30 C
Medan
Monday, February 9, 2026
Home Blog Page 2650

Nasabah dari Medan Dapat Alpard dari MNC Bank

HADIAH: Direktur MNC Bank Rita Montagna (ke-3 dari kiri) menyerahkan Hadiah Grand Prize 1 Unit Toyota Alphard kepada Benson Chandra (ke-4 dari kiri) Nasabah Tabungan Dahsyat MNC Bank di Medan 25/03/2022.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Senyum lebar tak bisa lepas dari wajah Benson Chandra saat Direktur MNC Bank Rita Montagna menyerahkan secara simbolis Toyota Alphard yang ia menangkan dari program Tabungan Dahsyat Undian. Benson adalah nasabah MNC Bank dari Kantor Cabang (KC) Medan Maulana.

Dirinya merupakan nasabah setia MNC Bank karena sudah menjadi nasabah sejak tahun 2010. Saat ditanya, Benson mengaku sangat senang dan tidak menyangka akan mendapatkan grand prize dari MNC Bank.

Keluarnya nama Benson sebagai pemenang Alphard cukup unik seakan dewi fortuna berada di sampingnya karena nama nasabah asal Medan ini keluar sebagai pemenang e-voucher Shopee, Honda PCX, dan Toyota Alphard sekaligus.

Namun sesuai aturan program Tabungan Dahsyat Undian yang berlaku, jika nama pemenang keluar lebih dari satu kali dalam satu periode, maka hadiah yang menjadi hak pemenang adalah satu hadiah dengan nilai tertinggi.

Toyota Alphard yang dimenangkan Benson adalah Toyota Alphard generasi ketiga bertipe 2.5 G yang memiliki kapasitas mesin 2.500 cc dual VVTi, diklaim mampu menghasilkan tenaga maksimum 180 ps dan torsi 235 nm. Toyota Alphard generasi ketiga ini telah dilengkapi dengan fasilitas yang sangat memanjakan penumpangnya.

“Saya berterima kasih kepada MNC Bank untuk hadiahnya. Ini merupakan wujud apresiasi MNC Bank terhadap nasabah setia seperti saya. Ke depannya saya tetap akan setia menggunakan produk dan layanan MNC Bank. Terima kasih MNC Bank,” tutur Benson sambil tertawa.

Selain rajin menabung, Benson juga suka beramal. Saat MNC Bank menginisiasi program donasi operasi katarak, Beson bersama Lions Club Medan Merdeka menerima ide program ini dengan tangan terbuka. Lalu tercipta lah program Tabungan Charity yang memberikan manfaat menabung sekaligus beramal untuk operasi katarak bagi keluarga pra-sejahtera.

Selain Benson, di tempat yang sama MNC Bank juga menyerahkan Yamaha NMax untuk Ana nasabah MNC Bank asal Medan. Ana memenangkan Yamaha NMax melalui program Tabungan Dahsyat Arisan yang ia ikuti tahun lalu.

“Selamat Pak Benson dan Bu Ana yang sudah memenangkan hadiah Tabungan Dahsyat. Semoga di tahun 2022 semakin banyak lagi kolaborasi yang bisa dilakukan dengan MNC Bank seperti yang pernah dilakukan sebelumnya,” ujar Rita.

Anda yang ingin merasakan kebahagiaan yang sama seperti Benson, memiliki kesempatan besar tahun ini karena PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) atau MNC Bank, anak usaha PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) di bawah naungan MNC Group kembali meluncurkan Tabungan Dahsyat Undian dengan hadiah yang lebih dahsyat.

Jangan khawatir tidak kebagian, karena Tabungan Dahsyat Undian akan berlangsung sepanjang tahun. Segera buka rekening di MNC Bank agar kesempatan menang lebih besar.

