Home Blog Page 2846

Mobil Seruduk Pengendara Motor hingga Tewas, FN Ditetapkan Tersangka

KECELAKAAN: Mobil Suzuki Vitara menabrak seorang pengendara motor di Jalan Karya Jaya hingga tewas.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wanita paruh baya berinisial FN (57), warga Letda Sujono, Medan Tembung, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka, pasca mobil matiknya jenis Suzuki Vitara dengan BK1074AG menyeruduk pengendara sepeda motor hingga tewas, di Jalan Karya Jaya, Kecamatan Medan Johor, beberapa hari yang lalu.

“Ya FN sudah menjalani pemeriksaan secara intensif oleh penyidik kepolisian setelah mengalami syok. Dia ditetapkan sebagai tersangka, dengan dikenakan Pasal 310 ayat 4 UU Lalu Lintas Tahun 2009 dengan ancaman 6 tahun kurungan penjara,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, Jumat (4/1).

Dijelaskannya, FN dalam pengakuannya tidak terbiasa membawa mobil matik, sehingga diduga menjadi penyebab terjadinya tabrakan maut itu, yang terjadi saat padatnya kondisi arus lalu lintas. “Dari hasil pemeriksaan urinenya wanita pengemudi mobil maut itu pun tidak terbukti mengonsumsi narkoba,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang pengemudi mobil jenis Suzuki Vitara menyeruduk seorang pengendara sepeda motor hingga tewas, di Jalan Karya Jaya, Medan, Selasa (1/2). Pengemudi mobil yang diketahui seorang wanita paruh baya, bernama Fauziah Nasution (FN) tersebut, diduga human error. FN sempat mengalami syok sehingga usai kejadian belum bisa dimintai keterangannya. (dwi/ila)

Kabid Propam Poldasu Sidak Polrestabes Medan Malam Hari

Sidak: Kabid Propam Polda Sumut Kombes Pol Joas Feriko Panjaitan saat melakukan sidak ke Mako Polrestabes Medan, Kamis (3/2) malam.dewi/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kabid Propam Polda Sumut), Kombes Pol Joas Feriko Panjaitan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Markas Komando Kepolisian Resor Kota Besar (Mako Polrestabes) Medan, Kamis (3/2) malam.

Hal ini dalam rangka mitigasi pelanggaran disiplin dan Kode Etik Profesi (KEP) anggota Polri. Selain itu juga mengecek kehadiran serta kesiapan petugas jaga dalam mengantisipasi adanya teror dan sabotase dalam Markas Kepolisian.

Dalam sidak tersebut, Joas didampingi Kasubbid Paminal, AKBP Catur Sungkowo dan Kasie Propam Polrestabes Medan Kompol Muhammad Tomi.

Setiba di Mako Polrestabes Medan, Joas langsung mengecek petugas penjagaan Mako, petugas jaga tahanan, petugas piket Reskrim, serta ruangan tahanan.Sidak itu, sempat membuat beberapa anggota tampak gugup dan terkejut.

“Kita harus faham tugas dan kewajiban petugas jaga Mako. Fahami SOP penjagaan. Piket malam itu harus selalu terjaga, tidak boleh lengah, selalu siaga dan cek setiap tamu yang akan masuk ke Polrestabes Medan. Patroli setiap sudut Mako, ruangan-ruangan kerja, pastikan semuanya aman termasuk bahaya kebakaran,” tegas Joas.

Dia mengingatkan, bahwa sikap dan tampang perorangan anggota jaga, serta kelengkapan jaga seperti senjata, senter, rompi, tingkat, borgol dan kelengkapan khusus lainnya agar selalu siaga.

“Selalu gunakan pakaian lengkap dan jaga senjata agar dapat selalu digunakan jika menghadapi bahaya yang mengancam keselamatan jiwa petugas,” tandasnya. (dwi/ila)

Beroperasi hingga Dini Hari, Karaoke di Hotel De Paris Resahkan Warga

Hotel De Paris: Suasana dari luar Hotel De Paris di Jalan Danau Marsabut, Kelurahan Sei Agul, Medan Petisah.markus/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hotel De Paris yang terletak di Jalan Danau Marsabut, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan mendapatkan protes dari warga sekitar. Sebab katanya, sering melanggar aturan jam operasional. Atas keluhan itu, warga menemui anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan dari Fraksi Partai NasDem, Antonius Devolis Tumanggor, Kamis (3/2).

