30 C
Medan
Monday, February 9, 2026
Home Blog Page 2653

Achmad Aryanto Terpilih Sebagai Ketua IAI Sumut

MEDAN,SUMUTPOS.CO – AR. Achmad Aryanto, ST, MT, IAI, AA terpilih sebagai Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Periode 2022-2025 pada Musyawarah Provinsi (Musprov) X IAI Sumut, di Hotel Four Point Medan, Sabtu (26/3/2022).

Achmad Aryanto terpilih melaui e-vote mengalahkan dua calon ketua lainnya dan meraih suara terbanyak sebesar 78 suara dari 169 daftar pemilih tetap (DPT). Sementara calon ketua lainnya, yakni Ar. Taufik Mustafa, IAI meraih 50 suara dan Ar. Peranita Sagala, IAI, meraih 33 suara. Sedangkan 8 suara abstain.

Musprov X IAI Sumut dengan tema ‘Memasyarakatkan Profesi Arsitek Untuk Semua Kalangan’ tersebut dihadiri Ketua IAI Nasional, G Budi Yulianto, IAI didampingi Ketua I Pengurus IAI Nasional, AR. Boy Brahmawanta Sembiring, IAI, AA dan pengurus dan anggota lainnya.

Kita bersyukur atas penyelenggaraan Musprov X IAI Sumut yang berjalan lancar, siapapun yang terpilih merupakan pilihan terbaik. Saya harapkan semua anggota pengurus yang lama dan stakeholder arsitektur di Sumut saling mendukung ke depan.

Kami pengurus IAI Nasional berharap, IAI Sumut sebagai saudara tertua menjadi motor untuk perkembangan arsitek dan arsitektur di Sumut. Secara geografis Sumut berbatasan dengan negara lain, seperti singapura dan malaysia, ini menjadi peluang untuk memperluas jangkauan dalam berkarya, tentu dibawah lisensi Asian Arsitek, jadi kesiapan teman teman arsitek di Sumut ini menjadi barometer bagi daerah lainnya.

Untuk memperkuat di leading sektor keprofesian arsitek kita bisa menambahkan banyak kegiatan untuk memperkuat keprofesian di Sumut, mengadakan acara-acara bersama yang dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa profesi Arsitek hadir melayani kebutuhan masyarakat luas.

Peran lain dari profesi arsitek ini bukan hanya sekedar membangun gedung, tetapi membuat peradaban, memberikan solusi rancangan untuk menciptakan dan meningkatkan lingkungan kehidupan yang lebih baik.

Saat ini dengan adanya UU No.6 tahun 2017 dan PP No.15 tahun 2021, sudah jelas seseorang yang mengaku sebagai arsitek sudah harus teregistrasi dan memiliki STRA. Artinya, kita tidak bisa membiarkan praktik ilegal. Tapi yang terpenting sebenarnya bagaimana kehadiran arsitek ini dihargai masyarakat. Tentu itu juga harus menjadi roolmodel yang bisa dikembangkan di Sumut.

Sementara itu, Ketua terpilih Achmad Aryanto saat diwawancarai mengatakan, apa yang sudah dirintis oleh pengurus sebelumnya tetap kita lanjutkan, seandainya belum sempurna akan kita sempurnakan. Memang pada saat ini, paradigmanya baru, sejak keluarnya UU dan PP tentang Arsitek itu memang ada asas-asas yang kita penuhi. Itulah tugas pengurus ini ada 9 asas yang harus kita bekali kepada setiap anggota agar dalam berpraktek arsitek itu mereka tidak akan terjerat hukum, tidak ada perselisihan sesama anggota dan perselisihan antara pemberi kerja dengan arsitek.

Tugas terbesar pengurus saat ini adalah mensosialisasikan kepada masyarakat dan juga ke pemerintah daerah. Jadi itu butuh tim yang super tim, bagaimana bisa membagi waktunya seperti membangun dan mengaktifkan kembali koordinator wilayah Kabupaten kota di seluruh Sumut, memberikan informasi kepada Pemda bahwa paradigma profesi Arsitek yang baru sebagaimana yang telah di amanat kan didalam UU dan PP Arsitek.(rel/tri)

Serukan Partai Demokrat Palang Pintu Terakhir Kebhinekaan

NIAS, SUMUTPOS.CO- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumut rapatkan barisan simpul desa di Desa Baho, Kecamatan Lotu, Kabupaten Nias Utara, Sabtu (26/3/2022). Rapat barisan simpul desa ini untuk verifikasi partai politik dan penguatan konsolidasi Partai Demokrat.

