Home Blog Page 2762

Kiprah PGE Menyelamatkan Satwa Endemik Sulawesi Utara

SUMUTPOS.CO – Melalui Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan, PT Pertamina Geothermal Energi Area Lahendong, membangun tempat konservasi monyet hitam yang hanya ada di Sulawesi Utara, Macaca Nigra.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam, 11 monyet Yaki (Macaca Nigra) itu menempati rumah sementara yang baru dibangun di Pusat Rehabilitasi Monyet Yaki di Gunung Masarang, Kelurahan Rurukan, Tomohon, sejak awal Desember 2021. Sebelumnya, hewan endemik Sulawesi Utara yang sudah masuk kategori langka ini direhabilitasi di Tasikoki Wildlife Rescue Centre, Bitung. Di Tomohon, mereka itu menjalani proses habituasi agar siap kembali ke hutan.

Proyek penyelamatan satwa langka ini merupakan kerja sama antara PT Pertamina Geothermal Eergi (PGE) Area Lahendong, Sulawesi Utara dengan Yayasan Masarang, sebuah yayasan yang bergerak dalam pelestarian satwa langka, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara. “Proyek ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PGE. Di sini kami memilih Yaki yang hanya ada di Sulawesi Utara,” kata Dimas Wibisoni, Senior Officer Government & Public Relation PT PGE Area Lahendong, Sabtu (2/4/2022).

Berkat kiprahnya dalam konservasi Macaca Nigra ini, PT PGE Area Lahendong berhasil mendapatkan penghargaan dari Indonesia Green Awards (IGA) 2022. Penghargaan sudah diserahkan pada 21 Maret lalu. PT PGE Area Lahendong yang beroperasi di Sulawesi Utara mendapat penghargaan untuk kategori Mengembangkan Keanekaragaman Hayati melalui program “Konservasi Fauna Yaki – Rehabilitasi Spesies Macaca Nigra”.

PT PGE membangun kandang seluas 100 meter persegi di hutan Masarang di lahan milik Yayasan Masarang dan membiayai operasional perawatan, termasuk makanan, vitamin, dan medical check up. Yayasan Masarang menyediakan lahan, dokter hewan, dan para penjaga (keeper). Kandang itu memiliki tinggi delapan meter, dan cukup untuk 11 ekor monyet Yaki menjalani proses habituasi. “Di sana monyet Yaki dipantau kesehatan dan perilakunya. Kalau sudah dinyatakan siap, mereka akan dilepasliarkan di hutan,” kata Dimas.

Rencananya, proses habituasi ini berlangsung sekitar 3 tahun. Kalau semuanya lancar, kata Dimas, 11 monyet Yaki itu akan dilepasliarkan di kawasan konservasi taman wisata alam (TWA) Gunung Ambang, Modayag, Bolaang Mongondow Timur, pada 2023.

Proses habituasi ini memakan waktu cukup lama. “Karakter Yaki ini hidup berkelompok. Para penyelamat satwa yakin mereka bisa bertahan di tengah hutan jika mereka sudah membentuk kelompok yang solid,” kata Dimas.

Saat ini, mereka masih dalam proses pembentukan kelompok karena berasal dari berbagai lokasi, berbeda umur, dan jenis kelamin. “Kelompok yang solid bisa diketahui jika sudah ada monyet jantan yang dominan (alfa male) yang akan menjadi pemimpin kelompok.”

Guru Besar Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, John Tasirin menjelaskan, ada tujuh spesies Yaki di Sulawesi, tapi hanya Macaca Nigra yang hidup di hutan-hutan Sulawesi Utara. Mereka bermigrasi dari Kalimantan ke Sulawesi, dan berakhir di Sulawesi Utara. Dilihat sejarahnya, primata paling tua di kawasan Sulawesi adalah Tarsius, dan Macaca Nigra merupakan generasi yang paling modern dan memiliki intelektualitas tinggi,” katanya.

Ciri-ciri Macaca Nigra adalah berbulu hitam lebat, ada jambul di kepala, dan pantatnya berwarna merah muda. Ciri lainnya adalah ekornya pendek. “Pada umumnya monyet berekor panjang,” katanya.

Menurut Tasirin, ada evolusi perubahan perilaku yang mengakibatkan ekor Macaca Nigra memendek. “Dia tidak lagi hidup di pepohonan, tapi lebih banyak berada di tanah. Ekor yang panjang untuk menjaga keseimbangan ketika mereka bergerak dari pohon ke pohon,” kata Tasirin yang meraih doktor di Universitas Tasmania, Australia.

Menurut ahli konservasi satwa asli ini, Macaca Nigra semakin langka karena habitat hidupnya semakin menyempit. “Pembangunan ekonomi, pertambahan penduduk, dan industrialisasi membuat mereka tidak punya tempat hidup yang nyaman dan mampu menyediakan makanan yang cukup. Akibatnya, mereka turun ke permukiman untuk mendapatkan makanan,” kata Tasirin.

Makanan mereka antara lain mengkudu hutan, buah rao, beringin putih, mangga, dan asam pakoba. Selain itu, Macaca Nigra juga diburu untuk dimakan. Namun, kata Tasirin, setelah banyak dilakukan sosialisasi, sebagian anggota masyarakat yang sudah menghentikan kebiasannya itu.

