29 C
Medan
Sunday, January 18, 2026
Home Blog Page 3002

Man United vs Livepool: Pertaruhkan Solskjaer

SUMUTPOS.CO – OLE Gunnar Solskjaer tak bisa bernapas lega setelah membawa Manchester United menang 3-2 atas Atalanta di matchday ketiga Grup F Liga Champions 2021-2022, Kamis (21/10) dini hari lalu. Sebab, mereka bakal menjamu Liverpool di Old Trafford, Minggu (24/10) malam WIB.

Duel ini bakal jadi penentu nasib Solskjaer. Jika kembali gagal menang, ini menjadi laga keempat secara beruntun bagi Setan Merah tak mampu meraih poin penuh di Liga Inggris. Otomatis, masa depan Solskjaer jadi taruhannya.

Liverpool bukanlah tim sembarangan. Skuad asuhan Jurgen Klopp belum terkalahkan dalam 11 laga yang mereka lakoni musim ini. Total dari 11 pertandingan, The Reds menang delapan kali dan tiga imbang. Saat ini, Liverpool duduk di posisi dua Liga Inggris 2021-2022 dengan 18 poin. Cuma terpaut satu angka dari Chelsea di puncak klasemen.

Sementara itu, di Liga Champions 2021-2022 Liverpool duduk di puncak dengan sembilan poin, alias selalu memenangkan laga. Jika menang di matchday keempat, Mohamed Salah dan kawan-kawan akan lolos ke 16 besar Liga Champions 2021-2022.

Dalam dua laga tandang terbaru, Liverpool juga selalu memenangkan pertandingan. Roberto Firmino dan kawan-kawan melibas Watford 5-0 dan menaklukkan Atletico Madrid 3-2. Karena itu, peluang Liverpool menumbangkan Manchester United cukup besar.

Terlebih, Manchester United agak goyah di Liga Inggris 2021-2022, terutama dalam tiga laga terkini. Dalam tiga laga terkini Manchester United tak pernah menang. Setelah tumbang 0-1 dari Aston Villa, Manchester United ditahan Everton 1-1. Terbaru, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan kalah 2-4 dari Leicester City.

Dikutip dari Opta, dalam 10 duel terakhir antara kedua tim di Liga Inggris, Manchester United hanya memenangkan satu pertandingan. Sembilan laga lain berakhir dengan enam hasil imbang dan tiga kekalahan. Pada pertemuan terakhir kedua tim di Old Trafford musim lalu, Liverpool bisa pulang dengan kemenangan 4-2 di tangan. Andai Liverpool bisa kembali menang di laga ini, The Reds untuk pertama kalinya bisa meraih dua kemenangan beruntun di Old Trafford sejak 2002.

Meski begitu, playmaker Setan Merah, Bruno Fernandes tetap optimis. Pemain asal Portugal itu menegaskan, timnya akan berjuang sekuat tenaga untuk mengalahkan The Reds di akhir pekan ini.

Menurut Fernandes, tidak ada pilihan lain bagi timnya selain menang melawan Liverpool. “Kami harus menang di pertandingan ini, karena ini pertandingan yang sangat penting karena kami menghadapi salah satu rival terbesar klub ini,” kata Fernandes kepada Sport Witness.

Fernandes juga menilai, kemenangan atas Liverpool akan membawa dampak yang besar bagi MU, bahwa mereka layak diperhitungkan menjadi juara. “Kami harus memenangkan pertandingan ini karena dari tiga pertandingan terakhir di Liga kami hanya meraih satu poin. Jujur, itu bukan catatan yang bagus bagi kami,” tandasnya.

Sementara, gelandang legendaris Manchester United, Paul Scholes, mengkritik habis taktik yang dipilih Solskjaer saat menjamu Atalanta di Liga Champions. Scholes, yang membawa Manchester United 11 kali menjuarai Liga Inggris, melihat potensi MU bakal dilibas Liverpool.

Menurutnya, strategi Solskjaer menggunakan 4-2-4 dengan menempatkan Scott McTominay dan Fred di lini tengah sangat kacau. Scholes beranggapan Setan Merah akan menjadi bulan-bulanan bagi anak-anak asuh Juergen Klopp.

“Anda merayakan setiap kemenangan (atas Atalanta), tetapi babak pertama benar-benar membuat saya khawatir. Saya melihat pertandingan ini sambil memikirkan pertandingan melawan Liverpool,” kata Paul Scholes seperti dilansir dari BT Sport.

Menurutnya, pada babak pertama, MU memiliki dua gelandang yang bermain sendiri. “Jika mereka melakukan itu melawan Liverpool dan City, maka mereka akan tertinggal empat gol pada babak pertama,” ketusnya. Paul Scholes menggambarkan Juergen Klopp seolah siap menyantap Man United seperti makanan lezat. Apalagi, Liverpool akan datang ke markas Man United dengan bekal sangat bagus.

