25 C
Medan
Saturday, January 31, 2026
Home Blog Page 2807

Keputusan Mobil Rakyat Akan Pengaruhi Pasar Otomotif 2022

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Penjualan ritel otomotif Indonesia selama 2021 mengalami kenaikan mencapai sekitar 863 ribu unit, naik 49,2% dibandingkan tahun 2020 sekitar 578 ribu unit. Sejalan dengan kenaikan pasar, penjualan ritel Daihatsu juga mengalami kenaikan menjadi 151 ribu unit, atau naik 51,1% dibandingkan tahun 2020 lalu sekitar 100 ribu unit.

Capaian positif ini tentunya berkat dukungan pemerintah terhadap industri otomotif melalui PPnBM DTP yang berlangsung sejak Maret-Desember 2021.

Melansir laman gaikindo.or.id, GAIKINDO (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) memprediksi pasar otomotif tahun ini dapat mencapai 900 ribu unit. Sementara itu, proyeksi pasar juga tergantung dari persetujuan mobil rakyat yang tentunya akan berdampak positif bagi pasar otomotif tahun 2022 ini.

Sebagaimana diketahui, awal tahun 2022 produsen otomotif, khususnya Daihatsu juga melakukan penyesuaian harga sejalan dengan peraturan pemerintah terkait implementasi pajak baru. Ada pun penyesuaian harga terdapat pada model LCGC seperti Sigra, dan Ayla sebesar 3%, serta mobil berpenumpang lainnya seperti Terios, Xenia, Rocky, Gran Max, dan Luxio mulai dari 15 – 20%.

“Daihatsu berharap, semoga program Mobil Rakyat dapat segera diwujudkan, dan pasar otomotif Indonesia dapat terus tumbuh,” ujar Budi Mahendra, Marketing Product Planning Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM).(rel)

Penjualan Ritel Daihatsu Tahun 2021 Tembus 151 Ribu Unit

Pertahankan Peringkat 2 Penjualan Otomotif Nasional 13 Tahun Berturut-turut

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Mengawali tahun 2022, Daihatsu merilis hasil penjualan sepanjang 2021 dengan capaian positif. Hal ini ditandai dengan hasil penjualan ritel dengan raihan 151.107 unit, dengan market share sebesar 17,5%. Capaian ini juga menjadi catatan penting bagi Daihatsu, karena berhasil mampu mempertahankan posisi ranking 2 selama 13 tahun berturut-turut dalam penjualan ritel otomotif nasional sejak 2009.

Bila membandingkan dengan capaian tahun 2020 lalu, penjualan ritel otomotif Indonesia di tahun 2021 mencapai sekitar 863 ribu unit, atau naik 49,2% dibandingkan tahun 2020 sekitar 578 ribu unit.

Sejalan dengan kenaikan pasar, penjualan ritel Daihatsu juga mengalami kenaikan menjadi 151 ribu unit, atau naik 51,1% dibandingkan tahun 2020 lalu sekitar 100 ribu unit. Dalam hal market share, penjualan ritel Daihatsu juga mengalami kenaikan menjadi 17,5%, atau naik sebesar 0,2% dibandingkan tahun 2020 lalu sebesar 17,3%.

Salah satu faktor utama kenaikan signifikan ini adalah berkat adanya dukungan pemerintah terhadap industri otomotif melalui PPnBM DTP yang berlangsung sejak Maret-Desember 2021. Selain itu, sepanjang tahun 2021 terdapat kemunculan puluhan produk baru yang mewarnai industri otomotif tanah air, khususnya Daihatsu dengan kehadiran Rocky pada April, Terios Eco Idle (September), dan All New Xenia (November).

Selama tahun 2021, terdapat 10 model teratas mobil berpenumpang paling laris, yang 50% di antara model tersebut merupakan hasil produksi ADM (PT Astra Daihatsu Motor), seperti pada Avanza, Rush, dan Calya untuk brand Toyota, serta Sigra, dan Ayla untuk brand Daihatsu.

