24 C
Medan
Saturday, January 3, 2026
Home Blog Page 3087

Wujudkan Cita-cita H Anif, Musa Rajekshah Resmikan Masjid Al Musannif ke-23 di Sergai

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah kembali meresmikan salah satu Masjid Al Musannif, Jumat (17/9). Kali ini bernama Masjid Al Muttaqin Al Musannif yang berada di Dusun III Betung, Desa Silau Rakyat, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).

RESMIKAN: Wagub Sumut Musa Rajekshah memotong pita tanda diresmikannya Masjid Al Muttaqin Al Musannif di Dusun III Betung, Desa Silau Rakyat, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai, Jumat (17/9)

Wagub Sumut yang juga Ketua Yayasan H Anif menyampaikan, bahwasanya masjid ini merupakan mesjid ke-23 yang diresmikan dari rencana 99 masjid yang bakal dan sedang dibangun. Dia berharap, masjid ini bisa bermanfaat untuk seluruh umat Islam dan bisa menjadikan daerah ini sebagai masyarakat yang beriman dan beramal sholeh.

“Alhamdulillah ini mesjid ke 23, dan kedepan sedang dibangun beberapa masjid lagi,” ungkapnya.

Ijeck menceritakan, awal mula niat pembangunan 99 masjid ini berlangsung pada sekitar tahun 2000. Saat itu dia yang sering mendampingi ayahnya almarhum H. Anif Bin Gulrang Shah berkunjung ke daerah Tapanuli Selatan, selalu mampir untuk melaksanakan sholat ke masjid-masjid yang ada di daerah.

“Ketika sholat, orang tua itu keningnya selalu berpasir dan kamar mandi juga banyak yang belum berplaster. Dari situ mulai niat untuk membersihkan dan membangun masjid,” jelasnya.

Oleh karena itu, Ijeck menyatakan jika dirinya telah berkomitmen untuk meneruskan pembangunan 99 masjid sesuai dengan yang dicita-citakan ayahandanya ketika masih hidup. Selain itu, dia juga berencana untuk membangun sekolah tahfiz bagi pendidik agama anak-anak.

“Insya Allah kami istiqomah meneruskan pembangunan 99 masjid dan mudah-mudahan tidak berhenti di situ. Mudah-mudahan yang menjadi niat baik ini bisa terealisasi,” harapnya.

Dalam kesempatan ini, Ijeck berharap kepada warga seputaran Masjid Al Muttaqin Al Musannif ini agar terus memakmurkan keberadaan masjid, terutama dengan sholat lima waktu dan kegiatan keagamaan. Selain itu, dia juga meminta masyarakat untuk mendoakan almarhum H Anif dengan tulus dan ikhlas.

“Insya Allah nanti ke depan akan ada di beberapa daerah lain dan di luar Sumut yang sedang lagi proses pembangunan masjid,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Sergai Darma Wijaya dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih kepada Wagub Sumut atas pembangunan Masjid Al Muttaqin Al Musannif di Kabupatennya. Untuk itu, dia meminta kepada kenaziran masjid agar merawat masjid ini dengan baik.

Darma mengaku, dalam hal pembangunan masjid ini dirinya juga terinspirasi dari apa yang dilakukan oleh almarhum H Anif. Darma menyebutkan, untuk itu dia juga telah membangun sebuah masjid, namun dinamainya dengan nama ibunya.

“Saya terinspirasi karena banyak guru mengaji yang menyarankan agar banyak bersedekah dan berinfaq karena rezeki itu bisa datang dari mana saja. Namun almarhum H Anif telah melakukannya,” ujarnya.

Terkait pembangunan masjid ini, Arbaiyah warga setempat mengucapkan rasa terimakasihnya karena akhirnya masjid di kampungnya bisa direnovasi menjadi lebih baik.

“Sehingga ibadah akan lebih nyaman dan warga kampung ini menjadi lebih bersemangat untuk melakukan hal kebaikan lainnya bersama-sama,” tandasnya.

Usai melaksanakan peresmian masjid, Wagub Sumut Musa Rajekshah bersama warga langsung menjalankan Sholat Jumat perdana di Masjid Al Muttaqin Al Musannif ini. Turut hadir dalam peresmian masjid ini Wakil Bupati Serdangbedagai Adlin Umar Yusri Tambunan, Sekda Serdangbedagai Faisal Hasrimy jajaran Forkopimda Kabupaten Sergai, unsur pengurus Partai Golkar, Pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sumut, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Komunikasi Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) Sumut, Dewan Mesjid Indonesia (DMI) dan lainnya. (rel/dek)

XL Axiata Salurkan Donasi Tabung Oksigen dan Regulator

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT. XL Axiata, Tbk (XL Axiata) menyalurkan donasi 4 unit Tabung Oksigen dan Regulator ke Vertical Rescue Indonesia (VRI) Sumatera Utara sebagai upaya untuk membantu warga Medan yang sedang menjalankan Isolasi Mandiri di rumah.

