Home Blog Page 2928

Hasil Seleksi CPNS 2021 Diumumkan Besok

LIVE SCORE: Seorang peserta melihat live score tes CPNS di Kantor BPSDM Bali. Pemerintah akan mengumumkan hasil seleksi CPNS 2021 mulai besok.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masa penantian peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2021 segera berakhir. Sebab, panitia seleksi nasional (Panselnas) bakal mengumumkan hasil seleksi tes besok, Kamis (23/12) dan Jumat (24/12).

LIVE SCORE: Seorang peserta melihat live score tes CPNS di Kantor BPSDM Bali. Pemerintah akan mengumumkan hasil seleksi CPNS 2021 mulai besok.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengumumkan jadwal lanjutan seleksi penerimaan CPNS 2021 melalui surat bernomor 18256/B-KS.04.01/SD/K/2021. Mengingat, pengolahan serta rekonsiliasi hasil integrasi nilai seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB) telah dirampungkan panselnas.

Hasil integrasi nilai itu dihitung 40 persen untuk SKD dan 60 persen SKB. Bagi peserta seleksi yang memiliki nilai sama dari hasil pengolahan integrasi tersebut, kelulusan akhirnya ditentukan nilai kumulatif SKD peserta tertinggi. Jika nilai kumulatif SKD masih sama, penentuan kelulusan akhir didasarkan secara berurutan. Mulai nilai tes karakteristik pribadi (TKP), tes inteligensia umum (TIU), hingga tes wawasan kebangsaan (TWK) yang tertinggi.

Jika nilai masih sama, penentuan kelulusan akhir didasarkan pada indeks prestasi kumulatif (IPK) peserta tertinggi bagi lulusan diploma/sarjana/magister. Penentuan bagi lulusan SMA/sederajat berdasar nilai rata-rata tertinggi yang tertulis di ijazah. Namun, bila nilai masih sama, penentuan kelulusan didasarkan pada usia pelamar yang tertinggi.

Hasil seleksi tengah diberikan kepada instansi terkait untuk kemudian dapat diumumkan setiap instansi. “Pengumuman hasil seleksi oleh PPPK instansi pada 23–24 Desember 2021,” tutur Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum, dan Kerja Sama BKN Satya Pratama kemarin (20/12).

Setelahnya, ada masa sanggah yang diperuntukkan peserta yang merasa keberatan dengan hasil yang diumumkan. Masa sanggah akan berlangsung pada 25–27 Desember 2021. Diikuti jawaban sanggah mulai 25 Desember 2021–3 Januari 2022.

Selanjutnya, hasil kembali diumumkan pada 4–6 Januari 2022. Peserta yang lolos diharuskan menyampaikan kelengkapan dokumen dan daftar riwayat hidup untuk kemudian diusulkan penetapan NIP-nya. Penetapan NIP akan dimulai 22 Januari hingga 22 Februari 2022.

Jadwal seleksi ini sejatinya mundur dari target awal. Sebelumnya, seluruh proses seleksi diharapkan rampung pada akhir 2021. Menurut Satya, seluruh rangkaian tersebut mundur lantaran proses kesiapan seleksi diselenggarakan dalam masa pandemi Covid-19. “Karena kesiapan dan permintaan instansi,” ungkapnya.

Disinggung tentang kursi kosong, Satya mengisyaratkan adanya formasi yang tidak terisi pada seleksi CPNS 2021. Sebab, tidak ada peminat. Sayangnya, dia enggan membeberkan jenis formasi tersebut. Nanti formasi yang kosong ini tidak diisi dan tetap dikosongkan. (jpc)

Aturan Perjalanan Selama Nataru, Pesawat Boleh Full, KA Dibatasi 80 Persen

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kasus positif varian baru Covid-19, Omicron sudah ditemukan di Indonesia. Meski begitu, tidak akan ada penyekatan dalam pengendalian arus mobilitas selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Rekayasa lalu lintas pun bakal disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Ilustrasi.

“Kami tegaskan, tidak ada penyekatan. Yang ada adalah pengetatan prokes di semua sarana dan prasarana transportasi,” jelas Jubir Kementerian Perhubungan Adita Irawati.

Sebelumnya, penyekatan saat Nataru itu terus mengikuti dinamika yang berkembang dalam penanganan Covid-19. Adita menjelaskan, secara umum, pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) harus menunjukkan bukti vaksinasi lengkap dua dosis. Disertai hasil negatif tes antigen dengan sampel maksimal 1 x 24 jam. Kemudian, menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

“Mereka yang belum menerima vaksin lengkap sementara dibatasi mobilitasnya. Anak 12 tahun ke bawah wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil maksimal 3 x 24 jam,” terangnyan

Pembatasan kapasitas diterapkan di semua moda transportasi. Transportasi laut sebesar 75 persen dari kapasitas maksimal. Kemudian, pesawat udara boleh menggunakan 100 persen kapasitas. “Namun, dengan syarat, menyediakan tiga baris kursi kosong untuk penumpang yang bergejala atau sakit,” katanya.

Kapasitas kereta api dibatasi 80 persen pada KA jarak jauh antarkota serta 70 persen untuk KA lokal dan perkotaan. Kemudian, KA untuk perjalanan rutin atau komuter di daerah aglomerasi dibatasi 45 persen dari kapasitas.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengungkapkan, mobil penumpang umum akan dibatasi hanya sampai 75 persen kapasitas dari maksimal. ’’Demikian juga kapal penyeberangan,” ucapnya.

Mengenai rekayasa lalu lintas, strategi contraflow, one-way, hingga pemberlakuan ganjil-genap sangat mungkin dilakukan. Namun, eksekusinya diserahkan pada diskresi kepolisian. ’’Jika pihak kepolisian menilai perlu diberlakukan, nantinya akan dibantu PUPR BUJT, dishub, satpol PP, dan petugas setempat. Sangat situasional, tergantung kebutuhan di lapangan,” papar Budi.