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua DPD Partai Demokrat Sumut terpilih, Muhammad Lokot Nasution, tiga pengurus DPP Partai Demokrat, di antaranya Kepala Departemen Prorakyat Ilham Mendrofa, Deputi Balitbang Syahrial Nasution, dan Kepala Biro Riset Kahfi Siregar, serta ketua DPC se-Kepulauan Nias. Acara ini juga dihadiri Wakil Bupati Nias Utara, Yusman Zega.

Dalam sambutannya, Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Muhammad Lokot Nasution mengatakan, kehadirannya ke Kepulauan Nias khususnya Nias Utara ini untuk memenuhi janji pertama saat maju menjadi Calon Ketua DPD Partai Demokrat Sumut pada Musda IV tanggal 10 Januari 2022 lalu. “Setelah terpilih saya penuhi janji, untuk perdana kunjungan ke daerah, saya putuskan berkunjung ke Kepulauan Nias. Untuk itu, saya nyatakan I Love Nias,” katanya.

Selain memenuhi janji, Lokot menyebutkan, kehadirannya ke Kepulauan Nias untuk menyampaikan dan memastikan Partai Demokrat ini adalah palang pintu terakhir kebhinekaan di republik ini, siapa saja, apa saja, baik dari kelompok suku, ras, dan agama apapun, bisa menjadi apapun dari partai Demokrat.

“Ideologi Partai Demokrat adalah partai Nasionalis Religius. Kami juga sudah menunjukkan bukti bekerja, kami akan perbaiki segala kekurangan di masa lalu untuk menatap Indonesia yang lebih baik pada masa akan datang. Semangat kami adalah semangat muda, berjuang, berpikir dan kami pastikan pada masa akan datang Indonesia Emas 2045 akan terwujud,” ucapnya.

Dalam laporannya, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Nias Utara, Hiskia Harefa menyampaikan, di Nias Utara ada sebanyak 113 desa dan satu kelurahan. Dari seluruh desa dipastikan kepengurusan memiliki kader Partai Demokrat. Para kader Partai Demokrat yang hadir ini berasal dari tiga kecamatan.

“Ini adalah kunjungan pertama Ketua DPD Partai Demokrat Sumut ke Nias Utara, kami para kader di Nias Utara sangat senang dan bangga. Untuk itu kami berharap sinergitas yang terbangun ini akan membuat kami menjadi pemenang di Nias Utara,” ucap Hiskia yang juga anggota DPRD Nias Utara.

Sementara itu, Wakil Bupati Nias Utara, Yusman Zega mengatakan, selaku pemerintah di Pemkab Nias Utara, mereka menyambut baik seluruh warna partai politik. Tanpa ada partai politik, pemerintah akan tidak akan baik dalam melaksanakan kinerjanya. Dia menambahkan, peran partai politik ini semakin kokoh, bisa dilihat dari bagaimana membina karakter kadernya guna dipersiapkan bekerja untuk bangsa dan negara pada masa masa akan datang. “Kami pemerintah, jika tidak ada dukungan partai politik. Maka tidak berjalan pemerintahan ini, sehingga partai politik ini merupakan elemen penting bagi Pemerintah,” katanya.

Yusman Zega berharap, sebelum tahun 2024, diharapkan Partai Demokrat dapat membantu Pemkab di Nias Utara untuk keluar dari daerah tertinggal. Sebab, selama ini mereka merasakan secara nasional Nias Utara belum menjadi sasaran untuk pengentasan masyarakat miskin, kebanyakan programnya hanya di Indonesia Bagian Timur. Padahal, di Nias Utara dan berbatasan dengan Nias Barat, ada satu jalan sepanjang 6 km dengan waktu tempuh selama 1 jam, hal itu diakibatkan banyaknya jalan rusak. “Sedetik ku mengenalmu Bang Lokot Nasution, Semenit ku memahami mu, saat ini aku ingin bersama mu sepanjang hidup ku,” kata Yusman Zega dalam pantun.

