24 C
Medan
Saturday, February 7, 2026
Home Blog Page 2689

Satgas Covid-19 Tebingtinggi Razia Prokes dan Vaksinasi

RAZIA : Tim Satgas Covid-19 Kota Tebingtinggi melakukan razia protokol kesehatan dan vaksinasi di Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi menggelar razia vaksinasi dan Protokol Kesehatan ditempat fasilitas dan sarana umum (ruang publik) yang ada di Kota Tebingtinggi, Senin (14/3). Kegiatan ini dilakukan untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Tim Satgas Covid-19 Kota Tebingtinggi yang terdiri dari Dinas Kominfo, TNI, Kejari, Koramil 13, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan menyampaikan himbauan disiplin Protokol Kesehatan dan edukasi vaksinasi bagi masyarakat yang melintas di Jalan Deblod Sundoro dan pengunjung Bank BRI Cabang Jalan Sutomo.

Dalam Operasi Yustisi tersebut Petugas Satgas meyampaikan himbauan kepada warga, baik yang melintas maupun yang sedang antri di Bank BRI agar tetap disiplin memakai masker, rajin mencuci tangan menjaga jarak dan menghindari kerumuman.

Selain itu petugas juga memeriksa vaksinasi warga melalui KTP maupun melalui Aplikasi Pedulilindungi. Bagi warga yang belum vaksin fase I, II maupun III, dianjurkan segera vaksinasi bersamaTim Vaksinator dari Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi yang ikut bersama Tim Satgas.

Kepala Bidang Komunikasi Iswan Suhendi saat memimpin Operasi Yustisi mengatakan, kami dari Tim Satgas Covid-19 Kota Tebingtinggi melakukan aktivitas razia vaksin, baik secara stasioner maupun mobile. Tadi sebelumnya kita melakukan pemeriksaan di simpang Bagelen atau Jalan Deblod Sundoro, dengan mengecek para pengendara yang melintas apakah sudah vaksin atau belum.

“Sekaligus kita menyiapkan Tim Vaksinator, jadi bagi warga yang mau vaksin, langsung kita vaksin. Dan sekarang ini kita mengunjungi tempat-tempat keramaian, termasuk perbankan. Kami juga memeriksa bagi masyarakat yang belum vaksin, kamk anjurkan agar segera vaksin dengan layanan vaksin ditempat,” jelas Iswan.

Dari hasil pemeriksaan hari ini kata Iswan, diketahui sudah banyak masyarakat yang sudah vaksin, sehingga kita kesulitan mencari warga yang belum vaksin. “Tadi bagi warga yang belum vaksin tidak ada penolakan dari warga, semuanya bersedia divaksin. Hal ini berkat kerjasama tim dari Kejaksaan, Koramil dan instansi terkait,” ujarnya.

Iswan Suhendi menambahkan, selain vaksinasi tim juga dengan menggunakan alat pengeras suara menyampaikan edukasi Protokol Kesehatan, terutama pemakaian masker. Petugas menghimbau warga agar tertib memakai masker dan tidak sekedar membawa masker, tetapi pemakaian masker dengan benar.

Terkait update data Covid-19 Kota Tebingtinggi Iswan Suhendi melaporkan, sampai dengan tanggal 13 Maret 2022 terdapat 4 penambahan kasus konfirmasi positif pada 11 Maret 2022, 10 orang sembuh, 1 orang (luar wilayah) sehingga total kasus Positif Covid-19 menjadi 29 orang.

Tidak ada kelurahan pada zona merah. 3 Kelurahan berada pada zona orange, 12 kelurahan berada pada zona kuning dan 20 kelurahan lainnya zona hijau.

Sementara, capaian vaksinasi di Kota Tebingtinggi sebesar 97,10 persen dari total 133.616 orang. BOR adalah persentase pemakaian tempat tidur pada empat rumah sakit yang ada di Kota Tebingtinggi sebesar 13,7 persen dari ketersediaan 117 bed.