Sementara itu, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, info terakhir menunjukkan bahwa perkembangan kasus Omicron terus meluas di lebih dari 90 negara, termasuk Indonesia. Saat ini Indonesia masih menutup pintu bagi WNA dari 11 negara untuk datang ke Indonesia. WNI yang datang dari negara-negara red list itu harus menjalani karantina selama 14 hari. ’’Mengikuti perkembangan yang terjadi, pemerintah akan melakukan penambahan negara UK, Norwegia, dan Denmark, serta menghapus Hongkong dalam daftar tersebut,” papar Luhut.

Pemerintah juga mulai melihat peningkatan kedatangan pelaku perjalanan luar negeri dari berbagai negara di beberapa pintu masuk. Tidak hanya dari penerbangan udara. “Pemerintah melakukan pengetatan di pintu-pintu masuk kedatangan menuju Indonesia. Kami juga mempertimbangkan untuk meningkatkan masa karantina menjadi 14 hari jika persebaran varian Omicron terus meluas,” kata mantan Menkopolhukam itu.

Untuk mengantisipasi lonjakan PPLN yang tiba di Indonesia, pemerintah menyiapkan tempat-tempat atau wisma karantina baru. Tujuannya, kondisi kepulangan mereka tetap kondusif dan sesuai dengan protokol. Pemerintah juga akan mengkaji kesiapan Bandara Juanda sebagai pintu masuk baru bagi PPLN yang akan pulang ke tanah air.

Meski telah ditemukan kasus Omicron, Luhut menyebut kasus Covid-19 di tanah air berada di tingkat yang rendah. Kasus aktif dan perawatan di rumah sakit Jawa-Bali juga masih menunjukkan tren penurunan. Namun, pemerintah tetap mempersiapkan langkah-langkah antisipasi.

Penelitian menunjukkan bahwa Omicron menyebar lebih cepat. Meski kemungkinannya lebih ringan, hal itu tetap berisiko meningkatkan perawatan RS sebagaimana yang terjadi di UK. ’’Berita baiknya, sampai saat ini tingkat kematian karena Omicron masih rendah, meski kita tetap masih harus menunggu informasi tambahan,” tutur Luhut.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengamati peningkatan jumlah kedatangan luar negeri melalui laut dan darat dalam sepekan terakhir. Dua tempat itu memiliki positivity rate tinggi. “Maka akan kami perkuat surveilans di pintu masuk itu,” ujarnya. Selain dengan genome sequencing, Kemenkes akan menggunakan tes PCR dengan metode S-gene target failure (SGTF). Metode tersebut dinilai paling efektif untuk melihat potensi Omicron dengan kurun waktu empat jam.

Di sisi lain, penguatan kekebalan melalui vaksinasi juga terus digeber. Menurut Budi, besok vaksinasi bisa menuntaskan target 40 persen populasi atau 108 juta orang. Lalu, vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun mencapai 5.042.000 suntikan. “Kami imbau agar masyarakat mempercepat vaksinasi agar mencegah masuknya Omicron ke komunitas lokal,” tuturnya.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, pemerintah tengah mempertimbangkan pemberian vaksin booster Covid-19 secepatnya. Vaksin Merah Putih dipertimbangkan untuk menjadi vaksin booster. (jpg)

Indonesia vs Singapura: Bukan Lawan Mudah

ALL OUT: Witan Sulaeman dkk diharapkan tampil all out saat menghadapi Singapura di babak Semifinal Piala AFF, Rabu (22/12) malam ini.

SUMUTPOS.CO – TIMNAS Indonesia akan berjumpa lawan sulit, Singapura pada babak semifinal Piala AFF 2020. Laga panas ini akan digelar di National Stadium, Kallang, Singapura pada Rabu (22/12) malam pukul 19.30 WIB.

ALL OUT: Witan Sulaeman dkk diharapkan tampil all out saat menghadapi Singapura di babak Semifinal Piala AFF, Rabu (22/12) malam ini.

Indonesia lolos ke semifinal dengan status juara Grup B. Indonesia belum pernah kalah dari empat laga di fase grup. Pertandingan yang jadi kunci kesuksesan Garuda adalah duel kontra Vietnam yang berakhir imbang tanpa gol, dan kemenangan telak 4-1 dalam derbi melawan Malaysia pada Minggu (19/12)n

Dalam dua pertandingan itu, Shin Tae-yong menampilkan wajah Garuda yang kontras. Ketika harus berhadapan dengan kecepatan dan organisasi permainan Vietnam yang rapi, Indonesia bermain sangat defensif. Ini bisa dilihat dari penguasaan bola yang cuma 30,9 persen dan tembakan yang hanya 1 kali (tidak tepat sasaran).

Namun, ketika berhadapan dengan Malaysia, Indonesia mengubah taktik untuk bermain lebih terbuka. Dari segi penguasaan bola, Garuda masih kalah dari Harimau Malaya dengan 47,8 persen. Namun, Indonesia bisa melepaskan 23 tembakan, 7 di antaranya mengancam gawang Khairul Fahmi Che Mat.

Shin Tae-yong menyiratkan, detail penting soal ketajaman anak asuhnya jadi perhatian. Sepanjang fase grup, Indonesia mampu mencetak total 13 gol. Garuda menjadi tim tersubur di antara semifinalis Piala AFF 2020.

Di depan mata, Singapura sudah siap menjamu Indonesia dalam babak semifinal Piala AFF yang digelar dengan sistem 2 leg. Keuntungan akan ada di kubu The Lions, mengingat mereka akan selalu tampil di Stadion Nasional Kallang walaupun babak gugur Piala AFF mengenal konsep kandang dan tandang.

Meski Singapura bukan lawan mudah bagi Indonesia, tapi Shin Tae-yong sudah mengantongi kekuatan lawan. Pelatih asal Korea Selatan itu mungkin akan membuat perubahan taktik seperti yang dilakukan pada setiap laga fase grup. “Saya sudah menonton video mereka. Kami akan melakukan analisis sebelum pertandingan dan berlatih berdasarkan hasilnya. Yang paling penting adalah pemulihan pemain dari pertandingan,” ucap Shin Tae-yong.

