MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPD Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sumatera Utara, Tia Ayu Anggraini, menyerahkan surat rekomendasi kepada Rahayu Saraswati yang bakal maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum TIDAR di Jakarta, Sabtu (30/10).
Menurut anggota DPRD Sumut dari Partai Gerindra ini, Rahayu Saraswati adalah sosok yang tepat untuk memimpin TIDAR pusat. Palsanya, perempuan yang malang melintang di dunia organisasi itu merupakan kader terbaik Partai Gerindra dan cukup dekat dengan kaum millienal.
“Saya yakin, tangan dingin mbak Rahayu Saraswati mampu membawa TIDAR menjadi lebih baik lagi ke depannya. Beliau adalah panutan anak muda, khususnya kaum perempuan di Tanah Air,” ungkapnya melalui pesan singkat, Sabtu (30/10).
Tia menambahkan, selama kepemimpinan Ketua TIDAR yang sekarang ini, roda organisasi salah satu sayap Partai Gerindra itu sudah berjalan cukup baik. Namun ia meyakini, TIDAR akan lebih baik lagi apabila Rahayu Saraswati mendapat amanah untuk memimpin TIDAR pusat untuk lima tahun ke depan.
“Kita di Sumatera Utara siap mendukung dan menjalankan amanah pimpinan TIDAR pusat, karena dari tangan pemuda lah lahir pemikiran-pemikiran positif untuk kemajuan bangsa dan negara,” pungkasnya. (map/ila)
DIABADIKAN: Ketua DPW Partai NasDem Sumut, Iskandar ST diabadikan bersama pengurus DPD NasDem yang baru.
, usai menyerahkan SK dari DPP di Kantor DPW.
MEDAN, SUMUTPOS.Co – Ketua Umum DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem), Surya Paloh, menargetkan NasDem Sumut menjadi jawara di Pemilu 2024. Salah satu caranya, melalui restrukturisasi pengurusan di sejumlah kabupaten dan kota.
DIABADIKAN: Ketua DPW Partai NasDem Sumut, Iskandar ST diabadikan bersama pengurus DPD NasDem yang baru.
, usai menyerahkan SK dari DPP di Kantor DPW.
Menurut Ketua DPW NasDem Sumut, Iskandar ST, restrukturisasi pengurus merupakan bagian konsolidasi dan memperkuat partai guna mendapat simpati rakyat menuju Pemilu 2024. ”Hari ini kami menyerahkan 7 SK (surat keputusan) pengurus DPD, dan 8 SK Dewan Pertimbangan dan Dewan Pakar. Ini akan kita evaluasi tiga bulan, sesuai arahan Bapak Ketua Umum, Surya Paloh, yang menargetkan NasDem Sumut sebagai pemenang Pemilu 2024,” katanya didampingi Ketua Watim DPW NasDem Sumut, Erry Nuradi menjawab wartawan usai kegiatan penyerahan SK di kantor DPW, Jl. HM Yamin No.41 Medan, Senin (1/11) sore.
Tujuan terdekat yang bakal dihadapi, sebut Iskandar, yakni tahapan verifikasi adminitrasi oleh Komisi Pemilihan Umum. Lalu verifikasi faktual yang akan dilakukan oleh DPW NasDem Sumut. ”Diharapkan melalui penyegaran ini, target NasDem Sumut sebagai pemenang 2024, dapat tercapai. Kenapa dimulai baru sekarang ini, karena situasi pandemi yang mulai menurun dan kita bisa beraktivitas dengan prokes yang ketat. Makanya kita lakukan segera konsolidasi partai,” katanya.
Adapun kabupaten/kota penerima SK kepengurusan, wantim, dan wankar itu terdiri dari; Gunung Sitoli, Nias Barat, Kabupaten Nias, Tanjung Balai, Serdang Bedagai, Labuhanbatu Utara, dan Pakpak Bharat. Ditambah Kabupaten Asahan yang hanya menerima SK untuk wantim dan wankar.
“Setelah itu kami akan turun ke daerah-daerah untuk meninjau infrastruktur, struktur, maupun keanggotaan partai yang kita targetkan pada Juni (2022) nanti sudah siap. Jadi hari ini kami konsolidasi partai dalam rangka memenangkan Pileg 2024,” kata Iskandar.
