Home Blog Page 2653

Gubsu Edy Motivasi Seluruh Dansat di Jajaran Kodam I/BB

MOTIVASI: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi l memberi motivasi kepada para Dansat yang tersebar Kodam I Bukit Barisan di Aula Sahlan Siregar, Yonif Raider 100/PS, Desa Namu Ukur, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi memberi motivasi para Komandan Satuan (Dansat) di jajaran Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Kodam I/BB), untuk terus mengembangkan potensi dan menjaga nama baik kesatuan.

Hal itu disampaikannya pada Apel Dansat di jajaran Kodam I/BB di Aula Sahlan Siregar, Yonif Raider 100/PS, Desa Namu Ukur, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, Sabtu (21/5).

Setiap orang, menurut Edy Rahmayadi, harus memiliki cita-cita besar untuk diraih, apapun itu. Termasuk menjadi gubernur, seperti dirinya. “Saya pernah Danyon, Dandim, Danrem, saya pernah seperti kalian, bercita-citalah kalian minimal seperti saya, tapi silakan bagaimana kalian, mau jadi apa, ” kata Edy, yang didampingi Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis.

Edy juga berpesan agar seluruh anggota TNI untuk terus bersama-sama rakyat menyejahterakan bangsa. Salah satunya dengan berkontribusi menjaga ketahanan pangan rakyat.

“Inilah tantangan ke depan, yang harus kalian lakukan, kalian bersama-sama rakyat menciptakan ketahanan pangan, sehingga saya sebagai Gubernur punya prajurit yang handal dalam menyejahterakan dan melindungi segenap rakyatnya,” kata Edy.

Edy juga meminta kepada segenap komandan pasukan yang menjadi peserta apel untuk terus menjaga nama baik korpsnya. Edy akan sedih apabila Angkatan Darat ada yang menyimpang.

“Karena sudah terpatri rasa cinta kepada Angkatan Darat, silakan anda bercita cita sampai ke tingkat apapun, tapi pegang teguh Angkatan Darat ini, buat Angkatan Darat ini disayangi oleh rakyat, karena itu kebanggaan kita,” ujar Edy.

Turut hadir pada pembekalan tersebut Pangdam I/BB Achmad Daniel Cardin, Asops Kasdam I/BB Hindratno Devidanto dan seluruh Dansat Kodam I/BB yang jadi peserta.

Asops Kasdam I/BB Hindratno Devidanto dalam laporannya menyampaikan, jumlah peserta yang mengikuti apel tersebut sebanyak 129 orang, dari unsur Dansat Kodam I/BB mulai tingkat Kompi hingga pejabat Makodam I/BB. Apel dilaksanakan selama tiga hari mulai 19 Mei 2022. (gus/ram)

Brimob Jaga Aset Perkebunan Sawit di Kawasan Hutan

DISKUSI: Petugas UPT KPH dan pendamping kelompok tani, mendapat hambatan dari pihak perusahaan PT Agro Sumber Sejahtera di kawasan hutan produksi Desa Sungai Ular, Kecamatan Secanggang, Langkat, Jumat (20/5).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Puluhan petugas Brimob Datasemen A Binjai bersenjata lengkap terlihat di perkebunan sawit kawasan hutan produksi di Desa Sungai Ular, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Jumat (20/5). Kehadiran petugas Brimob di kawasan hutan tersebut, menuai kecemasan dari warga kelompok tani yang sudah mengantongi izin pemanfaatan kawasan hutan.

Kawasan hutan tersebut sudah masuk di areal kawasan Kelompok Tani Hutan Mandiri, melalui program Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (IUP-HKM) dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dimana diketahui, Kelompok Tani Hutan Mandiri, secara resmi mengelola areal kawasan hutan dengan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bernomor: SK.9021/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/12/2018, tentang pemberian Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan kepada Kelompok Tani Hutan Mandiri, dengan luas lebih kurang 196 hektar pada Kawasan Hutan Produksi Tetap di Desa Sungai Ular, Kecamatan Secangang, Kabupaten Langkat Sumut.

Melihat kondisi tersebut, petugas UPT KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) Wilayah I Stabat, bersama pendamping kelompok tani mendatangi lokasi tersebut.

Sayangnya, kehadiran petugas KPH melakukan identifikasi konflik tenurial (konflik di lokasi perhutanan sosial IUP HKM) mendapat penghadangan dari pihak perusahaan dan petugas Brimob.

