24.5 C
Medan
Monday, January 19, 2026
Home Blog Page 2996

MUI Kota Medan Berkolaborasi Membangun Kota Medan Dari Sisi Fisik dan Psikis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan masa khidmat 2021-2026, khususnya pada semester pertama menggelar beberapa kegiatan diawali dengan pengukuhan dan ta’aruf Dewan Pimpinan MUI Kota Medan.

MUI KOTA MEDAN: Pengukuhan dan Ta’aruf Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan.ISTIMEWA.

Pengukuhan dan ta’aruf ini dilakukan setelah adanya Musyawarah Daerah (Musda) MUI Kota Medan. Setelah pengukuhan, MUI Kota Medan mengadakan rapat kerja daerah (Rakerda) merumuskan berbagai program jangka pendek, menengah dan panjang.

Demikian disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Kota Medan Dr H Hasan Matsum MAg bersama Sekretaris Umum Dewan Pimpinan MUI Kota Medan Dr HM Syukri Albani Nasution MA kepada Sumut Pos di Medan, Senin (25/10). ”Kita juga menyusun program-program unggulan, baik yang dilakukan dewan pimpinan, sekretariat, komisi dan lembaga di MUI Kota Medan,” kata Hasan Matsum.

Kegiatan yang telah dilaksanakan, kata ketua MUI Kota Medan, memiliki orientasi dalam rangka berkolaborasi dengan program Pemko Medan. ”Memang salah satu yang menjadi mitra secara langsung dari MUI Kota Medan adalah Pemko Medan. Oleh karena itu semua program MUI Kota Medan ini sebisa mungkin kita kaitkan dengan pembangunan di Kota Medan,” papar Hasan Matsum.

Diantara kegiatan MUI Kota Medan tersebut, ada kerja sama dengan Dinas Sosial Kota Medan, Dinas Kebersihan Kota Medan dan Dinas Kesehatan Kota Medan. Ia menegaskan bahwa program unggulan MUI Kota Medan secara umum berkolaborasi dengan Pemko Medan.

”Komisi Pemberdayaan Masjid dan Seni Budaya Islam yang diketuai Dr Mustapa Khamal Rokan MH kita sangat berharap program Masjid Mandiri bisa sukses dengan baik. Ada rencana 115 masjid di Medan yang dicanangkan menjadi masjid percontohan untuk program Masjid Mandiri tersebut,” sebutnya.

MUI Kota Medan didukung berbagai stakeholder juga melaksanakan program pendidikan kader ulama. ”Program ini penting sebab satu per satu ulama terutama ulama kharismatik yang dicirikan kemampuan membaca dan memahami kitab dengan baik, telah meninggalkan kita,” kata ketua umum Dewan Pimpinan MUI Kota Medan.

”MUI Kota Medan juga melaksanakan program pembinaan terhadap para mualaf, baik berupa pendidikan dan penyuluhan terutama tentang hukum-hukum fikih dasar. Kita berharap saudara-saudara baru kita ini dapat kita dibina sehingga semakin mantap dalam Islam. Mereka merasa indah karena mereka diperhatikan dan diajak bersama-sama,” ujar Hasan Matsum.

Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Kota Medan berharap MUI Medan dapat berkolaborasi membangun Kota Medan dari sisi fisik dan psikis. ”MUI Kota Medan masuk dalam Program Masjid Mandiri dari sisi spiritual. Program ini juga melaksanakan pemberdayaan ekonomi umat, pemberdayaan pendidikan di masjid, pembinaan remaja masjid dan ekonomi syariah,” katanya.

Hasan Matsum menambahkan bahwa MUI Kota Medan mendorong pengembangan ekonomi masjid melalui konsep ekonomi syariah, program pendidikan di masjid untuk peningkatan kualitas ibadah. ”MUI Kota Medan masuk dalam Program Masjid Mandiri dalam rangka penguatan spiritual. Diakhir tahun 2021 akan dilakukan muhasabah untuk mengevaluasi program yang telah dilaksanakan. Kemudian mengembangkan program yang berorientasi pada kasis-kasus aktual dan isu kekinian,” ujarnya. (dmp)

Burhanuddin Sitepu Dorong Masyarakat Bentuk Bank Sampah

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Sampah masih menjadi persoalan pelik di Kota Medan. Karenanya, dibutuhkan peran serta semua pihak, termasuk masyarakat dalam mengatasinya. Diantaranya dengan mendirikan bank sampah di setiap lingkungan.

