31 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 3088

Menko Airlangga: Bantuan Tunai PKL dan Warung di Provinsi NTB Paling Cepat dan Tepat Sasaran

MATARAM, SUMUTPOS.CO – Dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian dirasakan hampir seluruh lapisan masyarakat, utamanya setelah diberlakukan PPKM yang membatasi mobilitas dan aktivitas masyarakat. Apalagi bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) yang omzetnya menurun drastis sejak adanya PPKM.

Pemerintah merespon kondisi ini dengan mencetuskan Program Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BT-PKLW) yang termasuk dalam Klaster Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Program ini untuk melengkapi program Pemerintah yang sudah berjalan selama ini, seperti Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), Subsidi Bunga KUR, Penjaminan Kredit Modal Kerja UMKM, PPh Final UMKM Ditanggung Pemerintah, dan Restrukturisasi Kredit UMKM.

Program ini berupa penyaluran bantuan uang tunai kepada pedagang kaki lima (PKL) dan pemilik warung (PW) melalui personel TNI dan Polri. Diharapkan bantuan ini akan dapat membantu mereka bangkit kembali setelah sekian lama terdampak PPKM.

Presiden Joko Widodo juga telah meluncurkan Program BTPKL-W secara resmi di Yogyakarta pada 9 Oktober 2021 dengan didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubowono X.

Meneruskan kegiatan di Yogyakarta tersebut, hari ini Kamis (14/10) Menko Airlangga menyalurkan bantuan BT-PKLW kepada beberapa perwakilan PKL dan PW yang ada di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan yang diadakan di Taman Sangkareang tersebut dihadiri oleh sekitar 70 PKL/PW yang telah didata oleh Polresta Mataram dan Kodim 1606/Mataram.

“Per hari ini, jumlah bantuan yang telah tersalurkan di seluruh Indonesia sebanyak ± 240 ribu atau 24% dari total target penyaluran. Mekanismenya selama ini yaitu Petugas Polri dan TNI akan terjun langsung untuk mendata dan melakukan verifikasi PKL dan PW yang berhak menerima bantuan BT-PKLW. Calon Penerima yang telah terdata dan terverifikasi itu akan menerima undangan pengambilan bantuan di Kantor Polres atau Kodim setempat,” jelas Menko Airlangga.

Menko Airlangga juga menyaksikan simulasi pendataan BT-PKLW oleh personel TNI/Polri dan menyalurkan langsung kepada 5 perwakilan penerima secara simbolis. Menko Airlangga kemudian berkeliling menyapa para PKL dan PW yang tempat berdagangnya berada di sekitar taman tersebut, dan diakhiri dengan melakukan dialog dengan beberapa orang di antaranya. Ia menanyakan jenis usaha mereka, dan apa saja kebutuhannya yang akan dibantu terpenuhi dengan bantuan tersebut.

“Saya mengapresiasi dan berharap penyaluran bantuan BT-PKLW, terutama di Provinsi NTB ini, dapat berjalan lancar dan benar-benar dapat membantu para PKL dan PW untuk menjaga usahanya yang terdampak penerapan PPKM. Di sini 100% sudah disalurkan dan menjadi yang terbaik di Indonesia. Kegiatan ini sudah dicek Presiden, cepat sekali, dan tepat sasaran,” ungkap Menko Airlangga.

Sebagai informasi, sasaran penerima sampai akhir 2021 adalah sebanyak 1 juta orang PKL dan PW yang disalurkan melalui TNI (500 ribu) dan Polri (500 ribu). Besaran manfaat yang didapatkan sebesar Rp1,2 juta yang dibayarkan sekali untuk setiap PKL dan Pemilik Warung. Kriteria untuk PKL dan Pemilik Warung yang bisa mendapatkan adalah mereka yang tidak termasuk dalam Daftar Penerima/Calon Penerima BPUM. Lokasi usahanya juga harus berada di Kabupaten/Kota yang menerapkan PPKM berdasarkan Inmendagri No. 27 dan 28 Tahun 2021. Serta, memenuhi persyaratan yang ditentukan yakni WNI, memiliki e-KTP dan bukan merupakan ASN, anggota TNI/Polri, pegawai BUMN/BUMD.

Turut hadir mendampingi Menko Perekonomian dalam kegiatan ini adalah Menteri Perindustrian; Kepala BNPB; Pangkogabwilhan II; Gubernur NTB; Kapolda NTB; Sekretaris Kemenko Perekonomian; Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi Kemenko Perekonomian; Anggota DPR; Danrem 162/Wirabhakti; Walikota Mataram; Dandim 1606/Mataram; dan Kapolresta Mataram. (rep/fln/*)

Berkolaborasi dengan Selebriti dan Influencer, Kemenkominfo Tingkatkan Kampanye Berpikir Kritis di Era Digital

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) melalui Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi mengajak masyarakat Indonesia untuk terampil berpikir kritis dalam menangkal hoaks dan kejahatan dunia maya di media sosial, lewat program literasi digital terbarunya.
Acara yang digelar secara daring melalui Zoom pada 8 Oktober 2021 ini menghadirkan selebriti Indonesia dan influencer media sosial, Nikita Mirzani. Acara ini berhasil menghadirkan lebih dari 1,400 peserta secara daring.

Berbagai kampanye literasi digital tengah digalakkan di Indonesia, di antaranya lewat berbagai webinar, sesi pelatihan, dan lokakarya gratis yang digelar secara daring dan luring. Kegiatan ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan akan keterampilan literasi digital dasar di tengah masyarakat. Sebagai salah satu negara dengan pengguna internet aktif tertinggi di dunia, masyarakat Indonesia masih sangat terdampak oleh berbagai hoaks, cyberbullying, dan berita bohong. 

Melawan hoaks dan kejahatan dunia siber

Menurut Digital Civility Index 2020, pengguna internet di Indonesia menempati urutan terakhir di antara negara-negara Asia Tenggara lainnya dalam hal sopan santun di dunia maya. Lebih dari 47% orang Indonesia yang ikut dalam survey mengakui pernah mengalami cyberbullying, sementara 19% mengaku menjadi korban pelecehan online. 
Lewat diskusi bertajuk “Menjadi Kritis di Media Sosial” melalui Zoom pada Jumat lalu, selebriti dan influencer dengan 3,8 juta pengikut di media sosial, Nikita Mirzani, berbagi pengalamannya dalam melawan hoaks dan cyberbullying di media sosial. 