Jelang laga ini, Indonesia mendapat kabar baik. Egy Maulana Vikri segera bergabung dengan tim. Meski begitu, tidak ada jaminan Egy akan bermain karena faktor kebugaran dan pemain yang ada dalam performa yang sangat bagus.

Berbeda dengan Indonesia yang terus menunjukkan grafis menanjak, Singapura justru tidak stabil jelang semifinal Piala AFF. The Lions lolos dari Grup A dengan mengemas 9 angka. Mereka bisa merontokkan semua lawan, kecuali Thailand. Tim asuhan Tatsuma Yoshida menggasak Myanmar 3-0, menenggelamkan Filipina dengan skor tipis 1-2, lalu membungkam Timor Leste 2 gol tanpa balas.

Satu-satunya kekalahan terjadi lawan tim lapis kedua Thailand, kala Singapura dipermak 2-0.

Performa Singapura bahkan membuat fans mereka murka. Kemenangan dengan skor 2-0 saat berjumpa Timor Leste dianggap sebagai hasil buruk. Apalagi kalah dari Thailand, membuat situasi makin sulit. “Saya menerima semua kesalahan di pundak saya. Tapi ini pertama kalinya dalam sembilan tahun kami berada di semifinal. Saya cukup kesal ketika mendengar ejekan itu,” kata pelatih Tatsuma Yoshida.

Jika dibandingkan dengan semua peserta semifinal Piala AFF, Singapura adalah tim dengan jumlah gol paling sedikit (7 gol), di bawah Indonesia (13 gol), Thailand (10 gol), dan Vietnam (9 gol). Namun, dari rekor kebobolan, The Lions ada di atas Indonesia, hanya koyak 3 kali berbanding 4 milik Garuda.

Selain itu, Singapura bisa melakukan 2 clean sheet dari 4 pertandingan fase grup. Ini berbeda dengan Indonesia yang justru satu-satunya catatan tidak bisa terbobol dalam 90 menit terjadi ketika melawan Vietnam (0-0).

Singapura jelas tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka adalah tuan rumah dan sudah pasti punya dukungan penuh dari fans. Selain itu, mereka juga unggul dalam hal recovery. Mereka punya 24 jam lebih lama dibanding Indonesia untuk persiapan. (bbs/adz)

Jika Perjalanan ke Luar Negeri Terus Meningkat, Masa Karantina Bisa Jadi 14 Hari

KARANTINA: Sejumlah warga usai menjalani karantina di Wisma Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu (19/12). Pemerintah akan memperpanjang masa karantina hingga 14 hari jika terjadi peningkatan perjalanan ke luar negeri.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah melakukan perpanjangan masa karantina dari 7 hari menjadi 10 hari untuk masyarakat yang baru saja pulang dari luar negeri. Hal itu guna menangkal masuknya Covid-19 varian Omicron ke Tanah Air. Namun, apabila perjalanan ke luar negeri terus meningkat, pemerintah akan menambah masa karantina menjadi 14 hari.

KARANTINA: Sejumlah warga usai menjalani karantina di Wisma Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu (19/12). Pemerintah akan memperpanjang masa karantina hingga 14 hari jika terjadi peningkatan perjalanan ke luar negeri.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah memberikan imbauan agar masyatakat tidak melakukan perjalanan ke luar negeri. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin juga menyarankan hal yang sama.

“Perjalanan luar negeri memang tetap 10 hari, memang kita tidak menyarankan untuk keluar negeri mengingat Omicron itu bertambah penyebarannya, bahkan di indonesia juga sudah ada yang terkena,” ujar Budi Karya dalam telekonferensi pers, Selasa (21/12).

Apalagi, kata dia juga beberapa hari ini terjadi peningkatan jumlah orang yang berangkat ke luar negeri. Apabila peningkatan terus terjadi, Menhub mengatakan bahwa pemerintah akan menambah masa karantina menjadi 14 hari. “Kita akan melihat perkembangan 1 minggu terakhir ini, apabila meningkat, kita akan menetapkan (masa karantina) 14 hari,” ujarnya.

Jika benar ada peningkatan perjalanan, maka kebijakan tersebut akan mulai ditetapkan pada 1 Januari 2022 mendatang. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat untuk menunda perjalanannya ke luar negeri.

“Maka tanggal 1 kita akan menambah peningkatan untuk masa karantina, makanya kita menyarankan untuk tidak keluar negeri, tapi ini opsional, makanya kita mengimbau agar masyarakat kita menunda keberangkkatan ke luar negeri,” tutup Budi.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta agar masyarakat disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Terlebih di momentum Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Ia juga menyarankan kepada masyarakat untuk tak bepergian ke luar negeri. Pasalnya, diketui bahwa saat ini di Indonesia kedapatan varian Omicron dari perjalanan luar negeri. “Saya rasa di masa Nataru ini prokes harus dijalankan, teman-tema kalau bisa jangan keluar negeri deh, istirahat dulu di sini, liburan di dalam karena sudah terbukti kasusnya dari luar negeri, orang Indonesia ke sana itu bawa risiko,” ucapnya dalam telekonferensi pers, Selasa (21/12).

Kemudian disampaikan olehnya juga terkait pelaksanaan dan pengawasan 3T (testing, tracing, treatment) telah diperkuat. Khususya di tempat karantina. “Saya juga tadi minta tolong karantina diperbanyak, karena dengan perpanjang dari 10 hari, banyaknya orang pulang, itu bisa dihitung berapa banyak karantina yang dibutuhkan, kemudian vaksinasi dipercepat,” tambahnya.

Status PeduliLindungi Jadi Hitam

Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, salah satu upaya antisipasi persebaran Omicron adalah mengurangi perjalanan ke luar negeri. “Jadi, jangan kita gagah-gagahan libur ke luar negeri, bantulah ekonomi dalam negeri kita, libur ke Bali, libur ke mana-mana (dalam negeri, Red),” ujar Luhut.