“Kita berharap dapat membangun herd imunity dan keselamatan bersama, dengan dukungan pencapaian 100 persen capaian vaksinasi bagi warga Kota Tebingtinggi. Jangan beri celah penyebaran Covid-19, dengan kita vaksin maka sehat bersama. Lindungi diri, keluarga dan orang disekitar kuta, bersama pasti kita bisa,” tutup Kabid Komunikasi Iswan Suhendi. (ian)

Banyak Bangunan Tak Punya IMB, Pemko Diminta Bertindak

ILUSTRASI IMB

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE meminta kepada seluruh pengembang di Kota Medan untuk mematuhi Peraturan Daerah (Perda) No.3 Tahun 2015 tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Pasalnya pada Perda itu telah diatur, bahwa setiap pihak yang hendak mendirikan bangunan harus terlebih dahulu mengurus Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB).

“Di Perda itu semua sudah diatur, bahwa tidak boleh mendirikan bangunan sebelum adanya IMB, termasuk retribusinya,” komentar Hasyim SE, Senin (14/3) terkait maraknya bangunan diduga tanpa IMB di Kota Medan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan itu juga mengatakan, seharusnya pada setiap bangunan yang sedang dalam masa pembangunan, terdapat plank IMB di depan bangunan. “Semestinya plank IMB nya ditancapkan persis di depan lokasi bangunan tersebut, sehingga masyarakat mengetahuinya. Jika tidak maka akan timbul tanda tanya, walaupun si pengembang telah mengurusnya. Semua jaris tertib,” ujarnya.

Untuk itu, Hasyim juga meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk menindak tegas setiap bangunan yang melanggar aturan ataupun bangunan yang tidak memiliki izin. “Jika ada pengembang tidak menaati peraturan yang telah ditetapkan, maka Pemko Medan bisa memberikan teguran tegas untuk menghentikan proses pembangunannya. Apabila tidak mengindahkannya, maka langkah terakhir adalah membongkar bangunan tersebut,” katanya.

Ketika disinggung soal kerap adanya pihak-pihak yang membekingi bangunan tak berizin, Hasyim menyebutkan bahwa Pemko Medan tidak boleh diam dan tetap menindaktegas bangunan tersebut.”Zaman sekarang sudah tidak ada lagi beking membeking. Laporkan bila ada yang mengetahuinya karena telah melanggar ketentuan, masak sudah salah kok dibeking-beking,” tuturnya.

Disamping itu, Hasyim juga mengimbau supaya perangkat kelurahan dan kecamatan untuk terus aktif mengawasi kawasannya yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada bangunan di wilayahnya itu yang dibangun tanpa IMB.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H Rajuddin Sagala berpendapat sama. Ia menyanyangkan masih banyaknya bangunan tanpa IMB. Menurutnya, pemerintah kota (Pemko) Medan mengalami kerugian besar akibat bangunan tanpa SIMB. Padahal saat ini, Pemko Medan sedang giat-giant meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan IMB merupakan salah satu sumber retribusi PAD yang besar bagi Kota Medan.

Dia juga mengimbau agar seluruh pengembang dapat mengurus SIMB nya terlebih dahulu ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan sebelum melakukan pembangunan.

Ketika ditanya soal masih adanya dugaan bangunan yang dibeking sejumlah oknum, Pimpinan DPRD Kota Medan itu dengan tegas mengatakan bahwa sebenarnya saat ini tidak boleh ada lagi istilah beking-membeking. (map/ila)

Penanganan Banjir di Kota Medan, Tahun Ini BWS Normalisasi 2 Sungai

KERUK: Wali Kota Medan Bobby Nasution melihat proses pengerukan sungai Bedera yang sudah mengalami pendangkalan. Tahun ini BWS Sumatera II normalisasi Sungai Deli, Sungai Bedera untuk mengatasi banjir.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Balai Sungai Wilayah (BWS) Sumatera II pada tahun 2022 akan melakukan normalisasi dua sungai, yakni Sungai Deli, Sungai Bedera dalam upaya penanganan banjir di Kota Medan hingga penanganan banjir rob di Kecamatan Medan Belawan.

