22.9 C
Medan
Monday, January 19, 2026
Home Blog Page 2998

PT Hari Sawit Jaya Gelar Cek Kesehatan dan Sumbangkan 20 Ekor Kambing untuk Warga Desa Sei Tampang

PT Hari Sawit Jaya menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat sekitar perusahaan di Desa Sei Tampang, Kec Bilah Hilir, Kab Labuhanbatu, Kamis (14/10/21).

NEGERI LAMA, SUMUTPOS.CO – PT Hari Sawit Jaya (PT HSJ) yang berlokasi di Negeri Lama menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat sekitar perusahaan. Kegiatan ini diadakan di Desa Sei Tampang, Kec Bilah Hilir, Kab Labuhanbatu, Kamis (14/10/21).

Kegiatan ini menghadirkan empat tenaga medis. Dua di antaranya dari perusahaan, bekerja sama dengan Puskesmas Negeri Lama yang menghadirkan dua tenaga medisnya. Tidak hanya dari Desa Sei Tampang, kegiatan ini juga terbuka untuk masyarakat desa lainnya, seperti Desa Negeri Baru dan Sei Tarolat.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Perwakilan dari Kecamatan Bilah hilir, Kepala Seksi Keamanan dan ketertiban Karnizal, Kepala Desa Sei Tampang Muhammad Asmui, Grup Manager PT HSJ, Andy Prasetyo, Manager PMKS, Gadang dan Risbet Sipayung, Asisten Kepala Chandra Sihombing, Humas Glorious Bangun, Koordinator CSR Aris Yuneidi, dokter perusahaan dr. Nahdia.

“Tahun sebelumnya kita juga sudah mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat Desa Sei Tampang dan Desa Sidomulyo. Dalam kegiatan ini, perusahaan melibatkan dua orang tenaga medis dari Puskesmas Negeri Lama. Masyarakat dapat memeriksakan kesehatannya, baik kolesterol, tekanan darah, asam urat, kadar gula dalam darah ataupun konsultasi dengan dokter. Juga tersedia obat untuk penyakit-penyakit ringan. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terutama masyarakat Desa Sei Tampang,” ujar Andi.

PT Hari Sawit Jaya menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat sekitar perusahaan di Desa Sei Tampang, Kec Bilah Hilir, Kab Labuhanbatu, Kamis (14/10/21).

Selain ini perusahaan juga menyerahkan bantuan 20 ekor kambing untuk masyarakat Desa Sei Tampang. “Nantinya akan menyusul bantuan ekonomi alternatif untuk Desa Sidomulyo dan Negeri Baru. Ini merupakan langkah perusahaan untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Kami berharap, bantuan ini dapat dikelola dengan baik sehingga akan terus berkembang dan menjadi salah satu keunggulan di Desa Sei Tampang,” lanjut Andi.

Mewakili Camat Bilah Hilir, Karnizal, mengucapkan terima kasih serta harapannya terhadap perusahaan dan masyarakat. “Pemerintah kecamatan sangat mendukung kegiatan yang diadakan oleh PT HSJ. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Masyarakat dapat memeriksakan kesehatan secara gratis, berkonsultasi dalam upaya pencegahan penyakit yang lebih besar. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut untuk memajukan masyarakat khususnya masyarakat di sekitar perusahaan. Selain itu kami juga mendoakan semoga perusahaan semakin sukses dan berjaya kedepannya,” ucap Karnizal.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan, lanjutnya, juga diadakan di tahun sebelumnya. “Masyarakat sangat terbantu dan berterima kasih kepada PT HSJ dengan diadakannya kegiatan ini. Untuk bantuan ekonomi alternatif, pemerintah desa akan ikut mengontrol perkembangannya. Bersama kita berharap ini dapat berkembang dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Si Tampang,” tambah Asmui.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini tetap mengikuti protokol kesehatan yang berlaku untuk mencegah penyebaran Covid-19. PT HSJ juga menyediakan tempat cuci tangan, dan masker untuk masyarakat yang datang pada saat kegiatan. (Rel)

Digitalisasi Koperasi Dorong Pengembangan dan Modernisasi Koperasi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Koperasi hingga saat ini terus berkembang dan menjadi andalan masyarakat untuk memutar roda perekonomian. Hal ini tercermin dari data Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) tahun 2020 yang mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun 2019.

Pada tahun 2019, jumlah koperasi aktif sebanyak 123.048 unit dengan volume usaha Rp154 triliun dan jumlah anggota sekitar 22 juta orang. Sedangkan pada Desember 2020, jumlah koperasi aktif sebanyak 127.124 unit dengan volume usaha Rp174 triliun dan jumlah anggota sekitar 25 juta orang.

