26 C
Medan
Tuesday, February 3, 2026
Home Blog Page 2762

Pelantikan Korda Fokal IMM, Wagub Sumut Ajak Pemuda Sadar Politik

ISTIMEWA BERFOTO: Wagub Sumut, Musa Rajekshah menghadiri Pelantikan dan Diskusi Publik Korda Fokal IMM Tapsel - Padangsidimpuan.

PADANGSIDIMPUAN, SUMUTPOS.CO – Meski bukan organisasi politik, para pemuda yang tergabung di Koordinator Daerah (Korda) Forum Keluarga Alumni (Fokal) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Tapanuli Selatan (Tapsel) – Padangsidimpuan diharapkan bisa sadar politik.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut), Musa Rajekshah saat menghadiri Pelantikan dan Diskusi Publik Korda Fokal IMM Tapsel – Padangsidimpuan di Gedung Adam Malik, Jalan Serma Lian Kosong, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Selasa (1/2) kemarin.

Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah menilai sadar politik penting bagi para anak muda karena berkaitan dengan wawasan, ketajaman analisa, berpikir kritis dan kontrol sosial.

“Saya dahulunya tidak pernah terpikir masuk dalam dunia pemerintahan karena yang dahulu saya tahu birokrasinya cukup panjang, apalagi ikut partai politik. Tapi takdir mengantarkan saya menjadi Wagub sekaligus Ketua Partai. Setelah saya masuk, saya sadar ternyata penting bisa kita berpolitik karena seluruh kebijakan, baik itu aturan penganggaran semuanya diputuskan di parlemen bahkan Kepala Daerah dalam menjalankan program harus persetujuan DPR. Kalau pemuda ingin perubahan lebih baik untuk bangsa ini, maka solusinya harus sadar politik,” ujar Ijeck.

Hal terpenting, lanjut Ijeck, pengurus Korda Fokal IMM Tapsel – Padangsidimpuan yang baru saja dilantik diharap dapat memberi sumbangsih kepada kemajuan daerahnya. “Saya berharap di bawah kepemimpinan ketua terpilih Ismail Fahmi Siregar didampingi Sekretarisnya Irfan Adi Saputra dan Bendahara Asrizal Sikumbang beserta seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik membawa perubahan untuk daerah ini lebih baik lagi,” ujarnya.

Ketua Korda Fokal IMM Tapsel – Padangsidimpuan Ismail Fahmi Siregar mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wagub Musa Rajekshah ke acara pelantikan. Ia pun berjanji Korda Fokal IMM Tapsel – Padangsidimpuan akan siap memberikan kontribusi kepada kemajuan Tapsel dan Padangsidimpuan.

“Terima kasih kepada Pak Wagub di tengah kesibukan masih mau hadir dalam acara ini, semoga ke depan kami bisa bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumut. Kami juga siap ikut memajukan Tapanuli Selatan dan Padangsidimpuan,” ujarnya.

Lanjutnya, Fokal IMM juga hadir untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa yang tergabung di IMM, setelah menyelesaikan kuliahnya.

“Nantinya kita memberi jalan kepada adik-adik semua atas permasalahannya karena alumni kita banyak juga sudah sukses di berbagai tempat,” ujarnya.

Pelantikan juga dihadiri Bupati Tapanuli Selatan Dolly Putra Parlindungan Pasaribu dan Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution, Tokoh Masyarakat Syahrul Pasaribu, Ketua Fokal IMM Sumut Sahlan Marpaung dan Kordinator Nasional Armyn Gultom. (gus)

Korban Kesetrum Listrik Meninggal Dunia

MENINGGAL: Potret Ruslan Bonang terbujur kaku usai kesetrum arus listrik di Bank Sumut Lima Puluh. Menjelang sehari kemudian, pada Rabu (2/2) pukul 15.00 sore, ia telah meninggal dunia di RS Mitra Sejati Medan.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Pekerja cat bangunan yang tersetrum listrik di Kantor Cabang Bank Sumut Limapuluh, Ruslan Bonang (40) meninggal dunia pada Rabu (2/2) di Rumah Sakit Umum Mitra Sejati Medan.

