

Musrembang kabupaten tersebut di Balai Budaya Sidikalang, Senin (28/3/2022). Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dairi, Aryanto Tinambunan melalui Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi Informasi Publik, Iswan Togatorop menerangkan, tema Musrenbang RKPD Dairi tahun 2023, penguatan sektor unggulan ekonomi daerah, keterampilan berusaha dan perluasan kesempatan kerja.

Mewakili Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Sumatera Utara, Kaiman Turnip mengatakan, RKPD mempunyai fungsi dan peran strategis dalam menjalankan program pemerintah daerah.

RKP secara formal menjadi landasan pengusulan program kepada lembaga DPRD. Sehingga RKPD ini sangat penting untuk menjadi acuan para pimpinan OPD dalam menjalankan visi dan misi kepala daerah, ucap Kaiman.

Disebutkan Kaiman, sejumlah ruas jalan provinsi di kabupaten Dairi akan dilakukan perbaikan seperti ruas jalan Sumbul -Tiga Baru, jalan Tanjung Beringin-PLTA. Pembangunan ruas jalan dimaksud dilakukan multi years dengan besaran anggaran sebesar Rp 60 miliar, sebut Kaiman.

“Dairi diharapkan jadi patron ke depan dalam pelayanan publik,” sebutnya. Melalui Musrenbang RKPD, Pemprovsu berharap bagaimana menciptakan Sumut Bermartabat.

Usulan disampaikan melalui Musrenbang, diharapkan lebih konstruktif dalam rangka mengatasi berbagai permasalahan yang sedang dihadapi guna meningkatkatkan kesejahteraan masyarakat.Ketua DPRD Dairi, Sabam Sibarani mengatakan selaku wakil rakyat, saya sampaikan bahwa jalan provinsi di Dairi sudah sangat memprihatinkan sehingga sangat di harapkan tahun ini sudah di perbaiki.

Perbaikan jalan itu kami harapkan bisa segera dilakukan sehingga perekonomian masyarakat dapat bertumbuh dengan baik. Sabam memuji Bupati Dairi, Eddy KA Berutu sudah berusaha keras mendatangkan pembangunan dari pusat ke Dairi, ujarnya.

Sementara itu, BupatiDairi Eddy KA Berutu mengatakan, tahun 2023 merupakan tahun ke-4 perwujudan visi dan misi pemerintah Kabupaten Dairi. Ia menyebut, eksekutif mengambil inisiatif perubahan bersama lembaga legislatif agar RPJMD Dairi lebih berdampak.

RKPD tahun 2023 moment penting meletakkan kebijakan dasar pembangunan, ucap Eddy. Ia menegaskan, pada perubahan RPJMD 2019-2024 yang menjadi tematik yakni penguatan sektor unggulan ekonomi daerah, keterampilan berusaha, dan perluasan kesempatan kerja.

Dengan 5 sasaran diantaranya, peningkatan sektor pertanian, peningkatan pariwisata serta peningkatan sektor industri. Di sektor digitlaisasi, Ia mengatakan Pemkab Dairi bersama Kementerian Kominfo akan melatih 5000 digital enterpreneurship academy (DEA) bagi para pelaku UMKM dan sekarang telah memasuki gelombang ke 3. Setelah pelatihan tersebut, akan dilanjutkan dengan pelatihan start up kewirausahaan selama 2-3 bulan secara intensif yang bertujuan untuk menyiapkan kelembagaan sumber daya manusia yang berdaya saing.

“Bank Mestika, Bank Sumut dan Bank BRI yang siap berkolabirasi dengan Pemkab Dairi untuk mendorong pendapatan masyarakat dan peningkatan lapangan kerja,” ungkap Eddy.

Untuk sektor pertanian, pemerintah bersama pihak swasta sebagai off taker di bidang kopi khususnya kopi arabika, telah melakukan penanaman baru sebanyak satu juta batang.

Pada tahun 2022, bersama pihak swasta akan kembali menyiapkan sebanyak satu juta batang bibit kopi untuk tanaman baru guna mengejar target tanam kopi seluas 5.000 hektar yang dicanangkan Pemkab Dairi, kata Eddy.

“Selain itu, pemerintah juga bekerjasama dengan Bank Sumut dalam pemberian fasilitas KUR sehingga para petani cukup fokus saja untuk proses pertanian. Program itu disebut dengan KUR Klaster untuk kopi, jagung dan ubi menjadi klaster KUR,” jelas Eddy Berutu.

Masih menurut Eddy, untuk mewujudkan keberlanjutan, Pemkab Dairi telah berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Pada tahun 2022-2023, Dairi mendapat program multiyears dari provinsi Sumatera Utara untuk peningkatan jalan dari Simpang Silalahi- Simpang Tanah Karo sepanjang 2,27 kilometer dengan anggaran sebesar Rp 28 miliar.

Dan total anggaran pperbaikan jalan provinsi di Dairi sebesar Rp60 miliar. Selanjutnya, mewujudkan kemandirian, Pemkab Dairi sudah berkomitmen anggaran Rp150 miliar akan dibelanjakan untuk produk produk lokal melalui E-katalog lokal yang bisa di akses oleh seluruh kementrian dan lembaga.

Ditambahkan Eddy, Musrenbang menyatukan komitmen kita semua pemangku kepentingan sehingha penyusunan APBD Dairi tahun 2023 bisa terlaksana dengan baik. Anggaran kita sangat terbatas, kolaborasi dengan seluruh pihak terkait sangat diperlukan sehingga peningkatan ekonomi bisa tercapai dengan menentukan skala pembangunan yang super prioritas dengan mengedepankan efektifitas dan efisiensi,” ungkap Bupati.

Adapun narasumber dalam Musrenbang yakmindari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Medan, Sumatera Utara, Bappeda Sumatera Utara dan BPS Kabupaten Dairi. Hadir Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan OPD, Camat, organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat dan lainya.(rud).

Airlangga Berharap Rakernas Alumni ITS Lahirkan Gagasan Penciptaan SDM Unggul

JAKARTA, SUMUTPOS.CO—Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Alumni ITS bisa menghasilkan terobosan dan gagasan untuk membantu pemerintah mencapai target Indonesia Emas 2045.