Sementara Erry Nuradi menambahkan, sebagai partai baru yang akan berusia 10 tahun, NasDem telah menjelma sebagai partai besar yang berada di posisi keempat pada Pemilu 2019 lalu.
“Kita lihat di DPR RI, NasDem berada di kursi keempat, di bawah PDIP, Gerindra, dan Golkar. Begitu juga di DPRD Sumut, NasDem dengan 12 kursi dari partai-partai yang ada kita di peringkat keempat. Demikian juga jika ditotal dari seluruh kabupaten/kota di Sumut, NasDem berada di posisi keempat. Artinya dalam kurun waktu 10 tahun yang relatif pendek, NasDem sudah mampu menerobos empat besar secara nasional maupun daerah,” katanya.
Ia menyebut, melihat fakta-fakta itu tentu bukan hal yang mustahil bila di Pileg 2024, NasDem Sumut mampu untuk menjadi yang terbaik. “Apalagi dengan semboyan kita kali ini ‘NasDem Juara’, seperti kata ketua DPW tadi, kita mampu untuk melakukannya,” ujarnya. (prn/ila)
SIDAK: Dirut PUD Pasar Kota Medan Suwarno, saat sidak ke Pasar Kampung Lalang, Senin (1/11).istimewa/sumtpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Para Direksi Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kampung Lalang, Senin (1/11). Dalam sidak tersebut, ditemukan pengakuan dari pedang yang berjualan di badan jalan, kalau mereka membayar uang kebersihan dan uang jaga malam.
SIDAK: Dirut PUD Pasar Kota Medan Suwarno, saat sidak ke Pasar Kampung Lalang, Senin (1/11).istimewa/sumtpos.
Berdasarkan pantauan, para Direksi seperti Dirut Suwarno, Dirops Ismail Pardede, Dirkeu/Adm Fernando Napitupulu, dan Dirbang/SDM Imam Abdul Hadi, tiba di Pasar Kampung Lalang sekitar Pukul 07.15 WIB. Para Direksi pun disambut Kepala Cabang II Budi F Putra dan Kepala Pasar Kampung Lalang Rosmalita.
Dalam kesempatan itu, para direksi langsung menuju Jalan Klambir V yang macet akibat banyaknya pedagang yang berjualan di badan jalan. Dirut PUD Pasar Kota Medan Suwarno pun mengakui bukan hal yang mudah untuk menertibkan pedagang yang ada di badan jalan. Namun ia yakin, PUD Pasar Kota Medan akan mampu melakukannya.
Menurut Suwarno, butuh kolaborasi antara PUD Pasar Kota Medan dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Medan Sunggal dalam melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Kampung Lalang. “Insya Allah akan kita tertibkan, kami akan membangun komunikasi dengan unsur forkopimcam. Sehingga nantinya tumbuh kolaborasi antar instansi untuk membenahi Pasar Kampung Lalang ini,” ucap Suwarno.
Suwarno yang didampingi para direksi lainnya juga langsung meninjau drainase yang ada di bagian depan pasar. Setelah itu, ia pun menyinggahi para pedagang yang berjualan di badan jalan. Saat itu, Suwarno tampak mengajak para pedagang untuk masuk dan berjualan di lapak-lapak yang ada di dalam pasar.”Kalau ini kan mengganggu arus lalu lintas, di dalam masih ada lapak kok. Kan lebih enak lagi kalau di dalam jualannya. Mau ibu ke dalam pasar kan,” ajaknya.
Saat itu, para direksi pun mengaku terkejut. Sebab dari para pedagang yang ada di badan jalan, ia memperoleh informasi bahwa para pedagang yang berada di badan jalan juga harus membayar uang kebersihan dan uang jaga malam kepada sejumlah oknum.”Kami di sini (badan jalan) pun bayar juganya pak uang kebersihan sama uang jaga malam,” tutur salah seorang pedagang.
Mendengar hal itu, Suwarno pun menegaskan jika Pemerintah tidak mengutip retribusi dari para pedagang yang ada di badan jalan karena badan jalan tidak dibenarkan sebagai lapak untuk berjualan.Para direksi pun langsung meminta agar para pedagang tidak lagi berjualan di badan jalan, namun berjualan di dalam lapak-lapak yang ada di dalam Pasar Kampung Lalang.
