28 C
Medan
Saturday, February 7, 2026
Home Blog Page 2678

Agincourt Resources Umumkan Pemenang Lomba Jurnalistik Tambang Emas Martabe

Pengumuman Pemenang Kompetisi Karya Jurnalistik Tambang Emas Martabe 2021 yang digelar secara daring, Jumat (18/3).

BATANGTORU, SUMUTPOS – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe mengumumkan para pemenang kompetisi Karya Jurnalistik Tambang Emas Martabe 2021 bertemakan ‘Melestarikan Lingkungan Demi Mas Depan’ dalam acara yang digelar secara daring pada Jumat 18 Maret 2022.

Kompetisi yang diadakan oleh PTAR untuk kelima kalinya ini diikuti oleh 23 wartawan dari Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara dan Medan dengan total 30 karya jurnalistik. Kompetisi jurnalistik ini dimaksudkan untuk mengapresiasi para jurnalis media massa di Sumatra Utara yang selama ini mendukung operasional Tambang Emas Martabe melalui karya-karya jurnalistiknya.

Wakil Presiden Direktur PTAR, Ruli Tanio menyatakan tema kompetisi jurnalistik tahun ini sejalan dengan upaya perlindungan lingkungan yang merupakan salah satu prioritas tertinggi perusahaan. “Kelestarian Lingkungan Hidup adalah prioritas utama perusahaan, PTAR akan terus melanjutkan program-program lingkungan yang fundamental, terstruktur dan kolaboratif bersama seluruh stakeholder,” kata Ruli.

Ruli menegaskan upaya pelestarian lingkungan serta pengelolaan keanekaragaman hayati merupakan tanggung jawab bersama dan diperlukan komitmen serta kerjasama sinergis antara perusahaan, masyarakat, pemerintah, media dan institusi terkait, untuk tercapainya tujuan melestarikan lingkungan demi masa depan.

Dalam Kompetisi Jurnalistik Tambang Emas Martabe kali ini Netty Guslina, jurnalis Fokusmedan.com dinyatakan sebagai Juara 1 mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 12 Juta Rupiah dengan karya pemberitaannya berjudul “Barumun Sanctuary Tiger Beri ‘Napas Baru’ Bagi Harimau Sumatra yang Tertindas”.

Juara 2 mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 9 Juta Rupiah diraih oleh Sukri Falah Harahap, jurnalis Waspada.id yang menulis tentang “Gerak Naposo Nauli Bulung (NNB) Tapanuli Selatan Lestarikan Lingkungan”. Lalu artikel berjudul “Di Tangan Marandus Taman Eden Tak Lagi Tandus” karya Jan Piter Simorangkir, jurnalis Medanbisnisdaily.com meraih juara 3 dengan hadiah sebesar 6 Juta Rupiah.

PTAR juga mengumumkan 3 jurnalis yang meraih juara harapan dan memberikan apresiasi senilai masing–masing 2 Juta Rupiah. Ketiga juara harapan yaitu Arifin Al Alamudi, jurnalis IDN Times.com dengan artikel “Perjuangan Erwin Menyelamatkan Habitat Penyu di Pantai Muara Upu”, Ikhwan Nasution jurnalis Medanbisnisdaily.com dengan judul artikel “Bersama Mengembalikan DAS Batangtoru yang Mulai Terkikis” dan Dzulfadli Tambunan jurnalis Koran New Tapanuli dengan judul artikel “Lubuk Larangan Kearifan Lokal Pelestarian Ekosistem Sungai.”

Lestantya R. Baskoro, wartawan senior dan dosen Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) yang merupakan salah satu juri menyatakan keunggulan para pemenang terletak pada detail objek yang diliput, latar belakang masalah, penyampaian bahasa, struktur penulisan, dan nilai informasi.

Menurut Lestantya, isu pelestarian lingkungan, memiliki kekuatan penulisan, dapat menciptakan inspirasi  pihak lain. “Sebenarnya inilah yang diharapkan dari sebuah penulisan berita lingkungan yakni mengajak dan menggerakkan pembaca untuk peduli dan mencintai lingkungan,” kata Lestantya.

“Pada tulisan berjudul “Barumun Sanctuary Tiger Beri “Napas Baru” Bagi Harimau Sumatra yang Tertindas” karya Netty Guslina, pembaca diajak memahami bagaimana peran serta Yayasan Persamuhan Bodhicitta Mandala (YPBMM) dalam program penyelamatan harimau Sumatra dan diberikan gambaran tentang kondisi Panthera Tigris Sumatra tersebut di hutan Sumatra,” kata Lestantya.

