30 C
Medan
Thursday, January 15, 2026
Home Blog Page 3040

Telkomsel Enterprise Akselerasi Peningkatan Kepuasan Kerja Pengemudi Bluebird

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dalam upaya memperkuat ekosistem digital, Telkomsel terus membuka peluang penerapan teknologi terdepan yang menghadirkan manfaat berkelanjutan  bagi seluruh industri di Indonesia. Langkah terbaru yang dilakukan Telkomsel sebagai leading digital telco company dalam mewujudkan hal tersebut ialah memberikan solusi teknologi untuk kebutuhan bisnis Bluebird melalui layanan B2B Telkomsel. Aksi kolaboratif strategis ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Telkomsel dan Bluebird di Jakarta, Hari Kamis, 7 Oktober 2021.

Telkomsel bersama Bluebird menghadirkan solusi teknologi digital dalam meningkatkan produktivitas operasional terutama kepuasan kerja para pengemudi. Salah satu dukungan Telkomsel yang diberikan untuk Bluebird adalah program reward yang ditujukan bagi pengemudi dalam bentuk paket komunikasi.

Senior Vice President Enterprise Account Management Dharma Simorangkir mengatakan, “Kolaborasi ini akan memperkuat langkah Bluebird dalam menghadapi industri 4.0, sekaligus mendukung upaya peningkatan efisiensi dan produktivitas perusahaan. Melalui layanan B2B, Telkomsel siap menyokong Bluebird dalam meningkatkan kepuasan kerja para pengemudi dengan berbagai inovasi digital kami. Dengan adanya peningkatan kepuasan pengemudi sebagai asset utama Bluebird, kami yakin Bluebird dapat memberikan pelayanan yang lebih bagi pengguna layanan Bluebird.”

Chief Strategy Officer Bluebird, Paul Soegianto, menyambut dengan baik kolaborasi ini “Core dari transformasi sebuah perusahaan adalah its people. Layanan B2B Telkomsel ini akan sangat membantu Bluebird dalam upaya people transformation, khususnya dalam hal ini adalah pengemudi sebagai garda terdepan layanan Bluebird. Dengan makna Bluebird sebagai burung pembawa kebahagiaan kami percaya kebahagiaan garda terdepan kami, para pengemudi akan menyebarkan keceriaan dalam tiap mobilitas pelanggan kami.”

Salah satu dukungan Telkomsel yang diberikan untuk Bluebird adalah program reward yang ditujukan bagi pengemudi dalam bentuk paket komunikasi. Telkomsel dan Bluebird juga sedang menjajaki lebih banyak solusi dalam pemanfaatan teknologi berbasis digital untuk memberikan kepuasan baik bagi karyawan maupun pengguna layanan Bluebird. 

Menyambung hal tersebut, Dharma berujar bahwa kerjasama dengan Bluebird merupakan bentuk aksi kolaboratif berkelanjutan, yang dilakukan Telkomsel sebagai leading digital telco company dalam mendukung akselerasi transformasi digital bagi kemajuan industri di Indonesia.  “Telkomsel berharap, berbagai layanan B2B ini bisa menjadi solusi yang dapat membawa perubahan positif bagi bisnis Bluebird dalam menumbuhkan bisnis lebih jauh, sekaligus dapat bersaing di era Industri 4.0. Telkomsel sebagai digital ecosystem enabler pun berkomitmen akan terus membuka diri untuk menjalin kerja sama strategis dengan pihak-pihak lainnya untuk memperkuat ekosistem digital yang inklusif di Indonesia,” tutup Dharma.

Hadiri Panen Perdana PSR Gapoktan Amanah, Darma: Sasaran 2021 Seluas 400 Hektare

LUAS: Kebun sawit yang ada di Sumatera Utara.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.Co – Panen perdana Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dihadiri langsung Bupati Serdangbedagai (Sergai) Darma Wijaya, dan Wakil Bupati Sergai Adlin Umar Yusri Tambunan di Kutapinang, Kecamatan Tebing Syahbandar, Rabu (6/10). Pendanaan Program PSR ini merupakan inisiasi dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Amanah, Desa Kutapinang.

Ilustrasi.

Adanya skema dana hibah bagi Program PSR ini, menurut Darma merupakan kabar baik untuk sektor perkebunan di Kabupaten Sergai, terutama sebagai solusi dari masalah permodalan ketika pekebun memasuki tahapan replanting atau peremajaan.

“Masalah modal membuat petani sawit tidak mampu membeli bibit unggul yang bersertifikat. Ini tentu berpengaruh terhadap produktivitas yang menjadi lebih rendah dan turut pula berpengaruh pada pendapat yang minim. Dengan program yang digagas oleh BPDPKS ini, petani kemudian diwajibkan menanam kelapa sawit jenis unggul bersertifikat. Kemudian melaksanakan good agricultural practice, serta harus menjalin kemitraan dengan pabrik kelapa sawit,” ungkap Darma.

