Home Blog Page 2701

Pemko Gunungsitoli Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng Curah

OPERASI PASAR: Pemerintah Kota Gu-nungsitoli melalui Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kota Gu-nungsitoli gelar operasi pasar minyak goreng curah di Halaman Gedung Persekutuan Iman, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kecamatan Gunungsitoli (25/4).

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat dalam hal ketersediaan minyak goreng, pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli melaksanakan operasi pasar minyak goreng curah yang dilaksanakan di halaman Gedung Persekutuan Iman, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kecamatan Gunungsitoli (25/04/2022).

Kepala Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli melalui Kepala Bidang Perdagangan dan Ketenagakerjaan Andy S Laia SH MH mengungkapkan operasi pasar minyak goreng curah yang dilaksanakan itu menyediakan kurang lebih 10 ton minyak goreng curah dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp. 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram.

“Kegiatan yang kita laksanakan ini hanya satu hari, dimulai dari pagi hingga sore hari, dan diperuntukkan bagi warga masyarakat Kota Gunungsitoli,” ungkapnya.

Andy Laia mengatakan berdasarkan pantauan Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli di lapangan dan beberapa pasar, minyak goreng curah saat ini sudah mencapai Rp 20.000 per kilogram.

“Oleh karena itu kita melaksanakan operasi pasar guna menstabilkan harga minyak goreng curah, dan juga untuk menjamin ketersediaan minyak goreng kepada warga masyarakat Kota Gunungsitoli,” katanya.

Ada pun syarat memperoleh minyak goreng curah pada operasi pasar yang digelar itu adalah masyarakat wajib membawa fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) domisili Kota Gunungsitoli sebanyak 1 lembar serta membawa jerigen/wadah sebagai tempat penampungan minyak goreng.

Kegiatan operasi pasar itu berjalan lancar. Tampak masyarakat antusias mengantri untuk mendapatkan minyak goreng curah.

“Semoga dengan adanya operasi pasar ini dapat membantu masyarakat untuk memperoleh minyak goreng curah dengan harga sesuai HET yang telah ditetapkan oleh Pemerintah,” pungkasnya. (adl/ram)

Normalisasi Jalan di Kecamatan Tanah Pinem Hampir Tuntas

TERANGKAN: Kepala BPBD Dairi, Masaraya Berutu menerangkan proses normalisasi sejumlah ruas jalan di Kecamatan Tanah Pinem.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Normalisasi dan pembuatan parit alami serta pembuatan gorong-gorong sementara disejumlah ruas jalan penghubung antar desa di Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, sudah hampir tuntas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Masaraya Berutu mengatakan dari informasi yang diterimanya dari Kepala UPT Peralatan Dinas PUTR, Malanton Berutu, saat ini normalisasi yang sedang dikerjakan dan akan segera selesai di desa Alur Subur.

“Normalisasi dan pembuatan parit alami serta gorong-gorong sementara di Kecamatan Tanah Pinem ini menindaklanjuti hasil kunjungan kerja yang dilakukan Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu beberapa waktu lalu. Dimana, dalam kunker dilakukan Bupati, masyarakat minta supaya infrastruktur di kecamatan itu mendapat perhatian Pemkab Dairi,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa (26/4).

BPBD bersama Dinas PUTR, telah menindaklanjuti sesuai usulan masyarakat untuk melakukan perbaikan. Masaraya memaparkan, adapun ruas jalan yang dinormalisasi adalah mulai Simpang Renun- Namo Sanggar, Desa Lau Njuhar – Liang Jering hingga ke Alur Subur dengan total 45,5 kilometer (km) dengan lebar jalan 6 meter.

Masaraya menyebut sejumlah kesulitan dihadapi khususnya untuk desa Alur Subur. Dimana, jenis tanah berpasir serta berbatu sehingga membutuhkan alat penghancur batu.

“Disamping itu, kontur kemiringan tanah serta vegetasi hutan yang sudah rusak sehingga wilayah itu mudah longsor dan menutup badan jalan,” ungkap Masaraya.

