30 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 3086

Telkomsel Berpartisipasi dalam #GirlsTakeOver 2021, Akselerasikan Pemberdayaan Perempuan di Industri Teknologi Indonesia

Rangkaian kegiatan Acting CEO Telkomsel Putri dimulai dengan memimpin jalannya rapat bersama Direktur Sales, Marketing, dan Network Telkomsel yang dilanjutkan dengan diskusi bersama karyawan-karyawan perempuan Telkomsel dalam sesi berbagi ‘Woman in Tech Telkomsel’. Putri juga berkesempatan menyambut Menteri BUMN Erick Tohir dan Acting Menteri BUMN Sharon Florencia yang berkunjung ke Integrated Operation Center (IOC) Telkomsel.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memperingati Hari Anak Perempuan Internasional sekaligus mendukung pemberdayaan peran perempuan untuk berkembang di industri teknologi, Telkomsel sebagai bagian dari TelkomGroup yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang teknologi telekomunikasi, turut berpartisipasi dan mendukung kampanye #GirlsTakeOver 2021. Partisipasi Telkomsel ditunjukkan dengan membuka peluang bagi perempuan muda terpilih untuk menggantikan Hendri Mulya Syam selaku Direktur Utama (Dirut) Telkomsel selama satu hari pada Kamis (30/9).

Rangkaian kegiatan Acting CEO Telkomsel Putri dimulai dengan memimpin jalannya rapat bersama Direktur Sales, Marketing, dan Network Telkomsel yang dilanjutkan dengan diskusi bersama karyawan-karyawan perempuan Telkomsel dalam sesi berbagi ‘Woman in Tech Telkomsel’. Putri juga berkesempatan menyambut Menteri BUMN Erick Tohir dan Acting Menteri BUMN Sharon Florencia yang berkunjung ke Integrated Operation Center (IOC) Telkomsel.

Direktur Utama Telkomsel, Hendri Mulya Syam mengatakan, “Partisipasi dalam perhelatan #GirlsTakeOver 2021 merupakan wujud nyata dari komitmen Telkomsel sebagai leading digital telco yang mendukung kesetaraan karir dan kepemimpinan perempuan di industri teknologi, khususnya di lingkungan kerja Telkomsel. Selama ini, Telkomsel secara konsisten terus membuka kesempatan yang sama dan setara bagi setiap individu untuk dapat mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki, tanpa memandang gender. Kami pun terus mengambil peran terdepan dalam mendorong lebih banyak talenta perempuan untuk berani ambil bagian dalam memajukan industri teknologi di Indonesia sebagai upaya memperkuat kedaulatan ekosistem digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan.”

#GirlsTakeover sendiri merupakan kampanye global yang diinisiasi oleh Plan International dan diselenggarakan setiap tahunnya secara serentak di 75 negara, dalam rangka Hari Anak Perempuan Internasional (International Day of the Girls) yang diperingati setiap 11 Oktober. Untuk 2021, kampanye ini menjadi bagian dari program #RaiseTheBar serta mengambil tema kesetaraan gender dan kepemimpinan perempuan di dunia kerja. Diselenggarakan secara kolaboratif antara Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) dengan Kementerian BUMN dan Srikandi BUMN sejak 17 Agustus hingga Oktober 2021, program ini turut melibatkan perwakilan perusahaan BUMN dan anak perusahaan BUMN, termasuk salah satunya Telkomsel sebagai bagian dari TelkomGroup.

Melalui kampanye #GirlsTakeOver ini, enam perempuan muda dari berbagai provinsi telah terpilih sebagai finalis untuk mengambil alih (take over) Menteri Badan Usaha Milik Negara dan lima Direktur Utama BUMN selama sehari. Salah satu di antaranya adalah Putri, seorang Mojang Priangan berusia 20 tahun, yang berkesempatan duduk di kursi kepemimpinan tertinggi Telkomsel selama sehari pada 30 September 2021.

Putri mengatakan, “Saya takeover Direktur Utama Telkomsel, Bapak Hendri Mulya Syam, selama sehari. Menurut saya Telkomsel memiliki kemampuan mengidentifikasi dan membina talent-talent muda yang berpotensi untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ekosistem digital di Indonesia. Telkomsel juga berkomitmen untuk membina lebih banyak talenta perempuan muda untuk dapat mengembangkan skill nya dalam bidang teknologi digital, sehingga diharapkan komposisi perempuan yang bekerja di Telkomsel akan terus  meningkat di masa mendatang.”

Latar belakangnya yang aktif di kegiatan sosial sejak berkuliah di salah satu perguruan tinggi pertanian kenamaan nasional, menjadikan Putri kandidat yang tepat dalam merepresentasikan semangat #YangKitaBisa di tengah masyarakat. Ia tergabung dalam Forum Anak Daerah sebagai konselor sebaya di kampung halamannya, yang berfokus pada upaya pengentasan tradisi pernikahan dini pada perempuan muda, sekaligus mendukung pemberdayaan kaumnya yang putus sekolah. Ia percaya bahwa dapur, sumur, dan kasur bukanlah pilihan terakhir bagi perempuan.

Adapun terkait perannya sebagai Acting CEO Telkomsel selama sehari, Putri terlebih dulu dibekali dengan motivasi serta sekilas pengetahuan di industri teknologi melalui sesi mentoring bersama Dirut Telkomsel Hendri Mulya Syam, Direktur Marketing Telkomsel Rachel Goh, dan Direktur Human Capital Management Telkomsel R. Muharam Perbawamukti.

Sebagai bagian dari upaya mendorong pemberdayaan talenta unggul, saat menjalankan perannya sebagai Acting CEO Telkomsel, ia mendapatkan pengalaman langsung untuk memimpin jalannya rapat bersama direktur sales, marketing, dan network Telkomsel dengan memberikan arahan serta strategi ke depan. Selain memimpin rapat, sarjana pertanian tersebut juga berkesempatan untuk berdiskusi langsung dengan karyawan-karyawan perempuan Telkomsel melalui sesi berbagi “Women in Tech Telkomsel”.

Salah satu peserta yang turut mengisi sesi diskusi tersebut, yaitu Vice President IT Business Intelligence and Analytics Telkomsel, Tina Lusiana mengaku sangat bangga bisa berpartisipasi untuk memberi inspirasi kepada Acting CEO Telkomsel terpilih. “Telkomsel sendiri telah membuka kesempatan yang setara bagi perempuan untuk mengembangkan keahlian di industri teknologi telekomunikasi, terutama di sejumlah bidang yang umumnya memiliki stigma didominasi oleh pria. Kesempatan tersebut tak terbatas pada pengembangan diri, namun juga potensi peningkatan jenjang karier yang setara apabila kita sebagai perempuan juga memiliki semangat dan keseriusan dalam menjalankan pekerjaan dengan baik,” ujarnya.

