MEDAN, SUMUTPOS.CO- Partai Demokrat Kota Medan menggelar doa bersama untuk kesembuhan Ketua Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Doa bersama yang dihadiri lebih dari 100 orang yang terdiri dari para pengurus, kader, dan simpatisan ini digelar di kantor DPC, Jalan DI Panjaitan Medan, Kamis (4/11/2021). Mereka berharap, Presiden Republik Indonesia ke-6 ini segera pulih kembali.
Pantauan SumutPos.co, kegiatan ini berlangsung mulai pukul 16.00 WIB. Diawali dengan salat Ashar berjamaah. Usai salat, puluhan kader duduk di atas tikar dengan posisi melingkar.
Tampak hadir Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan Burhanuddin Sitepu, Anggota DPRD Sumut Armyn Simatupang, Ketua DPC Partai Demokrat Deliserdang Hj Anita Lubis, Sekretaris DPC Parlindungan Sipahutar, Bendahara DPC Ishaq Abrar Mustafa Tarigan, Ketua Bappilu Subanto, dan pengurus lainnya. Acara dipandu Ketua Panitia Ustad Denny Kurniawan dan doa dibawakan oleh Ketua Majelis Nurul Burhanuddin, Ahmad Fuad Sinaga.
Anggota DPRD Sumut, Armyn Simatupang menyambut positif kegiatan yang dilaksanakan DPC Partai Demokrat Kota Medan. Dikatakannya, sebagai kader Partai Demokrat, dirinya berempati atas kondisi kesehatan SBY saat ini. Armyn berharap, doa yang dibacakan para kader dan simpatisan Partai Demokrat ini dijabah Allah SWT.
“Pak SBY adalah salah satu tokoh bangsa. Beliau bapak bangsa yang masih kita butuhkan sumbangsih pemikirannya dalam merawat bangsa dan negara. Doa para kader dan simpatisan Partai Demokrat ini tentu akan menguatkan Pak SBY dan seluruh keluarga besar dalam menghadapi cobaan ini,” kata Armyn.
Dikatakannya, kegiatan yang dilaksanakan Burhanuddin Sitepu selaku Ketua DPC Partai Demokrat ini patut dicontoh oleh DPC lain di Sumatera Utara. Ia juga berharap, seluruh warga Sumatera Utara ikut mendoakan kesembuhan SBY yang merupakan Presiden ke-6 Republik Indonesia.
“Saya sebagai pribadi merasa terharu dengan keikhlasan dari kader Demokrat Kota Medan yang secara ikhlas mendoakan kesembuhan Pak SBY. Semoga Allah SWT mengabulkan doa kita semua sehingga Pak SBY bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” pungkas Armyn.
Sementara, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan Burhanuddin Sitepu mengajak seluruh kader Partai Demokrat Kota Medan untuk mendoakan agar SBY diberikan kesehatan dan segera diangkat penyakitnya. “Saat ini orang tua kita sedang dalam perawatan di AS. Menurut dokter yang merawat, perobatannya harus melalui operasi dan menurut prediksi, Pak SBY akan menjalani perawatan selama 1,5 bulan di sana. Mudah-mudahan melalui apa yang kita bacakan tadi dapat diangkat penyakitnya,” kata Burhanuddin.
Anggota DPRD Kota Medan tiga periode ini juga mengimbau kepada seluruh kader, agar tidak terlalu khawatir dengan kondisi Pak SBY, karena penyakit yang dideritanya masih stadium awal. “Jadi doa bersama ini merupakan bentuk ikhtiar kita agar Allah SWT segera mengangkat penyakit beliau. Kita sebagai kader Demokrat, merasa perlu menggelar doa bersama ini. Sekaligus juga kita mengirimkan doa untuk Almh Ani Yudhoyono dan Pramono Edhi Wibowo di mana keduanya juga merupakan tokoh terbaik partai demokrat,” pungkasnya. (adz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Beberapa buruh mengatasnamakan puluhan buruh PT Bukit Intan Abadi (PT BIA), Jalan Pulau Nias No 38 Medan, yang diputus kontrak kerja secara sepihak oleh manajemen perusahaan, mendatangi Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumatera Utara untuk mengadukan nasibnya. Kedatangan buruh PT BIA tersebut diterima oleh dr Meriahta Sitepu dan dr Poraddah Nababan di ruang rapat Fraksi PDI Perjuangan, Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (4/11/2021).
Meriahta Sitepu yang merupakan Sekretaris Komisi E DPRD Sumatera Utara menyambut baik kedatangan perwakilan buruh PT BIA dan menyatakan terimakasih telah mendapat kepercayaan dari salah satu sektor masyarakat untuk mengadukan nasibnya dan mempersilahkan juru bicara perwakilan buruh tersebut untuk menyampaikan persoalannya.
Sri Mulyani yang dipercaya menjadi juru bicara buruh PT BIA menyampaikan, sejak Agustus 2021 mereka telah diberhentikan secara sepihak oleh perusahaan tanpa terlebih dahulu ada pemberitahuan atau surat peringatan. “Kami sudah bekerja di PT BIA selama 5 – 15 tahun kerja, tiba-tiba saat masuk kerja sudah tidak diterima lagi dan dipaksa untuk menandatangani surat pengunduran diri dengan ancaman gaji bulanan tidak akan diberikan kalau tidak mau mendatangani surat itu,” ujar Sri Mulyani.
Menurutnya, pemutusan hubungan kerja sepihak ini telah melanggar undang-undang tenaga kerja karena semua buruh yang diberhentikan tidak diberikan uang tanda jasa atau pesangon. “Kedatangan kami ke DPRD Sumut ini untuk minta tolong supaya dibantu agar perusahaan mau memberikan uang pesangon kami, yang bila dihitung jumlahnya untuk yang sudah bekerja selama 15 tahun bisa mencapai Rp40 juta hingga Rp50 juta,” lanjut Sri Mulyani.
