JAYAPURA, SUMUTPOS.CO – Tim Sepakbola Sumatera Utara menelan kekalahan atas Aceh 1-2 dalam pertandingan pertama Grup D babak 6 Besar PON XX Papua di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Jumat (8/10/2021).
Tim sepak bola Sumatera Utara. (IST)
Kekalahan itu membuat Sumut wajib meraih kemenangan saat menghadapi tuan rumah Papua pada pertandingan kedua atau laga terakhir babak 6 Besar pada Minggu (10/9) pukul 15.00 WIT. Kemenangan atas Papua akan membuka peluang Sumut lolos ke semifinal.
Sumut yang mengincar kemenangan atau minimal mencuri poin untuk memudahkan langka menuju semifinal, sebenarnya tampil mendominasi penyerangan sejak babak pertama. Kondisi itu memaksa pemain Aceh lebih banyak tampil bertahan.
Walau tampil di bawah tekanan, justru Aceh yang mampu mencetak gol pembuka di babak kedua disumbangkan Akhirul Wadhan pada menit 51. Serangan balik tim Tanah Rencong kembali membobol gawang Sumut yang dikawal Bambang Rahmad Hidayat di menit 77.
Gol kedua Aceh asuhan pelatih Fakhri Husaini kembali disumbangkan Akhirul Wadhan yang lolos dari kawalan pemain Sumut dalam skema serangan balik yang cepat. Akhirul melepas tendangan keras dari luar kotak penalti dan bola gagal diantisipasi kiper Sumut, Bambang.
Tertinggal dua gol, Sumut masih terus ngotot menyerang. Hasilnya, tim asuhan Pelatih Colly Misrun mencetak gol balasan melalui tendangan penalti Rian Ramadhan di masa injury time yang langsung disambut pluit panjang wasit. Sumut harus menerima kekalahan 1-2 atas Aceh.
Hasil ini membuat Aceh menyamai perolehan poin tuan rumah Papua yang sebelumnya menang 1-0 atas Aceh. Sumut wajib menang saat melawan Papua jika ingin membuka peluang lolos ke semifinal.
Pelatih Tim Sepakbola Sumut, Colly Misrun, menilai Sumut harusnya bisa memenangkan pertandingan atas Aceh. Dia melihat timnya sudah bermain sesuai rencana awal tampil menyerang sejak pertandingan dimulai.
“Belum rezeki kita menang hari ini. Anak-anak sudah bermain sesuai rencana, mendominasi penyerangan. Tapi kita kecolongan saat serangan balik lawan. Ini yang memang sejak awal saya khawatirkan, serangan balik Aceh berbahaya dan pemain kita kurang siap,” ucap Colly.
Walau begitu, Colly berharap para pemainnya segera melupakan kekalahan atas Aceh. Dia ingin tim kembali fokus menatap laga penentu melawan tuan rumah Papua.
“Peluang masih ada, sekecil apapun itu, kita tetap optimis bisa memanfaatkannya. Kita sudah tahu permainan Papua, mereka sama saja seperti kita. Makanya kita tetap optimis. Mohon doa warga Sumut untuk keberhasilan tim kami,” ucap Colly. (rel/dek)
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Kantor Hukum Area Law Office, Yayasan Masyarakat Pelestari Lingkungan (Mapel) Indonesia, dan PT Azzahra Tiga Saudara (ATS) menggelar doa bersama puluhan anak yatim di Mushola As-Syuhadah di Jalan Darmais III Nomor 67 Komplek Cacat Veteran RI, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Jumat (8/10/2021).
DOA BERSAMA: Kantor Hukum Area Law Office, Yayasan Mapel Indonesia, dan PT ATS menggelar doa bersama puluhan anak yatim di Mushola As-Syuhadah, Jumat (8/10/2021). (IST)
Direktur Area Law Office Yosi Yudha F SH, mengatakan kegiatan ini pertama kali mereka lakukan dan akan menjadi agenda rutin setiap Jumat. Di samping itu, juga bertujuan untuk menjalin hubungan silaturahim serta mewujudkan rasa kepedulian kepada sesama di saat situasi dan kondisi yang masih dalam masa pandemi Covid sekarang ini.
“Semoga melalui kegiatan ini, Allah Subhanahu Wata’ala Tuhan Yang Maha Esa memberikan kesehatan lahir bathin, umur yang berkah, rezki halal yang berlimpah dan kemudahan untuk menyelesaikan urusan dunia akhirat serta menjadikan hubungan silaturahim kita semua semakin erat,” ucap Yosi.
Ketua Umum Mapel Muhammad Ridho, berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, sebab masih banyak ladang amal yang bisa dibuat di masa yang akan datang. Contohnya, menjaga lingkungan sekitar dan mengajak masyarakat untuk peduli dengan lingkungan itu sendiri.
