Home Blog Page 2823

Lapas Binjai Fogging Kantor dan Blok Hunian

FOGGING: Petugas dari Dinkes Binjai melakukan fogging di lapas sebagai antisipasi penyebaran demam berdarah. Humas Lapas Binjai .

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumut, bersama dengan Dinas Kesehatan setempat, melakukan fogging atau pengasapan ke seluruh ruangan kantor dan blok hunian. Ini dilakukan dalam rangka upaya pencegahan penyakit demam berdarah.

“Proses fogging di dalam lapas merupakan kegiatan rutin, sebagai upaya memutus mata rantai demam berdarah,” ujar Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik Lapas Binjai, Dat Menda, Minggu (20/2).

Menurutnya, Lapas menjadi salah satu lokasi yang memiliki risiko tinggi penyerangan demam berdarah. Hal ini terjadi lantaran jumlah penghuninya cukup banyak.

Selain fogging, Lapas Binjai juga rutin melakukan penyemprotan disinfektan. Ini dilakukan sebagai antisipasi penyebaran virus.

Terakhir juga ada pemberian vitamin di tengah pandemi kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP). “Kegiatan fogging ini rutin dilakukan untuk mengantisipasi perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah. Tak lupa peralatan makan dan minum untuk WBP juga kami berikan,” tukasnya. (ted/han)

Pengurus MD Kahmi dan MD Forhati Asahan Dilantik

IST/sumut pos SELAMAT: Bupati Asahan H.Surya BSc menyampaikan selamat kepada pengurus MD Forhati dan MD Kahmi.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Asahan menghadiri pelantikan Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) masa bhakti 2021-2026 dan Forum Alumni HMI Wati (Forhati) Kabupaten Asahan Masa Bhakti 2022-2027 yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan, Minggu (20/02/2022).

Bupati Asahan H. Surya, BSc pada sambutannya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Asahan akan mendukung setiap organisasi yang bertujuan membangun Kabupaten Asahan, karena secara tidak langsung organisasi tersebut membantu Pemerintah Kabupaten Asahan mensukseskan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Asahan mewujudkan Asahan Sejahterah yang Religius dan Berkarakter.

“Mari kita saling bergandengan tangan dalam membangun Kabupaten Asahan menjadi lebih baik lagi kedepannya. Kritik saya dalam menjalankan roda Pemerintahan, saya tidak akan marah, selama kritik yang disampaikan untuk membangun Kabupaten Asahan,” ucap Bupati Asahan.

Selanjutnya Bupati Asahan mengatakan, dalam menjalankan roda organisasi diharapkan seluruh pengurus memiliki rasa tanggungjawab yang sama dalam melaksanakan tugasnya dibarengi dengan rasa tulus dan ikhlas.

Menutup sambutannya Bupati Asahan mengucapkan selamat atas dilantiknya MD Kahmi Kabupaten Asahan dan MD Forhati Kabupaten Asahan, semoga apa yang diprogramkan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Dikesempatan ini Ketua MD Kahmi Kabupaten Asahan Masa Bhakti 2021-2026 Darwis Sianipar mengucapkan terima kasih atas kehadiran, dukungan dan bantuan Bupati Asahan pada pelantikan MD Kahmi Kabupaten Asahan pada hari ini.

“Kehadiran Bupati Asahan merupakan suatu kebanggaan bagi MD Kahmi Kabupaten Asahan,” ucap Darwis yang pernah menjabat sebagai Ketua KPU Kabupaten Asahan.

Darwis juga mengatakan, MD Kahmi Kabupaten Asahan siap menghibahkan diri, jika Pemerintah Kabupaten Asahan membutuhkan Kahmi Kabupaten Asahan dalam berkaloborasi membangun Kabupaten Asahan menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Ditempat yang sama Ketua Majelis Wilayah (MW) Kahmi Provinsi Sumatera Utara (Provsu) H. Rusdi Lubis dihadapan Bupati Asahan mengatakan Kahmi ini bisa berjalan, karena memiliki cita-cita yang sama yaitu bagaimana menegakkan dan mempertahankan NKRI dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Rusdi juga berharap kepada seluruh MD Kahmi di Sumatera Utara, dapat membangun kemitraan dengan Pemerintah Daerah serta memberi kritikan dan masukan kepada Pemerintah untuk kemaslahatan umat, karena itu merupakan program Kahmi kedepan.(dat)

Bupati Tutup MTQN ke-53 Asahan

SERAHKAN: Bupati Asahan H. Surya BSc menyerahkan trofi dan piagam kepada pemenang lomba MTQ ke-53 Tingkat Asahan.DERMAWAN/SUMUT POS .