Seperti diketahui, Kecamatan Tanah Pinem merupakan salahsatu sentra penghasil jagung terbesar di Kabupaten Dairi, selain Kecamatan Tigalingga dan Gunung Sitember. (rud/ram)

Luncurkan Desa Ramah Perempuan & Peduli Anak, Stunting di Sumut Terus Menurun

Dampingi: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mendampingi Menteri PPPA Bintang Puspayoga di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Bintang Puspayoga mengunjungi sekaligus menggelar sosialisasi dan peluncuran Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Bebas Stunting di Aula Tengku Riza Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (26/4).

Dalam kegiatan tersebut, Menteri PPPA RI menyampaikan bahwa berdasarkan data laporan, Sumut termasuk provinsi yang memberikan perhatian kepada upaya penurunan angka stunting. Apalagi secara keseluruhan di Sumut, berdasarkan laporan BKKBN menyebutkan sebanyak 13 kabupaten/kota memiliki prevalensi stunting di atas 30%.

Hadir dalam acara sosialisasi, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) RI Hasto Wardoyo, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis, Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari, sejumlah bupati/walikota, serta pimpinan OPD.

Masalah stunting anak, kata Bintang Puspayoga, merupakan fokus pembangunan pemerintah, sejalan dengan program Kementerian PPPA yang juga mengurusi persoalan pemberdayaan perempuan dengan semangat menyelesaikan persoalan secara bersama. “Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, ini yang harus diperhatikan dan diselesaikan bersama,” katanya.

Untuk itu, katanya, banyak inovasi dilakukan oleh BKKBN, karena memang tujuannya adalah bagaimana menekan angka stunting serendahnya. Dengan begitu, tugas Gubernur dapat terbantu karena ada lembaga dan pihak terkait yang juga peduli dengan kondisi ini.

“Makanya perlu ada kerja sama berbagai pihak terkait. Menjadi PR kita implementasi di lapangan. Untuk itu kalau Menteri PPPA turun, kami akan tanya tentang kondisi perempuan dan anak kepada Gubernur,” sebutnya.

Untuk langkah Pemprov Sumut sendiri, kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, pihaknya terus berupaya menekan stunting, sehingga diharapkan pada tahun depan, penurunan prevalensi terjadi signifikan. Karenanya perlu konsep yang matang sebelum langkah lanjut ditentukan.

“Kami menyadari angkanya masih jauh dari target kita,” kata Edy Rahmayadi, berdasarkan data BKKBN, dimana 13 dari 33 kabupaten/kota yang berada di Sumut berstatus merah alias memiliki prevalensi stunting di atas angka 30%.

Ia pun melaporkan data dan kondisi serta kesulitan yang dihadapi dalam rangka mengambil langkah penurunan stunting. Namun Pemprov Sumut berkomitmen untuk bisa mengatasi kesulitan tersebut.

Senada dengan itu, Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo mengapresiasi respons Gubernur-Wakil Gubernur Sumut terhadap kegiatan percepatan penurunan stunting. Sebagaimana amanah Presiden, BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting Indonesia.

“Target angka stunting di 2024 adalah 14%. Jadi ini menjadi kendala dalam mencapai bonus demografi di tahun 2035-2040. Sehingga generasi yang kita cetak mulai sekarang harus bebas stunting,” sebutnya.(gus)

Liverpool vs Villarreal: Awas Kejutan

KEJUTAN: Pelatih Villareal Unai Emery siap memberi kejutan saat melawan Liverpool pada leg I semifinal Liga Champions, Kamis (28/4) dini hari WIB.

SUMUTPOS.CO – LIVERPOOL akan menjamu Villarreal di Anfield pada leg pertama babak semifinal Liga Champions 2021/22, Kamis (28/4) dini hari pukul 02.00 WIB. Di atas kertas, Liverpool yang sangat kuat di kandang, tentu lebih difavoritkan. Namun, Liverpool tak boleh lengah. Sebab, Villarreal racikan Unai Emery musim ini telah menjelma menjadi pembunuh raksasa.

