25 C
Medan
Monday, January 12, 2026
Home Blog Page 3071

Bioskop Sudah Mulai Dibuka, Penonton Wajib Punya Kartu Vaksin

BIOSKOP: Suasana di salah satu bioskop di Kota Medan. Sejumlah bioskop di mal Kota Medan sedah dibuka sejak Jumat (24/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah tutup sejak April 2020 akibat pandemi Covid-19, bioskop pun akhirnya mengantongi izin untuk dibuka kembali. Dengan persiapan yang merujuk pada aturan pemerintah, jaringan bioskop Cinepolis yang berada di Kota Medan sudah dibuka kembali sejak Jumat (24/9). Di Medan sendiri, bioskop Cinepolis ada di Sun Plaza, Plaza Medan Fair, dan Lippo Plaza Medan.

BIOSKOP: Suasana di salah satu bioskop di Kota Medan. Sejumlah bioskop di mal Kota Medan sedah dibuka sejak Jumat (24/9).

Menurut Marketing Communication Manager Sun Plaza, Yokie, persiapan pembukaan bioskop Cinepolis sudah dilakukan pengelola sejak dua hari lalu. “Hanya saja untuk kepastiannya baru kemarin. Mungkin setelah dipastikan jika pengelola bisa mengikuti semua aturan pemerintah,” katanya, Jumat (24/9).

Pembukaan bioskop di Medan sendiri merujuk pada Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan tertanggal 21 September 2021. Dalam SE tersebut, bioskop di Medan diizinkan buka kembali dengan kapasitas maksimal sekitar 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Ketentuannya, wajib menggunakan PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai. Hanya pengunjung dengan kategori hijau dalam aplikasi PeduliLindungi yang boleh masuk. Artinya, penon boleh masuk kalau punya kartu vkasin.

Sedangkan untuk kategori usia, pengunjung di bawah 12 tahun dilarang masuk. Selain itu, dilarang makan dan minum atau menjual makanan dan minuman dalam area bioskop.

Sementara itu, Wali Kota Medan Bobby Nasution meminta kepada pihak pengelola Bioskop untuk memastikan agar setiap pegawai atau pekerja yang ada pada bioskop-bioskop di Kota Medan sudah divaksin Covid-19. Sehingga, baik pengunjung maupun pekerja bioskop tidak saling menularkan satu sama lain. Hal itu pun harus dibuktikan dengan sertifikat vaksin atau melalui aplikasi PeduliLindungi.

“Memang kemarin sudah kita katakan sudah boleh buka, tapi akan kita cek dulu, karyawannya sudah vaksin belum. Jangan yang nonton diwajibkan pakai PeduliLindungi dan tunjukkan sertifikat vaksin, tahunya pegawai bioskopnya belum (divaksin),” ucap Bobby, Jumat (24/9).

Bobby pun meminta agar setiap pengelola bioskop dapat memastikan bahwa setiap pegawainya telah divaksin dan tertera di dalam aplikasi PeduliLindungi. Untuk itu, Pemko Medan akan mengecek setiap karyawan bioskop di Kota Medan terlebih dahulu, mana-mana saja bioskop yang akan beroperasi.

“Lalu makan minum juga tidak boleh di dalam, kapasitasnya juga 50 persen di dalam,” katanya.

Menanggapi hal ini, Komisi II DPRD Medan mengaku sangat setuju dengan kebijakan yang diambil oleh Pemko Medan yang mewajibkan seluruh orang di lingkungan bioskop untuk divaksinasi terlebih dahulu, baik pengunjung maupun pekerja di bioskop.

“Ya memang harus begitu lah, baik pengunjung maupun pekerja kan sama-sama berpotensi menularkan dan ditularkan. Jadi harus sama-sama wajib vaksin, bukan masalah adil atau tidak adil, tapi memang untuk memaksimalkan pemutusan mata rantai pandemi ini,” ucap Anggota Komisi II DPRD Medan, Afif Abdillah kepada Sumut Pos, Jumat (24/9).

Dijelaskan Afif, menonton bioskop bukan lah hal yang bersifat wajib ataupun primer, berbeda dengan sekolah ataupun lingkungan kerja.

“Sekolah saja guru-gurunya harus divaksin dulu baru sekolahnya boleh beroperasi, masak yang kerja di bioskop gak divaksin. Bioskop ini kan tidak primer, bukan seperti kebutuhan akan kesehatan, pendidikan dan lain-lain. Maka kalau pun memang boleh sibuk, ya silakan dibuka, tapi justru harus lebih ketat prokesnya dari lingkungan sekolah ataupun lingkungan kerja yang bersifat lebih penting,” jelasnya.

Apalagi lanjut Afif, b ioskop merupakan lokasi yang tertutup dengan durasi film di atas 1 jam. Dengan demikian, para pengunjung akan berada di dalam ruangan dalam waktu 1 jam bahkan lebih.

“Rata-rata film kita sebut saja sekitar 1,5 atau 2 jam, ruangan ber AC pula. Benar apa kata Pak Wali, semua sudah harus divaksin, baik para pengunjung maupun pekerja. Lalu tidak boleh ada makan minum di dalam bioskop. Intinya prokes harus ketat,” pungkasnya.

Satgas: Deliserdang Laik PPKM Level 1

Status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 bagi Kabupaten Deliserdang, dinyatakan sudah laik berdasarkan indikator dan data yang diperoleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Utara.

“Begitupun pesan Pak gubernur, masyarakat di Deliserdang tidak boleh lengah. Harus tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Sebab Level 1 PPKM hanya bersifat sementara, yang bisa saja berubah naik status pada asesmen Kementerian Kesehatan berikutnya,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, dr Aris Yudhariansyah menjawab Sumut Pos, Jumat (24/9).

Pihaknya telah menelusuri data dan fakta atas status PPKM kabupaten itu. Hasilnya disimpulkan bahwa Deliserdang memang laik menerima capaian dimaksud, karena sesuai indikator dan data.