Di tempat yang sama, tokoh masyarakat Nias Utara yang juga pendeta Resort di Nias Utara, Pdt Saba’ ti Lase menyampaikan, Partai Demokrat ini merupakan partai yang pernah terbukti menjadi garda terdepan di republik Indonesia, dengan adanya konsolidasi Partai Demokrat ini kami melihat sudah mulai ada persiapan untuk tahun 2024.

Pdt Saba’ati Lase menambahkan, seperti kami tahu, di internal Partai Demokrat terjadi dinamika. Tapi, kami melihat Partai Demokrat tetap kokoh dan khususnya di Nias Utara, pernah di puncak kejayaan Partai Demokrat dalam memegang kebijakan. Secara umum, masyarakat sudah mengetahui dan mengenal tentang partai Demokrat. “Untuk itu, kami akan membantu mengawal partai dari pendekatan religiusitas kekristenan,” katanya. (adz)

Pengamat UKSW: Tren Elektabilitas Airlangga Naik, Buah Kinerja Perbaikan Ekonomi

SALATIGA, SUMUTPOS.CO—Pengamat politik FISIP Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga Royke Roberth Siahainenia menilai kemenangan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto tergantung soliditas internal dan kerja mesin partai.

Berdasarkan sejumlah hasil survei, elektabilitas Airlangga menempati posisi teratas sebagai calon presiden 2024.

Hasil survei Timur Barat Research Center (TBRC) menempatkan Airlangga dan Partai Golkar di urutan tertinggi elektabilitas Pemilu 2024.

Menurut Royke, tren kenaikan elektabilitas Airlangga tidak bisa dipisahkan dengan posisinya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Airlangga dinilai sosok yang paling depan memerangi pandemi Covid-19 dalam lingkaran kekuasaan. Hal ini berkorelasi dengan tingkat kepuasan public terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin di bidang perekonomian.

TRBC merilis tingkat kepuasan public terhadap kinerja perekonomian mencapai 81,2 persen. Kinerja itulah yang dinilai publik sebagai jalan tanpa hambatan bagi Airlangga untuk menggantikan Presiden Jokowi pada Pilpres 2024 mendatang.

“Bapak Airlangga tentunya memiliki peluang besar untuk menggantikan posisi Jokowi sebagai Presiden,” tutur Royke di Salatiga, Sabtu (26/3).

Royke menambahkan, kepiawaian Airlangga bukan hanya di bidang perekonomian. Kariernya di politik sudah terbukti menempatkan salah satu keturunan kiai besar di Jawa Tengah, Kiai Ageng Gribig tersebut sebagai orang nomor satu di partai berlambang pohon beringin.

Airlangga berhasil menyatukan faksi-faksi dalam Golkar, bahkan tetap santai meskipun sempat digoyang berbagai isu di internal. Menurut Royke, modal ini belum cukup mengantarkan Airlangga menuju RI 1 pada pilpres mendatang.

Menurutnya, kemenangan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) tersebut sangat tergantung soliditas dan kerja mesin partai.

Ia mengingatkan, komitmen dan soliditas internal Golkar perlu menjadi perhatian tim Badan Pemenang Pemilu (Bapilu) Golkar di berbagai tingkatan untuk pemenangan Golkar dan Airlangga.

Selain itu, Bapilu juga dinilai telah bekerja baik dan tak boleh berhenti untuk merancang pemenangan Airlangga dan Golkar.

“Saya lebih menyoroti kepentingan internal Golkar dulu. Kalau kita siap dengan program pemenangan, maka kita akan mulai menjual Partai Golkar dan Airlangga,” tegas Royke.

Terlebih, rakernas dan rapimnas memutuskan Airlangga sebagai capres yang akan diusung Partai Golkar. Ia menyarankan mesin partai dan seluruh ormas, maupun organisasi sayap partai bekerja sesuai keputusan rakernas dan rapimnas.