Berkaitan dengan itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan, Burhanuddin Sitepu mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi ekonomi sampah dengan membentuk kelompok pengelolaan bank sampah di lingkungannya masing-masing.

“Saya siap membantu fasilitas yang dibutuhkan warga untuk membentuk kelompok pengelolaan bank sampah ini,” kata Burhanuddin Sitepu saat menggelar sosialisasi Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan di Jalan Bunga Mawar Nomor 104, Kelurahan PB Selayang II, Medan Selayang, Senin (25/10/2021).

Disebutkan Burhanuddin, dalam Perda Nomor 6 Tahun 2015 ini telah diatur tentang manajemen pengelolaan persampahan termasuk menyangkut siapa yang bertanggung jawab mengangkut sampah, alur perwadahan, pengangkutan hingga pembuangan ke TPA yang lokasinya di luar Kota Medan. Berkaitan dengan itu, Burhanuddin meminta masyarakat untuk bisa memanfaatkan potensi ekonomi dari sampah dengan memilah dan memilih sampah organik maupun nonorganik di lingkungannya, untuk kemudian disalurkan ke bank sampah maupun pengelola penampung sampah swasta.

Sebelumnya Subanto, praktisi persampahan yang juga pengelola bank sampah di Kota Medan yang didaulat sebagai narasumber mengungkapkan, sampah sangat berkaitan dengan masalah-masalah lain seperti masalah kultural, sosial, pendidikan, lingkungan dan masalah lainnya. Permasalahan sampah ini jika tidak ditangani dengan serius akan menjadi ‘bom waktu’.

Apalagi saat ini, ungkap Subanto, produksi sampah di Kota Medan sudah mencapai 2.000 ton setiap harinya. Sedangkan kapasitas TPA yang dimiliki Kota Medan seluas 15 hektar. Namun saat ini, tersisa empat hektar lagi. Untuk itu, dibutuhkan peranserta masyarakat untuk mengurangi jumlah sampah yang ada di Kota Medan. “Pada 2019 lalu, kota kita ini mendapat predikat sebagai kota terjorok se-Indonesia. Kita sebagai masyarakat juga memberikan kontribusi atas predikat tersebut,” katanya.

Karenanya, Subanto mengajak masyarakat yang hadir dalam sosialisasi Perda Kota Medan tersebut untuk sama-sama mengurangi volume sampah di Kota Medan dengan mengubahnya menjadi bernilai ekonomis yakni dengan mendirikan bank sampah. “Jadi sebelum sampah dibuang ke TPA, kita sudah mengolah sampah itu menjadi bernilai ekonomis,” katanya.

Disebutnya, di setiap lingkungan masyarakat bisa membentuk bank sampah yang menampung sampah-sampah nonorganik. “Di bank sampah ini kita bisa menabung sampah kita, dan bisa dirupiahkan. Dengan hadirnya bank sampah di setiap lingkungan, saya yakin persoalan sampah dapat sedikit teratasi,” pungkasnya. (adz)

Musda IV Partai Demokrat Sumut Segera Digelar, Para Kandidat Diminta Jangan Saling Mendiskreditkan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain Hutajulu berharap, pelaksanaan Musda IV yang segera digelar dapat berlangsung aman, lancar, dan tertib. Karena itu, dia mengimbau semua Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat se-Sumut, agar saling menjaga kebersamaan, persatuan, dan persaudaraan, serta tidak saling mendiskreditkan sesama kandidat.

“Sebagai Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, saya bertanggung jawab penuh agar penyelenggaraan Musda IV berjalan lancar, aman, tertib, serta membuahkan hasil sesuai harapan partai,” ungkap Herri kepada wartawan, Senin (25/10/2021).

Herri juga mengimbau, agar para pemilik suara dalam Musda tersebut, dapat menentukan pilihan kepada kandidat terbaik dan benar-benar mampu membesarkan Partai Demokrat ke depannya. “Tentukan pilihan kepada satu kandidat ketua terbaik di antara yang bermunculan saat ini, sosok yang punya masa depan cerah, serta yang memiliki rasa nasionalisme kokoh,” sebutnya.

Kepada para kandidat yang akan maju sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Herri memohon, agar saling menghormati perbedaan sesama kandidat. “Karena Musda bukan segalanya, tapi awal dari pergerakan untuk membesarkan Partai Demokrat, sekaligus menjalankan program partai yang prorakyat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan 2 periode itu, juga menegaskan, dia tidak akan maju dalam pencalonan Ketua DPD, meski sejumlah DPC telah memberikan dukungan kepadanya. Menurut Herri, dia ingin memberi kesempatan kepada kader yang punya masa depan cerah, berpengalaman, dan punya integritas untuk memimpin DPD Partai Demokrat Sumut ke depan.

