25 C
Medan
Friday, February 6, 2026
Home Blog Page 2701

Pemkab Deliserdang Dukung Program Penurunan dan Pengendalian Angka Stunting

SAMBUT: Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar saat menyambut kunjungan kerja Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo, Kamis (10/3).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar, menyambut langsung kunjungan kerja Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo, dalam rangka Deklarasi Tim Pendamping Keluarga se-Kabupaten Deliserdang, sekaligus Pencanangan Bakti Sosial Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bangga Kencana Kesehatan 2022 di Balairung Pemkab Deliserdang, Kamis (10/3).

Hadir pada acara tersebut, Deputi Latihan, Penelitian dan Pengembangan (Lalitbang) BKKBN RI Prof M Rizal Martua Damanik, Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Muhammad Irzal, Anggota DPRD Deliserdang Sa’adah Lubis, Ketua TP PKK Kabupaten Deliserdang Hj Yunita, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Deliserdang Hj Sri Pepeni, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Deliserdang Herawati, dan Kasdim 0204/DS Mayor Inf Toto Trianto.

Dalam sambutannya, Ali Yusuf menyampaikan, Pemkab Deliserdang akan terus mendorong dan mendukung keberhasilan program KB kesehatan di daerah ini, melalui berbagai program yang bersinergi, termasuk program penurunan dan pengendalian angka stunting.

“Kita harus terus melakukan perbaikan, untuk peningkatan kesejahteraan warga dengan membangun sektor-sektor strategis guna menjawab tuntutan perbaikan kehidupan warga yang cenderung semakin tinggi bahkan semakin kompleks. Karena itu, momentum kebersamaan dan semangat gotong-royong warga bagi upaya percepatan pembangunan daerah yang sudah dikembangkan selama ini harus dapat dijaga, dipelihara, dan dipertahankan,” ungkap Ali Yusuf.

Ali yusuf juga mengatakan, dengan kebersamaan Kabupaten Deliserdang akan tampil menjadi satu daerah yang maju di Sumut.

“Melalui tema Bakti Sosial IBI Bangga Kencana Kesehatan 2022 Deliserdang, kita tingkatkan pelayanan KB persalinan dalam rangka menurunkan dan mengendalikan angka stunting di Sumut, khususnya di Deliserdang,” tuturnya.

Sementara Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo mengatakan, berdasarkan pendataan keluarga 2021, angka TFR Sumut sebesar 2,60.

Menurutnya, hal ini masih jauh target yang diharapkan, yakni 2,16. Sedangkan angka prevalensi stunting Sumut sebesar 25,8 persen. Angka ini cukup jauh dari harapan Presiden RI, yakni 14 persen pada 2024 (SSGI 2021). Namun angka prevalensi stunting di Kabupaten Deliserdang sudah mencapai 12,5 persen. Angka terendah prevalensi stunting dari 33 kabupaten kota di Sumut.

Sebelumnya, Kepala Dinas P3AP2KB Era Permata Sari, dalam laporannya menjelaskan, maksud dilaksanakannya kegiatan ini untuk meningkatkan komitmen pemangku kepentingan dan penentu kebijakan serta pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga serta remaja tentang Program Bangga Kencana, melalui integrasi edukasi yang melibatkan para pemangku kepentingan atau penentu kebijakan serta mitra kerja di tingkat provinsi, dan kabupaten kota. (btr/saz)

Perbaikan Jalan Umar Baki, Kejari Binjai Tunggu Dokumen Perencanaan

TUTUP JALAN: Massa menutup jalan rusak akibat maraknya truk melebihi tonase melintas di Jalan Umar Baki, Kelurahan Payaroba, Binjai Barat, beberapa waktu lalu.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Binjai mengaku, telah mendengar ekspos dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Binjai terkait perbaikan ruas Jalan Umar Baki, Kelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat, Rabu (9/3) lalu.

Namun, permintaan dari Dinas PUPR Kota Binjai tidak langsung diterima oleh Kejari KOta Binjai, untuk mengawal jalannya perbaikan jalan tersebut.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Binjai, Muhammad Harris menjelaskan, ekspos tersebut juga didengar langsung oleh pucuk pimpinannya, M Husein Adjmaja.

Selain Kajari Kota Binjai, juga ada Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Kota Binjai Sutan Harahap, yang ikut dalam ekspos tersebut.

