DITIMBUN: Jalan Letnan Umar Baki, Kelurahan Payaroba, Binjai Barat yang sudah ditimbun pasir batu, pasca aksi protes warga.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Binjai sudah mengetahui kondisi Jalan Letnan Umar Baki di Kelurahan Payaroba, Binjai Barat, rusak berat. Karenanya, Pemerintah Kota Binjai melakukan antisipasi sementara berupa penimbunan dengan pasir batu pada kondisi jalan yang rusak, sembari menunggu tahun 2022.
DITIMBUN: Jalan Letnan Umar Baki, Kelurahan Payaroba, Binjai Barat yang sudah ditimbun pasir batu, pasca aksi protes warga.
โTahun depan (diperbaiki). Dua tahun anggaran Rp20 miliar (anggarannya),โ jelas Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Binjai, Ridho Indah Purnama, Senin (29/11).
Anggaran fantastis itu, kata dia, merupakan tahun berkelanjutan. Artinya, tahun 2022 dan 2023 dianggarkan masing-masing Rp10 miliar untuk perbaikan ruas Jalan Letnan Umar Baki.
โPengerjaannya lompat-lompat,โ ujar dia. Maksud lompat-lompat, tambah dia, mana ruas Jalan Letnan Umar Baki yang butuh perbaikan, akan diperbaiki. โAnggaran Rp20 miliar ini kurang lebih perbaikan sepanjang 4 kilometer. Perbaikan jalan dengan rigid beton,โ urainya.
Dia mengimbau, agar pengendara yang melintas pada ruas tersebut untuk berhati-hati. Terlebih saat ini musim penghujan.
โMohon tetap berhati-hati, karena hujan terus menerus, mengakibatkan jalan menjadi licin. Karena menunggu tahun depan, paling enggak Maret atau April 2023 mulai pelaksanaan (perbaikan),โ tukasnya.
Sebelumnya, seratusan masyarakat turun ke jalan dan menanam pohon pisang pada lubang yang menganga di ruas Jalan Letnan Umar Baki, Kelurahan Payaroba, Binjai Barat, akhir pekan lalu. Ini dilakukan masyarakat sebagai bentuk protes dan kecewa lantaran Jalan Letnan Umar Baki yang terpantau rusak parah tak kunjung diperbaiki.
Bahkan, kondisi jalan bak kubangan ketika hujan deras mengguyur sudah sejak sepuluh tahun belakangan terakhir. Akibat aksi protes massa, terjadi kemacetan mengular panjang.
Puluhan truk pun berhenti lajunya karena akses ditutup oleh massa. Polsek Binjai Barat pun turun ke lokasi aksi massa untuk meredam emosi massa. Namun tetap saja, tak terbendung kekecewaan massa melihat sikap Pemko Binjai. Pun akhirnya, akses penghubung Kecamatan Binjai Barat dengan Binjai Utara ini dibuka setelah Sekretaris Daerah Kota Binjai, H Irwansyah Nasution turun ke lokasi aksi protes masyarakat. (ted/han)
PASAR: Gedung Pasar Nou, di Jalan Sudirman Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli terlihat sepi.adi laoli/sumut pos.
GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Gedung Pasar Nou di Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Pasar, Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara, yang baru ditempati bulan Oktober 2021 lalu, kini sudah mengalami kebocoran hingga mengakibatkan banjir di lantai 2 gedung.
PASAR: Gedung Pasar Nou, di Jalan Sudirman Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli terlihat sepi.adi laoli/sumut pos.
Gedung yang berbiaya miliaran rupiah itu, belum memberikan jaminan mutu dan kualitan bangunan. Betapa tidak, hujan sebentar yang mengguyur Kota Gunungsitoli Sabtu (27/11) lalu, pasar Nou yang disebut-sebut pasar tradisional modern itu kebanjiran.
Menurut para pedagang, air mengalir melalui dinding dan pipa pembuangan air dari lantai 3 yang memang berada didalam gedung. Beruntung tidak ada kerugian materi, namun para pedagang dibuat kewalahan, dengan peralatan seadanya mereka berupaya membuang air ke luar.
