24 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 3103

Berdasarkan Data yang Dirangkum Pemko Medan, Seharusnya Medan PPKM Level 3

TINJAU ICU COVID-19: Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau ruangan ICU Covid-19 di RSUD dr Pirngadi Medan yang memiliki fasilitas kesehatan cukup lengkap. Pemko Medan mengklaim, saat ini kasus Covid-19 di Kota Medan terus menurun, bahkan sudah layak turun status dari PPKM Level 4 menjadi level 3.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution mengaku optimistis Kota Medan segera turun dari status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 menjadi Level 3. Bahkan Bobby mengklaim, berdasarkan data yang dirangkum Pemko Medan, saat ini seharusnya Kota Medan sudah berada di level 3.

TINJAU ICU COVID-19: Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau ruangan ICU Covid-19 di RSUD dr Pirngadi Medan yang memiliki fasilitas kesehatan cukup lengkap. Pemko Medan mengklaim, saat ini kasus Covid-19 di Kota Medan terus menurun, bahkan sudah layak turun status dari PPKM Level 4 menjadi level 3.

Menurut Bobby, hal itu dikuatkan dengan tidak adanya penambahan zona merah di Kota Medan saat ini. Namun begitu, dia mengimbau masyarakat harus terus menjaga protokol kesehatan (Prokes) agar keadaan terus membaik dan kasus Covid-19 di Medan tidak kembali melonjak.

“Level PPKM sudah turun, jangan terus lengah, masker tak dipakai lagi, jarak tak dijaga lagi, jangan begitu. Harus tetap disiplin,” kata Bobby saat bergotong-royong membersihkan lingkungan bersama warga dan Komunitas Satu Hati di Komplek Asia Mega Mas, Medan Area, Minggu (12/9).

Pasalnya, langkah itu adalah strategi yang dapat mempercepat menurunkan status level PPKM di Kota Medan yang saat ini masih level 4. “Kembali saya imbau, kita dalam upaya menanggulangi Covid-19 tak bisa hanya pemerintah, hanya TNI-Polri, tapi harus semua lapisan masyarakat ikut serta,” ucap Bobby.

Saat ini, terang Bobby, kasus aktif Covid-19 di Kota Medan hanya tinggal di angka 2.000-an. Padahal sebelumnya, kasus aktif Covid-19 di Kota Medan mencapai 7.000-an kasus. “Data per hari ini, kasus aktif ada 2.000-an, tapi kita terus perbaiki data kita ya. PPKM itukan untuk mengajari disiplin, hingga kita bisa hidup berdampingan. Dengan terus menjaga prokes dan kedisiplinan masyarakat, kita juga terus perbaiki data. Mudah-mudahan kita bisa turun ke level III atau II,” harapnya.

Sebelumnya, Bobby menegaskan, pihaknya terus berupaya secara serius dalam menanggulangi Covid-19 dengan menjalankan instruksi Presiden Joko Widodo soal maksimalisasi penanganan Covid-19. Bobby justru menilai, upaya dan keseriusan Pemko Medan tersebut harus terhambat akibat buruknya koordinasi pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, utamanya soal pendataan Covid-19. Alhasil, Pemko Medan harus melakukan pendataan ulang dengan cara manual.

Bobby pun menjelaskan, terkait pendataan pasien Covid-19 di Kota Medan yang disebut kacau oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, hal itu bukanlah kesalahan Pemko Medan. Menurutnya, selama ini Pemko Medan mengalami masalah pendataan yang bersumber dari RS atau klinik swasta di Kota Medan. Pasalnya, data pasien Covid-19 dari rumah sakit atau klinik milik swasta di Medan justru langsung dilaporkan ke Pemprov Sumut, bukan ke Pemko Medan.

“Klinik-klinik dan rumah sakit swasta melapor ke Provinsi Sumut, termasuk hasil tes PCR. Kalau hasilnya positif ataupun negatif, mereka melapornya ke Pemprov Sumut, bukan ke Pemko Medan,” ucap Bobby saat meninjau lokasi banjir di Jalan Intisari, Medan Tembung, Sabtu (11/9).

