30.2 C
Medan
Tuesday, January 20, 2026
Home Blog Page 2974

Warga Sidorukun Berbondong Ikut Divaksin

BERBONDONG: Warga Desa Sidorukun berbondong-bondong mendatangi Kantor Desa Sidorukun untuk melakukan vaksinasi Covid-19, Senin (1/11).FAJAR DAME HARAHAP/SUMUT POS.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Warga Desa Sidorukun, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, berbondong-bondong mendatangi Kantor Desa Sidorukun untuk mengikuti vaksinasi massal yang digelar Puskesmas Pangkatan, Senin (1/11).

BERBONDONG: Warga Desa Sidorukun berbondong-bondong mendatangi Kantor Desa Sidorukun untuk melakukan vaksinasi Covid-19, Senin (1/11).FAJAR DAME HARAHAP/SUMUT POS.

Dari pantauan wartawan di lapangan, warga tampak antusias menunggu antrean vaksinasi, dengan lebih dulu mendaftarkan diri, dan melakukan pemeriksaan kesehatan, sebelum penyuntikan vaksin.

Pj Kepala Desa Sidorukun, Suwardi mengatakan, vaksinasi massal ini, merupakan vaksin dosis pertama yang kuotanya tersedia untuk 150 pelajar MTs Aroyan, serta 200 warga Desa Sidorukun.

Menurutnya, sebelum vaksinasi kali ini, juga telah dilaksanakan vaksinasi massal untuk 800 orang.

“Sampai saat ini, diperkirakan warga Desa Sidorukun yang telah divaksin mencapai 30 persen. Dan 70 persen sisanya, segera kami upayakan agar mendapat vaksinasi dengan berkoordinasi ke dinas kesehatan dan pihak kepolisian,” ungkap Suwardi.

Suwardi juga mengatakan, pelaksanaan vaksinasi massal di Desa Sidorukun ini, menurutnya disambut baik oleh warga setempat. Hal terbukti dari sangat antusiasnya warga setiap kali ada pelaksanaan vaksinasi di daerah tersebut.

“Setiap ada vaksinasi massal, warga selalu datang berbondong-bondong untuk ikut divaksin,” pungkasnya.

Vaksinasi massal ini juga dihadiri Kepala Puskesmas Pangkatan Nurhayani, Babinkamtibmas dari Polsek Bilah Hilir, perangkat Desa Sidorukun, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Pangkatan. (fdh/saz)

Atalanta vs Man United: Duel Lini Depan

ADU TAJAM: Striker Atalanta Duvan Zapata siap beradu tajam dengan striker Manchester United Cristiano Ronaldo, Rabu (3/11) dini hari WIB.

SUMUTPOS.CO – Prediksi Atalanta vs Man United dalam jadwal Liga Champions (UCL) 2021, jika melihat kualitas pemain kedua tim, menunjukkan laga akan berlangsung sengit. Jalannya laga Grup F UCL 2021-2022 di Atleti Azzurri d’Italia tersebut bisa disaksikan melalui live streaming Champions TV 1 dan SCTV, pada Rabu (3/11/2021), pukul 03.00 WIB.

ADU TAJAM: Striker Atalanta Duvan Zapata siap beradu tajam dengan striker Manchester United Cristiano Ronaldo, Rabu (3/11) dini hari WIB.

Man United sedang dalam kondisi on fire setelah mampu menang telak 0-3 atas Tottenham dalam lanjutan jadwal Liga Inggris pekan lalu. Kemenangan tersebut sekaligus menandai momen kebangkitan mereka pascatumbang dari Liverpool pekan sebelumnya dengan skor telak 0-5. Sementara itu, Atalanta gagal menang di kandang sendiri saat bersua Lazio. Pada Sabtu (30/10) kemarin, La Dea ditahan imbang oleh Lazio dengan skor 2-2.

Atalanta maupun Manchester United tentu akan berburu kemenangan mengingat kedua tim yang sedang bersaing demi 1 tiket ke babak 16 besar UCL 2021/2022. Saat ini, posisi puncak klasemen Grup F UCL masih diduduki Man United dengan koleksi 6 poin, sementara La Dea tertahan di urutan 3 dengan 4 angka.

Dalam laga nanti, diprediksi bakal banyak terjadi jual beli serangan. Kedua tim masing-masing punya penyerang dengan kualitas di atas rata-rata. Cristiano Ronaldo menjadi salah satu pemain andalan yang dimiliki Man United. Sejauh ini, eks penyerang Real Madrid dan Juventus itu telah membukukan 3 gol dari 3 laga UCL yang dimainkan.

Ronaldo telah membuktikan ketajamannya saat bersua Atalanta di leg pertama, Minggu (21/10) lalu. Saat itu, CR7 berhasil menjadi pahlawan kemenangan lewat golnya krusialnya di menit 81. Selain Ronaldo, MU juga masih punya Edinson Cavani. Pemain yang bergabung sejak pertengahan musim lalu itu sedang punya kepercayaan diri tinggi usai mampu mencetak 1 gol saat bersua Tottenham pekan lalu.

Uniknya, gol Cavani kala itu adalah hasil dari kerja sama dengan Ronaldo. Duet kedua pemain itu berpotensi menjadi momok menakutkan bagi Atalanta. Untuk itu, La Dea harus mengawasi betul pergerakan Ronaldo dan Cavani di lini depan.

“Saya pikir keduanya memimpin lini depan dengan sangat baik minggu ini dan itu adalah sesuatu yang mungkin kami lakukan nanti, sesuatu yang mungkin kami lakukan di pertandingan berikutnya,” kata Ole Gunnar Solskjaer mengenai duet Ronaldo-Cavani.