Untuk mengetahui lebih lanjut informasi mengenai Tabungan Dahsyat bisa mengunjungi tautan https://bit.ly/Dahsyat-Undian. Informasi lebih lanjut terkait MNC Bank hubungi MNC Bank Call Center di 1500188, akses www.mncbank.co.id dan ikuti akun resmi media sosial MNC Bank, @officialmncbank di Instagram, MNC Bank di Facebook dan @MNCBank di Twitter. (rel/ram)

Giat GKN, Poldasu dan Polsek Helvet Amankan Pemakai Narkoba

AMANKAN: Personel Ditresnarkoba Poldasu bersama Reskrim Polsek Helvetia saat mengamankan barang bukti narkoba dan perlengkapannya di Jalan Klambir V, Gang Bilal dan Gang Manggis Me-dan, Sabtu (26/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Gabungan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut dan Polsek Helvetia melakukan penggerebekan lapak yang dijadikan peredaran narkoba di Jalan Klambir V, Gang Bilal dan Gang Manggis, Sabtu (26/3). Dari dua lokasi tersebut, diamankan 4 orang pria sedang asik mengonsumsi sabu sabu.

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditresnarkoba Poldasu) bersama Tim Reserse Kriminal Kepolisian Sektor (Reskrim Polsek) Helvetia ke perkampungan yang disinyalir menjadi sarang peredaran narkoba di Kota Medan.

Penggerebekan dalam giat Grebek Kampung Narkoba (GKN) tersebut dipimpin Kanir Reskrim Polsek Helvetia, Iptu M Theo Dwi Hutama Ladja. Disebutkannya, dari lokasi diamankan barang bukti berupa empat gelas air mineral yang diduga digunakan menjadi alat isap sabu, 13 paket sabu dengan berat 2,83 gram serta 3 paket ganja dengan berat 5,0 gram.

“Ada empat orang yang kami amankan masing-masing, yakni berinisial AM (46) warga Jalan klambir V Gang Uncu, RR (24) warga Jalan Klambir V Gang Uncu, FH (52) warga Jalan Klambir V depan Loby Laundry serta OS (38) warga Jalan Bakti Tanjung Gusta,” ujarnya.

Sebelum penggebekan dilakukan, lanjut Theo, para tersangka sempat melarikan diri dengan melompat ke sungai dan menyeberang ke belakang eks gudang gula yang ada di seberang tempat kejadian perkara. Namun beberapa anggota dengan sigap berenang menyeberang sungai, dan mengejar tersangka hingga akhirnya bisa diamankan.

“GKN tersebut dilakukan berdasarkan laporan masyarakat terkait maraknya peredaran narkoba di wilayah hukum Polsek Helvetia. Kegiatan ini akan terus kami lakukan agar Kota Medan khususnya wilkum Helvetia bisa terbebas dari peredaran narkoba,” tandasnya. (dwi/han)

Soal Dugaan Praktik Monopoli dan Oligopoli, Aspari Sumut Mengadu ke KPPU

SAMPAIKAN: Aspari Sumut saat menyampaikan pengaduannya ke KPPU soal monopoli unggas.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menerima audiensi Asosiasi Peternak Ayam Rakyat Indonesia (Aspari) Sumut. Dalam pertemuan ini, Aspari juga mengadukan soal monopoli unggas.

Para peternak menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi dalam melakukan usaha budidaya ayam ras pedaging (broiler) yang disebabkan oleh praktik monopoli dan oligopoli yang dilakukan oleh perusahaan terintegrasi.

Hal tersebut menyebabkan harga ayam di tingkat peternak menjadi rendah, sementara harga pakan ternak selalu naik, sehingga harga jual ayam selalu di bawah harga produksi.

Ketua Aspari Sumut, Tengku Zulkarnaen mengatakan, pabrik sengaja menciptakan kemiskinan untuk mengawali perbudakan, mulai dari kualitas bibit, pakan serta obat-obatan. Harga jual dan pasar pun dikuasai pihak pabrik secara monopoli dan oligopoli.

“Peternak pasti miskin dan menjadi budak belian pabrik dengan memelihara tanpa memerhatikan lagi kualitas bibit. Peternak mandiri pun terpaksa menjadi peternak mitra,” ucapnya, Jumat (25/3).

Zulkarnaen juga menilai kebijakan pemerintah tidak memberikan perlindungan pada peternak. UU Nomor 18 Tahun 2009 menyatakan bahwa perusahaan integrator diperbolehkan untuk berbudidaya.