Ditemui di Sopo Restorasi Jalan Mesjid GG.Tapanuli, Antonius pun mendengarkan keluhan salah seorang perwakilan warga bernama Dapot Sitinjak.

Dikatakan Dapot, Hotel De Paris yang juga menyediakan hiburan karaoke telah mengganggu ketenangan warga dengan suara bising yang terdengar dari lokasi hiburan karaoke milik Hotel De Paris. Apalagi, hiburan karaoke tutup melebihi jam yang telah ditentukan, bahkan kerap beroperasi hingga dinihari.

“Tutupnya sampai jam 01.00 n WIB, belum lagi tamu-tamu yang masuk tidak kita ketahui dari mana saja, apakah mereka sudah di vaksin atau tidak, kan tidak ada yang tahu,” ucap Dapot.

Menanggapi keluhan Dapat, Antonius menyayangkan keberadaan Hotel De Paris yang telah mengganggu dan meresahkan warga. Untuk itu, Antonius mengaku akan meminta Lurah Sei Agul selaku perpanjangan tangan Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar dapat melakukan razia ke Hotel De Paris.

“Kita akan sampaikan hal ini ke Pemko Medan dan Dinas Pariwisata terkait izin dan jam operasionalnya. Untuk penerapan protokol kesehatan (Prokes) Covid19 juga. Saya mendapat informasi bahwa tamu-tamu yang datang ke tempat itu banyak dari luar Kota Medan, sehingga kita pertanyakan kondisi kesehatannya. Saat ini, semua harus mengikuti Protokol kesehatan, apalagi adan varian Omicron yang di khawatirkan dapat masuk ke kota Medan,” ujarnya.

Anggota komisi 4 DPRD Kota Medan ini juga mengaku akan meminta Kapolrestabes dan jajarannya di Polsek Medan Barat bersama Dinas Pariwisata dan Pol PP Kota Medan untuk segera merazia para tamu yang datang berkunjung ke Hotel De Paris. “Dan jika ditemukan adanya pelanggaran, segera cabut izin operasionalnya,” tegas wakil rakyat dari Partai NasDem ini.

Sementara itu, Lurah Sei Agul Medan Aidil, saat dihubungi awak media melalui Whatsapp pribadinya, mengakui jika keberadaan Hotel De Paris memang telah membuat warga terganggu. “Apalagi dapat kabar setiap tamu yang datang ke hotel tersebut jarang dilakukan Prokes Covid-19 yang ketat. Jika menyangkut jam operasional kita ketahui memang sering melanggar, dimana jam operasionalnya melebihi batas yakni sampai subuh,” jawab Lurah.

Untuk itu, Aidil mengaku bawah pihaknya akan segara mengambil tindakan atas keluhan warga tersebut. (map/ila)

Pangkas Biaya Logistik, Anggota DPR RI Apresiasi Peresmian Tol Binjai-Stabat

Anggota DPR RI Rudi Hartono Bangun (kanan) bersama Menteri BUMN Erick Thohir.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Keberadaan Jalan Tol Binjai-Langsa seksi I menghubungkan Binjai-Stabat akan memangkas biaya logistik, dan memperpendek jarak tempuh. Jika selama ini waktu tempuh dari Kota Medan ke Stabat, Kabupaten Langkat, bisa selama 2,5 jam, kini cukup 40-an menit.

Karenanya, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Rudi Hartono Bangun mengapresiasi peresmian jalan tol tersebut oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (4/2/2022) kemarin. Menurut anggota Komisi VI DPR RI itu, selama ini jalan nasional Binjai-Stabat sudah sangat padat oleh truk-truk pengangkut CPO dan angkutan barang dari kebun-kebun. Ditambah lagi angkutan dari lintas Aceh, membuat waktu tempuh dari Kota Medan ke Stabat bisa 2,5 jam.

“Tetapi dengan adaya jalan tol yang diresmikan dan digagas Pak Jokowi ini, waktu tempuh hanya tinggal 40-an menit dari Kota Medan ke Stabat. Ini merupakan salah satu daerah pemilihan saya yang penduduknya berjumlah 1,1 juta jiwa. Saya harus apresiasi dan akui peran Pak Jokowi dalam pembangunan Tol Trans Sumatera sangat besar,” kata Rudi Hartono Bangun dalam keterangan tertulisnya, kemarin Jumat, (4/2/2022).

