27 C
Medan
Friday, January 23, 2026
Home Blog Page 2927

Dongkrak PAD, Pemko Diminta Permudah Penerbitan IMB

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Kesadaran masyarakat untuk mengurus izin mendirikan bangunan (IMB) dirasakan masih kurang. Hal ini terbukti masih banyak ditemukan bangunan-bangunan yang berdiri di Kota Medan tanpa ada plank IMB.

Padahal, dengan patuhnya masyarakat untuk mengurus IMB sebelum mendirikan bangunan, akan dapat menambah sumber pendapatan asli daerah (PAD) Pemko Medan. Di sisi lain juga, masih banyaknya para pengembang properti yang melanggar peraturan dalam mendirikan bangunan.

“Untuk itu, kita sangat mengharapkan agar para pengembang properti di Kota Medan dapat mematuhi peraturan tentang syarat untuk mendirikan bangunan. Sebab, dengan sadar akan peraturan, maka PAD Kota Medan dari sektor perizinan bangunan dapat tercapai,” kata Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Demokrat, Ishaq Abrar Mustafa Tarigan dalam sosialisasi peraturan daerah (Sosperda) XI Tahun 2021 tentang Perda Kota Medan Nomor 5 Tahun 2012 tentang Izin Mendirikan Bangunan di Jalan Pancing No 89, Kelurahan Mabar Hilir, Medan Deli, Sabtu (20/11/2021).

Dalam kegiatan Sosperda ini, Abror berharap, Pemko Medan juga dapat mendukung kemudahan-kemudahan dalam menerbitkan IMB kepada masyarakat sesuai aturan yang berlaku. Apalagi, IMB merupakan perizinan yang harus diberikan pemerintah daerah kepada pemilik bangunan gedung, baik bangun baru, mengubah/memperbaiki/rehabilitasi/renovasi, memperluas, mengurangi serta merawat bangunan, atau memugar dalam rangka melestarikan bangunan sesuai dengan persyaratan administratif dan persyaratan tekhnis yang berlaku.

Selain untuk penataan bangunan sesuai dengan rencana tata ruang kota, lanjut anggota Komisi III DPRD Kota Medan ini, IMB juga diberikan untuk menjaga keandalan bangunan yang memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis sesuai fungsi bangunan. “Memang, sebagian masyarakat yang tidak mampu, sangat berat untuk mengurus IMB. Tapi untuk kalangan mampu (pengusaha), ini sangat ringan. Begitupun, masih banyak pengusaha sering bermain untuk mengurus retribusinya agar murah. Sehingga pendapatan retribusi pajak kita itu sangat-sangat minim,” ungkapnya.

Padahal, kata Abror, mengurus izin IMB setiap kali mendirikan bangunan sangatlah penting, sebab hal itu akan berdampak pada administrasi bank, jika rumah tersebut dijadikan agunan untuk permodalan usaha. “Kita sangat mengharapkan sekali supaya masyarakat paham ketika nanti mendirikan bangunan, hitung dari luas dan tingginya, berapa yang seharusnya masyarakat itu membayar retribusinya, hal ini agar memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam membayar perizinan IMB,” harapnya.

Abror juga menyebutkan, IMB diterbitkan paling lama 14 hari kerja, terhitung sejak semua persyaratan dinyatakan lengkap dan benar. Salah satu syarat mengurus IMB, adanya surat tidak keberatan dari tetangga. Surat itu harus ditandatangani oleh para tetangga, kalau ada tetangga yang tidak tanda tangan, tapi bangunan berdiri, itu perlu dipertanyakan tentang izn IMB-nya.

Soal berdirinya bangunan tidak sesuai izin, kata Abror, ada sanksi yang menanti. Diantaranya, peringatan tertulis, pembatasan kegiatan pembangunan, penghentian sementara atau tetap pada pekerjaan pelaksanaan pembangunan, penutupan lokasi dan penyegelan, pembekuan IMB, pencabutan IMB hingga pembongkaran bangunan. “Untuk itu, kepada seluruh aparatur Pemko Medan kiranya dapat menjalankan tupoksinya dengan baik dalam menegakkan aturan dari Perda tentang IMB ini. Sehingga bangunan di Kota Medan dapat tertata dengan bagus dan tertib, juga warganya makmur sejahtera,” pungkasnya. (adz)

Warga Luar Kota Puji e-Parking di Kota Medan, Minta Diterapkan di Seluruh Indonesia

SUMUTPOS.CO – Video yang direkam warga dari luar Kota Medan saat berkunjung ke Jalan Ahmad Yani (Kesawan) Kota Medan, seketika viral. Pasalnya, perekam video mengatakan bahwa Kota Medan menjadi sangat keren karena telah menerapkan sistem Pparkir nontunai yang sering disebut Parkir Elektronik atau e-Parking.

Bahkan ia menyebutkan, Jakarta sebagai Ibukota Indonesia harus merasa malu saat melihat kemajuan Kota Medan yang telah lebih dulu menerapkan E-Parking. “Guys, ini keren banget sih guys. Jakarta harusnya malu banget sih. Ini di Medan, parkirnya, itu sudah digital semua cuy.

Ini keren banget tuh, (bayar parkirnya) bisa pakai QRIS, e-Money, Debit. Ini keren banget, sumpah,” ucap warga luar Kota Medan tersebut dalam video yang juga diunggah lewat aplikasi Tik-Tok.

Pria dalam video tersebut juga mengaku salut dengan para petugas Dishub Kota Medan yang ditugaskan khusus dengan seragam yang bertuliskan ‘Petugas e-Parking’ di bagian belakang rompi yang mereka kenakan sembari menggenggam perangkat pembayaran e-Parking.