“Tahun anggaran 2022 ini iya. Proses finalisasi lelangnya. Diperkirakan bulan Juli 2022 sudah mulai kontrak itu,” ujar Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Opersional Medan BWS Sumatera II, Aron Lumbanbatu saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (14/3) siang.

Untuk Sungai Deli, titik pengerjaan normalisasi Sungai Deli berada di Aloha, Kecamatan Medan Marelan. Sedangkan di Sungai Bedera titiknya, dari Jalan Gatot Subroto hingga jalan dekat pintu Tol Medan-Binjai. “Sungai Babura belum terprogram tahun ini. Tapi, Sungai Bedera, Sungai Deli di Taman Aloha di Marelan itu sama banjir rob Belawan. Semua itu, dilakukan secara bertahap dimulai tahun anggaran 2022,” jelas Aron.

Aron menjelaskan, pengerjaan fisik dilakukan untuk menambah daya tapung debit air ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Ia mencontohkan, untuk normalisasi Sungai Bedera ini, pihak BWS diperlukan pengadaan tanah untuk melebarkan ruas sungai tersebut.

“Di Sungai ini, kita menambah daya tapung sungai Bedera jadi dilakukan pelebaran. Kita alami kendala, ada ganti rugi lahan milik masyarakat dengan luas dalam rangka pelebaran atau kapasitas tampung sungai itu. Jadi perlu pengadaan tanah itu,” ucap Aron.

Untuk ganti rugi pengadaan tanah ini, kata Aron, tengah dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan.”Proses persiapan ganti rugi tengah dilakukan Pemko Medan,” tutur Aron.

Aron mengakui bahwa pihak BWS Sumatera II berkordinasi dengan baik dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Pemko Medan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dalam menangani banjir di Kota Medan.

“Mudah-mudahan dari peran Pemerintah Daerah, dari sisi pengadaan tanahnya. Kami dari sisi pelaksanaannya, terealisasi pengadaan tanahnya, mudah kita melaksanakan fisiknya,” ucap Aron.

Disinggung berapa persen banjir di Kota Medan bisa ditangani dari pengerjaan fisik normalisasi tersebut, Aron belum bisa menjawab. Beralasan data tersebut, belum terima dari konsultan. “Secara teknis nantinya, dalam perencanaan konsultan itu ada. Tapi, sama kami belum diserahkan final report,” kata Aron.

Aron menambahkan, pengerjaan fisik normalisasi dipastikan akan mengurangi genangan air di Kota Medan. Sehingga penanganan banjir di kota terbesar nomor tiga di Indonesia bisa ditangani dengan baik.

“Pastinya, ada berapa berkurang (banjir), bila ini sudah dikerjakan dari konsultan. Merenduksi berapa persen terhadap satu ruas sungai itu dan berapa persen (mengurangi banjir) di Kota Medan itu,” pungkas Aron.

BPBD Siapkan Posko di Tiap Kecamatan

Sebanyak 15 dari 21 Kecamatan di Kota Medan memiliki titik rawan banjir. Terkhusus untuk pemukiman penduduk yang berlokasi dekat dengan bantaran sungai, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati karena dinilai lebih memiliki resiko yang tinggi akan terjadinya banjir.

“Umumnya kecamatan yang dekat hulu dan hilir sungai yang paling terdampak dengan luapan sungai, dan 15 kecamatan itu adalah kecamatan yang dekat dengan hulu maupun hilir sungai,” ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Muhammad Husni, Senin (14/3).

Untuk itu, kata Husni, saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui BPBD kota Medan telah menyiagakan posko banjir di setiap kecamatan di Kota Medan. Mengingat saat ini, BMKG juga memprediksi jika hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di Kota Medan. Sebagai posko induk banjir, BPBD membuatnya di Gedung Dharma Wanita Kota Medan.