“Mapel siap berkolaborasi dengan berbagai pihak sesuai moto yang kita junjung ‘Selamatkan Bumi Lestarikan Lingkungan demi terwujudnya ketahanan pangan’,” ujarnya.
Senada dengan dua narasumber sebelumnya, Komisaris PT Azzahra Tiga Saudara Jaka Mandawarta, juga menginginkan agar kegiatan ini terus berlanjut. Sebab di masa sulit sekarang ini, bantuan seperti ini sangat berarti bagi masyarakat, khususnya bagi para anak yatim.
“Insya Allah di Jumat berikutnya kita bisa memberikan bantuan kepada lebih banyak lagi anak yatim. Doa mereka adalah berkah buat kita secara pribadi maupun perusahaan,” pungkasnya. (map)
YOGYAKARTA, SUMUTPOS.CO – Program Kartu Prakerja telah mendapatkan perhatian besar dari masyarakat di masa pandemi ini. Antusiasme masyarakat terlihat dari 75 juta orang yang mendaftar sejak pertama kali program ini diluncurkan pada tahun 2020 lalu. Melalui Program Kartu Prakerja, Pemerintah telah menyalurkan insentif sebesar 13,36 triliun rupiah pada tahun 2020 dan untuk tahun ini sebesar 9,42 triliun rupiah juga telah disalurkan sebagaimana tercatat per Oktober 2021.
Program Kartu Prakerja inklusif menjangkau peserta di 514 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia dan jumlah penerima setiap provinsi mayoritas mengalami peningkatan. Dalam setiap kesempatan kunjungan kerja, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga bertemu langsung dengan para penerima Program Kartu Prakerja untuk mendengarkan suka dan duka para alumni Program Kartu Prakerja serta berdialog mengenai manfaat yang telah diterima setelah mendapatkan pelatihan dan insentif dari program tersebut.
Memulai serangkaian agenda dalam kunjungan kerjanya di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (8/10), Menko Airlangga juga bertemu muka dan berbincang langsung dengan para alumni Program Kartu Prakerja di kawasan kuliner Karangmloko, Yogyakarta. Pertemuan yang diselenggarakan dengan konsep back to nature di area terbuka tersebut berlangsung dalam suasana yang hangat dan santai.
Setibanya di lokasi acara, Menko Airlangga memberi contoh dan mengajak seluruh yang hadir untuk selalu menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).
Sebagai informasi, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu provinsi yang memiliki jumlah penerima Program Kartu Prakerja yang meningkat dari tahun 2020 ke 2021 dan berdasarkan jumlah penerima, berada di posisi ke-16 nasional.
Dari gelombang 1 hingga 21, total penerima Program Kartu Prakerja di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 258.176 penerima. Secara rinci, jumlah penerima Program Kartu Prakerja di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2020 terdapat 98.619 penerima dan tahun pada 2021 terdapat 149.557 penerima.
“Saya sangat mengapresiasi para alumni Program Kartu Prakerja yang ulet dan tetap bersemangat mengembangkan kemampuannya di masa pandemi dengan memanfaatkan program yang diinisiasi Pemerintah dan melihat ini sebagai peluang,” ujar Menko Airlangga.
Lima Kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki jumlah penerima tertinggi adalah Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo. Sebanyak 55% penerima merupakan lulusan SMA/SMK dan dari segi usia, sebanyak 30% penerima berada pada usia 26 hingga 35 tahun. Keberhasilan Program Kartu Prakerja sangat bergantung kepada bagaimana penerimanya memanfaatkan pelatihan yang ada.
Menko Airlangga mengajak seluruh penerima Kartu Prakerja agar menggunakan kesempatan ini untuk skilling, upskilling, dan reskilling. Dalam diskusi santai tersebut, para alumni yang hadir berasal dari berbagai bidang mulai dari pemandu wisata, staf Tata Usaha di sebuah sekolah, pengajar lepas secara online, pekerja lepas pada sektor industri kreatif, karyawan perusahaan fintech, kuliner dan pemasaran digital.
Para alumni Program Kartu Prakerja di Yogyakarta ini membuktikan bahwa sertifikat dan manfaat yang didapat dari Program Kartu Prakerja tidak hanya bisa digunakan untuk berwirausaha tetapi juga bisa mendukung karir bagi mereka yang bekerja sebagai staf atau karyawan. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyaluran KUR dari Bank BNI kepada debitur yang merupakan alumni Program Kartu Prakerja.
“Program Kartu Prakerja ini akan diteruskan tahun depan,” ungkap Menko Airlangga.