Menurut dia, sosialisasi harus terus dilakukan, terutama di kalangan anak muda, mulai dari SD hingga SMA, agar Macaca Nigra tidak terus berkurang. “Konservasi Macaca Nigra harus dilakukan karena habitatnya merupakan laboratorium alam yang tidak ada duanya di dunia.”

Macaca Nigra merupakan satwa liar yang dilindungi di Indonesia. Hal itu diatur dalam UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 20 tahun 2018 tentang Penetapan Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Berdasarkan dua aturan tersebut, seharus perburuan Macaca Nigra dihentikan.
Wilayah kerja panas bumi Lahendong memiliki enam pembangkit listrik dengan kapasitas masing-masing 20 MW.

Untuk PLTP Lahendong 1-4 yang terletak di Lahendong, PT PGE memasok uap panas dalam Perjanjian Jual Beli Uap (PJBU) dengan PT PLN. Dua pembangkit yang dibangun terakhir, yakni PLTP 5 & 6 di Tompaso, dikelola sepenuhnya oleh PT PGE berdasarkan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dengan PT PLN.

Dimas menceritakan, pengeboran pertama di Wilayah Kerja Lahendong dilakukan pada 1982, tapi produksi komersial mulai dilakukan pada 2001. PT PGE memiliki konsesi di Lahendong seluas 106.800 hektare. Setiap hari, enam pembangkit di Lahendong mengoperasikan hingga kapasitas 110-118 MW. “PLTP Lahendong telah menjadi tulang punggung dan berfungsi sebagai baseload untuk Sistem Kelistrikan Sulawesi Utara-Gorontalo,” kata Dimas.

Saat ini, di Sistem Kelistrikan Sulut-Go memiliki lima jenis pembangkit, yakni PLTU, PLTG, PLTA, PLTP, dan PLTS. Total kapasitas terpasang mencapai 550,78 MW, sedangkan beban puncak pada Maret 2022 sebesar 422 MW. “Kami rata-rata memasok 21-28 persen kebutuhan listrik di Sulawesi Utara dan Gorontalo,” kata Dimas.

Bersama PLTP Kamojang, PLTP Lahendong sudah menerima sertifikat penurunan emisi sebesar 309.000 ton CO2 Ekuivalen. PLN memasukkan dua pembangkit ini dalam program penurunan emisi gas rumah kaca melalui Clean Development Mechanism (CDM). Model CDM ini merupakan salah satu mekanisme perdagangan karbon yang diatur dalam Perjanjian Protokol Kyoto. (adz)

Call Center Disdik Medan Berjalan Efektif, Aduan Direspon 1×24 Jam

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan mengaku terus membenahi dan meningkatkan pelayanan publik. Seluruh OPD lingkup Pemko Medan diminta untuk berinovasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, satu di antaranya nya Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan.

Disdik Kota Medan mengklaim, layanan pengaduan Call Center Disdik Kota Medan merupakan satu inovasi di bidang pendidikan. Sejak kanal pengaduan tersebut dibuka, ratusan laporan dan aduan masyarakat masuk, dan yang mendominasi adalah aduan tentang pungutan liar (pungli).

Seluruh pengaduan yang masuk ke Call Center 0853 7109 3888 yang mencapai ratusan ini, langsung direspons dan ditangani Disdik Kota Medan setiap harinya. Banyaknya laporan yang masuk ke layanan pengaduan call center ini, pun diklaim telah berjalan efektif.

Sekretaris Disdik Kota Medan, Kiki Zulfikar mengatakan, inovasi yang dibuat pihaknya ini, telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Faktanya, ratusan laporan masuk ke kanal aduan setiap harinya, dan langsung ditindaklanjuti dengan cepat.

Selain laporan aduan yang merupakan ranah Pemprov Sumut, terdapat juga laporan yang seharusnya disampaikan ke disdik kabupaten/kota lainnya. Misalnya, baru-baru ini masuk aduan dari warga Kabupaten Asahan, namun tetap direspons dan diteruskan ke pihak Disdik Kabupaten Asahan.

“Laporan lainnya yang masuk ke Kanal aduan adalah terkait bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Ada seorang siswa SD Nasrani 3 di Jalan Turi Medan, yang seharusnya sudah dapat mengurus bantuan PIP, tapi terkendala karena tidak ada surat keterangan dari pihak sekolah. Kami tindak lanjuti langsung ke pihak sekolah.

Alhamdulillah saat ini siswa tersebut sudah bisa mengurus bantuan PIP tersebut,” ungkap Kiki.

Sebelumnya, manfaat dari layanan Call Center Disdik Kota Medan ini, pun dirasakan Muhammad Yusuf, orang tua siswa Kelas 7 SMP Negeri 39 Medan, Jalan Young Panah Hijau, Medan Labuhan. Diakuinya, kanal aduan ini sangat bermanfaat dan efektif. Sebab, begitu melaporkan permasalahan pungli yang dialaminya, Disdik Kota Medan langsung merespons dan menindaklanjuti, serta menyelesaikan permasalahan tersebut.

Yusuf pun menceritakan awal permasalahan yang terjadi. Dijelaskannya, waktu itu dia akan memindahkan anaknya dari pesantren ke SMP Negeri 39 Medan. Dengan membawa surat keterangan pemindahan, dia mendatangi dan dan bertemu pihak sekolah tersebut. Namun, setelah bertemu dan menjelaskan tujuannya, pihak sekolah meminta biaya untuk pemindahan anaknya.