Ia pun mengatakan, seharusnya semua wilayah di Indonesia sudah menerapkan e-Parking seperti yang telah diterapkan di Jalan Kesawan Kota Medan dan puluhan titik lainnya di Kota Medan yang juga telah menerapkan sistem e-Parking. “Ini keren banget sih pak, luar biasa loh. Harusnya satu Indonesia pakek kayak ginian (E-Parkir) semua,” ujarnya kepada dua orang petugas Dishub Medan yang saat itu ditugaskan sebagai petugas e-Parking.

Setelahnya, perekam video pun tampak telah berada di dalam mobil dan mengobrol dengan temannya di sembari terus memuji penerapan e-Parking di Jalan Kesawan Kota Medan. “Tadi ngobrol-ngobrol sama teman-teman Dishub, itu semua pakek mesinnya. Bayarnya pakek e-Tol, kasih cash gak mau dia, cash gak ada dia,” kata mereka dalam perbincangan di dalam mobil sembari memperhatikan petugas parkir yang sedang bertugas di lapangan.

Dengan begitu, mereka pun meyakini tidak akan ada lagi kesempatan bagi pihak-pihak yang ingin melakukan korupsi dari pengutipan retribusi parkir di lapangan. “Wah ini gila, keren banget sih Medan sih. Luar biasa. Gak boleh korupsi lagi guys,” kata dia.

Sementara itu, ditanya Sumut Pos mengenai pendapatnya atas viralnya video tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis S.SiT MT, mengaku akan menjadikan penilaian positif yang diberikan kepada Pemko Medan atas penerapan e-Parking sebagai motivasi untuk berbuat lebih baik lagi. “Penilaian positif terhadap e-Parking yang telah dilakukan Pemko Medan, kita jadikan sebagai motivasi untuk terus melakukan yang terbaik,” ucap Iswar

Artinya, kata Iswar, e-Parking dapat diterima dan didukung sebagai sebuah terobosan yang memang harus dilakukan dalam memajukan Kota Medan di era digitalisasi. Salah satunya, untuk memudahkan masyarakat dalam bertransaksi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan.

Pun begitu, Iswar menegaskan bahwa penerapan e-Parking bukan semata-mata ingin membuat Kota Medan terlihat keren ataupun lebih modern, akan tetapi Pemko Medan ingin Kota Medan berkembang lebih cepat di era teknologi digital seperti saat ini.

Apalagi ketika sistem teknologi yang dimaksud dapat menutup kebocoran dan meningkatkan PAD secara signifikan, maka Pemko Medan pasti akan menerapkan sistem ataupun terobosan tersebut.

“Pak Wali ingin PAD kita maksimal, termasuk dari retribusi parkir ini. Tidak ada pungli, tidak ada Jukir Ninja, tidak ada kebocoran PAD. Jadi selain PAD, juga ada peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Dan terbukti selain PAD parkir kita naik 155 persen dari 22 titik selain di Kesawan, pelayanan kita di lapangan juga semakin baik dan itulah yang kita harapkan bersama-sama,” katanya.

Sesuai instruksi Wali Kota Medan Bobby Nasution, lanjut Iswar, pihaknya akan terus melakukan evaluasi terhadap penerapan e-Parking di Kota Medan. Selain meningkatkan pelayanan kepada masyarakat seperti memudahkan pembayaran parkir Non Tunai dengan berbagai sistem pembayaran seperti melalui QRIS, e-Money, kartu debit dan lain-lain, pihaknya juga akan mengembangkan sistem e-Parking hingga ke seluruh ruas jalan yang ada di Kota Medan.

PT LGE Dikritik

Sementara itu, PT Logika Garis Elektronik (LGE) sebagai perusahaan pengelolaan parkir elektronik atau e-Parking di Kota Medan, ternyata perusahaan baru yang didirikan pada bulan Agustus 2021. Dengan usia seumur jagung, Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menilai PT LGE tidak memiliki pengalaman untuk mengelola parkir nontunai tersebut. “Bulan Agustus 2021, (Perusahaan itu) berdirinya. Ya benar (seumur jagung). Belum punya pengalaman, sebenarnya,” ungkap Kepala KPPU Kantor Wilayah I, Ridho Pamungkas saat dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (21/11).

Ridho mengatakan, pihak KPPU sudah menjadwalkan pemanggilan kepada PT LGE, pada pekan depan untuk dimintai keterangan dan klarifikasi. “Mau kita panggil dari perusahaan, Minggu depan. Nanti saya kabari kalau sudah kami panggil perusahaan LGE,” tegas Ridho.

Ridho mengungkapkan tujuan KPPU memanggil PT LGE untuk melihat kompetensi perusahaan ini, dalam mengelola e-Parking. Karena, usia perusahaan ini, baru sekitar 3 bulan. “Kita mau tahu juga, kompetensinya lah. kenapa bisa ditunjuk dan apa ditawarkan,” ucap Ridho.

Ridho mengungkapkan, ada keganjilan diduga dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan dalam membuka lelang tender pengelolaan e-Parking ini. Karena, kenapa cuma satu perusahaan, yakni PT LGE yang hanya mengikuti lelang tender tersebut.”Dari mana dapat informasinya (lelang tender), karena hanya satu perusahaan ini saja, menawarkan jasanya,” kata Ridho.

