Home Blog Page 2974

Kasus COVID-19 Turun Drastis, Pemerintah Terus Tingkatkan Capaian Vaksinasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Indonesia terus menggenjot vaksinasi kepada masyarakat di seluruh daerah di tanah air. Karena, akselerasi vaksinasi juga sangat penting untuk meminimalisasi dampak penyebaran varian baru virus COVID-19.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan Indonesia saat ini, kasus aktif COVID-19 terus menurun atau landai. Namun, momentum itu, digunakan untuk mempercepat capaian vaksinasi di berbagai wilayah.

Namun, kondisi pandemi yang terkendali saat ini, dianggap menjadikan masyarakat cenderung menunda vaksinasi. Terkait hal itu, Nadia mengungkapkan di beberapa daerah dalam 2-3 minggu ini terjadi penurunan jumlah penyuntikan vaksin per harinya.

“Kondisi penularan yang membaik, membuat masyarakat tidak buru-buru divaksin, mereka menunggu-nunggu dan memilih vaksin merek tertentu,” sebut Nadia dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9)-KPCPEN digelar secara virtual, Rabu (1/12) sore.

Sekali lagi, ia menekankan, semua merek vaksin yang beredar di Indonesia aman dan berkhasiat, sehingga masyarakat diminta segera melakukan vaksinasi dengan merek yang tersedia.

“Semua vaksin sama baiknya, efek samping itu biasa sebagai reaksi tubuh kita saat dilatih vaksin untuk menstimulasi sistem kekebalan tubuh,” papar Nadia.

Mengenai pengaruh vaksin pada varian baru, Nadia mengemukakan, vaksin bisa mencegah kita sakit parah terhadap varian baru tersebut. Walaupun masih banyak yang harus diteliti terkait efikasi, namun efek proteksi vaksin tetap banyak dan manfaatnya lebih besar.

Selain itu, ujarnya, dengan semakin banyak orang divaksin, benteng kekebalan bersama juga akan terbentuk untuk melindungi kita melawan varian baru tersebut.

Saat ini capaian vaksinasi nasional adalah sekitar 67% untuk dosis pertama dan sekitar 46% untuk dosis kedua. Sementara vaksinasi lansia masih perlu terus digenjot, karena baru mencakup sekitar 53% untuk dosis pertama.

Guna percepatan vaksinasi lansia ini, dilakukan upaya mendekatkan vaksinasi kepada masyarakat, seperti sistem door to door dan Posyandu lansia.

Selain itu, Nadia menekankan pentingnya terus melakukan sosialisasi dan edukasi agar para lansia bersedia divaksin, dengan menggandeng tokoh masyarakat, agama, media, juga memastikan tenaga kesehatan menyampaikan informasi yang benar. Tak kalah penting adalah perlunya inovasi dan pendekatan spesifik lokal sesuai kebutuhan,
yang dapat dijalankan tiap daerah.

Nadia juga meluruskan persepsi keliru, bahwa lansia yang memiliki banyak penyakit penyerta maka tubuhnya lemah untuk divaksin. Justru sebaliknya, lansia dikatakannya harus dibantu imunitasnya melalui vaksinasi. Bahkan vaksin COVID-19 justru didesain untuk kaum lansia dan penderita komorbid, sehingga vaksin tersebut akan memberikan perlindungan yang diharapkan.

Kesempatan yang sama, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Sumbar, Jasman juga menyebutkan, bahwa masih banyaknya informasi yang keliru (hoaks) menjadi kendala terbesar vaksinasi di daerah.

Untuk mengatasi tantangan hoaks dan kendala kultural, pihaknya mengedepankan pendekatan informal melibatkan alim ulama, cerdik pandai, semua lembaga serta institusi terkait, termasuk memberikan edukasi pentingnya vaksinasi melalui media massa dan anak-anak sekolah.

“Tiap daerah punya kiat tersendiri sesuai local wisdom (kearifan lokal) masing-masing,” tuturnya.

Ia menjelaskan, vaksinasi relatif mudah dilaksanakan di daerah terpencil dan penduduknya tetap, dibandingkan wilayah berpenduduk banyak dengan mobilitas tinggi. Dalam hal ini, Jasman sangat mengapresiasi semua pihak yang turut mendukung percepatan vaksinasi, khususnya tenaga keseh

atan dan vaksinator sebagai garda terdepan. Berkat kerja keras bersama, dalam dua bulan terakhir, cakupan vaksinasi di wilayahnya meningkat cukup pesat.

Situasi pandemi yang terkendali merupakan kesempatan untuk percepatan vaksinasi. Salah satu alasannya, karena tenaga kesehatan dan vaksinator dapat sepenuhnya melaksanakan vaksinasi.

Selain itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam/Vaksinolog, Dirga Sakti Rambe mengungkapkan, “Penelitian menunjukkan, saat tingkat penularan di masyarakat rendah, maka efektivitas vaksin pada tingkat optimal. Ini kesempatan baik untuk meningkatkan cakupan vaksinasi karena kasus terkendali,” ujarnya.

Terkait vaksin booster, Dirga menjelaskan panduan WHO bahwa dimulainya booster perlu mempertimbangkan berbagai hal, seperti cakupan vaksinasi nasional dan situasi di lapangan. Ia mengajak masyarakat untuk menunggu, tetap melindungi diri melalui protokol kesehatan ketat.

Mengingat saat ini vaksin COVID-19 dicari banyak negara, Dirga mengatakan, kita harus bersyukur Indonesia dapat memastikan ketersediaan vaksin meski bukan negara produsen vaksin.

Maka dari itu, ia mengajak masyarakat segera vaksinasi, jangan pilih-pilih vaksin, sehingga jangan sampai ada stok vaksin yang terbuang.