Penyerahan donasi langsung diserahkan Head Sustainability & Internal Communication XL Axiata, Andy Satrio Yuddho kepada Ketua Vertical Rescue Indonesia (VRI) Sumatera Utara, Irfan Tri Handoko yang disaksikan oleh Camat Medan Johor, Zulfakhri Ahmadi dan  Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan,  Rahmad Suryadi di Taman Cadika, Jl. Karya Wisata, Pangkalan Masyhur, Kec. Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (16/9). 

Head Sustainability & Internal Communication XL Axiata, Andy Satrio Yuddho, mengatakan,”Donasi Tabung Oksigen ini merupakan upaya XL Axiata membantu masyarakat yang terpapar Covid-19 dan sangat membutuhkan tabung oksigen dalam masa isolasi mandiri, apalagi saat ini barang tersebut terbatas stoknya. Dengan adanya donasi ini, kami berharap bantuan ini benar-benar bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, sehingga menjadi berkah dan bermanfaat untuk masyarakat. ”

Andy menambahkan selain pemberian donasi Tabung Oksigen dan Regulator, saat ini XL Axiata juga sedang menyelenggarakan Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit (SVIB) di Medan, Sumatera Utara.

SVIB dilaksanakan di Gedung Paviliun RSUP H Adam Malik dan juga dilaksanakan di beberapa kantor kecamatan sesuai dengan arahan dari Walikota Medan.

Beberapa kecamatan tersebut antara lain Medan Selayang, Medan Johor, Medan Sunggal dan Medan Tembung.

Vaksinasi telah dilakukan sejak tanggal 8 September 2021 pada tahap pertama selama 21 hari dan tahap kedua 21 hari. Dalam sehari, sentra vaksinasi di RSUP H Adam Malik ini mampu melakukan penyuntikan hingga 500 orang per hari, sedangkan penyuntikan di kecamatan dipersiapkan untuk 200 orang per hari. 

Harapannya tentu semakin banyak masyarakat umum yang divaksin, sehingga mengurangi resiko penyebaran virus covid-19, masyarakat terlindungi dan bisa beraktivitas kembali seperti semula sehingga ekonomi meningkat.

SVIB juga mendapatkan dukungan dari  Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Medan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kepolisian Daerah Sumatra Utara, serta para mitra lainnya.

Ketua Vertical Rescue Indonesia (VRI) Sumatera Utara, Irfan Tri Handoko, mengatakan,”Bantuan ini merupakan pertama sekaligus pengalaman dan tatangan bagi kami untuk membantu masyarakat yang menjalankan isolasi mandiri karena terpapar Covid-19. Selama pandemi ini kami juga sudah bekerjasama dengan Satgas Covid-19 di Sumatera Utara dalam bentuk penyemprotan disinfektan di 21 Kecamatan di Kota Medan. Bagi warga yang membutuhkan tabung oksigen ini bisa mendatangi sekretariat VRI Sumatera Utara di Jalan Eka Rasmi, Komplek Melinjo, Medan Johor, Medan, Sumatera Utara.”

Untuk bisa mengikuti vaksinasi di SVIB, warga bisa mendaftar secara online melalui laman www.xlaxiata.co.id/indonesiabangkit dengan ketentuan antara lain berusia 12 tahun ke atas, warga negara Indonesia dibuktikan dengan NIK, dan melengkapi validasi data pribadi serta verifikasi kondisi kesehatan calon peserta vaksin.

Sebelum dilakukan penyuntikan vaksin, peserta akan menjalani pengecekan kondisi fisik yang dilakukan secara standar kesehatan oleh nakes di lokasi terkait. Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit beroperasi setiap hari Senin-Jumat (di luar hari libur), mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.(rel)

Peran Media Sosial dalam Sarana Meningkatkan Demokrasi dan Toleransi

Oleh : SUBANTO, ST

Salam Demokrasi tegak lurus …!!!
Pada saat ini media sosial adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masarakat Indonesia dalam semua aspek kehidupan baik dalam bidang kehidupan sosial, budaya , bisnis, politik bahkan dalam proses menjalankan pemerintahan di negara ini.

Pada era teknologi seperti saat ini masyarakat tentu tidak asing lagi dengan yang namanya media sosial. Hampir semua kalangan mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga orang tua pun telah mahir dalam bermedia sosial, apalagi dengan didukung banyaknya smartphone-smartphone canggih dan mudahnya akses internet membuat media sosial seperti tidak dapat terpisahkan dari kehidupan sehari hari.

Dengan media sosial kita dapat dengan mudah mengakses informasi dari manapun, selain itu kita juga bisa berbagi, berpartisipasi , dan menciptakan suatu tulisan atau pengalaman lewat blog atau jejaring sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Youtube dan masih banyak lagi.

Berdasarkan data pada saat ini laporan perusahaan media asal Inggris, We Are Social mengungkapkan laporan “Digital 2021: The Latest Insights Inti The State of Digital” yang diterbitkan pada 11 Februari 2021, laporan tersebut berisi hasil riset mengenai pola pemakaian media sosial di sejumlah negara termasuk di Indonesia.

