29 C
Medan
Sunday, February 8, 2026
Home Blog Page 2663

Sidang Kurir Sabu 10 Kg, Dua Terdakwa Lolos Pidana Seumur Hidup

PUTUSAN: Majelis hakim membacakan putusan terhadap kedua terdakwa kurir sabu secara virtual di PN Medan, Rabu (23/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua warga asal Simalungun, terdakwa kurir sabu seberat 10 kilogram (kg) lolos dari pidana seumur hidup. Terdakwa Amirullah Nasution dihukum 17 tahun penjara, sedangkan Yuvita Umami dihukum 14 tahun penjara, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (23/3).

Majelis hakim diketuai Denny Lumbantobing dalam amar putusannya, perbuatan kedua terdakwa terbukti bersalah sebagaimana Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Menjatuhkan terdakwa Amirullah Nasution dengan pidana penjara selama 17 tahun, dan terdakwa Yuvita Umami selama 14 tahun, dengan masing-masing denda Rp1 miliar, subsider 6 bulan penjara,” ujarnya.

Adapun hal yang memberatkan menurut hakim, perbuatan kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana Narkotika. “Hal meringankan, kedua terdakwa bersikap sopan dipersidangan,” katanya.

Atas putusan hakim, penasihat hukum kedua terdakwa maupun jaksa penuntut umum (JPU) Risky Dermawan Nasution, kompak menyatakan pikir-pikir. Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan JPU, yang semula kedua terdakwa dituntut masing-masing dengan pidana penjara seumur hidup.

Diketahui, bahwa perkara ini bermula pada 26 Mei 2021, pada saat terdakwa Amirullah Nasution bersama terdakwa Yuvita Umami sedang berada di rumah, kemudian kedua terdakwa dihubungi oleh Dani Alias Tamsir (DPO) dan menyuruh kedua terdakwa untuk menjemput 10 bungkusan sabu seberat 10.000 gram (10 kg) di Medan.

Selanjutnya sekira pukul 14.00 WIB, kedua terdakwa berangkat ke Medan dengan tujuan Hotel Radisson Medan, dengan mengendarai mobil yang diberikan Sapri atas perintah Dani Alias Tamsir untuk digunakan sebagai transportasi kedua terdakwa menjadi kurir sabu.

Lalu, sekira pukul 14.45 WIB kedua terdakwa tiba di Hotel Radisson Medan, selanjutnya terdakwa Amirullah berkomunikasi dengan seseorang yang tidak dikenal oleh kedua terdakwa, yang merupakan rekan kerja Dani. Dan seseorang tersebut mengarahkan terdakwa untuk mengambil kunci kamar hotel dibawah bantal sofa di loby hotel.

Setelah itu, kata jaksa kedua terdakwa diarahkan untuk masuk ke dalam kamar hotel nomor 211 dilantai 2. Setelah sampai di kamar hotel tersebut, kedua terdakwa melihat sabu tersebut berada di dalam lemari.

Selanjutnya terdakwa Amirullah mengeluarkan bungkusan sabu tersebut satu-persatu, sedangkan terdakwa Yuvita Umami merekam video untuk memastikan bahwa sabu sebanyak 10.000 gram tersebut sudah diterima dan video tersebut akan dikirim kepada Dani.

Kemudian, terdakwa Amirullah pun mencoba sabu tersebut, lalu menghubungi Dani dan mengatakan bahwa sabu tersebut sudah ditangan terdakwa Amirullah Nasution.

Setelah itu, kedua terdakwa keluar dari dalam kamar hotel sabu tersebut, kemudian terdakwa Amirullah memasukkan sabu tersebut ke bagasi mobil bagian belakang. Setelah itu kedua terdakwa berangkat ke Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai, dengan tujuan untuk beristirahat di rumah kakak terdakwa Yuvita Umami.

Namun sekira pukul 21.00 WIB saat kedua terdakwa melintas di Jalan Nangka Gang Jambu Serdang Bedagai, kedua terdakwa ditangkap oleh anggota Polrestabes Medan. Setelah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi menemukan 10 bungkusan plastik berisi narkotika jenis sabu. Selanjutnya saksi-saksi membawa terdakwa beserta barang bukti ke Polrestabes Medan. (man/azw)

Terekam Kamera Pemantau, Pria Pemabuk Bikin Onar di Minimarket

INTEROGASI : Polsek Percut Seituan menginterogasi JS, pemuda yang bikin keributan di mini market hingga rekaman videonya viral di media sosial.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – JS (33), pemuda yang mabuk tuak dan bikin keributan di mini market kawasan Percut Seituan akhirnya diamankan polisi. JS dibekuk rekaman video ulahnya viral di media sosial. Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan, Iptu Bambang Nurmiono mengatakan, JS buat onar saat mabuk berat di mini market Jalan Williem Iskandar, Percut Seituan. Pelaku sempat melempar seorang pegawai swalayan tersebut.