Menyahuti hal tersebut, dr Porada Nababan yang juga anggota Komisi E DPRD Sumut menyatakan, akan menindaklanjuti pengaduan ini kepada pihak-pihak terkait terutama kepada PT BIA dan Dinas Tenaga Kerja Sumut. “Kami minta kepada perwakilan buruh untuk mengirimkan pengaduan secara resmi ke DPRD Sumut dan selanjutnya secara resmi melalui Komisi E akan menindaklanjuti persoalan ini sekaligus akan memanggil semua pihak untuk menyelesaikan secara baik-baik dengan penuh rasa kemanusiaan,” pungkas Poraddah. (adz)
JAKARTA.SUMUTPOS.CO – Usai KTT COP26 di Glasgow-Skotlandia, Presiden RI Joko Widodo beserta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju lainnya, melanjutkan kunjungan kerja di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA), pada 3-4 November 2021.
Kegiatan pertama adalah pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Abu Dhabi/Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata PEA, Y.M. Mohammed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Al-Shatie. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa kedua negara akan terus meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi, terutama setelah diluncurkannya perundingan perjanjian Indonesia – UAE Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE- CEPA) pada September 2021 lalu, dan diharapkan dapat selesai dalam jangka waktu lebih kurang 1 (satu) tahun.
Dengan adanya perjanjian CEPA, harapannya kedua negara dapat meningkatkan angka perdagangan hingga di atas 3 kali lipat dari saat ini, dan menaikkan peringkat investasi PEA di Indonesia dari yang sebelumnya di peringkat 25.
“Terlebih dengan telah diundangkannya UU Cipta Kerja yang memudahkan proses layanan perdagangan dan investasi asing sebagai bagian dari transformasi ekonomi Indonesia menuju pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19,” ujar Menko Airlangga.
Secara khusus Indonesia berharap PEA dapat meningkatkan investasinya di bidang kesehatan dan ekonomi hijau dan berkelanjutan. Selain itu, kedua negara sepakat melakukan langkah-langkah peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi, termasuk di bidang industri pertahanan melalui mekanisme bilateral yang telah terbentuk. Termasuk merealisasikan sejumlah perjanjian kerja sama yang dihasilkan dan disepakati dalam 3 tahun terakhir.
“Beberapa investasi yang didorong dalam kunjungan ini antara lain kerja sama investasi melalui Sovereign Wealth Fund INA, kerja sama energi terbarukan, ritel dan infrastruktur pelabuhan dan jalan tol, kerja sama kesehatan, serta teknologi digital,” jelas Menko Airlangga.
Selama kunjungan di Abu Dhabi, Presiden Jokowi dan rombongan juga berkesempatan mengunjungi Jubail Mangrove Park, meninjau rencana lokasi gedung baru KBRI Abu Dhabi, melintasi jalan yang dinamakan President Joko Widodo Street, dan juga lokasi pembangunan President Joko Widodo Mosque.
Selanjutnya, Presiden dan rombongan akan bertolak ke Dubai untuk mengadakan pertemuan dengan Wakil Presiden dan Perdana Menteri PEA/Ruler of Dubai, Y.M. Sheikh Mohammed bin Rasid Al Maktoum, kemudian menghadiri acara Indonesia-UAE Investment Forum/Business Forum, menyaksikan sejumlah kesepakatan kerja sama bilateral kedua negara, mengunjungi Paviliun Indonesia, serta menghadiri acara National Day Paviliun Indonesia dalam Dubai Expo 2020.
Mengenai IUAE-CEPA, proses perundingannya telah dilaksanakan sebanyak 2 (dua) putaran secara hybrid, yang mana pada putaran kedua (28-30 Oktober 2021) telah berhasil disepakati beberapa pasal terkait substansi. Sesuai kesepakatan kedua Pemimpin Negara, disepakati bahwa Perjanjian CEPA kedua negara akan diselesaikan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun atau kurang.
Nilai perdagangan kedua negara pada 2020 mencapai US$2,9 miliar, sementara dari nilainya pada Januari hingga Agustus 2021 sudah mencapai sekitar US$2,4 miliar. Nilai investasi PEA di Indonesia periode 2017-2021 yaitu US$189,8 juta dengan sebanyak 484 proyek.
Kunjungan Presiden Jokowi ke PEA kali ini merupakan kunjungan kedua, setelah kunjungan pertama pada 8-9 Januari 2020 lalu. Sebelumnya, Putra Mahkota Abu Dhabi/Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata PEA, Y.M. Mohammed Bin Zayed Al Nahyan berkunjung ke Indonesia pada 24 Juli 2019.
Selain Menko Perekonomian, Menteri Kabinet Indonesia Maju lain yang ikut mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan di PEA ini yaitu Menko Marinves, Menlu, dan Menteri BUMN. Selain itu, Seskab, jajaran KADIN Indonesia, dan sejumlah Pimpinan BUMN/Perusahaan Swasta Nasional. (dep7/rep/fsr/*)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (Perseroan) melaksanakan kegiatan Public Expose atau Paparan Publik secara virtual pada Rabu (3/11). Dalam Public Expose ini, Direksi memaparkan kinerja, fokus dan strategi usaha Perseroan dalam sembilan bulan pertama 2021.
Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutandar saat menyampaikan paparan publik secara virtual.(ist).
Dalam paparan publik tersebut, Presiden Direktur WOM Finance, Djaja Suryanto Sutandar menyampaikan Perseroan telah melakukan beberapa inovasi dan inisiatif dalam rangka perbaikan kinerja Perseroan di tengah pandemi Covid 19. Perseroan telah merealisasikan proses digitalisasi akuisisi dan channel payment.