Menjamu Liverpool di kandang sendiri, Ole Gunnar Solskjaer diprediksi masih mengandalkan ketajaman Cristiano Ronaldo. Akan tetapi, Cristiano Ronaldo tidak terlalu moncer ketika bersua The Reds. Ia tercatat sudah 12 kali bersua The Reds ketika masih berseragam MU dan Real Madrid. Dalam 12 kali pertemuan itu, Ronaldo hanya mampu mencetak tiga gol dan tiga assist. Namun dirinya sukses meraih delapan kemenangan, satu hasil imbang dan tiga kali kalah.(bbs)

Mulai Besok, Penumpang di KNIA Wajib PCR

TEST PCR: Seorang pegawai menjalani tes PCR di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta. Mulai Minggu (24/10), pemerintah mewajibkan syarat test PCR bagi calon penumpang pesawat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mulai besok, Minggu (24/10), calon penumpang di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) yang ingin terbang ke Jawa dan Bali wajib memenuhi persyaratan penerbangan berupa tes Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang sampelnya diambil maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan.

TEST PCR: Seorang pegawai menjalani tes PCR di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta. Mulai Minggu (24/10), pemerintah mewajibkan syarat test PCR bagi calon penumpang pesawat.

Manager of Branch Communication dan Legal PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) KNIA, Chandra Gumilar mengatakan, aturan itu sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan Nomor 88 Tahun 2021, tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

’’Mulai 24 Oktober 2021 diberlakukan ketentuan baru untuk memperkuat protokol kesehatan bagi penumpang rute domestik di masa pandemi Covid-19. AP II bersama stakeholder berkomitmen untuk menjalankan ketentuan ini dengan baik,” katanya kepada wartawan, Jumat (22/10).

Selain itu, tambah Chandra, aturan tersebut juga untuk mencegah terjadinya penyebaran dan peningkatan penularan Covid-19, dan melakukan pembatasan pelaku perjalanan dalam negeri dengan moda transportasi udara. “Ini dalam rangka meningkatkan penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang lebih ketat terhadap pelaku perjalanan menggunakan moda transportasi udara di dalam negeri pada masa pandemi Covid-19,” ujarnya.

Disebutkannya, sesuai SE Menteri Perhubungan Nomor 88 Tahun 2021, untuk penerbangan dari atau ke bandar udara di Pulau Jawa dan Pulau Bali, antar kota di Pulau Jawa dan Pulau Bali, serta daerah yang ditetapkan melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri sebagai daerah dengan kategori PPKM Level 4 dan PPKM Level 3 wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan.

Sejalan dengan ketentuan ini, maka calon penumpang tujuan dari dan ke bandara di bawah pengelolaan AP II yang terletak di Jawa yakni Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Husein Sastranegara (Bandung), Kertajati (Majalengka), Jenderal Besar Soedirman (Pubalingga), dan Banyuwangi, diminta untuk melakukan tes RT-PCR sesuai ketentuan dan minimal sudah menjalani vaksinasi dosis pertama.

Sementara, untuk penerbangan dari dan ke bandara di luar Jawa dan Bali yang ditetapkan melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri sebagai daerah dengan kategori PPKM Level 1 dan Level 2, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 2×24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Bandara yang dikelola AP II di luar Jawa dan Bali di antaranya, Kualanamu (Medan), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Padang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh), Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkal Pinang), Silangit (Tapanuli Utara), Tjilik Riwut (Palangkaraya), Radin Inten II (Lampung), H.A.S Hanandjoeddin (Tanjung Pandan), Fatmawati Soekarno (Bengkulu).

Chandra Gumilar juga mengungkapkan, SE Menhub Nomor 88/2021 juga memperbolehkan perjalanan di dalam negeri dilakukan oleh anak di bawah usia 12 tahun wajib didampingi orang tua atau keluarga yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga, serta memenuhi tes Covid-19 sesuai yang dipersyaratkan. “Adapun kewajiban untuk menunjukkan kartu vaksin sebagaimana dimaksud, dikecualikan bagi pelaku perjalanan usia di bawah 12 tahun,” papar Chandra lagi.