Padahal, lanjutnya, di UU sebelumnya perusahaan integrator tidak diperkenankan untuk berbudidaya karena hal tersebut merupakan ranah peternak rakyat. Jika integrator dapat berbudidaya dan menjualnya di pasar tradisional akan terjadi persaingan tidak sehat antara integrator dan peternak rakyat.

“Adanya praktik monopoli dan oligopoli yang dilakukan perusahaan integrator tentunya menjadi ranah KPPU. Untuk itu kami siap mendukung KPPU dalam mengungkap praktek monopoli dalam industri unggas. Apa bukti yang dibutuhkan KPPU akan kami bantu siapkan,” kata Zulkarnaen.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kanwil I KPPU, Ridho Pamungkas, menyampaikan bahwa integrasi vertikal oleh integrator di industri unggas sangat berpotensi melanggar UU Nomor 5/1999. Mengutip dari putusan Mahkamah Konstitusi terkait Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009, penafsiran menurut pembentuk undang-undang, sudah sangat terang bahwa integrasi dalam ketentuan dimaksud tidak pernah dimaksudkan sebagai integrasi vertikal.

“Dalam industri yang terintegrasi seperti di unggas, ada beberapa pasal yang berpotensi dilanggar, khususnya pelanggaran oligopoli, penetapan harga, kartel, integrasi vertikal, diskriminasi, dan penyalahgunaan posisi dominan. Tentunya kami sangat terbantu apabila ASPARI dapat membantu dalam menyampaikan data dan informasi terkait dugaan pelanggaran UU 5 tahun 1999 yang dilakukan oleh pihak perusahaan,” kata Ridho.

Ridho mengatakan, sebelumnya KPPU telah memberikan saran pertimbangan kepada pemerintah untuk membenahi kembali aturan soal bisnis perunggasan yang memungkinkan pengusaha besar mendominasi industri dari hulu ke hilir. Sebab, hal ini berpotensi membuat persaingan usaha jadi tidak sehat.

“Selain dari sisi kebijakan, KPPU sendiri akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaku usaha yang berpotensi melanggar UU No. 5/1999, khususnya untuk menjamin kesetaraan bagi peternak rakyat dalam rantai pasok industri perunggasan,” pungkasnya.(gus/ila)

Sambut Bulan Suci Ramadan, Karang Taruna Medan Beri Santunan dan Sembako

SANTUNAN: Ketua Karang Taruna Kota Medan Yopie Batubara, Sekretaris Hamdani, foto bersama para penerima santunan. istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus penyambutan Bulan Suci Ramadan, Karang Taruna Kota Medan memberikan santunan dan bantuan sembako kepada anak-anak yatim di Sekretariat Karang Taruna Kota Medan Jalan GM Panggabean, Jumat (25/3) sore.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Karang Taruna Kota Medan Yopie Batubara didampingi Sekretaris Hamdani mengatakan, pihaknya terus fokus untuk mengutamakan program kerja bakti sosial untuk fakir miskin dan pengembangan UMKM.

“Karang Taruna sebagai organisasi sosial harus dapat dirasakan manfaatnya di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu kepada semua pengurus baik dari tingkat kelurahan hingga kecamatan harus menanamkan rasa kepedulian sosial yang tinggi,” ucap Yopie.

Dikatakan Yopie, Karang Taruna Kota Medan kerap menggelar bakti sosial bertema ‘Jumat Berkah’ pada setiap bulannya di tiap kecamatan. Dan untuk pengembangan UMKM, pihaknya sudah menyediakan tempat bernama Pojok UMKM yang berfungsi menampung produk-produk dari hasil UMKM kelurahan serta kecamatan.”Sementara untuk tahun 2022 ini sudah dianggarkan bantuan peralatan-peralatan untuk kegiatan usaha,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan, acara dibuka oleh Kabag Kesra Pemko Medan Ali Hanafiah diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al Quran dan Tausiah dari Ustadz Ismail S,Pd.i yang memberikan imbauan untuk menjalankan perintah sholat selagi masih diberikan kesempatan.