Pendamping Kelompok Tani Muhammad Said, menyayangkan sikap pihak perusahaan yang terkesan menghalang-halangi tugas dari Kementerian LHK untuk melaksanakan identifikasi konflik dan ploting. P ihaknya tidak ingin adanya konflik di kawasan hutan yang telah mendapatkan izin dari Kementerian LHK.

“Kita sebagai pendamping kelompok tani, ingin mengembalikan lagi fungsi kawasan, tidak lagi beralih fungsi menjadi perkebunan sawit,” ungkapnya.

Dengan adanya petugas Brimob bersenjata lengkap, warga kelompok tani mengalami ketakutan dan keresahan untuk melaksanakan kegiatan penanaman bibit bakau di kawasan tersebut. Sehingga, dia meminta pihak berwajib dalam hal ini Dansat Brimob Datasemen A Binjai, menarik personelnya agar situasi di kawasan hutan kembali kondusif.

Sementara itu, Danki Brimob Datasemen A Binjai Ipda A Ginting, saat ditemui di lokasi kawasan mengatakan, pihaknya diberi amanah untuk menjaga aset perusahaan PT Agro Sumber Sejahtera yang ada di dalam kawasan.

“Kami di sini hanya untuk mengamankan aset perusahaan berupa bangunan dan tanaman kelapa sawit agar tidak dirusak oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab,” kata dia. (mag-2/ram)

18 WBP Lapas Binjai Dapat Remisi Waisak

BERSAMA:Plt Kalapas Binjai, Sahata Marlen Situngkir (dua dari kanan) foto bersama dengan WBP yang mendapat remisi.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 18 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai mendapat remisi Waisak, di Aula Lapas Kelas IIA Binjai, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Limau Mungkur, Binjai Barat, akhir pekan lalu.

Pelaksana Tugas Kalapas Binjai, Sahata Marlen Situngkir yang memberikan remisi secara simbolis mengatakan semua yang menerima remisi beragama Budha.

“Rinciannya WBP yang beragama Budha di Lapas kelas IIA Binjai sebanyak 26 orang dan yang memenuhi syarat untuk diusulkan sebanyak 18 orang. Jadi yang turun SK remisi sebanyak 18 orang,” ungkap Sahata Marlen Situngkir.

Dia juga memastikan bahwa WBP yang memperoleh remisi perayaan agama Budha telah memenuhi syarat substantif dan administrasi sesuai aturan yang berlaku.

Karenanya, dia berharap, pemberian remisi ini dapat memotivasi narapidana untuk mencapai penyadaran diri yang tercermin dari sikap serta perilaku sehari-hari.

“Remisi ini khusus diberikan kepada narapidana yang telah berkelakuan baik. Ini dibuktikan narapidana tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu enam bulan terakhir, terhitung tanggal pemberian remisi ini,” pungkasnya. (ted/ram)

Menggali Kreativitas dengan Samsung Galaxy Tab S8 Series 5G

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Profesional dan anak muda dengan segudang ide, butuh perangkat digital yang tepat untuk menyalurkan kreativitas. Perangkat dengan fitur lengkap dan spesifikasi tangguh, berperan penting dalam menggali dan mengasah ide untuk kemudian digarap menjadi sebuah mahakarya.

Tablet kini makin dicari orang karena mudah dibawa, nyaman dipakai untuk menikmati hiburan di layar yang lebih luas, berlayar sentuh, dan bisa dipakai berbagai kalangan, termasuk insan kreatif untuk menggali kreativitas mereka. Salah satu perangkat yang mumpuni untuk mendukung para insan kreatif itu adalah Samsung Galaxy Tab S8 Series 5G. Saat ide muncul sewaktu-waktu, pengguna bisa langsung membuat catatan singkat atau mengguratkan sketsa di tablet agar ide tidak menguap begitu saja.

“Samsung Galaxy Tab S8 Series 5G menghadirkan banyak dukungan bagi para profesional, pelajar, atau pehobi yang ingin menyimpan, menggali, dan mengasah ide-ide kreatif mereka. Dengan layar yang luas, S Pen berlatensi rendah, hadirnya aplikasi-aplikasi kreatif yang lengkap, Samsung Notes yang makin kaya fitur, dan performa yang kuat, membuat Galaxy Tab S8 Series 5G dapat diandalkan untuk mendukung kreativitas pengguna, di mana saja, dan kapan saja,” kata Annisa Maulina, Product Marketing Manager Mobile Experience, Samsung Electronics Indonesia.

Berikut ini adalah cara Samsung Galaxy Tab S8 Series 5G mendukung kreativitas penggunanya.