Agenda penting lainnya yang dilakukan Putri sebagai CEO Telkomsel yakni menyambut Menteri BUMN Erick Thohir dan Sharon Florencia sebagai Acting Menteri BUMN sehari yang berkunjung ke Integrated Operation Center (IOC) Telkomsel. Pada kesempatan tersebut, Putri memaparkan mengenai IOC sebagai pusat pemantauan interaksi digital pelanggan yang akan menjadi acuan bagi Telkomsel dalam mengembangkan berbagai produk dan layanan agar bersifat customer-centric.

“#GirlsTakeOver merupakan kampanye yang sejalan dengan komitmen Telkomsel di mana kami akan terus #BukaSemuaPeluang bagi seluruh elemen masyarakat untuk berkembang. Salah satunya melalui pengembangan talenta digital melalui pemberdayaan SDM yang dimiliki Telkomsel. Tak terkecuali untuk terus mendorong peran aktif karyawan perempuan untuk terus mengasah kemampuan dan potensi diri, serta mengambil bagian dalam mengembangkan perusahaan secara optimal,” ujar Hendri.

Hendri memastikan, Telkomsel terus berupaya menghadirkan lingkungan kerja yang kondusif bagi karyawan perempuan, mulai dari memastikan ketersediaan fasilitas yang dapat mendukung aktivitas khusus kewanitaan hingga terbuka untuk merancang kebijakan khusus dalam hal kesempatan berkarir di Telkomsel.

“Kami terus mendorong talenta perusahaan untuk upskill dan reskill melalui berbagai program. Salah satunya program Transformational Expert Development yang memberikan kesempatan bagi para talenta untuk menjadi ‘expert’ di bidang-bidang digital seperti Data Science, UI/UX, Back End Developer, Cybersecurity dan lainnya. Kami percaya, dengan kesempatan yang selalu terbuka, dan didukung berbagai kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan, Telkomsel akan terus menginspirasi dan memberdayakan lebih banyak talenta, terutama perempuan di industri teknologi, untuk terus mengembangkan kemampuan dan keahlian dalam membangun Indonesia melalui pemanfaatan inovasi teknologi terkini,” tutup Hendri.

Menko Airlangga Tinjau Persiapan WSBK di KEK Mandalika,
Harapkan Gelaran ini Dorong Eksposur Pariwisata Indonesia

LOMBOK, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka persiapan menuju penyelenggaraan event World Superbike (WSBK) Mandalika 2021, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana di Mandalika International Street Circuit.

Sebelum ke Sirkuit Mandalika, Menko Airlangga telah melihat kesiapan infrastruktur di Bandara Internasional Lombok. Proyek pengembangan fasilitas bandara ini termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Yang dibangun dalam proyek tersebut adalah fasilitas Terminal dan Landside, termasuk perluasan terminal dan fasilitas penunjangnya, renovasi terminal eksisting, pengembangan fasilitas kargo, dan pembangunan Waving Gallery dan perluasan parkir penumpang. Kemudian, dibangun juga fasilitas Airside yang terdiri atas perpanjangan runway, dan pengembangan fasilitas sisi udara (apron dan RET).

“Semoga semua proses renovasi tersebut dapat selesai sebelum penyelenggaraan World Superbike 2021 di Mandalika. Sebab, bandara merupakan salah satu pintu masuk utama bagi semua pihak yang terlibat, termasuk para penonton event megah tersebut. Kapasitas bandara ini bisa menerima 7 juta penumpang per tahun,” ujar Menko Airlangga.

Akses dari Bandara menuju KEK Mandalika juga akan semakin cepat dan nyaman, hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan kesiapan Bypass BIL-Mandalika sepanjang 17,3 kilometer yang pembangunan fisiknya sudah mencapai 97% dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Selain bypass BIL-Mandalika yang sudah hampir selesai dibangun, jalan Provinsi Kuta-Kruak juga berencana ditingkatkan kapasitasnya.

Sirkuit Mandalika sendiri memiliki panjang 4,3 km dengan 17 tikungan, ditambah dengan pemandangan alam perbukitan dan panorama laut biru yang spektakuler. Pembangunan sirkuit tersebut menggunakan teknologi aspal terbaru yakni Stone Mastic Asphalt (SMA), sehingga menjadikannya sebagai salah satu sirkuit yang bisa menawarkan kecepatan 330 KM per jam dengan tetap memiliki tingkat keamanan tinggi bagi pembalap.

Sirkuit ini telah siap 100% dan saat ini Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) tengah fokus menyelesaikan pembangunan fasilitas pendukung sirkuit, antara lain Pit Building, Paddock, medical facility dan Race Control Building. Pembangunan fasilitas pendukung tersebut ditargetkan akan rampung pada akhir Oktober 2021.

Selain bandara, disiapkan pula Pelabuhan Lembar untuk menjadi pintu akses masuk orang dan barang dari Jawa dan Bali. Pelabuhan Gili Mas disiapkan untuk mendukung aksesibilitas penumpang dari laut baik dengan cruise atau kapal pribadi dan dapat menampung akses kapal besar. PT Pelindo 3 telah sepakat untuk menggabungkan pelabuhan Lembar dan Gili Mas menjadi satu kepabeanan KEK Mandalika.

Pengembangan Sarana Pendukung Lainnya Sebuah gelaran internasional tentu saja membutuhkan berbagai sarana pendukung lainnya yang tidak bisa dikesampingkan. Untuk itu, KEK Mandalika bersama dengan Pemerintah Provinsi NTB juga terus menggenjot persiapan fasilitas pendukung, seperti penginapan, rumah sakit, pelabuhan, dan peningkatan kapasitas jalan. Di Kawasan Mandalika sendiri saat ini terdapat sekitar 700 kamar hotel, dan jika ditambahkan dengan hotel di sekitar Kawasan, tersedia sekitar 11.162 kamar.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB juga akan menjadi rumah sakit rujukan pertama untuk mendukung pelaksanaan WSBK, saat ini sedang melakukan persiapan pembangunan helipad sebagai prasyarat WSBK 2021. Selain RSUD Provinsi NTB, rumah sakit internasional Mandalika juga terus dipercepat penyelesaiannya untuk dapat mendukung pelaksanaan acara.