Sayangnya, saat data sudah ada di Pemprov Sumut, Pemko Medan mengaku kesulitan saat meminta data tersebut. Alhasil, hal itulah yang akhirnya membuat data pasien Covid-19 yang dirilis Pemko Medan sering tidak sesuai dengan kondisi riil. “Memang kita akui belum semua data bisa kita input, karena memang terkendala dengan data yang langsung masuk ke Pemprovsu. Ketika kami minta data itu, sulitnya minta ampun. Pemprov juga saya rasa pahamlah, saya bukan menyalahkan siapa-siapa. Tapi ini persoalannya,” ujarnya.

Akibatnya, kata Bobby, Data Covid-19 di Kota Medan belum bisa dilaporkan kepada Kementerian. Sembari terus diperbaiki, Pemko Medan terpaksa harus mendata lagi secara langsung ke lapangan. Caranya, Bobby memerintahkan setiap Kecamatan untuk mendata hingga ke rumah-rumah warga.

“Data kita sudah diperbaiki, belum dilaporkan karena kita minta data di Pemprovsu tidak ada. Kalau pakai data all record tak bisa, karena langsung masuk ke Pemprovsu. Itu harusnya data kami di-share jugalah. Itu yang kami juga perlukan, jadi kami sekarang langsung datang ke kecamatan, kelurahan cek satu-satu rumah warga,” ujarnya.

Bobby menegaskan, Pemko Medan sejauh ini sudah gencar dalam melakukan pendataan. Dan dari data yang sudah dirangkum, Pemko Medan mengklaim jika sebenarnya saat ini Kota Medan sudah berada dalam status zona orange dan tidak ada penambahan zona merah.

Dengan upaya keras Pemko Medan dalam menurunkan angka Positif Covid-19, terang Bobby, hingga per Sabtu (11/9) kemarin, Pemko Medan mengklaim jika angka aktif Covid-19 di Kota Medan telah turun ke angka 2.000, dari sebelumnya tembus 7.000-an kasus aktif. “Kabarnya Senin nanti (hari ini), mau dipanggil Gubsu lagi soal pendataan ini. Dulu pernah juga dipanggil, itu untuk apa coba ditanya. Padahal kita sudah berkali-kali minta untuk sinkronisasi datanya. Sekali lagi kami minta agar datanya diinput ke kami juga, nanti kami kumpulkan dan kami laporkan ke kementerian,” katanya.

Menurut Bobby, dengan koordinasi yang selama ini coba dibangun Pemko Medan kepada Pemprov Sumut, Bobby menyebut sempat mendengar adanya ungkapan dari pihak Pemprov Sumut bahwa Pemko Medan tidak baik dalam pengelolaan data. “Padahal kami berkali-kali minta data, tapi sejauh ini tak pernah pas. Ya saya kurang paham juga apa masalahnya, yang jelas ini harus diperbaiki antara Dinkes Sumut dan Medan. Dinkes Sumut selama ini banyak minta data, kita sudah berikan,” tegasnya.

Kasus Positif Terus Turun

Tren kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Medan terus menunjukkan angka penurunan yang signifikan. Saat ini, kasus hariannya sudah tidak sampai 200 kasus per hari. Kendati demikian, masyarakat diminta tidak kendor protokol kesehatan (prokes) meski kasus sudah menurun.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Mardohar Tambunan mengatakan, berdasarkan pantauannya kini tingkat ketaatan masyarakat dalam menjalankan prokes mulai kendor. Bahkan, bukan hanya masyarakat di pinggiran kota tetapi di perkantoran juga mulai tak taat lagi dengan prokes. “Palingan yang tampak taat itu di mal atau kawasan yang memang ketat aturan prokes. Misalnya, tidak bisa masuk jika belum vaksin, tidak menggunakan masker dan lengkap dengan pengecekan suhu tubuh,” kata Mardohar kepada wartawan belum lama ini.

Karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat agar terus memperketat prokes. Dengan begitu, angka penularan virus corona di Kota Medan dapat menurun terus sehingga kegiatan-kegiatan masyarakat dapat kembali normal. “Ini yang menjadi masalahnya, jika dibilang turun langsung kendor prokes. Ayolah taat prokes, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan hindari kerumunan. Kita ini (Kota Medan) tinggal sedikit laginya kasusnya, jadi masyarakat harus ikut berpartisipasi dalam hal ini,” ujar dia.

Terpisah, Dosen Fakultas Kedokteran USU dr M Fauzi Siregar SpOnk Rad mengingatkan, agar penurunan yang terjadi jangan langsung membuat berpuas diri masyarakat. Maka dari itu, harus ditingkatkan lagi karena pandemi belum selesai.