“Pihak sekolah meminta biaya pemindahan sebesar Rp1,5 juta. Saya bingung, kenapa memakai biaya? Namun, karena anak saya harus bersekolah, saya tetap mengusahakan dan memberikan uang tersebut. Setelah terjadi penawaran harga, pihak sekolah akhirnya meminta sebesar Rp1 juta,” tuturnya, seraya mengungkapkan, dia sudah menyampaikan ke pihak sekolah tidak ada uang untuk pemindahan, kalaupun ada terpaksa berutang.

Kemudian, Yusuf menjelaskan, permasalahan ini disampaikannya juga kepada tetangga dan kerabatnya. Mereka menyarankan agar dia melaporkan permasalahan yang dilakukan oknum SMP Negeri 39 Medan ke Call Center Disdik Kota Medan. Begitu mengetahui, dia langsung melaporkannya. Dan tanpa disangka, laporan tersebut langsung direspons dan ditindaklanjuti oleh Disdik Kota Medan.

“Saya langsung melaporkan masalah ini ke Call Center Disdik Kota Medan. Ternyata laporan saya langsung direspons, dengan balasan tidak ada biaya pemindahan sekolah. Dalam waktu 1 x 24 jam, atau keesokan harinya, Kepala dan Sekretaris Disdik Medan langsung mendatangi SMP Negeri 39 Medan. Saya pun diminta untuk datang ke sekolah, dan di hari itu juga permasalahan diselesaikan, uang yang telah diterima oknum SMP Negeri 39 Medan pun dikembalikan ke saya,” beber Yusuf.

Yusuf juga merasa tenang, sebab setelah permasalahan itu, Disdik Kota Medan memberikan jaminan, dia dan anaknya tidak akan mendapatkan intimidasi dari pihak sekolah. Bila mendapatkan intimidasi, dia disarankan untuk segera melaporkannya kembali ke Call Center Disdik Kota Medan.

“Kemarin saya diminta, jika ada apa-apa ataupun kendala dengan anak saya, supaya melaporkan kembali. Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada permasalahan apa-apa, semuanya sudah selesai,” katanya.

Selanjutnya, Yusuf menilai, layanan pengaduan Call Center Disdik Kota Medn ini, sangat bermanfaat dan membantu. Apalagi, masih banyak masyarakat yang kurang memahami bagaimana cara menyampaikan aduan jika terjadi peristiwa seperti yang dialaminya.

“Saya sangat terbantu sekali dengan adanya kanal aduan ini. Apalagi orang seperti kami yang tidak mengerti cara mengadu jika terjadi permasalahan seperti yang saya alami. Di samping itu, biaya yang diminta sebesar itu, sangat berat bagi kami. Saya berharap kejadian ini tidak lagi terjadi, cukup saya yang merasakannya,” pungkasnya. (map/saz)

Selama Ini Jauh dari Perhatian, UMKM Bagan Deli Bersyukur Dapat Perhatian Bobby

SIMBOLIS: Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution saat menyerahkan bantuan secara simbolis.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rona bahagia langsung terpancar dari wajah Nilawati (35), warga penerima bantuan UMKM di Kelurahan Bagan Deli, belum lama ini. Dia mengaku bersyukur, karena UMKM miliknya dan sejumlah warga lain yang bergerak di bidang olahan hasil laut, juga ikut mendapat perhatian dari Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution.

“Alhamdulillah, kami mendapatkan bantuan yang diserahkan Pak Wali. Ini sangat membantu kami sekali, para ibu-ibu pelaku UMKM di sini. Terima kasih Pak Wali, sudah memperhatikan kami. Semoga bapak sehat selalu dan terus memperhatikan pelaku UMKM di Medan,” ungkap Nilawati bahagia.

Nilawati mengatakan, selama ini pelaku UMKM di kawasan Bagan Deli, jauh dari perhatian pemerintah. Untuk itu, dia mengaku sangat senang dengan kehadiran Bobby, yang menyerahkan sejumlah bantuan berupa alat yang mereka butuhkan dalam menjalankan usaha.

“Kami menerima bantuan yang sesuai dengan apa yang kami butuhkan. Pak Wali benar-benar mendengar apa yang kami sampaikan dan keluhkan. Alhamdulillah, kami sangat bersyukur,” imbuhnya penuh semangat.

Sebelumnya, Bobby menyerahkan bantuan bagi pelaku UMKM dari sejumlah kawasan Kota Medan di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, baru-baru ini. Diharapkan, bantuan yang diberikan berkat kerja sama Pemko Medan dan PT BRI tersebut, dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan penjualan dan pendapatan guna meningkatkan perekonomian mereka.

Adapun bantuan yang diberikan, berupa mesin freezer. Lalu, alat press sepatu bagi pelaku usaha konveksi sepatu di kawasan Medan Denai. Kemudian, sajadah bagi 3 musala di kawasan sekitar, paket pendidikan bagi siswa di Bagan Deli, kartu pendampingan UMKM, serta Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KuSuka). (map/saz)

Pemkab Humbahas pencapaian pembangunan infranstruktur pelayanan dasar Terbaik I se-Kab/Kota Sumut

DIABADIKAN: Ketua YKI cabang kabupaten Dairi, Ny Romy Mariani Simarmata serta narasumber seminar pencegahan dini kanker servik dan kanker payudara diabadikan di pendopo Bupati.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor mengucapkan terimakasih atas penghargaan kepada Pemerintah Humbahas sebagai kabupaten/kota terbaik I penilaian pencapaian pembangunan infranstruktur pelayanan dasar di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2021.

