25 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 275

Mupel BKS Guru Sekolah Minggu Sinode GKPI 2025, Menjangkau yang Belum Terjangkau

FOTO BERSAMA: Sekretaris Jenderal GKPI Pdt Dr Humala Lumban Tobing dan ibu berfoto bersama ketua BKS Sinode periode 2020-2025 Pnt Dra Tetty Aritonang dan Ketua Terpilih BKS Sinode periode 2025-2030 Imelda Sihotang beserta panitia Mupel BKS serta seluruh peserta Mupel BKS Sekolah Minggu di Gereja GKPI Sidorame, Sabtu(26/4). (Foto Dok/Panitia)
FOTO BERSAMA: Sekretaris Jenderal GKPI Pdt Dr Humala Lumban Tobing dan ibu berfoto bersama ketua BKS Sinode periode 2020-2025 Pnt Dra Tetty Aritonang dan Ketua Terpilih BKS Sinode periode 2025-2030 Imelda Sihotang beserta panitia Mupel BKS serta seluruh peserta Mupel BKS Sekolah Minggu di Gereja GKPI Sidorame, Sabtu(26/4). (Foto Dok/Panitia)

SUMUTPOS.CO – Sinode Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) telah menggelar Musyawarah Pelayanan (Mupel) Badan Kerja Sama (BKS) Sekolah Minggu di dua lokasi. Pertama di GKPI Medan Kota pada Kamis, 24 April 2025. Dan kedua di GKPI JK Sidorame pada Sabtu, 26 April 2025.

Untuk acara pembukaan, dilaksanakan 24 April di Gedung Multi Fungsi GKPI Medan Kota, yang dipimpin langsung Pimpinan Sinode GKPI Pdt Abdul Hutauruk,didampingi Kepala Departemen Apostolat Pdt Maria Simatupang, Kepala Departemen Diakonat Pdt Parsaoran Sinaga, Kepala Departemen Biro Infokom Pdt Robinson Siregar, Korwil Wilayah 1 Medan-Langkat Pdt Simanjuntak, Pendeta Resort Medan Barat Pdt Jhon Simorangkir, Ketua BKS Sekolah Minggu Sinode 2020-2025 Pnt Tetty Aritonang.

Pada khotbah yang disampaikan Abdul, diambil dari Kolose 2: 6-7 dengan tema “Hidup dalam Kristus”. Di kesempatan itu, bishop berpesan, guru Sekolah Minggu harus hidup berakar di dalam Kristus.

“Guru Sekolah Minggu harus memiliki iman yang teguh kepada Kristus, memiliki waktu untuk membaca firman Tuhan, dan punya hati yang melimpah dalam ucapan syukur,” ungkap Abdul.

Abdul juga menjelaskan, tema Mupel BKS Sinode Sekolah Minggu 2025 adalah “Menjangkau yang Belum Terjangkau”. Menurutnya, tema ini sesuai dengan rencana startegi (renstra) GKPI 2025-2030.

“Guru Sekolah Minggu harus bersedia pergi dan melihat tantangan serta permasalahan yang dihadapi oleh anak-anak di zaman ini. Sehingga para guru harus dapat menjangkau dan memenangkan anak-anak tersebut bagi Kristus,” tuturnya, seraya menyebutkan, ada tiga hal yang harus dipersiapkan oleh seorang guru Sekolah Minggu yang ingin diutus.

Yakni mendengarkan panggilan Tuhan, memiliki keterampilan, dan memiliki komitmen.
Acara pembukaan dilanjutkan dengan kata sambutan yang disampaikan Ketua Umum Mupel BKS Guru Sekolah Minggu GKPI, Imelda Sihotang. Dia menuturkan, acara ini dilakukan secara hybrid (online dan onsite).

“Peserta online berjumlah 58 orang dan tatap muka (onsite) 61 orang. Mereka merupakan para guru Sekolah Minggu dari seluruh Indonesia. Kami pun mengajak agar semua peserta mupel mengikuti setiap acara demi acara dengan baik dan tetap semangat melayani anak-anak Sekolah Minggu untuk kemuliaan Tuhan,” imbaunya.

Sementara itu, Ketua BKS Sekolah Minggu Sinode 2020-2025, Pnt Tetty Aritonang mengatakan, dalam periode yang lalu, BKS Sinode sudah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pelayanan Sekolah Minggu di GKPI.

