29 C
Medan
Friday, January 23, 2026
Home Blog Page 2928

Kapolres Labuhanbatu Pimpin Sertijab Sejumlah Perwira

Ilustrasi

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti memimpin langsung upacara serah terima jabatan (Sertijab) sejumlah perwira Polres dan Polsek, di Aula Serba Guna Polres Labuhanbatu, Jalan MH Thamrin Rantauprapat, Minggu (21/11).

Ilustrasi

Adapun jabatan yang disertijabkan yakni Waka Polres Labuhanbatu, Kompol Muhd. Taufik kepada Kompol Hermansyah, Kabag Ops Polres Labuhanbatu, Kompol Marluddin kepada AKP Wirhan Arif, Kabag Ren Polres Labuhanbatu kepada AKP H. Edi Sidauruk, Kasat Intelkam Polres Labuhanbatu, AKP H. Edi Sidauruk kepada AKP Sunarto, Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Parikhesit kepada AKP Rusdi Marzuki.

Kasat Pol Airud Polres Labuhanbatu, AKP I. A. Ginting kepada Iptu Pardamean Sitinjak, Kapolsek Torgamba AKP Firdaus Kemit kepada AKP Luhut Bapit Sihombing, Kapolsek Kampung Rakyat, AKP Eri Prasetiyo kepada Iptu Oskar Refelino Tambunan, Kapolsek Kualuh Hulu AKP IS. Gunarko, Kapolsek Bilah Hilir Iptu Sunitro, dan Kapolsek Silangkitang Iptu Ahmad Alwi Umri Nasution.

Dalam amanatnya, Kapolres Labuhanbatu mengucapkan terimakasih kepada pejabat yang lama atas dedikasi dan kinerjanya serta prestasinya yang telah mengabdi di Polres Labuhanbatu, sehingga selama ini kota idaman dalam keadaan kondusif, hal itu dirasakan seluruh lapisan masyarakat Labuhanbatu Raya.

Kapolres Labuhanbatu juga menyambut baik para pejabat yang baru akan bertugas di Polres Labuhanbatu dan mengucapkan “Selamat datang di Polres Labuhanbatu serta segera menyesuaikan diri di lingkungan kerjanya agar dapat bersilaturahmi dengan para perwira lain dan anggotanya,” tambah Kapolres Labuhanbatu. (fdh/han)

Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Asahan Nihil

Jubir Covid-19 Asahan, H. Rahmat Hidayat.dermawan/SUMUT POS.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Hingga sampai 21 Nopember 2021, penyebaran Covid-19 di Kabupaten Asahan, nihil atau tidak ada kasus warga yang terpapar virus yang mematikan tersebut.

Jubir Covid-19 Asahan, H. Rahmat Hidayat.dermawan/SUMUT POS.

Demikian disampaikan Jurubicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Asahan, H. Rahmat Hidayat Siregar S. Sos, Msi kepada wartawan, Minggu (21/11.

Disampaikan Rahmat Hidayat, data sebelumnya pada tanggal 20 Nopember 2021, rekapitulasi harian Covid–19 per kecamatan di Kabupaten Asahan, tidak ada warga yang dinyatakan sembuh dari Covid–19, tidak ada yang terkonfirmasi positif, dan tidak ada yang meninggal dunia karena Covid-10.

“Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada warga Asahan yang terkonfirmasi positif Covid–19, dan juga tidak ada yang meninggal dunia akibat Covid ” ucap Hidayat.

Dayat yang juga Kadis Kominfo Asahan, tak bosan- bosannya mengimbau masyarakat agar tetap menerapkan Protokol Kesehatan 5M, yaitu Memakai masker, Mencuci tangan menggunakan sabun, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan dan Mengurangi mobilitas.(dat/han)

Keistimewaan Modem Internet Telkomsel untuk Koneksi Cepat dan Stabil

Modem Telkomsel Orbit-Ilustrasi.

SUMUTPOS.CO – Sebagai provider seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel selalu hadir dengan membawa inovasi terbaik untuk kebutuhan semua pelanggannya. Kali ini provider tersebut mempersembahkan modem internet Telkomsel dengan teknologi nirkabel yang praktis dan mudah digunakan. Modem Wifi untuk internet rumah tersebut hadir dengan koneksi tercepat dan harga yang terjangkau.