“Di Indonesia saat ini pandemi terkendali, tapi selalu ada potensi timbulnya lonjakan kasus, terutama terkait mobilitas pada liburan Natal dan Tahun Baru, juga varian-varian baru yang menyebar di berbagai negara. Karena itu, masyarakat harus selalu terapkan prokes, patuhi aturan level PPKM di daerah masing-masing, dan optimalkan proteksi dengan vaksinasi,” tandas Dirga.(gus)

PDI Perjuangan dan Polda Sumut Sepakat Gotong Royong Berantas Pekat dan Covid-19

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selain dihadapkan pada persoalan pandemi Covid-19, Sumut masih dihantui maraknya penyakit masyarakat (Pekat) seperti penyalahgunaan narkoba, judi, miras, dan aksi kriminalitas lainnya. Untuk itu, PDI Perjuangan dan Polda Sumut sepakat bergotong royong memberantas penyakit sosial, sekaligus mengendalikan pandemi Covid-19.

Kesepakatan tersebut terjadi saat DPD PDI Perjuangan Sumut yang dipimpin Rapidin Simbolon, bersilaturrahim ke Polda Sumut dan diterima langsung Kapolda Irjen Pol Drs RZ Panca Putra Simanjuntak MSi, Rabu (1/12/2021). Dalam silaturrahim yang berlangsung penuh nuansa kekeluargaan itu, kedua tokoh penting di Sumut ini memiliki visi yang sama, bahwa untuk menekan Covid-19 dan memberantas penyakit masyarakat harus dilakukan secara gotong royong antara Polri dan seluruh elemen masyarakat termasuk PDI Perjuangan dan seluruh jajaran pengurus sampai tingkat ranting.

Sebelumnya, Rapidin Simbolon yang didampingi Sekretaris Dr Sutarto MSi dan Wakil Ketua Sarma Hutajulu, Dr Aswan Jaya, Brilian Mocktar dan Ahmad Bima Nusa, menyampaikan salam dari Ketua Umum PDI Perjuangan Hj Megawati Sukarnoputri. “Secara kepartaian, baru hari ini kami sempat berkunjung dan bersilaturahmi dengan Kapolda, terutama saat saya menjadi Ketua DPD,” kata Rapidin.

Menurut Rapidin, PDI Perjuangan sebagai partai yang merupakan salah satu pilar demokrasi, tentu ingin membangun harmonisasi kepada seluruh stakeholder di Sumut salah satunya Polda Sumut. Apalagi, lanjut Rapidin, PDI Perjuangan akan melaksanakan Rakernas yang akan dilaksanakan pada 12-14 Desember mendatang. “Kita juga berharap masukan yang dapat kami sampaikan terkait situasi Sumut terutama menjaga kondusifitas di Sumut,” ujar Rapidin.

Dalam kesempatan itu, Rapidin juga menyampaikan undangan kepada Kapolda agar bisa hadir dalam perayaan Natal bersama PDI Perjuangan Sumut yang akan dilaksanakan di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kepulauan Nias,

Sementara, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Bidang Buruh Sarma Hutajulu menyampaikan beberapa persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama soal maraknya peredaran Narkoba. “Saat ini Sumut berada di peringkat pertama dalam peredaran Narkoba, dan tentu ini membuat kita sangat perihatin. Selain itu, ada juga judi tembak ikan yang sedang meresahkan di Sumut,” ungkap Sarma.

Kapolda Sumut, Panca Putra dalam kesempatan itu memberikan ucapan selamat kepada Rapidin Simbolon yang telah ditugaskan menjadi Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut. “Polri dan PDI Perjuangan telah memiliki hubungannya cukup lama, salam juga untuk Ketum dan kita sudah tidak merasa asing dengan PDI Perjuangan,” ujarnya.

Panca juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Sumut, terutama PDI Perjuangan yang telah membantu kerja-kerja kepolisian. “Masyarakat Sumut telah membantu kerja-kerja saya selama saya bertugas di Sumut. Saya berharap terus mendapat koreksi dari semua pihak terutama dari PDI Perjuangan,” ungkapnya.

Panca juga mengingatkan, jika pada Natal dan tahun baru, sebagaimana arahan Presiden agar masyarakat tetap disiplin menjaga protokol kesehatan. “Kami tidak melarang perayaan dan perkumpulan orang dalam Natalan maupun tahun baru, tetapi sama-samalah kita menjaga potensi lonjakan gelombang ketiga dari pandemi Covid-19,” harap Panca.

Terkait Vaksinasi, ungkap Panca, saat ini rata-rata kabupaten/kota sudah melakukan vaksinasi mencapai 50 persen, walaupun di beberapa daerah masih ada yang 30 persen, terutama di Kepulauan Nias.

“Kita sama bekerjasama untuk mencapai target 70 perseb program vaksinasi untuk masyarakat. Kita mohon juga kepada PDI Perjuangan untuk meminta pemerintah pusat memberikan vaksin lebih ke Sumut agar percepatan vaksinasi bisa sesuai target dengan cepat,” harap Panca lagi.

Terkait pemberantasan Narkoba, Kapoldasu menyatakan komitmennya untuk terus bekerja memberantas Narkoba, judi dan penyakit masyarakat lainnya. “Saya tidak main-main untuk memberantas penyakit sosial terutama narkoba. Anggota Polri yang terlibat kasus tersebut, akan langsung saya penjara dan saya sudah lakukan itu di Sumut,” tegasnya.

Kapolda mengakui, pemberantasan penyakit masyarakat dan menekan laju pandemi Covid-19 tidak bisa dilakukan Polri sendirian, butuh dukungan dan kerjasama semua pihak termasuk PDI Perjuangan. (rel/adz)

IJN Berikan Pengobatan Metode Baru dan Inovatif

Direktur Klinis, Gagal Jantung & Transplantasi Jantung, Konsultan Ahli Jantung, IJN, Dato’ Dr Azmee Mohd Ghazi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Institut Jantung Negara (IJN) Malaysia memberikan pelayanan medis terbaik untuk pasiennya. Dimana, tercatat sudah sekitar 6.000 pasien penderita penyakit jantung asal Indonesia berobat IJN setiap tahun dan dinyatakan sembuh.

Direktur Klinis, Gagal Jantung & Transplantasi Jantung, Konsultan Ahli Jantung, IJN, Dato’ Dr Azmee Mohd Ghazi.