Dalam pidato sambutannya di Rakernas Alumni ITS secara virtual, Menko Airlangga menegaskan, target Indonesia Emas 2045 harus disiapkan.

Pemerintah berupaya mendorong penciptaan SDM unggul yang kreatif, cakap digital, dan mempunyai mental kewirausahaan untuk menyongsong momentum Indonesia Emas.

“Semoga Rakernas ini dapat menghasilkan gagasan dan inovasi yang tentunya mencerminkan kearifan dan juga terobosan yang dilakukan oleh para alumni ITS,” tutur Menko Airlangga, Senin (28/3/2022).

Airlangga menambahkan, kebijakan-kebijakan untuk mencapai Indonesia Emas sudah dilakukan. Antara lain, kebijakan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, mendorong sektor manufaktur yang berdampak luas meningkatkan devisa dan investasi, kebijakan program substitusi impor, dan kebijakan terkait peningkatan kualitas SDM Indonesia dengan penciptaan digital talent.

Ketua Umum Partai Golkar ini mengaku, potensi ekonomi digital di tahun 2021 adalah 70 miliar dolar AS. Jumlah ini diperkirakan akan naik di tahun 2025 menjadi 146 miliar dolar AS.

“Indonesia tentunya membutuhkan SDM yang jumlahnya besar, yaitu 9 juta orang sampai tahun 2030. Inilah yang menjadi tantangan agar Perguruan Tinggi mampu mencetak sarjana-sarjana yang digital literate,” ujar Airlangga.

Pemerintah juga telah memberikan dukungan melalui pengembangan talenta digital. Antara lain melalui Kartu Prakerja dan Gerakan Nasional Literasi Digital untuk masyarakat umum, Digital Talent Scholarship untuk level tenaga profesional, dan Digital Leadership Academy untuk para pimpinan.

Selain untuk meningkatkan jumlah talenta digital di Indonesia, program-program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia.

Menurut Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini, pemerintah mengharapkan jumlah wirausaha di Indonesia dapat meningkat dan mencapai 5 persen.

Pemerintah juga telah menciptakan dan memberikan berbagai regulasi yang memberikan perlindungan dan kemudahan kepada UMKM termasuk pembiayaannya.

Misalnya, dukungan pembiayaan bisa diperoleh melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 373 triliun dengan bunga 3 persen sampai akhir 2022. (adv/*)

Kelola Sampah Jadi Jumputan Padat PLTU, Bobby Tandatangani Kesepakatan dengan PLN

Walikota Medan Bobby Nasution teken kesepakan dengan PT PLN terkait pengelolaan sampah jadi jumputan padar untuk PLTU.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Produksi sampah di Medan setiap harinya mencapai 2000 ton lebih. Kondisi ini membuat Wali Kota Medan, Bobby Nasution cukup berpikir keras untuk mengelola sampah sampah tersebut secara sistemik dan terkoodinir, serta berkolaborasi dengan pihak-pihak berkompeten.

“Kami membuka diri bagi siapa saja yang ingin berkontribusi dalam penanganan sampah. Saat ini, kami tengah fokus dan berupaya untuk mengubah sistem pengelolaan sampah dari open dumping ke sanitary landfill. Terlebih dalam sehari Kota Medan menghasilkan 2000 ton sampah dan harus dicari formula yang tepat untuk penanganannya,” kata Bobby Nasution beberapa waktu lalu.

Pernyataan ini bukan tak berdasar. Data yang diperoleh di Bagian Kerjasama Setda Kota Medan menunjukkan, bahwa  pada Senin, 14 Februari 2022 lalu resmi terjalin Kesepakatan bersama antara Pemko Medan dan PT PLN (Persero) tentang Penelitian dan Pengembangan Pengelolaan Sampah Menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat. Kesepakatan Bersama ini ditandatangani Wali Kota Medan Bobby Nasution dan General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangitan Sumatera Bagian Utara Purnomo ini.

Maksud dari Kesepakatan Bersama ini adalah sebagai landasan penyelenggaraan kerja sama dalam penelitian dan pengembangan pengelolaan sampah menjadi bahan bakar jumputan padat untuk cofiring Pembangkit Listrik Tenaga (PLTU) yang dilandasi dengan itikad baik dan saling memberi manfaat bagi Pemko Medan maupun PT PLN (Persero).

Dalam Naskah Kesepakatan bersama ini juga disebutkan tujuan dari Kesepakatan Bersama ini adalah untk mengadakan kerja sama dalam penelitian dan pengembangan pengelolaan sampah menjadi bahan bakar jumpatan padat untuk cofiring PLTU yang dapat diitindaklanjuti oleh Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan maupun unit PT PLN (Persero) guna menunjang tugas pokok dan fungsi kedua pihak. Kesepakatan Bersama ini juga menegaskan bahwa ruang lingkup Kesepakatan bersama ini meliputi penelitian dan pengembangan pengelolaan sampah menjadi bahan bakar jumpatan padat untuk cofiring PLTU.

Pada naskah kesepakatan itu juga diterangkankan, bahwa PT PLN (Persero) telah melakukan uji coba cofiring dengan prosentase maksimal lima persen penccampuran biomassa berupa bahan bakar jumpatan padat dengan batubaru yang kemudian dilanjutkan dengan operasi berkelanjutan. Diterangkan pula bahwa Pemko Medan memiliki sumber pasokan bahan baku Bahan Bakar Jumputan Padat. Karena itu, dalam rangka percepatan target bauran energi nasional, Pemko Medan dan PT PLN (Persero) sepakat melakukan kerja sama penelitian dan pengembangan pengelolaan sampah menjadi bahan bakar jumpatan padat.