Bersamaan dengan HUT Kota Yogyakarta ke-265 pada 7 Oktober 2021, Menko Airlangga hadir dengan harapan tema peringatan HUT Yogyakarta tahun ini yaitu Tanggap, Tanggon dan Tuwuh dapat menjadi prinsip yang diterapkan masyarakat Kota Yogyakarta dalam menghadapi masa pandemi. Ini dapat menjadi momentum bagi masyarakat Kota Yogyakarta untuk terus beradaptasi, kokoh dan terus berkembang menghadapi masa pandemi dan bisa kembali menguatkan ekonomi daerah, khususnya melalui sektor pariwisata, agar segera pulih seiring dengan pandemi yang mulai terkendali.
“Dalam Program Kartu Prakerja juga ada beberapa pelatihan yang bisa mendukung sektor wisata, misalnya Bahasa Inggris yang mana pelatihan ini bisa diambil untuk meningkatkan kemampuan berbahasa para pemandu wisata. Pemerintah juga akan kembali membuka pelabuhan internasional di Bali dan Kepulauan Riau. Ada juga beberapa event besar internasional setelah PON yang akan diselenggarakan di Indonesia dan sudah disiapkan peraturannya dan tetap menjaga protokol kesehatan. Sehingga dengan dorongan ini, sektor pariwisata bisa di jumpstart,” pungkas Menko Airlangga.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPR RI, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, dan Vice President Hubungan Kelembagaan BNI. (ltg/fsr/*)
SUMUTPOS.CO – Indonesia diyakini punya potensi besar menjadi negara superpower dunia dalam perdagangan carbon dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta, khususnya kerja sama internasional untuk mendukung kebijakan untuk mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca.
LAWATAN KE PARIS: Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono melakukan kunjungan kerja ke Paris, Perancis pada 5—6 Oktober 2021 untuk menghadiri Pertemuan Dewan Menteri OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD Ministerial Council Meeting).
Keyakinan ini diungkapkan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat melakukan lawatan Paris Perancis bertemu Dewan Menteri OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) menghasilkan potensi besar bagi Indonesia.
“Indonesia berpotensi menjadi carbon offset superpower di dunia melalui perdagangan karbon sukarela secara internasional. Namun, kerja sama internasional diperlukan untuk mendorong kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam rangka pengembangan kerangka regulasi kebijakan yang efektif,” jelas Mendag Lutfi.
Dalam sesi Building A Green Future, Indonesia secara tegas juga menyampaikan komitmennya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebagaimana tercantum dalam kesepakatan Paris Agreement. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui kebijakan carbon pricing.
Seperti diketahui, Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi melakukan kunjungan kerja ke Paris, Perancis pada 5—6 Oktober 2021 untuk menghadiri Pertemuan Dewan Menteri OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD Ministerial Council Meeting). Keikutsertaan Indonesia dalam kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai negara di dunia serta membahas berbagai isu perdagangan terkini. Dalam kunjungannya, Mendag turut didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono.
Dalam pertemuan ini, Mendag menghadiri sesi-sesi pleno tingkat menteri, yaitu sesi Building a Green Future yang membahas Innovation and Inclusive Pathways to Net-Zero, sesi Building an Inclusive Future yang membahas Promoting an Inclusive Digital Transformation, serta mengadiri kegiatan working lunch dengan tema Promoting Trade for All.
Hal lain yang dibahas pada Building a Green Future ini, yaitu upaya mendorong agenda pemulihan ekonomi yang kini juga dikemas untuk mendukung agenda transisi menuju ekonomi hijau, inovasi, dan peluang ekonomi baru bagi para pekerja. Untuk mencapai upaya pemulihan ekonomi yang dipadukan dengan pencapaian target net zero emission, tentunya memerlukan kerja sama internasional. Hal ini dapat dilihat dari beberapa inisiatif yang diluncurkan beberapa negara seperti Green Deal (Uni Eropa), Build Back Better World (G7), Beyond Zero initiative (Jepang), dan Blue Dot Network (Amerika Serikat, Jepang, dan Australia).
Sedangkan, dalam sesi working lunch, para menteri memastikan manfaat perdagangan dapat dirasakan seluruh pihak lapisan masyarakat dan lingkungan. Pada dasarnya, para menteri menyadari bahwa adanya urgensi untuk mengembangkan kebijakan perdagangan yang dapat berkontribusi atas permasalahan sosial, ekonomi dan lingkungan, termasuk antara lain perlindungan kesejahteraan pekerja, wanita dan anak-anak, serta kompetisi, subsidi, kelestarian lingkungan, dan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Pertemuan Bilateral Di sela rangkaian kegiatan Pertemuan Dewan Menteri OECD, Mendag Lutfi melakukan beberapa pertemuan bilateral dengan negara-negara sahabat, yaitu Kazakhstan, Prancis, Amerika Serikat, Kanada, Spanyol, Uni Eropa, dan juga dengan Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala.