Selain meninjau PKL di sepanjang Jalan Klambir V, para direksi juga berkeliling di seluruh lingkungan pasar. Selepas itu, para direksi pun mengadakan pertemuan dengan para karyawan PUD Pasar di Pasar Kampung Lalang dan pengurus P4B Unit Kampung Lalang selaku perwakilan pedagang.
Pada kesempatan itu, Dirops Ismail Pardede juga menyampaikan, bahwa manajemen turun ke lapangan untuk mengurai persoalan secara bertahan. “Pada prinsipnya pedagang dan pengelola harus berkolaborasi supaya Pasar Kampung Lalang bisa lebih nyaman bagi pedagang dan konsumen,” pungkasnya. (map/ila)
Ops Yustisi: Tim gabungan TNI-Polri melakukan operasi Yustisi di wilayah di Jalan Willem Iskandar Medan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, kemarin. dewi/Sumut Pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski Sumatera Utara (Sumut) sudah bebas dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, bahkan turun ke level 1, sejak pertengahan Oktober 2021 lalu, namun pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) gabungan masih terus menggencarkan kembali Operasi Yustisi Pendisiplinan protokol kesehatan (Prokes) dan penyekatan untuk menekan penyebaran Covid-19.
Ops Yustisi: Tim gabungan TNI-Polri melakukan operasi Yustisi di wilayah di Jalan Willem Iskandar Medan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, kemarin. dewi/Sumut Pos.
Hal itu dilaksanakan tim gabungan, yang terdiri dari personel Polda Sumut dan Kodam I/BB. Mereka dikerahkan dalam Ops Yustisi yang digelar di Kompleks MMTC, Jalan Willem Iskandar Medan dan Jalan Pancing Medan, pada Minggu (31/10) kemarin.
Sasaran Ops Yustisi masih sama yaitu pejalan kaki, pengendara sepeda motor, pedagang, pengunjung pasar, rumah makan dan pelaku usaha. Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 11.15 WIB-16.00 WIB. Tim terus bergerakn
dengan sasaran pusat-pusat keramaian, tim juga menegur dan memberikan masker bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker dan memberikan himbauan bahkan memberikan sanksi agar selalu mematuhi Prokes, guna mengantisipasi penyebaran Virus Corona Disease (Covid-19).
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, dari hasil pelaksanaan Ops Yustisi Covid-19 masih ditemukan masyarakat yang tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak, khususnya pengunjung rumah makan, pasar dan di pertokoan secara umum.”Secara umum masyarakat telah memahami dan mematuhi pentingnya penerapan prokes,” ujar Hadi, Senin (31/10) malam.
Pihaknya berharap, agar masyarakat Sumut tetap mematuhi Prokes. Tim Ops Yustisi akan terus bergerak mengingatkan serta menegur bagi masyarakat yang mengabaikan Prokes.”Kami harap kesadaran masyarakat untuk patuhi prokes terus ditingkatkan, jangan lengah walaupun sudah di vaksin,” ujarnya. (dwi/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Besara N upah minimum provinsi (UMP) Sumatera Utara pada 2022 yang akan segera dibahas, diminta Gubernur Edy Rahmayadi agar berjalan harmoni.
Penetapannya akan dilakukan paling lambat pada 21 November ini, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan tertanggal 2 Februari 2021.
Menurut Gubsu, besaran nilai UMP Sumut 2022 harus dibahas terlebih dahulu antara Pemprov Sumut, pengusaha (asosiasi pengusaha), dan buruh (serikat buruh/pekerja). “Itu nanti dihitung dulu, bukan main sembarang-sembarang saja. Yang penting kalian beri tau kepada seluruh masyarakat, yakinkan (pemprov) akan memberikan yang terbaik,” ujarnya menjawab wartawan usai Salat Zuhur di Masjid Gubsu, Senin (1/11).
Diharapnya agar pendapat pengusaha dan pekerja bisa sinkron dan harmoni dalam pembahasan nilai UMP kali ini. Sehingga ada azas keadilan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Gubsu pun belum bisa memastikan naik, tetap atau malah turun UMP Sumut 2022.