Rekayasa Lalu Lintas dan Penerapan Prokes Untuk mengantisipasi besarnya jumlah masyarakat yang akan hadir, Pemerintah Daerah melalui Dinas Perhubungan Provinsi NTB akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan
penutupan beberapa ruas jalan dan manajemen transportasi dengan penambahan shuttle bus. Shuttle bus disiapkan di pelabuhan dan bandara untuk masyarakat yang menuju kawasan WSBK. Demikian pula dengan kantong parkir yang disediakan baik di sekitar kawasan WSBK seperti di area Masjid Nurul Bilad, parkir Hotel Novotel, Hub II parkir area sirkuit, maupun di bandara dan Pelabuhan.

Seluruh gelaran acara WSBK juga akan diselenggarakan dengan protokol kesehatan (prokes) ketat, di mana jumlah penonton akan dibatasi maksimal 25 ribu orang dengan syarat telah menjalani vaksin dosis lengkap. Kru dan tim yang terlibat dalam WSBK pun diharuskan menjalankan karantina terlebih dahulu saat masuk ke Indonesia, dan pada saat acara seluruh peserta (Pembalap, Crew, Mekanik, Official, Media, dan Konsultan) hanya diperbolehkan beraktivitas di venue latihan/pertandingan sesuai dengan lokasi yang ditentukan. Untuk melengkapi kesemua hal tersebut, akan dibentuk pula Satgas Protokol Kesehatan di lokasi acara, serta tenda-tenda masker untuk penyediaan secara gratis.

“Gelaran WSBK di KEK Mandalika tentu saja akan memberikan eksposur yang luar biasa terhadap pariwisata dalam negeri. Ini proyek kedua terbesar setelah Nusa Dua, land bank yang sudah dikuasai ITDC sebesar 1175 Ha,” ucap Menko Airlangga.

Sebagai bentuk nyata dampak langsung terhadap masyarakat maupun UMKM di sekitar Mandalika, diusulkan system bundling tiket penonton WSBK dengan paket wisata lokal dan merchandise produksi UMKM setempat. Di sekitar lokasi sirkuit juga telah direncanakan
kegiatan pendamping berupa penyediaan lokasi bazar UMKM, pameran produk, festival kuliner, pertunjukan musik dalam skala kecil, dan pameran komunitas sebagai acara pendamping.

Kegiatan pendamping dibuat untuk mengisi waktu para penonton di antara sesi balap dan mengurangi tekanan beban lalu lintas orang dan kendaraan yang meninggalkan venue pada saat acara utama selesai “Tentunya gelaran ini diharapkan mendatangkan semakin banyak wisatawan lokal dan internasional, serta menarik devisa untuk negara. Di saat yang bersamaan juga menggeliatkan kembali aktivitas perekonomian masyarakat Lombok, karena potensi ekonomi (multiplier effect) diperkirakan mencapai Rp500 miliar per tahun (event balap),” tutup Menko Airlangga yang melanjutkan kegiatan meninjau sirkuit dengan menyetir sendiri buggy car.

Selain itu, Menko Airlangga juga telah mengunjungi Desa Wisata Sasak Sade yang menjadi partner ITDC dan Pemda sebagai tempat produksi merchandise WSBK Mandalika 2021. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan internasional akan menggerakkan perekonomian lokal. Di sana, Menko Airlangga meninjau proses pembuatan berbagai souvenir dan kain tenun etnik yang diawali dengan sambutan tarian tradisional.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain adalah Menteri Perindustrian, Kepala BNPB, Gubernur NTB, Kapolda NTB, Danrem 162/Wirabhakti, Sekretaris Kemenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian, Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi Kemenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Dirijen Adwil Kemendagri, Anggota DPR, dan Direktur Utama ITDC. (rep//hls/*)

Ditinjau Dirut PT AP II, Hendrik Sitompul Termotivasi Percepat Pembangunan SPBU & Gedung Retail PT Petrol Niaga

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Direktur Utama (Dirut) PT Angkasa Pura (AP) II, Dr Ir Muhammad Awaluddin MBA melihat secara langsung kesiapan pembangunan Gedung Retail & SPBU PT Petrol Niaga di area Bandara Kualanamu, Deliserdang, Selasa (12/10). Kunjungan Dirut PT Angkasa Pura II itu semakin memacu semangat Hendrik Halomoan Sitompul selaku pemilik PT Petrol Niaga untuk melakukan percepatan pembangunan.

Dirut PT Angkasa Pura II, Dr Ir Muhammad Awaluddin MBA didampingi Direktur PT Angkasa Pura Aviasi Haris, EGM Bandara Kuala Namu Heriyanto Wibowo dan lainnya berbincang dengan pemilik PT Petrol Niaga, Hendrik Sitompul di lokasi pembangunan Gedung Retail dan SPBU di Area Bandara Kualanamu, Deli Serdang.

“Beliau senang melihat progres pembangunan SPBU dan gedung retail. Pak Dirut AP II Awaluddin juga berharap, jika nanti gedung retail beroperasi ada produk khusus lokal di jual,” kata Hendrik Sitompul kepada wartawan, Kamis (14/10). Dalam kunjungan itu, Awaluddin yang menjabat Dirut PT Angkasa Pura II sejak dari 9 September 2016 itu, turut didampingi Direktur PT Angkasa Pura Aviasi, Haris, EGM Bandara Kualanamu Heriyanto Wibowo dan disambut langsung oleh Hendrik Sitompul.

Menurut Hendrik, dirinya sudah lama mengenal Awaludin, yakni saat Awaluddin masih menjabat sebagai Kadivre Telkom Sumatera. “Karena sudah lama kenal, jadi pembicaraan kami berlangsung akrab. Bahkan Dirut AP II Awaluddin mendukung untuk kelancaran pembangunan serta penataan di sekitar SPBU dan gedung retail,” sebut Hendrik.

Lebih lanjut diakui Hendrik, kunjungan Dirut PT Angkasa Pura II itu memberi motivasi bagi dirinya untuk melakukan percepatan pembangunan. “Kunjungan Dirut PT AP II ini, tentu semakin memberikan semangat kepada kami, untuk melakukan percepatan Pembangunan dan Operasional Gedung Retail & SPBU PT Petrol Niaga, di awal Tahun 2022,” kata Hendrik optimis.

Diketahui, ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan SPBU dan Gedung Retail PT Petrol Niaga milik Hendrik Sitompul ini dilaksanakan pada 21 Agustus 2021 lalu.