“Berpikir kritis merupakan hal yang sangat penting dari setiap interaksi yang kita lakukan di era digital ini,” ujar Nikita Mirzani. “Karenanya, penting untuk memperkaya kemampuan kita dengan berbagai keterampilan literasi digital, sehingga kita lebih bijak dalam menyaring informasi yang diterima secara online. Penting bagi masyarakat untuk dapat mengidentifikasi sumber berita yang tepercaya, sehingga mereka tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang diterimanya.”

Kemampuan berpikir kritis secara menyeluruh

Pelatihan yang melibatkan 3,000 peserta secara daring ini membahas berbagai tantangan pengajaran jarak jauh yang dihadapi oleh para tenaga pendidik di Indonesia. Seperti diketahui, sejak Maret 2020, para guru dan tenaga pendidik di Indonesia harus beradaptasi ke metode pembelajaran daring dengan menggunakan berbagai platform digital. “Karenanya, penting bagi pemerintah untuk terus mengedukasi masyarakat agar sigap menghadapi masa transisi ini, salah satunya lewat program pelatihan literasi digital bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran daring yang lebih inovatif dan interaktif,” ujar Samuel A. Pangerapan, Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo RI.
Akses webinar Siberkreasi melalui http://info.literasidigital.id dan ikuti @siberkreasi di media sosial untuk event-event selanjutnya. (rel/sih)

Melalui Digitalisasi, Telkom Dukung UMKM Naung Songket Naik Kelas

KUNJUNGAN: Direktur Enterprise and Business Service PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), Edi Witjara (paling kanan) didampingi EVP Divisi Business Service Telkom Syaifudin (paling kiri) saat melakukan kunjungan di workshop UMKM Naung Songket yang diterima oleh pemilik UMKM Naung Songket Marhayani di Lombok pada Jumat (8/10/2021).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO—Sukarara adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Desa ini sebagian besar penduduknya bersuku Sasak dan juga terkenal sebagai salah satu desa penghasil kain songket terbaik di Lombok.

Salah seorang ibu sekaligus pengrajin kain songket di sana, sempat mengeluh bahwa peminat dari kain-kain ini sangat minim, entah dari kalangan wisatawan maupun warga lokal.

Berangkat dari keluhan itu, Marhayani mulai mengunggah foto-foto kain songket hasil tenunan ibu-ibu di desa Sukarara di sosial media Facebook. Melihat prospek usaha penjualan kain songket desa Sukarara via online cukup menjanjikan, terbentuklah UMKM Naung Songket.

Pada Jumat (8/10/2021), Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Edi Witjara didampingi EVP Divisi Business Service Telkom, Syaifudin, EVP Divisi Enterprise Service Telkom M Salsabil, EVP Telkom Regional V Area Jawa Timur-Bali-Nusa Tenggara, Pontjo Suharwono dan Deputy EGM Divisi Service Delivery Assurance, Toto Rudiarto mengunjungi UMKM Naung Songket, Lombok.

Kunjungan ini merupakan rangkaian kegiatan lanjutan di Lombok, di antaranya visit ke Cable Landing Station (CLS) Mandalika serta menyaksikan penandatanganan PKS antara Telkom, ITDC, dan MGPA untuk persiapan kegiatan MotoGP dan even besar lain yang akan didukung penuh oleh TelkomGroup.

Tak hanya itu, Edi WItjara juga berkesempatan berdiskusi dengan Ketua DPD Masata (Masyarakat Sadar Wisata) NTB Askar Dg Kamis dan pemilik homestay Tanawu House Ernanda Agung Dewobroto, yang aktif mengembangkan potensi pariwisata di NTB bersama TelkomGroup melalui tranformasi digital.

Pada awal kunjungannya, Edi Witjara menerima penjelasan dari Marhayani selaku pemilik UMKM Naung Songket mengenai proses produksi tenun songket, dan jenis produk yang dihasilkan.

Dalam diskusi bersama UMKM, Masata dan Tanawu Homestay, Edi Witjara menyampaikan pentingnya kolaborasi dari seluruh stakeholder pengelola UMKM dan pariwisata di NTB untuk bersama-sama maju dan naik kelas dalam meningkatkan daya saing Mandalika sekaligus NTB secara keseluruhan dalam menghadapi event-event internasional ke depan.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada UMKM, Masata dan pengelola homestay, Telkom memberikan plakat dan paket layanan layanan SooltanNet serta paket digitalisasi sebagai salah satu toolset digital di samping memberikan pemahaman mindset digital dan skill set digital.

Melanjutkan semangat “Growing Together”, Telkom Indonesia melalui Divisi Business Service berkomitmen untuk melahirkan “Sooltan UMKM” yang dapat bersaing di tingkat lokal, nasional, maupun global melalui transformasi digital. (rel/prn)

PSMS vs Semen Padang: Awas Ngamuk Kabau Sirah

MOTIVASI: Pemain PSMS Hamdi Sula dkk sedang dalam motivasi tinggi jelang menghadapi Semen Padang, sore ini.istimewa/sumutpos.

SUMUTPOS.CO – PSMS Medan bakal melakoni laga ketiga pada Penyisihan Grup A Liga 2 musim 2021 dengan menghadapi Semen Padang di Stadion Gelora Jakabaring, Pelambang, Kamis (24/10) malam. Ayam Kinantan mengantisipasi amukan dan kebangkitan Kabau Sirah yang sedang terluka.

MOTIVASI: Pemain PSMS Hamdi Sula dkk sedang dalam motivasi tinggi jelang menghadapi Semen Padang, sore ini.istimewa/sumutpos.

Ya, Semen Padang belum juga meraih kemenangan dalam dua laga awal. Mereka ditahan PSPS Riau, kemudian dikalahkan Sriwijaya FC. Sebaliknya, PSMS sudah meraih sekali kemenangan dan sekali imbang. Setelah ditahan KS Tiga Naga, Ayam Kinantan mengalahkan Babel United.

Dan, saat kedua tim bertemu, Pelatih PSMS Ansyari Lubis mengaku sangat mewaspadai kebangkitan Semen Padang. Apalagi, Kabau Sirah disebutkan memiliki materi pemain bagus. “Semen Padang merupakan tim bagus. Mereka hanya kurang beruntung dalam dua pertandingan sebelumnya. Jadi, pada pertandingan ini, kita mengantisipasi kebangkitan mereka,” ujar Ansyari Lubis pada konfrensi pers virtual, Rabu (13/10).

Pelatih yang akrab disapa Uwak ini mengakui, tim yang sudah kalah akan memiliki motivasi lebih tinggi karena harus mengejar ketertinggalan poin. Inilah diwaspadai dari Semen Padang.