Meski ada keterangan Dishub Kota Medan hanya satu perusahaan mengikuti lelang tender itu, Ridho tidak mempercayai begitu saja. Pihaknya, akan menelusuri penunjukan PT LGE dalam pengelolaan e-Parking di Kawasan Kota Medan. “Dari informasi Dishub Medan membuka lelang tender. Hanya satu penawaran (dari PT LGE). Kita masih menelusuri persyaratan terhadap lelang tender itu. Apakah memberikan kesempatan dengan pelaku usaha yang lain,” pungkas Ridho.

Sebelumnya, KPPU menerima laporan dari masyarakat terkait pemberlakuan e-Parking di sejumlah titik jalan di Kota Medan. Pembayaran parkir nontunai ini, merupakan gagasan program dari Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution.

Pemerintah Kota Medan melalui Dishub Kota Medan baru menerapkan e-Parking di 22 parkir di tepi jalan di Kota Medan. Penerapan e-Parking ini, sudah diresmikan oleh Bobby Nasution pada Senin 18 Oktober 2021. E-Parking ini, Pemko Medan menilai mampu mengatasi kebocoran Pendapat Asli Daerah (PAD) Kota Medan, khususnya pada retribusi parkir di tepi jalan. (map/gus/ila)

Operasi Zebra Toba 2021, Polres Binjai Serukan Masyarakat Patuhi Prokes

PROKES: Operasi Zebra yang dilakukan Satlantas Polres Binjai mengajak masyarakat patuhi prokes.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Satuan Lalu Lintas Polres Binjai menyerukan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan saat berkendara. Seruan ini disampaikan personel saat melakukan Operasi Zebra di sejumlah titik di Kota Binjai.

PROKES: Operasi Zebra yang dilakukan Satlantas Polres Binjai mengajak masyarakat patuhi prokes.

Dalam operasi ini, Satlantas Polres Binjai menemukan puluhan kendaraan yang ditumpangi pengendara tidak mengenakan masker sesuai aturan Protokol Kesehatan. Kasat Lantas Polres Binjai, AKP Djoko Lelono mengakui hal tersebut ketika dikonfirmasi, Minggu (21/11).

Namun demikian, sambung dia, pihaknya tidak melakukan penindakan terhadap pengendara dalam Operasi Zebra. “Kita tidak melakukan tindakan, namun setiap yang melanggar kita berikan teguran agar ke depan dapat tertib berlalulintas,” jelasnya.

Pada operasi kali ini, Satlantas Polres Binjai tempelkan 80 brosur kepada pengendara bus dan truk. Selain itu, pihaknya juga membagikan puluhan masker kepada pengendara yang tidak mengenakan masker. Dia berharap, pengendara dapat tetap tertib berkendara dan mematuhi prokes.

“Kita berharap kepada pengendara untuk terus tertib melengkapi seluruh surat-surat berkendara dan tertib berlalulintas,” tukas perwira yang akrab disapa Djoko ini. (ted)

Relokasi Pajak Setahun Tak Terealisasi, Nasib 535 Pedagang Masih Terkatung-katung

KECEWA-Para pedagang yang kiosnya terbakar kecewa dengan ketidakpedulian Pemkab Karo

KARO, SUMUTPOS.CO – Setahun berlalu, nasib 535 pedagang Pajak Losd Jahe-Jahe dan Pajak Tingkat Berastagi, masih terkatung katung. Janji Pemkab Karo untuk membangun kembali kios mereka yang ludes dilalap si jago merah pada Selasa (17/11) tahun lalu, tak kunjung terealisasi.

KECEWA-Para pedagang yang kiosnya terbakar kecewa dengan ketidakpedulian Pemkab Karo.

Pedagang yang menjadi korban musibah tersebut, berharap ada solusi dari Pemkab Karo, karena mereka mengantungkan hidup mereka dari berjualan. Termasuk biaya hidup dan pendidikan bagi anak anak mereka. Tapi setahun berlalu, bekum ada tanda-tanda kios mereka bakal dibangun.

Hal ini diungkapkan oleh salah seorang pengurus pedagang Losd Jahe-jahe dan Pajak Tingkat Berastagi, Cerita Sembiring kepada wartawan, Minggu (21/11) di Pusat Pasar Kelurahan Tambak Lau Mulgab II, Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo. Cerita Sembiring menerangkan, kalau perwakilan pedagang sudah melakukan diskusi dan rapat pada Sabtu (20/11). Hasilnya mereka akan meminta kepada Pemkab Karo agar segera merealisasikan pembangunan kios mereka karena ini adalah hidup mereka, dan secepatnya akan menyampaikan ke Anggota DPRD Karo.

Salah seorang pedagang, Pengawal Tarigan mengatakan, ini harus secepatnya terlaksana, kami harap tidak ada penundaan kalau tidak digubris, kami akan buat gerakan dan akan melawan. Bukan hanya pedagang, warga sekitar pajak juga menyesalkan ketidakpedulian Pmekab Karo yang membiarkan kios-kios yang begitu sjaa.

“Pemerintah tidak ada tindakan apa-apa. Lihat ini kan sumber penyakit, kesehatan kami disini terancam,” kata Lawi Sembiring.

Sementara Ketua Karang Taruna Kecamatan Berastagi, Premi Sembiring.STP mendukung penuh pembangunan pajak tingkat berastagi ini, agar Berastagi tidak lagi semraut dan kumuh. (deo/han)

Pengukuhan Kolektif Depiran MKGR se-Kecamatan Hamparanperak, Gandhy: Terapkan Komunikasi, Koordinasi, dan Konsolidasi

SAMBUTAN: Ketua DPC Ormas MKGR Hamparan Perak, Gandhy Panigoro saat menyampaikan sambutan.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Kabupaten Deliserdang, Gandhy Panigoro, melakukan konsolidasi dan pengukuhan kolektif Dewan Pimpinan Ranting (Depiran) MKGR se-Kecamatan Hamparan Perak, Sabtu (20/11) malam. Gandhy menegaskan, kader MKGR agar senantiasa menerapkan 3K, yakni Komunikasi, Koordinasi, dan Konsolidasi dalam menjalankan roda organisasi.