Rata-rata orang Indonesia menghabiskan 3 jam 14 menit sehari untuk mengakses media sosial. Dari total populasi Indonesia sebanyak 274,9 juta jiwa, pengguna aktif media sosialnya mencapai 170 juta.(61,8 %) dari jumlah populasi penduduk yang ada di Indonesia.

Kementerian Kominfo sendiri, dari 2018 sampai 31 Mei 2021 secara total menerima sebanyak 1.463.820 laporan. Konten berupa pornografi di urutan pertama sebanyak 1.085.648 situs. Konten perjudian sebanyak 353.594, konten penipuan sebanyak 13.637 temuan. Diikuti konten SARA, kemudian konten hoax yang memprovokasi masyarakat.

Terkait data dan kondisi akan pentingnya media sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, masyarakat mengharapkan pengunaan media sosial mampu meningkatkan kualitas segala aspek kehidupan termasuk di dalamnya peningkatan demokrasi dan toleransi antar anak bangsa di republik ini.

Negara Diharapkan Mampu Memberikan Perlindungan Setiap Warga Negaranya dalam Penggunaan Media Sosial

Berdasarkan amanat undang-undang yang terdapat pada Pasal 28E Ayat (3) UUD 1945 menyatakan: “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat”.
Tapi selanjutnya menurut Pasal 28 J Ayat (1) disebutkan: “Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara”.
Sedang Pasal 28 J Ayat (2) UUD 1945 mengatakan: “Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang, dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis”.

Artinya, hak atas kebebasan berkomunikasi tidak berarti merupakan kebebasan absolut. Konstitusi membenarkan, bahkan mengamanahkan agar negara membuat undang-undang untuk mengaturnya agar tidak merugikan hak-hak yang dimiliki warga negara lain. Atas dasar amanat UU tersebut dengan lahirnya UU ITE diharapkan Negara mampu memberikan perlindungan setiap warga negaranya dalan pengunaan media sosial.

Pada dasarnya Negara harus hadir untuk memberikan rasa nyaman dalam pengunaan media sosial di tengah-tengah masyarakat karena pada prinsipnya, meskipun setiap orang mempunyai hak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi, tetapi hak tersebut, tidak menghilangkan hak negara untuk mengatur agar kebebasan untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi tidak melanggar atau merugikan hak-hak orang lain terkhusus dalam pengunaan media sosial.

Peran Media Sosial dalam Alam Demokrasi

Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna sosial media terbanyak yang ada di dunia. Hampir setiap aspek kehidupan di Indonesia berhubungan dengan media sosial tidak terkecuali dalam hal demokrasi. Indonesia merupakan negara demokrasi yang memberikan hak bagi warga negaranya untuk berpartisipasi atau berpendapat dalam berjalannya suatu negara. Dalam konteks ini media sosial memiliki peran penting dalam penyampaian informasi atau aspirasi dari rakyat kepada pemerintah dalam penggunaannya media sosial memiliki dampak positif dan dampak negatif, dampak tersebut sebenarnya tergantung bijak atau tidaknya individu atau kelompok dalam memanfaatkannya.

Dalam hal demokrasi, media sosial dapat membawa dampak positif yang biasanya dimanfaatkan sebagai media kampanye dalam pemilu untuk menyebarkan informasi yang bertujuan mempengaruhi pembaca agar dapat memilih kandidat dari suatu partai tersebut.

Tidak jarang suatu partai politik membuat tim sukses khusus dalam melakukan kampanye di media sosial demi memikat hati para pemilih agar dapat memenangkan pemilu tersebut. Kampanye di media sosial ini tergolong efektif karena tidak membutuhkan uang yang banyak serta jangkauan audience yang bisa mencakup satu negara.
Adapun dampak negatif dari berkembangnya media sosial bagi demokrasi adalah maraknya berita-berita hoax yang dibuat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab demi menjatuhkan suatu individu atau kelompok (partai politik).

Selain untuk menjatuhkan, berita hoax atau bohong juga biasa dibuat untuk meningkatkan citra baik suatu partai di mata para pemirsa .Pada dasarnya berita-berita itu dibuat semata mata hanya untuk kepentingan dan keuntungan pribadi.

Selain itu munculnya fake account dan buzzer yang berkeliaran di media sosial juga merupakan dampak negatif dari media sosial. Jika kita tidak dapat bijak dalam menyaring berita yang benar maka kita akan termakan oleh perkataan atau informasi dari buzzer yang dibayar oleh sebuah kelompok demi menjatuhkan kelompok lain.

Ada sedikit ungkapan yang ada ditengah-tengan masyarakat saat ini Sebagai pesan mudah ditangkap. “Rakyat berdemokrasi dengan datang ke TPS tidak sekadar meramaikan pesta demokrasi. Tapi rakyat datang itu ingin kehidupannya berubah lebih baik”.