Darma pun menjelaskan, lewat Program PSR, petani sawit akan memperoleh hasil produksi yang lebih tinggi, sehingga harga tandan buah segar (TBS) menjadi lebih baik pula, karena dijual ke pabrik pengolahannya langsung. Dan hal ini akan berdampak pada kesejahteraan petani, sekaligus menjadi bukti, pemerintah bisa hadir di tengah-tengah masyarakat.

“Intensifikasi adalah kebijakan yang dilaksanakan saat ini, dan produksi dapat ditingkatkan tanpa harus menambah luas lahan tanam. Tanaman baru ditujukan untuk proses peremajaan yang menyasar tanaman tua, atau yang produksinya rendah karena penggunaan bibit tak unggul,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sejak 2017, Kabupaten Sergai sudah memperoleh 20 rekomendasi teknis dengan capaian luasan 1.608,91 hektare, dan dana yang sudah dialokasikan BPDPKS mencapai Rp43.494.593,500. Satu kelompok tani yang mendapat rekomendasi adalah Gapoktan Amanah. Rekomendasi teknis tersebut, berasal dari Direktoral Jendral Perkebunan dengan jumlah 42 pekebun, luasan areal mencapai 53.555 hektare. Namun menurut Darma, dalam perjalanannya, ada 12 pekebun yang mengundurkan diri dengan alasan waktu tunggu yang terlalu lama.

“Pada 2018 awal, benih kelapa sawit yang ditanam hanya untuk 35.731 hektare, dengan jumlah pekebun sebanyak 30 orang. Lewat panen perdana ini, kami berharap, produksi kelapa sawit di Gapoktan Amanah bisa semakin tinggi. Semoga Program PSR ini bisa berlangsung dengan lancar, sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Hal yang sama juga diharapkan dapat dirasakan oleh kelompok tani lainnya. Ditargetkan pada 2021, Sergai dapat melaksanakan Program PSR dengan sasaran seluas 400 hektare,” harapnya.

Dia pun mengimbau, agar para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) difungsikan untuk mengedukasi dan mensosialisasikan tatacara panen yang baik kepada para pekebun di Kabupaten Sergai. Darma juga mengapresiasi seluruh pihak yang berperan dan mendukung terlaksananya program ini, terkhusus kepada BPDPKS di Dinas Pertanian Kabupaten Sergai, Dinas Perkebunan Sumut, serta Gapoktan Amanah yang dibina oleh Kepala Desa Kuta Pinang, dan PT PD Paya Pinang. (ian/saz)

Optimisme Pelaku Usaha Properti Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pertumbuhan ekonomi Indonesia di Triwulan II-2021 sebesar 7,07% (yoy) menjadi momentum pemulihan yang memberikan optimisme bagi seluruh pelaku ekonomi. Dari sisi eksternal, neraca perdagangan surplus selama 16 bulan berturut-turut dan mencapai US$4,74 miliar atau tertinggi sejak Desember 2006. Ditambah lagi kondisi nilai tukar yang relatif stabil dan cadangan devisa yang mencapai US$144,8 miliar pada akhir Agustus 2021 mengindikasikan bahwa ketahanan sektor eksternal cukup kuat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Pertumbuhan positif di seluruh sektor dan meningkatnya permintaan menandakan bahwa upaya Pemerintah sudah pada jalur yang tepat. Capaian pemulihan ini seiring dengan program penanganan Covid-19 yang semakin efektif dan tren penambahan kasus harian di tingkat nasional terus menurun. Per 2 Oktober 2021, positivity rate nasional per minggu sebesar 0,98%,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Properti Indonesia Award, secara virtual pada Rabu (6/10).

Keberlangsungan sektor usaha properti menjadi salah satu fokus utama Pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional. Saat ini penduduk perkotaan di Indonesia telah mencapai 56,7% yang diprediksi akan mencapai 66,6% di 2035 dan 72,8% di 2045. Di samping itu, masih ada 15,5 juta orang yang tinggal di rumah tidak layak pada 2020. Untuk itu, sektor properti terus didorong agar terus berkontribusi aktif dalam penyediaan hunian yang layak dan diperlukan strategi yang tepat dalam situasi pandemi Covid-19.

“Sektor properti memiliki multiplier-effect baik dari sisi forward-linkage maupun backward-linkage terhadap 174 sub sektor industri baik secara langsung maupun tidak langsung. Penyerapan tenaga kerja langsung di industri properti juga mencapai hingga 19 juta orang,” tutur Menko Airlangga.

Berbagai insentif yang telah diberikan oleh Pemerintah antara lain kebijakan Loan to Value (LTV) dan Financing to Value (FTV) sebesar 100% untuk kredit properti. Pada tahun 2021 Pemerintah juga telah menerbitkan kebijakan pemberian insentif PPN yang telah diberikan sejak bulan Maret hingga Agustus dan telah diperpanjang hingga Desember 2021.