โMemang dagangan tidak rusak pak, tapi capek menyapu air keluar. Beruntung ada anak saya yang bantu. Saya heran gedung baru tapi bocor. Kami berharap kepada pemerintah segera memperbaiki, sebab kalau tidak, pembeli tidak akan belanja disini,โ kata seorang pedang di lantai 2 gedung kepada Sumut Pos, Sabtu, (27/11).
Pedagang lainnya, malah menyalahkan kontraktor dengan menyebutkan pembangunan Gedung Pasar Nou asal sudah serta tidak memperhatikan kualitas dan mutu bangunan. โIni kerjaan pemborongnya tak beres, hanya cari untung banyak. Setahu saya pipa pembuangan air di gedung bertingkat ditaruh di luar gedung, ini kok di dalam,โtandasnya.
โAda lagi kejadian pak, dua hari yang lalu, dinding kamar mandi dilantai 2 ini tiba-tiba roboh, beruntung tidak ada korban. Kita curiga campuran betonnya tidak memenuhi standar,โ tambahnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Gunungsitoli Yurisman Telaumbanua mengatakan status penguasaan aset pasar Nou hingga saat ini masih Dinas PUPR Kota Gunungsitoli. Ia mengaku pihaknya sampai saat ini hanya sebatas izin operasional.
โGedung pasar Nou masih dalam masa pemeliharaan, dan mengenai kebocoran sedang ditangani pihak Dinas PUPR,โ Kata Yurisman kepada Sumut Pos melalui pesan whatsapp, Minggu (28/11).
Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas PUPR Kota Gunungsitoli pada pembangunan gedung Pasar Nou Maimun Bangun, belum bisa menjelaskan penyebab kebocoran, maupun kekurangan dan kerusakan fasilitas yang ada di gedung Pasar Nou. Ia hanya mengatakan, akan dilakukan pengecekan. โBesok kita cek,โ katanya singkat, melalui pesan whatsapp yang diterima Sumut Pos (Minggu, 28/11). (adl/azw)
SUBUH KELILING: Program Gasuling Damas dilakukan Polres Asahan, Senin (29/11).
ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Personel Polres Asahan beserta jajarannya melaksanakan kegiatan gerakan salat subuh keliling dan dakwah Kamtibmas (Gasuling Damas) di wilayah hukum Polres Asahan, Senin (29/11).
SUBUH KELILING: Program Gasuling Damas dilakukan Polres Asahan, Senin (29/11).
Kapolres Asahan, AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH mengatakan kegiatan Gasuling Damas merupakan program rutin setiap harinya yang tujuannya guna mendekatkan diri kepada Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa serta sebagai sarana komunikasi dan silahturahmi antara polisi dengan warga masyarakat maupun tokoh agama.
โKegiatan Gasuling Damas juga bertujuan untuk membangun personel yang memiliki keimanan dan ketaqwaan yang kuat sehingga dalam pelaksanaan tugas dapat terkontrol dengan baik dalam melayani masyarakat,โkata Kapolres.
Dalam kegiatan ini, Kapolres meminta kepada personel untuk memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para jamaah untuk bersama-sama menjauhi faham radikal, serta menjauhi dan membantu Polri untuk memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Asahan.
โKepada masyarakat /jamaah, personel juga mengajak untuk tertib berlalu lintas dan bijak menggunakan media sosial serta mematuhi Protokol kesehatan,โ ucap Kapolres.
Di akhir kegiatan Gasuling Damas, personel membagikan sembako dan sarana kontak berupa Jam Dinding serta masker kepada pengurus masjid.
โMelalui program Gasuling Damas ini, diharapkan dapat terwujud komunikasi serta sinergitas antara warga dengan Polri dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang aman kondusif. Masyarakat dapat hidup rukun aman dan saling tolong-menolong,โ pungkasnya.(dat/azw)
TINJAU VAKSINASI: Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak saat meninjau vaksinasi, di PT Murida, Desa Pengkolan, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Kemarin. Sumut, Sabtu (27/11).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) dan Kepolisian Resor (Polres) jajaran menyelenggarakan vaksinasi secara serentak di seluruh daerah, dengan target 47.360 dosis, Sabtu (27/11).
TINJAU VAKSINASI: Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak saat meninjau vaksinasi, di PT Murida, Desa Pengkolan, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Kemarin. Sumut, Sabtu (27/11).