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Asahan menutup Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-53 Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2022 yang dilaksanakan di SD Negeri 013832 Rahuning Desa Rahuning Satu Kecamatan Rahuning, Sabtu (19/2) malam.Bupati Asahan H. Surya, BSc pada bimbingan dan arahannya, mengatakan kepada para peserta yang meraih peringkat peserta terbaik dalam MTQN ke-53 tetap mempertahankan prestasi dimasa mendatang.

Bupati juga mengatakan, pemenang terbaik I dari cabang Tilawatil Quran Golongan Dewasa Putra dan Putri diberikan ongkos untuk melaksanakan ibadah umroh. Dan pada tahun ini juga peserta terbaik Tingkat Kabupaten Asahan akan menjadi duta Kabupaten Asahan pada MTQN Tingkat Provsu.

Selain itu, lanjut Surya, jika duta Kabupaten Asahan mendapatkan predikat peserta terbaik pada MTQN tingkat Provsu, Pemerintah Kabupaten Asahan akan memberikan penali kasih atau hadiah tambahan.

Pada kesempatan yang sama, Buwono yang juga merapakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat menyampaikan bahwa MTQN ke-53 ini telah melaksanakan 9 cabang Musabaqah yaitu Tilawah Qur’an, Hifzil Qur’an, Hifzil Hadist, Fahmil Qur’an, Syahril Qur’an, Khattil Qur’an, Cabang Qira’ah Sab’ah Mujawwad, Cabang Qira’ah Sab’ah Murottal dan Cabang Karya Tulis Al-Qur’an yang diikuti oleh peserta dari 25 Kecamatan di Kabupaten Asahan dan telah dinilai serta ditentukan yang terbaik oleh dewan hakim,”

Dikesempatan ini Ketua Panitia MTQN Ke-53 Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2022 Buwono Prawana, SIP, M. Si melaporkan, pelaksanaan MTQN ke-53 Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2022 telah berjalan dengan baik dan lancar.

Diakhir kegiatan Ketua Dewan Hakim MTQN ke-53 Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2022 H.

Salman Abdullah Tanjung, MA dan Sekretaris Dewan Hakim MTQN ke-53 Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2022 Nazrul Aswad, S.H.I, MH membacakan hasil keputusan Dewan Hakim MTQN Ke-53 Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2022 dan dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada para pemenang oleh Bupati Asahan, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Para Asisten, Mewakili Kapolres Asahan, Mewakili Dandim 0208/Asahan, Mewakili Danlanal TBA, Ketua LPTQ Kabupaten Asahan, Mewakili Pengadilan Agama, Ketua Imtaq Kabupaten Asahan, Ketua Dharma Wanita Kabupaten Asahan, Ketua TP PKK Kabupaten Asahan.

Peringkat 3 Besar dan Juara Umum MTQN ke-53 Tingkat Kabupaten Asahan.

Juara Umum dan Peringkat I dari Kafilah Kecamatan Tanjung Balai Peringkat II dari Kafilah Kecamatan Sei Kepayang Peringkat III dari Kafilah Kecamatan Kota Kisaran Timur Kemudian, bagi peserta yang mendapatkan Voucher Umroh Tilawah Dewasa Putra Muhammad Yunus Nasution (Kecamatan Tanjung Balai) Tilawah Dewasa Putri Agustia Riani (Kecamatan Sei Kepayang Barat) Hafidz 30 Juz Putra Rizki Fahmi Damanik (Kecamatan Buntu Pane). (dat)

Gaji Tak Dibayar, Buruh PT GCS Mogok

MOGOK KERJA: Pekerja bongkar muat PT CGS saat melakukan mogok kerja, Jumat (18/2).

KARO, SUMUTPOS.CO – Puluhan anggota Pimpinan Unit Kerja (PUK) Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI)-Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) PT Gresik Cipta Sejahtera (CGS) bagian dari PUK F SPTI-K SPSI Kecamatan Berastagi F SPTI-K SPSI di bawah pimpinan PC F SPTI K SPSI Kabupaten Karo, melakukan mogok kerja.