“Terus tingkatkan lagi, jangan sampai muncul varian baru. Saya kira langkah-langkah yang perlu diintensifkan lagi kedepannya, termasuk terus melakukan sosialisasi prokes. Dengan demikian, masyarakat mengetahui bagaimana supaya menghindari terinfeksi virus. Selain itu, cakupan dan laju vaksinasi harus dipercepat supaya terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok dengan harapan dapat cepat berakhirnya pandemi ini,” kata Fauzi dihubungi wartawan.

Dia menuturkan, dalam menekan angka penyebaran corona ini, agar banyak elemen masyarakat yang dilibatkan seperti tokoh masyarakat dan tokoh agama. “Dengan melibatkan tokoh-tokoh tersebut, diharapkan masyarakat patuh dan mau aktif menjalankan prokes serta mengikuti vaksinasi,” tandasnya. (map/ris)

Pengadilan Tinggi Kabulkan Banding Terdakwa, Hukuman Pemilik 2 Ribu Butir Ekstasi Dikurang 3 Tahun

SIDANG: Gimin Simatupang (49) terdakwa kepemilikan 2 ribu butir pil ekstasi logo monyet saat menjalani sidang secara virtual di PN Medan, kemarin.agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hukuman Gimin Simatupang (49) terdakwa kepemilikan 2 ribu butir pil ekstasi logo monyet berkurang 3 tahun. Pasalnya, Pengadilan Tinggi (PT) Medan menghukum terdakwa selama 7 tahun penjara, menganulir putusan Pengadilan Negeri (PN) Medan yang semula menghukum selama 10 tahun penjara.

SIDANG: Gimin Simatupang (49) terdakwa kepemilikan 2 ribu butir pil ekstasi logo monyet saat menjalani sidang secara virtual di PN Medan, kemarin.agusman/sumut pos.

Majelis hakim banding yang diketuai Ronius SH menyatakan dalam amar putusannya, mengubah putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 774/Pid.Sus/2021/PN Mdn tanggal 20 Mei 2021.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Gimin Simatupang oleh karena itu dengan pidana penjara selama 7 tahun dan denda sebesar Rp1 miliar subsider 2 bulan penjara,” ujarnya sebagaimana dikutip dari website PT Medan, Minggu (12/9).

“Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan,” sambungnya.

Sebelumnya di PN Medan, terdakwa divonis selama 10 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 2 bulan penjara, pada 20 Mei 2021. Sedangkan pada tuntutan jaksa, terdakwa dituntut selama 14 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara, pada 16 April 2021. Terdakwa terbukti sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Diketahui, pada 15 Oktober 2020, bermula saat dua anggota kepolisian yang menyamar menghubungi Ahmad Dhairobi, untuk membeli 1000 butir ekstasi. Robi kemudian bertemu dengan kedua polisi yang menyamar tersebut.

Saat itu, petugas meminta agar terdakwa Robi menyiapkan 2 ribu butir ekstasi dengan uang cas. Tergiur dengan uang cas, terdakwa kemudian setuju dan ekstasi dijanjikan esok harinya.

Setelah itu, Robi menghubungi Mukmin Mulyadi (buron) mengatakan ada calon pembeli yang memesan 2 ribu ekstasi. Robi menemui Mukmin di sebuah gudang yang terletak di Jalan Sudirman Tanjungbalai. Dari hasil pembicaraan, 2 ribu butir ekstasi ternyata milik terdakwa Gimin Simatupang. Setelah itu, Gimin menyerahkan 2 ribu butir ekstasi itu kepada Mukmin disebuah gudang.

Petugas yang menyamar kemudian bergarak cepat lalu menngkap Gimin dan menyita barang bukti dua ribu pil ekstasi. Sedangkan Mukmin berhasil kabur. (man/azw)

kembali menghubungi Robi dan sepakat untuk melakukan transaksi di Jalan Batutujuh. Setelah bertemu, Mulyadi yang memegang barang haram tersebut meminta agar Robi membawa calon pembeli itu ke sebuah tempat pembuangan akhir (TPA).