“Kebijakan PPN ditanggung Pemerintah telah memberikan dampak pada pergerakan pasar pada segmen masyarakat berpenghasilan menengah ke atas dan pertumbuhan penjualan terjadi secara signifikan pada segmen rumah dengan harga Rp500 juta sampai Rp1 miliar dan di atas Rp2 miliar,” kata Menko Airlangga.

Hasilnya, pada kuartal II tahun 2021 PDB sisi produksi sektor jasa real estate mampu tumbuh 2,82 persen dan ini lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang sebesar 0,94 persen. Sementara sektor jasa konstruksi juga tumbuh sebesar 4,42 persen secara tahunan. Dari segi investasi, Penanaman Modal Tetap Bruto tumbuh sebesar 7,54 persen secara tahunan didukung oleh pertumbuhan bangunan.

“Kepada pelaku usaha properti dan pemangku kepentingan pembangunan ekonomi lainnya saya minta agar tetap optimis dan terus bersemangat guna mendukung pemulihan ekonomi nasional. Mesin pertumbuhan ekonomi saat ini dalam tren membaik dan situasi pandemi pun semakin terkendali. Simplifikasi regulasi dan perizinan termasuk di bidang properti juga sudah diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja,” jelas Menko Airlangga.

Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga berharap bahwa industri properti tanah air harus bisa mengambil pelajaran dari kasus gagal bayar utang dari perusahaan-perusahaan internasional.

“Pelajaran pertama adalah kehati-hatian saat mengekspansi bisnis yang harus dibarengi dengan proyeksi pendapatan yang realistis dan menghindari agresivitas dalam berutang. Pelajaran selanjutnya adalah industri harus mengutamakan transparansi dalam pelaporan keuangannya serta menerapkan praktik tata kelola perusahaan yang baik dan berkelanjutan,” pungkas Menko Airlangga. (ltg/fsr/*)

Gelar Tasyakuran Usai Pelantikan Wakil Wali Kota, Rizky Kirim Doa untuk Almarhum Juliadi

SAMBUTAN: Wakil Wali Kota Binjai H Rizky Yunanda Sitepu menyampaikan sambutan pada acara tasyakuran, serta berkirim doa untuk almarhum H Juliadi di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Binjai, Jalan Samanhudi, Kelurahan Satria, Binjai Kota, Rabu (6/10).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – H Rizky Yunanda Sitepu resmi dilantik oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, sebagai Wakil Wali Kota Binjai. Atas hal tersebut, pria berusia 29 tahun ini, pun menggelar pengajian sekaligus tasyakuran, serta berkirim doa untuk almarhum H Juliadi di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Binjai, Jalan Samanhudi, Kelurahan Satria, Binjai Kota, Rabu (6/10) malam.

SAMBUTAN: Wakil Wali Kota Binjai H Rizky Yunanda Sitepu menyampaikan sambutan pada acara tasyakuran, serta berkirim doa untuk almarhum H Juliadi di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Binjai, Jalan Samanhudi, Kelurahan Satria, Binjai Kota, Rabu (6/10).

Kegiatan diawali dengan memberi bantuan kepada anak yatim piatu. Pembukaan acara dilakukan Sekretaris Majelis Ulama Kota Binjai H Ja’far Siddiq, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Ustad H Zulkarnain Asir.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Binjai H Amir Hamzah, bercerita tentang pengalamannya sebagai birokrat selama 32 tahun. Bagi dia, kehadiran Rizky setelah dilantik, menjadi kolaborasi yang sangat tepat untuk membangun Kota Binjai secara bersama. Mereka sebagai kepala daerah di Kota Binjai sudah sepakat untuk bekerja sama.

“Kita semua memiliki optimisme yang tinggi dalam menghadapi hidup, dengan senantiasa melakukan evaluasi dan introspeksi diri, serta dengan terus berupaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Taala. Semoga apa yang dilaksanakan pada malam ini, menjadi berkah bagi Binjai,” ungkap Amir. “Semoga Binjai selalu aman dan damai, masyarakatnya hidup sejahtera, terhindar dari bencana, dan pandemi Covid-19 segera berakhir,” imbuhnya.

“Dan malam ini kami memperoleh nasehat yang bermanfaat, untuk menjaga kekompakan dan membangun Binjai sebagai kota yang maju, berbudaya, serta religius. Saya dan juga seluruh pendukung, telah bertekad mewujudkan cita-cita beliau untuk membangun Binjai. Berkat doa dan dukungan para ulama semua, saya bisa ada di sini,” kata Amir lagi.

Sementara itu, Rizky menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung untuk menyukseskan kegiatan ini. “Saya berdoa kepada Allah Subhanahu wa Taala agar nantinya semua kegiatan yang baik seperti ini, selalu jadi berkah bagi kita semua, hingga masa jabatan kami selesai,” tuturnya.

Kalangan tokoh ulama, pun menyerukan agar Wali Kota dan Wakil Wali Kota Binjai dapat bersinergi membangun Kota Binjai sesuai visi misi. Ketua MUI Kota Binjai, HM Jamil mencontohkan, kepimpinan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan sahabat, yang tidak mudah terhasut serta konsekuen menegakkan hukum.