Telkomsel Orbit adalah nama yang diberikan pada modem internet inovasi terbaru dari Telkomsel tersebut. Modem Telkomsel Orbit ini menggunakan jaringan internet 4G LTE yang memiliki kecepatan lebih tinggi dari 3G ataupun 3.5 G yang masih banyak dipakai oleh masyarakat Indonesia. Kuota maksimal yang bisa didapatkan oleh pelanggan Orbit mencapai 150 GB per bulan.

Varian pada Modem Telkomsel Orbit

Telkomsel memang sudah sejak lama dikenal sebagai penyedia layanan seluler dan internet dengan kecepatan tinggi. Selain itu jaringan sinyal Telkomsel bukan hanya sebatas di daerah perkotaan saja melainkan masuk hingga ke desa-desa. Kemajuan zaman telah membuat perubahan dalam gaya hidup masyarakat termasuk dalam penggunaan jaringan seluler.

Kalau dulu orang hanya membutuhkan jaringan seluler saja untuk kebutuhan telpon dan mengirim SMS sekarang masyarakat tidak bisa dilepaskan dari internet. Oleh sebab itu Telkomsel tetap ingin memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggannya melalui modem internet rumah berkecepatan tinggi dengan jaringan 4G LTE.

Demi menjawab kebutuhan seluruh kalangan Anda  bisa memilih varian modem internet Telkomsel Orbit yang sesuai kebutuhan, yaitu :

  1. Orbit Star yang mampu terhubung dengan 32 perangkat dalam waktu bersamaan.
  2. Orbit Max memiliki kemampuan terhubung dengan perangkat mencapai 64 buah secara simultan.

Semua varian Telkomsel Orbit tersebut hadir dengan berbagai fitur yang dibutuhkan pelanggan yaitu :

  • Pengaturan Wifi
  • Statistik pemakaian internet
  • Jadwal penggunaan internet
  • Wifi tamu
  • Website filtering

Untuk memudahkan Anda menggunakan modem tersebut cukup unduh saja aplikasi My Orbit yang sudah tersedia di PlayStore dan segera hadir di Apps Store dalam waktu dekat.  Lewat aplikasi tersebut Anda bisa menemukan fitur pengendalian berapa jumlah perangkat yang terkoneksi, pemantauan pada pemakaian kuota, pembelian paket data dan mengatur waktu kapan memakai internet.

Fitur dan Keunggulan Telkomsel Orbit

Bagaimana kualitas jaringan dari Telkomsel sudah dirasakan dan dibuktikan sendiri oleh masyarakat Indonesia sejak puluhan tahun yang lalu. Begitu juga saat menghadirkan modem Wifi Telkomsel Orbit ini provider telah memperhitungkan semuanya dengan matang demi memberikan pengalaman yang memuaskan kepada para pelanggan.

Supaya semua pelanggan yang menggunakan modem Telkomsel Orbit bisa mendapatkan pengalaman menyenangkan dan memuaskan pihak provider telah memperhitungkan beberapa fitur penting, antara lain yaitu :

  1. Konfigurasi perangkat pada BTS
  2. Kapasitas jaringan
  3. Jarak lokasi pelanggan dengan BTS jaringan 4G LTE
  4. Jumlah maksimal pengguna yang dilayani oleh setiap BTS

Dengan perhitungan yang matang tersebut tidak heran kalau modem Telkomsel Orbit menjanjikan internet dengan kecepatan tinggi dan stabil bagi pelanggannya.

Jangkauan Telkomsel Orbit

Tidak ada yang meragukan lagi posisi Telkomsel sebagai provider seluler terbesar dan terbaik di Indonesia hingga saat ini. Jangkauan sinyal yang luas hingga ke wilayah pelosok merupakan salah satu faktor yang membuat Telkomsel selalu tumbuh lebih kuat.

Lalu bagaimana dengan jaringan dari Telkomsel Orbit? Di fase awal peluncuran Telkomsel Orbit ini telah menjangkau sebanyak 50 wilayah dan akan terus berkembang dengan wilayah yang lebih banyak lagi secara bertahap.