Setelah tiba dilokasi, Robi lantas menemui calon pembeli yang berada didalam mobil. Sementata Mukmin dan Gimin mengikuti dari belakang dengan mengendarai sepeda motor. Setelah menyerahkan plastik berisikan ekstasi, petugas langsung menangkap Robi. Petugas kemudian melakukan pengejaran terhadap Mukmin dan Gimin dan berhasil menangkap Gimin sementara Mukmin berhasil kabur. (man/azw)

Beli Sabu, Pedagang dan Jukir Ditangkap Polisi

PAPARKAN: Wijay Arjuna (44) dan Togi Panggabean (49) saat dipaparkan petugas Polsek Medan Baru, kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wijay Arjuna (44) yang berprofesi sebagai pedagang dan Togi Panggabean (49) sebagai juru parkir (jukir), diciduk petugas Polsek Medan Baru dari kawasan Jalan Mapilindo, Glugur Darat II, Medan Timur, baru-baru ini. Dari warga Jalan Dahlia, Sidorejo Hilir, Medan Tembung dan warga Jalan Pasar III, Tegal Rejo, Medan Perjuangan ini, polisi menyita barang bukti satu paket kecil sabu-sabu.

PAPARKAN: Wijay Arjuna (44) dan Togi Panggabean (49) saat dipaparkan petugas Polsek Medan Baru, kemarin.

Pelaksana tugas (Plt) Kapolsek Medan Baru AKP Parulian Lubis mengatakan, penangkapan keduanya berdasarkan informasi masyarakat yang diterima. Selanjutnya, dilakukan penyelidikan ke lokasi. “Personel kita turun ke lokasi melakukan penyelidikan. Saat di lokasi, personel melihat gerak-gerik keduanya mencurigakan dan sesuai ciri-cirinya dari informasi yang disampaikan,” kata Parulian, Minggu (12/9).

Petugas kemudian mendekati mereka dan melakukan penggeledahan. Dari hasil penggeledahan, ditemukan barang bukti tersebut. “Barang bukti itu ditemukan dari genggaman tangan salah satu tersangka saat digeledah anggota,” ujar Parulian.

Dia menyebutkan, keduanya lalu diamankan dan diboyong petugas bersama barang bukti. Mereka saat ini sudah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Dari hasil interogasi, tersangka membeli narkoba tersebut dari seseorang yang berada di Jalan Durian seharga Rp40.000 dan rencananya akan mereka gunakan bersama. Saat ini, kasusnya masih didalami dan pengedar narkobanya sedang ditelusuri,” pungkas Parulian. (ris/azw)

Tiga Rumah Terbakar di Marindal

KEBAKARAN: Rumah warga yang dilalap api, di Jalan Karang Anyer, Desa Marindal 1, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Minggu (12/9) sore. Tidak ada korban jiwa dalam kebekaran ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kebakaran menghanguskan tiga rumah di Jalan Karang Anyer, Desa Marindal 1, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Minggu (12/9), sekira pukul 16.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran rumah itu.

KEBAKARAN: Rumah warga yang dilalap api, di Jalan Karang Anyer, Desa Marindal 1, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Minggu (12/9) sore. Tidak ada korban jiwa dalam kebekaran ini.

Informasi diproleh dari saksi mata, yang merupakan warga, yakni Sugeng mengatakan, kebakaran diduga berawal dari api kompor menyambar saat pemilik rumah bernama Ngadi mengisi bahan bakar minyak bensin ke dalam botol .

“Ketika itu Ngadi yang kesehariannya berjualan minyak bensin eceran, mau mengisi minyak dari jerigen ke dalam botol, tiba-tiba api kompor menyambar saat mengisi minyak bensin tersebut,” kata Sugeng.

Sontak, warga memberi pertolongan menyiram kobaran api dengan alat seadanya agar tidak merembet ke rumah warga yang lain, yang rumahnya saling berdekatan.

Tak lama kemudian, mobul petugas pemadam kebaran tiba, namun ketiga rumah beserta isinya sudah hangus terbakar. “Api cepat sekali membakar rumah dan isinya, apalagi ketiga rumah yang terbakar itu semi permanen,” sebut Sugeng yang mengaku ikut berjibaku untuk memadamkan api bersama warga lainnya.

Sementara Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran Delitua, Misman membenarkan kalau api berasal dari kompor yang menyambar saat pemilik rumah mengisi bahan bakar minyak premium ke dalam botol. “Tiga rumah yang terbakar, yakni milik Sarimen, Poniso dan Ngadi. Sedangkan api berasal dari rumah Ngadi,” jelas Misman.