Para buruh meminta agar gaji mereka sebulan lebih dibayarkan oleh PT Gresik Cipta Sejahtera/PT Petrokimia Gresik Gudang penyangga lini III pupuk bersubsidi Karo yang beralamat di Jalan Udara Ujung Berastagi Desa Gurusinga/ Tangkulen, Jumat (18/2).

Akor Ginting Ketua PUK F SPTI PT GCS didampingi Sekretaris Alpindo Ginting mengatakan, sudah puluhan tahun pihaknya bekerja sama dengan perusahaan, sehingga kerja sama ini sangat mereka hargai dan jalin dengan baik. Namun belakangan ini ada aturan- aturan baru dalam surat kesepakatan kerja bersama dilakukan secara sepihak oleh pihak perusahaan.

“Padahal sudah jelas yang dinamakan surat kesepakatan bersama dilakukan bersama sama dengan duduk bersama satu meja,” kata Akor.

Alpindo menambahkan, ada beberapa hal yang pihaknya tuntut dalam aksi tersebut. Di antaranya, gaji pekerja bongkar muat mulai tanggal 3 Januari 2022 sampai saat ini belum dibayarkan sebesar kurang lebih Rp60.000.000, dengan rincian upah Rp14.000 per ton barang yang di bongkar dan di muat.

Jaminan Keselamatan Kerja/BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan tidak ditanggung perusahaan di bebankan kepada pekerja. Jam kerja yang tidak jelas, karena sesuai kesepakatan lisan sebelumnya upah lembur dengan upah harian berbeda namun di surat kesepakatan tersebut tidak di tuliskan hal tersebut. Namun sudah ditandatangani secara sepihak oleh perusaahan.

“Maka dari isi surat kesepakatan yang dilayangkan pihak perusahaan saya nilai dilakukan secara sepihak yang menguntungkan perusahaan dan merugikan pekerja,” ujarnya.

Teddy Sukatendel Ketua F SPTI K SPSI Kec. Berastagi melalui Sekretarisnya Tambak Tarigan yang turut mendampingi mengatakan, sesuai laporan PUK F SPTI GCS kepada kami pengurus Kecamatan beberapa waktu lalu maka kami dari serikat pekerja pengurus kecamatan langsung turun mendampingi mereka mempertanyakan hak para pekerja yang belum dipenuhi pihak perusahaan. “Kita disini meminta agar perusahaan sebesar ini yang merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negera (BUMN) jangan mengangkangi UUD Ketenagakerjaan. Di saat pekerja sudah melaksanakan kewajibannya kita harapkan agar pihak perusahaan memberikan hak mereka. Kalau perusahan belum membayar gaji mereka kita akan minta aparat penegak hukum untuk menghentikan sementara kegiatan PT tersebut,” ujarnya.

Ketua F SPTI K SPSI Karo Gembira Ginting melalui Wakil Ketua Abel Ginting ditempat terpisah meminta agar pihak perusahaan membayarkan gaji pekerja tersebut sesuai perjanjian kerja sebelum hal ini masuk ke ranah hukum.

Sementara Pihak perusahaan Amirul selaku pelaksana Kepala Gudang saat ditanya di kantornya mengaku kurang paham masalah ini karena bukan bidangnya. “Nanti saya telepon pimpinan, memang ini surat kesepakatan kerja sudah saya pegang dan lihat,” katanya.

Acara mogok kerja berlangsung aman dan tertib, turut hadir perwakilan Pengurus Pimpinan Cabang (PC) F SPTI K SPSI Kab Karo Pelita Monald Ginting SPd, Bromo Ginting, dan puluhan anggota serikat pekerja lainnya. (deo/azw)

Pengendara Motor Tewas Tertimpa Tiang Listrik

LOKASI KEJADIAN: Pengendara sepeda motor tewas tertimpa tiang listrik beton, Minggu (20/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pengendara sepeda motor tewas mengenaskan tertimpa tiang listrik beton, di Jalan Setia Pasar 3, Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Minggu (20/2).

Dari informasi, korban yang belum diketahui identitasnya tersebut, mengenakan jas hujan berwarna biru dan mengenakan helm merah. Dia melaju dari arah Kecamatan Delitua menuju Marindal, Kecamatan Patumbak menaiki Honda Beat berwarna hitam dan merah, dengan BK 5481 AFJ.