Sebelumnya pada awal 2022, Bobby Nasution menerima audiensi dari Managemen PLTU Pangkalan Susu di kantor Wali Kota yang dipimpin General Manager PLTU Pangkalan Susu Trisno Widayat. Turut mendampingi Bobby Nasution itu adalah Asisten Ekonomi Pembangunan, Khairul Syahnan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Zulfansyah Ali Saputra, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Syarifuddin Irsan Dongoran, dan Kabag Kerjasama, Ummy Wahyuni.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa (4/1) itu, General Manager PLTU Pangkalan Susu, Trisno Widayat menyampaikan ketertarikannya untuk menjalin kerja sama dengan Pemko Medan dalam hal pengelolaan sampah menjadi bahan bakar.

Trisno yang hadir didampingi jajarannya juga memaparkan terkait alur produksi pembangkit listrik yang dilakukan oleh PLTU Pangkalan Susu. Menurutnya, sampah yang ada di TPA Terjun dapat digunakan sebagai bahan bakar. Oleh sebab itu dirinya meminta izin ke Pemko Medan untuk melakukan penelitian dan uji coba.

“Dengan adanya PLTU Pangkalan Susu ini maka sampah yang ada di TPA terjun dapat kami manfaatkan,” sebutnya.

Tentu saja Bobby Nasution menyambut baik sekaligus mendukung tawaran itu. Ketertarikan PLTU Pangkalan Susu mengelolah dan memanfaatkan sampah TPA Terjun di Medan Marelan untuk dijadikan sebagai bahan bakar jumputan padat untuk cofiring pembangkit listrik tenaga uap sangat mendukung upaya penanganan sampah di kota ini.

“Kami mendukung sekali, namun yang perlu disepakati adalah komitmen, jangan sampai TPA Terjun ini hanya sebagai tempat penelitian saja tetapi harus dikembangkan,” kata Bobby Nasution.

Waktu itu Bobby Nasution juga mengungkapkan, apabila telah ada kesekapatan, PLTU Pangkalan Susu harus dapat menjadi buyer. Artinya PLTU Pangkalan Susu harus memanfaatkan sampah yang ada sehingga memberikan keuntungan bagi Pemko Medan dan PLTU Pangkalan Susu.

Secara terpisah, Kadis Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan Syarifuddin Irsan Dongoran, mengatakan pada tahap awal PLTU  Pangkalan Susu melakukan feasibility study atau studi kelayakan guna mengetahui secara objektif dan rasional, keunggulan dan kelemahan sebelum dilakukan pengelolaan dan pemanfaatan sampah tersebut.

“Setelah studi kelayakan selesai, tahap selanjutnya adalah Pemko Medan maupun pihak ketiga akan melakukan investasi di bidang tersebut. Produksi hasil dari pemanfaatan sampah yang nantinya menjadi jumputan padat untuk co-firing pembangkit listrik tenaga uap tersebut akan didistribusikan kepada PLTU Pangkalan Susu,” sebut Dongoran.

Kegigihan dan kejelian Bobby Nasution dalam menjalin kolaborasi ini mengundang ketertarikan para  investor. Wali Kota Medan Bobby Nasution  juga menerima kunjungan PT Aka Sinergi Group di kantor wali kota. Pada pertemuan yang berlangsung Selasa (15/3) di kantor wali kota itu, rombongan yang dipimpin President Director and Chairman of Board Mr  Abdul Kadir Alatas ini untuk menyampaikan keinginan mereka mengelola sampah Kota Medan menjadi energi terbarukan.

Dalam pertemuan itu pihak PT Aka Sinergi Group mempresentasi cara, metoda dan proses pengelolaan sampah menjadi tenaga terbarukan. President Director and Chairman of Board Mr Abdul Kadir Alatas juga berpromosi, bahwa pihaknya telah menjalin kerjasama dengan sejumlah negara untuk pengelolaan sampah.

“Teknologi yang kami gunakan ini nantinya dapat mengelola sampah menjadi energi terbarukan dan semua dapat musnah tanpa adanya limbah yang ditinggalkan,” sebutnya.

Menanggapi itu, Bobby Nasution mengatakan, Pemko Medan terbuka pada pihak-pihak yang ingin berpartisipasi dalam penanganan dan pengelolaan sampah di Kota Medan. Tentunya kerja sama akan terjalin jika memberi kontribusi yang baik penanganan kebersihan yang  merupakan salah satu program prioritas Pemko Medan.(mar)

Kota Medan Juara Umum MTQ ke-38 Tahun 2022 Tingkat Sumut

Wakil Walikota Medan H Aulia Rachman menerima trophy Kota Medan juara umum MTQ ke 38 tingkat Provinsi Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kota Medan kembali keluar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-38 Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2022. Tercatat, sudah lima kali secara berturut-turut Kota Medan berhasil meraih prestasi membanggakan ini sejak MTQ Tingkat Provinsi Sumut digelar. Diharapkan, prestasi ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Apalagi MTQ  Nasional ke-XXIX Tahun 2022 yang akan berlangsung di Kalimantan Selatan sudah di depan mata.

Hal ini terungkap ketika Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Wakil Wali Kota Medan H Aulia Rachman menghadiri Penutupan MTQ ke-38 Tingkat Provinsi Sumut yang berlangsung di Gedung H M Arsjad Thalib Lubis Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Jalan IAIN Medan, Senin (28/3/2022) siang.

Atas nama Pemko Medan, Aulia Rachman mengucapkan dan menyampaikan rasa syukurnya  dan ucapan terima kasihnya atas perjuangan  yang telah dipersembahkan para qori-qoriah, hafidz-hafidzah, mufasir-mufasirah dan seluruh peserta sehingga berhasil membawa Kota Medan Kembali keluar sebagai juara umum.

“Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Alllah SWT karena Kota Medan berhasil Kembali keluar sebagai juara umum MTQ ke-38 Tingkat provinsi Sumut. Semoga apa yang sudah kita raih bisa dipertahankan dan terus ditingkatkan,” kata Aulia Rachman.

Dalam acara yang ditutup secara resmi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tersebut, Aulia Rachman mengungkapkan,  Wali Kota juga telah memberi ruang bagi pemenang MTQ di Kota Medan untuk bisa memilih melanjutkan pendidikan ke sejumlah universitas negeri dan swasta di Kota Medan tanpa tes serta bergabung dengan keluarga besar TNI AD.

