23 C
Medan
Thursday, January 15, 2026
Home Blog Page 3044

Yakini IEPK Tekan Korupsi, Pemkab Langkat dan BPKP Sumut Gelar Sosialisasi Pengukuran IEPK

GELAR: Pemkab Langkat dan Kantor Perwakilan BPKP Sumut, saat menggelar sosialisasi pengukuran IEPK di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Rabu (6/10).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pemkab Langkat bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut, menggelar sosialisasi pengukuran Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Rabu (6/10). Sosialisasi ini dibuka Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin, diwakili Inspektur Kabupaten Langkat, Amril.

GELAR: Pemkab Langkat dan Kantor Perwakilan BPKP Sumut, saat menggelar sosialisasi pengukuran IEPK di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Rabu (6/10).

Acara tersebut juga dihadiri Pengendali Teknis Bidang Investigasi Kantor Perwakilan BPKP Sumut, Alam Tarigan. Serta para narasumber Maya Afrida Sirait, yang merupakan Ketua Tim Bidang Investigasi Kantor Perwakilan BPKP Sumut, dan para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Langkat.

Dalam kesempatan itu, Amril menegaskan, pentingnya sosialisasi dan workshop IEPK kepada seluruh perangkat daerah di Pemkab Langkat. Hal ini menurutnya, guna meningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan untuk diterapkan pada tata kelola pemerintahan sehingga dapat menekan terjadinya tindak pidana korupsi.

“Sebab Pemkab Langkat melaksanakan tata kelola pemerintahan dengan menerapkan fundamental yang terdiri dari 5 aspek. Yakni akuntabilitas, transparansi, independensi, koordinasi, dan partisipasi,” ungkap Amril.

Selain itu, lanjut Amril, hal ini guna mewujudkan satu misi Bupati Langkat, yakni menciptakan reformasi birokrasi dalam mendukung penyelenggaraan sistem tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Jadi, untuk mewujudkan itu, diperlukan kerja sama yang solid dengan semua tingkatan, mulai dinas, badan, kantor, kecamatan, sampai pemerintah desa/kelurahan, untuk membangun sistem tepat sasaran, sehingga dapat meminimalkan penyelewengan yang mungkin terjadi.

“Semoga melalui workshop IEPK ini, kita semakin paham dan mengerti,” harapnya.

Sementara itu, Pengendali Teknis Bidang Investigasi Kantor Perwakilan BPKP Sumut, Alam Tarigan menjelaskan, lEPK adalah model pengukuran efektivitas pengendalian korupsi di instansi dan badan usaha pemerintah. Sebagai upaya mengkuantifikasi kemajuan pengelolaan risiko korupsi di dalam organisasi.

Selain itu, menurut Alam, melalui framework penilaian penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), berdasarkan Peraturan BPKP RI No 5 Tahun 2021, tentang Penilaian Maturitas (kematangan) Penyelangaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah terintegrasi pada kementerian lembaga/pemerintah daerah. Hal tersebut tercakup dalam 4 unsur, yang pertama SPIP. Kedua, Manajemen Risiko Indeks (MRI). Ketiga, IEPK. Dan terkahir melalui kapabilitas Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP). (mag-6/saz)

Lalu Lintas Kawasan Lapangan Merdeka Binjai Masih Buka-Tutup

istimewa TUTUP: Sejumlah ruas jalan di kawasan Lapangan Merdeka Binjai masih diterapkan sistem buka-tutup. Hal ini menyikapi Kota Binjai yang masih berada di PPKM Level 3, Rabu (6/10).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kota Binjai masih dinyatakan berada di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, Rabu (6/10). Karena itu, lalu lintas kawasan Lapangan Merdeka Binjai di Jalan Sudirman dan Jalan Veteran, Binjai Kota, masih diberlakukan skema buka-tutup.

TUTUP: Sejumlah ruas jalan di kawasan Lapangan Merdeka Binjai masih diterapkan sistem buka-tutup. Hal ini menyikapi Kota Binjai yang masih berada di PPKM Level 3, Rabu (6/10).

Ini dilakukan Pemko Binjai melalui Dinas Perhubungan Kota Binjai, untuk mencegah kerumunan dan penumpukan masyarakat. Sebab, Lapangan Merdeka Binjai atau akrab ditelinga dengan sebutan Tanah Lapang Binjai itu, menjadi primadona untuk keluarga kecil untuk menghabiskan waktu pada akhir pekan.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Binjai, Heny Sri Dewi Sitepu mengatakan, pihaknya akan memberlakukan buka-tutup arus lalu lintas sampai Kota Binjai dinyatakan menjadi zona hijau. Ada waktu-waktu tertentu bagi petugas membuka sekat jalan.

“Pada pukul 20.00 WIB akan dibuka, lalu pukul 08.00 WIB kembali kami tutup. Upaya ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan masyarakat di kawasan Lapangan Merdeka Binjai,” ungkap Heny. Heny juga mengaku, hal tersebut berdampak kepada sebagian pedagang yang berjualan di kawasan tersebut. “Namun kami tidak ingin mengambil risiko timbulnya klaster baru penyebaran Covid-19. Biarlah dulu situasi kembali normal, dan kami pun akan membuka seluruh penyekatan dalam kota,” jelasnya. Menurutnya, skema buka-tutup arus lalu lintas pada sejumlah ruas jalan, mampu cegah penumpukan masyarakat. “Terbukti cara ini efektif menekan kerumunan masyarakat. Semoga kondisi ini lekas berlalu, agar situasi kembali normal,” harap Heny. (ted/saz)

Pemerintah Dorong UMKM Perempuan untuk Bangkit, Tangguh, dan Naik Kelas

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 60,51% atau senilai Rp 9.580 triliun, UMKM yang saat ini berjumlah di kisaran 64,2 juta berkemampuan menyerap 96,92% dari total tenaga kerja serta dapat menghimpun sampai 60,42% dari total investasi.