Dalam pelaksanaan vaksinasi yang digelar secara serentak itu, Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak meninjau vaksinasi bagi 1.800 orang yang berlokasi di PT Murida, Desa Pengkolan, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun.
Panca mengatakan, kedatangan ke Kabupaten Simalungun untuk mengecek pelaksanaan vaksinasi serentak yang diperuntukan bagi masyarakat, lansia dan pelajar, dalam mempercepat pembentukan herd immunity masyarakat.
โSaya berangkat dari Dairi ke Simalungun untuk mengejar capaian vaksinasi disini guna mendukung program pemerintah pusat,โ katanya.
Panca mengungkapkan, hari ini dirinya menginstruksikan seluruh Polres se Sumatera Utara untuk menggelar vaksinasi atas instruksi Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, karena masih ada beberapa daerah yang capaian vaksinasinya tertinggal.
โMasih ada beberapa daerah yang capaian vaksinasinya masih di bawah 50 persen. Sehingga, saya kejar untuk menutupi ketertinggalan capaian vaksinasi yang masih di bawah 50 persen,โ ungkapnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, dengan digelarnya vaksinasi secara serentak dengan target 47.360 dosis capaian vaksinasi di Sumatera Utara bisa di atas 50 persen.
โKita harapkan dengan pelaksanaan vaksinasi secara serentak ini Sumut bisa di atas 50 persen diakhir November. Nantinya diakhir Desember mencapai 70 persen sesuai instruksi pemerintah pusat,โ terangnya.
Pantauan di lapangan, Panca turut menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang telah mengikuti vaksinasi untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
โTerus sampaikan kepada warga lainnya dan keluarga yang belum di vaksin untuk mau di vaksin, karena baik bagi kesehatan serta tubuh dalam mencegah penularan pandemi Covid-19,โ imnaunya.
Adapun, lanjutnya, menjelang Hari Raya Natal 2021 dan Tahun baru 2022, masyarakat jangan kemana-mana, Perayaan Natal di rumah saja. โJangan sampai karena kita abai protokol kesehatan (Prokes) malah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di daerah kita masing-masing,โ pungkasnya. (dwi/azw)
BERDAMAI: Kedua belah pihak dengan dua kasus penganiayaan, saling lapor sepakat melakukan perdamaian dalam perkara 351 setelah diupayakan restorative justice oleh Kejaksaan Humbang Hasundutan.ist/sumutpos.
HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Humbang Hasundutan berhasil melaksanakan penghentian penuntutan perkara terhadap dua kasus penganiayaan warga Desa Marbun Toruan Kecamatan Baktiraja, setelah ada perdamaian antara korban dengan tersangka, Senin (29/11).
BERDAMAI: Kedua belah pihak dengan dua kasus penganiayaan, saling lapor sepakat melakukan perdamaian dalam perkara 351 setelah diupayakan restorative justice oleh Kejaksaan Humbang Hasundutan.ist/sumutpos.
Demikian disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Humbang Hasundutan Martinus Hasibuan didampingi Kepala Seksi Pidana Umum Hiras Afandy Silaban kepada sejumlah wartawan diruang kerjanya.
Kepala Kejaksaan Martinus menuturkan, kedua kasus penganiayaan ini, saling lapor atas tersangka Debora Banjarnahor (38), dan korban Mutiara Banjarnahor (45), Bohal Banjarnahor (38). Dan, sebaliknya tersangka Mutiara, dan korban Debora.
Kedua kasus ini, korban Debora dikenakan Pasal 351 ayat (1) KUHPidana, dan Pasal 351 ayat (1) Jo Pasal 55 KUHPidana kepada Mutiara dan Bohal.
Dikatakan Martinus, penghentian kasus ini baru kali pertama dilaksanakan, dan ini berdasarkan
Peraturan Jaksa Agung nomor 15 tahun 2020 tentang penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restorative.
โ Artinya, restorative justice adalah proses penyelesaian perkara di luar persidangan dengan tujuan untuk memulihkan keadaan semula antara korban dan tersangka, dengan asas Keadilan, kepentingan umum, proporsionalitas, cepat dan sederhana,โ jelasnya.