Namun demikian, koperasi pada masa pandemi ini juga mengalami berbagai kendala untuk menjalankan usahanya. Sebagian besar koperasi mengalami pengembalian pinjaman yang terganggu, omzet menurun, penarikan simpanan, penundaan Rapat Anggota Tahunan, dan kendala lainnya.

Pengembangan koperasi pun memiliki tantangan sendiri, sehingga perlu dilakukan upaya penguatan peran koperasi. Terkait dengan pengelolaan manajemen kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM koperasi, penggunaan teknologi dan sistem informasi baik dalam manajemen koperasi maupun dalam menjalankan usahanya, perlu dilakukan pembinaan dan pendampingan serta kemitraan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi adalah melalui modernisasi koperasi.

Adapun target penumbuhan koperasi modern pada tahun 2024 yakni sebanyak 500 unit koperasi. Untuk mencapai target tersebut, sekaligus menghadapi tantangan pengembangan koperasi, beberapa strategi yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya Kemenkop UKM diantaranya melalui koperasi berbasis inclusive closed loopyang dikembangkan sebagai koperasi “Multi Pihak”, fokus koperasi di sektor riil, pembiayaan, amalgamasi yaitu merger sesama koperasi dan merger dengan unit usaha koperasi, dan upaya digitalisasi.

“Di era digital ini, digitalisasi koperasi makin penting. Tentunya ini adalah peluang emas karena saat ini pasar digital di Indonesia sebesar 44 milyar dolar AS, dan di tahun 2025 diprediksi sekitar 125 milyar dolar AS. Jika seluruh koperasi ini dilakukan digitalisasi, dengan anggota yang lebih dari 25 juta, tentu akan menjadi nilai yang luar biasa,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Pembukaan Rapat Pimpinan Nasional Dewan Koperasi Indonesia (Rapimnas Dekopin) 2021 dengan tema “Transformasi Digital Jalan Kemandirian Koperasi” yang dilaksanakan secara daring dan luring di Jakarta, Jumat (22/10).

Sementara itu, Pemerintah telah mendorong pengembangan koperasi melalui regulasi dengan terbitnya UU Cipta Kerja pada tahun 2020 untuk memberi kemudahan koperasi dalam berkembang dan berdaya saing.

Dalam UU Cipta Kerja telah diatur penyederhanaan anggota pendiri koperasi, yaitu koperasi primer dapat dibentuk paling sedikit 9 orang dari sebelumnya 20 orang, buku daftar anggota dapat berbentuk dokumen tertulis atau elektronik dengan tujuan memudahkan pengadministrasian daftar anggota lebih cepat dan akurat, Rapat Anggota dapat dilakukan secara daring dan/atau luring, usaha koperasi dapat dilaksanakan secara tunggal atau serba usaha, dan pengaturan dasar hukum koperasi syariah dimana koperasi dapat melakukan kegiatan berdasarkan prinsip syariah dan koperasi syariah wajib memiliki dewan pengawas syariah.

Selain itu, dalam PP Nomor 7 Tahun 2021 sebagai peraturan pelaksana UU Cipta Kerja juga memberikan pengaturan yang lebih terperinci mengenai kemudahan, pelindungan dan pemberdayaan bagi koperasi.

Khususnya dalam hal pemberdayaan koperasi, dengan menetapkan kebijakan dalam aspek kelembagaan, pemasaran, produksi, keuangan, inovasi dan teknologi, serta kebijakan pengembangan koperasi di sektor tertentu melalui pemberdayaan koperasi di sektor kelautan dan perikanan, angkutan perairan pelabuhan, kehutanan, perdagangan, dan pertanian.

Pemerintah saat ini juga sedang mendorong terwujudnya program pengembangan Korporasi Petani dan Nelayan (KPN) dalam rangka transformasi ekonomi, yang salah satu kelembagaannya berupa koperasi. Pada tahun 2022 direncanakan akan terdapat beberapa pilot project terkait KPN ini.

Melalui pilot project KPN ini, diharapkan dapat dibentuk contoh Koperasi di sektor pertanian dan kelautan perikanan yang kuat sehingga dapat melakukan usaha dari hulu sampai dengan hilir, on farm dan off farm, sampai dengan pengolahan, pengemasan, dan pemasaran produk hasil pertanian. “Harapannya dapat memajukan koperasi, meningkatkan kesejahteraan petani, dan hasil produk memiliki nilai tambah,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam acara ini diantaranya Anggota DPR RI Idris Laena, Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid, Ketua Penasehat dan Staf Khusus Presiden Prof. Jimly Asshiddiqie yang juga pemikir dan praktisi koperasi, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (ag/fsr/*)

32 Persen Warga Tanjunggusta Masuk DTKS, Dinsos Harus Maksimal Salurkan Bansos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di tahun 2021, sebanyak 3.200 dari 10.000 Kepala Keluarga (KK) atau 32 Persen KK di Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, telah dimasukkan ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) oleh Dinas Sosial Kota Medan melalui pengajuan yang dilakukan pihak Kelurahan Tanjung Gusta maupun Kecamatan Medan Helvetia.