Secara khusus Bupati Dosmar menyampaikan salam hormat dan ucapan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara. ” Terima kasih kepada Pak Gubernur yang memberikan penghargaan ini,” kata Dosmar kepada sejumlah wartawan, beberapa waktu yang lalu.

Dosmar menyampaikan, seperti diketahui sangat banyak cemo’ohan masyarakat terkait infrastruktur yang kurang memadai. Tetapi, dibandingkan kabupaten/kota Sumatera Utara, Humbahas lebih baik sedikit dalam pembangunan infrastruktur dasar.

Untuk itu, penghargaan ini bukan berarti infrastruktur dasar sudah bagus semua tetapi masih terus dilakukan pembenahan.

Agar, dampak dari pembangunan infrastruktur diharapkan dapat dirasakan langsung bagi masyarakat.

Misalnya, dalam kegiatan pemenuhan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat, peningkatan akses konektivitas dan mobilitas, peningkatan infrastruktur energi dan pangan, serta pemerataan dan penerapan infrastruktur teknologi dan komunikasi.

“Saya juga ingin menyampaikan apresiasi kepada OPD beserta seluruh jajaran, atas kerja kerasnya, komitmen dan kerjasama selama ini, yang terus berjuang dan fokus dalam melakukan percepatan pembangunan dan penyediaan infrastruktur guna mendorong pertumbuhan perekonomian,” tutur Dosmar.

Senada juga diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Humbahas Pahala Lumbangaol. ” Kita berterimakasih atas atensi Pemprovsu untuk pembangunan infrastruktur di Humbang. Mudah-mudahaan makin memacu pembangunan infrastruktur di daerah kita,” ujarnya.

Dikatakan Pahala, pencapaian sebagai terbaik I dalam pembangunan infranstruktur tidak terlepas buah kerjasama baik antar OPD infrastruktur dibawah arahan Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor yang memberi perhatian khusus terhadap pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar.

Dan ini sejalan sesuai visi misi Bupati Humbang Hasundutan 2021-2026 , yaitu mewujudkan infrastruktur yang berasaskan kebermanfaatan dan pemerataan.

“Walaupun kemampuan APBD terbatas, Pak Bupati selalu menekankan perlunya alokasi yang signifikan untuk pembangunan infrastruktur,” katanya.

Ditambahkannya, berbagai upaya juga telah dilakukan Bupati untuk mengidentifikasi sumber-sumber pendanaan selain APBD untuk pembangunan infrastruktur, misalnya APBN, APBD Provsu, dll.

“Jadi, melalui apresiasi dari Pemprovsu terkait pembangunan infrastruktur ini, kita harapkan semakin memacu semangat Pemkab Humbang Hasundutan, di bawah koordinasi pak Bupati, untuk mempercepat pemenuhan seluruh kebutuhan pembangunan infrastruktur. Dibutuhkan juga inovasi-inovasi dari semua elemen pemerintahan agar dapat mengatasi berbagai kendala yang dihadapi,” harapnya kedepannya.(des/ram)

TP PKK Kota Gunungsitoli Sosialisasi dan Simulasi di SD 070975

ARAHAN: Ketua TP PKK Kota Gunungsitoli Ny Tini Lakhomizaro Zebua sampaikan arahan pada kegiatan sosialisasi dan simulasi pola asuh anak dan remaja di era digital (PAAREDI), di UPTD SD 070975 Gunungsitoli, Rabu (23/3).

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Gunungsitoli beserta pengurus kembali menggelar sosialisasi dan simulasi pola asuh anak dan remaja di era digital (PAAREDI), di UPTD SD 070975 Gunungsitoli, Rabu (23/3).

Ketua TP PKK Kota Gunungsitoli, Tini Lakhomizaro Zebua dalam arahannya menyampaikan tujuan dilaksanakan sosialisasi itu adalah guna memberi pemahaman baik kepada masyarakat umum maupun sebagai pendidik, sehingga dapat mengerti pola asuh anak dan remaja di era digital pada masa sekarang ini.

“Pada kesempatan ini kami akan menyampaikan sosialisasi tentang PAAREDI, yaitu bagaimana kita sebagai orang tua di dalam keluarga menerapkan dan memberikan pola asuh anak yang baik,” ujarnya.

“Tujuannya supaya anak-anak di era zaman sekarang bisa mempunyai karakter yang baik dan taat kepada Pancasila,” sambungnya.

Menurut Tini Lakhomizaro Zebua, zaman di era digital sekarang ini banyak anak-anak yang rusak akibat kemajuan teknologi disebabkan kurangnya perhatian dan tanggung jawab dari keluarga.

“Untuk itu kami harapkan kepada anak-anak sekalian agar sosialisasi nantinya bisa kita cerna dan bisa kita terapkan di dalam keluarga maupun di lingkungan sekolah,” ucap Ketua TP PKK Kota Gunungsitoli.

Kepala UPTD SDN 070975 Gunungsitoli Murniwati Zalukhu SPd SD dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada TP PKK Kota Gunungsitoli telah ditunjuk sebagai salah satu sekolah tempat pelaksanaan sosialisasi dan simulasi PAAREDI.