Luhut juga memastikan, pemerintah mengubah status PeduliLindungi para pelaku perjalanan luar negeri menjadi hitam selama periode karantina. Itu dimaksudkan untuk mencegah varian Omicron masuk ke Indonesia.

Menurut Luhut, ada penurunan penggunaan PeduliLindungi yang cukup signifikan. Terutama di wilayah Jawa dan Bali, yakni hingga 74 persen pada pekan ini dibandingkan pekan sebelumnya. “Menjelang Natal dan tahun baru ini, tren mingguan check in PeduliLindungi di sektor transportasi, pusat perbelanjaan, dan rekreasi mengalami tren penurunan,” jelasnya.

Luhut pun menyindir warga yang pulang dari luar negeri tapi meminta karantina gratis di RS Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet. Hal ini disampaikannya merespons isu penumpukan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta.

Luhut mengatakan, banyak pelaku perjalanan luar negeri dari kalangan orang kaya yang enggan menjalani karantina di tempat yang sudah ditetapkan pemerintah. “Banyak yang belanja ke luar negeri, shopping, tidak mau karantina di hotel, padahal dia bisa. Dia minta supaya dia dikarantina di Wisma Atlet karena gratis,” katanya.

Luhut menegaskan, pemerintah akan menyiapkan sejumlah fasilitas karantina khusus bagi para pelaku perjalanan luar negeri agar tidak terjadi penumpukan. mengantisipasi melonjaknya pelaku perjalanan luar negeri yang tiba di Indonesia, pemerintah akan kembali menyiapkan tempat karantina tambahan untuk menjaga agar kondisi kepulangan mereka tetap kondusif dan sesuai protokol yang ada.

Lebih lanjut ia menegaskan, karantina di Wisma Atlet harus sesuai aturan yang sudah ditentukan sebelumnya. Hanya kelompok tertentu yang bisa melakukan karantina di Wisma Atlet. “Ini akan kita ambil tindakan orang-orang yang melakukan hal semacam ini,” ujarnya.

Luhut pun mengimbau para pemangku kebijakan untuk terus menegakkan enforcement lebih masif. Hal tersebut diharapkan bisa memastikan bahwa yang beraktivitas di publik adalah masyarakat yang benar-benar sehat. Apalagi, penularan varian Omicron semakin luas. Sudah lebih dari 70 negara yang mendeteksi masuknya Omicron.

Bahkan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, Inggris sudah menaikkan level kewaspadaan dari level 3 menjadi level 4 pasca pertambahan kasus yang cukup tinggi. Yakni, 1.239 kasus Omicron pada 12 Desember 2021. Jumlah tersebut naik dua kali lipat dibandingkan sehari sebelumnya.

Data mengenai Omicron masih minim. Saat ini, kata dia, WHO dan para ahli terus melakukan penelitian. Baik mengenai kecepatan penularan maupun efektivitas vaksin terhadap varian baru tersebut. “Dengan masih terbatasnya bukti-bukti ini, tidak ada cara lain selain hati-hati dan waspada,” ungkapnya. Karena itu, perlu dilakukan akselerasi vaksinasi Covid-19, mematuhi protokol kesehatan, dan membatasi pergerakan guna mencegah penularan.

SE Mendagri

Sementara, Pemerintah telah melaksanakan Rapat Tingkat Menteri tentang Persiapan Akhir Libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), Selasa (21/12). Rapat tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Rapat tersebut dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, Kepala BNPB Mayjen TNI Suharyanto, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga sampai Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi.

Dalam pertemuan itu, disepakati bahwa pemerintah akan menerbitkan aturan kebijakan yang diperlukan untuk mengantisipasi periode sebelum dan sesudah Nataru. Mendagri akan mengeluarkan Surat Edaran terkait penanganan pra dan pasca Nataru.

“Akan dikeluarkan SE Mendagri untuk penerapan dan penegakan PeduliLindungi. Operasi lilin akan dilaksanakan pada 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. Akan tetapi H-7 akan dilakukan kegiatan pra operasi, lalu setelah tanggal 2 (Januari) yaitu H+7 akan dilakukan post operasi, terutama oleh Polri, TNI serta aparat ketertiban di masing-masing daerah,” jelas Muhadjir Effendy dalam telekonferensi pers, Selasa (21/12).

Pemerintah juga akan melakukan penebalan petugas untuk mengantisipasi dampak pergerakan masyarakat di semua area. Mulai dari mall, restoran, jalan nasional, jalan tol dan lokasi wisata. “Kementerian lembaga terkait juga akan mempercepat proses pemeriksaan dan mengurangi waktu tunggu hasil PCR di pintu-pintu masuk sehingga tidak ada penumpukan perjalanan luar negeri di pintu masuk, baik darat, laut, maupun udara,” tambah dia.

Begitu juga untuk penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk ditingkatkan yang dapat menjadi dasar untuk memberikan sanksi bagi pihak-pihak yang seharusnya menggunakan aplikasi ini dengan baik, tetapi belum melaksanakannya secara disiplin.

Selain itu, pemerintah juga memastikan bahwa kebutuhan pangan yang diperlukan untuk menghadapi Nataru dalam kondisi aman. Ditegaskan oleh Muhadjir bahwa pemerintah melaksanakan kebijakan ini untuk mencegah gelombang penularan Covid-19 berikutnya, terutama setelah munculnya varian baru Omicron. “Semoga semua berjalan lancar dan saya harap semua mendukung untuk mensosialisasikan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” tandas dia. (jpc/dth)

Ini Alasan Harus Belajar Fotografi Ala Dudi Sugandi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di era zaman now saat ini, skill fotografi sangat dibutuhkan dan menjanjikan banyak peluang pekerjaan. Untuk itu anak-anak muda sangat disarankan untuk belajar fotografi.

Hal ini diungkapkan oleh Fotografer Dudi Sugandi  saat menjadi pembicara pada acara Coaching Clinic Photography dalam rangka memeringati HUT Ke-46 PT Inalum yang berlangsung di Kito Floral Cafe Medan, Senin (20/12). Selain ada peserta tatap muka, acara ini juga berlangsung secara live di youtube.