“Sebagai pemimpin, kita harus siap dicela, karena tidak semua keputusan bisa diterima masyarakat,” katanya, seraya menegaskan, pemimpin harus mampu bertindak dan bersikap adil.

Acara ini juga diisi tausyiah Ustad Irfan Yusuf. Dalam tausyiahnya, dia menyampaikan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Binjai, agar bisa memahami posisi masing-masing. (ted/saz)

Pemkab Langkat Launching Dewi Kejut Desa Telagah

HADIR: Bupati Sergai Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Umar Yusri Tambunan, saat menghadiri panen perdana Program PSR di Kutapinang, Kecamatan Tebing Syahbandar, Rabu (6/10). Sahrul/SUMUT POS.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pemkab Langkat me-launching Desa Wisata Berkelanjutan (Dewi Kejut), sekaligus mengukuhkan Anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, baru-baru ini.

HADIR: Bupati Sergai Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Umar Yusri Tambunan, saat menghadiri panen perdana Program PSR di Kutapinang, Kecamatan Tebing Syahbandar, Rabu (6/10). Sahrul/SUMUT POS.

Peresmian ini berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Langkat No: 430-1128/K/Disparbud-LKT/2021, yang digelar Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin, melalui Sekdakab Langkat H Indra Salahuddin.

Dalam kesempatan itu, Indra menjelaskan, launching ini bertujuan untuk pengelolaan destinasi wisata yang lebih baik, guna meningkatkan PAD dan ekonomi kerakyatan. Sebab menurutnya, Kabupaten Langkat kaya akan potensi wisata, baik alam, budaya, dan sejarah, bahkan wisata religi.

“Ini semua ada di Langkat, menjadi modal pembangunan wisata,” ungkap Indra.

Pengembangan lokasi wisata itu, lanjut Indra, memerlukan dukungan dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan di bidang pariwisata, termasuk masyarakat. Selain itu, dia juga menegaskan, pengembangan desa wisata juga bertujuan untuk mewujudkan visi dan misi Bupati Langkat, yakni menjadikan Kabupaten Langkat yang maju melalui pengembangan pariwisata.

Sementara itu, Ketua DPRD Langkat Sribana Perangin-angin yang juga hadir pada kesempatan itu, menjelaskan, masyarakat desa adalah satu unsur penting untuk memaksimalkan potensi wisata. Untuk itu, pihaknya sangat mengapresiasi Pemkab Langkat atas program Dewi Kejut ini.

“Kami sangat mendukung pembentukan dan pengembangan Dewi Kejut,” tuturnya.

Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Hj Nur Elly Heriana Rambe, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Iskandar Zulkarnain Tarigan, Plt Camat Sei Bingai Thomas Sitepu, dan Kepala Desa Telagah Suranta Sitepu. (mag-6/saz)

Gerak Cepat Sikapi Laporan Warga, Bobby Boyong Bayi Penderita Astresia Bilier ke RS Adam Malik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mendapat kabar, adanya bayi yang menderita sakit dan butuh bantuan segera, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution langsung gerak cepat memberikan bantuan. Bobby langsung memboyong bayi malang itu ke RSUP Haji Adam Malik Medan, tadi malam.

TIBA DI RUMAH SAKIT: Olivia Saridah menggendong bayinya, Aiyla Adisty Hidayah yang menderita Astresia Bilier saat tiba di RSUP Haji Adam Malik Medan, Kamis (7/10) malam.

Berdasarkan laporan warga, di Kecamatan Medan Area ada bayi perempuan berusia tujuh bulan bernama Aiyla Adisty Hidayah, menderita Astresia Bilier. Kondisi anak bungsu dari pasangan Rahmat Hidayat (31), dan Olivia Saridah (27), warga Jalan Medan Area Selatan, Gang Mulia, Medan Area, terlihat memperhatikan.

Bagian perutnya terus membesar, dan perlu segera mendapatkan penanganan medis. Pihak keluarga lalu membawa Aiyla ke dokter spesialis anak di Jalan Amaliun Medan. Mengetahui anaknya menderita sakit, kata Olivia, keluarga lalu mengurus BPJS dengan harapan bayinya mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Sayangnya BPJS tak bisa siap dengan cepat. Namun karena ada bantuan dari Dinas Sosial, Aiyla bisa dibawa ke RS Pirngadi Medan. Namun, RS Pirngadi tak mampu menangani kondisi pasien karena keterbatasan alat.

Sehingga disarankan agar dirawat di RS Adam Malik. Sementara untuk itu BPJS belum siap. Dana yang dibutuhkan untuk tindakan medis lanjutan kabarnya mencapai Rp1 Miliar. 

Mendapatkan laporan itu, Wali Kota Medan Bobby Nasution langsung bereaksi cepat. Dia langsung memerintahkan Dinas Kesehatan dan Camat Medan Area untuk membawa pasien kembali ke rumah sakit. 

