Home Blog Page 2943

Camat Apresiasi Sosialisasi Paliatif Bagi Anak Pejuang Kanker Pita Kuning

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Camat Medan Petisah, Budi Lubis mengapresiasi sosialisasi perawatan paliatif bagi anak pejuang kanker yang dilaksanakan Yayasan Pita Kuning.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Camat saat menghadiri sosialisasi yang dilaksanakan di Lapangan Serbaguna Kampung Sejahtera, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Rabu, (15/12).

“Secara pribadi dan atasan nama pemerintah Kecamatan Medan Petisah dan pemerintah Kota Medan, saya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh rekan-rekan dari Yayasan Pita Kuning, Perkumpulan Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (P3KS) dan komunitas Turuntangan Kota Medan, Kampung Dongeng Medan serta pihak lain yang terlibat dalam kegiatan yang luar biasa ini,” ujar Camat didampingi Lurah Petisah Tengah, M Hafiz TA Parinduri.

Lanjut dijelaskan camat, kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk edukasi tersebut diharapkan berlanjut ke lokasi-lokasi lain yang ada di Kota Medan.

“Ini sangat baik. Menambah wawasan kita semua dalam penanganan terhadap anak pejuang kanker,” jelas camat.

Karena itu, camat mengimbau kepada peserta untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat terkait perawatan paliatif bagi anak pejuang kanker.

“Kita berharap ilmu yang didapat dalam sosialisasi ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sekali lagi, terima kasih Yayasan Pita Kuning,” kata camat.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pita Kuning, Raka dalam paparannya menyampaikan perawatan paliatif bagi anak pejuang kanker dan cara mencegah kanker itu sendiri.

“Bukan hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa terkena kanker. Bahkan faktanya, saat ini jumlah anak pejuang kanker meningkat. Biasanya faktor yang menyebabkan hal itu pada anak berbeda dengan kanker pada orang dewasa,” kata Raka.

Meski begitu, disebutkannya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mencegah kanker pada anak-anak.

“Gaya hidup sehat adalah fondasi yang kuat untuk menjaga kesehatan anak dan menghindarkan mereka dari kanker. Oleh sebab itu, orang tua harus memberikan contoh gaya hidup sehat pada anak, seperti tidak merokok, mengonsumsi sayuran dan buah, serta berolahraga teratur,” sebutnya.

Sebab, kata Raka, buah dan sayur yang mengandung vitamin serta antioksidan akan membantu anak menangkal segala jenis penyakit, termasuk kanker.

Sementara itu, perwakilan Komunitas Turuntangan Medan Doni Swandana lebih banyak menyampaikan tentang komunitas dan sejumlah aksi serta konsentrasi komunitas tersebut.

Sementara itu, Ketua P3KS Aminurasid mengapresiasi Yayasan Pita Kuning dan komunitas lainnya yang telah menyuskeskan sosialisasi perawatan paliatif pada anak pejuang kanker di Kampung Sejahtera.

“Kami sangat senang dengan kegiatan sosialisasi dan edukasi terkait penanganan penyakit kanker ini. Karena, ini pasti menambah ilmu pengetahuan bagi warga dan seluruh masyarakat. Dan kami berharap Yayasan Pita Kuning dapat terus memperhatikan dan memberikan solusi dan penanganan bagi warga ketika persoalan ini terjadi,” katanya.(rel)

PDI Perjuangan dan UINSU Sepakat Bangun Sekolah Politik

MEDAN, SUMUTPOS.CO- DPD PDI Perjuangan Sumut dan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) sepakat membangun sekolah politik bersama. UINSU akan mengirimkan pakar-pakarnya menjadi narasumber di PDI Perjuangan, sebaliknya PDI Perjuangan akan mengirimkan kader-kadernya ke UINSU.

Kesepakatan itu terungkap dalam silaturahim pengurus DPD PDI Perjuangan Sumut dipimpin Rapidin Simbolon ke UIN Sumut yang langsung diterima Rektor UINSU Prof Syahrin Harahap di Biro Rektor, Jalan Wiliam Iskandar Medan, Rabu (15/12/2021). Hadir dalam silaturahim itu Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut Sutarto, Bendahara Meriahta Sitepu, Wakil Ketua Aswan Jaya, Meinarty Bangun, dan Bima Nusa. Sedangkan mendampingi Rektor UINSU, Warek II Dr Hasnah Nasution, dan Warek III Dr Nispul Khair.

Selain membangun sekolah politik, kedua pihak juga mencapai kesepahaman terkait moderasi agama, implementasi ilmu, dan pembangunan monemen moderasi agama.

“Moderasi agama ini titik temu antara PDI Perjuangan dengan UIN, sebagaimana yang disampaikan Bung Karno, bila Islam maka bukan harus menjadi Arab, Hindu bukan berarti jadi India, Nasrani bukan jadi Eropa. Tetapi apapun agamanya, maka tetaplah jadi bangsa Indonesia,” ujar Prof Syahrin.

Selain itu, dalam hal implementasi ilmu, sebagai mana pernyataan Presiden Jokowi bahwa hanya 20 persen lulusan perguruan tinggi yang masuk lapangan kerja sesuai dengan pembidangan ilmu. Sementara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyatakan bahwa besar harapan perguruan tinggi dapat memberikan sumbangsih untuk bangsa lebih besar dari yang sebelumnya.

“Menyadari itu maka UIN Sumut saat ini terus mengembangkan metode integrasi ilmu antara teori dan implementasi di tengah-tengah masyarakat, bahwa ilmuan dan para ulama kita dulu sudah sangat mendalam terhadap kajian keilmuan dan saat ini bagaimana kita mengimplementasikan ilmu tersebut sehingga berguna bagi masyarakat” tambah Syahrin.

Selain itu, Prof Syahrin menilai, penunjukkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah sangat tepat, walau banyak kritikan tentang keputusan tersebut. “Ini bukan soal banyaknya ilmu dan gelar, tetapi bagaimana cara ilmu tersebut diterapkan untuk menjawab persoalan masyarakat dan Ibu Megawati adalah seorang tokoh yang sudah sangat banyak dan berpengalaman dalam menerapkan ilmu untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat,” terang Syahrin.