“Pelaku baru pulang dari kedai tuak, kemudian selisih paham terkait parkir sepeda motor dengan pegawai pria mini market itu. Selanjutnya, pegawai toko masuk ke dalam tetapi pelaku langsung mengejarnya lalu marah-marah dan melempar mancis,” ujar Bambang, Rabu (23/3).

Ulah pelaku terekam kamera pemantau CCTV mini market dan tersebar di media sosial hingga viral. Polisi lalu melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan pelaku. “Saat ini pelaku sudah diamankan untuk proses lebih lanjut,” sambung Bambang.

Ia menyebutkan, hasil penyelidikan, pelaku pernah terlibat kasus penganiayaan pada tahun 2019 lalu yang dilaporkan ke Polsek Percut Seituan.

“Tahun 2019 lalu dia juga pernah terlibat kasus penganiayaan yang dilaporkan ke Polsek Percut Seituan. Nanti kami akan dalami juga kasus tersebut,” tandasnya.

Diketahui, JS tertangkap CCTV sedang cekcok dengan pegawai mini market pada Jumat (18/3) malam. Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, pemuda yang mabuk tuak itu memaki-maki pegawai mini market. (ris/azw)

Polres Nisel Ringkus Dua Perampok

DIPAPARKAN: Dua tersangka perampokan, SH (empat kiri) dan SPH (empat kanan) saat dpaparkam Polres Nisel. Rabu, (23/3).

NISEL, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse Reskrim (Satreskrim) Polres Nias Selatan (Nisel) menangkap dua tersangka pelaku perampokan di Pasar Jepang, Kelurahan Pasar Telukdalam Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Rabu, (23/3) sekira pukul 04:00 WIB. Dua tersangka yang diringkus satreskrim polres Nias Selatan adalah SH, (32) L, Alias Ama Justi dan SPH, (16), L, Alias Yono, kedua merupakan warga Desa Onohondro Kecamatan Fanayama Kabupaten Nias Selatan.

Kasatreskrim Polres Nisel, Freddy Siagian menerangkan korbannya, Maritini Dao (51) saat itu mendatangi kantor polres Nisel untuk membuat laporan atas peristiwa yang di alaminya.

Atas laporan korban tersebut Satreskrim Polres Nisel melakukan pencarian dan pengejaran terhadap dua tersangka. “Dari hasil penyelidikan diketahui keberadaannya, dan berhasil menangkap kedua tersangka,” kata Kasatreskrim Freddy Siagian.

Dari penangkapan kedua tersangka disita barang bukti 1 ponsel genggam, 1 motor metik dan potongan kalung emas, karena pada saat pelaku melakukan perampokan, korban dan pelaku sempat saling tarik menarik dan barang bukti emas tersisa sebagian,” ungkap Fredyy Siagian.

Atas perbuatan kedua pelaku penjambretan, dikenakan Pasal 365 Ayat 1e dan 2e KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 Tahun penjara. (mag-8/azw)

Polisi Bubarkan Pelajar Hendak Tawuran

PANGGIL ORANGTUA: Polsek Medan Baru memanggil orangtua dan wali pelajar yang diamankan Polsek Medan Baru serta menunjukkan barang bukti, Rabu (23/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah pelajar tingkat menengah atas diamankan petugas Polsek Medan Baru di persimpangan Jalan Gatot Subroto-Jalan Ayahanda Medan, Selasa (22/3) kemarin. Para pelajar tersebut diamankan lantaran diduga kuat hendak tawuran.

Kapolsek Medan Baru Kompol Teuku Fathir Mustafa mengatakan, ada lima pelajar yang berhasil diamankan saat hendak melakukan tawuran dengan kelompok pelajar yang lain di lokasi tersebut.

“Ada lima orang pelajar yang masih berusia 16 dan 17 tahun kita amankan, kita mencurigai mereka yang jalan bergerombolan hendak menuju ke suatu tempat,” ujarnya, Rabu (23/3).

Petugas yang kebetulan melihat saat patroli, lalu curiga dan mengintai mereka. Tanpa buang waktu, petugas lalu menghentikan langkah para pelajar tersebut tetapi sebagian langsung melarikan diri.

“Petugas memeriksa tas yang mereka bawa, hasilnya ditemukan benda tumpul dan batu. Selain itu, kita juga menemukan minuman keras dari tas pelajar yang diamankan,” kata Fathir.