Direktur Klinis, Gagal Jantung & Transplantasi Jantung, Konsultan Ahli Jantung, IJN, Dato’ Dr Azmee Mohd Ghazi, menjelaskan dari 6 ribu pasien dari Indonesia, didominasi dari warga di Pulau Jawa.

“Untuk pasien dari Indonesia, rata-rata jumlahnya sekitar 6.000 orang setiap tahunnya. Mereka umumnya berasal dari Pulau Jawa,” uvap Dato’ Dr Azmee kepada wartawan melalui zoom meeting, Rabu (1/12) petang.

Untuk diketahui, IJN berdiri sejak tahun 1992. Para pasien tersebut umumnya berobat untuk penyakit jantung karena faktor usia. Sedangkan, per tahunnya ada 6 juta pasien berobat dari berbagai negara.

IJN berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia, merupakan rumah sakit yang dikhususkan untuk pengelolaan dan pengobatan penyakit jantung dengan menyediakan layanan kardiologi, kardiologi pediatrik, dan bedah kardiotoraks untuk orang dewasa dan anak-anak.

Saat ini, IJN dianggap sebagai salah satu pusat medis terbaik untuk perawatan kardiovaskular dan toraks di Malaysia dan kawasan. IJN terus mengikuti perkembangan medis terkini, mulai dari penanganan lubang sederhana pada operasi jantung hingga transplantasi jantung dan paru-paru.

IJN juga menjadi rumah sakit pertama di Asia yang berhasil melakukan perawatan jenis baru untuk pasien yang menderita regurgitasi trikuspid atau katup jantung bocor. “Perawatan ini adalah prosedur invasif minimal yang melibatkan penggunaan sistem pengiriman katup kering yang dimuat sebelumnya, yang disebut sistem Katup Bikaval Transkateter TricValve® (Bioprosthesis),” jelasnya.

Penunjukan perangkat terobosan untuk TricValve® dan bioprostesis digunakan untuk pasien dengan regurgitasi trikuspid berat (katup bocor) dengan risiko tinggi untuk operasi jantung terbuka. Prosedur ini berhasil dilakukan di IJN pada 6 Mei 2021, oleh tim Gagal Jantung & Transplantasi Jantung dan Departemen Kardiologi.

Sistem TricValve® secara khusus dikembangkan untuk pasien yang menderita regurgitasi katup trikuspid, terutama mereka yang tidak dapat mengontrol gejalanya melalui perawatan lain dan dianggap terlalu berisiko tinggi untuk pembedahan. Regurgitasi katup trikuspid adalah suatu kondisi di mana selebaran katup trikuspid tidak dapat menutup dengan benar, menyebabkan aliran balik darah ke ruang kanan atas jantung dan dalam kondisi parah ke dalam cava. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan gagal jantung.

“Penyebab umum dari kondisi ini adalah peningkatan ukuran bilik jantung kanan bawah (ventrikel kanan), yang dapat menyebabkan ketegangan pada kemampuan katup trikuspid untuk berfungsi. Pasien mungkin mengalami gejala seperti kelelahan, irama jantung yang tidak normal, sesak napas, dan pembengkakan pada kaki dan perut. Namun, tanda-tanda ini seringkali tidak berkembang sampai kondisinya menjadi parah,” jelasnya

Pasien dengan regurgitasi katup trikuspid ringan ditangani dengan obat-obatan untuk meredakan gejala, dan pasien dengan kondisi parah mungkin memerlukan perbaikan atau penggantian katup jantung.

Dato’ Dr Azmee Mohd Ghazi mengatakan, tidak semua pasien mampu menahan risiko operasi atau mungkin memiliki kondisi lain yang membuat mereka tidak cocok untuk prosedur tertentu. Misalnya, pilihan bedah umum untuk regurgitasi katup trikuspid adalah annuloplasty, prosedur yang mengencangkan cincin di sekitar katup di jantung. Sayangnya, pada pasien dengan anulus trikuspid yang sangat melebar atau dengan alat pacu jantung sebelumnya atau kondisi lain yang mendasarinya, mereka tidak akan cocok untuk prosedur tersebut.

“Untuk kasus seperti itu, penting bagi kami untuk dapat menawarkan pengobatan inovatif baru seperti TricValve® untuk membantu lebih banyak pasien meringankan gejala mereka dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” katanya.

Sistem katup ganda dikembangkan untuk prosedur invasif minimal dan menawarkan periode pemulihan yang lebih cepat untuk pasien dengan gejala regurgitasi trikuspid yang parah. Oleh karena itu, kurva belajar bagi dokter relatif cepat, dan prosedur dapat dilakukan secara efektif sambil memastikan keselamatan pasien.

Sedangkan Datuk Dr Aizai Azan Abdul Rahim, Chief Executive Officer & Senior Consultant Cardiologist, IJN mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada tim IJN karena telah mencari metode pengobatan yang lebih baru dan lebih inovatif.(gus)

Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia Cerminkan Optimisme dan Tekad Indonesia untuk Menghasilkan Terobosan Besar dari Forum G20

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presidensi Indonesia dalam Group of Twenty (G20) dimulai sejak hari ini, Rabu 1 Desember 2021. Hal ini menjadi salah satu peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia dimana hal ini merupakan sebuah kepercayaan dan kehormatan bagi Indonesia untuk menerima tampuk Presidensi G20 yang sebelumnya dipegang Italia.

Secara umum, dengan dipegangnya tongkat Presidensi G20 oleh Indonesia diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, bahwa Indonesia adalah negara besar yang keberadaannya sangat diperhitungkan oleh negara-negara lain di dunia, baik dari sisi ekonomi, letak geografis, maupun sikap politiknya. Lebih lanjut, di samping dikenal dengan keramahtamahannya, Indonesia juga dikenal karena memiliki keragaman budaya dari berbagai suku yang ada di nusantara serta alam yang indah dan permai.