Sementara itu, lini serang Atalanta juga tak kalah tajam. Salah satu penyerang La Dea yang patut diwaspadai MU adalah Duvan Zapata. Pemain Timnas Kolombia itu selalu mencetak gol dalam 2 laga terakhir. Ia pun layak disebut sebagai bintang lapangan dalam laga teranyar Atalanta, yakni saat melawan Lazio.

Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini juga masih memiliki 3 striker lain yang tak kalah tajam. Mereka adalah Josip Ilicic (3 gol), Luis Muriel (1 gol), dan Ruslan Malinovskyi (2 gol).

Sayangnya, kubu tuan rumah mengalami beberapa masalah. Total ada 5 pemain yang masih akan absen. Mereka adalah Rafel Toloi, Robin Gosens, Matteo Pessina, Hans Hateboer, dan Berat Djimsiti. (trt)

ICU Covid-19 RS Adam Malik dan Pirngadi Sepi Pasien, Kasus Aktif di Sumut Tersisa 324 Orang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kasus aktif Covid-19 atau pasien yang masih terinfeksi dan menjalani isolasi di Provinsi Sumatera Utara hingga Senin (1/11) tersisa 324 orang, atau berkurang 96 orang dari hari sebelumnya, sebanyak 420 orang.

Karena itu, berdasarkan data tersebut maka jumlah penderita atau kasus aktif Covid-19 di Sumut juga mengalami penurunan yang signifikan. Di mana pada Jumat (29/10) kemarin masih berjumlah 431 orang, kini menyisakan 324 orang.

Menurunnya jumlah kasus Covid-19 di Sumut juga terlihat dari jumlah keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate di sejumlah rumah sakit di Kota Medan. Seperti di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUPHAM) dan RSUD dr Pirngadi Medan, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di kedua rumah sakit pemerintah itu terus berkurang dan kini mulai sepi dari pasien Corona.

Sub Koordinator Hukormas RSUPHAM, Rosario Dorothy Simanjuntak (Rosa) mengaku, saat ini jumlah pasien Covid-19 yang mereka rawat hanya tinggal 12 orang saja. “Berdasarkan data per tanggal 1 November 2021 ini, pasien Covid-19 berjumlah 12 orang,” ungkapnya, Senin (1/11).

Rosa menjelaskan, dibandingkan dengan puncak kasus yang terjadi di Provinsi Sumut beberapa waktu lalu, jumlah tersebut sudah sangat jauh menurun. Malah, untuk ruang ICU Covid-19, saat ini sudah dalam keadaan kosong. “Untuk ICU per hari ini, ICU Covid-19 kosong. Tapi, kalau besok-besok kita nggak tahu, apa akan kembali terisi atau tidak,” terangnya.

Diakui Rosa, saat kasus sedang memuncak, ruang ICU Covid-19 di rumah sakit milik Kemenkes ini selalu terisi penuh. Bahkan, manajemen terpaksa harus membuat waiting list karena tingginya angka rujukan.  ”Untuk 12 pasien yang dirawat sekarang kondisinya dalam keadaan sedang, sehingga penanganan hanya dilakukan di ruang isolasi. Sebelumnya, untuk ruang isolasi Covid-19 memang tidak pernah sampai waiting list seperti di ICU. Namun memang jumlahnya sudah jauh menurun,” tandas dia.

Sementara, Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan Edison Peranginanangin mengaku, hingga Sabtu (30/10), pasien Covid-19 sudah tidak ada lagi dirawat. “Sudah kosong, tidak ada lagi pasien Covid-19 dirawat baik itu di ruang isolasi maupun di ruang ICU. Mudah-mudahan kondisi ini bisa terus bertahan, dan pandemi Covid-19 dapat segera berakhir,” ujarnya singkat. (ris)

Pemko Medan Terus Koordinasi dengan BMKG dan BWS Antisipasi Banjir Susulan

PASKABANJIR: Suasana di Gang Merdeka, Kampung Baru, Medan Maimun, paskabanjir akibat Sungai Deli meluap, Minggu (31/10).istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Banjir yang merendam ratusan rumah di 5 kecamatan di Kota Medan, akibat meluapnya Sungai Deli dan Babura pada Minggu (31/10) dini hari, saat ini telah surut total. Namun begitu, Pemko Medan terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait prakiraan cuaca di Kota Medan.

PASKABANJIR: Suasana di Gang Merdeka, Kampung Baru, Medan Maimun, paskabanjir akibat Sungai Deli meluap, Minggu (31/10).istimewa/sumutpos.

BMKG memprediksi, Kota Medan masih akan mengalami cuaca ekstrim dengan intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari ke depan. “Kami terus berkoordinasi dengan BMKG, dan infonya cuaca ekstrim dengan hujan ntensitas tinggi masih akan terjadi beberapa hari ke depan. Artinya potensi banjir masih tetap ada, dan kita minta kepada warga untuk mengantisipasinya,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Muhammad Husni kepada Sumut Pos, Senin (1/11).

Husni juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan guna menormalisasi fungsi drainase. Sebab, meskipun fungsi drainase tidak begitu besar bila sungai meluap, namun setidaknya bisa mengurai banjir yang terjadi secara cepat.

“Lalu Pemko Medan juga tengah berkoordinasi dengan BWS (Balai Wilayah Sungai) untuk masalah ini. Masyarakat yang tinggal di sempadan sungai juga jadi pantauan kita dan terus kita imbau untuk waspada,” ungkapnya.