Eks Fotografer Pikiran Rakyat Bandung ini mengatakan sudah memulai profesi fotografi sejak tahun 1996. Beberapa tahun terakhir ini ia membuka Kelas Garasi untuk fotografi di garasi rumahnya. Tujuannya untuk sharing pengetahuan dan pengalaman kepada masyarakat luas, khususnya anak-anak millennial.

“Anak zaman now gak kuat baca, jadi saya bikin konten tentang fotografi yang simple lewat foto. itu berada di garasi rumah saya,” ungkapnya.

Mengapa harus belajar forografi? Menurut Dudi, pertama, profesi fotografer ini sangat menjanjikan di zaman now karena semua bidang butuh fotografi.

Kedua, ada perbedaan antara yang dilihat mata dengan yang bisa terekam oleh kamera. Memang benar motret bisa pakai HP, tapi berbeda dengan hasil jepretan kamera.

“Nah di zaman sekarang, setelah paham fotografi maka harus adaptasi, inovasi, dan kolaborasi sehingga bisa mengikuti perkembangan zaman,” katanya di hadapan sekitar 30 peserta yang hadir.

Bekal yang perlu dimiliki seorang fotografer yakni multitasking skill. Di antaranya skill teknis dan nonteknis, mengenal media sosial, melakukan digital marketing, dan bergabung di komunitas.

Selain itu, yang harus dipahami, tambah Dudi, fotografi is FUN. Singkatan dari Focus, Unpredictable, dan Narative.

“Menguasa teknis, kita akan membuat foto yg bagus. menguasai konten, kita akan membuat foto yang keren. Untuk itu perbanyak membaca, melihat foto, dan belajar mempraktikkannya saat memotret,” terang Dudi.

Selain dihadiri peserta dari kalangan mahasiswa dan jurnalis foto, acara ini juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rahman.

Ia mengaku sangat senang dengan kegiatan komunitas fotografi seperti ini. Menurutnya anak-anak muda Medan harus sering diberikan wadah untuk menyalurkan kreatifitas. Sehingga akan lahir anak-anak muda berbakat dan menghasilkan karya luar biasa.

Pada Selasa (21/12), Dudi Sugandi, Wakil Wali Kota Medan Aulia Rahman didampingi pihak PT Inalum dan beberapa fotografer Medan melakukan hunting foto di Kawasan Kesawan Medan dan Rumah Tjong A Fie.(tri)

Antisipasi Wisatawan Membludak, Poldasu Belakukan Ganjil Genap dan Scan QR Code

PUSH-UP: Seorang warga dihukum push-up karena tidak memakai masker saat personel Polres Sergai melakukan operasi yustisi di lokasi wisata Pantai Cermin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah telah meniadakan PPKM level 3 di seluruh wilayah Indonesia pada periode Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Bahkan, pemerintah juga tidak akan melakukan penyekatan mobilitas masyarakat. Meski begitu, Ditlantas Polda Sumut bersama Dinas Perhubungan Sumut akan menerapkan pola ganjil-genap (Gage) di tempat wisata agar tidak membludaknya jumlah pengunjung.

PUSH-UP: Seorang warga dihukum push-up karena tidak memakai masker saat personel Polres Sergai melakukan operasi yustisi di lokasi wisata Pantai Cermin.

Selain itu, Polda Sumut juga akan menekankan kepada pengelola rumah makan, tempat wisata, hotel, restoran, mal, terminal, stasiun kereta api, pelabuhan, bandara, dan semua tempat-tempat umum, agar menyediakan fasilitas scan QR Code PeduliLindungi. “Nanti tidak usah lagi ditanya-tanya sudah vaksin atau belum. Cukup melakukan scan saja di Q Barcode. Kan akan kelihatan di Aplikasi PeduliLindungi, serta di mana keberadaan masyarakat tersebut, apakah di lokasi A atau di lokasi B,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi kepada Sumut Pos, di Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (21/12).

Harapannya, sambung Hadi, kebijakan itu untuk menguatkan bahwa masyarakat Sumut memang benar sudah tervaksin minimal 70 persen selama Tahun 2021. “Jadi, apa yang telah diterapkan pihak Kepolisian, TNI, Kapoldasu, Pangdam, Gubsu, Wali Kota, pemerintahan daerah (Pemda), dan stakeholder lainnya, akan terlihat di akhir tahun,” bebernya.

Dia menjelaskan, scan Q Barcode nantinya akan memberitahukan dengan warna bagi yang sudah tervaksin dan yang belum. “Nanti akan ada warnanya, jika belum divaksin atau masih vaksin dosis pertama, maka warnanya akan merah, jika vaksinnya sudah lengkap vaksin satu dan dua, akan berwarna hijau. Seperti itu nantu,” bebernya.

Penerapan scan Q Barcode ini, lanjutnya, akan diberlakukan mulai Hari Natal, pada 25 Desember 2021. “Ini sudah disetujui oleh perkumpulan gereja, yakni Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) di Sumut. Ini sesuai waktu-waktu ibadah di gereja pada Natal nanti. Di mulainya dari situ, nanti baru diterapkan di tempat-tempat umum,” sebutnya.

Hal ini, sebut Hadi, untuk memotivasi masyarakat agar bersedia divaksin, setelah itu baru mengunduh Aplikasi Peduli Lindungi. “Kita harap masyarakat sadar divaksin, bahwa yang lain divaksin, maka yang belum divaksin maka mau divaksin,” katanya.

Disinggung terkait Operasi Lilin 2021, Hadi mengungkapkan, sudah dilaksanakan mulai Senin (20/12), hingga 2 Januari 2022 mendatang. “Penerapannya selama dua minggu dan teknisnya juga sama. Pos Pengamanan (Pospam) juga telah dibangun di setiap perbatasan antas provinsi dan antar kabupaten/ kota,” tandasnya.