Dalam sambutannya pada acara Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta (1/12), Presiden RI Joko Widodo menginginkan agar Presidensi G20 Indonesia tidak sebatas seremonial belaka. “Indonesia mendorong negara-negara G20 untuk melakukan aksi-aksi nyata. Indonesia siap berkolaborasi dan menggalang kekuatan sehingga masyarakat dunia dapat merasakan dampak positif dari kerja sama ini. Indonesia juga harus menghasilkan terobosan-terobosan besar dari forum G20,” ujar Presiden Joko Widodo.

Presidensi G20 Indonesia merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi global, dengan partisipasi aktif membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, lebih adil, dan berlanjutan berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.  Oleh karena itu, Presidensi G20 Indonesia mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”. Dengan tema tersebut, Presidensi G20 Indonesia diharapkan dapat memberikan semangat baru untuk mewujudkan tatanan dunia yang bukan hanya memberikan kesejahteraan dan kemakmuran, namun juga menjamin keberlanjutan kehidupan di masa depan.

Presidensi G20 Indonesia akan fokus untuk membawa tiga isu pembahasan strategis yaitu penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi menuju energi berkelanjutan. Presidensi G20 Indonesia menjadi momentum untuk meningkatkan diplomasi ekonomi melalui upaya menciptakan arsitektur ekonomi dan kesehatan global pasca krisis.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, selaku Ketua I Bidang Sherpa Track Presidensi G20 Indonesia mengatakan, “Presidensi G20 Indonesia bertujuan agar dunia dapat keluar dari krisis dengan lebih baik dan lebih tangguh. Hal ini tentunya membutuhkan transformasi cara kerja global, perubahan pola pikir dan model bisnis, pemanfaatan setiap kesempatan di tengah pandemi untuk menghasilkan terobosan baru.”

Dalam Presidensi ini, G20 perlu memfokuskan pada penguatan sistem multilateralisme dan kemitraan global yang efektif, guna memastikan perekonomian dunia tetap terbuka, adil, saling menguntungkan, dan menjamin tidak ada satupun yang tertinggal, khususnya kelompok miskin dan rentan.

Indonesia akan menggunakan Presidensi G20 untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan negara-negara berkembang, sehingga dapat tercipta tata kelola dunia yang lebih adil. Utamanya untuk memperkuat solidaritas dunia dalam mengatasi ancaman perubahan iklim dan mendorong pembangunan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga melakukan penyerahan pin atau tanda tugas kepada perwakilan Chairs Working Groups dan Engagement Groupssecara simbolis serta peluncuran alamat situs resmi G20 yakni www.g20.org. Situs ini memuat informasi mengenai jadwal pertemuan, side events, dan workstreams, baik dari Sherpa Track maupun Finance Track.

Dalam Opening Ceremony ini, selain dihiasi dengan lagu tema Presidensi G20 Indonesia yang berjudul “Recover Together, Recover Stronger”. Lagu ini diciptakan oleh Candra Darusman dan dibawakan oleh Afgan Syahreza. Ada juga pemutaran video kolaborasi musisi dan penyanyi Indonesia dengan Orkestra Anak Indonesia dan EGMS Children Choir, dan acara juga dimeriahkan dengan pagelaran seni dan budaya nusantara.

Turut hadir dalam acara ini antara lain Wakil Ketua DPR Lodewijk F. Paulus, Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (dep7/rep/fsr/hls/*)

Surya Sunanda Tewas Terkena Eggreknya Sendiri Saat Akan Memanen Sawit

EVAKUASI : Jajaran Polsek Dolok Merawan ketika melakukan evakuasi terhadap korban meninggal karena tergorok eggrek dibagian lehernya.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Raju Sunandah (27) warga Dusun I Desa Afdeling VI Dolok Hilir Kecamatan Dolok Merawan Kabupaten Sergai yang bekerja sebagai buruh harian lepas di PTPN IV Kebun Dolok Hilir ditemukan tewas setelah eggrek (alat pemanen sawit) menggorok lehernya sendiri karena tidak hati hati saat akan memanen sawit di Afdeling III Blok 98 Dolok Hilir Kecamatan Dolok Merawan, Rabu sore (1/12/2021).

EVAKUASI : Jajaran Polsek Dolok Merawan ketika melakukan evakuasi terhadap korban meninggal karena tergorok eggrek dibagian lehernya.

Kapolsek Dolok Merawan, AKP Asmon Bufitra membenarkan penemuan pekerja harian kebun Dolok Hilir yang diduga tewas karena bagian leher kena benda tajam berupa eggrek sawit, saat ini korban tewas dibawah kerumah sakit untuk dilakukan visum.

Kapolsek Dolok Merawan AKP Asmon Bufitra mengaku mendapat informasi penemuan mayat kondisi nyaris putus lehernya akibat terkena eggrek sawit yang dibawahnya sendiri. “Kita sudah meminta keterangan saksi dalam kejadian ini,” bilangnya.

Dari hasil keterangan beberapa saksi, dapat disimpulkan bahwa kejadian akibat pekerja yang kurang hati hati saat membawa benda tajam menggunakan gala pajang sepanjang 6 meter yang diujungnya diletakkan eggrek dan dibawah menggunakan sepeda motor tanpa plat kenderaan.

“Saat membawa eggrek tersebut, gala sempat menyangkut ke sebuah batang pohon dan akibatnya, leher korban yang terkena luka robek dibagian lehernya akibat hembasan eggrek, kemudian korban meninggal dunia dilokasi kejadian,” jelas AKP Asmon Bufitra.

Setelah dilakukan visum dirumah sakit, pihak keluarga tidak memberikan izin untuk dilakukan otopsi dan akan memakamkan korban di tempat pemakaman umum di lokasi rumah korban. (ian)

Transisi Energi Melalui Penggunaan Teknologi Hijau yang Ramah Lingkungan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Indonesia mendukung komitmen dunia memaksimalkan penggunaan energi ramah lingkungan dalam menghadapi era transisi energi menuju energi hijau. Berbagai langkah dilakukan untuk transisi energi tersebut, di antaranya dengan pengembangan B-30 hingga D-100 dan bioavtur, serta penggunaan teknologi ramah lingkungan untuk sektor transportasi dan industri. Badan Usaha yang bersinggungan dengan energi fosil juga diminta membuat perencanaan matang untuk menghadapi era transisi tersebut, melalui penggunaan teknologi hijau dan energi bersih.