Turut hadir dalam acara itu Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kota Medan Ridha Yetha didampingi Kasie Ardianto, Sekcam Medan Kota Frans Siahaan S,STP, Panit Binmas Polsek Medan Kota Iptu Parinduri, Lurah Teladan Barat Juni Hardian S,Sos serta Pengurus Karang Taruna Kelurahan dan Kecamatan se Kota Medan. (map/ila)

Kurangi Angka Pengangguran, Disnaker Medan Segera Gelar Forum SDC

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan mengurangi angka pengangguran di Kota Medan, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Medan akan segera menggelar forum Skill Develompent Center (SDC).

“Kita akan mengundang perwakilan perusahaan seperti Apindo, Kadin, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan serta Pemerintah dalam forum itu. Nantinya SDC ini akan melibatkan tiga unsur pemangku kepentingan, yakni ABC (Akademis, Bussiness dan Government),” ucap Plt Kadisnaker Ridwan Sitanggang, melalui Kabid Pelatihan dan Produktivitas Ramaddan.

Dikatakan Ramaddan Pemko Medan berkomitmen untuk mendukung jalannya program SDC di Kota Medan. Sebab dengan kegiatan itu, diyakini akan banyak warga Kota Medan yang memiliki ketrampilan sehingga dapat mengurangi angka pengangguran. “Kita sudah melaunching forum SDC ini tahun lalu, dan rencananya tahun ini kita akan menyiapkan sarana yang dapat memfasilitasi ketiga unsur tersebut” ujarnya.

Menurut Ramaddan, adapun fungsi lainnya dari SDC ini adalah untuk menjawab link and match para pencari kerja dan kebutuhan pasar kerja di Kota Medan.

“Tentu dalam program SDC ini, nantinya kita akan berkolaborasi dengan stakeholder lain. Kita mengharapkan output yang baik dari program SDC ini, sehingga pasar kerja sekarang mampu menyerap para pencari kerja,” katanya.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST meminta Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan melalui program SDC dapat berfokus kepada pembinaan masyarakat menjadi para enterpreneur yang handal.

“Kita minta SDC ini fokus untuk menciptakan bibit-bibit enterpreneur, bukan fokus menciptakan pekerja atau karyawan. Itu yang paling kita butuhkan saat ini,” ucap Sudari.

Dikatakan Ketua Fraksi PAN DPRD Medan itu, saat ini lapangan kerja di Kota Medan cukup terbatas. Setiap tahun tenang-tenaga kerja terus bertambah jumlahnya, namun banyaknya penambahan lapangan kerja tidak sebanding dengan penambahan banyaknya angka pengangguran di Kota Medan.

“Maka seterampil apapun pekerja itu, kalau dia tetap saja niatnya untuk mencari kerja, saya fikir ini tidak akan efektif. Yang paling efektif kita ciptakan enterpreneur sebanyak-banyaknya, dengan begitu masyarakat tidak perlu mencari kerja, tapi justru menciptakan pekerjaannya sendiri. Syukur-syukur bisa menciptakan lapangan kerja yang bisa mempekerjakan orang lain selain dirinya,” tuturnya.

Apalagi, sambung Sudari, saat ini dunia sudah di era digitalisasi. Dunia digital sangat memungkinkan bagi masyarakat untuk berkecimpung sebagai enterpreneur.”Apalagi kaum millenial, mereka sangat dekat bahkan tidak pernah lepas dari dunia digital. Sudah banyak contoh anak muda yang mandiri dan maju dengan memanfaatkan teknologi digital. Tugas Diskaner melalui program SDC saat ini adalah menciptakan sebanyak-banyaknya anak muda yang demikian,” pungkasnya. (map/ila)

Komisi I DPRD Medan Minta Polrestabes Berantas Sindikat Mafia Asuransi

istimewa/sumutpos Anggota Komisi I DPRD Medan, Mulia Syahputra Nasution.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi I DPRD Medan meminta Polrestabes Kota Medan selaku counterpartnya untuk segera memberantas sindikat mafia asuransi. Pasalnya, paktik penipuan berkedok asuransi ini sudah sangat meresahkan masyarakat.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi I DPRD Medan, Mulia Syahputra Nasution saat menanggapi maraknya aksi mafia asuransi.