Bobby Nasution Harapkan Fokkus Babinrohis Berikan Aksi Nyata

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution mengharapkan Forum Komunikasi dan Konsultasi Badan Pembina Rohani Islam (Fokkus Babinrohis)  Kota Medan mampu menjadi wadah komunikasi yang baik  antara badan pembina rohani di Medan, juga memberikan aksi nyata yang bisa langsung dirasakan masyarakat muslim.

Harapan ini disampaikan Bobby Nasution dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol), Parlindungan Harahap pada pelantikan   Fokkus Babinrohis Kota Medan Periode 2021 -2025, Jumat (25/3) di Hotel Madani Medan.

Bobby Nasution menyampaikan, menumbuhkan dan mengamalkan siar agama Islam menjadi kewajiban setiap umat muslim. Untuk itu, sebutnya, perlu ada pemahaman ajaran Islam yang baik, sehingga anggapan paham-paham radikal yang selalu dikaitkan dengan Islam dapat dihilangkan.

Pada bagian lain, Bobby Nasution mengingatkan bahwa mewujudkan Kota Medan yang berkah membutuhkan dukungan dari seluruh sektor dan lapisan masyarakat. “Untuk itu, kolaborasi, koordinasi, sinergi, dan komunikasi yang baik sangat dibutuhkan dari seluruh sektor yang di Medan,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Bobby Nasution mengucapkan selamat kepada pengurus yang dilantik. Diharapkan, para pengurus istiqomah dan menjaga kesolidan menjalankan tugas dan tanggung jawab

Pelantikan ini berjalan dengan khidmat dan ditandai pembacaan dan surat keputusan kepengurusan oleh Ketua Fokkus Babinrohis Sumut kepada Ketua Fokkus Babinrohis yang dilantik, H. Nurdin. Para pengurus lain yang lantik antara lain Agus Mariono (Wakil Ketua), H Agus Mulyadi (Sekretaris), dan H. Darwin (Bendahara). (rel)

Jaga Amanat Konstitusi, PDI Perjuangan Konsisten Pemilu Tetap 2024

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekjend DPP PDI Perjuangan Hasto Kristianto kembali menegaskan, Pemilu Legislatif dan Pilpres harus tetap dilaksanakan pada 2024. Hal tersebut merupakan amanat UUD 45 yang tidak boleh ditabrak untuk kepentingan-kepentingan yang tidak jelas.

“PDI Perjuangan tetap konsisten menjaga amanat konstitusi untuk penyelenggaraan Pemilu dilaksanakan sesuai jadwalnya yaitu pada tahun 2024,” kata Hasto Kristianto saat membuka Pendidikan Kader Madya DPD PDI Perjuangan Sumut di Aula Diklat LPMP Sumut, Jalan Bunga Raya, Asam Kumbang, Medan, melalui aplikasi zoom pada Jumat (25/3/2022).

Selanjutnya, Hasto Kristianto menyerukan kepada seluruh kader partai untuk solid bergerak merapatkan barisan guna menyongsong kemenagan pada Pemilu tersebut. “Proses kaderisasi melalui Pendidikan Kader Madya ini merupakan usaha memperkuat barisan secara ideologis di tengah tantangan yang sangat berat kedepannya karena pertarungan ideologis dibelahan dunia pada akhir-akhir ini,” lanjut Hasto

Selain itu, Hasto juga menyatakan bahwa di tengah berbagai persoalan bangsa baik itu karena pandemi Covid-19 dan atau masih banyaknya paham-paham radikal di Indonesia maka seluruh kader harus senantiasa bersama rakyat dalam membantu berbagai kesulitannya dan terus melakukan pendidikan politik kepada rakyat. “Sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Pengurus PNI ditingkat kecamatan, mengundang seluruh rakyat hadir dalam rapat umum dengan tema-tema pendidikan politik, itulah kerja-kerja ideologis, rakyat harus didik secata politik dan ideologi,” ungkap Hasto

Sementara Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon dalam sambutannya menyatakan, seluruh kader harus senantiasa solid berjuang untuk kepentingan rakyat. “Kehadiran kader PDI Perjuangan selalu dinantikan oleh rakyat karena kehadiran kader partai merupakan cahaya dan asa bagi rakyat”, pungkas Rapidin.