Itulah keunggulan dari modem dari Telkomsel. Modem internet Telkomsel dengan koneksi jaringan 4G LTE yang cepat dan stabil siap menjawab semua kebutuhan internet Anda untuk berbagai keperluan. Jadi, tunggu apalagi? Segera dapatkan Telkomsel Orbitmu sekarang juga! (rel)

Sampaikan Pesan Kamtibmas, Polres Asahan Laksanakan Gasuling Damas ke Masjid

GASULING DAMAS: Personel Polres Asahan menggelar Gasuling Damas ke sejumlah masjid di Kabupaten Asahan. DERMAWAN/SUMUT POS.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Tingkatkan kebersamaan dan sarana komunikasi kamtibmas, Polres Asahan melaksanakan kegiatan salat subuh setiap harinya di sepuluh masjid. Kegiatan ini dinamakan dengan “Gerakan Subuh Keliling Dakwah Kamtibmas(GASULING DAMAS).

GASULING DAMAS: Personel Polres Asahan menggelar Gasuling Damas ke sejumlah masjid di Kabupaten Asahan. DERMAWAN/SUMUT POS.

Adapun lokasi masjid yang dikunjungi personel Polres Asahan adalah Masjid Nurul Iman Air Joman, Masjid Hikmah Polsek Pulau Raja, Masjid Jami Prapat Janji, Masjid Raya Sungai Kepayang, Masjid Muhajirin Bandar Pulau, Masjid An- Nur Simpang Empat, Masjid Al Huda Air Batu, Masjid Taqwa Bandar Pasir Mandoge, Masjid Al Huda Kisaran kota, Masjid An-Nur Kota Kisaran.

Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira melalui Kabag Ops AKP Yayang Riski Pratama mengatakan, kegiatan Gasuling Damas dilaksanakan secara rutin dan sebagai sarana komunikasi dalam menyampaikan pesan pesan Kamtibmas, untuk mengajak masyarakat bersinergi dengan Polri dalam menjaga situasi aman dan kondusif, serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Selain itu, Kabag Ops juga mengingatkan kepada jamaah agar mentaati Protokol Kesehatan 5M.

Mantan Kasat Reskrim Binjai ini juga mengimbau warga dan para jamaah masjid untuk bersama-sama menangkal berita hoax, ujaran kebencian, radikalisme, serta adu domba, isu sara yang dapat memecah belah NKRI, Untuk itu masyarakat turut serta menjaga Harkamtibmas.(dat/han)

Pemanfaatan Data-data Kependudukan, Diskominfo dan Dukcapil Jalin Kerja Sama

KERJA SAMA: Kadis Kominfo Kota Tebingtinggi Dedi Parulian Siagaian melakukan penandatangan kerja sama dengan Disdukcapil terkait data kependudukan.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tebingtinggi melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, terkait Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan dan Data Kependudukan.

KERJA SAMA: Kadis Kominfo Kota Tebingtinggi Dedi Parulian Siagaian melakukan penandatangan kerja sama dengan Disdukcapil terkait data kependudukan.

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dilakukan oleh Kepala Dinas Kominfo Tebingtinggi Dedi Parulian Siagian dan Kepala Dinas Dukcapil Kota Tebingtinggi, Muhammad Fachry, di Command Center Diskominfo Tebingtinggi, Jumat (19/11).

Kadis Kominfo Dedi P Siagian mengatakan, Perjanjian Kerjasama ini berdasarkan Permendagri Nomor 102 tahun 2019 tentang Pemberian Hak Akses Dan Pemanfaatan Data Kependudukan. Tujuannya untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik oleh Dinas Kominfo Kota Tebingtinggi.

“Data kependudukan nantinya akan dimanfaatkan dalam mempermudah penyusunan perencanaan program dan kegiatan pelayanan di bidang komunikasi dan informatika. Pemerintah mengumpulkan data dalam satu pintu yang akurat, mutakhir, terpadu, serta mudah diakses. Dalam hal ini Kominfo menjadi pintu utama. Hal ini juga selaras dalam mewujudkan program satu data sesuai semangat pada Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia,” papar Dedi P Siagian.