Namun, Uwak mengaku tetap memasang target menang pada laga ini. Pasalnya, kemenangan dari Semen Padang akan membawa Syaiful Ramadhan dkk merebut puncak klasemen sementara Grup A. “Ini partai yang bisa membuat kita menduduki puncak klasemen. Kita tetap membidik kemenangan. Kebetulan semua pemain juga sudah siap bermain tanpa ada cedera. Pemain yang sempat cedera, sudah sembuh dan bisa bermain,” paparnya.

Selain itu, PSMS disebutkan sedang dalam motivasi tinggi setelah kemenangan dari Babel United. “Kita sudah siap untuk mengamankan tiga angka. Kemenangan dari Babel menambah motivasi pemain,” paparnya.

Tidak mau kalah, Semen Padang juga mengincar kemenangan dari laga ini. Pelatih Semen Padang, Weliansyah mengatakan pertandingan ini merupakan laga penting bagi tim sehingga harus meraih kemenangan. “Kita tidak melupakan kekalahan dari Sriwijaya dan imbang dari PSPS Riau, kita lakukan evaluasi dan antisipasi taktik lawan di laga nanti,” kata Weliansyah.

Weliansyah mengaku tidak memiliki masalah dengan masa pemulihan pemain. Sebab, PSMS juga merasakan hal yang sama. Weliansyah mengaku optimistis anak-anak Semen Padang mampu berjuang optimal di lapangan.

“Kalau mau lolos ke Liga 1, kita harus menang, tak ada kata imbang atau kalah. Kita sudah berikan catatan kepada pemain agar tidak membuat kesalahan lagi, namun sepak bola itu situasional dan segalanya dapat terjadi,” tegasnya. (dek)

Cegah Penyebaran Covid-19, PT Gunung Melayu dan PT Saudara Sejati Luhur Sosialisasi Prokes ke Sekolah

Siswa SMPN 1 Atap melakukan praktek cuci tangan yang baik dan benar.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Asian Agri sebagai perusahaan perkebunan yang merupakan bagian dari grup Royal Golden Eagle (RGE), mengelola  group perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan sumber daya alam dan beroperasi secara global, melalui PT Gunung Melayu dan PT Saudara Sejati Luhur melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan kepada siswa SMPN 1 Atap Desa Batu Anam, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan (08/10).

Hal ini dilaksanakan untuk mengingatkan kembali siswa untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Selain itu juga diserahkan bantuan CSR (Corporate Social Responsibility) berupa peralatan pencegahan Covid 19 yaitu 2 unit tempat cuci tangan komplit, 3 unit thermometer infrared dan 210 lembar masker kain untuk guru dan siswa di SMPN 1 Atap Rahuning.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Manajemen dari PT Gunung Melayu dan PT Saudara Sejati Luhur yang diwakilkan oleh Manager Frank SE Nadeak, Koordinator CSR Aris Yuneidi, dan KTU Mahady Arazaq harahap.

“Tahun ini merupakan tahun ke dua pandemi Covid-19 di Indonesia. Sekolah sudah mulai melakukan belajar tatap muka. Penerapan protokol kesehatan ketat merupakan upaya dalam mencegah kluster baru Covid-19 di sekolah-sekolah. Dengan menerapkan 5 M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas kita dapat membantu pemerintah, diri sendiri dan orang lain agar terbebas dari covid-19. Siswa nantinya juga harus membantu mengingatkan orang tua mereka pentingnya menjaga prokes,” ujar Frank SE Nadeak pada saat sosialisasi ke siswa SMPN 1 Atap.

Sosialisasi penerapan protokol kesehatan kepada siswa oleh salah satu PT Gunung Melayu dan Saudara Sejati Luhur, Frank SE Nadeak.

Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan pembagian masker kepada siswa, dan mempraktekkan cara cuci tangan yang baik dan benar.

Rini, salah satu siswi di SMPN 1 Atap mengaku senang dengan sosialisasi dari PT Gunung Melayu dan PT Saudara Sejati Luhur ini.

“Kami senang dengan cara penyampaian dari perusahaan, penyampaian materinya menarik dan interaktif. Mengingatkan kembali pentingnya protokol kesehatan, kami pun dapat masker kain gratis dengan motif yang cantik. Selain itu juga diajarkan cara mencuci tangan yang baik dan benar. Terima kasih Asian Agri,” ujar Rini.

Kepala Sekolah SMPN 1 Atap, Andaruli Simangunsong SPd MSi, mengucapkan terima kasih atas bantuan dari perusahaan kepada sekolah.

“Sekolah sudah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka di bulan Agustus, dengan sistim shift, sehingga penerapan menjaga jarak dapat dilakukan. Kami sangat  berterima kasih kepada PT Gunung Melayu dan PT Saudara Sejati Luhur, semoga bantuan ini dapat kami manfaatkan semaksimal mungkin untuk penerapan protokol kesehatan terutama di lingkungan sekolah. Para siswa juga perlu untuk saling mengingatkan antar siswa dan saat di rumah mengingatkan ke orang tua mereka pentingnya menjaga kesehatan,” ujar Andaruli.

Foto bersama management PT Gunung Melayu dan PT Saudara Sejati Luhur bersama Kepala sekolah dan siswa SMP N 1 Atap kecamatan Rahuning.

Pada bulan sebelumnya, PT Gunung Melayu dan PT Saudara Sejati Luhur juga telah menyerahkan bantuan CSR dalam peningkatan ekonomi untuk Desa Gonting Malaha berupa peralatan pendukung usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dikelola oleh tim Pemberdayaan Kesehatan Keluarga (PKK )dan pemerintah Desa Gonting Malaha. Bantuan diserahkan berupa  1 unit Oven Hook, 1 unit Mixer Philips, 1 unit gilingan/mixer tepung HMJ dan beberapa cetakan kue. (rel)

MUI Protes Libur Maulid Digeser

PROTES: Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis memprotes langkah pemerintah yang menggeser hari libur keagamaan meski pandemi mulai mereda.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah memutuskan menggeser hari libur Maulid Nabi 1443 Hijriyah dan menghapus cuti bersama Natal 2021. Terkait hal itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan keberatan libur Maulid Nabi digeser menjadi 20 Oktober 2021.

PROTES: Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis memprotes langkah pemerintah yang menggeser hari libur keagamaan meski pandemi mulai mereda.

Kebijakan tersebut diambil guna mengantisipasi munculnya kasus baru Covid-19. Padahal, sejak Covid-19 mulai mereda, pemerintah sudah mulai memberikan izin penyelenggaraan acara besar, seperti pesta pernikahan, konser musik, tempat hiburan dibuka, hingga digelarnya Pekan Olahraga Nasional (PON).