“Jika tidak ada niat dan kesungguhan dari Pak Jokowi, mungkin Jalan Tol Trans Sumatera ini hanya wacana dan cerita mulut saja,” kata anggota DPR RI yang selalu rutin mengunjungi daerah pemilihannya ini.

Politisi dari Nasdem ini mengakui keberadaan, Jalan Tol Medan-Binjai-Stabat ini sangat banyak manfaatnya untuk menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Langkat, Kota Binjai dan Kota Medan, di mana ruas jalan tol ini juga nantinya tembus ke Langsa, Provinsi Aceh.

Bayangkan, lanjut Rudi, harga tanah dan harga lahan kebun jadi naik karena mudahnya akses dari kota Medan ke kabupaten Langkat, dan para investor yang akan membuka usahanya juga jadi yakin dan bisa memperhitungkan waktu yang akan dituju dari Medan. “Yang pasti banyak manfaat dan dampak positifnya dari sisi perekonomian suatu daerah,” tukasnya.

Rudi pun mengimbau masyarakat, agar visi-misi yang visioner dari Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dari sisi pembangunan sarana dan prasarana harus didukung. “Yakinlah dalam 5 hingga 10 tahun ke depan Sumut akan maju dan berkembang perekonomiannya dengan adanya sarana prasarana Jalan Tol dan tempat tempat wisata seperti Danau Toba yang sudah dikembangkan fasilitasnya,” pungkas Rudi. (adz)

Sesuai HET, Mendag Pastikan Minyak Goreng Tersedia di Pasar Rakyat

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi bersama Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan meninjau implementasi kebijakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng di Pasar Kramat Jati, Jakarta (3 Feb).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah memastikan pemenuhan pasokan minyak goreng ke pasar rakyat terus berjalan sebagai bagian dari pengendalian harga. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memastikan implementasi kebijakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng di produsen dan pasar rakyat berjalan dengan baik dan menjamin harga minyak goreng di pasar rakyat dan di ritel modern harus sesuai dengan HET.

Sebelumnya, Mendag Lutfi meninjau langsung situasi imolementasi harga minyak goreng di pasar tradisional Kramat Jati Jakarta dan di pabrik minyak goreng di kawasan Marunda Jakarta. Suplai minyak goreng sesuai HET berjalan lancar. Penjualan minyak goreng curah dan kemasan sederhana serta kemasan premium mendapat sambutan baik pedagang dan antusiasme warga.

“Hari ini kita lihat bahwa minyak goreng sudah dikucurkan sesuai dengan harga eceran tertinggi. Hari ini sudah mulai berjalan dan saat ini masih dalam proses penyesuaian dan akan mengikuti HET minyak goreng yang ditetapkan,” ujar Mendag Lutfi.

Sejumlah pejabat ikut blusukan ke pasar untuk memastikan harga migor sesuai HET. Mereka antara lain Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan, Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Isy Karim, Kepala Biro Humas Ani Mulyati dan Direktur Perkulakan dan Ritel Perumda Pasar Jaya Anugrah Esa.

Seperti diketahui, Kemendag mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Sawit. Dalam Permendag tersebut ditetapkan HET minyak goreng curah Rp11.500/liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500/liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp14.000/liter. Permendag Nomor 6 Tahun 2022 tersebut berlaku mulai 1 Februari 2022.

Mendag Lutfi menambahkan hasil kunjungan menunjukkan pasokan minyak goreng yang sudah sesuai HET telah membaur dengan pasokan lama di pasar. Para pedagang pasar yang masih menyimpan stok lama dapat meretur ke agen. Selanjutnya pedagang bisa meminta stok baru dengan harga yang lebih terjangkau oleh masyarakat yaitu yang sesuai HET.

Mendag Lutfi juga mengecek produksi pabrik minyak goreng PT. Asianagro Agungjaya, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Mendag Lutfi menegaskan pasokan CPO berjalan dengan baik ke produsen sehingga, para produsen bisa mendistribusikan minyak goreng lewat jalur distribusi sesuai HET pemerintah.(*/rel)

STFJ Gelar Diskusi Mengantisipasi Kerusakan Hutan dan Perburuan Satwa Liar

Diskusi yang di gelar STFJ di Rock Island, Bukit Lawang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (4/2). Ist/Sumut Pos.