“Kepala Dinas PUPR juga ada dalam ekspos itu. Mereka menyebutnya, pekerjaan itu dengan peningkatan,” ungkap Harris, Kamis (10/3).

Harris pun mempertanyakan, kenapa proyek tersebut disebut peningkatan. Rupanya, anggaran yang minim dengan pengerjaan tidak sekaligus sepanjang 7 kilometer ini, dikerjakan secara terpisah.

Artinya, mana titik yang tampak cukup parah lubangnya, diperbaiki pada tempat tersebut.

Menurut Harris, ada beberapa pekerjaan fisik yang masuk dalam proyek strategis. Dan peran Kejari Kota Binjai berdasarkan usulan dari dinas terkait.

“Awalnya penetapan dari Wali Kota Binjai, mana yang menjadi proyek strategis daerah. Lalu melayangkan permohonan kepada Kejari Binjai melalui satker, untuk pendampingan,” jelasnya, seraya menjelaskan, dulu hal ini disebut TP4D, namun kini menjadi Pengamanan Proyek Strategis (PPS).

Perbedaannya, lanjut Harris, kalau TP4D seluruh pekerjaan fisik maupun pengadaan, mendapat pendampingan. Sementara PPS, mendapat pengawalan dari Korps Adhyaksa atas permohonan.

“Jadi begitu. Enggak semua pembangunan mendapat pengawalan. Dan juga berdasarkan penetapan wali kota saja yang masuk dalam proyek strategis. Ada beberapa proyek strategis yang mendapat pengawalan,” tutur mantan Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Batubara tersebut.

Lebih lanjut dia mengatakan, ekspos yang dilakukan Dinas PUPR Kota Binjai belum sampai kepada perencanaan.

“Mereka baru sebatas tentang pelaksanaan lelang. Nanti Bagian Pengadaan Barang dan Jasa atau Unit Layanan Pengadaan yang akan melakukan ekspos,” beber Harris.

“Jadi terkait jalan di Payaroba ini, belum tentu kami dampingi. Kami masih menunggu dokumen perencanaannya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas PUPR dengan Dinas Perhubungan Kota Binjai, saling tuding soal pengawasan truk yang melintas di Jalan Umar Baki, diduga bermuatan melebihi tonase hingga berbuntut ruas jalan tersebut rusak parah.

Bagi Dinas PUPR Kota Binjai, sejatinya Dishub Kota Binjai yang melakukan pengawasan terhadap truk bertonase berlebih itu. Dan Dishub Kota Binjai pun menyesalkan tudingan dari Dinas PUPR Kota Binjai itu.

Alhasil, sudah banyak masyarakat yang jadi korban akibat rusaknya ruas jalan tersebut. Tak hanya luka-luka, namun juga korban meninggal dunia. (ted/saz)

Rutan Kabanjahe Kejar Vaksinasi WBP

VAKSINASI: Gelaran vaksinisasi terhadap WBP di Rutan Kabanjahe.

KARO, SUMUTPOS.CO – Menindaklanjuti target pencapaian herd immunity di UPT Pemasyarakatan, Rutan Kabanjahe Kanwil Kemenkumham Sumut kembali menggelar vaksinasi Covid-19 kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan ini bekerja sama dengan Polres Tanah Karo, didampingi perawat mahir Rutan Kabanjahe Mawarta Ginting dan Meriati Sembiring.

Kepala Rutan Kabanjahe, Sangapta Surbakti mengatakan, semua pihak tidak bisa kompromi dengan  penyebaran virus. “Percepatan herd immunity di lingkungan Rutan Kabanjahe harus dikejar. Sebab hal ini berkaitan juga dengan hak WBP, di antaranya memperoleh jaminan kesehatan,” ungkap Sangapta.

Di lain sisi, sambung Sangapta, seperti diketahui sejak pandemi melanda, kunjungan tatap muka ditiadakan. “Jadi jika tercapai herd immunity, statistik penyebaran Covid-19 akan segera menurun. Karena itu, kunjungan tatap muka dapat dihadirkan kembali,” imbuhnya.

Ke depannya, menurut Sangapta, Rutan Kabanjahe masih akan terus melaksanakan giat vaksinasi Covid-19, bekerja sama dengan instansi lain. Sehingga target  seluruh WBP Rutan Kabanjahe mendapatkan vaksin hingga dosis ketiga akan segera tercapai. (deo/saz)

Kesal Jalan Suka Mulia Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanam Pohon Pisang

TANAM: Warga Jalan Suka Mulia Gotong Royong, Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, menanam pohon pisang di tengah jalan, Rabu (9/3).affandi/sumut pos.