Menanggapi kebijakan pemerintah tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis memprotes langkah pemerintah yang menggeser hari libur keagamaan. Ia menilai, seharusnya kegiatan sudah dapat kembali normal karena penularan sudah melandai.

Melansir dari akun Instagram @cholilnafis, Cholil Nafis membagikan cuplikan video wawancaranya dengan TvOne. Dalam cuplikan tersebut, Cholil Nafis menyampaikan kritik tentang langkah pemerintah yang menggeser hari libur keagamaan.

“Ketika daruratnya sudah tidak ada, kondisinya sudah berubah tentu hukumnya sudah berubah kembali ke asalnya. Libur bukan bagian dari hukum halal haram dan bagi masyarakat tentu menunda itu malah liburnya nambah, yang tanggal 19 libur, 20 libur lagi,” ujarnya.

“Saat WFH n Covid-19 mulai reda bahkan hajatan nasional mulai normal sepertinya menggeser hari libur keagamaan dengan alasan agar tak banyak mobilitas liburan warga dan tidak berkerumun sudah tak relevan. Keputusan lama yang tak diadaptasikan dengan berlibur pada waktunya untuk merayakan acara keagamaan,” tulisnya lagi dalam keterangan unggahan.

Merespon hal itu, Staf Khusus Menteri Agama (Stafsus Menag) Wibowo Prasetyo mengatakan, kebijakan menggeser libur Maulid tersebut tentunya sangat relevan sebagai langkah antisipasi munculnya kasus baru Covid-19. Wibowo mengakui, pandemi di Indonesia memang mengalami tren penurunan.

Namun, hal itu tidak boleh mengendorkan kewaspadaan, utamanya dalam disiplin penerapan protokol kesehatan. “Meski pandemi menurun, harus tetap waspada. Disiplin protokol kesehatan harus tetap dijalankan,” tegas Wibowo merespons di Jakarta, Rabu (13/10).

Ditegaskan, Indonesia sejauh ini telah berhasil melakukan penanganan pandemi dengan baik. Hal itu tidak terlepas dari upaya serius pemerintah dan dukungan kedisiplinan umat beragama di Indonesia dalam menerapkan protokol kesehatan.

Meski begitu, pandemi Covid-19 masih belum usai dan semua pihak masih harus terus waspada. “MUI sebagai salah satu ormas Islam semestinya turut serta membantu upaya pemerintah dalam penanganan pandemi dan bukan malah mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang potensial mengendorkan kedisiplinan umat sehingga kontraproduktif terhadap upaya kita bersama dalam memerangi Covid-19,” jelasnya.

“Di tengah masa pandemi ini, marilah kita menjalankan ibadah dan merayakan hari besar agama dengan khusyuk seraya bertanggung jawab dalam melindungi kesehatan keluarga tercinta, kerabat, sahabat, masyarakat, dan bangsa ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) telah melarang aparatur sipil negara (ASN) bepergian ke luar daerah dan mengambil cuti selama libur Hari Maulid Nabi Muhammad SAW mulai 18 hingga 22 Oktober 2021. Kebijakan itu telah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri PANRB Nomor 13 tahun 2021.

“ASN dilarang cuti dan keluar daerah selama 18-22 Oktober 2021. Dikecualikan bagi cuti melahirkan/cuti sakit/cuti alasan penting,” tulis keterangan Kementerian PANRB yang dikutip di akun Twitter resmi Kemenpan-RB @Kemenpanrb Selasa (12/10).

Kemenpan-RB mengancam akan menjatuhkan sanksi disiplin bagi ASN yang melanggar aturan tersebut. Pejabat pembina kepegawaian (PPK) pun telah diinstruksikan untuk melaksanakan hal tersebut. Selain itu, Kemenpan-RB juga menginstruksikan PPK untuk melaporkan pelaksanaan Surat Edaran kepada Menteri PANRB. Laporan itu bisa dilakukan melalui lamans.id/laranganbepergianASN.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo pada 19 Juni 2021 lalu sempat mengatakan, ASN dilarang mengambil hak cuti di hari kejepit. Ia menegaskan, larangan cuti bagi ASN di hari kejepit ini merupakan wujud penindaklanjutan arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan semua pihak fokus dengan penanganan pandemi Covid-19. “Jangan sampai Sabtu libur, Minggu libur, hari besar keagamaan Selasa libur. Terus nanti semua ASN minta cutinya hari Senin. Nah ini dilarang. Cari cuti hari lain saja,” tutur Tjahjo. (jpc/mdc)

Banyak Orangtua Siswa tak Izinkan Anaknya Ikut PTM, Jadi Bahan Evaluasi Kemendikbudristek

PERIKSA SUHU TUBUH: Seorang guru memeriksa suhu tubuh seorang siswi SMA saat dimulai pembelajaran tatap muka (PTM), baru-baru ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masih banyak orangtua di Kota Medan yang tak izinkan anaknya ikut pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah, harus menjadi bahan evaluasi bagi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) termasuk Disdik Kota Medan. Diharapkan, ada formulasi yang dapat meyakinkan orangtua untuk melepas anaknya belajar di sekolah.

Ilustrasi.

Ketua Fraksi Partai NasDem sekaligus Anggota Komisi II DPRD Medan, Afif Abdillah mengatakan, keberatan orangtua memberi izin anaknya ikut PTM terbatas harus menjadi masukkan tambahan serta bahan evaluasi bagi Kemendikbudristek agar bisa diterapkan di daerah-daerah di Indonesia, termasuk Kota Medan.

“Memang pembukaan PTMT yang sekarang masih bersifat ujicoba. Maka dari itu, harus tetap menyerap permintaan dan masukkan dari para orangtua murid dan pihak sekolah, tentang bagaimana penerapan yang terbaik mengenai PTMT ini,” kata Afif kepada Sumut Pos, Rabu (13/10).

Dikatakan Afif, setiap Dinas Pendidikan, termasuk Dinas Pendidikan Kota Medan juga harus bisa memberikan masukan kepada pihak Kementerian dari masukan yang didapatkan dari orangtua/wali dan pantauan mereka di sekolah-sekolah yang ada untuk dapat dicarilan formulasi yang paling tepat dan bisa diterima berbagai pihak.