Tidak ada yang mengetahui persis peristiwa itu. Namun, kejadian nahas tersebut, ketika hujan deras mengguyur disertai angin kencang dan petir di wilayah Deliserdang dan sekitarnya, sekira pukul 15.00 WIB.

Menurut warga, Ari Ivan (38), tiang gardu listrik yang berdiri di pinggir jalan itu tumbang tepat menimpa tubuh dan sepeda motor korban hingga remuk. “Kejadiannya saat hujan deras tadi mengguyur,” tuturnya.

Dia mengaku, tidak ada warga sekitar yang mengenali korban. Proses evakuasi terhadap kabel listrik yang berserakan di badan jalan masih dilakukan petugas PLN bersama Pemadam Kebakaran dan kepolisian. “Saya rasa bukan warga sini, karena kami tidak ada yang kenal,” ujarnya.

Hingga kini, proses evakuasi masih menunggu alat memadai untuk mengangkut tiang listrik beton yang menimpa tubuh korban. Arus lalu lintas terpaksa ditutup sementara. Warga ramai memadati tempat kejadian perkara (TKP).Pihak Polsek Patumbak juga belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. (dwi/azw)

Pengacara Tantang Asuransi Generali Bertemu di Publik

KETERANGAN: Pengacara Dermawan Yusuf SH SE MPd MH saat memberi keterangan kepada wartawan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terkait judul yang diangkat di media “Ampuh Datangi Kantor Asuransi dan OJK, Polis Konvensional Digugurkan, Syariah Tidak Dikabulkan”, Kuasa Hukum nasabah (Anik), Asuransi Jiwa Generali Indonesia yang klaimnya tidak dibayarkan, Darmawan Yusuf SH SE MPd MH memberikan klarifikasi. Sabtu (19/2).

Darmawan mengatakan, jangan banyak alasan sampai memberikan kata-kata yang sulit dicerna masyarat, “Polis Konvensional Digugurkan”, itu berarti belum masuk pembuktian saksi-saksi atau bukti apapun. Belum masuk tahap pemeriksaan formil dan materil, sehingga dianggap tidak pernah mengajukan dan setiap saat/kapan pun bisa mengajukan kembali.”

Sambungnya, supaya masyarakat paham, jangan banyak alasan mengalihkan ke lain-lain. Buka saja ke masyarakat, alasan yang berulang kali dilontarkan dari pihak Generali soal ketidaksesuaian informasi, buka saja, apa itu, biar masyarakat paham dan bisa menilai, jangan ber alasan terus.” kata darmawan.

Dijelaskan pengacara kondang itu lagi, “Saya dikuasakan di bulan Februari 2022, makanya saya datangi langsung kantor Generali Multatuli di tempat klien saya masuk asuransi, untuk mempertanyakan kepada pimpinan agency Generali tidak membayar klaim asuransi konvensional, dimana nasabah sudah membayar setiap bulannya Rp10 juta.

Namun para agency seolah buang badan, selanjutnya para atasan agency yang hendak dipertanyakan Darmawan bersama anak kandung kliennya, ironinya dari Suwandi, Susana hingga Tan Tjing Hua, seperti bersembunyi, enggan bertanggung jawab, dan dalam kasus ini Darmawan belum melakukan tindakan melalui jalur persidangan.

Kembali lagi ditegaskan Darmawan, soal pihak generali yang selalu bolak balik menyebut alasan adanya ketidak sesuaian informasi dari nasabah, Darmawan menantang pihak Asuransi Jiwa Generali Indonesia untuk membuka kepada publik mana data yang tidak sesuai itu, biar menjadi terang dan masyarakat menjadi cerdas menilai.

Agar diketahui, ada 5 brand asuransi milik kliennya yang sudah dicairkan, namun mengapa hanya Asuransi Generali saja yang tidak mau, padahal semua asuransi itu sama – sama berada di bawah naungan OJK, dan semua tim investigasi 5 asuransi itu turun kelapangan dan semua mencairkan.

Pada pemberitaan sebelumnya, Darmawan menegaskan, “Tidak ada hubungannya Generali Konvensional dengan Generali Syariah. Dan nomor polisnya pun berbeda, nomor polis 00197631 yang konvensional dengan premi Rp10 juta per bulan, jangan memutar balik, yang mereka bilang itu (Generali Syariah) premi Rp 4.750.000 per bulan, tapi saya tidak mau campuri itu, karna tingkat satu dan tingkat dua di Pengadilan Agama bukan saya kuasa hukumnya,” tegas Darmawan menambahkan agar jangan sewaktu merekrut nasabah saja pihak agency Generali bermanis mulut, tetapi ketika klaim nasabah diajukan segudang alasan diberikan untuk tidak mencairkan.