SUMUTPOS.CO – Kesal dengan kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki, hingga kerap menimbulkan kecelakaan, warga sekitar Jalan Suka Mulia Gotong Royong, Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, menanam pohon pisang di tengah jalan, Rabu (9/3) lalu. Puluhan warga melarang kendaraan bertonase besar melintas, karena dianggap sebagai biang kerusakan ruas jalan tersebut.

Menurut warga sekitar, kerusakan badan jalan ini, sudah cukup lama mereka dirasakan. Lubang besar di beberapa titik, sering mengakibatkan kecelakaan, baik pengendara roda 2 maupun roda 4.

Parahnya lagi, di saat musim panas kawasan tersebut menimbulkan abu hingga mengganggu lingkungan sekitar, dan menjadi kubangan lumpur saat musim penghujan.

“Sudah lama kami rasakan makan abu, kalau hujan becek dan berlumpur hingga sulit dilalui. Kerusakan diakibatkan truk-truk CPO dan pengangkut buah kelapa sawit setiap hari,” ungkap Budi (43), seorang warga sekitar.

Sebelumnya, seorang pengusaha Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di Desa Teluk Meku, Kecamatan Babalan, menimbun jalan yang rusak dengan batu kali (sungai). Namun penimbunan tanpa dilakukan pemadatan ataupun pengerasan, sehingga batu sering terlempar dan terpental saat dilintasi kendaraan.

“Pernah ditimbun batu hingga menumpuk di tengah jalan tanpa pengerasan. Dilindas kendaraan, batunya mental ke rumah warga. Ini sangat berbahaya, makanya kami bongkar,” tutur Budi lagi.

Senada, Mail (39) mengatakan, sudah berapa kali kendaraan mengalami kecelakaan di daerah tersebut. Pengendara mobil maupun sepeda motor, juga sering terjatuh. Namun sudah sekian lama jalan ini rusak, tak kunjung diperbaiki juga.

“Dampak kerusakan jalan ini sangat dirasakan warga. Jadi kami minta jalan ini segera diperbaiki. Jangan hanya ditimbun, tapi harus diaspal,” pinta Mail, diamini warga lainnya. (mag-2/saz)

Menag Segera ke Saudi Bahas Haji

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam waktu dekat ini akan segera bertolak ke Arab Saudi bertemu Menteri Haji Saudi untuk membahas soal persiapan penyelenggaraan ibadah haji, termasuk menjajaki kemungkinan memanfaatkan kuota negara lain yang tidak terserap habis.

“Kami tengah mempelajari dan akan bertemu dengan Menteri Haji Saudi untuk membahas negara-negara yang tidak memanfaatkan kuota hajinya agar dapat digunakan oleh Indonesia,” ujar Menag Yaqut Cholil dalam keterangan resmi Kemenag yang dikutip dari Jakarta, Kamis (10/3).

Pernyataan Yaqut tersebut disampaikan usai menerima kunjungan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Syekh Essam bin Abed Al-Taqafi di Jakarta, Kamis. Hingga kini Pemerintah Arab Saudi belum memberikan lampu hijau apakah ibadah haji akan dibuka untuk jamaah luar negeri atau tidak. Tetapi, sinyal akan dibuka telah menguat seiring dengan pencabutan sejumlah aturan, seperti PCR dan karantina.

Selain membahas soal haji, Yaqut mengatakan pertemuan dengan Syekh Essam bin Abed Al-Taqafi membahas rencana kunjungan Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Penyuluhan Arab Saudi Syaikh Abdullatif bin Abdulaziz Al-Syaikh ke Indonesia.

Yaqut mengaku senang dengan rencana kunjungan Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Penyuluhan Arab Saudi, Syaikh Abdullatif bin Abdulaziz Al-Syaikh ke Indonesia. Apalagi saat ia berkunjung ke Arab Saudi disambut dengan hangat oleh Menteri Urusan Islam dan Dakwah Saudi tersebut.

“Ini membuat saya merasa berutang untuk menyambut dan melayani beliau saat berkunjung ke Indonesia. Kami akan berusaha dengan sebaik-baiknya terkait kunjungan Menteri Urusan Islam ke Indonesia seperti bertemu dengan Presiden dan ormas Islam di Indonesia,” kata Menag.

