Home Blog Page 2650

Menko Airlangga Garis Bawahi Pentingnya Just and Affordable Transition dalam Transisi Energi

DAVOS, SUMUTPOS.CO – Indonesia merupakan episentrum bagi energi baru dan terbarukan serta memiliki potensi industri hijau masa depan. Untuk itu, Pemerintah senantiasa mendorong kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan, termasuk negara, organisasi internasional, bank pembangunan multilateral, dan individu dalam transisi energi.

Sebagai penghasil nikel, logam tanah jarang, CPO dan komoditas lainnya, Indonesia merupakan salah satu tempat yang cocok untuk berinvestasi di industri kendaraan listrik, industri militer, komponen energi baru dan terbarukan, industri elektronik, dan industri ekosistem hijau lainnya.

Dalam pertemuan dengan Executive Director International Energy Agency Dr. Fatih Birol di Davos, Swiss, Selasa (24/05), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia menempatkan transisi energi sebagai salah satu fokus utama di G20 dengan pilar aksesibilitas, teknologi, dan pembiayaan energi. Hal ini juga membuka peluang kolaborasi dengan International Energy Agency, terutama dalam menghadirkan solusi mitigasi kerentanan pasar energi yang saat ini sedang terjadi.

“Indonesia akan merealisasikan kontribusi energi terbarukan sebesar 23% pada 2025. Ada beberapa sumber energi baru dan terbarukan (EBT) yang potensial seperti matahari, air, angin, panas bumi, dan laut. Semua potensi menyumbang 442 GW. Tantangannya adalah keterbatasan jaringan, teknologi, dan pembiayaan, sehingga pembiayaan dan transfer teknologi pada transisi energi menjadi penting,” ujar Menko Airlangga.

Lebih lanjut, Indonesia memandang transisi energi tidak hanya untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dan respon terhadap perubahan iklim, tetapi juga untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kapasitas masyarakat. Yang perlu ditekankan adalah pentingnya keadilan sosial untuk menciptakan transisi energi yang adil dan terjangkau.

Setiap negara memiliki kemampuan yang berbeda atau common but differentiated responsibilities. Khusus untuk Indonesia, mekanisme keuangan sangat penting dalam proses phase down batu bara dimana Indonesia berkomitmen merealisasikan target ini pada 2060 atau lebih cepat.

“Mobilisasi sumber daya, termasuk sumber daya keuangan dan peningkatan kapasitas, terutama dalam penelitian dan pengembangan, sistem perdagangan emisi, dan subsidi energi terbarukan sangat esensial untuk tujuan ini,” lanjut Menko Airlangga.

Selanjutnya Dr. Fatih Birol mengingatkan dua kondisi penting yang ada saat ini yaitu terjadinya krisis energi dan adanya ancaman perubahan iklim. Executive Director Fatih juga mengapresiasi agenda G20 Energy Transition Working Group (ETWG) yang berorientasi praktis dan dapat mengakomodasi kepentingan semua negara, sehingga menghasilkan gagasan transisi energi yang dapat disetujui pada tingkatan global.

Menanggapi hal tersebut, Menko Airlangga mengatakan perlu hasil yang konkret berupa prototype project yang dapat direplikasi di setiap negara, seperti halnya Carbon Capture Storage and Utilization (CCSU) atau model transisi energi yang berhasil dilakukan Afrika Selatan.

Selanjutnya, Menko Airlangga menyampaikan bahwa permasalahan transisi energi di banyak negara adalah kurangnya pendanaan dan masih banyak negara yang bergantung pada energi fosil, sehingga diperlukan outcome yang harus dapat segera dirasakan manfaatnya, dapat menanggulangi seluruh permasalahan penggunaan energi, dan dengan biaya yang terjangkau. Untuk mengatasi masalah pendanaan, diperlukan sumber pendanaan yang kuat seperti dari Asian Development Bank (ADB) atau dana multilateral lainnya.

Menko Airlangga juga menggarisbawahi pentingnya just and affordable transition dalam transisi energi. “Tidak hanya memperhitungkan cost and benefits, tetapi juga memastikan tidak ada yang tertinggal dalam prosesnya. Jika dikelola dengan baik, transisi energi dapat berdampak positif di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup berupa pekerjaan baru dan lapangan kerja yang lebih luas. Sebaliknya, transisi energi juga memiliki risiko pengangguran dan defisit transaksi berjalan,” tutup Menko Airlangga. (dep7/dlt/fsr/*)

Prof Dr Agussani, MAP Kembali Pimpin UMSU

ISTIMEWA PELANTIKAN: Prof Dr Agussani MAP menandatangani fakta integritas pelantikan rektor UMSU disaksikan Prof Dr H Haedar Nashir (2 kanan) dan Prof Lincolin Arsyad PhD (3 kanan).

KETUA Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Lincolin Arsyad PhD melantik Prof Dr Agussani MAP menjadi rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) periode 2022-2024. Pelantikan dilaksanakan bersamaan dengan peresmian gedung baru UMSU, Selasa (24/5).

Pelantikan rektor di Auditorium UMSU Jalan Muchtar Basri Nomor 3 Medan ini diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) PP Muhammadiyah oleh Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti PhD. Dalam surat keputusan, dinyatakan Agussani diberi tanggung jawab untuk mempersiapkan kader pemimpin UMSU ke depan.

Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir MSi mengatakan bahwa Agussani dilantik dengan pertanggungjawaban tinggi secara lahir dan batin organisatoris dan dari berbagai pertimbangan. Selama ini pondasi, arah dan akselerasi mampu ditunaikan Agussani dalam menjalankan amanahnya menjadi pertimbangan utama.

“Kami tentu menyampaikan selamat menunaikan amanah. Kami percaya bahwa dalam melanjutkan amanah dari kepimpinan sebelumnya, hasil dari kolektif dan organisatoris dengan BPH, PW Muhammadiyah dan Aisyiyah, pemerintah dan berbagai lembaga,” ujarnya.

Dijelaskan Haedar Nashir, ada tiga hal yang menjadi prinsip pergerakan Muhammadiyah. Yaitu kemajuan, kemodernan dan profesionalitas. Saat ini harus bisa menghadapi situasi-situasi baru dalam sistem digital, sistem daring dan bermedia sosial, namun harus bisa memanfaatkan ruang dan sistem baru tersebut dengan penuh keadaban untuk kemajuan peradaban, bukan hanya untuk eforia.

Prof Dr Agussani MAP dalam pidato pelantikan melaporkan tentang progres UMSU dari tahun ke tahun, khususnya di tahun 2020 saat pandemi Covid-19 menghambat pertumbuhan di segala aspek. Namun, UMSU tetap berprogres ditunjukan dengan wajah barunya melalui pembangunan infrastruktur.

“UMSU terus berkembang, meski sempat mengalami masa-masa sulit, dimana Tahun 2010 memiliki hutang Rp.21 Miliar. Namun dengan komitmen yang akhirnya UMSU seperti sekarang ini,” katanya.

Dari sisi akademik, saat ini UMSU telah memiliki tiga program studi unggul dengan akreditasi institusi A. Apa yang dicapai tidak lepas dari sinergitas Muhammadiyah dan UMSU yang berkomitmen untuk terus berusaha dan berpacu mengikuti program-program yang diberikan Pimpinan Pusat

“Alhamdulillah dibawah bimbingan Pimpinan Majelis Diktilitbang dan PP Muhammadiyah, UMSU berhasil meraih bintang empat QS Star. Kami ucapkan terima kasih tak terhingga atas bimbingan selama ini dan dorongan yang luar biasa,” ujar Agussani.

Tidak hanya meraih bintang empat QS Star, lanjut dia, UMSU juga memiliki lahan kampus terpadu yang ada di Sampali seluas 21,8 hektar. Selain itu, UMSU juga merenovasi infrastruktur fakultas kedokteran yang dirancang secara Internasional untuk menjawab akreditasi A.

Plt Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah 1 Sumut Prof Dr Ibnu Hajar Damanik MSi
menyampaikan apresiasi atas capaian UMSU yang tidak lepas dari kepemimpinan Agussani yang kembali dilantik sebagai rektor.

“Yang menjadi barometer bukan hanya gedung tapi kinerja. Saya senang sekali melihat road maps Pak Rektor untuk membangun Sumber Daya Manusia,” ujar Ibnu Hajar Damanik.

Ia berharap UMSU bisa lebih konsen untuk istiqomah dalam membangun universitas terutama pada sumber daya manusia. Kemudian UMSU bisa menjadi pusat keunggulan khususnya PTS di Sumut, menerapkan kerja sama multi disiplin, melakukan pembinaan karakter dan watak kepribadian, serta bisa menjadi moto perubahan.

Dilantiknya Agussani sebagai rektor UMSU disaksikan Anggota Komisi X DPR RI Prof Dr Djohar Arifin Husin, pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiah, rektor perguruan tinggi negeri dan swasta,
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Aisyiyah Sumut, Dr H Tengku Erry Nuradi MSi, H Syamsul Arifin SE, Drs H Abdillah SE, Ak MBA, Mayjen TNI Purn Muhammad Hasyim, BPH UMSU serta pimpinan fakultas dan sivitas akademi UMSU. (dmp)

N4J Siap Patuhi Arahan Jokowi untuk Tetap Solid, Satu Komando

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Segenap relawan Nusantara untuk Jokowi (N4J) yang tersebar di seluruh provinsi, siap mematuhi arahan Presiden Joko Widodo agar tetap satu komando dalam menyongsong berbagai agenda politik ke depan.

“Dalam Rakernas 20 Mei lalu di Medan, secara langsung Bapak Presiden menegaskan kita untuk tetap mencintai dan menjaga Indonesia tanpa lelah. Beliau juga meminta segenap relawan N4J untuk tetap satu sikap satu komando,” papar Ketua Umum DPP N4J, Dr RE Nainggolan dalam perbincangan dengan sebuah kanal YouTube, Rabu (25/5) di Medan.