“Kunci dari seluruh hal tersebut adalah tetap bekerja maksimal, dengan menggunakan teknologi hijau, sehingga produk yang dihasilkan ramah lingkungan dan mendukung capaian tujuan utama yaitu mengurangi emisi karbon,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keynote speech-nya pada acara 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil & Gas 2021 yang diadakan oleh SKK Migas, secara virtual, Selasa (30/11).

Dalam kesempatan tersebut, Menko Perekonomian juga mengapresiasi SKK Migas sebagai pengelola kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi yang telah membuat perencanaan untuk menekan emisi karbon yang dihasilkan oleh kegiatan usaha hulu migas.

“Pada COP26 di Glasgow awal November lalu juga dibahas penggunaan teknologi Carbon Capture Utililization and Storage yang sangat relevan dengan industri migas. Selain itu, penggunaan teknologi hijau juga sudah menjadi bagian dari program yang akan diterapkan Pemerintah, terutama pada Proyek Strategis Nasional,” ujar Menko Airlangga.

Poin penting dalam transisi energi adalah memperluas penggunaan energi terbarukan. Sejalan dengan itu, Pemerintah juga tetap memperhatikan kecukupan energi untuk mendukung beragam kegiatan perekonomian yang membutuhkan kelancaran pasokan minyak dan gas bumi sebagai sumber energi dan bahan baku.

“Bahkan gas sebagai sumber energi yang cukup rendah emisinya akan memegang peran utama, menggantikan energi fosil lain yang dinilai lebih tidak ramah lingkungan, seperti batu bara. Untuk itu, persiapan matang harus dilakukan agar kecukupan energi yang dibutuhkan Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi benar-benar terjamin,” tegas Menko Airlangga.

Industri hulu migas masih memiliki peran penting dalam menciptakan multiplier effect bagi industri-industri pendukung lainnya. Terlebih pada tahun lalu, Kementerian ESDM telah menetapkan kebijakan harga gas untuk industri tertentu yang kompetitif, sehingga banyak industri di sektor hilir yang berpeluang untuk berkembang lebih pesat lagi.

“Kebijakan tersebut patut diapresiasi, dan kami harapkan industri hilir dari kegiatan hulu migas dapat berkembang pula, sehingga akan berkontribusi terhadap penerimaan negara, serta menimbulkan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi bangsa. Berdasarkan alasan ini, peningkatan produksi yang diusahakan oleh SKK Migas yaitu 1 juta BOPD minyak dan 12 miliar standar kaki kubik gas pada 2030 tetap menjadi hal penting yang harus diusahakan,” papar Menko Airlangga.

Pemerintah juga terus berkomitmen untuk mendukung pencapaian target jangka panjang industri hulu migas, terutama untuk memaksimalkan lifting minyak dan gas bumi. Pemerintah telah memberi ruang untuk peningkatan investasi, antara lain melalui sejumlah insentif untuk industri hulu migas, serta penyederhanaan perizinan untuk kemudahan berusaha.

“Ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan investasi di sektor hulu migas, termasuk membangun infrastruktur pendukung kegiatan ini. Diperlukan juga kolaborasi yang kuat antar kementerian/lembaga beserta seluruh stakeholder yang terlibat, serta makin mengembangkan riset dan inovasi di sektor hulu migas,” pungkas Menko Airlangga. (rep/fsr/*)

Tak Terbitkan Izin Impor Beras, Mendag: Pemerintah Jamin Ketersediaan Kebutuhan Beras Selama 2021

Mendag Muhammad Lufti saat memimpin rapat di kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Selasa (30/11).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan Pemerintah menjaimin ketersediaan kebutuhan beras nasional sepanjang 2021 tanpa melakukan impor. Pemerintah tidak menerbitkan izin impor beras untuk keperluan umum sepanjang tiga tahun terakhir yakni, 2019, 2020 dan 2021. Izin impor beras terakhir kali diterbitkan pada 2018.

Mendag Muhammad Lufti saat memimpin rapat di kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Selasa (30/11).

Lebih lanjut Mendag menyampaikan “Izin yang kita terbitkan selama tahun 2019, 2020 dan 2021
relatif sangat kecil dan hanya untuk keperluan khusus yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri
antara lain beras khusus untuk keperluan hotel, restoran, kafe (horeka), dan warga negara asing
yang tinggal di Indonesia, seperti Basmati, Japonica, Hom Mali, beras khusus untuk keperluan
penderita diabetes seperti beras kukus, dan beras pecah 100% untuk keperluan bahan baku
industri,”.

Menurut Mendag, pemerintah akan selalu menjaga kekuatan stok beras nasional untuk menjaga
keseimbangan dan ketersediaan pasokan beras di pasar, terutama di saat pandemi Covid-19 yang
masih berkepanjangan, dengan selalu memberikan perlindungan bagi petani dan penyerapan hasil
produksi dalam negeri.

Selain itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan akan selalu berupaya untuk menjaga
stabilitas harga melalui kebijakan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH), terutama saat
menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

“Untuk itu, Kementerian Perdagangan akan selalu berkoordinasi dengan seluruh pemangku
kepentingan yang berkaitan dengan perberasan dalam menjamin ketersedian dan stabilisasi
harga,” tutup Mendag. (*/sih)

Politeknik AMI Medan Kukuhkan Kadet Praktek Laut

KADET: Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Maritim Politeknik AMI Medan Yuris Danilwan MSi PhD (3 kanan) bersama pimpinan kampus dan peserta pengukuhan kadet praktek laut terbaik.

SUMUTPOS.CO – POLITEKNIK Adiguna Maritim Indonesia (AMI) Medan mengukuhkan Kadet Praktek Laut Jurusan Teknika dan Nautika, Selasa (30/11).