SAMBUTAN: Ketua DPC Ormas MKGR Hamparan Perak, Gandhy Panigoro saat menyampaikan sambutan.

Turut hadir dan memberikan sambutan Ketua DPD Ormas MKGR Sumut yang juga Anggota DPRD Sumut Wagirin Arman, Dewan Penasehat MKGR Deliserdang yang juga Dewan Pertimbangan Golkar Deliserdang Siswo Adi Suwito, Ketua PK Golkar Hamparanperan Saiman, Kades Klambir V Kebun Suhendra, Ketua Ormas MKGR Hamparanperak Dedi Syafrizal, Iptu MS Siregar dari Polsek Hamparan Perak. Pengukuhan itu juga dihadiri sejumlah pimpinan dan pengurus AMPI, IPK, PP, AMPG, SOKSI, SBSI, Sibhara.

Gandhy Panigoro menjelaskan, MKGR merupakan ormas yang melahirkan Partai Golkar, sehingga merupakan kewajiban bagi kader agar memenangkan Partai Golkar di Pemilu 2024. Apalagi target Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Musa Rajekshah agar meraih 2 juta kader di Sumut di tahun 2024.

Dia juga mengajak pengurus dan kader ormas MKGR agar senantiasa berpolitik dengan santun, berbuat sebaik-baiknya, dan senantiasa membantu tugas pemerintah desa dan kecamatan. Gandhy juga mengajak kader ormas MKGR aktif menggelar silaturrahmi sesama kader hingga ke lapisan masyarakat lainnya. 

Sedangkan  Ketua Ormas MKGR Kecamatan Hamparanperak, Dedi Syafrizal  mengajak pengurus ormas MKGR agar peduli dan  aktif membantu dan mendukung program pembangunan di Desa Klambir V Kebun, Hamparanperak.

Lebih lanjut Wagirin Arman dalam sambutannya mengajak kader Ormas MKGR, aktif menunjukkan dedikasi di masyarakat sehingga dikenali masyarakat. Untuk itu, pengurus dan kader diminta mengedepankan loyalitas terhadap MKGR dan partai. 

Wagirin juga mengingatkan pengurus dan kader MKGR jangan mudah terpengaruh dengan persoalan yang dihadapi. sehingga berimbas pada organisasi.Begitu juga kader MKGR harus mengedepankan moralitas kepada masyarakat. 

Berikut nama-nama pengurus Satgas dan Ormas MKGR se Depiran Hamparak Perak  yang dikukuhkan  yakni  Satgas Ormas MKGR Kecamatan  Hamparan Perak, Ketua Hendrik, Sekretaris Ramli. Depiran Desa Klambir Lima Kebun, Ketua Riswally Saputra dan Sekretaris Widia Syahputri, Depiran  Desa Klambir Lima Kampung, Ketua Anto dan Sekretaris Indah Azizi, serta Depiran Desa Klumpang Kebun, Ketua Supriyanto dan Sekretaris: Rita Indriyani.

Kemudian, Depiran Desa Tandan Hilir I,  Ketua Suheri dan Sekretaris Andika, Depiran  Desa Tandam Hilir II, Ketua Paino dan Sekretaris Rudi Syahputra, lalu Depiran Desa Tandam Hulu I Ketua Fauzi dan Sekretaris Amsyah. Selanjutnya, Desa Tandam Hulu II Ketua : Edi Syahputra dan  Sekretaris : Lutfi Handoko,  Desa Sei Baharu Ketua Badarudin Arbe Sekretaris Anwar.

Selanjutnya Depiran Desa Paluh Manan Ketua Nasrul dan Sekretaris Udin, Depiran Desa Kota Datar Ketua Miselan dan Sekretaris Sri Rahayu dan terakhir Desa Klumpang Kampung Ketua Jani dan Sekretaris Iwan. (adz)

1.129 Personel Amankan Pilkades 2021

APEL: Pasukan Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan “Huta Toba” 2021 saat Apel, di Lapangan KS Tubun, Mapolda Sumut, Minggu (21/11). Sumut Pos/ ist

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 1.129 personel di BKO dalam pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2021, di beberapa kabupaten di Sumatera Utara (Sumut).

APEL: Pasukan Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan “Huta Toba” 2021 saat Apel, di Lapangan KS Tubun, Mapolda Sumut, Minggu (21/11). Sumut Pos/ ist.

Sebagai bentuk persiapan pengamanan, Polda Sumut menggelar apel pasukan Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan “Huta Toba” 2021, di Lapangan KS Tubun, Mapolda Sumut, dipimpin langsung Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Minggu (21/11).

Turut hadir dalam apel pasukan itu Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto, Karo Ops Poldasu Kombes Pol Desman Tarigan, Dansat Brimob Poldasu Kombes Pol Suheru, Dirbinmas Polda Sumut Kombes Pol Sofyan, Kabid Propam Kombes Pol Donald Simanjuntak, Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Hadi Wahyudi serta PJU Polda Sumut lainnya.

Dalam amanatnya, Panca mengatakan, 1.129 personel terdiri dari Brimob, Sabhara, Intel, Reskrim, Propam serta Bintara Remaja, yang akan digeser mengamankan Pilkades Serentak 2021 di Sumut.