Sementara, Rapidin Simbolon mengatakan, dunia pendidikan tujuannya mengajar dan melatih untuk membangun karakter anak bangsa. “Dalam membangun karakter anak bangsa ini, memang dunia pendidikan memiliki kelemahan diantaranya implementasi keilmuan dan pengawasan, sistem ini yang lemah, karena itu integrasi ilmu antara teori dan praktek menjadi penting” sambung Rapidin.

Selanjutnya, kedua tokoh Sumut tersebut sepakat, diperlukan pembangunan monumen moderasi agama di Sumut dan dibangun secara gotong royong. Latar belakang ide pendirian monumen adalah bahwa masyarakat Sumut merupakan miniatur keberagaman agama yang sudah sangat lama hidup secara berdampingan dengan penuh toleransi. (adz)

Percepatan Pembangunan Proyek Strategis Nasional Dapat Menimbulkan Multiplier Effect Secara Sosial dan Ekonomi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah terus bahu membahu untuk mengendalikan dampak pandemi Covid-19 sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi nasional. Pandemi Covid-19 dan variannya masih menjadi tantangan bagi perekonomian global dalam jangka pendek. Sementara itu, isu perubahan iklim, krisis energi, masih menjadi tantangan ekonomi global dalam jangka panjang.

Memperhatikan kondisi tersebut, keberadaan Proyek Strategis Nasional telah terbukti meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Di tengah keadaan pandemi, Proyek Strategis Nasional yang sudah selesai telah menciptakan lebih dari 11 juta tenaga kerja langsung maupun tidak langsung.

“Selain itu, investasi pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) di berbagai sektor memiliki manfaat terhadap pengembangan wilayah dan perekonomian daerah, serta nilai tambah industri. Di sisi lain, kita berharap penyelesaian PSN ini dapat menimbulkan multiplier effect secara sosial dan ekonomi yang akan terus bertambah seiring percepatan penyelesaian berbagai proyek strategis ke depan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam memberikan keynote speech pada acara Media Gathering Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) yang bertajuk Akselerasi Pelaksanaan PSN untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional Pasca Pandemi yang dilakukan secara virtual, Rabu (15/12).

Pembangunan PSN yang tersebar di berbagai wilayah, hal ini berupaya untuk peningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur di Indonesia secara tidak langsung dapat mengurangi kesenjangan pertumbuhan pendapatan per kapita dan kesejahteraan antar daerah secara jangka panjang.

Percepatan penyelesaian berbagai Proyek Strategis Nasional akan terus dilakukan pada tahun-tahun mendatang. KPPIP akan terus mengawal dan melakukan upaya penyelesaian permasalahan dalam pelaksanaan 208 proyek dan 10 program yang masuk dalam daftar PSN.

Untuk mencapai visi Indonesia Maju 2045, Pemerintah Indonesia menyadari beberapa tantangan yang harus dicapai, diantaranya adalah memenuhi kebutuhan belanja infrastruktur sebagai penopang pertumbuhan Ekonomi. Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia (APBN) mendorong pemerintah untuk dapat bekerjasama dan berkolaborasi dengan Swasta dalam memenuhi kebutuhan belanja infrastruktur pada periode 2020-2024.

“Pemerintah juga terus berkomitmen untuk mendorong dan meningkatkan upaya pembiayaan proyek melalui creative financing untuk Proyek Strategis Nasional dalam rangka mengurangi beban APBN untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur,” ujar Menko Airlangga.

Berbagai peraturan juga disusun demi mempercepat penyelesaian proyek strategis. Di antaranya, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 2021 tentang Kemudahan Proyek Strategis Nasional dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2020 yang mengamanatkan KPPIP berkoordinasi dengan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) untuk mendukung percepatan proses pengadaan tanah. Selain itu, terdapat beberapa Regulasi lainnya sebagai Regulasi Turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja.

“Kita semua berharap bahwa pemulihan ekonomi selama dan pasca-pandemi akan semakin baik pada masa-masa mendatang. Pemerintah berkomitmen akan terus mendukung percepatan pengerjaan proyek-proyek strategis nasional dalam rangka menjaga pertumbuhan ekonomi yang konsisten ke depan,” pungkasnya. (frh/*)

Maling Merajalela, Pelaku Usaha di Jalan Dr Mansyur Resah, Polrestabes Diharap Bergerak Cepat

TEREKAM CCTV: Aksi maling menenteng parang saat menyatroni salah satu toko fashion di Jalan Dr Mansyur Medan, terekam dalam CCTV.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Maraknya aksi maling berbekal senjata tajam di seputaran Jalan dr Mansyur Medan, mendapatkan perhatian khusus dari Komisi 1 DPRD Medan. Pasalnya, aksi maling-maling yang kerap menyatroni lokasi-lokasi usaha di Jalan dr Mansyur itu, tak cuma merugikan para pelaku usaha secara materi, tapi juga telah mengancam keselamatan dan nyawa para pelaku usaha tersebut.

TEREKAM CCTV: Aksi maling menenteng parang saat menyatroni salah satu toko fashion di Jalan Dr Mansyur Medan, terekam dalam CCTV.

Untuk itu, Komisi 1 DPRD Kota Medan meminta counterpartnya, yakni Polrestabes Medan dan jajarannya di Polsek Medan Baru, untuk menertibkan setiap aksi kriminal yang dilakukan para maling yang meresahkan itu.
“Sungguh ini sangat meresahkan. Mereka bukan hanya berniat mencuri, tapi juga mencelakai, sebab ada senjata tajam berupa parang yang mereka bawa saat melakukan aksinya. Artinya, para pelaku usaha di sana tak cuma merugi secara materi karena barang-barangnya dicuri, tapi juga merasa terancam nyawa dan keselamatannya. Ini jelas kriminal, polisi harus bergerak cepat,” ungkap Ketua Komisi 1 DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong, Rabu (15/12).

Rudiyanto yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Medan itu, berharap pihak kepolisian harus bekerja secara tuntas dalam hal ini. Sebab menjaga keselamatan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat adalah satu tugas pokok dari kepolisian.