Menurut dia, benda tumpul dan batu yang ditemukan dari dalam tas diduga akan digunakan para pelajar untuk melakukan pelemparan terhadap kelompok pelajar lain. “Saat ini terhadap pelajar yang diamankan sedang dilakukan pemeriksaan. Kami juga melibatkan orangtua mereka,” ucapnya.

Fathir menambahkan, pihaknya memberi arahan dan pengawasan khusus terhadap para pelajar tersebut, tujuannya supaya tidak mengulangi perbuatannya.

“Para pelajar ini kita kembalikan kepada orang tuanya masing-masing setelah membuat surat pernyataan,” pungkasnya. (ris/azw)

Peringati Hari Air Sedunia di Langkat, Antoni Tanam 1.000 Bibit Pohon

TANAM POHON: Wakil Ketua DPRD Langkat Antoni Ginting (tengah) saat menanam bibit pohon dalam memperingati Hari Air Sedunia di Lau Juhar, Dusun 7, Tanjungbunga, Desa Garunggang, Kecamatan Kuala, Selasa (22/3).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada 22 Maret setiap tahunnya, Wakil Ketua DPRD Langkat Antoni Ginting, melaksanakan penanaman 1.000 bibit pohon di Lau Juhar, Dusun 7, Tanjungbunga, Desa Garunggang, Kecamatan Kuala, Selasa (22/3) lalu.

Lokasi yang berada di daerah perbukitan milik warga ini, dijadikan panitia sebagai tempat penanaman bibit pohon tersebut. Adapun pihak yang menginisiasi kegiatan penanaman 1.000 pohon ini, yakni Kongsi Production bekerja sama dengan Kader Konservasi Sumut dan Forum DAS Wampu Sumut. Bibit pohon ini, terdiri dari beberapa jenis, yakni aren, gaharu, duku, dan lainnya.

Pada kesempatan itu, Antoni mengaku salut dan bangga, serta mengapresiasi apa yang diinisiasi pihak panitia dan semua pihak terkait. Menurutnya, dengan menanam pohon merupakan satu cara menjaga keberlangsungan sumber daya alam, yang pastinya berkontribusi untuk ketersediaan air, khususnya air Sungai Wampu di Kabupaten Langkat. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada pemilik lahan yang telah menyediakan areal untuk ditanami bibit-bibit pohon tersebut.

“Kepada Pak Tamba (pemilik lahan), saya ucapkan terima kasih. Semoga ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain, dan menjadi amal jariyah. Semoga niat baik ini tentunya menghasilkan yang baik pula,” ungkap Antoni.

Antoni tak lupa mengajak semua pihak, agar pohon-pohon yang ditanam tersebut, dapat dijaga dengan baik demi kelestarian alam.

“Hari ini (Selasa) kita menyatu dengan alam. Semoga alam bersahabat dengan kita, dan alam di Langkat juga dapat terjaga,” tuturnya.

Ketua Forum DAS Wampu Sumut, Prof Abdul Rauf menjelaskan, fungsi penanaman bibit pohon ini untuk menjaga agar air sungai tetap mengalir dengan jernih.

“Tentunya, peran semua pihak untuk menjaga daerah aliran Sungai Wampu juga sangat diharapkan,” harapnya.

Pada kegiatan itu, Rauf juga menginisiasi untuk mengumpulkan donasi dari orang-orang yang hadir, demi perawatan pohon yang ditanam. Dan hasilnya, terkumpul dana berkisar Rp2 juta, yang diserahkan kepada Purnama, yang dipercayakan untuk merawat pepohonan di lokasi tersebut. (mag-6/saz)

Pertemuan Pemangku Kepentingan Pendidikan Program Pintar Tanoto Foundation Sumut

Pertemuan pemangku kepentingan Pendidikan Program Pintar di Hotel Swissbelinn Medan, Rabu (23/3/2022).

MEDAN, SUMUTPOS. CO – Evaluasi Pendidikan di Sumut masa transisi pandemi ke endemic Covid-19 menunjukkan bahwa transparansi penyusunan anggaran oleh kepala sekolah mengalami perubahan peningkatanyang paling signifikan jika dibandingkan dengan indikator lainnya.

Hasil survei ini dirilis Tanoto Foundation Sumatera Utara (Sumut) pada acara pertemuan pemangku kepentingan Pendidikan Program Pintar di Hotel Swissbelinn Medan, Rabu (23/3/2022) yang dihadiri oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Kampus (LPMP) Sumut, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama dan Bappedda Kabupaten Batubara, Karo, Asahan, dan Kota Pematangsiantar.

