26 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 3127

Gerombolan Monyet Liar Masuki Pemukiman Warga

MONYET LIAR: Gerombolan monyet liar masuk kepemukiman warga di Lingkungan III Kelurahan Bandarutama Kota Tebingtinggi.sopian/sumut pos .

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Gerombolan monyet liar yang ditaksir mencapai ratusan jumlahnya memasuki dan membuat resah masyarakat di Lingkungan III Kelurahan Bandarutama Kecamatan Tebingtinggi Kota, Kota Tebingtinggi, Jumat sore (24/9). Diduga, sekompok monyet tersebut merasa tidak bisa mencari makan dihabitatnya, sehingga memasuki pemukiman warga.

MONYET LIAR: Gerombolan monyet liar masuk kepemukiman warga di Lingkungan III Kelurahan Bandarutama Kota Tebingtinggi.sopian/sumut pos .

Afriandi (45) warga sekitar yang berjualan sering mengalami kerugiaan karena barang dagangannya sering diambil kawanan monyet.

“Serangan monyet ini sudah kurang lebih setahun ini, warga Lingkungan III Kelurahan Bandarutama sudah semangkin resah karena banyak dampak kerugian yang ditimbulkan akibat amukan kawanan monyet liar ini. Kawanan monyet ini mulai masuk kepemukiman warga sekitar pukul 15.00 WIB hingga petang, malam harinya kawanan monyet pergi Dan tidur dipepohonan sawit belakang rumah warga,” ujarnya.

Kata Afriandi lagi, pernah dilakukan pengusiran kepada gerombolan monyet liar dengan cara memburunya dan menggunakan perangkap, tetapi usaha warga sia-sia, karena semangkin hari kawanan monyet semangkin bertambah banyak.

“Pernah ditembak sama pemburu dari Kecamatan Sipispis Kabupaten Sergai. Begitu juga dipasang perangkap dari kayu, tetapi mengetahui hal itu, gerombolan monyet langsung menghilang dan dua hari lagi, gerombolan monyet kembali masuk kepemukiman warga,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Kelurahan setempat Ramadhan pernah melakukan pelaoran kepada istansj terkait tentang keresahan warga akibat serangan segerombolan monyet liar. “Sudah dilakukan, tetapi hasilnya tidak ada, karena apabila di bawakan penembak dan pemburu, kawanan monyet langsung menghilang dari pemukiman warga beberapa hari, setelah itu kawanan monyet kembali masuk kepemukiman,” bilangnya.

Kepala Pemadam Kebakaran dan KeselamatanKota Tebingtinggi, Abdul Halim Purba mengaku sudah mendapat laporan dari warga. Karena dari pengakuan Abdul Halim, pihaknya belum memiliki peralatan khusus untuk melakukan pengusiran gerombolan monyet tersebut.

“Masuknya kawanan monyet kepemukiman warga dikarenakan tempat mencari makan mereka sudah tidak ada, pohon pohon besar sudah ditumbang,” jelasnya. (ian/azw)

Advokat Henry Indraguna Dukung Polda Sumut Sikat Mafia Tanah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Advokat Henry Indraguna merespon positif dan mendukung Polda Sumut menyikat habis mafia tanah di Sumatera Utara. Hal ini sebagai sebagaimana komitmen Presiden Jokowi, agar segala konflik agraria yang terjadi di banyak daerah harus segera diselesaikan atau disudahi.

Sebab, upaya pemerintah melalui aparat hukum tersebut untuk membela hak-hak rakyat kecil untuk mendapatkan kepastian hukum terhadap lahan yang menjadi sandaran hidup mereka. Apresiasi dan dukungan pengacara kondang dari Kantor Hukum.Henry Indraguna & Partners Law Firm kepada pemerintah terhadap mafia tanah wajar dia lakukan, karena firma hukumnya saat ini juga sedang menangani permasalahan konflik tanah di wilayah Medan.

Atas perbuatan melawan hukum yang merugikan kliennya, atas nama Kasim sebagai pihak kuasa hukum pelapor atau korban yang diduga dilakukan oleh para mafia tanah, Henry mengatakan pihaknya telah melayangkan Laporan Polisi Nomor: LP/653/IV/2021/Sumut/SPKT II, Tanggal 5 April 2021,l (untuk selanjutnya disebut sebagai Laporan Polisi Nomor: 653, Tanggal 5 April 2021 yang sebelumnya telah dibuat oleh kliennya di Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut).

“Demi menjamin kepastian hukum serta menegakkan keadilan bagi klien kami, maka Kantor Hukum.Henry Indraguna & Partners Law Firm selaku kuasa hukum memiliki kewajiban untuk memberikan nasihat hukum, melakukan pendampingan hukum serta juga menyampaikan informasi-informasi terkait perkembangan penanganan laporan Polisi klien kami tersebut,” kata Henry kepada wartawan di Medan, baru-baru ini.