Ditambahkannya, bahwa proses penyelesaian melalui restorative justice ini mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan putusan hukum di pengadilan.
Dan, dengan restorative justice ini juga dapat menekan angka penahanan. Atau menekan banyaknya orang yang masuk dalam penjara.
Selain itu, sambung Kasi Pidum, dalam restorative justice (penyelesaian perkara pidana) tidak semua kasus dapat diselesaikan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restorative.
Ia menjelaskan, ada beberapa syarat, pertama tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, ancaman pidana denda atau penjara tidak lebih dari 5 tahun. Dan, barang bukti atau nilai kerugian perkara tidak lebih dari Rp2.500.000.
โ Jadi, penyelesaian dengan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restorative, tidak semua pidana umum dapat dilaksanakan. Ada beberapa syarat yang harus kita pahami, dan masyarakat,โ ungkapnya.
Di samping itu juga, sambung Kajari Humbang Hasundutan, agar masyarakat Humbang Hasundutan sebelum lapor melapor agar dapat berpikir dulu. Dan, diharapkan juga kepada para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat turut untuk dapat melakukan mediasi.
โKarena damai itu sangat indah. Apalagi kita ini tinggal di Bina Pasogit yang masih ada Dalihan Natolu,โ harap Kajari.(des/azw)
UNJUK RASA: Ratusan masyarakat sekitar lingkar tambang menggelar aksi mendesak Pemkab Dairi meneliti legalitas YPDK di Parongil, karena kerap memprovokasi warga untuk menolak perusahaan tambang, di Kantor Camat Silima Punggapungga, Senin (29/11).rudi sitanggang/SUMUT POS.
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Berkisar ratusan masyarakat dari 4 desa dan 1 kelurahan, Kecamatan Silima Punggapungga, Kabupaten Dairi, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Camat Silima Punggapungga. Mereka mendesak pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), segera mengeluarkan izin produksi PT Dairi Prima Mineral (DPM), Senin (29/11).
UNJUK RASA: Ratusan masyarakat sekitar lingkar tambang menggelar aksi mendesak Pemkab Dairi meneliti legalitas YPDK di Parongil, karena kerap memprovokasi warga untuk menolak perusahaan tambang, di Kantor Camat Silima Punggapungga, Senin (29/11).rudi sitanggang/SUMUT POS.
Selain ke Kantor Camat, massa juga mendatangi kantor lembaga swadaya masyarakat (LSM) Yayasan Diakonia Pelangi Kasih (YDPK) di Parongil, yang menurut mereka kerap memprovokasi warga untuk melakukan penolakan terhadap kehadiran perusahaan tambang timah dan seng itu.
Koordinator aksi yang juga Bendahara Umum Pemangku Hak Ulayat (PHU) Marga Cibro, Sahbin Cibro ditemui di lokasi menegaskan, tujuan masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di kantor camat agar mendesak pemerintah kabupaten (Pemkab) Dairi, menyuarakan ke pemerintah pusat supaya KLHK segera mengeluarkan izin produksi PT DPM.
Begitu juga kedatangan mereka ke Kantor YDPK di Prongil, meminta LSM tersebut, tidak memprovokasi masyarakat untuk menolak perusahaan tambang yang mengatasnamakan masyarakat sekitar tambang.
Menurut Sahbin, masyarakat lingkar tambang yakni Desa Longkotan, Bongkaras, Tuntungbatu, Palipi serta Kelurahan Parongil, sangat terbuka dan menerima kehadiran investor perusahaan tambang PT DPM,.
Menurtu mereka kehadiran PT DPM sangat positif terhadap perekonomian warga sekitar. โBelum produksi saja, sudah banyak membawa dampak positif bagaimana kalau sudah berproduksi pasti akan lebih baik,โ ujar Sahbin.
Terpisah, Camat Silima Punggapungga, Horas Pardede mengatakan, sudah menindaklanjutu apa disampaikan masyarakat. Pemerintah kecamatan Silima Punggapungga, sudah 2 kali memfasilitasi pertemuan dengan masyarakat, perusahaan serta YDPK, tetapi pihak YDPK tidak pernah mau hadir untuk diskusi.