“Kita tetap ada posko banjir kota yang tetap stand by untuk menangani titik banjir krusial yang ada. Ini sifatnya untuk mengevakuasi warga terhadap korban banjir,” ujarnya.

Atas potensi hujan dengan intensitas tinggi yang kemungkinan masih akan terjadi di Kota Medan, Husni mengingatkan masyarakat Kota Medan, khususnya yang berada di kawasan bantaran sungai untuk tetap berhati-hati. “Kita harapkan warga untuk tetap waspada pada curah hujan yang tinggi, baik di kota Medan maupun di hulunya. Kemudian kita minta warga untuk dapat mengupdate prakiraan cuaca dari BMKG terkait tingginya curah hujan yang muncul,” kata Husni.

Mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan itu juga meminta kepada masyarakat untuk membantu Pemko Medan dalan menjaga fungsi sungai dan drainase dengan tetap disiplin dalam membuang sampah ditempatnya.

“Kita harapkan masyarakat untuk membuang sampah di tempatnya, jangan lagi di drainase ataupun sungai. Sehingga, sendimentasi (pendangkalan) drainase tidak terjadi dan drainase yang ada dapat mengalirkan air dengan lancar ke sungai,” terangnya.

Terkait hal ini, Husni mengatakan jika dirinya bekerjasama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Medan dan pemangku wilayah kecamatan akan menyosialisasikan kepada masyarakat agar bijak dalam membuang dan mengelola sampah. “Kita minta bantuan kepada Dinas terkait untuk mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan khusus ke sungai ataupun selokan,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution ST, meminta Dinas PU Kota Medan untuk terus memperhatikan kondisi drainase yang ada di Kota Medan.

“Jadi bukan hanya melakukan pembangunan drainase yang baru saja, kondisi drainase yang lama juga harus diperhatikan. Sebenarnya banyak drainase yang masih bagus, tapi karena sedimentasi jadi tidak berfungsi. Ini pengorekan harus terus dilakukan,” kata Dedy kepada Sumut Pos, Senin (14/3). (gus/map/ila)

Polres Asahan Target Rampungkan Vaksin Dosis Kedua

PENGARAHAN: Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH mengarahkan personel pada apel percepatan vaksinasi di Asahan, Senin (14/3).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH memimpin apel pagi yang diikuti para jajaran serta seluruh ASN Polres Asahan di Halaman Mapolres Asahan, Senin (14/3).

Dalam arahannya, Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH mengajak kepada seluruh peserta apel untuk membantu percepatan vaksin dalam menjaga masyarakat agar tetap sehat.

“Untuk sasaran vaksinasi atau target yaitu dosis 2 yang mana 1 hari sebanyak 6.000 dosis bagi masyarakat umum dan lansia 1.100 dosis,” kata Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH.

Kapolres mengungkapkan Istilah drop out yaitu lewat yang artinya lewat di atas 6 bulan apabila ada masyarakat yang telah di vaksin dosis 1 Sinovack sudah lewat 6 bulan bisa divaksin yang berbeda dengan dosis 1 vaksin apapun itu, dan untuk vaksin Booster setelah vaksin 2 dalam jangka waktu tiga bulan sudah bisa vaksin ketiga.

“Diingatkan kembali kepada Bhayangkarinya yang belum melaksanakan vaksin dosis 3 agar segera melaksanakan vaksin dosis 3 Boster. Hari ini akan dilaksanakan rapat dalam hal percepatan vaksin dengan Forkopimda Asahan,” jelasnya.