SOSIALISASI : Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan Robi Barus SE MAP menggelar Sosialisasi Perda No.14 Tahun 2016 Tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik di Kelurahan Tanjunggusta, Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu (23/10). (IST).

Padahal sebelumnya, jumlah warga Tanjunggusta yang masuk ke dalam DTKS hanya 900 KK. Namun belakangan berdasarkan Musyawarah Kelurahan (Muskel) yang dilakukan baru-baru ini, jumlah tersebut bertambah 2.300 KK sehingga berjumlah 3.200 KK.

Hal itu terungkap dalam Kegiatan Sosialisasi Peraturan Peraturan Daerah (Perda) No.14 Tahun 2016 Tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik yang digelar Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan Robi Barus SE M.AP, di Jalan Banten, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu (23/10).

Atas hal itu, Robi Barus meminta kepada Pemko Medan dalam hal ini Dinas Sosial agar dapat memaksimalkan penyaluran program bansos kepada setiap warga yang masuk ke dalam DTKS. Ia tidak mau warga hanya sekadar di data, namun pada akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.

“Jangan warga sudah capek-capek di data dan masuk dalam DTKS tapi ujung-ujungnya malah gak dapat apa-apa. Kalau itu terjadi, itu namanya Dinsos PHP (Pemberi Harapan Palsu). Kalau sudah masuk DTKS, Dinsos dan perangkat pemerintahan di daerah seperti Kecamatan dan Kelurahan harus betul-betul maksimal agar mereka semua yang masuk dalam DTKS bisa mendapatkan program bantuan dari pemerintah,” tegas Robi dihadapan Linda Silalahi selaku perwakilan dari Dinsos Kota Medan.

Robi mengakui, tidak semua warga Kota Medan bisa mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Akan tetapi, masyarakat bisa mendapatkan bantuan jenis yang lainnya.

Pasalnya, tidak semua orang yang masuk dalam DTKS dimasukkan ke dalam kategori orang yang sulit memenuhi biaya makan sehari-hari. Tetapi banyak juga warga yang sanggup untuk memenuhi biaya makan sehari-hari namun kesulitan untuk membayar iuran BPJS Mandiri dan kesulitan untuk membayar biaya sekolah anak-anaknya.

“Nah ini yang harus jeli Dinsos melihatnya, orang-orang seperti ini mungkin tak harus dapat BPNT, tapi seharusnya lah mereka dapat KIS (Kartu Indonesia Sehat) atau KIP (Kartu Indonesia Pintar) gratis dari pemerintah. Tolong ini diperhatikan, penyaluran program bantuan dari pemerintah harus maksimal kepada mereka yang berhak dan membutuhkan,” pungkasnya.

Sebelumnya dalam kegiatan Sosper No.14/2016 itu, Lurah Tanjunggusta Irwanta Ginting menjelaskan bahwa saat ini 32 persen KK di Kelurahan Tanjung mgusta telah dimasukkan dalam DTKS berdasarkan hasil Muskel yang digelar pihaknya.

“Saat ini dari 10 ribu KK warga Tanjunggusta, 3.200 KK sudah masuk ke dalam DTKS, itu hasil musyawarah kelurahan yang telah kita lakukan. Jadi saat ini tidak ada lagi warga tidak mampu di Tanjunggusta yang belum masuk ke dalam DTKS,” ucap dalam kegiatan Sosialisasi Perda yang dihadiri ratusan warga dengan memenuhi prokes tersebut.

Namun begitu, kata Irwanta, setiap warga yang masuk ke dalam DTKS belum tentu langsung dipastikan sebagai penerima program bantuan PKH maupun program BPNT.

Diterangkannya, ada ada banyak jenis bantuan sosial (bansos) lainnya dari pemerintah. Selain PKH atau BPNT, masih ada berbagai jenis bantuan sosial lainnya seperti KIS (Kartu Indonesia Sehat), KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan lain-lain.

“Tapi yang pasti kalau tidak masuk DTKS, sudah pasti tidak mungkin bisa menerima PKH, BPNT, KIP, KIS ataupun program bantuan lainnya. Jadi masuk DTKS itu adalah langkah awal untuk mendapatkannya,” terangya.