Aris menyebut ada dua indikator utama. Pertama, indikator transmisi komunitas yang terdiri dari kasus konfirmasi positif Covid-19. Khusus Deliserdang, kasus konfirmasi tetap ada setiap hari. Walaupun demikian, sesuai dengan indikator kasus konfirmasi itu, apabila angka kasus baru di atas 20/100 ribu penduduk per minggu, maka tingkat transmisi ada di tingkat 1.

Dari kasus rawat inap, misalnya, angka yang diharapkan adalah di bawah 5/100 ribu penduduk per minggu. Dari sisi ini menunjukkan kasus sedang berat di Deliserdang terkendali.

Kemudian dari sisi kematian, di bawah 1/100 ribu penduduk per minggu. Dari sisi itu menunjukkan pelayanan kesehatan di rumah sakit berhasil memberikan pelayanan prima dan cepat ditangani tidak terlambat. “Asesmen tersebut disusun oleh Kemenkes dengan indikator yang jelas, batasan nilai jelas dan sumber data yang jelas,” kata Aris.

Indikator kedua, lanjut dr Aris, adalah kapasitas respon, terdiri dari testing. Dari sisi ini ditandai dengan rendahnya angka positivity rate yaitu di bawah 5% per minggu. Adapun angka testing Deli Serdang mencapai 83 persen dari target.

“Artinya bahwa efektifitas pembatasan kegiatan masyarakat dalam rangka protokol kesehatan berhasil mencegah penularan Covid-19. Ini didukung oleh kinerja satgas covid di semua lini sampai level terendah yaitu dusun dan lingkungan,” ungkapnya.

Kemudian dari sisi tracing. Di Deliserdang tracing mencapai rasio kontak erat per kasus konfirmasi per minggu hingga 18,79 atau berada di atas nilai Kemenkes, yakni 14. Artinya, petugas tracer bersama Satgas melakukan tracing setiap kasus konfirmasi, memverifikasi, mengedukasi, memutuskan isoman atau isoter atau dirujuk. Sehingga membantu mencegah penularan kasus.

Selanjutnya dari sisi treatment, kata Aris, ketersediaan tempat tidur atau Bed Occupancy Rate/BOR pasien covid di Deliserdang, di angka 14,84 per minggu. Angka itu jauh pada batas yang ditetapkan yaitu di atas 60.

“Ini menunjukkan efektifitas dari testing dan tracing di hulu sehingga kasus tidak sampai ke hilir menjadi kasus berat yang bisa menyebabkan rumah sakit tidak mampu menampung kasus,” terang mantan kepala Dinkes Asahan itu.

Ruang Isolasi Kini Layani Pasien Umum

Tingkat keterisian tempat tidur isolasi atau bed occupancy ratio (BOR) Covid-19 di rumah sakit kawasan Sumatera Utara (Sumut) terus mengalami penurunan sebulan terakhir. Salah satunya, di RSUP H Adam Malik Medan yang kini hanya 17-18 persen.

Direktur Utama (Dirut) RSUP HAM dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP mengatakan, pihaknya telah menutup sebagian ruangan isolasi pasien Covid-19 untuk melayani pasien umum. “Sudah sangat nyaman, BOR nya sudah 17-18 persen saja. Kami sudah menutup sebagian ruangan untuk melayani pasien umum,” kata Zainal baru-baru ini.

Zainal juga mengatakan, berdasarkan laporan, penurunan BOR juga terjadi di rumah sakit di provinsi lain. “Alhamdulillah, kita mendapatkan laporan di provinsi lain juga sudah turun,” katanya lagi.

Ke depan, lanjut Zainal, pihaknya lebih fokus kepada pasien Covid-19 dengan gejala berat dan kritis. “Kalau yang ringan-ringan bisa di daerah atau rumah sakit lain. Jadi, kita nanti lebih banyak ICU-nya malah, itu relevan dengan yang kita bangun,” kata dia.

Zainal mengungkapkan, saat ini total ruang isolasi Covid-19 di RSUP HAM berjumlah 286 unit. “Dari jumlah itu, yang terisi sekitar 18 persen. Mungkin dalam waktu dekat ini kita keluarkan lagi SK-nya dari ruangan ini (Covid-19) ke pasien umum,” ungkapnya.

Kata Zainal, dengan turunnya BOR Covid-19 di RSUP HAM maka telah terjadi penurunan kasus baru terkonfirmasi positif. “Dari 90 persen penggunaan ICU turun menjadi 18 persen,” pungkasnya. (map/prn/ris/bbs)

Begitu juga ruangan isolasi di luar ICU juga sangat turun. Penurunan ini sudah terjadi sejak dua minggu sebelumnya, secara perlahan,” pungkasnya.

Diketahui, BOR pasien Covid-19 di rumah sakit kawasan Sumut kembali mengalami penurunan. Pada minggu lalu di angka 20 persen, kini sudah sekitar 15 persen.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sumut dr Nelly Fitriani menyebutkan, berdasarkan data isian tempat tidur Covid-19 rumah sakit yang melaporkan, BOR ICU Covid-19 Sumut sebesar 20,97 persen. Sedangkan BOR Isolasi 10,73 persen.

“Selama satu minggu terakhir, BOR Covid-19 Sumut terus mengalami penurunan setiap harinya. Pada 15 September, BOR ICU Covid-19 di angka 24,78 persen. Namun, saat ini turun menjadi 20,97 persen. Begitu juga dengan BOR Isolasi Covid-19, turun dari 16,19 persen menjadi 10,73 persen,” kata Nelly, Kamis (23/9).

Nelly juga menyebutkan, penurunan juga terjadi terhadap BOR Covid-19 Kota Medan. Sebelumnya berkisar 50 hingga 40 persen, kini hanya sekitar 30 hingga 20 persen. “Kota Medan saat ini BOR ICU di angka 25,61 persen dari 29,14 persen. Sedangkan BOR Isolasi 14,23 persen dari 21,67 persen,” ujarnya.