Selain itu Perseroan telah berhasil menerapkan Work by Virtual dalam rapat, training, sosialisasi dan aktivitas operasional bagi karyawan. Perseroan juga telah menjalankan sentralisasi proses operasional dan kredit serta optimalisasi produktivitas dan efektivitas tenaga marketing dan penagihan.
Untuk pengembangan produk, pada Agustus lalu Perseroan telah meluncurkan produk baru pembiayaan logam mulia bernama MasKu.“Keberhasilan Perseroan dalam menjalankan keseluruhan strategi ditengah masa sulit Pandemi Covid 19 memberikan dampak yang positif bagi pencapaian kinerja Perusahaan,” ungkap Djaja.
Total Ekuitas mengalami peningkatan 8% menjadi Rp 1,3 triliun, Return on Asset (ROA) 2.7% dengan Return on Equity (ROE) 8,1%, meningkat masing-masing dari 1,5% dan 6,1% dibandingkan September 2020. Sedangkan Non Performing Financing/NPF – Nett 0,9%, turun 1,9% dibandingkan September 2020.
“Kinerja Perseroan keseluruhan yang terus membaik ini tidak lain adalah kerja keras seluruh manajemen dan karyawan. Dengan keberhasilan ini, kami siap melakukan ekspansi yang lebih luas untuk mencapai pertumbuhan yang lebih solid demi kepuasaan konsumen dan mitra kami,” tutup Djaja.
Direktur Perseroan, Zacharia Susantadiredja menambahkan Perseroan mencatatkan laba bersih selama sembilan bulan pertama 2021 sebesar Rp76 miliar. Laba bersih ini meningkat 34% dibandingkan pada periode September 2020 yang mencapai Rp56 miliar.
“Peningkatan Laba Bersih ini didorong atas perbaikan kualitas portofolio yang signifikan, pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang sehat dan konsistensi atas efisiensi biaya dana dan operasional Perseroan,” jelasnya.
“Sedangkan total penyaluran pembiayaan kami mengalami peningkatan sebesar 69% mencapai Rp3,0 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,8 triliun,” tandasnya.(gus)
JAGA KANS: Pemain PSMS siap menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya saat bersua KS Tiga Naga di Stadion Kaharuddin Nasution, Kamis (4/11) sore.
SUMUTPOS.CO – PSMS Medan bakal melakoni laga perdana pada putaran kedua Grup A Liga 2 musim ini dengan menghadapi KS Tiga Naga di Stadion Kaharuddin Nasution, Kamis (4/11) sore. Ayam Kinantan membidik kemenangan guna menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya.
JAGA KANS: Pemain PSMS siap menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya saat bersua KS Tiga Naga di Stadion Kaharuddin Nasution, Kamis (4/11) sore.
Saat ini PSMS berada di posisi ketiga klasemen sementara Grup A. Ayam Kinantan mengoleksi enam angka dari lima laga. Anak asuh Ansyari Lubis ini tertinggal tujuh angka dari Sriwijaya FC di puncak dan dua angka dari PSPS di posisi kedua.
Untuk menjaga persaingan, Rahmad Hidayat dkk wajib mengalahkan KS Tiga Naga. “Kita wajib menang untuk menjaga peluang lolos ke babak delapan besar,” ujar Pelatih PSMS, Ansyari Lubis pada konfrensi pers virtual, Rabu (3/11).
Ansyari Lubis mengakui Tiga Naga merupakan tim bagus. Terbukti, pada pertemuan pertama di Palembang, mereka sanggup menahan PSMS dengan skor 1-1. “Tiga Naga memiliki permainan yang cepat. Tapi kita sudah siapkan strategi. Para pemain juga sudah bertekad untuk meraih kemenangann
pada laga ini,” tegas pelatih yang akrab dipanggil Uwak ini.
PSMS juga bakal mengandalkan beberapa pemain yang baru didatangkan pada jeda putaran pertama. Uwak mengatakan bakal melihat perkembangan administrasi para pemain baru. Jika sudah selesai, maka kemungkinan dimainkan pada laga ini. “Ada beberapa pemain yang datang. Kita menunggu apakah sudah disahkan atau belum.Tetapi kalau mereka bisa disahkan kemungkinan besar bisa dimainkan,” ungkapnya.
Keyakinan juga disampaikan senada sang kapten Syaiful Ramadhan. Dia dan rekan-rekannya siap bertanding berjuang untuk meraih kemenangan. “Semua pemain siap untuk bertanding mati-matian besok (hari ini, red). Kami harus meraih kemenangan demi lolos babak delapan besar,” tegasnya.
KS Tiga Naga sendiri masih memiliki peluang untuk lolos ke babak delapan besar. Saat ini mereka hanya tertinggal satu angka dari PSMS. Mereka pun ingin memanfaatkan peluang yang ada. “Kami siap mengalahkan PSMS,” ujar Pelatih KS Tiga Naga, Ferynandes Rozialta.
Dia optimis karena mental pemain Tiga Naga sedang bagus, usai kemenangan atas Semen Padang pada laga terakhir. “Kondisi mental pemain sedang bagus. Selain itu kita bermain di kandang sendiri, berharap keberuntungan,” tambahnya. (dek)
RAKOR
Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Gubsu Edy Rahmayadi saat Rakor dengan Forkopimda se-Sumut di Rumah Dinas Gubsu, Rabu (3/11).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) terus meningkatkan antisipasi penyebaran Covid-19, terutama jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Upaya yang akan dilakukan, diantaranya membatasi mobilitas masyarakat dengan melarang cuti pegawai dan pekerja.
RAKOR
Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Gubsu Edy Rahmayadi saat Rakor dengan Forkopimda se-Sumut di Rumah Dinas Gubsu, Rabu (3/11).