Paman korban, Abdul Malik (60) mengatakan kondisi Bonang tak dapat terselamatkan lagi, akibat peristiwa tersebut. Meskipun usaha sudah maksimal mendapatkan perawatan secara medis, namun Tuhan berkehendak lain.

“Karena, ini merupakan takdir yang sudah ditetapkan sang Khaliq, tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kini Ruslan Bonang telah tiada dan meninggalkan kami untuk selama-lamanya,” ujarnya melalui seluluer pada Kamis (3/2).

Dijelaskannya, jenazah Ruslan Bonang diberangkat ke TPM Simpang Dolok, yang tak jauh dari tempat kediamannya, yaitu dari Desa Empat Negeri ke Desa Simpang Dolok.

Diberitakan sebelumnya, pada Rabu (2/2) pukul 10.58, pihak keluarga korban, Jimmy menjelaskan, bahwa Ruslan masih berada di ruang Icu RS Mitra Sejati Medan.

Diketahuinya, korban saat ini masih terbujur kaku dan belum bisa banyak bergerak. Dari hasil keterangan pihak dokter RS tersebut, jantungnya dalam kondisi normal.

“Hanya saja tampak di bagian lengan tangan, wajah dan tubuhnya mengelupas seperti luka bakar, katanya kala itu,” ungkapnya. (aci/ram)

Pansus Penggunaan Dana Covid-19 DPRD Humbahas Dinilai Berlebihan

ISTIMEWA Dina Situmeang (posisi berdiri).

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Sekaitan terbentuknya Panitia Khusus (Pansus) oleh DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Provinsi Sumatera Utara pada 26 Oktober 2021 lalu, diantaranya Pansus Penggunaan Dana Covid-19, mendapat reaksi beragam dikalangan masyarakat.

Kali ini, dari akademisi Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (Unita), Dina Situmeang. Dia berpendapat, terbentuknya Pansus tersebut terlalu berlebihan.

Pasalnya, mendasari Pansus tersebut tidak terlalu krusial karena tidak berdampak luas kepada masyarakat.

Apalagi, menurut dia, 25 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Humbahas bisa menggunakan hak dan fungsinya melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran penanganan Covid 19 tanpa harus melalui Pansus.

“Saya kira DPRD Humbahas terlalu berlebihan melakukan Pansus soal anggaran Covid-19. Padahal, merekn bisa menggunakan fungsi pengawasan,” katanya kepada sejumlah wartawan, Kamis (4/2) di Dolok Sanggul.

Selain pengawasan, lanjut dosen hukum ini, DPRD Humbahas juga punya peluang dan merupakan kewenangannya pada saat pembahasan anggaran perubahaan yang diatur oleh Undang-Undang.

Namun, justru DPRD Humbahas sudah ketiga kalinya menolak pembahasan anggaran perubahaan. Dan, ketika mereka menolak pembahasan anggaran perubahan, mereka memotong kewenangan mereka sendiri untuk dapat memeriksa eksekutif atau TAPD terkait refokusing anggaran penanganan Covid-19.

Padahal, punya ruang mempertanyakan segala sesuatu tentang anggaran refocusing. ” Ya, semisal apa-apa saja yang direcofusing, kemana dibelanjakan. Nah, dari pembahasan itu kan bisa disetujui atau tidak, dan bisa dihapus. Sementara, kalau Pansus, apa bisa anggaran itu dibatalkan, padahal sudah jalan,” kata Dina.

Kemudian, lanjutnya, pembentukan Pansus yang telah dilaksanakan, apakah melibatkan akademisi atau narasumber yang berkompeten.

Untuk itu, menurut dia, kalau tidak jelas arah pembentukan Pansus cenderung agar popularitas anggota DPRD Humbahas meningkat. Dan ini, hanya membuang waktu tanpa menemukan solusi bagi masyarakat.

” Jadi, ini yang sangat kita herankan, DPRD menolak pembahasan anggaran, tetapi disatu sisi malah mempansuskan. Itulah makanya kita menilai terlalu berlebihan Pansus Covid 19 ini,” katanya.