KADET: Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Maritim Politeknik AMI Medan Yuris Danilwan MSi PhD (3 kanan) bersama pimpinan kampus dan peserta pengukuhan kadet praktek laut terbaik.

Pengukuhan berlangsung di Machmoedin Ballroom Politeknik AMI Medan. Kegiatan dihadiri Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Maritim Politeknik AMI Medan Yuris Danilwan MSi PhD dan Direktur Politeknik AMI Medan Capt Dafid Ginting MMar MSi dan orangtua taruna.

Yuris Danilwan mengemukakan yayasan memberikan dukungan terhadap pengembangan Politeknik AMI Medan termasuk mendatangkan simulator berteknologi tinggi dari India.

Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Maritim Politeknik AMI Medan mengatakan pengukuhan kadet praktik laut merupakan momen yang dinanti oleh taruna. ”Kadet adalah taruna yang telah lulus ujian akhir praktik laut tahap pertama. Setelah lulus tahap kedua akan dilantik menjadi perwira muda pelayaran besar,” katanya.

Ia mengatakan ujian praktik laut mendapat hasil yang membanggakan. Sebab lulus tepat waktu pada masa studi dua tahun, dua bulan.

Hal ini juga menunjukkan proses belajar mengajar di Politeknik AMI Medan telah sesuai dengan peraturan dan ketentuan nasional dan internasional.

”Yayasan komit untuk meningkatkan mutu pendidikan di kampus kita. Kompetensi dan keterampilan juga harus ditingkatkan termasuk penguasaan bahasa Inggris,” ujarnya.

Ditambahkan Yuris Danilwan, saat ini Politeknik AMI Medan berusia 61 tahun yang diawali dari Akademi Perdagangan Pelayaran (APP). Kemudian berubah menjadi Akademi Pelayaran Niaga Indonesia (APNI) dan Akademi Maritim Indonesia (AMI).

Untuk itu, segera dibuka beberapa program studi baru untuk diploma IV untuk mewujudkan visi Politeknik AMI Medan yang terkenal dan profesional pada tahun 2026. Demikian sedang dilaksanakan revitalisasi dan reposisi serta rencana strategis dan operasional seiring perubahan akademi menjadi politeknik tersebut.

Sebagai poros maritim dan negara kepulauan terbesar dunia, lanjut Yuris Danilwan, Indonesia membutuhkan banyak sumber daya manusia dibidang maritim.

Direktur Politeknik AMI Medan Capt Dafid Ginting MMar MSi meminta 52 kadet praktik laut terus meningkatkan keahlian. Selain itu harus bisa berpikir kritis, kreatif, gigih dan bisa menyelesaikan masalah agar mereka nantinya lebih sukses di dunia kerja. Disebutkan direktur, kadet dan perwira dari Politeknik AMI Medan memiliki mental yang kuat. (dmp)

Bersama MGDALENAF, Teh Pucuk Bangkitkan UMKM Kuliner di Sumatera di Tengah COVID-19

Teh Pucuk Harum Bersama MGDALENAF Kunjungi UMKM Pilihan di Sumatera.(ist).

SMUTPOS.CO – Pandemi Covid-19 telah meluluhlantahkan beberapa sektor tak terkecuali sektor UMKM khususnya bidang kuliner. Berdasarkan survei yang dilakukan SMESCO Indonesia bulan Maret hingga April 2021 lalu yang merupakan salah satu institusi dibawah naungan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemkop UKM), mengungkapkan bahwa persentase UMKM sektor makanan olahan, sektor rumah makan serta warung kopi dan lainnya mengalami keterpurukan karena efek dari pandemi.

Teh Pucuk Harum Bersama MGDALENAF Kunjungi UMKM Pilihan di Sumatera.(ist).

Dengan kondisi dan situasi seperti sekarang, Teh Pucuk Harum sebagai teh favorit masyarakat Indonesia memiliki komitmen untuk terus mendukung perkembangan industri kuliner di Indonesia dengan kembali berkolaborasi bersama YouTuber ternama tanah air yakni Magdalena atau yang lebih dikenal Mgdalenaf pada akun media sosialnya untuk kembali menjalankan program UMKM Pilihan Mgdalenaf Bersama Teh Pucuk Harum yang merambah ke pulau Sumatera.

Pada Maret 2021 lalu program UMKM Pilihan Mgdalenaf Bersama Teh Pucuk Harum telah mengunjungi 14 UMKM di wilayah Pulau Jawa hingga Bali tepatnya di 6 kota yang mendapat banyak respon positif dari para followers, subcribers Mgdalenaf hingga masyarakat luas.

Kini, UMKM Pilihan Mgdalenaf Bersama Teh Pucuk Harum kembali hadir dengan mengunjungi Pulau Sumatera tepatnya di 6 kota yakni, Lampung, Bangka, Belitung, Palembang, Padang dan Medan.

Senior Brand Manager Teh Pucuk Harum, Yustina Amelia mengatakan dengan kembali menjalankan program UMKM Pilihan Mgdalenaf Bersama Teh Pucuk Harum yang kedua kalinya di masa pandemi seperti ini merupakan sebuah bukti nyata pihaknya untuk selalu konsisten dalam membantu para UMKM bidang kuliner di Indonesia.

“Untuk terus bangkit dan mendukung inovasi-inovasi baru dalam bentuk sajian yang unik dan khas serta disukai masyarakat khususnya para penggiat kuliner,” sebut Yustina dalam keterangan tertulis, Rabu (1/12).

Pada program UMKM Pilihan Mgdalenaf Bersama Teh Pucuk Harum masih mengusung konsep yang sama untuk membantu para UMKM di bidang kuliner yang mengalami penurunan omset ataupun bergantung pada penghasilan sehari-hari, namun yang membuat program kali ini berbeda dari sebelumnya adalah Magdalena mengadakan Digital Activation dengan judul #UMKMHuntingWithMGDALENAF #DitemeninTehPucukHarum. Gerakan digital ini merupakan sebuah ajakan kepada followers dan subscribers Mgdalenaf atau pun masyarakat yang sudah menonton tayangan video YouTube UMKM Pilihan Mgdalenaf Bersama Teh Pucuk Harum di Pulau Sumatera untuk bisa turut serta membuat sebuah konten makanan/kuliner sekreatif mungkin tentang UMKM yang telah didatangi Magdalena di pulau Sumatera.