Ada pun selama 2021, model Daihatsu yang paling menjadi favorit pelanggan adalah Gran Max Pick Up sekitar 39 ribu unit, dan Sigra sekitar 38 ribu unit, disusul model Daihatsu lainnya seperti pada tabel.

Daihatsu bersyukur dapat mempertahankan peringkat 2 penjualan ritel otomotif nasional selama 13 tahun berturut-turut. Semoga capaian positif ini dapat terus berlangsung, dan pasar otomotif nasional tahun 2022 ini dapat terus bergairah,” ujar Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO).(rel)

Gubsu Diminta Batalkan Proyek Jasa Konsultasi Rp34,9 M dalam Satu Paket

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengusaha jasa konsultan senior di Sumut, Drs ND Malau mengkritisi kebijakan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Pemprovsu, Bambang Pardede , yang menjadikan proyek konsultasi bernilai Rp34,9 Miliar dalam satu paket. Menurutnya, kebijakan tersebut jelas merugikan pengusaha jasa konsultasi Sumut, bahkan bisa membuat rekanan konsultan mati pelan-pelan.

“Ini jelas tidak selaras dengan semangat Sumut Bermartabat yang menjadi tagline Gubsu Edy Rahmayadi. Bagaimana mungkin Sumut ini bermartabat kalau kebijakan pemimpinnya justru merugikan warganya,” kata Drs ND Malau saat dimintai tanggapannya, Kamis (13/1).

Ia juga menyebut, sangatlah tidak bermartabat jika Gubsu sebagai pemimpin membiarkan ada kegiatan usaha dalam bentuk paket pekerjaan yang pagunya berasal dari APBD Provsu, tetapi yang menikmatinya bukan pengusaha Sumut. “Saya berharap Pak Gubernur mau menggunakan hati nuraninya dan menjalankan tagline Sumut Bermartabat itu. Apa betul itu namanya, kalau kita orang Sumut hanya jadi penonton di daerah kita sendiri?” tanya ND Malau.

Mantan Ketua DPD Inkindo dan DPD Perkindo Sumut ini mengingatkan Gubsu dan Kadis BMBK, bahwa sebuah kebijakan itu harus memperhitungkan banyak hal, tidak boleh keinginan pemerintah saja. “Kalau kita baca alasan Kadis BMBK Bambang Pardede di media, kebijakan menyatukan paket Rp34,9 miliar bertujuan untuk mempermudah kontrol, SDM serta ketepatan waktu, itu adalah hal yang baik. Tetapi apa harus mematikan pengusaha lokal, karena tidak ada perusahaan dengan grade seperti itu. Apalagi yang mau dituju adalah keberhasilan. Dan menurut saya, justru keberhasilan itu akan lebih optimal dicapai kalau pengusaha lokal Sumut terlibat di kampung halamannya sendiri,” tegasnya.

ND Malau yang sudah puluhan tahun menggeluti dunia usaha jasa konsultasi dengan pengalaman kerja paket-paket proyek nasional mengaku cukup sedih dengan kebijakan Kadis BMBK Sumut. “Terus terang saya terkejut juga dengan kebijakan ini. Alangkah baiknya kalau dikonsultasikan dulu dengan asosiasi pengusaha. Saya kira tidak saatnya lagi ada ego kekuasaan, tetapi yang ada harus kolaborasi untuk kemajuan Sumatera Utara,” ucapnya.

Untuk itu, ND Malau meminta Gubsu Edy Rahmayadi memerintahkan Kadis BMBK mengubah kebijakannya karena tidak selaras dengan semangat Sumut Bermartabat.

Sebelumnya, pengurus DPD Inkindo, Gapensi Sumut serta sejumlah pengusaha jasa konsultasi mengeluarkan kecaman dan keberatan atas kebijakan Dinas BMBK Sumut membuat paket proyek senilai Rp34,9 M dalam satu paket. (adz)

Pemerintah Dorong Operasi Pasar sebagai Langkah Menyikapi Kenaikan Harga

SURABAYA, SUMUTPOS.CO – Kebijakan untuk menjamin ketersediaan pasokan dan serta stabilitas harga bahan pangan bagi seluruh masyarakat tetap merupakan salah satu prioritas utama dari Pemerintah di awal tahun 2022 ini. Di tengah kenaikan harga beberapa bahan pangan saat ini seperti beras, bawang putih, minyak goreng, dan daging ayam ras, Pemerintah tetap berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah antisipasi guna memastikan ketersediaan bahan pangan dan menjaga harga bahan pangan dapat terjangkau oleh masyarakat.