Soal itu, menurutnya tergantung pada pembahasan nantinya. Diketahui UMP Sumut 2021 sebesar Rp 2,499 juta.”Tergantunglah di situ, tau-tau malah turun kan bisa jadi nanti kalau dihitung, kan tak bisa juga dipastikan itu. Kau paksakan naik semua, perusahaannya tutup, PHK semua nanti,” ujar mantan Pangkostrad dan Pangdam I/BB itu.
Senada, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut, Baharuddin Siagian, mengatakan sebenarnya sudah mulai dilakukan pembahasan awal penentuan UMP Sumut 2022. Kata dia, pembahasan masih berproses dan tetap melibatkan ketiga pihak (tripartit) yakni pemprov, pengusaha dan pekerja. ”Kita ingin mencari yang terbaik seperti yang disampaikan gubernur tadi,” katanya. (prn/ila)
BERBONDONG: Warga Desa Sidorukun berbondong-bondong mendatangi Kantor Desa Sidorukun untuk melakukan vaksinasi Covid-19, Senin (1/11).FAJAR DAME HARAHAP/SUMUT POS.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sebagai upaya menyukseskan program vaksinasi nasional secara umum, dan mendukung program Bupati Langkat secara khusus, Desa Karang Rejo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, kembali menggelar vaksinasi massal untuk dosis pertama di Aula Kantor Desa Karang Rejo, baru-baru ini.
Vaksinasi yang bekerja sama dengan Pukesmas Karang Rejo tersebut, antusias didatangi warga, dengan mengantre menuggu pangilan untuk mendapatkan jatah suntikan vaksin.
Kepala Desa Karang Rejo, Suliadi Solehan mengatakan, program ini merupakan upaya pihaknya dalam menyukseskan program vaksinasi nasional. Sehingga, program vaksinasi nasional berjalan sesuai dengan harapan semua pihak.
“Insya Allah, dengan segera kita bisa menekan angka persebaran Covid-19. Selain itu, saya juga berharap kepada masyarakat yang sudah divaksin, agar tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes),” ungkap Suliadi.
Suliadi juga menjelaskan, Pukesmas Karang Rejo membawahi 2 kelurahan dan 4 desa, yakni Desa Karang Rejo, Mangga, Ara Condong, dan Kwala Begumit. Sementara untuk kelurahan, yakni Dendan dan Perdamaian.
Dia juga menuturkan, sebelumnya pada vaksinasi massal di Pukesmas Karang Rejo, 27 Oktober 2021 lalu, total yang hadir berjumlah 364 orang. Yang divaksin di Desa Karang Rejo untuk dosis kedua ada sebanyak 9 orang, yang ditunda satu orang, pralansia satu orang, rentan 3 orang, dan umum 4 orang.
“Untuk vaksinasi pertama, diikuit 344 orang. Yang ditunda ada 16 orang, yang divaksin dosis pertama sebanyak 328 orang, lansia 21 orang, pralansia 31 orang, rentan 63 orang, umum 205 orang, dan remaja 14 orang. Total keseluruhan untuk dosis pertama, Vaksin Pfizer digunakan 55 vial/6 dosis, Sinovac 1 vial/10 dosis, dan Sinovac 4 vial/2 dosis. Yang tersisa Pfizer, ada 491 vial,” pungkas Suliadi. (mag-6/saz)
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pusat Bantuan Hukum (PBH) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Medan yang dipimpin Sapril, memberikan dukungan pihaknya kepada calon Wakil Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Feriko Sitepu.
Ketua PBH Peradi
Kota Medan, Sapril.
Menurut Sapril, yang merupakan Anggota DPRD Langkat 3 periode itu, sosok Feriko layak menjadi Wakil Menteri Koperasi dan UKM. Dia juga mengatakan, dari informasi yang diterima, Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya 6 nama calon Wakil Menteri Kopersi dan UKM. “Kiranya Bapak Presiden Jokowi melantik calon Wakil Menteri Koperasi dan UKM yang telah menjadi pilihan. Perlu kami sampaikan, Bapak Feriko adalah seorang pemerhati dan pemikir yang merupakan alumnus ITB. Bapak Feriko juga sangat berpengalaman di masyarakat, kerap terjun dan berbaur langsung ke lapangan, melalui Yayasan Koperasi dan UKM yang beliau sendiri selaku pendiri dan ketua umumnya,” ungkap Sapril, usai mendampingi sidang kliennya di Pengadilan Negeri Stabat, Langkat, akhir pekan lalu.