Siapkan 11.456 Personel

Terkait pengamanan menjelang Nataru, persobel gabungan telah dipersiapkan sedikitnya 11.456 personel. Selain itu, 121 Pos Pengamanan (Pospam) terpadu dan 102 Check Point juga akan disiapkan, baik di antar provinsi dan antar kabupaten/ kota yang ada di Sumut. “Nantinya ini akan diisi personel Kepolisian, TNI, tenaga kesehatan, anggota Pramuka, tim BPBD Provinsi dan stakeholder terkait,” sebut Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi.

Di setiap Chek Point tersebut, tambah Hadi, akan ada Q Barcode, sehingga setiap warga yang melintas wajib memberikan scan kode barcode kepada setiap Check Point yang tersedia. “Jadi nanti terlihat disitu, apakah sudah di vaksin, baik vaksin dosis satu, dosis dua, atau sama sekali belum tervaksin,” jelasnya.

Dia menambahkan, jika saat di scan belum tervaksin, maka pihaknya akan memberikan layanan, tetapi di Puskesmas atau di rumah sakit (RS) terdekat, sebab layanan di Check Point mungkin terbatas. “Nantinya masyarakat yang belum tervaksin akan diarahkan kesana untuk divaksin,” ungkapnya.

Dikatakan Hadi, selain pola pengaturan tersebut, Polda Sumut juga memberikan imbauan untuk segera mengunduh Aplikasi Peduli Lindungi. Hal ini, untuk memudahkan masyarakat melakukan perjalanan, yang paling terpenting adalah vaksin dosis pertama dan kedua. “Pemerintah tidak lagi menerapkan PPKM Level 3, namun bukan berarti kita bebas, justru harus di waspadai masuknya virus varian baru dari Covid-19, yakni Omicron. Ini yang harus kita wanti-wanti,” tegasnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak merayakan pesta Tahun Baru, tidak menyalakan kembang api, tidak berkerumun, dan mematuhi jam operasional sesuai Inmendagri Nomor 62 Tahun 2021, atau peraturan dari Gubernur, Wali Kota dan Pemerintah Daerah (Pemda) lainnya. “Kemudian, tempat makan, seperti rumah makan, restoran, kafe, dan sebagainya, juga harus mematuhi peraturan kapasitas daya tampung maksimal 50 persen. Begitu juga dengan tempat hiburan, mal dan tempat-tempat wisata,” tandasnya.

Penegakan PeduliLindungi

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, meski tidak diberlakukan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia selama Nataru, namun pembatasan di ruang publik harus tetap diperkuat. Untuk ruang publik, agar tidak terjadi penularan Covid-19, Mendagri meminta agar seluruh pihak menegakkan dan menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Maka dari itu, pihaknya akan mengeluarkan edaran kepada kepala daerah untuk mengikat kegiatan masyarakat. “Kita ketahui bahwa kebijakan untuk penyekatan sudah tidak ada, tapi kita perkuat di pembatasan di ruang publik,” jelas Tito Karnavian dalam telekonferensi pers, Selasa (21/12).

Dalam sistem perundangan, pemerintah daerah (Pemda) dapat membuat peraturan daerah (Perda) atau peraturan kepala daerah (Perkada). Namun, Tito meminta agar kepala daerah menerbitkan Perkada yang mekanismenya lebih cepat.

Adapun, isinya agar di ruang publik menerapkan aplikasi PeduliLindungi dan menegakkannya serta memberikan sanksi administrasi, seperti pencabutan izin usaha untuk jangka waktu tertentu. “Perkada itu tidak bisa sanksi pidana atau denda, tapi hanya sanksi administrasi. Tapi dari segi kecepatan, kita minta mengeluarkan perkada, misalnya pergub karena itu akan mengikat seluruh provinsi, kalau perda itu panjang karena itu perlu melalui mekanisme DPRD,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menambahkan, mometum Nataru akan menjadi waktu menegakkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. “Untuk nataru nanti kita akan jadikan momentum untuk mempertegas para pelaku usaha dan yang lain untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi pasca Nataru secara sadar,” tandas dia. (dwi/jpc)

Lahan Usaha Tani untuk Pengungsi Erupsi Gunung Sinabung Mulai Dibersihkan Januari 2022

PERTEMUAN: Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting saat menggelar pertemuan membahas LUT.SOLIDEO/SUMUT POS.

KARO, SUMUTPOS.CO – Menindaklanjuti hasil rapat dan arahan dalam rapat di Kantor Staf Presiden (KSP), beberapa waktu lalu, lahan yang diklaim oleh warga Desa Portibi, akan tetap dimanfaatkan sebagai Lahan Usaha Tani (LUT) bagi pengungsi erupsi Gunung Sinabung asal 3 desa dan satu dusun, yang masuk dalam relokasi tahap 3.

PERTEMUAN: Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting saat menggelar pertemuan membahas LUT.SOLIDEO/SUMUT POS.

Hal ini terungkap dalam rapat yang digelar Pemkab dan Forkopimda Karo, Senin (20/12) lalu. Dalam rapat yang dihadiri Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting, Kepala BPBD Karo Juspri Nadeak, dan Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo ini, disepakati, pembersihan LUT tersebut akan dilakukan pada Januari 2022 mendatang.

Menurut Theopilus, sesuai dengan keputusan KSP, lahan yang diklaim warga setempat itu tetap menjadi LUT untuk 3 desa 1 dusun. Karena itu, sebelum melakukan pembersihan lahan, pihaknya segera melakukan sosialisasi ke warga Desa Portibi. Hal senada dikatakan Kapolres Karo. Deputi 2 KSP juga meminta persoalan ini harus selesai pada 2022 nanti.

“Karena ada konflik maka harus ada mediasi, lakukan sosialisasi sebelum pembersihan lahan. Laksanakan kegiatan penyelesaian. Kalau warga ada alas hak kepemilikan yang kuat, warga diminta menempuh jalur hukum ke PTUN,” ungkap Theopilus.