1. Layar yang Luas
Samsung Galaxy Tab S8 Series 5G hadir dengan layar yang luas, mulai dari layar LTPS LCD 11 inci untuk model Galaxy Tab S8, Super AMOLED 12,4 inci untuk Galaxy Tab S8+, dan Super AMOLED 14,6 inci untuk Galaxy Tab S8 Ultra.

Dengan layar yang luas, tablet Samsung Galaxy Tab S8 Series bisa menjadi kanvas untuk menuangkan gagasan-gagasan kreatif baik berupa sketsa, digital art, maupun tulisan, yang bisa diolah dan dikembangkan lebih lanjut menjadi karya.

Ketiga model Samsung Galaxy Tab S8 Series sudah dibekali refresh rate yang ditingkatkan dari sebelumnya 60Hz menjadi 120Hz. Kecepatan refresh rate akan memberikan pengalaman yang smooth bagi para kreator saat menggeser window atau memindah-mindahkan gambar.

2. S Pen Berlatensi Rendah
Ketiga model Samsung Galaxy Tab S8 Series 5G sudah dilengkapi dengan S Pen yang tersedia dalam paket pembelian. S Pen ini sudah didesain dengan latensi rendah 2,8ms (untuk model Tab S8+ dan Tab S Ultra) dan pressure sensitivity 4,096 levels untuk menghadirkan pengalaman menulis dan menggambar yang alami seperti di kertas.

Samsung bahkan menjalin kerjasama eksklusif dengan Clip Studio Paint sehingga pengguna dapat mengubah smartphone mereka menjadi palet warna digital, lalu S Pen akan menjadi kuas digital, dan kemudian layar besar Galaxy Tab S8 Series menjadi kanvasnya. Tersedia kustomisasi tool dan pilihan kuas yang lengkap. Pengguna juga bisa memilih warna asli dari foto yang diambil lewat smartphone yang tersinkronisasi.

Gunakan S Pen untuk menulis atau menyimpan ide langsung di layar Galaxy Tab S8 Series 5G tanpa terlebih dahulu mengaktifkan layar. Terdapat pula fitur Screen off memo di mana pengguna cukup mengambil S Pen, tekan tombolnya, dan mulai menulis atau menggambar langsung di layar. Notes ini akan otomatis tersimpan sebagai file Samsung Notes dan dapat diolah lagi kemudian.

3. Samsung Notes yang Ditingkatkan
Penopang kreativitas lainnya adalah Samsung Notes terbaru yang sudah ditingkatkan pada Samsung Galaxy Tab S8 Series 5G. Software bawaan Samsung ini hadir dengan sejumlah fitur, seperti Text Alignment Tools yang secara cepat mengatur alignment teks saat Anda menulis. Tersedia juga handwriting tools berupa pilihan pena untuk menulis tangan.

Samsung Notes secara otomatis dan pintar merekomendasikan judul dan tags berdasarkan analisis pada isi catatan. Sehingga Anda juga akan lebih mudah mencari ide-ide yang sudah disimpan sebelumnya pada lain waktu. Dengan fitur Audio Bookmark Anda juga bisa merekam ide dalam bentuk suara.

Punya ide yang terinspirasi dari sebuah halaman web? Anda bisa menyimpan hyperlink dari halaman web itu di Samsung Notes untuk diakses lagi kemudian. Atau simpan halaman web dalam bentuk dan layout orisinil beserta hyperlink-nya di notes.

4. Aplikasi-aplikasi Kreatif yang Lengkap
Samsung Galaxy Tab S8 Series 5G sudah dilengkapi dengan sejumlah software kreatif yang memudahkan para kreator menyimpan, menggali, dan mengasah gagasan-gagasan kreatif mereka. Gunakan aplikasi Noteshelf untuk menuliskan atau menyimpan ide/inspirasi yang timbul kapan saja di mana saja.

Ambil S Pen dan buka aplikasi Penup untuk menggambar atau mewarnai. Anda yang suka menggambar ilustrasi atau digital art bisa menggunakan aplikasi Clip Studio Paint, aplikasi yang banyak disukai oleh para kreator profesional di bidang ilustrasi, komik, desain game, dan animasi.

5. Performa yang Bisa diandalkan
Sebagai tool kreatif, tablet membutuhkan performa yang kuat untuk mendukung penggunanya dalam berkreasi di mana saja dan kapan saja. Samsung Galaxy Tab S8 Series 5G mengandalkan prosesor
terbaru Qualcomm Snapdragon 8 Gen 1 octa-core dengan fabrikasi 4nm sehingga lebih powerful sekaligus hemat daya.