Menurut Mulia, masyarakat harus lebih waspada dan cerdas dengan modus penipuan berkedok ansuransi.”Segera laporkan ke pihak yang berwajib atau kepling, jika ada orang tidak dikenal datang ke rumah dan gelagatnya mencurigakan dengan modus menawarkan jasa asuransi kesehatan atau sejenisnya,” ucap Mulia.

Kata politisi Partai Gerindra itu, modus penipuan berkedok asuransi ini cukup cerdik dalam menjerat calon korbannya.”Kehadiran mafia yang berkamuflase sebagai agen pemasaran ini seolah menolong masyarakat dan sekaligus berperan sebagai donatur untuk mengambil keuntungan dari klien masyarakat,” ujarnya.

Diharapkannya, masyarakat dapat lebih waspada terhadap orang yang tidak dikenal dalam menawarkan jasanya. “Bila gelagatnya mencurigakan, segera laporkan ke polisi untuk diringkus,” pungkasnya. (map/ila)

RSUD Pirngadi Klaim Pelayanan Semakin Baik, Tangani Stroke sampai Penjemputan

PELAYANAN: Dirut RSUD Pirngadi Medan, dr Syamsul Nasution di ruang kerjanya. Saat ini RSUD Pirngadi Medan terus meningkatkan pelayanannya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direksi RSUD Pirngadi Kota Medan mengklaim, sejak Pemerintah Kota (Pemko) Medan dipimpin Wali Kota Medan Bobby Nasution, pihaknya telah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pada RS milik Pemko Medan tersebut.

Sebagai komitmen Bobby Nasution, pada tahun 2021, di saat angka Covid-19 di Kota Medan tinggi, Bobby Nasution menyediakan ruangan ICU Covid-19 dengan fasilitas kesehatan yang lengkap di rumah sakit tersebut. Bahkan,  di tahun 2022, Bobby juga melakukan terobosan baru dengan meresmikan RSUD Pirngadi sebagai rumah sakit rujukan penanganan stroke.

Dirut RSUD Pirngadi Medan, dr Syamsul Nasution mengatakan, selain bagian dari meningkatkan akses dan kualitas pelayanan, RSUD Pirngadi Medan dijadikannya sebagai rumah sakit rujukan penanganan stroke oleh Bobby Nasution juga untuk mempercepat penanganan pasien yang terserang stroke. “Sebab orang yang terserang stroke dalam waktu di bawah 4,5 jam harus sudah ditangani di RS guna menghindari resiko yang terjadi akibat stroke,” ucap Syamsul, Sabtu (26/3).

Selain RSUD Pirngadi, kata Syamsul, saat ini di Kota Medan terdapat ada 3 RS rujukan penanganan stroke, yakni RSUP H Adam Malik, RS Haji Medan serta RS Bunda Thamrin. Bahkan sebagai bentuk keseriusan dalam memberikan pelayanan, Bobby bersama ke empat direktur utama (dirut) rumah sakit rujukan tersebut melakukan penandatanganan komitmen bersama.

Syamsul mengatakan, di masa kepemimpinan Bobby Nasution, RS Pirngadi terus mendapatkan perhatian lebih. Hal ini pun langsung disikapi seluruh jajaran RS Pirngadi dengan lebih memaksimalkan kinerja dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dijelaskan Syamsul, setelah RS Pirngadi ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan penanganan stroke terutama menangani pasien stroke rentang waktu 4,5 jam serangan awal, pihaknya telah mempersiapkan segala fasilitas dan faktor pendukungnya lainnya.

“Kami RS dr Pirngadi Medan saat ini siap menjadi rumah sakit rujukan penanganan stroke terutama menangani pasien stroke rentang waktu 4,5 jam serangan awal, sebagaimana keinginan Pak Wali Kota. Berbagai persiapan telah kami lakukan dari sisi tenaga medis, ruangan terpusat maupun peralatan kesehatan pendukungnya,” jelasnya.