Villarreal menjadi tim kejutan di pentas Liga Champions musim ini. Klub berjulukan The Yellow Submarine alias Si Kapal Selam Kuning itu sukses melaju ke semifinal usai mendepak dua klub raksasa yakni Juventus dan Bayern Muenchen. Pada babak 16 besar Liga Champions 2021-2022, Villarreal mampu menyingkirkan Juventus dengan kemenangan agregat 4-1. Usai mendepak Juventus, kejutan Si Kapal Selam Kuning berlanjut dengan “menenggelamkan” Bayern Muenchen via kemenangan agregat 2-1.

Kini, untuk kali kedua dalam sejarah klub, Villarreal menapaki semifinal Liga Champions. Kali terakhir Si Kapal Selam Kuning tampil di semifinal kompetisi antarklub elite Eropa adalah pada musim 2005-2006 silam dan gagal melangkah ke partai puncak setelah dikandaskan Arsenal.

Duel melawan Liverpool akan kembali menguji sejauh mana Villarreal dapat memberikan kejutan di turnamen kali ini. Pelatih Villarreal, Unai Emery, menyadari beban berat yang dihadapi timnya. “Untuk mencapai sesuatu, Anda harus melakukan hal-hal penting dan mengalahkan favorit. Pertandingan (babak 16 besar) melawan Juventus memberi kami banyak kepercayaan diri,” kata dia.

“Di semifinal, kami akan mencoba menciptakan situasi, sehingga kami memiliki peluang. Liverpool adalah tim yang hebat dan Benfica juga. Ini akan menjadi semifinal yang bagus untuk dinikmati,” ujarnya.

Menghadapi Villarreal di kandang sendiri, kepercayaan diri The Reds sedang naik-naiknya. Apalagi, The Reds berhasil mencapai babak semifinal di tiga turnamen berbeda dalam satu musim. Selain Liga Champions, ada FA Cup dan Piala Liga yang sukses dilalui The Reds hingga menembus partai puncak. Pencapaian ini belum pernah dialami Liverpool sebelumnya.

Mereka juga baru saja keluar sebagai pemenang dalam Derbi Merseyside dan North West Derby. Kedigdayaan Liverpool saat melewati laga-laga penting, seperti dua derbi di atas, didukung oleh ketajaman pasukan Jorgen Klopp di depan gawang.

Sebanyak 17 gol berhasil dilesakkan The Reds pada enam pertandingan terakhir. Mayoritas gol tersebut dicetak di babak pertama. Sementara mereka hanya kebobolan delapan gol. Mohamed Salah, Diogo Jota, dan Sadio Mane tentu akan menjadi ancaman pertahanan The Yellow Submarine.

Ketiganya merupakan kunci betapa berbahayanya Liverpool dalam mencipta peluang maupun mengkonversinya sebagai gol. Terlebih, Liverpool juga masih memiliki Luis Diaz yang tampil impresif, meski sebagai penyerang pelapis. Dengan kedalaman dan kelengkapan skuadnya, Jurgen Klopp pun cukup antusias meladeni Villarreal. “Saya tidak pernah menerima sesuatu seperti ini. Saya benar-benar senang. Ini akan sangat, sangat sulit melawan Villarreal tetapi ini adalah semifinal Liga Champions. Jika tidak sulit, berarti ada sesuatu yang salah,” pungkas Klopp. (bbs/adz)

Kendalikan Pandemi Covid-19 saat Lebaran, Pemerintah Perpanjang PPKM

SUMUTPOS.CO – PEMERINTAH tetap menjalankan strategi pengendalian pandemi Covid-19 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah atau Lebaran 2022. Salah satunya, dengan memperpanjang penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Pemerintah juga menjaga kedisiplinan implementasi protokol kesehatan (prokes), hingga mendorong percepatan vaksinasi booster sebagai salah satu persyaratan mudik Lebaran.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan angka reproduksi kasus efektif (Rt) Indonesia terus membaik di semua pulau, yakni 0,99 atau di bawah 1,00 (laju penularan terkendali). “Hal tersebut mengindikasikan perkembangan kondisi pandemi yang sudah cukup terkendali di beberapa daerah,” kata Airlangga, dikutip dari keterangan persnya, Selasa (26/4).