Pendidikan Kader Madya PDI Perjuangan Sumut diikuti 105 peserta dari utusan DPC PDI Perjuangan se-Sumut dan lima di antaranya utusan dari PDI Perjuangan Aceh. PKM ini berlangsung selama 5 hari dari tanggal 25-29 Maret 2022 dengan narasumber sebagian dari DPP PDI Perjuangan seperti Bambang Wuryanto, Ahmad Basarah, Djarot Saiful Hidayat, dan Badiklat PDI Perjuangan Pusat. (adz)

Pewarta dan Pengusaha Salurkan 450 Paket Sembako

SEMBAKO: Pewarta Polrestabes Medan dan pengusaha, saat membagi-bagikan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di Kantor Pewarta Polrestabes Medan, Jumat (25/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persatuan Wartawan (Pewarta) Polrestabes Medan, membagikan 450 paket sembako kepada warga kurang mampu dan wartawan di Kantor Pewarta Polretabes Medan Jalan Medan Area Selatan No 282/37 B, Jumat (25/3).

Dalam pembagian sembako itu, Pewarta Polrestabes Medan bekerja sama dengan pengusaha Kota Medan, Robert Atiam, Jefri Tanuji, Aing, Bun Han, Asiong, Chandra, dan Jhoni Halim, serta Kepala Satreskrim Polrestabes Medan, Kompol M Firdaus.

Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chairum Lubis mengatakan, adapun paket sembako yang dibagikan itu berupa beras, mi instan, gula, minyak goreng, dan lainnya.

“Dalam pembagian sembako ini, tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang telah ditetapkan pemerintah, dengan tetap memakai masker dan menjaga jarak,” ungkap Chairum.

Chairum juga mengatakan, pembagian sembako ini merupakan rutinitas Pewarta Polrestabes Medan setiap tahunnya, pada hari-hari besar keagamaan. Tahun ini, lanjutnya, umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa, makanya kembali pihaknya menggelar bakti sosial seperti ini. Menurutnya, dalam pembagian sembako tersebut, Pewarta Polrestabes Medan tidak membeda-bedakan agama.

“Semua anggota yang tergabung di Pewarta Polrestabes Medan mendapatkannya, karena masih terimbas akibat pandemi Covid-19,” jelas Chairum, yang juga menjabat Sekretaris Jaringan Serikat Media Siber Indonesia (JMSI) Sumut.

Adapun masyarakat kurang mampu yang mendapat paket sembako, seperti tukang parkir, penjaga malam, dan petugas kebersihan juga tak lepas dari sasaran pemberian sembako.

“Sedikitnya sembako ini bisa memenuhi kebutuhan di rumah beberapa hari ke depan saat Ramadan,” kata Chairum.

Kegiatan ini terlaksana juga tidak terlepas dari arahan dan bimbingan Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, dan Waka Polda Sumut Brigjen Pol H Dadang Hartanto. Selain itu, arahan dari Kasektupa Lemdiklat Polri Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Irwasda Polda Sumut Kombes Pol Armia Fahmi, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda, dan Kombes Pol Riko Sunarko. (rel/azw/saz)

Ephorus BNKP Nias Doakan Lokot Nasution Sukses Pimpin Demokrat Sumut

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Kunjungi Ephorus Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Pdt Dr Tuhoni Teleumbanua di Kota Gunung Sitoli, Kepulauan Nias, Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Muhammad Lokot Nasution, didoakan sukses memimpin di Sumut.

Pdt Tuhoni juga merasa tersanjung dihadiahi sebuah buku berjudul: “Structural Genius” karya Fani Atmani dan Dini Aiko yang berisi tentang struktur bangunan rumah adat di Kepulauan Nias ditinjau dari sisi adat hingga filosopi. Kunjungan ini masih dalam rangkaian silaturahmi 360 derajat sesuai arahan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Lokot Nasution khusus mendatangi Ephorus BNKP di Kota Gunung Sitoli, pada Jumat (25/3/2022) dengan didampingi tiga pengurus DPP Partai Demokrat yakni, Deputi Balitbang Syahrial Nasution, Deputi Program Pro Rakyat Ilham Mendrofa dan Kepala Biro Riset Kahfi Siregar.