Oleh karenanya dalam alam kehidupan demokrasi media sosial diharapkan mampu menyediakan ruang komunikasi, interaksi dan informasi antara penggunanya sehingga membuat partai politik sebagai instrumen demokrasi dapat memanfaatkannya untuk menggalang dukungan dengan lebih mudah.

Selain itu kini dengan adanya medsos dan semakin banyaknya alternatif saluran partisipasi politik, maka semakin memperkuat demokrasi dan berpotensi meningkatkan kualitasnya. Hal ini peluang masyarakat untuk mengawasi, mengontrol dan mengkritisi jalannya pemerintahan semakin besar.”

Peran Media Sosial dalam Merawat Toleransi

Sedikit kita mengulas eforia pengunaan media sosial (medsos) selama pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang telah membuat kondisi sosial kemasyarakatan bangsa Indonesia menjadi bergeser. Masyarakat Indonesia yang dulu dikenal ramah dan santun menjadi mudah marah, yang dulu guyub dan suka musyawarah menjadi manusia yang egois dan menang sendiri.

Bahkan medsos juga untuk menyuarakan narasi-narasi negatif seperti intoleransi, radikalisme, terorisme, dan ekstremisme.
Kegaduhan di medsos ini ada kaitannya dengan kebebasan berpendapat pemilik akun medsos. Makanya jauh-jauh hari diharapkan pemilik akun media sosial seharusnya memiliki tanggung jawab terhadap dirinya, terhadap lingkungan sekitarnya, terhadap hari ini, terhadap masa depan.

Medsos telah membuat masyarakat keblinger sehingga gempuran narasi intoleransi, radikalisme, terorisme, ektremisme, banyak berseliweran di dunia maya. Hal ini tidak bisa dibiarkan, agar kondisi sosial kemasyarakatan baik di dunia maya dan dunia nyata bisa lebih sejuk, damai, guyub, sesuai ciri utama bangsa Indonesia.

Cara untuk mengembalikan itu semua, diharapkan pemilik akun pada dunia maya yaitu media online, menyuarakan narasi yang menyejukkan, dan tidak lagi mengunggah konten berbau radikalisme, terorisme, dan intoleransi. Kita harus kembali ke kaidah atau atau warisan pendiri bangsa. Ada banyak teknologi yang ditinggalkan pendiri bangsa untuk Indonesia seperti musyawarah mufakat, toleransi, tepo seliro di dunia nyata dan dunia maya,

Berbicara tentang medsos dan berbagai fenomena yang ditimbulkan, tidak lepas dari kepemimpinan bangsa di republik ini. para pemimpin bangsa harus walk the top dan mampu memberikan contoh kepada masyarakat dengan menghindari isu tentang radikalisme, terorisme, dan intoleransi.

Para pemimpin harus bisa mengajak masyarakat agar tidak memberikan stigma radikal, intoleran, ekstremis kepada orang Indonesia lainnya.

Yang boleh memberikan stigma radikal, ekstremiss, intoleransi hanya hukum. Jadi tidak boleh individu yang memberikan stempel negatif kepada orang lain. Kalau itu terjadi, insyaallah musyawarah mufakat, tepo seliro, toleransi, dan persatuan Indonesia bisa terwujud dengan baik.

*) Subanto, Ketua Organisasi Rumah Silaturahmi

Tim Pengabdian Masyarakat USU Latih Buat Kemasan Berbahan Non Plastik Kepada UMKM

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perkembangan teknologi dan informasi telah mendorong perubahan dalam cara setiap orang dalam memiliki kualitas hidup dan kesehatan yang lebih baik. Perubahan dalam menyajikan, menyimpan dan mengemas bahan makanan yang aman dan sehat telah menjadi salah satu perhatian calon konsumen terhadap suatu produk. Produk-produk makanan yang dahulu dikemas dalam kemasan plastic yang tidak diperuntukan untuk bahan makanan telah disadari beberapa kalagan seperti kalangan medis dan pendidikan memiliki resiko dan efek samping negative terhadap kesehatan untuk jangka panjang.

       Lingkungan hidup juga mengahadapi bahaya yang tidak kalah pentingnya sekarang ini. Akumulasi limbah plastic tidak hanya mengancam kehidupan di daratan yang disebabkan sangat susahnya terurai sampah berbahan plastic ini, tetapi juga mengacam kelestarian lingkungan mahluk hidup di dalam laut yang memungkinkan mikro plastik dapat terserap dalam rantai makanan biota laut sehingga berpotensi menumpuk pada konsumen puncak yang tidak lain adalah manusia sendiri di daratan, sehingga kelimpahan sampah palstik ini telah menjadi epidemik global.  Kerusakan lingkungan yang semakin parah ini mendorong banyak pihak di seluruh dunia untuk mengurangi sebesar-besarnya penggunaan kemasan berbahan plastik.