Tokoh masyarakat Sumut yang pernah menjadi Sekdaprovsu dan Bupati Tapanuli Utara itu mengatakan, segenap keluarga besar N4J sangat berbesar hati karena perintah tersebut langsung dari Presiden Jokowi. “Sejak awal pendirian, kemudian diperteguh melalui Rakernas I di Jakarta 2018 lalu, juga di berbagai agenda dan kegiatan kita, sikap tegak lurus dan loyal sepenuhnya kepada Pak Jokowi ini selalu kita dengungkan. Tentu saja hal tersebut semakin mengkristal, semakin teguh lagi dengan adanya perintah dari Pak Jokowi di Rakernas tersebut,” paparnya dalam wawancara yang didampingi beberapa pengurus DPP, seperti Jadi Pane, Tere Marbun, dan Puan Maharani.

RE Nainggolan juga mengungkapkan, Menteri BUMN Erick Thohir yang hadir secara langsung dalam Rakernas kemudian menjabarkan arahan tersebut kepada seluruh peserta, baik yang hadir secara lansung maupun melalui berbagai platform daring.

“Pak Erick yang kemudian menguraikan, menjabarkan arahan tersebut kepada seluruh peserta Rakernas. Bahwa sebelum Pak Jokowi memberi arahan, relawan jangan belok kanan atau belok kiri dulu, harus tetap tegak lurus, menjaga Indonesia yang kita kenal,” katanya.

Perintah Bapak Presiden, yang kemudian dijabarkan dengan sangat baik oleh Pak Erick, demikian RE Nainggolan, kemudian menjadi acuan bagi peserta khususnya tim perumus dalam mengeluarkan keputusan dan program sebagai hasil Rakernas.

“Pada prinsipnya, kita tetap teguh pada komitmen awal, tidak ke mana-mana dulu sampai ada instruksi yang jelas Bapak Presiden. Selalu Ketua Umum saya menggaransi bahwa N4J belum akan mendukung atau menjagokan calon mana pun. Kita tegak lurus, satu komando, dan pada saatnya nanti berada di barisan terdepan mengamankan dan mendukung apa pun arahan dan instruksi Bapak Presiden,” pungkasnya. (adz)

Saleh Partaonan Daulay: KIB Wajib Menang di Pemilu 2024

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menegaskan, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas PAN, Golkar, dan PPP adalah koalisi yang dibangun dengan target wajib menang. Karenanya KIB membuka peluang bagi tokoh-tokoh baik di internal partai koalisi, di luar koalisi, dan non-partai untuk diusung menjadi calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) pada Pemilu 2024.

“Karena koalisi ini harus menang, maka harus realistis dalam mencari capres dan cawapres. Bahwa kemudian di internal partai ada sosok yang dicalonkan, itu juga menjadi pertimbangan, namun peluang menangnya harus besar,” ujar Saleh Daulay saat menjadi narasumber dalam Diskusi Publik “Koalisi Gagasan: Peluang dan Tantangan Demokrasi Indonesia Pada Pemilu 2024” yang digagas Barisan Muda (BM) PAN di Hotel Grand Mercure, Rabu (25/5) malam.

Tokoh nasional asal Sumatera Utara ini turut menjelaskan, KIB terbentuk merupakan bagian dari proses demokrasi dan dinamika di Jakarta. Ia mengapresiasi BM PAN Sumut yang menggelorakan Koalisi Indonesia Bersatu di daerah.

Saleh menerangkan, koalisi juga bukan intervensi dari Istana dan bukan ajang untuk kendaraan salah satu capres tertentu. Sebab, masing-masing partai tentu akan memperjuangan para tokohnya menjadi Capres.

Misalnya, PAN dari dulu dikenal partai intelektual. Banyak profesor secara akademik maupun pemikiran aktif di PAN. Zulkifli Hasan, Hatta Radjasa, Sutrisno Bahir, Drajad Wibowo merupakan tokoh-tokoh yang memiliki kapasitas untuk memimpin bangsa ini.

Soal kerja sama tiga partai, Saleh juga menjelaskan, harus ada kesamaan pada agenda politik ke depan yakni soal regenerasi. Tiga partai harus duduk setara, equal. Golkar meskipun suara terbanyak tidak mengintervensi soal capres dan cawapres.

“KIB juga merupakan koalisi yang terbuka. Kalau ada partai lain yang ingin bergabung, silahkan masuk. Namun jangan memakai syarat. Keterbukaan ini penting untuk disampaikan, karena parpol bukan hanya milik pengurusnya saja. Partai politik adalah milik bangsa ini. Karenanya koalisi terbuka dan tidak tertutup. KIB juga menerima gagasan dari siapapun, untuk dihimpun menjadi refrensi kebijakan,” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara Irham Buana Nasution yang juga politisi Golkar Sumatera Utara berharap, koalisi yang dibangun tetap kompak sampai nanti melahirkan pemimpin nasional. Dan perlu ada rumusan yang dibangun sehingga koalisi kokoh sampai ke akar rumput.

“Saya juga berharap Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sumatera Utara turut menggelorakan Koalisi Gagasan ini dalam aksi gerak langkah nyata. BM PAN sudah memulai, maka AMPG juga harus bergerak agar gaung koalisi ini sampai ke penjuru negeri,” jelasnya.

Irham menjelaskan, koalisi jangan diartikan sebagai sesuatu yang abstrak, jangan dipandang bahwa koalisi hanya menimbulkan sekat baru. Namun, koalisi harus dimaknai sebagai upaya untuk menjernihkan demokrasi dalam gagasan.