“Saya minta, tolong cari, kejar, dan tangkap para pelaku aksi kriminal di Jalan dr Mansyur. Jangan lama-lama lagi, Polrestabes Medan dan Polsek Medan Baru harus memberantas hal ini sampai ke akar-akarnya,” harapnya.
Selain itu, dia juga meminta kepada pihak kepolisian untuk rutin melakukan patroli di wilayah tersebut. Selain patroli dinilai sangat efektif dalam melakukan pencegahan, patroli juga dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat sekitar.

“Patroli itu wajib, khususnya di kawasan yang memang rawan kriminalitas seperti Jalan dr Mansyur saat ini. Polisi harus memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegas Rudiyanto.
Selain itu, Rudiyanto juga meminta, Pemko Medan melalui kecamatan dan kelurahan, juga harus ikut aktif dalam menjaga keamanan di wilayahnya. Kecamatan dan kelurahan, diminta proaktif dalam berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

“Apalagi ini yang kerap menjadi target adalah para pelaku usaha. Pemko Medan justru seharusnya ikut dalam memberikan rasa aman kepada para pelaku usaha, iklim investasi itu harus dijaga. Kalau mau berusaha saja di Medan ini sudah tidak aman, bagaimana orang mau berinvestasi di sini?” ujarnya.

Tak hanya itu, dia pun turut menyoroti tentang adanya kutipan iuran keamanan oleh oknum-oknum anggota OKP kepada para pelaku usaha. Namun faktanya, kutipan iuran keamanan itu tidak terbukti berfungsi dalam menjaga keamanan di wilayah tersebut. Sebaliknya, tingkat kriminalitas justru semakin marak.

“Uang keamanan dikutip tapi tetap tidak aman. Ini kan jelas pungli, dan Pemko Medan berjanji untuk memberantas pungli. Kalau masyarakat Medan dipungli oleh oknum OKP, maka Pemko Medan wajib berkoordinasi dengan kepolisian untuk menertibkan OKP-OKP yang ada di sana. Faktanya, rasa aman itu tidak perlu dibeli, karena sudah jadi tanggung jawab pemerintah dan kepolisian untuk memberikan rasa aman itu,” tegas Rudiyanto.

Seperti diketahui, dalam beberapa bulan belakangan, aksi maling di Jalan dr Mansyur Medan cukup meresahkan para pelaku usaha. Pasalnya, para pelaku usaha yang berdagang fashion hingga toko kelontong, menjadi sasaran aksi nekad para maling. Sepekan lalu, maling berhasil menggondol tabung gas, kompor gas, dan jemuran pakaian milik pelaku usaha fashion. Aksi maling tersebut terekam CCTV saat masuk dari halaman belakang toko fashion.

Dari rekaman CCTV, terlihat 2 maling masing-masing mempersenjatai diri menggunakan parang. Aksi maling tersebut baru disadari setelah pagi harinya, saat korban mengetahui kompor gas, tabung gas, dan jemuran yang berada di halaman belakang sudah raib.

“Malingnya 2 orang. Mereka bawa parang masuk dari halaman belakang, lompat tembok belakang rumah,” beber korban, yang enggan namanya dikorankan, sambil memperlihatkan rekaman CCTV.
Karena barang-barang yang dicuri maling nilainya tidak besar, korban pun enggan melaporkan aksi maling tersebut ke polisi. Namun aksi maling tak terhenti sampai di situ. Pada Selasa (14/12) malam, sekira pukul 20.00 WIB, maling kembali beraksi. Kali ini sasarannya sepeda motor yang terparkir di depan toko fashion. Beruntung, aksi tersebut gagal, karena terpergok. Dua pelaku pun langsung melarikan diri.

Namun sehari sebelumnya, aksi serupa juga dilakoni maling yang sama dengan mencoba mencuri sepeda motor milik pengunjung toko yang sedang berbelanja fashion. Lagi-lagi, aksi mereka gagal karena terpergok dan langsung kabur. Aksi para maling ini juga terekam CCTV yang terpasang di toko itu.
Sedangkan pemilik toko kelontong di lokasi itu, juga mengaku, sebulan lalu, dia kemalingan dan barang dagangannya nyaris ludes dicuri maling.

“Toko kami dibobol. Buka usaha di Jalan dr Mansyur ini sudah tak aman. Mulai dari aksi maling sampai aksi memalak pedagang yang diduga dilakukan salah satu OKP,” pungkas pemilik toko kelontong yang juga tak mau namanya dikorankan, dengan alasan menjaga keselamatan diri.

Padahal, menurutnya, di lokasi itu harusnya tidak rawan maling. Sebab, para pelaku usaha sudah membayar iuran keamanan setiap bulannya senilai Rp160 ribu. (map/ila)

Direktur Utama bank bjb Dinobatkan sebagai Top Regional Banker 2021

BANDUNG, SUMUTPOS.CO – Penghargaan demi penghargaan diterima oleh bank bjb. Hal ini membuktikan bahwa bank bjb merupakan salah satu perbankan terbaik di Tanah Air.

Penghargaan terbaru diberikan oleh Majalah Investor kepada Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi yang terpilih menjadi Tokoh Finansial Indonesia 2021 sebagai Top Regional Banker 2021.

Apresiasi ini diberikan atas kinerja dan kepemimpinan Yuddy Renaldi selama masa pandemi yang terus melakukan perkembangan dan memberikan stimulan positif terhadap roda perekonomian di Indonesia.

Penghargaan diserahkan oleh Direktur Berita Satu Media Holdings, Primus Dorimulu, dalam acara Tokoh Finansial Indonesia & BUMN Terbaik 2021 yang digelar secara virtual dan diterima oleh Deputy Corporate Secretary bank bjb Devi Fajar Nugraha yang dalam hal ini mewakili Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi. Acara disiarkan langsung melalui Beritasatu TV serta streaming di YouTube Channel Berita Satu pada Rabu, 15 Desember 2021.

Di tempat terpisah, Yuddy menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Majalah Investor. Yuddy juga mengingatkan seluruh insan bank bjb bahwa penghargaan ini bukan hanya prestasi individu atau perseorangan, namun merupakan prestasi seluruh insan bank bjb.

“Penghargaan ini adalah buah manis dari totalitas kerja seluruh insan bank bjb dalam menghadapi berbagai tantangan dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” jelas Yuddy.