Seperti dengan membuat perpustakaan vitual BKS Sekolah Minggu GKPI, mengadakan ibadah onlie selama pandemi Covid-19, dan melakukan pelatihan secara online serta onsite yang bertujuan untuk memperlengkapi guru Sekolah Minggu dengan keterampilan bermanfaat untuk pelayanannya. Serta pelaksanaan Jambore Nasional Anak Sekolah Minggu sebagai wadah pertemuan anak dan guru Sekolah Minggu GKPI se-Indonesia.

Acara pembukaan diakhiri dengan sambutan dari Pimpinan Sinode GKPI Pdt Abdul Hutauruk, sekaligus membuka secara resmi acara Mupel BKS Sinode Sekolah Minggu GKPI 2025.

Kegiatan pun dilanjutkan dengan sidang pleno pertama yang diisi dengan pengesahan quorum, penetapan susunan acara mupel, dan laporan Ketua BKS Sinode Guru Sekolah Minggu GKPI 2020-2025. Sidang pleno kedua, memilih tiga ketua majelis persidangan, yakni Daniel Colin Damanik (JK Air Bersih), Mastia Lelyna Sinaga (JK Menteng Indah), dan Inke Maria Silitonga (JK Sentosa).

Hari kedua, Sabtu, 26 April 2025, dilaksanakan di GKPI Jemaat Khusus Sidorame. Acara pertama diisi dengan diskusi interaktif bersama Pdt Dirgos L Tobing (GKPI Tarutung Kota). Diskusi yang mengambil tema “Menoleh ke Belakang, Menatap ke Depan” itu, memaparkan bagaimana pelayanan yang dilakukan oleh GKPI pada masa lampau dan bagaimana cara yang akan dilakukan untuk meraih masa depan gereja yang lebih baik.

Menurutnya, tanggung jawab pelayanan itu, juga menjadi tugas guru Sekolah Minggu. Dirgos mengatakan, guru Sekolah Minggu harus berani melihat masa lalu dan merencakan kegiatan yang lebih baik di masa mendatang.

“Dalam tahun renstra 2025-2030, guru Sekolah Minggu harus mempersiapkan diri dan pelayannnya, agar dapat menjangkau yang belum terjangkau,” katanya.
Acara dilanjutkan dengan rapat kelompok yang membahas tentang peraturan BKS Sinode, usulan program 2025-2030, dan pemilihan Pengurus BKS Sinode 2025-2030. Pemilihan dilakukan dengan melakukan pemungutan suara secara online dan onsite.

Adapun hasil pemilihan, ditetapkan sebagai Pengurus BKS Sinode 2025-2030, dengan Ketua Imelda Sihotang (GKPI JK Sidorame), Wakil Ketua Daniel Collyn Damanik (GKPI JK Air Bersih), Sekretaris Imelda Olivia Hutabarat (GKPI JK Cinta Damai), Wakil Sekretaris Maria Siahaan (GKPI Babura), Bendahara Susan Damayanti Gultom (GKPI JK Glugur Darat), dan Wakil Bendahara Loire Lunari Pasaribu (GKPI JK Bongbongan), beserta sejumlah koordinator bidang.

Adapun penasehat, yakni Pdt Andar Gunawan Pasaribu (GKPI JK Tarutung Kota), Pnt Saut Pasaribu (GKPI Tanjungmorawa), Pnt Toga Sidari Samosir (GKPI JK Kabanjahe), Pnt Tetty B Aritonang (GKPI Padangbulan), dan Pnt Esther Lumbantobing (GKPI Bekasi).
Mupel BKS Sinode GKPI 2025 diakhiri dengan pemberian pelakat dan pelantikan Pengurus BKS Sinode 2020-2025 yang dilaksanakan Sekjen GKPI Pdt Humala Lumbantobing.

“Sukacita semua guru Sekolah Minggu dalam pelaksanaan Mupel Ketiga BKS Sekolah Minggu 2025. Kiranya Tuhan menolong pengurus yang baru terpilih, untuk meneruskan pelayanan BKS Sekolah Minggu yang lalu. Dan membawa Sekolah Minggu GKPI menjadi lebih baik untuk menjangkau yang belum terjangkau. Tuhan Yesus memberkati,” pungkas Humala. (rel)

Rico Waas Segera Perbaiki Jalan Sunggal yang Rusak Berat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menindaklanjuti keluhan warga, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi jalan rusak di Jalan Sunggal, persisnya depan Pasar Sunggal, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Kamis (24/4/2025) kemarin.