Pada hari pertama (5/10), Mendag Lutfi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan dan Integrasi Kazakhstan Bakhyt Sultanov. Dalam pertemuan ini, kedua Menteri membahas rencana persiapan pelaksanaan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-12 WTO di Jenewa pada Desember tahun ini, dimana Kazakhstan akan menjadi Chair pada kegiatan tersebut. Kedua Menteri juga membahas isu-isu strategis yang dapat dilakukan untuk dapat mencapai konsensus pada KTM ke-12 mendatang, antara lain isu pertanian, subsidi perikanan (fisheries subsidies), HAKI, serta isu-isu terkini lainnya.
Berikutnya, Mendag Lutfi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Daya Saing Ekonomi Prancis Franck Riester. Pertemuan membahas penguatan hubungan perdagangan bilateral dan investasi kedua negara antara lain terkait diversifikasi produksi nikel, energi terbarukan, akses pasar produk ban, dan TV digital. Selain itu, kedua Menteri juga mendiskusikan kelanjutan perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUE-CEPA), persiapan KTM WTO ke-12 dan G20, serta beberapa isu perdagangan lainnya.
Selanjutnya, Mendag Lutfi bertemu dengan Head of United States Trade Representative (USTR) Ambassador Katherine Tai. Pertemuan membahas beberapa isu perdagangan multilateral yang strategis, antara lain terkait subsidi perikanan, perdagangan jasa, penguatan WTO, serta isu terkini di forum multilateral. Selain itu, turut dibahas persiapan pelaksanaan perundingan Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) ke-18 yang akan dilaksanakan November tahun ini.
Kemudian, Mendag Lutfi juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Usaha Kecil, Promosi Ekspor dan Perdagangan Internasional Kanada Mary Ng. Kedua negara sepakat memulai perundingan pertama Indonesia-Canada CEPA (ICA-CEPA) pada awal 2022. Pihak Kanada menginformasikan, saat ini tengah dalam proses internal di parlemen sebelum dimulainya perundingan.
Mendag Lutfi menyampaikan harapan agar ketentuan-ketentuan yang berpotensi menjadi isu perundingan dapat disepakati secara pragmatis dan kolaboratif. Sementara itu, terkait hubungan bilateral kedua negara, Kanada mengutarakan keinginan mendapatkan akses pasar untuk produk daging sapi dan perhatian sektor swasta Kanada yang memenuhi ketentuan standar halal di Indonesia tanpa memberikan hambatan perdagangan.
Memulai hari ke-2 OECD MCM Paris (6/10), Mendag Lutfi bertemu dengan Menteri Industri, Perdagangan, dan Pariwisata Spanyol Maria Reyes Maroto. Menteri Maroto mengawali pertemuan dengan menyambut positif proses perundingan Indonesia-EU CEPA yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi kedua pihak. Mendag Lutfi menyampaikan harapan agar Spanyol dapat turut memberikan dorongan politis kepada pihak Uni Eropa untuk dapat segera mendapatkan kemajuan pembahasan sebelum putaran 11 perundingan IEU-CEPA dilaksanakan pada November 2021.
Spanyol juga menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu prioritas bagi ekspansi bisnis dan perdagangan pelaku usaha Spanyol. Untuk itu, direncanakan kunjungan Menteri Maroto dalam waktu dekat bersama dengan perwakilan bisnis (trade mission) untuk meningkatkan hubungan perdagangan kedua negara khususnya di sektor infrastruktur, air dan sanitasi, renewables, dan sektor lainnya. Mendag Lutfi menyambut baik rencana tersebut dan menyampaikan kepentingan Indonesia untuk mendapatkan investasi dan transfer teknologi dalam rangka menghindari persoalan Middle-Income Trap agar dapat menjadi negara penghasil dan pengekspor produk bernilai tambah.
Selanjutnya, Mendag Lutfi melakukan pertemuan bilateral dengan Executive Vice President Uni Eropa Valdis Dombrovskis. Pertemuan membahas dua hal, yaitu Indonesia-EU CEPA dan persiapan KTM WTO ke-12. Mengenai perundingan IEU-CEPA, Mendag Lutfi menyampaikan bahwa komunitas bisnis Indonesia memiliki minat yang tinggi terhadap penyelesaian perundingan tersebut. Namun, belakangan ini hubungan perdagangan bilateral kedua negara diwarnai beberapa isu yang mempengaruhi dinamika perundingan.
Kedua pihak sepakat untuk memberikan mandat kepada para negosiator untuk memperoleh kemajuan signifikan pada putaran ke-11 perundingan IEU-CEPA pada 8—12 November 2021 mendatang secara daring.
Mendag Lutfi dan EVP Dombrovskis direncanakan akan kembali bertemu di sela-sela KTM WTO ke-12. Selain itu, pihak Uni Eropa mengharapkan dukungan Indonesia atas proposal Trade and Health Initiative sebagai salah satu outcome dari KTM ke-12 WTO. Indonesia mengakui bahwa dalam upaya mengatasi pandemi, kesepakatan terkait fleksibilitas ketentuan perjanjian Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPs) tetap diperlukan khususnya bagi negara berkembang guna mendapatkan akses vaksin.