Sementara itu, Linda Silalahi selaku perwakilan dari Dinas Sosial Kota Medan mengaku telah melakukan pendataan bersama pihak Kecamatan, Kelurahan hingga Lingkungan, serta terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat dalam mendapatkan program-program bantuan dari pemerintah.

Dalam kesempatan itu, sejumlah warga meminta kepada Dinas Sosial agar tidak hanya memberikan sosialisasi secara teori, tetapi juga benar-benar memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam membantu masyarakat yang berhak untuk mendapatkan apa yang menjadi hak nya.

“Pak Robi tolong dulu bilangkan sama Dinas Sosial dan orang Kecamatan atau Kelurahan pak, kami kalau mau ngurus PKH atau program bantuan pemerintah, macam ‘dibola-bola’ kami pak, sebentar katanya ke Dinsos, tapi waktu kami ke Dinsos katanya ke kantor lurah. Orang susah kami pak, jangan lagi dibikin susah,” keluh Sabrina br Tampubolon selaku salah satu warga.(map)

Polres Asahan Vaksinasi 742 Masyarakat

Ilustrasi.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Polres Asahan menggelar serbuan vaksinasi secara massal kepada masyarakat di Asahan. Kegiatan yang bertajuk “Gerakan Vaksinasi Massal Presisi Polri Polda Sumut di gelar di 3 lokasi yakni di FKPT Poliklinik Polres Asahan, Pajak Simpang Empat dan Posko PPKM Dusun II Desa Sei Kepayang Tengah, Sabtu (23/10).

Ilustrasi.

Dalam kesempatannya, Kapolres Asahan, AKBP Putu Yudha Prawira SIK.MH mengatakan, vaksinasi massal ini merupakan program Nasional untuk mendukung percepatan vaksinasi Covid-19 di Indonesia sebagai salah satu bentuk upaya yang bertujuan untuk membentuk kekebalan tubuh dan kelompok/herd immunity, menurunkan kesakitan dan kematian terhadap Virus Covid-19, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh.

“Dalam upaya mengendalikan penyebaran Covid-19. Maka di gelar Gerakan Vaksinasi Massal Presisi Polri Polda Sumut Dosis II Jenis Sinovac kepada 742 Orang Warga dengan melibatkan 4 Tim Tenaga Vaksinator yang berasal dari Urkes Polres Asahan, Puskesmas Sei Kepayang, Puskesmas Simpang Empat dan Tim Relawan Mahasiswa ( STMIK Royal Kisaran dan Akbid As-Syifa),” terang Kapolres.

Sambung Kapolres Asahan, kegiatan vaksinasi massal ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri Presisi khususnya Polres Asahan sesuai dengan salah satu Program Kapolri dalam Percepatan Ekonomi Nasional di masa pandemi Covid- 19.

“Kemudian di dalam area tempat pelaksanaan gerakan vaksinasi ini juga atur kursi, agar jarak satu dengan yang lain sesuai dengan protokol kesehatan, dan juga kita siapkan tempat cuci tangan di depan yang mana, pada saat masyarakat masuk dan keluar agar dapat mencuci tangan terlebih dahulu,” tutup AKBP Putu.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Asahan, dr. Elfina br Tarigan, mengatakan Pemerintah Kabupaten Asahan mengejar percepatan vaksinasi.

“Tentunya hal tersebut sejalan dengan ketersediaan vaksin dari pemerintah provinsi. Kalau datang vaksin ke Asahan, kami selalu siap memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat Asahan. Teruntuk demi terciptanya Herd Immunity,” pungkas Kadis Kesehatan. (dat/han)

Poldasu Audit Rumah Sakit Bhayangkari Tebingtinggi

AUDIT: Tim Itwasda Polda Sumut ketika melakukan audit di Rumkit Bhayangkari Tebingtinggi dan Polres.SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Tebingtinggi AKBP Agus Sugiyarso menerima kunjungan kerja Tim Audit Kinerja Itwasda Polda Sumut Tahap II Tahun Angaran (TA) 2021 dalam aspek pelaksanaan dan pengendalian di Polres Tebingtinggi dan Rumkit Bhayangkara, di Aula Khamtibas Jalan Pahlawan Kota Tebingtinggi, Jumat (22/10).

AUDIT: Tim Itwasda Polda Sumut ketika melakukan audit di Rumkit Bhayangkari Tebingtinggi dan Polres.SOPIAN/SUMUT POS.

Tampak hadir Ketua Tim Itwasda Polda Sumut, Kombes Dra Rina Sari Ginting, Kepala Rumkit Bhayangkara Tebingtinggi, AKBP dr Jauhari Ginting dan pejabat umum Polres Tebingtinggi.