Setelah beberapa waktu yang lalu meninjau langsung pelaksanaan kegiatan operasi pasar di Pasar Rakyat Phula Kerti – Denpasar dan Pasar Cileungsi – Kabupaten Bogor, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kembali melakukan peninjauan secara langsung pelaksanaan kegiatan operasi pasar di Pasar Wonokromo, di Kota Surabaya, Kamis (13/01).

“Operasi pasar yang dilakukan hari ini merupakan rangkaian dari sejumlah langkah nyata yang dikerjakan oleh Pemerintah dengan melibatkan berbagai stakeholder untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat. Dalam operasi pasar ini, kami juga mengecek harga bahan pangan untuk mendukung kebijakan Pemerintah, terutama dalam menekan harga minyak goreng ke 14.000 rupiah. Operasi pasar kali ini juga dilengkapi dengan komoditas lain seperti beras, telur, cabai, dan bawang, termasuk gula pasir,” tutur Menko Airlangga.

Sejumlah stakeholder yang terlibat dalam gelaran operasi pasar tersebut antara lain Kementerian Pertanian, Perum BULOG Wilayah Jawa Timur, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Jawa Timur, PT Sinar Mas, PT Wilmar, PT Wings, dan PT Best.

Keseriusan Pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan salah satunya adalah dengan masuknya ketahanan pangan dalam Agenda Pembangunan Nasional tahun 2022-2024. Selanjutnya, terkait dengan upaya menjaga stabilitas harga bahan pangan diantaranya telah diwujudkan Pemerintah dalam pengambilan kebijakan pada komoditas minyak goreng, seperti yang pernah disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Rabu (5/01) lalu.

“Tentu Pemerintah akan terus melakukannya. Kebijakan ini baru diambil dan regulasinya sedang diatur dalam keputusan Mendag yang baru diterbitkan 2 hari lalu. Mudah-mudahan minggu depan sudah lebih banyak lagi minyak dengan harga 14.000 ribu rupiah per liter,” tutur Menko Airlangga.

Selain menjaga stabilitas harga pangan, Pemerintah juga mendorong digitalisasi pasar dengan penggunaan transaksi non tunai di pasar tradisional. Masyarakat dapat melakukan transaksi non tunai dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang merupakan standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya serta meminimalisir penggunaan uang fisik di masa pandemi Covid-19 guna mengatasi penyebaran virus Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut, selain menyaksikan penyerahan bantuan berupa CSR dari Bank Negara Indonesia (BNI) kepada pedagang pasar dan petugas pasar, Menko Airlangga juga berkeliling menyambangi dan menyapa langsung para pedagang pasar. Dalam dialog langsung yang interaktif tersebut, para pedagang menyampaikan kondisi yang dihadapi terkait dengan kenaikan harga pangan dan menyampaikan harapan agar kenaikan harga bahan pangan dapat segera ditangani Pemerintah. Para pedagang juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah dalam membantu mengurangi beban masyarakat melalui penyelenggaraan operasi pasar.

Dalam peninjauan operasi pasar tersebut, Menko Airlangga juga menyempatkan untuk berdialog langsung dengan sekitar 100 pelaku UMKM binaan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) yang tergabung dalam program pembinaan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) dan Sampoerna Retail Community (SRC). Melalui kedua program tersebut, UMKM binaan mendapatkan pendampingan usaha secara terpadu dan menyeluruh agar lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing. Di masa pandemi, mereka juga mendapatkan pelatihan usaha terkait transformasi usaha dengan memanfaatkan digitalisasi, pendampingan menyeluruh, serta sosialisasi implementasi protokol kesehatan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Wakil Ketua DPR RI Lodewijk Freidrich Paulus, Dito Ganinduto Ketua Komisi XI DPR RI, Adies Kadir Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Mohammad Rudy Salahuddin, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Musdhalifah Machmud, Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Elvira Lianita, dan Direktur Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto. (ltg/fsr)