Menurut Husni, luapan air Sungai Deli dan Sungai Babura yang merendam ratusan rumah warga di lima kecamatan, yakni Medan Maimun, Medan Baru, Medan Selayang, Medan Johor, dan Medan Petisah pada Minggu (31/10) dini hari, saat ini sudah surut total. “Alhamdulillah Minggu malam kemarin, semua lokasi banjir di Medan sudah terpantau surut. Tak ada lagi rumah yang terendam banjir,” kata Husni kepada Sumut Pos, Senin (1/11).

Begitu juga dengan 25 orang warga yang sempat mengungsi di kantor Kelurahan Sei Mati di Medan Maimun, kata Husni, tak ada lagi satu pun yang masih mengungsi. “Data terupdate kemarin, banjir terjadi ada 5 kecamatan, berdampak pada 558 rumah, 568 KK dan 2.182 jiwa. Tapi saat ini tidak ada lagi yang masih mengungsi, termasuk 25 orang yang sempat mengungsi di Kantor Kelurahan Sei Mati,” ujarnya.

Saat ini, terang Husni, warga telah kembali ke rumahnya masing-masing dan sedang membersihkan rumahnya yang terkena banjir. Begitu pun, warga Kota Medan tetap diminta untuk waspada dan melakukan antisipasi terjadinya banjir susulan.

Sementara, Anggota Komisi IV DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution meminta Pemko Medan untuk terus berkoordinasi dengan pihak BWS dan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan masalah banjir akibat luapan sungai di Kota Medan. “Luapan sungai ini sudah sangat sering terjadi, khususnya Sungai Deli dan Sungai Babura. Kita meminta agar Dinas PU bekerja lebih ekstra soal drainase dan lebih berkoordinasi dengan BWS dalam hal ini,” katanya.

Dedy pun memberikan apresiasi kepada Bobby Nasution yang terus berkoordinasi dengan BWS. Ia berharap, agar proses normalisasi 3 Sungai di Kota Medan dapat terealisasi dalam waktu dekat guna menyelesaikan masalah banjir di Kota Medan. “Semoga normalisasi 3 sungai di Kota Medan bisa segera terlaksana, mulai dari Sungai Bedera, Sungai Deli dan Sungai Babura,” tutupnya. (map)

Membaiknya Permintaan Domestik, Kendalikan Inflasi dan Tingkatkan Nilai PMI

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pada penghujung Oktober 2021, inflasi Indonesia tetap terkendali dan stabil di tengah pemulihan ekonomi domestik, dan terjadinya kenaikan inflasi di sejumlah negara di dunia. Realisasi inflasi Oktober 2021 sebesar 0,12% (mtm); 1,66% (yoy); 0,93% (ytd) atau sedikit di bawah rentang target yang ditetapkan.

Sementara itu, kenaikan inflasi di beberapa negara lain dipicu adanya disrupsi rantai pasok global dan harga energi yang meningkat akibat keterbatasan suplai. Tercatat, inflasi Amerika Serikat dan Euro Area meningkat masing-masing sebesar 5,4% (yoy) dan 4,1% (yoy) pada September 2021.

Stabilnya angka inflasi juga disokong oleh membaiknya kondisi di sektor kesehatan, sehingga aktivitas masyarakat kembali bergerak dan konsumsi kembali meninggi. Dalam sebulan terakhir, Pemerintah telah menurunkan level PPKM hampir di seluruh daerah seiring melandainya jumlah kasus Covid-19.

Pelonggaran status level PPKM ini mengakibatkan peningkatan penggunaan moda transportasi, khususnya angkutan udara, untuk menunjang aktivitas dan mobilitas masyarakat yang semakin gencar seperti sediakala. Kondisi ini mendorong komponen Harga Diatur Pemerintah (Administered Prices/AP) mengalami inflasi sebesar 0,33% (mtm), dan menjadi penyumbang terbesar inflasi Oktober yakni sebesar 0,06%.

“Aktivitas dan mobilitas masyarakat berangsur-angsur terus meningkat, tercermin dari inflasi Kelompok Transportasi sebesar 0,33% (mtm) dan memberikan andil sebesar 0,04%, yang utamanya disumbang oleh kenaikan harga pada tarif angkutan udara dengan andil 0,03%. Penurunan level PPKM hampir di seluruh daerah telah mendorong mobilitas msyarakat terus meningkat meskipun masih dibatasi dengan syarat perjalanan yang cukup ketat,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Sementara itu, Komponen Harga Bergejolak (Volatile Food/VF) kembali mengalami inflasi sebesar 0,07% (mtm), dan 3,16% (yoy), setelah selama dua bulan sebelumnya mengalami deflasi yang disebabkan penurunan harga beberapa komoditas hortikultura. Pada Oktober 2021, cabai merah justru menyumbang andil mencapai 0,05% atau mengalami inflasi sebesar 20,86% (mtm).

“Kenaikan komoditas hortikultura, semisal aneka cabai, seperti yang terjadi di Oktober ini perlu kita waspadai bersama-sama, mengingat saat ini telah masuk musim penghujan yang biasanya memang mengurangi produktivitas tanaman hortikultura,” ujar Menko Airlangga

Komoditas pangan lainnya yang mengalami kenaikan harga dan memberikan andil inflasi yakni minyak goreng (0,05%) dan daging ayam ras (0,02%). Sementara beberapa komoditas VF yang mengalami penurunan harga dan menyumbang deflasi yakni telur ayam ras (-0,03%), tomat (-0,02%), bawang merah, sawi hijau, bayam, kangkung (andil masing-masing sebesar -0,01%).

“Namun, permintaan domestik kembali melanjutkan momentum perbaikan. Hal ini terlihat dari inflasi inti yang tetap menyumbang inflasi Oktober 2021 dengan andil mencapai 0,05%, walaupun secara bulanan inflasi inti sebesar 0,07% (mtm), masih lebih rendah dari inflasi inti September 2021 sebesar 0,13% (mtm),” jelas Menko Airlangga.