Perlu diketahui, ada tiga komposisi personalia Panitia Khusus di DPRD. Pertama, Pansus Penggunaan Dana Covid 19 diketuai Guntur Simamora, Wakil Ketua Marolop Situmorang, anggota Marsono Simamora, Sanggul Rosdiana Manalu, Masria Sinaga, Kepler Torang Sianturi, dan Jimmy Togu.

Kedua, Pansus Penyempurnaan Tatib DPRD. Diketuai Manaek Hutasoit, Wakil Mutiha Hasugian, anggota Martini Purba, Minter Hulman Tumanggor, Tingkos Martua Silaban, Moratua Gajah, Laston Sinaga, Poltak Purba.

Ketiga, Pansus Penertiban Aset Daerah. Dengan komposisi personalia diketuai Bresman Sianturi, Wakil Ketua Charles Ary Herianto Purba, anggota Normauli Simarmata, Muslim Simamora, Jamanat Sihite, Daniel Banjarnahor, Bantu Tambunan. (des/ram)

Bagikan SK Hutan Sosial, Adat, dan TORA, Jokowi: Jangan Ditelantarkan

SERAHKAN: Presiden Joko Widodo menyerahkan SK Hutan Sosial, adat dan TORA kepada warga Humbahas, Kamis (3/2).istimewa/sumu tpos.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – SEBANYAK 43 SK perhutanan sosial, hutan adat dan tanah objek reforma agraria (TORA) lahan seluas 10.498 Hektare. Diserahkan oleh Presiden Joko Widodo kepada masyarakat di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara (Sumut), Kamis (3/2).

Penyerahan SK ini, mantan Wali Kota Solo ini didampingi oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya. Kegiatan ini, Jokowi langsung menyerahkan perwakilan masyarakat di Desa Simangulampe, Baktiraja, di Kabupaten Humbahas.

Joko Widodo mengharapkan agar para penerima SK dapat segera memanfaatkan lahan yang diberi izinnya untuk dikelola. Namun, Ia mengingatkan lahan yang ditanami hanya boleh 50 persen. “Mau ditanami kedelai, silakan. Mau ditanami padi hutan, silakan. Mau ditanami buah-buahan, silakan. Mau ditanami kopi, silakan. Dalam pola agroforestri. Atau juga bisa dikembangkan plus usaha ternak, kalau di hutan mangrove bisa plus untuk usaha perikanan, diperbolehkan,” ucap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI itu, mengingatkan agar SK yang diterima tidak dipindahtangankan. Jika ditemukan ada lahan yang dipindahtangankan, maka pemerintah tidak akan segan-segan mencabut izinnya. “Begitu kita tahu, bisa dicabut SK-nya. Hati hati. Kita memberikan untuk tidak dipindahtangankan, juga jangan ditelantarkan, tidak diapa-apain,” kata Jokowi.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menjelaskan, untuk terus meningkatkan perizinan hutan sosial, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut akan terus melakukan percepatan pemberian perizinan perhutanan sosial kepada masyarakat. “Hutan sosial inikan tujuannya agar bisa dimanfaatkan masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan, nantinya ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat, untuk mencapai hutan yang lestari, masyarakat sejahtera dan Sumut Bermartabat,” ucap mantan Ketua Umum PSSI itu.

Salah satu upaya Pemprov dalam percepatan adalah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Perhutanan Sosial Sumut. Tugasnya adalah memverifikasi masyarakat yang berhak menerima izin mengelola hutan sosial. “Setiap pengajuan perhutanan sosial itu harus diketahui persyaratannya itu melalui UPT KPH dan saya pokja, karena kita (Pemprov) yang punya wewenang wilayah,” kata Kepala Dinas Kehutanan Sumut Herianto yang juga Ketua Pokja Percepatan Perhutanan Sosial Sumut.

Selain itu, Pokja tersebut juga bertugas memberikan pendampingan dan mensosialisasikan tentang informasi luas areal perhutanan sosial. “Perhutanan sosial diharapkan dapat menumbuhkan kelompok usaha yang tujuannya memang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, “ kata Herianto.

