23 C
Medan
Monday, January 12, 2026
Home Blog Page 3073

Biaya Pemakaman Covid-19 di Langkat Minta Cepat Disalurkan

PEMAKAMAN: Petugas medis memakamkan jenazah pasien Covid-19 di lokasi pemakaman khusus di Simalingkar B, Medan Tuntungan.
PEMAKAMAN: Petugas medis memakamkan jenazah pasien Covid-19 di lokasi pemakaman khusus di Simalingkar B, Medan Tuntungan.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Satgas percepatan penanggulangan COVID-19 Kabupaten Langkat menggelar rapat membahas vaksinasi dan penyaluran pembayaran biaya pemakaman pasien Covid-19. Rapat ini dipimpin Bupati Langkat Terbit Rencana PA, melalui Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin, di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Selasa (22/9).

PEMAKAMAN: Petugas medis memakamkan jenazah pasien Covid-19 di lokasi pemakaman khusus di Simalingkar B, Medan Tuntungan.
Ilustrasi.

Dalam kesempatan itu, sekda meminta, Dinas Kesehatan mempercepat proses administrasi pembiayaan pemakaman pasien Covid-19.

Sebab saat ini, pembiayaan sudah dapat lebih cepat disalurkan BPKAD setelah administrasi dilengkapi dan diselesaikan oleh Dinkes. “Biaya pemakaman pasien Covid-19 cepat disalurkan,” pinta Sekda.

Sekda juga meminta kepada para camat se Langkat, menepis isu miring soal biaya tambahan pemakaman Covid-19. Serta menginformasikan tidak ada lagi pemakaman dimalam hari, kepada masyarakat.

“Tidak ada itu biaya tambahan yang harus di keluarkan dari keluarga pasien Covid-19, dan dilarang melakukan pemakaman dimalam hari,” tegas Sekda.

Serta menginstruksikan agar para camat tetap memantau informasi terkait penanganan dan perkembangan Covid-19 di masing-masing wilayahnya.

Plt Kadis Kesehatan dr Juliana meminta agar personel Satgas Covid-19 tingkat kabupaten ditambah agar penanganan kasus Covid-19 dan vaksinasi dapat menjangkau sampai tingkat kecamatan dan desa dengan cepat.

Ia juga meminta, agar pihak kecamatan dan puskesmas, cepat dan lengkap dalam memberikan data administrasi agar pembiayaan pemakaman pasien Covid-19 bisa cepat disalurkan.

“Satu pemakaman biayanya Rp1,4 juta. Jadi data regulasi penjabaran biaya pemakaman senilai Rp1, 4 juta itu, perlu dipaparkan dengan jelas,” paparnya. (mag-6)

971 WBP Lapas Binjai Vaksin Dosis Pertama

VAKSINASI: Sebanyak 971 WBP Lapas Binjai divaksin dosis pertama di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai divaksin dosis pertama, Rabu (22/9).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 971 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai divaksin dosis pertama, kemarin (22/9). Ini dilakukan demi mendapat kekebalan komunal atau herd immunity setiap WBP.

VAKSINASI: Sebanyak 971 WBP Lapas Binjai divaksin dosis pertama di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai divaksin dosis pertama, Rabu (22/9).

Pelaksanaan vaksinasi kepada ratusan WBP atas kerja sama Lapas Binjai dengan polres dan pemerintah kota. “Vaksinasi kepada warga binaan dilaksanakan di Aula Lapas Binjai,” kata Kalapas Binjai, Maju Amintas Siburian, Kamis (23/9).

Dengan demikian, sebagian besar WBP di Lapas Binjai sudah mendapat vaksinasi. Kalapas mengucapkan, terima kasih kepada Pemko Binjai dan polres atas pelaksanaan vaksinasi dosis pertama.

“Vaksinasi ini memang harus terus didorong sesuai instruksi Bapak Presiden bahwa, salah satu penanganan covid-19 ini harus benar-benar serius dan bekerja sama dengan pihak terkait dalam pelaksanaannya serta harus terus dilakukan,” ujar Maju.

Oleh Pemko Binjai mengapresiasi atas kabar vaksinasi kepada WBP yang sudah berjalan dengan baik. “Kami akan terus berkoordinasi untuk pelaksanaan vaksinasi kedua,” tandas Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai, dr Sugianto. (ted/azw)

BIN Vaksin 11 Ribu Pelajar SMA

TINJAU: Kabinda Sumut, Brigjen TNI Asep Jauhari Puja Laksana (tiga dari kiri) saat melihat proses vaksinasi kepada pelajar di MAN Binjai, Kamis (23/9).tedi/sumutpos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Badan Intelijen Negara Daerah Sumatera Utara kembali melakukan vaksinasi kepada pelajar. Kali ini, sasaran vaksinasi kepada pelajar tingkat sekolah menengah atas sederajat.