Adapun, api berhasil dipadamkan 30 menit kemudian, setelah mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi, yakni sekira pukul 17.00 WIB. Dalam insiden itu tidak ada korban jiwa, maupun luka-luka, hanya kerugian materiil. Namun, belum diketahui berapa total kerugian tersebut.

“Tidak ada korban jiwa, maupun luka-luka, baik itu luka ringan maupun parah, sedangkan kerugian belum diketahui,” ungkapnya.

Dijelaskannya, Dinas Penanggulangan Kebakaran Delitua bersama Dinas Kebakaran Deliserdang maupun Dinas Kebakaran Kota Medan ikut serta memadamkan api.

“Ada delapan unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan,” pungkasnya.

Terpisah Plt Kapolsek Patumbak AKP Neneng Armayanti saat di konfirmasi membenarkan peristiwa kebakaran itu. Kebakaran terjadi di wilayah hukum (wilkum). “Petugas sudah berada di lokasi untuk ikut mengatasi kebakarsn tersebut,” pungkasnya. (dwi/azw)

Dua Wanita Tertangkap Miliki Sabu, Pengakuannya Dipakai Untuk Enjoy

DUA TERSANGKA: Satuan Narkoba Polres Tebingtinggi berhasil mengamankan dua orang wanita atas kepemilikan narkotika jenis sabu. sopian/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Polres Tebingtinggi menangkap dua wanita, JH alias KJ (43) dan W alias Wati (33) karena memiliki sabu-sabu di Jalan Sumbawa, Tebingtinggi, kemarin. Dari kedua tersangka, polisi menyita sabu 4,24 gram dan 0,14 gram.

DUA TERSANGKA: Satuan Narkoba Polres Tebingtinggi berhasil mengamankan dua orang wanita atas kepemilikan narkotika jenis sabu. sopian/sumut pos.

Kasi Humas Polres Tebingtinggi Aiptu Agus Arianto, Minggu (12/9) mengatakan dari penangkapan JH alias KJ (43) warga Jalan Pulau Seribu Kelurahan Persiakan Kecamatan Padanghilir Kota Tebingtinggi disita sabu sabu 4,24 gram, sedangkan dari W alias Wati (33) warga Jalan Masjid Kelurahan Persiakan Kecamatan Padang Hulu Kota Tebingtinggi disita sabu 0,14 gram.

Penangkapa kedua tersangka kata Aiptu Agus Arianto, berawal laporan warga di Jalan Sumbawa yang menyebutkan sering terjadi transaksi narkoba jenis sabu yang dilakukan oleh kedua tersangka.

Mendapat informasi tersebut Satuan Narkoba Polres Tebingtinggi langsung melakukan penyelidikan kepada dua pelaku. Saat penggerebekan di Jalan Sumbawa, petugas menemukan kedua sedang asyik duduk santai.

“Saat diperiksa dari dua pelaku wanita itu, petugas menemukan barang bukti narkotika jenis sabu dan pengakuan mereka membeli sabu dipakai untuk menghilangkan stres,” jelas Arianto.(ian/azw)

Polda Sumut Tangkap Pengedar 30 Kg Ganja

TANGKAP: Petugas menangkap tersangka dan barang bukti ganja yang ditemukan di dekat pintu gerbang Tol Belmera arah Belawan, tepatnya di bawah Fly Over, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditresnarkoba Polda Sumut) menggagalkan peredaran ganja kering seberat 30kg, di dekat pintu gerbang Tol Belmera arah Belawan tepatnya di bawah Fly Over, Kelurahan Seimati, Kecamatan Medan Labuhan, Jumat ( 10/9).

TANGKAP: Petugas menangkap tersangka dan barang bukti ganja yang ditemukan di dekat pintu gerbang Tol Belmera arah Belawan, tepatnya di bawah Fly Over, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kemarin.

Dari lokasi, personel Unit 4 Subdit I Ditresnarkoba Polda Sumut menangkap seorang tersangka bernama Gosari Pulungan (48), bekerja sebagai sopir, warga Lingkungan I, Blok F, Desa Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, keberhasilan Unit 4 Subdit I Ditresnarkoba Polda Sumut dalam mengamankan tersangka dan barang bukti Narkoba berawal dari informasi masyarakat tentang adanya peredaran narkoba jenis ganja, di lokasi tersebut.