Sementara itu, Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Syekh Essam bin Abed Al-Taqafi menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah mengundang Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Penyuluhan Arab Saudi ke Indonesia. “Kami juga merasa sangat nyaman di Indonesia karena Kemenag, NU dan ormas Islam lainnya adalah sahabat. Kemenag dan NU adalah dua sektor penting bagi Kerajaan Arab Saudi,” kata dia.

Biaya Haji Dikaji Ulang

Kebijakan Arab Saudi melonggarkan protokol kesehatan Covid-19 berdampak pada biaya haji. Kementerian Agama (Kemenag) kini mengkaji ulang usulan biaya haji 2022. Sebelumnya, besarannya diusulkan Rp 45 jutaan untuk setiap jemaah haji reguler.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief menuturkan, biaya haji Rp 45 juta itu lebih besar sekitar Rp 10 juta dibandingkan dengan ongkos haji 2019 lalu. Kenaikan itu, antara lain, untuk biaya swab PCR di Arab Saudi. Dalam perkembangannya, Arab Saudi tidak mewajibkan swab PCR bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), termasuk jemaah umrah maupun haji.

Hilman sudah melapor ke Menag Yaqut Cholil Qoumas terkait perkembangan kebijakan prokes Covid-19 di Arab Saudi tersebut. ’’Kami juga akan berkonsultasi dengan Komisi VIII DPR untuk menyikapi perkembangan situasi. Utamanya terkait adanya pelonggaran protokol kesehatan, baik di tanah air maupun di Tanah Suci,’’ jelasnya.

Konsultasi dengan Komisi VIII DPR itu juga termasuk kemungkinan mengkaji ulang usulan biaya haji 2022. Seperti diketahui, usulan biaya haji 2022 sudah disampaikan Kemenag ke DPR pertengahan Februari lalu.

Hilman membenarkan bahwa salah satu penyebab kenaikan ongkos haji 2022 adalah memperhitungkan biaya pelaksanaan prokes Covid-19 di Saudi. Khususnya biaya untuk karantina dan swab PCR. ’’Kenaikan biaya haji juga berkaitan dengan kenaikan biaya penerbangan dan biaya operasional di Arab Saudi maupun di tanah air,’’ jelasnya. Hilman yakin adanya kebijakan baru dari Saudi tersebut berpengaruh terhadap biaya haji yang ditanggung jamaah. (jpc)

Pengurus MUI Dilantik, Syah Afandin Bakal Bangun Tempat Berkumpul Ulama

BERSAMA: Plt Bupati Langkat H Syah Afandin diabadikan bersama para pengurus MUI Kabupaten Langkat pada Pelantikan dan Rakerda Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Langkat di Jentera Malay Rumah Dinas Bupati Langkat, Stabat, Rabu (9/3).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat H Syah Afandin menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Langkat, Masa Khidmat 2021-2026 di Jentera Malay Rumah Dinas Bupati Langkat, Stabat, Rabu (9/3) lalu.

Rakerda ini mengusung tema ‘Memperkokoh Eksistensi MUI sebagai Solusi Persoalan Keumatan dan Kebangsaan di Kabupaten Langkat’. Para pengurus MUI langsung dilantik Ketua MUI Sumut Maratua Simanjuntak. Adapun susunan kepengurusan MUI Kabupaten Langkat Masa Khidmat 2021-2026, yakni Ketua H Zulkifli Ahmad Dian, Sekretaris Hishaq Ibrahim, Bendahara H Mansur, Wakil Ketua H Saiful Abdi dan Panjang Harahap.

Pada kesempatan itu, Ondim, sapaan karib Syah Afandin, mengucapkan selamat berkhidmat kepada umat bagi para pengurus MUI Kabupaten Langkat yang baru dilantik. Dia juga berharap, ulama terus membimbingnya dalam menjalankan program-program pemerintahan.

“Saya akan melanjutkan pembangunan tempat berkumpulnya para ulama yang sudah dijanjikan Bapak Terbit Rencana Perangin-angin,” ungkap Syah Afandin.

Ondim pun menginginkan MUI tidak menjadi lembaga seremonial, namun benar-benar jadi lembaga yang memperbaiki umat.

“Saya berharap MUI dan para ulama ada pada posisi yang kuat untuk memperbaiki umat,” harapnya, seraya mengajak semua pihak untuk bersama bergandengan mendukung peran MUI menjalankan program religius di Kabupaten Langkat.