Sebelum Jalan Sunggal ini, Rico Waas mengungkapkan, pihaknya juga telah meninjau sejumlah lokasi jalan yang kondisinya rusak berat. Yang pertama, jelasnya, jalan rusak berat menuju Pasar Induk Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan.

Kemudian, meninjau jalan rusak di Pasar Inpres Kwala Bekala (Medan Johor ) yang kondisinya juga rusak berat. Lalu, Jalan Klambir Lima Gang V Gang Bunga (Medan Helvetia) dan yang terakhir Jalan Parwitayasa 1 dan 2 (Medan Helvetia).

“Hari ini ada lima titik lokasi yang kita tinjau, yang nanti akan kita perbaiki dan benahi baik drainase dan jalan yang kondisinya rusak berat,” kata Rico Waas.

Politisi Partai Nasdem itu menambahkan, peninjauan ini dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan dan laporan masyarakat yang disampaikan masyarakat.

“Ya, terutama di Jalan Sunggal, persisnya depan Pasar Sunggal yang kondisinya rusak berat dan butuh pembenahan. Hal ini tentunya sangat mengganggu pedagang yang mencari nafkah di pasar itu. Pemerintah juga wajib memperhatikan warga yang berjualan,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pedagang yang berjualan di Pasar Sunggal, mengeluh akibat kondisi jalan yang berlubang dan tergenang itu menyebabkan aktivitas di pasar tampak sepi.

Apalagi, bilangnya, jalan rusak sepanjang berkisar 200 meter di kawasan itu, terdapat beberapa sekolah swasta, yang tentumya dapat mengganggu para siswa, baik yang akan berangkat maupun pulang dari sekolah.

“Kalau bisa segera diperbaikilah jalan ini. Sudah lebih setahun ini bang. Kami berjualanpun sepi, dan pembeli gak mau singgah karena jalannya rusak. Tambah lagi, ini kan dekat sekolah, sudah pernah kejadian anak sekolah jatuh di sini,” keluh Pak Surbakti, pedagang buah di Pasar Sunggal. (map/ila)

Ketua Pembina Posyandu Batubara Terima Kunker Wakil Ketua Posyandu Sumut

KUNKER: Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Batubara, Henny Heridawaty saat sambut Kunjungan Kerja Wakil Ketua Posyandu Sumatera Utara, Titiek Sugiharti Surya beserta rombongan, Senin (28/04/2025).foto: Liberti h Haloho/Sumut Pos
KUNKER: Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Batubara, Henny Heridawaty saat sambut Kunjungan Kerja Wakil Ketua Posyandu Sumatera Utara, Titiek Sugiharti Surya beserta rombongan, Senin (28/04/2025).foto: Liberti h Haloho/Sumut Pos

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Batubara Henny Heridawaty Baharuddin bersama Staf Ahli TP PKK Leli Syafrizal dan Kader PKK menerima Kunjungan Kerja Wakil Ketua Posyandu Sumatera Utara, Titiek Sugiharti Surya beserta rombongan, Senin (28/4/2025).

Henny Heridawaty Baharuddin mengucapkan selamat datang dan mengapresiasi kunjungan kerja yang dilakukan oleh Wakil Ketua Posyandu Sumut.

“Terima kasih saya ucapkan atas kedatangan ibu Wakil Ketua Posyandu Sumut yang sudah berkunjung ke Kabupaten Batubara terkhusus mengunjungi posyandu untuk melihat langsung kegiatan posyandu di Kabupaten Batubara ini”.

Wakil Ketua Posyandu Sumut beserta rombongan melakukan kunjungan pertama ke Posyandu Cinta Kasih Desa Kebun Kopi, Kecamatan Sei Suka yang disambut dengan penampilan puisi dan tarian dari anak PAUD.

Selanjutnya, menyaksikan fashion show lansia, peninjauan posyandu, dan peninjauan proses pembelajaran di PAUD.

Pada kesempatan ini, Wakil Ketua Posyandu Sumut dan Henny menyerahkan bingkisan secara simbolis kepada ibu hamil, lansia, balita, ibu menyusui, kader posyandu, bidan dan anak yang terindikasi stunting.