TINJAU: Kabinda Sumut, Brigjen TNI Asep Jauhari Puja Laksana (tiga dari kiri) saat melihat proses vaksinasi kepada pelajar di MAN Binjai, Kamis (23/9).tedi/sumutpos.

Pelaksanaan vaksinasi digelar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Binjai, Jalan Pekanbaru, Binjai Selatan, Kamis (23/9). Selain pelajar, santri juga akan divaksinasi.

Presiden Joko Widodo juga meninjau vaksinasi kepada pelajar dan santri secara virtual dari Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Cilacap. Kabinda Sumut, Brigjen TNI Asep Jauhari Puja Laksana menyatakan, pihaknya membawa 7.500 dosis untuk warga Kota Binjai.

“Total vaksin yang kami bawa hari ini ada 11 ribu dosis. 7.500 untuk santri, pelajar dan masyarakat kota Binjai, sementara 3.500 lainnya dipusatkan di Pondok Pesantren Darularafah Raya di Kutalimbaru, Deli Serdang,” kata dia.

Perwira tinggi TNI ini menjelaskan, vaksinasi yang digelar di Binjai digelar di sejumlah titik. Selain di MAN Binjai untuk 3.500 dosis, juga ada 4.000 dosis lainnya di Kantor Kelurahan Kebun Lada, Puskesmas Pembantu Jati Karya, Binjai Utara.

Bahkan, kata dia, tim vaksinator juga mendatangi warga dari rumah ke rumah dengan mobil keliling yang dibuat khusus. Totalitas BIN Daerah Sumut melakukan vaksinasi ditularkan dari semangat Presiden Jokowi.

“Semangat Bapak Presiden untuk membawa kita keluar dari pandemi covid-19 dengan menggencarkan vaksinasi, menjadi semangat kami untuk mempercepat program vaksinasi. Terutama di wilayah dengan mobilitas dan interaksi tinggi,” tegas Brigjen TNI Asep.

“Vaksinasi pelajar dan santri ini juga merupakan dukungan BIN agar sekolah dan pondok bisa secepatnya melaksanakan pembelajaran tatap muka,” tandasnya. (ted/azw)

BKKBN Sumut Sosialisasi Pendataan Keluarga di Tanjungpura

DIABADIKAN: Anggota Komisi IX DPR RI, Delia Pratiwi br Sitepu SH dan perwakilan BKKBN Sumut, Dedi Iswandi Ssos diabadikan di Kelurahan Pekan Tanjungpura.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Stunting adalah kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. BKKBN sebagai Lembaga Pemerintah Nonkementerian, diberikan mandat untuk mengentaskan masalah stunting yang terjadi di Indonesia.

DIABADIKAN: Anggota Komisi IX DPR RI, Delia Pratiwi br Sitepu SH dan perwakilan BKKBN Sumut, Dedi Iswandi Ssos diabadikan di Kelurahan Pekan Tanjungpura.

Untuk menindaklanjuti pengentasan stunting tersebut, BKKN Sumut melalui programnya melakukan Sosialisasi Pendataan Keluarga di Kelurahan Pekan Tanjungpura, Kabupaten Langkat.

Kegiatan sosialisasi inipun dihadiri mitra kerja BKKBN dari Komisi IX DPR RI, Delia Pratiwi br. Sitepu, SH. Kehadiran wakil rakyat ini untuk memastikan kegiatan dan program yang telah disepakati, terlaksana dengan baik dan lancar.

“Kami Targetkan pendataan kelurga sebanyak 3.671.967 keluarga yang tersebar di 33 Kabupaten/Kota, 455 Kecamatan dan 6,108 Desa/Kelurahan,” ujar perwakilan BKKBN Sumut, Dedi Iswandi Ssos Mip di sela-sela sosialisasi beberapa waktu lalu.(rel/han)

Gugat Gubsu dan Bupati Delisedang Rp58 Miliar, Buruh Minta Hakim Percepat Jadwal Sidang

ist HADIR: Para buruh GEBBER Sumut usai menghadiri sidang di PN Medan, kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sidang lanjutan gugatan dari sepuluh elemen organisasi Serikat Pekerja/ Serikat Buruh (SPSB) yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bermartabat Sumatera Utara (GEBBER Sumut) memasuki sidang kedua.

ist HADIR: Para buruh GEBBER Sumut usai menghadiri sidang di PN Medan, kemarin.