Dan tadi malam, sekitar pukul 20.00 WIB, pasien dan keluarganya telah diboyong menggunakan ambulan menuju RS Adam Malik Medan. ”Saya dapat laporan ada bayi sakit gangguan hati. Masalahnya BPJS-nya belum siap jadi terkendala administrasi. Saya sudah minta Dinkes membantu. Alhamdulillah sudah dibawa ke Adam Malik tadi. Mudah-mudahan bisa segera dirawat dan adik bayi Aiyla bisa sembuh,” kata Bobby Nasution. 

Hal itu dibenarkan Camat Medan Area Hendra Asmilan. Sekitar pukul 20.39 bayi Aiyla dan keluarga telah tiba di RS Adam Malik. ”Iya atas perintah pak Wali kami langsung bawa pasien ke Adam Malik. Ini kami baru sampai,” kata Hendra yang ikut menemani keluarga ke RS Adam Malik. 

Diketahui, penyakit Atresia Bilier adalah kelainan bawaan lahir atau kongenital yang ditandai dengan gangguan saluran empedu pada bayi baru lahir. Meski jarang terjadi, namun kondisi ini tidak dapat dianggap sepele. Bila tidak terdeteksi sejak dini dan ditangani dengan tepat, Atresia Bilier bisa berakibat fatal bagi bayi.

Ibu kandung bayi malang itu, Olivia Sarida mengatakan, awalnya keadaan Aiyla normal sejak dari kandungan hingga berusia sebulan setelah lahir. Namun, dia mulai curiga karena sisi mata anaknya itu berwarna kuning.

Berbagai perobatan baik medis dan alternatif terus dilakukannya bersama suaminya. Namun, hingga kini Olivia tidak mampu membawa ke RSUP H Adam Malik karena ketiadaan BPJS. “Kami nggak bisa bawa ke Adam Malik. Seharusnya memang dia dirujuk ke sana sesuai arahan dari Pirngadi. Namun kalau untuk masuk di kelas umum, kami tidak sanggup karena biaya mencapai Rp1,5 miliar,” lirihnya.

Menurut Olivia, suaminya juga telah berusaha membuat BPJS, namun hingga kini tidak juga selesai dengan berbagai alasan. “Gak tahu di mana kendalanya. Sampai saat ini BPJS juga tidak selesai. Kami sudah melaporkan ke pemerintah setempat, namun memang belum ada titik terang. Kami bingung mau mencari dana di mana. Sementara, anak-anak muda di sini, berupaya membuat postingan di masing-masing sosial media untuk mencari para dermawan yang tergerak hatinya membantu anak kami,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Olivia juga juga meminta bantuan para dermawan agar bisa meringankan beban biaya perawatan anaknya melalui BRI 335001040697538 atasnama Olivia Saridah maupun kontak 085371441941.

Penyakit itu telah membuat tubuh Aiyla terlihat membesar di bagian perut. Kondisi ini menurut orangtua bocah 7 bulan itu semakin membesar setelah diberi infus. “Dokter juga menyarankan agar kami mengganti susu khusus untuk Aiyla, namun kami tidak mampu. Hanya susu yang terjangkau yang bisa kami berikan,” pungkasnya. (bbs/adz)

Komitmen Kerja Sama dengan Stakeholder untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional dan Wujudkan Ekonomi Berkelanjutan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil tumbuh sebesar 7,07% (yoy) di Triwulan II-2021, setelah turun cukup dalam pada periode sama tahun lalu. Perbaikan permintaan domestik telah membuat seluruh sektor usaha mengalami pertumbuhan positif di Triwulan II-2021. Pemulihan terjadi di berbagai sektor utama, seperti industri pengolahan, perdagangan, serta transportasi dan pergudangan juga mendorong aktivitas ekonomi lainnya di Indonesia.

“Hal ini telah memberikan optimisme kepada seluruh pelaku ekonomi. Memasuki Triwulan III-2021, Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi yang diharapkan dapat meminimalisir dampak pengetatan pembatasan mobilitas yang dijalankan pada Juli-Agustus 2021,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Forum Dialog Sinar Mas – Economic Outlook 2022 bertema “Sinergi Korporasi dan Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual, Rabu (6/10).

Aktivitas manufaktur pun telah kembali ke level ekspansif di angka 52,2 pada September 2021. Selain itu, peningkatan impor barang modal dan bahan baku di Agustus 2021 menunjukkan bahwa aktivitas produksi mulai kembali bergerak.

Kinerja ekspor juga terus menunjukkan peningkatan sehingga Neraca Perdagangan Indonesia surplus selama 16 bulan berturut-turut. Pada Agustus lalu, surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai US$4,74 miliar atau tertinggi sejak Desember 2006. Secara akumulatif sejak Januari-Agustus 2021, neraca perdagangan mencatat surplus US$19,17 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan capaian periode sama di 2020 sebesar US$10,96 miliar.