      Salah satu kelompok masyarakat yang bergantung pada kemasan plastik adalah pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang bergerak dalam jasa penyedia makanan. Akademisi dan pelaku UKM punya peluang yang besar untuk bekerjasama dalam menghasilkan kegiatan ekonomi berbasis pelestarian lingkungan hidup dengan mengurangi penggunaan bahan plastik.  

 Queen burger and snack adalah salah satu UKM di Kota Medan yang bergerak dibidang penyediaan makanan. Pelaku UKM seperti penjual makanan sangat bergantung dengan ketersediaan bahan kemasan  yang murah mudah serta praktis dan tampilan kemasan yang menarik perhatian konsumen. Bahan kemasan plastik masih menjadi pilihan utama pelaku UKM dan tampilan kemasan yang apa adanya akibat keterbatasan keterampilan dalam mendesign. Kendala-kendala inilah yang masih dihadapi oleh Queen burger.

Dalam rangka program pengabdian ke masyarakat, tim pengabdian masyarakat dari Universitas Sumatera Utara (USU) yang terdiri dari Doni Aldo Samuel Siahaan, S.Si, M.Si dan Dr Kaniwa Berliana S.Si, M.Si memberi pelatihan pembuatan kemasan berbahan non plastic kepada UMKM  Queen burger milik Imelda Mahdalena Aritonang Amd selama tiga hari 7-10 Agustus 2021 lalu.

Doni Aldo Samuel Siahaan, S.Si, M.Si mengatakan,  tim pelaksana pada tahap awal melakukan pelatihan mitra yakni pemilik usaha dan pekerja yang ada di dalamnya tentang pembuatan kemasan berbahan non plastik, dengan model pertama yang berbahan baku kertas pembungkus nasi. Tim pelaksana menunjukan tahap-tahap pembuatan dengan teknik lipatan kertas yang mudah diikuti oleh peserta pelatihan.

Dr Kanwina Berliana S.Si, M.Si  menambahkan, tim pelaksanan pengabdian selalu mengingatkan pentingnya menjaga protocol kesehatans selama program ini dilaksanakan.  Peserta pelatihan pembuatan kemasan non plastic tampak dengan mudah mengusai langkah-langkah melipat kertas untuk menghasilkan 2 model kemasan makanan yang berbahan dasar kertas, ekonomis, dan aman untuk makanan bagi konsumen dan langsung bisa dihasilkan banyak kemasan yang siap untuk diproses gambar dan logonya.

Tim pengabdian di hari III melaksanakan program pelatihan dengan memberi dasar-dasar pengetahuan tentang desin kepada peserta latih. Materi yang disampaikan adalah seputar defenisi design, bentuk-bentuk dan jenis design, penggunaan design, dan menejemen design grafis. Seluruh peserta latih dengan antusias dan bersemangat mengikuti pembekalan design  ini, dari sesi pemaparan materi hingga sesi tanya jawab.

Kegiatan pengabdian ini bukan hanya membantu  secara fisik kepada pelaku usaha kecil menengah, tetapi juga membantu memberi pengetahuan  design, skill pengembangan  kreatifitas dan keterampilan digital yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan usaha di era milenial ini. Pemilik UMKM Queen burger  dan peserta laith sangat bersemangat mengikuti 3 hari program pengabdian kepada masyrakat ini, dari awal survey dan diskusi tahap-tahap kerja hingga akhir kegiatan yang ditandai dengan penyerahan bantuan alat –alat pembuatan kemasan makanan non plastik ini. (rel)

Kompeteisi Sains Nasional 2021 Tahap I, 57.845 Siswa SMP Ikut Seleksi Penyisihan

PESERTA: Para peserta yang mengikuti Kompeteisi Sains Nasional beberapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbudristek menyelenggarakan babak penyisihan tahap I Kompeteisi Sains Nasional (KSN) jenjang SMP. Tahap ini diikuti 57.845 peserta dari 337 kabupaten/kota dan 3 negara Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), yakni Arab Saudi, Malaysia, dan Mesir.

PESERTA: Para peserta yang mengikuti Kompeteisi Sains Nasional beberapa waktu lalu.

Sebagai dampak pandemi Covid-19, Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Puspresnas, Asep Sukmayadi mengimbau agar pelaksanaan seleksi KSN SMP Tahap 1 dilaksanakan di rumah masing-masing atau di sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. “Mengingat sebagian daerah masih menerapkan kebijakan PPKM, kami berharap Dinas Pendidikan, kepala sekolah dan orang tua untuk selalu mengawasi kesehatan peserta KSN SMP,” pesan Asep melalui rilis resmi, Selasa (14/9).

Pelaksanaan seleksi KSN SMP babak penyisihan tahap I akan dimulai dari tanggal 14-15 September 2021 secara daring melalui sistem aplikasi android yang sudah disiapkan Puspresnas. 

“Pada tanggal 14 September 2021 pada pukul 08.00 s.d. 09.30 WIB dilakukan seleksi bidang lomba Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan pukul 13.00 sampai dengan 14.30 WIB dilakukan seleksi bidang lomba Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sedangkan pada tanggal 15 September 2021 pukul 08.00 s.d. 10.00 WIB dilakukan seleksi bidang lomba Matematika,” jelas Asep lebih lanjut.