Dari informasi yang diterima, personel bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka Gosari Pulungan dengan barang bukti 30 bal ganja yang dibalut dengan lakban warna kuning disimpan dalam karung goni.

“Dari keterangan tersangka Gosari barang bukti ganja seberat 30kg itu didapat dari warga Blangkejeren, Aceh, berinisial A (lidik),” katanya, Sabtu (11/9).

Hadi mengungkapkan, dalam praktik bisnis terlarang yang dilakoni tersangka Gosari mendapat keuntungan sebesar Rp21 juta apabila berhasil mengedarkannya.

“Kini, tersangka bersama barang bukti ganja seberat 30kg sudah ditahan Ditresnarkoba Polda Sumut untuk menjalani pemeriksaan dan upaya kita mengembangkan apakah ada jaringan lainnya. Atas perbuatannya tersangka terancam hukuman 20 tahun atau seumur hidup,” pungkasnya. (dwi/azw)

Bupati Deliserdang Terima Penghargaan Abdi Bakti Tani 2021 di Istana Wapres RI

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan termasuk salah satu dari sepuluh bupati yang masuk daftar penerima Abdi Tani 2021. Selain para bupati, terdapat sembilan gubernur yang juga akan mendapat penghargaan dari Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (13/9/2021).

Kadis Kominfo Deliserdang Dr Dra Hj Miska Gewasari MM mengatakan, Bupati Ashari Tambunan mendapat penghargaan Abdi Tani 2021 atas undangan dari Menteri Pertanian RI Nomor 149/TU.020/M/9/2021 tertanggal 9 September 2021. Namun, sebelum mengikuti acara penganugerahan penghargaan tersebut, sehari sebelumnya, kepala daerah harus melakukan tes PCR di rumah sakit yang telah ditunjuk panitia di Jakarta.

“Bupati Ashari Tambunan menghadiri langsung penganugerahan penghargaan itu. Deliserdang mendapat apresiasi dari pemerintah pusat karena telah berkontribusi dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan bagi 237 juta penduduk Indonesia dan meningkatkan ekspor produk pertanian. Pemberian Penghargaan ini juga sebagai rangkaian peringatan Hari Tani Nasional Tahun 2021 yang jatuh pada tanggal 24 September 2021,” kata Hj Miska Gewasari.

Sebagai informasi, daerah yang mendapat undangan dan akan menerima penghargaan yakni 1. Gubernur Lampung, 2. Gubernur Jawa Timur, 3. Gubernur Banten, 4. Gubernur Jawa Tengah, 5. Gubernur Kalimantan Timur, 6. Gubernur Jambi, 7. Gubernur Sumatera Selatan, 8. Gubernur Kalimantan Barat, 9. Gubernur Sulawesi Utara, 10. Bupati Bintan,11. Bupati Cilacap,12. Bupati Brebes,13. Bupati Kota Baru,14. Bupati Deliserdang,15. Bupati Ngawi,16. Bupati Oku Timur,17. Bupati Gresik,18. Bupati Kotawaringin Barat dan 19. Bupati Semarang. (rel/adz)

Angkatan I INJI Warrior Dibekali Teknik Vertical Rescue di Alam Bebas

Angkatan I INJI Warrior mengikuti pelatihan teknik tali-temali di Sekretariat Sumatera Tropical Forest Journalism (STFJ) di Komplek Melinjo Jalan Eka Rasmi Medan Johor, Minggu (12/9). Ist/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Angkatan I INJI Warrior mengikuti pelatihan teknik tali-temali di Sekretariat Sumatera Tropical Forest Journalism (STFJ) di Komplek Melinjo Jalan Eka Rasmi, Kecamatan Medan Johor, Minggu Siang (12/9).

Angkatan I INJI Warrior mengikuti pelatihan teknik tali-temali di Sekretariat Sumatera Tropical Forest Journalism (STFJ) di Komplek Melinjo Jalan Eka Rasmi Medan Johor, Minggu (12/9). Ist/Sumut Pos.

Kegiatan ini bertujuan membekali para jurnalis lingkungan tersebut dengan teknik-teknik beroperasi di alam bebas.

“Sebagai jurnalis yang akan banyak bermain di alam bebas, tentu penting untuk menguasai teknik vertical rescue dan teknik-teknik lainnya,” ujar Direktur STFJ Rahmad Suryadi.

Menurut Rahmad, seorang jurnalis lingkungan yang ideal mesti tangguh dalam segala medan dan kondisi. Sehingga kerja jurnalistik dapat optimal dan efektif. 