Sedangkan bagi pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksin, menurut Chandra, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Sebagai bentuk dukungan terhadap ketentuan perjalanan untuk memudahkan calon penumpang, sambung Chandra, dalam memenuhi persyaratan perjalanan, selain tersedianya dua layanan tes Covid-19 (RT PCR dan RT Antigen) di Bandara Internasional Kualanamu, PT AP II KNIA juga berkolaborasi dengan KKP Kelas 1 Medan Kemenkes membuka layanan vaksinasi yang telah beroperasi sejak 6 Juli 2021, yang terletak di Atrium Lantai 1 Bandara Internasional Kualanamu. “Total pergerakan penumpang di Bandara Internasional Kualanamu pada September 2021 sebanyak 178.775 pax dengan 2.012 flight dan per tanggal 1-21 Oktober 2021 sebanyak 167.659 pax dengan 1.696 flight,” pungkasnya. (dwi)

Vaksinasi Covid-19 Terbukti Efektif Jaga Imunitas, 177 Juta Lebih Dosis Telah Disuntikkan

VAKSIN: Seorang warga disuntik vaksin Covid-19 untuk menjaga imunitas terhadap virus Corona.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah terus menggenjot vaksinasi Covid-19 untuk memenuhi target cakupan vaksinasi nasional pada akhir 2021, yakni 70 persen jumlah penduduk Indonesia atau 208.265.720 jiwa. Hingga Jumat (22/10), lebih dari separuh sasaran vaksinasi telah mendapatkan dosis pertama.

VAKSIN: Seorang warga disuntik vaksin Covid-19 untuk menjaga imunitas terhadap virus Corona.

Berdasarkan update data vaksinasi Covid-19 per Jumat (22/10), penambahan vaksinasi mencapai 2.232.783 dosis, terdiri dari vaksinasi pertama dan vaksinasi kedua. Dengan begitu, total penduduk Indonesia yang telah mendapat vaksinasi dosis satu dan dua sebanyak 177.812.708 jiwa.

Menurut data Satgas Covid-19, angka vaksinasi dosis pertama di Indonesia bertambah 1.089.264. Dengan penambahan itu, total jumlah vaksinasi pertama sudah mencapai 111.496.041.

Sedangkan penambahan data vaksinasi kedua sebanyak 1.143.519. Berarti total jumlah vaksinasi kedua di Indonesia mencapai 66.316.667. Jika dibandingkan dengan total sasaran Covid-19 sebanyak 208.265.720, berarti hingga Jumat (22/10), vaksinasi dosis pertama mencapai 53,54 persen. Sedangkan tingkatn vaksinasi dosis kedua di Indonesia baru mencapai 31,84 persen.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pemerintah akan terus mengupayakan percepatan dan pemerataan vaksin di seluruh wilayah dan pada berbagai kelompok, termasuk kelompok lansia dan remaja yang menjadi prioritas. Disebutnya, vaksin terbukti menurunkan risiko gejala sakit berat bahkan kematian akibat Covid-19. Pemerintah juga menjamin, semua vaksin yang digunakan di Indonesia aman sehingga masyarakat terus diimbau agar tidak pilih-pilih vaksin.

Nadia juga mengatakan, dunia menilai Indonesia cukup baik dalam mengejar target vaksinasi, bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang bukan produsen vaksin, Indonesia adalah yang terbaik. “Kita berharap, vaksinasi pada 2022 mulai menggunakan Vaksin Merah Putih kita,” ujarnya.

Vaksinasi lansia, menurut Nadia, masih merupakan tantangan. Diketahui, per 21 Oktober 2021, tercatat baru sekitar 36 persen sasaran vaksinasi lansia mendapatkan suntikan dosis pertama. “Padahal untuk kelompok ini sudah kita mulai sejak akhir Maret dan mereka memiliki kerentanan tinggi,” tuturnya. Adanya mispersepsi dan hoaks, kata Nadia, adalah salah satu kendala utama yang terus berusaha diatasi.

Vaksinasi, ujar Nadia, tetap menjadi upaya utama mempertahankan kondisi Covid-19 yang telah membaik di tanah air. Berdampingan dengan disiplin protokol kesehatan (Prokes) yang tetap menjadi kunci walaupun relaksasi telah dibuka, serta upaya deteksi. “Jangan takut untuk ditesting,” imbau Nadia.

Ia menjelaskan, potensi munculnya gelombang ketiga adalah sebuah keniscayaan. Sebuah publikasi ilmiah telah menyebutkan bahwa pola COVID-19 ini akan menimbulkan beberapa gelombang, dengan lebih dari satu puncak gelombang. Saat berhadapan dengan varian Delta, negara-negara dengan cakupan vaksinasi cukup tinggi pun tetap mengalami peningkatan kasus, walaupun kematian dan kesakitannya relatif lebih rendah. Sementara, varian Delta tersebut masih mendominasi di Indonesia.

“Kita ketahui, pada akhir tahun ada potensi kegiatan-kegiatan masyarakat yang menimbulkan kenaikan kasus karena mobilitas masyarakat meningkat,” ujar Nadia.

Kesempatan yang sama, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog Dirga Sakti Rambe mengatakan, manusiawi bila masyarakat lelah. Namun pada prinsipnya, pandemi belum selesai, Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga belum mencabut status pandemi. Sehingga upaya perlindungan kesehatan dan keselamatan tetap jadi nomor satu.

“Pemerintah memiliki instrumen Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di setiap daerah. Itu seperti gas dan rem, kapan dilonggarkan dan diperketat. Tugas kita cuma satu : patuh,” tegasnya.