Sementara itu, kasus Covid-19 pada Jumat (24/9) bertambah 2.557 orang sehari. Kasus baru terdeteksi dari tes di atas 252 ribu spesimen. Kini total sudah 4.204.116 orang terinfeksi Covid-19 di tanah air.

Kasus Covid-19 terbanyak harian disumbang Jawa Tengah 286 kasus. Jawa Timur 219 kasus. Jawa Barat 217 kasus. DKI Jakarta 181 kasus. Sumatera Utara 157 kasus. Kasus aktif turun 2.194 sehari. Jumlah pasien aktif kini sebanyak 45.803 orang. Ada 172.973 orang yang diperiksa dengan metode TCM, PCR, dan antigen. Angka positivity rate mencapai 1,48 persen.

Sementara itu, angka kematian Covid-19 yakni sebanyak 144 jiwa. Sementara angka kematian sudah 141.258 jiwa meninggal dunia karena Covid-19. Kematian harian terbanyak terjadi di Jawa Timur 18 jiwa, Jawa Tengah 16 jiwa, Jawa Barat 13 jiwa.

Sedangkan, pasien sembuh harian bertambah 4.607 orang. Paling banyak kasus sembuh paling banyak di Aceh 880. Dan total angka kesembuhan saat ini sebanyak 4.017.055 orang. Sudah 510 kabupaten kota terdampak Covid-19. Ada 3 provinsi di bawah 10 kasus. Dan tak ada satupun provinsi dengan nol kasus. (map/prn/ris/bbs)

Tiga Tersangka Pemilik Sabu Ditangkap

TERSANGKA: Seorang tersangka pemilik sabu yang ditangkap Polsek Brandan.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Tiga tersangka pemilik sabu-sabu ditangkap Polsek Pangkalan Brandan. Dalam penangkapan ketiganya polisi menyita barang bukti satu paket sabu-sabu.

TERSANGKA: Seorang tersangka pemilik sabu yang ditangkap Polsek Brandan.

Kasusbag Humas Polres Langkat IPTU Joko Sumpeno menjelaskan para pelaku ditangkap di Dusun I Titihitam, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada Senin (20/9) sekira pukul 21.30 WIB.

Ketiga tersangkanya, Indra (20) warga Dusun I Titihitam, Kecamatan Babalan, Boy Ramadhan (26) warga Jalan Perdamaian, Kelurahan Pelawi Selatan Kecamatan Babalan, dan Sugiantoro (31), warga Lingkungan VII, Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan.

Penangkapan ketiga tersangka, katanya, berkat informasi dari masyarakat yang menyebutkan di Lingkungan VII Kelurahan Sei Bilah Kecamatan Sei Lepan sering dijadikan tempat transaksi sabu-sabu.

“Kemudian Kapolsek Pangkalan Berandan memerintahkan Kanit Reskrim Polsek Pangkalan Brandan Ipda Walmekin Situmorang untuk melakukan penyelidikan informasi tersebut dan menangkap ketiganya,” terangnya. (mag-6/azw)

Kurir 20 Kg Sabu Dijerat Pidana Mati

SIDANG: Majelis hakim saat menyidangkan Aditya Warma, terdakwa kasus sabu secara virtual, Kamis (23/9). agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aditya Warma (23) warga Jalan Dahlan Tanjung, Kelurahan Pekan Tanjungmorawa, Kecamatan Tanjungmorawa, Deliserdang menjalani sidang perdana secara virtual, di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (23/9). Dia terancam mendapat hukuman mati, karena didakwa atas kasus kurir sabu seberat 20 kilogram (kg).

SIDANG: Majelis hakim saat menyidangkan Aditya Warma, terdakwa kasus sabu secara virtual, Kamis (23/9). agusman/sumut pos.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Frianta Felix Ginting menguraikan dalam dakwaannya, berawal pada 3 Juli 2021, terdakwa dihubungi Ilham (DPO) menyuruh terdakwa mengantarkan 20 kg sabu dengan upah Rp100 juta.

“Selanjutnya, terdakwa pergi pulang sambil menunggu telepon dan sekitar pukul 15.00 WIB, ada telepon yang masuk menghubungi terdakwa dengan mengatakan jumpa di parkiran Brastagi Supermarket Gatot Subroto,” ujarnya dihadapan Hakim Ketua Denny Lumbantobing.

Lebih lanjut, terdakwa lalu pergi ke Brastagi Supermarket dengan mengendarai mobil Toyota Calya warna hitam BK-1252-KP dan setelahnya terdakwa bertemu dengan orang yang berhubungan melalui telepon sebelumnya dan menerima 2 tas ransel yang berisi 20 bungkus sabu dan menaruhnya di lantai jok tengah belakang sopir.

“Setelahnya, terdakwa pergi ke luar parkiran Brastagi Supermarket menuju ke gerbang tol Helvetia dan sekitar pukul 17.00 WIB, saat berada dipinggir jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan mobil yang dibawa terdakwa diberhentikan petugas Kepolisian,” urainya.

Kemudian, sambungnya, petugas menyuruh terdakwa turun dari mobil. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan di lantai jok tengah ada 2 tas ransel berisikan 20 bungkus plastik dalam kemasan teh cina warna kuning bertuliskan Guanyinwang berisi narkotika jenis sabu.

Selanjutnya, kata JPU, terdakwa beserta barang bukti berupa 20 bungkus plastik dibawa ke Polda Sumut untuk diproses lebih lanjut.

“Atas perbuatannya, terdakwa dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana penjara selama seumur hidup atau hukuman mati,” pungkasnya. (man/azw)

Pembunuh Tetangga Terancam Hukuman Mati

DAKWAAN: Muhammad Anang Kosin alias Andika, Terdakwa kasus pencurian dengan pemberatan menjalani sidang dakwaan secara virtual di PN Medan, Kamis (23/9). agusman/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Muhammad Anang Kosin alias Andika (38), warga Jalan Pelita I, Medan Perjuangan ini, terancam mendapatkan hukuman mati. Pria tamatan SD ini, didakwa atas kasus pencurian disertai tindakan kekerasan yang menyebabkan meninggalnya korban Lisbet boru Napitupulu.