Sidang terhadap Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bupati Deliserdang dan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) tersebut, terkait tidak dinaikannya Upah Minimum Kabupaten (UMK) Deliserdang untuk tahun 2021.

Sidang yang digelar di Ruang Cakra VI pada Pengadilan Negri Medan, Rabu (22/9), dengan agenda jawaban dari para tergugat, yakni ketiga Intansi Pemerintah tersebut.

Dalam ruang persidangan yang dibuka untuk umum pada sekira pukul 11.00 WIB, Hakim Ketua Safril, bersama kedua hakim anggota yang memimpin jalannya persidangan tampak memberikan kesempatan pada pihak tergugat yang hadir, yakni dua kuasa hukum dari Gubernur Sumut, selaku tergugat 1 dan Bupati Deliserdang sebagai tergugat 2, untuk membacakan jawaban atas gugatan perdata berupa perbuatan melawan hukum yang dilayangkan GEBBER Sumut selaku para penggugat. Sedangkan tergugat tiga dalam hal ini menaker tidak terlihat hadir dalam persidangan.

Usai menyerahkan jawaban dari para tergugat, kuasa hukum GEBBER Sumut Daniel Marbun SH bersama Muhammad Amrul Sinaga SH memohon kepada majelis hakim, agar persidangan gugatan para buruh ini dapat digelar cepat mengingat UMK Deliserdang untuk Tahun 2022 sudah akan dibahas para buruh.

Menyikapi hal tersebut, Majelis Hakim bersepakat untuk menggelar tahapan persidangan pada setiap satu minggu sekali guna menyahuti permohonan para penggugat, dengan menjadwalkan sidang lanjutan pada Rabu 29 September 2021, yakni pekan depan.

Sementara itu Kordinator GEBBER Sumut, Muhammad Sahrum, didampigi para pimpinan buruh lainnya menyampaikan harapan agar majelis hakim dapat memutuskan perkara gugatan buruh dengan seadil-adilnya dan proses secepatnya tanpa mengulur waktu lagi.

“Seperti permintaan kuasa hukum kami, agar sidang dapat berjalan cepat, mengingat selama ini waktu dari kami layangkan gugatan sudah banyak di ulur-ulur jadwal sidangnya, dan mangingat waktu penetapan upah untuk Tahun 2022 sudah mulai dekat. Kita bersyukur hakim telah memenuhi harapan kami, untuk sidang digelar semingu sekali ke depannya,” ujar Sahrum, Kamis (23/9).

GEBBER Sumut, lanjut Sahrum, akan terus mengawal proses persidangan ini, karena pihaknya yang memiliki sekitar kurang lebih 15 ribu anggota yang merupakan pekerja di Kabupaten Deliserdang, sangat dirugikan atas tidak dinaikannya UMK disebabkan dari kebijakan para kepala daerah dan Menaker.

“Seperti kita sudah sampaikan sebelumnya, gugatan kerugian buruh yang tergabung dalam GEBBER Sumut adalah Rp58 Miliyar. Untuk itu kami mohon doa seluruh buruh khususnya Deliserdang agar tuntutan buruh dimenangkan dan atau Bupati segera menaikan UMK Tahun 2021 untuk seluruh buruh di Kabupaten Deliserdang,” tegas Sahrum yang juga ketua DPC F SP Kahut KSPSI Deliserdang ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, GEBBER Sumut yang merupakan gabungan aliansi 10 SP/SB, yakni KSPI-FSPMI Deliserdang (DS), FSP Kahut SPSI DS, FSP Lem SPSI DS, FSP PPP SPSI DS, FSP KEP SPSI DS, FSP RTMM SPSI DS, F SB Kikes SBSI DS, SBSI 92 DS, KGB Peta dan SBSU, telah melayangkan gugatan perdata kerugian buruh akibat tidak dinaikannya UMK Deli Serdang ini sejak bulan Juni 2021 di Pengadilan Negri (PN) Medan.

Hingga saat ini, sidang baru saja dimulai sebanyak dua kali, terhitung perdana dimulai sejak 15 September 2021 yang lalu.