Terkait vaksinasi, Dirga menjelaskan, 48 persen penduduk dunia telah divaksin setidaknya satu kali, lebih dari 6 miliar dosis telah disuntikkan. Dari data tersebut kita dapat pelajari bahwa semua merek vaksin efektif terutama untuk mencegah sakit berat dan kematian. Karena vaksinasi tidak mencegah penularan, maka sekalipun sudah lengkap vaksin, masyarakat harus tetap disiplin Prokes guna mendapatkan proteksi lebih optimal.

Dalam rangka mempertahankan level kesadaran dan kepatuhan warga akan Prokes dan vaksinasi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya Muhamad Fikser menjabarkan bahwa pihak Pemkot Surabaya bekerja sama dengan TNI Polri juga petugas kesehatan melakukan beragam strategi.

Selain melakukan woro-woro untuk mengingatkan masyarakat setiap pagi, terdapat operasi swab hunter yang berpatroli di kerumunan masyarakat. Petugas akan melakukan tes swab, vaksinasi bagi yang belum, dan bila hasil swab adalah positif maka yang bersangkutan akan dibawa ke pusat isolasi.

Upaya tersebut terbukti efektif, karena saat ini Surabaya berada pada level 1 PPKM. “Vaksinasi kami dorong hingga level RT RW, bukan hanya vaksinasi terpusat. Hari, waktu dan lokasi penyelenggaraan vaksinasi juga dibuat beragam,” tutur Fikser.

Petugas juga melakukan upaya jemput bola untuk memastikan vaksinasi kelompok lansia. Ia mengatakan, pengendalian pandemi berbasis aplikasi yang dijalankan di Kota Surabaya dinilai sangat memudahkan petugas di lapangan.

Salah satunya aplikasi lawancovid-19 yang berisi data terkait penanganan COVID-19, juga aplikasi berisikan rekapitulasi vaksinasi yang dapat digunakan petugas untuk menganalisis situasi hingga tingkat kecamatan atau kelurahan. “Termasuk nama-nama warga, agar petugas dapat menyisir di lapangan,” beber Fikser.

“PeduliLindungi juga telah terpasang di semua instansi pemerintahan kota, semua kegiatan dilakukan asesmen untuk melihat apakah berpegang pada Prokes. Ini tanggung jawab semua stake holder untuk terlibat penuh, termasuk sosialiasi Prokes pada masyarakat,” tuturnya.(gus/bbs)

Pemprovsu Inisiasi Rakor Kelangkaan BBM di Sumut, Pertamina ‘Ngeles’ Dampak PPKM Berlevel

RAKOR: Kabiro Perekonomian Setdaprovsu, Naslindo Sirait (baju kuning) pimpin rakor bersama PT Pertamina dan stakeholder terkait kelangkaan BBM di Sumut, di Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Jumat (22/10) siang. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa pekan terakhir di sejumlah daerah di Sumut, menjadi atensi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu). Untuk itu, Pemprovsu meminta PT Pertamina harus memastikan ketersediaan BBM dan mengatasi kelangkaan yang terjadi pada beberapa kabupaten/kota di Sumut.

RAKOR: Kabiro Perekonomian Setdaprovsu, Naslindo Sirait (baju kuning) pimpin rakor bersama PT Pertamina dan stakeholder terkait kelangkaan BBM di Sumut, di Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Jumat (22/10) siang. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

Hal ini terungkap dalam rekomendasi yang dihasilkan dari rapat koordinasi Pemprov Sumut melalui Biro Perekonomian dengan PT Pertamina dan stakeholder terkait soal kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Sumut, Jumat (22/10) siang. Selain memastikan ketersediaan BBM, Pertamina juga diminta untuk meningkatkan pengawasan penyaluran BBM sehingga berjalan dengan tepat sasaran, terutama untuk Jenis BBM Tertentu (JBT) atau BBM bersubsidi dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP).

“Menyusun usulan kabupaten/kota pada 2022 di Sumut dan menyampaikannya ke BPH Migas. MOR I Pertamina harus sanggup dan akan menyalurkan JBT dan JBKP, sesuai dengan kuota yang ditetapkan oleh BPH Migas sampai pada Desember 2021,” kata Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu, Naslindo Sirait saat membacakan resume selaku pimpinan rapat.

Kemudian, sebut dia, MOR I Pertamina akan menyerahkan data terkait penyaluran BBM di Sumut kepada Pemprov Sumut melalui Biro Perekonomian untuk dapat digunakan sebagai pengawasan oleh pemerintah kabupaten/kota, serta instansi terkait lainnya. “Keempat akan dilakukan rakor lanjutan pada Jumat depan bersama kabupaten/kota, dan pengawasan penyaluran BBM di Sumut. Kelima, pemerintah kabupaten/kota agar proaktif melakukan pengawasan dalam penyaluran BBM di wilayahnya masing-masing, antara lain terkait dengan rekomendasi dari OPD (organisasi perangkat daerah),” katanya.