“Kami juga akan tetap mendukung sepenuhnya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK dan juga program-program Pemerintah Kota Gunungsitoli”, Ucap Kepala UPTD mengakhiri sambutannya.

Adapun narasumber pada sosialisasi dan simulasi tersebut adalah ketua Pokja I TP PKK Kota Gunungsitoli Ny Yenti Erwin Mendrofa.

Tampak peserta didik antusias mengikuti tanya jawab kepada narasumber. Kegiatan tersebut diakhiri dengan menyanyikan lagu Jinggle PAAREDI. (adL/ram)

Ketua YKI Cabang Dairi Kampanyekan Cegah Kanker Sejak Dini

DIABADIKAN: Ketua YKI cabang kabupaten Dairi, Ny Romy Mariani Simarmata serta narasumber seminar pencegahan dini kanker servik dan kanker payudara diabadikan di pendopo Bupati.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cabang Kabupaten Dairi, Ny Romy Mariani Simarmata, gencar mengkampanyekan pencegahan kanker sejak dini. Hal tersebut diungkapkannya saat membuka seminar pencegahan dini kanker servik dan kanker payudara di gedung Balai Budaya Sidikalang, Kamis (31/3).

“Kita harus intens mengkampnyekan pencegahan kanker agar masyarakat mengetahui,” ujarnya.

Dijelaskannya, selain untuk edukasi masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperingati Hari kanker Sedunia. Dan dirinya berharap, dengan adanya kegiatan ini akan mengurangi korban dari penyakit yang mematikan ini.

YKI Dairi baru terbentuk tahun 2021 dan dilantik oleh Ketua YKI Sumatera Utara Ny Nawal Edy Rahmayadi. Romy mengatakan, YKI Dairi sebagai perpanjangan tangan YKI pusat dan provinsi untuk mengkampanyekan pencegahan kanker sejak dini.

“Seminar ini mensosialisasikan bahwa kanker itu tidak berbahaya. Tetapi kita harus mendeteksi secara dini terutama kanker serviks dan kanker payudara. Kita harus tau apa itu kanker payudara dan kanker servik serta bagaimana cara mengatasinya,” ucap Ketua TP PPK Dairi itu.

Kampanye cegah kanker, YKI Dairi lewat aplikasi Twibon di media sosial.

Romy mengajak peserta seminar turut serta menggunakan Twibon di media sosial, sehingga kesadaran masyarakat mendeteksi dini kanker tercapai.

Sementara itu, dr Kamal Basri Siregar dalam paparanya menyampaikan, kanker tidak hanya terjadi pada perempuan, namun bisa saja terjadi kepada laki laki. Kanker bisa saja terjadi di bagian tubuh mana saja.

Karena pertumbuhannya tidak bisa terkendali dan penyebabnya terjadi bukan karena satu faktor tapi multi faktor. “Yakinkan bahwa kanker dapat sembuh jika di deteksi secara dini. Penyakit kanker bukan akhir dari kehidupan,” jelasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Aryanto Tinambunan melalui Kepala Bidang Komunikasi Informasi Publik, Iswan Togatorop, mengatakan, seminar dimaksud kerjasama YKI cabang Dairi dengan Dinas Kesehatan Dairi

“Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber, dr Kamal Basri Siregar sebagai dokter bedah Onkologi pada rumah sakit Adam Malik Medan,” ujarnya. (rud/ram)

Seratus Personel Polresta Deliserdang Terima Reward

REWARD: Seratus personel Polresta Deliserdang berprestasi menerima penghargaan dari Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Irsan Sinuhaji SIK di Lapangan Mapolresta Deliserdang Jalan Sudirman, Lubukpakam, Senin (4/4).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Seratus personel Polresta Deliserdang yang berprestasi saat menjalankan tugasnya menerima penghargaan dari Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Irsan Sinuhaji, SIK. Penghargaan tersebut diserahkan di Lapangan Mapolresta Deliserdang Jalan Sudirman, Lubukpakam, Senin (4/4).

Berikut penilaiaan penerimaan penghargaan tersebut adalah berhasil mengungkap kasus 3C tertinggi sebanyak 7 kasus (5 personel), penyelesaian perkara tertinggi sejajaran Polsek sebanyak 6 perkara dalam bulan Januari (1 personel), Input dokumen terbanyak (238) dokumen giat EMP penyidikan dalam bulan Januari 2022 (1 personel), nilai tertinggi di Polsek sejajaran (507) giat EMP penyidikan dalam bulan Desember 2021 (1 personel), berhasil menyelesaikan perkara sebanyak 5 perkara pada bulan Januari 2022 di Polsek Jajaran (1 personel), berhasil mengungkap TP pembunuhan di Dusun Mesjid Desa Araskabu Kecamatan Beringin (26 personel), konsiten penyelesaian perkara tahun 2022 sebanyak 220 persen (1 personel), penyelesaian perkara tertinggi sebanyak 350 persen pada bulan pebruari di polsek jajaran (1 personel).

Kemudian penyelesaian perkara tertinggi sebanyak 5 perkara pada bulan pebruari di polsek jajaran (1 personel), nilai tertinggi EMP bulan pebruari sebanyak 293 dokumen, (1 personel), input terbanyak (250) giat EMP penyidikan dalam bulan pebruari (1 personel), penyelesaian perkara tertinggi sebanyak 166 persen di polsek jajaran (1 personel), melaksanakan giat ceramah binrohtal kepada personel Mabes Polri dan Polsek se-Indonesia melalui Zoom Meeting (1 personel), serta Dedikasi loyalitas tanpa batas dalam menyiapkan sarana dan prasarana dan melebihi panggilan tugas dalam pelaksanaan vaksinasi massal untuk pecepat capaian 70 persen sejak Januari 2022 hingga pebruari 2022 (66 personel).

Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Irsan Sinuhaji, SIK, MH menyampaikan terima kasih kepada anggota Polresta Deliserdang dan polsek jajaran yang telah melaksanakan tugas dengan dedikasi yang tinggi sehingga mendapatkan hasil yang lebih baik dan pantas untuk mendapatkan penghargaan.

“Kita harapkan dengan pemberian reward ini bisa menjadi motivasi dan support untuk meningkatkan kinerja bagi seluruh personel Polresta Deliserdang dan Polsek jajaran,” ungkapnya.

Kapolresta menegaskan dalam pelaksanaan tugas akan menjadi lebih baik apabila personel memperbaiki semua kekurangan-kekurangan dalam hal pelaksanaan tugas di lapangan.

“Kemudian bagi personel yang belum mendapatkan reward agar selalu senantiasa bekerja sesuai tupoksinya dan menciptakan ide kreatif dan inovatif yang nantinya dapat bermanfaat bagi organisasi Polri dan masyarakat,” pungkasnya. (btr/azw)

LUBUKPAKAM-Seratus personel Polresta Deliserdang yang berprestasi saat menjalankan tugasnya menerima penghargaan dari Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Irsan Sinuhaji, SIK. Penghargaan tersebut diserahkan di Lapangan Mapolresta Deliserdang Jalan Sudirman, Lubukpakam, Senin (4/4).

Berikut penilaiaan penerimaan penghargaan tersebut adalah berhasil mengungkap kasus 3C tertinggi sebanyak 7 kasus (5 personel), penyelesaian perkara tertinggi sejajaran Polsek sebanyak 6 perkara dalam bulan Januari (1 personel), Input dokumen terbanyak (238) dokumen giat EMP penyidikan dalam bulan Januari 2022 (1 personel), nilai tertinggi di Polsek sejajaran (507) giat EMP penyidikan dalam bulan Desember 2021 (1 personel), berhasil menyelesaikan perkara sebanyak 5 perkara pada bulan Januari 2022 di Polsek Jajaran (1 personel), berhasil mengungkap TP pembunuhan di Dusun Mesjid Desa Araskabu Kecamatan Beringin (26 personel), konsiten penyelesaian perkara tahun 2022 sebanyak 220 persen (1 personel), penyelesaian perkara tertinggi sebanyak 350 persen pada bulan pebruari di polsek jajaran (1 personel).

Kemudian penyelesaian perkara tertinggi sebanyak 5 perkara pada bulan pebruari di polsek jajaran (1 personel), nilai tertinggi EMP bulan pebruari sebanyak 293 dokumen, (1 personel), input terbanyak (250) giat EMP penyidikan dalam bulan pebruari (1 personel), penyelesaian perkara tertinggi sebanyak 166 persen di polsek jajaran (1 personel), melaksanakan giat ceramah binrohtal kepada personel Mabes Polri dan Polsek se-Indonesia melalui Zoom Meeting (1 personel), serta Dedikasi loyalitas tanpa batas dalam menyiapkan sarana dan prasarana dan melebihi panggilan tugas dalam pelaksanaan vaksinasi massal untuk pecepat capaian 70 persen sejak Januari 2022 hingga pebruari 2022 (66 personel).

Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Irsan Sinuhaji, SIK, MH menyampaikan terima kasih kepada anggota Polresta Deliserdang dan polsek jajaran yang telah melaksanakan tugas dengan dedikasi yang tinggi sehingga mendapatkan hasil yang lebih baik dan pantas untuk mendapatkan penghargaan.

“Kita harapkan dengan pemberian reward ini bisa menjadi motivasi dan support untuk meningkatkan kinerja bagi seluruh personel Polresta Deliserdang dan Polsek jajaran,” ungkapnya.

Kapolresta menegaskan dalam pelaksanaan tugas akan menjadi lebih baik apabila personel memperbaiki semua kekurangan-kekurangan dalam hal pelaksanaan tugas di lapangan.

“Kemudian bagi personel yang belum mendapatkan reward agar selalu senantiasa bekerja sesuai tupoksinya dan menciptakan ide kreatif dan inovatif yang nantinya dapat bermanfaat bagi organisasi Polri dan masyarakat,” pungkasnya. (btr/azw)

Permudah Masyarakat Bertransaksi, Pemko Medan Siapkan Aplikasi Medan Pay

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan persiapkan program aplikasi sistem pembayaran non tunai yang diberi nama Medan Pay. Dengan menggunakan aplikasi ini, masyarakat nantinya dapat melakukan berbagai transaksi pembelian dan pembayaran berupa pulsa & paket data, listrik, tiket, PDAM, Topup e-money, pajak, e-parking dan lain sebagainya.

Selain mempermudah masyarakat dalam bertransaksi sekaligus meningkat Pendapatan Asli saerah (PAD), aplikasi Medan Pay ini juga diharapkan menjadi kebanggan warga Medan.

Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman menyampaikan hal ini ketika menerima kunjungan kerja Direksi PT Bank Sumut di Balai Kota, Selasa (5/4). Kehadiran Medan Pay ini sebagai upaya Pemko Medan memanfaatkan teknologi dalam dunia digital guna memberikan benefit ataupun perputaran ekonomi yang berdampak pada masyarakat Kota Medan.

“Wacana aplikasi ini sudah kami pikirkan dari bulan November kemarin. Kami memikirkan sebuah formula bagaimana caranya agar uang yang beredar di Kota Medan ini tidak dibawa keluar dan hanya berputar di Kota Medan saja. Satu-satunya cara mewujudkannya dengan membuat sebuah sistem aplikasi, yang terintegrasi dengan segala hal,” kata Aulia dihadapan Direktur Pemasaran PT Bank Sumut Hadi Sucipto, jajaran Direksi PT Bank Sumut dan sejumlah pimpinan OPD.

Selain aplikasi Medan Pay, jelas Aulia, Pemko Medan juga akan membuat transaksi digital berupa jasa ojek online (Go Medan) dan Medan Food. Tentunya aplikasi ini tidak kalah dengan aplikasi-aplikasi sejenisnya yang telah beredar. “Untuk aplikasi ini masih kita usahakan izinnya di OJK,” ungkapnya.

Guna mewujudkan hal itu, Aulia meminta kepada seluruh jajaran di lingkungan Pemko Medan untuk menginformasikan lebih masif lagi kepada masyarakat tentang aplikasi Medan Pay. Apalagi Kota Medan memiliki 2001 lingkungan, sehingga masing-masing lingkungan dapat mensosialisasikannya kepada warganya. Dengan demikian warga akan mengetahui Kota Medan memiliki aplikasi luar biasa Medan Pay.

“Saya optimis jika Medan Pay kita sosialisasikan kepada masyarakat, maka kita akan dapat bersama-sama membangun Kota Medan. Mari kita gunakan Medan Pay dalam melakukan berbagai transaksi digital. Jadi, mari kita masifkan sosialisasi Medan pay kepada seluruh masyarakat,” ajaknya seraya mengucapkan terima kasih kepada PT Bank Sumut yang telah berkolaborasi dengan Pemko Medan untuk membuat program Medan Pay. (rel)

BI Sumut Pastikan Pasokan Rupiah Selama Ramadhan-Idul Fitri 1443 H

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (KPw BI Sumut) memastikan kecukupan pasokan dan ketersediaan uang Rupiah bagi masyarakat selama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah (H).

Hal itu dikatakan Kepala KPw BI Sumut, Doddy Zulverdi, dalam acara Bincang Bareng Media (BBM), di Kantor KPw BI Sumut, Medan, Selasa (29/3) sore.

Dikatakannya, KPw BI Sumut telah mempersiapkan berbagai langkah dalam rangka pengendalian inflasi maupun kebutuhan uang masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri serta beberapa poin terkait perkembangan ekonomi terkini, upaya pengendalian inflasi di Sumut serta strategi pemenuhan kebutuhan uang menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

“Pada tahun 2022, kondisi perekonomian diperkirakan tetap kuat seiring meredanya penyebaran Covid-19. Secara nasional, sejumlah indikator ekonomi seperti penjualan eceran dan mobilitas masyarakat di berbagai daerah juga tercatat tetap baik pada Maret 2022,” ujarnya.

Sejalan dengan ekonomi nasional, lanjutnya, pemulihan ekonomi Sumut juga terus berlangsung pada tahun 2022, meskipun masih berjalan secara gradual. Pertumbuhan ekonomi Sumut pada tahun 2022 diperkirakan lebih tinggi dari tahun sebelumnya didorong oleh tercapainya herd immunity di Sumut.

“Namun tetap perlu diwaspadai sejumlah faktor yang dapat menahan pertumbuhan, seperti konflik geopolitik internasional karena sikap investor yang ‘wait and see’ dan kecenderungan berinvestasi kepada ‘asset safe haven’. Sejalan dengan pemulihan ekonomi, konsumsi masyarakat yang meningkat berpotensi mendorong kenaikan harga,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pada tiga bulan terakhir, inflasi secara tahunan berada dalam tren peningkatan yang cukup besar. Pada Februari 2022, inflasi mencapai sebesar 2,45 persen (yoy), yang didorong kenaikan harga minyak goreng, rokok kretek filter, dan sewa rumah.

Berdasarkan pengamatan menjelang HBKN, sambung Doddy, harga minyak goreng, cabai merah, daging sapi, dan gula pasir telah mengalami peningkatan. Harga empat komoditas tersebut cenderung naik dan lebih tinggi dibandingkan dengan periode pengamatan tahun 2019-2021.

Selain itu, sebutnya, tingginya tensi geopolitik, dan cuaca ekstrem menyebabkan kenaikan harga gandum, jagung, dan kedelai di pasar dunia, berpotensi memberikan dampak pada tekanan inflasi nasional termasuk Sumut.

“Di tengah meningkatnya kebutuhan dan aktivitas ekonomi masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, TPID Sumut bersama TPID Kab/Kota memastikan pasokan bahan-bahan pokok dapat mencukupi kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Oleh karena itu, kata Doddy, berbagai upaya pengendalian inflasi yang fokus pada strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif) juga akan terus dilakukan menjelang HBKN melalui pelaksanaan kampanye belanja bijak serta pelaksanaan sidak bekerja sama dengan Satgas Pangan dan pasar murah guna menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga.