Hadir dalam ground breaking ini Kepala Staff Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Yudo Margono diwakili Komandan Lantamal I Laksamana Pertama TNI Achmad Wibisono, Direktur Utama Angkasa Pura Aviasi diwakili Head of Legal & Procurement PT Angkasa Pura Aviasi, Dedi Al Subur, Executive General Manager Angkasa Pura II Bandara Kualanamu, diwakili Riyanto, Pjs Executive General Manager Pertamina MOR I Medan Jefry Afandi, Kapolsek Bandara Kualanamu JH Damanik, Uskup Agung Medan, Orangtua dan keluarga Hendrik Sitompul, Yayasan Don Bosco, Pastor Paroki Batang Kuis, Pastor Uli Sihombing, dan Panti Asuhan (Susteran). (adz)

IPK Medan Deli Gotroy Bersama Muspika Bersihkan Lingkungan

MEDAN, SUMUTPOS.CO—PAC Ikatan Pemuda Karya (IPK) Medan Deli melakukan kegiatan gotong royong (gotroy) bersama Muspika Kecamatan Medan Deli di Jalan Kayu Putih, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kamis (14/10/2021) pagi.

GOTROY: Suasana gotroy antara PAC IPK Medan Deli, Kecamatan Medan Deli, dan masyarakat sekitar membersihkan lingkungan mereka di Jalan Kayu Putih, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kamis (14/10/2021) pagi. IST.

Kegiatan gotroy dihadiri Camat Medan Deli, Ferry Suheri, Sekretaris IPK Medan Deli, Wahyu Permana, pengurus LPM, pengurus PKK, pengurus Karang Taruna, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa,

Sejumlah kepala lingkungan (kepling) juga terlihat berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut.

Mereka memulai bergotong royong dengan membersihkan saluran pembuangan air (parit PJKA) dan mencabuti rumput yang tumbuh di trotoar jalan. Keakraban juga terlihat di lokasi, di mana masyarakat sekitar begitu antusias ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Menurut Wahyu Permana, sesuai arahan Ketua IPK Medan Deli, Umar Dani, kegiatan seperti ini akan rutin dilakukan bersama dengan masyarakat dan unsur pemerintahan di Kecamatan Medan Deli.

“IPK Medan Deli pimpinan ketua Umar Dani akan terus membantu masyarakat melalui gotong royong,” katanya.

Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan semakin mendekatkan IPK Kota Medan terkhusus PAC IPK Medan Deli kepada masyarakat. bahwa IPK Medan Deli adalah ormas yang selalu dekat dengan masyarakat.

“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi satu di antara program kerja IPK Medan Deli ke depannya,” pungkasnya.

Camat Medan Deli, Ferry Suheri mengatakan kegiatan gotong royong massal ini merupakan wujud visi dan misi Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, menciptakan Medan yang berkah dan bersih. Di mana setiap seminggu sekali seluruh jajaran Kecamatan Medan Deli dan pihak Kelurahan menggelar gotroy bersama masyarakat.

Pihaknya berharap kepada masyarakat agar bersama-sama ikut serta bergotong royong dan menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing. (rel/prn)

Seleksi Anggota Komisi Informasi Sumut, Komisi A Bentuk Tim Ad Hoc

KETERANGAN: Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto berikan keterangan pers di ruang kerjanya, baru-baru ini. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi A DPRD Sumatera Utara gerak cepat menindaklanjuti surat Gubernur Edy Rahmayadi ihwal 15 nama calon Anggota Komisi Informasi (KI) Sumut periode 2021-2025. Selain sudah menerima disposisi dari ketua dewan, Baskami Ginting, Komisi A telah membentuk tim ad hoc untuk itu.

KETERANGAN: Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto berikan keterangan pers di ruang kerjanya, baru-baru ini. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

“Perihal seleksi calon anggota KI Sumut ini, Komisi A sudah lakukan ‘gercep’ (gerak cepat, Red). Ketua dewan sudah disposisi ke Komisi A, lalu kami telah rapat internal membentuk tim ad hoc,” kata Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto menjawab Sumut Pos, Rabu (13/10).

Dikatakannya, tim ad hoc yang dibentuk terdiri dari perwakilan masing-masing fraksi yang bertugas di Komisi A. Mereka bertugas untuk membuat penilaian berdasarkan rekam jejak, penyusunan makalah para calon, sikap, dan aspek lainnya. “Tim ad hoc akan bekerja 3×24 jam, setelah itu mereka akan sampaikan ke Komisi A pada rapat internal tentang scoring semua calon komisioner. Harapan kita Kamis atau Jumat ini, itu sudah bisa kita presentasi,” ujarnya.

Selanjutnya, kata politisi PKS itu, pihaknya akan mengundang ke-15 calon komisioner guna memaparkan mekanisme uji kelaikan dan kepatuhan. Pihaknya juga berkomitmen semua calon akan mendapat informasi penting ini, serta terbuka untuk umum.

“Ya, mereka akan kita kumpulkan pada waktunya untuk berikutnya mengikuti fit and proper test. Saat ini kita beri kesempatan untuk tim ad hoc bekerja. Harapannya, dari 15 calon ini, nanti terpilih 10 orang terbaik untuk berikutnya diputuskan lima komisioner baru,” katanya.

Mengenai surat dari Gubsu Edy perihal seleksi ini, diakui Hendro bahwa ada satu nama calon usulan dari Pemprov Sumut. Hal itu menurutnya sudah sesuai regulasi dan proporsional.

“Langkah pertama sejak kami menerima surat itu dari pansel tertanggal 7 Oktober 2021, kami cek 15 nama calon sebagaimana pengumuman timsel pada 3 September lalu. Ternyata benar dan pas. Cek data ini penting sebelum kita ke tahapan selanjutnya,” pungkasnya.

Diketahui, Gubsu Edy Rahmayadi sebelumnya telah mengirimkan 15 nama calon anggota KI Provinsi Sumut periode 2021-2025 kepada DPRD Sumut. Demikian diamini Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Abdul Aziz Batubara, Senin (11/10).

“Sudah kami kirimkan nama-namanya. Dalam dokumen itu juga terlampir surat pengantar dari bapak gubernur kita. Kita tunggulah proses selanjutnya di Komisi A DPRD Sumut,” katanya.

Setelah tahapan di legislatif, pihaknya baru melakukan persiapan untuk surat keputusan (SK) dari gubernur Sumut terhadap lima nama yang lulus nantinya. Pihaknya berharap, kelima nama yang lulus dan bakal menjadi anggota KI untuk periode mendatang tersebut, merupakan putra dan putri daerah terbaik.