DAKWAAN: Muhammad Anang Kosin alias Andika, Terdakwa kasus pencurian dengan pemberatan menjalani sidang dakwaan secara virtual di PN Medan, Kamis (23/9). agusman/sumu tpos.

Jaksa penuntut umum (JPU) Ramboo Loly Sinurat dalam sidang virtual di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (23/9), terdakwa Muhammad Anang Kosin alias Andika dan Muhammad Afrizal pada Mei 2021, sepakat untuk mencuri di salah satu rumah warga di Jalan Gaharu.

Awalnya Muhammad Anang Kosin yang mendatangi Muhammad Afrizal sambil membawa pisau sekira pukul 22.00 Wib, dan menanyakan “job” istilah untuk melakukan pencurian. Terdakwa menjawab ada perempuan dekat rumahnya.

“Keesokan harinya pada tanggal 6 Mei 2021 sekira pukul 04.20 Wib, terdakwa Muhammad Anang Kosin bersama dengan Muhammad Afrizal menuju ke rumah Lisbet Napitupulu di Jalan Pelita I Kecamatan Medan Timur untuk mengambil barang-barang miliknya,” ungkap JPU dihadapan Hakim Ketua Hendra Utama Sutardodo.

Tidak berselang lama, keduanya pergi ke rumah korban dan mulai mencongkel dan merusak seng yang berada di kamar mandi belakang dengan menggunakan tang hingga seng tersebut terbuka.

Kedua terdakwa, kemudian masuk ke dalam rumah tersebut melalui seng yang telah terbuka lalu berusaha membuka pintu dapur yang terkunci.

“Namun, Muhammad Afrizal berkata kepada terdakwa Muhammad Anang agar menunggu Lisbet Napitupulu membuka pintu dapur tersebut dan tiba-tiba sekitar pukul 05.30 Wib Lisbet Napitupulu datang dan membuka pintu dapur tersebut,” urainya.

Kedua terdakwa lalu mendorong pintu tersebut dengan keras, hingga korban jatuh terlentang di lantai. Melihat itu, Muhammad Afrizal langsung memegang kaki korban lalu mengikat kakinya dengan tali yang didapat di kamar mandi.

“Sedangkan terdakwa Muhammad Anang, memegang mulut Lisbet Napitupulu dan mengeluarkan 1 buah pisau dan menempelkan pisau ke bagian leher,” jelasnya.

Namun lanjutnya, Lisbet meronta-ronta minta tolong dan seketika terdakwa Muhammad Afrizal meminta terdakwa Muhammad Anang untuk membunuh korban. Terdakwa Anang kemudian menusuk leher Lisbet hingga tertelungkup di lantai.

Tak ingin berlama-lama, kedua terdakwa membuka lemari dan mengambil uang sebesar Rp1.500.000. Uang tersebut lalu diberikan 20 bungkus rokok. Tak hanya itu, mereka juga melarikan sepeda motor korban.

Sementara, korban sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong. Kejadian itu lalu dilaporkan ke polisi. Terdakwa Muhammad Anang ditangkap di Jalan Mateorologi VI Kecamatan Percut Seituan.

Sedangkan Muhammad Afrizal berusaha melawan dan dilakukan tindakan tegas sehingga menyebabkan terdakwa meninggal di rumah sakit.

“Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 365 ayat 4 KUHP atau Pasal 338 KUHPidana,” pungkasnya. Usai mendengarkan dakwaan jaksa, majelis hakim melanjutkan mendengarkan keterangan saksi. (man/azw)

Pencurian Modus Kencan MiChat Ditangkap

istimewa PEMAPARAN: Petugas sedang memaparkan pelaku dan barang bukti pencurian dengan kekerasan, di Mapolsek Medan Helvetia, Kamis (23/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaku Pencurian dengan Kekerasan M alias I (41) berhasil menggasak harta korbannya, dengan modus ajak kencan melalui aplikasi MiChat.

istimewa PEMAPARAN: Petugas sedang memaparkan pelaku dan barang bukti pencurian dengan kekerasan, di Mapolsek Medan Helvetia, Kamis (23/9).

Kejadian bermula korban MS Ibrahim berkenalan dengan seorang perempuan M alias I (41) melalui aplikasi MiChat, dan disepakati open booking, pada Selasa (14/9), sekira pukul 21.30 WIB.

GP alias T (DPO) mengatakan kepada M alias I bahwa sebentar lagi akan datang tamu yang Open Booking dan M alias I untuk mengaku bernama ISNI dan harga open bookingnya sebesar Rp750.000. Apabila tamunya minta cancel agar diminta kepada tamunya uang sebesar Rp250.000.

Sekira pukul 21.37 WIB, disepakati korban bertemu dengan pelaku di Jalan Kapten Muslim Medan, namun saat kedua insan berlainan jenis itu bertemu, korban merasa terkejut dan kecewa, karena wajah pelaku tidak sesuai di aplikasi MiChat, dan korban mengcancel open bookingnya. Korban memberikan uang sebesar Rp150.000, namun sesuai kesepakatan, apabila cancel open boking harus bayar Rp250.000.

Akibat kesepakatan tidak sesuai, antara korban dan pelaku sempat terjadi keributan adu mulut, namun korban akhirnya mengalah dan memberikan sisa uang kekurangan dari cancel open booking sebesar Rp100.000 kembali.

Pada saat korban hendak meninggalkan lokasi, pelaku M alias I mengambil Handphone (Hp) Merek Oppo 2+ korban dari saku belakang korban yang disimpan korban.

Selanjutnya pelaku mengatakan kepada korban Hp tersebut sebagai jaminan uang kamar sebesar Rp300.000. Atas kejadian tersebut korban meninggalkan pelaku, dan pelaku memberikan Hp itu kepada rekannya GT alias T (DPO).