“Pelaksanaan PTM terbatas ini, koordinasi yang perlu. Kementerian melalui dinas pendidikan harus benar-benar mempertimbangkan PTM ini. Harus siapkan sarana dan prasarana, termasuk antar jemput anak-anak jika diperlukan. Karena harus diakui, PTM inikan belum sekolah normal. Siswa belum bisa mendapatkan pembelajaran secara normal,” ujarnya.

Afif juga meminta, agar Disdik Kota Medan tidak hanya sekadar memberikan imbauan kepada sekolah tingkat SD ke bawah yang saat ini menggelar PTM. Pasalnya hingga saat ini, Pemko Medan belum memberikan izin dibukanya PTM untuk siswa SD ke bawah atau siswa di bawah usia 12 tahun dan belum divaksin Covid-19.

“Jadi Disdik ini juga harus bisa menjaga marwah Wali Kota Medan. Jangan pula wali kota belum mengizinkan tapi sekolah-sekolah SD tetap menggelar PTM, fungsi pengawasan Disdik ini jangan seremonial saja, tapi betul-betul harus dilakukan secara maksimal,” tutupnya.

Disisi lain, Ketua Fraksi PAN DPRD Medan Sudari menyatakan, pembelajaran tatap muka memang telah lama diharapkan agar segera terlaksana, karena pembentukan mental anak tidak bisa dilakukan secara daring. Namun ternyata Sudari mengaku cukup terkejut, saat ada banyak orangtua yang belum menginginkan anaknya PTM. “Tapi kembali lagi ya, itu hak orangtua. Makanya kita minta pengawasan orangtua dalam PTMT ini. Pihak selolah juga harus bisa meyakinkan orangtua kalau di sekolah itu aman dan ketat secara prokes,” katanya.

Apalagi terang Sudari, turunnya status Kota Medan ke PPKM level 2 sudah melalui kajian-kajian epidemiologi. “Jadi tinggal pemahaman dan pengarahan kepada orangtua,” terangnya.

Menurut Sudari, langkah PTM memang salah satu upaya yang pemerintah lakukan untuk pembelajaran tatap muka. Karena tak bisa kita pungkiri babwa anak-anak tak cuma membutuhkan materi pendidikan tetapi juga butuh bersosialisasi di sekolah. “Perlu juga disampaikan ke orangtua, bahwa dalam rangka pembentukan mental anak. memang harus luring. Teknologi tidak bisa menggantikan profesi seorang guru untuk membentuk mental anak,” pungkasnya. (map)

Perketat Mobilitas Warga Jelang Nataru untuk Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 di Akhir Tahun

SUMUTPOS.CO – Libur Natal dan tahun baru (Nataru) memang masih dua bulan lagi. Namun, pemerintah diminta secepatnya menyusun aturan pergerakan masyarakat. Jika terlambat, ancaman gelombang ketiga Covid-19 bisa benar-benar terjadi.

Peringatan itu disampaikan epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman. Dia mengungkapkan, pemerintah harus memformulasikan pengaturan aktivitas dan mobilitas masyarakat pada periode November–Desember 2021. Dia mengusulkan, kegiatan pariwisata, kalaupun harus ada, bisa diatur dalam bentuk zonasi dan bubble (gelembung).

Dengan sistem bubble, perjalanan hanya bisa dilakukan di dua daerah atau lebih yang sama-sama bisa mengendalikan Covid-19. Pengaturan itu bisa berbentuk kerja sama antara daerah asal wisatawan dan daerah destinasi. Kondisinya bisa diformat seperti travel corridor. “Misalnya, diatur wisatawan dari Jakarta ke Bali dengan asumsi bahwa Jakarta (kasus Covidnya, Red) sudah terkendali. Tapi, beneran orang Jakarta ya. Dan, tentunya sudah divaksin lengkap,” jelasnya.

Kemudian, yang perlu diperhatikan adalah penguatan syarat-syarat perjalanan dan sistem skrining berupa tes dan sebagainya. Dicky memprediksi, mobilitas akan meningkat pada akhir tahun karena pemerintah sudah kadung mengeluarkan berbagai izin kegiatan masyarakat. “Makanya, yang bisa saya imbau saat ini adalah memperkuat atau melakukan pengetatan. Memperkuat skriningnya dan memperkuat kriterianya gitu,” kata Dicky.

Dengan demikian, ada win-win solution karena kegiatan masyarakat bisa tetap berjalan tanpa menimbulkan lonjakan kasus yang tidak terkendali. Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi IDI Mahesa Paranadipa Maikel menuturkan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi Covid-19 gelombang ketiga. Salah satunya, meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19. “Para ahli menyebutkan bahwa gelombang ketiga ini bisa tidak parah karena ada vaksinasi,” tuturnya.

Menurut data Kementerian Kesehatan per Selasa (12/10) sore pukul 18.00, vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 101.673.077 dosis atau 48,82 persen. Artinya, 49 di antara 100 penduduk sudah mendapatkan vaksin. Mahesa mengingatkan, jumlah itu harus ditingkatkan. Sebab, vaksin yang selama ini disuntikkan mengharuskan ada pengulangan. Artinya, herd immunity bisa terbentuk setelah minimal 75 persen populasi disuntik vaksin dosis kedua.

Herd immunity atau kekebalan kelompok tersebut diperlukan untuk menekan penularan. Meski demikian, dia mengingatkan bahwa vaksinasi tak membuat orang menjadi kebal. Dia juga meminta dilakukan whole genome sequencing (WGS) yang masif.

Tujuannya, menemukan varian virus yang baru. Itu bisa dimulai dengan penerapan testing, tracing, dan treatment (3T) yang sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO). Soal testing, WHO mengharuskan perbandingan 1:1.000 penduduk dalam satu minggu. “Seharusnya pada setiap yang positif, dilakukan genome sequencing,” saran Mahesa.

Dia mengatakan, para epidemiolog memprediksi gelombang ketiga terjadi pada akhir tahun. Jika sudah ada peringatan seperti itu, seharusnya dilakukan antisipasi. Mahesa meminta edukasi terkait penerapan protokol kesehatan juga dilakukan.

Pada kesempatan lain, Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Lia G Partakusuma menyatakan, pihaknya selalu menginstruksi rumah sakit untuk tetap siaga. RS harus menyiapkan tempat tidur untuk pasien Covid-19 serta memisah pasien yang terinfeksi. “Mulai September dan awal Oktober, kami membuka layanan untuk pasien non-Covid-19 yang sudah cukup lama menunggu,” ujarnya.

Lia menuturkan, perkembangan virus Corona masih sangat dinamis. Karena itu, upaya menemukan varian mutasi virus terus dilakukan, terutama ketika ditemukan gejala klinis yang berbeda. ’’Jangan euforia karena merasa sudah divaksin dan Covid-19 di Indonesia terkendali,” tegasnya.