Dalam gugatanya yang ditujukan pada Gubsu, Bupati Deliserdang dan Menaker, GEBBER Sumut meminta PN Medan agar menuntut kerugian buruh terhadap ketiga Intansi pemerintah tersebut agar membayar kerugian materil kaum buruh sebesar Rp58 Miliyar atas tidak dinaikannya Upah buruh dan atau segera menaikan UMK dan UMSK buruh Deli Serdang untuk tahun 2021. (dwi/azw)

Fitra Menilai Sikap Anggota DPRD Humbahas Tak Pentingkan Hajat Hidup Masyarakat

Keterangan Pers : Ketua DPRD Ramses Lumbangaol didampingi Jamanat Sihite, Daniel Banjarnahor, Tingkos Silaban, Sekdakab Tonny Sihombing, Kepala BPKPAD Jhon Harry Marbun saat memberikan keterangan pers atas insiden penyiraman dan penolakkan beberapa anggota Banggar menyangkut KUA PPAS APBD Perubahaan TA 2021.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Sumatera Utara menggangap aksi yang dilakukan para anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan saat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Perhitungan Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) Perubahaan APBD 2021 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), tersebut bukanlah mementingkan hajat hidup masyarakat.

Keterangan Pers : Ketua DPRD Ramses Lumbangaol didampingi Jamanat Sihite, Daniel Banjarnahor, Tingkos Silaban, Sekdakab Tonny Sihombing, Kepala BPKPAD Jhon Harry Marbun saat memberikan keterangan pers atas insiden penyiraman dan penolakkan beberapa anggota Banggar menyangkut KUA PPAS APBD Perubahaan TA 2021.

Divisi Advokasi dan Data Fitra Sumut Irvan Hamdani Hasibuan, mengatakan aksi anggota dewan Banggar itu yang dinilai telah bersikap arogan.

Semestinya, jikapun ada cara-cara penolakkan dapat dilakukan dikeputusan tertinggi disaat paripurna. Walaupun pembahasan ini, dinilai mereka tidak lagi sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Sangat kita sayangkan aksi penyiramannya. Semestinya, kalau ada penolakkan bisa dilakukan dalam rapat paripurna, bukan cara-cara anarkis. Biarlah tahapan pembahasan itu dilakukan. Karena pengambilan keputusan tertinggi itukan diputuskan dalam rapat paripurna,” ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, pembahasan KUPA PPAS di Badan Anggaran (Banggar) itu merupakan tahapan dari agenda dan jadwal hasil rapat Badan Musyawarah (Banmus).

“Jadi, biarlah pembahasan itu diuji dalam rapat paripurna sebagai rapat tertinggi,” sambung dia.

Lebih lanjut Irvan mengatakan, DPRD seharusnya menyoroti pembahasan KUA PPAS karena terkait hajat hidup masyarakat. Bukan cara-cara ngotot-ngototan, adu mulut soal aturan.

Lantaran, sesuai amanat kontitusi dalam pembahasan APBD sebagaimana Undang-Undang nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD pasal 217.

Dan, Undang-Undang 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan Tata Tertib DPRD. Dijelaskan Irvan, DPRD membahas dan menyetujui APBD, dengan kewenangannya hanya membahas dan memberikan persetujuan Rancangan Peraturan Daerah mengenai APBD yang diajukan Gubernur, Walikota dan Bupati.

Namun melihat kejadian itu, menurut Irvan, justru masyarakat yang menjadi korban. Sebab, program-program yang ditujukan untuk masyarakat akan tertunda lantaran Perubahaan APBD 2021 tidak menuai kesepakatan bersama.

“Jadi disni Fitra menilai DPRD lebih mengutamakan kepentingan kelompok, bukan kepentingan masyarakat Humbahas. DPRD lemah dalam melaksanakan fungsi pengawasan anggaran, serta salah dalam menggunakan hak budgeting yang menjadi fungsi dan peran mereka sebagai wakil rakyat,” ujar Irvan.

Diberitakan sebelumnya, anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan ricuh saat rapat pembahasan dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Plafon Perhitungan Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahaan tahun anggaran 2021 untuk pengambilan keputusan dibawa ke sidang paripurna, Senin (20/9) lalu. (des/ram)

Gubernur Edy Rahmayadi Gelar Kunker ke Taput, Infrastruktur dan Pertanian Jadi Fokus di 2022

MOTIVASI: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Ketua TP PKK Provinsi Sumut Nawal Lubis memberikan pengarahan dan motivasi kepada Bupati, Kepala Dinas, Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Tapanuli Utara di Aula Sopo Partukoan, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Rabu (22/9). Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan alat pertanian, alat kesehatan dan santuan kepada anak berkebutuhan khusus.Dinas Kominfo Provinsi Sumut for sumut pos.

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyebutkan bahwa program pembangunan tahun depan (2022) di Tapanuli Utara (Taput) akan difokuskan untuk pengembangan pertanian dan perbaikan infrastruktur.

MOTIVASI: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Ketua TP PKK Provinsi Sumut Nawal Lubis memberikan pengarahan dan motivasi kepada Bupati, Kepala Dinas, Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Tapanuli Utara di Aula Sopo Partukoan, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Rabu (22/9). Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan alat pertanian, alat kesehatan dan santuan kepada anak berkebutuhan khusus.Dinas Kominfo Provinsi Sumut for sumut pos.