Pada kesempatan itu, Pemkab Langkat juga menyerahkan secara simbolis bantuan hibah Tahun Anggaran 2022 kepada MUI Kabupaten Langkat sebesar Rp350 juta, LPTQ sebesar Rp100 juta, dan BKPRMI Rp100 juta.

Sementara itu, Ketua MUI Sumut H Maratua Simanjuntak, berpesan, agar pengurus MUI Kabupaten Langkat harus miliki perubahan, dan menjadi mitra pemerintah serta lembaga lainnya untuk membina umat.

“MUI harus melayani, mengayomi, dan melindungi umat. Hal itu termasuk tugas MUI,” tuturnya.

Dia juga menginginkan Komisi Fatwa mengeluarkan fatwa di setiap tahunnya.

“Saya minta setiap tahun harus ada fatwa yang dikeluarkan. Dan saya minta kepada Ketua MUI harus mengeluarkan fatwa di Langkat ini,” pinta Maratua, sembari berharap, Plt Bupati Langkat segera melanjutkan keinginan Bupati Langkat nonaktif, untuk membangun Kantor MUI, sebagai tempat berkumpulnya para ulama.

Selanjutnya, Ketua Panitia Pelantikan, Syahrizal MZ menyampaikan laporan, sebanyak 179 orang pengurus dilantik berdasarkan hasil Musda yang telah dilaksanakan di Hotel Saka Medan, beberapa waktu lalu.

Turut hadir Prof Muhammad Hatta, Dandim 0203/LKT Letkol Inf Joko Wisnu Saputro, Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok, Kajari Langkat Muttaqin Harahap, Danyonif 8 Marinir Letkol Marinir Farick, dan Danyonif Raider 100/PS Letkol Inf M Bassarewan. Serta Kakan Kemenag Kabupaten Langkat H Zulfan Efendi, para Kepala OPD Pemkab Langkat, ormas Islam, dan undangan lainnya. (mag-6/saz)

Tanggulangi Covid-19 di Langkat, BPBD Gelar Tes di Pasar Stabat

DATA: Petugas sedang mendata warga yang ingin melakukan vaksinasi di perparkiran Pasar Stabat, Kabupaten Langkat, Rabu (9/3).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Demi menanggulangi Covid-19 di Kabupaten Langkat, Satgas Percepatan Covid-19 dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat menggelar rapid test antigen biosensor, pembagian masker, dan vaksinasi di perparkiran Pasar Stabat, Kabupaten Langkat, Rabu (9/3) lalu.

Kegiatan ini dipimpin Kalakhar BPBD Kabupaten Langkat Irwan Syahril, yang juga Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Langkat. Pada kesempatan itu, Irwan menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindakan kepedulian bagi kesehatan masyarakat, sebagai antisipasi penularan Covid-19, atas intruksi Plt Bupati Langkat H Syah Afandin.

Dia juga mengatakan, kegiatan ini, sebagai upaya untuk menurun status PPKM di Kabupaten Langkat ke level 1. Seperti diketahui, Kabupaten Langkat kini beradd diPPKM Level 2.

“Giat ini diinisiasi oleh BPBD Langkat, bekerja sama dengan intansi terkait,” ungkap Irwan.

Irwan pun berpesan kepada petugas, untuk bersikap santun dan persuasif saat melakukan tugas dan imbauan.

Dia menuturkan, adapun taget rapid test antigen dilakukan untuk 150 warga, vaksinasi targetnya 100 dosis untuk suntikan dosis pertama, kedua, dan booster, dengan jenis vaksin Sinovac serta Astrazeneca.

Seorang warga yang mengikuti kegiatan, Rina Fauza, mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemkab Langkat kepada masyarakat, dalam upaya penanggulangan Covid-19.

“Kami para pedagang dan pengunjung merasa senang bisa melakukan rapid test secara gratis, dan adanya vaksinasi dosis pertama, kedua, dan booster di sini. Jadi mempermudah kami, tanpa meninggalkan terlalu jauh dagangan kami,” bebernya.

Ikut terlibat dari intasi terkait, yakni Diskominfo Langkat, Dinkes, Sat Pol PP, Dishub, Disperindag, Polres Langkat dan Kodim 0203/Langkat, serta Puskesmas Stabat, Forkopimcam Stabat, dan Kelurahan Stabat Baru. (mag-6/saz)