Selain jajaran Pertamina, hadir dalam rakor yang digelar di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan itu yakni, perwakilan Kodam I/BB, perwakilan Polda Sumut, Dinas ESDM Sumut, Kadishub Sumut, Alfi Syahriza, pelaku bisnis SPBU, dan sejumlah pemerintah kabupaten/kota secara virtual. Adapun pembahasan dalam rakor, pihak Pertamina ditekankan untuk lebih mengetatkan pengawasan distribusi BBM subsidi di wilayah Sumut. Antara lain, bagi masyarakat yang membeli BBM melalui jeriken.

Lalu, selain menjamin ketersediaan BBM hingga akhir tahun ini, Pertamina juga harus menambah kuota BBM sehingga tidak terjadi lagi antrean di banyak stasiun bahan bakar umum atau SPBU di Sumut. Memastikan pula stok bio solar untuk kalangan nelayan, sektor pertanian maupun pelaku UMKM.

Pasalnya dari pemaparan pihak Pertamina, mestinya kuota BBM yang tersedia dengan fakta di lapangan tidak menyebabkan antrean pada SPBU. Permintaan mengenai dokumen kuota distribusi BBM di Sumut secara kompak juga disampaikan peserta rapat.

“Saya selalu rapat dengan Pertamina ini. Kalau bicara by data memang sangat bagus, tapi fakta di lapangan sangat amburadul. Kelangkaan BBM ini buat pak Kapolda marah. Apakah kuota kita turun sejak Covid? Coba di SPBU yang distribusi solar, dikasih kami dokumennya biar bisa kami ikut awasi,” ujar AKP Feri Siagian mewakili Ditreskrimsus Poldasu.

Ngeles

Region Manager Retail Sales I, Pierre Janitza Wauran, dalam kesempatan itu terkesan ‘ngeles’ atau seperti mencari alasan terkait kelangkaan BBM bersubsidi ini. Sebab ia mengatakan, ada korelasi antara penurunan level PPKM di Sumut dengan kelangkaan yang terjadi.

“Diawali kebangkitan ekonomi kita pasca PPKM. Setelah dibuka kami menarik semua kebutuhan sehingga kami harus menormalisasikan itu. Untuk stok (bio solar) kondisi normal, depot kami terintegrasi. Wilayah kami ada lima provinsi. Pendistribusian ini sebenarnya sesuatu yang baru. Kaget dengan perubahan jadi harus disesuaikan,” katanya.

Terlebih ia mengaku, untuk pasokan elpiji bersubsidi tidak bergejolak seperti BBM. Dan Medan, sebut Pierre, menjadi salah satu wilayah yang bergejolak dampak kelangkaan distribusi BBM. “Ya, kebutuhan elpiji kita aman,” ujarnya seraya menegaskan siap menindaklanjuti seluruh rekomendasi sebagaimana hasil rakor.

Pihaknya pun menekankan, stok BBM di Sumut bakal aman jelang Natal hingga tahun baru nanti. Selain itu, menggaransi bahwa kelangkaan BBM yang terjadi dalam waktu dekat akan normal kembali.

Awasi Penyimpangan BBM

Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak memerintahkan seluruh jajarannya melakukan penertiban terhadap penyimpangan bahan bakar minyak (BBM). Hal itu dikatakan Panca melalui Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Jumat (22/10).

Menurut Hadi, perintah tersebut ditujukan kepada seluruh Kapolrestabes, Kapolresta dan Kapolres di Sumut. “Para Kapolrestabes dan Kapolres segera cek dan koordinasikan dengan pemilik SPBU di wilayahnya masing-masing untuk diketahui berapa DO yang diterima setiap hari,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, agar para Kapolres dan Kapolrestabes untuk menempatkan anggota melakukan pengamanan dan mengatur lalu lintas di SPBU apabila terjadi antrean. “Lakukan penertiban setiap adanya penyimpangan BBM yang terjadi di SPBU. Seperti menjual atau membeli dalam kemasan jerigen di SPBU lalu ditampung dan jual kembali kepada masyarakat, Kemudian mengungkap adanya penimbunan BBM ilegal,” tegasnya.

Sebelumnya, Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut telah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terkait masalah kelangkaan BBM di Sumut. Dari hasil koordinasi yang dilaksanakan pihak Pertamina mengakui penyuplaian pasokan bahan bakar minyak (BBM) dibeberapa wilayah di Sumut terlambat. “Dari hasil rapat dengan pihak Pertamina memang supplai BBM di Sumut mengalami keterlambatan,” kata Dirreskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol John Nababan, Sabtu (16/10) lalu.