Kerja sama program Pintar yang telah berlangsung sejak 2018,terusmenunjukkan peningkatan kualitas Pendidikan di wilayah mitra diseluruh Indeonesia, hal ini di ungkapkan Reza Anggara Head Govrel Program Pintar. “Berdasarkan hasil survei implementasi program Pintar, ke depannya akan lebih berfokus pada Peningkatan Kualitas Program, Peningkatan Kapasitas dan Penguatan Kelembagaan dalam perencanaan, pemantauan, penyebar luasan Program Pintar, dan perencanaan kebijakan pendidikan daerah yang berkelanjutan,” ungkap Reza.

Kami berharap pemerintah daerah mendapatkan gambaran hasil implementasi Program Pintar di kabupaten/kota mitra sehingga tindakan lanjutan dan kebijakan yang tepat dapat diambil untukmendukung peningkatan kualitas pendidikan di kabupaten/kota dan mendapatkan referensi implementasi Program Pintar yang sejalan dan mendukung kebijakan, program, dan kurikulum terbaru yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Pendidikan Tinggi,” jelasnya.

Dampak program yang diukur pada survei,dengan indikator penguatan pembelajaran yang diikuti oleh manajemen dan kepemimpinan, sertahasil tes siswa kemampuan membaca siswa (EGRA) dan kemampuan berhitung siswa (EGMA)untuk kelas awal dan mata pelajaran Matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia.

Sementara itu Yusri Nasution Selaku Koordinator Tanoto Foundation Sumut mengungkapkan antusiasme daerah mitra dalam implementasi Program Pintar sudah baik termasuk dalam hal penyebaran praktik baik Program Pintar sangat positif.

Beberapa daerah sudah melakukan penyebarluasan program serta juga menunjukkan keinginan untuk melakukan pelatihan berbasis digital melalui program LMS/e-Pintar yang ditunjukkan melalui diskusi pada saat pelaksanaan district stakeholder meeting bersama Dinas Pendidikan, Bappeda maupun Kementrian Agama yang dirancang melalui berbagai sumber anggaran,” ungkap Yusri.

“Program Pintar yang mengimplementasikan pembelajaran aktif dengan Konsep Mikir sejalan dan mendukung program-program yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan , Riset dan Pendidikan Tinggi,” tandasnya.

Pada pertemuan ini terlihat hasil survei di Sumut secara keseluruhan kepada guru kelas awal menunjukkan praktik baik dalam mengajar Bahasa Indonesia mengalami perubahan yang paling tinggi, dibandingkan guru IPA.

Beberapa daerah sudah melakukan penyebarluasan program serta juga menunjukkan keinginan untuk melakukan pelatihan berbasis digital melalui program LMS/e-Pintar yang ditunjukkan melalui diskusi pada saat pelaksanaan district stakeholder meeting bersama Dinas Pendidikan, Bappeda maupun Kementrian Agama yang dirancang melalui berbagai sumber anggaran,” ungkap Yusri.

“Program Pintar yang mengimplementasikan pembelajaran aktif dengan Konsep Mikir sejalan dan mendukung program-program yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan , Riset dan Pendidikan Tinggi,” tandasnya.

Pada pertemuan ini terlihat hasil survei di Sumut secara keseluruhan kepada guru kelas awal menunjukkan praktik baik dalam mengajar Bahasa Indonesia mengalami perubahan yang paling tinggi, dibandingkan guru IPA.
Beberapa daerah sudah melakukan penyebarluasan program serta juga menunjukkan keinginan untuk melakukan pelatihan berbasis digital melalui program LMS/e-Pintar yang ditunjukkan melalui diskusi pada saat pelaksanaan district stakeholder meeting bersama Dinas Pendidikan, Bappeda maupun Kementrian Agama yang dirancang melalui berbagai sumber anggaran,” ungkap Yusri.

“Program Pintar yang mengimplementasikan pembelajaran aktif dengan Konsep Mikir sejalan dan mendukung program-program yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan , Riset dan Pendidikan Tinggi,” tandasnya.

Pada pertemuan ini terlihat hasil survei di Sumut secara keseluruhan kepada guru kelas awal menunjukkan praktik baik dalam mengajar Bahasa Indonesia mengalami perubahan yang paling tinggi, dibandingkan guru IPA.

“Beberapa daerah sudah melakukan penyebarluasan program serta juga menunjukkan keinginan untuk melakukan pelatihan berbasis digital melalui program LMS/e-Pintar yang ditunjukkan melalui diskusi pada saat pelaksanaan district stakeholder meeting bersama Dinas Pendidikan, Bappeda maupun Kementrian Agama yang dirancang melalui berbagai sumber anggaran,” ungkap Yusri.

“Program Pintar yang mengimplementasikan pembelajaran aktif dengan Konsep Mikir sejalan dan mendukung program-program yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan , Riset dan Pendidikan Tinggi,” tandasnya.