Selanjutnya, Kapuspresnas menjelaskan peserta yang mengikuti seleksi KSN SMP babak penyisihan tahap I adalah tiga peserta terbaik yang mewakili sekolah untuk masing-masing bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial.

“Dari 57.845 peserta yang mengikuti lomba untuk bidang Matematika sebanyak 19.168 orang, peserta yang mengikuti lomba bidang IPA sebanyak 19.509 orang, dan yang mengikuti lomba bidang IPS sebanyak 19.168 orang,” jelas Asep.

Puspresnas telah melakukan empat kali simulasi kepada peserta didik untuk melihat kondisi kendala peserta. Dengan begitu, panitia dapat mengevaluasi serta meminimalisir kendala peserta pada saat pelaksanaan seleksi berlangsung.

“Hasil yang diharapkan pada seleksi KSN SMP Babak Penyisihan tahap I tahun 2021 ini adalah terpilihnya lima peserta terbaik tingkat kabupaten/kota untuk setiap bidang lomba dan menetapkan peserta seleksi penyisihan tahap II untuk setiap bidang lomba,” pungkasnya.(kdc/azw)

Selama Pandemi Covid-19 di Kota Medan, Jumlah Pengangguran Meningkat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hal itu pun sangat berdampak sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi Kota Medan yang dinilai mengalami perlambatan dalam asumsi perubahan APBD 2021 dari 5,81 persen menjadi 3,01 persen. Untuk inflasi juga mengalami penurunan, yakni dari 3,98 persen menjadi 2,02 persen.

“Perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut tidak terlepas dari banyaknya pusat-pusat perbelanjaan, hotel, restoran dan tempat-tempat hiburan yang tutup. Akibatnya, jumlah pengangguran juga meningkat tajam, dan kita memaklumi ini,” ucap Ketua Fraksi PDIP Medan, Robi Barus kepada Sumut Pos, Kamis (16/9).

Namun begitu, kata Robi, Pemko Medan kiranya mempunyai strategi dan cara untuk mengatasinya. Untuk itu, Robi meminta Pemko Medan untuk menjaga agar laju pertumbuhan ekonomi di Kota Medan dapat kembali normal. Khususnya, agar tingkat inflasi dan pengangguran tidak semakin meningkat.

Robi juga meminta Pemko Medan untuk mengatasi masalah kemiskinan yang meningkat di Kota Medan selama Pandemi Covid-19.”Apakah target penurunan angka kemiskinan di akhir 2021 akan tercapai? Ini harus ada terobosan dan langkah antisipasi. Apa yang akan dilakukan Pemko Medan pada P-APBD 2021 ini? P-APBD ini harus bisa memaksimalkan penanggulangan tingkat pengangguran dan kemiskinan di Kota Medan,” ujarnya.

Dijelaskan Robi, Pemerintah Kota Medan juga diminta untuk memanfaatkan secara maksimal Perubahan APBD (P-APBD) Kota Medan Tahun 2021. P-APBD Kota Medan diharapkan, dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, khususnya dalam mendapat pelayanan kesehatan ditengah situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Jadi selain untuk masalah kemiskinan dan pengangguran, Pemko Medan kita minta untuk memaksimalkan P-APBD yang nantinya akan disahkan, harus betul-betul dapat dirasakan masyarakat. Termasuk untuk mendukung pengendalian penyebaran maupun penanganan pasien Covid-19, Pemko Medan harus fokus melakukan program 3T (Test, Tracing, dan Treatment),” jelasnya

Diterangkan Robi, fokus anggaran pada kesehatan dan khususnya penanganan Covid-19 dalam P-APBD TA 2021, diharapkan bisa mengurangi kendala yang dihadapi masyarakat dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

Robi juga meminta agar Pemko Medan terus mengoptimalkan peran dan pelayanan Puskesmas dan Rumah Sakit rujukan, meningkatkan layanan ambulance bagi pasien Covid-19, dan kecepatan proses pengujian Swab PCR bagi suspect Covid-19, khususnya bagi warga yang tergolong tidak mampu.

“Fokusnya anggaran itu harus jelas, kalau untuk penanganan Covid, maka untuk apa? Jangan nantinya masih ad masyarakat yang tidak swab antigen atau PCR hanya karena gak ada biaya. Intinya 3T harus ditingkatkan,” pungkasnya.

Sementara itu, secara nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya peningkatan angka pengangguran selama pandemi Covid-19. Peningkatan terbesar terjadi pada warga usia produktif alias anak muda.

Kepala BPS Margo Yuwono mengungkapkan, peningkatan tingkat pengangguran terbuka (TPT) terjadi pada penduduk berusia 20-24 tahun dan 25-29 tahun. “Pengangguran akibat pandemi yang jadi catatan adalah pengangguran pada usia muda lumayan tinggi,” kata Margo dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (30/8), lalu.