LANGKAT, SUMUT POS.CO – Sumatra Trofical Forest Journalism (STFJ) menggelar diskusi dengan mengusung tema ‘pemanfaatan jasa wisata alam berbasis konservasi dalam mengantisipasi kerusakan hutan dan perburuan satwa liar’ di Rock Island, Bukit Lawang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (4/2).

Diskusi tersebut STFJ mengundang dua narasumber yang berkompeten seperti Kepala Resor, Bekancan, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL)  Wilayah V Bahorok,  Jon Maruli Purba dan Pelaku Jasa Wisata Lingkungan, Joni Kurniawan.

Diskusi yang dipandu Dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ( UMSU), Dr. Muhammad Said Harahap M.I.Kom tersebut dihadiri juga perwakilan dari Kecamatan, Bahorok, tokoh masyarakat , pemandu wisata yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Langkat pelaku wisata Bukit Lawang, guru, NGO,  mahasiswa dan sejumlah jurnalis.

Menurut Direktur STFJ Rahmad Suryadi, melalui diskusi ini diharapkan menjadi penyadartahuan bagi semua pihak bahwa pemanfaatan jasa wisata alam berbasis konservasi dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan hutan, sehingga kerusakan hutan dan perburuan satwa liar dapat diminimalisir.

“Saat ini pemanfaatan jasa wisata alam berbasis konservasi dinilai menjadi salah satu solusi dalam mengantisipasi praktik perusakan hutan dan perburuan satwa liar, karena akar permasalahan selama ini adalah kemiskinan, jika masyarakat sejahtera, hal itu akan membuat masyarakat tidak perlu masuk ke hutan”, ucap Rahmad dalam sambutannya.

Rahmad melanjutkan, keterlibatan masyarakat sangat berperan penting dalam menjaga hutan. Menurutnya, kini masyarakat dapat menjadi social buffer, menjaga kawasan konservasi, khususnya di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.

“Dari diskusi tadi muncul gagasan akan dibentuk kelas lingkungan dan MTS Negeri IV Bahorok yang akan menjadi sekolah percontohan”, sambung Rahmad.

Sementara itu, Kepala Resor Bekancan, BBTNGL, Wilayah V Bahorok , Jon Maruli Purba mengatakan, pihaknya sangat mendukung penuh kegiatan ini.

“Kami dari pihak BBTNGL sangat mendukung penuh adanya kegiatan ini dan nantinya dapat berkolaborasi,” kata Jon.

Kemudian Jon mengatakan, Taman Nasional Gunung Leuser memiliki 4 satwa kunci yang harus dijaga dan dilestarikan. Bukit Lawan merupakan kawasan TNGL yang memiliki potensi besar dan menarik bagi wisatawan, karena lokasinya berada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.

Sementara itu, Pelaku Jasa Wisata Lingkungan, Joni Kurniawan mengungkapkan beberapa contoh pengelolaan jasa wisata konservasi di sejumlah negara. Menurutnya, pengelolaan jasa wisata lingkungan harus memiliki nilai konservasi.Hal tersebut justru membuat paket wisata itu bernilai.

“Kita harus memahami, bahwa melihat satwa liar tidak harus berdekatan dan berjumpa, hal itu menjadi nilai yang tinggi, karena membuat wisatawan menjadi penasaran dan konservasi berjalan baik. Bukit Lawang memiliki potensi yang luar biasa, selain hutan, sungai, orangutan ada juga kawasan batu karst, seperti di Rock Island. Rock Island, bisa dijadikan destinasi wisata edukasi baik anak sekolah, keluarga maupun masyarakat umum”, ujar Joni.

Komandan SAR Bukit Lawang,  Alex Alzuhri selaku pengelola di Rock Island,  mengungkapkan, perlu mengenalkan lokasi Rock Island menjadi destinasi wisata baru di Bukit Lawang, Langkat, karena memiliki potensi yang berbeda dan unik.