Pengerjaan Drainase Jalan Sei Belutu, Kadis PU Targetkan Tuntas Sepekan

DRAINASE: Kondisi pekerjaan pemasangan U-Ditch di Jalan Sei Belutu, Kelurahan Padang Bulan Selayang I, Medan Selayang menunjukkan progres yang cukup baik.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lima hari pasca ditinjau langsung Wali Kota Medan Bobby Nasution pada Jumat (7/1) malam lalu, pekerjaan pemasangan U-Ditch di Jalan Sei Belutu, Kelurahan Padang Bulan Selayang I, Kecamatan Medan Selayang menunjukkan progres yang cukup signifikan.

Pantauan langsung Sumut Pos ke lapangan, Rabu (12/1) pagi, kondisi tumpukan tanah galian drainase di sepanjang badan jalan Sei Belutu yang menjadi keluhan warga, tak lagi tampak menumpuk tinggi. “Begitu Pak Wali tinjau Jumat malam itu, langsung saya perintahkan untuk diangkut tanah galian drainasenya. Saat ini memang tidak ada lagi galian tanah yang menumpuk di sana sudah saya pantau langsung,” ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan, Topan Obaja Putra Ginting kepada Sumut Pos, Rabu (12/1).

Namun begitu, Sumut Pos masih melihat adanya satu tumpukan tanah yang tinggi akibat pengorekan drainase oleh alat berat yang tampak sedang bekerja. Pasalnya, masih ada drainase yang belum digali dan dipasang U-Ditch di kawasan itu. “Iya ada sedikit yang baru di korek, nampak tanahnya masih basah. Biar saya suruh bereskan secepatnya. Sisanya sudah beres semua, bisa dilihat langsung. Itu paling tinggal seratus meter yang sedang dikorek dan akan dipasang (U-Ditch), sisanya sudah selesai di korek dan dipasang,” ujar mantan Camat Medan Tuntungan itu.

Selain itu, Sumut Pos juga masih melihat adanya sedikit gundukan tanah di sisi-sisi drainase. Dikatakan Topan, sisa gundukan tanah yang hanya tinggal sedikit itu akan menjadi tanah yang menutupi sisi drainase apabila U-Ditch telah terpasang secara sempurna. Sebab saat ini, belum semua drainase di sepanjang Jalan Belutu sudah terpasang U-Ditch.

Nantinya, bila semua sudah terpasang U-Ditch, maka U-Ditch yang terpasang akan diluruskan terlebih dahulu agar dapat berfungsi dalam mengalirkan air secara sempurna. “Nantinya saat U-Ditch nya sudah terpasang lurus dan sempurna, maka gundukan tanah yang sedikit itu yang akan menutupi sisi-sisi drainase yang kosong setelah dipasang U-Ditch. Jadi selain memastikan berfungsi dengan baik, kita juga memastikan bahwa proses pemasangan U-Ditch juga harus rapi usai pengerjaan,” katanya.

Lantas, kapan pemasangan U-Ditch di Jalan Seu Belutu itu selesai? Topan memastikan akan menyelesaikannya paling lama 10 hari dari waktu kunjungan Wali Kota Medan Bobby Nasution ke Jalan Sei Belutu pada Jumat (7/1) malam, yakni paling lambat 17 Januari 2022. “Pokoknya paling lambat 10 hari sudah selesai itu semua. Sudah terpasang, sudah berfungsi, sudah rapi. Kita minta dukungannya,” jawabnya.

Ditanya apakah masih ada ruas jalan lainnya di Kota Medan yang mengalami masalah tumpukan tanah yang meninggi seperti yang sempat terjadi di Jalan Sei Belutu, Topan memastikan jika hingga saat ini pihaknya belum melihat masalah yang sama dengan ruas jalan lainnya di Kota Medan yang sedang melakukan pemasangan U-Ditch.