Selain itu, paparnya, memasuki Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H, BI juga senantiasa berupaya untuk menjaga likuiditas perbankan serta memastikan ketersediaan uang yang beredar di masyarakat dalam jumlah dan pecahan yang cukup dengan kualitas yang baik. “Kebutuhan uang kartal selama Ramadhan dan Idul Fitri diperkirakan sebesar Rp5,25 triliun, lebih tinggi dari tahun sebelumnya mempertimbangkan kondisi ekonomi yang terus pulih,” bebernya.

Dia menambahkan, KPw BI Provinsi Sumut telah merumuskan tiga langkah yang akan dilakukan, yaitu pembukaan layanan penarikan uang Hasil Cetak Sempurna (HCS), pembukaan layanan penukaran uang HCS di seluruh unit/cabang perbankan, dan pembukaan layanan penarikan uang pecahan besar untuk kebutuhan gaji dan THR.

Kemudian, KPw BI Provinsi Sumut juga membuka layanan penukaran Uang Pecahan Kecil (UPK) melalui layanan kas keliling. Terdapat 124 titik lokasi layanan penukaran yang didukung oleh 41 Bank di kota Medan guna memenuhi kebutuhan uang masyarakat selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

“Layanan pemenuhan kebutuhan uang kartal oleh BI dan perbankan sudah dapat di akses oleh masyarakat mulai 4-29 April 2022. Adapun informasi terkait mekanisme dan lokasi penukaran dapat di akses melalui aplikasi PINTAR,” pungkasnya. (Dwi)

Menko Airlangga: Indonesia Kembali Berlakukan Bebas Visa Negara ASEAN

JAKARTA, SUMUTPOS.CO—Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia kembali melakukan relaksasi pengaturan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Airlangga menegaskan, kemudahan diberlakukan kembali menyusul kasus Covid-19 yang terkendali memasuki Bulan Ramadhan 1443 H.

Ia menuturkan, kemudahan diberikan terhadap pemberian visa kunjungan ke Indonesia. Yakni, melalui perluasan kebijakan Visa on Arrival (VoA) untuk PPLN di bandara internasional di seluruh Indonesia.

“Dan diberlakukannya kembali kebijakan fasilitas Bebas Visa untuk negara-negara ASEAN,” tutur Airlangga dalam keterangan, Selasa (5/4/2022).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menambahkan, aturan masuk atau kedatangan bagi PPLN di sebagian besar negara di luar Indonesia juga sudah dilonggarkan. Mereka hanya mensyaratkan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap tanpa mensyaratkan hasil tes PCR dan Entry-Test negatif.

Aturan perjalanan dengan syarat ini misalnya diberlakukan di Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Australia dan Arab Saudi. Sementara Inggris tidak mempersyaratkan hal tersebut.

Sementara, negara yang menerapkan persyaratan Negatif Tes PCR saat keberangkatan adalah Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, dan Australia. Inggris dan Arab Saudi tidak mempersyaratkan.

Kalau untuk persyaratan Entry-Test saat kedatangan, tidak dipersyaratkan untuk masuk ke Singapura, Amerika Serikat, Inggris, Australia dan Arab Saudi, sementara Malaysia masih memberlakukan tes antigen untuk masuk ke negara itu.

Airlangga mengatakan, di Indonesia, kewajiban untuk menunjukkan hasil negatif tes PCR di negara/wilayah asal dalam waktu 2×24 jam sebelum keberangkatan tetap diberlakukan.

Namun, kewajiban melakukan tes PCR saat Kedatangan (Entry-Test) tidak diberlakukan terhadap semua PPLN. Syarat ini hanya akan diberlakukan bagi Suspect Covid-19 yang bergejala, misalkan dengan gejala demam dan/atau suhu badan di atas 37,5º C.

Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan, kebijakan relaksasi ini didasarkan pada perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia yang sudah berkurang.

Pemerintah mencatat, per 4 April 2022, kasus baru sebanyak 1.661 kasus, berkurang signifikan sebesar 97,4 persen dari angka tertingginya di 16 Februari 2022 sebanyak 64.718 kasus. Kasus aktif tercatat sebanyak 93.462 kasus, turun 84,1 persen dari puncaknya di 24 Februari 2022 sebanyak 586.113 kasus.

Sedangkan, kasus kematian sebanyak 61 kasus, turun 84,8 persen dari puncak kasus kematian di 8 Maret 2022 sebanyak 401 kasus. Khusus untuk luar Jawa-Bali, kasus konfirmasi harian juga menunjukkan penurunan. Per 4 April 2022, sebanyak 399 kasus atau 24,0 persen dari kasus harian nasional.

Kasus aktif luar Jawa Bali per 4 April 2022 sebanyak 35.771 kasus atau 38,3 persen dari kasus aktif nasional.

Menko Airlangga menegaskan, khusus di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), terpantau tidak ada kenaikan kasus meskipun di wilayah ini baru saja menggelar MotoGP Mandalika. Kasus aktif di NTB per 3 April sebanyak 161 kasus, dengan BOR rendah sebesar 7 persen.

“Sejak penyelenggaraan MotoGP Mandalika, setelah kita lakukan monitoring, di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak ada kenaikan kasus yang signifikan dan tetap berada di Transmisi Komunitas Level 1,” ujar Menko Airlangga. (adv/*)