“Untuk mendatangkan orang ke lokasi wisata, sekarang harus ada hal yang baru. Berada di Rock Island,  kita seperti berada di jaman megalitikum. Hal tersebut dapat mengubah pola pikir, bahwa kita tidak perlu masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, karena, di luarnya juga ada destinasi wisata yang menarik dan indah”, ungkap Alex

Alex menambahkan, kita kembali memperkenalkan Rock Island menjadi lokasi edukasi, pendidikan dan latihan dengan membuka diklat panjat tebing alam dan pelatihan kebencanaan.(rel/tri)

IKH Gelar Pemeriksaan Kehamilan dengan Media USG dan Pendidikan Kesehatan

DETEKSI DINI: Penyuluhan dosen D4 Kebidanan Fakultas Farmasi dan Kesehatan IKH tentang tanda bahaya kehamilan di Klinik Mahdarina.

DOSEN Program Studi Diploma-4 Kebidanan Fakultas Farmasi dan Kesehatan Institut Kesehatan Helvetia (IKH) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Kegiatan berupa pemeriksaan kehamilan dengan media USG dan pendidikan kesehatan dalam upaya deteksi dini tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil di Klinik Mahdarina, Kecamatan Medanselayang.

Elvi Era Liesmayani SSiT MKeb
mengatakan bahwa penyuluhan tentang pemeriksaan kehamilan dengan media USG dan pendidikan kesehatan diadakan pada tanggal 28 Desember 2021. Tema kegiatan adalah Upaya Deteksi Dini Tanda Bahaya Kehamilan pada Ibu Hamil di Klinik Mahdarina Kecamatan Medanselayang.

”Yang terlibat dalam PKM ini Elvi Era Liesmayani, SSiT MKeb (ketua) serta Mey Elisa SKM MKes, Deli Agustianda
dan Lenika Panjaitan (anggota). Dibantu oleh bidan pengelola dan bidan pelakasana pelayanan di Klinik Mahdarina Kecamatan Medanselayang serta mahasiswa Prodi D4 Kebidanan Institut Kesehatan Helvetia Medan,” katanya.

Tujuan kegiatan, lanjut Elvi Era Liesmayani, melaksanakan salah satu Tridharma Perguruan Tinggi dengan memberikan pendidikan kesehatan reproduksi tentang upaya deteksi dini tanda bahaya kehamilan dan pemeriksaan USG pada ibu hamil di Klinik Mahdarina Kecamatan Medanselayang.

Mahdarina, pimpinan klinik mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung dan senang dengan adanya kegiatan pendidikan kesehatan reproduksi tentang upaya deteksi dini tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil dan adanya pemeriksaan USG gratis. Sebab ibu hamil belum tahu tentang deteksi dini dan dan cara mengetahui tanda bahaya pada kehamilan untuk upaya menegah komplikasi persalinan.

Ibu-ibu hamil peserta juga sangat antusias dan semangat mengikuti kegiatan pendidian kesehatan. Selain menambah pengetahuan tentang deteksi dini tanda bahaya kehamilan juga mendapat pemeriksaan Ultra Sono Grafi (USG) gratis untuk dapat mengetahui keadaan janin dalam kandungan. Sehingga ibu hamil dapat mencegah terjadinya komplikasi pada saat persalinan.

Kegiatan ini juga dapat memberikan informasi lebih banyak tentang tanda bahaya kehamilan dan komplikasi persalinan. Sehingga membantu upaya Kementerian Kesehatan RI sebagai upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) yang saat ini cenderung masih tinggi yaitu 305/100 Kelahiran Hidup (SDKI 2017).

Para peserta (ibu hamil) menjadi lebih paham tentang hal-hal yang harus dilakukan dalam mengenal tanda bahaya sedini mungkin. Kegiatan ini membuat para ibu hamil lebih termotivasi lagi untuk rutin memeriksakan kehamilan sesuai jadwal yang dianjurkan bidan. Minimal empat kali selama kehamilan. (dmp)

Peningkatan Pengetahuan Tentang Anemia dan Bagi Tablet Fe pada Ibu Hamil

ISTIMEWA ANEMIA: Presentasi materi penyuluhan tentang anemia pada masa kehamilan.

PROGRAM studi Diploma 4 Kebidanan Fakultas Farmasi dan Kesehatan Institut Kesehatan Helvetia melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Penyuluhan tentang peningkatan pengetahuan keluarga tentang anemia pada masa kehamilan dan pembagian tablet Fe pada ibu hamil dalam upaya pencegahan anemia di Klinik Mahdarina, Kecamatan Medanselayang.