Vice President Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini menjelaskan, perkembangan penanganan laporan polisi tersebut, bahwa sebelumnya kliennya, Kasim, selaku pelapor atau korban telah ada membuat Laporan Polisi di Polda Sumatera Utara Pada tanggal 5 April 2021. Laporan itu terkait dugaan tindak pidana Pemalsuan Surat sebagaimana diatur di dalam Pasal 263 KUH Pidana terhadap para terlapor yakni J dan H.

Menurut Henry, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh korban kepada terlapor, bahwasanya para terlapor yakni J dan H di duga merupakan mafia tanah. Modusnya, menggunakan surat yang diduga palsu, mengajukan gugatan-gugatan serta bertindak seolah-seolah sebagai pemilik tanah yang sah.

“Bahwa sebelumnya pada saat ini kami mendapatkan informasi dari penyidik bahwasanya Penyidik pada Subdit I TP Kamneg Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditreskrimum Polda Sumut) telah melakukan penahanan terhadap diri para tersangka,” jelas Henry.

Atas penangkapan itu, kata dia, selaku kuasa hukum Kasim, menyampaikan ucapkan terima kasih kepada Polda Sumatera Utara khususnya penyidik pada Subdit I TP Kamneg Ditreskrimum Polda Sumut yang telah berkerja secara cepat dan profesional di dalam menangani serta memproses Laporan Polisi, Nomor: 653, Tanggal 5 April 2021 atas klien firma hukumnya dimaksud.

“Hal ini sungguh kami apresiasi langkah cepat penyidik, bagaimana pun para terlapor yang diduga sebagai mafia tanah sebagaimana kami sampaikan haruslah diberantas. Tentu juga sesuai dengan perintah Presiden Jokowi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit agar Polri berperan aktif menuntaskan mafia tanah yabg sangat merugikan rakyat kecil,” ucap Henry.

Anggota Dewan Pakar Partai Golkar ini berharap, kiranya Polda Sumut tak lekang oleh waktu dapat secara terus menerus memberantas seluruh mafia-mafia tanah yang ada di Kota Medan, agar nantinya ke depan pemilik hak atas tanah yang sah tidak mengalami kerugian akibat perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan oleh para mafia tanah dimaksud.

Henry berharap, penyidik pada Subdit I TP Kamneg Ditreskrimum Polda Sumut segera melakukan pelimpahan berkas perkara termasuk penyerahan para tersangka beserta barang buktinya kepada Kejaksaan Tinggi Medan, agar kliennya segera mendapatkan keadilan dan kepastian hukum atas proses Laporan Polisi tersebut.

“Informasi terkait perkembangan laporan polisi klien kami ini kami sampaikan hanya untuk supaya masyarakat bisa semakin memahami, bagaimana modus-modus yang dilakukan oleh orang-orang yang diduga sebagai mafia tanah,” tandasnya.

Diketahui, pemerintah terus berkomitmen mewujudkan kepastian hukum yang berkeadilan terkait konflik agraria selama ini. Penegasan ini juga pernah disampaikan Presiden Joko Widodo saat membagikan 124.120 sertifikat tanah hasil redistribusi di sejumlah daerah. Jokowi juga menyampaikan pesan kepada Polri agar tak ragu mengusut mafia tanah.

“Saya juga kembali mengingatkan bahwa pemerintah berkomitmen penuh dalam memberantas mafia-mafia tanah. Kepada jajaran Polri, saya minta jangan ragu-ragu mengusut mafia-mafia tanah yang ada. Jangan sampai juga ada aparat penegak hukum yang membekingi mafia tanah tersebut, perjuangkan hak masyarakat dan tegakkan hukum secara tegas,” ucap Jokowi. (ris)

Chelsea vs Man City: Penasaran

ADU STRATEGI: Thomas Tuchel kembali adu strategi dengan Pep Guardiola saat Chelsea menjamu Manchester City di Stamford Bridge, malam ini.

SUMUTPOS.CO – Pep Guardiola wajib memutar otak dan menemukan strategi bagus pada pekan ini. Pasalnya, Manchester City akan bertandang ke markas Chelsea di Stadion Stamford Bridge, Sabtu (25/9) malam WIB.

ADU STRATEGI: Thomas Tuchel kembali adu strategi dengan Pep Guardiola saat Chelsea menjamu Manchester City di Stamford Bridge, malam ini.

Ya, Pep Guardiola pasti penasaran dengan Chelsea asuhan Thomas Tuchel. Sebab dalam tiga pertemuan dengan The Blues, Manchester City selalu tumbang. Salah satunya adalah final Liga Champions musim lalu, dimana The Citizens kalah dengan skor 0-1.