Sebelumnya terkait pemberitaan ini, pihak Asuransi Jiwa Generali Indonesia ada memberikan klarifikasi, mereka menjawab, bahwa dalam kasus ini sudah dibawa nasabah ke Pengadilan Agama di Jakarta Selatan dan keputusan hakim tidak mengabulkan gugatan nasabah. Kemudian, pihak Asuransi Generali juga memberikan alasan bahwa ada data informasi tentang nasabah (Ibu Anik) yang diberikan tidak sesuai, dan itulah sehingga mereka tidak mecairkan klaim nasabahnya.

Sekedar kilas balik, persoalan ini berawal dari sekitar Januari 2018 lalu, Ibu An measuk menjadi nasabah di Asuransi Jiwa Generali Indonesia melalui kantor agency di Jalan Multatuli Medan (Galaxy team Medan), dengan premi Rp10 juta per bulannya. setelah 5 bulan berjalan, Ibu An divonis mengidap penyakit kritis kanker dan harus dirawat, sehingga otomatis klaim asuransinya juga wajib dikeluarkan, sebesar Rp 3 miliar dari dua jenis asuransi yang diambilnya. Namun kenyataan berbeda, hingga kini, klaim nasabah malang tersebut belum juga dicairkan Asuransi Generali, padahal nasabah tersebut sangat membutuhkan. (azw)

Airlangga Hartarto Sowan ke Ponpes Bumi Shalawat KH Ali Masyhuri

SIDOARJO, SUMUTPOS.CO – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto berkunjung ke Pesantren Progresif Bumi Shalawat di Sidoarjo, sowan ndalem KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali), Minggu (20/2/2022).

Dalam kunjungan tersebut Airlangga juga mengucapkan selamat atas launching Progresif TV milik ponpes yang diasuh oleh Gus Ali.

“Kami ucapkan selamat, dengan launching Progresif TV sehingga santri-santri Ponpes Bumi Shalawat bisa mengikuti perkembangan teknologi, terutama di bidang digitalisasi,” ucap Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Airlangga juga menyanjung soal sistem pendidikan yang diterapkan di Pesantren Progresif Bumi Shalawat yang menyiapkan santri-santrinya untuk bisa mengikuti perkembangan zaman. Banyak ilmu yang diajarkan, soal akhlak, agama, tehnologi dan lain sebagainya.

Ketika disinggung soal Pemilu 2024, Ketum Golkar itu tidak berkomentar banyak. Dia hanya mengisyaratkan bahwa ada perbincangan terkait itu.

Termasuk ketika ditanya tentang rencana maju dalam Pilpres 2024, Airlangga juga cuma menjawab singkat.

“Tentang Pilpres, kita tunggu waktunya, InsyaAllah. Alhamdulillah Gus Ali bersedia mendoakan saya, semoga tetap amanah dalam menjalankan tugas,” imbuhnya.

Airlangga sempat mengaku ada pembicaraan tentang pileg. Termasuk bagaimana memperkuat dapil (daerah pemilihan) dan membicarakan tentang target-target yang bisa dicapai Partai Golkar dalam Pemilu 2024 mendatang.

“Banyak hal yang dibicarakan dengan beliau (Gus Ali), termasuk soal Pileg (pemilihan legislatif) dan Pilpres (pemilihan presiden) 2024 mendatang,” ucap Airlangga.

Silaturahmi Airlangga ke ponpes Bumi Sholawat didampingi Menpora Zainudin Amali, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Wamendag Jerry Sambuaga, Anggota DPR RI, DPRD Jatim dan sejumlah pejabat lainnya. (advt/*)

Burhanuddin Sitepu Gelar Reses di Tengah Genangan Air

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Kondisi drainase di Jalan Purna Bakti, Lingkungan 5, Kelurahan Sarirejo, sangat memprihatinkan. Diguyur hujan selama hampir 2 jam, air langsung menggenangi ruas jalan tersebut, Minggu (20/2/2022). Akibatnya, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan Burhanuddin Sitepu, menggelar reses di tengah genangan air.