Dosen Prodi D4 Kebidanan Institut Kesehatan Helvetia Medan Mey Elisa Safitri MKes mengatakan bahwa PKM dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2021 di Klinik Mahdarina Jalan Bunga Wijaya Kesuma Nomor 17 G, Kecamatan Medanselayang.
Tema PKM adalah: Anemia pada Masa Kehamian dan Pembagian Tablet Fe.

”Yang terlibat dalam PKM Mey Elisa SKM MKes (ketua) serta Elvi Era Liesmayani, SSiT MKeb, Erni Handayani dan Ratna Dewi Farianti (anggota).
Dibantu pimpinan Klinik Mahdarina, bidan dan perawat Klinik Mahdarina Kecamatan Medanselayang,” sebutnya.

Tujuan kegiatan melaksanakan salah satu Tridharma Perguruan Tinggi dengan memberikan edukasi berupa penyuluhan dan pembagian tablet Fe pada ibu hamil.

Kegiatan ini dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan pencegahan anemia pada ibu hamil serta menurunkan angka anemia dengan pemberian tablet Fe di Klinik Mahdarina Kecamatan Medanselayang.

Mahdarina SKeb,
pimpinan klinik menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung dan senang dengan adanya kegiatan pendidikan kesehatan berupa penyuluhan anemia dalam masa kehamilan dan pembagian tablet Fe yang dapat menurunkan angka anemia pada ibu hamil dan membuat bayi dalam kandungan menjadi sehat.

Selain itu dengan PKM diharapkan masyarakat menjadi paham pentingnya mengkonsumsi tablet Fe sehingga semakin rutin minum tablet Fe yang seyogyanya minimal 90 tablet diminum oleh ibu hamil.

Para peserta sangat antusias dan semangat mengikuti kegiatan penyuluhan dan pembagian tablet Fe. Selain menambah pengetahuan tentang anemia pada masa kehamilan, ibu hamil juga mendapatkan tablet Fe sebanyak 30 tablet (3 papan) sehingga ibu hamil tidak mengalami anemia.

Kegiatan ini juga dapat memberikan informasi lebih banyak tentang bahaya anemia dan komplikasi yang dapat timbul pada masa kehamilan akibat kekurangan sel darah merah.

Para ibu hamil menjadi lebih paham tentang hal-hal yang harus dilakukan dalam mencegah anemia, seperti mengkonsumsi tablet Fe dan mengkonsumsi makanan bergizi serta cara pengolahannya yang benar. Oleh karena itu, dengan kegiatan ini membuat para peserta penyuluhan lebih termotivasi lagi untuk menerapkan hidup sehat, khususnya dalam pencegahan anemia. (dmp)

Bidan dan Perawat dari STIKes Mitra Husada The Best

MITRA HUSADA: Ketua STIKes Mitra Husada Dr Siti Nurmawan Sinaga MKes bersama mahasiswa berprestasi dan undangan Capping dan Pinning Day STIKes Mitra Husada.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – SEKOLAH Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada melaksanakan capping dan pinning day bagi 197 mahasiswa. Kegiatan ini dilakukan di Aula STIKes Mitra Husada, Senin (31/1).

Capping dan Pinning Day STIKES Mitra Husada dihadiri Plt Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Sumut Prof Dr Ibnu Hajar Damanik MSi, Kabid SDK Dinas Kesehatan Provsu Apt Sri Suriani Purnamawati SSi MKes dan Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provsu Betty Mangkuji SST MKeb.

Turut hadir Ketua Yayasan Mitra Husada Medan Drs Imran Saputra Surbakti MM, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumut Mahsur Al Hazkiyani SKep Ns, Kasubag Diklit Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Deni Roslina SPsi MPsi dan Kasubag Diklat Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU) Bincar Halomoan SKep NS.

Ketua STIKes Mitra Husada Dr Siti Nurmawan Sinaga MKes mengingatkan bahwa ucap janji, penyematan cap serta pemasangan pin bidan dan perawat bukan sekadar acara ritual sebelum memasuki masa praktik di klinik maupun rumah sakit.

Siti Nurmawan Sinaga menegaskan bahwa capping dan pinning day memiliki makna mendalam bagi para bidan dan perawat. Kini saatnya lebih memahami tugas, peran dan fungsi bidan dan perawat sesuai dengan program kampus merdeka.