Kapolres Tebingtinggi mengucapkan selamat datang di Polres Tebingtinggi dan memohon maaf apabila ada kesalahan dalam penyambutan kami.

Dikatakannya, pada pelaksanaan nanti agar rekan mengikutinya dan jangan takut. “Kalau ada temuan itu sudah hal biasa dan nanti dapat di koordinasikan, dimintakan kepada personil mengikuti audit sampai dengan selesai,” bilangnya.

Sedangkan Ketua Tim dari Itwasda Polda Sumut, Dra Rina Sari Ginting mengucapkan terima kasih untuk penyambutannya oleh Kapolres dan tim dari Rumah Sakit Bhayangkari Kota Tebingtinggi. Menurut Rina, Pelaksanaan audit ini dilaksanakan dua kali setahun, dan saat ini kita masuk ke tahap dua yaitu aspek pelaksanaan dan pengendalian.

“Adapun yang menjadi sasaran audit ada 4 yaitu menajemen operasional, manusia, sarana prasarana dan keuangan. Khusus untuk pengadaan barang dan jasa, mulai tahun 2022 fungsi kita selaku pengawas didampingi propam,” tegasnya.

Sedangkan tujuan audit ini untuk meminimalisir pelanggaran terhadap anggaran. “Saya berharap agar para auditi dapat memanfaatkan momen ini bukan hanya sebagai pengawas tetapi juga sebagai konsultan sebagai pemberi solusi,” bilang Rina.

Rina menyebutkan, sebelumnya pihaknya sudah memberi kisi dan mudah mudahan semua ini sudah disiapkan semuanya tanpa ada kendala, nantinya pengendalian akan diatur Kabag Sumda. Selanjutnya dilaksanakan audit untuk Rumah Sakit Bhayangkara dan setelah itu dilanjutkan dengan Polres Tebingtinggi. (ian/han)

Anggota DPRD Provinsi Sumut Nyambi Bertani Cabe

LAHAN: : Lokasi lahan pertanian anggota DPRD Provinsi Sumut, di Desa Parsingguran 2 Kecamatan Pollung.GAMAEL/SUMUT POS .

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Meski berstatus sebagai wakil rakyat di DPRD Sumut, Pantur Banjarnahor tak malu untuk bertani. Di sela kesibukannya, politisi dari Partai PDI Perjuangan ini memanfaatkan lahan 2 hektare untuk bercocok tanam cabe di Desa Parsingguran 2 Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan.

LAHAN: : Lokasi lahan pertanian anggota DPRD Provinsi Sumut, di Desa Parsingguran 2 Kecamatan Pollung.GAMAEL/SUMUT POS .

Kisah inspiratif ini disampaikan oleh Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, saat meninjau pertanian Pantur di Desa Parsingguran 2 Kecamatan Pollung, kepada sejumlah wartawan, Sabtu (23/10).

Dosmar mengatakan, Pantur membuka lahan pertanian seluas 2 hektare itu, merupakan warisan nenek moyangnya yang sudah ratusan tahun dibiarkan begitu saja. “Dulunya ini lahan tidak produktif, hanya bisa ditumbuhi ilalang. Tapi kini dimanfaatkan untuk menanam cabe, luasnya sekitar 2 hektare” ujar Dosmar, adik Pantur.

Dikarenakan tidak produktif, kata Dosmar, abangnya Pantur meluangkan waktunya untuk bertani. Tentunya yang dilakoninya itu, akan menambah penghasilan di tengah krisis ekonomi dampak dari pandemi Covid 19.

Bahkan, manfaatnya lainnya dengan bertani, merasakan ada kebahagian tersendiri apabila pertaniannya panen dengan baik, hasil dari keringatnya sendiri.

“Bayangkan, sudah tiga kali panen. Panen pertama 205 kilo, kedua 450 kilo, dan ketiga 600 kilo,” sebut Dosmar. Namun, Dosmar tidak mengetahui mengapa abangnya terjun menjadi petani meski sudah menjadi anggota dewan dengan segala keistimewaannya.

Akan tetapi, kata Dosmar, mungkin saja karena bertani itu sudah menjadi bagian dari jiwa mereka. Sebab, mereka merupakan sebagai orang yang terlahir dari keluarga petani. Hingga, tentunya sejak kecil sudah biasa hidup di sawah, bahkan bisa dikatakan besar di pesawahan.