“Pengalaman saya di dalam memimpin Partai Demokrat Sumut hampir 4 tahun lamanya, banyak suka dan duka. Ada yang betul-betul menyentuh kepada saya, yakni yang selalu disuarakan oleh partai, juga Ketua Umum Bapak AHY, dengan tagline ‘Muda adalah Kekuatan’ sangatlah tepat,” jelas Herri, yang juga Pimpinan Millenium Plaza Medan tersebut.

Menurut Herri, untuk memimpin Partai Demokrat Sumut, diperlukan energi yang kuat dan ekstra, serta mempunyai semangat tinggi dalam membangun partai yang lebih baik. Demikian juga untuk melaksanakan konsolidasi ke bawah sampai ke tingkatan terendah, yakni anak ranting, diperlukan energi prima, sigap, serta cepat berpikir dalam menjalankan mesin partai. “Saya mengajak kepada pemegang hak suara untuk benar-benar selektif dalam memilih Ketua DPD Partai Demokrat Sumut nantinya, sehingga tercipta pemimpin yang bisa merangkul semua pihak, tidak didasari dari ego dan harga diri,” harap Herri.

Herri juga meminta agar para kandidat tidak saling klaim mendapat dukungan DPP dan lain sebagainya. “Berikan DPP ketenangan dalam menentukan sikap, karena saya yakin DPP tidak akan mau salah dalam memilih pemimpin Partai Demokrat di Sumut. Meskipun saya tidak menjadi ketua lagi, saya akan tetap mengabdikan diri kepada Partai Demokrat, karena partai ini menjadi pilihan saya dalam berpolitik untuk pertama dan terakhir,” pungkas Herri. (adz)

Gandeng Publik dan Media, Kemenparekraf Sosialisasikan CHSE untuk Bangkitkan Industri Event di Yogyakarta

SUMUTPOS.CO – Menurunnya kasus Covid-19 yang diiringi dengan penurunan level PPKM di sejumlah daerah, menjadi angin segar bagi sektor usaha. Termasuk  sektor pariwisata dan bisnis event. Kondisi ini menjadi awal yang baik untuk kembali mendorong pertumbuhan bisnis yang  selama ini cukup terguncang akibat pandemi. Tentunya dengan penerapan protokol kesehatan terkini.

Sosialisasi CHSE yang diadakan lewat format media gathering. (ist).

Sebagai salah satu destinasi wisata favorit,  Yogyakarta juga bersiap untuk kembali membangkitkan industri ekonomi kreatif, pariwisata dan bisnis event. Para promotor dan penyelenggara acara di Yogyakarta  sudah siap untuk memulai kembali usahanya. Hal ini seperti disampaikan para profesional asal Yogyakarta yang bekerja di industri kreatif pada kesempatan sosialisasi kampanye Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE) melalui Cerita Protokol CHSE Event (CERPEN) untuk publik dan media lokal yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia di Yogyakarta, 21 Oktober 2021.

Yogyakarta saat ini menjadi salah satu prioritas utama Kemenparekraf untuk program sosialisasi protokol CHSE melalui CERPEN. Program CERPEN dirancang untuk mendorong pariwisata dan industri kreatif sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menyelenggarakan acara, dengan mengadopsi protokol kenormalan baru di tengah pandemi COVID-19.

“Di Yogyakarta, acara-acara kreatif sudah mulai digelar kembali dengan mengikuti protokol kesehatan dan tatanan kenormalan baru. Dengan demikian, berbagai event tetap dapat diselenggarakan seusai dengan situasi dan aturan terkini yang telah ditetapkan pemerintah  daerah,” ujar Hafiz Agung Rifai, Koordinator Strategi dan Promosi Event Daerah Kemenparekraf.

Pada sosialisasi CHSE, para profesional asal Yogyakarta yang bekerja di industri kreatif turut berbagi pengalaman dalam menyelenggarakan acara di tengah tatanan kenormalan baru. (ist).

Protokol CHSE Kemenparekraf memberikan panduan mengenai tiga aspek penyelenggaraan acara yaitu sebelum (pre), selama (during), dan setelah (post) acara, yang harus diikuti oleh penyelenggara, penonton, dan pengisi acara. Aturan tersebut mencakup protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak.