Menko Airlangga menjelaskan, beberapa faktor pendorong perbaikan kinerja perdagangan luar negeri di antaranya yaitu pulihnya ekonomi negara mitra dagang Indonesia dan super cycle tren kenaikan harga komoditas internasional seperti minyak mentah, batu bara, dan minyak sawit, crumb rubber, gold dan lainnya. Selain itu, kondisi nilai tukar relatif stabil dan cadangan devisa yang mencapai US$144,8 miliar pada akhir Agustus 2021.

Melihat hal tersebut, perekonomian nasional diharapkan dapat kembali tumbuh ekspansif pada Kuartal IV-2021 serta ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh di kisaran 3,7%-4,5% di 2021 dan 5,2% di 2022.       

Perbaikan kinerja sektoral pada periode 1 Januari hingga 31 Agustus 2021, telah mendukung penerimaan perpajakan yang diterima oleh negara. Penerimaan perpajakan di beberapa sektor utama, seperti industri pengolahan, perdagangan, serta transportasi dan pergudangan tumbuh positif daripada tahun lalu. Peningkatan penerimaan perpajakan ini selanjutnya akan mendukung peningkatan belanja yang berkualitas, termasuk dalam pelaksanaan Program PEN.

Realisasi Program PEN sendiri sampai 1 Oktober 2021 telah mencapai Rp411,72 triliun atau sebesar 55,3% dari pagu anggaran Rp744,7 triliun. Program penempatan dana Pemerintah di perbankan yang termasuk dalam Program PEN juga telah mendorong total penyaluran kredit sebesar Rp431,24 triliun.

Khusus untuk UMKM, program ini telah berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp243,8 triliun atau 56,53% dari total penyaluran kredit. Selain itu, Pemerintah juga telah memberikan perluasan pada program penjaminan kredit korporasi yang akan dapat mendorong perbankan untuk menyalurkan kredit modal kerja kepada korporasi.

Serangkaian insentif fiskal juga telah diberikan untuk mendongkrak kinerja sektor usaha. Misalnya, insentif PPh Pasal 22 Impor, PPh Pasal 25, Restitusi PPN, dan penurunan tarif PPh Badan. Tujuannya untuk membantu likuiditas dan keberlangsungan usaha. Pemerintah juga telah memberikan insentif fiskal kepada sektor-sektor yang memiliki multiplier effect tinggi terhadap perekonomian, seperti sektor properti dan otomotif.

“Mengingat potensi risiko meluasnya dampak Covid-19 yang dapat berlanjut hingga tahun depan, Pemerintah berkomitmen melanjutkan Program PEN pada 2022 juga. Alokasi anggarannya sebesar Rp321 triliun dan bersifat dinamis (dapat berubah sesuai kebutuhan),” ungkap Menko Airlangga.

Di sisi lain, pemulihan ekonomi nasional juga didukung reformasi struktural dan simplifikasi regulasi melalui UU Cipta Kerja yang sudah mulai diimplementasikan. Salah satunya melalui sistem perizinan berbasis risiko (OSS-RBA) yang telah diluncurkan pada tanggal 9 Agustus 2021.

Pemerintah juga telah memperluas bidang usaha untuk penanaman modal disertai dengan insentif fiskal dan non fiskal untuk mendorong penciptaan lapangan kerja baru. Kemudian, juga mengakselerasi masuknya investasi ke dalam negeri melalui pembentukan Lembaga Pengelola Investasi.

“Pemerintah berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan seluruh stakeholderdalam menangani pandemi dan mempercepat pemulihan ekonomi. Komitmen ini akan membantu dalam mewujudkan ekonomi yang berkelanjutan,” tutup Menko Airlangga. (rep/fsr/*)

KPK Eksekusi Syahrial ke Tanjunggusta

M Syahrial.

JAKARTA, SUMUTPOS.Co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi Wali Kota Tanjungbalai nonaktif, M Syahrial ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I Medan. Eksekusi terhadap terpidana Syahrial dilakukan JPU KPK setelah hukuman 2 tahun pidana penjara yang dijatuhkan majelis hakim telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah sesuai putusan Pengadilan Tipikor pada PN Medan Nomor : 46/Pid.Sus-TPK/2021/PN. Medan tanggal 20 September 2021.

M Syahrial.

Hal itu dibenarkan Kepala Rumah Tahanan (Karutan), Theo Adrianus Purba ketika dikonfirmasi wartawan melalui via WhatsApp, Kamis (7/10) petang. “Benar, kita telah menerima terpidana bernama Muhammad Syahrial sekitar 2 minggu lalu dari jaksa KPK. Eksekusi itu dilakukan karena telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah sesuai dengan putusan Pengadilan Tipikor pada PN Medan,” kata mantan Karutan Kabanjahe ini.

Diketahui, Syahrial terbukti menyuap mantan penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju, sebesar Rp1,6 miliar dengan maksud menghentikan perkara yang sedang ditangani oleh KPK. Atas perbuatannya, majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan yang diketuai As’ad Rahim Lubis menjatuhkan hukuman 2 tahun pidana penjara.