“Selain itu, karena potensi Kabupaten Humbahas ini adalah pertanian. Jadi, dari pada sibuk yang tidak karuhan, lebih baik dimanfaatkan dengan bertani,” kata Dosmar. Lebih lanjut Dosmar mengatakan, abangnya meluangkan waktu sebagai petani bukan karena gaji kurang. Akan tetapi, sebagai yang terlahir dari keluarga petani, dan berharap bisa mengubah kehidupan petani dengan memberi contoh terjun langsung sehingga meskipun sebagai anggota dewan tidak gengsi bertani. “Bertanikan adalah pekerjaan yang mulia, bertani dapat menghidupkan dan dapat membuka lapangan kerja,” kata Bupati.

Ketua PDIP ini meyakinkan, dengan menekuni pertanian, akan mendidik wirausahawan yang mampu berdiri di kakinya sendiri atau berdikari. Untuk itu, Dosmar berharap para pemuda Kabupaten Humbang Hasundutan yang termasuk kedalam generasi milenial agar tak gengsi atau malu. Maka, menurutnya para pemuda sudah bisa bereakreasi untuk terjun ke pertanian. (des/han)

Satgas Covid-19 Tebingtinggi Operasi Yustisi, Imbau Warga tak Berkumpul di Kafe

OPERASI: Operasi Gabungan Polri, TNI, Satpol PP dan Dishub Tebingtinggi di tempat keramaian.SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Gabungan dari Polres Tebingtinggi, Koramil 13, Satpol PP dan Dinas Perhubungan, Minggu malam (23/10) melakukan patroli razia operasi yustisi gabungan ke sejumlah kafe dan tempat anak muda berkumpul.

OPERASI: Operasi Gabungan Polri, TNI, Satpol PP dan Dishub Tebingtinggi di tempat keramaian.SOPIAN/SUMUT POS.

Dalam kegiatan tersebut, petugas gabungan meminta kepada masyarakat agar jangan berkumpul-kumpul di tempat nongkrong seperti kafe, pelarangan ini untuk menghindari penyebaran angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tebingtinggi.

“Walaupun Tebingtinggi sudah level 2, kita jangan lengah dan berevoria, tetap tidak boleh berkumpul dan selalu mematuhi protokol kesehatan seperti harus tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan,” jelas Perwira Pengawas, Iptu Maurist Sinaga.

Selain melaksanakan operasi yustisi, kegiatan ini juga dalam rangka menjaga Kamtibmas di Kota Tebingtinggi di wilayah hukum Polres Tebingtinggi. Dalam patroli gabungan tersebut personal juga menyambangi keramaian yang mana akan diberikan himbauan agar mematuhi protokol kesehatan.

“Dalam kegiatan patroli gabungan dan operasi yustisi, nantinya kita akan memasuki wilayah Polsek Rambutan selanjutnya kearah wilayah Polsek Tebingtinggi, kemudian dilanjutkan dengan menyambangi rumah sakit yang ada di Kota Tebingtinggi,” paparnya.

Titik titik pelaksanaan operasi meliputi Jalan Pahlawan, Suprapto, Sudirman dan KL Yos Sudarso Kota Tebingtinggi serta SPBU di Tebingtinggi, Rumah Sakit Kumpulan Pane dan Rumah Sakit Sri Pamela.

Dalam kegiatan itu personil mengimbau agar masyarakat mematuhi Protokol Kesehatan dikarenakan pandemi Covid-19 belum berakhir, gunakan masker dan jaga jarak saat duduk di tempat keramaian.

“Juga di imbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dan di imbau agar masyarakat apabila keperluan diluar tidak terlalu penting maka di imbau untuk kembali kerumahnya,” pinta Iptu Maurist. (ian/han)

Pemkab Sergai Mantapkan Relokasi Pasar Lelo

PERBAIKI: Petugas Satpol PP Pemkab Sergai memasang terpal untuk pedagang Pasar Lelo sementara di Sei Rampah Kabupaten Sergai.SOPIAN/SUMUT POS.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai (Pemkab Sergai) terus melanjutkan proses relokasi pedagang Pekan Lelo ke Pasar Rakyat Sei Rampah. Tidak hanya menyediakan tempat, Pemkab Sergai juga berusaha menyediakan fasilitas layak yang bisa dipergunakan oleh para pedagang bekas Pekan Lelo.

PERBAIKI: Petugas Satpol PP Pemkab Sergai memasang terpal untuk pedagang Pasar Lelo sementara di Sei Rampah Kabupaten Sergai.SOPIAN/SUMUT POS.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sergai, Drs Akmal, di Kantor Dinas Kominfo Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Jumat(22/10) sore.

Akmal menyampaikan, pada hari ini, jajaran personel dari OPD terkait turun ke lokasi relokasi Pekan Lelo untuk merapikan lapak pedagang. “Tadi personel dari Satpol PP diturunkan untuk memasang terpal dan juga membersihkan areal pasar agar lebih tertata dan terlihat rapih. Ini adalah lanjutan dari bentuk perhatian Pemkab Sergai terhadap para pedagang yang direlokasi,” terang Akmal.