Selain itu, perbaikan permintaan domestik tersebut juga tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) yang dilaporkan IHS Markit pada Oktober 2021 berada pada posisi ekspansif di level 57,2. Nilai tersebut juga naik dari posisi bulan sebelumnya yang berada pada posisi 52,2. Level PMI Indonesia menggambarkan kondisi aktivitas usaha yang kembali menggeliat di seluruh sektor manufaktur Indonesia selama dua bulan berturut-turut. Kalau diperhatikan, nilai PMI negara-negara di ASEAN lainnya sebenarnya telah berada di level ekspansif, namun angkanya masih berada di bawah level Indonesia, seperti Malaysia (52,2), Vietnam (52,1), dan Thailand (50,9).

Membaiknya level PMI Oktober 2021 sejalan dengan berlanjutnya penurunan kasus Covid-19 yang stabil. Peningkatan efektivitas pengendalian pandemi dan berlanjutnya berbagai Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) diperkirakan mampu menjaga momentum peningkatan aggregate demand masyarakat, sehingga menjadi insentif dalam mengakselerasi output di sektor manufaktur.

“Ke depan, Pemerintah meyakini bahwa target inflasi sampai akhir 2021 akan tetap bisa dijaga dalam rentang sasaran. Pemerintah juga akan terus mengantisipasi transmisi kenaikan harga komoditas global dengan menjaga pasokan dalam negeri, serta memastikan kelancaran distribusi, utamanya menjelang dan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2021,” pungkas Menko Airlangga. (dep1/rep/fsr/*)

Siswa Kelas 4, 5 dan 6 SD Sudah Mulai PTMT, Pekan Depan Dievaluasi

TINJAU: Plt Kadis Pendidikan Medan Topan OP Ginting meninjau pelaksanaan PTMT di SDN 064979, Jalan Setia Budi, Medan Sunggal, Senin (1/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mulai kemarin, Senin (1/11), seluruh siswa kelas 4, 5, dan 6 sekolah dasar (SD) di Kota Medan mulai mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Dinas Pendidikan Kota Medan akan melakukan evaluasi sepekan ke depan, guna mengetahui, apakah pelaksaan PTMT ini sudah sesuai SOP atau tidak.

TINJAU: Plt Kadis Pendidikan Medan Topan OP Ginting meninjau pelaksanaan PTMT di SDN 064979, Jalan Setia Budi, Medan Sunggal, Senin (1/11).

“Seminggu ke depan kita akan lakukan evaluasi. Mudah-mudahan seperti tingkat SMP, tidak terjadi klaster (Covid-19) akibat PTMT ini,” kata Plt Kadis Pendidikan Medan Topan OP Ginting saat meninjau pelaksanaan PTMT di SDN 064979, Jalan Setia Budi, Medan Sunggal, Senin (1/11) pagi.

Sebelum PTMT digelar, Topan mengaku sudah melakukan pembinaan terhadap Kepala SD dan pengawasan sekolah agar kegiatan belajar di sekolah diterapkan sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan. “Untuk penguatan sudah dilakukan secara langsung dan zoom meeting untuk seluruh kepala sekolah dan pengawas sekolah. Untuk pengawasan untuk melakukan pengawasan dan penguatan serta melaporkan secara periodik kepada saya,” sebut Topan.

Ia juga mengimbau kepada orang tua siswa yang memiliki waktu luang untuk dapat mengantar dan menjemput anaknya langsung di Sekolah. “Bila tidak bisa dan siswa naik kendaraan umum, jangan melepas masker dan langsung pulang,” kata Topan.

Topan juga meminta kesabaran orang tua siswa kelas 1,2 dan 3. Bila PTM Terbatas SD kelas 4,5, dan 6 ini berjalan dengan baik maka kelas di bawahnya juga akan segara dibuka. “Mari kita bersama-sama menjaga. Kalau ini berjalan dengan baik, maka untuk kelas 1, 2 dan 3 akan segara buka,” jelas Topan.

Kepala Sekolah SDN 064979, Nilawati mengatakan, untuk sistem PTMT dibagi dua sesi. Dimana, sesi pertama dari pukul 07.30 WIB hingga pukul 09.30 WIB dan sesi kedua dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Nilawati mengungkapkan, pihaknya juga menyertakan surat pernyataan dari orangtua siswa tidak keberatan anaknya untuk mengikuti PTM terbatas. “Hari pertama tidak kendala dan berjalan dengan lancar. Kami pihak sekolah tidak memaksakan orang tua bila anaknya tidak mengikuti PTM terbatas. Bisa juga dilaksanakan secara daring,” ucap Nilawati.

Dilarang Jualan di Depan Sekolah

Guna menghindari terjadinya kerumunan anak-anak, Plt Kadis Pendidikan Medan Topan OP Ginting melarang para pedagang berjualan di depan sekolah. Menurut Topan, untuk menertibkan para pedagang itu, ia sudah berkordinasi dengan Kepala Bagian Tata Pemerintah (Tapem) Kota Medan agar dilakukan pengawasan dan penertiban dengan melibatkan Satgas Covid-19 -di masing-masing kecamatan. “Saya berkordinasi dengan Kabag Tapem untuk menyurati hari ini,” kata Topan.

Topan juga mengaku sudah diingatkan oleh Wali Kota Medan, atas keberadaan para pedagang jajanan di depan sekolah. Termasuk, untuk kantin sekolah selama PTMT agar tutup sementara. “Tadi malam Pak Wali Kota juga sudah mengingatkan itu kepada saya,” ungkap Topan.