“Awalnya masalah tumpukan bekas pengorekan drainase seperti ini terjadi di Jalan HM Yamin, itu sudah dibereskan. Lalu di Jalan Si Belutu ini yang kedua, dan saat ini masalahnya sudah selesai dan dalam pengerjaan. Untuk ruas jalan yang lain tidak ada masalah. Begitu pun kita persilakan kepada siapa saja, khususnya masyarakat untuk melaporkan kepada kami apabila melihat adanya masalah yang sama, supaya segera diselesaikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kota Medan untuk mendukung Pemerintah Kota Medan dalam pembangunan infrastruktur seperti jalan dan drainase yang saat ini sedang berlangsung.

Menurut Antonius, Pemko Medan melalui Dinas PU sedang melakukan pengorekan dan pemasangan U-Ditch drainase di beberapa titik ruas jalan di kota Medan.”Perbaikan drainase ini bertujuan agar kota Medan kedepan dapat mengantisipasi banjir ketika turun hujan. Meskipun dampak dari pengerjaan tersebut ada menyebabkan terganggunya akses jalan atau aktivitas warga menjadi terganggu,” ujarnya.

Legislator asal Dapil 1 kota Medan ini pun mengakui ketika dia turun ke Jalan Sei Belutu, alat berat milik Dinas PU Medan sudah turun, namun tidak dapat langsung dipergunakan karena padatnya pengguna jalan yang melintas di daerah yang akan dilakukan pengorekan drainase.”Menurut saya, jika kita semua mendukung maka tidak ada yang perlu dipermasalahkan, selama pekerjaan tersebut berjalan baik dan semuanya dapat dibersihkan setelah pekerjaan selesai,” pungkasnya. (map/ila)

 

 

 

Bersama MilkLife Bebas Laktosa, Ajak Masyarakat Sadar Pentingnya Susu Sapi

PT. Global Dairi Alami gelar jumpa pers virtual.(ist).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT. Global Dairi Alami memproduksi MilkLife mengkampanyekan dan mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan minum susu. Karena, tingkat masyarakat di Indonesia mengkonsumsi susu sangat rendah dibandingkan dengan lainnya di Asia Tenggara (Asian).

CEO of Global Dairi Alami, Ihsan Mulia Putri menjelaskan Kampanye ini juga bertepatan dengan peluncuran varian terbaru MilkLife Bebas Laktosa rasa Mocha yang kaya akan gizi seimbang, kualitas tinggi, dan rasa susu yang nikmat.

“Berangkat dari rendahnya angka konsumsi susu di Indonesia, PT. Global Dairi Alami, produsen susu terbesar kedua di Indonesia menggaungkan kampanye #BeraniMinumSusu yang mengajak masyarakat Indonesia untuk aktif dan rutin mengkonsumsi susu setiap hari dalam memenuhi kebutuhan gizi seimbang dan nutrisi sehari-hari,” ucap Ihsan dalam jumpa pers secara virtual, Kamis (13/1).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 negara Indonesia menyatakan jumlah rata-rata konsumsi susu di Indonesia sebesar 16.27 kg/kapita/tahun. Angka tersebut masih jauh lebih sedikit di bawah rata-rata konsumsi susu dari negara tetangga seperti Malaysia 26.20 kg/kapita/tahun, Myanmar 26.7 kg/kapita/tahun, dan Thailand 22.2 kg/kapita/tahun.

Rendahnya tingkat konsumsi susu per kapita di Indonesia diakibatkan oleh rendahnya populasi sapi perah di Indonesia. Hingga tahun 2021, tercatat populasi sapi perah hanya 584.582 ekor, dengan produksi susu segar dalam negeri (SSDN) pertahun sebesar 997.35 ribu ton/tahun. Jumlah sebesar itu baru mencukup 22 persen dari total kebutuhan, yaitu 3,8 juta ton/tahun.