“Pak Wali Kota ingin menunjukkan bahwa mereka yang konsisten untuk menggaungkan kalam Ilahi ini juga bisa dan berhak untuk meraih prestasi di jalur lainnya. Semoga semua yang dilakukan menjadi berkah dana mal jariyah bagi kita semua,” imbuhnya. (rel)

Asian Agri Lakukan Pelatihan Kemitraan, Buktikan Petani  Itu Keren & Hebat

Kegiatan training petani yang difasilitasi PT Inti Indosawit Subur (IIS) - Kebun Plasma Buatan, berlangsung di Hotel Bahari, Parapat, 25-26 Maret 2022.

PARAPAT, SUMUTPOS – Profesi petani itu sangat keren dan hebat. Orang-orang tidak tahu bahwa kehebatan profesi petani dapat mengolah dari yang tidak ada menjadi tumbuh hingga sampai menghasilkan.

Demikian disampaikan Dimas Prast, sang motivator nasional asal Yogyakarta, saat mengisi kegiatan training petani yang difasilitasi PT Inti Indosawit Subur (IIS) – Kebun Plasma Buatan, berlangsung di Hotel Bahari, Parapat, 25-26 Maret 2022.

Menurut Dimas Prast, pandangan orang awam yang mengatakan profesi petani adalah kuno, petani itu orang desa, profesi petani itu tidak memiliki wawasan, adalah pandangan yang salah atau keliru.

“Sebenarnya, profesi petani itu sangat keren. Karena tidak semua orang mampu menjalani proses menjadi seorang petani yang notabene memiliki kehebatan dan keasyikan tersendiri yang dapat menjadi obat bagi kesehatan dan penyembuhan mental,” ungkap Dimas.

Menggeluti profesi petani tidak lah mudah. “Untuk menjadi seorang petani yang sukses, harus memiliki kepercayaan diri, pengetahuan (wawasan) dan keterampilan serta kesabaran. Agar kebun yang dikelolanya dapat berkembang lebih baik,” sebut Dimas.

Dimas Prast menyebutkan, mau tidak mau petani nasional harus menghadapi tantangan era digitalisasi. Khususnya pada petani milenial.

“Sudah saatnya, petani nasional khususnya yang masih milenial untuk membuka diri dalam meningkatkan wawasan, keterampilan dan memanfaatkan kesempatan berkolaborasi dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Seperti halnya kehadiran PT IIS, unit bisnis perusahaan perkebunan kelapa sawit Asian Agri Group, menjadi peluang yang sangat baik bagi petani untuk berkolaborasi.

Dimas Prast memandang, kehadiran Asian Agri sangat bermanfaat bagi petani, karena memfasilitasi petani untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan dalam berbudidaya kelapa sawit.

Kesempatan yang diberikan Asian Agri seperti pelatihan ini, harus diambil dengan positif oleh generasi petani milenial, yang bakal menjadi seorang pengusaha sukses di bidang pertanian.

“Tetap lah bangga dan mencintai profesi petani. Dan saya berpesan, para petani untuk tidak berhenti belajar, karena investasi terbaik adalah pembelajaran. Petani-petani harus mampu menjadi team work yang solid di sebuah Koperasi Unit Desa (KUD) dengan  menciptakan komunikasi yang lebih baik lagi,” pesan Dimas Prast.

Sementara itu, Djuamsyah selaku Manajer Kebun Plasma Buatan – PT IIS mewakili Asian Agri mengatakan, kemitraan Asian Agri dengan petani-petani sudah dilakukan sejak tahun 1987, di masa generasi pertama (G1).

“Dan sejak tahun 2016, pola kemitraan terus dikembangkan dan dilanjutkan dengan petani generasi kedua (G2) atau yang saat ini disebut generasi milenial. Harapan perusahaan, kemitraan akan terus berlanjut pada G2, dimana Asian Agri tetap berkomitmen untuk mendampingi dan meraih sukses bersama sebagaimana dengan G1,” ujar Djuamsyah.

Menurut Djuamsyah, pelatihan hari ini melibatkan kedua generasi, yang berasal dari 12 KUD binaan Asian Agri. “Sengaja dalam kegiatan ini kami mengundang kedua kelompok generasi petani, agar bisa memiliki kesatuan visi, kesatuan team dan kesatuan tujuan untuk meraih sukses bersama,” imbuh Djuamsyah.

Selain itu, dalam menjalin kemitraan, Asian Agri juga menggandeng pemerintah daerah setempat, khususnya Dinas Perkebunan dengan tujuan untuk mensejahterakan petani.

Arisman SP, Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan yang juga Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Siak, momen yang difasilitasi Asian Agri bagi petani sangat lah baik. Karena bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan para petani sawit.

“Asian Agri telah banyak berbuat. Dalam pemberdayaan dan pembinaan petani selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Dinas Perkebunan,” ujarnya.

Arisman SP menambahkan, dibandingkan dengan perusahaan kebun lainnya, kontribusi Asian Agri lah yang sangat nyata. “Petugas-petugas Asian Agri di lapangan sangat proaktif dalam melakukan pembinaan dan pemberdayaan bagi petani di Kabupaten Siak,” bebernya.

Di lain pihak, Sekretaris Camat Kerinci Kanan, Heppy Candra mengaku, training petani yang dibuat PT IIS sangat bermanfaat bagi petani. “Kami mengucapkan terimakasih kepada Asian Agri melalui PT IIS yang telah memfasilitasi kegiatan bagi petani. Semoga para petani yang menjadi peserta mampu menyerap tambahan ilmu dan mempraktekannya di lapangan,” ungkapnya.

Wilis Efri mewakili KUD Jaya Makmur mengatakan, pelatihan yang diberikan untuk petani sawit sangat bagus. “Pelatihan yang disediakan Asian Agri sangat sesuai dengan kebutuhan yang petani harapkan, seperti halnya pola kemitraan,” ucapnya.