Sebelumnya, Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution sudah mengingkatkan keberadaan pedagang janan di depan sekolah saat PTM terbatas berlangsung. “Masih ada beberapa sekolah kantin dibuka, kantin tidak buka, yang jualan menggunakan sepeda motor di depan sekolah. Tapi, setiap satgas sekolah harus mempunyai nomor kontak Satgas kecamatan,” ucap Bobby, Jumat (29/10) lalu.

Bobby mengingat kepada pihak sekolah dan Satgas COVID-19 Kecamatan untuk dapat menegakkan protokol kesehatan bagi pelajar di sekolah maupun di luar sekolah. “Kalau ada seperti itu (tidak mengikuti Prokes), bukan sekolah kami tegur. Tapi, kami memberikan teguran dan sanksi, kalau masih banyak adik-adik melakukan pelanggaran Prokes,” tandas Bobby.

Pengawasan Ekstra

Wakil Ketua DPRD Medan, Rajuddin Sagala meminta Dinas Pendidikan Kota Medan tidak abai dan tetap memastikan protokol kesehatan (prokes) tetap berjalan dengan ketat saat PTMT berlangsung. Dia mendesak Disdik Medan memberikan perhatian lebih terhadap jalannya PTMT di tingkat SD. “Ya wajar saja, karena siswa SD itukan masih anak-anak, butuh perhatian ekstra untuk mengingatkan mereka agar tetap menerapkan prokes seperti terus memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Berbeda dengan siswa SMP, mereka sudah lebih mudah untuk diarahkan,” ucap Rajuddin, Senin (1/11).

Selain itu, kata politisi PKS ini, sampai saat ini pemerintah belum mengizinkan anak di bawah usia 12 tahun untuk divaksinasi Covid-19. Dengan demikian, sampai saat ini belum ada siswa SD yang sudah divaksinasi. “Lalu kondisi mereka yang belum divaksin itu membuat siswa SD lebih rentan dari pada siswa SMP yang sudah divaksin, poin-poin itu seharusnya menjadi perhatian lebih bagi Pemko Medan. Tapi bukan berarti sekolah SMP tidak diawasi, tetap haris diawasi. Hanya saja, sekolah SD layak dapat perhatian lebih,” ujarnya.

Rajuddin juga meminta kepada setiap Kecamatan dan Kelurahan di Kota Medan untuk melakukan pengawasan secara penuh terhadap sekolah-sekolah SD di wilayahnya. Setiap Kecamatan dan Kelurahan wajib berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 sekolah yanh sudah dibentuk. “Kan setiap sekolah wajib punya Satgas Covid sekolah, Kecamatan dan Kelurahan harus berkoordinasi dengan mereka. Tinjau juga ke sekolah-sekolah secara random setiap harinya,” katanya.

Diterangkannya, dari hasil tinjauan ke lapangan, data-data dari kecamatan dan kelurahan serta laporan dari Satgas Covid-19 sekolah, Dinas Pendidikan harus melakukan evaluasi setiap minggunya. Apakah ada terjadi kelonggaran prokes, hingga klaster penyebaran Covid-19 di sekolah SD. “Evaluasi harus dilakukan setiap satu minggu sekali, ini sangat penting. Kita berharap, jangan sampai ada klaster baru ditemukan di sekolah,” ungkapnya.

Senada dengan Rajuddin, Anggota Komisi II DPRD Medan Afif Abdillah, juga meminta Disdik Kota Medan untuk memberikan pengawasan yang lebih pada pelaksanaan PTMT tingkat SD yang saat ini baru berjalan untuk siswa kelas 4 sampai kelas 6. “Anak-anak kita yang masih SD itu harus diberikan perhatian lebih, prokesnya harus ketat karena mereka belum juga belum divaksin,” kata Afif kepada Sumut Pos, Senin (1/11).

Ketua Fraksi Partai NasDem itu juga meminta, agar Dinas Pendidikan tidak terburu-buru dalam membuka PTMT secara penuh untuk sekolah tingkat SD di Kota Medan. Saat ini, Dinas Pendidikan Kota Medan diminta berfokus kepada PTMT untuk tingkat SMP dan SD kelas 4, 5 dan 6.

“Tanggal 11 Oktober lalu kita sudah mulai menggelar PTMT tingkat SMP, dan ini di awal November kita sudah buka PTMT untuk siswa SD kelas 4, 5 dan 6. Kita minta Disdik jangan buru-buru dulu menggelar PTMT untuk kelas 1 sampai kelas 3 SD, fokus saja dulu dengan PTMT yang kelas 4 sampai kelas 6 ini,” tegasnya.

Setidaknya, lanjut Afif, butuh waktu setidaknya 2 bulan atau hingga akhir tahun 2021 untuk melihat perkembangan PTMT tingkat SD kelas 4, 5 dan 6. “Nantinya kalau tidak ditemukan klaster baru di sekolah tingkat SD kelas 4, 5 dan 6, serta tidak ada peningkatan kasus Covid-19 di akhir tahun akibat Libur Natal dan Tahun Baru, baru lah PTMT tingkat SD kelas 1 sampai kelas 3 bisa digelar di awal tahun depan yang juga berketepatan dengan semester,” pungkasnya. (gus/map)

Kabar Baik Bagi Dunia Pendidikan, Anak 6-11 Tahun Bisa Divaksin

IMUNISASI: Petugas Puskesmas memberikan imunisasi kepada pelajar SD saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah, beberapa waktu lalu. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya menyetujui pemberian vaksin Covid-19 untuk anak-anak usia 6-11 tahun.istimewa/sumutpos.