Sedangkan, untuk menjalin konsensus mengenai beberapa isu prioritas pada KTM WTO ke-12, Mendag Lutfi melakukan pertemuan bilateral dengan Dirjen WTO Ngozi Okonjo-Iweala. Dalam pertemuan ini, Indonesia menyatakan kesiapannya untuk melakukan konsolidasi dengan negara berkembang anggota WTO khususnya guna mencari kesamaan untuk isu pertanian, subsidi perikanan, dan TRIPs waiver. (*)
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO- Personel Satnarkoba Polres Tebingtinggi menangkap AW alias Wahab (39), atas kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu. Dari pelaku, disita barang bukti berupa 1 paket plastik klip transparan yang berisi serbuk kristal diduga narkotika jenis sabu seberat 1,08 gram, 1 buah kotak rokok Club X, 1 buah plastik klip kosong, 1 bungkus plastik asoy warna kuning serta 1 unit handphone Nokia warna putih.
Kasat Narkoba Polres Tebingtinggi AKP M Yunus Tarigan melalui Kasubbag Humas Iptu Agus Arianto mengungkapkan, Wahab merupakan warga Dusun IV Desa Binjai, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), ditangkap pada Selasa (5/10/2021) siang sekira pukul 14.30 WIB.
“Pelaku berhasil ditangkap di sekitar kediamannya, tepatnya di sebuah ladang ubi. Penangkapan pelaku berkat informasi dari masyarakat yang mengatakan, di perladangan ubi tersebut sering terjadi peredaran narkotika jenis sabu,” ungkap Iptu Agus Arianto kepada wartawan, Jumat (8/10/2021).
Kini Wahab beserta barang bukti telah diamankan di Satnarkoba Polres Tebingtinggi dan akibat perbuatannya pelaku akan dijerat dengan melanggar Pasal 114 ayat (1), subsider Pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika. (ian)
TINJAU: Gubsu Edy Rahmayadi meninjau lokasi pembangunan Fasilitas Pengolahan Limbah Terpadu (FPLT) di kompleks Kawasan Industri Medan (KIM), Jalan Pulau Batam, Percutseituan, Deliserdang, sekaligus menghadiri syukuran hari jadi ke-33 tahun PT KIM, Kamis (7/10). Dinas Kominfo Provinsi Sumut for sumutpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meninjau lokasi pembangunan Fasilitas Pengolahan Limbah Terpadu (FPLT) di kompleks Kawasan Industri Medan (KIM), Jalan Pulau Batam, Percut Seituan, Deliserdang, Kamis (7/10). Keberadaan sarana ini diharapkan dapat mengurangi biaya pengolahan limbah, terutama limbah bahan beracun dan berbahaya (B3).
TINJAU: Gubsu Edy Rahmayadi meninjau lokasi pembangunan Fasilitas Pengolahan Limbah Terpadu (FPLT) di kompleks Kawasan Industri Medan (KIM), Jalan Pulau Batam, Percutseituan, Deliserdang, sekaligus menghadiri syukuran hari jadi ke-33 tahun PT KIM, Kamis (7/10). Dinas Kominfo Provinsi Sumut for sumutpos.
“Saya memang menginginkan ada yang seperti ini di Sumut, sejak tiga tahun lalu. Karena ini akan banyak manfaatnya, terutama dalam hal pengolahan limbah, khususnya B3, dari Rumah Sakit,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi didampingi Dirut PT KIM Ngurah Wirawan, Direktur Pengembagan dan Operasioal M Hita Tunggal dan Direktur Operasi I PT Adhi Karya Suko Widigdo.
Di lokasi pembangunan FPLT seluas lima hektare tersebut, Gubernur mengunjungi beberapa sarana pengoperasian pengolahan limbah, seperti laboratorium dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Gubernur pun menyampaikan bahwa usulan membangun kawasan seperti ini sejak tiga tahun lalu, karena beberapa laporan dan permohonan dari Rumah Sakit (RS) terkait pengolahan limbah B3.
”Karena biaya pengolahan limbah, khususnya B3 dari Rumah Sakit, harus dikirim ke Jawa Barat. Bisa dibayangkan berapa anggaran yang harus dikeluarkan untuk itu. Bahkan ada yang mencoba mengolah sendiri limbahnya, dengan cara yang tidak benar,” jelas Gubernur.
Gubernur bersyukur bahwa proyek yang telah dilakukan peletakan batu pertama tahun lalu, kini dalam progres yang baik. Sebab pada dasarnya, ide dan permohonan pembangunan instalasi pengolahan limbah terpadu ini sudah ia sampaikan pada 2018 silam.”Ini akan mempermudah penghapusan limbah, mengurangi biaya dan pastinya menampung banyak tenaga kerja,” pungkasnya.