Dalam memproduksi susu MilkLife, PT. Global Dairi Alami menghasilkan susu dari peternakan sendiri yang mengusung konsep From Farm to Table yaitu mulai dari produksi susu, hingga pendistribusian sampai di meja konsumen. Kandungan gizi, dan kesegaran susu MilkLife, dihasilkan dari jenis sapi Friesian Holstein, yang dirawat dengan sangat baik mulai dari kualitas makanan sapi hingga peternakan yang dikelola dengan teknologi modern.

“Tidak hanya berfokus kepada produksi susu, PT. Global Dairi Alami juga peduli dan taat terhadap kesejahteraan lingkungan, melalui pengimplementasian sistem teknologi biogas, yang mampu mengolah kotoran sapi menjadi energi untuk pabrik sapi yang digunakan sebagai pemanas susu,” ucap Ihsan.

Rendahnya minat masyarakat untuk mengkonsumsi susu juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah intoleransi laktosa yang banyak ditemukan pada populasi Asia, Afrika, dan sedikit pada populasi Amerika Selatan, Amerika Utara, Eropa, dan Australia.

Intoleransi laktosa ini disebabkan oleh tubuh yang kekurangan enzim laktase yang diproduksi oleh tubuh untuk membantu mencerna laktosa dalam sistem pencernaan tubuh manusia. Padahal, nutrisi yang terkandung di dalam susu sapi itu banyak sekali manfaatnya untuk tubuh manusia.

Untuk dapat memenuhi kebutuhan susu yang aman bagi lambung, MilkLife terus berinovasi dalam menghadirkan susu bebas laktosa. MilkLife susu bebas laktosa melalui proses pengolahan enzimatis atau menambahkan enzim laktase ke dalam susu sapi biasa.

“Inovasi persembahan MilkLife ini memberikan harapan kepada masyarakat yang mengalami intoleransi laktosa untuk tetap dapat menikmati kebaikan susu sapi bagi tubuh kita. Enzim laktase ini diproduksi tubuh untuk memecah laktosa yang ada pada susu menjadi dua gula sederhana; yaitu glukosa dan galaktosa,” kata Ihsan.

Kehadiran MilkLife Bebas Laktosa diharapkan bisa memberikan kesempatan masyarakat untuk meminum susu secara rutin setiap harinya.

“Apabila masyarakat Indonesia rutin meminum susu setiap harinya, maka akan banyak manfaat yang didapatkan dan bisa meningkatkan kualitas kesehatan serta kebugaran tubuh dalam beraktivitas sehari-hari,” tandas Ihsan.

Sementara itu, Dokter Ahli Gizi, Dr Arif Sabta Aji menjelaskan pada satu gelas susu yang dikonsumsi, mengandung banyak sekali vitamin seperti Kalsium, Fosfor, Vitamin B, Vitamin D, dan Kalium.

“Mengkonsumsi susu dapat menambah kekuatan tulang, menjaga kesehatan jantung, meningkatkan masa otot, menurunkan resiko kanker, meningkatkan sistem imun tubuh, menurunkan kadar gula dalam darah, menjaga tekanan darah, meningkatkan energi dan kebugaran tubuh, mengoptimalkan fungsi otak, mencegah depresi, mencegah masalah gigi, mempercepat penyembuhan luka, menjaga berat badan, memelihara kesehatan mata, dan bisa membuat kulit lebih segar,” ucapnya.(gus)

Ustadz Abdul Somad Ceramah di Masjid Al Ikhlas Marindal I

TAUSYIAH : Al Ustadz Abdul Somad dihadapan ribuan jamaah pada tabligh akbar di Masjid Al Ikhlas Desa Marindal I.

PATUMBAK, SUMUTPOS.CO – Ustadz Abdul Somad memberikan ceramah di Masjid Al Ikhlas Desa Marindal I Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang, Minggu (9/1/2022) lalu. Ribuan jamaah kaum muslimin dan muslimah dari 8 Desa yang ada di Kecamatan Patumbak dan Kota Medan hadir mendengarkan tausiyah yang disampaikan dai kondang tersebut. Kegiatan tabligh akbar mengusung tema “Tingkatkan Kualitas Iman dan Taqwa dengan Meningkatkan Ilmu dan Amal”.