Ketua DPW PPP Sumatera Utara Jafaruddin Harahap menegaskan, koalisi akan membawa kebermanfaatan untuk semua pihak. PPP mendukung koalisi ini karena memang, pembahasan koalisi ini sudah dibahas panjang.

“Ide dan gagasannya sudah lama terbentuk. Saya sudah mendengar tentang koalisi ini setahun lalu, namun baru belakangan ini digaungkan. Karenanya, koalisi ini adalah koalisi yang matang untuk memajukan demokrasi di Indonesia, mewarnai demokrasi dengan melahirkan tokoh-tokoh pemimpin baik di level daerah sampai nasional,” ujarnya.

Ketua Harian DPW PAN Sumatera Utara Ihsan Rambe yang membuka diskusi publik mengapresiasi BM PAN Sumut yang terus bergerak dan bekerja membesarkan PAN Sumut melalui agenda positifnya.

“Semoga BM PAN terus bersemangat, agar PAN dapat berbicara banyak pada 2024. Selamat kepada BM PAN Sumut. Dan kita tentu mendoakan kesehatan Saleh P Daulay, tokoh nasional yang harus kita terus dukung untuk berkiprah di kancah nasional,” tegasnya.

Ketua BM PAN Sumut Mora Harahap berterimakasih kepada para narasumber yang hadir dan tamu undangan serta organisasi-organisasi kepemudaan serta sayap partai yang menyukseskan diskusi publik ini.

“BM PAN membuat diskusi publik, agar generasi muda turut menjadi bagian dari geliat demokrasi nasional. Kita tahu kini KIB menjadi isu seksi yang terus menjadi headline pemberitaan, dan anak muda tentu harus mengetahui lebih dalam sejauh mana koalisi ini, apa kepentingannya dan seperti apa koalisi yang dibangun,” ujarnya.

Kegiatan diskusi publik yang digagas BM PAN tersebut turut dihadiri para tokoh politik dari PPP, PAN dan Golkar. Organisasi sayap partai serta organisasi pelajar dan kemahasiswaan seperti kelompok Cipayung Plus dan lainnya.
Diskusi yang dipandu Sekretaris BM PAN Sumut, Ramadhona Simbolon itu juga dihadiri Sekretaris DPW PAN Sumut, Sekretaris DPW PPP, AMPG dan anggota DPRD Deliserdang Fraksi PAN, Bayu Sumantri Agung. (adz)

Bupati Dairi Apresiasi Sopo Pendidikan Petani di Sitinjo

BICARA. Bupati Dairi, Eddy KA Berutu dan Ketua Hitada, Benpa Hisar Naban ( kiri) berbicara disela peletakan batu pertama pembangunan Sopo Pendidikan Petani di Desa Sitinjo 2, Kecamatan Sitinjo.SUMUTPOS.CO/Komimfo Dairi.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, apresiasi pembangunan Sopo/Rumah pendidikan bagi petani dilakukan Himpunan Tani Dairi (Hitada) Desa Sitinjo 2, Kecamatan Sitinjo.

Apresiasi disampaikan Eddy KA Berutu, saat menyampaikan sambutan disela menghadiri peletakan batu pertama Sopo Pendidikan Petani Sesa Sitinjo 2, Mecamatan Sitinjo, Selasa (24/5).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Aryanto Tinambunan melalui Kepala Bidang Komunikasi Informasi Publik, Iswan Togatorop, Rabu (25/5) mengatakan, pendirian Sopo pendidikan petani, memperingati ulangtahun Hitada Ke-20 tahun.

Lanjut Iswan, inisiasi pembangunan Sopo Pendidikan Petani ini, berawal dari motivasi Ephorus Emiritius HKBP Pdt S A E Nababan yang ditulis dalam bukunya berjudul, Selagi Masih Siang.

“Saya senang bertemu di sini, kita bertemu untuk masa depan, Ephorus Emeritus SAE Nababan sudah memulai, kita disini pun sudah melakukan. Saya minta kepada kita, untuk saling mendukung satu sama lain soal pertanian”, ujar Eddy.

Eddy menyebut, Sopo Pendidikan Petani ini penting bagi kita semua, untuk kembali membudayakan bertani terutama bagi kaum muda.

“Saya bangga dilakukan Hitada, kontribusi bagi anak-anak petani berprestasi sangat diperlukan. Kita berdoa, aspirasi dan niat baik kita ini akan diberkati Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutup Eddy KA Berutu.

Ketua Hitada, Benpa Hisar Nababan, salah satu inisiator sekaligus penyumbang lahan untuk pembangunan Sopo Pendidikan Petani mengatakan, petani boleh miskin tapi anak-anak petani harus maju, demi menaikkan derajat hidup petani itu sendiri.

“Hitada berkontribusi untuk memberi semangat bagi para petani dan anak anak petani. Bahwa, walaupun petani miskin namun anak-anaknya harus menikmati pendidikan yang sama dengan yang lain, terutama untuk menikmati sekolah lanjutan”, kata Benpa.

Mantan Wakil Ketua DPRD itu mengatakan, kehadiran Hitada untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak petani, menjawab tantangan dihadapi dunia pertanian dan petani itu sendiri.