Tanam Pohon Macademia

Sebelumnya, Presiden Jokowi melakukan penanaman pohon macademia bersama masyarakat di Desa Simangulampe, Kecamatan Bakti Raja, Kabupaten Humbahas. Selain untuk pelestarian lingkungan, macademia juga bernilai ekonomi tinggi.

Usai penanaman pohon, Gubernur Edy Rahmayadi mengatakan, dalam rangka upaya rehabilitasi hutan dan daerah tangkapan air (DTA) Danau Toba, pemerintah membuat Usaha Pelestarian Sumber Daya Alam (UPSA). UPSA merupakan model yang memungkinkan masyarakat dapat memanfaatkan lahan sekaligus melestarikan lingkungan.

Salah satu tanaman yang dikelola adalah kacang macademia. Untuk itu, pada tahun 2022 Pemerintah Provinsi (Pemprov) siap mengadakan benih macademia untuk masyarakat dengan anggaran sebesar kurang lebih Rp2 miliar. Saat ini Pemprov memiliki stok benih macademia sebanyak 200 ribu batang yang akan dibagikan kepada masyarakat.

Sebagaimana diketahui, tanaman macademia merupakan tanaman yang bisa digunakan untuk rehabilitasi hutan. Selain itu kacang yang dihasilkan dari tanaman macademia juga sangat bernilai ekonomis. “Inilah upaya kita untuk menyejahterakan rakyat sekaligus melestarikan lingkungan,” kata Edy Rahmayadi.

Kepala Dinas Kehutanan Sumut Herianto mengatakan lokasi tempat penanaman macademia di Desa Simangulampe yang memiliki luas 10 hektare dipilih lantaran memiliki kecuraman yang cocok untuk ditanami tanaman tersebut. “Penanaman macademia sendiri merupakan program pemerintah yang terkait dengan UPSA itu sendiri, “ kata Herianto.

Turut hadir dalam kegiatan penanaman pohon tersebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, dan Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor.(gus)

Airlangga : Momentum Pemulihan Ekonomi Perlu Kita Jaga dan Tingkatkan Bersama

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kerja keras bersama dalam pengendalian Covid-19 telah berhasil memulihkan kepercayaan masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonomi. Kondisi ini membuat ekonomi Indonesia mampu tumbuh 3,51% (yoy) di Triwulan III-2021. Berbagai indikator utama juga menunjukkan kinerja yang positif. Di 2022, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2% (yoy).

Selain menjalankan strategi pengendalian pandemi Covid-19 yang efektif untuk meminimalkan penyebaran virus transmisi lokal maupun kasus impor dari luar negeri, Pemerintah juga akan terus melanjutkan Program PEN di 2022 dengan anggaran sebesar Rp455,6 triliun, dan akan didorong untuk front-loading pada awal 2022. Kebijakan front-loading ini akan membantu mengamankan momentum pemulihan ekonomi nasional.

“Momentum pemulihan ekonomi ini perlu kita jaga dan tingkatkan bersama, sehingga kita dapat tumbuh tinggi dan keluar dari middle income trap dalam jangka menengah panjang. Reformasi struktural menjadi kuncinya, terutama dalam peningkatan kualitas SDM,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Opening Ceremony Gramedia 52th Anniversary, secara virtual di Jakarta, Rabu (2/02) kemarin.

Langkah awal peningkatan kualitas SDM salah satunya dengan mendorong kebiasaan membaca buku, terutama untuk memperoleh informasi dan pengetahuan yang berkualitas. Berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), tingkat literasi Indonesia perlu terus ditingkatkan karena saat ini masih menempati peringkat ke-62 dari 70 negara.

“Kondisi ini merupakan tantangan kita bersama dan salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan peningkatan akses terhadap sumber bacaan berkualitas. Harapan kami, Gramedia sebagai salah satu korporasi terbesar di bidang literasi, khususnya ritel buku, dapat semakin berkembang sehingga mampu memberikan inklusivitas akses literasi kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya generasi penerus bangsa,” jelas Menko Airlangga.