Selain pidana penjara, Syahrial juga dijatuhi pidana denda sebesar Rp100 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 4 bulan. Selain kasus tersebut, Syahrial juga berstatus tersangka dalam kasus perkara dugaan korupsi lelang jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai tahun 2019.

Syahrial diduga menerima suap sebesar Rp200 juta dari Yusmada (tersangka) terkait jabatan Sekretaris Daerah Tanjungbalai. Wali Kota Medan Tanjung Balai Nonaktif ini disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang (UU) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana. (man)

KS Tiga Naga vs PSMS: Fisik Masih Bermaslah

DUEL UDARA: Pemain PSMS dan KS Tiga Naga berduel di udara berebut bola pada laga perdana Liga 2 musim 2021/2022 di stadion Jakabaring Palembang, Kamis (7/10) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS gagal meraih kemenangan pada pertandingan perdananya pada Grup A Liga 2 musim 2021/2022. Ayam Kinantan ditahan KS Tiga Naga dengan skor 1-1 di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Kamis (7/10) malam WIB.

DUEL UDARA: Pemain PSMS dan KS Tiga Naga berduel di udara berebut bola pada laga perdana Liga 2 musim 2021/2022 di stadion Jakabaring Palembang, Kamis (7/10) malam.

PSMS memulai laga dengan gerogi. Mereka seolah kaget dengan permainan cepat yang diperagakan para pemain muda KS Tiga Naga. Pada menit-menit awal, Tiga Naga sedikit mendominasi jalannya laga.

Ayam Kinantan baru bisa keluar dari tekanan 10 menit kemudian. Peluang pertama diperoleh Joko Susilo pada menit ke-10. Memanfaatkan umpan crosing Ghozali Siregar, sundulannya masih melenceng dari gawang.

Dua menit kemudian Rachmad Hidayat melakukan percobaan tendangan dari luar penalti namun belum menemukan arah yang jelas. Menit ke-17, tendangan bebas dari Rahmad Hidayat juga belum menemui sasaran. Setelah itu, PSMS memiliki beberapa peluang untuk mencetak gol. Namun, karena terburu-buru untuk mencetak gol, semua peluang gagal menjadi gol. Para pemain depan PSMS juga terlihat selalu bermain individu. Hingga babak pertama usai, tidak ada gol tercipta. 

Pada babak kedua, PSMS langsung menekan Tiga Naga. Usaha anak asuh Ansyari Lubis ini akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-49 melalui tendangan kaki kiri Ichsan Pratama. Gol ini berawal dari sepak pojok yang dilepaskan Ghozali Siregar. Bola berusaha dihalau pemain belakang Tiga Naga dan jatuh di kaki Ichsan Pratama. Dia pun melepaskan tendangan terukur tanpa bisa dijangkau kiper Tiga Naga, Jefri Wibowo. 

Selepas gol itu, para pemain PSMS terus menggempur pertahanan Tiga Naga. Laga pun berjalan keras, sehingga Ghozali  harus ditarik keluar dan digantikan Yohanis Nabar. Kemudian Ilham Fatoni juga harus ditandu keluar dan digantikan Rizky Sena. Keluarnya kedua pemain ini membuat permainan PSMS sedikit menurun. Tiga Naga juga memasukkan Nico Malau untuk menambah daya gempur. Strategi ini membuahkan hasil. Pada menit ke-74, Nico Malau berhasil menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan umpan tusukan dari lapangan tengah.

Terkejut degan gol penyama ini, PSMS kembali berusaha bangkit. Pada injury time, Rahmad Hidayat memiliki peluang, namun tendangannya masih ditepis kiper Tiga Naga. Laga berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil imbang ini membuat PSMS harus menang pada pertandingan kedua melawan Babel United, 11 Oktober mendatang.

Pelatih PSMS Ansyari Lubis mengakui pertandingan berjalan sengit, karena Tiga Naga menampilkan permainan cepat. Faktor fisik dan komunikasi masih menjadi masalah bagi timnya. “Babak pertama, kita mempu mengimbangi permainan cepat Tiga Naga. Namun, mulai pertengahan babak kedua, stamina pemain mulai kedodoran. Ini harus dibenahi pada pertandingan selanjutnya,” ungkapnya.

Dia juga menyoroti soal finising. Menurutnya, PSMS memiliki banyak peluang, namun gagal dikonversi menjadi gol akibat terlalu buru-buru. “Babak kedua kita memiliki banyak peluang, tapi gagal menjadi gol. Ini juga harus dibenahi,” pungkasnya. (dek)

Sehari, 250 Sopir Angkot Divaksin

MEDAN, SUMUTPOS.CO – GUNA menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Perhubungan yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan melakukan vaksinasi kepada para sopir angkutan kota (Angkot) di Kota Medan. Vaksinasi ini digelar di sentra vaksinasi Covid-19 di lahan kosong samping Plaza Medan Fair, Kamis (7/10).