“Polda Sumut beserta jajaran telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan mitra kamtibmas untuk melakukan pengamanan tahapan Pilkades 2021 mulai persiapan, pencalonan pemungutan suara, hingga penetapan calon dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif agar situasi tetap aman dan kondusif,” katanya.

Panca mengungkapkan, sejumlah kabupaten yang melaksanakan Pilkades 2021, yakni Kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas), Tapanuliutara (Taput), Dairi, Karo, Pakpakbharat, Tapanulitengah (Tapteng), dan Toba.

“Ada 7 kabupaten, 88 kecamatan dan 558 desa, yang melaksanakan Pilkades 2021 di Sumut,” ungkapnya.

Dikatakannya, bahwa pelaksanaan Pilkades tidak sama dengan Pemilihan Presiden, Gubernur dan Legeslatif. “Untuk Pilkades hasilnya akan keluar di hari itu juga dan langsung ditetapkan. Sementara untuk Pilpres, Pilgub dan Pileg ada proses tahapan pleno dan dilaporkan ke KPU,” tambahnya. Panca berharap, kepada personel untuk benar-benar menjalankan tugas sehingga Pilkades 2021 di Sumut berjalan lancar tanpa adanya gangguan.

“Tentunya bersama TNI, Pemerintah Daerah (Pemda) serta stakeholder turut menyampaikan kepada panitia pemilihan dan masyarakat pemilih untuk selalu mematuhi protokol kesehatan (Prokes) guna mencegah terjadinya klaster baru selama Pilkades 2021,” harapnya.

Dia mengucapkan, terima kasih kepada seluruh personel yang ditugaskan menjalankan operasi untuk mengamankan Pilkades 2021.

“Saya harap semua personel yang di BKO dalam Pilkades 2021 untuk selalu menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan dalam mencegah penularan Covid-19,” pungkasnya. (dwi/han)

AKP Rian Permana Promosi Kasat Reskrim Polres Binjai

Kapolres Binjai, AKBP Ferio Sano Ginting saat memimpin upacara serah terima jabatan,

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Binjai, AKBP Ferio Sano Ginting memimpin upacara serah terima jabatan Waka Polres, Kabag Ops, Kasat hingga Kapolsek di Lapangan Mapolres, Minggu (21/11). Sebanyak 21 pejabat utama di lingkungan Polres Binjai yang disertijabkan, satu di antaranya AKP Rian Permana yang dipromosi sebagai Kasat Reskrim.

Kapolres Binjai, AKBP Ferio Sano Ginting saat memimpin upacara serah terima jabatan,

Rian Permana sebelumnya menduduki amanah sebagai Kasatres Narkoba Polres Binjai. Jebolan Akademi Kepolisian 2012 ini mohon dukungan kepada insan pers dalam bertugas di Kota Binjai.

“Mohon dukungannya,” kata Rian ketika dikonfirmasi, Senin (22/11).

Adapun pejabat yang dilakukan sertijab, Waka Polres Binjai kepada Kompol Deny, Kabag Ops dari Kompol Henman Limbong kepada AKP Agung Basuki, Kabag Sumda dari Kompol Deny kepada Kompol Daryani, Kasat Intelkam dari AKP S Manulang kepada Iptu Ruswandi, Kasat Reskrim dari AKP Yayang Rizki Pratama kepada AKP Rian Permana, Kasat Narkoba dari AKP Rian Permana kepada AKP Firman Imanuel Perangin-angin, Kasat Binmas dari AKP Eva Sinuhaji kepada AKP Arnawati, Kapolsek Binjai Kota dari Kompol Aris Fianto kepada Kompol M Guntur, Kapolsek Binjai Selatan dari Kompol B Sitanggang kepada AKP Eva Sinuhaji, Kapolsek Binjai Utara dari AKP Teuku Fathir kepada Kompol Azhari, Kapolsek Sei Bingai dari AKP R Purba kepada AKP Japaris PA dan Kapolsek Binjai Barat ke AKP Siswanto Ginting.

Selain pejabat utama Kapolres juga turut melantik Kasubbag Logistik Kompol Halomoan Sihite dan Kasi Propam AKP Tarmizi Lubis. Dalam arahannya, Kapolres mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas loyalitas dan dedikasinya serta kerjasamanya selama ini, dalam mewujudkan Kota Binjai aman hingga kondusif.

“Selamat atas promosi jabatan yang diamanahkan oleh pimpinan dalam melaksanakan tugas di tempat yang baru. Kepada pejabat baru, saya mengucapkan selamat datang dan segera untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tugas masing-masing,” serunya.

Kapolres juga menekankan beberapa hal dalam upacara sertijab tersebut. Adalah, mengajak seluruh personel untuk meningkatkan kualitas keimanan kepada Tuhan yang Maha Esa sebagai landasan moral dan etika dalam pelaksanaan tugas.

Juga saling ingatkan dan pengawasan ketat pimpinan terhadap personel secara berjenjang agar dapat meminimalisir adanya pelanggaran. “Budayakan responsibilitas terhadap sekeliling kita untuk memberikan citra positif terhadap Polri. Tingkatkan kesiapsiagaan operasional, untuk mengantisipasi eskalasi perkembangan situasi yang meningkat secara cepat. Jalin kerjasama dan kekompakan dengan unsur TNI, dan jaga solidaritas TNI-Polri untuk bersinergi menjaga kedaulatan NKRI,” bebernya. (ted)

Korban Tewas Tergelincir di Jurang Pamah Semelir Sudah Dijemput Keluarga

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Keluarga dari SD (50) sudah menjemput jasad korban yang meninggal dalam kecelakaan, Minggu (21/11). Korban tewas sempat mendapat perawatan medis sebelum mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Djoelham.