Pimpinan YDPK Parongil, Sarah Naibaho melalui Koordinator Advokasi YDPK, Rohani Manalu dikonfirmasi wartawan mengakui tidak menghadiri undangan Camat Silima Punggapungga, karena isi surat tersebut dinilai tidak tepat. Karena YDPK diminta menyikapi pro dan kontra masalah perusahaan tambang di Kecamatan Silima Punggapungga. โKami, merasa kecewa dengan tudingan bahwa YDPK tidak memiliki legalitas dan sebagai sumber masalah. Kita tidak mau dibenturkan dengan masyarakat, YDPK Parongil memiliki legalitas,โ pungkasnya (rud/azw).
KETERANGAN: Ketua SC Faisal Putra diabadikan bersama Ketua Panitia Muscab DPC Peradi Kota Medan Syahrul Sitorus, Sekretaris Rina Melati Sitompul, dan Bendahara Ina Moriza, saat memberikan keterangan pers di Kota Medan,ย baru-baru ini. (ISTIMEWA/SUMUTPOS.CO)
MEDAN, SUMUTPOS.CO-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Medan, akan melaksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Peradi Kota Medan.ย Muscab ini merupakan amanat organisasi yang diatur dalam AD/ART. Karena itu, seluruh anggota Peradi Kota Medan diminta berpartisipasi aktif dalam muscab yang puncaknya akan digelar Februari 2022 mendatang.ย “Jadi ini bagian dari demokrasi kita,” ungkap Ketua DPC Peradi Kota Medan Charles JN Silalahi, melalui Ketua SC Faisal Putra, Senin (29/11). Muscab ini merupakan yang ketiga dilaksanakan DPC Peradi Kota Medan. Selain partisipasi anggota, panitia juga mengajak kandidat calon ketua yang ingin bertarung untuk mempersiapkan diri. Saat ini, Peradi Kota Medan memiliki keanggotan berjumlah sekitar 1.500 orang. “Kami selaku panitia, mengimbau agar semuanya berperan aktif untuk mengetahui syarat apa saja yang harus dipenuhi, sebelum (anggota) memberikan hak suaranya,” timpal Ketua Panitia Muscab, Syahrul Sitorus, didampingi Sekretaris Rina Melati Sitompul. Ada 86 orang panitia yang terlibat dalam muscab ini. Panitia berkomitmen, muscab kali ini berbeda dari periodeย sebelumnya.ย “Agar Peradi Medan beda dengan yang lainnya, maka mekanismenya nanti, calon memperkenalkan visi misi melalui debat,” tutur Rina, seraya menjelaskan, hal ini untuk memperkenalkan kandidat kepada para anggota. Sebelum muscab, Peradi Kota Medan akan melakukan beberapa kegiatan sosial, seperti donor darah, memberikan bantuan, serta melakukan event olahraga, baik itu lari ataupun jalan santai, agar pelaksanaan muscab lebih bergairah. Panitia turut mengajak, jangan sampai hak pilih anggota dalam muscab menjadi hilang, lantaran kurang berpartisipasi aktif. Bahkan undangan memilih bagi anggota nanti, secepatnya akan disampaikan melalui pengumuman koran. “Jadi kami berharap, agar nanti pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar sampai Februari mendatang. Jangan sampai hak pilih anggota hilang, karena tidak berpartisipasi,” pungkas Rina. (rel/prn/saz)
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Indonesia (LLDikti) Sumut Prof Dr Ibnu Hajar Damanik MSi memberi apresiasi terhadap penyelenggara dan pengelola dalam mengembangkan pendidikan di Politeknik Adiguna Maritim Indonesia (AMI) Medan.
DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS TERBAIK: Yuris Danilwan MSi PhD dan Capt Dafid Ginting MMar MSi bersama senat wisudawati terbaik dan tepat waktu lulusan Ahli Madya Diploma III Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan Politeknik AMI Medan.
Apresiasi ini disampaikan Ibnu Hajar Damanik saat menghadiri kegiatan Wisuda Ahli Madya Diploma III Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan Politeknik AMI Medan, Senin (29/11) pagi.
Siang harinya, Politeknik AMI Medan juga melaksanakan Pelantikan Perwira Muda Pelayaran Besar Ahli Teknika Tingkat (ATT) III dan Ahli Nautika Tingkat (ANT) III.