Ditambahkan Syamsul, pihaknya juga telah mempersiapkan mobil ambulan untuk penjemputan warga yang terserang stroke di rumah. Masyarakat dapat menghubungi call center 112 atau nomor telepon 061-4158701, 0811 6140 207, dan 0822 8877 0683.

Fasilitas ini disediakan, agar pasien stroke dapat ditangani dengan cepat atau dalam waktu di bawah 4,5 jam di rumah sakit. Sebab jika sedikit saja terlambat penanganannya maka akan beresiko besar  baik itu cacat maupun kematian.

“Sebagai rumah sakit rujukan penanganan stroke terutama menangani pasien stroke rentang waktu 4,5 jam serangan awal. Pasien yang terkena stroke akan kita lakukan pemeriksaan melalui alat CT Scan untuk mengetahui ada atau tidak pembuluh darah yang pecah. Jika tidak ada pembuluh yang pecah maka dapat langsung ditangani, namun jika ada maka akan dirujuk ke RS Adam Malik untuk Operasi,” ujarnya

Ke depannya, lanjut Syamsul, fasilitas untuk penanganan stroke akan ditingkatkan, salah satunya alat kesehatan DSA untuk menangani pasien stroke yang mengalami pendarahan atau pembuluh darah yang pecah.

Hal ini pun sudah disampaikan kepada Bobby Nasution dan Bobby mengaku siap untuk menyediakan alat tersebut. “Jika alat tersebut ada, maka seluruh pasien stroke dapat ditangani langsung tanpa harus dirujuk. Saat ini kita hanya sebagai rujukan primer, jika nanti alat DSA ada maka kita akan sebagai rumah sakit rujukan penanganan stroke sekunder,” pungkasnya.

Sebelumnya, dengan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ini, Bobby Nasution berupaya mengubah citra RS Pirngadi ke arah yang lebih baik. Bobby berkomitmen, RS yang pernah menjadi primadona di Kota Medan itu bisa kembali menjadi pilihan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Dijadikannya RS Pirngadi sebagai rumah sakit rujukan penanganan stroke, selain bertambah fasilitas kesehatan untuk penanganan stroke juga sebagai upaya Pemko Medan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Saya berharap setelah RS Dr Pirngadi menjadi Rumah Sakit Rujukan Percepatan Penanganan Stroke Periode 4,5 jam, angka kematian dan kecacatan yang disebabkan penyakit stroke dapat diminimalisir,” pungkas Bobby.(map/ila)

39 Unit Sepeda Motor Knalpot Blong Diamankan

DIMUSNAHKAN: Ribuan knalpot blong yang disita Satlantas Polrestabes Medan dari pengendara, dimusnahkan. Pemusnahan dilakukan dengan cara digilas menggunakan alat berat di depan Pos Polantas Lapangan Merdeka Medan, Kamis (28/1) sore. m idris/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Adanya laporan masyarakat di Kota Tebingtinggi terkait maraknya sepeda motor menggunakan knalpot blong, membuat jajaran Polres Tebingtinggi bersama Sat Lantas menggelar razia sepeda motor menggunakan knalpot blong, Sabtu (26/3).

Hasil razia knalpot blong didapati sebanyak 39 unit sepeda motor berhasl diamankan ke Mapolres Tebingtinggi, dengan 39 set surat tilang. Kebanyakan pengguna sepeda motor knalpot blong adalah anak anak remaja.

Razia knalpot blong dipimpin oleh Kapolres Tebingtinggi AKBP M Kunto Wibisono didampingi Kasat Lantas AKP Doraria Simanjuntak. Operasi knalpot blong dilakukan di jalan inti Kota Tebingtinggi, seperti Jalan Pahlawan, Jalan Sutomo dan Jalan Suprapto Kota Tebingtinggi.

Kapolres Tebingtinggi AKBP M Kunto Wibisono mengatakan, razia knalpot blong merupakan cipta kondisi yang dilakukan Mapolres Tebingtinggi dalam menyambut bulan Ramadan 1433 Hijriah.

Diharapkan, kata Kunto Wibisono, adanya razia operasi knalpot blong akan membuat rasa efek jera kepada masyarakat terutama para anak remaja agar menggunakan knalpot sepeda motor sesuai aturan yaitu knalpot standar sesuai dengan penggunaannya.