Menurut Dedi, hubungannya dengan pelaksanaan program kerja terlebih pada penanganan Covid-19, Dedi menjelaskan pemanfaatan satu data kependudukan sebenarnya sangat penting dalam berbagai sektor menyusul perkembangan informatika yang semakin pesat.

“Pemanfaatan satu data kependudukan ini sebenarnya sangat diperlukan dalam hal pembangunan dan pelayanan publik selaras dengan perkembangan IT yang semakin pesat karena dibalik kecepatan harus juga ada ketepatan. Seperti halnya nanti ini akan bisa kita kembangkan untuk melihat informasi vaksinasi atau bantuan sosial seseorang, Ini penting terlebih dimasa penanganan Covid-19 seperti saat ini,” jelas Kadis Kominfo Dedi Siagian.

Sementara itu, Kadis Dukcapil Kota Tebingtinggi Muhammad Fachry menyampaikan bahwa data kependudukan yang dimiliki Dukcapil bukan hanya untuk pelayanan administrasi kependudukan, namun bisa dikembangkan dengan pemanfaatan hak akses data kependudukan.

“Database kependudukan yang Dukcapil miliki ini juga dimanfaatkan untuk pelayanan publik dan perencanaan program. Feedback yang diharapkan dapat diberikan kepada Dukcapil yaitu data layanan Call Center 112 dan terkait Covid-19,” ujarnya.

Fachry juga menyampaikan akan menjalin kerjasama dengan empat OPD lainnya, yaitu Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD), dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Kominfo sebagai induk dari pemanfaatan data tersebut. (ian/han)

Pimpin Operasi Yustisi di Tebingtinggi, Wakapolres: Masih Banyak Warga Tak Bermasker

OPERASI : Waka Polres Tebingtinggi, Kompol Asrul Robert Sembiring memimpin pelaksanaan operasi yustisi di kafe kafe dan kerumunan orang di Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Waka Polres Tebingtinggi Kompol Asrul Robert Sembiring memimpin pelaksanaan operasi yustisi dalam rangka menekan angka penyebaran pandemi Covid-19 dan menjaga kekondusifan di Kota Tebingtinggi, Minggu(20/11) malam.

OPERASI : Waka Polres Tebingtinggi, Kompol Asrul Robert Sembiring memimpin pelaksanaan operasi yustisi di kafe kafe dan kerumunan orang di Tebingtinggi.

Saat melakukan operasi yustisi di sejumlah lokasi, masih banyak ditemukan masyarakat nongkrong di kafe dan warkop tidak memakai masker.

“Tempat masyarakat yang tidak mematuhi prokes kita lakukan imbauan, selain mengimbau, personel juga membagikan masker serta meminta masyarakat jangan berkerumun, karena pandemi Covid-19 masih ada dan belum selesai,” jelasnya.

Polres Tebingtinggi juga mengimbau kepada masayarakat untuk melakukan kerja sama yang baik dalam pencegahan Covid-19, karena apabila kita lengah, maka kita sendiri yang akan mengalami kerugian sendiri.

“Mari kita patuhi Prokes, pakai masker jika keluar rumah, rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan,” ujarnya. Sedangkan dalam rangka menjaga kekondusifan di wilayah hukum Polres Tebingtinggi, Kompol Asrul Robert Sembiring meminta kepada masyarakat untuk melaporkan kepada pihak kepolisian apabila melihat adanya tindakan premanisme dan kejahatan lainnya.