Sementara karya tulis tentang “Gerak NNB Tapanuli Selatan Lestarikan Lingkungan, kita disuguhi informasi tentang organisasi Naposo Nauli Bulung (NNB) yang bergerak dalam pencegahan bencana. “Tulisan ini menggambarkan bagaimana organisasi yang anggotanya ada di setiap desa memiliki berbagai program dan aktivitas pencegahan bahaya banjir. Dari tulisan tersebut, kita dapat memetik pesan, bahwa kebersamaan dan kesadaran bersama diperlukan untuk berkontribusi dalam pencegahan bencana banjir sebagai dampak masalah lingkungan.” kata dia.

Pada tulisan “Di Tangan Maradus Taman Eden Tak Lagi Tandus” sebagai Juara 3, kita melihat profil Marandus Sirait yang berbelas tahun menghijaukan kawasan di Danau Toba. Tulisan ini memiliki kekuatan memotret perjalanan Marandus Sirait yang memilih menghijaukan hutan untuk mencegah longsor di kawasan itu dan meninggalkan pekerjaannya di Ibu Kota. “Sebuah kepedulian tanpa pamrih yang bisa menginspirasi banyak orang,” kata dia.

Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono menyampaikan apresiasi kepada para pemenang. Katarina menjelaskan, pengumuman para pemenang ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Penguatan Kompetensi Jurnalis yang dilaksanakan pada 11 November 2021 di Medan dan 7 Desember 2021 di Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara dan diikuti total 80 jurnalis.

“Melalui kegiatan penguatan kompetensi jurnalis atau media capacity building yang telah dilakukan rutin sejak tahun 2013 kami melihat program ini sudah berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi dan pengetahuan para jurnalis baik di level regional dan provinsi,” kata Katarina. Menurutnya, program ini adalah salah satu komitmen rutin PTAR dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas rekan-rekan media di Sumatra Utara.

Di tahun 2022 ini di mana memasuki usia satu dekade produksi, PTAR menekankan akan kemajuan keberlanjutan dengan memberikan perhatian besar pada pelestarian keanekaragaman hayati. “Untuk itu kami pun mendorong rekan-rekan media untuk berinisiatif menulis artikel tentang pelestarian lingkungan di Sumatra Utara yang konstruktif dan inspiratif,” kata Katarina.

Sementara itu Netty Guslina, Sang Juara 1 menyatakan terima kasih kepada Tambang Emas Martabe yang rutin menggelar kegiatan kompetisi jurnalistik seperti ini. “Dengan kompetisi seperti ini memberikan kesempatan untuk mengasah kemampuan menulis para jurnalis di Sumatra Utara, dan harapannya, Martabe tetap konsisten dengan kegiatan seperti ini,” kata Netty.

Sukri Falah Harahap, peraih Juara 2 bersyukur bisa meraih Juara 2. “Alhamdulillah saya meraih juara kedua, yang mana gaya penulisan karya jurnalistik tersebut murni saya aplikasikan dari ilmu yang didapat pada pelatihan jurnalistik lingkungan diselenggarakan PTAR bersama  LPDS di PIA Hotel Pandan Tapanuli Tengah beberapa bulan lalu,” kata Sukri sembari menambahkan terimakasihnya atas komitmen PTAR untuk turut serta meningkatkan kompetensi dan kapabilitas wartawan di Sumatera Utara, khususnya di Tapsel, Tapteng dan Taput.

Jan Piter Simorangkir, peraih Juara 3 berterimakasih kepada PTAR yang sudah ikut mendorong dan mencerdaskan jurnalis di wilayah lingkar tambang dan Sumatra Utara. “Melalui kompetisi ini akan melahirkan jurnalis-jurnalis handal, peduli dan ikut mencerdaskan masyarakat serta memberikan semangat kepada insan-insan peduli lingkungan. Jika jurnalis cerdas, daerah dan negara juga akan cerdas,” kata Jan Piter. (Rel)

Menko Airlangga: Silahkan Mafia Minyak Goreng Segera Ditangkap

JAKARTA, SUMUTPOS.CO — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta aparat penegak untuk segera menangkap mafia minyak goreng. Ia menegaskan, pihak kepolisian atau bea cukai bisa menangkap jika menemukan dugaan mafia kebutuhan yang sempat langka di masyarakat ini.