BPS melaporkan, pengangguran pada usia 20-24 tahun meningkat sebesar 3,36 persen dari 17,66 persen pada Februari 2020 menjadi 14,3 persen pada Februari 2021. Sementara pengangguran usia 25,29 tahun meningkat 2,26 persen poin dari 7,01 persen di Februari 2020 menjadi 9,27 persen di Februari 2021. Penduduk dengan usia lainnya relatif memiliki porsi lebih kecil. Tingkat pengangguran penduduk usia 30-34 tahun sebesar 4,94 persen, usia 35-39 tahun sebesar 3,74 persen, usia 40-44 tahun mencapai 3,55 persen, dan usia 44-49 mencapai 3,27 persen.

“Sementara kalau (dilihat dari) posisi pendidikan, pendidikan SMA dan lulusan perguruan tinggi (paling banyak menganggur). Kalau pengangguran dengan edukasi yang baik biasanya tuntutannya banyak, ini jadi persoalan sosial yang harus kita pikirkan,” tutur dia.

Bertambahnya tingkat pengangguran terbuka mempengaruhi tingkat kemiskinan. Penduduk miskin bertambah dari 9,78 persen menjadi 10,14 persen. Sementara penduduk miskin ekstrem meningkat dari 3,8 persen tahun 2020 menjadi 4 persen tahun 2021.

Berdasarkan standard global, tingkat kemiskinan ekstrem didefinisikan sebagai penduduk dengan pendapatan kurang dari 1,9 dollar AS per hari. “Catatan penting yang perlu diperhatikan adalah kemiskinan ekstrem yang meningkat,” pungkasnya. (map/bbs/ila)

Di Pasar Seksama dan Simpang Limun Polsek Patumbak Tertibkan Pedagang Pasar

IMBAU: Plt Kapolsek Patumbak AKP Neneng Armayanti imbau seorang pedagang agar tak berjualan di trotoar jalan. Neneng juga menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kepada para pedagang dan masyarakat yang sedang berbelanja di pasar Seksama dan Simpang Limun.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Sektor (Polsek) Patumbak gabungan menertibkan pedagang yang berjualan di trotoar jalan di Pasar Seksama dan Simpang Limun, Kelurahan Sitirejo 3, Kecamatan Medan Amplas, Rabu (15/9). Kegiatan ini dipimpin Plt Kapolsek AKP Neneng Armayanti bersama tiga pilar.

IMBAU: Plt Kapolsek Patumbak AKP Neneng Armayanti imbau seorang pedagang agar tak berjualan di trotoar jalan. Neneng juga menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kepada para pedagang dan masyarakat yang sedang berbelanja di pasar Seksama dan Simpang Limun.

Neneng memberikan imbauan kepada para pelaku usaha agar tidak berjualan menggunakan badan jalan yang dapat mengganggu jalur para pejalan kaki dan pengendara roda dua serta pengendara roda empat demi kelancaran arus lalu lintas. Dalam pelaksanaannya, para pelaku usaha yang berjualan dapat menerima dan mengerti akan imbauan yang di sampaikan para petugas gabungan bersama tiga pilar.

Neneng juga menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kepada para pedagang dan masyarakat yang sedang berbelanja agar selalu memakai masker, rajin cuci tangan guna memutus penyebaran virus Covid-19.

“Kita meminta para pedagang dan masyarakat, jadilah Polisi bagi diri sendiri, apabila para pembeli menggunakan sepeda motor memasang kunci ganda kendaraan pada saat diparkirkan,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau agar para ibu-ibu memastikan kompor gas di rumah kondisi mati, guna menghindari bahaya kebakaran. “Apabila terjadi gangguan Kamtibmas segera menghubungi Polsek Patumbak atau personel Bhabinkamtibmas Kelurahan Sitirejo,” pintanya.

Selama pelaksanaan kegiatan sterilisasi di Pasar Seksama dan Pasar Simpang Limun Medan tersebut, berjalan dengan aman dan lancar. (dwi/ila)

Capai Target Hattrick di Pemilu 2024, Badan dan Sayap PDI Perjuangan Diminta Berkontribusi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPD PDI Perjuangan Sumut terus menggeber persiapan menjelang Pemilu 2024. Setelah melaksanakan rapat koordinasi dengan DPC se-Sumut, kini giliran badan dan sayap partai diundang ke Sekretariat DPD PDI Perjuangan untuk rapat koordinasi guna mematangkan persiapan pencapaian target hattrick menang Pemilu di 2024 sesuai instruksi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Hj Megawati Soekarnoputri.

Rapat dipimpin langsung Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon didampingi Sekretaris Sutarto dan dihadiri seluruh badan partai yaitu, Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN), Badan Pemenangan Pemilu (BP Pemilu), Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat), Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK), Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR), Badan Penanggulangan Bencana (Baguna), dan Badan Kebudayaan Nasional (BKN). Sedangkan organ sayap yang hadir yakni Taruna Merah Putih (TMP), Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), dan Banteng Muda Indonesia (BMI).