Adapun lokasi penertiban dan imbauan kepada masyarakat untuk mematuhi Prokes dalam hal pelaksanaan operasi yustisi diwilayah hukum Polres Tebingtinggi meliputi Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi tepatnya di Kafe Kopang, Jalan Suprapto Kelurahan Pasar Gambir Kota Tebingtinggi tepatnya lokasi pedagang kaki lima, Jalan Ahmad Yani Kelurahan Pasar Kota Tebingtinggi tepatnya depan BRI Unit Ahmad Yani Kota Tebingtinggi tepatnya pedagang kaki lima depan Kantor Samsat., Jalan Thamrin Kelurahan Pasar Gambir Kota Kota Tebingtinggi tepatnya di depan Irian Supermarket dan Jalan Imam Bonjol Kelurahan Satria Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi tepatnya kafe Legato. (ian/han)

Pilkades Serentak 106 Desa di Dairi: BPD Pegagan Julu VI Berhentikan P2KD

TERANGKAN: Sebanyak lima anggota BPD Pegagan Julu VI, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi menerangkan pemberhentian P2KD di Sidikalang, Sabtu (20/11).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Permasalahan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pegagan Julu VI, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, terus bergulir. Berdasarkan hasil musyawarah oleh Badan Permusyawaratan Desa (PBD) Pegagan Julu VI, Kecamatan Sumbul, Panitia pemilihan kepala desa (P2KD) diberhentikan.

TERANGKAN: Sebanyak lima anggota BPD Pegagan Julu VI, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi menerangkan pemberhentian P2KD di Sidikalang, Sabtu (20/11).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Menurut BPD, P2KD diberhentikan karena lalai menjalankan tugas/ melaksanakan tahapan Pilkades pada saat verifikasi berkas bakal calon(Balon) kades.

Pemberhentian P2KD sesuai hasil rapat musyawarah luar biasa BPD Desa Pegagan Julu VI yang dihadiri 5 dari 7 anggota BPD di Sekretariat BPD Pegagan Julu VI, Sabtu (20/11).

Hal itu diterangkan Sekretaris merangkap anggota BPD Pegagan Julu VI, Joter Bakara bersama anggota lainya, Riston Sinaga, Mardin Manjorang, Bunga Pinta Munthe, Junus Delma Bakara kepada wartawan usai mengantar surat hasil keputusan musyarah ke panitia kabupaten di Sidikalang, Sabtu (20/11) sore.

Joter Bakara menuturkan, P2KD lalai menjalankan tugas/ melaksanakan tahapan Pilkades dalam hal verifikasi berkas bakal calon kades, yang sebelumnya dinyatakan lengkap atas nama bakal calon Janiriduan Bakara, tetapi tidak diloloskan sebagai calon tetap.

P2KD dinilai melanggar Perda No. 2 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Desa pada Pasal 8. Atas kelalaian itu, BPD berwenang memberhentikan P2KD, sesuai Perda diatas pada Pasal 54 Ayat 3.

Lanjut Joter dan diamini anggota BPD lainya, sesuai Perda itu pada Pasal 7, P2KD dibentuk oleh BPD melalui rapat paripurna BPD dan ditetapkan dengan keputusan BPD yang terdiri dari perangkat desa, pengurus lembaga kemasyarakatan dan tokoh masyarakat. Menurut BPD, pemberhentian P2KD demi menjaga kekondusifan dan ketentraman masyarakat Desa Pegagan Julu VI. Joter menegaskan, hasil keputusan musyawarah dilakukan BPD Pegagan Julu VI terkait pemberhentian P2KD Pegagan Julu VI, telah disampaikan kepada panitia kabupaten.

Untuk itu, BPD Pegagan Julu VI meminta panitia kabupaten/kecamatan agar segala fasilitas dan pembiayaan termasuk distribusikan logistik Pilkades ke Pegagan Julu VI supaya dihentikan sampai dengan diangkatnya kembali panitia pemilihan kepada desa yang baru.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemdes) Dairi, Junihardi Siregar dikonfirmasi melalui pesan elektronik mengakui, sudah menerima surat dari BPD Pegagan Julu VI.

Sabtu siang ini diantar masyarakat ke Kantor. Tunggu dibahas panitia kabupaten dulu, tulis Junihardi lewat pesan elektronik whattshap. Seperti diketahui, sebanyak 106 desa di kabupaten Dairi akan menggelar Pilkades serentak, 25 November 2021. (rud/han)

Polres Labuhanbatu Sikat Jaringan Narkoba Aceh-Rantauprapat

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Sindikat peredaran narkoba Aceh-Rantauprapat berhasil dibongkar oleh Polres Labuhanbatu. Dari kasus ini, petugas mengamankan 4 orang pelaku dengan barang bukti 300 gram sabu sabu.