Di akhir arahannya,Kapolres Asahan menegaskan jangan ada lagi ditemukan pelanggaran anggota Polri khususnya anggota Polres Asahan. “Yang sudah baik saat ini agar dipertahankan,” pungkasnya. Kegiatan apel pagi tersebut diikuti oleh para PJU Polres Asahan, para Kapolsek, Perwira, Bintara serta seluruh ASN Polres Asahan. (dat/azw)

Ustad Almukarrom Ceramah di Acara Milad ke-76 Asahan

CERAMAH: Almukarrom Zulkifli Muhammad Ali LC MA memberikan tausiah agama kepada jamaah Masjid Agung H Achmad Bakrie Kisaran pada acara kajian spesial akhir zaman dalam rangka milad ke-76 Kabupaten Asahan Tahun 2022, Minggu (13/3).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Almukarrom Zulkifli Muhammad Ali LC MA atau yang sering dikenal dengan julukan ustad akhir zaman asal Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memberikan tausiah agama kepada jamaah Masjid Agung H Achmad Bakrie Kisaran pada acara kajian spesial akhir zaman dalam rangka milad ke-76 Kabupaten Asahan Tahun 2022, Minggu (13/3).

Dalam kajian tersebut Almukarrom menyampaikan tanda-tanda akhir zaman kepada para jamaah. Dan mengajak para jamaah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melaksanakan apa yang menjadi perintahnya dan menjauhi apa yang menjadi larangannya.

Sementara Bupati Asahan yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Asahan Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Edi Sukmana SH MSi mengatakan, tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah menjadikan kita selaku hamba Allah senantiasa dapat mengingatnya setiap waktu.

Edi juga mengatakan, acara kajian akhir zaman ini merupakan aplikasi dari visi dan misi Pemerintah Kabupaten Asahan yaitu terwujudnya masyarakat sejahtera yang religius dan berkarakter.

“Melalui kegiatan ini kita diingatkan sekaligus diajak kembali untuk muhasabah (intropeksi diri) sejauh mana kualitas amak ibadah kita kepada Allah SWT selama ini dan sebesar apa upaya kita dalam memperbaiki dan meningkatkannya,” ungkap Edi.

Menutup pidatonya Edi mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Asahan, mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara kajian spesial akhir zaman dalam rangka menyambut milad ke-76 Kabupaten Asahan, serta mengimbau untuk selalu menjaga Prokes, sehingga ke depannya Covid-19 dapat berangsur hilang dan sirna. (dat/azw)

Kemenkominfo Dorong Masyarakat Bayar Pajak Secara Digital

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melalui Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi mendorong masyarakat Indonesia untuk membayar pajak secara digital pada acara daring bertajuk Obral Obrol liTerasi Digital: “Wajib Bayar Pajak, Wajib Paham Literasi Digital Juga Yuk!!”. Acara tersebut disiarkan secara langsung melalui akun YouTube dan Facebook Siberkreasi pada 10 Maret 2022.

Beberapa pembicara penting yang turut mengisi, antara lain Kepala Subdit Penyuluhan Pajak Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak (DJP), Inge Diana Rismawati, content creator Martin Anugerah, serta Koordinator Gerakan #BijakBersosmed dan Founder HiPajak.id, Enda Nasution.

Memahami manfaat pajak

Pajak berfungsi sebagai sumber utama pemasukan negara yang akan dikeluarkan untuk mendanai konstruksi dan pembangunan infrastruktur publik, yang pada akhirnya dapat bermanfaat dan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia.

“Sebelum memahami manfaat-manfaat pajak, kita harus mengetahui bahwa pajak berkontribusi sebesar 70% dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Tahun lalu, otoritas pajak Indonesia mengumpulkan sebanyak Rp1,230 triliun untuk pembiayaan di Indonesia. Kendati demikian, angka tersebut mengalami penurunan dari 2019 dengan total Rp1,330 triliun dari pajak yang terkumpul,” ungkap Inge.

Pajak juga digunakan untuk mendanai berbagai sektor publik. Meski begitu, selama pandemi ini, pajak dialokasikan untuk dua prioritas: pemulihan ekonomi nasional dan kesehatan.