Kinerja yang mumpuni ini bahkan bisa dinikmati dalam waktu lebih lama berkat baterai yang kuat. Model Galaxy Tab S8 Ultra menggunakan baterai terbesar 11.200mAh, Tab S8+ mengunakan baterai 10.090mAh, dan S8 menggunakan baterai 8.000mAh. tablet ini pun sudah mendukung Super-fast Charging sampai 45W untuk memudahkan dan mempercepat pengisian daya.

Performa yang andal juga didukung memori yang besar. Dengan RAM sampai 12GB dan penyimpanan internal sampai 256GB yang bisa di-expand sampai 1TB dengan kartu memori eksternal, pengguna akan merasakan kinerja yang mulus sekaligus bisa menyimpan lebih banyak file berisi ide-ide maupun karya kreatif mereka.

Anda bisa mendapatkan tablet ini dengan harga mulai dari Rp9.999.000 untuk Samsung Galaxy Tab S8 (WiFi), Rp12.999.000 untuk Galaxy Tab S8 5G (8GB/128GB), Rp 16.999.000 untuk Galaxy Tab S8+ 5G (8GB/256GB), dan Rp 19.999.000 untuk Galaxy Tab S8 Ultra 5G (12GB/256GB). (rel/adz)

Sebelum 2024, Program UHC Sudah Maksimal di Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Saat ini sebanyak 85% penduduk Kota Medan telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dibutuhkan kurang lebih 13% lagi untuk masuk dalam program tersebut. Diharapkan Dinas Sosial dan BPJS Kesehatan Cabang Kota Medan segera mencapai target 98% menjadi peserta program JKN di tahun 2024. Dengan demikian visi misi Wali Kota Medan untuk memberikan pelayanan Kesehatan terbaik kepada masyarakat melalui program Universal Health Coverage (UHC) dapat segera terwujud.

Demikian disampaikan Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman saat memimpin Rapat Forum Komunikasi Para Pemangku Kepentingan Utama Pemko Medan Semester I Tahun 2022 di Ruang Rapat II Kantor Wali Kota Medan, Rabu (25/5).

“Kalau bisa sebelum tahun 2024, program UHC harus sudah maksimal di Kota Medan sehingga sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Melalui program UHC ini, diharapkan masyarakat dapat memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus menghadapi kesulitan,” kata Wiriya.

Kemudian, Wiriya berpesan kepada pihak BPJS Kesehatan untuk dapat memperhatikan warga yang tidak masuk ke dalam program pemerintah tetapi program BPJS secara mandiri yang mengalami tunggakan iuran dan tidak mampu membayarnya agar dicarikan solusinya.

“Terkadang ada warga yang iuran BPJS Mandirinya nunggak, masuk rumah sakit. Dia tidak mampu membayar tunggakan, secara sisi kemanusiaan tentunya harus dibantu. Jadi saya berharap masalah seperti ini menjadi perhatian dan dicarikan solusinya,” pesannya.

Sebelumnya, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan dr Sari Quratul Aini menyampaikan, kegiatan ini digelar dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dengan pemerintah daerah. Dikatakannya, tindak lanjut Instruksi Presiden No 1/2022 tentang Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional yang bertujuan untuk menjamin keberlangsungan program JKN-KIS.

Sari mengungkapkan, berdasarkan penyerahan data PD Pemerintah Daerah ke BPJS Kesehatan sampai dengan 24 Mei, baru masuk 31.000 data. “Artinya, masih ada kuota yang belum terisi sebesar 60.435 jiwa untuk penambahan kuota Medan Sehat dan PBI (Penerima Bantuan Iuran) APBN sesuai kuota,” ungkap Sari. (rel)

Tanoto Foundation Gelar Webinar Nasional Pendidikan, Tingkatkan Pembelajaran Berbasis Data

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Platform Rapor Pendidikan Indonesia pada April 2022 lalu. Paltform tersebut menyajikan hasil Asesmen Nasional (AN) satuan pendidikan, yang menjadi peta kondisi pendidikan di sekolah atau daerah.

Untuk membantu para pendidik memanfaatkan data rapor pendidikan Indonesia, Tanoto Foundation menyelenggarakan webinar nasional bertajuk ‘Peningkatan Kualitas Pembelajaran Berbasis Data’, Selasa, (24/5). Acara yang digelar virtual tersebut, dihadiri 658 guru, kepala sekolah, pengawas, dan dosen dari seluruh Indonesia.

Head of Strategic Planning and Partnership Tanoto Foundation, Michael Susanto mengatakan, Program PINTAR dalam menjalankan kegiatannya sangat mengutamakan data sebagai rujukan.