GUBERNUR Sumut, Edy Rahmayadi mengatakan, berkaca dari tahun lalu, peningkatan kasus Covid-19 di Sumut terjadi usai Nataru. Puncaknya pada 10 Februari dengan 224 kasus per hari. Karenanya, salah satu langkah yang diambil Pemprov Sumut adalah melarang cuti bagi pekerja untuk mengurangi mobilitas masyarakat.
“Kita batasi cuti untuk membatasi mobilitas masyarakat. Kita tidak ingin ada lonjakan kasus lagi karena tahun lalu setelah libur kenaikan kasus terjadi,” kata Edy dalam rapat koordinasi mengenai antisipasi mobilitas masyarakat jelang Nataru 2022 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Rabu (3/11). Rakor kali ini terasa istimewa, sebab langsung dipimpin Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam rapat itu, Kapolri menyerukan semua pihak mencegah terjadinya ledakan kasus Covid-19 gelombang ketiga di Indonesia. Salah satunya pada saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 mendatang.
Kapolri Listiyo Sigit Prabowo menginstruksikan antara lain dilakukannya antisipasi lonjakan mobilitas masyarakat. Antara lain pelarangan digelarnya konser dan perayaan lain yang menyebabkan kerumunan. Kemudian agar ditingkatkan pelayanan fasilitas kesehatan secara maksimal. “Kegiatan akhir tahun seperti konser dan perayaan lainnya agar tidak terjadi,” kata Jenderal Listyo.
Selain itu, Listyo juga menginstruksikan pendirian posko pemeriksaan di bandara, pelabuhan, dan jalan tol, yang juga menyediakan tes antigen dan vaksinasi. Selain itu, agar didirikan posko kawasan, khususnya pada titik-titik keramaian seperti tempat pariwisata dan sentra ekonomi. “Dan tingkatkan testing aktif pada tempat-tempat yang berpotensi terjadi kerumunan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Listyo mengungkapkan, saat ini Indonesia ranking 1 di Asia Tenggara dalam penanganan pengendalian Covid. “Indonesia tidak hanya mampu menggelar even nasional, tetapi juga internasional. Tapi kita harus tetap waspada dengan transmisi varian baru,” katanya.
Even di internal Polri misalnya, ungkap Listyo, ke depan akan ada kegiatan internasional Konferensi Polwan sedunia di Labuhan Bajo. Lalu Mandalika Word Superbike. “Ini prestasi, tapi kita tetap harus waspada,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Panglima Hadi Tjahjanto. Banyak negara yang sudah masuk gelombang ketiga Covid. Seperti Belanda, Inggris, dan Jerman. Namun masalahnya, ketika diberi rileksasi, masyarakat lupa akan protokol kesehatan. ”Kita tidak boleh lengah walau kasus hariannya rendah. Prokes jaga, jangan sampai terjadi seperti negara yang tadi. Biar tidak terjadi lonjakan. Angka kematian dan kritis rendah karena mereka sudah divaksin,” katanya.
Baik Panglima TNI maupun Kapolri, sama-sama menyoroti melonjaknya kasus baru Covid-19 di 11 kabupaten/kota di Sumut belakangan ini, berdasarkan data terbaru Kemenkes RI. Adapun 11 daerah itu adalah Padangsidimpuan. Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Samosir, Toba, Labuhanbatu, Nias Selatan, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Tengah, dan Padang Lawas. “Dan di Taput menunjukkan tren kenaikan yang lebih tinggi. Mudahan-mudahan Dandim, Kapolres mendengarkan yang kami sampaikan sehingga lebih cepat respon,” kata Hadi Tjahjanto.
Hal yang sama disampaikan Kapolri. Ia mengajak semua elemen masyarakat di Sumut bergandengan tangan mewaspadai agar tidak terjadi ledakan gelombang ketiga kasus Covid. “Ada 131 kabupaten/kota tren kasus posotif naik, dimana 11 kabupaten/kota dari Sumut. Jadi ini tolong dicegah, dicek khususnya di Natal dan Tahun Baru nanti,” ujar Listyo Sigit Prabowo.
Kemenhub Batasi Perjalanan
Sementara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga mulai menyiapkan langkah-langkah mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 usai libur Natal dan Tahun Baru 2022. Salah satu fokus utama adalah terkait mobilitas masyarakat di tengah liburan.
Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati mengatakan, berbagai kemungkinan kebijakan bisa dilakukan. Dari sisi transportasinya bisa saja ada pembatasan mobilitas masyarakat ataupun pengetatan syarat perjalanan di masa libur Natal dan Tahun Baru 2022 sebagai antisipasi ledakan kasus Covid-19. Kemudian tempat wisata bisa saja diperketat syarat masuknya ataupun pembatasan kapasitas.
“Kami susun langkah itu, apakah itu pembatasan mobilitas atau pengetatan syarat, paling penting adalah bagaimana aktivitas di hulu bisa dikendalikan. Bagaimana orang berpergian untuk liburan wisata dan kepentingan sektor ekonomi lain ini harus dikendalikan,” ungkap Adita dalam diskusi virtual FMB 9, Rabu (3/11).
“Bisa saja pariwisata ada pengetatan syarat dan kapasitas dibatasi,” tambahnya. Di sisi lain, Adita bilang, sektor transportasi hanya menangkap pergerakan yang ada di tengah masyarakat. Kebijakan yang diambil pemerintah harus terintegrasi, bila hanya transportasinya saja yang dibatasi bisa-bisa terjadi antrean panjang. “Karena transportasi ini menangkap aktivitas di hulu, jadi kalau hulu nggak dikendalikan dan transportasi akan dibatasi ini malah berbalik. Takutnya, nanti ada antrean, dan overcapacity, maka ini akan terintegrasi,” ujar Adita.