Selain itu, petani memperoleh asupan informasi dan wawasan seputar pengelolaan kebun sawit sesuai standarnya. “Informasi pelatihan ini sangat bermanfaat dan dibutuhkan oleh petani,” cetusnya. (rel)

Jangan Terjebak Pinjol Ilegal, Gunakan Fintech Lending Berizin di OJK

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keberadaan Financial Technology (Fintech) Lending atau yang juga disebut Peer-to-Peer (P2P) Lending sangat dibutuhkan masyarakat sebagai alternatif pendanaan maupun investasi. Mengingat, Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) ini merupakan salah satu inovasi pada bidang keuangan dengan pemanfaatan teknologi.

Dengan Fintech Lending ini, sangat dimungkinkan agar pemberi maupun penerima pinjaman bisa melakukan transaksi pinjam meminjam tanpa harus bertatap muka. Apalagi di era teknologi digital seperti saat ini, masyarakat kerap membutuhkan pelayanan pendanaan yang cepat.

Hal itu diucapkan Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Financial Technology, Tris Yulianta dalam kegiatan Pelatihan Wartawan Media Massa dengan tema ‘Mengenal Fintech Lending Sebagai Alternatif Pendanaan Masyarakat’ yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut di Hotel J.W Marriot Kota Medan, Senin (28/3).

“Keberadaan P2P Lending sudah sangat terbukti sebagai alternatif pendanaan masyarakat. Kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan P2P Lending membuat keberadaannya ditengah-tengah masyarakat cepat diterima dan berkembang dengan pesat. Masyarakat bisa segera mendapatkan uang yang dibutuhkannya tanpa harus pergi ke bank dan menjalani prosedur yang ada di perbankan,” ucap Tris.

Dalam kegiatan yang turut dihadiri Direktur Humas OJK Pusat Darmansyah, Kepala OJK Regional V Sumatera Bagian Utara Yusup Anshori, Ketua Bidang IT PWI Pusat Auri Jaya, dan sejumlah narasumber lainnya itu, Tris Yulianta juga mengatakan bahwa kehidupan masyarakat saat ini tidak bisa terlepas dari Fintech Pending yang salah satunya produknya adalah Pinjaman Online (Pinjol).

Buruknya, kata Tris Yulianta, saat ini ada begitu banyak pinjol ilegal. Dengan karakteristik pendanaan yang cepat, yakni hanya bermodalkan KTP, masyarakat banyak yang tertipu dan terjebak dengan sistem transaksi pinjam meminjam kapan saja dan dimana saja tanpa adanya batasan ruang dan waktu.

Padahal, masyarakat dapat dengan mudah membedakan mana pinjol legal dan mana pinjol ilegal. Tak ubahnya di pinjol ilegal, pada pinjol legal yang bagian dari P2P Lending, masyarakat juga bisa mendapatkan pendanaan yang sama cepatnya.

“Masyarakat dapat melihat mana fintech legal di
www.ojk.go.id/id/kanal/iknb/financial-technology/Default.aspx. Saat ini, ada 102 penyelenggara P2P Lending yang terdaftar atau berizin di OJK. Selain yang tidak terdaftar atau tidak berizin, maka dapat kami pastikan bahwa itu adalah fintech ilegal,” ujarnya.

Ditegaskan Tris, OJK melalui Satgas Waspada Investasi (SWI) juga menerima aduan masyarakat tentang banyaknya pelanggaran ataupun keberadaan pinjol ilegal di nomor 157 atau melalui email konsumen@ojk.go.id atau melalui layanan pengaduan pinjol ilegal melalui Satgas Waspada Investasi (SWI) di nomor (021) 1500655 atau melalui email waspadainvestasi@ojk.go.id. Hingga saat ini, sebanyak 3.784 pinjol ilegal sudah ditutup oleh OJK.

Tak cuma itu, dalam Fintech Lending Resmi yang memiliki izin, OJK juga memastikan bahwa konsumen, baik itu kreditur atau lender (pemberi pinjaman) maupun debitur atau borrower (penerima pinjaman), dilindungi oleh OJK, khususnya perlindungan data yang akan dilindungi oleh UU PDP (Perlindungan Data Pribadi) yang saat ini masih digodok.

Tak cuma itu, kedepannya OJK juga akan terus memperbaiki pembatasan akses data pribadi.

“Salah satu contoh yang paling nyata, penagihan secara tidak beretika kerap kali dilakukan pinjol ilegal. Penagihan dilakukan dengan cara kasar, baik secara verbal maupun fisik. Sedangkan di Fintech Lending Resmi, penagihan wajib dilakukan sesuai prosedur dan dilakukan petugas yang sudah bersertifikasi. Bila ada penagihan oleh Fintech Lending resmi yang diluar prosedur, laporkan pada OJK,” tegas Tris.

Dijelaskan Tris, berdasarkan data yang ada di pihaknya, 90 persen pinjaman di Fintech Lending merupakan pinjaman berjumlah kecil, yakni pinjaman dibawah Rp1 juta dengan waktu pelunasan rata-rata satu bulan.

Dan hebatnya, sebanyak lebih dari 77 ribu orang di Indonesia sudah menggunakan fintech lending. Tercatat, ratusan triliun rupiah sudah disalurkan kepada masyarakat, khususnya kepada pelaku UMKM.

“Namun kembali kita ingatkan, masyarakat jangan sampai terjebak di Fintech Ilegal atau Pinjol Ilegal. Bijaklah dengan bertransaksi di Fintech Lending resmi, maka masyarakat akan bisa mendapatkan manfaatnya secara maksimal,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang IT PWI, Auri Jaya, mengatakan program pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Sebab dalam situasi seperti saat ini, sangat diperlukan pemahaman kepada masyarakat tentang keberadaan Fintech Lending.

“Fintech ini makhluk baru, karena banyak kemunculan platform terkait keuangan. Pinjol menjadi kasus yang sangat luar biasa, karena cara menagihnya dengan cara-cara yang tidak lazim atau tidak sesuai prosedur. Ini perlu pendalaman yang lebih dari OJK, pinjol seperti apa yang diperbolehkan OJK,” tuturnya.