Pandemi Covid-19 memberi dampak yang cukup besar bagi sebagian besar UMKM, termasuk UMKM yang diberdayakan oleh kaum Perempuan. Pada tahun 2020, 77% UMKM Perempuan menyatakan bahwa penjualannya menurun dan 34% UMKM Perempuan menyatakan akan menutup usahanya dalam waktu dekat.

Menyadari kontribusi UMKM terhadap ekonomi, Pemerintah telah memberikan dukungan bagi UMKM dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Alokasi anggaran yang disediakan khusus bagi UMKM sebesar Rp 95,13 T dengan rincian program berupa Subsidi Bunga, Penempatan Dana Pemerintah pada Bank Umum Mitra untuk mendukung perluasan kredit modal kerja dan restrukturisasi kredit UMKM, Penjaminan Kredit Modal Kerja UMKM, Banpres Produktif Usaha Mikro, Bantuan Tunai untuk PKL dan Warung, dan insentif PPh Final UMKM Ditanggung Pemerintah (DTP).

Salah satu dukungan Pemerintah dalam hal pembiayaan UMKM Perempuan yakni melalui KUR Super Mikro dimana sasaran programnya yaitu ibu rumah tangga yang melakukan usaha.

Tak hanya itu, Pemerintah juga mendorong upaya digitalisasi UMKM karena berbagai studi menyatakan bahwa potensi ekonomi digital Indonesia masih terbuka lebar. Hal ini didukung oleh sejumlah faktor, antara lain 58% penduduk Indonesia melakukan transaksi melalui smartphone sehingga nilai e-commerce Indonesia meningkat cepat dengan perkiraan tahun 2021 ini mencapai Rp337 Triliun.

“Dengan berbagai potensi ini diharapkan UMKM dapat memanfaatkan infrastruktur digital termasuk juga bagi para pelaku UMKM Perempuan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam webinar Semangat dan Aksi Perempuan Andalan (SAPA) untuk Indonesia yang bertema UMKM Perempuan Bangkit, Ekonomi Indonesia Terungkit, pada Selasa (5/10).

Webinar ini merupakan bagian dari acara puncak SAPA untuk Indonesia. Rangkaian acara SAPA untuk Indonesia dilaksanakan untuk memberikan inspirasi pada semua pemangku kepentingan terkait pengambangan kewirausahaan, khususnya UMKM Perempuan agar tetap optimis, berpandangan positif dan tetap semangat dalam menekuni bidang usahanya masing-masing dan secara bersama-sama bersinergi dengan pemangku kepentingan lainnya termasuk swasta, akademisi, Pemerintah, dan komunitas dalam mendukung dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Acara webinar ini terselenggara atas kolaborasi antara Katadata dan HM Sampoerna melalui payung program keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia dan didukung oleh Sirclo dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI).

Menko Airlangga melanjutkan bahwa koordinasi dengan seluruh stakeholder harus terus dijaga dan ditingkatkan karena peningkatan kolaborasi antar pemangku kepentingan merupakan sesuatu yang dibutuhkan bagi upaya peningkatan daya saing. UMKM juga perlu dibekali dengan akses pasar, finansial, dan teknologi dengan melakukan pemberdayaan ataupun pendidikan.

“Saya mengucapkan selamat atas pelaksanaan kegiatan ini dan semoga kita bisa mendorong semangat UMKM Perempuan untuk bangkit, maju bersama menjadi UMKM tangguh dan bisa naik kelas,” tutup Menko Airlangga. (ag/fsr)

Kementerian BUMN Pastikan MITRATEL Melantai di Bursa Tahun Ini

Arya Sinulingga, Staf Khusus Menteri BUMN.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Akhir tahun 2021 ini, Manajemen PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) berencana mengadakan Initial Public Offering (IPO). Kementerian BUMN memastikan baru MITRATEL –anak usaha BUMN– yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2021. Sedangkan anak usaha BUMN lainnya masih dalam proses persiapan.

Hal itu dikemukakan oleh Arya Sinulingga, selaku Staf Khusus Menteri BUMN secara daring di Jakarta, Selasa (5/10). Menurut Arya, IPO anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) itu akan sukses, dikarenakan mempunyai fundamental yang kuat di sektor industri telekomunikasi. “Yang pasti Mitratel –perusahaan pemilik tower terbesar—ini akan menjadi bintangnya perusahaan di industri ini,” ujar Arya dalam sesi virtual press conference.

Kata Arya, fundamental Mitratel dapat dilihat dari aset dan layanan yang dimiliki oleh Perseroan, yang tidak dimiliki oleh perusahaan sejenis di sektor bisnis menara telekomunikasi.