Selanjutnya, untuk menjawab tantangan pertanian itu seperti, bagaiaman pasar pertanian, bagaimana solusi kuota pupuk bisa terjawab, juga solusi pertanian organik. Itu semua akan bisa terjawab apabila orang-orang pintar yang notabene adalah anak petani mendapat kesempatan belajar yang lebih tinggi,” sebut Benpa.

Salah satu anak petani yang sedang dipromosikan mendapat beasiswa kuliah keluar negeri, Dian Sitanggang mengatakan, keinginannya untuk melanjutkan belajar di luar negeri seperti Taiwan. Niat itu Ia kemukakan atas dukungan dari Hitada, juga orangtua yang selalu mendukungnya.

Hadir Camat Sitinjo, Simon Tony, Pendeta Eko Sahputra Nainggolan dari GMII, tokoh masyarakat serta para petani dibawah naungan Hitada.(rud).

Seorang Nenek di Dairi Tewas Dibunuh Cucunya Sendiri

BARANG BUKTI. Kasat Reskrim Polres Dairi, AKP Rismanto Purba (kanan) menggiring pelaku pembunuhan beriisial RM, untuk mencari barangbukti perhiasan emas milik diareal perladangan di desa Dolok Tolong, kecamatan Sumbul, Dairi.SUMUTPOS.CO/ISTIMEWA.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resor Dairi, berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terhadap, Minta Siregar (97) warga Desa Sigalogu, Kecamatan Onan Ganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Pelaku yang juga merupakan cucu korban berinisial RM (42) warga dusun Lumban Simbolon, desa Dolok Tolong, Kecamatan Sumbul ditangkap di desa setempat, Rabu (25/5).

Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman, melalui Kasie Humas Polres, Iptu Donny Saleh, Rabu (25/5) menerangkan, penangkapan pelaku dipimpin Kasat Reskrim AKP Rismanto J Purba. Dijelaskan, begitu mendapat laporan dari pihak keluarga terkait pembunuhan, pencurian dengan kekerasan itu, Selasa (24/5).

Setelah dilakukan penyelidikan, Rabu (25/5) sekitar pukul 10 pagi, dengan waktu kurang dari 1 X 24 jam, Sat Reskrim berhasil menangkap pelaku. Donny mengatakan, berdasarkan keterangan disampaikan Kasat Reskrim, AKP Rismanto Purba, korban baru seminggu tinggal dirumah putrinya di dusun Lumban Simbolon, desa Dolok Tolong.

Hasil pemeriksaan terhadap pelaku, kata Donny, motiv pembunuhan karena RM ingin menguasai perhiasan dan uang milik korban.

Polisi berhasil mengamankan barangbukti berupa 1 buah kalung emas, 2 buah cincin emas, 1 buah dompet berisi uang tunai sebesar Rp 610 ribu, ujar Donny.

Barang bukti tersebut disembunyikan pelaku di ladangnya berjarak sekitar 4 kilometer dari tempat kejadian perkara dengan kondisi medan jalan menanjak dan curam dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, paparnya.

Donny menambahkan, kini pelaku dan barangbukti telah diamankan di Mapolres Dairi, untuk diproses sesuai hukum yang berlaku, ungkap Donny.(rud).

BARANG BUKTI. Kasat Reskrim Polres Dairi, AKP Rismanto Purba (kanan) menggiring pelaku pembunuhan beriisial RM, untuk mencari barangbukti perhiasan emas milik diareal perladangan di desa Dolok Tolong, kecamatan Sumbul, Dairi.SUMUTPOS.CO/ISTIMEWA.

Bobby Nasution Lepas Keberangkatan dan Tepungtawari 1.077 Calhaj Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Bobby Nasution menepungtawari 1077 Calon Haji (Calhaj) Kota Medan, Senin (23/5) di Gedung Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatra Utara (UINSU). Bobby Nasution mengharapkan mendoakan Medan menjadi kota yang berkah.

“Kami titip doa di Tanah Suci nanti, agar Medan menjadi kota yang berkah, agar yang kami lakukan menambahkan kebaikan bagi negara, kota, dan agama,” ungkap Bobby Nasution acara Silaturahmi Halal Bi Halal dan Pemberangkatan Jamaah Calon Haji Kota Medan 1443 H itu.

Pada acara yang dihadiri unsur Forkopimda, Rektor UINSU Prof. Dr. H. Syahrin Harahap, Wakil Wali Kota H. Aulia Rachman, Wakil Ketua DPRD Medan Rajudin Sagala, tokoh agama, segenap pimpinan OPD dan calhaj se-Kota Medan itu, Bobby Nasution meminta seluruh calhaj menjaga kesehatan agar baik melaksanakan ibadah haji.

“Jaga kesehatan agar menunaikan ibadah haji ini dengan baik dan lancar dan pulang sebagai haji yang mabrur,” ungkap Bobby Nasution yang saat itu juga memberikan cendera mata kepada calhaj.

Bobby Nasution,  tahun ini merupakan tahun pertama pelaksanaan ibadah haji setelah tertunda selama dua tahun akibat pandemi Covid-19. Dan memang, lanjutnya, terjadi pengurangan kuota jamaah haji. Kuota untuk Sumut sebanyak 3.000, sebanyak 1.077 berasal dari Medan.