Setelah dari Posyandu Cinta Kasih, rombongan melanjutkan peninjauan ke Posyandu Melati Air Putih, yang disambut dengan penampilan senam lansia dan pemberian buket bunga.

Setelah melakukan peninjauan dan pemberian bingkisan, Titiek Sugiharti Surya bersama Henny Heridawaty Baharuddin menuju kelas anak PAUD yang disambut dengan penampilan pantun dan tarian oleh anak PAUD.(mag-3/han)

Wawako Binjai Ajak ASN Berikan Pendidikan Politik Baik kepada Masyarakat

PLAKAT: Wawako Binjai, Hasanul Jihadi saat menyerahkan plakat kepada ASN yang memasuki masa purna.(Diskominfo Binjai/Sumut Pos)
PLAKAT: Wawako Binjai, Hasanul Jihadi saat menyerahkan plakat kepada ASN yang memasuki masa purna.(Diskominfo Binjai/Sumut Pos)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi mengajak kepada aparatur sipil negara untuk memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. Itu disampaikan wakil wali kota yang karib disapa Jiji saat menjadi pembina apel gabungan di balai kota, Senin (28/4/2025).

Apel dibawakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Binjai dan diikuti sekretaris daerah beserta jajarannya. Dalam amanatnya, Jiji menyatakan, wawasan kebangsaan sangat penting bagi setiap warga negara di tengah tantangan globalisasi.

Sebab, menjadi landasan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta memperkuat identitas nasional di tengah pengaruh global.

“Terkait hal tersebut, Pemerintah Kota Binjai tidak hanya fokus dalam hal membangun infrastruktur, tetapi kita juga fokus pada pengembangan karakter dan kesiapan menghadapi era globalisasi serta fokus pada sumber daya manusia. Terlebih dengan segala keterbatasan dan efisiensi anggaran, kita harus mampu berdaya saing,” ujarnya.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, kita harus mampu meningkatkan kualitas pola pikir kita, meningkatkan kualitas kinerja, kualitas kesadaran diri kita, sehingga hal ini bisa kita sebarkan ke masyarakat. Pemerintah Kota Binjai sudah banyak merencanakan berbagai program, untuk itu, mari kita bekerja sama, berkolaborasi untuk mewujudkan apa yang menjadi program pembangunan Kota Binjai,” sambungnya.

Kedepan, Jiji berharap, seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkup Pemerintah Kota Binjai, untuk terus memberikan pemahaman pendidikan politik kepada masyarakat. Itu untuk membentuk karakter kepemimpinan yang berintegritas.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi ASN yang akan memasuki masa purna tugas.

“Saya atas nama pribadi, dan Pemerintah Kota Binjai mengucapkan, selamat memasuki masa purna tugas kepada Bapak dan Ibu. Terima kasih atas segala kinerja, pengabdian yang luar biasa, serta loyalitas yang membanggakan. Dedikasi yang tinggi ini menjadi teladan bagi kita semua,” katanya. (ted/han)

Kecamatan Medan Perjuangan Raih Stand Terbaik 1 dan Harapan II Pawai Taaruf MTQ ke-58 Kota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Kecamatan Medan Perjuangan meraih juara Stand Pameran Terbaik 1 Kategori Kecamatan di ajang MTQ ke-58 Kota Medan di Lapangan Terbuka Jalan Yos Sudarso, Medan Deli, Sabtu (26/4). Camat Medan Perjuangan Hidayat AP SSos MSP dan Sekretaris Camat Medan Perjuangan Faisal Harahap SKom MAP merasa bangga atas capaian tersebut.

“Saya tidak menyangka kalau stand Kecamatan Medan Perjuangan bisa kembali meraih juara Pameran Stand Terbaik 1. Pada even serupa tahun 2024, Medan perjuangan juga meraih juara 1,” kata Hidayat kepada Sumut Pos, Senin (28/4).

Menurut Dayat, stand Kecamatan Medan Perjuangan menampilkan ornamen topi adat Melayu berwarna biru. Bukan hanya stand yang berwarna biru, mereka juga menggunakan pakaian seragam songket Melayu lengkap dengan topi yang berwarna biru juga. “Jadi kita selaraskan warna stand dengan seragam kita saat penampilan di ajang MTQ ke-58 tingkat Kota Medan,” jelas Dayat.