Tidak hanya bisnis menara telekomunikasi, Mitratel memiliki strategi pertumbuhan jangka panjang untuk meningkatkan kinerjanya, dengan masuk ke digital infrastruktur jaringan 5G yang sedang berkembang. Rencananya, Mitratel juga akan ekspansi di kawasan Asia Tenggara ataupun Asia Pasifik.

Mitratel saat ini memiliki 28 ribu menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Nilai tambah dari Mitratel bukan hanya kepemilikan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia, namun juga didukung dengan jaringan kabel serat optik. “Mitratel disupport oleh fiber optik, sehingga tower-tower yang dimiliki Mitratel punya power yang kuat, bukan sekadar radio. Dan ini merupakan kelebihan yang dimiliki Mitratel. Dari tower memang bisa diimbangi oleh perusahaan yang lain, tapi dari sisi fiber optik, Mitratel ini powerful,” tambah Arya.

Perusahaan ini sebelumnya sudah menerima pengalihan 4.000 menara milik PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel).

Vice President Investor Relations PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Andi Setiawan sebelumnya menjelaskan, Telkomsel pertama kali melakukan pengalihan Menara pada 14 Oktober 2020 sebanyak 6.050 unit. Kemudian Telkomsel melakukan pengalihan lagi 4.000 unit Menara pada 31 Agustus 2021. Pengalihan ini menurut Andi bertujuan untuk memperkuat fundamental bisnis dan menciptakan nilai tambah Mitratel. Sedangkan bagi Telkomsel pengalihan menara akan menjadikan Telkomsel lebih fokus pada bisnis utamanya.

Beberapa waktu lalu, Menteri BUMN Erick Thohir, juga menyampaikan akan menggabungkan tower-tower yang ada di Telkom atau tim lainnya jadi satu kesatuan di Mitratel.

Sementara itu, untuk rencana IPO anak usaha BUMN lainnya, seperti PT Pertamina Geothermal Energy sebagai anak usaha Pertamina yang telah ditunggu tunggu sejak lama masih harus bersabar menunggu waktu. “Kita masih menunggu persiapan Geothemal Energy,” ujar Arya.

Pembentukan holding BUMN panas bumi ditargetkan oleh pemerintah sebagai bentuk komitmen sumber daya energi baru dan terbarukan (EBT), dengan menggabungkan anak usaha Pertamina dan PLN. IPO perusahaan pembangkit tenaga listrik energi terbarukan dikabarkan akan bisa menggalang dana setidaknya mencapai US$500 juta atau setara Rp7,3 triliun. (rel)

Resesi Ekonomi, Apa Langkah Cerdas Mengelola Keuangan?

Cara mengelola keuangan-Ilustrasi.

SUMUTPOS.CO – Tahun 1998 lalu, krisis moneter melanda perekonomian Indonesia. Saking hebohnya, kata ‘krismon’ menjadi sebuah tren percakapan saat itu, untuk menggambarkab situasi keuangan yang berat. Tahun 70-an, pun pernah terjadi inflasi parah dalam negeri yang membuat nilai Rupiah anjlok. Dan terkini, pandemi COVID-19 yang terjadi sejak 2020 kembali menciptakan resesi ekonomi di seluruh dunia.

Bercermin dari berbagai resesi ekonomi yang berkali-kali, dampak yang paling dirasakan adalah sektor finansial. Mulai dari bisnis yang sulit berkembang, pemotongan gaji yang meluas, kesempatan kerja yang berkurang, dan angka pengangguran yang bertambah.

Ancaman virus sekaligus ancaman resesi saat ini jelas mampu bikin jantung deg-degan. Tujuan dan rencana yang telah disusun matang dan rapi, kemungkinan harus berubah. Lantas, apa langkah adaptasi yang sebaiknya dilakukan agar tetap bertahan hidup, yakni menjaga kesehatan diri dan finansial tetap sehat?

Sambil tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19, setiap orang perlu menyadari situasi yang terjadi. Yakni, kita tidak dapat memprediksi masa depan. Hal apapun bisa saja terjadi besok. Termasuk situasi keuangan.

Bicara tentang situasi keuangan, ibarat sedia payung sebelum hujan, kita membutuhkan strategi perencanaan keuangan yang tepat menghadapi masa depan dengan manajemen risiko. Pertama, untuk pengaturan cash flow membayar kebutuhan rutin sehari-hari maupun persiapan darurat. Untuk tujuan jangka panjang, seperti membeli kendaraan, membeli rumah, menikah, liburan, dan masa pensiun/tua. Juga untuk memantau pola pendapatan dan belanja, agar tidak terjadi kesalahan dan atau mengulang kesalahan penggunaan dana.

Jadi, apa yang harus dilakukan untuk mengatur ulang keuangan di tengah situasi yang tidak menentu saat ini?

Jeffrey Kie, Chief Agency Officer Manulife Indonesia, mengatakan, ada 6 ‘obat’ financial yang bisa dilakukan setiap orang. Pertama, menghindari utang konsumtif dan menjaga rasio utang sehat.

“Ada orang yang menghabiskan 50% penghasilannya hanya untuk membayar kredit. Bayangkan jika orang tersebut mengalami pemutusan kerja saat ini, bagaimana ia bisa membayar utang kredit tersebut?” katanya belum lama ini.