SUMUTPOS.CO – VAKSIN Sinovac (CoronaVac dan Vaksin Covid-19 Bio Farma) disetujui ntuk penggunaan pada anak usia 6-11 tahun. Persetujuan ini diberikan atas pertimbangan hasil penilaian terhadap aspek efikasi dan keamanannya.

IMUNISASI: Petugas Puskesmas memberikan imunisasi kepada pelajar SD saat pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah, beberapa waktu lalu. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya menyetujui pemberian vaksin Covid-19 untuk anak-anak usia 6-11 tahun.istimewa/sumutpos.

Kepala BPOM RI Penny K Lukito mengatakan, saat ini penggunaan vaksin Sinovac bisa digunakan untuk anak 6-11 tahun. Sebelumnya vaksin ini sudah diberikan juga untuk anak di atas 12 tahun dan tentunya dewasa hingga lansia.

“Ini berita menggembirakan. Vaksinasi sudah penting sekali untuk anak apalagi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah dimulai. Urgensi sudah jadi prioritas,” kata Penny dalam konferensi pers virtual, Senin (1/11).

Penny menegaskan, saat ini kasus Covid-19 memang sudah menurun. Namun belahan dunia lain masih menghadapi lonjakan kasus. “Maka kita tetap waspada. Pandemi belum berakhir. Saya kira segmen usia anak jadu penting. Maka usia 6-11 tahun kini bisa dilakukan vaksinasi,” kata Penny.

Bagaimana dengan anak di bawah 6 tahun? Menurut Penny hal itu masih akan dilakukan penelitian dan evaluasi lebih lanjut. Sebab menyangkut anak, kata dia vaksinasi harus dilakukan dengan hati-hati. “Di bawah umur 6 tahun masih butuh data lebih lagi. Anak usia dini perlu kehati-hatian lebih. Kami sampaikan apresiasi pada tim penilai obat berbagai ahli yang terlibat atas penggunaan vaksin. Dan juga dari ITAGI dan juga tim Komnas penilai obat,” jelas Penny.

Dia juga mengungkapkan, hasil uji klinis anak-anak ini lebih melihat pada aspek keamanan dan imunogenisitas (respons antobodi). “Menunjukkan 96 persen sekian imunogenisitasnya. Sementara efikasinya mengikuti data selama ini,” tutur Penny.

Dalam uji klinis fase 1 pada 550 orang anak, vaksin terbukti menginduksi pembentukan antibodi. Lalu setelah dilakukan pengamatan 28 hari seropositif rate mendekati 100 persen dan sebanding dengan kelompok vaksin dosis rendah. Studi fase dua, yaitu 3 bulan setelah dosis kedua, dari 277 subjek didapatkan data imunogenisitas anak, seropositif ratenya mendekati 96,15 persen.

Ia berharap nanti akan ada merek vaksin lainnya untuk anak. Selain vaksin Sinovac, vaksin Covid-19 untuk anak yang kini tengah berproses di BPOM adalah vaksin Sinopharm. “Ada vaksin Sinopharm sedang dalam proses sebagaimana disampaikan proses dari evaluasi penilaian ini sedang bertahap karena membutuhkan waktu lama,” ujar Penny.

Proses izin EUA membutuhkan waktu lebih lama terkait kelengkapan data dari masing-masing perusahaan farmasi vaksin COVID-19. Sementara vaksin Pfizer yang baru disetujui beberapa waktu lalu oleh FDA, juga rencananya akan berproses terkait izin di BPOM RI.

Kabar Baik bagi Pendidikan

Pemberian izin vaksinasi kepada anak usia 6-11 tahun ini merupakan kabar baik bagi dunia pendidikan, karena saat ini sudah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Kemendikbudristek Jumeri pun menyampaikan dukungannya atas diperbolehkannya vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Dikatakan bahwa pihaknya akan ikut mensukseskan program vaksinasi tersebut. “Kalau ada vaksin untuk 12 tahun ke bawah tentu kami support,” jelas dia kepada JawaPos.com, Senin (1/11).

Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbudristek Anang Ristanto turut menambahkan, salah satu upaya pemerintah mengurangi learning loss pada peserta didik akibat pandemi Covid-19 adalah dengan melakukan PTM terbatas. Adanya vaksinasi pun merupakan kabar baik.

“Vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk bertahan dari pandemi Covid-19 sehingga masyarakat dapat beraktivitas dalam kesehariannya. Kami juga selalu mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19, salah satunya melalui program vaksinasi beserta perluasan target sasaran vaksinasinya,” imbuhnya.

Terkait pertanyaan soal belum adanya rekomendasi WHO, apakah vaksin tersebut aman digunakan atau tidak, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menuturkan bahwa penerbitan EUA merupakan hak dari negara masing-masing, tidak perlu menunggu pengakuan WHO.

“Iya bisa saja ini (penerbitan EUA) sesuai dengan pertimbangan dan kajian dari BPOM, Itagi dan organisasi profesi terkait ya. kalau WHO tidak mengeluarkan EUA karena proses ini adalah di negara masing-masing,” terangnya.

Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim pun mengharapkan agar sekolah mensyaratkan vaksinasi sebelum melaksanakan PTM terbatas. Hal ini guna meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 dan menjadi klaster.

“Vaksinasi pelajar ini hendaknya menjadi syarat masuk sekolah, itu harapan kami dari awal, tapi kan sayang sekali Kemendikbudristek tidak menjadikan syarat wajib,” tutur dia kepada JawaPos.com, Senin (1/11).

Ia turut menyampaikan, vaksinasi anak usia 5-11 tahun ini jangan dipaksakan oleh pemerintah. Biar orang tua yang memberikan kewenangan apakah anak akan divaksinasi atau tidak. “Vaksinasi tentu hak sepenuhnya di orang tua, mengizinkan vaksinasi atau tidak. Tentu kami berharap orang tua yang punya kewenangan penuh, jadi tidak ada pemaksaan dari pemerintah,” tutur dia.