Kegiatan di Machmoedin Ballroom Politeknik AMI Medan ini dihadiri Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Maritim Politeknik AMI Medan Yuris Danilwan MSi PhD dan Direktur Politeknik AMI Medan Capt Dafid Ginting MMar MSi, orangtua wisudawan/wisudawati dan perwira.
Kepala LLDikti Sumut mengaku suatu kewajiban untuk hadir di Politeknik AMI Medan secara spesial karena perguruan tinggi ini mengelola bidang keilmuan khusus yang menunjukkan profesionalisme.
Ibnu Hajar Damanik yang pernah menjadi rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) melihat keseriusan penyelenggara (yayasan) dan pengelola (pimpinan kampus) didukung fasilitas sarana prasarana dan perkuliahan sehingga menjadi kampus yang unggul.
Kepala LLDikti Sumut menegaskan kuliah di Politeknik AMI Medan adalah tepat karena lulusan yang dihasilkan menjadi generasi kebanggaan buat keluarga, agama dan bangsa.
Ibnu Hajar Damanik mengingatkan Indonesia dikenal sebagai negara bahari atau maritim yang kaya dengan sumber daya alam termasuk di pantai dan laut sehingga dibutuhkan banyak tenaga kerja.
Demikian pula perhatian besar pemerintah terhadap pembangunan pelabuhan seperti di Kualatanjung untuk menopang pembangunan. Pemerintah juga menaruh perhatian serius pada pengembangan kemaritiman.
Ia meminta lulusan Politeknik AMI Medan dengan berbagai keunggulan berkomunikasi, keterampilan dan pengetahuan dapat bekerja di luar negeri seperti di Singapura, Korea, Jepang dan negara lain untuk mendapatkan penghasilan lebih besar.
Ketua Yayasan Pendidikan Maritim Politeknik AMI Medan Yuris Danilwan MSi PhD meguraikan perjalanan 61 tahun Politeknik AMI Medan diawali dari Akademi Perdagangan Pelayaran (APP), kemudian Akademi Pelayaran Niaga Indonesia (APNI) dan Akademi Maritim Indonesia (AMI).
Kedepan, tegas Yuris Danilwan, pihaknya terus mengembangkan fasilitas termasuk tambahan simulator berteknologi tinggi dari India dan kualitas lulusan perguruan tinggi.
Direktur Politeknik AMI Medan Capt Dafid Ginting MMar MSi meminta 188 wisudawan/wisudawati dan 74 perwira lulusan politeknik untuk mengamalkan ilmu dan kemampuan yang dimiliki ditengah-tengah masyarakat secara bertanggung jawab dan berkualitas.
Ia berpesan lulusan untuk terus belajar dan menjadi agen perubahan dengan bekerja keras, jujur dan disiplin di era revolusi industri 5.0 yang menekankan pendidikan moral karakter dan keteladanan. (dmp)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Putusan majelis hakim PN Bekasi Kelas IA Khusus yang menolak gugatan perceraian lantaran tanpa melibatkan dalihan natolu, dinilai Dekan Fakultas Hukum Unika Santo Thomas, Prof Dr Maidin Gultom SH MHum, ngawur. Pasalnya, gugatan cerai tersebut sudah masuk ke pengadilan negeri, sehingga yang pakai hukum perdata atau undang-undang perkawinan.
Menurut Prof Dr Maidin Gultom SH MHum, perkawinan dan perceraian memang dapat digunakan hukum adat atau hukum perdata/Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974, atau menurut hukum Islam ( Syari’at Islam). “Namun kalau gugat cerai sudah diajukan ke pengadilan negeri, pakailah hukum perdata/undang-undang perkawinan,” kata Prof Maidin Gultom menjawab wartawan di Medan, Senin (29/11/2021).
Seperti diberitakan sebelumnya, Majelis Hakim PN Bekasi Kelas 1A Khusus dilaporkan ke Mahkamah Agung RI dan Komisi Yudisial RI, karena diduga melakukan pelanggaran kode etik. Adalah Raja Tahan Panjaitan SH dan R Wijaya S SH sebagai pelapor dan juga kuasa hukum Penggugat dalam perkara Gugatan Cerai nomor: 564/Pdt.G/2020/PN.Bks, yang mmelaporkan tiga orang Majelis Hakim PN Bekasi Kelas IA Khusus.