Sementara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksi jajarannya untuk mengantisipasi lonjakan persebaran Covid-19 seiring dengan pelonggaran aktivitas masyarakat. “Polda perlu menyiapkan langkah-langkah agar tidak terjadi lonjakan kasus,” tegasnya saat pengarahan via video conference dalam acara evaluasi PPKM kemarin.

Jajaran polda juga diminta memaksimalkan pemantauan dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Fokus pengawasan adalah mobilitas masyarakat di daerah kategori kuning dan merah. “Untuk daerah kuning dan merah, sediakan gerai vaksin,” tegasnya.

Dia juga menyebutkan soal kemungkinan persebaran varian baru. Sebab, pintu untuk wisatawan asing dan WNI yang pulang dari luar negeri akan dibuka. “Masih ada permasalahan pengelolaan karantina,” tuturnya. Karena itu, polda harus mengecek sistem pengamanan karantina. Setelah wisatawan luar negeri boleh masuk, SOP harus benar-benar diterapkan. “Jangan sampai abai dan lengah,” tegasnya.

Yang juga perlu diperhatikan adalah penyelenggaraan ajang internasional. Misalnya, World Superbike Championship (WSBK) di Nusa Tenggara Barat. Ajang internasional itu akan berdampak positif terhadap perekonomian bila pengendalian Covid-19 berhasil. “Indonesia akan harum namanya karena berhasil menyelenggarakan ajang internasional dan memperhatikan faktor kesehatan di tengah pandemi,” paparnya.

Genjot Vaksinasi, Percepat Herd Immunity

Mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19 yang diprediksi bisa terjadi pada akhir tahun, Pemprov Sumut telah menyiapkan segala upaya termasuk pelayanan kesehatan hingga tracing. Vaksinasi juga terus digenjot dengan melibatkan berbagai pihak terkait, guna mempercepat tercapainya herd immunity.

“Penurunan kasus yang sedang terjadi memang bukan berarti pandemi telah berakhir. Namun kita berharap untuk gelombang ketiga tidak sampai terjadi, terutama di Provinsi Sumut,” kata Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Musa Rajekshah saat meninjau vaksinasi di Lapangan Benteng, Jalan Pengadilan, Medan, Rabu (13/10).

Wagubsu yang karib disapa Ijeck ini mengaku bersyukur, karena di Provinsi Sumut kini sudah tidak ada lagi kabupaten/kota yang berada pada Level III dalam pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kendati begitu, dia tetap mengingatkan kepada masyarakat agar terus disiplin menjalankan protokol kesehatan, karena virus Covid-19 hingga kini masih ada. “Mudah-mudahan kondisi ini bisa terus bertahan agar ekonomi bisa kembali bangkit dan masyarakat bisa beraktivitas dengan keadaan sehat,” ujarnya.

Diakuinya, sejauh ini pemerintah memang telah menyiapkan segala kebutuhan dalam mengantisipasinya. , termasuk pelayanan kesehatan hingga tracing. Vaksinasi juga terus digalakkan dengan melibatkan berbagai pihak terkait, guna mempercepat tercapainya herd immunity.

Ijeck pun mengapresiasi vaksinasi yang digelar BPJamsostek yang bekerja sama dengan Kodim 0201/Medan tersebut dan berharap kegiatan serupa terus dilakukan di daerah ini. Karena, melalui vaksinasi massal, diharapkan dapat mendorong percepatan terwujudnya herd immunity di daerah ini.

“Saat ini, dari sekitar 15 juta penduduk Sumut dengan jumlah 11 juta orang penerima vaksin, sebanyak 38 persen telah mendapatkan vaksin pertama dan 22,8 persen telah mendapatkan vaksin kedua. Karenanya, kami harap kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan, untuk meningkatkan angka pencapaian vaksinasi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Direktur Kanwil BPJamsostek Sumbagut Panji Wibisana menyampaikan, kegiatan vaksinasi ini merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah. Kegiatan ini rencananya dilakukan selama tiga hari, 13-15 Oktober, dengan jumlah 5.000 dosis untuk tahap pertama dan 5.000 dosis untuk tahap kedua pada November nanti. “Harapan kami, semoga kegiatan vaksinasi ini bisa berkelanjutan terhadap instansi lainnya. Karena kita memang harus bersama-sama agar wabah ini bisa hilang,” ujarnya.

Direktur Utama BPJamsostek Anggoro Eko Cahyo menambahkan, target 10.000 dosis vaksin ini akan diberikan kepada pekerja dari serikat buruh, driver ojek online, masyarakat, lansia dan difabel. Dia berharap, melalui kegiatan vaksinasi yang dilakukan akan dapat membuat masyarakat dan pekerja bisa kembali produktif. “Kami mengapresiasi kolaborasi hari ini untuk kita cepat mencapai herd immunity,” ungkapnya.

Mewakili Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, Kapok Sahli Kodam I/BB Brigjen TNI Junaidi mengingatkan kepada penerima vaksin untuk merasa tidak kebal meski telah divaksin. Karenanya, dia meminta agar protokol kesehatan tetap ditegakkan. “Kita semua berharap pandemi bisa segera berakhir, oleh karena itu melalui vaksinasi yang dilakukan kali ini, BPJamsostek bekerja sama dengan Kodim 0201/Medan berupaya menurunkan angka Covid-19,” ucapnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto, Wakil Ketua DPRD Sumut Harun Mustafa Nasution, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, Dandim 0201/Medan Kolonel Inf Agus Setiandar dan lainnya.

Varian Mu Belum Ditemukan di Medan

Dinas Kesehatan Kota Medan mengklaim, belum ditemukan varian Covid-19 terbaru yang bernama Mu. Varian baru virus corona ini disebut tujuh kali lebih kuat dalam mengatasi antibodi tubuh yang dihasilkan dari vaksinasi.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Mardohar Tambunan mengaku, di Kota Medan belum ditemukan varian Mu. “Sampai sekarang Covid-19 varian MU itu belum bisa kita pastikan. Saya sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, mereka bilang tidak ada,” kata Mardohar, Rabu (13/10).

Menurut dia, saat ini varian Covid-19 yang sudah ditemukan adalah varian Delta. Varian ini, ujarnya, lebih berbahaya dibandingkan dengan varian Mu jika ada di Kota Medan. “Yang ada Delta, kalaupun ada varian Mu tapi tidak lebih bahaya dari Delta,” ucap Mardohar.