Bandar narkoba-Ilustrasi

Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti melalui Kasubag Humas AKP Murniati menyampaikan, kasus peredaran narkoba ini diawali dengan diamankannya Edy alias Atut, warga Jalan Diponegoro Rantauprapat bersama rekannya Surya Angga Pradana alias Anggi, Warga Desa Sei Sentosa Panai Hulu.

Keduanya tersangka diciduk saat melintas di Jalan Baru By Pass Kota Rantauprapat, Senin (15/11). Saat itu keduanya mengendarai mobil dengan plat B 1567 PYU. Saat diamankan, dari kedua tersangka disita 300 gram sabu yang dibungkus dalam 3 plastik klip.

“Dari keterangan kedua tersangka, sabu hendak diedarkan di Ajamu atas suruhan Budiono alias Kotek, warga Kota Rantauprapat,”ungkap Murniati.

Selanjutnya, masih kata Kasubag Humas Polres Labuhanbatu, pihaknya melakukan pengembangan untuk meringkus Kotek di rumahnya, Jalan Sirandorung Rantauprapat. Namun saat digerebek, petugas mengamankan seorang warga Aceh bernama Er Mahdi als Madi warga Kuala Simpang Aceh Tamiang.

“Kami terus melakukan pengembangan selama 5 hari di Kuala Simpang. Saat menggeledah rumah Madi, diamankan satu unit timbangan elektrik dan puluhan plastik klip,”papar AKP Murnati.

Dari keterangan Madi, selanjutnya dilakukan pengembangan di Aceh mencari laki laki berinisial J namun tidak berhasil ditemukan sehingga team baru tadi pagi tiba dari Kuala Simpang.

Adapun tersangka Kotek dan Madi merupakan residivis kasus narkotika. Madi pernah ditangkap di Polrestabes Medan, dan selesai jalani hukuman tahun 2019. Sedangkan Kotek ditangkap Polres Tebing tinggi, dan selesai menjalani hukuman tahun 2017.

Dari keterangan tersangka, selama 3 bulan menjadi kurir sabu untuk diedarkan di Desa Ajamu, sudah berhasil meloloskan sebanyak 30 gram dan 50 gram. (fdh/han)

Barang Bukti Senilai Rp3,3 Miliar Dimusnahkan

DIMUSNAHKAN: Kajari Medan, T Rahmatsyah memusnahkan barang bukti hasil kejahatan.agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan memusnahkan barang bukti senilai Rp3,3 miliar hasil dari berbagai tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap, Jumat (19/11).

DIMUSNAHKAN: Kajari Medan, T Rahmatsyah memusnahkan barang bukti hasil kejahatan.agusman/sumut pos.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Teuku Rahmatsyah dalam pesan siarannya mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan antara lain, berasal dari narkotika sebanyak 856 perkara dengan rincian sabu-sabu seberat 3.362 gram, ganja 2.199 gram, MDMA 470 gram, psikotropika 14 gram, nitrazepam 21 gram, klonazepam 9 gram dan erimin 10 gram.

Sedangkan barang bukti lain dalam tindak pidana Keamanan Negara dan Ketertiban Umum, sebanyak 148 perkara yang terdiri dari perjudian, cabul, senjata tajam, perdagangan orang, perlindungan konsumen, ITE serta lambang negara.

Selanjutnya, perkara oharda 174 perkara yang terdiri dari pencurian, penipuan/penggelapan dan pembunuhan.

Selain itu, ada juga barang bukti dari Tindak Pidana Khusus sebanyak 5 perkara terkait penjualan barang kena cukai yang tidak dilekati pita cukai.

“Pemusnahan dilakukan dengan dua cara yakni untuk narkoba jenis sabu dan ekstasi dimusnahkan dengan cara diblender, lalu limbahnya dibuang di tempat yang aman. Sedangkan lainnya dimusnahkan dengan cara dibakar sampai tidak dapat dipergunakan kembali,” ujar Rahmatsyah, Sabtu (20/11).