Dengan akses informasi yang berkualitas, baik melalui sumber bacaan buku maupun sumber literasi lainnya, produktivitas bangsa dapat ditingkatkan. Salah satunya dengan meningkatnya inovasi dan kreativitas untuk mendorong aktivitas kewirausahaan. Saat ini, rasio kewirausahaan di Indonesia masih rendah, yakni sebesar 3,47% dari total populasi dan didominasi oleh pelaku usaha generasi muda dengan rentang usia 25-34 tahun. Generasi muda yang berkualitas tinggi memang mempunyai peran penting dalam kemajuan kewirausahaan dan ekonomi bangsa.

Cerminan kinerja kewirausahaan Indonesia juga dapat dilihat dari kinerja UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi. Pelaku UMKM merupakan pendorong utama bagi perekonomian, mengingat kontribusi UMKM terhadap PDB telah mencapai 61% dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja mencapai 97% dari total penyerapan tenaga kerja nasional. Bahkan, total investasi di sektor UMKM telah mencapai 60% dari total investasi nasional, dan kontribusinya terhadap ekspor nonmigas juga cukup signifkan yakni mencapai 16% dari total ekspor.

“Pemerintah telah memberikan dukungan pembiayaan bagi wirausaha maupun UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Segmentasi KUR yang telah terbagi menjadi KUR Super Mikro, Mikro, dan Kecil dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat yang membutuhkan sumber permodalan. Sepanjang 2021, pembiayaan KUR telah disalurkan sebesar Rp280,17 triliun dan diberikan kepada 7,38 juta debitur,” kata Menko Airlangga.

Program PEN yang telah dilaksanakan selama masa pandemi juga memberi perhatian khusus kepada sektor UMKM. Berbagai program telah diberikan untuk mendukung keberlangsungan usaha UMKM antara lain Subsidi Bunga, Penempatan Dana Pemerintah pada Bank Umum Mitra untuk mendukung perluasan kredit modal kerja dan restrukturisasi kredit UMKM, Penjaminan Kredit Modal Kerja UMKM, Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Tunai untuk PKL, Warung, dan Nelayan (BTPKLWN), dan insentif PPh Final UMKM Ditanggung Pemerintah (DTP).

Pengalaman dan pengetahuan Pemerintah dalam mendukung kemajuan UMKM tersebut juga menjadi dasar motivasi dan pemikiran awal dalam menginspirasi terbitnya buku “Pembiayaan UMKM”. Buku yang diinisiasi oleh Menko Airlangga tersebut berisi berbagai informasi terkait pengembangan UMKM melalui strategi pembiayaan khusus. “Pentingnya peran UMKM juga tergambarkan dari warna emas pada sampul buku yang menjelaskan bahwa Pemerintah berkomitmen terus mendorong pemberdayaan UMKM agar dapat naik kelas dan berkontribusi lebih besar lagi terhadap perekonomian,” ucap Menko Airlangga.

Menko Airlangga berharap bahwa segala hal yang dituangkan dalam buku tersebut dapat berkontribusi positif dalam membantu pengembangan UMKM yang merupakan motor utama penggerak ekonomi.

“Akhir kata, saya ingin mengucapkan selamat kepada Gramedia yang berulang tahun ke-52. Semoga dapat terus menjadi sumber literasi berkualitas untuk masyarakat luas yang merupakan prasyarat utama kemajuan ekonomi bangsa, agar generasi penerus mudah mengakses hal itu. Gemar membaca dapat didorong sebagai langkah awal kemajuan bangsa,” tutup Menko Airlangga. (rep/fsr/*)

Terima Penghargaan Inisiator Olahraga, Bobby Siap Hadir di Rakernas SIWO

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan M Bobby Afif Nasution SE MM siap hadir menerima penghargaan sebagai inisiator olahraga tingkat nasional yang akan diserahkan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Zainuddin Amali pada Rakernas SIWO PWI di Kendari Sulawesi Tenggara 8 Februari 2022.

Bobby juga mengucapkan terima kasih kepada Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO PWI) Sumut yang telah mengusulkan orang nomor satu di Kota Medan tersebut sebagai penerima penghargaan yang baru pertama kali diberikan kepada Walikota Medan.