“Penyelundupan (minyak goreng) tangkap saja. Silahkan saja kalau ada (mafia) tangkap. Ada bea cukai, ada polisi, segera tangkap,” tutur Airlangga, dalam keterangan, Jumat (18/3/2022).

Airlangga meminta kepolisian menindak secara hukum siapapun yang melanggar hukum terkait kelangkaan dan harga tinggi minyak goreng di Indonesia.

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini menegaskan, pemerintah tidak akan menolelir setiap perbuatan hukum. Terlebih, hal ini menyangkut kebutuhan masyarakat.

“Prinsipnya, yang melawan hukum akan diselesaikan hukum, ada satgasnya dibawah Polri,” tegasnya.

Airlangga mengaku pemerintah sudah berupaya menjaga stabilitas kebutuhan minyak goreng di masyarakat. Salah satunya tetap memberi subsidi pada minyak goreng curah di harga Rp 14 ribu. Menurut Menko Perekonomian, seharusnya minyak goreng mudah ditemui masyarakat.

Terlebih, pemerintah juga sudah menerjunkan Satgas Pangan untuk mengawal distribusi minyak goreng ke masyarakat. Bahkan, kata Airlangga, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga siap mengamankan distribusi minyak goreng ke pasar.

“Pak Kapolri juga sudah menyarankan bahwa distribusi ke pasar akan diamankan Satgas Pangan,” ujar Airlangga.

Sebelumnya, rapat terbatas di Istana Negara pada Selasa (15/3/2022), memutuskan pemerintah menjamin komoditas minyak goreng melalui sejumlah kebijakan. Pemerintah menetapkan harga minyak goreng curah di masyarakat sebesar Rp 14 ribu per liter.

Airlangga menuturkan, untuk mendapatkan harga minyak goreng di harga ini, pemerintah menggelontorkan subsidi.

“Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) akan memberikan subsidi, agar masyarakat mendapatkan minyak goreng curah dengan harga Rp 14 ribu/liter,” tutur Airlangga.

Harga minyak goreng kemasan akan disesuaikan dengan harga keekonomian. Kebijakan ini diputuskan sebagai upaya pemerintah menjamin ketersediaan komoditas minyak goreng untuk masyarakat.

Pemerintah mengakui ada ketidakpastian situasi dunia yang menyebabkan kenaikan harga pasokan energi dan pangan. Hal ini mengakibatkan adanya kelangkaan ketersediaan minyak goreng, termasuk ketersediaan Crude Palm Oil (CPO) untuk minyak goreng. (adv/*)

IPHI Salurkan Bantuan kepada 32.000 Anak Yatim-Piatu dan Dhuafa

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) membuktikan komitmennya untuk memberikan kontribusi positif dalam membantu masalah kebangsaan. Salah satu yang dilakukan adalah membantu pemerintah di bidang perlindungan kepada anak yatim, miskin, dhuafa, termasuk keluarga dengan anak dan ibu hamil yang terdampak risiko stunting, dengan memberikan santunan sebanyak 32.000 paket tersebar di seluruh Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IPHI) H. Ismed Hasan Putro dalam keterangan persnya Jumat (18/3/2022) mengatakan, pemberian santunan ini diberikan bertepatan dengan hari ulang tahun IPHI yang ke-32 pada 22 Maret 2022, sekaligus sebagai bagian dari gerakan kepedulian bersama. Oleh karena itu tema Harlah kali ini adalah Haji Mabrur Sepanjang Hayat untuk Indonesia Sejahtera dan Berkeadilan.

“Gerakan Haji Berbagi untuk 32.000 Anak Yatim-Piatu dan Dhuafa ini merupakan wujud kongkrit IPHI dalam mengimplementasikan komitmen untuk ikut berkontribusi dalam membangun Indonesia yang sejahtera dan berkeadilan,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PP IPHI), H. Ismed Hasan Putro.

Ismed menambahkan bahwa gerakan Haji Berbagi juga sebagai bentuk konsolidasi dan soliditas organisasi IPHI, sebagai perkumpulan para alumni haji dan calon jamaah haji, untuk merawat Haji Mabrur Sepanjang Hayat.

Haji Berbagi juga dimaknai sebagai bentuk kepedulian sosial, sekaligus memanjatkan doa bersama anak yatim dan dhuafa, atas masalah bangsa khususnya pandemi covid-19 agar segera berakhir, serta doa bersama agar haji dan umrah tahun ini dapat ditunaikan kembali dengan mendapat kuota yang maksimal.