Sementara Direktur Utama (Dirut) PT KIM Ngurah Wirawan mengapresiasi kehadiran Gubernur Edy Rahmayadi yang meninjau lokasi pembangunan FPLT tersebut. Dengan sarana ini, kawasan perindustrian ini akan memiliki pengolahan limbah yang berkapasitas cukup besar. Karenanya mereka meminta agar seluruh progres yang sudah berjalan, diyakinkan dapat mencapai target sebagaimana arahan Gubernur.
Senada dengan itu, Direktur Operasi I PT Adhi Karya Suko Widigdo menjelaskan bahwa di dalam FPLT ada beberapa proses. Pada tahap I, katanya, ada laboratorium B3, sarana pelatihan SDM untuk keperluan pengolahan limbah B3, IPAL dengan kapasitas COD (Chemical Oxygen Demand) tinggi bagi limbah berat. “Itu akan kami olah (limbah), sementara rencana 200 titik (pengolahan), dari target 500 titik. Kemudian kita ada insinerator, dan TPS (Tempat Pengolahan Sampah),” ujarnya.
Usai meninjau lokasi pembangunan FPLT, Gubernur pun menghadiri acara perayaan hari jadi ke-33 tahun PT KIM di Kantor Pusat PT KIM di kompleks tersebut. Ditandai dengan pemotongan tumpeng. (prn/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Konflik dualisme Pimpinan Yayasan Dwiwarna yang tak kunjung berakhir, membuat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikburistek) resmi mencabut izin Institut Teknologi Medan (ITM) sesuai nomor 438/E/O/2021.
Hal tersebut dibenarkan Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara Prof Dr Ibnu Hajar Damanik kepada wartawan, Kamis (7/10). Ia mengatakan izin ITM dicabut sejak tertanggal 4 Oktober 2021, lalu. “Sudah ditutup dan dicabut. Pencabutan izin perguruan tinggi dan program studinya, seluruh sepuluh program studinya kami cabut mulai 4 Oktober,” ungkap Prof Ibnu Hajar.
Dengan surat keputusan ini, Prof Ibnu Hajar mengimbau kepada pihak ITM tidak diperbolehkan menggelar aktivitas akademis di dalam kampus beralamat di Jalan Gedung Arca, Kota Medan itu. “Tidak boleh ada aktivitas kampus lagi, kalau dilaksanakannya menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing. Bila merugikan orang lain, maka orang yang dirugikan boleh menuntut,” kata Prof Ibnu Hajar.
Ibnu menjelaskan, untuk para mahasiswa yang terdaftar di kampus ITM, pihaknya akan memfasilitasi untuk kepindahan ke kampus lain di Kota Medan untuk melanjuti perkuliahan.”Akan kami pindahkan. Itu sebenarnya tanggungjawab yayasan, tapi akan kami fasilitasi,” kata Prof. Ibnu Hajar.
Kemudian, lanjutnya, untuk mahasiswa yang telah melaksanakan sidang akhir, pihaknya berupaya bisa mengeluarkan ijazahnya. “Untuk urusan yang sudah tamat, didalam surat keputusan itu, kita ambil posisi untuk memfasilitasi itu, jadi kita lakukan dengan mekanisme kita,” ucap Ibnu Hajar.
Setelah keluarnya Surat Keputusan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim. Prof Ibnu Hajar menjelaskan, pencabutan izin perguruan tinggi swasta itu bersifat permanen.
Namun, bila Yayasan Dwiwarna ingin membuka kampus ITM kembali, maka harus melewati beberapa prosedur.”Mekanismenya ikut pembukaan baru karena ini sudah objek sengketa tata usaha negara. Hanya dengan melalui mekanisme pengadilan tata usaha negara baru bisa dibuka kembali,” pungkas Prof Ibnu Hajar.
Seperti diketahui, kisruh dualisme Yayasan Pendidikan Dan Sosial Dwiwarna selaku penyelenggara pendidikan Institut Teknologi Medan (ITM) yang berlarut-larut menyebabkan proses belajar dan mengajar serta jadwal wisuda sarjana terganggu hampir satu tahun.
Bahkan, pada 26 Agustus 2020 lalu, LLDIKTI sebagai pengawas penyelenggara pendidikan merespon situasi ini dengan pencabutan pembinaan pada ITM, yang menyebabkan adanya larangan melakukan penerimaan mahasiswa baru dan penyelenggara wisuda, diberikan waktu beberapa bulan sampai ITM berbenah.
Berbagai upaya dilakukan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumut dengan mengundang kedua pihak Yayasan Pendidikan Dan Sosial Dwiwarna yang saling mengklaim sebagai pembina yayasan, yakni Cemerlang dan Dr Mahrizal Masri.