“Tujuan diadakannya gerakan ini, untuk bisa bersama-sama membantu mempromosikan UMKM yang didatangi secara meluas. Tidak hanya bergerak dari diri saya sendiri melalui platform yang saya miliki, namun saya juga mengajak teman-teman dan masyarakat diluar sana untuk dapat turut andil dalam membantu UMKM melalui platform yang mereka miliki. Dengan begitu gerakan ini akan semakin massive untuk bisa membantu para UMKM bidang kuliner bangkit dari keterpurukan,” ungkap Magdalena, YouTuber & Content Creator.

Para peserta yang mengikuti gerakan digital ini dapat mengunggah konten pada akun Instagram masing-masing dengan unggahan berupa Instagram Story/Feed/Reels. Sertakan juga caption secara singkat yang menceritakan tentang UMKM yang didatangi, lalu gunakan hashtag #UMKMHuntingWithMGDALENAF #DitemeninTehPucukHarum, kemudian mention satu orang teman untuk bisa ikut serta gerakan digital ini dan tak lupa juga untuk Tag dan follow akun Instagram @mgdalenaf dan @pucukharumid. 5 orang pemenang akan dipilih dari setiap konten UMKM pilihan yang di unggah dan masing-masing pemenang akan mendapatkan hadiah berupa e-voucher serta persediaan produk Teh Pucuk Harum. Periode gerakan digital ini dapat diikuti dari tanggal 7 November 2021 hingga akhir Desember 2021.

Magdalena selalu memiliki kisah menarik di setiap kota yang dikunjungi dalam program UMKM Pilihan Mgdalenaf Bersama Teh Pucuk Harum tak terkecuali pada 6 kota di pulau Sumatera diantaranya seperti Bebek Gila Deborah yang berlokasi di kota Lampung yang memiliki ciri khas menjual satu ekor bebek dalam ukuran besar yang dimasak dengan cabai seberat 6 kg.

Cita rasa yang disajikan sangat enak, cabai nya sangat pedas, dan harganya pun relatif terjangkau namun karena efek pandemi mereka harus kehilangan para pelanggannya.

Lalu ada Mie Celor Poligon yang terletak di kota Palembang merupakan mie legendaris yang berdiri sejak puluhan tahun lamanya yang memiliki cita rasa yang sangat enak, namun akibat pandemi Mie Celor Poligon sempat menutup kedainya dan juga telah banyak kehilangan omset selama penjualan.

Kemudian beranjak ke kota Pangkal Pinang, di Kepulauan Bangka ada Mie Ayam Yen-Yen yang merupakan satu-atunya UMKM pelopor bakmi bangka halal yang memiliki cita rasa luar biasa enak yang ternyata menggunakan minyak bawang buatan sendiri dan juga kecap khas pulau Bangka yang tidak ditemukan di tempat lain tapi sayang penjualannya hampir menurun sekitar 70% dari biasanya karena efek pandemi.

Lanjut ke wilayah Tanjung Pandan kota Belitung, terdapat Warung Mak Weng menjual aneka ragam seafood yang segar dan uniknya bumbu bumbu dasar yang digunakan diletakkan di atas permukaan tanah. Ini merupakan salah satu tradisi masakan yang unik dan langka karena dengan meletakkan bumbu-bumbu di atas permukaan tanah, menurut mereka itu menjadi sebuah kunci untuk menjaga cita rasa dari masakan yang dibuatnya dan karena efek pandemi, UMKM ini merugi sebesar ratusan juta rupiah. Kemudian beralih ke kota Medan, ada Nasi goreng Komdak yang terkenal dengan cita rasanya yang lezat dan cara memasaknya yang masih tradisional dengan menggunakan arang, dan di masa pandemi UMKM ini juga turut merasakan penurunan penjualan.

Salah satu UMKM yang menarik perhatian Magdalena yakni Rumah Makan Family Benteng yang terletak di Bukittinggi kota Padang yang letaknya dekat Benteng peninggalan jaman Belanda yakni di Benteng Fort De Cock. UMKM ini berdiri sejak tahun 1950 dan bermula dari sinilah Ayam Pop pertama kali diperkenalkan dan dijual di Indonesia. Asal mula nama ayam pop itu ternyata masakan ayamnya sudah sangat populer sejak dahulu diperjual belikan dan disukai oleh masyarakat setempat, kemudian oleh sang penjual diberi nama Ayam Pop yang merupakan kepanjangan dari Ayam Populer. Uniknya Ayam Pop ini juga memiliki perbedaan dibanding jenis masakan ayam lainnya, karena tidak di sengaja ayam tersebut dimasak dalam waktu yang cepat sehingga berbeda dengan ayam goreng biasanya yang kering dan berwarna kuning keemasan.

Ternyata selama Magdalena membantu para UMKM kuliner di Jawa, Bali dan Sumatera, masih banyak pelaku UMKM kuliner yang tidak mengetahui bagaimana cara untuk menarik para pelanggan datang karena mereka masih berjualan secara konvensional dan masih menggunakan cara marketing mereka masing-masing yang belum tersentuh oleh hebatnya teknologi masa kini. Selain itu kondisi rumah makan yang tidak mendapatkan perhatian lebih juga menjadi fokus perhatian dari program UMKM Pilihan Mgdalenaf Bersama Teh Pucuk Harum.

“Sebenarnya sesuai dengan tujuan awal dari diadakannya program ini untuk bisa membantu mendigitalisasi para UMKM bidang kuliner yang dikunjungi dengan memanfaatkan platform yang saya miliki sebagai wadah promosi kepada para masyarakat luas untuk mengetahui betapa unik dan lezatnya makanan yang disajikan oleh beberapa UMKM yang saya kunjungi tersebut. Dan sudah selayaknya kita saling bantu untuk meningkatkan penjualan UMKM bidang kuliner yang sedang dalam masa keterpurukan di situasi pandemi seperti sekarang ini dengan cara mengunjungi, mencicipi dan mempromosikan dengan cara kita masing-masing,” tutur Magdalena, YouTuber & Content Creator.