Meski begitu, masyarakat dari daerah pemilihan 5 meliputi Medan Polonia, Medan Maimun, Medan Johor, Medan Tuntungan, Medan Selayang, dan Medan Sunggal, tetap antusias mengikuti reses tersebut. Meski kaki mereka terendam air, namun masyarakat tak beranjak hingga kegiatan berakhir.

 

Kliwon, mewakili Lurah Sarirejo, berharap agar Burhanuddin Sitepu dapat membantu masyarakat di Jalan Purna Bakti ini, agar dilakukan perbaikan drainase. “Beginilah keadaan di lingkungan kelurahan kami pak. Hujan sebentar saja, air langsung mengenangi jalan. Aspirasi kami soal drainase dan jalan rusak, mohon dibantu,” ungkapnya.

Menyikapi hal ini, Burhanuddin Sitepu mengaku kaget melihat kondisi tersebut. Dia tak menyangka kalau kondisi infrastruktur di Lingkungan 5 Kelurahan Sarirejo ini sangat buruk dan luput dari perhatian Pemko Medan. “Ternyata, eperti inilah yang bapak ibu alami. Saya dapat bayangkan, pasti bapak ibu gelisah dengan kondisi infrastruktur seperti ini,” kata Sekretaris Komisi 4 DPRD Kota Medan ini.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan inipun mengingatkan janji politik Bobby Nasution dan Aulia Rahman saat menjadi calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan pada Pilkada Medan 2020 lalu. “Ini salah satu janji politiknya Wali Kota Medan Bobby Nasution kepada masyarakat saat Pilkada lalu. Alhamdulillah, saat ini beliau saya lihat sangat mengengeliat ingin membangun Kota Medan, tapi kenapa kondisi drainase di sini tidak diliriknya? Hujan setengah jam saja, air sudah menggenangi sebatas betis, bagaimana kalau hingga berjam-jam,” ujarnya.

Untuk itu, Burhanuddin meminta Kepling dan lurah untuk mengajukan pembangunan drainase di Jalan Purna Bakti secara tertulis kepadanya. “Ini akan saya perjuangkan melalui lembaga DPRD Medan. Saya yakin, jika kita sama-sama perjuangkan, ini akan menjadi prioritas Pemko Medan,” tegasnya.

Bukan itu saja, Burhanuddin juga mengimbau masyarakat untuk sama-sama menjaga kebersihan. “Kepada masyarakat, ini juga tanggung jawab bersama. Masyarakat harus ikut menjaga kebersihan. Mari taatlah kita menjaga kebersihan. Kondisi ini tak lepas juga dari kelalaian masyarakat menjaga kebersihan,” tandasnya. (adz)

Airlangga Hartarto Janjikan Insentif Seniman Pedalangan di Jatim

SURABAYA, SUMUTPOS.CO — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjanjikan pemberian insentif bagi seniman pedalangan di Indonesia.

Menurut Airlangga, seniman pedalangan menjadi pihak yang terdampak langsung kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dikeluarkan pemerintah.

“Kami akan pikirkan bagaimana diberikan keleluasaan untuk terus menjalankan pertunjukan seni pedalangan ini,” tutur Airlangga saat menggelar pertemuan dengan perwakilan seniman perdalangan yang tergabung dalam Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) di Hotel JW Marriot Surabaya, Sabtu (19/2/2022) malam.

Menko Airlangga menambahkan, kalau situasinya PPKM Level 2 tidak ada masalah.

“Kalau PPKM level 3, sebagai contoh gedung pertunjukan bioskop diperbolehkan beroperasi dengan kapasitas 50 persen, tentu mekanisme untuk pertunjukan wayang yang pertunjukannya semalam suntuk, bisa kita sesuaikan,” tutur dia.

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini mengakui, seni tradisional asal Pulau Jawa itu tidak hanya terancam punah akibat larangan pertunjukan di masa pandemi Covid-19 yang telah melanda selama lebih dari dua tahun.

Seniman pedalangan juga menjadi pihak paling terdampak secara ekonomi. Ketum Golkar menegaskan pertunjukan seni pedalangan tidak boleh punah.

Terlebih, saat ini gamelan sebagai alat musik utama dalam pertunjukan pedalangan telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Unesco) pada akhir 2021 kemarin.