Haji Berbagi untuk Anak Yatim-Piatu dan Dhuafa ini dilaksanakan bersama PP IPHI dengan 34 Pengurus Wilayah IPHI dan 365 Pengurus Daerah IPHI Kabupaten/Kota dari Sabang, Aceh hingga Merauke, Papua.

Bagi para Alumni Haji atau Calon Jamaah Haji Indonesia yang ingin berpartisipasi dalam Gerakan Haji Berbagi dapat menyalurkan pada Rekening Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, di Bank Syariah Indonesia (BSI) Nomor Rekening 703 603 4558.

Pemberian santunan pada puncak acara dilakukan secara simbolis dari berbagai titik lokasi Pengurus Wilayah IPHI dan Pengurus daerah IPHI di seluruh Indonesia. Kegiatan disiarkan langsung melalui jaringan zoom dan live youtube HajiNewsTV. Masyarakat umum dapat menyaksikan kegiatan ini serentak di berbagai daerah. (rel).

Pengukuhan 51 Kadet Praktek Laut Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS PENGUKUHAN KADET: Pembina YPM Politeknik AMI Medan Yuris Danilwan SE MSi PhD (2 kiri) bersama Direktur Politeknik AMI Capt Dafid Ginting MMar MSi pada pengukuhan kadet, Kamis (17/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PENGUKUHAN kadet dilakukan Direktur Politeknik AMI Medan Capt Dafid Ginting MMar MSi disaksikan Pembina Yayasan Pendidikan Maritim (YPM) Politeknik AMI Medan Yuris Danilwan SE MSi PhD, dosen dan orangtua taruna/taruni Politeknik AMI Medan.

Pembina Yayasan Pendidikan Maritim Politeknik AMI Medan Yuris Danilwan SE MSi PhD bersyukur atas terlaksananya pengukuhan tersebut. ”Kadet adalah sebutan yang sangat ditunggu-tunggu. Karena kadet menunjukkan bahwa mereka telah siap melakukan praktik laut di kapal dan telah melaksanakan ujian keahlian laut,” katanya.

Yuris Danilwan menegaskan bahwa soft skill dan keterampilan yang diperoleh di kampus harus dikembangkan. ”Termasuk untuk menghargai orangtua dan keluarga,” harapnya.

Ia bersama para pendiri Politeknik AMI Medan selalu menginginkan taruna/taruni dapat menyelesaikan pendidikan di Politeknik AMI Medan dengan tepat waktu agar dapat cepat mengabdi pada masyarakat.

Pembina Yayasan Pendidikan Maritim Politeknik AMI Medan juga berterima kasih atas dukungan orangtua dan keluarga taruna dan taruni. Disebutkan, Politeknik AMI sudah ada sejak 24 November 1960.

Diawali Akademi Perdagangan Pelayaran (APP) kemudian pada tahun 1982 menjadi Akademi Pelayaran Niaga Indonesia (APNI). Tahun 1984 menjadi Akademi Maritim Indonesia (AMI) Medan dan tahun 2020 menjadi Politeknik Adiguna Maritim Indonesia.

Yuris Danilwan mengibaratkan perubahan menjadi politeknik sebagai perubahan rumah kecil menjadi rumah besar yang diisi dengan berbagai fasilitas perkuliahan termasuk program studi diploma III menjadi diploma IV guna memenuhi tuntutan pasar kerja.

Saat ini, ungkap pembina yayasan, Politeknik AMI Medan banyak mengukir prestasi termasuk penghargaan pemerintah yang menilai Politeknik AMI Medan sebagai politeknik swasta terbaik di Sumut pada tahun 2021 lalu.

Semua perubahan sesuai kebutuhan pendidikan tersebut, lanjut Yuris Danilwan, membutuhkan dukungan orangtua dan keluarga besar Politeknik AMI Medan serta masyarakat.

Direktur Politeknik AMI Capt Dafid Ginting MMar MSi mengemukakan pada era revolusi industri maka lulusan perguruan tinggi harus memiliki kemampuan menggunakan semua media komunikasi, bisa berkolaborasi (bekerja sama dengan tim) dan kreatif dengan berbuat lebih baik serta berpikir kritis. ”Harus ingin tahu terhadap segala sesuatu,” katanya.