 “Fokus utama kami adalah memudahkan promotor dan penyelenggara acara dalam membangun kembali bisnis mereka. Dari sisi kami, protokol CHSE memiliki standar yang baik dan diharapkan dapat membuka jalan ke berbagai penyelenggaraan acara lainnya. Misi Kemenparekraf ialah menghidupkan kembali semua acara yang pernah diadakan, guna mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi,” tambah Hafiz.

Sosialisasi CHSE ke berbagai daerah ini bertujuan memberikan pamahaman kepada pelaku event daerah terkait protokol CHSE, khususnya dalam penyelenggaraan event dengan tatanan kenormalan baru.  Sosialisasi CHSE yang diadakan lewat format media gathering ini juga mengundang para profesional asal Yogyakarta yang bekerja di industri kreatif untuk berbagi pandangan dan pengalamannya dalam menyelenggarakan acara di tengah tatanan kenormalan baru. Hadir sebagai pembicara, di antaranya Hafiz Agung Rifai; Anas Syahrul Alimi, CEO Prambanan Jazz Festival; dan Gading Narendra Paksi, Direktur Program Artjog.

Anas mengatakan para promotor dan penyelenggara acara di Yogyakarta sudah siap untuk memulai kembali usahanya. Sejak tahun lalu, mereka telah berkumpul dengan para pemangku kepentingan penyelenggara acara untuk menyusun beberapa standar operasional prosedur (SOP), sambil menunggu protokol kesehatan dan keselamatan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Ia berharap dapat menggelar “JogjaRockarta”, sebuah festival musik rock, di akhir tahun. Ia juga berharap seluruh pekerja kreatif semakin percaya diri dalam menyelenggarakan berbagai acara, tentunya dengan mematuhi protokol CHSE dan tatanan kenormalan baru yang disosialiasikan Kemenparekraf.

Dalam media gathering ini, Gading mengungkapkan bahwa acara tahunan Artjog 2021 telah diselenggarakan mulai 8 Juli hingga 31 Agustus 2021 dengan menyesuaikan protokol kenormalan baru, seperti menghindari kerumunan, pengaturan jam berkunjung, dan pembatasan jumlah penonton. Ia menambahkan bahwa pameran seni rupa relatif lebih mudah beradaptasi dan berinovasi karena merupakan acara yang tenang dan privat, tidak seperti pertunjukan seni dan budaya lainnya. “Aturan protokol CHSE ini merupakan berita baik bagi bisnis penyelenggara acara, karena saat ini kami memiliki panduan resmi untuk mulai melakukan bisnis lagi,” ujar Gading.

Setelah Medan dan Yogyakarta, Kemenparekraf akan menggelar acara CERPEN di Surabaya, Makassar, dan Lombok, untuk mensosialisasikan protokol CHSE yang diselenggarakan dalam tiga tahap, mulai Agustus hingga November 2021. Informasi lebih lanjut tentang kampanye CHSE, dapat diakses melalui chse.kemenparekraf.go.id. (*/sih)

Airlangga Hartarto: Alumni Golkar Institute Harus Berani Ambil Peran Strategis Ekonomi Global

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto berharap lulusan pendidikan Golkar Institute turus serta mengambil peran strategis dan mengawal isu-isu ekonomi dunia. Hal itu disampaikan pada Dialog Publik dengan tema “Signifikansi Indonesia Dalam Presidensi G20 Tahun 2022” dalam rangka pembukaan Executive Education Program for Young Political Leader 4 (Program pendidikan bagi pemimpin muda), Golkar Institute Angkatan 4, Senin (25/10), di Kantor DPP Partai Golkar.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, lulusan Golkar Institute harus berani mengambil peran-peran strategis dalam mengawal isu-su berkaitan dengan ekonomi global, seperti dengan terlibat aktif dalam memberikan rekomendasi perumusan kebijakan kepada para pemimpin negara-negara G20. Momentum Presidensi G20 ini harus dimanfaatkan oleh lulusan-lulusan pelatihan Golkar Institute”, papar Airlangga.

“Setelah beranjak dari pertemuan ini, Alumni Golkar Institute harus mulai memikirkan peran apa yang akan diambil dalam momentum Presidensi G20 ini. Akan banyak ruang-ruang partisipasi dan kolaborasi yang terbuka untuk dapat berperan dalam rangkaian kegiatan Forum G20 yang akan diselenggarakan di Indonesia”, lanjut Airlangga.