Melalui surat pelaporan tertanggal 22 November 2021, yang diterima awak media, kuasa hukum penggugat perkara gugatan cerai dari Law Office Raja Tahan Panjaitan SH & Partners menyebutkan, Majelis Hakim yang memeriksa dan menangani perkara a qou dalam putusannya, terkesan menunjukkan dan melakukan perbuatan โAbuse Of Powerโ (penyalahgunaan kekuasaan, dalam bentuk penyimpangan jabatan atau pelanggaran resmi).
Adapun โAbuse Of Powerโ yang dilakukan oleh majelis hakim menurut hemat penasehat hukum ‘JS’ selaku principal yakni sebagai berikut: sebelum pemeriksaan pokok dilakukan, upaya mediasi sesuai aturan PERMA Nomor : 01 Tahun 2016 sudah terlebih dahulu ditempuh, namun mengalami jalan buntu atau tidak berhasil (deadlock);
Kemudian seiring berjalan pemeriksaan pokok perkara, majelis hakim masih berusaha dan berupaya untuk mendamaikan dengan berbagai cara, namun tetap gagal dan mengalami kebuntuan; Selanjutnya, selama pemeriksaan perkara, majelis hakim mengabaikan azas peradilan yang baik (azas pemeriksaan yang cepat, sederhana, dan biaya ringan, sebagaimana amanat pasal 2 (dua) ayat 4 (empat) UU RI No.48 tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman) karena mengikuti permintaan Tergugat untuk menunda-nunda pemeriksaan saksi Penggugat yang diketahui keberadaannya datang dari luar Bekasi (Pekan Baru, Sumatera).
Lalu dalam putusannya, majelis hakim terkesan tidak berdasar hukum dan cenderung mengada-ada karena menyebut, gugatan Penggugat premature dan tidak dapat diterima dengan alasan pertimbangan hukum bahwa Penggugat dan Tergugat adalah orang Batak, dimana menurut adat batak perceraian adalah cacat besar bagi keluarga besar sehingga harus terlebih dahulu melibatkan lembaga adat batak yang bernama Dalihan Natolu untuk menyelesaikan masalahnya.
Saat disinggung mengenai putusan majelis hakim tersebut, Prof Maidin Gultom menyatakan secara tegas bahwa itu ngawur. “Putusan itu menurut saya ngawur dan mengada-ada,” tandasnya. (rel/adz)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO โ Pemerintah terus mengembangkan produk dan komoditas berpotensi ekspor sebagai bagian dari upaya meningkatkan penerimaan devisa negara. Salah satu yang dilakukan adalah membuka pasar ekspor komoditas cangkang sawit ke Jepang. Di penghujung tahun 2021, Kementerian Perdagangan berhasil melakukan ekspor ke negara Matahari Terbit ini dengan nilai USD 12 juta.
BUAH KELAPA SAWIT: Pekerja menyusun tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di kawasan Candali Bogor, Jawa Barat. Cangkang sawit yang sebelumnya sebagai limbah, kini diolah dan bisa diekspor ke Jepang sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi pea i sawit.
โUntuk menjaga surplus neraca perdagangan, pemerintah terus berupaya mengembangkan produk dan komoditas berpotensi ekspor dengan permintaan dan nilai jual yang tinggi di pasar global. Salah satu komoditas tersebut adalah cangkang kelapa sawit,โ ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi, di tempat terpisah.
Ekspor cangkang sawit ini merupakan hasil one-on-one business matching antara pelaku usaha cangkang sawit Indonesia dan pelaku usaha industri biomassa Jepang yang terlaksana di Pekanbaru, Riau pada RabuโKamis (24โ25/11) lalu. Pertemuan bisnis difasilitasi Kementerian Perdagangan bersama Japan External Trade Organization (JETRO) Jakarta dan Asosiasi Pengusaha Cangkang Sawit (APCASI).