Dalam arahannya, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon mengatakan, badan dan sayap merupakan satu kesatuan dari PDI Perjuangan yang tidak bisa dipisahkan. “Ibarat pesawat, badan dan sayap partai merupakan kedua sisi sayapnya yang harus berjalan seimbang agar pesawat itu mampu mengudara tinggi di angkasa,” ujar Rapidin.

Selanjutnya Rapidin mengingatkan agar badan dan sayap segera membuat progam yang dapat disinergikan dengan DPD. “Sinergitas gerak antara badan dan sayap partai untuk sama-sama memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemajuan partai,” sebut Rapidin.

Terkait Pemilu 2024, Rapidin mengingatkan, sesuai instruksi Ketua Umum Megawati Sukarnoputri agar PDI Perjuangan membuat hattrick kemenangan pada Pemilu 2024. “Untuk semua badan dan sayap harus bekerja ekstra keras untuk mencapai target kemenangan tersebut. Maka dari itu seluruh badan dan sayap tidak boleh main-main lagi, harus benar-benar serius dalam membuat progam-progam kemenangan pada Pemilu 2024,” pungkasnya.(adz)

Imigrasi Deportasi WNA Lulusan Kedokteran USU

DEPORTASI: Petugas Imigrasi Kelas I TPI Polonia bersama PTS di Bandara KNIA saat hendak di deportasi ke negara asal.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Petugas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia mendeportasi PTS, seorang warga Negara Malaysia yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU). PTS dipulangkan ke negara asal melalui Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA).

DEPORTASI: Petugas Imigrasi Kelas I TPI Polonia bersama PTS di Bandara KNIA saat hendak di deportasi ke negara asal.istimewa/sumutpos.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia, Samuel Toba, menjelaskan pendeportasian dilakukan terhadap WNA Malaysia tersebut karena terbukti melanggar peraturan keimigrasian karena tinggal di Indonesia melebihi izin tinggal yang telah ditentukan.

”Pendeportasian dilakukan melalui KNIA dengan menggunakan pesawat Air Asia nomor penerbangan QZ 0124,” katanya, Kamis (16/9).

Samuel mengurai, pendeportasian yang dilakukan Imigrasi Polonia terhadap WNA yang menamatkan kuliahnya di Fakultas Kedokteran USU itu dilakukan karena izin tinggal PTS telah berakhir sejak tahun 2017 lalu dan tidak pernah diperpanjang.

“Selama berada di Indonesia, dia sempat berkuliah di USU. Dan sejak 2017, izin tinggalnya sudah berakhir dan dia hanya tinggal di kos-nya saja. Dia kita amankan dari tempat tinggalnya di Jl. M.Idris Sei Putih Timur II, Medan Petisah,” kata Samuel.

Dari PTS, petugas juga mengamankan Emergency Passpor miliknya yang berakhir hingga 6 Juni 2022. “Kita mendeportasinya karena melanggar Pasal 78 ayat 3 jo Pasal 75 Ayat 1 Undang–Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” pungkas Samuel. (mbc/ila)

Pemko Medan Olah 30 Ton Sampah jadi Kompos

LIHAT: Wali Kota Medan Bobby Nasution melihat proses pengolahan sampah menjadi kompos. istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Medan mengolah sebanyak 30 ton sampah per jam yang menghasilkan pupuk kompos sebagai penyubur tanaman. ”Uji labnya sudah keluar. Alhamdulillah, hasilnya bagus dan ini mau coba kita pakai di lahan-lahan kecamatan yang memiliki ladang. Medan, Rabu (15/9).

LIHAT: Wali Kota Medan Bobby Nasution melihat proses pengolahan sampah menjadi kompos. istimewa/sumutpos.

Hal ini diungkapkan sebagai realisasi salah satu program prioritas Pemkot Medan bidang kebersihan dengan mencanangkan pasar bersih dan pengelolaan sampah di Pasar Induk Lau Cih, Medan Tuntungan.

Bobby mencontohkan Pasar Induk Lau Cih yang menghasilkan sampah sekitar empat ton selama tiga hari, maka dibutuhkan pengolahan sampah secara komprehensif.

Dinas Kebersihan dan Pertaman Kota Medan, lanjut dia, telah memiliki sistem yang dapat menumpuk sampah hingga tujuh hari yang kemudian diolah menjadi pupuk kompos.

“Kemarin sudah kita bagikan kepada kabupaten/kota di Sumut sebagai percontohan. Tujuan utama dari pengolahan ini bukan profit, tetapi menghilangkan sampah di Kota Medan,” tegas Bobby.

Bobby menyebutkan bahwa Medan menghasilkan sekitar 2.000 ton sampah per hari, bahkan Medan pernah mendapat predikat sebagai Kota Terjorok 2019.”Ini terkait sistem pengolahan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) di Medan yang masih ‘open dumping’, karena itu Pemkot Medan tengah berusaha beralih ke sistem ‘sanitary landfill’,” terang Bobby. (ant/ila)