Namun kesepakatan mengakhiri konflik dualisme yayasan justru takmenemui titik terang. Dampak konflik yayasan menyebabkan dualisme Rektor ITM yakni Pelaksanatugas atau Plt Rektor Ir Ramlan Tambunan, yang ditunjuk oleh pembina yayasan bernama Cemerlang.
Adapun Rektor ITM versi pemilihan Senat Institut tahun 2020, Dr Kuswandi, tidak diakui LLDikti, membuat konflik semakin tajam. Akibatnya nasib ribuan mahasiswa kian tak menentu.
Bahkan, puluhan dosen dan karyawan dipecat atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak dengan alasan dampak Covid-19. Surat PHK itu ditandatangani Munajat selaku pengurus Yayasan Pendidikan Dan Sosial Dwiwarna dan Plt Rektor ITM Ramlan Tambunan. (gus/ila)
INVESTIGASI : Abyadi Siregar Ketua Ombudsman Wilayah Sumut melakukan investigasi kepada pemerintah kabupaten Nias Selatan (Dinas Pendidikan), Dosen perguruan tinggi Yayasan Pendidikan Nias Selatan, Inspektorat, dan perwakilan BEM dari masing-masing prodi di ruang rapat kantor Dinas Pendidikan Nias Selatan, Selasa, (5/10).
NISEL, SUMUTPOS.CO – Ombudsman perwakilan Sumatera Utara melakukan investigasi atas dugaan maladministrasi pembayaran uang kuliah oleh Bupati Nias Selatan kepada Yayasan Pendidikan Nias Selatan (YPNS) di ruang rapat Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan, Jalan Lagundri KM. 7, Selasa (5/10).
INVESTIGASI : Abyadi Siregar Ketua Ombudsman Wilayah Sumut melakukan investigasi kepada pemerintah kabupaten Nias Selatan (Dinas Pendidikan), Dosen perguruan tinggi Yayasan Pendidikan Nias Selatan, Inspektorat, dan perwakilan BEM dari masing-masing prodi di ruang rapat kantor Dinas Pendidikan Nias Selatan, Selasa, (5/10).
Dalam rapat investigasi yang dilakukan oleh tim Ombudsman bersama Dinas Pendidikan, pihak Yayasan Pendidikan Nias Selatan, Inspektorat dan perwakilan mahasiswa yang diwakilkan BEM dari masing-masing prodi, terkesan tertutup karena pada saat beberapa wartawan melakukan peliputan, pintu ruang rapat sengaja ditutup oleh salah seorang staf dinas pendidikan.
“ Jadi, kedatangan kita di sini untuk mencari penyelesaian atau mencari masalahnya di mana sehingga kemudian nanti kita berharap ini bisa dituntaskan oleh Bupati Nisel (Pemkab) melaksanakan komitmennya, sehingga perguruan tinggi Yayasan Pendidikan Nias Selatan dapat melaksanakan proses belajar mengajar kepada mahasiswa, sehingga tidak menelantarkan adik-adik kita mahasiswa,” ucap Abyadi Siregar Ketua Ombudsman Wilayah Sumut.
Kedatangannya juga untuk meminta keterangan dari semua stakeholder, adik-adik mahasiswa, dari pihak Yayasan Pendidikan Nias Selatan maupun dari pihak daerah Kabupaten Nias Selatan yang di ketua oleh Dinas Pendidikan.
“Tapi sementara kita berharap bahwa demi untuk menyelamatkan generasi kita, pendidikan adik-adik mahasiswa, maka semua stakeholder terhadap soal ini lakukanlah kewajibannya masing-masing, Pemerintah daerah Kabupaten Nias Selatan lakukanlah kewajiban sesuai yang tertunda MOU dan PKS, perguruan tinggi laksanakan proses belajar mengajar sesuai tugas dan fungsinya dan Kemudian bagi mahasiswa/i bisa belajar dengan baik,” harapnya. (mag-10)
BERSAMA: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu foto bersama dengan Sekretaris Kemenkop UKM RI, Arif Rahman Hakim dan jajaran di Jakarta, Rabu (6/10).Komimfo Dairi for SUMUT POS.
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, bakal mendapat bantuan dari Kementerian Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Republik Indonesia tahun anggaran 2022 mendatang sebesar Rp7,5 miliar.
BERSAMA: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu foto bersama dengan Sekretaris Kemenkop UKM RI, Arif Rahman Hakim dan jajaran di Jakarta, Rabu (6/10).Komimfo Dairi for SUMUT POS.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Rahmatsyah Munthe, Kamis (7/10) mengatakan, tambahan perolehan anggaran itu hasil pertemuan Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu dengan Sekretaris Kemenkop UKM, Arif Rahman Hakim dan jajaran di Jakarta, Rabu (6/10).