Airlangga menilai bahwa pemuda bisa turut serta sebagai aktor dalam mengawal isu-isu ekonomi dunia.

“Pemuda itu sudah bukan lagi sebagai representatif kehadirannya, tetapi menjadi mainstream, aktor utama dalam aktivitas ekonomi di dunia. Berbicara tentang G20, pemuda harus mengambil posisi strategis yang saling mutual, saling mendukung, interdependent dengan pemerintah”, ujar Menteri Koordinator Perekonomian itu.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Golkar Institute, Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa diskusi publik dengan tema tentang Indonesia dalam Presidensi G20 tahun 2022 mendatang sangat relevan. Menurutnya, tema ini juga sangat sesuai dengan visi misi Golkar Institute.

“Isu ini sangat penting karena anak-anak muda Golkar harus berwawasan global. Ini sebagaimana visi dan misi Golkar Institute”, ujar Ace.

Dalam laporannya, Ace mengatakan bahwa untuk Executive Education Program for Young Political Leader 4 kali ini diikuti sebanyak 40 orang. Latar belakang para peserta cukup beragam, mulai dari aktivis organisasi, civil society, akademisi, tenaga ahli/profesional hingga Anggota DPRD. Ace juga menyampaikan bahwa peserta juga merupakan representasi wilayah.

Selama 6 hari ke depan, para peserta akan mendapatkan materi-materi dari narasumber berreputasi nasional maupun internasional, seperti: seperti Prof. Kishore Mahbubani, Prof. Ginandjar Kartasasmita, Prof. Eko Prasodjo, Prof. Hamdi Muluk, Dr. Gun Gun Heryanto, serta para politisi senior Partai Golkar.(*)

Wagubsu: Mahasiswa Harus Berani Bermimpi

KULIAH UMUM: Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah menyampaikan kuliah umum kepada pada mahasiswa di Universitas Asahan (UNA), Kisaran, Jumat (22/10). DISKOMINFO SUMUT.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah menyampaikan kepada para mahasiswa agar berani bermimpi dan bercita-cita setinggi-tingginya. Sebab, semua hal bisa diraih, asalkan bersungguh-sungguh memperjuangkannya.

KULIAH UMUM: Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah menyampaikan kuliah umum kepada pada mahasiswa di Universitas Asahan (UNA), Kisaran, Jumat (22/10). DISKOMINFO SUMUT.

“Orangtua saya juga pernah berpesan, Jeck, kau harus punya mimpi yang tinggi, karena apapun itu pasti bisa diraih. Maksud saya, kalian semua harus punya mimpi dan cita-cita yang besar. Tak perlu kecil hati walau berasal dari desa. Karena semua itu mungkin terjadi, dan yang nggak mungkin hanya makan kepala sendiri,” ungkap Wagub Musa Rajekshah saat memberi kuliah umum kepada mahasiswa di Universitas Asahan (UNA), Kisaran, Jumat (22/10).

Musa Rajekshah melanjutkan, artinya dalam hidup ini tidak ada yang tidak mungkin. Apapun yang menjadi keinginan dan dengan semangat dari diri sendiri, cita-cita itu tidak menjadi suatu hal yang mustahil untuk tercapai. “Jadi, kita harus berani bermimpi, bermimpi itu juga tak bayar,” candanya.

Musa Rajekshah bercerita, dahulu saat masuk kuliah di perguruan tinggi, ia sama sekali tidak memiliki keinginan untuk terjun ke dunia politik. Namun baru sekitar satu semester kuliah di Fakultas Ekonomi, karena dilarang memiliki rambut gondrong, dia pun memilih pindah ke Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) di UISU.

“Alhamdulillah, ternyata bisa pula seperti ini (menjadi Wagub Sumut). Artinya kita harus punya semangat untuk meraih cita-cita, dan jangan karena suatu alasan memilih untuk tidak kuliah,” jelas Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Apalagi, terang dia, ke depan, kesempatan untuk meraih kesuksesan akan semakin sulit, karena jumlah penduduk yang akan terus bertambah dan generasi milenial persentasenya yang akan semakin besar. Namun, di sisi lain, sambungnya, regenerasi pasti tetap akan terjadi, termasuk di dalam pemerintahan.

Mahasiswa juga, tambah Ijeck, jangan hanya berkeinginan setelah tamat hanya mau menjadi pegawai negeri. Tapi jadi lah seorang entrepreneur, yang bisa turut serta terlibat dalam pembangunan.