Dafid Ginting menambahkan kadet juga harus memiliki karakter yang mulia. Meliputi pengetahuan tentang kebaikan, komitmen terhadap kebaikan hingga akhirnya benar-benar melakukan kebaikan.

Saat belajar di kapal maka lihat dan catat semua alat dan bagian kapal. Seperti haluan, anjungan dan mesin kapal tersebut. ”Jangan cengeng nanti di atas kapal. Lakukan yang terbaik dan utama keselamatan. Ciptakan nuansa kerja yang harmonis dan jadikan rekan kerja menjadi sahabat,” ucapnya.

Perwira Muda—
Sebelumnya
Politeknik AMI Medan melantik 82 perwira muda pelayaran besar di Ballroom Machmoeddin Politeknik AMI, Rabu (16/3).

Pelantikan ahli teknika tingkat III dan ahli nautika tingkat III ini dilakukan Direktur Politeknik AMI Capt Dafid Ginting MMar MSi disaksikan Ketua YPM Politeknik AMI Medan Surya Putra Sani SE, orangtua perwira muda dan undangan.

Dengan bekal pendidikan tinggi, perwira muda pelayaran besar alumni Politeknik AMI Medan diyakini akan menjadi pelaut unggul yang mampu bersaing dengan lulusan dari dalam dan luar negeri.

Politeknik AMI Medan memiliki banyak keunggulan berkat pengalaman panjang politeknik yang berusia lebih 61 tahun. Selama lebih enam dasawarsa berdiri, Politeknik AMI Medan tetap terus dipercaya masyarakat sebagai tempat kuliah untuk meraih masa depan yang baik.

Politeknik ini telah memiliki gedung perkuliahan dengan berbagai fasilitas termasuk bridge simulator dengan teknologi terbaru. Saat ini juga segera dibangun gedung perkuliahan baru.

Direktur Politeknik AMI Medan Capt Dafid Ginting MMar MSi mengungkapkan politeknik dituntut memenuhi syarat-syarat spesifik secara internasional termasuk sertifikat keahlian bagi para perwira muda. ”Selain ijazah diploma-3, juga menerima ijazah laut ahli teknika dan nautika tingkat tiga yang berlaku secara internasional. Bisa bekerja di dalam negeri maupun luar negeri. Peluang kerja begitu banyak,” katanya. (dmp)

Lewat Fraksi Demokrat DPRD Sumut, Lokot Perjuangkan Dana Hibah Kepemudaan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pergerakan mahasiswa di Sumut harus terus diberikan ruangnya, sehingga terlaksananya pemerintahan yang adil dan mampu mensejahterakan masyarakat. Alasan inilah yang membuat Ketua DPD Partai Demokrat Sumut terpilih, Muhammad Lokot Nasution melaksanakan Silaturahim 360 derajat ke Aliansi Cipayung Plus Sumut.

Lokot Nasution menemui Aliansi Cipayung Plus dengan didampingi sejumlah kader Partai Demokrat yang nantinya akan masuk dalam pengurusan DPD Partai Demokrat, yang juga mantan aktivis mahasiswa seperti Turedo Sitindaon, Qahfi Siregar, Wan September Situmorang, dan Chairil Hudha di Cafe Seis Jalan Sei Silau, Medan, Kamis (17/3/2022) malam. Silaturahim ini diisi dengan diskusi kebangsaan bersama.

Hadir dari Aliansi Cipayung Plus diantaranya, Ketua PKC PMII Sumut Muhammad Tarmizi, Ketua GMNI Sumut Daniel Jonathan Tito Sigalingging, Plt Ketua Himmah Sumut Syukri Saleh Sitorus, Sekretaris PMKRI Medan Mega Rianta Nadeak, Ketua KAMMI Sumut Akhir Rangkuti dan sejumlah aktivis mahasiswa lainnya.

Dalam diskusi tersebut, mahasiswa menyampaikan aspirasi tentang beberapa hal, diantaranya minyak goreng yang langka dan harganya mahal, kemudian penundaan Pemilu, infrastruktur jalan di Sumut, tidak adanya dana pembinaan pemuda oleh Pemerintah Provinsi Sumut serta isu hak azasi manusia (HAM) serta isu perempuan.