Akmal merinci, sesuai informasi yang diperoleh dari Sekretaris Dinas Perindag Roy S Pane, saat ini total ada 11 blok lapak yang bisa menampung sekitar 185 pedagang. Tentunya bagi pedagang Pekan Lelo yang berdagang di lapak lapak tersebut tidak akan dikenai biaya sewa sepeser pun.

“Relokasi ini punya banyak tujuan. Mulai dari penegakan Perda hingga usaha untuk menata Sei Rampah sebagai wajah ibukota. Kita tentu berharap Pasar Rakyat tetap menjadi ruang bagi kegiatan ekonomi masyarakat yang bisa menjamin kenyamanan dan keamanan bagi seluruh warga yang beraktivitas di dalamnya,” harap Akmal.

Plt Camat Sei Rampah Rahmat Suhendra Damanik mengatakan jika sarana prasarana di area relokasi sudah cukup mumpuni untuk kegiatan transaksi jual beli. “Kedepan akan terus dilakukan peningkatan kualitas fasilitas pasar ini demi menjamin kenyamanan bagi para pedagang. Lintas OPD juga akan dilibatkan untuk mendukung terlaksananya hal tersebut,” jelasnya. (ian/han)

Pekan Ini, Silmulasi PTMT untuk SD Digelar, Target, Awal November Mulai

BINCANG: Wali Kota Medan Bobby Nasution berbincang dengan siswa saat simulasi PTM.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Pendidikan Kota Medan mulai mematangkan rencana pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) untuk tingkat sekolah dasar (SD). Pada Kamis (21/10) dan Jumat (22/10) pekan lalu, Disdik telah melakukan pembahasan bersama kepala-kepala SD se-Kota Medan.

BINCANG: Wali Kota Medan Bobby Nasution berbincang dengan siswa saat simulasi PTM.istimewa/sumutpos.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Topan OP Ginting mengatakan, dari hasil rapat tersebut, Pemko Medan memang akan segera memulai PTMT tingkat SD pada awal November mendatang. Namun kembali dipertegas Topan, pelaksanaan PTMT tersebut hanya untuk siswa kelas 4, 5, dan 6. “Jadi sekali lagi, jangan dikira untuk semua kelas. PTMT tingkat SD nanti hanya untuk kelas 4, 5, dan 6 saja,” ujarnya kepada Sumut Pos, Minggu (24/10).

Begitupun, terang Topan, pihaknya tidak langsung menggelar PTMT secara langsung. Nantinya, Disdik Medan akan terlebih dahulu menggelar simulasi PTMT. Rencananya, simulasi PTMT tingkat SD tersebut akan digelar dalam pekan ini. “Untuk simulasi PTMT SD akan kita jadwalkan dalam minggu ini, segera. Itu sudah dirapatkan, tinggal pematangan saja,” terangnya.

Terkait kapan tanggal pasti dan sekolah SD mana saja yang akan dijadikan lokasi simulasi oleh Disdik Medan, Topan mengaku bahwa pihaknya belum menentukan hal itu. “Soal tanggal dan tempatnya, itu belum kita tentukan. Segera ini di bahas lagi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Topan juga membahas tentang PTMT untuk tingkat SMP yang telah berjalan selama dua pekan. Selama itu pula, Disdik Kota Medan mempersilakan setiap sekolah tingkat SMP di Kota Medan untuk melapor kepada pihaknya apabila belum juga didatangi Satuan Petugas (Satgas) Covid-19 kecamatan untuk mengawasi jalannya Protokol Kesehatan (prokes) saat PTMT berlangsung di sekolah-sekolah.

Pasalnya, satgas kecamatan dan sekolah harus bisa bekerjasama dalam memantau jalannya prokes saat pelaksanan PTMT berlangsung. “Kami sudah sampaikan pada seluruh sekolah tingkat SMP baik Negeri ataupun Swasta, agar melapor kepada Dinas Pendidikan Kota Medan apabila Satgas Covid-19 kecamatan atau kelurahan belum menjalankan fungsi koordinasi,” tegasnya, Jumat (22/10) lalu.

Ditekankan Topan, berdasarkan perintah Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution, setiap satgas wilayah baik kecamatan ataupun kelurahan, wajib berkoordinasi dengan satgas sekolah. “Bapak Walikota Medan yang memerintahkan pihak satgas kecamatan atau kelurahan agar wajib memantau Satgas di setiap sekolah yang masuk dalam wilayahnya,” tuturnya.