Jepang saat ini merupakan pasar terbesar bagi cangkang sawit dan diperkirakan akan terus menjadi pasar utama untuk komoditas tersebut. Hal ini disebabkan oleh kebijakan energi Jepang yang menetapkan 24 persen pemenuhan energi di Jepang pada 2030 harus berasal dari energi baru dan terbarukan (renewable energy).
Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag Marolop Nainggolan menyampaikan, Kemendag akan terus mendorong peningkatan ekspor cangkang sawit ke Jepang lewat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.
โDitjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag bersama Japan External Trade Organization berupaya mempertahankan dan meningkatkan ekspor cangkang sawit ke Jepang. Salah satu bentuk kerja sama tersebut melalui kegiatan one-on-one business matching kali ini,โ ungkap Marolop.
Marolop menambahkan, Kemendag mengundang para calon pembeli untuk meninjau langsung gudang dan pabrik pengolahan agar semakin yakin dengan kualitas cangkang sawit Indonesia.
โSelain melalui pertemuan bisnis, kami juga mengajak pelaku usaha Jepang untuk mengunjungi stockpile dan pabrik penghasil cangkang sawit di daerah Siak dan Dumai. Kami harap calon mitra bisnis dari Jepang meyakini besarnya potensi cangkang kelapa sawit Indonesia dan berminat untuk menjalin kerja sama bisnis jangka panjang dengan pelaku usaha lokal,โ kata Marolop.
Business matching dengan pelaku usaha Jepang sebelumnya pada April 2021 yang lalu telah berhasil menelurkan pengiriman cangkang sawit oleh PT Internasional Green Energy sebanyak 10 ribu ton dan PT Prima Khatulistiwa Sinergi sebanyak 11 ribu ton pada awal November 2021 untuk memenuhi kontrak pengiriman per bulan secara kontinu ke pasar Jepang. Rencananya pada awal Desember 2021, akan dikirim cangkang sawit sebanyak 20 ribu ton oleh PT Jatim Propertindo untuk memenuhi kontrak yang serupa dengan perusahaan di Jepang.
Produksi cangkang sawit dunia sebagian besar berada di Indonesia. Ekspor produk cangkang sawit Indonesia pada JanuariโSeptember 2021 telah mencapai USD 286 juta, atau meningkat 27,01 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020. Negara tujuan ekspor utama produk cangkang sawit Indonesia adalah Jepang dengan pangsa sebesar 84,5 persen dari total ekspor cangkang sawit Indonesia, diikuti Thailand, Singapura, Korea Selatan, dan India. Pasokan cangkang sawit di Indonesia berasal dari Jambi, Riau, Sumatra Barat, Kalimatan Tengah, dan Sumatra Utara.
Kompetitor utama Indonesia untuk produk cangkang sawit adalah Malaysia dan Thailand. Namun demikian, eksportir cangkang sawit Indonesia menghadapi kompetisi yang relatif ketat dengan eksportir Malaysia. Harga cangkang sawit di Malaysia relatif lebih murah dan stabil, sedangkan harga di Indonesia fluktuatif dan cenderung naik akibat bea keluar dan pungutan ekspor, serta kurangnya infrastruktur pendukung.
Sekilas Perdagangan IndonesiaโJepang Pada JanuariโSeptember 2021, total perdagangan nonmigas Indonesia dengan Jepang mencapai USD 22,53 miliar. Nilai ini meningkat 29,08 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai USD 17,46 miliar. Sementara itu, ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang JanuariโSeptember 2021 mencapai USD 12,12 miliar dan impor Indonesia dari Jepang sebesar USD 10,41 miliar. Sehingga, Indonesia surplus terhadap Jepang sebesar USD 1,70 miliar.
Pada 2020, ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang sebesar USD 12,88 miliar dan impor nonmigas Indonesia dari Jepang sebesar USD 10,62 miliar. Sehingga, Indonesia surplus terhadap Jepang sebesar USD 2,25 miliar. Komoditas ekspor utama Indonesia ke Jepang pada 2020 antara lain batu bara, skrap logam mulia, gas petroleum, nikel, dan kabel terinsulasi. Komoditas impor utama Indonesia ke Jepang pada 2020 antara lain aksesori kendaraan bermotor, baja lembaran dalam bentuk gulungan, turbin uap, dan kendaraan bermotor completely knocked down. (*/sih)