Selain itu, lanjutnya, dari hasil penyelidikan tim di lapangan adanya keterbatasan stok di Depot Pertamina. Kelangkaan pasokan BBM di beberapa wilayah di Sumut karena keterlambatan dari tiga kapal pengangkut (tanker-red) dari Singapura dan Malaysia, karena ada beberapa penyebab masalah teknis di lapangan. “Sehingga pengiriman pasokan BBM melalui tiga kapal tanker yakni Kapal Bintang Samudera, Champion dan Rosadini, mengalami keterlambatan mengantar BBM ke Pelabuhan Belawan,” sebutnya.

John menerangkan, pihak Pertamina mengaku ketiga kapal tanker yang membawa BBM telah bersandar di Pelabuhan Belawan. “Nantinya pasokan BBM ini secepatnya dikirimkan Pertamina ke SPBU di Sumut agar masyarakat tidak mengantri untuk mendapatkan BBM. Mudah-mudahan kedepannya pasokan BBM akan stabil keberadaan di wilayah Medan dan sekitarnya,” pungkasnya. (prn/dwi)

Wali Kota Binjai Sapa Santri

PIALA: Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah memberikan piala kepada perwakilan santri yang ikut upacara hari santri dengan Menag secara virtual dari Aula Balai Kota, Jumat (22/10).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Binjai mengikuti upacara dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2021 yang dipimpin oleh Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas. Pada kesempatan ini, Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah menyapa santri yang bernama Fiki Akbar dari Aula Balai Kota Binjai, Jumat (22/10).

PIALA: Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah memberikan piala kepada perwakilan santri yang ikut upacara hari santri dengan Menag secara virtual dari Aula Balai Kota, Jumat (22/10).

Santri tersebut dari Pondok Pesantren Sabilul Mukminin yang ketepatan mengikuti upacara bersama Menag secara virtual. “Kami senang bertemu Pak Wali, kapan-kapan Pak Wali hadir ke sini yaa, makan bersama dengan kami,” katanya.

Kementerian Agama menggelar upacara hari santri dengan mengangkat tema Santri Siaga Jiwa Raga. Menag mengatakan, tema tersebut merupakan bentuk pernyataan sikap santri Indonesia, agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia hingga mewujudkan perdamaian dunia.

“Siaga jiwa, berarti santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada aqidah, nilai dan ajaran Islam Lil Alamin serta tradisi luhur bangsa Indonesia,” ujarnya.

Usai upacara, Amir menyapa seluruh santri dengan perwakilan ponpes yang ada di Kota Binjai. Amir mengucapkan selamat Hari Santri Nasional 2021 kepada seluruh Santri yang ada di kota Binjai.

“Melalui momentum hari ini, marilah kita berupaya untuk memberikan motivasi kepada para Santri, untuk terus belajar dan menuntut ilmu,” ucapnya.

Wali Kota Binjai berharap, santri sebagai pribadi yang memiliki perilaku dan memegang teguh akidah, nilai serta ajaran yang ada sehingga menjadi panutan ditengah masyarakat. Ia menyampaikan kepada santri-santri agar tetap semangat mengikuti pelajaran dengan tetap memenuhi protokol kesehatan.

“Santri tak pernah lelah dalam berusaha dan terus berkarya untuk Indonesia khususnya Kota Binjai. Semoga kedepannya, para Santri dapat menunjukkan jati diri mereka sebagai insan yang memiliki akhlak mulia, mampu menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan dakwah islam sekaligus menjadi panutan bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

“Jangan pernah kecewakan harapan orangtua kalian di rumah, dan kepada guru-guru semuanya, saya ucapkan terimakasih telah membina santri-santri sehingga menjadi kebanggan kita semua,” pungkasnya. (ted/azw)

Pegadaian Audiensi ke Pemko Binjai

FOTO BERSAMA: Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah foto bersama dengan Pimpinan PT Pegadaian, beberapa waktu lalu.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah menerima audiensi dari PT Pegadaian Cabang Binjai di Ruang Rapat Balai Kota Binjai, beberapa waktu lalu. Pimpinan pegadaian Cabang Binjai, Sentot Sunarso menyampaikan, pihaknya ingin mengenal Wali Kota Binjai baru sekaligus ingin meningkatkan silaturahim.

FOTO BERSAMA: Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah foto bersama dengan Pimpinan PT Pegadaian, beberapa waktu lalu.

“Saya juga mohon izin Pak, nanti ada tim kami yang datang ke OPD-OPD di Kota Binjai untuk sosialisasikan program-program dari Pegadaian. Mohon arahan dan bimbingannya pak,” serunya.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Binjai meminta agar PT Pegadaian dapat membantu mengurangi rentenir yang meresahkan masyarakat. Apalagi sekarang lagi maraknya pinjaman online.