Kunjungan ke Ephorus BNKP juga dihadiri Ketua DPC Gunung Sitoli yang juga Wakil Ketua DPRD Gunung Sitoli Herman Jaya Harefa, Plt Ketua DPC Partai Demokrat Nias Selatan Herman Ndruru, dan sejumlah anggota DPRD se Kepulauan Nias serta Ketua DPC Binjai HM Sajali.

“Ini seperti nazar (janji) saya kepada para ketua DPC se Kepulauan Nias. Janji itu saya penuhi sekarang. Yaitu, apabila terpilih sebagai Ketua DPD Sumut maka daerah yang akan pertamakali saya kunjungi adalah Nias. Karena mereka adalah pendukung saya. I Love Nias,” ungkapnya.

Kunjungan ke BNKP ini adalah kegiatan pertama Lokot Nasution di Kepulauan Nias dalam rangkaian kegiatan selama tiga hari. “Saya akan konsolidasi dengan para ketua DPC serta anggota DPRD Fraksi Partai Demokrat se Kepulauan Nias,” kata Lokot di hadapan Ephorus.

Ephorus Pdt. Dr. Tuhoni Teleumbanua menyampaikan, suka cita atas kehadiran Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, M Lokot Nasution. Beliau menyampaikan bahwa BNKP di seluruh Indonesia ada sebanyak 1.079 gereja, 282 gereja diantaranya pelayanan. Dan 80 persen berada di Kepulauan Nias serta 16 gereja di Pulau Jawa. “Partai politik selayaknya bekerja untuk melayani dan memenangkan hati rakyat. Dan rumusnya adalah melakukan kerja-kerja untuk rakyat. Jangan sakiti hati rakyat agar tidak ditinggal,” jelas Ephorus.

Terkait identitas dalam sosial kemasyarakatan memang harus benar-benar dipahami. Hanya jangan mempolitisasi identitas. “Pendekatan identitas itu sah-sah saja. Tapi jangan gunakan politik identitas, itu yang bisa jadi masalah,” sambungnya.

Ephorus juga memberikan doa agar Lokot Nasution sukses menjalankan tugas sebagai Ketua DPD Sumut. Karena Partai Demokrat adalah partai politik besar yang berjiwa nasionalis. “Bagi partai politik, saya mau memberikan ilustrasi jarum dan benang. Dimana jarum ditusukkan benang akan mengikutinya. Kalau mau mengembangkan politik di Nias, carilah jarum yang tajam, agar benangnya ikut,” pesannya.

Ephorus juga menitip pesan, dalam berhubungan dengan partai politik ada istilah di masyarakat apakah dapurnya berasap? Artinya, memasak untuk banyak orang. “Apakah ada melakukan sesuatu untuk banyak orang? Begitulah yang harusnya yang dikerjakan,” tutupnya.(adz)

UMSU dan UINSU Bekali Dosen dan Guru Pamong Kemampuan melatih Calon Guru berbasis Digital

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bersama Dosen dan Guru, Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan Guru Mentor Program Penguatan Praktikum Pengajaran LPTK UMSU dan UINSU Bekali Dosen dan Guru Pamong Kemampuan melatih Calon Guru berbasis Digital Mempersiapkan calon guru untuk melanjutkan estafet Pendidikan bukanlah pekerjaan mudah, profesi guru tidak lahir begitu saja dalam waktu sekejap, harus dipersiapkan dengan baik dari awal termasuk mempersiapkan mahasiswa dalam praktik mengajar.

Sebagai salah satu kegiatan perkuliahan yang wajib diikuti oleh mahasiswa calon guru, praktik mengajar bertujuan agar mahasiswa calon guru lebih mengenal tentang sekolah melakukan observasi fisik dan pembelajaran, merancang serta melaksanakan pembelajaran secara langsung dan tidak langsung.

Penguatan Praktik Mengajar ini merupakan salah satu program Tanoto Foundation yang bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Program ini bertujuan untuk peningkatan kualitas praktik mengajar para mahasiswa calon guru dengan memastikan adanya kolaborasi yang efektif antara Dosen Pembimbing Lapangan dan Guru Pamong.