Hingga kemarin, tercatat sekitar 30 persen atau 4.500 sopir dari total 15.000 sopir angkutan umum di Kota Medan yang telah menjalani vaksinasi. Targetnya, seluruh sopir angkot dan para pekerja transportasi di Kota Medan akan divaksin.

Hal itu dilakukan, guna mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di dalam angkutan umum.

“Per hari ini (kemarin), 30 persen sopir-sopir angkutan umum kita sudah vaksin,” ucap Bobby di lokasi vaksinasi didampingi Kepala Dinas Perhubungan Iswar Lubis, Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Mardohar Tambunan, Anggota Komisi II DPRD Medan Afif Abdillah, dan Sekretaris Organda Medan.

Namun begitu, kata Bobby, Pemko Medan tetap harus berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan TNI/Polri. Pasalnya hingga saat ini, vaksinasi yang ada di Pemko Medan hanya bisa disuntikkan untuk warga Medan. Padahal, ada cukup banyak sopir angkutan umum di Kota Medan yang bukan merupakan warga Kota Medan, melainkan warga Deliserdang, Binjai dan daerah sekitar Medan lainnya.

“Karena ada banyak juga yang dari Deliserdang, Binjai. Makanya kita akan koordinasi dengan Provinsi untuk vaksinasinya, karena vaksin kita hanya untuk warga Kota Medan,” ujar Bobby.

Vaksinasi bagi sopir angkot ini, terang Bobby, juga merupakan salah satu bentuk persiapan Kota Medan dalam menggelar PTM. Pemko Medan berharap, angkutan umum di Kota Medan tidak menjadi media penyebaran Covid-19, khususnya bagi pelajar di Kota Medan.

“Anak-anak kita, adek-adek kita akan mempergunakaan angkutan umum. Angkutan umum juga akan berpotensi menyebarkan virus, kalau pengemudinya yang selalu berinteraksi dengan masyarakat yang keluar masuk di kendaraan itu, bertemu dengan lebih dari 20 orang sehari supirnya. Ini harus terjamin dulu vaksinasinya,” katanya.

Sementara itu, kepada Sumut Pos, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis, mengatakan bahwa vaksinasi bagi para pekerja transportasi di Medan, khususnya sopir angkutan umum di Medan akan di gelar secara bertahap. Setiap harinya, sedikitnya akan ada 250 sopir angkot di Kota Medan yang akan divaksinasi.

“Berkolaborasi dengan rumah sehat, mulai hari ini kita akan memvaksinasi 250 sopir di Kota Medan. Maka kita buka kesempatan seluas-luasnya, bagi semua pekerja di bidang transport dan keluarganya,” ucap Iswar.

Tak cuma sopir angkot, terang Iswar, Dishub Medan juga membuka kesempatan bagi para juru parkir (Jukir) dan keluarganya merupakan warga Medan untuk ikut vaksinasi di lokasi sentar vaksinasi tersebut. “Silahkan mendaftar ke Dinas Perhubungan melalui Kabid-Kabid kami ini, nantinya berkoordinasi dengan rumah sehat. Nanti 250 orang akan divaksinasi setiap harinya,” ujarnya.

Dijelaskan Iswar, untuk sopir-sopir yang belum divaksinasi Covid-19, pihaknya belum ada mengatur regulasi berupa sanksi untuk melarang sopir-sopir tersebut beroperasi sebelum divaksin.

“Belum sampai (ke sanksi), tapi kita terus berkoordinasi dengan Organda. Kedepannya kita akan mengimbau agar vaksinasi ini akan menjadi salah satu persyaratan. Kalau masih ada yang membandel, maka kita serahkan ke Organda,” jelasnya.

Untuk bisa divaksinasi, setiap sopir dan para pekerja transporrasi dan keluarganya, cukup membawa KTP. “Hanya saja memang, mohon maaf kami, kalau KTP yang dimaksud harus KTP Medan. Namun kedepannya, Pemko Medan akan berkoordinasi dengan Pemprov Sumut supaya mereka yang bukan warga Medan bisa divaksin juga,” tuturnya.

Sebab targetnya, lanjut Iswar, seluruh sopir angkutan umum di Kota Medan sudah di vaksinasi. Namun begitu, setiap sopir juga disarankan untuk melakukan vaksinasi di setiap puskesmas terdekat. Sebab tidak ada ketentuan bahwa sopir angkutan umum harus divaksinasi di lokasi tersebut.

“Jadi lokasi ini membantu agar sopir bosa divaksin, tapi kalaumereka mau vaksin sendiri di puskesmas-puskesmas terdekat dengan rumahnya, ya bisa saja. Intinya sentra ini juga bertujuan agar sopir-sopir ini tidak mengeluh susah mendapatkan vaksin, maka kita buka kesempatan seluas-luasnya. Jangan lagi ada alasan sopir tidak vaksin, karena sudah difasilitasi,” tutupnya. (map)