Stand Medan Perjuangan juga memamerkan kain ulos hasil tenun masyarakat Medan Perjuangan, serta aneka produk UMKM seperti camilan keripik, handycraft, serta lainnya. “Tapi yang paling kita unggulkan dalam pajangan stand Medan Perjuangan adalah kain tenun ulos,” ungkapnya.

Saat ditanya, dari mana ide ornamen topi adat Melayu pada stand Kecamatan Medan Perjuangan di ajang MTQ tahun ini, Dayat mengaku, ide tersebut berasal dari dirinya. “Kota Medan inikan merupakan kota dengan budaya Melayu. Makanya saya ambil tema stand Medan Perjuangan bernuansa Melayu,” bebernya.

Selain meraih stand terbaik, Medan Perjuangan juga meraih Juara Harapan II Kategori Pawai Taruf. “Tentulah kita sangat merasa bangga atas dua raihan juara tersebut,” pungkasnya. (omi)

Dr Darmawan Pimpin Seminar Para Spiritual dan Pemuka Buddha Bahas Hukum KUHP Baru

BERSAMA: Baris ke dua baju coklat keemasan Dr. Darmawan Yusuf berfoto bersama setelah selesai kegiatan seminar
BERSAMA: Baris ke dua baju coklat keemasan Dr. Darmawan Yusuf berfoto bersama setelah selesai kegiatan seminar

MEDAN, SUMUTPOS.CO-Seminar Hukum untuk pemuka agama dan praktisi spiritual digelar di Vihara Kwan Te Kong, Medan Timur, Kota Medan, kemarin. Mengambil tema
‘Menjaga Toleransi dan Kerukunan,’
acara ini dihadiri sekitar 60-an peserta berasal dari tatung, praktisi spiritual, dan pemuka agama, yang merupakan pemilik dan pengelola vihara serta cetiya di Sumatera Utara (Sumut).
Seminar diinisiasi oleh PTITD SI 67 Matrisia Komda Sumut bekerja sama dengan Law Firm DYA-Darmawan Yusuf & Associates, dan Permabudhi Sumut untuk memperkuat pemahaman hukum bagi para pemuka spiritual.

Hadir sebagai narasumber utama, Dr Darmawan Yusuf SH SE MPd MH, pengacara nasional ternama yang ahli hukum campuran di bidang pidana, perdata, bisnis, dan perpajakan.

Dalam pemaparannya, Dr Darmawan Yusuf membahas Pasal 252 KUHP baru; Undang Undang No 1 Tahun 2023 yang akan mulai berlaku Tahun 2026. Pasal ini melarang seseorang mengklaim memiliki kekuatan gaib yang dapat menimbulkan penyakit, kematian, atau penderitaan fisik dan mental.

“Pelanggaran pasal ini diancam dengan pidana penjara paling lama 1 tahun 6 bulan dan/atau denda maksimal Rp200 juta. Jika perbuatan tersebut dilakukan sebagai mata pencaharian atau untuk mencari keuntungan, hukuman dapat ditambah sepertiga dari ancaman pidana pokok,” papar Dr Darmawan Yusuf yang juga pemimpin kantor pengacara di berbagai kota besar Indonesia, serta lulusan Doktor Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) dengan predikat Cumlaude.

Dalam acara ini Dr Darmawan Yusuf juga menyoroti fenomena maraknya praktisi spiritual yang mempromosikan kesaktian mereka melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok.
“Tindakan ini, berisiko besar melanggar Pasal 252 KUHP Baru, karena cukup dengan memberi harapan kepada orang lain sudah dapat diproses hukum, mengingat Pasal 252 adalah delik formil yang tidak memerlukan adanya aduan dari korban,” jelas Dr Darmawan Yusuf yang aktif memberikan edukasi hukum gratis melalui media sosialnya di TikTok, Instagram, dan YouTube dengan akun @darmawanyusuf.dya.

Pengacara yang kerap memenangkan perkara besar nasional ini menegaskan bahwa pemuka agama tetap dapat membimbing, mendoakan, dan memberikan motivasi batin, namun harus menghindari klaim-klaim seperti “Saya bisa menyembuhkan.”
Kemudian, “Saya bisa menolak bala,” atau “Saya bisa menghilangkan penyakit lewat kekuatan sendiri.”
“Praktik yang aman adalah berbicara atas nama doa, usaha batin, ketulusan, dan pertolongan dari tuhan atau dewa, bukan kekuatan pribadi,” jelas Penasihat Permabudhi, dan Penasihat Hukum PTITD SI 67 Matrisia ini.