“Kami berharap generasi muda ikut berperan membangun daerah dan bangsa, yang dibarengi dengan SDM yang mampu berkompetisi. Untuk itu terus semangat belajar dan jangan mau menyia-nyiakan waktu,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UNA Prof Tri Harsono dalam sambutannya menyatakan, di usianya yang genap 36 tahun pada bulan ini, UNA terus melakukan pembinaan dan pengembangan. Untuk itu, dengan kehadiran Wagub Sumut ke kampus ini, dia berharap menjadi loncatan bagi UNA untuk menjadi Perguruan Tinggi yang unggul di tahun 2024 mendatang.

“Karena itu kami meminta arahan dari Pak Wagub. Insya Allah, apa yang kami canangkan yakni UNA unggul di 2024 bisa tercapai,” harapnya.

Sedangkan Ketua Pengurus Yayasan UNA Mapilindo merasa bangga karena selama 36 tahun UNA berdiri baru kali Kepala Daerah Sumut datang ke kampus ini. “Mudah-mudahan dengan kedatangan ini akan menyemangati kami membangun UNA serta meningkatkan SDM di Asahan dan Sumatera Utara,” katanya.

Turut hadir dalam kuliah umum ini, anggota DPRD Fraksi Golkar Sumut Dodi Taher, Bupati Asahan Surya, dan unsur Forkopimda Kabupaten Asahan.(rel/prn/azw)

ASN di Wilayah PPKM Level 1, Boleh WFO 75 Persen

KERJA: Aktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov DKI Jakarta saat bekerja di tengah pandemi Covid-19.DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) mengeluarkan aturan baru terkait sistem kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di masa pandemi. Perubahan itu setelah penyebaran Covid-19 di Tanah Air saat ini cenderung menurun.

KERJA: Aktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov DKI Jakarta saat bekerja di tengah pandemi Covid-19.DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM.

Aturan baru tersebut tercantum dalam Surat Edaran (SE) MenPAN-RB Nomor 24 Tahun 2021, tentang Perubahan Atas SE MenPAN-RB 23/2021, tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai ASN Selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Masa Pandemi Covid-19. SE ini sudah ditandatangani MenPAN-RB Tjahjo Kumolo pada 22 Oktober lalu.

“Memperhatikan arahan dan kebijakan Bapak Presiden mengenai PPKM, serta memperhatikan status penyebaran Covid-29, dipandang perlu untuk melakukan perubahan atas SE MenPAN-RB No 23/2021,” tulis SE yang ditandantangani MenPAN-RB Tjahjo Kumolo itu, Minggu (24/10).

WFO untuk ASN Sudah Divaksin

Sebelumnya, dalam SE MenPAN-RB Nomor 23 Tahun 2021, tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai ASN Selama PPKM pada Masa Pandemi Covid-19, dikatakan, pelaksanaan tugas kedinasan di kantor (work from office/WFO) diprioritaskan bagi pegawai ASN yang telah divaksin Covid-19, baik di yang berada di dalam maupun luar wilayah Jawa dan Bali.

Bagi instansi di wilayah luar Jawa dan Bali yang berada di sektor non-esensial pada PPKM Level 2 dan Level 1, diberlakukan WFO 50 persen pegawai jika daerahnya berada di zona hijau dan kuning. Sedangkan bagi instansi yang daerahnya berada di zona oranye dan merah, diberlakukan WFO 25 persen.

Untuk instansi pemerintah di sektor esensial pada PPKM Level 4 di luar wilayah Jawa dan Bali, WFO maksimal dilakukan oleh 50 persen pegawai. Jika berada di PPKM Level 3, WFO dapat dilakukan dengan maksimal 100 persen.

Tentu dengan memperhatikan, WFO tersebut diprioritaskan bagi pegawai yang telah divaksin Covid-19. Sedangkan untuk instansi di sektor kritikal, WFO diberlakukan maksimal 100 persen.

Sementara itu, pada instansi pemerintah non-esensial yang ada di wilayah Jawa dan Bali dengan PPKM Level 4, diberlakukan work from home (WFH) secara penuh. Jika berada di Level 3, WFO dilakukan kepada 25 persen pegawai, sedangkan jika berada di Level 2 WFO diberlakukan kepada 50 persen pegawai.