Tak selang berapa lama kemudian korban MS Ibrahim datang bersama temennya ingin menebus Hpnya yang diambil pelaku, namun kesepakatan kembali berubah, saat itu GP alias T (DPO) mengatakan kepada korban bahwa uang kamar tersebut menjadi Rp1.250.000.

Merasa tidak ada kesepakatan dan merasa ditipu serta menjadi ajang pemerasan, korban langsung meninggalkan lokasi dan membuat Laporan Pengaduan ke Polsek Medan Helvetia LP/B/362/IX/2021/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA, Tanggal 15 September 2021, Pelapor atas nama MS Ibrahim.

Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Pardamean Hutahaean membenarkan penangkapan tersebut. “Pelaku dapat kami amankan pada Selasa, 21 September 2021, sekira pukul 16.00 WIB, di kos-kosannya yang berada, di Jalan Kapten Muslim, Gang Bersama, Kelurahan Dwikora Medan Helvetia,” ujarnya kepada sejumlah wartawan di Medan, Kamis (23/9).

Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia, Iptu Theo STrk menambahkan, kepada pelaku pihaknya mengenakan pasal 365 Ayat (1) Subs Pasal 363 Ayat (1) ke 4e dari KUHPidana dari KUHPidana dan ancaman hukuman penjara selama 9 Tahun, dengan barang bukti yang diamankan 1 buah kotak ponse Merrk Oppo Reno 2+ warna Black dengan nomor Hp 081931360188 dengan No IMEI1 863112043373132 dan No IMEI2 863112043373124.

“Kepada GT alias T (35), status DPO , Jalan Kapten Muslim, Gang Bersama, Kelurahan Dwikora Medan Helvetia, akan kami kejar terus dan apabila tidak koopratif kami akan ambil tindakan tegas serta terukur,” pungkasnya. (dwi/azw)

M Nuh Nilai Kebebasan Informasi Semakin Kebablasan

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Anggota Komite I DPD RI, Muhammad Nuh menilai, kebebasan informasi saat ini sudah kebablasan. Hal ini terlihat dari banyaknya informasi yang beredar luas di media sosial (Medsos) saat ini justru di luar konteks dan kebenaran.

Hal ini disampaikan Muhammad Nuh dalam pertemuan Komite I DPD RI dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate di Senayan, Selasa lalu (21/9). Menurut Nuh, di awal reformasi ketika para tokoh negeri ini mengamandemen UUD 1945, mereka memasukkan hal yang menjadi perhatian dunia, yaitu hak asasi manusia.

Pada Pasal 28F UUD 1945 disebutkan tentang hak berkomunikasi, memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta hak mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis haluan yang tersedia. “Meski begitu bukan berarti semaunya atau kebablasan dalam hal menerima dan menyebarkan tekhnologi informasi,” kata Nuh.

Dia mencontohkan kasus penistaan agama yang dilakukan M Kece. “Kalau kita lihat 20 video yang sudah dihapus itu, sudah ada sejak Juli 2020. Ini artinya, kasus tersebut sudah ada sejak satu tahun lebih dan belum ada sanksi hukumnya sampai saat ini,” ungkapnya.

Nuh juga mempertanyakan kepada Menteri Kominfo yang hadir secara fisik dalam rapat itu tentang pornografi. “Di satu sisi, mudahnya teknologi informasi memudahkan kita dalam berbagai aktivitas. Seperti di masa pandemi ini, anak-anak kita belajar daring. Tapi di sisi lain, juga terkadang mereka tidak terkontrol, sehingga terjadi penyalahgunaan dari teknologi informasi ini. Hal ini tidak boleh terjadi, karena akan merusak mental anak anak kita di masa depan,” beber mantan anggota DPRD Sumut ini.

Senator asal Sumatera Utara ini juga mempertanyakan kepada Johny G Plate, tentang peran dari Menkominfo dalam hal mengawasi pornografi, penistaan agama, hoax dan juga terorisme. “Kami bersyukur hari ini dapat bertemu langsung dengan Pak Menteri sehingga mendapatkan penjelasan yang baik,” pungkas Nuh. (rel/adz)

Tangkal Akar Korupsi, BPODT Gelar Sosialisasi Soal Gratifikasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO—Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) melaksanakan sosialisasi tentang pemahaman gratifikasi dan pencegahan tindak pidana korupsi yang diikuti pegawai institusi plat merah tersebut, Rabu (22/9/2021).

DIABADIKAN: Direktur Utama BPODT, Jimmy Bernando Panjaitan dan Kasubdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut, Kompol James Hasudungan Hutajulu diabadikan bersama pegawai BPODT usai kegiatan sosialisasi tentang pemahaman gratifikasi dan pencegahan tindak pidana korupsi di kantor BPODT, Rabu (22/9/2021). IST

Menurut Direktur Utama BPODT, Jimmy Bernando Panjaitan, sosialisasi dengan menggandeng pihak Polda Sumut ini, bertujuan agar pejabat dan pegawai di lingkungan BPODT memiliki pengetahuan terkait pencehagan tindak pidana korupsi, serta penanganan gratifikasi di lingkungan BPODT.

“Kami berharap BPODT dan Polda Sumut dapat terus bersinergi dan berkolaborasi dalam mendukung pembangunan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional sebagaimana diamanatkan Bapak Presiden Joko Widodo,” ujarnya saat memberi sambutan di kantor BPODT.

Kompol James Hasudungan Hutajulu selaku Kasubdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut, memaparkan sejarah korupsi di Indonesia sudah ada di sejak masa VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie), di mana VOC merupakan sebuah asosiasi dagang yang memonopoli perekonomian di nusantara.

“Dan dilanjutkan saat masa penjajahan Belanda, pada masa ini muncul istilah katabelece sebagai salah satu modus operandi korupsi di zaman Belanda,” katanya.