Sementara itu, Direktur Berita Satu Media Holdings Primus Dorimulu, menjelaskan penghargaan ini diberikan kepada tokoh finansial Indonesia terbaik yang dinilai mempunyai kontribusi penting pada industri yang digeluti perusahaan. Mereka dinilai layak menjadi panutan di tengah tantangan global dan percepatan teknologi yang semakin canggih. Penyelenggaraan penghargaan ini merupakan ke-18 yang diadakan secara reguler oleh Majalah Investor.(rel)

Produk Karya Anak Bangsa, PT PGI Luncurkan Dua Produk AC Inverter

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI) dengan bangga luncurkan dua produk AC Inverter pertama buatan Indonesia yaitu seri XPU-XKJ dan seri PU-XKJ. AC Inverter ini, memiliki kualitas dapat membersihkan udara di rumah.

Kedua produk karya anak bangsa ini, telah dilengkapi teknologi pemurnian udara mutakhir nanoe X milik Panasonic. Peluncuran berlangsung secara virtual, Rabu (15/12). Dimana, komitmen PGI untuk terus berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi nasional melalui industri elektronik sesuai dengan prinsip perusahaan “Berbakti Kepada Negeri Melalui Industri” dalam menghasilkan produk berkualitas karya anak bangsa.

AC Inventer XPU-XKJ menggunakan inovasi teknologi nanoe™X telah terbukti mampu menghambat berkembangnya virus, bakteri, dan polutan berbahaya, salah satunya Novel Coronavirus (Sars-Cov-2) hingga 99.99%.

Selain itu, seri XPU-XKJ dan seri PU-XKJ juga dilengkapi teknologi ECO Mode yang mampu menghemat energi dengan cara membatasi penggunaan daya listrik hingga 50%, serta smart control melalui Aplikasi ComfortCloud.

Tomonobu Otsu, President Director PT PGI mengatakan, melalui pengalaman lebih dari 60 tahun di dunia tata udara, Panasonic berupaya untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan terus berinovasi menciptakan teknologi untuk masa depan, demi mewujudkan tagline perusahaan “A Better Life, A Better World”. Salah satu upayanya yaitu dengan menghadirkan solusi terkait peningkatan kualitas udara di Indonesia, di tengah situasi pandemi Novel Coronavirus (SARS-Cov-2).

“Panasonic GOBEL selalu berupaya menghadirkan kehidupan yang lebih baik, salah satunya dengan menghadirkan dua produk AC Inverter terbaru seri XPU-XKJ yang dilengkapi teknologi canggih nanoe™ X, ECO Mode dan Smart Control di Aplikasi ComfortCloud, ketiga teknologi tersebut adalah solusi memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap kualitas udara yang bersih, hemat listrik dan user-friendly” sebut Tomonobu Otsu.

Tomonobu Otsu menambahkan, teknologi nanoeX adalah teknologi pemurnian udara revolusioner dari Panasonic yang mampu memurnikan dan menjaga kualitas udara. nanoe X generator sendiri dapat menghasilkan Radikal Hydroxyl (OH Radical) sebanyak 4,8 Triliun partikel/detik, sehingga efektif menghambat mikroorganisme patogen (bakteri, jamur, dan virus) dan alergen.

Kemudian, memecah komponen PM 2.5 yang berdampak buruk pada tubuh manusia. Pada tahun 2020, teknologi nanoe X terbukti efektif melawan Novel Coronavirus (SARS-Cov-2) hingga 99.99% (Berdasarkan hasil uji validasi dari lembaga riset Texcell, Perancis) sebagai salah satu upaya perlindungan di saat pandemi.

Keisuke Nakagawa, Marketing Director PT PGI, menyatakan peluncuran New AC Inverter seri XPU-XKJ dan seri PU-XKJ merupakan terobosan Panasonic dalam membantu masyarakat Indonesia untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

“Kami menyadari Panasonic tidak hanya menghadirkan AC yang berfungsi mendinginkan ruangan, namun juga kami ingin memberikan nilai lebih melalui fitur-fitur yang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia. Melalui peluncuran AC Inverter XPU dan PU series ini, kami bangga dapat mempersembahkan produk AC tangguh karya anak bangsa yang berkualitas tinggi,” tutup Keisuke.

Selain teknologi nanoe™X yang dapat menghambat Novel Coronavirus (SARS-Cov-2) hingga 99.99%, AC Inverter seri XPU-XKJ dan seri PU-XKJ juga memiliki ECO Mode yang merupakan fitur untuk membatasi daya AC hingga 50%, sehingga watt yang dikonsumsi dapat dikurangi ketika fitur ini diaktifkan.

Terakhir, Panasonic menciptakan ComfortCloud, sebuah aplikasi smartphone yang memiliki fungsi mengontrol AC dalam satu genggaman dimanapun dan kapanpun. Produk AC Inverter terbaru Panasonic ini mulai dipasarkan pada Desember 2021. Konsumen dapat membeli produk dengan teknologi terbaru ini di e-commerce ataupun toko elektronik Panasonic terdekat.(gus)

Teks foto: PT PGI gelar peluncuran produk AC Inverter pertama buatan Indonesia.(ist)

CX Summit 2021 Ajak Praktisi dan Pelaku Bisnis Tingkatkan Pengalaman Digital Pelanggan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO—PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menyelenggarakan Customer Experience (CX) Summit 2021 untuk keempat kalinya dengan mengusung tema “Revive and Thrive Your Business by Transforming Customer Experience”.

Tema yang dipilih menggambarkan harapan membangkitkan kembali semangat dan motivasi untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah melewati pandemi selama dua tahun ini, sehingga mampu membangkitkan kembali perekonomian bisnis dengan mentransformasikan customer experience serta strategi yang lebih tepat.

Acara ini diisi keynote speaker dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno serta Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. Turut meramaikan conference ini juga dihadiri oleh para narasumber dari berbagai kalangan dan industri.
 