“Tolong jangan jadi free rider. Jangan meminta fasiltas yang melimpah dari negara, namun ketika diminta untuk membayar pajak, ada beribu alasan. Semoga masyarakat Indonesia, khususnya millennial, bisa mengapresiasi manfaat besar dari membayar pajak,” imbuh Inge.

Sebagai content creator, Martin Anugerah membagikan pandangannya perihal membayar pajak. “Saya tidak keberatan untuk membayar pajak, justru sebaliknya, saya sangat ingin membayar pajak. Karena pada dasarnya, pajak itu harus dibayar, baik dibayar di depan ataupun di belakang, artinya kalau tidak mau bayar pajak, pada akhirnya kita akan diminta dengan cara apapun. Selama pajak yang terkumpul dikelola dengan baik oleh pemerintah, saya bersyukur untuk itu karena yang diuntungkan dari pajak adalah kita sendiri.”

Bayar pajak secara digital

Saat ini, membayar pajak dapat dilakukan dengan lebih mudah daripada sebelumnya. Generasi saat ini dapat memanfaatkan berbagai aplikasi digital untuk memenuhi kewajiban perpajakan, mulai dari pencatatan, penghitungan, sampai penyelesaian pajak. Salah satu dari beragam aplikasi digital tersebut adalah HiPajak.id.

“Fiturnya semudah aplikasi chatting. Misalnya, tersedia informasi seputar pendapatan, total aset, status perkawinan, serta ada atau tidaknya anak kita. Untuk menggunakannya, kita hanya perlu akrab dengan fitur chatting. Jika kita mampu menggunakan (aplikasi) WhatsApp, maka kita pasti bisa menggunakan aplikasi ini dengan mudah,” ujar Enda.

Dengan menggunakan aplikasi pajak digital, dipadukan dengan berbagai fitur digital dan infrastruktur IT yang telah dikembangkan oleh DJP, membayar pajak menjadi lebih transparan dan mudah untuk masyarakat Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Obral Obrol liTerasi Digital atau acara Siberkreasi mendatang, silakan kunjungi http://info.literasidigital.id dan ikuti @siberkreasi di media sosial. (rel/sih)

Bupati Labuhanbatu Pimpin Rakor Vaksinasi Covid-19

RAKOR: Bupati Labuhanbatu, Erik Adtrada Ritonga memimpin rakor pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di lingkungan Kabupaten Labuhanbatu di ruang data dan karya, Kantor Bupati Labuhanbatu, Senin (14/3). fajar/sumut pos.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga memimpin rapat koordinasi (rakor) pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di lingkungan pemerintah kabupaten Labuhanbatu di ruang data dan karya, Kantor Bupati Labuhanbatu, Senin (14/3).

Bupati dalam sambutannya mengatakan proses percepatan vaksinasi Covid-19 di kabupaten Labuhanbatu harus segera digenjot untuk mencapai target 70 persen. “Percepatan Vaksinasi covid-19, harus digenjot untuk mencapai target 70 persen di kabupaten Labuhanbatu,” kata Bupati.

Di situ Bupati menegaskan kepada para camat untuk berperan aktif dan jemput bola, menggenjot proses percepatan vaksinasi di wilayah kerja masing masing.

“Untuk para camat saya tegaskan, untuk berperan aktif dan jemput bola agar menggenjot proses percepatan vaksinasi di wilayah kerja masing masing,” tegas Bupati.

Selanjutnya Pelaksana tugas (plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kaban BPBD) Edi Syahmir Hasibuan memaparkan pencapaian vaksinasi Covid-19, di lima kecamatan yaitu Kecamatan Bilah hilir, Kecamatan Pangkatan, Kecamatan Bilah hulu, Kecamatan Bilah Barat, Kecamatan Rantau Selatan.

“Untuk kecamatan Bilah Hilir capaiannya 48,72 %, Kecamatan Bilah hulu capaiannya 43,65 %, Kecamatan Pangkatan capaiannya 31,13%, Kecamatan Rantau Selatan capaiannya 28,79%, Kecamatan Bilah Barat capaiannya 31,58%,” pungkas Edi.