Ia menjelaskan, untuk wilayah Jawa-Bali, rincian angka Rt dari yang tertinggi ke terendah adalah Sumatera (1,00), Papua (1,00), Kalimantan (0,99), Nusa Tenggara (0,99), Maluku (0,99), dan Sulawesi (0,98). “Per April 2022, kasus harian nasional tercatat hanya sebanyak 382 kasus, berkurang signifikan sebesar 99,4 persen dari jumlah tertingginya, yaitu pada 16 Februari 2022 dengan 64.718 kasus,” tuturnya.

Sumber transmisi penularan kasus harian nasional, sambung dia, yakni lokal sebesar 96,6 persen dan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) sebesar 3,4 persen. Kasus konfirmasi harian dalam tujuh hari ke belakang (7 DMA) dibandingkan 7 DMA minggu sebelumnya mengalami penurunan sebesar 40,31 persen.

Adapun kasus aktif nasional berjumlah 17.631 kasus atau turun 96,99 persen dari puncaknya pada 24 Februari 2022 dengan 586.113 kasus. Perubahan 7 DMA kasus aktif nasional seminggu terakhir dibandingkan 7 DMA minggu sebelumnya juga berkurang sebesar 47,88 persen. Sementata itu, kasus kematian harian nasional adalah 33 kasus atau turun 91,77 persen dari puncak kasus kematian pada 8 Maret 2022 dengan total 401 kasus.

Airlangga melanjutkan, kasus harian di luar Jawa-Bali konsisten menunjukkan tren penurunan per 24 April 2022 sebesar 80 kasus (20,94 dari kasus harian nasional) dan kasus aktif sebanyak 3,880 kasus (22,01 persen dari total 17.631 kasus aktif nasional).

“Meski demikian, kasus aktif di Lampung dan Sumatera Barat relatif lebih tinggi daripada daerah lain, meskipun juga mengalami tren penurunan kasus. Kasus aktif tertinggi terdapat di Provinsi Lampung dengan 964 kasus,” ungkap Airlangga.

Sementara itu, secara umum, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) Covid-19, tempat tidur (TT) isolasi, dan intensive care unit (ICU) luar Jawa-Bali relatif terkendali. “Tetapi BOR Covid-19 dan isolasi tertinggi ada di Provinsi Papua, yakni 8 persen. Untuk BOR ICU tertinggi ada di Provinsi Kalimantan Tengah, yakni 29 persen,” tuturnya.

Adapun dua provinsi dengan kasus tertinggi dengan BOR yang masih memadai dan konversi TT di RS rendah adalah Lampung dengan 964 kasus (BOR 3 persen dan konversi 22 persen) serta Sumatera Barat dengan 394 kasus (BOR 3 persen dan konversi 22 persen).

Capaian vaksinasi

Per April 2022, Papua dan Papua Barat adalah dua provinsi dengan capaian vaksinasi dosis pertama di bawah 70 persen. Untuk vaksinasi dosis kedua, saat ini sudah ada 22 provinsi di Indonesia dengan capaian 70 persen dan 15 provinsi di antaranya berada di luar Jawa-Bali.

Sementara itu, ada 25 provinsi yang mencapai angka di atas 10 persen untuk vaksinasi dosis ketiga atau booster dengan 18 provinsi di antaranya berada di luar Jawa-Bali. Adapun untuk vaksinasi lanjut usia (lansia) dosis pertama, sekarang ini hanya tinggal 8 provinsi yang pencapaiannya masih di bawah 70 persen. Kemudian ada 6 provinsi yang berhasil mencapai angka di atas 70 persen vaksinasi lansia dosis kedua dengan 2 di antaranya ada di luar Jawa-Bali.