Kendati Kerajaan Arab Saudi telah mengizinkan pelaksanaan ibadah haji, lanjut Bobby, ada berbagai persyaratan terkait kesehatan yang harus dipenuhi.”Di antaranya adalah seluruh jamaah harus sudah melakukan vaksinasi secara lengkap. Selain itu, maksimal tiga hari sebelum keberangkatan, calhaj sudah harus melakukan PCR,” ucap Bobby Nasution.

Saat memberikan sambutan, Bobby Nasution juga meminta Wakil Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman naik ke panggung. Bukan hanya mendampinginya, Bobby Nasution juga meminta agar Aulia Rachman berbicara  di hadapan para calhaj tersebut.

Aulia Rachman pun berbicara dengan kembali menekankan agar calhaj menjaga kesehatan dan mendoakan Kota Medan agar berkah.”Selain itu doakan pula agar Allah memudahkan Wali Kota untuk mengubah Kota ini menjadi lebih baik lagi,” harapnya.

Pada acara yang diisi ceramah Prof. Dr. H. Syahrin Harahap itu, Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) juga menyelempangkan sorban kepada Bobby Nasution dan Aulia Rachman. Penyelempangan sorban ini merupakan ungkapan terima kasih atas perhatian Pemko Medan terhadap pelaksaan dan calon jamaah haji kota ini.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Syahrin Harahap dalam ceramahnya mengatakan, makna hakiki dari mabrur itu adalah bermanfaat bagi orang lain. Artinya, sepulang dari menunaikan ibadah haji, jamaah menjadi insan yang bermanfaat bagi orang lain.
Dia pun menyebutkan ada empat ciri dari haji yang mabrur itu. Keempatnya, adalah baik, pemurah, alim, dan mengayomi. (rel)

MAXstream Rilis “Mengejar Surga”, Film Orisinal Tentang Perjuangan Seorang Anak untuk Menemukan Ayah Kandung

MAXstream merilis film orisinal “Mengejar Surga” yang bergenre drama religi berkisah tentang perjuangan seorang anak dalam upaya menemukan ayah kandungnya. Film ini akan tayang perdana di bioskop Indonesia mulai 26 Mei 2022 serta dapat disaksikan di bioskop Malaysia dan Brunei pada Juni mendatang.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebagai upaya mempertegas komitmennya untuk menjadi The Home of Entertainment, Telkomsel melalui MAXstream kembali menghadirkan konten hiburan berkualitas yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Kali ini, MAXstream berkolaborasi dengan rumah produksi Viera dan PT Melon Indonesia merilis film orisinal berjudul “Mengejar Surga” yang akan tayang perdana di bioskop Tanah Air mulai 26 Mei 2022. Selain di Indonesia, film bergenre drama religi tersebut juga akan tayang perdana di bioskop Malaysia dan Brunei mulai Juni 2022.

Vice President Digital Lifestyle Telkomsel Nirwan Lesmana mengatakan, “Kehadiran film orisinal ‘Mengejar Surga’ merupakan langkah keberlanjutan Telkomsel melalui MAXstream yang terus berupaya memperkuat pertumbuhan industri film Tanah Air melalui upaya-upaya kolaboratif. Film orisinal ini menjadi salah satu bukti nyata komitmen MAXstream yang terus meningkatkan kualitas dari setiap konten yang dihadirkan, sehingga menjadi salah satu dari jajaran film orisinal MAXstream yang dapat tayang di luar negeri, yaitu di Malaysia dan Brunei. Tentunya ini menjadi salah satu capaian penting bagi kami dalam memperkuat industri perfilman Indonesia sekaligus menjadikan MAXstream sebagai platform over the top (OTT), sekaligus menjadi penyedia konten orisinal  yang mampu bersaing secara global.”

Film “Mengejar Surga” yang disutradarai oleh Bambang Drias ini berkisah tentang perjuangan Atikah (diperankan Jessica Mila) dalam upaya menemukan ayahnya bernama Henrik (Jeremy Thomas). Keinginan Atikah untuk bertemu dengan ayahnya berawal setelah kekasihnya, Iqbal (Al-Ghazali) menyampaikan niat kepada sang ibu, Ratih (Endhita) untuk menikahinya. Sebagai muslim, Atikah berharap sosok ayah kandungnya untuk bisa hadir menjadi wali di pernikahannya nanti, kecuali ayahnya sudah tiada. Namun Ratih baru memberitahu bahwa ternyata ayah Atikah masih hidup. Sang Ayah pergi meninggalkan keluarganya sudah lama sekali bahkan sebelum Atikah terlahir di dunia. Mengetahui kenyataan itu, Atikah pun bertekad untuk menemukan ayahnya di Amsterdam, Belanda. Dalam upaya pencariannya, Atikah dibantu oleh sahabatnya bernama Fatma (Kimberly Rider).

Terdapat banyak nilai dan pelajaran yang dapat dipetik dari perjalanan dan pengalaman lahir-batin Atikah dalam menemukan ayahnya, mulai dari cinta sejati, kerinduan, kesetiaan, dan harapan yang terus diuji dengan keputusasaan. Dengan segala nilai dan pesan mendalam yang terkandung di dalamnya, film orisinal “Mengejar Surga” ini layak untuk dinantikan dan ditonton bersama orang terkasih. Official trailer film “Mengejar Surga” sudah dapat disaksikan melalui tautan tsel.me/mengejarsurga.