Bagi instansi pemerintah di sektor esensial yang ada di PPKM Level 4 dan Level 3 dalam wilayah Jawa dan Bali, WFO dilakukan maksimal oleh 50 persen pegawai. Sedangkan pada PPKM level 2, WFO dilakukan maksimal oleh 75 persen pegawai. Perlu diperhatikan, di sektor esensial dan non-esensial, pegawai yang WFO adalah yang telah divaksin Covid-19.

“Sementara bagi instansi pemerintah di sektor kritikal, diberlakukan WFO dengan maksimal 100 persen bagi setiap level PPKM yang dihadapi,” tulis SE tersebut. (jpc/saz)

Kasus Positif Covid-19 Melandai, MUI: Saf Salat Jamaah Boleh Dirapatkan

SALAT JUMAT: Umat Islam saat melakukan Salat Jumat di Masjid Istiqlal, pada masa pandemi Covid-19, beberapa waktu lalu.DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menyebutkan, deret atau saf salat berjamaah bisa dirapatkan kembali, jika angka penularan Covid-19 sudah melandai.

SALAT JUMAT: Umat Islam saat melakukan Salat Jumat di Masjid Istiqlal, pada masa pandemi Covid-19, beberapa waktu lalu.DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM.

Menurutnya, dalam Islam diizinkan aturan ibadah menyesuaikan dengan kondisi wabah yang terjadi.

“Kalau seandainya menurut para ahli di daerah tersebut memang kasus Covid-19nya sudah melandai, dan bahkan sudah tidak ada, ya wajiblah untuk merapatkan saf. Tapi kalau para ahli masih ragu dan pemerintah masih ragu, belum aman, ya jangan dulu,” ungkap Anwar dalam keterangan tertulis, Minggu (24/10).

Anwar menuturkan, tujuan Islam itu untuk menjaga diri. Sedangkan Covid-19 tergolong sesuatu yang membahayakan, sehingga wajib dihindari demi keselamatan. Sementara dalam Islam, merapakatkan saf salat adalah sunah.

“Jangan sampai diri kamu sakit atau sampai mati karena Covid-19 ini. Lalu bagaimana cara menghindarinya? Jaga jarak, sepanjang pengetahuan saya, menjaga diri,” jelasnya.

Menurut Ketua Terpilih PB IDI, Adib Khumaidi, kunci utama mengendalikan pandemi adalah senantiasa menjaga kesehatan diri. Dengan begitu turut menjaga kesehatan orang sekitar lingkungan.

Ketua Lembaga Kesehatan MUI itu, juga menjelaskan, kekebalan komunal amat penting untuk dicapai. Di daerah dengan tingkat vaksinasi dan kekebalan komunal paling tidak 70 persen dari penduduk, salat berjamaah dengan saf rapat dapat dikaji untuk diterapkan. “Saya sudah berbicara dengaan beberapa ulama soal ini,” tutur Adib.

Belajar dari Masjidil Haram, Makkah, salat berjamaah dengan saf rapat dilakukan setelah lebih dari separo populasi divaksinasi. Jamaah itu harus tetap memakai masker selama di dalam masjid. Mereka juga wajib mendaftar masuk masjid melalui 2 aplikasi, yakni Tawakkalna dan Eatmarna. (jpc/saz)

Hari ini, Pemutihan Denda Pajak Kenderaan Dimulai

SEBELUM PANDEMI: Suasana ramainya masyarakat mengurus pajak kendaraan bermotor di Satlantas Putri Hijau, sebelum terjadi pandemi Covid 19. Mulai hari Senin, 19 Oktober 2020, pendaftaran untuk pengurusan pemutihan denda pajak kendaraan bermotor, dibuka.
SEBELUM PANDEMI: Suasana ramainya masyarakat mengurus pajak kendaraan bermotor di Satlantas Putri Hijau, sebelum terjadi pandemi Covid 19. Mulai hari Senin, 19 Oktober 2020, pendaftaran untuk pengurusan pemutihan denda pajak kendaraan bermotor, dibuka.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut melalui Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD), akhirnya kembali melaksanakan program pemutihan denda pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) tahun ini.

SEBELUM PANDEMI: Suasana ramainya masyarakat mengurus pajak kendaraan bermotor di Satlantas Putri Hijau, sebelum terjadi pandemi Covid 19. Mulai hari Senin, 19 Oktober 2020, pendaftaran untuk pengurusan pemutihan denda pajak kendaraan bermotor, dibuka.
Ilustasi.