Penerapan PPKM

Menko Perekonomian Airlangga menjelaskan, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM untuk periode waktu pelaksanaan 14 hari ke depan, yakni 26 April-9 Mei 2022. “Kriteria penerapan level PPKM di luar Jawa-Bali dilakukan berdasarkan level situasi pandemi Covid-19 yang memperhitungkan transmisi komunitas (jumlah kasus, kematian, dan rawat inap) serta kapasitas respons (testing, tracing, treatment, dan BOR),” jelasnya.

Penerapan PPKM juga didasarkan pada tingkat vaksinasi dosis kedua dengan minimal 45 persen dan vaksinasi lansia dosis pertama dengan minimal 60 persen. Kabupaten atau kota yang tidak memenuhi ambang batas akan dinaikkan satu level PPKM-nya. Pengecualian diberikan bagi kabupaten atau kota dengan jumlah penduduk kurang dari 200.000 orang dan memiliki kasus konfirmasi kurang dari 2 kasus per 100.000 penduduk.

Rincian komposisi level PPKM di 386 kabupaten atau kota di luar Jawa-Bali periode PPKM 26 April-9 Mei 2022 yakni, Kabupaten atau kota dengan PPKM level 1 meningkat dari 84 menjadi 131.

Kabupaten atau kota dengan PPKM level 2 menurun dari 259 menjadi 216. Dan Kabupaten/Kota dengan PPKM Level 3 menurun dari 43 menjadi 39.

Vaksinasi Booster di RSU Haji Medan Meningkat

Menjelang beberapa hari lebaran idul fitri, permintaan vaksinasi booster di RSU Haji Medan meningkat. Masyarakat sangat antusias mengikuti vaksinasi dosis tiga lantaran untuk keperluan mudik ke kampung halaman.

Kabag Umum RSU Haji Medan drg Anda Siregar mengatakan, kebanyakan masyarakat yang mengikuti vaksinasi booster berusia antara 40-60 tahun. “Selama dua minggu terakhir ini meningkat 20 persen peminat vaksinasi booster. Keperluannya, rata-rata untuk syarat pembelian tiket arus mudik lebaran,” katanya, Selasa (26/4).

Ia menuturkan, seminggu terakhir jelang lebaran ada 30-50 masyarakat vaksinasi booster setiap harinya. “Kalau hari biasa normalnya hanya 20 orang, tapi sekarang meningkat signifikan,” tuturnya.

Anda mengaku, stok vaksinasi booster di RSU Haji Medan masih cukup hingga lebaran nanti. “Stok vaksin kita Pfizer, bisa untuk 100 masyarakat. Selain itu, ada juga Sinovac untuk vaksin anak, dan kemudian vaksin satu dua ada tapi sedikit,” ujarnya.

Dia menambahkan, layanan vaksinasi di rumah sakit milik Pemprov Sumut ini hanya tinggal dua hari lagi. “Kita hanya buka sebelum lebaran tinggal dua hari lagi, Rabu dan Kamis mulai pukul 09.00-15.00 WIB,” tandasnya. (kps/ris/adz)

Pemko Medan Diharapkan Terus Lakukan Verifikasi & Validasi Data Warga Miskin

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan diharapkan dapat terus melakukan verifikasi dan validasi data warga miskin di Kota Medan. Sehingga nantinya, verifikasi dan validasi data itu dapat menjadi dokumen atau bank data.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H.T. Bahrumsyah SH MH saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan ke IV tahun 2022, Perda No.4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Masjid Raya Taqwa, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Sabtu (23/4).

Dikatakan Bahrum, poin penting di dalam Perda itu adalah mengatur hak-hak orang miskin. Hak-hak itu menyangkut masalah pangan, pelayanan kesehatan, pendidikan, rumah layak huni, sanitasi, kesempatan berusaha, serta perlindungan rasa aman dan nyaman. Sedangnkan syarat utama untuk memperoleh hak-hak tersebut adalah data.

“Sampai saat ini, belum ada data yang benar-benar konkrit. Akibatnya, Pemko Medan kesulitan dalam menjalankan program penanggulangan kemiskinan,” ucap Bahrumsyah.