Sapril juga menjelaskan, Feriko sering memberikan pembinaan, pendampingan, serta pelatihan, dan lainnya terkait Koperasi dan UKM, sejak 2009 sampai saat ini. “Di saat pandemi, perhatian yang diberikan Bapak Feriko terkait Koperasi dan UKM, baik melalui pembinaan, pendampingan, serta pelatihan, sangat berdampak pada sektor ekonomi masyarakat dalam usaha meningkatkan taraf hidup mereka,” pungkasnya. (mag-6/saz)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Evaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali tetap dilakukan setiap minggu, meskipun PPKM tetap akan berlaku pada periode ini sampai 8 November 2021. Secara agregat nasional, penanganan pandemi Covid-19 sudah cukup terkendali, dengan jumlah kasus aktif yang terus menurun. Namun demikian, kita harus mewaspadai terjadinya tren kenaikan kasus di 131 Kabupaten/Kota dalam beberapa hari terakhir.
Kasus Aktif secara nasional per 31 Oktober tercatat sebesar 12.318 kasus atau 0,3% dari total kasus, sudah turun 97,85% dari puncak 24 Juli 2021 (574.135 kasus), dan angka ini jauh di bawah rata-rata Global yang sebesar 7,4%. Kasus Konfirmasi Harian per tanggal 1 November sebanyak 403 kasus, turun dari 523 kasus pada Minggu 31 Oktober kemarin, dengan rata-rata 7 hari (7DMA) sebesar 619 kasus, dan tren penurunan 99,1% dari puncak kasus konfirmasi harian di 15 Juli 2021 (56.757 kasus).
Sementara, untuk perkembangan di Luar Jawa-Bali, Kasus Konfirmasi Harian per 31 Oktober 2021 adalah 129 kasus dan rata-rata 7 hari (7DMA) sebesar 209 kasus, dengan tren penurunan yang konsisten. Hal ini menyebabkan jumlah Kasus Aktif per 31 Oktober sebesar 6.816 kasus atau 0,4% dari total kasus, dan turun sebesar 96,9% dari puncak kasus aktif yang terjadi pada 6 Agustus 2021 lalu sebanyak 221.412 kasus.
Sejak awal PPKM berdasarkan level asesmen, data 9 Agustus – 31 Oktober di luar Jawa-Bali menurun, dan persentase penurunan tertinggi terjadi di wilayah Nusa Tenggara sebesar -97,97%. Untuk Tingkat Kesembuhan (RR), persentase secara nasional adalah 96,33%, lebih tinggi dari Global sebesar 90,56%. RR di Jawa-Bali adalah 96,30% dan Luar Jawa-Bali adalah 96,39%. Sedangkan, Tingkat Kematian (CFR) secara nasional yakni 3,38%, masih lebih tinggi daripada Global sebesar 2,02%. CFR di Jawa-Bali sebesar 3,50% dan Luar Jawa-Bali yaitu 3,12%.
Apabila dilihat dari setiap wilayah pulau di Indonesia, terutama di Luar Jawa-Bali, jumlah kasus yang sembuh (RR), kasus kematian (CFR), dan penurunan jumlah total kasus aktif total, adalah sbb:
Sumatera: RR = 96,05% dan CFR = 3,57%, dengan penurunan (jumlah total kasus aktif) -97,47%
Nusa Tenggara: RR = 97,37% dan CFR = 2,34% dengan penurunan -97,97%
Kalimantan: RR = 96,46% dan CFR = 3,17% dengan penurunan -97,27%
Sulawesi: RR = 96,94% dan CFR = 2,63% dengan penurunan -97,00%
Maluku dan Papua: RR = 96,07% dan CFR = 1,75% dengan penurunan -90,27%
Meninjau Level Asesmen per 30 Oktober 2021 dari 27 Provinsi di Luar Jawa-Bali tercatat bahwa tidak ada Provinsi Level 4; tidak ada Provinsi Level 3; 24 Provinsi Level 2; serta 3 Provinsi Level 1 yaitu Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Kepulauan Riau.
Sementara, jika dilihat masing-masing Kabupaten/Kota, maka tidak ada Kabupaten/Kota yang masuk Level 4; 12 Kabupaten/Kota Level 3; 238 Kabupaten/Kota Level 2; dan 136 Kabupaten/Kota masuk di Level 1.
Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) terus memantau perkembangan kasus Covid-19 di setiap daerah. “Mobilitas masyarakat dan aktivitas sosial ekonomi meningkat, perlu kewaspadaan tinggi dan terus mendorong percepatan vaksinasi, serta kepatuhan penerapan protokol kesehatan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua KPC-PEN.
Mengenai capaian Vaksinasi Dosis-1 untuk daerah Luar Jawa Bali, dari 27 provinsi yang ada, terdapat 5 Provinsi yang capaiannya di atas angka rata-rata nasional yang sebesar 57,53%, yaitu Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara. Namun, 22 Provinsi lainnya masih berada di bawah rata-rata nasional dan perlu terus diakselerasi.
Kemudian, untuk capaian Vaksinasi Dosis-2 untuk daerah Luar Jawa Bali, ada 4 Provinsi yang capaiannya di atas angka rata-rata nasional yang sebesar 35,44%, yakni Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Timur, dan Jambi. Sedangkan, 23 Provinsi lainnya masih berada di bawah rata-rata nasional dan sama-sama harus terus dipercepat.
Untuk pengaturan bagi Pelaku Perjalanan Internasional (PPI), pelaksanaan karantina diberlakukan selama 3 hari, bagi PPI yang telah memenuhi syarat, antara lain Vaksinasi sudah lengkap (2 Dosis), hasil Tes PCR negatif pada saat keberangkatan, ketibaan, dan saat akan selesai karantina. Ketentuan mengenai karantina ini akan segera dituangkan dalam perubahan SE KaSatgas Nomor 20/2021 untuk dapat segera diterapkan.
Sedangkan untuk Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN), dapat menggunakan hasil tes Antigen (H-1) bagi pelaku perjalanan yang sudah divaksin 2 kali, atau hasil tes PCR (H-3) bagi pelaku perjalanan yang baru divaksin 1 kali, sehingga penggunaan hasil tes Antigen dapat digunakan, baik untuk masyarakat Jawa-Bali maupun Luar Jawa-Bali. Namun demikian, harus terus dimonitor dari waktu ke waktu, dan apabila terjadi lonjakan kasus dapat segera ditindaklanjuti.
Selain itu, yang perlu dilakukan pengawasan bersama dalam penerapan Prokes adalah rencana diadakannya event-event besar dalam waktu dekat, seperti Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) di Papua, World Superbike (WSBK) di Mandalika, Badminton (Indonesia Masters, Indonesia Open, dan BWF World Tour Finals) di Bali, dan event-event rangkaian acara Pertemuan G20 yang sudah akan dimulai pada awal Desember 2021.
Sedangkan untuk realisasi Program PEN, sudah tercapai realisasi sebesar 60% atau sebesar Rp448 triliun dari pagu Program PEN yang sebesar Rp744 triliun. “Mendekati akhir tahun 2021, apabila masih ada diperlukan perubahan alokasi anggaran, maka perlu segera dilakukan pergeseran anggaran (misalnya dari untuk klaster Kesehatan dan untuk Perlinsos yang diperlukan untuk pengentasan Kemiskinan Ekstrim),” tutup Menko Airlangga. (rep/fsr/hls/*)
HADIR: Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin saat menghadiri Muscab VIII DPC PPP Kabupaten Langkat 2021 di Hotel Grand Stabat.sahrul akbar/sumut pos.
LANGKAT, SUMUTPOS.Co – Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin menghadiri Muscab VIII Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Langkat 2021 di Hotel Grand Stabat, akhir pekan lalu.
HADIR: Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin saat menghadiri Muscab VIII DPC PPP Kabupaten Langkat 2021 di Hotel Grand Stabat.sahrul akbar/sumut pos.
Ketua DPC PPP Kabupaten Langkat, Rahmad Rinaldi, berterima kasih kepada Bupati Langkat atas kehadirannya pada kegiatan tersebut. Dia berharap, hal ini dapat semakin menguatkan jalinan silaturahim antara PPP dengan Pemkab Langkat.
Rahmad pun menyampaikan, Muscab VIII DPC PPP Kabupaten Langkat 2021 ini, diikuti 23 ketua dan pengurus partai kecamatan se-Kabupaten Langkat.