Lokakarya Bersama Dosen dan Guru, Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dan Guru Mentor Program Penguatan Praktikum Pengajaran, Jum’at, 25/3 di Swissbelinn Hotel, Medan dengan diikuti oleh 48 orang Dosen Pendamping Lapangan (DPL), 48 Guru Pamong (GP) dari UINSU dan UMSU, dengan narasumber fasilitator dosen yang telah di latih sebelumnya, dibawah dampingan RO Program Pintar.

Dewi Kesuma Nasution, selaku TTI RO Program Tanoto Foundation dengan UMSU, mengatakan, pada kegiatan kali ini merupakan persiapan untuk pelaksanaan joint workshop adaptasi modul 1 terhadap penguatan praktik mengajar.

“Nah, jadi hari ini pesertanya itu nanti akan terjun pada saat pelaksanaan PLP. Pesertanya adalah dosen yang akan menjadi dosen pembimbing lapangan, kemudian guru pamong dari sekolah mitra kita jenjang Sekolah Dasar (SD). Mereka akan sama-sama berpartner, membimbing mahasiswa pada saat praktik mengajar di sekolah,” kata Dewi.

Para dosen dan guru diberikan informasi terkait navigasi Learning Management System (LMS). Karena saat joint workshop akan diberikan pemahaman bagaimana cara membimbing mahasiswa ketika nanti praktik belajar di sekolah, agar dapat mengimplementasikan pembelajaran aktif.

“Harapannya, dosen dan guru bersinergi menghasilkan mahasiswa yang saat praktik dapat mengimplementasikan pembelajaran aktif,” ujarnya.

Sementara, Fibri, selaku TTI RO UINSU, mengatakan, peserta pada kegiatan kali ini adalah dosen pembimbing lapangan, yaitu dosen UINSU sendiri, yang akan turun menjadi dosen pembimbing lapangan.
“Kalau Guru Pamong dari sekolah mitra kita. Guru Pamong juga sudah banyak mendapat informasi terkait bagaimana pembelajaran aktif itu, dengan menggunakan metode mikir. Hari ini agar selaras, persamaan persepsi,” sebutnya.

Seorang peserta, Ismail Batubara mengungkapkan, dari pelatihan ini mereka dipersiapkan bagaimana menghadapi tuntutan era globalisasi. Pertama adalah dengan metode pembelajaran LMS. Jadi, baik dosen dan guru bisa sama-sama saling memahami.

“Kita bisa mengedukasi peserta didik kita tentang bagaimana memanfaatkan teknologi dalam dunia pendidikan,” ungkap Dosen Pendidikan Matematika di UMSU tersebut.

Pada kegiatan praktek mengajar ini, mahasiswa calon guru akan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan dan Guru Pamong di madrasah/sekolah, pelaksanakan kegiatan PPL tersebut merupakan kegiatan kolaborasi ketika mendampingi mahasiswa melaksanakan praktik mengajar, dimana hal ini sangat penting bagi peningkatan kulitas dalam praktik mengajar.

Program dilaksanakan dengan kegiatan pelatihan bersama yang dimulai dengan kegiatan telaah Kurikulum SD/MI, Umpan balik dan penilaian, serta keterampilan IPA/Matematika/ Bahasa Indonesia, dilaksanakan secara secara campuran.

Dimana sebahagian pembelajaran dilakukan dengan sistem komunikasi langsung dan sebahagiannya lagi pembelajaran yang dilakukan dengan tidak serempak, tepatnya melalui platform pintartanoto.id.

Peserta lokakarya dibimbing dalam penggunaan LMS (Learning Management System) PINTAR Tanoto Foundation, sebuah program pelatihan berbasis digital yang diberi nama e-PINTAR. dimana Untuk mendorong pengembangan kapasitas dan kualitas sekolah secara berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi digital.