“Perencanaan berbasis data selaras dengan cara kerja Tanoto Foundation, mengembangkan langkah-langkah perbaikan kualitas pendidikan berbasis data berbasis pada bukti atau data dan berorientasi pada dampak,” ungkap Michael.

Menurut Michael, data yang komprehensif akan mendukung pengambilan keputusan yang tepat dan fokus utama program dapat terlaksana dengan baik. Studi dan riset dapat membantu memahami tingkat learning loss siswa (kehilangan kesempatan belajar) dan mengambil keputusan yang tepat dalam membuat strategi pemulihan pembelajaran.

“Tanoto Foundation juga telah mengadakan pelatihan keterampilan melakukan asesmen diagnostik dan pembelajaran berdiferensiasi kepada lebih dari 4.000 guru. Dengan harapan, mereka dapat mengimplementasikan pembelajaran yang sesuai dengan data dan kebutuhan siswa,” tuturnya.

Tiga Aspek Penilaian
Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran Balitbang dan Perbukuan Kemendikbudristek, Asrijanty, dalam paparannya menyebutkan, AN merupakan evaluasi sistem pendidikan, bukan penilaian terhadap siswa, guru, atau kepala sekolah sebagai individu.
“AN dirancang untuk mendorong dan memfasilitasi perbaikan kualitas pembelajaran,” tegasnya.

Menurutnya, AN memberi umpan balik tentang hasil belajar yang paling mendasar dan perlu diprioritaskan, serta informasi tentang cara meningkatkan kualitas pembelajaran.
“AN menjadi umpan balik tentang kompetensi dan karakter peserta didik yang menjadi tujuan utama pembelajaran. Informasi ini diharapkan dapat mendorong sekolah dan dinas pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran,” jelas Asrijanty.

Untuk menunjang pembelajaran berbasis data, Asrijanty mengatakan, dalam AN ada 3 aspek penilaian kompetensi, yakni literasi-numerasi, karakter, dan lingkungan pembelajaran.

“Asesmen pengukuran kompetensi literasi dan numerasi pada peserta didik asesmennya berfokus pada pengembangan daya nalar dibanding pengetahuan konten,” ujarnya.
Sedangkan karakter, yakni terhadap sikap, nilai, dan kebiasaan yang mencerminkan profil pelajar Pancasila yang berbasis untuk tumbuh kembang peserta didik secara utuh dan tidak hanya berfokus pada dimensi kognitif. Untuk survei lingkungan belajar, merupakan pengukuran terhadap kualitas pembelajaran, refleksi pendidik, perbaikan praktik belajar, iklim keamanan dan inklusivitas satuan pendidikan, serta latar belakang keluarga peserta didik.

“Hal tersebut sebagai dasar untuk mendiagnosis masalah dan perencanaan perbaikan,” tegas Asrijanty.
Merencanakan dan Mengukur Pembelajaran Berkualitas Sebelum guru menggunakan data untuk pembelajaran, kepala sekolah harus memberikan umpan balik kepada guru tentang proses pembelajaran melalui supervisi kelas secara regular. Ikut sertakan komunitas dalam perencanaan sekolah, alokasikan budget pada kegiatan pembelajaran, buat program terkait literasi, dan bangun pojok baca di sekolah.

Menurut Kepala Pelatihan Program Pintar, Golda Simatupang, kepala sekolah diharapkan dapat menyiapkan beberapa indikator, memastikan sarana dan prasarana, menyusun strategi dan pengaturan pembelajaran, serta menyiapkan prosedur monitoring dan evaluasi agar pembelajaran berbasis data dapat terlaksana dengan efektif di sekolah.

“Kepala sekolah perlu difasilitasi mengembangkan pola hadir guru dan tenaga kependidikan di sekolah yang terkait dengan pembelajaran berkualitas. Mulai dari pembuatan RPP yang berbasis data, menyiapkan kebutuhan pendukung pembelajaran, hingga melaksanakan simulasi pembelajaran. Agar guru menjadi lebih siap dan efektif dalam mengimplementasikannya,” jelasnya.

Dia juga menyarankan guru dapat membuat indikator sederhana perencanaan berbasis data pada tingkat sekolah. Seperti membuat program sekolah sesuai kebutuhan, membuat strategi perencanaan dan perbaikan proses pembelajaran yang masih lemah.
“Sehingga guru dapat mengembangkan pembelajaran yang membantu mengatasi kesulitan siswa,” pungkas Golda. (rel/saz)