Sementara itu, Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin, pada sambutannya terus mengharapkan sinergitas dan kemitraan yang kuat dari PPP, dalam upaya mencerdaskan masyarakat, khususnya di bidang sosial keagamaan.
“Hal ini penting, guna membangun masyarakat sejatera lahir dan batin,” ungkap Rencana.
Rencana juga mengapresiasi atas berlangsungnya Muscab VIII DPC PPP Kabupaten Langkat 2021 tersebut dengan aman dan lancar. Dia pun yakin serta percaya, kegiatan ini bakal melahirkan pemimpin yang berkompeten. Sebab menurutnya, PPP adalah partai yang memiliki kader-kader berkualitas untuk terus menjalankan roda organisasi secara baik.
“Semoga terpilih pemimpin yang bisa diterima semua kalangan,” harapnya.
Ketua DPW PPP Sumut Jafarudin Harahap, yang membuka kegiatan itu, menyampaikan harapan, agar pemerintah bersama PPP dapat bersama membangun Kabupaten Langkat, terutama dalam infrastruktur, serta berjuang bersama untuk umat.
“Saya juga berharap kekompakan PPP Langkat saat dibutuhkan umat,” katanya.
Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Muscab VIII DPC PPP Kabupaten Langkat 2021, M Indra, juga berterima kasih atas kehadiran dan respon yang baik dari Bupati Langkat.
Turut hadir Dandim 0203/LKT diwakili Danramil 07/Stabat Kapten Iroma Harahap, Kapolres Langkat diwakili Kasubag Hukum Iptu Alihot Lubis, Kakan Kemenag Langkat Zulfan Efendi, Wakil Wali Kota Binjai Rizki Yunanda Sitepu, Plt Asisten 1 Pemerintahan Basrah Pardomuan, para Staf Ahli Bupati, Staf Khusus Bupati, dan beberapa Kepala OPD terkait. (mag-6/saz)
BERSAMA: Bupati Karo Cory S Sebayang diabadikan bersama para Ketua TP PKK Kecamatan yang baru dilantik di Aula Kantor Bupati Karo, baru-baru ini.SOLIDEO/SUMUT POS.
KARO, SUMUTPOS.CO – Ketua TP PKK Kabupaten Karo Vera Rika, melantik Ketua TP PKK Kecamatan Payung, Berastagi, Barusjahe, Tiganderket, dan Merek di Aula Kantor Bupati Karo, baru-baru ini.
BERSAMA: Bupati Karo Cory S Sebayang diabadikan bersama para Ketua TP PKK Kecamatan yang baru dilantik di Aula Kantor Bupati Karo, baru-baru ini.SOLIDEO/SUMUT POS.
Pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan ini, merupakan tindak lanjut dari pengangkatan dan pemberhentian Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam jabatan administrator di lingkup Pemkab Karo, beberapa waktu lalu.
Dalam sambutannya, Bupati Karo, Cory S Sebayang menyampaikan, para Ketua TP PKK Kecamatan yang baru dilantik diharapkan selalu mendukung seluruh program kerja pemerintah tingkat kecamatan. Serta mendukung seluruh program kerja Ketua TP PKK Kabupaten Karo, sebagai mitra pemerintah dalam memberdayakan masyarakat.
“Peranan PKK di tengah-tengah masyarakat, khususnya dalam keluarga, sangat diharapkan mampu memberikan kontribusi dan perubahan demi berdayanya keluarga dan masyarakat menuju ketahanan keluarga dan ketahanan ekonomi di Karo. Khususnya di kecamatan, yang dipercayakan kepada para Ketua PKK Kecamatan,” ungkap Cory.
Cory pun berharap, dengan semangat, kerja keras, serta kerja sama yang baik, maka TP PKK Kecamatan akan lebih berdampak positif dan lebih berkembang di tengah masyarakat.
Dari amatan wartawan, kagiatan pelantikan ini dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) secara ketat, seperti memakai masker, mencuci tangan/hand sanitizer, serta menjaga jarak.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Asisten Pemerintahan Caprilus Barus, Kepala Dinas PMD Abel T Tarigan, Camat Payung, Camat Berastagi, Camat Barusjahe, Camat Tiganderket, dan Camat Merek, serta para pengurus TP PKK. (deo/saz)