Kepala BPBD Karo, Juspri Nadeak menceritakan, pihaknya mengalami kesulitan dalam upaya penyiapan LUT yang akan diserahkan kepada para pengungsi, yang mengikuti program relokasi tahap 3. Kawasan yang ditetapkan sebagai LUT, diklaim oleh masyarakat desa yang ada di sekitar kawasan tersebut. Proses negosiasi dengan masyarakat sekitar sempat menemui jalan buntu.

Sekadar mengingatkan, bosan nasib mereka terus digantung dengan janji-janji palsu Pemkab Karo, ratusan pengungsi erupsi Gunung Sinabung asal 3 desa dan 1 dusun, kembali turun ke jalan, 9 Desember 2021 lalu. Pengungsi yang berjumlah 892 kepala keluarga asal Desa Sukanalu, Sigarang-Garang, Dusun Lau Kawar Kecamatan Naman Teran, dan Desa Mardinding Kecamatan Tiganderket tersebut, kembali mempertanyakan kepastian pengadaan LUT relokasi tahap 3 di Siosar.

Karena sudah habis kesabaran, dalam aksi ini warga memaksa Bupati Karo Cory S Sebayang segera mengambil keputusan, terkait nasib mereka hari itu juga. Jika tidak, pengungsi memilih bertahan di DPRD Karo. Selain menginap, warga juga akan berangkat ke Jakarta, seperti yang dilakukan warga Desa Liang Melas, beberapa waktu lalu. Bahkan saking kecewanya ditelantarkan selama 6 tahun, pengungsi yang masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara) ini, juga lebih memilih mati tertimbun awan panas Gunung Sinabung.

Dalam kesepakatan tertulis itu, Bupati Karo meminta waktu penyelesaian LUT tersebut selama 6 bulan. Karena sewa Huntara dan lahan sudah akan berakhir bulan ini, pihak BPBD Karo akan membayar sewa Huntara dan lahan warga. Mendengar keputusan itu, warga akhirnya melunak dan membubarkan diri secara tertib.

Seperti diketahui, LUT seluas 480,11 hektare seyogianya diperuntukkan bagi warga Desa Sukanalu, Sigarang-Garang, dan Dusun Lau Kawar Kecamatan Naman Teran, serta Desa Mardinding Kecamatan Tiganderket.

Namun lahan tersebut diklaim warga Desa Pertibi Lama, Kecamatan Merek.

Mirisnya karena ketidakbecusan Pemkab Karo, dana yang digelontorkan pemerintah pusat untuk pengadaan LUT, yang berasal dari Dana Hibah Rekonstruksi dan Rehabilitasi tersebut, ditarik kembali oleh pemerintah pusat tertanggal 27 Juli lalu. Akibat masalah klaim-mengklaim lahan tak kunjung selesai, anggaran dari BNPB pusat yang belum terealisasi menjadi penalti (jatuh tempo), dan mau tidak mau harus dikembalikan ke pusat.

Lahan tersebut diklaim warga Desa Pertibi Lama, Kecamatan Merek. Padahal lahan tersebut berada di areal pelepasan kawasan hutan sesuai SK Menteri No: SK.547/MenLHK/SETJEN/PLA.2/10/2017, tentang Pelepasan Kawasan Hutan Produksi Tetap dalam Rangka TMKH untuk Relokasi Pengungsi Erupsi Gunung Sinabung. Persoalan itu mencuat, terkait adanya saling klaim antara pihak BPBD Karo dan warga asal Desa Portibi Lama, yang menyatakan lahan tersebut adalah tanah ulayat milik nenek moyang mereka. (deo/saz)

Persiapan Menghadapi Nataru, Polres Tebingtinggi Siapkan 6 Pospam Terpadu

LAT OPERASI LILIN: Kapolres Tebingtinggi, AKBP Mochammad Kunto Wibisono ketika memimpin rapat Lat Pra Operasi Lilin Toba 2021 di Aula Polres Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru), Polres Tebingtinggi mempersiapkan 6 pos terpadu di beberapa wilayah hukumnya.

LAT OPERASI LILIN: Kapolres Tebingtinggi, AKBP Mochammad Kunto Wibisono ketika memimpin rapat Lat Pra Operasi Lilin Toba 2021 di Aula Polres Tebingtinggi.

“Personel yang bertugas diminta untuk bertanggungjawab atas pos nya masing-masing,”ujar Kapolres Tebingtinggi AKBP Mochammad Kunto pada apel giat Lat Pra Operasi Lilin Toba 2021 di Aula Mapolres Tebingtinggi, Jalan Pahlawan Kota Tebingtinggi, Selasa (21/12).

Dijelakan AKBP M Kunto Wibisono, untuk pos pengamanan meliputi Pos Pam Terminal Bandar Kajum, Pos Pam Desa Binjai, Pos Pam Dolok Merawan Pos Terpadu 1 Pos yaitu Pos Terpadu Simpang Beo Pos Yan Ada 2 Pos, Pos Yan Stasiun Kereta PT KAI dan Pos Yan Rekreasi Batu Nongol Sipispis.

“Kita akan memperdalam lagi bagaimana tekhnis dan taktisnya berkaitan dengan pelaksanaan pengamanan Operasi Lilin Toba 2021 di wilayah hukum kita. Saya minta bagi masing masing personel untuk mempersiapkan apa saja tanggungjawabnya, apa saja yang perlu dibenahi, apa saja yang perlu dilengkapi pada saat pelaksanaan Operasi Lilin Toba 2021,” jelasnya.

Sedangkan kepada personeil terkait administrasi pelaporan bagi Subsatgas yang dibebankan harus sudah bisa mempersiapkan bahan ataupun materi yang akan di laporkan.

“Saya mengingatkan untuk tidak terlambat, karena ini sifatnya operasi terpusat, karena ini pasti akan ada Tim Was Ops dari Pusat maupun dari Polda,” bilangnya.

Sementara Kabag Ops Polres Tebingtinggi Kompol Tamba Hutagaol menjelaskan, jumlah Pos pada Operasi Lilin Toba 2021 ada 6 tempat yang tersebar di wilayah hukum Polres Tebingtinggi.