Menurut Bahrumsyah, data itu juga sangat penting untuk mengukur sejauhmana keberadaan dan jumlah orang miskin di Kota Medan.

“alau data itu benar-benar konkrit, maka program yang akan dijalankan dapat terpenuhi dan terukur,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pimpinan DPRD Medan asal Fraksi PAN itu juga menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah di Jalan Alfalah Raya, Kelurahan Glugur Darat II, Kecamatan Medan Timur. Disana, Bahrumsyah menggelar sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan Nomor 5 tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan.

Dijelaskan Bahrum, skala prioritas yang diatur dalam Perda tersebut adalah menjamin ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan, baik rumah sakit, Puskesmas dan Pustu. Hal ini penting agar RS, Puskesmas dan Pustu menjadi tempat pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Kemudian, Perda ini juga menjamin mudah dijangkaunya sarana dan prasarana kesehatan, baik itu oleh masyarakat, serta bisa memberikan rasa nyaman warga untuk berobat.

“Kiranya sarana dan prasarana di RS Pirngadi, RS Tipe C, 41 Puskesmas dan 80 Pustu dapat menjadi pusat pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Medan,” harapnya.

Perda ini juga, sambung Bahrumsyah, memberi jaminan terhadap perlindungan kesehatan. Warga masyarakat diasuransikan menjadi peserta melalui program KIS yang dikelola oleh BPJS.

“Jadi skala prioritas Pemko Medan hari ini adalah menerapkan sistem Universal Health Covarage (UHC), yaitu menjamin seluruh warga Kota Medan menjadi peserta BPJS, baik mandiri, Pekerja Penerima Upah (PPU) maupun Penerima Bantuan Iuran (PBI),” sambungnya.

Sebab berdasarkan data BPJS Kota Medan, dari 2,5 juta penduduk Kota Medan, baru 80 persen yang tercover BPJS. Sedangkan untuk memenuhi standar UHC, warga yang sudah tercover harus di angka 95 persen.

“Kalau sudah tercapai, maka 5 persen atau 150 ribu orang lagi sudah boleh berobat memakai KTP saja. Kalau program ini dapat diselesaikan, maka Pemko Medan telah menyelesaikan satu pekerjaan rumahnya. Sisa yang 5 persen itu, bisa dilakukan jemput bola agar tercover memakai dana APBN,” pungkasnya. (map)

Polsek Sei Kepayang Tangkap Pengedar Sabu

tersangka berinisial A alias I.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Unit Reskrim Polsek Sei Kepayang Polres Asahan menangkap tersangka pengedar sabu di Jalan Umum Dusin Desa Bagan Asahan Pekan Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan, Rabu (20/4) sekitar pukul 22.00 WIB. Dalam penangkapan itu polisi menyita sabu seberat 510.16 gram netto sebagai barang bukti.

Kapolsek Sei Kepayang AKP Sabran MP SH menjelaskan, tersangka merupakan berinisial A alias I (48) warga Dusun IV Desa Bagan Asahan Baru Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan. Dalam penangkapannya, turut disita juga 1 buah tas ransel warna coklat, 10 plastik klip diduga berisikan sabu 510.16 gram, dan 1 uni ponsel. Kata Kapolsek, awalnya petugas mendapat informasi dari warga adanya peredaran narkotika di Jalan Umum Dusun Desa Bagan Asahan Pekan Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan.

Mendapat informasi itu, Kapolsek kemudian memerintahkan Kanit Reskrim bersama Kapos Bagan Aiptu Muchsin serta Aiptu M Ginting dan Briptu Tri Apriansyah melakukan pengintaian di sekitar daerah TPI Desa Bagan Asahan Baru terhadap orang yang sudah diketahui ciri cirinya. “Saat diamankan dan dilakukan penggeledahan terhadap badan pelaku, ditemukan tas sandang warna hitam coklat dan didalam tas tersebut didapat bungkusan plastik kristal sebanyak 10 bungkus yang diduga narkotika jenis sabu,” ujaru Kapolsek.(dat/azw)