Selain itu, untuk vaksinasi anak usia 12-17 tahun juga harus dipercepat. Pasalnya, program vaksinasi usia 12-17 tahun per 31 Oktober, untuk vaksinasi dosis 1 baru mencapai 16,15 persen atau 4.312.599 orang dan dosis 2 sebesar 12,7 persen atau 3.392.915 anak. “Ini kan menjadi catatan kritisnya, karena vaksinasi anak itu masih sangat lambat ketimbang vaksinasi guru, kalau vaksinasi guru itu memang untuk angka nasional sudah 60 persen, pelajar masih 16 persen,” tandas Satriwan.

145 Ribu Dosis Vaksin Astrazeneca Tiba di Sumut

Provinsi Sumatera Utara kembali mendapat pasokan 145.000 dosis Vaksin Astrazeneca. Vaksin tersebut tiba di Terminal Cargo Bandara Kualanamu Internasional, Kabupaten Deliserdang, Senin (1/11). Dalam pensidtribusiannya ke Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Sumut, dilakukan pengawalan oleh Satuan Brimob Polda Sumut.

Turut dalam pengamanan vaksin tersebut, personel Koramil 23/BRG, personil Polsek Kawasan Bandara Kualanamu, dan Polresta Deliserdang.

Pengawalan vaksin tersebut dipimpin Wakasubden Anti Teror Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Sumut, Iptu Achmad Fachri dengan menurunkan 1 Regu personel Brimob Polda Sumut. “Vaksin yang tiba hari ini adalah vaksin dengan jenis Astrazeneca dan langsung dikawal oleh personel Brimob, mulai dari Terminal Cargo Bandara KNIA menuju Gudang Farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, Jalan MH Yamin Medan,” kata Kabag Ops Sat Brimob Polda Sumut, Kompol Heriyono kepada sejumlah wartawan di Medan.

Dia menambahkan, selama proses berlangsungnya pengawalan, berjalan dengan aman dan lancar. “Vaksin kita serahterimakan kepada pihak Dinas Kesehatan yang diterima langsung oleh Ibu Hotma Naibaho selaku Staff Pengurus Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara,” ujarnya. (jpc/dwi)

BKKBN Sumut Sosialisasi Pendataan Keluarga di Batubara

HADIRI: Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, H. Ansory Siregar, Lc saat menghadiri sosialisai pendataan keluarga di Desa Tanah Merah, Batubara.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional yang diamanahkan sebagai penaggungjawab program Nasional dalam percepatan penurunan angka sutunting, demi mengembangkan sumber daya manusia Indonesia menjadi SDM yang unggul.

HADIRI: Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, H. Ansory Siregar, Lc saat menghadiri sosialisai pendataan keluarga di Desa Tanah Merah, Batubara.

Langkah awal yang dilakukan BKKBN Sumatera Utara adalah melakukan sosialisasi pendataan keluarga, di Desa Tanah Merah, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, baru-baru ini.

Kabid Latbang Perwakilan BKKBN Sumut, Dra. Tengku Lafalinda, Mpd menjelaskan tentang stunting. “Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak penderita juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya”. jelasnya.

Di kegiatan tersebut, hadir juga Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, H. Ansory Siregar, Lc sebagai mitra kerja dari BKKBN, sekaligus mengawasi kegitan sosialisai agar berjalan sesuai dengan yang di rencanakan.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Anak stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasa.(rel/han)

PWI Tebingtinggi Apresiasi Kinerja Kapolres AKBP Agus Sugiyarso

Ketua PWI Tebingtinggi, Abdulan Sani Hasibuan S.Sos.SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Terlepas dari sorotan media akhir akhir ini mengenai akun Tik Tok tangkapan layar video istri Kapolres AKBP Agus Sugiyarso memegang segepok uang, diketahui ternyata adalah uang arisan ibu ibu Bhayangkari Kota Tebingtinggi yang akan diserahkan kepada anggota arisan.

Ketua PWI Tebingtinggi, Abdulan Sani Hasibuan S.Sos.SOPIAN/SUMUT POS.

Namun kiranya janganlah hal ini langsung menghilangkan segala upaya kerja keras Kapolres Tebingtinggi AKBP Agus Sugiyarso, dalam melaksanakan tugas yang telah mendapat apresiasi dan dukungan elemen masyarakat.

Hal ini diungkapkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tebingtinggi Abdullah Sani Hasibuan saat ditemui, di sekretariat PWI Tebingtinggi Jalan Gereja, Senin (1/11).

Menurut Sani, Kapolres AKBP Agus Sugiyarso sangat dikenal masyarakat Kota Tebingtinggi. “Baru kali ini ada Kapolres yang selalu berinteraksi, baik langsung kepada masyarakat maupun melalui akun medsos,” ujarnya.

Tidak hanya dalam pengungkapan kasus dan pemberantasan narkoba, AKBP Agus Sugiyarso juga sering menyapa warga dan menanggapi keluhan warga, baik langsung maupun melalui akun media pribadinya.

“Ya harus diakui, kinerja Kapolres Tebingtinggi saat ini cukup baik. Puluhan elemen masyarakat sudah menyambangi Kapolres untuk menyampaikan apresiasi dan dukungan atas kinerjanya selama ini. Kalau hubungannya dengan insan media tidak usah diragukan lagi, sinergitas telah terbangun antara Polres Tebingtinggi dengan para jurnalis,” kata Sani.