Beban cicilan maksimal yang boleh ditanggung adalah 30% dari pendapatan rutin. Bila tanggungan cicilan Anda melebihi angka tersebut, itu berarti keuangan Anda kurang sehat. “Segera kurangi utang dan hindari mengambil utang konsumtif yang tidak mendesak seperti utang kartu kredit atau fasilitas paylater,” kata dia.

Kedua, perkuat dana darurat. Amankan dana darurat minimal sebesar 6 kali nilai pengeluaran rutin bulanan. Anda bisa menabung dana darurat dengan cara menyisihkan minimal 10% dari pendapatan rutin sampai nilai dana darurat memadai. Dana darurat bisa disimpan dalam bentuk rekening, deposito, logam mulia, atau reksa dana.

Ketiga, biasakan mencatat pengeluaran dan melakukan budgeting. Dengan mengetahui ke mana saja uang dipergunakan, Anda bisa melihat alokasi pos mana yang paling banyak menyedot pendapatan. Anda juga akan terbantu menyiapkan strategi tepat saat melakukan budgeting atau perencanaan anggaran rutin tiap bulan.

Keempat, miliki asuransi. Setahun sejak wabah Covid-19 dimulai, masyarakat Indonesia semakin aktif mengelola kondisi kesehatan diri dan keuangannya. Minat memiliki polis asuransi baru kesehatan, asuransi masa pensiun, asuransi jiwa, dan sebagainya pun meningkat, sebagai bagian dari persiapan menghadapi dampak jangka panjang pandemi.

 “Virus COVID-19 menyebabkan penyakit pernapasan akut, yang membutuhkan perawatan medis tingkat tinggi. Jangka waktu pengobatan biasanya berjalan selama beberapa minggu. Belum lagi dengan serangkaian tes untuk mendeteksi keberadaan virus. Untungnya, sampai saat ini, biaya medis virus Corona bagi pasien positif masih disubsidi oleh pemerintah. Bayangkan jika subsidi dihentikan, berapa tagihan rumah sakit jika harus menanggung semua biaya tersebut?” kata Jeffrey Kie.

Memiliki asuransi kesehatan menjadi salahsatu persiapan penting. Salahsatu asuransi kesehatan swasta untuk kondisi finansial yang lebih aman, kata dia, adalah produk Asuransi Kesehatan MiUltimate HealthCare dari Manulife Indonesia. Selain memberikan manfaat dasar perawatan rumah sakit, Anda juga bisa mendapatkan manfaat tambahan pilihan rawat jalan, rawat gigi, hingga manfaat tambahan melahirkan.

Kelima, diversifikasi portofolio investasi. Investor piawai selalu menyarankan satu hal: diversifikasi portofolio. Selama krisis finansial, ketika satu industri terkena dampak, yang lain biasanya naik. Misalnya saja, virus Corona telah mengerem laju moda transportasi, sehingga permintaan minyak turun drastis. Sebaliknya, pasar emas terus melonjak, yang membuat banyak investor berlindung pada minyak hitam ini.

“Ini hanyalah sedikit contoh bagaimana kondisi yang sama bisa memberikan dampak yang berbeda pada sektor yang berbeda. Jadi, sangat penting untuk mendistribusikan dana Anda ke berbagai instrumen investasi, seperti saham, komoditas, logam, dan lainnya,” katanya.

Dan keenam, pikirkan sumber pendapatan kedua. Untuk menjaga agar pundi pendapatan terus mengalir, pekerjaan sampingan dapat membantu Anda mempertahankan laju finansial Anda. Seiring dengan perubahan permintaan, orang dengan lebih dari satu pekerjaan dapat bertahan hidup lebih baik daripada mereka yang memiliki satu pendapatan tetap.

Anda bisa mencari side hustle yang bisa dijalankan di samping pekerjaan utama. Di era internet dan media sosial seperti saat ini, pendapatan tambahan dapat mudah didapatkan dengan menjual apa yang menjadi keahlian Anda.

Jadi, rencanakan kehidupan pribadi Anda untuk memiliki sumber pendapatan kedua dalam waktu dekat. Sama seperti investasi, mendiversifikasi penghasilan akan melindungi Anda dari segala krisis di masa depan.

 “Kesimpulannya, hindari utang konsumtif dan menjaga rasio utang sehat. Miliki punya dana darurat 6-12 kali pengeluaran. Lakukan budgeting. Miliki asuransi. Lakukan diversifikasi portofolio investasi. Dan terakhir, jangan mengandalkan 1 sumber pemasukan,” tutupnya.

R Utama, seorang karyawan perbankan yang sudah menerapkan beberapa strategi keuangan seperti disampaikan Jefrey, mengatakan dirinya merasa cukup stabil dengan kondisi keuangan pribadinya saat ini. Ia sudah menabung sejumlah dana darurat, dan melakukan portofolio investasi di beberapa sektor keuangan. “Dan yang penting, saya memiliki beberapa jenis asuransi. Ini sebagai manajemen keuangan saja mengingat hari esok tidak ada yang bisa memprediksi,” katanya. (dame ambarita)

Agincourt Resources Fasilitasi Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian di Tapsel

Foto bersama acara peresemian Sertifikasi Profesi PPL, dari kiri ke kanan: Basri Sirait dari Balai Pelatihan Pertanian Jambi, Nurliana Harahap sebagai Asesor Sertifikasi, Rahmat Lubis (General Manager Operations PTAR), Bupati Tapanuli Selatan H. Dolly P. Pasaribu, Joni Jafri dari Balai Pelatihan Pertanian Jambi sebagai Asesor, dan Bismark Muaratua Kepala Dinas Pertanian Tapsel.

BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe memfasilitasi peningkatan kapasitas penyuluh pertanian di Tapanuli Selatan melalui sertifikasi profesi bagi 30 orang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) pada 5-7 Oktober 2021. Fasilitasi sertifikasi ini merupakan bagian dari komitmen PTAR untuk meningkatkan kualitas pertanian sekaligus mendukung pengembangan ekonomi lokal di Tapanuli Selatan.

Kegiatan sertifikasi profesi PPL ini juga merupakan hasil kerjasama yang baik antara PTAR dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan, Balai Pelatihan Pertanian Jambi, dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi ini diikuti oleh 9 orang PPL dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Batangtoru, 6 orang PPL dari BPP Muara Batangtoru, dan 15 orang PPL dari BPP kecamatan lainnya di Tapanuli Selatan.

General Manager Operations PTAR Rahmat Lubis mengatakan Perusahaan akan terus berkomitmen mendukung pengembangan sektor pertanian di Tapanuli Selatan, terutama untuk meningkatkan produktivitas dan jumlah area lahan pertanian. “Lebih dari 70% masyarakat di Kecamatan Batangtoru berprofesi sebagai petani. Tak hanya itu, Kecamatan Batangtoru sendiri merupakan salah satu sentra pertanian di Tapanuli Selatan dengan komoditas beras/padi.

PTAR akan selalu mendorong kerjasama strategis dengan pemerintah maupun mitra lainnya, dalam mendorong berbagai program yang berkontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Terima kasih kami sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang telah mendukung program sertifikasi ini,” tutur Rahmat.

Senior Manager Community PTAR Christine Pepah menambahkan, untuk membangun dan mengembangkan sektor pertanian di Tapanuli Selatan, pendampingan dari PPL yang berkualitas, andal, profesional, inovatif, proaktif, dan komunikatif sangat diperlukan. “Sektor pertanian berkembang sangat pesat dan dinamis. Oleh karena itu PPL yang tersertifikasi sangat dibutuhkan untuk mendampingi para petani. Mereka nantinya akan menjadi tempat konsultasi bagi para petani, pekebun, peternak, dan perikanan air tawar. Melalui pendampingan dari PPL terutama terkait dengan edukasi dan adopsi teknologi tepat guna, diharapkan produksi pertanian di Tapanuli Selatan terus meningkat, sehingga juga dapat mendorong kenaikan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan para petani dan keluarganya,” jelas Christine.

Adapun, pertanian dan pengembangan ekonomi lokal termasuk dalam dua fokus utama program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat PTAR. Keberhasilan petani dalam berbudidaya pangan ini perlu terus didukung dengan keberadaan dan kontribusi PPL selaku ujung tombak kehadiran pemerintah. Tidak hanya itu, menurut Christine, terwujudnya PPL yang kompeten dan andal, akan menjamin penyelenggaraan penyuluhan yang terjamin kualitasnya dan mendapatkan pengakuan dari kelompok dan masyarakat tani, sehingga mampu mendukung pertanian Tapanuli Selatan ke arah yang lebih baik.

Hingga saat ini, berdasarkan hasil pendampingan PTAR, luas lahan budidaya pertanian di Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru telah mencapai sekitar 150 hektare, yang terdiri dari budidaya pertanian organik seluas 2 hektare, budidaya penangkaran padi 10 hektare, budidaya pertanian padi konvensional 100 hektare, budidaya tanaman akar rimpang 3 hektare dan budidaya jagung pipil 35 hektare.

“Jumlah petani yang mendapatkan program pendampingan dari PTAR juga telah mencapai sekitar 250 orang. Berbagai hasil pertanian mereka berhasil dipasarkan di luar Batangtoru dan Muara Batangtoru, yakni di Padangsidimpuan, Sibolga, hingga Medan. Kami mendukung para petani tidak hanya melalui pengembangan kapasitas, tapi juga penyediaan saran produksi pertanian, sistem irigasi, infrastruktur akses persawahan, asistensi sertifikasi produk, penguatan kelembagaan kelompok tani, hingga fasilitas produksi pasca panen serta akses pemasaran,” rinci Christine.

Bupati Tapanuli Selatan H. Dolly P. Pasaribu secara simbolis mengalungkan name tag peserta sertifikasi PPL kepada perwakilan peserta.

Sertifikasi profesi PPL yang didukung oleh PTAR dan tercantum dalam Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat PTAR terutama pada pilar Tingkat Pendapatan Riil dan Kemandirian Ekonomi, juga sesuai dengan Undang-Undang (UU) No.16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (SP3K), Peraturan Menteri Pertanian No.45/Permentan/OT.140/4/2013 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sertifikasi Profesi Penyuluh Pertanian, serta Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 43 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Penyuluhan Pertanian.

Tak hanya memfasilitasi sertifikasi, komitmen PTAR terhadap pengembangan pertanian di Tapanuli Selatan khususnya Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru juga terlihat dari berbagai program yang telah dilakukan, di antaranya pengembangan ternak terpadu untuk kelompok pemuda desa, budidaya tanaman akar rimpang dan penjualan oleh kelompok masyarakat di dua desa, pengembangan kapasitas budidaya ikan, produksi bibit padi unggul dan tersertifikasi, padi organik, jagung pipil, infrastruktur pertanian (seperti akses jalan dan perbaikan saluran irigasi), serta budidaya tanaman buah-buahan dalam pot.