CX Summit 2021 merupakan kolaborasi antara Telkom dengan Indonesia Customer Experience Professional (ICXP) membahas aspek-aspek strategis yang mengedepankan peningkatan kualitas pengalaman pelanggan atau yang sering disebut sebagai Customer Experience (CX), diantaranya aspek terkait transformasi perusahaan menuju customer-centric, customer experience bagi perusahaan, industri UMKM (Usaha Kecil, Mikro dan Menengah), industri ekonomi kreatif dan pariwisata.
 
Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, mengatakan bahwa customer experience menjadi strategi diferensiasi yang penting dilakukan oleh semua bisnis agar dapat bertahan dalam kompetisi di era Experience Economy ini.

“Customer experience telah menjadi salah satu prioritas TelkomGroup sejak beberapa tahun terakhir. Untuk itu, Telkom masih terus berupaya menghadirkan customer experience yang semakin baik dari waktu ke waktu,” katanya melalui pernyataan tertulis yang diterima sumutpos.co, baru-baru ini.

Menurutnya, Telkom pun berkomitmen untuk terus meningkatkan dan mengembangkan ekosistem serta kapabilitas digital untuk membangun kedaulatan digital bangsa, membangun negara yang kuat, dan meraih peluang-peluang baru di seluruh negeri.
 
CX Summit 2021 dilaksanakan dalam format online conference dan virtual exhibition dengan total visitors periode 6-9 Desember 2021 sebanyak 4.300 pengunjung. Meskipun diselenggarakan secara online, tidak mengurangi esensi dari tujuan kegiatan itu.

Bahkan dengan metode online, acara ini dapat diikuti lebih banyak partisipan dan narasumber termasuk dari mancanegara seperti Jeremy Utley, Director Executive Education Stanford School yang hadir secara live dari Silicon Valley, Amerika Serikat.
 
Menparekraf RI, Sandiaga Uno mengatakan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif turun berdampak yang luar biasa karena pandemi di beberapa lini. Ini bisa dilihat dari menurunnya tren konsumsi dan tren menurunnya wisatawan domestik dan internasional.

“Pada saat pandemi, ada sektor yang menjadi pandemic winner, seperti fashion, kuliner dan griya khususnya bidang parekraf yang terdigitalisasi kontribusi terhadap PDB-nya naik 7,5% dan bahkan Indonesia berada di tiga dunia dengan nilai kontribusi 1.100 triliun rupiah,” ujarnya.
 
Melalui tema “Optimism for Revival of Tourism and Business in Indonesia Towards 2022”, diharapkan even ini dapat meningkatkan partisipasi pelaku wisata dan ekonomi kreatif untuk bisa mendapatkan pencerahan, ide-ide baru dalam menghadapi isu-isu customer experience dengan berorientasi pada menghadirkan pengalaman pelanggan yang terbaik.
 
Adapun Teten Masduki memberikan apresiasi dan dukungan terhadap acara CX Summit 2021. Ia memaparkan kembali dominasi UMKM yang memiliki kontribusi cukup besar pada PDB nasional. Data pihaknya menyebutkan jika UMKM mendominasi 99,9% pelaku usaha di Indonesia, berkontribusi sebanyak 61% terhadap PDB nasional, mampu menyerap tenaga kerja hingga 97 persen dan kontribusi pada ekspor sebesar 14,37%.
 
“Pelaku UMKM memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan dan pemulihan ekonomi nasional,” katanya.

Terlebih di tengah disrupsi karena pandemi dan disrupsi digital gelombang kedua, sambung dia, transformasi digital menjadi sangat penting bagi UMKM. Ekonomi digital Indonesia bahkan tumbuh sangat signifikan.

“Pada 2020, nilai ekonomi digital tercatat mencapai Rp640 triliun. Angka ini diproyeksi meningkat 8 kali lipat menjadi Rp4.351 triliun di 2030,” sebutnya.
 
Masih Teten, saat ini ada 16,4 juta UMKM telah terhubung ke dalam platform digital. Angka ini menunjukkan pertumbuhan lebih dari 100 persen sejak awal pandemi. Oleh karenanya pendampingan berkelanjutan, insentif bagi pelaku usaha, dan infrastruktur menjadi elemen kunci yang sangat dibutuhkan UMKM RI untuk bertransformasi digital.
 
Sementara itu, Helmy Yahya Business Coach & YouTuber dan juga sebagai Advisor dari ICXP juga menyampaikan bahwa CX adalah hal yang sangat penting.

“Jangan sekali-sekali memberikan CX yang buruk bagi visitor karena they will never come back. Sebaik apapun tempatnya, kalau pengalaman pelanggannya buruk, dijamin mereka tidak akan kembali” ujar dia.
 
Selain online conference, kehadiran Virtual Exhibition dengan konsep 3D dan 360 degree view yang dibuka pada 6-10 Desember 2021 turut meramaikan CX Summit 2021 dengan beragam showcase inovasi dan teknologi yang dapat menunjang keberlangsungan bisnis secara digital dan meningkatkan kualitas dari strategi customer experience. Di sana, partisipan dapat bereksplorasi dalam menggali informasi dan kapabilitas dari kemajuan digital dan teknologi yang disediakan oleh para exhibitor. (rel/prn)

Sinergi dan Kolaborasi Pasar Modal untuk Negeri, BEI Berikan Apresiasi Kepada AB dan Perguruan Tinggi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dengan semakin pulihnya perekonomian nasional yang tercermin dari tren pertumbuhan pasar modal Indonesia di sepanjang tahun ini dan dukungan seluruh stakeholders pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan apresiasi kepada berbagai pihak, khususnya Anggota Bursa (AB) dan Perguruan Tinggi di Indonesia.

BEI menyelenggarakan acara Sinergi dan Kolaborasi Pasar Modal untuk Negeri.

Pada Rabu (15/12), BEI menyelenggarakan acara Sinergi dan Kolaborasi Pasar Modal untuk Negeri yang merupakan rangkaian peluncuran pesan edukasi pasar modal: Paham, Punya, dan Pantau, kemudian peluncuran InvestHub di situs web BEI www.idx.co.id, Pengumuman Pemenang GI-A-Thon Full Period, serta Penghargaan Galeri Investasi (GI) BEI Terbaik 2021. Acara ini dihadiri oleh jajaran Manajemen Self-Regulatory Organization (SRO), AB, Pengelola GI BEI, dan Wartawan Pasar Modal.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menyampaikan bahwa kemajuan teknologi dan informasi sangat berperan terhadap perkembangan pasar modal Indonesia. Dengan adanya kemajuan teknologi sekaligus informasi, peningkatan kesadaran, literasi dan inklusi pasar modal kepada masyarakat Indonesia menjadi lebih mudah, murah serta transparan bahkan kredibel.