Untuk itu, selain melapor ke Disdik, setiap pihak sekolah juga diminta untuk berkoordinasi ke satgas wilayah masing-masing apabila memang belum dikunjungi gunanya melakukan koordinasi dan pengawasan. “Tapi kalau sudah dilakukan pihak sekolah tapi belum ada respon dan tanggapan juga, maka tolong lapor ke Disdik Kota Medan,” sebutnya.

Dijelaskan mantan Camat Medan Tuntungan ini, sejauh ini seluruh program satgas sekolah telah berjalan dengan baik di tingkat SMP, baik sekolah SMP Negeri maupun Swasta. Katanya, semua sekolah sudah menerapkan Prokes sesuai SOP yang diberlakukan. Tinggal bagaimana, agar setiap pihak sekolah tetap berkoordinasi dengan satgas kewilayahan.

Topan pun menegaskan, agar seluruh pihak sekolah tetap memprioritaskan kesehatan siswa, tenaga pendidik dan seluruh petugas sekolah selama PTMT berlangsung. “Kita belum tahu kapan berakhirnya pandemi Covid-19 ini. Jadi tetap yang selalu kita fokuskan itu adalah menjaga kesehatan setiap orang yang melaksanakan PTMT, mulai daru prokes nya hingga vaksinasinya,” pungkasnya. (map)

Korban Longsor Mau Nikah Tahun Depan

DIRAWAT: Korban longsor di jalur Medan-Brastagi, tepatnya tikungan PDAM Tirtanadi, Sibolangit, mendapat perawatan di RSUP Haji Adam Malik, Sabtu (23/10) malam.istimewa/sumutpos.

SUMUTPOS.CO – DUA dari lima korban dalam peristiwa longsor di jalur Medan-Brastagi, tepatnya Tikungan PDAM Tirtanadi, Sibolangit, Sabtu (23/10) malam, dikabarkan ingin melangsungkan pernikahan tahun depan. Korban yang hendak menikah yaitu Novita Sari boru Sembiring Meilala (29), asal Besitang, Kabupaten Langkat, dan Ferdinan Tarigan (32), warga Jalan Pales 7A, Medan.

DIRAWAT: Korban longsor di jalur Medan-Brastagi, tepatnya tikungan PDAM Tirtanadi, Sibolangit, mendapat perawatan di RSUP Haji Adam Malik, Sabtu (23/10) malam.istimewa/sumutpos.

Namun naas, akibat longsor tersebut Novita Sari meninggal dunia. Sedangkan Ferdinan Tarigan berhasil selamat, tetapi masih menjalani perawatan di RSUP H Adam Malik.

Untuk korban lainnya, yakni Layani boru Bangun (58) warga Besitang, Langkat, Armando Sebayang (31) warga Jalan Parang IV, Medan, dan Gusrini Hagaina boru Ginting (23) warga Jalan Sedap Malam. Layani merupakan ibu dari Novita Sari. Sedangkan Gusrini adalah kawan Novita Sari. Sementara Armando ialah rekan dari Ferdinan.

Menurut penuturan kerabat Armando Sebayang, Eka Sembiring, para korban hendak menuju ke daerah Kabupaten Karo untuk berziarah.

Selanjutnya, Armando diajak Ferdinan untuk ikut menemaninya dan mengemudikan mobil Xenia B 2236 KFB. “Armando dan Ferdinan ini sudah berteman cukup lama. Sebelum kecelakaan, Armando diminta Ferdinan menemaninya untuk berziarah ke makam ayah pacarnya, Novita, di Karo,” ujar Eka saat di RSUP H Adam Malik, Medan, Minggu (24/10).

Diceritakan Eka, Ferdinan dan Novita berencana ingin menikah tahun depan. Karena itulah, keduanya berangkat ke Karo dengan tujuan untuk berziarah ke makam ayah Novita. “Rencana nikahnya tahun depan. Jadi, sebelum nikah mau ziarah dulu ke makam ayah Novita, semacam mau minta restu,” ungkapnya.

Ferdinan pun mengajak Armando untuk ikut bersamanya ke makam ayah Novita. Namun, Armando sempat tak diizinkan pergi oleh istrinya. Akan tetapi, karena Armando dan Ferdinan sudah lama berteman, sehingga tak mengindahkan larangan istrinya.

Armando lalu berangkat bersama Ferdinan. Armando yang mengendarai mobil dan Ferdinan duduk di samping kursi sopir. Sementara Novita bersama ibunya, Layani, dan temannya, Novita, di kursi tengah. “Ketika berangkat dan sampai di pemakaman ayah Novita, mereka masih baik-baik saja. Saat perjalanan pulang ke Medan, barulah mobil yang mereka tumpangi tertimpa material longsor,” tandas Eka. (ris)