Sebelum menyampaikan ceramahnya, Ustadz Abdul Somad menuntun 2 orang wanita mengucapkan dua kalimat syahadat yang di saksikan ribuan jamaah yang memenuhi masjid. Kedatangan ustadz Abdul Somad usai melaksanakan sholat dzuhur mendapatkan antusias dari ribuan jamaah yang telah menunggu sejak pagi.

Pada tausiyahnya, ustadz Abdul Somad menyampaikan kepada seluruh jamaah agar bekerjasama dan bertanggung jawab terhadap orang yang muallaf untuk membimbing mereka dalam menjalankan perintah Allah SWT. Keimanan umat muslim harus ditanamkan sejak dini, terutama bagi anak-anak agar rajin menunaikan sholat dan membaca Al-Qur’an. Sholat lima waktu sebagai tiang agama merupakan pondasi dalam menjalani kehidupan agar mendapat ridhoi ilahi selamat dari dunia dan akhirat. Menjadi tanggungjawab orang tua dalam mendidik anak untuk memahami pendidikan islam sebagai aqidah yang hakiki,” pungkasnya.

Ketua panitia tabligh akbar, Boge Juniardi SE MSi yang juga merupakan tokoh masyarakat dan Ketua LPM Desa Marindal I mengungkapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan membantu demi terselenggaranya kegiatan ini. beliau juga mengatakan bahwa pendidikan agama terhadap anak usia dini merupakan hal yang penting sebagai bekal hidup di dunia dan di akhirat kelak.Selain itu juga berguna untuk menangkal tantangan pada era globalisasi saat ini. Dimana pendidikan agama yang pertama itu pada lingkungan keluarga setelah itu dilingkungan sekolah. Kolabolarasi pendidikan dari lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah nantinya bisa menjadikan anak-anak kita nanti yang beriman, berilmu, beramal dan bertaqwa kepada Allah SWT,” katanya.

Lebih lanjut, Boge Juniardi menambahkan sejak dini anak-anak kita harus dibekali dengan pendidikan dan ilmu agama. Sebab dengan ilmu agama yang dimiliki nantinya, Insha Allah mampu menghadapi segala hambatan, rintangan yang ada di luar dan dapat di bentengi dengan iman dan ilmu agama tadi,” ujarnya.

Polemik Berakhir, Pedagang Pekan Lelo Bersedia Direlokasi

KETERANGAN: Pedagang Pekan Lelo, Muhammad Yunus memberi keteranhan saat menyambangi Kantor Bupati Serdangbedagai, Jalan Negara, Kecamatan Sei Rampah. (IST)

SEIRAMPAH, SUMUTPOS.CO – Setelah melalui perjalanan yang panjang dan polemik yang menimbulkan banyak kerugian baik dari pedagang maupun dari pemerintah, akhirnya pedagang Pekan Lelo di Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah pun bersedia untuk direlokasi dan berdagang di Pasar Rakyat Sei Rampah.

Hal itu diungkapkan pedagang Pekan Lelo, Muhammad Yunus saat menyambangi Kantor Bupati Serdangbedagai, Jalan Negara, Kecamatan Sei Rampah, Rabu (12/1/2022).

Didampingi mantan Ketua DPRD yang juga Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Serdangbedagai Sahlan Siregar, Muhammad Yunus menjumpai Bupati Serdangbedagai, Darma Wijaya di ruang kerjanya untuk mengutarakan isi hatinya. Ia mengaku salah dan meminta maaf kepada Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai khususnya masyarakat luas karena sudah memperkeruh suasana dengan bertahan di Pekan Lelo.

“Ini kemauan saya sendiri dan tanpa paksaan. Saya meminta maaf kepada pemerintah dan masyarakat. daya akan mendukung program Pemerintah dan akan pindah berdagang di pasar rakyat Sei Rampah,” ungkapnya.

Ia pun mengaku bahwa kondisi Pasar Rakyat Sei Rampah sudah sangat bagus dengan fasilitas yang memadai. “Saya lihat kondisi Pasar Rakyat Sei Rampah sudah sangat bagus, tendanya dan fasilitas lainnya juga memadai, makanya saya mau pindah,” tambahnya.