Pada pertemuan ini terlihat hasil survei di Sumut secara keseluruhan kepada guru kelas awal menunjukkan praktik baik dalam mengajar Bahasa Indonesia mengalami perubahan yang paling tinggi, dibandingkan guru IPA.

Untuk jenjang sekolah dasar (SD)/ madrasah ibtidaiyah (MI), indikator tersebut mengalami kenaikan 8% dari baseline ke midline, namunberbeda di jenjang sekolah menengah pertama (SMP)/ madrasah tsanawiyah (MTs), justru mengalami penurunan dari 33% menjadi 21%.

Hasil tessiswa SD/Mi dalam kemampuan membaca meningkat signifikan dibandingkan siswa SMP/MTs, seiring dengan tes dalam kemampuan berhitung, siswa SMP/MTs juga mengalami penurunan, hal ini juga terlihat dari hasil survey keterlibatan orang tua dalam meningkatkan pembelajaran menurun dari 25% menjadi 19%.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Drs H Supriyanto MPd ditemui disela-sela pertemuan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Lembaga Philanthropy Tanoto Foundation yang bersedia membantu pemerintah daerah dengan segala keterbatasan yang ada dalam Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia, melalui Program Pintar.

“Anggaran pendidikan yang dimiliki oleh pemerintah daerah sangat terbatas, dan masih berfokus pada peningkatan akses infrastruktur, dengan adanya program seperti ini kami terus berharap dapat berkelanjutan, dan kita sendiri melihat guru-guru, kepala sekolah dan pengawas kita yang telah tersentuh program ini perubahannya jauh lebih baik, tentu kami terus mendorong agar hal baik ini dapat di sebarkan keseluruh sekolah SD dan SMP di Kabupaten Asahan,” ungkapSupriyanto.

“Kami telah menjadwalkan akhir bulan ini akan melaksanakan unjuk karya praktik baik pendidikan hasil Program Pintar, dimana dari acara tersebut diharapkan dapat memicu keinginan para pendidik di Asahan, di samping itu penyebaran Program Pintar ke semua sekolah juga akan dilaksanakan melalui pelatihan, mengaktifkan kembali pertemuan guru KKG, MGMP, kepala sekolah dengan K3S maupun pengawas, sehingga terjadi pertukaran informasi yang meningkatkan pengetahuan dan menghasilkan pendidik yang berkualitas,” pungkasnya. (rel/tri/azw)

MTQ Yayasan H Anif Lahirkan Generasi yang Soleh dan Soleha

DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS TILAWAH AL-QURAN: H Musa Rajekshah SSos MHum (ketua umum Yayasan H Anif) menyerahkan hadiah pada peserta terbaik Tilawah Al-Quran putri MTQ Yayasan H Anif ke-3 Tahun 2022, Rabu (23/3).

SUMUTPOS.CO – APRESIASI ini disampaikan H Musa Rajekshah SSos MHum yang juga wakil gubernur Sumut saat menutup kegiatan tersebut, Rabu (23/3). Musabaqah tilawatil dan tahfizh Al-Quran ini dalam rangka memperingati Milad Almarhum H Anif bin H Gulrangshah.

Sebanyak 24 peserta (terbaik 1, 2, 3 beserta harapan 1, 2 dan 3) tilawah Al-Quran putra/putri dan tahfiz Al-Quran putra/putri dari seribu peserta MTQ menerima hadiah yang diserahkan ketua umum Yayasan H Anif.

H Musa Rajekshah SSos MHum juga berharap kegiatan ini diharapkan melahirkan generasi yang soleh dan soleha. Ia bersyukur kegiatan yang dibuat orangtuanya pada MTQ pertama dan kedua ini dapat terus dapat dilakukan pada MTQ ketiga.

Ketua Yayasan H Anif ini teringat pesan H Anif agar jangan pernah mengambil hak orang lain, jangan menipu dan jangan pernah berkhianat. Terpenting adalah bersedekah. ”Tak ada jatuh miskin karena bersedekah,” ujarnya.

Wakil Gubernur Sumut juga berterima kasih atas berbagai pesan yang disampaikan ulama pada kegiatan tabligh akbar. Ia mengajak umat Islam berpegang teguh pada Al-Quran. Dalam surat Al ‘Asr disebutkan manusia yang tidak bersyukur dengan semua nikmat yang diberikan Allah akan menderita kerugian yang sangat besar.

Tokoh nasional DR H Rahmat Shah mewakili keluarga Almarhum H Anif juga berterima kasih atas dukungan semua pihak sehingga semua rangkaian acara terlaksana dengan baik. Tahun depan dan selanjutnya, Insya Allah kegiatan MTQ Yayasan H Anif akan terus terlaksana.