Berdasarkan data BEI dari Januari sampai November 2021, dari sisi edukasi, terdapat 6.571 aktivitas edukasi yang telah dijalankan, dengan jumlah peserta lebih dari satu juta orang.

“Dari total tersebut, 88 persen atau sekitar 5.000 aktivitas edukasi memanfaatkan sarana digital dengan jumlah peserta lebih dari 950 ribu orang,” ujar Inarno.

Data KSEI per 10 Desember 2021 mencatat sepanjang tahun ini jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 7.279.980 single investor identification (SID) atau tumbuh 87,59 persen dibandingkan pencapaian di akhir tahun 2020 sebesar 3.880.753 SID.

Sedangkan jumlah investor saham telah mencapai 3.375.221 SID atau naik 99,09 persen dari jumlah 1.695.268 SID pada akhir tahun lalu.

Paham, Punya, dan Pantau Pada kesempatan yang sama, BEI mengenalkan pesan edukasi pasar modal “Paham, Punya, dan Pantau” untuk mengedukasi masyarakat secara luas tentang cara investasi yang benar. Pesan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat tentang cara investasi yang benar seiring dengan peningkatan signifikan dari jumlah investor baru pasar modal Indonesia.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan, pesan Paham, Punya, dan Pantau masing-masing memiliki muatan cara-cara berinvestasi yang dapat menjadi pedoman bagi calon investor ketika memulai berinvestasi di pasar modal Indonesia.

“Paham dalam berinvestasi itu harus menggunakan dana lebih, paham kesesuaian profil risiko produk investasi dengan profil risiko dari masing-masing investor, dan paham tujuan investasinya,” ujar Hasan.

Pesan Punya dimaksudkan bahwa, memiliki (punya) produk investasi saat ini sudah lebih mudah serta murah, namun investor tetap perlu berlatih untuk melakukan diversifikasi agar pertumbuhan portofolio investasinya dapat lebih stabil dan terjaga.

Melalui pesan Pantau, lanjut Hasan, investor perlu untuk memantau secara berkala portofolio investasinya, baik dari sisi pergerakan harganya maupun kinerja
perusahaannya, serta update dengan berita dan informasi terkait produk investasinya agar meningkatkan pengetahuan sekaligus menambah pertimbangan dalam investasinya.

Selain itu, kata Hasan, demi semakin memudahkan investor pemula maupun calon investor memahami berbagai hal terkait pasar modal Indonesia, maka BEI menyediakan wadah pembelajaran yang bernama halaman InvestHub di situs web BEI www.idx.co.id. InvestHub memuat informasi, mulai dari tata cara pembukaan rekening efek, definisi dari ragam instrumen investasi di pasar modal Indonesia, serta informasi lain yang dapat menjadi bekal investor pemula maupun calon investor sebelum berinvestasi.

Sejak pertama kali diresmikan pada 2010 silam dengan nama awal adalah Pojok Bursa, per 3 Desember 2021, BEI telah memiliki 574 GI BEI yang tersebar di seluruh Indonesia.

Peran GI BEI sebagai salah satu ujung tombak pengembangan pasar modal membuat masyarakat menjadi lebih mudah, inklusif, dan intens dalam mendapatkan informasi melalui sosialisasi serta edukasi yang dilaksanakan oleh BEI.

BEI rutin melakukan pemantauan terhadap keaktifan setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh masing-masing GI BEI. Evaluasi ini menjadi poin krusial agar masyarakat memperoleh pelayanan optimal ketika membutuhkan informasi pasar modal melalui GI BEI.

Sebagai bentuk apresiasi bagi GI BEI teraktif dan AB Mitra pendamping GI dengan kinerja terbaik, maka pada tahun ini diselenggarakan
kembali Penghargaan GI BEI yang merupakan tahun kesebelas penyelenggaraan acara ini.

Kategori pertama adalah Kategori GI BEI Teraktif berdasarkan Penambahan Jumlah Rekening Efek di periode penilaian Oktober 2020 – September 2021, dimenangkan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan jumlah pertumbuhan rekening efek baru sebanyak 2.330 SID.

Disusul oleh UIN Raden Mas Said Surakarta di posisi kedua dengan 1.115 SID, dan Universitas Islam Malang di posisi
ketiga dengan 877 SID baru.

Kategori kedua, yaitu GI BEI Teraktif berdasarkan Nilai Transaksi yang dimenangkan oleh Politeknik Bisnis dan Pasar Modal (BCM College) dengan nilai transaksi Rp1.588.815.197.061,00. STIE Trisakti (Trisakti School of Management) di posisi kedua dengan nilai transaksi Rp1.375.943.268.141,00, dan Universitas Ciputra di posisi ketiga dengan nilai transaksi Rp515.892.333.099,00.

Kategori GI BEI Teraktif berdasarkan Aktivitas Edukasi dan Pemerataan Informasi merupakan kategori ketiga dan dimenangkan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan total angka yang diraih adalah 448,98 poin. Pemenang kedua adalah FEB Islam UIN Sunan Ampel Surabaya dengan total angka sebesar 432,53 poin, dan Universitas Palangka Raya sebagai pemenang ketiga untuk kategori ini dengan total angka sebesar 431,45 poin.

Kategori keempat, GI BEI Teraktif berdasarkan Pengembangan dan Inovasi Kegiatan yang dimenangkan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan inovasi berupa Penciptaan Inklusi Massal Melalui Program Vaksinasi Dosis 1 di Purwokerto, diikuti oleh 628 peserta. Pemenang kedua adalah Universitas Ma Chung dan pemenang ketiga adalah Universitas Palangka Raya.

Di Penghargaan GI BEI 2021, terdapat pula apresiasi kepada AB mitra GI BEI dengan kinerja terbaik, yaitu PT Phintraco Sekuritas, PT MNC Sekuritas, dan PT Phillip Sekuritas Indonesia.