Kesiapan hadir dan ucapan terimakasih tersebut disampaikan Bobby saat menerima audiensi Sekretaris PWI Sumut SR Hamonangan Panggabean SSos dan Pengurus SIWO, diantaranya Ketua Johny Ramadhan Silalahi SH, Wakil Ketua Pujianto SSos, Sekretaris Ir Halomoan Samosir dan Bendahara Ilham Ridwan, Kamis (3/2) di Balai Kota Medan.

“Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada SIWO PWI Sumut yang telah mengusulkan saya dan usulan tersebut telah direspon baik Tim seleksi dari SIWO PWI pusat,” ucap Wali Kota.

Lebih lanjut Wali Kota menjelaskan, Kota Medan harus memiliki fasilitas olahraga. Dirinya berkomitmen melengkapi fasilitas sarana dan prasarana olahraga di kota Medan hal ini dilakukan untuk menunjang kota Medan sebagai kota atlet sehingga ke depannya setiap cabang olahraga memiliki tempat untuk berlatih.

“Pemko Medan saat ini memiliki 7 ruang terbuka /lapangan yang masih terbengkalai, nantinya mungkin diharapkan dapat menjadi arena untuk berolah raga. Saya juga berharap agar di setiap kecamatan memiliki tempat seperti sport center,” kata wali kota.

Bobby menjelaskan melalui ruang terbuka tersebut, selain dapat diisi dengan kegiatan olahraga massal tentunya juga dapat mencari calon atlet potensial kedepannya.

Pada kesempatan itu Wali Kota juga menyambut baik jika tahun depan Kota Medan terpilih menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) dan Rakernas SIWO.

Sebelumnya, Sekjen PWI Sumut Monang Panggabean menjelaskan bahwa SIWO PWI Sumut mengusulkan Wali Kota Medan sebagai salah satu calon penerima penghargaan Inisiator Olahraga kepada SIWO PWI pusat.

Selain Wali Kota Medan, SIWO PWI Sumut juga mengusulkan Ketua KONI Medan Drs Eddy H Sibarani dalam penerima penghargaan tersebut. Penghargaan tersebut akan diberikan pada saat Rakernas SIWO PWI yang merupakan rangkaian dari puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Penghargaan tersebut nantinya akan diberikan langsung Menteri Pemuda dan Olahraga kepada Gubernur, Walikota dan Bupati serta Ketua KONI yang terpilih di seluruh Indonesia.

“Penghargaan tersebut kami usulkan karena Pak Wali setelah dilantik pada Februari 2021 sangat memperhatikan dunia olah raga berkolaborasi dengan KONI Medan seperti dengan menggelar kejuaraan untuk sembilan cabang olahraga Piala Walikota Medan,” ujarnya.

Selain itu kata Monang, Bobby terjun langsung melihat kondisi atlet saat latihan dan juga saat bertanding. Itulah yang menjadi parameter yang SIWO lihat begitu besarnya perhatian Wali Kota Medan terhadap olahraga.

Kemudian kata Monang lagi, keinginan dan terobosan yang akan dilakukan Wali Kota Medan dalam bidang pembangunan sarana dan prasarana olahraga seperti pembangunan sport center di beberapa kecamatan dengan tujuan memassalkan olahraga dinilai sangat tepat.

Dengan begitu kata Monang, keperdulian dan terobosan yang dilakukan Wali Kota Medan tersebut akan menjadi harapan kemajuan olahraga di kota Medan di masa yang akan datang.

Selanjutnya Monang mengatakan sinergitas dan kolaborasi yang begitu apik antara pemko Medan dan KONI Medan juga sebagai parameter keberhasilan pembangunan olahraga di kota Medan.

“KONI Medan di bawah komando Drs Eddy H Sibarani selama ini kami lihat berjalan dengan sangat baik dengan program unggulan Porkot kota Medan yang digelar hampir setiap tahun.Selain itu ada Porwil Medan dan even tunggal setiap cabor,” kata Monang.

Monang juga menyampaikan dukungan penuh dari SIWO terhadap semua program dan terobosan yang akan dilakukan Wali Kota Medan dan KONI Medan dalam mengembangkan dan meningkatkan prestasi olahraga khususnya di Kota Medan.