“Informasi dari Komisi A, mereka langsung meneruskan kepada ketua DPRD surat pengantar dari Gubsu itu. Dan memang di surat pengantar gubernur itu, ditujukan kepada ketua DPRD. Harapan kita hanya itu, didapatkan lima orang calon komisioner KI yang terbaik. DPRD akan pilih lima orang dari 15 nama yang sudah kami kirimkan itu,” pungkasnya.

Adapun 15 nama calon peserta Seleksi KI Sumut periode 2021-2025 yang dinyatakan lulus tahap wawancara yakni; Abd Haris; Ahmad Yasir Lubis; Amrizal; Chairil Huda; Cut Alma Nurafiah; Dedy Ardiansyah; Eddy Syahputra; Endang Junaidi; Galumbang Hutagalung; Harun Ismail Sitompul; Herry Dani; Masrul; Mayjen Simanungkalit; Muhammad Safii Sitorus; Sakhira Zandi. (prn/ila)

Jalan Nasional di Kota Medan Segera Diperbaiki, Totalnya 70.572 Meter

TINJAU: Wali kota Medan Bobby Nasution mengendarai motor bersama rombongan, saat meninjau salah satu jalan rusak di Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution berkoordiasi dengan Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) untuk memperbaiki jalan nasional di Kota Medan. Totalnya, sekitar 70.572 meter. Koordinasi ini dilakukan Bobby saat Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR melakukan kunjungan kerja (kunker), baru-baru ini.

TINJAU: Wali kota Medan Bobby Nasution mengendarai motor bersama rombongan, saat meninjau salah satu jalan rusak di Kota Medan.

Adapun ruas jalan nasional yang berada di Kota Medan yakni Jalan Gagak Hitam/Jalan Setia Budi, Jalan Binjai Raya/Jalan Gatot Subroto dan Jalan AH Nasution. Kemudian, Jalan Ngumban Surbakti/Jalan Letjend Jamin Ginting, Jalan Pertahanan, Jalan Asrama, Jalan Krakatau, Jalan Pertempuran/Fly Over Brayan, Jalan KL Yos Sudarso/Jalan Veteran-Marelan Sp Kantor serta Jalan Sisingamangaraja.

Lalu, Jalan Helvetia/Jalan Pertempuran, Jalan Kapten Sumarsono, Jalan Krakatau Ujung, Jalan Kolonel Bejon, Jalan Letda Sudjono juga Jalan Medan-Belawan. Total panjang jalan nasional yang ada di Kota Medan tersebut sekitar 70.572 meter.

Bobby memastikan, bahwa jalan-jalan nasional tersebut akan diperbaiki 100 persen oleh Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR. Bahkan, bukan hanya perbaikan, perawatan berkala juga akan dilakukan pada jalan nasional guna menjaga kondisinya.

“Jalan nasional yang ada di Kota Medan telah dipastikan akan diperbaiki 100 persen oleh Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR.  Alhamdulillah, bukan cuma diperbaiki tapi juga akan dirawat berkala, karena banyak yang mudah rusak walau sudah dibenahi. Untuk itu, nanti dikaji juga apa masalahnya. Kalau drainasenya bermasalah, itu juga akan diperbaiki,” kata  Bobby Nasution.

Tak hanya itu, Bobby menyampaikan program dan keinginannya untuk membangun dua underpass guna mengurangi kemacetan di kota terbesar ketiga di Indonesia ini. Adapun lokasinya yakni di Jalan Gagak Hitam dan Simpang Dobi, Kecamatan Medan Deli.

“Insya Allah kita akan bangun dua underpass di 2023. Pertama di Jalan Gagak Hitam.  Namun, nanti harus melewati kajian terlebih dahulu agar rencana tersebut berjalan maksimal. Pengkajian juga dilakukan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya banjir. Untuk itu perlu kajian agar ada alur air ke Sungai Bedera sehingga akan kolaborasi penuh dengan BWS. Kedua, di Simpang Dobi akan kita bangun juga underpass dan sudah disetujui dengan tahapan pelebaran jalan pada tahun 2022 karena sifatnya mengatasi bottle neck atau penyempitan,” paparnya.

Sementara itu, rencana perbaikan 100 persen jalan nasional dan pembangunan dua underpass mendapat apresiasi dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Medan Area (FISIP UMA), Dadang Darmawan Pasaribu MSi. Sebab, persoalan infrastruktur, terutama jalan memang menjadi prioritas yang dibutuhkan warga untuk ditangani Bobby Nasution. “Melihat  upaya yang telah dilakukan Pak Wali, tampaknya semua itu akan terealisasi,” ujar.

Bahkan, kata Dadang, sejak awal semua orang yakin betul bahwa kekuatan Bobby Nasution yang terlihat adalah komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat. “Kemampuan berkomunikasinya dengan baik memberikan hasil. Banyak komitmen yang diperoleh Kota Medan dari pemerintah pusat, terutama perbaikan infrastruktur jalan, termasuk perbaikan jalan nasional di Kota Medan,” tambahnya.

Dadang berharap, khusus untuk jalan provinsi maupun jalan kota yang menjadi tanggung jawab Pemko Medan, Bobby Nasution diharapkan dapat bekerjasama dengan Pemprov Sumut dengan mengkonsolidasi APBD Kota Medan untuk perawatan jalan di ibukota Provinsi Sumut tersebut. “Banyak masyarakat yang  menantikan dilakukannya perawatan jalan,” pungkasnya.

Sedangkan Dosen Prodi Ilmu Politik, FISIP, USU, Indra Fauzan, SHI. M.Soc.Sc.PhD, sependapat Menurutnya, salah satu yang terpenting dari seorang pemimpin adalah kemampuan berkomunikasi sehingga aspek diplomasi dan lobbying ini sangat penting dimiliki oleh setiap pemimpin.

“Ibarat kata kepala daerah juga adalah seorang marketing, saya rasa Wali Kota Medan memiliki nilai itu, karena hasil komunikasi dan tentunya bagaimana meyakinkan pihak pusat untuk bisa melakukan pembenahan jalan nasional yang ada di kota Medan,” kata Indra Fauzan. (map/ila)

Dishub Kota Medan Perluas Sistem e-Parking, Berlaku 18 Oktober di 8 Lokasi

PENJELASAN: Kadishub Kota Medan Iswar Lubis , Direktur PT LGE Sahala Nainggolan dan lainnya, memberikan penjelasan kepada awak media saat temu pers pengumuman dan sosialisasi E-Parkir di Kota Medan, Rabu (13/10).markus/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah menerapkan sistem E-Parking di Kawasan Kesawan Medan pada Maret 2021 lalu, Pemerintah Kota (Pemko) Medan memperluas sistem Pembayaran Parkir Nontunai atau Parkir Elektronik (E-Parking) di Kota Medan mulai Senin, 18 Oktober 2021 mendatang.