Wali Kota Binjai juga berharap, PT Pegadaian berperan aktif di tengah masyarakat seperti motonya mengatasi masalah tanpa masalah. Wali Kota Binjai juga meminta PT Pegadaian untuk betul-betul membantu masyarakat dan semoga progra-program yang ditawarkan dapat memberi solusi.

“Nanti koordinasi lagi dengan OPD terkait yang sesuai dengan program yang kalian sosialisasikan,” pungkasnya. (ted/azw)

Langkat Peringati Hari Pramuka

APEL: Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Langkat menggelar Apel Peringatan ke 60 Hari Pramuka di Aula Samsul Arifin Kwarcab Langkat, Kamis (21/10).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Langkat menggelar Apel Peringatan ke 60 Hari Pramuka dengan tema ‘Berbakti tanpa Henti dan Moto Satyaku Kudarmakan Darma Kubaktikan,’ di Aula Samsul Arifin Kwarcab Langkat, Kamis (21/10).

APEL: Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Langkat menggelar Apel Peringatan ke 60 Hari Pramuka di Aula Samsul Arifin Kwarcab Langkat, Kamis (21/10).

Apel dipimpin Bupati Langkat Terbit Rencana PA melalui Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Langkat dr H Indra Salahuddin. Setelahnya, dilaksanakan pemotongan tumpeng oleh sekda.

Sekdakab Langkat pada arahannya, mengajak para Pramuka di Langkat untuk mewujudkan dan memadukan selogan tema Hari Pramuka, yakni, ‘Pramuka Berbakti Tanpa Henti.’

Dengan arahan Presiden RI selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka, pada peringatan Hari Pramuka tahun lalu, yakni, agar para Pramuka melaksanakan dua gerakan; Gerakan Kedisiplinan Nasional dengan mewujudkan prilaku mematuhi protokol kesehatan, dan gerakan Kepedulian Nasional dengan mewujudkan sikap empati dan simpati menolong sesama hidup.

Dalam kesempatan itu dilaksanakan penyerahan penghargaan dari Bupati Langkat berupa lima Pancawarsa dan 3 Darma Bakti diberikan kepada Pembina. Sedangkan penghargaan 17 Pramuka Garuda diberikan kepada peserta didik tingkat Penggalang dan Penegak.(mag-6/azw)

Diduga Selingkuhi Polwan, Kasat Reskrim Polres Sergai Diperiksa Propam

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Oknum Kepala Satuan Reserse Kriminal Kasatreskrim) Polres Serdangbedagai (Sergai), AKP berinisial D diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Bidpropam Polda Sumut), terkait kasus dugaan perselingkuhan dengan oknum polisi wanita (Polwan).

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi saat dikonfirmasi, Jumat (22/10) membenarkan adanya pemeriksaan tersebut

“Benar, yang bersangkutan diperiksa atas laporan istrinya sendiri. Laporannya terkait perselingkuhan,” ujarnya.

Dijelaskan Hadi, hingga saat ini proses pemeriksaan terhadap AKP D masih berlangsung. “Mereka pun belum mendapatkan laporan lengkap atas hasil pemeriksaan itu,” katanya.

Hadi mengungkapkan, akan ada hukuman yang diberikan kepada AKP D jika nantinya hasil pemeriksaan menyatakan yang bersangkutan melakukan pelanggaran.

“Ya kalau terbukti melakukan pelanggaran pasti ada hukuman. Tergantung berat ringannya pelanggaran,” tegasnya. (dwi/azw)

Warga Demo, Minta PT BUK Diusir

DEMO: Warga Desa Sukamaju saat menggelar demo di Makam Pahlawan, Kamis (21/10).

KARO, SUMUTPOS.CO – Ratusan warga Desa Sukamaju,Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo menggelar aksi damai, Kamis (21/10) siang. Warga mulai berkumpul pukul 10.00 di Makam Pahlawan dengan rute aksi Polres Tanahkaro-Kantor Bupati-Kantor BPN Kabupaten Karo.

DEMO: Warga Desa Sukamaju saat menggelar demo di Makam Pahlawan, Kamis (21/10).

Awal aksi damai dilakukan adalah mendatangi Polres Karo, disana masyarakat meminta kepada Kapolres Karo agar menegakkan hukum tanpa pandang bulu terkait persoalan di Puncak 2000. Setelah melakukan orasinya di Polres Karo, masyarakat Sukamaju bergerak ke kantor Bupati Karo dengan berjalan kaki. Monas Nazarius Ginting S,sos sebagai orator aksi terus melakukan orasi meminta kepada Bupati Karo, hapuskan izin Hak Guna Usaha (HGU) PT BUK dan usir PT BUK Dari Kabupaten Karo yang disambut yel yel masyarakat Desa Sukamaju.

Sementara mewakili salah satu kuasa hukum masyarakat Desa Sukamaju, Imanuel Elihu Tarigan,SH meminta kepada Bupati Karo agar menindak dan membuat kebijakan terhadap PT BUK yang sudah tidak mengindahkan surat edaran Bupati Karo yang dikeluarkan pada 30 Juli 2021 , surat edaran Bupati Karo Nomor : 503/1526/DPMPTSP/2021.