Sani berharap dukungan kepada Kapolres Tebingtinggi ini terus dibangun, agar AKBP Agus Sugiyarso dapat bekerja secara maksimal dalam menciptakan suasana Kamtibmas yang lebih kondusif lagi. 

“Namanya kesalahan dan kesilapan pasti terjadi dalam diri seseorang. Terlepas dari kesalahan tadi, kinerja yang baik sudah selayaknya kita dukung, agar Kapolres Tebingtinggi ini dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk mengayomi warga Kota Tebingtinggi,” tutup Sani. (ian/han)

DPRD Humbahas Sahkan 4 Perda

TANDATANGANI: Ketua DPRD Humbhas Ramses Lumbangaol, Wakil Ketua Marolop Manik, Labuan Sihombing menandatangani kesepakatan disahkanya 4 Ranperda menjadi Perda, Senin (1/11).DEDI/SUMUT POS.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Meski sempat diskors, akhirnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) mengesahkan empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam sidang paripurna di gedung parlemen Humbang Hasundutan, Senin (1/11).

TANDATANGANI: Ketua DPRD Humbhas Ramses Lumbangaol, Wakil Ketua Marolop Manik, Labuan Sihombing menandatangani kesepakatan disahkanya 4 Ranperda menjadi Perda, Senin (1/11).DEDI/SUMUT POS.

Pengambilan keputusan dilakukan, setelah paripurna yang sempat menskors karena Wakil Bupati Humbang Hasundutan Oloan Paniaran Nababan mewakili Bupati Dosmar, meminta izin mengikuti acara adat batak untuk memberikan ulos tujung kepada adik perempuannya.

Sidang dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan, dan dihadiri para anggota dewan. Serta, Sekdakab Tonny Sihombing, dan pimpinan OPD. Pengambilan keputusan ini berjalan mulus, dan tanpa diwarnai interupsi.

“ Akhirnya, dengan mengucap puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, rapat paripurna pada hari ini, Senin 1 November 2021 tepat pukul lima belas kurang seperempat, k ami tutup dengan resmi. Sekian dan terimakasih,” kata Ramses sembari mengetuk palunya hingga tiga kali sambil mengucap kata, horas tiga kali.

Wakil Bupati Oloan Paniaran dalam sambutanya menyampaikan terimakasih yang setulus-tulusnya kepada anggota dewan.

“ Kita telah melaksanakan rangkaian kegiatan rapat paripurna, mulai dari penyampaian nota pengantar, pemandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD, Penyampaian Nota Jawaban. Serta Rapat Pembahasan Gabungan Komisi terhadap 4 (empat) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Humbang Hasundutan, sehingga pada saat ini kita sampai para Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian Keputusan DPRD terhadap Ranperda dimaksud,” kata Oloan.

Lanjut dia, keempat Ranperda yang ditetapkan ini nantinya akan disampaikan kepada pemerintah atasan untuk mendapat pengesahan dan bisa saja terjadi perbaikan untuk memenuhi ketentuan dan beban kerja sesuai dengan kebutuhan.

Selain itu, akan menjadi landasan pelaksanaan evaluasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan. Dan, penyelenggaraan kewenangan daerah dalam hal pemungutan retribusi daerah dan pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah serta pencabutan peraturan daerah bidang perizinan dan non perizinan sebagai tindaklanjut kebijakan pemerintah melalui Perintah Peraturan Perundang-undangan yang lebih tinggi.

“ Dengan demikian tantangan yang masih terbentang di hadapan kita dapat diatasi secara bertahap demi mewujudkan harapan kita bersama yaitu ‘Humbang Hasundutan yang Hebat dan Bermentalitas Unggul,” katanya. 

Rapat paripurna yang dilakukan hari ini dengan agenda pengambilan keputusan 4 Ranperda untuk disahkan. Antara lain, Ranperda tentang Perubahaan atas Perda nomor 6 tahun 2016 tentang Pembentukan Perangkat Daerah dan tentang Retribusi Daerah.

Kemudian, Ranperda tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah, Ranperda tentang Pencabutan Peraturan Daerah Bidang Perizinan dan non Perizinan.

Sebelum diambil keputusan sebanyak 6 fraksi membacakan pendapat akhirnya. Keenam fraksi itu adalah, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Golkar, Fraksi Hanura, Fraksi Nasdem, Fraksi Gerindra Demokrat, dan Fraksi Persatuan Solidaritas.

Wakil Bupati Berduka

Terpisah, Wakil Bupati Humbang Hasundutan Oloan Paniaran Nababan pada kesempatan itu mengaku ketidakkehadirannya disela-sela paripurna pengambilan keputusan 4 Ranperda menjadi Perda, dikarenakan berduka.

Dukanya, karena suami dari adik perempuannya meninggal dunia yang berketepatan pada saat rapat paripurna dengan hari penguburan dan pemberian ulos tujung, dan acara militer, serta membuka ulos tujung.

“ Saya, izin sebentar tidak dapat hadir mengikuti rapat paripurna dikarenakan hal yang sangat penting di upacara adat batak karena bertepatan hari itu juga adalah acara adat penguburan suami dari adik perempuan saya. Yang mana saya (Oloan) sebagai pihak hula-hula yang harus memberikan ulos tujung (artinya ulos pertanda duka atas meninggalnya suami dari itonya-red) kepada itoku (adik perempuan),” kata Oloan kepada sejumlah wartawan.

Oloan menambahkan, setelah memberikan ulos tujung kepada adik perempuannya itu, acara kemudian dilanjutkan dengan penguburan yang dilakukan secara militer. Serta, membuka ulos tujung usai penguburan  

Usai penguburan, Wabup langsung menghadiri acara rapat paripurna di Gedung DPRD.(des/han)