Dia menyampaikan, pemusnahan barang bukti ini merupakan salah satu upaya Kejari Medan dalam mendukung program pemerintah meminimalisir dan mengantisipasi maraknya peredaran narkotika.

Selain itu, hal ini juga demi terwujudnya penyelenggaraan negara yang transparan, efektif, efisien dan akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Kegiatan pemusnahan barang bukti merupakan tindak lanjut tugas dan kewenangan jaksa selaku eksekutor dalam melaksanakan amar putusan pengadilan terkait barang bukti yang perkaranya telah memperoleh kekuatan hukum tetap,” pungkasnya.

Pemusnahan barang bukti tersebut juga disaksikan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol M Firdaus mewakili Kapolrestabes, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan diwakili Panmud Pidana Benyamin Tarigan, Kepala BNNP Sumut diwakili Kasi Penyidikan P Pasaribu, Puslabfor Polri Polda Sumut diwakili Panit Narkotika Ipda M Hafiz Ansari serta perwakilan dari BBPOM dan Dinas Kesehatan Medan. (man/han)

Ajak Guru Kembangkan Kompetensi Diri, Satkaara Bersama Rumah Guru BK Gelar Webinar Public Speaking

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menyambut Hari Guru yang jatuh pada 25 November 2021, Cetta Satkaara bekerja sama dengan Rumah Guru BK (RGBK) menyelenggarakan kegiatan webinar bagi guru tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat secara nasional. Rangkaian webinar ini diadakan pada 20 dan 21 November 2021 melalui aplikasi zoom meeting dan diikuti 674 guru yang terpilih.

Pada webinar yang digelar Minggu (21/11/2021), dengan tema Mengembangkan Kemampuan Dasar Melalui Public Speaking, diikuti 240 guru terpilih. Narasumber yang dihadirkan, Manager Presenter dan Sekretariat Redaksi tvOne, Divi Lukmansyah dan Founder Rumah Guru BK dan Widyaiswara di Kemendikbud RI, Ana Susanti.

Tema public speaking ini dipilih berdasarkan poling nasional yang dilakukan per November 2021 kepada 106 guru ditingkat SD hingga SMA dari 20 provinsi, seputar permasalahan yang sering mereka temui dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), termasuk soal penyampaian materi pelajaran saat berbicara di depan kelas.

Co-Founder dan Senior Advisor PT Cetta Satkaara, Ruth Andriani menuturkan, Program Webinar Satkaara Berbagi kepada guru diselenggarakan sebagai wujud nyata komitmen dan kepedulian Satkaara terhadap pendidikan di Indonesia. “Satkaara Berbagi lahir berlandaskan core value dari Satkaara yaitu Care and Respect. Salah satu ranah yang disasar adalah pendidikan di Indonesia. Melalui rangkaian Program Webinar Satkaara Berbagi, kami berupaya membantu guru dalam menjawab tantangan jaman dengan meningkatkan kompetensi diri di bidang public speaking,” ujar Ruth.

Peran public speaking sebagai seni penyampaian informasi sangat penting dalam menunjang pengajaran yang efektif. Kemampuan public speaking akan memudahkan dalam menyampaikan materi pelajaran secara jelas dan tepat. Guru yang menguasai teknik public speaking akan lebih percaya diri, tidak malu, tidak minder, mampu menempatkan diri dengan siapa, kapan, dan dimana tempat berbicaranya.

Berdasarkan penelitian pakar komunikasi, kata-kata hanya menyumbang 7%; suara menyumbang 38%; sementara bahasa tubuh menyumbang 55% bagi kesuksesan berbicara. Faktor-faktor tersebut menuntut tenaga pendidik untuk peka dan terus meningkatkan kompetensi diri dalam memberikan pengajaran.

Menurut Divi, guru sebagai pengajar memiiki modal untuk menjadi seorang public speaker. Seorang guru terbiasa memperkaya diri dengan literasi sebagai bahan pengajaran untuk dibagikan kepada murid. Apabila modal tersebut dilengkapi dengan penyampaian lewat public speaking yang baik maka KBM akan lebih menyenangkan bagi guru dan murid.