PENJELASAN: Kadishub Kota Medan Iswar Lubis , Direktur PT LGE Sahala Nainggolan dan lainnya, memberikan penjelasan kepada awak media saat temu pers pengumuman dan sosialisasi E-Parkir di Kota Medan, Rabu (13/10).markus/sumutpos.

Dishub Medan yang bekerjasama dengan pihak Ketiga, yakni PT Logika Garis Elektronik (LGE) sebagai pengelola parkir, akan menerapkan sistem e-Parking pada 8 Kawasan di Kota Medan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis S.SiT MT, didampingi Sekretaris Dishub Medan Budi, Kabid Parkir Kesmedi, Kabid Lalu Lintas Suriyono dan Kabid-Kabid lainnya di jajaran Dishub Medan, serta Direktur PT LGE Sahala Nainggolan kepada awak media saat temu pers pengumuman dan sosialisasi 22 titik E-Parkir di Kota Medan, Rabu (13/10).

“Sesuai Perwal Kota Medan tentang Pengelolan Parkir Kota Medan dan Keputusan Wali Kota Medan No.551/01.K/X/2021, mulai 18 Oktober nanti kita akan menerapkan sistem E-Parking pada 8 Kawasan di Medan,” ucap Iswar.

Dikatakan Iswar, E-Parking di Kota Medan akan terus diperluas, sebagai bentuk keseriusan dan komitmen Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam meningkatkan transaksi Non Tunai dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir serta upaya mencegah terjadinya kebocoran PAD.

Dari ke-8 kawasan tersebut, ada 2 kawasan yang merupakan lokasi parkir kelas II, yakni kawasan Jalan Pemuda Baru 1, Jalan Pemuda Baru II, Jalan Pemuda Baru III, dan kawasan Pasar Baru. Sedangkan untuk 6 kawasan lainnya, merupakan kawasan parkir kelas I.

“Mulai 18 Oktober nanti, petugas parkir pada kawasan-kawasan tersebut tidak lagi menerima uang cash atau pembayaran tunai. Semua wajib nontunai, bisa pakai QR Code, bisa Pakai E-Money, E-Tol, Link Aja, dan sistem pembayaran nontunai lainnya,” ujar Iswar.

Diterangkan Iswar, meski sistem pembayaran berubah dari cash ke nontunai, namun Pemko Medan tidak melakukan perubahan tarif parkir pada 8 kawasan tersebut. Sesuai tarif parkir konvensional (tunai), tarif parkir di lokasi kelas I ditetapkan sebesar Rp2.000 untuk kendaraan roda 2, dan Rp3.000 untuk kendaraan roda 4. Sedangkan untuk tarif parkir di lokasi parkir kelas II ditetapkan sebesar Rp1.000, untuk kendaraan roda 2 dan Rp2.000 untuk kendaraan roda 4.

“Jadi kalau misalnya selama ini ada orang yang bayar parkir mobilnya di lokasi parkir kelas I, lalu dia bayar cash Rp5.000 tapi tidak dikembalikan Rp2.000 nya oleh sejumlah oknum jukir, maka nantinya gak bisa lagi seperti itu. Karena bayarnya pakai nontunai, saldo yang terpotong pasti sesuai dengan tarif. Maka selain memudahkan, sistem pembayaran nontunai ini juga akan menguntungkan para pengguna jasa parkir,” terang Iswar.

Iswar menjelaskan, untuk pengelolaan parkir dengan sistem uang digital ini, Pemko Medan telah bekerjasama dengan pihak ketiga. Sistem kerjasama ini pun telah diatur dalam Peraturan Wali Kota Medan. Dalam hal ini, pihak ketiga yang akan menjadi pengelola ke-8 kawasan tersebut, yakni PT Logika Garis Elektronik (LGE). Pemko Medan menilai, PT LGE layak dalam mengelola retribusi parkir tepi jalan umum di 8 Kawasan tersebut.

“Mereka dianggap layak karena memiliki alat yang mumpuni dan bisa di akses oleh semua bank dan aplikasi uang digital. Ke depannya, siapapun bisa mengelola parkir dengan uang digital ini, tak cuma PT LGE, selama dinilai layak dalam memfasilitasi sistem pembayaran Non Tunai ini dengan aplikasi yang maksi al, baik itu perorangan maupun perusahaan,” jelasnya.

Iswar menerangkan, retribusi parkir pada 8 kawasan tersebut akan dibagi dalam sistem bagi hasil antara Pemko Medan dengan pihak pengelola. Dengan rincian pembagian 40% untuk Pemko Medan dan 60% untuk pihak ketiga pada lokasi parkir di Kelas I, dan 35 persen untuk Pemko Medan dan 65% untuk pihak ketiga pada lokasi parkir di Kelas II.

“40 persen dan 35 persen itu bersih, dihitung dari nilai potensi parkir yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Wali Kota Medan. Artinya, bila perolehan retribusi parkir pada hari itu di bawah nilai potensi yang telah ditetapkan, maka pihak ketiga tetap membayar 40 persen atau 35 persen dari nilai potensi yang telah dihitung. Sebaliknya bila ternyata pada hari itu perolehan melebihi potensi yang ditetapkan, maka dihitung dari perolehan yang didapatkan pada hari itu,” terangnya.

Iswar pun memastikan, bila nantinya E-Parking telah diterapkan pada 18 Oktober 2021 di 8 kawasan tersebut, maka potensi parkir akan meningkat sekitar 3 kali lipat dari perolehan retribusi parkir saat masih menggunakan sistem konvensional di 8 kawasan itu.

Selama ini secara konvensional, kata Iswar, per harinya di 8 kawasan itu hanya sekitar Rp3 juta yang masuk sebagai PAD Pemko Medan. Tapi dengan menggunakan sistem E-Parking ini, per harinya PAD yang masuk ke Pemko Medan minimal Rp8.400.000.

“Itu minimal ya, artinya untuk lebih dari itu sangat bisa. Lantas bagaimana bila ternyata setelah bagi hasil tidak sampai Rp8,4 juta? Maka pihak ketiga ini wajib tetap menyetorkan Rp8,4 juta itu ke Pemko Medan, makanya mereka wajib Deposit ke Bank. Nantinya bila kurang bayar, Bank yang akan mentransferkan sisanya ke kas Pemko dari Deposit yang mereka miliki,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Iswar juga memastikan, bahwa PT LGE wajib memprioritaskan juru parkir yang bertugas di lapangan saat ini. Dengan catatan, setiap ujian wajib bergabung sebagai karyawan pihak ketiga, dalam hal ini PT LGE dan bersedia untuk bertugas melakukan pengutipan retrubusi parkir secara Non Tunai.