Pada kesempatan itu Monang juga berharap Kota Medan sebagai ibukota Provinsi Sumatera Utara dapat terpilih menjadi tuan rumah HPN dan Rakernas SIWO tahun 2023 mendatang.(rel/dek)

Sudah Tiga Bulan Dokumen Kependudukan di Kota Gunungsitoli Terkendala

DEPAN : Kantor Wali Kota Gunungsitoli di Jalan Pancasila Mudik-Gunungsitoli.

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Sudah tiga bulan lebih pengurusan dokumen warga di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Gunungsitoli tak bisa diproses. Penyebabnya, tanda tangan elektronik pada dokumen kependudukan pejabat yang berwenang belum ada rekomendasi Dirjen Kependudukan Kementerian Dalam Negeri RI.

Persoalan ini berawal pada bulan November 2021, saat itu Wali Kota Gunungsitoli melakukan mutasi jabatan Kepala Dinas Dukcapil Kota Gunungsitoli dari pejabat lama Bernardine Telaumbanua yang dimutasi sebagai Asisten.

Lalu Tema’aro Telaumbanua yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Disdukcapil Kota Gunungsitoli diangkat menggantikan posisi Bernardine Telaumbanua. Meski rekomendasi dari Dirjend Kependudukan Kementerian Dalam Negeri belum turun, namun pergantian pejabat dimaksud tetap dilaksanakan.

Sementara, mekanisme pergantian Kepala Dinas Dukcapil telah diatur melalui Permendagri Nomor 76 tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian pejabat pada unit kerja yang menangani urusan administrasi kependudukan di Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Akibat kelalaian ini ratusan warga yang sudah mengajukan pengurusan dokumen kependudukan di Disdukcapil Kota Gunungsitoli dari bulan Oktober 2021 hingga saat ini belum bisa diproses.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Gunungsitoli Tema’aro Telaumbanua mengakui bahwa persetujuan peralihan wewenang dari pejabat yang lama ke pejabat yang baru hingga saat ini belum turun. Akibatnya dokumen kependudukan di Disdukcapil Kota Gunungsitoli tidak dapat di proses.

“Jadi begini karena sudah ada perubahan kepala Dinas Ducapil , jadi tidak serta merta tandatangan elektronik itu langsung beralih ke pejabat yang baru. Karena itu harus melalui mekanisme persetujuan dari Kemendagri, jadi kita menunggu itu,” ungakap Tema’aro kepada Sumut Pos, melalui telfon selularnya Rabu (2/2).

“Nah untuk sementara dokumen-dokumen kependudukan itu belum bisa ditandatangani oleh pejabat yang baru, karena menunggu persetujuan dari Kemendagri. Mudah-mudahan pada bulan Februari ini sudah tuntas,” sambungnya.

Hal yang sama juga diakui oleh Inspektur Kota Gunungsitoli Motani Telaumbanua SH bahwa rekomendasi dari Kemendagri dalam hal ini Dirjend Kependudukan kepada pejabat yang baru hingga saat ini belum turun.

“Kondisi saat ini, rekomendasi dari Kemendagri belum turun. Kemarin pak Kepala BKD sudah berangkat ke Jakarta menyusul, kita harapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah bisa terperoses,”ungkap Motani Telaumbanua, yang juga ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemko Gunungsitoli tahun 2021 kepada Sumut Pos, Rabu (2/2).

Motani menjelaskan mekanisme pergantian Kepala Disdukcapil itu diusulkan oleh Wali Kota Gunungsitoli melalui Gubernur Sumatera Utara untuk selanjutnya diteruskan kepada Mendagri dalam hal ini Dirjend Kependudukan. Ia mengatakan pelantikan pejabat yang baru tidak bisa dilakukan sebelum rekomendasi turun.

“Memang kalau situasinya normal pelantikan kepada pejabat baru tidak bisa dilakukan sebelum turun rekomendasi. Tapi kadang kala kebutuhan daerah juga harus dipertimbangkan,” katanya. (adl/ram)