Sedangkan jumlah personel yang dilibatkan untuk penempatan di Pos Pam : sebanyak 68 personel, Pos Terpadu 21 Personel dan Pos Yan 16 Pesonel. (ian)

BNNK Karo Konsisten Laksanakan Program P4GN

KETERANGAN: Kepala BNN Kabupaten Karo, Drs Adlin Mukhtar Tambunan saat memberi keterangan.

KARO, SUMUTPOS.CO – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kabupaten Karo, menggelar Press Release Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) sepanjang tahun 2021.

KETERANGAN: Kepala BNN Kabupaten Karo, Drs Adlin Mukhtar Tambunan saat memberi keterangan.

Press Release ini dipimpin Kepala BNN Kabupaten Karo, Drs Adlin Mukhtar Tambunan di Kantor BNN Kabupaten Karo Jalan Pahlawan No.21 Kabanjahe, Senin (20/12).

Adlin Mukhtar Tambunan memaparkan, meskipun keterbatasan selama masa pandemi Covid -19, BNN Kabupaten Karo tetap konsisten dan berusaha secara optimal dalam melaksanakan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah hukum BNNK Karo serta tetap melakukan penguatan di semua aspek bidang dan strategi sinergitas dengan melibatkakan stakeholder yang berada di wilayah Kabupaten Karo sebagai aksi Nasional P4GN Tahun 2020-2024 sebagaimana Instruksi Presiden RI Nomor 02 Tahun 2020.

Dipaparkan Adlin , dalam menekan supply reduction, BNN Kabupaten Karo tahun 2021 sepanjang bulan Januari sampai Desember 2021, pihaknya telah mengungkap sebanyak 3 LKN dan 3 berkas perkara sudah P21 dengan jumlah tersangka sebanyak 3, serta penemuan tanaman ganja di Desa Ajijahe Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo.

“Berdasarkan seluruh kasus narkotika yang telah diungkap, BNN Kabupaten Karo telah menyita barang bukti di antaranya: sabu 11,18 gram, ganja 41 batang, ganja kering 547, 20 gram,” ungkapnya.

Disamping itu, Adlin Mukhtar Tambunan menjelaskan lebih rinci dan detail, BNN Karo juga telah melaksanakan TAT sebanyak 27 orang dan merekomendasikan 21 orang untuk rehabilitasi medis/sosial dan telah melakukan penghantaran residen/penyalahguna pecandu narkotika sebanyak 2 orang ke Panti Rehab Loka BNN di Deli Serdang.

Selanjutnya, bekerjasama dengan Satres Narkoba Polres Tanah Karo dalam pengungkapan kasus jaringan narkotika dengan hasil 3 orang tersangka dan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 580 gram.

Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta mencegah meluasnya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, BNN Kabupaten Karo beserta seluruh jajaran melakukan upaya pencegahan melalui Penyelenggaraan Informasi dan Edukasi melalui tatap muka kepada 2.019 orang yang meliputi lingkungan pelajar sebanyak 532 orang, pekerja swasta/pemerintah sebanyak 120 orang dan masyarakat sebanyak 1.367 orang, media cetak 78 media, media radio 11 kali penyiaran, media luar ruang seperti spanduk dan baliho sebanyak 16 kali, paparnya.

Selanjutnya,untuk deteksi dini dilakukan berupa test urine dengan kegiatan yang terlaksana sebanyak 5 kali dengan 127 peserta dengan rincian, instansi Pemerintah 2 orang (Bupati dan Wakil Bupati Terpilih) dan lingkungan masyarakat 125 orang.

.Sedangkan Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat telah dibentuk penggiat anti narkoba sebanyak 110 orang dimana instansi pendidikan 20 orang, kelompok masyarakat 30 orang, lingkungan swasta 30 orang, dan instansi pemerintah 30 orang.

“BNNK Karo juga terus berupaya melakukan pencegahan dan pemulihan bagi para pecandu dan penyalahguna dari ketergantungan terhadap narkotika,tercatat dari Januari sampai dengan Desember 202I, penyalahguna narkoba di BNNK Karo sebanyak 98 orang. Klien tersebut di rehabilitasi oleh BNNK Karo,” sebutnya. (deo/han)

Wabup Asahan Lantik ASN sebagai Pejabat Administrator dan Pengawas

LANTIK: Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, memberikan ucapaan selamat kepada para ASN yang baru dilantik sebagai Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan. DERMAWAN/SUMUT POS .

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Asahan, H. Surya B. SC diwakili Wakil Bupati (Wabup)Taufik Zainal Abidin, SSos, MSi, mengambil sumpah dan melantik Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa (21/12).

LANTIK: Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, memberikan ucapaan selamat kepada para ASN yang baru dilantik sebagai Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan. DERMAWAN/SUMUT POS .

Pelantikan ini juga dihadiri Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, Wakil Ketua TP. PKK Kabupaten Asahan, dan OPD terkait.

Mewakili Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin menyampaikan bimbingan dan arahan kepada seluruh Pejabat Administrator dan Pengawas yang dilantik.

“Selaku Pejabat pembina Kepegawaian, saya mempunyai kewenangan untuk menetapkan pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian seorang pegawai negeri sipil dalam suatu jabatan, dan melakukan pembinaan manajemen aparatur sipil negara di Instansi pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Meskipun demikian saya tetap melakukan pertimbangan yang berdasarkan pada obyektivitas, Kepangkatan, kompetensi, kinerja dan pengalaman tanpa membedakan gender, suku, agama, ras dan golongan, yang tentunya sejalan dengan rekomendasi Tim Penilai kerja kepegawaian,” tegas Taufik.

Bupati Asahan juga mengingatkan, lanjut Wabup Taufik Zainail Abidin, agar para ASN yang baru dilantik bisa mempertanggungjawabkan kinerjanya.

“Tugas-tugas telah menanti saudara semua ke depannya. Setiap pejabat yang sudah dilantik hendaknya harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, memiliki integritas untuk menjalankan nilai nilai luhur yang terkandung dalam sumpah janji jabatan serta menjalankan tugas dengan penuh pengabdian,”pungkasnya.(dat/han)