Disinggung kabar adanya warga Medan yang wafat diduga disebabkan Covid-19 varian Mu karena mengalami gejala yang bercirikan varian tersebut, Mardohar menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan. “Sejauh ini memang belum ada temuan kasus untuk varian itu,” akunya.

Lebih lanjut dia mengatakan, situasi perkembangan kasus Covid-19 di Medan masih terkendali. Status Kota Medan masuk pada PPKM level 2. “Sekarang kita sedang melakukan percepatan ke level 1. Apa yang kita kejar? Kita sekarang mengejar vaksinasi, karena vaksinasi merupakan salah satu capaian untuk menuju level 1,” sebut Mardohar.

Dia mengakui kepatuhan protokol kesehatan saat ini memang tidak sempurna, tapi tetap berjalan. Tim Satgas Penanganan Covid-19 terus bekerja semaksimal mungkin. “Angka BOR Covid-19 terus turun, bahkan angka kematian nol. Untuk mencapai (PPKM) level 1 kami terus menggencarkan testing, tracing dan treatment, karena ada salah satu ketentuannya (level 1) yaitu capaian vaksinasi lansia. Untuk mengejar itu perlu stok vaksin, ini kita sekarang kita jaga stoknya karena sempat terjadi kekurangan. Tapi, kita terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” tandasnya.

Untuk diketahui, varian Mu pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada bulan Januari. Lalu mewabah di Amerika Selatan, Eropa, dan Amerika Serikat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendaftarkan dan menjadikan varian ini perhatian, karena dikhawatirkan varian tersebut bisa membuat vaksin dan perawatan menjadi tidak efektif. Namun, untuk membuktikan kekhawatiran ini masih diperlukan banyak bukti.

Para ilmuwan memantau varian baru Covid-19 yang muncul berdasarkan perubahan secara genetik yang mencurigakan. Kemudian mencari bukti untuk menentukan apakah versi baru lebih menular atau menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Negara Kolombia yang pertama mengidentifikasi varian baru corona tersebut. Setidaknya virus corona yang menyerang 39%-nya dari varian Mu. Pejabat telah melacak varian Mu di Eropa, dan menemukan di sekitar selusin negara.

Kementerian Kesehatan Prancis baru-baru ini mengatakan varian Mu nampaknya tidak meningkat di seluruh Eropa. Sebuah laporan dari badan kesehatan masyarakat Inggris bulan lalu menyarankan varian Mu mungkin sama resistensinya terhadap vaksin, seperti varian Beta yang mengkhawatirkan yang pertama kali terlihat di Afrika Selatan.

Akan tetapi, untuk membuktikan hal tersebut juga masih diperlukan banyak bukti lagi. Salah satu pejabat WHO menyebutkan varian Mu ini meningkat di beberapa negara di Amerika Selatan, namun penyebarannya masih jauh lebih mudah varian Delta.

Varian Mu disebut tujuh kali lebih resisten terhadap antibodi yang dihasilkan vaksinasi. Sedangkan varian delta kekuatannya 2,6 kali mengatasi resistensi antibodi dari vaksinasi. Dengan kemampuan seperti ini, orang yang sudah divaksinasi dan pernah terinfeksi bisa terinfeksi kembali dan bisa memburuk.

Pun demikian, memang sampai saat ini belum terkonfirmasi adanya kasus varian Mu di Indonesia. Namun, situasi dan kondisi di Indonesia sangat kompleks. Secara geografis Indonesia merupakan negara yang sangat luas, dengan banyak pintu masuk baik melalui darat, laut, maupun udara. (jpc/prn/ris)

Mengaku Sebagai Staf Bank BTPN, Petani dan Kuli Bobol Rekening Rp2 M

BUKTI: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menunjukkan foto barang-barang bukti yang diamankan dari para pelaku pembobol rekening 14 nasabah Bank BTPN di Mapolda Metro Jaya, Rabu (13/10). Para pelaku yang merupakan petani dan kuli bangunan menjalankan aksinya dengan mengaku sebagai staf bank.istimewa/sumutpos.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya megungkap kasus ilegal akses terhadap 14 rekening milik nasabah Bank BTPN. Dalam kasus ini, polisi menangkap petani dan kuli bangunan berinisial D dan O. Dalam melakukan aksinya, kedua pelaku mengaku sebagai karyawan bank.

BUKTI: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menunjukkan foto barang-barang bukti yang diamankan dari para pelaku pembobol rekening 14 nasabah Bank BTPN di Mapolda Metro Jaya, Rabu (13/10). Para pelaku yang merupakan petani dan kuli bangunan menjalankan aksinya dengan mengaku sebagai staf bank.istimewa/sumutpos.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan, sindikat itu beraksi sejak empat bulan lalu atau pada Juni 2021. Para tersangka menawarkan sejumlah penawaran produk Jenius melalui telepon ke para nasabah Bank BTPN. “Modus pengambilalihan beberapa akun nasabah dengan cara melakukan panggilan melalui telepon kepada korban. Tersangka mengaku staf bank,” kata Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/10).

Pelaku kemudian mulai mengarahkan korban yang telah terpengaruh. Pelaku lalu mengirimkan tautan yang nantinya diisi korban dengan mencantumkan data diri korban. “Korban yang terpengaruh mengikuti petunjuk pelaku dengan mengirimkan login atau daftar di bank tersebut. Dalam link tersebut harus diisi data nasabah dan kode OTP (one time password),” ungkap Yusri.

Usai data korban dikantongi, pelaku kemudian menguras rekening korban. Uang yang telah dikuras pelaku kemudian dikirim ke rekening penampung yang telah disiapkan pelaku. “Pelaku transfer ke rekening dirinya sehingga menjadi nol rekening orang (korban),” ujar Yusri.

Polisi kini masih mendalami kemungkinan ada nasabah lain yang diduga menjadi korban pelaku. Namun, dari 14 nasabah yang telah menjadi korban, total kerugian ditaksir hingga Rp2 miliar.

Saat ini penyidik masih memburu dua pelaku lainnya yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). “Dua tersangka yang diamankan pekerjaanya ada petani dan serabutan, tapi mereka punya keahlian di bidang IT. Masih ada dua DPO, mereka tukang bangunan,” ujar Yusri. Dikatakan Yusri, terduga pelaku dapat melakukan aksi kejahatannya itu dengan cara belajar secara otodidak. Hal ini diketahui berdasarkan pengakuannya. “Kalau pengakuan dia otodidak saja. Sama biasanya kita bisa pengungkapan skiming,” sambungnya.