Dalam kesempatan itu, Dr Darmawan Yusuf juga mengimbau bahwa Indonesia adalah negara hukum. Karena itu, para tatung dan pemilik vihara serta cetiya diminta mengurus izin resmi tempat ibadah mereka, yang dapat difasilitasi oleh Ketua PTITD SI 67 Matrisia Sumut, Budi Malem.
Selain itu, beliau juga mendorong agar para praktisi spiritual segera mengurus Kartu Rohaniawan dari Kementerian Agama untuk memperkuat legalitas pelayanan keagamaan mereka.

Dalam penutupannya, Dr Darmawan Yusuf menegaskan bahwa pemuka agama harus menjadi teladan dalam mematuhi hukum, menjaga toleransi, dan membimbing umat dengan cinta kasih serta kebijaksanaan. Seminar ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat kesadaran hukum dan menjaga kerukunan antar umat beragama di Sumut.

Suasana seminar berlangsung penuh antusiasme, dengan diskusi interaktif membahas batasan antara pelayanan spiritual yang sah dan praktik mistik yang berpotensi berujung pada pidana.

Acara turut dihadiri tokoh-tokoh penting, antara lain Pembimbing Masyarakat Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara Drs Sukasdi SE MA, Ketua PTITD SI 67 Matrisia Komda Sumut Budi Malem SMT, mewakili Ketua Permabudhi Sumatera Utara, serta para Wakil Ketua Permabudhi Sumut, Budi Malem SAg.(azw)

Turun Langsung ke Sipiongot Tinjau Jalan Rusak, Ketua PII Kota Medan Apresiasi Gubsu Bobby Nasution

Ketua Pengurus Cabang Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota Medan sekaligus Pengurus Pusat Malik Assalih Harahap ST MM IPM bersama Ketua Umum Pengurus Pusat PII Dr Ing Ir Ilham Akbar Habibie MBA IPU di di sela pelantikan Pengurus Pusat PII Priode 2024-2027.
Ketua Pengurus Cabang Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota Medan sekaligus Pengurus Pusat Malik Assalih Harahap ST MM IPM bersama Ketua Umum Pengurus Pusat PII Dr Ing Ir Ilham Akbar Habibie MBA IPU di di sela pelantikan Pengurus Pusat PII Priode 2024-2027.

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) M Bobby Afif Nasution, baru-baru ini turun langsung meninjau kondisi jalan provinsi yang rusak parah, mulai dari Kabupaten Labuhanbatu menuju Padanglawas Utara (Paluta), hingga Tapanuli Selatan (Tapsel). Hal ini mendapat apresiasi dari Ketua Pengurus Cabang Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota Medan, Ir Malik Assalih Harahap ST MM IPM.

Malik Harahap yang merupakan putra asli Paluta menyampaikan, kehadiran langsung Gubernur Bobby Nasution melihat kondisi ruas jalan provinsi dari Sigambal, perbatasan Paluta hingga ruas jalan Sipiongot–Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan, menunjukkan komitmen nyata Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam memperhatikan infrastruktur vital yang menghubungkan berbagai kabupaten.

“Gubsu turun langsung menelusuri jalan-jalan yang kondisinya rusak parah dengan medan yang ekstrem, tentu ini mendapatkan dukungan dan apresiasi besar dari masyarakat. Karena jalan tersebut merupakan urat nadi yang menghubungkan Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Padanglawas Utara, dan Tapanuli Selatan,” ujar Malik Harahap dalam siaran persnya yang diterima Sumut Pos.co, Minggu (27/4).

Malik yang juga Pengurus Pusat PII periode 2024–2027 menilai, langkah Bobby sejalan dengan visi misi yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Sumatera Utara, yakni “Kolaborasi Sumut Berkah Menuju Sumatera Utara yang Unggul, Maju, dan Berkelanjutan.”

“Dengan wilayah Sumatera Utara yang luas serta keterbatasan APBD, diperlukan program prioritas dan merata. Turunnya Gubsu langsung ke lapangan, merupakan bukti konkret dalam mewujudkan Sumut yang lebih maju,” tambahnya.