Menurut Kepala BPPRD Sumut, Achmad Fadly, program relaksasi tersebut akan dilaksanakan mulai 25 Oktober hingga 23 Desember 2021 mendatang.

“Dengan ketentuan wajib pajak mesti menggunakan aplikasi PeduliLindungi setiap memasuki pelayanan Samsat,” ungkap Fadly, Minggu (24/10).

Program yang kembali diluncurkan tahun ini, diakui Fadly, selain untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemprov Sumut, juga guna menstimulus masyarakat membayar kewajibannya. Mengingat perekomian masyarakat yang kian sulit dampak global pandemi Covid-19 yang masih melanda.

“Untuk informasi lebih lanjut hubungi kantor pelayanan Samsat terdekat,” imbaunya.

Pada kesempatan itu, dia turut mengklarifikasi kabar bohong atau hoaks atas informasi yang tersebar di media sosial maupun pesan berantai via aplikasi WhatsApp, terkait program pemutihan PKB dan BBNKB kali ini. Berdasarkan informasi itu, disebutkan program dimaksud dilaksanakan mulai 23 Oktober.

“Hal tersebut adalah tidak benar alias hoaks, yang dikeluarkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab,” tegas Fadly.

Pemerhati kebijakan publik, Elfenda Ananda menyebutkan, upaya Pemprov Sumut menerapkan program dimaksud, merupakan hal yang lumrah mengingat PAD di sektor itu merupakan primadona. Terlebih lagi, menurutnya, situasi masih pandemi di mana pemprov kesulitan dalam menghimpun uang untuk kas daerahnya.

“Secara prinsip kebijakan yang dibuat dapat membantu masyarakat akibat tekanan ekonomi di situasi pandemi Covid-19. Selain itu, tentunya Pemprov Sumut tetap dapat mengumpulkan PAD semaksimal mungkin di situasi pandemi,” urainya.

Dia juga menilai, jangan sampai Pemprov Sumut tidak punya kreativitas dalam membuat kebijakan yang menguntungkan masyarakat, sehingga mengalami kebuntuan saat ekonomi lagi tertekan.

“Ya, kebijakan harus tepat dasarnya berdasarkan asesmen (kajian). Prinsipnya, membantu masyarakat dengan memberikan insentif bagi wajib pajak patuh dan memberikan keringanan bagi wajib pajak yang terkena imbas pandemi dengan kebijakan tersebut. Bukan saja menguntungkan wajib pajak, tapi pemerintah daerah juga diuntungkan, karena wajib pajak dapat menjalankan kewajibannya,” pungkas Elfenda. (prn/saz)

Kompatir Apresiasi Setahun Program L2T2 PDAM Tirtanadi

APRESIASI: Ketua Umum Kompatir Prof Hasnudi, serahkan penghargaan kepada Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Fauzan Nasution.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Manajemen PDAM Tirtanadi mendapat apresiasi dari Komunitas Pelanggan Air Tirtanadi (Kompatir). Pasalnya, program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2) PDAM Tirtanadi telah berjalan dengan baik selama setahun melayani masyarakat.

APRESIASI: Ketua Umum Kompatir Prof Hasnudi, serahkan penghargaan kepada Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Fauzan Nasution.

Ketua Umum Kompatir, Prof Hasnudi mengatakan, program L2T2 yang sudah berjalan satu tahun ini sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama untuk kesehatan lingkungan. Karena melalui program L2T2 ini, menjadikan sanitasi bersih, sehingga menjaga kesehatan masyarakat. n

“Kompatir akan senantiasa memantau dan mensosialisasikan program L2T2 di masyarakat, khususnya terhadap pelanggan air minum PDAM Tirtanadi,” ungkap Hasnudi, didampingi Sekretaris Harist Lubis, saat diterima Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Fauzan Nasution di ruang kerjanya, Jumat (22/10) lalu.

Dalam kesempatan itu, Hasnudi menyerahkan piagam penghargaan atas satu tahun pelayanan L2T2 kepada Fauzan, didampingi Kepala Bidang Komunikasi dan Publikasi Sekretaris Perusahaan Martha Tobing.

Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi, Fauzan Nasution memyampaikan terima kasih kepada Kompatir yang telah mengapresiasi program L2T2.

“Manajemen PDAM Tirtanadi, terutama Pak Dirut Kabir Bedi, sangat berterima kasih kepada Kompatir, yang terus memantau dan menyampaikan masukan yang sangat baik untuk kelanjutan program L2T2 yang sudah satu tahun berjalan dan dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (adz/saz)