Namun mengenai anaknya berinisial AMS (21), menejemen Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Kota Binjai belum mengetahui secara persis. Suasana duka menyelimuti rumah sakit milik Pemerintah Kota Binjai saat keluarga menjemput jasad SD untuk disemayamkan.

Keluarga kehilangan ibu yang berharga dan telah membesarkan anak-anak. “Sudah dijemput keluarga itu untuk yang korban meninggal dunia. Saya tadi barusan tanya dengan dokter forensik. Kalau untuk anaknya yang masih dalam perawatan, kami belum tahu,” ujar Direktur RSUD Djoelham Binjai, dr David Tambunan saat dikonfirmasi dari seberang telepon, Senin (22/11).

Kabarnya si anak akan dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Medan. Sebelumnya, ibu dan anak warga Jalan Pertahanan, Gang Garuda, Kelurahan Timbang Deli, Medan Amplas, tergelincir ke jurang saat mengendarai sepeda motor jenis metik BK 3350 AJS di Jalan Binjai-Telagah Dusun Pamah Semelir, Desa Telagah, Sei Bingai, Langkat, Sabtu (20/11) petang.

Peristiwa nahas yang terjadi di jalur alternatif Langkat-Karo melalui Kota Binjai ini diduga akibat rem blong. Korban yang tergelincir ke jurang diketahui oleh warga beberapa saat setelah kejadian dan akhirnya dievakuasi.

Si anak yang mengemudi sepeda motor mengalami luka robek dan pendarahan di hidung, luka robek pada pergelangan kaki kiri, memar di kepala hingga patah tulang kaki kiri yang dilarikan ke Puskesmas Namu Ukur. Sementara si ibu yang dibonceng mengalami patah tulang pada kaki kanan dan kiri, memar di wajah hingga tak sadarkan diri.

“Keduanya dibawa ke Puskesmas Namu Ukur dan dirujuk ke RSUD Djoelham Binjai,” ujar Kepala Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Polres Binjai, Ipda Abdul Sani.

Dia menambahkan, peristiwa nahas ini dialami oleh korban ketika dalam perjalanan pulang dari Pamah Semelir. Saat di TKP, kata Kanit, sepeda motor Honda Scoopy mereka hilang kendali hingga masuk ke dalam jurang.

Akibatnya, pengendara dan penumpang mengalami luka hingga sepeda motor rusak berat. “Kendaraan yang mengalami kecelakaan sudah dibawa ke Kantor Unit Laka Polres Binjai,” tukasnya. (ted)

Sungai Padang dan Bahilang Kermbali Meluap, Ribuan Rumah di Tebingtinggi Terendam

TERENDAM: Seorang warga berdiri di depan pintu rumahnya yang terendam luapan air Sungai Padang, Kota Tebingtinggi, Minggu (21/11).

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kota Tebingtinggi dua kali diterjang banjir kiriman, yakni pada Minggu (21/11) dini hari dan Minggu petang. Akibatnya, ribuan rumah di lima kecamatan terendam air sungai yang meluap.

TERENDAM: Seorang warga berdiri di depan pintu rumahnya yang terendam luapan air Sungai Padang, Kota Tebingtinggi, Minggu (21/11).

Pada Minggu (21/11) dini hari sekira pukul 04.30 WIB, warga di bantaran Sungai Padang dibuat panik dengan meluapnya air sungai. Banjir kiriman itu, diduga disebabkan hujan deras di hulu sungai, wilayah Kabupaten Simalungun.

Ada beberapa titik sektor perekonomian yang berdampak banjir, seperti Pasar Impres di Jalan Gurami. Para pedagang terpaksa menutup kios dan memindahkan dagangannya ke daerah lebih tinggi.

Menurut Rizky Damanik, warga Lingkungan I, Kelurahan Sri Padang, Kecamatan Rambutan, air mulai masuk ke pemukiman warga pada dini hari, di saat masyarakat terlelap. “Banyak warga masih tidur ketika air Sungai Padang meluap. Akibatnya, banyak barang-barang perabotan yang tidak dapat diselamatkan. Hanya beberapa dokumen penting bisa diselamatkan,” katanya.

Sedangkan untuk kedalaman air, diperkirakan mencapai 50 cm hingga 75 cm. Bahkan, di daerah paling pinggir dengan daerah aliran sungai, ke dalaman air bisa mencapai lebih dari 1 meter. Hingga kemarin siang, kata Rizky, belum ada bantuan yang diterimah masyarakat dari pemerintah setempat, hanya para donatur yang memberikan bantuan seperti nasi bungkus.

Sementara Rudianto (45), warga Kelurahan Bandar Utama, Kota Tebingtinggi mengatakan, permasalahan banjir yang dialaminya sudah sering terjadi, hampir setiap tahunnya empat hingga lima kali rumahnya terendam banjir Sungai Padang. Dia pun berharap kepada Pemko Tebingtinggi untuk melakukan normalisasi Sungai Padang dengan melakukan pengorekan sendiman tanah karena belum dilakukannya pengorekan itu, sendiman yang puluhan tahun menyebabkan kedangkalan sungai.

“Pemko sudah membeton benteng Sungai Padang, tetapi bila tidak dilakukan normalisasi dengan pengorekan, jika hujan deras wilayah hulu, Sungai Padang tidak mampu menampung debit air yang besar, sehingga rumah yang berlokasi di bantaran sekitar Sungai Padang akan terendam banjir,” paparnya.