Dalam membangun infrastruktur di wilayah yang sangat luas, Malik juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, serta stakeholder lainnya.

“Termasuk peran dari para insinyur dalam memberi masukkan untuk pembangunan infrastruktur berkualitas dan bermutu dan efesien. Kolaborasi itu sangat diperlukan untuk mewujudkan Sumatera Utara yang unggul, maju dan berkelanjutan,” pungkas Malik yang juga Wasekjend DPP Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Periode 2018-2023. (adz)

Di Momen Halal Bihalal, Yaspendhar Berikan Bantuan Dana Umroh untuk Tiga Karyawan

Tiga karyawan Yayasan Pendidikan Harapan (Yaspendhar) menerima bantuan dana umrah pada momen halal bihalal yang digelar di Aula Yayasan, Jalan Iman Bonjol Medan, Sabtu (26/4/2025).
Tiga karyawan Yayasan Pendidikan Harapan (Yaspendhar) menerima bantuan dana umrah pada momen halal bihalal yang digelar di Aula Yayasan, Jalan Iman Bonjol Medan, Sabtu (26/4/2025).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Yayasan Pendidikan Harapan (Yaspendhar) mengadakan halal bihalal di Aula Yaspendhar, Jalan Iman Bonjol Medan, Sabtu (26/4). Di momen ini, yayasan memberikan bantuan dana umroh secara simbolis kepada tiga karyawan, masing-masing sebesar Rp25 juta.

Selain bantuan dana Umroh, yayasan juga memberikan santunan haji untuk 4 karyawan lainnya. “Ya, paling tidak semacam setawar sedingin buat mereka,” kata Ketua Umum Yaspendhar Dr Tapi Rondang Ni Bulan, SE, MSi di sela-sela acara.

Menurut Tapi Rondang, halal bihalal tahun ini terasa berbeda karena diisi oleh banyak kegiatan. Selain pemberian dana bantuan umroh dan santunan haji, Yayasan juga memberikan banyak hadiah atau doorprize bagi para karyawan, guru, dan dosen yang hadir. Selain itu juga selingi hiburan oleh para guru.

“Dengan adanya halal bihalal ini, kami berharap silaturahim keluarga besar Yaspendhar terus terjaga dan eksistensi yayasan semakin baik. Intinya, momen halal bihalal hari ini untuk menyamakan persepsi kita semua,” ujar Tapi Rondang.

Sementara, Kepala Humas Yaspendhar Hafriz Hafas berharap, dengan adanya halal bihalal ini para guru, dosen, dan karyawan, menjadi semakin bersemangat untuk terus berkarya, memberikan yang terbaik kepada Yaspendhar. “Dan saya berharap, kawan-kawan semakin kompak,” ujarnya.

Acara halal bihalal ini dihadiri oleh para guru, dosen dan karyawan Yaspendhar baik itu dari kampus 1, kampus 2 dan kampus 3, tampak hadir juga pembina Yayasan Prof Amrin Saragih, MA, P.h.D, pengurus yayasan dan pengawas yayasan. (adz)

Aliansi Ormas Islam Minta Wali Kota Medan Segerakan Sertifikasi Masjid dan Pengelolaan Islamic Center

Para narasumber dalam Dialog Keumatan yang digelar dalam rangkaian halal bihalal Wali Kota Medan bersama Aliansi Ormas Islam di Aula MUI Kota Medan, Jumat (25/4/2025). Foto: Dokumentasi Aliansi Ormas Islam
Para narasumber dalam Dialog Keumatan yang digelar dalam rangkaian halal bihalal Wali Kota Medan bersama Aliansi Ormas Islam di Aula MUI Kota Medan, Jumat (25/4/2025). Foto: Dokumentasi Aliansi Ormas Islam

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Aliansi Ormas Islam siap mendukung seluruh program Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan siap bahu membahu agar visi dan misi Pemerintah Kota Medan dapat berjalan sesuai harapan.

Hal ini terungkap dalam halal bihalal Wali Kota Medan bersama Aliansi Ormas Islam di Aula MUI Kota Medan, Jumat (25/4/2025). Halal bihalal ini dihadiri 200 peserta perwakilan ormas, komunitas dan tokoh Islam yang tergabung dalam wadah Aliansi Ormas Islam.