“Hasil operasi knalpot blong sebanyak 39 unit sepeda motor. Semuanya ditilang dan akan diserahkan kepada pihak Kejaksaan sesuai dengan pelanggarannya. Kita harapkan setelah membayar tilang, pemilik sepeda motor mengganti knalpot blong menggunakan yang knalpot standar,” ucap AKBP M Kunto Wibisono.

Terkait datangnya bulan Suci Ramadan, Polres Tebingtinggi akan memberikan kedamaian dan kekusukan dalam menjalankan ibadah puasa.

“Kepada masyatakat Kota Tebingtinggi untuk tetap menjunjung tinggi solidaritas antar umat beragama, hormati orang yang sedang menjalankan ibadah puasa. Apabila ada gangguan khamtibmas, segera laporkan ke pihak berwajib,” pintanya. (ian/han)

Pupuk Bersubsidi Langka di Dairi, Komisi 2 DPRD: Pengawasan Pemerintah Lamban

TERANGKAN: Ketua Komisi 2 DPRD Dairi, Rukiatno Nainggolan (kanan) bersama Supervisor pengawas PIM wilayah Dairi dan Pakpak Bharat, Angga Juliandri menerangkan kondisi kelangkaan pupuk terjadi di Dairi.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kelangkaan pupuk bersubsidi saat ini ditingkat petani, mendapat sorotan keras Komisi 2 DPRD kabupaten Dairi. DPRD Dairi menuding, kelangkaan pupuk terjadi karena komisi pengawasan pupuk bersubsidi yakni dari pemerintah lamban.

Ketua Komisi 2 DPRD Dairi membidangi pertanian, Rukiatno Nainggolan kepada wartawan, Jumat (25/3) menegaskan, kita hari ini mengundang pemerintah yakni Dinas Pertanian Dairi, produsen pupuk, distributor serta kios pengecer. Mereka kita undang rapat, untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

Rukiatno mengatakan, saat ini petani sulit mendapatkan pupuk bersubsidi di kios pengecer. Padahal saat ini, petani sangat membutuhkan pupuk subsidi seperti Urea, Phonska, ZA serta SP36. Tanaman petani, kini sangat membutuhkan pemupukan. “Jika pupuk dimaksud tidak tersedia, tidak tertutup kemungkinan petani gagal panen,” ucap Rukiatno.

Dalam rapat tadi, sambung Rukiatno, pihaknya sudah mendesak pemerintah Dairi serta produsen pupuk, supaya persoalan kelangkaan pupuk segera diatasi. Menurutnya, kelangkaan tidak terjadi jika pengawasan dari pemerintah berjalan. “Ini kami lihat, pengawasan distribusi pupuk tersebut sangat lambat sehingga sekarang langka ditingkat petani.,”ungkapnya.

Sementara itu, Supervisor pengawas Pupuk Iskandar Muda (PIM) wilayah kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat sekalgus perwakilan Pupuk Indonesia (PI), Angga Juliandri kepada wartawan mengatakan, saat ini stok pupuk khususnya jenis Urea di gudang lini 2 Belawan kosong.

Menurutnya, kekosongan stok pupuk di gudang lini 2 Belawan, karena pasokan berkurang disebabkan produksi PIM saat ini melambat. Produksi melambat karena pasokan gas berkurang, ucap Angga.

Untuk mencukupi kebutuhan wilayah Sumbagut, PI sudah minta tolong kepada produsen pupuk Kaltim yakni Urea 20 ribu ton dan phonska 25 ribu ton, katanya. Angga menjelaskan, untuk jenis urea, PIM sudah distribusikan sebanyak 16.690 ton periode Januari-Februari 2022.

Dan untuk kabupaten Dairi, kuota urea per bulan sebanyak 1900 ton. Diakui Angga, sekarang kelangkaan terjadi pada pupuk urea serta phonska. Mudah-maudahan distribusi pupuk Kaltim segera tiba, sehingga minggubdepan 2 jenis pupuk tersebut ada di Dairi,” ucap Angga.(rud/han)