Adita melanjutkan, Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy sebagai penanggung jawab kebijakan libur Natal dan Tahun Baru 2022. Muhadjir akan memimpin semua kementerian dan lembaga menyusun strategi dalam mengantisipasi lonjakan kasus saat libur Natal dan Tahun Baru 2022.
Libur Natal dan Tahun Baru biasanya dibarengi dengan meningkatnya mobilitas masyarakat. Dengan adanya hari libur, biasanya masyarakat bepergian ke tempat wisata atau ke daerah lain. “Jadi kita memang antisipasi agar mobilitas tak membuat kenaikan kasus lagi,” kata Adita.
Dia menjelaskan dari pengalaman libur Natal dan Tahun Baru 2020 ada peningkatan mobilitas masyarakat sebanyak 6 juta orang yang keluar dari Jabodetabek ke daerah. Dari angka tersebut terjadi lonjakan kasus harian COVID-19 hingga 30%. (prn/dtf)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyampaikan, pada November ini target vaksinasi Covid-19 harus sudah mencapai 50 persen. Dan pada akhir tahun, Desember 2021, harus mencapai 70 persen. Karenanya, Pemprov Sumut bersama stakeholder terkait terus mempercepat vaksinasi untuk mewujudkan kekebalan tubuh kelompok di Sumut.
Edy Rahmayadi, Gubernur
Sumatera Utara.
“Saya laporkan kepada Panglima TNI dan Kapolri, target vaksin Bulan November 50 persen ada 16 kabupaten/kota yang masih jauh dari target. Termasuk kabupaten/kota di Kepulauan Nias. Pangdam dan Kapolda sudah membuat tim untuk mengejar ketertinggalan itu. Kita targetkan akhir Desember selesai 70 persen,” kata Edy dalam rapat koordinasi bersama Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Rabu (3/11).
Gubsu mengakui, kendala dalam mencapai target itu, ketersediaan vaksin yang belum mencukupi. Karenanya, ia memintan
kuota vaksin dari pemerintah pusat agar dapat lebih ditambah lagi dalam waktu dekat. ”Saya berharap untuk mempercepat target vaksin, kuota vaksin yang masuk ke Sumut bisa lebih banyak. Jika ketersedian vaksin ada makanan kita akan memprioritaskan ke daerah-daerah yang masih jauh tersebut. Khusus jelang Natal dan tahun baru ini kita akan mengejar ketertinggalan target vaksin sesuai dengan arahan presiden, 70 persen diakhir Desember,” ungkapnya.
Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, sampai saat ini capaian dosis I sebesar 5.409.845 (47,37%) dan dosis II 3.349.898 (29,33%). Namun, masih ada 16 kabupaten/kota yang capaiannya masih di bawah 40 persen antara lain Kota Tanjungbalai, Padang Sidimpuan, Kabupaten Labuhanbatu, Tapanuli Tengah, Padanglawas Utara, Deliserdang, Asahan, Labuhanbatu Utara, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Langkat, Nias Selatan, Labuhanbatu Selatan, Nias Barat, dan Nias Utara. “Kita akan terus tingkatkan upaya pencegahan jelang Nataru, prokes yang utama dan kemudian kita akan perkuat vaksinasi, terutama di daerah-daerah yang cakupannya masih rendah,” tegasnya.
Edy mengaku, Pemprovsu bersama TNI dan Polri sudah membentuk tim pada masing-masing daerah untuk menggenjot pelaksanaan vaksinasi. “Kita bentuk tim pada masing-masing daerah. Besok, rencananya Pangdam I/Bukit Barisan akan memimpin langsung vaksinasi di Nias,” pungkasnya.
Kapolri Listyo Sigit menyebutkan, dalam waktu dekat ini vaksin akan ditambah ke seluruh daerah. Terlebih memang saat menjelang momen Nataru ini, akan lebih dimasifkan. ”Sebab bila kondisinya kita lengah akan ada peningkatan. Dalam 612 hari ini pandemi memang cukup terkendali dan terus menurun secara nasional. Angka ini bisa kita capai hasil kerja keras kita semua. Termasuk juga saat pelaksanaan PON Papua kondisi Covid bisa kita kendalikan,” katanya.
Panglima Puji Gubsu
Panglima TNI, Hadi Tjahjanto, memuji Gubsu Edy dalam menangani dan mengendalikan pandemi Covid-19 di Sumut. Namun ia mengingatkan Pemprovsu untuk mewaspadai daerah-daerah yang saat ini mengalami peningkatan kasus Covid-19. Secara nasional ada 131 kabupaten/kota yang mengalami peningkatan kasus walau tidak signifikan antara lain Medan, Deli Serdang dan Nias Selatan.
“Saya bangga dengan senior saya ini, Pak Gubernur Sumut dalam penanganan Covid di Sumut. Namun tetap kita harus melihat autentik dan data di lapangan termasuk testing. Tetapi harus juga yang bergejala sakit, kontak erat dan konfirmasi (lakukan tracing). Sehingga mengetahui Covid di masyarakat lebih akurat. Ini kita harus lakukan terus menerus,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan sekecil apapun perlu diwaspadai untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19. “Waspadai kenaikan sekecil apapun, lihat mengapa terjadi dan segera atasi. Kita tidak ingin kejadian beberapa bulan lalu terjadi lagi apalagi sampai ke gelombang ketiga karena sangat menyulitkan mengatasinya. Perkuat tracing agar kita mendapatkan data akurat perkembangan kasus di daerah kita,” tegas Panglima.
Vaksinasi Lansia di Bawah Target
Sementara, tingkat vaksinasi Covid-19 untuk kategori masyarakat Lanjut Usia (Lansia) di Kota Medan masih terbilang rendah, jauh dari target yang ditetapkan pemerintah. Menurut Plt Kadis Kesehatan Kota Medan dr Mardohar Tambunan, pihaknya akan terus berupaya keras mengejar target vaksinasi lansia tersebut. “Realisasi vaksinasi Lansia bukan perkara rendahnya, teman-teman di lapangan sudah bekerja keras, semampu dan sedaya mungkin,” kata Mardohar kepada Sumut Pos, Rabu (3/11).