Turut hadir di acara rapat tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Labuhanbatu, para Asisten Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Direktur RSU Labuhanbatu, Para Kepala Puskesmas, para camat, beberapa lurah, para kepala desa se Kabupaten Labuhanbatu dan beberapa kepala lingkungan serta tamu undangan. (fdh/azw)

Nisel Diguncang Gempa Tektonik

NISEL, SUMUTPOS.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, wilayah Pantai Selatan Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara (Sumut) diguncang gempa tektonik, Senin (14/3) sekira pukul 04.09 WIB. “Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,7. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,71° LS;98,50° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 6Km arah Selatan Hibala, Nias Selatan, Sumatera Utara pada kedalaman 25 kilometer,” papar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, Senin (14/3).

Dikatakannya, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik.

Endah menjelaskan, gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Padang, Siberut, Nias Selatan, Gunungsitoli dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Padang Panjang, Bukittinggi, Pasaman Barat, Tuapejat, Pariaman dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah).

“Terasa getaran seperti truk berlalu terutama di Payakumbuh, Kerinci, Tapanuliselatan (Tapsel), Pesisir Selatan, Batusangkar, Padang Pariaman, Solok dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi Tsunami,” paparnya.

Dia menambahkan, pada pukul 05.10 WIB terjadi gempa bumi susulan sebanyak empat kali dengan magnitudo terbesar M6.0. Kepada masyarakat, lanjutnya, diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“ Masyarakat agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” pungkasnya. (dwi/azw)

Australia Awards Gelar Lokakarya Pembelajaran Pengembangan Destinasi

beri METERI: Matteo Bierschneider (CEO Wise Steps Travel), sedang memberikan materi pembelajaran tentang pengembangan destinasi kepada peserta yang mengikuti lokakarya di Dolok Sanggul, kemarin.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Australia Awards selenggarakan loka karya tentang pengembangan destinasi, dan produk pariwisata di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

Kepala Dinas Pariwisata, dan Pemuda Olahraga Jakkon Halomoan Marbun mengatakan, lokakarya ini dilaksanakan selama lima hari, mulai tanggal 4 sampai 9 Februari lalu. “Kegiatan ini menyasar ke para pemangku kepentingan di level pemerintahan dan juga komunitas di Humbahas,” katanya di Dolok Sanggul, Senin (14/3).

Dijelaskannya, adapun para pemangku kepentingan di level pemerintahan diberikan lokakarya terkait tata kelola yang meliputi tata kelola pemasaran, tata kelola destinasi, dan juga manajemen pelayanan serta keberlanjutan.

Program lokakarya ini lebih memfokuskan dalam membangun koordinasi antar institusi pemerintahan di tingkat kabupaten agar dapat berkolaborasi dan melaksanakan tugas serta fungsi keterlibatan masing-masing dalam pengembangan destinasi di Humbang Hasundutan khususnya Kecamatan Baktiraja.

Para peserta diajak untuk bekerjasama antar institusi dalam menciptakan solusi atas permasalahan aktual pariwisata menggunakan beberapa tools yang disediakan oleh para ahli dari Wise Steps Group.

Sedangkan untuk pemangku kepentingan di level komunitas Kabupaten Humbahas, lanjut dia mengatakan, diberikan lokakarya terkait perencanaan pemasaran, perumusan strategi promosi, serta pengembangan produk pariwisata.

Program yang disampaikan kepada komunitas diberikan dengan cara yang agak sedikit berbeda daripada lokakarya-lokakarya Wise Steps Foundation pada umumnya.

Komunitas diajak untuk merasakan secara langsung pengalaman bersepeda di kawasan Kecamatan Baktiraja yang digadang-gadang akan disepakati bersama menjadi salah satu produk yang ditawarkan di kecamatan ini.