Hal itu disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi saat menggelar kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Taput di Sopo Partukkoan Gedung Kesenian, Tarutung, Rabu (22/9). Hadir di antaranya Ketua TP-PKK Sumut Nawal Lubis dan Bupati Taput Nikson Nababan.

“Saya berusaha menyelesaikan persoalan yang ada. Untuk percepatan perbaikan jalan (provinsi), segera persiapkan timnya (perencanaan). Memang sekarang bukan waktunya untuk bicara yang enak-enak. Tetapi saya hadir di sini, karena saya mencintai rakyat,” ujar Gubernur, dalam pertemuan bersama perangkat pemerintahan se-Kabupaten Taput.

Selain itu, Gubernur juga menyebutkan bahwa pertanian di Taput merupakan sektor yang potensial. Namun ada beberapa lokasi yang perlu perhatian pemerintah, terutama infrastruktur irigasi persawahan.

“Saya sudah iya-kan (setujui), saya sudah perintahkan agar itu dialokasikan di tahun depan. Jadi serapan anggaran supaya bisa dipercepat, begitu juga di Kabupaten Taput (APBD Taput),” jelasnya.

Gubernur juga mengingatkan agar seluruh masyarakat Taput, bisa mendukung sektor pariwisata, terutama bagaimana memberikan pelayanan serta keramahtamahan kepada setiap orang yang berkunjung ke kabupaten ini.

Sementara Bupati Taput Nikson Nababan mengapresiasi kehadiran Gubernur di kabupaten mereka. Apalagi permohonan untuk perbaikan dan pembangunan jalan provinsi, terutama jalur Taput-Lahuhanbatu, sebagai alternatif, khususnya dalam pengiriman hasil pertanian, mendapat respons yang positif dari Gubernur, yang langsung memerintahkan jajarannya untuk mempersiapkan perencanaan.

Permohonan tersebut, mengingat kondisi jalan lintas Sipahutar-Pangaribuan cukup memprihatinkan. Kemudian jalur tembus dari Taput-Labuhanbatu agar dapat dibuka, sehingga dapat memangkas waktu tempuh hingga empat jam, dan telah dibicarakan bersama kedua daerah.

“Juga ada dua irigasi yang perlu perhatian Pak, itu mengaliri ribuan hektare sawah padi. Jadi, terima kasih kepada Bapak Gubernur yang sudah datang dan memberikan bantuan provinsi, kemudian ada juga bantuan PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional). Dengan bantuan ini, semoga Sumatera Utara menjadi yang terdepan dari provinsi lain,” jelas Nikson.

Kunjungan kerja tersebut, juga dirangkai dengan penyerahan bantuan alat pertanian, alat kesehatan, usaha kecil, serta meninjau stan UMKM di Sopo Partukkoan. Turut mendampingi Gubernur, Staf Ahli Gubernur Binsar Situmorang, Kepala Dinas Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut Bambang Pardede, Kepala Biro Umum Mahfullah Daulay, Kepala Dinas Kesehatan Ismail Lubis, serta sejumlah pejabat. (prn)

Bimtek Penyelarasan Draf Master Plan Smart City, Bupati DAIRI Harap Adanya Peningkatan Kerja

BUKA: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu membuka bimtek penyelarasan draf master plan smart city di Gedung Sada Ahmo Sidikalang, Rabu (22/9).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, membuka kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) tahap 2, untuk penyelarasan draf master plan Smart City dan Koordinasi Implementasi Program Quick Win Kabupaten di Gedung Sada Ahmo Sidikalang, Rabu (22/9).

BUKA: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu membuka bimtek penyelarasan draf master plan smart city di Gedung Sada Ahmo Sidikalang, Rabu (22/9).

Bupati mengatakan, konsep smart city untuk mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan berbagai perangkat IoT untuk mengoptimalkan efisiensi operasi dan layanan kepada masyarakat.

“Semua harus terkoneksi. Dengan demikian akan membuat hidup kita menjadi lebih mudah. Itulah makanya pemerintah mencanangkan smart city bagi daerah yang terpilih. Hasil akhirnya layanan kita akan lebih mudah,” jelas Eddy.

Menurut Eddy, digitalisasi mampu mendorong peningkatan transparansi pengelolaan tata kelola pemerintah.