Untuk itulah, mereka juga berlatih wall climbing untuk tingkat dasar pada kesempatan

“Di samping itu kegiatan yang dilakukan ini diharap bisa memperkuat mental dan kreativitas,” ujar Rahmad.

Rahmad menambahkan, pihaknya juga bakal segera meluncurkan media digital baru yang fokus mengulas isu-isu lingkungan.

“Kami berharap media ini nantinya menjadi alternatif bagi publik yang ingin mengetahui lebih dalam tentang dunia lingkungan hidup dan segala problemnya,” lanjut Rahmad.

Seperti diketahui, terdapat 30 mahasiswa-mahasiswi asal Aceh dan Sumatera Utara yang terpilih menjadi INJI Warrior Angkatan I. 

Mereka telah melalui pelatihan jurnalistik lingkungan selama sepekan di Explore Sumatra, Langkat, Sumatera Utara, akhir bulan lalu (rel)

Samsung Salurkan Bantuan Penanganan Covid-19 di Indonesia

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Samsung Electronics Indonesia (SEIN), menyalurkan bantuan berupa alat kesehatan, seperti generator oksigen, senilai kurang lebih USD 300.000 atau sekitar Rp.4 miliar melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia dalam membantu pemerintah menanggulangi pandemi Covid19 di Indonesia.

Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan dan Presiden Samsung Electronics Indonesia, Yoonsoo Kim.

“Menanggulangi kesulitan yang dihadapi Indonesia di saat pandemi, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, namun juga banyak pihak, termasuk Samsung. Karenanya, inisiatif donasi ini menjadi bentuk komitmen Samsung dalam menjadi bagian dari Indonesia, di mana Samsung beroperasi dan menjalankan bisnisnya. Kami berharap bantuan berupa oksigen konsentrator yang kami donasikan melalui Kemenkomarves, serta alat kesehatan lain melalui Kemenperin dan Korean Association Indonesia, dapat dimanfaatkan para tenaga medis dalam merawat penderita di seluruh Indonesia,” Presiden Samsung Electronics Indonesia, Yoonsoo Kim melalui siaran persnya, kemarin.

Sementara itu, Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan di tengah penanggulangan pandemi yang terus di tangani dan di pantau perkembangannya di seluruh Indonesia.

Untuk itu, Menko mewakili pemerintah mengucapkan berterimakasih kepada Samsung yang telah memberikan perhatian serius kepada masyarakat Indonesia melalui donasi alat kesehatan ini.

“Ini menunjukkan kerjasama dan keseriusan dari pengusaha bersama dengan pemerintah dalam menanggulangi pandemi. Mari bersama-sama kita menaati protokol kesehatan agar dapat memutus mata rantai virus Covid-19,” ucap Menko Luhut.

Selain melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Samsung juga mendonasikan bantuan senilai kurang lebih USD 90.000 berupa alkes lainnya seperti generator oksigen dan alat pelindung diri, melalui Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia untuk disalurkan melalui Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, dan kurang lebih senilai USD 10.000 melalui Korean Association di Indonesia untuk membantu masyarakat Indonesia tetap tangguh menghadapi pandemi ini.

Termasuk donasi melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI sehingga total bantuan Samsung untuk penanganan pandemi Covid19 untuk Indonesia jika dikonversikan dalam rupiah kurang lebih sebesar Rp6 miliar.

Lebih lanjut, Kim menceritakan, Samsung telah beroperasi selama 30 tahun, konsisten memberikan dukungan kemanusiaan kepada masyarakat Indonesia terutama saat terjadi bencana. Di saat tsunami Aceh tahun 2004 melanda, Samsung membantu membangun kembali beberapa sekolah dan fasilitas belajar IT.

Pada tahun 2017, Samsung menjalankan program kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di Bangka, melalui perbaikan 108-unit rumah tinggal tak layak huni disertai pelatihan konstruksi dasar, agar pemilik rumah bisa berkontribusi dalam memperbaiki rumahnya sekaligus menambah keahlian, dan dilanjutkan pada tahun 2020 memberikan fasilitas penunjang pendidikan kepada siswa yatim piatu berupa 200-unit Samsung Galaxy A01 Core untuk menjalani PJJ di saat pandemi.