Hadir dalam kegiatan ini Al-Ustadz Das’ad Latif dan Syeikh Fikri Thoriq yang menyampaikan tabligh akbar. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut Dr H Maratua Simanjuntak memimpin doa bersama.

Ustadz Das’ad Latif mengingatkan agar dapat menjadi anak soleh, sering bersedekah dan membagi ilmu yang bermanfaat. Ia mengakui H Anif memiliki keluarga yang soleh dan soleha sehingga MTQ Yayasan H Anif dapat terus terlaksana.

Syeikh Fikri Thoriq yang juga menyampaikan ceramah saat pembukaan MTQ Yayasan H Anif pada 13 Maret 2022 menegaskan umat Islam tidak boleh lupa dengan Allah.

Syeikh Fikri Thoriq mengingatkan orangtua untuk mengajari anak untuk baca dan tulis Al-Quran. ”Penting ngaji Quran. Siapa yang baca dan mengamalkan isi Al-Quran, nanti kedua orangtuanya diakhirat dipakaikan mahkota bercahaya di atas kepala,” katanya.

Sementara itu Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin dan Kepala Kantor Kementerian Agama Sumut Drs H Abd Amri Siregar MAg. Dua pejabat yang baru bertugas di Sumut ini mengapresiasi pelaksanaan MTQ Yayasan H Anif Ke-3, pembagian hadiah dan tabligh akbar tahun 2022 tersebut.

Bahkan Pangdam I Bukit Barisan dimana orangtua berasal dari Binjai ini berencana melaksanakan MTQ sebagaimana MTQ Yayasan H Anif.

Turut hadir dalam kegiatan ini diantaranya keluarga besar H Anif, Forkopimda Sumut, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Prof Dr Syahrin Harahap MA, Wakil Bupati Serdangbedagai H Adlin Umar Yusri Tambunan ST MSP, tokoh agama, tokoh masyarakat dan jamaah pengajian dari berbagai daerah di Sumut. (dmp)

Peserta Terbaik MTQ Yayasan H Anif Ke-3 Tahun 2022

Tilawah Al-Quran Putra:
Mahir Hasan Purba (Pondok Tahfiz Hafizul Ihsan Tebingtinggi), M Hafizh Al-Qodri (MAD Tahfizh Al-Musannif), M Habib Setiawan (Rumah Ngaji Perbaungan), Rizki Abi Muda (Yayasan Azhar Centre Labura), Syahrul Amani Azhar (TPQ Muhajirin Medan) dan M Nazim Mubarok (SMP IT Abdurrah Marelan).

Tilawah Al-Quran Putri:
Intan Arifah (Bapqoh Sika Sumut), Nurus Sakinah (Rumah Quran Amindi Barokah Tanjungmorawa), Syifa Az Zahra (Rumah Quran Fajrul Aini Medan), Airi Hafizhah (Rumah Quran Fadhilatul Quran Medan), Zahrun Suhaila (SDN 060848 Medan) dan Maulisa Arum (SMP IT Hafizhan Al-Irsyad Tanjungmorawa).

Tahfiz Al-Quran Putra:
M Syafiq Arrifki Lubis (Bapqoh Sika Sumut), M Ihsan (Rumah Ngaji Pantaicermin), Sindu Rizki Utomo (SDIT Alif Polonia), M Raditia Aidan Gazi (Rumah Ngaji Patumbak), Ahmad Mustofa Husaini (SD Swasta Laskar Dhuha Patumbak) dan Mas Bintang Lutfi Utomo (Rumah Tahfizh Fadilatul Quran Marelan).

Tahfiz Al-Quran Putri:
Sofia Nabila Siregar (MI Terpadu Al-Ihsan Tanjungbalai), Salwa Hafizhah (SDIT Al-Anshor Tanjungpura), Hafizatun Nada Ersani (SDN 010048 Sei Halim Hasak Asahan), Khairin Nisa Lubis (MIS Al-Washliyah Insanul Kamil Perbaungan), Naila Salsabila (Yayasan Mawaddah Warohmah Medan) dan Alfia Simbolon (Bapqoh Sika Medan).

Kemenkominfo dan Universitas Gadjah Mada Hadirkan Seri Mata Kuliah Kecerdasan Digital 2022

YOGYAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia dan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi bekerjasama dengan Center for Digital Society (CfDS) Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) meluncurkan rangkaian Mata Kuliah Kecerdasan Digital (MKKD) 2022.

Kelas mata kuliah tersebut dibuka oleh Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi, dan dilanjutkan dengan Diskusi Digital Intelligence yang dibawakan oleh Tasya Kamila dan Fiki Naki sebagai perwakilan dari talenta digital Indonesia.