“Dengan menerapkan sistem digital aspek dan efisiensi kerja semakin dapat ditingkatkan, memberikan ruang transparansi yang akhirnya dapat mendorong peningkatan sikap responsif masyarakat dalam pembangunan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Rahmatsyah Munthe mengatakan, kegiatan tahap awal sudah dilakukan di Balai Budaya, Sidikalang, beberapa waktu yang lalu.

“Program ini akan mensinkronkan renstra organisasi perangkat daerah (OPD) dengan rencana aksi dan program smart city ditambah dengan program quick win Kabupaten. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 2 hari,” ujarnya.

Sementara itu, Fitrah R Kautsar tenaga ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai narasumber dalam bimtek menjelaskan, kegiatan itu untuk mematangkan rencana yang sudah dibangun di tahap I, dan menindaklanjutinya pada kegiatan tahap II.

“Kita akan coba matangkan rencana program quick win sebagai program Smart City di Kabupaten Dairi. Progres di sini sangat baik, karena Bupati terlibat langsung. Saya berharap Kabupaten Dairi dapat menjadi contoh bagi daerah lain,” ungkapnya. (rud/ram)

100.000 Guru Honorer segera Diangkat jadi Guru PPPK

CINDERAMATA: Pj Sekdaprovsu, Afifi Lubis menerima memberi cinderamata kepada Ketua Komisi II DPR, Junimart Girsang usai melakukan kunker di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Rabu (22/9).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyampaikan kabar baik terkait seleksi guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).  Menurut Nadiem, sekitar 100.000 ribu guru honorer, lulus seleksi guru PPPK tahap I. 

CINDERAMATA: Pj Sekdaprovsu, Afifi Lubis menerima memberi cinderamata kepada Ketua Komisi II DPR, Junimart Girsang usai melakukan kunker di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Rabu (22/9).

“Jadi, berdasarkan hasil seleksi tahap pertama, sekitar 100.000 guru honorer di tanah air akan segera diangkat menjadi guru PPPK,” kata Nadiem Makarim dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, yang diikuti via daring di Jakarta, Kamis (23/9). 

Nadiem menjelaskan bahwa saat ini, 30 persen dari 326.476 posisi PPPK untuk guru sudah terisi. Menurutnya, guru honorer yang belum lolos dalam seleksi tahap I bisa mengikuti seleksi tahap II dan III. “Setiap guru honorer diberikan kesempatan sebanyak tiga kali dalam mengikuti seleksi guru PPPK ini,” katanya.

Dia pun mengaku optimistis bahwa jumlah guru honorer yang mengikuti seleksi guru PPPK tahap II dan III makin banyak.  Menurut dia, dalam seleksi PPPK 2021 pemerintah menyediakan 506.427 posisi dalam formasi pegawai namun hanya 326.476 posisi yang mendapatkan pelamar.

Sebanyak 179.771 posisi yang pelamarnya kosong mencakup formasi guru di daerah terpencil seperti Nias Utara, Halmahera Utara, Timor Tengah Selatan, dan daerah lainnya.

Jumlah guru honorer yang mendaftar mengikuti seleksi PPPK tahap pertama sebanyak 925.637 orang namun yang berencana mengikuti ujian hanya 608.954 orang dan yang hadir dalam ujian seleksi sebanyak 586.943 orang.

Pemprovsu Tak Punya Anggaran

Sementara itu, di Sumatera Utara, Pemprov Sumut pada tahun anggaran 2021 ini tidak membuka rekrutmen calon aparatur sipil negara (CASN) karena ketiadaan anggaran. Alasan serupa juga sebelumnya dialamatkan, dalam pengadaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) Guru.

“Persoalan pegawaian memerlukan perhatian khusus yang terus menjadi pertimbangan kami untuk tidak dapat melaksanakan rekrutmen (CASN) pada tahun ini. Yakni terkendala APBD Pemprov Sumut yang tidak mampu menampung pembayaran gaji pegawai nantinya,” kata Penjabat (Pj) Sekdaprovsu, Afifi Lubis.

Kendala lain, lanjutnya, yakni proses seleksi yang menggunakan Computer Assisted Test (CAT) BKN untuk PPPK Guru yang perlu dikaji kembali, karena tenaga honorer guru yang sudah lama mengabdi namun terkendala pengetahuan teknologi, akan tidak dapat mengikuti seleksi tersebut.

“Ini juga harus kita pertimbangkan, honorer guru yang tidak menguasai teknologi tentunya akan terkendala dengan sistem CAT. Tapi dihitung dari pengabdiannya sudah cukup lama,” katanya saat menerima kunjungan kerja Komisi II DPR di Kantor Gubernur Sumut Lantai 2 Jalan Diponegoro Nomor Medan, Rabu (22/9).