Dari data yang diterima Sumut Pos, sebanyak 850 Kepala Keluarga (KK) di lima kecamatan yang merasakan dampak banjir ini. Terparah dialami 301 warga di Kelurahan Bandar Utama, kemudian di Kelurahan Badak Bejuang Kecamatan Tebingtinggi Kota ada 123 KK, dan Kelurahan Sri Padang Kecamatan Rambutan sebanyal 102 KK. Sedangkan sisanya, tersebar di Kecamatan Bajenis Padang Hilir dan Padang Hulu. “Hingga siang ini (kemarin) kondisi banjir mulai surut, diharapkan warga tetap siaga dalam memantau banjir kiriman,” ungkap Lurah Bandar Utama, Ramadhan.

Dirinya menyatakan, sampai kemarin siang pihaknya masih melakukan pendataan jumlah rumah yang terendam banjir. Tetapi seperti ,biasa jika terjadi banjir kiriman, sekitaran 301 KK rumah warga yang terendam.

Ramadhan berharap kepada warga yang mengalami banjir untuk melaporkan kepada pihak Kepala Lingkungan (Kepling) untuk didata. Sedangkan untuk kejadian banjir kiriman yang ditimbulkan oleh Sungai Padang, warga sekitar sudah biasa menghadapi banjir kiriman ini.

Sedangkan pihak BPBD Kota Tebingtinggi belum ada mendirikan tenda pengusian di lokasi terimbas banjir kiriman parah di wilayah Kelurahan Bandar Utama Kota Tebingtinggi. Kepala BPBD Tebingtinggi Wahid Sitorus belum menjawab berapa sebenarnya rumah warga kondisi terendam banjir.

Sungai Bahilang Meluap, Rendam Ribuan Rumah

Baru saja surut banjir dari luapan Sungai Padang, giliran warga di bantaran Sungai Bahilang yang dibuat panik oleh meluapnya air sungai pada Minggu (21/11) sore. Banjir ini diduga disebabkan banjir kiriman dari Kabupaten Serdangbedagai.

Kepala BPBD Kota Tebingtinggi Wahid Sitorus dalam pesan WhatsApp mengimbau warga di sekitar bantaran sungai agar tetap waspada dan mengungsi ke daerah yang lebih Tinggi. “Cuaca saat ini sedang ekstrim, tingkat curah hujan tinggi, warga diimbau untuk tetap waspada,” bilangnya.

Sedangkan genangan air yang ditimbulkan dari meluapnya Sungai Bahilang di dua Kecamatan di Kota Tebingtinggi yaitu Kecamatan Padang Hulu dan Tebingtinggi Kota mencapai 50-100 centimeter. Sedangkan untuk jumlah korban banjir masih dalam pendataan. “Diperkirakan ada ribuan rumah, terparah di Kelurahan Persiakan, Kelurahan Tualang, Bandar Sono dan Badak Bejuang Kota Tebingtinggi,” kata Wahid.

Menurutnya, curah hujan yang turun semalam dan air kiriman dari Kabupaten Serdang Bedagai sebagai hulunya Sungai Padang, dan Sungai Bahilang, berdampak tergenangnya wilayah 5 Kecamatan dan 11 Kelurahan di Kota Tebingtinggi dengan ketinggian air antara rata-rata 20-100 cm di dalam rumah. Kondisi genangan semakin bertambah tinggi di area sekitar Sungai Bahilang. Perhitungan untuk dampak banjir oleh Sungai Bahilang ada 658 KK di Kelurahan Persiakan Kecamatan Padang Hulu dan Kelurahan Bandarsono serta Kelurahan Badak Bejuang.

“Terkait banjir kiriman Sungai Padang dan Sungai Bahilang, BPBD Kota Tebingtinggi melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk menginventarisir yang terdampak serta kerusakan sarana prasarana yang ada. Berkoordinasi dengan perangkat Kelurahan, Camat, kepolisian, dan warga masyarakat setempat. Belum ada laporan adanya korban jiwa,” papar Wahid.

Rusmin (65), warga Kelurahan Persiakan mengatakan, banjir Kiriman Sungai Bahilang ini datangnya mendadak seperti air bah dan langsung masuk menggenangi rumah warga. Banjir kali ini, warga banyak yang tidak sempat menyelamatkan barang-barang. “Air sungai datang mendadak, kondisi air keruh dan langsung masuk kerumah warga, banyak warga ketakutan, karena kondisj air begitu besar, warga Kelurahan Persiakan Kecamatan Padang Hulu banyak mengunggsi ketempat yang lebih Tinggi,” bilangnya.

Sedangkan Kasi Humas Polres Tebingtinggi Aiptu Agus Arianto langsung melakukan peninjauan banjir dengan Kapolsek dilokasi banjir wilayah hukumnya. Personil kepolisian Polres Tebingtinggi bersama Brimob Detasmen B Tinggi dan BPBD menurunkan perahu karet dilokasi banjir yang terparah.

Sibolangit Longsor Lagi, 1 Mobil Rusak

Sementara, longsor kembali terjadi di Sibolangit, Sabtu (20/11) malam, sekira Pukul 23.00 WIB. Longsor yang terjadi di Jalan Jamin Ginting Km 37,5, tepatnya di tikungan Tirtanadi, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, disertai pohon tumbang. Akibatnya, satu unit mobil Honda HRV warna putih rusak parah karena tertimpa pohon.

Kejadian yang kembali berulang ini, disebabkan cuaca buruk yang masih melanda Kota Medan, bahkan kerap memakan korban. Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pancurbatu, Kompol Dedy Dharma saat dikonfirmasi, Minggu (21/11) membenarkan peristiwa tersebut.