Selanjutnya korupsi terus berlanjut di masa penjajahan Jepang dan masa orde lama, orde baru hingga saat ini. Adapun bentuk-bentuk korupsi, sebut dia, antara lain merugikan keuangan negara, suap menyuap, penggelapan dalam jabatan, pemerasan, perbuatan curang, benturan kepentingan dalam keadaan dan gratifikasi.

“Terkait dasar hukum dalam penerapan tipikor, salah satunya berdasarkan TAP MPR Nomor XI Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Pemerintah yang Bersih dan Bebas KKN, Undang-undang Nomor 8/2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Instruksi Presiden Nomor 5/2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi dan Peraturan Pemerintah Nomor 43/2018 tentang Tata Cara Pelaksana Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” urai James Hutajulu.

Sedangkan terkait gratifikasi, ia mengungkapkan definisi dari gratifikasi adalah pemberian uang/hadiah kepada pegawai di luar gaji yang telah ditentukan. Berdasarkan pasal 12B UU RI No.31/1999 Jo. UU RI No.20/2001, lanjutnya pengertian gratifikasi meliputi pemberian uang, barang, rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, dan fasilitas lainnya.

Ia menyebut, landasan hukum gratifikasi terdapat UU tahun 2001 tentang Perubahan UU RI No.31/1999 tentang Pemberantasan TPK (Pasal 12 b ayat 1 dan 2 ; Pasal 12 C ayat 1,2 dan 3) dan UU No.30/2002 tentang Komisi Pemberantasan TPK (Pasal 16).

“Kategori gratifikasi yang dianggap suap pada saat pegawai negeri/penyelenggara negara menerima sesuatu yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban/tugasnya,” katanya.

Adapun gratifikasi yang tidak dianggap suap, hemat Kompol James, yakni gratifikasi diterima oleh PNS/penyelenggara negara yang berhubungan dengan jabatan dan tidak berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

“Adapun strategi pencegahan korupsi adalah identifikasi risiko terjadinya korupsi, kode etik, internalisasi nilai antikorupsi, pelatihan, sosialisasi, corporate social responsibility, kepemimpinan, mekanisme pelaporan pelanggaran, pelaporan yang akuntabel transparan, kebijakan tanpa konflik kepentingan, dan sistem kepatuhan,” katanya sembari mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi BPODT tersebut. “Semoga para pegawai bisa memahami dan tetap menjaga integritasnya,” pungkas dia. (rel/prn)


Telkomsel Pastikan Kesiapan Jaringan Broadband dan Layanan Digital Terdepan untuk Perhelatan PON XX Papua 2021

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel sebagai leading digital telco company dan bagian dari TelkomGroup selaku Official Platinum Telco Partner PON XX Papua 2021 siap mendukung ketersediaan akses layanan telekomunikasi seluler berteknologi terdepan serta ragam pilihan produk dan layanan di momen Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Kesiapan yang juga dikolaborasikan bersama TelkomGroup, difokuskan dengan mematangkan berbagai upaya perencanaan yang komprehensif melalui penyediaan infrastruktur jaringan maupun jaminan ketersediaan layanan yang prima demi menghadirkan keandalan konektivitas dan layanan broadband selama berlangsungnya acara pada 2-15 Oktober 2021.

Telkomsel turut menghadirkan produk dan program unggulan selama rangkaian PON XX Papua 2021 berlangsung, seperti Kartu Perdana Telkomsel PraBayar dengan paket kuota hingga 40GB, layanan akses UMB “Torang Bisa” di *363*020#, layanan asisten virtual PON, dan program reward Telkomsel POIN yang dapat ditukar dengan merchandise khusus PON XX Papua 2021.

Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam mengatakan, “PON XX Papua 2021 merupakan perhelatan ajang olahraga nasional terbesar di Indonesia pertama yang digelar di tengah pandemi sekaligus menjadi yang pertama dihelat di wilayah Indonesia bagian Timur. Sehingga, antusias seluruh pihak pasti sangat besar menyambut event ini. Sebagai connectivity enabler, Telkomsel berkomitmen untuk membuka peluang dan kesempatan yang lebih luas bagi para atlet, official, volunteer, pengunjung,hingga masyarakat Papua dalam mendapatkan akses jaringan komunikasi maupun layanan data melalui pemanfaatan teknologi broadband terdepan dari Telkomsel untuk menikmati dan mengabadikan pengalaman terbaik selama PON XX Papua 2021 berlangsung.”

Infrastuktur jaringan broadband yang telah dipersiapkan Telkomsel di antaranya penambahan 192 BTS 4G/LTE, peningkatan kapasitas dan kualitas dengan membangun sistem indoor di Stadion Lukas Enembe, pengoperasian tambahan 12 COMBAT yang akan dimobilisasi di berbagai titik prioritas seperti tiga bandara, media center, PB PON, 31 hotel, 47 main venue, jalan protokol, dan lokasi wisata. Berbagai persiapan infrastruktur yang telah Telkomsel persiapkan sejak April 2021 tersebut merupakan langkah antisipasi terjadinya lonjakan trafik layanan data dan kebutuhan layanan komunikasi untuk mengabadikan keseruan selama perhelatan olahraga nasional terbesar yang berlangsung di empat klaster utama, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.

Selain itu, Telkomsel turut memastikan kesediaan pasokan energi listrik untuk BTS prioritas dengan menyiagakan puluhan genset, puluhan Support Catu Daya (SCD) Mobile, serta optimalisasi kapasitas baterai di setiap BTS agar tetap dapat memberikan pelayanan dan jaringan yang optimal dan mengantisipasi kemungkinan selama gelaran acara berlangsung. Seluruh kesiapan infrastruktur jaringan Telkomsel juga didukung dan berkoordinasi secara intensif dengan TelkomGroup guna mendapatkan akses layanan telekomunikasi yang prima.