Hadir di antaranya, Wakil Ketua Komisi II Junimart Girsang bersama anggota komisi, Kepala Kanreg VI BKN Medan, Aidu Tauhid, dan Staf Ahli Menpan RB, Jufri Rahman. Pada kesempatan itu, Afifi turut mengakui ketiadaan anggaran dari sisi pendapatan asli daerah pihaknya untuk menggelar rekrutmen dimaksud, efek dari pandemi Covid-19 yang masih melanda Sumut.

“Mudah-mudahan dengan kunjungan bapak dewan di sini, akan memberikan solusi untuk kita selesaikan. Seperti penambahan anggaran melalui APBN terhadap penerimaan CASN yang ada di pemda, agar tidak membebani APBD,” ujarnya.

Junimart Girsang menyampaikan sepakat bahwa anggaran perekrutan tidak hanya ditampung di APBD, namun juga melalui APBN. Begitupun diakuinya, pada tahun ini ada beberapa daerah lain yang juga siap melaksanakan perekrutan.

“Kunker ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi anggaran antara pemerintah pusat dan pemda apalagi di masa pandemi saat ini. Kemudian jumlah CASN yang ditentukan pemerintah pusat dengan kebutuhan di daerah. Kami juga sudah melihat bagaimana persiapan di BKN Kanreg dalam persiapan tes CASN nantinya,” katanya.

Menurut dia, ada yang harus diperhatikan pemda dalam rekrutmen CASN yakni roadmap atau alokasi kebutuhan pegawai yang memang sangat dibutuhkan untuk penerimaan pegawai di setiap daerah.

Sebelumnya, Kepala BKD Setdaprovsu, Faisal Arif Nasution membantah bahwa pihaknya tidak membuka pengadaan CASN tahun ini, bukan karena ketiadaan anggaran.

“Kalau CPNS Provsu tidak ada pengadaan tahun ini. Sebab tahun lalu (2020) kita tidak masukkan di e-Formasi karena ada analisis jabatan dan analisis beban kerja yang belum terpenuhi karena ada nomenklatur baru,” terangnya menjawab Sumut Pos, 2 Juni 2021. (jpg/prn)

Indonesia Akhirnya Bebas Zona Merah

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Zona merah kini telah hilang dari peta persebaran Covid-19. Itu berarti tidak ada lagi daerah yang masuk kategori risiko tinggi penularan Covid-19. Yang tersisa tinggal beberapa zona oranye dan hijau. Lalu, sebagian besar berada di zona risiko rendah, yakni kuning. Hal itu tampak dari peta risiko persebaran Covid-19 di laman resmi Satgas Covid-19.

Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, berdasar analisis data per 19 September, memang sudah tidak ada kabupaten/kota yang berzona merah di Indonesia. Menurut Wiku, capaian itu harus direspons dengan semangat untuk konsisten mempertahankan kondisi terkendali tersebut. Masyarakat juga diminta tidak lengah.

“Karena sedikit saja lengah, dalam hitungan minggu status zonasi bisa berubah lagi,” jelas Wiku.

Berdasar data Satgas Covid-19, pertambahan kasus konfirmasi positif harian telah jatuh di bawah angka 5 ribuan per hari sejak 12 September 2021. Angka kasus aktif kini tersisa 49 ribuan atau 1,2 persen. Sedangkan persentase kesembuhan naik ke angka 95,5 persen. Di sisi lain, pelonggaran aktivitas masyarakat oleh pemerintah memicu peningkatan mobilitas.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, berdasar data Kementerian Kesehatan, sejak 2 Agustus 2021 telah terjadi peningkatan mobilitas masyarakat di Indonesia. Bahkan, di Jawa dan Bali, peningkatan terjadi secara signifikan.

Data tersebut juga sejalan dengan laporan WHO yang dirilis pada 15 September 2021. Laporan itu menyatakan bahwa sepekan terakhir mobilitas masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten, mengalami peningkatan signifikan. ’’Peningkatan mobilitas saat ini bahkan sudah menyamai kondisi sebelum pandemi,” sebut Plate.

Karena itu, meski level PPKM turun, pemerintah terus memperkuat penerapan aturan perjalanan domestik dan internasional. Hal ini dilakukan beriringan dengan penguatan pengawasan di pintu-pintu masuk internasional ke Indonesia.