“Kami berharap penayangan “Mengejar Surga” ini dapat menjadi spirit baru bagi MAXstream dan sineas lokal untuk menghadirkan lebih banyak lagi konten-konten berkualitas, yang bukan hanya dapat diterima di hati penggemar film Tanah Air, melainkan juga oleh penggemar film internasional. Telkomsel akan terus mengoptimalkan peran MAXstream dalam menjalin kolaborasi dengan lebih banyak lagi sineas lokal sehingga mampu memajukan industri perfilman Tanah Air,” pungkas Nirwan.

Dirilisnya film orisinal “Mengejar Surga” ini semakin melangkapi lebih dari 300 konten orisinal yang telah dihadirkan MAXstream. Sejak diluncurkan di tahun 2018, MAXstream telah menghadirkan variasi konten lokal dan internasional berupa MAXstream orisinal maupun kolaborasi dari streaming platform kelas dunia seperti HBO, Vidio, Viu, tvN, Celestial Movies, Cartoon Network, Lionsgate Play, Disney+ Hotstar, hingga Netflix. Dengan berbagai upaya berkelanjutan yang dilakukan, MAXstream mampu tumbuh dan menjadi salah satu layanan digital yang paling diminati pelanggan dengan pengguna aktif mencapai 8 juta dan 32 juta downloader. Bersama para sineas dan creator lokal Indonesia, MAXstream bahkan telah sukses merambah pasar internasional di kawasan Asia, seperti Malaysia, Brunei, dan Thailand. Informasi lengkap lainnya, dapat diakses melalui tautan tsel.me/maxstream.(*/rel)

Kunker ke Sumut, Direksi PLN Pastikan Keandalan Jaringan listrik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan (DIRAGA) PT PLN (Persero), Bob Saril melakukan kunjungan kerja ke Medan, Sumatera Utara, pada hari Kamis (19/5). Kunjungan ini merupakan salah satu kegiatan yang diagendakan untuk memastikan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan maupun pengguna kendaraan listrik sudah baik dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

Kunjungan kerja DIRAGA diterima langsung oleh General Manager PLN UIW Sumatera Utara, Pandapotan Manurung, bersama VP HTD Area 1, Eddy Irawan, serta jajaran Manajer UP3 dan UP2D dibandara Kualanamu, Deli Serdang. Dari Bandara KNO, rombongan mengarah ke ULP Medan Kota untuk meninjau fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) guna memastikan fungsi, kenyamanan dan kemudahan akses pengguna kendaraan listrik terhadap fasilitas yang diberikan. Hal ini sejalan dengan dukungan PLN terhadap program pemerintah yang dituangkan dalam Perpres No. 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

“Kami (PLN) ingin memastikan bahwa para pengguna kendaraan listrik harus bisa dengan mudah mendapatkan fasilitas pengisian baterai kendaraannya, dan saat ini disumatera utara sudah terdapat 5 SPKLU yang sudah dapat digunakan, 2 ada di Medan, 1 di Parapat, 1 di Tebing Tinggi dan 1 lagi di Berastagi” jelas Bob.

Melanjutkan perjalanan dari SPKLU di jalan listrik, Rombongan menuju ke Kantor UP2D Sumatera Utara untuk melihat dan memastikan kehandalan jaringan listrik melalui Control Room yang diawasi oleh Dispatcher selama 24 jam. Setelah memastikan suplai listrik aman secara realtime melalui layar monitor pada control room, rombongan melanjutkan perjalanan ke lokasi ALMA (Anjungan Listrik Mandiri) yang ada di Pelabuhan Belawan.

Bob Saril menjelaskan Pembangunan ALMA merupakan wujud dukungan dari PLN untuk sektor perairan, dimana nantinya kapal-kapal yang bersandar tidak perlu menggunakan genset atau mesin kapal untuk membantu penerangan kapal. Para pemilik kapal cukup menggunakan ALMA yang sudah disediakan oleh PLN.

“PLN akan terus memberikan pelayanan dimanapun berada, kehadiran ALMA adalah wujud dukungan PLN untuk sektor perairan. Kami mengapresiasi kinerja PLN Sumut yang telah berhasil menghadirkan 7 ALMA pada pelabuhan-pelabuhan di Sumatera Utara” ujar Bob Saril.

General Manager PLN UIW sumatera utara, Pandapotan Manurung, juga menambahkan bahwa saat ini ALMA sudah terpasang dibeberapa lokasi, diantaranya Pelabuhan belawan, Pelabuhan Simanindo – Samosir, Pelabuhan Balige, Pelabuhan Muara, Pelabuhan Tanjung Sarang Elang, Pelabuhan Ajibata – Parapat dan Pelabuhan Tigaras – Parapat.

“PLN UIW Sumut akan terus menambah fasilitas-fasilitas pelayanan listrik demi memudahkan masyarakat untuk mendapatkan energi listrik, seperti SPKLU dan ALMA ini,” ujar Pandapotan.