Selain itu, Direktur Hubungan Masyarakat OJK Pusat, Darmansyah, mengaku bahwa pelatihan yang dilaksanakan dilakukan untuk meningkatkan literasi kepada wartawan di Sumatera Utara. Dengan adanya pelatihan itu, wartawan dapat memahami dan menginformasikan kepada masyarakat tentang manfaat Fintech Lending.

“Media massa sangat dibutuhkan untuk menyampaikan informasi ini kepada masyarakat melalui medianya masing-masing,” sebutnya.

Terakhir, Kepala OJK Regional V Sumatera Bagian Utara, Yusup Ansori, menyebutkan bahwa Fintech Lending merupakan salah satu keunggulan sumber pendanaan bagi masyarakat yang kesulitan memenuhi persyaratan yang ditetapkan perbankan. Dengan adanya keberadaan pinjaman online legal, masyarakat sangat terbantu, terlebih lagi dalam menggerakkan roda perekonomian di masa pandemi Covid-19. (map)

Dua Tersangka Pengedar Sabu Diamankan

DIAMANKAN: Kedua tersangka saat diamankan di Polres Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Petugas reserse narkoba Polres Tebingtinggi mengamankan dua orang tersangka pengedar narkoba jenis sabu sabu di Desa Bulu Duri, Keamatan Sipispis, Kabupaten Sergai, Kamis (24/3). Kedua tersangka adalah Hermansyah (33) dan Arfansyah (32). Dari keduanya diamankan barang bukti 8 klip transparan berisikan sabu seberat 1,42 gram, dan dua buah HP.

berhasil diamankan Satnarkoba Polres Tebingtinggi di Desa Bulu Duri Kecamatan Sipispis Kabupaten Sergai, Kamu (24/3).

Kasi Humas Polres Tebingtinggi AKP Agus Arianto, Minggu (27/3) bahwa penangkapan kedua pelaku, Hermansyah warga Desa Bulu Duri Kecamatan Sipispis Kabupaten Sergai dan Arfansyah warga Desa Tanjung Selamat Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Sergai, berawal informasi dari informasi masyarakat yang sudah resah dengan adanya perdaran narkoba di lingkungan mereka.

Menurut AKP M Yunus Tarigan, sebelum dilakukan penangkapan kepada kedua pelaku, personel Satnatkoba melakukan penyamaran untuk mengungkap peredaran narkoba jenis sabu diwilayah Kecamatan Sipispis, karena adanya informasi kedua pelaku sering melakukan transaksi sabu disana.

“Setelah kami lakukan penggeledahan kepada kedua pelaku, dari keduanya berhasil diamankan sejumlah barang bukti. Kedua pelaku tidaj melakukan perlawanan saat dilakukan penangkapan.

Keduanya langsung diamankan ke Mapolres Tebingtinggi guna mempetanggungjawabkan perbuatannya,” jelas AKP M Yunud Tarigan, sembari menyebutkan ancama kedua tersangka pasal 114 ayat 1 subs 112 ayat 1 UU RI. (ian/han)

Dikeroyok, Driver Ojol Dipolisikan

TEREKAM: Rekaman CCTV saat pengemudi mobil mengaku dikeroyok sejumlah driver Ojol di Jalan Selat Panjang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pengendara mobil Erwin Wijaya, melaporkan aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh sejumlah driver ojol (ojek online) saat berselisih di Jalan Selat Panjang, Kecamatan Medan Kota.

Sejumlah driver pengendara ojek online melakukan pengeroyokan terhadap pengemudi mobil BK 831 DM di Jalan Selat Panjang, Kecamatan Medan Kota.

Pengeroyokan dipicu karena kelompok ojek online tak senang melihat salah satu rekannya ditegur pengemudi mobil tersebut, padahal melawan arah.

Aksi pengeroyokan itu terekam CCTV hingga viral di media sosial. Pengeroyokan terjadi pada Jumat (25/3) siang.

Dalam rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial, awalnya melintas salah seorang pengendara ojek online melawan arah dan berpapasan dengan pengendara mobil yang diketahui bernama Erwin Wijaya warga Jalan Bogor, Kecamatan Medan Kota.

Kedua pengendara itu terlibat cekcok mulut, hingga driver ojol memukul body mobil yang melaju pelan. Tak terima, Erwin turun dari mobilnya dan menghampiri si oknum driver ojol.

Secara kebetulan ada di lokasi, rekan-rekan pengendara ojek online yang melihat lalu datang. Tanpa basa-basi, Erwin dikeroyok. Masyarakat sekitar yang melihat itu, melakukan peleraian.

Akibat peristiwa ini, Erwin membuat laporan ke Polsekta Medan Baru dengan kondisi luka pada bagian dahi, kepala dan pipi sebelah kanan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Asrol Efendi Rambe mengatakan, pihaknya telah menerima laporan kasus penganiyaan secara bersama-sama yang dialami pengemudi mobil oleh sejumlah ojek online.

Saat ini, kasusnya masih dalam penyelidikan. “Pengemudi mobil sudah membuat laporan secara resmi. Kita akan tindak lanjuti laporannya,” ujar Asrol, Sabtu (26/3) siang. (ris/han)

Telkomsel Bertahap Upgrade Layanan 3G ke 4G/LTE di 504 Kota/Kabupaten

Telkomsel akan memulai proses peningkatan/pengalihan layanan jaringan 3G ke 4G/LTE di 504 kota/kabupaten Wilayah Indonesia sepanjang tahun 2022 yang tahap pertamanya akan dimulai pada Maret hingga Mei. Informasi lengkap mengenai program upgrade layanan 3G ke 4G/LTE Telkomsel dapat diakses melalui tsel.me/ingatempatg.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menegaskan komitmen dalam menghadirkan konektivitas digital berteknologi terdepan yang merata dengan kualitas setara, Telkomsel akan melakukan proses peningkatan/pengalihan (upgrade) layanan jaringan 3G ke 4G/LTE di 504 kota/kabupaten hingga akhir 2022 nanti.