Rasa penasaran Guardiola ini akan menambah daya tarik duel ini. Pelatih asal Spanyol ini dipastikan akan menggunakan strategi terbaiknya guna mengalahkan Chelsea. Apalagi, kedua tim juga sedang memburu kemenangan guna memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Chelsea saat ini berada di puncak klasemen dengan raihan 13 angka dari lima laga. Raihan mereka sama dengan milik Liverpool dan Manchester United. Sedangkan Manchester City berada di posisi kelima dengan 10 angka dari lima laga.

Ambisi menang tersebut membuat kedua tim akan bermain all out. Kebetulan kedua tim juga sedang dalam performa bagus dan tren bagus. Chelsea belum terkalahkan dalam lima laga terakhir EPL, sementara Manchester City tak tersentuh kekalahan dalam empat penampilan terakhir di liga.

Duel ini semakin menarik, karena kedua tim juga memiliki lini pertahanan terbaik di EPL. Sejauh ini, Chelsea dan Manchester City, serta Liverpool baru kebobolan sekali dari lima laga yang sudah dilakoni.

Statistik itu menunjukkan The Blues dan The Citizens merupakan tim yang tajam dan memiliki pertahanan solid. Kokohnya lini belakang terutama terlihat di kubu Chelsea. Lantaran satu-satunya gol yang bersarang ke gawang mereka hanya terjadi dari eksekusi penalti Mohamed Salah.

Kabar bagus datang dari Manchester City, karena gelandang serang kreatif andalan mereka, Kevin De Bruyne, sudah bisa bermain sejak menit pertama. Duel melawan Leicester pekan lalu menjadi penanda kembalinya De Bruyne usai terbelit cedera.

Keberadaan De Bruyne di kubu Man City tentu menjadi ancaman tersendiri bagi Chelsea. Pasalnya pesepakbola berpaspor Belgia itu tercatat sudah mencetak empat gol dan satu assist dalam 14 laga kontra The Blues.

“Kevin sudah siap untuk bermain seperti biasanya. Saya yakin ia akan segera menemukan kemampuan terbaiknya karena Kevin adalah pemain yang luar biasa,” jelas Guardiola.

Satu lagi faktor yang menjamin laga akhir pekan ini menjadi bertambah menarik adalah kondisi penggawa kedua kubu dalam tingkat kebugaran yang bagus. Mengingat dalam ajang Carabao Cup tengah pekan lalu baik Tuchel maupun Guardiola sama-sama menurunkan para pemain pelapis. (trt/dek)

Viral! Harimau Kurus Makan Rumput, TKP Medan Zoo

MAKAN RUMPUT: Harimau di Kebun Binatang (Medan Zoo) sedang makan rumput. istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Miris, seekor harimau menjadi koleksi di Kebun Binatang Medan Zoo memakan rumput. Hal ini tidak lazim dari hewan pemakan daging ini. Sontak, harimau makan rumput ini menjadi viral di media sosial.

MAKAN RUMPUT: Harimau di Kebun Binatang (Medan Zoo) sedang makan rumput. istimewa/sumutpos.

Dalam video berdurasi 11 detik yang beredar di media sosial dengan bertuliskan Harimau Kurus Makan Rumput. Terlihat hewan ini kondisi tubuhnya memprihatikan dan sangat kurus.

Atas viral harimau makan rumput tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara menurunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung hewan langkah dilindungi itu.

Plh Kepala BBKSDA Sumatera Utara, Irzal Azhar menjelaskan, kondisi harimau yang viral di media sosial dalam keadaan sakit. Karena, gangguan pencernaan dan cacingan berdasarkan keterangan dari dokter hewan di Medan Zoo. “Sedang dilakukan perawatan dan pengobatan oleh pihak Medan Zoo. Kami sudah turunkan tim pagi ini ke Medan Zoo untuk memeriksa kondisi harimau disana, kami sedang menunggu hasil tim,” sebut Irzal kepada wartawan di Medan, Jumat (24/9).

Ditanyakan apa penyebab harimau itu sakit, Irzal mengaku belum menerima laporan dari tim yang turun ke Medan Zoo. Sehingga belum bisa membeberkan penyebabnya. “Nanti saja setelah keluar hasil dari tim,” pungkas Irzal.

Ditanya mengenai hal itu, Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pembangunan Kota Medan Gerald Patogi Siahaan, tidak mau bersikap ramah kepada wartawan, Gerald enggan memberikan komentar. Padahal, PUD Pembangunan merupakan BUMD Kota Medan yang ditunjuk Pemko Medan untuk mengelola Medan Zoo.

Gerald yang baru saja dilantik bersama 11 Direksi lainnya dari 3 BUMD Kota Medan pada Rabu (22/9) kemarin, tak berkenan mengangkat sambungan telepon Sumut Pos. Saat dihubungi via seluler, Gerald tak bersedia mengangkat telepon. Sedangkan saat dihubungi via jejaring Whatsapp, Gerald enggan membalas pesan.