Surat itu berisikan memberhentikan sementara segala bentuk kegiatan dan aktivitas PT BUK di Puncak 2000 Siosar, menunggu adanya keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Massa juga mempertanyakan siapa pemilik bangunan cafe meriah dan bangunan pasteurisasi di Puncak 2000, serta kami juga minta agar bangunan gapura yang diduga dibangun PT BUK dibongkar oleh Satpol PP.

Menanggapi hal ini , Bupati Karo Cory S Sebayang mengatakan sebaiknya semua permintaan masyarakat Desa Sukamaju dibuat secara tertulis. Saat dikonfirmasi, salah satu kuasa hukum masyarakat Desa Sukamaju Kecamatan Tigapanah, Imanuel Elihu Tarigan,SH mengatakan kalau sampai saat ini Bupati Karo belum bisa memberikan jawaban yang pasti dan meminta keluhan kita dilakukan secara tertulis, terkait ini kita akan penuhi, besok kita akan antar ke Kantor Bupati Karo.

Masyarakat Desa Sukamaju tetap bertahan di depan Kantor Bupati , sambil menunggu hujan reda karena selanjutnya berencana beranjak ke Kantor BPN Karo yang berada di sebelah Kantor Bupati Karo untuk kembali melakukan orasi. (deo/azw)

Pemkab Sergai Menata Kota dengan Merelokasi Pasar

BERIKAN: Kadis Kominfo Sergai, Akmal ketika memberikan keterangan seputar relokasi pedagang Pasar Lelo Sei Rampah.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Upaya Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai (Pemkab Sergai) untuk merelokasi Pekan Lelo ke area Pasar Rakyat Sei Rampah, masih terus berlangsung.

BERIKAN: Kadis Kominfo Sergai, Akmal ketika memberikan keterangan seputar relokasi pedagang Pasar Lelo Sei Rampah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sergai, Akmal, saat ditemui di ruang kerjanya, di Kantor Dinas Kominfo Kompleks Kantor Bupati Sergai Sei Rampah, Kamis (21/10) sore.

“Dalam beberapa aspek penting, Pekan Lelo tidak memenuhi syarat untuk beroperasi. Permasalahan tersebut menjadi bahan pembahasan dalam rapat koordinasi lintas OPD yang dilaksanakan di Kantor Satpol PP Sergai di Sei Rampah,” ucap Akmal.

Akmal menerangkan, Pemkab Sergai selalu mengutamakan langkah persuasif untuk menjalankan proses relokasi para pedagang Pekan Lelo. Hal tersebut, jelas Akmal, juga telah dibuktikan saat terjadi bentrok antara pihak pedagang dengan petugas Satpol PP beberapa waktu lalu.

“Para petugas tetap mampu menahan diri untuk tidak bertindak represif di tengah reaksi agresif yang dilakukan oleh massa, meskipun akibat kejadian tersebut beberapa personil Satpol-PP mengalami cidera,” ungkapnya.

Namun Akmal menegaskan, jika langkah persuasif tidak diindahkan oleh oknum pedagang yang masih beroperasi di Pekan Lelo, maka akan diambil langkah hukum sesuai dengan SOP dan aturan yang berlaku.

Mengutip keterangan yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan (Perindag) Roy S Pane, Akmal menyebut sejak 2003, pasar tersebut tidak mengantongi Izin Usaha Pengelolaan Pasar Rakyat/Tradisional (IUP2T) sesuai dengan pasal 29 (1) Perda Kabupaten Sergai No. 7 Tahun 2018 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan.

Tak hanya itu, Akmal menyebut, sesuai dengan keterangan pihak Dinas Perindag, Pekan Lelo juga belum memiliki fasilitas pendukung yang menunjang aktivitas perdagangan seperti sarana sanitasi, ruang ibadah, pembuangan sampah, ruang kesehatan, tempat parkir yang layak, ruang ibu menyusui dan sebagainya. Apalagi, sebutnya, aktivitas Pekan Lelo juga kerap menimbulkan kemacetan arus lalu lintas.

Kadis Kominfo, Pemkab Sergai telah menunjukkan perhatiannya kepada masyarakat dengan menyediakan solusi terbaik, yaitu relokasi pasar. Relokasi pasar ini memiliki banyak dampak positif, terutama dalam rangka tata kota Sei Rampah sebagai ibu kota Kabupaten.

“Tidak ada yang namanya pemerintah mau menyengsarakan rakyatnya. Pasti dicarikan solusi paling menguntungkan. Karena itulah Pemkab Sergai di bawah kepemimpinan Bupati Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Umar Yusri Tambunan mengambil kebijakan paling tepat dengan relokasi,” pintanya. (ian/han)