BEI juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada 2 GI BEI non kampus, yakni GI BEI Desa Sidorejo (Lampung) dengan AB Mitra PT Phintraco Sekuritas, dan GI BEI Kopi Tjoean dengan mitra AB
PT Phillip Sekuritas Indonesia.

BEI juga memberikan apresiasi kepada 9 GI BEI terbaik di wilayah Kantor Perwakilan BEI di seluruh Indonesia. Apresiasi ini diberikan kepada kesembilan GI BEI karena telah berperan aktif dalam peningkatan literasi untuk pengembangan pasar modal di daerah, walaupun belum masuk dalam kriteria
dasar pemilihan finalis Penghargaan GI BEI.

Tidak hanya itu, telah diumumkan juga pemenang program GI-A-Thon Full Period, sebuah tantangan bagi seluruh GI BEI di Indonesia untuk meningkatkan aktivitas kegiatan edukasi, meningkatkan pertumbuhan investor baru, meningkatkan aktivitas transaksi investor GI BEI, meningkatkan kesadaran mengenai Acuan Kepemilikian Sekuritas (AKSes), dan pengoptimalan sistem Regional Development Information System (RDIS) sebagai sistem pengelolaan kegiatan komunikasi berbasis web dengan AB bersama BEI – monitoring – serta pelaporan.

BEI juga memberikan apresiasi kepada Pengurus GI BEI maupun perwakilan Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) yang aktif dalam menyelenggarakan sosialisasi dan edukasi di lingkungan GI BEI dalam bentuk dukungan untuk mengikuti pelatihan maupun ujian sertifikasi di bidang pasar modal.

Tujuannya agar kompetensi Pengurus GI BEI maupun perwakilan KSPM dapat semakin bertambah, sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah profesional di pasar modal Indonesia.(gus)

Riset LDUI: Gojek jadi Andalan Mitra dan Masyarakat Medan untuk Tetap Produktif Selama Masa Pandemi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pandemi Covid-19 yang memasuki tahun kedua telah mendorong masyarakat untuk mencari jalan keluar untuk tetap dapat beraktifitas dalam keterbatasan mobilitas. Penggunaan aplikasi berbasis internet atau digital menjadi semakin luas, dan adaptasi teknologi menjadi suatu kebutuhan utama. 

“Selama pandemi, saya banyak terbantu dengan adanya jasa ojek online untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk belanja kebutuhan pokok, beli makanan jadi, dan kalau memang perlu keluar rumah, saya lebih memilih menggunakan jasa ojol atau taksol,” jelas Prama seorang karyawan swasta di Medan. Pernyataan Prama mencerminkan tantangan sekaligus potensi ojol yang dirasakan oleh Afrizal, seorang pengemudi ojek online. 

“Pandemi mempengaruhi pendapatan kami sebab banyak pekerja yang bekerja dari rumah, atau anak sekolah yang sekolah dari rumah. Sekarang di Medan sudah lebih baik, karena anak sekolah sudah mulai tatap muka dan para pekerja sudah banyak yang kembali ke kantor. Mall juga sudah buka,” ungkap Afrizal lebih lanjut. 

Afrizal menambahkan bahwa adaptasi menjadi kunci penting, selain itu dia juga merasa beruntung karena mendapat bantuan dari Gojek, aplikasi yang digunakannya mencari nafkah. “Dari awal pandemi, Gojek lumayan perhatian kepada driver. Kami dapat bantuan sembako, masker, hand sanitizer dan sempat juga kasih bantuan dana harian. Jadi selama pandemi lumayan bisa bertahan dan sekarang keadaan sudah lebih baik, sudah bisa menabung lagi, ” jelasnya.

Tidak hanya itu, Afrizal menambahkan, Gojek mengupayakan agar para mitra sebagai urat nadi transportasi dan logistik ini mendapatkan vaksinasi sehingga memberikan keamanan baik bagi mitra maupun pengguna layanan. Saat ini di Medan, 7 dari 10 mitra driver sudah divaksin dan akan terus bertambah.

Pernyataan Afrizal ini tercermin pula dalam riset Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) yang memperkirakan kontribusi ekonomi digital Gojek dan GoTo Financial (di luar Tokopedia) sebanyak 4,1% dari PDRB Medan atau sekitar Rp 9,9 triliun di tahun 2020. 

Hal itu terungkap dalam riset berjudul “Kontribusi Ekosistem Gojek dalam Mendukung Pemulihan Ekonomi Kota Medan Selama Pandemi 2020-2021′. Peneliti LD FEB UI Dr. Alfindra Primaldhi mengatakan riset ini merupakan penelitian keempat terkait dampak ekosistem Gojek yang dilakukan setiap tahunnya.

“Pada riset tahun ini, kami melihat mitra dalam ekosistem Gojek mulai mengalami peningkatan pendapatan dibandingkan awal pandemi. Hal ini menunjukkan ekosistem Gojek membantu percepatan proses pemulihan pada mitranya,” jelas Dr. Alfindra dalam keterangan tertulis dari LDUI. 

Temuan menarik lainnya dari riset ini adalah bagaimana layanan Gojek telah menjadi pilihan utama bagi konsumen di Kota Medan, serta kemampuan ekosistem Gojek mendukung mitra-mitranya selama pandemi sehingga mereka optimis terhadap pemanfaatan platform online sebagai tempat mencari nafkah. Temuan-temuan utama riset ini adalah sebagai berikut:

  • Mitra driver mengalami pemulihan melalui peningkatan pendapatan sebesar 25% untuk layanan GoCar, 17% untuk layanan GoRide dan 18% untuk mitra layanan GoSend dibandingkan di awal pandemi.
  • 91% mitra driver GoRide dan 81% mitra driver GoCar tetap berpenghasilan selama pandemi untuk menafkahi diri dan keluarga melalui kemitraan dengan Gojek.
  • 77% mitra driver GoSend Menganggap fleksibilitas waktu yang didapatkan melalui kemitraan dengan Gojek sangat dirasakan manfaatnya.
  • 82% mitra GoRide dan 77% mitra GoCar menyatakan bahwa fleksibilitas waktu dengan bermitra dengan Gojek membuat mereka bisa memiliki waktu yang cukup untuk keluarga atau kehidupan sosial mereka. 
  • Mitra mengapresiasi berbagai dukungan yang diberikan Gojek seperti potongan harga dari program Swadaya, inisiatif menjaga keamanan, kesehatan, dan higienitas mitra; serta layanan kepesertaan BPJSTK/ asuransi.