Menyikapi sejumlah isu yang disampaikan mahasiswa, Lokot Nasution menyampaikan, Partai Demokrat di Sumut memiliki 116 anggota legislatif di DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Sumut dan DPR RI. Dengan adanya anggota legislatif ini, silahkan mahasiswa menyampaikan aspirasi tentang berbagai isu tersebut. “Jika ada anggota legislatif yang tidak mau menampung aspirasi mahasiswa dan masyarakat, silahkan lapor langsung ke saya. Segera akan saya proses untuk memberikan tegurannya,” katanya diiringi tepuk tangan mahasiswa.

Lokot menyatakan, sebagai anak Medan dan selama 25 tahun tumbuh besar di Pulau Jawa, ia mengaku perlu banyak merajut silaturahim ke sejumlah elemen masyarakat, mulai dari kelompok ormas keagamaan, ormas kepemudaan, kelompok adat hingga ke mahasiswa. Hal ini untuk meningkatkan semangat dirinya dan Partai Demokrat bersama-sama hadir untuk kemaslahatan masyarakat.

Lokot juga menyinggung tentang bonus demografi pada 2045. Itulah makanya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, sudah mencanangkan Indonesia Emas 2045. Di mana pada bonus demografi ini, jumlah generasi z akan meningkat tajam di atas 50 persen dari seluruh penduduk Indonesia. Hal ini akan terjadi di mana usia produktif lebih banyak dari pada jumlah yang tidak produktif. Dengan adanya ini, dibutuhkan persiapan skill bagi generasi muda akan datang.

“Kami membuka seluas-luasnya anak muda masuk di Partai Demokrat. Jika ada dari Aliansi Cipayung Plus Sumut mau berkarier di politik, masuk ke Partai Demokrat, saya berikan posisi pengurus. Kita akan bekerjasama membantu menyalurkan aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Khusus mengenai Pemerintah Provinsi Sumut, terkait dana hibah untuk kepemudaan, dia meminta aliansi Cipayung Plus menyurati langsung ke Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumut. Setelah surat masuk pekan depan, akan ditugaskan untuk mengawal anggaran hibah untuk pengkaderan kepemudaan Sumut ditampung dalam anggaran tahun 2023. “Kami di Partai Demokrat Sumut akan bekerja penuh di tengah-tengah masyarakat, jika ada anggota legislatif di Sumut yang tidak mau bekerja ke masyarakat, silahkan laporkan ke saya langsung,” pungkasnya.

Diskusi Aliansi Cipayung Plus dengan Partai Demokrat Sumut ini diakhiri dengan slogan Hidup Mahasiswa, Hidup Pemuda dan Jaya-jaya Partai Demokrat. (adz)

Suparjo Dapat Gerobak & Modal Usaha dari Perindo

BERSIHKAN: Suparjo saat membersihkan gerobak jualan yang diberikan oleh partai Perindo.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Partai Persatuan Indonesia (Perindo) terus melanjutkan pembagian gerobak dan modal usaha. Ini mengacu pada arahan Ketua Umum DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo kepada seluruh jajaran pengurus partai untuk terus berkontribusi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan peduli ekonomi rakyat melalui program Gerobak Partai Perindo.

Terbaru, Sekretaris Jenderal DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq membagikan Gerobak Partai Perindo untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Penerima bantuan Gerobak Partai Perindo tersebut adalah 2 pelaku UMKM yakni pedagang bakmi bakso dan penjual nasi uduk sekaligus gado-gado.

Tidak hanya mendapatkan bantuan gerobak, Partai Perindo pun memberikan modal kerja bagi kedua pedagang tersebut. “Satu pedagang mi ayam dan satu pedagang gado-gado. Kita menyerahkan ini juga sekaligus kita berikan modal kerja,” kata Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq selepas membagikan bantuan gerobak Partai Perindo kepada pelaku UMKM, Kamis (17/3/2022), di Kantor DPP Partai Perindo, Menteng, Jakarta Pusat.

Rofiq mengatakan bantuan gerobak UMKM adalah bagian dari simbol keberpihakan Partai Perindo terhadap rakyat kecil dan pelaku UMKM yang secara otomatis bisa membangun pondasi ekonomi yang semakin kuat. “Kita tahu bahwa ketika masyarakat di lapisan bawah itu ekonominya kuat, maka bangsa ini juga akan semakin kuat,” ujar Rofiq

Menurut Rofiq, pembagian gerobak kepada pelaku UMKM adalah bagian dari simbol serta komitmen Partai Perindo yang tidak henti-hentinya peduli terhadap ekonomi kerakyatan. “Gerobak ini adalah bagian dari simbol keberpihakan kita terhadap mereka dan ini menjadi sebuah komitmen program Partai Perindo terhadap masyarakat,” jelasnya.