Selain itu, hal ini juga bertujuan untuk mempertahankan antusiasme komunitas dalam mengikuti program lokakarya yang dilakukan. “Jadi, diharapkan terciptanya dua produk yang dikreasikan oleh komunitas yang didampingi selama program ini berlangsung. Wacana produk yang akan dihasilkan melalui program ini adalah branding sebagai identitas yang menguatkan dan menambahkan nilai dari produk serta layanan lokal, serta sebuah paket pengalaman wisata melalui kegiatan bersepeda,” katanya.

Lanjutnya menambahkan, program lokakarya ini dilakukan selama lima hari di Nowly Hotel Kecamatan Dolok Sanggul dan Senior Bakara Hotel Kecamatan Baktiraja.

Dengan melibatkan para tenaga ahli nya, diantaranya Moch. Nalendra (CEO Wise Steps Consulting), Matteo Bierschneider (CEO Wise Steps Travel, Ferry Sabam Samosir (Swisscontact) sebagai pembicara tamu untuk lokakarya tata kelola destinasi.

Selain itu komunitas juga didampingi langsung oleh Hidayat Nur Faizi (Program Coordinator Wise Steps Foundation) hingga program ini selesai, sehingga jalur komunikasi antara komunitas dan tenaga ahli dapat tetap terjaga, sekaligus memastikan tujuan utama program dapat tercapai dengan maksimal.(des/azw)

Wali Kota Binjai Lantik 16 Pejabat, Kepala Disdik Lengser dari Jabatan

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai H Amir Hamzah, melantik 16 pejabat eselon 2, 3, dan 4 lingkup Pemko Binjai. Pelantikan digelar di Aula Lantai 2 Balai Kota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman, Binjai Kota, Senin (14/3).

Dari 16 pejabat yang dilantik, beberapa di antaranya merupakan hasil seleksi atau lelang jabatan. Adapun mereka, yakni Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Chairin Fitri Simanjuntak; Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Erwin Toga Tua Parulian Purba; Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Hardiansyah Putra Pohan, serta Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Mahyar Nafiah.

Pada kesempatan itu, Amir mengucapkan selamat kepada pejabat yang baru dilantik. Pelantikan ini menurutnya, telah disetujui oleh Komisi Aparatur Sipil Negara terhadap pejabat hasil lelang jabatan atau seleksi terbuka, yang digelar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Binjai.

“Hari ini (kemarin, red) telah dilaksanakan pelantikan terhadap jabatan pimpinan tinggi pratama, jabatan eselon 3, dan eselon 4 lingkup Pemko Binjai. Saya banyak berharap, terutama kepada Kepala Dishub, Kepala Satpol PP, Kepala BPKAD, dan Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman,” ungkap Amir.

Amir banyak berharap kepada pucuk pimpinan yang baru dilantik sebagai pejabat eselon 2 tersebut. Bahkan dia mengaku, sudah mengingatkan agar mereka yang baru saja dilantik, dapat bekerja dengan serius.

“Koordinasi juga dengan stakeholder lainnya, untuk membuat kota ini ke depannya lebih nyaman dan aman, untuk dihuni oleh masyarakat,” tuturnya.

Sementara dalam pelantikan ini, Sri Ulina Ginting selaku Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) dan Rudi Iskandar Baros selaku Kepala Dinas P3AM, lengser dari jabatannya. Sri dilantik sebagai Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Binjai, dan Rudi dilantik sebagai Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Disinggung pejabat yang turun jabagan, Amir menjelaskan, itu adalah hal biasa. Bagi dia, jabatan adalah sebuah amanah yang dapat dilakukan evaluasi melalui kompetensi. “Hal yang biasa itu, ada yang naik maupun turun,” katanya.

Sedangkan Ismail Ginting tetap selamat jadi pejabat eselon 2. Buktinya, mantan Kepala Dinas Perizinan yang pernah menyandang status tersangka dugaan korupsi ini, hanya dirotasi menjadi Kepala Dinas Pariwisata (Dispar). (ted/saz)