“Kami menanyakan kepada senimannya langsung, insentif apa yang bisa diberikan,” tegasnya.

Sementara, perwakilan pengurus Pepadi Jawa Timur Kukuh Setyobudi mengaku, seorang dalang dalam satu pertunjukan, di belakangnya melibatkan sebanyak 30 hingga 40 orang seniman. Ia mengatakan secara ekonomi, seniman pedalangan yang melibatkan banyak seniman, menjadi pihak yang sangat terdampak akibat pandemi Covid-19.

Pepadi berharap seniman pedalangan bisa kembali berkiprah tanpa dibenturkan dengan kebijakan pemerintah maupun masyarakat bawah melalui jam malam PPKM.

Mungkin pusat membolehkan, tapi di bawah kami dibenturkan. Karena sebenarnya wayang ini, dibalik dalang itu ada puluhan pekerja,” kata Kukuh.

Kukuh menambahkan, profesi kerja dalang sering dibenturkan dengan pemberlakuan jam malam selama PPKM. Bahkan, ia mengaku banyak acara yang sudah dijadwalkan dibatalkan dan para seniman pedalangan harus terusir.

“Kita minta pemerintah buat kebijakan yang policy-nya jangan sampai membenturkan kami seniman dalang. Kami diberi kelonggaran, agar tidak berbenturan dengan di bawah. Kami berharap keluhan kami direspons dan teruskan dengan baik oleh Pak Airlangga,” harapnya. (advt/*)

PSBI Gelar Doa Bersama Jelang Kongres IV

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO -Punguan Simbolon dohot Boruna se-Indonesia (PSBI) menggelar doa bersama (partangiangan bolon), di Museum Huta Bolon di Simanindo, Samosir, Sabtu (19/2) kemarin. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari jelang Kongres IV dan Pesta Bolon Simbolon IV yang akan berlangsung pada 4-11 Juli 2022 di Bali.

Doa bersama ini diikuti Ketua Umum PSBI, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon dan Ketua INA PSBI, Dessy Trinita br Tobing, dan dilanjutkan dengan rapat konsolidasi Pengurus Pusat PSBI dan Pengurus Wilayah PSBI se-Sumatera Utara yang diikuti 149 wilayah secara hybrid.

Ketua Umum PSBI, Dr. Effendi MS Simbolon, mengatakan doa bersama diikuti semua anggota PSBI lintas agama yang dipimpin Pdt. Rein Justin Gultom, S.Th, MA, Praeses HKBP Distrik Samosir, dan Romo Krisna Aji Nugroho, Ordo, Carm, Pastor Gereja Katolik Perdagangan Simalungun.

“Selain doa bersama menjelang Pesta Bolon Simbolon, PSBI bekerja sama dengan Polri, TNI, Dinas Kesehatan, BIN, mendukung pencapaian target herd immunity di wilayah Samosir. Dukungan PSBI dimulai di komunitas kami dengan ikut melaksanakan vaksinasi di tengah keterbatasan tenaga kesehatan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Effendi Simbolon juga menyinggung pemerintah yang tidak fokus terhadap pengembangan wisata di Samosir. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang selalu ditonjolkan, namun abai pada pengembangan seni budaya yang ada di Samosir.

“Kami berharap bukan hanya dari sisi pembangunan dermaga, kapal dan lainnya. Tetapi juga seni budaya. Pemusik asli daerah ini disentuh juga seharusnya. Padahal karakter batak itu seni, wisatawan disuguhkan dengan musik-musik khas daerah. Saya heran, daerah wisata tapi tidak menumbuh suburkan nilai-nilai yang menjadi objek para wisatawan,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P ini, PSBI siap turut serta mengembangkan kawasan Danau Toba menjadi destinasi wisata dari seluruh dunia. Salah satunya, dengan melestarikan seni budaya daerah di setiap kegiatan yang ada.

“Banyak cara mengenalkan Danau Toba ke seluruh dunia. Jadi tidak semua harus fokus pada pembangunan fisik, tetapi budayanya. Seperti museum tempat doa bersama ini (Museum Huta Bolon) yang banyak sejarahnya. Jadi tidak melulu hanya melihat pemandangan danau saja, tapi tempat-tempat mengenal situs budaya sejarah di Samosir ini,” pungkasnya.(gus)

teks foto: PSBI Gelar Doa Bersama Jelang Kongres IV.(ist)