Guna memastikan kenyamanan masyarakat mengabadikan momen pekan olahraga lima tahunan ini, Telkomsel juga telah mempersiapkan beragam program dan produk unggulan yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat selama perhelatan acara berlangsung. Produk unggulan yang telah dipersiapkan antara lain kartu perdana Telkomsel Prabayar dengan paket khusus dengan kuota data hingga 40GB, layanan akses UMB “Torang Bisa” di *363*020# untuk mempermudah pembelian varian paket Telkomsel, Program Reward PON XX Papua 2021 berupa Telkomsel POIN yang dapat ditukar dengan merchandise menarik bagi pelanggan setia Telkomsel di Papua yang tersedia di GraPARI, Mobile Grapari dan booth Telkomsel, serta layanan asisten virtual PON yang dapat membantu pelanggan, atlet dan official dalam mendapatkan berbagai informasi terkait produk, layanan, hingga program terbaru Telkomsel.

Hendri lebih lanjut menambahkan, “Sebagai upaya memudahkan akses bagi seluruh pihak dalam mendapatkan produk Telkomsel, terdapat sejumlah titik penjualan dan layanan Telkomsel yang berada di dalam booth TelkomGroup seperti di lokasi bandara, seluruh venue PON termasuk Stadion Lucas Enembe, hingga tempat penginapan altet dan official.  Untuk memberikan kenyamanan bernilai tambah dan layanan terbaik ke semua pelanggan, kami juga menghadirkan beberapa pusat layanan, seperti 6 GraPARI, 7 Mobile GraPARI, 28 booth dan ketersediaan produk di 327 outlet yang tersebar  di Kota dan Kabupaten Jayapura, Merauke, dan Timika untuk kebutuhan pergantian kartu, migrasi kartu 4G, dan aktivasi paket.”

Selama perhelatan PON XX Papua 2021, Telkomsel sebagai the first 5G operator di Indonesiajuga akan menghadirkan ‘Telkomsel 5G Experience Center’ yang berlokasi di Stadion Lucas Enembe kepada para pengunjung, terurama masyarakat Papua untuk mendapatkan pengalaman terbaik dalam memanfaatkan teknologi revolusioner melalui use case yang dilengkapi dengan teknologi 5G. Pada kesempatan tersebut, Telkomsel menghadirkan berbagai pengalaman terbaik kepada pengunjung, di antaranya menyaksikan secara virtual keseruan pada saat opening dan closing ceremony di dalam Stadion Lucas Enembe dengan menggunakan teknologi 360 virtual reality (VR), serta menikmati konten edukatif terkait VR experience tentang keindahan akan budaya dan alam Papua.

“Berbekal pengalaman saat mengoptimalisasi jaringan dan layanan di Asian Games 2018 lalu, serta melalui berbagai persiapan yang sudah dilakukan sejak April 2021, Telkomsel optimis dapat memberikan layanan berkualitas serta akses layanan broadband berteknologi terdepan seperti 4G/LTE di wilayah-wilayah perhelatan PON XX Papua 2021. Telkomsel akan selalu optimal dalam memberikan pelayanan karena ini menjadi kesempatan bagi Telkomsel untuk membuka dunia lebih luas bagi masyarakat Papua, sekaligus mengoptimalkan berbagai potensi generasi muda Papua untuk dapat berkembang dan terhubung dengan dunia penuh peluang,” pungkas Hendri.

Dukungan Telkomsel Area Sumatera Atlet Jauhari Johan

Pada pagelaran PON XX 2021 Papua kali ini, Telkomsel Area Sumatera juga berkomitmen untuk terus bergerak maju mendukung talenta unggul Indonesia untuk dapat berprestasi diberbagai bidang, tak terkecuali di bidang Olahraga. Komitmen ini diwujudkan Telkomsel Area Sumatera melalui dukungan fasilitas telekomunikasi yang diberikan kepada Atlet Triathlon Nasional, Jauhari Johan yang berlaga di ajang PON XX Papua 2021.

Vice President Consumer Sales Telkomsel Sumatera, Erwin Tanjung mengatakan “Kami bangga bisa berkontribusi untuk terus mendukung talenta berprestasi di Indonesia seperti Jauhari Johan. Dukungan yang kami berikan merupakan komitmen kami untuk #BukaSemuaPeluang memajukan berbagai bidang berlandaskan prinsip integrity, purposeful, empowering, dan exciting. Prinsip tersebut yang turut dibawa sosok Jauhari Johan dalam setiap kompetisi yang ia Ikuti.”

Pada ajang PON XX Papua 2021, Jauhari Johan berhasil menyabet medali didua cabang olahraga yang ia ikuti. Pada cabang olahraga duathlon, Jauhari Johan berhasil menyabet medali perak. Medali yang sama juga diraih Jauhari Johan pada cabang olahraga Triathlon.

Airlangga dan Ganjar Ziarah Kiyai Bersama di Jatinom Klaten

KLATEN, SUMUTPOS.CO – Dalam acara haul Ki Ageng Gribig di Jatinom, Klaten, Jumat (24/9/2021) Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Airlangga dan Ganjar bertemu di Rumah Eyang Reksodiharjo, di Jatinom, Klaten. Tempat ini dikenal sebagai area sakral bagi warga setempat.

Pertemuan kedua tokoh yang digadang-gadang menjadi duet pemimpin nasional juga berlangsung di sela-sela acara Andum Apem, sebuah tradisi yang sudah dijalankan sejak ratusan tahun lalu.

Setelah acara pelepasan apem selesai, selanjutnya Airlangga dan Ganjar terlihat berbicara serius selama kurang lebih 30 menit. Tidak banyak yang tahu persis, apa yang dibicarakan keduanya.

Saat ditanya tentang rencana koalisi dengan Ganjar Pranowo menuju Pilpres 2024, Airlangga secara diplomatis menolak untuk menjawabnya. “Sekarang masih September 2021, masih jauh,” kata Airlangga.

Ganjar pun sama saat media menanyakan perihal koalisi Pilpres 2024. “Ah wartawan, tanyanya itu terus,” kata Ganjar.

Ketika beberapa media menyatakan bahwa keduanya cocok sebagai pasangan di Pilpres 2024, seperti yang diprediksi oleh beberapa pengamat Ganjar dan Airlangga, tak mau menjawab.