Bupati Tapanuli Selatan H. Dolly P. Pasaribu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PTAR atas inisiatif dan komitmennya bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan meningkatkan kualitas sektor pertanian.  “Kami akan mengawal dan terus mendukung pelatihan dan sertifikasi ini. Pertanian merupakan salah satu ujung tombak di Tapanuli Selatan, apalagi produksinya hingga saat ini cukup baik. Kami berharap pelatihan dan sertifikasi ini dapat mengoptimalkan sumber daya, memanfaatkan teknologi sehingga mengoptimalisakan peran petani dan penyuluh dalam pencapaian program swasembada pangan di Tapanuli Selatan, serta mendorong meningkatnya petani milenial yang maju, modern, profesional dan memiliki jiwa entrepreneurial,” pungkas Dolly.  (rel)

Industri Kelapa Sawit Menjadi Primadona Komoditas Sektor Industri Ekspor.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Industri kelapa sawit nasional telah berkontribusi mengentaskan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja untuk lebih dari 16 juta tenaga kerja dan merupakan kontribusi terbesar ekspor non migas dengan menyumbang 15,6% dari total ekspor non migas tahun 2020, sehingga kelapa sawit telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan menjadi primadona komoditas sektor industri ekspor.

Terkait pencapaian Sustainable Development Goals, peranan minyak sawit dalam mencapai target yang telah disepakati secara global, antara lain sebagai sumber energi bersih dan terbarukan yang mendukung ketahanan energi nasional, penyediaan bahan makanan, penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, serta pengurangan ketimpangan sosial dan ekonomi.

Hasil rekonsiliasi luas tutupan kelapa sawit nasional yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tahun 2019 telah mengidentifikasi seluas 16,38 juta ha, dengan distribusi luas Perkebunan Rakyat (baik swadaya maupun kemitraan) sebesar 6,72 juta ha (41%), Perkebunan Besar Negara sebesar 0,98 juta ha (6%), dan Perkebunan Besar Swasta sebesar 8,68 juta ha (53%).

Para ahli juga telah memproyeksikan sampai dengan tahun 2030 distribusi luas tutupan kelapa sawit akan didominasi oleh Perkebunan Rakyat mencapai 60%, Perkebunan Besar Swasta sebesar 36%, dan Perkebunan Besar Negara sebesar 4%. Data-data di atas menunjukan bahwa peranan Perkebunan Rakyat memiliki kontribusi yang signifikan dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Sebagai negara produsen terbesar yang menguasai sekitar 55% pangsa pasar minyak sawit dunia, serta memanfaatkan tidak lebih dari 10% dari total global land bank for vegetable oil, Indonesia mampu menghasilkan 40% dari total minyak nabati dunia.

“Keunggulan kelapa sawit dibanding komoditi pesaing minyak nabati lainnya adalah mempunyai produktivitas yang lebih tinggi, sehingga luas lahan yang digunakan untuk memproduksi minyak sawit lebih sedikit,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya pada webinar dengan tema “Perkuat Kemitraan Petani Sawit dengan Pola Terkini untuk Masa Depan Sawit Indonesia Berkelanjutan” di Jakarta, Selasa (5/10).

Untuk menghasilkan 1 ton minyak sawit hanya membutuhkan lahan 0,3 ha, sementara rapeseed oil butuh lahan seluas 1,3 ha, sunflower oil seluas 1,5 ha dan soybean oil seluas 2,2 ha.

“Industri ini sangat strategis. Kami berharap semua komponen masyarakat termasuk juga Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR – Indonesia terus mengembangkan dan menjaga sustainability industri ini,” tutur Airlangga.

Pemerintah juga tetap berkomitmen untuk melakukan peremajaan (replanting) sebanyak 540.000 ribu hektar kebun kelapa sawit milik petani sampai dengan tahun 2024.

Tantangan yang dihadapi minyak sawit Indonesia dalam kompetisi perdagangan minyak nabati dunia saat ini semakin kompleks. Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil atau ISPO) diharapkan dapat menjadi hal yang bisa diterima secara global.

Di samping itu, pengembangan pola-pola kemitraan perlu dilakukan guna menjawab tantangan dan tentunya untuk memperkuat supply chain, serta agar petani kebun juga mendapatkan fasilitas terutama untuk meningkatkan produktivitas sekaligus bisa mendapatkan pembiayaan.

Peranan asosiasi petani kelapa sawit dan asosiasi pengusaha kelapa sawit diharapkan dapat duduk bersama dengan Pemerintah untuk mencari titik temu dalam menjawab tantangan pola kemitraan perkebunan kelapa sawit sehingga tercipta iklim usaha yang sehat di masa yang akan datang.

ASPEKPIR-Indonesia juga dapat berkontribusi dengan membangun awareness dan persepsi positif industri kelapa sawit dengan menyampaikan informasi yang akurat dan benar terkait pembangunan kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia kepada khalayak umum.