Divi menjelaskan ada empat faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam public speaking yaitu audience, penampilan, delivery dan konten. Keempat faktor tersebut harus dipersiapkan dengan baik oleh guru sebelum berbicara di depan umum.

“Kita harus mengenal siapa yang menjadi audience dan behaviournya untuk menyesuaikan konsep pengajaran serta cara penyampaiannya (delivery). Guru memiliki audience gen z dengan karakteririk kreatif, Inovatif, Informatif dan akrab dengan teknologi. Oleh sebab itu para guru wajib mengembangkan diri, beradaptasi dengan penggunaan teknologi dalam penyampaian (delivery) materi pelajaran berupa konten yang menarik,” paparnya.

Salah satu kendala paling besar dalam public speaking, menurut Divi adalah kurangnya kepercayaan diri (self-confidence) sehingga menimbukan rasa gugup. Padahal memiliki kepercayaan diri yang baik akan sangat berguna untuk memberikan ketenangan, mengontrol bahasa tubuh (gesture) serta intonasi suara saat berbicara di depan umum.

“Kepercayaan diri bisa dipupuk dengan berlatih berbicara di depan kaca. Kita bisa belajar memformulasikan kata untuk membentuk makna sambil melatih gesture yang baik. Jangan takut salah saat berbicara di depan umum dan buat semenarik mungkin agar siswa tetap antusias mengikuti proses pembelajaran,” ungkap Divi.

Sebagai mitra pelaksana Rangkaian Program Webinar Satkaara Berbagi 2021, RGBK pun menyambut positif antusiasme dari para guru. Kepedulian Satkaara Berbagi terhadap permasalahan di masa peralihan PJJ ke PTM ini sangat bermanfaat bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi publk speaking.

“Melalui Webinar Satkaara berbagi ini para guru dapat memperoleh banyak manfaat tentang penguatan keterampilan public speaking serta implementasinya dalam mengajar. Semoga program Satkaara Berbagi dapat membantu guru sebagai pembelajar sejati dalam menciptakan suasana KBM yang semakin efektif,” ungkap Founder RGBK Dr. Marjuki, M.pd.

Selain tema public speaking, Satkaara Berbagi juga memfasilitasi para guru untuk mencari solusi terkait permasalahan KBM terutama yang timbul jelang PTM melalui Webinar Basic Counseling Skills yang diselenggarakan pada hari Sabtu 20 November 2021. Webinar yang diikuti oleh 286 guru terpilih ini menghadirkan narasumber Kepala Bagian Psikologi Klinis Universitas Katholik Atma Jaya,Nanda Rossalia, M.Psi.,Psikolog serta Founder RGBK dan Widyaiswara PPPPTK Penjas dan BK di Kemendikbud Ristek, Ana Susanti, M.Pd.CEP, CHt. Kedua webinar yang didedikasikan bagi para guru ini merupakan wujud nyata komitmen Satkaara Berbagi untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar dan pendidikan di Indonesia.

Selain pengetahuan baru, Satkaara Berbagi juga memberikan apresiasi berupa asuransi jiwa kepada 60 guru yang ikut serta dalam rangkaian program webinar dengan total nilai perlindungan sebesar Rp300.000.000 dan periode perlindungan selama satu tahun.

Dari penyelenggaraan kedua di tahun 2021 ini, Satkaara Berbagi telah menghimpun tenaga pendidik dalam sebuah komunitas yang diberi nama Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB). Harapannya, KGSB mampu menjadi wadah bagi para guru untuk saling berbagi, berdampak dan bernilai bagi dunia pendidkan yang lebih baik di masa depan.

“Kami berterima kasih kepada RGBK, para narasumber, serta para guru yang membantu terlaksananya rangkaian program Webinar Satkaara Berbagi 2021. Secara reguler, melalui KGSB kami juga akan mengadakan kegiatan webinar lainya. Kami akan berkolaborasi dengan berbagai mitra yang memiliki kepedulian serupa. Semoga kontribusi Satkaara Berbagi ini dapat meningkatkan kapabilitas dan kompetensi dari para tenaga pendidik, serta kualitas pendidikan di Indonesia,” ujar Ruth.(adz)