“Ah pengamate sopo (ah pengamatnya siapa)?” kata Ganjar.

Airlangga pun menjawab penuh canda.

“Pertama pengamate sopo, sing kedua sopo sing diamati (pertama pengamatnya siapa ? yang kedua siapa yang diamati),” kata Ketua Umum Partai Golkar.

Dalam kesempatan bertemu media, Airlangga menyatakan bahwa pertemuan ini terkait dengan acara Yaqowiyu yang akan terus dilestarikan. Selain itu juga perihal penanganan Covid dan pemulihan ekonomi.

Terkait dengan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi, Airlangga menyatakan penanganan pandemi di Klaten sudah semakin baik.

“Saat ini PPKM di Klaten sudah turun di level 3 dan pelaksanaan vaksinasi juga sudah semakin masif, namun tetap harus digenjot,” kata Airlangga.

Selanjutnya tentang pemulihan ekonomi, Airlangga berharap terus ditingkatkan dan angka kemiskinan di Jawa yang masih ada baik itu di Jabar dan Jateng harus terus diturunkan.

“Sesuai arahan Presiden Jokowi angka kemiskinan absolut ini harus dihilangkan, pada Juni tahun 2024,” kata Airlangga.

Selain menggelar pertemuan di tempat sakral itu, Airlangga dan Ganjar juga melepas distribusi kue apem ke masyarakat dengan menggunakan ojek online. Acara ini pada masa pra Covid, biasanya dilakukan dengan melempar apem ke pengunjung yang hadir.

Namun dalam kondisi pandemi Covid-19 ini acara pembagian apem yang dilemparkan ke masyarakat, sudah tidak memungkinkan lagi. Oleh karena itu panitia, menginisiasi dengan penyebaran melalui ojek online seperti Gojek dan Grab.

Menko Airlangga Dukung Teknologi Smart Farming untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian

KLATEN, SUMUTPOS.CO – Permasalahan pada sektor pangan selalu menjadi perhatian di setiap negara. Pemerintah selalu berupaya memenuhi kebutuhan pangan rakyat dan menjaga ketahanan pangan diantaranya melalui pemberdayaan petani, mendorong petani milenial, peningkatan produktivitas dan penggunaan teknologi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berkesempatan meninjau lokasi pertanian yang dikembangkan oleh petani milenial dengan konsep smart farming melalui penggunaan teknologi, dalam agenda kunjungan kerja di Klaten, Jawa Tengah (24/09).

Program Millenial Smartfarming merupakan ekosistem pemberdayaan milenial melalui pembinaan dan pengembangan ekosistem pertanian digital (IoT) dari hulu ke hilir serta meningkatkan Inklusi Keuangan Desa.

Program ini bertujuan mengimplementasikan pertanian cerdas dengan penerapan digitalisasi pertanian dengan Internet of Things (IoT), membentuk ekosistem pertanian dengan pembukaan akses pasar kepada petani, sehingga penghasilan petani terjamin serta mengoptimalkan inklusi keuangan perbankan di desa, dan memperkuat kelembagaan petani milenial yang dilakukan oleh berbagai stakeholder.

“Program Millennial Smartfarming diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian dalam rangka untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi nasional sebagai dampak adanya pandemi Covid-19,” ungkap Menko Airlangga.

Menko Airlangga juga menyempatkan diri untuk berbincang dengan salah satu petani milenial bernama Hartoyo. Hartoyo sendiri sebelumnya bekerja kantoran di Jakarta, namun saat ini ia sangat menekuni pertanian karena diakuinya penghasilan yang didapatkannya dari sini lebih besar.

Hartoyo menjelaskan kepada Menko Airlangga mengenai mekanisasi pertanian otomatis menggunakan aplikasi yang diinstal di gawai tablet dan tenaga surya yang sudah digunakannya selama tiga bulan.

Aplikasi dan alat sensor cuaca dibuat oleh sebuah perusahaan rintisan anak bangsa. Sebelum sistem pertanian digital itu digunakan secara luas oleh petani milenial, perusahaan rintisan tersebut mencetuskan konsep Smart Farming 4.0 yang menjadi pemenang pertama Hermes Award kategori Startup pada gelaran Hannover Messe 2020.

Konsep Smart Farming 4.0 memberi jalan keluar bagi petani dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Caranya adalah dengan menggunakan alat sensor dan aplikasi, yang memberikan informasi yang dapat membantu petani untuk meningkatkan produksi pertanian, termasuk mengurangi pemakaian pupuk dan air.

Konsep tersebut menjadi dasar menciptakan aplikasi mobile yang berbasis teknologi pertanian untuk membantu pencatatan sistem bertani, memilih pedoman budidaya, serta penanganan dan pengolahan pertanian yang baik. Meningkatkan efisiensi pertanian dengan lebih mudah dan hemat namun dapat menghasilkan panen secara maksimal, disamping itu petani juga dapat dengan mudah mendapatkan akses mitra dan pasar yang tepat.

Selanjutnya Menko Airlangga bersama dengan Wakil Bupati Klaten dan Direktur Hubungan Kelembagaan BNI mencoba menanam padi menggunakan Treventer, sebuah mesin menanam otomatis. Menko Airlangga juga berbincang dengan ibu-ibu petani yang sedang menanam pada secara tradisional. Pada kali itu, Menko Airlangga menanyakan perkembangan pertanian dan juga menjelaskan bantuan pemerintah khususnya KUR yang bisa diambil para petani untuk semakin mengembangkan pertaniannya.

“Hasilnya dengan sistem ini bisa antara 6-7 ton per hektare, dalam dua tahun bisa dua kali panen. Harga gabah basar saat ini mendekati Rp5 ribu, karena Srinau (modifikasi beras Rojo Lele yang asli Klaten). Kalau semuanya menggunakan teknologi diharapkan produktivitas akan lebih tinggi lagi, apalagi sudah menggunakan alsintan otomatis untuk penanaman,” tutup Menko Airlangga.(*)