Dikatakannya, dampak yang diakibatkan dari longsor itu, yakni menimpa satu unit mobil Honda HRV warna putih yang sedang melintas menuju arah ke Medan. “Tidak ada korban jiwa dari peristiwa itu, namun menyebabkan kerugian materil, satu unit mobil dalam keadaan rusak. Tetapi di saat petugas tiba di lokasi, mobil tersebut sudah tidak ada,” ujarnya.

Dijelaskannya, pasca bencana tersebut, pada Minggu (21/11), Pukul 03.28 WIB, satu unit alat berat jenis Beko atau Doser mini tiba di lokasi untuk melakukan pembersihan material longsor.

Dia menambahkan, dirinya beserta Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Sonny Wilfried Siregar bersama unsur terkait, dalam hal ini Personel dari Satlantas Polrestabes Medan, Polsek Pancurbatu, Koramil Sibolangit, BPBD Deliserdang dan Balai Besar Jalan Nasional bersama masyarakat pun langsung melakukan pembersihan material longsor dan pengaturan arus lalu lintas hingga Pukul 05.15 WIB.

“Minggu, Pukul 04.18 WIB, pembersihan material longsor serta pohon tumbang selesai dan selanjutnya dilakukan pengaturan arus lalu lintas. Jalan lintas sempat ditutup selama pembersihan material longsor dan pohon tumbang. Namun Pukul 05.15 WIB, arus lalu lintas baik yang dari Tanah Karo menuju Medan maupun sebaliknya sudah normal kembali,” pungkasnya. (ian/dwi)

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 di Akhir Tahun, Waspadai Penularan Varian Delta Plus AY.4.2

dr Restuti Hidayani Saragih.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satgas Penanganan Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) tengah mewanti-wanti lonjakan kasus Covid-19 di akhir tahun 2021 ini. Sebab, terdapat dua momen perayaan keagamaan yaitu, Natal dan malam pergantian tahun. Kedua momen ini selalu dirayakan dengan menimbulkan kerumunan sehingga berpotensi menjadi klaster baru penularan corona.

dr Restuti Hidayani Saragih.

Anggota Bidang Penanganan Kesehatan-Ketua Tim Penanganan Penyakit Infeksi Emerging Satgas Penanganan Covid-19 Sumut dr Restuti Hidayani Saragih mengingatkan, meski tren perkembangan kasus Covid-19 di Sumut menurun belakangan ini namun bukan berarti pandemi akan berakhir. Karena itu, kembali diingatkan kepada masyarakat agar tidak bereuforia mengabaikan protokol kesehatan (prokes) yang telah ditetapkan.

Menurut dia, ada dua kekhawatiran yang sangat perlu diantisipasi pada momen akhir tahun ini. Pertama, potensi lonjakan kasus. Kedua, potensi masuknya varian Delta Plus AY.4.2. “Kita minta masyarakat tidak bereuforia dan menahan diri untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi Covid-19 bagi yang belum,” ungkap Restuti belum lama ini.

Restuti menjelaskan, saat ini kondisi pandemi Covid-19 Sumut memang dalam keadaan terkendali. Berbagai aktivitas masyarakat telah diberikan kelonggaran, seperti pada aktivitas perekonomian dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang dilakukan secara terbatas. “Terbatas ini bukan hanya dari segi jumlah, tapi kita harus tetap membentengi diri dengan 5M plus vaksinasi dan 3T,” terangnya.

Restuti membeberkan, pihaknya memang memiliki dua kekhawatiran terhadap potensi lonjakan kasus dan masuknya varian Delta Plus AY.4.2 ke Sumut. Untuk lonjakan kasus, menurutnya dapat terjadi seiring libur natal dan tahun baru. “Biasanya 2 hingga 4 kali masa inkubasi, berarti antisipasinya bulan Desember sampai Februari 2022. Jadi selama 4 sampai 8 minggu kita lihat. Mudah-mudahan tidak ada lonjakan, kalau kita tidak eforia dan menahan diri,” paparnya.

Kemudian, lanjut Restuti, adalah potensi masuknya varian Delta Plus karena seperti di negara tetangga yakni Singapura dan Malaysia sudah ditemukan. Karena itu, hal ini tentu menjadi warning bagi semua pihak, bukan tidak mungkin varian tersebut akan bisa masuk dan didapatkan di Tanah Air. “Saat ini pemerintah dan unsur terkait terus melakukan pendeteksian. Mudah-mudahan (varian Delta Plus) tidak ada,” harapnya.

Restuti menambahkan, varian Delta Plus AY.4.2. ini secara transmisi, kemampuan penularannya jauh lebih cepat dari varian Covid-19 yang sebelumnya telah ada. Varian virus ini juga memiliki kemampuan escape (lolos) dari pertahanan diri (imun) yang sudah terbentuk dalam tubuh. “Dengan penularan yang lebih cepat ini, maka tentu artinya akan ada lonjakan. Jadi masyarakat tetap jaga prokes 5M, segera vaksinasi Covid-19 jika belum dan dukung pemerintah melakukan 3T, sama seperti waktu-waktu yang lalu,” pungkasnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Mardohar Tambunan mengatakan, terkait akan diberlakukannya PPKM Level 3 jika sudah ada keputusan Kemendagri, pihaknya tetap mematuhi keputusan pemerintah pusat. Menurutnya, PPKM level 3 itu untuk mengantisipasi kerumunan mendekati nanti akhir tahun. “Itulah salah satu strategi jangan terjadi ledakan kasus Covid-19, kita kan tidak mau lagi. Belajar dari situ maka diberlakukan PPKM level 3. Namun, tidak ketat kali tapi tidak longgar juga,” ujarnya. (ris)