Lebih lanjut, Bob Saril juga menyampaikan bahwa untuk menikmati kemudahan dalam pelayanan listrik, diharapkan para pelanggan PLN dapat menginstal dan menggunakan Aplikasi PLN Mobile dimanapun dan kapanpun. (ila)

Menko Airlangga Utarakan Momen G20, GCRG, dan COP26 Membuat Indonesia Berada Di Posisi Sentral Pengaturan Transisi Energi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dengan terus berkembangnya isu perubahan iklim, yang salah satunya disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil yang dominan sehingga menimbulkan emisi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer bumi. Untuk itu, langkah-langkah mengurangi emisi GRK dengan mengalihkan penggunaan energi fosil menjadi energi baru terbarukan (EBT) menjadi hal yang harus terus dipikirkan.

Pada saat yang sama, dunia saat ini berada dalam terpaan krisis pangan, energi, dan keuangan yang dipicu oleh gejolak konflik di Ukraina, dan pandemi Covid-19 yang masih terus berlanjut meski jumlah kasus sudah menurun drastis.

“Penting bagi kita untuk mengenali situasi yang dihadapi, serta perlu memastikan bahwa kita sudah menyeimbangkan permintaan saat ini untuk energi konvensional, sambil tetap berkomitmen pada upaya transisi energi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Jakarta Post Webinar dengan tema “G20 Energy Transition: Toward Zero-Emission Partnerships”, Selasa (24/05).

Dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik meski di tengah pandemi, masyarakat Indonesia memiliki kebutuhan energi yang besar untuk menunjang aktivitasnya. Namun, target elektrifikasi universal telah menjadi penghasil emisi GRK terkemuka, karena penggunaan tenaga batu bara menjadi berlipat ganda dan juga terlihat adanya peningkatan emisi GRK sebesar 140% antara tahun 1990 dan 2017.

Dalam Presidensi G20 Indonesia, transisi energi juga menjadi salah satu tema utama karena seluruh negara yang terlibat ingin mencapai kesepakatan global dalam upaya memitigasi dampak buruk perubahan iklim untuk generasi mendatang. Dalam forum G20 tersebut, Indonesia akan memperkenalkan skenario negara untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) yang disebut National Grand Energy Strategy (GSEN) yang mencakup rencana transisi dari energi fosil ke EBT.

Dalam gelaran COP26 akhir tahun lalu, Indonesia membuat komitmen iklim baru dengan menetapkan target NZE pada 2060 atau lebih awal. GSEN menjanjikan komitmen yang lebih ambisius dengan target 100% porsi EBT dalam bauran energi di 2060. Dipatok pada kapasitas lebih kurang sebesar 587 GigaWatt (GW), pembangkit listrik tenaga surya diharapkan akan menghasilkan 361 GW, pembangkit listrik tenaga air sebesar 83 GW, pembangkit listrik tenaga angin sebesar 39 GW, pembangkit listrik tenaga nuklir sebesar 35 GW, pembangkit listrik tenaga bioenergi sebesar 37 GW, PLTP sebesar 18 GW, dan pembangkit listrik tenaga arus laut sebesar 13,4 GW.

“Permintaan dan potensi energi terbarukan di Indonesia semakin meningkat, sebab diperkirakan kebutuhan energi Indonesia juga akan meningkat semakin besar. Data menunjukkan bahwa Indonesia memiliki penambahan energi terbarukan yang konsisten dalam bauran energi secara keseluruhan. Hal ini tentunya merupakan perkembangan positif dalam pergeseran penggunaan energi di Indonesia menjadi energi hijau,” terang Menko Airlangga.

Penelitian menunjukkan transisi energi akan membutuhkan sejumlah besar investasi. Untuk mendorong hal ini, Indonesia akan memainkan peran penting dalam menerapkan pembiayaan hijau dan berkelanjutan yang inovatif, sekaligus memastikan jalur investasi yang tepat. Indonesia juga mempertimbangkan untuk menyiapkan skema-skema inovatif dalam hal harga karbon, termasuk mekanisme pasar dan non-pasar.

Energi terbarukan juga diprediksi akan menciptakan banyak lapangan kerja. Keuntungan tidak langsung ini juga akan mencakup pemberdayaan transfer teknologi dan pengurangan ketergantungan pada impor produk minyak bumi dan batu bara. Hal ini diharapkan disumbangkan oleh produksi panel surya dan manufaktur kendaraan listrik.

“Dalam jangka panjang, harus juga dipastikan bahwa terjadi transisi yang penuh keadilan terhadap manfaat biaya dan memastikan tidak ada yang tertinggal. Bagi Indonesia sendiri, jika dikelola dengan baik, transisi tersebut tentu saja memberikan peluang. Arah kami untuk mencapai ambisi adalah positif. Namun tantangan seperti aspek pembiayaan, kurangnya standar desain yang memadai, kesadaran yang terbatas, dan keterbatasan ruang akan selalu ada,” ungkap Menko Airlangga.

Seiring bergesernya isu pandemi menuju pemulihan ekonomi pasca pandemi, Menko Airlangga menyatakan saat ini adalah momentum tepat untuk bersama-sama mengambil kebijakan strategis pemulihan ekonomi sekaligus melakukan transisi energi. “Dengan momen G20, GCRG, COP26, dan lainnya, Indonesia akan berada di posisi sentral yakni dengan ikut mengatur transisi energi,” pungkas Menko Airlangga. (rep/fsr/*)