Selain itu, pada tahun 2018 Samsung juga berperan aktif memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa dan tsunami di Lombok dan Sulawesi Tengah dengan memberikan bantuan berupa pelayanan kesehatan, sanitasi dan penyediaan air bersih, juga renovasi di beberapa sekolah yang rusak akibat bencana.

“Menjadi bagian dari masyarakat Indonesia, Samsung senantiasa memperkenalkan teknologi terdepan yang dapat dimanfaatkan untuk membuka berbagai peluang baru. Selain itu, saat ini pun kami juga untuk membantu masyarakat Indonesia agar tetap tangguh dan bangkit dari setiap krisis dan bencana, seperti pandemi ini,” pungkas Kim. ***

LandX Siap Dongkrak Potensi UMKM Di Medan Dengan Terselenggaranya ISCFF 2021

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan pada tahun 2020, terdapat sekitar 4.900 pelaku usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal yang terdampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu, hadirnya PT Numex Teknologi Indonesia atau populer dengan nama LandX, dapat mendorong pembangunan ekonomi di Indonesia maupun daerah.

LandX ini pun menyelenggarakan Indonesia Security CrowdFunding Forum (ISCFF) 2021 bertema ‘Peluang Securities Crowdfunding sebagai Metode Patungan Bisnis di Tengah Masa Pandemi’, yang dimulai di Medan, Sabtu (11/9). Ist/Sumut Pos.

LandX ini pun menyelenggarakan Indonesia Security CrowdFunding Forum (ISCFF) 2021 bertema ‘Peluang Securities Crowdfunding sebagai Metode Patungan Bisnis di Tengah Masa Pandemi’, yang dimulai di Medan, Sabtu (11/9).

“ISCFF 2021 ini, kami berharap dapat meningkatkan literasi masyarakat akan finansial terutama keuangan dan investasi digital serta dapat melahirkan iklim investasi yang positif bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, sektor usaha UMKM dapat segera bangkit melakukan adaptasi dengan bantuan inovasi teknologi dan permodalan digital guna menjaga keberlangsungan usaha di masa pandemi,” kata Romario Sumargo, Co-Founder CMO LandX dalam webinar ISCFF 2021, Sabtu siang.

Ia mengungkapkan, ISCFF ini merupakan wujud nyata komitmen LandX dalam meningkatkan literasi masyarakat akan finansial di kala pandemi yang sangat dirasakan oleh para pelaku usaha UMKM saat ini.

“ISCFF 2021 sendiri adalah rangkaian kegiatan edukasi inklusi keuangan yang menyatukan para pelaku bisnis, pakar investasi dan investor melalui kegiatan webinar, UMKM Clinic serta forum interview yang akan diselenggarakan di 12 kota diawali Medan sebagai pembuka,” jelasnya.

Lilysan Wijaya, salah satu pembicara dan juga Founder UKM Roti Romi Roti Mimpi Indah mengatakan, pandemi Covid-19 memukul hampir semua sektor usaha, tidak terkecuali kalangan pelaku usaha UKM. Gelaran ISCFF 2021 yang digagas oleh LandX ini, akan sangat membantu pelaku UKM untuk beradaptasi dan bertransformasi ke arah digital.

“Transformasi ini harus dilakukan oleh teman-teman UKM untuk bertahan di era pandemi, dimana masyarakatnya saat ini memiliki perilaku senang berinvestasi, mengakses pasar, dan berbelanja online,” kata Lilysan.

Data terbaru dari asosiasi e-commerce menyebutkan, bahwa UMKM yang sudah menggunakan digital naik cukup signifikan, yakni dari 13 persen pada tahun lalu menjadi 23,9 persen atau 15,2 juta UMKM. Hal ini berbanding lurus dengan event yang diadakan oleh LandX dan menjadi kunci pemulihan ekonomi secara nasional kedepannya.

LandX adalah platform equity crowdfunding, di mana telah digunakan oleh 55ribu pengguna (investor) yang berpartisipasi dalam penggalangan dana untuk pengembangan usaha yang dilakukan oleh bisnis, UMKM, dan usaha rintisan (startup) secara online, dan mendapatkan saham sebagai imbalannya.

Sejak berizin OJK, LandX sudah berhasil menyalurkan dana hingga 106,54 miliar rupiah kepada 20 pelaku usaha rintisan dan telah membagikan dividen sebesar Rp1,94 miliar kepada para investornya. (Tri/Rel).