Namun, sambung Mardohar, ada beberapa hal yang menjadi kendala dalam mencapai target realisasi vaksinasi bagi warga lansia. Selain banyaknya warga lansia yang kesulitan ke lokasi vaksinasi karena tidak adanya pendamping yang membawanya, warga lansia di Kota Medan yang memiliki penyakit bawaan (komorbid) dengan kategori berat juga cukup besar. “Begitu pun kita terus memberikan sosialisasi bahwa vaksin ini aman dan baik untuk mereka,” ujarnya.
Meski begitu, Mardohar tidak menjelaskan berapa angka pasti realisasi vaksinasi lansia di Kota Medan saat ini. Namun secara umum, vaksinasi Covid-19 di Kota Medan sudah hampir mencapai 70 persen atau hampir mencapai target minimal yang ditetapkan pemerintah untuk mencapai kekebalan massal atau herd immunity.
“Khusus yang lansia saya lupa, belum saya lihat lagi datanya. Tapi kalau secara umum atau keseluruhan, realisasi vaksin dosis pertama kita itu sudah di atas 67 persen lebih atau hampir 70 persen, sudah mau mencapai target. Untuk vaksin dosis kedua sudah di atas 50 persen. Itu data kemarin ya, angka itu bergerak naik terus karena vaksinasi terus kita lakukan setiap harinya,” ungkapnya.
Sebelumnya, Mardohar juga menegaskan, Pemko Medan akan melakukan vaksinasi Covid-19 kepada anak usia 6 sampai 11 tahun apabila telah mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan. Sebab saat ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menyetujui penggunaan vaksin Sinovac (CoronaVac dan Vaksin Covid-19 Bio Farma) bagi anak usia 6 sampai 11 Tahun di Indonesia. Padahal sebelumnya, vaksin jenis ini hanya diizinkan untuk anak 12 tahun ke atas.
“Yang berhak mengizinkan bisa atau tidaknya vaksin itu digunakan untuk anak usia 6 sampai 11 tahun adalah Kementerian Kesehatan. Jadi selama belum ada izin dari Kemenkes, ya tentu belum bisa kita lakukan. Kita ikuti aturan yang ada saja, sebelum ada izin dari Kemenkes, maka belum bisa kita lakukan,” tuturnya.
Namun begitu, tegas Mardohar, begitu Kemenkes telah mengizinkan anak usia 6 sampai 11 tahun divaksinasi Covid-19, maka pihaknya akan langsung melakukan vaksinasi kepada anak-anak usia 6 sampai 11 tahun di Kota Medan.
Apalagi, anak usia 6 sampai 11 tahun merupakan anak-anak yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Sedangkan saat ini, siswa SD di Kota Medan khususnya kelas 4, 5 dan 6 telah mengikuti Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) sejak 1 November lalu.
“Begitu dapat izin dari Kemenkes, vaksinasi untuk siswa SD akan kita lakukan. Kalau SMP kan memang sudah kita vaksin, bahkan sekarang SMP sudah vaksin dosis kedua. Selama ini siswa SD kan belum kita vaksin, itu karena belum ada izin. Tapi bila sudah ada izin dari Kemenkes, maka kita siap menggelar vaksinasi pelajar untuk tingkat SD,” pungkasnya.
Bertahan di Zona Kuning
Sementara, tren positif perkembangan penanganan Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara masih berlanjut. Bahkan selama sebulan, 33 kabupaten/kota di Sumut bertahan di zona kuning (risiko rendah) penyebaran Covid-19.
Zona kuning tersebut berdasarkan data yang disampaikan Satgas Penanganan Covid-19 melalui website resminya https://covid19.go.id/peta-risiko. Tercatat, sejak akhir bulan September hingga 31 Oktober, daerah Sumut konsisten berada di zona kuning. Namun demikian, tidak ada daerah yang masuk dalam zona hijau (tidak ada kasus).
Peta zonasi Covid-19 dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Indikator yang digunakan adalah epidemiologi, yaitu penurunan jumlah kasus positif, suspek dan sebagainya.
Kemudian, indikator surveilans kesehatan masyarakat, seperti jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama 2 minggu terakhir. Selanjutnya, indikator pelayanan kesehatan, yakni jumlah tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan mampu menampung sampai dengan lebih dari 20 persen jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat.
Sementara itu, berdasarkan data yang diupdate Kemenkes Ri, disebutkan Provinsi Sumut kembali mendapatkan 14 kasus positif baru, sehingga totalnya menjadi 105.868 orang. Kemudian untuk kasus sembuh didapatkan 19 kasus, sehingga menjadi 102.684 orang.
Selanjutnya untuk kasus kematian, totalnya masih tetap bertahan di angka 2.887 orang. Oleh karena itu, dari data tersebut maka kasus aktif atau jumlah penderita Covid-19 Sumut turun menjadi 297 dibandingkan, Senin (1/11) lalu berjumlah 324 orang. (prn/ris)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejak status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Medan turun ke Level 2, tingkat hunian tempat isolasi terpusat (Isoter) bagi pasien Covid-19 mulai sepi. Bahkan saat ini, tidak ada satu pun pasien Covid-19 yang menjalani isolasi di Gedung P4TK yang terletak di Kecamatan Medan Helvetia.
Robi Barus, Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan.
“Alhamdulillah, pasien yang menjalani isolasi di lokasi Isoter Pemko Medan sudah sangat sepi. Di gedung P4TK, saat ini tidak ada satu pasien alias kosong. Sedangkan di gedung eks Hotel Soechi hanya ada 5 pasien lagin
itu pun sepertinya sudah mau pulang dalam beberapa hari ini,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Mardohar Tambunan kepada Sumut Pos, Selasa (2/11).