Tak hanya itu saja, Magdalena pun juga berharap kepada Teh Pucuk Harum yang memiliki komitmen mendukung perkembangan UMKM di Indonesia untuk terus membantu para UMKM bidang kuliner di kota-kota lainnya yang masih banyak memerlukan bantuan dan perhatian karena efek dari pandemi covid-19.

“Melihat banyak nya respon positif yang diterima dengan menjalankan program UMKM Pilihan Mgdalenaf Bersama Teh Pucuk Harum, kami berharap kedepannya akan ada lebih banyak lagi UMKM bidang kuliner di kota-kota lainnya di Indonesia yang dapat terbantukan dengan diadakan program seperti ini dan para pelaku UMKM dapat kembali bangkit serta melahirkan inovasi baru dalam menyajikkan sajian kuliner,” tutup Yustina Amelia.

Program UMKM Pilihan MGDALENAF bersama Teh Pucuk Harum di Pulau Sumatera telah mengeluarkan enam (6) episode UMKM sejak tanggal 7 November 2021 episode pertama dikeluarkan. Saksikan terus episode terbaru kisah para UMKM Pilihan MGDALENAF Bersama Teh Pucuk Harum lainnya di Youtube channel MGDALENAF.

Nantikan terus update terbaru dari Teh Pucuk Harum di website www.tehpucukharum.com dan like Facebook Teh Pucuk Harum di @pucukharumid, follow akun Twitter di @pucukharumid, YouTube Channel Pucuk Harum, dan Instagram di @pucukharumid.(rel)

PT Inalum Kembali Tanam Pohon di Daerah Tangkapan Air Danau Toba

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) INALUM turut mendukung gerakan kolaborasi “BUMN Hijaukan Indonesia” dengan melakukan penanaman 500 bibit macadamia nuts di Desa Marbun Tongga Marbun Dolok, Kecamatan Bakti Raja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara.

Kegiatan ini merupakan gerakan kolaborasi PT INALUM (Persero) dengan BUMN lainnya dalam menyemarakkan Hari Menanam Pohon Indonesia setiap tanggal 28 November.

BUMN yang terlibat dalam memperingati HMPI diantaranya PT INALUM (Persero)/MIND ID, PT Pelindo (Persero), PTPN V, PTPN VIII, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pertamina (Persero), Perum Perhutani, PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), PT Pegadaian, PT Asuransi Kredit Indonesia, PT Taspen (Persero) dan LPPNPI (Airnav).

Menteri BUMN Erick Thohir memimpin langsung penanaman pohon yang dilakukan secara serentak di tujuh titik, dan berpusat di Gedung Kementerian BUMN Jakarta pada hari Minggu (28/11).

Adapun tujuh titik tersebut antara lain adalah Danau Toba – Sumatera Utara, Wai Sekampung – Lampung, Pekanbaru – Riau, Rangkasbitung – Banten, Pasuruan – Jawa Timur, dan Makassar – Sulawesi Selatan. Dalam acara ini turut hadir Eselon I Kementerian BUMN dan Direksi BUMN.

Dalam sambutannya, Erick Thohir menyebutkan bahwa gerakan ini merupakan bentuk kecintaan terhadap bumi yang diwujudkan oleh BUMN, pemerintah daerah dan seluruh individu yang terlibat. Seterusnya Presiden Joko Widodo juga turut mendukung dan turun langsung ke bawah untuk melakukan gerakan menanam pohon tersebut.

“Oleh karena itu, BUMN sebagai pembantu presiden ini mendorong percepatannya melalui 111 ribu pohon yang akan ditaman kedepannya,” ujar Erick Thohir.

Sementara Itu, PT INALUM (Persero) melalui mitra-mitranya yang ada di sekitar pinggiran Danau Toba juga akan melanjutkan penanaman pohon sebanyak 33.196 ribu. Sampai tanggal 26 November 2021 PT Inalum (Persero) telah melakukan penanaman pohon di Daerah Tangkapan Air (DTA) sebanyak 114.900 bibit di lahan seluas 229,8 Ha.

Dan ditargetkan sampai akhir tahun 2021 menanam sebanyak 148 ribu di lahan seluas 297 Ha melalui program Konservasi DTA Danau Toba – PT Inalum (Persero).

Dalam sambutan Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor pada acara ceremonial Hari Menanam Pohon Indonesia yang berada di Kabupaten Humbang Hasundutan menyatakan bahwa

“Penanam pohon ini bertujuan supaya nantinya bisa dirasakan oleh masyarakat dan kelompok tani, dan perlu perjuangan yang lebih ekstra agar hasilnya terlihat. Tidak lupa pula berterima kasih kepada Inalum dan kalau boleh lebih masif lagi menanam pohon di sekitar Danau Toba ini biar lebih asri, karena disini sering kebakaran hutan”, ujar Bupati Humbang Hasundutan.

Turut hadir dalam acara penanaman pohon di wilayah Danau Toba Alexander Benny Wiwoho (Direktur Eksekutif SDM – PT Inalum), Sri Widodo (Direktur Inhutani IV), Rugun br Hutapea (Perwakilan Kementerian BUMN), Ari Bowo Soekotjo (SVP Administrasi PLTA – PT Inalum), Binahidra Logiardi (Plh. Kadiv Sustainability – MIND ID), Eduard K. Siahaan (General Manager – Inhutani IV), Mei br Pane (Staf Pemberdayaan KPH Dolok Sanggul), Teguh Bayu Aji (Kasubdiv Jasa ASA V, PJT1), Ir. Minrod Sigalingging (Kadis LH Humbahas), Camat Bakti Raja, Danramil 05, Kapolsek Bakti Raja, Kepala Desa setempat dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala, Univ Simalungun).(rel)