“Fisipol UGM melalui CfDS dengan bangga menghadirkan rangkaian Mata Kuliah Kecerdasan Digital yang inklusif bagi pelajar tingkat sekolah hingga kuliah maupun peserta umum. Di tahun ketiga ini, kami berharap kemampuan digital masyarakat Indonesia dapat terus berkembang, baik secara sosial maupun ekonomi,” ungkap Poppy Sulistyaning Winanti, Wakil Dekan Fisipol UGM.

Pentingnya Keterampilan Digital

Berdasarkan Indeks Literasi Digital Indonesia yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo dan Katadata Insight Center pada tahun 2021, Indeks Literasi Digital Indonesia berada di 3,49. Angka tersebut menempatkan indeks literasi digital Indonesia masih berada dalam kategori sedang dengan skala skor indeks 0-5.

Selain itu, mengacu pada laporan yang dirumuskan oleh McKinsey pada tahun 2019, pada tahun 2030, akan ada sekitar 23 juta pekerjaan yang tergeser oleh otomatisasi. Hal ini diikuti dengan sekitar 27-46 juta pekerjaan baru yang akan hadir, namun 10 juta dari pekerjaan tersebut akan menjadi jenis pekerjaan baru yang membutuhkan keterampilan-keterampilan baru, termasuk digital intelligence.

Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan talenta yang melek digital melonjak secara eksponensial seiring dengan meningkatnya jumlah perusahaan yang menggunakan teknologi. “Saat ini, dibutuhkan semangat baru untuk dapat memanfaatkan teknologi secara positif, kreatif, dan produktif. Kita perlu talenta-talenta yang melek teknologi yang akrab dengan dunia digital, dan kelas-kelas CfDS yang memfasilitasi peningkatan kapasitas dan pengetahuan terkait teknologi untuk publik,” ujar Dedy.

Rangkaian Kelas MKKD 2022

MKKD 2022 akan dibagi menjadi dua kelas: 1) Kecerdasan Digital Dasar yang membahas topik-topik yang berkaitan dengan critical thinking, design thinking, privasi dan perlindungan data, komunikasi digital, etika digital, dan tata kelola digital. Kelas dasar ini akan diajarkan oleh peneliti-peneliti dari CfDS; dan 2) Kecerdasan Digital Lanjutan yang akan dibagi menjadi 5 bagian, termasuk topik seputar keamanan siber, ilmu data, AI, pemrograman, dan metaverse. Kelas lanjutan ini akan diajarkan oleh para akademisi, praktisi, dan pakar lintas disiplin ilmu.

Sejak pertama diluncurkan tanggal 10 Maret 2022, lebih dari 1.000 peserta telah mendaftar, dan angka itu diprediksi mencapai 10.000 saat pendaftaran ditutup pada 24 Maret 2022. MKKD 2022 akan diadakan secara online menggunakan platform intelijen digital via kecerdasandigital.id, dan selanjutnya, kelas-kelas ini akan terhubung dengan program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada semester Gasal 2022.

Untuk informasi mengenai acara literasi digital lainnya dari Kemenkominfo dan GNLD Siberkreasi, dapat mengunjungi http://info.literasidigital.id dan follow @siberkreasi di media sosial.(rel/sih)

Bobby Nasution Berikan Penghargaan kepada 9 OPD Terbaik pada Pembukaan Musrenbang RKPD 2023

Walikota Medan Bobby Nasution memberikan penghargaan kepada opd terbaik di Musrenbang RKPD Tahun 2023.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tidak hanya menjatuhkan sanksi pada yang bersalah, Wali Kota Medan Bobby Nasution juga tidak lupa menghargai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berprestasi. Terbukti, orang nomor satu di Pemko Medan ini menganugerahkan penghargaan kepada sembilan OPD di lingkungan Pemko Medan. Enam OPD dinilai terbaik dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah dan tiga terbaik dalam perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2021.

Penyerahan penghargaan ini dilakukan Bobby Nasution dalam rangkaian acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Medan Tahun 2023, Rabu (23/3/2022) di Hotel Santika Dyandra Hotel.

Keenam OPD yang dinilai terbaik dalam pelaksanaan APBD 2021 itu yakni Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Dinas Ketahanan Pangan. Sedangkan tiga OPD yang dinilai terbaik karena memperoleh PAD yang signifikan adalah Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah, Dinas Perhubungan, dan Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah.

Penganugerahan ini ditandainya dengan pemberian tropi serta piagam penghargaan kepada pimpinan OPD yang berprestasi itu. Di samping itu, kesembilan OPD terbaik ini dipastikan mendapat kenaikan pagu anggaran pada Perubahan APBD 2023.

Saat memberikan arahan saat membuka Musrenbang RKPD Tahun 2023 tersebut, Bobby Nasution mengingatkan seluruh OPD agar mempercepat pelaksanaan APBD Tahun 2022 ini.