Dikatakan Mardohar, hal itu juga sebagai salah satu indikator minimnya penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Apalagi saat ini, sejumlah RS di Kota Medan yang biasanya menampung pasien Covid-19 juga sudah sangat sepi dari pasien.
Namun begitu, tegas Mardohar, tidak ada sedikit pun rencana Pemko Medan untuk menutup salah satu daru dua lokasi Isoter milik Pemko Medan tersebut. Meskipun sebelum dijadikan tempat Isoter, gedung eks Hotel Soechi Kota Medan yang terletak di Jalan Cirebon sempat direncakan akan disewakan kepada pihak ketiga. “Sebelum pandemi menjadi endemi, dua lokasi Isoter kita itu tidak akan ditutup. Kita kan gak tahu ke depannya seperti apa. Tetap harus jaga-jagalah,” tegasnya.
Sedangkan pandemi hanya berubah menjadi endemi, kata Mardohar, apabila angka penyebaran Covid-19 berada diangkat rata-rata nol kasus selama 28 hari. Saat ini, lanjut Mardohar, Pemko Medan terus melakukan 3T yakni Tracing, Testing dan Treatment guna menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan. Sembari itu, Pemko Medan juga terus meningkatkan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat.
“Bukan berarti karena angka penyebaran Covid-19 di Medan terus menurun lalu kita juga menurunkan 3T kita. Saat ini, kita masih fokus menerapkan 3T untuk memutus penyebaran Covid-19,” pungkasnya.
Wali Kota Medan Bobby Nasution juga berkomitmen untuk tidak akan menutup salah satu dari dua lokasi Isoter Covid-19 di Kota Medan. Meskipun saat ini, pasien dengan kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) hingga bergejala ringan di dua lokasi Isoter milik Pemko Medan tersebut sangat minim.
Atas keputusan itu, Fraksi PDIP DPRD Medan pun memberikan dukungan penuh. Fraksi PDIP menilai, apa yang diputuskan Wali Kota Medan Bobby Nasution tersebut adalah langkah yang sangat tepat dan layak untuk diapresiasi.
“Meskipun kedua lokasi Isoter sangat sedikit pasien nya bahkan ada yang kosong, tapi Wali Kota Medan tak mau menutup salah satu dari dua lokasi Isoter milik Pemko Medan sebelum pandemi berakhir dan berubah menjadi endemik. Tegas saya katakan, itu adalah keputusan yang sangat tepat dan bijaksana,” ucap Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan, Robi Barus kepada Sumut Pos, Rabu (3/11).
Dengan sepinya pasien, kata Robi, Wali Kota Medan bisa saja menutup salah satu dari dua lokasi Isoter tersebut, khususnya Eks Hotel Soechi yang telah habis masa Build Operate Transfer (BOT) nya pada tahun lalu. Mengingat Medan Mal yang juga merupakan aset milik Pemko Medan yang telah habis masa BOT nya, saat ini telah disewakan senilai Rp20 Miliar kepada pihak ketiga, tepatnya mulai dari 16 November 2021 hingga 16 November 2023 mendatang.
“Logikanya bisa saja Wali Kota Medan menutup Hotel Soechi sebagai lokasi isoter, toh kita punya satu lokasi isoter lagi, yaitu Gedung P4TK di Medan Helvetia. Lalu Hotel Soechi disewakan seperti Medan Mal, uang sewanya bisa jadi PAD bagi Kota Medan. Tapi Wali Kota tidak menutupnya, tidak menyewakannya seperti Medan Mal. Maka jelas, itu bukti Wali Kota Medan lebih mementingkan penanganan Covid-19 dan keselamatan masyarakat dari pada PAD semata. Bukan berarti PAD tidak penting, tapi keselamatan masyarakat jauh lebih penting,” ujarnya.
Dijelaskan Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) yang duduk di Komisi I DPRD Medan itu, memang saat ini kebutuhan Kota Medan akan lokasi Isoter sangat minim, hal itu karena angka penyebaran Covid-19. Akan tetapi Robi Barus mengajak semua pihak untuk kembali mengingat, bagaimana pentingnya keberadaan dan fungsi Isoter saat angka penyebaran Covid-19 melonjak seperti beberapa waktu yang lalu.
“Saat itu hampir semua tempat Isoter penuh, bayangkan kalau tidak ada Eks Hotel Soechi yang dijadikan Wali Kota sebagai tempat Isoter tambahan setelah Gedung P4TK, mau kemana semua pasien itu menjalani isolasi. Maka ketika diputuskan tidak akan menutup salah satu dari dua lokasi Isoter itu sebelum pandemi berubah menjadi endemik, saya fikir itu sudah paling tepat. Masyarakat pun tenang, mereka punya pilihan harus kemana untuk menjalani Isolasi apabila terpapar,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Robi Barus, keputusan yang diambil Bobby Nasution untuk tidak menutup salah satu dari dua lokasi Isoter di Kota Medan adalah tindaklanjut dari isntruksi Pemerintah Pusat agar setiap kepala daerah mengambil tindakan preventif dan langkah-langkah antisipatif dalam mencegah terjadinya gelombang ketiga Pandemi Covid-19. “Kita berharap gelombang ketiga itu tidak sampai terjadi di Indonesia, khususnya di Kota Medan. Selain tetap menyediakan tempat isoter, saya lihat saat ini Pemko Medan juga sedang terus meningkatkan Vaksinasi Covid-19,” lanjutnya.