Selain itu, Johnny mengatakan bahwa pemerintah terus menambah alokasi vaksin di daerah yang memiliki jumlah kasus dan mobilitas tinggi. Hal ini diiringi dengan penambahan sentra vaksinasi, pemberlakuan syarat kartu vaksinasi untuk pelaku perjalanan dan penggunaan fasilitas publik, serta percepatan vaksinasi pada kelompok rentan, lansia, dan orang dengan komorbid.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengingatkan pemerintah dan semua pihak tidak terlena dengan penurunan level PPKM. Memang, dia mengakui PPKM telah efektif menurunkan angka kasus. Namun, efektivitas PPKM tidak bisa digeneralisasi. Terutama jika berbicara daerah luar Jawa-Bali yang secara rekam jejak 3T-nya lemah.

Dicky mengatakan, penurunan kasus harus dilihat terlebih dahulu apakah sudah sustain atau stabil dengan melihat lamanya waktu tren penurunan kasus tersebut. ’’Jika baru turun selama dua minggu, saya tidak merekomendasikan untuk dilonggarkan. Sebaiknya tunggu satu bulan, dilihat apakah naik turun, atau stabil, atau turun,” jelasnya.

BOR Covid-19 Sumut Terus Turun

Tingkat okupansi tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) pasien Covid-19 di rumah sakit di Sumatera Utara (Sumut) kembali mengalami penurunan. Pada minggu lalu di angka 20 persen, kini sudah sekitar 15 persen.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sumut dr Nelly Fitriani menyebutkan, berdasarkan data isian tempat tidur Covid-19 rumah sakit yang melaporkan, BOR ICU Covid-19 Sumut sebesar 20,97 persen. Sedangkan BOR Isolasi 10,73 persen.

“Selama satu minggu terakhir, BOR Covid-19 Sumut terus mengalami penurunan setiap harinya. Pada 15 September, BOR ICU Covid-19 di angka 24,78 persen. Namun, saat ini turun menjadi 20,97 persen. Begitu juga dengan BOR Isolasi Covid-19, turun dari 16,19 persen menjadi 10,73 persen,” ujar Nelly, Kamis (23/9).

Nelly juga menyebutkan, penurunan juga terjadi terhadap BOR Covid-19 Kota Medan. Sebelumnya berkisar 50 hingga 40 persen, kini hanya sekitar 30 hingga 20 persen. “Kota Medan saat ini BOR ICU di angka 25,61 persen dari 29,14 persen. Sedangkan BOR Isolasi 14,23 persen dari 21,67 persen,” ujarnya.

Nelly mengatakan, berdasarkan peta risiko BOR Covid-19 rumah sakit di Sumut, saat ini kondisinya sudah ‘hijau’ (dipantau). “Rata-rata sudah hijau semua, berdasarkan rumah sakit yang melaporkan data secara online,” pungkasnya.

Terpisah, berdasarkan update data Covid-19 milik Kemenkes, Sumut memperoleh penambahan 129 kasus konfirmasi positif, sehingga totalnya kini menjadi 104.033 orang. Kemudian untuk kasus sembuh bertambah 197 kasus, sehingga kini totalnya menjadi 98.329 orang.

Selanjutnya untuk kasus kematian, bertambah 8 orang sehingga kini totalnya menjadi 2.793 orang. Karena itu, kini kasus aktif Covid-19 di Sumut turun 76 poin dari 2.987 menjadi 2.911 orang.

Sementara itu, secara nasional  Kasus Covid-19 pada Kamis (23/9) bertambah 2.881 orang sehari. Kasus baru terdeteksi dari tes di atas 248 ribu spesimen. Kini total sudah 4.201.559 orang terinfeksi Covid-19 di tanah air.

Kasus Covid-19 terbanyak harian disumbang Jawa Tengah 333 kasus. Jawa Barat 243 kasus. Jawa Timur 220 kasus. DKI Jakarta 165 kasus. Bali 138 kasus. Kasus aktif turun 1.665 sehari. Jumlah pasien aktif kini sebanyak 47.997 orang. Ada 173.914 orang yang diperiksa dengan metode TCM, PCR, dan antigen. Angka positivity rate mencapai 1,66 persen.

Sementara itu, pasien yang meninggal akibat Covid-19 sebanyak 160 jiwa. Sehingga angka kematian sudah 141.114 jiwa meninggal dunia karena Covid-19. Kematian harian terbanyak terjadi di Aceh 23 jiwa, Jawa Timur 22 jiwa. Jawa Tengah 16 jiwa.

Sedangkan, pasien sembuh harian bertambah 4.486 orang. Paling banyak kasus sembuh paling banyak di Jawa Timur 423. Dan total angka kesembuhan saat ini sebanyak 4.012.448 orang. Sudah 510 kabupaten kota terdampak Covid-19. Ada 3 provinsi di bawah 10 kasus. Dan tak ada satupun provinsi dengan nol kasus. (jpg/ris)