Dikatakannya untuk mencapai ekonomi yang sejahtera tidaklah mudah, maka perlu adanya pondasi dari bawah untuk bisa mendongkrak kesejahteraan ekonomi bangsa, salah satunya adalah memberikan bantuan gerobak Partai Perindo agar pelaku UMKM bisa naik kelas. “Gerobak ini menjadi salah satu cara yang paling efektif agar masyarakat bisa naik kelas,” tuturnya.

Dengan bantuan ini, Rofiq berharap Partai Perindo dapat berkontribusi dalam menyejahterakan rakyat, sehingga program ini lebih berkualitas dan tepat sasaran. “Harapannya ke depan, mereka bisa membuat program ini jauh lebih berkualitas, sehingga para customer- nya akan bertahan dan terus bertambah,” tutur Rofiq.

Selain membantu masyarakat melalui gerobak gratis, bantuan Partai Perindo yang identik dengan peduli dan turun tangan itu, juga diiringi dengan pelatihan UMKM dan pemberian modal gratis.

Salah satu penerima gerobak ialah pedagang mi ayam, Suparjo (59). Ia mengaku senang dan berterima kasih telah menjadi salah satu pedagang yang terpilih. “Perasaan saya senang sekali, sekarang saya bisa menerima gerobak ini, gerobak yang baru. Jadi Perindo semakin maju, semakin sukses,” ujar Suparjo di kantor DPP Perindo.

Ia mengatakan, akan menggunakan gerobak tersebut dengan baik. Sebab, dengan adanya gerobak baru, ia optimis usahanya mampu terus maju. “Semoga omzet naik, dan lancar menyekolahkan anak,” ujarnya. Pekan lalu, Perindo juga telah membagikan gerobak kepada Rumsiah pedagang mi ayam dan Durahman pedagang sayur.

Sebelumnya, Partai Perindo meluncurkan kembali program berbagi Gerobak Partai Perindo yang kali ini ditambah dengan program modal usaha guna membantu ekonomi rakyat. “Program gerobak ini kami aktifkan lagi seperti dulu. Dengan tujuan bagaimana Partai Perindo bisa ikut ambil bagian dalam meringankan atau membantu ekonomi rakyat,” kata Hary Tanoesoedibjo beberapa waktu lalu.

Gerobak yang dibagikan Partai Perindo, yang bertuliskan Peduli Ekonomi Rakyat itu, memiliki jenis dan desain gerobak yang berbeda-beda. Hal itu agar bisa mendukung berbagai jenis usaha, seperti gerobak sayur, gerobak mie ayam atau gerobak untuk usaha lainnya.

Penyerahan gerobak kali ini merupakah sebagian dari rangkaian rencana pembagian gerobak ke depan. Hary menjelaskan, Partai Perindo akan terus membagikan sebanyak-banyaknya gerobak gratis kembali secara swadaya ke masyarakat. Lokasinya pun bukan hanya di Jakarta tapi mencakup daerah-daerah lain di Indonesia.

“Setiap minggu kami akan mencoba membagikan gerobak, yang mungkin nantinya bukan di Jakarta saja tapi juga di daerah daerah lain,” ujar Hary Tanoesoedibjo.

Adapun, Liliana Tanoesoedibjo, Ketua Umum DPP Kartini Perindo, merasa bersyukur bisa membantu ekonomi rakyat kecil melalui pemberian gerobak. “Ke depan, Kartini Perindo juga mendampingi terus. Kartini Perindo sebagai sayap perempuan akan membantu para perempuan berusaha untuk membantu keluarganya,” katanya.

Dia berharap, dengan gerobak baru, usaha bisa lebih baik lagi dan bisa mendapatkan penghasilan yang lebih lagi. “Supaya mereka dapat mencukupi keluarga mereka,” tuturnya.

Sebelumnya, diketahui Partai Perindo telah menjalankan program Gerobak Perindo dengan puluhan ribu binaan hingga ke pelosok desa terpencil. Banyak kisah keberhasilan dari usaha yang dibina oleh Partai Perindo tersebut. Para pelaku usaha bisa mendapatkan penghasilan besar, bahkan ada yang mendapatkan omzet Rp45 juta per bulan dari usaha yang dirintisnya. (rel/ram)