Dengan menggunakan platform LMS, peserta dapat berlatih secara mandiri mengembangkan pembelajaran aktif dalam pembelajaran tatap maya atau tatap muka.(rel/tri)

Gagal Proses Verifikasi, Dua Calon Kepling Datangi Kantor Camat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Proses perekrutan kepala lingkungan (kepling) di Kota Medan, kembali menuai polemik. Kali ini, polemik itu datang dari Lingkungan 12, Kelurahan Sei Kera Hilir 1, Kecamatan Medan Perjuangan. Merasa dizalimi, Jumat (25/3), 2 kandidat calon Kepling 12, mendatangi Kantor Camat Medan Perjuangan. Adapun kedua calon kepling itu, yakni Abdul Majid dan Andre Ferdian.

Abdul dan Andre gagal dalam proses verifikasi. Sayangnya, baik Abdul maupun Andre sama-sama mengaku tidak diberi tahu tentang kabar lulus atau tidaknya mereka, dalam proses verifikasi. Atas hal itu, keduanya pun mengaku curiga akan adanya kecurangan dalam proses perekrutan tersebut.

“Kami tidak diberi informasi lulus atau tidak, tiba-tiba sudah ujian saja. Sementara yang kami tahu, dukungan yang menang tunggal ini, untuk dukungan ayahnya yang kepling sebelumnya,” ungkap Abdul.

Merasa dizalimi, Abdul mengaku, sudah meminta penjelasan kepada pihak kelurahan terkait seleksi kepling yang dinilai tidak transparan.

“Kami sudah mendatangi pihak kelurahan yang menggagalkan kami. Dinyatakan data kami tidak sesuai dengan verifikasi mereka. Tapi kami tidak diberi tahu kesalahan kami apa, ini proses sudah berjalan saja, kami baru tahu kalau berkas kami gagal,” tuturnya.

Dia juga mengatakan, para warga sekitar terkejut dengan kandidat tunggal calon kepling yang sebelumnya diketahui istrinyalah yang maju dalam pemilihan tersebut.

“Kami sekarang gagal dibuatnya. Kami baru tahu gagal pas kami datangi kantor lurah. Kami hanya ingin meminta penjelasan dan transparansi terkait hal ini,” kata Abdul lagi.

Terkait hal ini, Abdul dan warga lainnya, meminta agar pihak kecamatan dapat segera melakukan pengawasan untuk seleksi Kepling 12.

“Kalau memang kami gagal, harusnya kan diberi tahu. Jangan sudah berjalan, baru diinfokan. Kan namanya menjebak ini,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi I DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong menyebutkan, banyaknya masalah perekrutan kepling di Kota Medan, termasuk masalah perekrutan di Kelurahan Sei Kera Hilir 1, Kecamatan Medan Perjuangan, merupakan bentuk buruknya kinerja Pemko Medan, melalui pihak kecamatan dan kelurahan, dalam menerapkan Perwal Kota Medan No 21 Tahun 2021, tentang Pengangakatan dan Pemberhentian Kepling.

“Masalah kepling ini, setiap hari menjadi ‘santapan’ di Komisi 1. Masalahnya ya itu-itu saja, kepling yang tidak terpilih mengaku, pihak kecamatan seringkali tidak transparan dan kerap kali melanggar Perwal No 21/2021 ini,” beber Rudiyanto, Jumat (25/3).

Politisi PKS itu menjelaskan, seyogianya perekrutan kepling harus dilakukan setransparan mungkin, dan tidak boleh melanggar aturan yang tertuang dalam Perwal No 21/2021. Dengan demikian, setiap kepling yang tidak terpilih dapat menerima hasil dari proses perekrutan yang telah dilakukan.

“Kalau satu atau 2 orang yang komplain, mungkin masih bisa ditoleransi. Ini sudah sangat banyak calon kepling yang mengeluhkan adanya dugaan kecurangan, mereka bilang mereka dizolimi karena tidak transparannya proses perekrutan. Nah, tentu yang seperti ini tidak bisa dianggap lalu,” tegas Rudiyanto.

Untuk itu, Rudiyanto meminta, agar Pemko Medan melalui setiap kecamatan dan kelurahan, dapat mengulang proses perekrutan kepling, khususnya di lingkungan-lingkungan yang bermasalah.

“Harus diulang dengan ketentuan sesuai Perwal. Bukan mengulangi ketidaktransparanan itu,” pungkasnya. (map/saz)