Kabid SDK Dinas Kesehatan Provsu Apt Sri Suriani Purnamawati SSi MKes mendorong para mahasiswa STIKes Mitra Husada semakin mantap menjadi bidan dan perawat. Sebab bidan dan perawat merupakan profesi yang mulia.

Sri Suriani Purnamawati mengutarakan bahwa untuk merawat, melayani dan memenuhi kebutuhan pasien tidak cukup dengan keterampilan. Bidan dan perawat harus memiliki rasa hormat, etika dan budi pekerti yang baik.

Bidan dan perawat disaat memberikan layanan kesehatan juga harus bertutur kata yang santun, berempati, compassion profesional, akuntabel, colaboratif sesuai dengan Budaya PACER STIKes Mitra Husada.

Plt Kepala LLDikti Sumut Prof Dr Ibnu Hajar Damanik MSi mengemukakan bahwa budaya Profesional, Akuntabel, Colaboratif, Empaty dan Empaty (PACER) akan menciptakan lulusan yang mampu dikenal dan dikenang oleh masyarakat. Ditegaskan dia, STIKes Mitra Husada Medan telah memfasilitasi banyak hal yang bermutu untuk menyiapkan bidan dan perawat yang berkualitas. Bukan hanya bidan dan perawat yang biasa-biasa saja.

Plt Kepala LLDikti Sumut menyebutkan bahwa capping day dan pinning day momen menandakan telah siap menjadi petugas kesehatan yang handal. Bukan bidan dan perawat yang biasa, tetapi bidan dan perawat yang The Best.

Dalam melaksanakan pelayanan pendidikan, lanjut Ibnu Hajar Damanik, STIKes Mitra Husada Medan selalu memberikan layanan dengan service excellent yang berintegritas tinggi dan berdaya saing.

”Maka ambilah banyak ilmu dan skill yang terbaik, agar IQ (ukuran kecerdasan intelektual), EQ (ukuran kecerdasan secara emosional) dan SQ (ukuran kecerdasan dari segi spiritual) bisa memberikan layanan kesehatan yang berkualitas,” pesan Plt Kepala LLDikti Sumut. (dmp)

PLN UIW Sumut Ajak Masyarakat Gunakan Kompor Induksi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara terus menerus melakukan sosialisasi dan kampanye kepada masyarakat untuk menggunakan peralatan rumah tangga yang ramah lingkungan dengan menggunakan kompor induksi.

Senior Manager Niaga & Manajemen Pelanggan, Chairuddin, mengatakan PLN UIW Sumatera Utara mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kompor induksi sebagai solusi mendukung energi yang berkelanjutan.

“Banyak keuntungan yang didapat dari penggunaan kompor induksi di banding kompor konvensional. Selain aman, praktis, efisien, suhu dapat diatur sesuai yang diinginkan. Kompor induksi juga memiliki desain sangat elegan dengan beragam fitur yang dapat dipergunakan,” ujarnya.

Keunggulan lain dari kompor induksi, yakni ramah lingkungan, tidak ada asap, tidak berbau dan tidak ada emisi udara. Selain itu pelanggan tidak perlu khawatir kehabisan gas dan repot mengganti tabung gas.

Sebagai upaya dalam mendorong penggunaan kompor induksi, saat ini PLN memberikan diskon tambah daya bagi pelanggan yang melakukan penambahan hingga daya 5.500 VA dengan hanya membayar Rp 150.000,- dengan syarat membeli kompor induksi sampai tanggal 31 Maret 2022.

Bagi pelanggan yang ingin menikmati promo “Nyaman Kompor Induksi”, berikut caranya:
1. Lakukan pembelian kompor induksi di toko yang bekerjasama dengan PLN atau pembelian online melalui Tokopedia.
2. Pelanggan akan mendapatkan kode Voucher Tambah Daya.
3. Buka aplikasi PLN Mobile.
4. Pilih menu layanan listrik ubah daya.
5. Pilih ID Pelanggan.
6. Lengkapi data pemohon.
7. Pilih daya yang diinginkan.
8. Masukan kode voucher tambah daya.
9. Submit permohonan, maka akan muncul biaya perubahan daya menjadi Rp 150.000,-

PLN UIW Sumatera Utara akan terus berupaya untuk mendorong masyarakat dalam menggunakan kompor induksi. Selain biayanya yang lebih murah dengan kompor induksi akan memberikan pengalaman memasak yang lebih aman dan nyaman. (ila)