Proses upgrade jaringan 3G ke 4G/LTE tersebut akan dilakukan secara berkala, dengan tahap pertama di mulai pada bulan Maret hingga Mei 2022 di 90 kota/kabupaten, yang mencakup 766 kecamatan. Sedangkan untuk tahap berikutnya akan dilanjutkan upgrade jaringan 3G ke 4G/LTE di 132 kota/kabupaten pada bulan Juni hingga Juli 2022, kemudian 178 kota/kabupaten di bulan Agustus hingga Oktober 2022, dan 104 kota/kabupaten pada bulan November sampai dengan Desember 2022.

Direktur Network Telkomsel Nugroho mengatakan, “Maret 2022 akan menjadi tahap pertama Telkomsel dalam melakukan upgrade layanan jaringan 3G ke 4G/LTE secara bertahap di beberapa wilayah di Indonesia, dan ditargetkan selesai pada Mei 2022 sebelum kemudian dilanjutkan pada upgrade tahap kedua.

Melalui pemerataan jaringan broadband terdepan ini, akan ada semakin banyak kesempatan yang terbuka bagi masyarakat Indonesia untuk menikmati dan memaksimalkan pengalaman akses broadband 4G/LTE yang lebih merata, cepat, stabil, dan dapat diandalkan, baik dalam memaksimalkan aktivitas digital sehari-hari maupun mengakselerasi transformasi digital di dalam mendukung aktivitas bisnis hingga tingkat masyarakat di pelosok negeri.”

Untuk memastikan proses upgrade layanan 3G ke 4G/LTE secara bertahap dan terukur di seluruh wilayah di Indonesia dapat berjalan baik dan tidak mengurangi kenyamanan pelanggan, Telkomsel telah mempersiapkan seluruh action plan mulai dari persiapan teknis, sosialisasi kepada pelanggan, hingga tahapan mitigasi secara optimal, yang dilakukan hingga tingkat kecamatan di kota/kabupaten yang akan menjalani proses upgrade.

Telkomsel juga akan terus melakukan pengkajian yang terukur dari setiap proses upgrade layanan 3G ke 4G/LTE di total 504 kota/kabupaten untuk setiap periodenya. Pemutakhiran data, jadwal dan action plan juga akan terus dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan proses pelaksanaan baik secara teknis maupun kesiapan ekosistem penggunaan di tingkat pelanggan.

Selain itu, Telkomsel telah memulai rangkaian inisiatif untuk membantu masyarakat agar lebih mudah dalam mengakses jaringan 4G/LTE dengan menyediakan beragam program dan produk menarik, di antaranya paket kuota data 4G yang terjangkau seperti kartu perdana dan paket internet SeruMAX dengan kuota data hingga 138GB (untuk pelanggan di wilayah Pulau Jawa, Bali dan Lombok), paket Combo 4G terdiri dari kuota 4G  sebesar 1GB dan 20 menit telepon ke sesama Telkomsel, Paket BundlingMAX terdiri dari kuota internet hingga 5,5GB pelanggan yang membeli kartu Telkomsel PraBayar baru yang di bundling langsung dengan smartphone baru pilihan, hingga tambahan kuota 4G hingga 30GB untuk pelanggan yang telah melakukan migrasi atau penukaran kartu non 4G ke kartu 4G (uSIM).

Telkomsel senantiasa terus mengajak seluruh pelanggan yang masih menggunakan layanan 3G agar segera melakukan migrasi atau beralih ke layanan 4G/LTE untuk dapat menikmati pengalaman akses broadband yang prima melalui berbagai layanan serta beragam keuntungan yang ditawarkan dari Telkomsel. Bagi pelanggan yang ingin melakukan migrasi ke uSIM 4G bisa terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap ketersediaan jaringan 4G di wilayahnya dan dukungan 4G pada perangkat yang digunakan. Pengecekan dapat dilakukan dengan mudah melalui USSD Menu Browser (UMB) di *888*47#.

Guna memberikan kemudahan kepada pelanggan yang ingin menukarkan atau mengganti kartu SIM non 4G ke kartu uSIM 4G, Telkomsel menghadirkan ragam opsi mekanisme yang luas, baik secara online maupun offline. Pada mekanisme online, pelanggan dapat melakukan pergantian kartu dengan mengakses akun resmi media sosial Facebook dan Twitter Telkomsel, Virtual Assistant (VA) Telkomsel, mitra e-commerce (Shopee, Tokopedia, Bukalapak, JD.ID), serta memanfaatkan layanan GraPARI Online dengan mengakses tsel.me/graparionline. Kemudahan pergantian kartu secara online semakin bermanfaat bagi pelanggan karena kartu uSIM 4G/LTE akan diantarkan langsung ke alamat tujuan pelanggan. Sementara untuk mekanisme offline, pelanggan dapat langsung mengunjungi GraPARI atau layanan MyGraPARI terdekat.

Bagi pelanggan yang sudah upgrade/migrasi ke layanan 4G/LTE, tetap bisa menggunakan layanan telepon seperti biasa, dengan memaksimalkan jaringan 2G dan 4G/LTE yang tersedia di setiap wilayah. Pelanggan juga dapat merasakan pengalaman panggilan suara berkualitas HD sambil menikmati akses internet baik itu browsing, bermain gamevideo streaming, secara bersamaan dengan menggunakan layanan VoLTE Telkomsel. Saat ini, layanan VoLTE Telkomsel sudah tersedia di lebih dari 514 kota/kabupaten di seluruh Indonesia, dan dapat digunakan di lebih dari 100 tipe smartphone.

Nugroho lebih lanjut menambahkan, komitmen Telkomsel dalam mengoptimalkan kapabilitas jaringan broadband terdepan guna menghadirkan pengalaman gaya hidup digital yang optimal bagi pelanggan mendapatkan empat Penghargaan dari Ookla® Speedtest Awards™ 2021. Telkomsel meraih empat penghargaan untuk perfomansi selama kuartal Q3-Q4 2020 pada kategori Fastest Mobile Network (akses mobile broadband tercepat), Best Mobile Coverage (jangkauan jaringan broadband terluas), Top-Rated (operator yang paling dipilih pengguna), dan Best Mobile Network (kecepatan mobile broadband terbaik dengan jangkauan terluas).