“Bagi jukir yang tidak mau ikut dengan sistem pengutipan secara nontunai ini, ya tentu akan diganti petugasnya. Kita mau jukir yang ada saat ini harus diprioritaskan untuk dipekerjakan, tapi mereka juga harus bisa mengikuti sistem yang ada saat ini,” ungkapnya.

Terakhir, kata dia, setiap Jukir harus difasilitasi dengan gaji tetap dan jaminan kesehatan serta jaminan ketenagakerjaan oleh pihak ketiga. Dengan begitu, kesejahteraan para jukir dapat meningkat dengan adanya sistem ini.

“Mulai besok (hari ini) akan disosialisasikan dan dibuat pelatihan untuk jukir, supaya nanti hari Senin para jukir sudah bisa langsung bekerja dengan sistem Non Tunai. Sebab nanti di hari Senin (18/10), sistem parkir nontunai ini akan di launching langsung oleh Pak Wali,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirut PT Logika Garis Elektronik (LGE) Sahala Nainggolan, mengungkapkanm, bahwa sistem pembayaran nontunai untuk parkir pinggir jalan ini merupakan yang pertama di Indonesia. Pihaknya sudah melakukan pelatihan terhadap juru parkir, terutama dalam hal penggunaan alat sistem pembayaran.

“Nantinya, pendapatan ini bisa dilihat siapapun setiap harinya. Kami sudah berikan pelatihan terhadap 40 sampai 50 juru parkir untuk titik yang kami kelola. Saya harapkan program Pak Wali ini bisa tersosialisasikan dengan baik, sehingga daerah lain bisa mengikutinya,” katanya.

Sahala pun berjanji, pihaknya siap mengikuti syarat-syarat yang diajukan Pemko Medan sebagai pengelola parkir tepi jalan di 8 kawasan yang dimaksud dengan sistem pembayaran Non Tunai. Salah satunya dengan merekrut para jukir yang ada sebagai karyawan, memberikan upah dan menyediakan jaminan kesehatan serta ketenagakerjaan. “Itu sudah pasti, kita ikuti syarat yang disebutkan Pemko Medan. Selain itu kita juga sudah siapkan perangkat yang mumpuni, agar setiap pembayaran Non Tunai dapat terfasilitasi,” pungkasnya. (map/ila)

Jaga Kedaulatan dan Kehormatan Partai, Kader Demokrat Sumut Hadiri Sidang PTUN di Jakarta

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Sejumlah kader Partai Demokrat Sumatera Utara secara khusus hadir memberikan dukungan moril kepada tim kuasa hukum DPP Partai Demokrat, Hamdan Zoelva dkk dalam sidang lanjutan gugatan Kubu Moeldoko dengan nomor perkara 150/G/2021/PTUN-JKT di Gedung PTUN Jakarta, Kamis (14/10/2021).

“Kami hadir untuk memberikan spirit kepada tim kuasa hukum DPP Partai Demokrat. Ini merupakan bagian dari tanggungjawab moral kami sebagai kader untuk ikut mempertahankan kehormatan dan kedaulatan partai,” tegas Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan Burhanuddin Sitepu.

Kehadiran mereka, kata Burhanuddin, wujud dari deklarasi kesetiaan DPC Partai Demokrat Sumatera Utara kepada Ketua Umum AHY dan kesiapan menjaga kehormatan serta kedaulatan partai Sumatera Utara yang digelar di Grand Aston Hotel, 8 Oktober 2021 lalu.

Selain itu, Burhanuddin menyebut, para kader ikut merasakan terpaan cobaan yang dihadapi DPP yang masih terus menerus dilakukan oleh pihak-pihak yang punya niat jahat ingin membegal Partai Demokrat. Sejumlah kader yang hadir di antaranya Armyn Simatupang (anggota DPRD Sumut), Ketua DPC Deliserdang Hj Anita Lubis, Ketua DPC Humbahas Jonni Naibaho, Ketua DPC Asahan Ilham Harahap, Ketua DPC Batubara Suhelmi, Ketua DPC Sibolga Efendy Marpaung, Ketua DPC Nias Selatan Herman Ndruru, Ketua FKKGD Sumut Borkat Hasibuan SAg MSP, anggota Bappilu Medan Suwandi Purba, Hj Nurjannah Br Simanjuntak dan lainnya.

Sementara itu Ketua FKKGD Borkat Hasibuan menyebut, sebenarnya lebih 2/3 DPC sudah menyatakan keinginan dan kesediaannya hadir ramai-ramai mengikuti sidang di PTUN Jakarta, namun sebagian terhalang berbagai urusan. Para kader terlihat penuh semangat menyalami dan memberikan dukungan spirit kepada Hamdan Zoelva, Wasekjen Jansen Sitindaon, Kepala Bakomstra Herzaky Mahendra Putra dan lainnya.

Bertemu AHY

Sebelumnya sejumlah kader Demokrat Sumut ikut mendampingi Armyn Simatupang menyerahkan berkas dukungan untuk pencalonan menjadi Ketua DPD PD Sumut ke DPP Partai Demokrat Jalan Wisma Proklamasi No 41. Dalam kesempatan ini para kader juga bertemu dengan Ketua Umum AHY, Sekjen T Riefky Harsa dan pengurus DPP lainnya. (adz)

Langkah Tepat Dilakukan USU dan BNN, Peredaran Narkotika di Kampus Harus Berantas

Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kordinasi dan kerja sama antara Universitas Sumatera Utara (USU) dengan Badan Narkotika Provinsi (BNNP) Sumatera Utara sebagai langkah tepat dalam pemberantasan narkoba di lingkungan kampus beralamat di Jalan dr Mansyur, Kota Medan itu.

KAMPUS USU: Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU yang digerebek BNN karena 31 orang kedapatan mengkonsumsi narkotika jenis ganja.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dedi Iskandar Batubara mengapresiasi tindakan dilakukan oleh Rektor USU, Dr Muryanto Amin mencegah peredaran gelap narkoba di kalangan mahasiswa di Kampus USU.

Dedi yang juga Ketua DPP Masyarakat Pegiat Anti Narkoba (Mapan) menilai, setiap peredaran narkoba harus diberangus bersama. Karena itu, bukan saja menjadi tugas kepolisian dan BNN. Tapi, seluruh kalangan masyarakat, termasuk mahasiswa. “Narkoba apapun jenisnya sangat merugikan, dan ini memang harus diperangi dan pihak universitas. Memang harus berani mengambil langkah taktis untuk menumpas peredarannya,” ujar Dedi kepada wartawan, Rabu (13/10).