“Saya yakin, ASPEKPIR-Indonesia mampu berperan secara nyata bersama Pemerintah serta stakeholder untuk membangun industri ini agar kuat, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia,” tutup Airlangga. (map/fsr/*)

Ranperda P-APBD 2021 Tak Disetujui DPRD Humbahas, Jalan Jurusan SMA Tarabintang Gagal Diaspal

BATAL: Seorang pengendara sepedamotor melintasi jalan menuju SMA dan SD di Desa Sihombu, Kabupaten Humbahas, batal diaspal.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Sejumlah warga Desa Sihombu yang tinggal di jalan menuju SMA Negeri 1 Tarabintang, Kecamatan Tarabintang, Kabupaten Humbang Hasundutan, mengaku kecewa karena batalnya program pengaspalan jalan oleh Dinas Perumahaan dan Kawasan Permukiman (Perkim) yang rencananya dikerjakan akhir tahun 2021.

BATAL: Seorang pengendara sepedamotor melintasi jalan menuju SMA dan SD di Desa Sihombu, Kabupaten Humbahas, batal diaspal.

Pemerintah Kabupaten Humbang melalui Dinas Perumahaan dan Kawasan Permukiman, telah memprogramkan pengaslapan jalan jurusan SMA Tarabintang itu sebagai peningkatan infrastruktur kawasan permukiman.

Namun dikarenakan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD-Perubahaan tahun 2021 gagal mendapat persetujuan oleh DPRD Humbang Hasundutan, pengaspalan tersebut batal untuk direalisasikan.

Salah seorang warga, Saut Tumanggor yang dijumpai di lokasi rencana pengaspalan jalan menuju SMA Negeri 1 Tarabintang, mengatakan sempat merasa sangat senang jalan menuju sekolah SMA Tarabintang akan diaspal.

Sebab, ruas jalan itu sudah sepuluh tahun lebih rusak dan berdebu. Hingga cukup mengganggu warga sekitar dan menganggu kelancaran dan kenyamanan dalam berlalulintas.

“Pasti kita kecewa, karena sepuluh tahun kita menunggu. Karena sudah banyak yang jatuh di jalan tersebut. Motor pun mudah rusak karena bebatuan di jalan itu. Tapi, mau bagaimana lagi, kalau pun tidak jadi program ini terlaksana,” tutur Saut, Minggu (3/10).

Pengaspalan jalan menuju SMA Tarabintang Desa Sihombu ini, rencananya akan menghabiskan dana sebesar Rp 200 juta. Hal itu dilihat dari rencana APBD-Perubahaan Dinas Perumahaan dan Kawasan Permukiman tahun anggaran 2021.

Jalan yang ada di Desa Sihombu ini sendiri sudah sejak lama diidam-idamkan masyarakat sekitar untuk diaspal sebab disaat musim hujan kondisinya seperti kubangan Kerbau.

Tak hanya orangtua, hal ini membuat pengguna jalan khususnya anak anak sekolah yang ingin bersekolah di SMA Negeri 1 Tarabintang, dan SD Negeri Sihombu menjadi mengeluh.

Itu diungkapkan oleh Penjabat Sementara Kepala Desa Sihombu Baktiar Pane. “ Tidak hanya orangtua-orangtua disini mengeluhkan jalan ini. Anak-anak sekolah juga, mengeluh karena jalan menuju ke sekolahnya rusak parah,” kata Pane.

Baktiar mengatakan, terkait kerusakan jalan ini, pemerintah desanya sudah sering mengajukan ke Pemerintah Kabupaten agar memperbaiki dan masuk dalam anggaran APBD.

Untuk itu, dia berharap kiranya Pemkab Humbang Hasundutan terus dapat menampung keluhan warganya. “ Kita harapkan pemerintah kembali memasukkan program ini di APBD 2022,” harapnya. (des/han)

Dukung UMKM Pulihkan Ekonomi, RSI Serahkan Ratusan Ribu Bibit Ikan Nila

SERAHKAN: Penyerahan bantuan peralatan oleh GM PT GM dan SSL Victory Brahmana kepada Tim PKK Desa Gonting Malaha didampingi Bapak Camat Alunuddin Marpaung, Kepala Desa Gonting Malaha Supian SAg, dan Manager Kebun Saham Nadapdap

SUMUTPOS.CO – Regal Springs Indonesia bantu pengembangan ekonomi masyarakat khususnya dalam budidaya ikan, dengan memberikan bantuan 350.000 bibit ikan nila (tilapia) kepada pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil & Menengah) di Serdangbedagai dekat dengan wilayah operasional Regal Springs Indonesia.

SERAHKAN: Penyerahan bantuan peralatan oleh GM PT GM dan SSL Victory Brahmana kepada Tim PKK Desa Gonting Malaha didampingi Bapak Camat Alunuddin Marpaung, Kepala Desa Gonting Malaha Supian SAg, dan Manager Kebun Saham Nadapdap

Bantuan ini merupakan sinergi antara Regal Springs Indonesia bersama stakeholder terkait, di antaranya DPRD Serdang Bedagai, Dinas Kelautan dan Perikananserdang, Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai dan UMKM / kelompok tani budidaya ikan nila.

Bantuan tersebut merupakan realisasi dari program Keberlanjutan KAMI PEDULI – Water Access untuk mendukung perekonomian, meningkatkan ekosistem sungai dan ketahanan pangan Kabupaten Sergai di masa pandemi.