Pun begitu, selaku Anggota Komisi I DPRD Medan, Robi meminta setiap perangkat pemerintah tingkat Kecamatan dan Kelurahan di Kota Medan untuk terus memantau perkembangan Covid-19 di wilyahnya masing-masing. Termasuk data warga yang telah divaksinasi, warga yang terpapar dan hal-hal lainnya yang berkaitan erat dengan penanganan Covid-19.
“Apalagi kita tahu, saat ini setiap Kecamatan harus bertanggungjawab untuk membawa warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 ke lokasi Isoter. Kita menekankan, agar seluruh Kecamatan dan Kelurahan di Kota Medan bisa maksimal membantu Wali Kota Medan dalam menangani pandemi ini,” pungkasnya. (map)
DEPAN: Bandara Internasional Kualanamu tampak dari depan.
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Kabar baik bagi calon penumpang di Bandara Kualanamu Internasional. Pasalnya, mulai Rabu (3/11) kemarin, naik pesawat dari Bandara Kualanamu sudah boleh menunjukkan hasil tes anti gen dan kartu vaksin dosis lengkap, 1 dan 2.
DEPAN: Bandara Internasional Kualanamu tampak dari depan.
Jika vaksinasi belum lengkap, baru calon penumpang wajib menunjukkan hasil RT-PCR sebagai syarat terbang. Hal ini tentunya memudahkan calon penumpang pesawat yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 lengkap tidak harus merogoh kocek dalam untuk tes PCR.
Manager of Branch Communication dan Legal PT AP II (Persero) KNIA, Chandra Gumilar mengatakan, sesuai surat edaran (SE) Menteri Perhubungan Nomor 96 Tahun 2021, calon penumpang dari atau ke Bandara Kualanamu wajib memenuhi persyaratan penerbangan tersebut.
Adapun persyaratan yang wajib dipatuhi para calon penumpang pesawat yang diatur dalam SE Menhub tersebut yakni; Pertama, untuk penerbangan dari atau ke bandara di Pulau Jawa dan Bali serta antar bandar udara di dalam wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. Selain itu juga wajib menunjukkan kartu vaksin dosis kedua atau surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan dan kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama.
Kedua, untuk penerbangan antar bandar udara di luar wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan atau surat keterangan hasil negatif tes RT PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan dan kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama.
“Sebagai bentuk dukungan terhadap ketentuan perjalanan tersebut, untuk memudahkan calon penumpang dalam memenuhi persyaratan perjalanan, selain tersedianya dua layanan tes Covid-19 di Bandara Internasional Kualanamu yang tersedia di Lantai Mezzanine dan Area Parkiran A dengan tarif RT-PCR Rp 300.000 dan RT-Antigen Rp85.000,” ujar Chandra.
Dalam hal ini, lanjut Chandra, PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Internasional Kualanamu juga berkolaborasi dengan KKP Kelas 1 Medan Kemenkes membuka layanan vaksinasi yang telah beroperasi sejak 6 Juli 2021. “Animo masyarakat khususnya calon penumpang sangat tinggi terhadap layanan vaksinasi yang terletak di Atrium Lantai 1 Bandara Internasional Kualanamu. Per 6 Juli-2 November 2021 sudah 8.848 orang di vaksinasi di Bandara Internasional Kualanamu,” tukasnya. (dwi)
MENGAJAR: Briptu Julham Munthe saat membantu mengajar Bahasa Arab, di Pondok Pesantren Darus Solihin Aek Paing, Kelurahan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumut.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang personel yang bertugas di Satuan Pembinaan Masyarakat Kepolisian Resor (Satbinmas Polres) Labuhanbatu, Briptu Julham Munthe membantu mengajar Bahasa Arab, di Pondok Pesantren Darus Solihin Aek Paing, Kelurahan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumut.
MENGAJAR: Briptu Julham Munthe saat membantu mengajar Bahasa Arab, di Pondok Pesantren Darus Solihin Aek Paing, Kelurahan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumut.
Kisahnya tersebut viral setelah dibagikan dalam unggahan akun Instagram @poldasumaterautara pada Jumat (22/10) lalu, yang memperlihatkan aktivitas Briptu Julham saat mengajar Bahasa Arab bagi para santri di pondok pesantren tersebut.
Kemudian, kisah itu dikirimkan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi kepada wartawan di Medan melalui grup WhatsApp (WA), Rabu (3/11).
Adapun, aktivitas mengajarnya tersebut, dilakukan Briptu Julham seusai pulang melaksanakan tugas sebagai personel Satbinmas Polres Labuhanbatu.
Saat mengajar, Briptu Julham mengenakan seragam Polisi lengkap dengan peci. Kehadirannya di kelas diakui para santri sangat memotivasi mereka, apalagi karena dianggap sedikit berbeda dengan pengajar lainnya karena ada seorang Polisi mengajar Bahasa Arab.
“Saya sangat senang ada seorang Polisi yang mengajar bahasa Arab di Pondok Pesantren kami. Beliau sosok yang bersemangat dan sangat inspiratif,” ujar salah satu santri.
Di pesantren Darus solihin, Briptu Julham mengajar di dua kelas setiap hari, kecuali di hari Jumat. Briptu Julham mengajar selama dua jam mulai pkl 10.00-12.00 WIB.
Aksi terpuji Briptu Julham ini, mendapat apresiasi dari pimpinan Pondok Pesantren, karena sangat langka ada polisi yang mau bergabung dan melayani di Pondok Pesantren.
Pujian serupa juga dilontarkan oleh mantan Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan. Dia merasa bangga dengan apa yang dilakukan Briptu Julham.
“Saya merasa bangga dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari Pondok Pesantren Darus Sholihin untuk mempercayakan anggota kami Briptu Julham Munthe untuk memberikan materi pelajaran bahasa arab di pondok pesantren tersebut. Semoga ilmu yang diberikan bermanfaat untuk para santri,” ujar AKBP Deni. (dwi/azw)