Data juga menemukan bahwa konsumen merasakan manfaat dari penggunaan layanan Gojek, termasuk bagaimana layanan transportasi Gojek meningkatkan produktivitas, banyak promo pesan antar makanan GoFood, dan keamanan pengiriman barang melalui GoSend. Selain itu penelitian tersebut juga menemukan bahwa:

  • Lebih dari 80% konsumen menyatakan program vaksinasi Gojek memberikan konsumen merasa aman. 
  • Tiga alasan utama konsumen menggunakan layanan GoCar: mitra memberikan layanan yang profesional, kendaraan yang bersih dan higienis, dan memberikan rasa aman bagi konsumen.
  • Sebagian besar konsumen di kota Medan (85%) menyatakan akan terus menggunakan layanan Gojek ke depannya meskipun tanpa promo.

Dikutip dari sejumlah artikel yang dikeluarkan Gojek sebelumnya, selama masa pandemi, Gojek telah mengeluarkan sekitar Rp 1 triliun untuk berbagai inisiatif mendukung mitra UMKM dan mitra driver. Inisiatif tersebut bertujuan membantu mitra bertahan, tumbuh, dan bangkit bersama menghadapi pandemi. 

Salah satu bentuk bantuan kepada mitra driver diwujudkan melalui Program Kesejahteraan Mitra Driver yang dinamakan Program Gojek Swadaya. Total penghematan dari seluruh mitra driver yang memanfaatkan Program Gojek Swadaya rata-rata mencapai Rp 17 miliar setiap bulan. 

Program Swadaya menawarkan berbagai produk untuk membantu penghematan biaya operasional mitra driver. Ragam produk tersebut mulai dari paket telekomunikasi khusus hanya untuk mitra driver Gojek, keringanan biaya perawatan kendaraan mulai dari bahan bakar, oli, hingga suku cadang, subsidi kebutuhan belanja sehari-hari, dan masih banyak lagi. Ragam upaya yang dikerahkan Gojek melalui program Gojek Swadaya tersebut tak lepas dari dukungan perusahaan-perusahaan rekanan yang juga memiliki kepedulian yang sama kepada jutaan mitra driver Gojek.

Salah satu bagian dari Program Swadaya adalah Beasiswa Gojek yang diberikan kepada anak-anak mitra Gojek yang berprestasi. Tahun ini, 3 anak mitra Gojek sukses meraih beasiswa dari Gojek untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang perguruan tinggi di Politeknik Negeri Medan. Sebelumnya, di tahun 2020, putri seorang srikandi mitra Gojek meraih beasiswa dari Gojek dari perguruan tinggi yang sama.

Menurut riset Lembaga Demografi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (LD FEB UI) tahun 2021, ragam manfaat dari bantuan yang dirasakan oleh mitra driver Gojek melalui program Gojek Swadaya pun menjadi salah satu alasan terkuat untuk terus bermitra dengan Gojek. “Hal ini menunjukkan ekosistem Gojek membantu percepatan proses pemulihan pada mitranya,” tutup Alfindra. (rel)

Serapan Anggaran 2021 Medan Termasuk Rendah, Ini Alasannya..

ilustrasi anggaran

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan termasuk menjadi satu daerah di Sumatera Utara (Sumut) yang memiliki serapan anggaran belanja rendah jelang akhir 2021 ini.

ilustrasi anggaran

Selain Kota Medan, terdapat Pemkab Karo yang juga mengalami kondisi serupa. Hal ini terungkap dalam kegiatan Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun Anggaran 2022 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman No 41 Medan, Senin (13/12) lalu.

Melalui layar lebar, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, menampilkan 5 kabupaten dan kota dengan serapan anggaran belanja terendah. Rinciannya terdiri dari, Kabupaten Karo 41,53 persen, Toba 41,56 persen, Padanglawas 41,83 persen, Kota Medan 42,40 persen, dan Sibolga 42,45 persen. Adapun 5 daerah lain dengan serapan anggaran tertinggi di Sumut pada 2021 ini, yakni Kabupaten Batubara 70,75 persen, Asahan 67,69 persen, Tapanuli Tengah 67,31 persen, Samosir 67,09 persen, dan Tapanuli Selatan 66,42 persen.

Menurut Edy, dia berupaya keras agar serapan APBD Sumut Tahun Anggaran (TA) 2021 ini dalam posisi tinggi.

“Kalau di Desember ini sudah 76 persen (serapan anggaran belanja),” ungkap Edy, seraya mengapresiasi kabupaten kota dengan serapan anggaran cukup maksimal tersebut.

Pada kesempatan itu, Edy turut menyampaikan, Sumut akan fokus membangun sektor pertanian pada 2022 mendatang. Hemat dia, sektor pertanian menjadi sasaran utama, mengingat berhubungan dangan pangan. Terlebih dengan validnya kondisi ekonomi saat ini, baik tingkat global bahkan juga provinsi, sehingga pangan harus diperkuat.

“Covid-19 ini menguras semua rencana-rencana kita. Tapi kita alihkan ini semua ke pangan nanti,” jelasnya.

Meskipun fokusnya mengatasi persoalan pangan, pembangunan infrastruktur tetap akan dilakukan dengan mengacu RPJMD Sumut.

“Sudah pasti sebelum Covid-19 ada proyek yang ditunda. Untuk itu, akan ditindaklanjuti yang berikutnya,” tutur Edy.

Edy juga berjanji, akan mengejar target-target pembangunan Sumut yang direncanakan sebelumnya. Namun terkendala pandemi Covid-19, sehingga alokasi anggaran harus di-refocusing.

“Kita kejar target-target Sumut ini, dari yang pertama adalah masalah pendidikan, kesehatan, pertanian, dan infrastruktur,” pungkasnya. (prn/saz)