Untuk terduga pelaku ini disebutnya ditangkap sekitar sepekan yang lalu di kediamannya di daerah Sumatera Selatan. Meski begitu, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap dua orang lainnya. “(Ditangkap) di daerah Sumatera sana. Saya katakan tadi memang orang ahli ini seperti skimming jago skimming dan jago IT. Karena ini lulusannya lulusan SD, tukang bangunan kerja petani. Tapi di daerahnya itu spesialis memang, di daerah Sumatera Selatan atau perbatasan Lampung,” jelasnya.

Selain itu, saat Polisi melakukan penggeledahan terhadap rumah salah satu terduga pelaku, ditemukannya senjata api (senpi). “Pada saat kita melakukan penggeledahan di kediamannya yang bersangkutan, kita temukan senjata api ini. Makanya saya katakan tadi kita proses dengan kasus yang lain di Undang-Undang Darurat 12 tahun 51 ancaman 12 tahun penjara. Kami masih mendalami dari mana senjata api ini ditemukan atau dia dapat,” tegasnya.

Para pelaku dijerat Pasal 30 Juncto Pasal 46 Juncto Pasal 32 Juncto Pasal 48 dan Pasal 35 Juncto Pasal 52 UU ITE. Selain itu pelaku pun dijerat dengan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 karena kepemilikan senjata api dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Sementara itu, perwakilan Direksi Bank BTPN, Argo Wibowo, memastikan dua pelaku yang telah ditangkap polisi bukan karyawannya. Dia menyebut, pihaknya tidak pernah meminta data pribadi dari nasabah. “Kami sampaikan bahwa BTPN tidak pernah karyawannya meminta data pribadi apalagi OTP. Kami tidak pernah melakukan karena itu adalah data pribadi,” ujar Argo.

Selain berjanji meningkatkan sistem keamanan, Argo pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak pernah memberikan data pribadi kepada orang lain. “Jadi sebaiknya terkait informasi rahasia tersebut simpan sendiri. Risiko take over itu besar sekali,” ujar Argo.

Sementara, Wakil Direktur Utama Bank BTPN Darmadi Sutanto mengungkapkan, penangkapan dua tersangka pembobolan 14 rekening nasabah ini adalah tindak lanjut dari laporan manajemen pada Juni 2021 lalu. Perusahaan mendukung kepolisian menjalani proses hukum hingga tuntas.

Darmadi mengungkapkan, peristiwa pembobolan ini menjadi pelajaran dan peringatan bagi tersangka. Dia memastikan manajemen akan selalu secara serius menindaklanjuti setiap kasus yang terjadi dan merugikan nasabah.

“Keamanan data dan dana nasabah merupakan prioritas utama kami. Kami memastikan bahwa bertransaksi di Jenius Bank BTPN aman selama nasabah selalu menjaga kerahasiaan data pribadi mereka,” ungkap Darmadi dalam keterangan resmi, Rabu (13/10).

Ia mengatakan, data pribadi yang dimaksud, seperti one-time password (OTP), personal identification number (PIN), dan kata sandi atau password. “Kami juga berterima kasih kepada nasabah yang semakin sadar akan pentingnya menjaga kerahasiaan dan keamanan data pribadi mereka, sehingga tidak terjadi lagi kasus penipuan di Jenius Bank BTPN,” kata Darmadi.

Ia menyebut manajemen siap memenuhi panggilan kepolisian jika dibutuhkan untuk memberikan keterangan lebih lanjut terkait kasus pembobolan ini. Sementara, Darmadi menjelaskan pihaknya terus melakukan sejumlah langkah untuk menambah keamanan perbankan digital. Hal ini dilakukan dengan teknologi berlapis. “Bank BTPN telah memenuhi standar keamanan perbankan dan senantiasa menambah sistem keamanan Jenius sebagai perbankan digital kami dengan keamanan kelas dunia,” jelas Darmadi.

Selain itu, Bank BTPN juga melakukan edukasi kepada nasabah dan masyarakat umum terkait pentingnya menjaga keamanan data pribadi. Lalu, manajemen juga telah menonaktifkan akses Jenius melalui situs untuk meminimalisir risiko rekayasa sosial oleh pelaku tindak kejahatan siber. (dtc/jpc/cnn)

Kapoldasu Janji Tuntaskan Kasus Keributan di RSU HKBP Balige

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menegaskan, akan menuntaskan kasus keributan yang terjadi di Rumah Sakit Umum (RSU) HKBP Balige, yang terjadi pada Minggu (10/10) lalu.

Panca mengungkapkan, peristiwa itu berawal saat Taren Sing dan Jasprit Sing menjeguk keponakannya, bernama Sanjay di RSU HKBP Balige karena mengalami kecelakaan lalu lintas pada Minggu (10/7) lalu.

“Mereka bermohon kepada pihak rumah sakit yaitu dokter untuk segera dilakukan penanganan. Dan oleh tim dokter telah melakukan penanganan berupa pembersihan terhadap luka dan sudah jahit,” kata Panca didampingi Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto dan Dirreskrimum Poldasu Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, kepada sejumlah wartawan di Mapolda Sumut, Rabu (13/10).

Dijelaskannya, pihak RS kemudian meminta Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan surat vaksin sebagai syarat administrasi agar pasien dapat ditangani lebih lanjut. Namun kedua pemuda itu mendesak agar dilakukan pengobatan terhadap saudaranya tersebut.

Tiba-tiba, lanjutnya, keduanya melakukan pengerusakan di meja resepsionis RS. Kemudian terjadi aksi saling pukul saat petugas Satuan Pengamanan (Satpam) mencoba mengamankan kedua pelaku.

“Terhadap kedua pelaku tengah dirawat di RS Columbia Medan, sedangkan Sanjay yang sebelumnya dirawat di RS HKBP Balige telah dibawa keluarga dan dirawat di RS Mitra Sejati,” paparnya.

Kemudian, terang Panca lagi, dalam kasus keributan itu, dua orang sudah ditangkap, yakni Taren Sing dan Jasprit Sing. Sedangkan, Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut bersama Kepolisian Resor (Polres) Toba akan menuntaskan kasus keributan di RSU HKBP Balige tersebut.

“Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk mendapatkan keterangan dari kedua pelaku yang tengah menjalani perawatan di RS Columbia,” imbuhnya.

Sementara itu, Winda, mewakili keluarga kedua pelaku menyampaikan permohonan maaf atas keributan yang terjadi di RSU HKBP Balige itu. “Saya mohon maaf. Kami keluarga menyerahkan semua penanganan kasusnya kepada pihak kepolisian,” ujarnya. (dwi)