Dedi mendorong seluruh Perguruan Tinggi (PT) di Sumut. Baik Negeri maupun Swasta untuk berani mengambil tindakan dan berkordinasi dengan polisi dan BNN untuk melakukan pencegahan bersama dalam penyelahgunaan narkoba di lingkungan kampus.”Narkoba ini adalah kejahatan luar biasa. Efeknya bisa sangat merusak, dan ini perlu perhatian serta kolaborasi semua pihak,” kata Dedi.

Ketua PW Al-Washliyah Sumatera Utara ini memandang bahwa langkah yang diambil USU dengan menggandeng BNN menumpas peredaran narkoba di lingkungan kampus perlu ditiru untuk memberikan efek jera.”Sekaligus juga mengubah paradigma bahwa kampus merupakan tempat yang aman untuk menggunakan dan bertransaksi narkoba,” ucap Dedi.

Dengan tindakan tegas yang dilakukan pihak USU, Dedi menilai bahwa kampus bukan lagi tempat yang aman untuk bertransaksi narkoba. “Dan sekaligus menegaskan bahwa tidak ada tempat yang aman untuk tindak kejahatan ini,” pungkas Dedi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah (Ijeck), ikut menyesalkan penangkapan 31 orang yang di antaranya terdapat 14 mahasiswa aktif Universitas Sumatera Utara oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut, baru-baru ini.

Menurut Ijeck, preseden buruk ini dapat menjadi ancaman serius bagi Indonesia terkhusus Sumut. Adalah generasi muda yang menjadi harapan bangsa justru sudah terkontaminasi dengan narkoba.”Dari segi peredaran kita termasuk yang terbesar di Indonesia. Pemakai narkoba juga terbesar di Indonesia. Dan tidak tertutup kemungkinan semua lini masyarakat, terkontaminasi. Salah satunya, kita sangat menyesalkan anak-anak mahasiswa, penerus bangsa bisa membawa bangsa ini lebih baik. Ternyata juga terpapar narkoba. Dan ini bukan pertama saya rasa,” paparnya, Rabu (13/10).

Ijeck menekankan, pemberantasan narkotika dan obat-obatan terlarang bukan semata tanggungjawab BNN dan kepolisian, melainkan seluruh elemen masyarakat penting berperan aktif dalam upaya dimaksud. “Ini merupakan tugas dan tanggungjawab kita semua. Karena kita tau sendiri peredaran narkoba Sumut ini sangat-sangat mengkhawatirkan,” tegas Ketua Golkar Sumut ini.

Ijeck mengimbau agar generasi muda tidak gampang terpengaruh dengan godaan negatif di lingkungan masing-masing. Mengingat, dampak dari penyalahgunaan barang haram tersebut tidak hanya terhadap diri sendiri melainkan juga keluarga. Dengan peristiwa ini, membuat hilangnya harapan orang tua terhadap anaknya.

Karenanya Ijeck meminta para mahasiswa maupun generasi untuk lebih mengedepankan kreativitas, yang tentunya saling bersaing dalam hal prestasi.

“Kami imbau bukan hanya mahasiswa, tapi seluruh generasi muda. Berbuatlah positif. Lihatlah ke depan dengan lebih panjang lagi. Jangan berpikir sesaat, jangan terpengaruh lingkungan, jangan mudah tergoda ketika ditawari narkoba,” ajaknya.

Seperti diberitakan, dalam peristiwa penggerebekkan di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU, BNNP Sumut menahan 31 orang yang dinyatakan positif menggunakan narkotika golongan I jenis ganja. Setelah didata, didapati 14 orang merupakan mahasiswa USU aktif dan 6 orang lainnya adalah alumni USU. Sisanya merupakan masyarakat biasa. Adapun barang bukti yang disita dalam penggerebekan itu, yakni 118 paket kecil ganja dengan total berat keseluruhan 508,6 gram.

Dalam penggerebekan dilakukan BNNP Sumut di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU, Minggu malam, 9 Oktober 2021. Petugas BNNP Sumut mengamankan 47 orang. Dari hasil tes urine, 31 orang dinyatakan positif narkoba setelah dilakukan. Dengan perincian, 14 orang mahasiswa USU aktif, 6 Alumni USU dan 11 orang. Sisanya, 16 orang dinyatakan negatif.

Yang diamankan petugas BNNP Sumut dari mahasiswa dari kampus lain, barista, penjual ikan hingga kreator konten media sosial. Sementara, petugas menyita barang bukti ganja seberat 508,6 gram. Dari jumlah barang bukti yang disita, 243,6 gram ganja yang belum tahu kepemilikannya.(gus/prn/ila)

Polres Labuhanbatu Target 50 Ribu Penerima Vaksinasi

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu akan melaksanakan vaksinasi Covid-19 dengan target 50.000 dosis. Program itu mendapat suport dari Indonesia Pasti Bisa (IPB) dan bentuk kerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) di 3 kabupatan; Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, dan Labuhanbatu Utara yang menyediakan para tenaga kesehatan (nakes) sebagai vaksinator. “Ya, ditargetkan vaksin mencakup sebanyak 50 ribu warga sebagai penerima,” ungkap Kapolres Labuhanbatu melalui Kasubag Humas AKP Murniati Rambe, di Rantauprapat, Rabu (13/10).

Katanya, pelaksanaan akan berlangsung selama seminggu. Yakni, Kamis sampai dengan Rabu tgl 14 sampai dengan 20 Oktober 2021. “Targetnya, sepekan kedepan sudah terdistribusi vaksin ke 50 ribu orang warga di Labuhanbatu, Labura, dan Labusel,” jelasnya. Sejumlah lokasi akan dijadikan sebagai tempat pelaksanaan vaksinasi massal. Yakni, sejumlah Mapolsek dan Puskesmas di tiga kabupaten. “Terpusat tempat di Markas Polres Labuhanbatu,” ujarnya.

Sasaran vaksin, lanjut dia, dengan syarat umur wajib di atas 18 tahun. Selain itu, mesti membawa fotokopi. “Semoga dengan vaksinasi akan mampu menciptakan kekebalan masyarakat dan dapatbmengembalikan situasi ke keadaan normal,” tegasnya.

Selain itu, kata dia, kepada masyarakt Labuhanbatu diimbau agar tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). (fdh/azw)