“Saya minta seluruh dinas agar bisa betul-betul optimal dalam pelaksanaan APBD Tahun 2022 ini,” tegasnya seraya mengatakan, percepatan ini diperlukan untuk memberikan penyelesaian yang cepat pula pada permasalahan masyarakat.

Bobby Nasution menekankan, bagi OPD-OPD yang dalam beberapa bulan ke depan dapat optimal melaksanakan APBD, maka pagu anggarannya dapat ditambah. Sebaliknya, anggaran OPD yang tidak optimal dialihkan kepada OPD yang telah optimal melaksanakan APBD.

“Ini yang harus diingat,  harus betul-betul ditekankan oleh seluruh OPD, apalagi OPD banyak memiliki banyak pekerjaan atau krusial memberikan pelayanan langsung dirasakan masyarakat,” pesan Bobby Nasution. (rel)

Perdana, Hendrik Sitompul Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Martubung

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR/MPR RI Drs Hendrik H Sitompul MM menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Ruang Serba Guna di Martubung Belawan Medan, Selasa (22/3/2022). Sosialisasi ini menjadi yang perdana bagi Hendrik Sitompul sejak ia dilantik sebagai anggota DPR RI pada 18 Februari dan anggota MPR RI pada 2 Maret 2022 lalu.

Politisi Partai Demokrat ini menyampaikan, sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan setiap anggota DPR/MPR RI yang bertujuan menjaga keutuhan persatuan berbangsa dan bernegara.

Menurut Hendrik, empat pilar kebangsaan ini penting dipahami dan ditanamkan pada generasi bangsa Indonesia. Karena, banyak kepentingan bangsa lain terhadap Indonesia di era globalisasi yang dapat melunturkan pemahaman kebangsaan kita. “Untuk itu, empat pilar kebangsaan ini harus kita maknai sebagai alat untuk membangun bangsa kita sendiri,” ujar Hendrik yang duduk di Komisi VII DPR RI ini.

Beberapa poin penting yang terdapat dalam empat pilar kebangsaan tersebut, lanjut Hendrik, mencakup Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Melalui sosialisasi, setidaknya pihaknya dapat memberi pemahaman bagi masyarakat tentang kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Lebih dari itu berbagai konflik yang sedang maupun yang akan terjadi di negeri ini agar dapat diredam atau diselesaikan dengan baik.
“Kita sebagai masyarakat yang majemuk harus menjujung tinggi pancasila sebagai pemersatu,” tegasnya.

Tidak hanya sebagai jawaban atas masalah kebangsaan, permasalahan seperti korupsi juga akan hilang minimal berkurang, karena seseorang yang menghayati dan mengamalkan 4 pilar kebangsaan pasti memliki integritas yang tinggi. “Orang yang memiliki Integritas tinggi cenderung tidak akan melakukan korupsi, dan seseorang yang menghayati dan mengamalkan 4 pilar kebangsaan tentu sudah pasti memiliki integritas,” tambah Alumnus Lemhanas ini.

Di hadapan ratusan peserta, Hendrik Sitompul, mengajak masyarakat agar menghayati dan mengamalkan 4 pilar dalam kehidupan karena dengan itu apa yang dicita-citakan menjadikan Negara Indonesia sebagai negara yang berdaulat, adil dan makmur akan terwujud. “Jadi saya mengajak kita semua, untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai 4 pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari hari untuk mewujudkan Indonesia, berdaulat adil dan makmur” kata mantan Anggota DPRD Medan periode 2014-2019 ini.

Hendrik menambahkan, sosialisasi ini merupakan agenda perdana turun menyapa konstituen dari DPR/MPR RI pasca pelantikan 18 Februari 2022 lalu. Selain mengutamakan silaturrahmi, juga menggelar syukuran kepada ratusan konstituennya yang hadir saat itu.

Sebelumnya, Anggota DPR/MPR RI Hendrik Sitompul menyerahkan buku 4 pilar kebangsaan untuk para peserta, sebagai bahan pada saat acara sosialisasi 4 pilar kebangsaan itu digelar. Sosialisasi empat Pilar Kebangsaan ini, menghadirkan Prof Dr Madin Gultom SH M Hum, tentu menambah cakrawala dan pemahaman bagi ratusan peserta yang hadir. Bahkan pada sesi tanya jawab.

Prof Dr Madin Gultom dapat memberi jawaban serta ilustrasi yang membuat peserta senang, karena mudah memahaminya. Acara sekaligus syukuran itu, diakhiri dengan foto bersama. Begitupun, panitia pelaksana 4 Pilar Kebangsaan tetap melaksanakan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat dengan wajib memakai masker dan mencuci tangan dengan sanitizer. (adz)