“Anggaran tersebut nantinya untuk pusat layanan usaha terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) tahun 2022 dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional (PEN) dari sektor KUMKM di Kabupaten Dairi,” ujar Rahmatsyah Munthe.
Rahmatsyah menjelaskan, pada pertemuan tersebut, Bupati Eddy dan jajaran Kemenkop UKM membahas pengembangan KUMKM, baik dari sumber daya manusia (SDM) maupun sarana dan prasarana. Pertemuan juga membahas upaya peningkatan daya saing kelembagaan koperasi dan UMKM untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain peningkatan kapasitas SDM dan sarana prasarana pendukung. Bupati juga mengusulkan pembangunan pusat layanan usaha terpadu (PLUT-KUMKM). Dalam pertemuan, Kemenkop UKM menyetujui anggaran bersumber dari APBN tahun anggaran 2022 sebesar Rp7,5 milliar dan anggaran peningkatan kapasitas SDM dan lembaga KUMKM sebesar Rp400 juta lebih.
“Dengan adanya tambahan anggaran ini, Bupati berharap Kemenkop UKM bisa dimaksimalkan untuk peningkatan produksi dan pemasaran produk UMKM di kabupaten Dairi,” pungkasnya. (rud)
SILATURAHIM: Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah (Ijeck) berkunjung dan bersilaturahim dengan masyarakat Desa Tambun Sukkean, di Masjid Nurul Islam, Jalan A Siti, Tambun Sukkean, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, Rabu (6/10).
SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Toleransi antar umat beragama di Kabupaten Samosir diapresiasi Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah, saat berkunjung dan bersilaturahmi dengan masyarakat di Masjid Nurul Islam, Desa Tambun Sukkean, Kecamatan Onan Runggu.
SILATURAHIM: Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah (Ijeck) berkunjung dan bersilaturahim dengan masyarakat Desa Tambun Sukkean, di Masjid Nurul Islam, Jalan A Siti, Tambun Sukkean, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, Rabu (6/10).
“Agama apapun mengajarkan hal yang baik. Kalaulah bangsa ini, masyarakat Sumut, beriman dengan agama kita masing-masing, Sumut bisa terbangun dengan baik,” kata pria yang akrab siapa Ijeck, Rabu (6/10).
Diharap dia, toleransi yang sudah terbangun tersebut dapat terus dijaga dengan baik di waktu mendatang.
“Toleransi yang sudah ada ini kita jaga seterusnya,” ujar Ijeck.
Ia juga mengapresiasi keindahan Masjid Nurul Islam. Pertama kali ia mengetahui keberadaan masjid tersebut, saat berkunjung ke Balige via kapal beberapa waktu lalu. Saat itu ia mengaku melihat masjid dari kejauhan, dan bergumam suatu hari dirinya ingin berkunjung.
“Saya tau masjid ini sewaktu dalam perjalanan menuju Balige. Pulang dari sana, saya susuri pinggiran danau, terlihat ada bangunan putih yang ternyata adalah masjid. Mau singgah salat, tapi terlanjur ada janji, Alhamdulillah, atas izin Allah sampailah kami di Masjid Nurul Islam,” ungkap ketua Golkar Sumut itu. “Masjid sudah begini baik dan megahnya, di daerah yang bisa dibilang jauh dari kota. Hidup pun selama ini sudah berdampingan dengan baik. Artinya masjid sudah ada, kita harapkan masjid yang sudah megah ini bisalah kita ramaikan. Tujuan kami ke sini juga untuk meramaikan masjid,” imbuhnya.
Terakhir, Ijeck mengingatkan masyarakat agar ikut aktif menjaga kelestarian alam Danau Toba serta bisa memaksimalkan potensinya di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Daerah ini diberi alam yang indah, tinggal bagaimana kita menjaga dan memanfaatkannya. Kalau tidak digunakan kesempatan ini, kita termasuk orang yang merugi,” pungkasnya.
Wakil Bupati Samosir Martua Sitanggang juga berharap agar kerukunan antarumat beragama yang sudah terjalin baik di Samosir bisa terjaga.
“Kerukunan beragama sangat baik dan kita saling hormati. Walau berbeda-beda, namun kita tetap satu,” ujarnya.
Ia pun mengapresiasi kehadiran Wagub Ijeck di Samosir, selain dapat bertatap muka langsung juga diharap mampu tingkatkan sinergitas antara Pemkab Samosir dan Pemprovsu dalam pembangunan menuju Sumut yang aman, maju, dan bermartabat.
Acara turut diisi dengan tausyiah yang dibawakan Sekretaris Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sumut, Ustaz Azhar Sitompul. Usai acara, Wagubsu mengajak masyarakat untuk makan malam bersama. (prn)