Pria yang sudah bertahun-tahun berjualan di Pekan Lelo ini pun mengajak para pedagang lain yang masih bertahan di Pekan Lelo Firdaus untuk berkenan di relokasi ke Pasar Rakyat Sei Rampah.

“Ayo kawan-kawan pedagang, kita dukung kebijakan pemerintah demi Sergai Maju Terus, dan supaya gak ada lagi bentrok-bentrok dengan Satpol PP. Satpol PP hanya menjalankan tugas, kita mau jualan dengan tengan, masyarakat juga mau belanja dengan tenang. Makanya kita pindah ke pasar rakyat Sei Rampah,” jelasnya.

Sementara itu, Mantan Ketua DPRD dan juga Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Serdangbedagai Sahlan Siregar mengaku bahwa kekisruhan Pekan Lelo ini terjadi karena adanya oknum yang memiliki kepentingan dan sengaja mengambil keuntungan sendiri atau kelompok atas kekisruhan ini. “Saya lihat ini pasti ada yang tunggani, semua untuk 2024. Taunya saya orangnya, tapi sudahlah, kasian rakyat kita, pedagang kita,” ungkapnya.

Dia pun mengajak pedagang lainnya yang masih bertahan di Pekan Lelo untuk pindah ke Pasar Rakyat Sei Rampah. “Relokasi ini sudah lama direncanakan, masih jaman saya pun Ketua DPRD nya, pasar rakyat ini sengaja dibangun, bukan mudah itu perjuangannya. Pak Bupati melakukannya untuk ketertiban dan menjalankan program yang sudah ada,” jelas Sahlan.

Sedangkan Kasi Penegakan Satpol PP Serdang Bedagai, Hendri S mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi secara persuasif sejak tahun 2020. Pendekatan, diskusi dan fasilitasi terus dilakukan agar mensuksesknya program pemerintah. “Langkah secara persuasif sudah dilakukan sejak 2020, namun kemarin itu ada penertiban bersama OPD maka dilakukanlah penertiban itu. Namun setelah koreksi masing-masing kita pun akhirnya berdamai dengan pedagang dan pak Yunus ini bersedia untuk memaafkan dan didukung pulak untuk direlokasi. Kami harap akan ada lagi pak yunus baru yang menyadari dan bersedia direlokasi ke pasar rakyat Sei Rampah,” pungkasnya. (rel/dek)

Gali Potensi di Desa-desa, Wabup Karo Kunjungi Kecamatan Laubaleng

KUNJUNGI: Wabup Karo Theopilus Ginting saat mengunjungi beberapa desa di Kecamatan Laubaleng, Kabupaten Karo.

KARO, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting melakukan kunjungan kerja ke Desa Lau Peradep dan Desa Kinangkong, Dusun Tanjung Bale, Kecamatan Lau Baleng serta Desa Rambah Tampu, Desa Mardinding dan Desa Bukit Makmur, Kecamatan Mardinding Kabupaten Karo. Senin (10/1).

Tujuan kunjungan kerja ini untuk membangun potensi-potensi yang ada di desa-desa Kabupaten Karo, dan meninjau langsung lokasi pembangunan jalan desa yang sudah terealisasikan.

Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting berharap adanya gotong-royong agar tercipta desa bersih serta kerja sama antara masyarakat dan perangkat desa sangat diperlukan untuk membangun kemajuan desa.

Pada kesempatan ini, masyarakat juga mengajukan pertanyaan kepada Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting perihal pembangunan di antaranya bantuan pembangunan Gereja di Desa Lau Peradep, penerangan lampu jalan dan terkait pertanian seperti penyediaan bibit unggul dan penyediaan lahan pertanian.

Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting menyatakan, segala bantuan mempunyai aturan dan semua memiliki mekanisme. Kunjungan kerja ini juga dihadiri oleh Camat Lau Baleng Asmono Perangin-angin, Camat Mardinding Hasbel Karo Sekali, Pewakilan Bappeda Evanlit Sembiring. (deo)