Darma Wijaya Bupati Serdang Bedagai mengatakan, penyerahan bantuan ini merupakan salah satu bentuk kehadiran kolaborasi pemerintahan dengan pelaku usaha di tengah-tengah masyarakat untuk terus mendukung upaya pemulihan ekonomi.

David Tampubolon Head of Corporate Affairs Regal Spring Indonesia juga mengatakan hal senada bahwa bantuan ini merupakan salah satu komitmen perusahaan untuk ikut berperan membantu ekonomi lokal. “Program ini adalah salah satu langkah kami untuk dapat bermanfaat secara secara sosial dan ekonomi terhadap masyarakat yang terdampak pandemi” ujar Tampubolon

Dian Octavia Senior Manager Corporate & Community Affairs Regal Springs Indonesia mengungkapkan bantuan bibit ikan nila ini disalurkan dalam beberapa tahap kepada Kelompok Budidaya Perikanan dan UMKM. Penyaluran bibit ikan nila yang sudah terlaksana pada 9 September 2021 di Desa Lidah Tanah Kecamatan Perbaungan dan Desa Bogak Besar Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Sergai pada pelaksanaannya turut didampingi oleh Ketua DPRD Serdang Bedagai (Sergai), dr. M. Riski Ramadhan Hasibuan, SH, SE, MKM.

Penyerahan bibit ikan dan penaburan benih juga turut dihadiri oleh Bupati Sergai H Darma Wijaya), Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sergai Sri Wahyuni Pancasilawati,

Ketua Dewan UMKM Kabupaten Sergai Budi Sumalim dan disaksikan oleh Kapolres Sergai AKBP Robinson Simatupang. Bantuan ikan nila tersebut diserahkan kepada para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) budidaya ikan di Kolam Dewan UMKM Desa Sei Buluh, Kecamatan Sei Bamban, Sergai, Sumatera Utara pada 22 September 2021.

“Seluruh penerima manfaat dari program KAMI PEDULI – Water Access ini adalah petani tambak – 17 (Pokdakan) Kelompok Budidaya Perikanan dan 1 UMKM (40 kelompok) di sekitar wilayah operasional Regal Springs Indonesia yang tersebar di beberapa kecamatan. Rata-rata bantuan untuk para UMKM budidaya ikan mendapatkan sebanyak 1.000 sampai 2.000 ekor bibit ikan nila.Kami berharap melalui rangkaian pemberian bantuan bibit ini para petani tambak dapat dan meningkatkan panen, sehingga usaha mereka tetap berjalan dengan baik dimasa pandemi ini” kata Dian

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program ini. Ketua DPRD, Pak Bupati, Kapolres, Ketua UMKM, Pokdakan, Pemerintahan Desa dan semua pihak bersama Regal Springs Indonesia, untuk meningkatkan sektor perikanan dan perekonomian masyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai,” tutup Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sergai Sri Wahyuni yang hadir saat penyerahan simbolis bantuan ikan tahap dua. (rel/han)

Forkopimda Asahan Sampaikan HUT ke-76 TNI, Bupati: Semoga Meningkatkan Sinergitas dan Kolaborasi

HUT: Danlanal TB/AS Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory, meniup lilin peringatan HUT ke-76 TNI disaksikan Bupati Asahan, H. Surya BSc dan Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 TNI tahun 2021, jajaran Forkompimda Kabupaten Asahan seperti Bupati H. Surya, Bsc, Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira, SIK, MH, Ketua Pengadilan Negeri Kisaran Nelson Angkat, SH, MH, memberikan kejutan ulang tahun kepada Danlanal TB/AS Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory, SE, Dandim 0208/ AS Letkol Inf. Sri Marantika Beruh, S.Sos di Rumah Dinas Bupati Asahan, Selasa (5/10).

HUT: Danlanal TB/AS Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory, meniup lilin peringatan HUT ke-76 TNI disaksikan Bupati Asahan, H. Surya BSc dan Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira.

Bupati bersama forkompimda memberikan kejutan dengan membawa kue HUT dan nasi tumpeng kepada Danlanal Letkol Robinson dan Dandim 0208/AS letkol inf Sri Marantika.

“Saya sudah menduga dari awal akan ada acara seperti ini dalam menyambut HUT ke-76 TNI, tapi saya tidak menyangka akan semeriah ini”ujar Robinson, sembari berterimakasih kepada seluruh rekan-rekan forkopimda Kabupaten Asahan.

Sementara itu, Bupati Asahan menyampaikan semoga momen seperti ini bisa meningkatkan sinergitas dan kolaborasi di lapangan, dengan tujuan untuk memajukan negara Indonesia khususnya Kabupaten Asahan.

“Saya atas mama Pemerintah Kabupaten Asahan mengucapkan Dirgahayu ke-76 TNI, mari kita Bersatu, Berjuang, Kita Pasti Menang melawan Covid 19 yang tengah melanda Negeri ini” pungkas Bupati.

Ditempat yang sama Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira, SIK, MH mengatakan ini merupakan bentuk perhatian jajaran Polres Asahan atas dedikasi TNI kepada rakyat, yang merupakan garda terdepan bersama Polri melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kami keluarga besar Polres Asahan mengucapkan selamat HUT ke 76 TNI semoga semakin sukses dan Jaya untuk TNI dan Selalu dicintai Masyarakat , Serta Solidaritas TNI – Polri selalu terjaga” Ucap Kapolres. (dat/han)