Informasi lebih lengkap mengenai mekanisme pelaksanaan program upgrade layanan 3G ke 4G/LTE Telkomsel, jadwal proses dan daftar kota/kabupaten hingga, hingga ragam promo produk dan layanan terkait dapat diakses melalui tautan: tsel.me/ingatempatg.

“Guna memastikan kelancaran proses upgrade layanan 3G ke 4G/LTE ini, Telkomsel sendiri telah memulai proses persiapan sejak 2021 lalu, dengan sukses melakukan penataan ulang (refarming) pita frekuensi 2.3 GHz untuk memaksimalkan penguatan kapasitas dan kualitas jaringan 4G/LTE yang ada.

Selain itu, Telkomsel bersama BAKTI Kominfo juga sukses melakukan pengalihan seluruh ribuan BTS Universal Service Obligation (USO) di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) di sepanjang 2021 agar terhubung ke jaringan 4G/LTE Telkomsel.

Telkomsel juga telah mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI untuk melanjutkan membangun 7.772 BTS USO 4G di wilayah 3T hingga akhir 2022, untuk mewujudkan pemerataan dan kesetaraan akses broadband terdepan yang akan membuka lebih banyak peluang penguatan ekosistem digital yang inklusif hingga pelosok negeri,” pungkas Nugroho.

Generasi Milenial Ikut Konservasi di Aras Napal

Esra Barus Polisi Hutan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara (Sumut), Fitriana Saragih saat memberikan materi konservasi kepada peserta.Ist/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam upaya pelestarian hutan dan air, bertepatan dengan peringatan Hari Hutan dan Hari Air se-dunia pada 21 Maret dan 22 Maret, Komunitas Sahabat Alam Lestari (SALi) dan Kelompok Sadar Wisata (Darwis) Aras Napal menggelar kegiatan Aras Napal Conservation Camp (ANCC) 2022 di Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, 25-27 Maret 2022.

Kegiatan yang diikuti 21 team atau 100 peserta generasi milineal tersebut bertujuan untuk memberikan bekal ilmu konservasi.

Conservation camp ini mengusung beragam kegiatan konservasi seperti lintas alam atau Cross-country sejauh 3,5 kilometer melintasi kawasan ekosistem leuser (KEL) termasuk jalur ekowisata Aras Napal 242, menginap di tenda, dialog konservasi, penayangan film dokumenter lingkungan hidup, hingga menanam pohon.

Adapun beberapa penilaian kegiatan konservasi di antaranya kekompakan, pengetahuan ekowisata Aras Napal, Konservasi Air, dan Taman Nasional Gunung Leuser. Di beberapa pos di jalur lintas alam, tersedia pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta.

Tentunya pertanyaan yang berkaitan dengan konservasi dalam pelestarian hutan dan air. Siapa yang menjawab benar, akan mendapatkan hadiah menarik seperti baju kaos, mug, dan lainnya.

Usai lintas alam, peserta dibekali dengan pengetahuan tentang konservasi dari Esra Barus Polisi Hutan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara (Sumut), Fitriana Saragih, Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), dan M Indra Kurnia Deputy Director Program Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC).

Indra mengatakan, salah satu peran generasi muda millenial dalam upaya pelestarian alam yakni melakukan hal sederhana. Namun, berdampak besar yang bersifat preventif (pencegahan) terhadap perusakan hutan, dan keanekaragaman hayati.

Adapun beberapa contoh hal sederhana itu lanjutnya, yakni tidak melakukan penebangan pohon apalagi mengambil tumbuhan dan satwa liar dari habitat aslinya (hutan), saat melakukan aktivitas adventure seperti pendakian atau berkemah.

Dan, tidak memelihara satwa liar apalagi yang dilindungi dengan dalih sebagai komunitas pencinta satwa, yang ternyata malah bisa menjadi bagian dari mata rantai perburuan dan perdagangan satwa liar.

“Saat mengunjungi suatu daerah dalam melakukan aktivitas pendakian atau berkemah, sebisa mungkin dibarengi dengan kegiatan sosialisasi ke sekolah atau masyarakat di sekitar hutan, dan pelestarian alam atau melakukan penanaman pohon yg bermanfaat untuk masyarakat,” kata Indra.

Selain itu, kata Indra, jika menemukan aktivitas illegal seperti pembakan liar, perambahan hutan, perburuan satwa, apabila tidak dapat mencegah secara langsung, diharapkan kawan-kawan bisa menginfomasikan atau melaporkan kepada pihak terkait seperti BKSDA dan BBTNGL, atau lembaga konservasi lainnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari peserta Aras Napal Conservation Camp 2022.

“Pengetahuan tentang konservasi hutan dan air sangat menarik di samping kebersamaan kami menyelesaikan permasalahan di lintas alam,” kata Akmal Azmi dibenarkan Fuady Achmad dari Kelompok Pengembara Gebang Langkat (Pegal).

Ardiansyah Ketua Tim Kelompok Komunitas 1000 Guru Medan mengatakan hal senada.

“Kami mendapatkan banyak pengetahuan lingkungan hidup dari kegiatan ini. Biasanya di kegiatan ini kami selipkan kegiatan kunjungan ke sekolah setempat untuk memberikan motivasi kepada adik-adik, tapi kali ini belum bisa karena masih banyak yang belum tatap muka,” katanya.

Rahmat Suryadi, Direktur Sumatra Tropical Forest Journalism (STFJ) menyampaikan bahwa kegiatan ini juga penting diikuti oleh jurnalis, untuk pembekalan ilmu pengetahuan tentang konservasi, sebagai bahan untuk menulis dan mengampanyekan pelestarian hutan dan air, bagi keberlangsungan makhluk hidup di bumi.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara (Sumut), Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC), Sumatra Tropical Forest Journalism (STFJ), Medan Adventure Community (MAC), ABAF GANG, Second Outdoor Medan, Kita Rasa, dan Medan Vespa.(rel/tri)