Halal bihalal yang dirangkai dengan dialog keumatan mengusung tema: “Berbagi Tanggung Jawab Menuju Medan untuk Semua” dan Sub Tema: “Sertifikasi Masjid dan Masa Depan Islamic Center,” ini berlangsung meriah dan penuh khidmat.

Namun begitu, kekecewaan terlihat jelas di wajah peserta, karena ketidakhadiran Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang diwakili Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra, bapak Muhammad Sofyan, MAP. Menurut Sofyan, wali kota tidak dapat hadir karena pada jam bersamaan sedang menerima tamu dari DPRD DKI Jakarta.

Dalam dialog yang dipandu Buya Rafdinal itu, Sofyan menjelaskan berbagai program wali kota, termasuk visi dan misi secara komprehensif. Sementara, Ketua MUI Medan Ustad Dr Hasan Maksum yang didaulat menjadi pembicara kedua, menggambarkan secara umum tanggung jawab ulama dan umat dalam membangun kota Medan menuju masyarakat sejahtera, yang ditandai dengan keta’atan dalam menjalankan ajaran agama.

Sementara pembicara ketiga Ketua Aliansi Orang Islam, Ustad Zulkarnain M.Sos, menyoroti peran masyarakat sipil dalam pembangunan kota berkelanjutan, dan bagaimana menghadirkan kota yang ramah dan inklusif. Zulkarnain juga menjelaskan fungsi masjid, tidak hanya sebagai tempat beribadah, tetapi lebih luas sebagai basis membangun peradaban.

Dialog tersebut pun menghasilkan dua poin penting untuk direkomendasikan untuk menjadi program keumatan Wali Kota Medan periode 2025-2030.

Pertama, Pemko Medan diminta menyegerakan tahapan proses sertifikasi mesjid dengan membentuk Badan Akselerasi Sertifikasi Masjid (Baserma). Badan ini melibatkan berbagai unsur terdiri dari perwakilan Aliansi ormas Islam, pihak pemerintah kota Medan, kelembagaan terkait seperti Badan Pertanahan nasional, Badan Wakaf Indonesia, dan Kementerian Agama.

Kedua, Pemko Medan diminta membuat perencanaan (roadmap) Pengelolaan Islamic Center dengan perhitungan dan perencanaan yang matang serta berkelanjutan, agar pembangunan yang menelan anggaran besar, yang bersumber dari pajak warga dapat dimanfaatkan secara maksimal dan tepat guna.

“Umat percaya, Bapak Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas sangat mengutamakan program keumatan menuju Kota Medan yang lebih baik. Untuk itu, Aliansi Ormas Islam siap mendukung seluruh program walikota dan siap bekerjasama bahu membahu agar visi dan misi pemerintah Kota Medan dapat berjalan sesuai harapan,” tandas Zulkarnain M.Sos . (rel/adz)

Adek Husein Optimis dengan Pengurus KONI Medan

Ketua ASKI Sumut Hj Rosdiana bersama Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal SE. (Dok Pribadi)
Ketua ASKI Sumut Hj Rosdiana bersama Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal SE. (Dok Pribadi)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengenalan dan Pengukuhan Pengurus KONI Kota Medan periode 2025-2029 di LePolonia Hotel, Sabtu (26/4/2025) turut dihadiri Ketua Asosiasi Senam Keburagan Indonesia (ASKI) Sumatera Utara, Hj Rosdiana. Wanita yang akrab dipanggil Adek Husein mengucapkan selamat kepada Ketua Umum KONI Kota Medan, Aswindy Fachrizal SE.

“Saya mengucapkan selamat atas pengukuhan Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal. Kita berharap agar Pengurus KONI Kota Medan tetap semangat melahirkan atlet-atlet berprestasi,” ujar Adek Husein.

Penggerak Olahraga Masyarakat Kota Medan ini mengakui cukup optimis melihat kepengurusan KONI Kota Medan periode 2025-2029. Menurutnya, para pengurus tersebut diyakini bisa bekerja keras dalam melahirkan bibit-bibit atlet untuk dilatih dan dibina.

“Untuk mencapai tujuan itu, pengurus KONI Medan harus kompak dan solid. Bila sudah kompak dan solid, saya yakin KONI Kota Medan akan lebih maju,” pungkasnya. (dek)