Di sisi lain, kepada Sumut Pos, Direktur Umum dan Keuangan PUD Pembangunan Kota Medan Bambang Hendarto, menyebutkan bahwa dirinya belum bisa memberikan keterangan.

“Saya belum bisa memberikan keterangan, belum mendapatkan informasi dari Dirut, karena kita juga baru semalam masuk (kerja). Ini hari saya mau tinjau ke lokasi dulu ya, nanti akan saya kabari,” jawab Bambang kepada Sumut Pos, Jumat (24/9).

Saat ditanya tentang berapa ekor jumlah harimau di Medan Zoo saat ini, Bambang juga mengaku belum mengetahuinya.”Makanya daya mau turun dulu, mau ke lokasi dulu,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Medan Zoo telah mengakui adanya Harimau Sumatera koleksi mereka yang saat ini kondisinya memang kurus. Pihak Medan Zoo beralasan, Harimau tersebut menjadi kurus karena kondisinya yang memang sedang sakit dan dalam perawatan.

Dokter Hewan Medan Zoo drh Yona Dumaica mengatakan bahwa Harimau tersebut memang telah sakit sejak tiga bulan yang lalu, tepatnya sejak bulan Juni 2021.”Sejak sakit itu dia mengalami diare, muntah. Seminggu itu bisa dua kali (diare dan muntah),” jawab drh Yona, Jumat (24/9).

Dikatakan drh Yona, dirinya masih terus merawat kondisi kesehatan hewan buas kelahiran tahun 2011 tersebut dengan pemberian obat-obatan dan vitamin dengan cara mencampurkannya dengan makanan Harimau tersebut setiap harinya.

Sedangkan saat ditanya perihal Harimau tersebut yang tampak sedang memakan rumuput, drh Yona mengatakan perilaku itu sebagai hal yang wajar. Tak cuka Harimau, tapi kebiasaan memakan rumput juga biasa dilakukan hampir semua jenis kucing.

Fungsinya untuk mengeluarkan bulu yang sempat tertelan, sebab harimau dan kucing sama-sama hewan yang sering menjilati bulunya. Tak cuma normal, memakan rumput bagi harimau juga akan membantu sistem pencernaannya.”Kalau makan rumput, untuk membantu sistem pencernaan. Rumput untuk mengikat bulu supaya bisa dikeluarkan,” kata dia.

Dia juga menjelaskan harimau terlihat kurus, bukan lantaran kekurangan makan. Melainkan selama sakit, binatang buas ini nafsu makannya berkurang. Selama ini kata Yuna, kebutuhan makan harimau itu, tercukupi. Terlebih dengan banyaknya donasi dari masyarakat, selama pandemi. ”Kita (kasih) daging ayam, kita ada juga tambahan daging sapi atau daging babi juga ada. Kalau itu (total beratnya) sekitar 4 sampai 5 kilogram,” kata dia. 

Sementara itu, Wali Kota Medan, Bobby Nasution merespons video yang menunjukkan seekor Harimau Sumatera bertubuh kurus yang memakan rumput di Kebun Binatang Medan Zoo.  Bobby Nasution mengatakan, dirinya sudah menekankan kepada direksi PD Pembangunan yang baru dilantiknya untuk mengelola Medan Zoo lebih baik lagi. 

“Namun hari ini, kita tahu bagaimana pengelolaannya masih minim, jadi kesulitan sering terjadi. Makanya banyak yang memberikan sumbangan, baik dari CSR seperti kemarin kita nerima beberapa kilogram daging ayam untuk makanan Harimau,” kata Bobby Nasution. 

Bobby Nasution menuntut agar direksi PD Pembangunan yang baru bisa memperbaiki manajemennya untuk bisa memenuhi pakan hewan penghuni Medan Zoo.”Dia harus bisa memenuhi kebutuhan sendiri kalau sudah menjadi suatu badan (usaha),” ujarnya. 

Selain itu, Bobby Nasution mengatakan istrinya, Kahiyang Ayu sudah berjanji kepadanya untuk menyumbangkan daging untuk pakan Harimau. ”Kemarin ibu wali kota (Kahiyang) mau menyumbangkan atau memberikan langsung sumbangan daging ataupun ayam. Itu janji ibu wali kota sama saya kemarin,” pungkas Bobby Nasution. 

Anggota Komisi III Rudiawan Sitorus mengaku sangat menyayangkan atas kondisi satwa di Medan Zoo yang tidak terawat. Tak cuma harimau, Rudiawan juga mengatakan ada banyak kondisi satwa di Medan Zoo yang tidak terawat dengan baik.

“Kami di Komisi III sudah berkali-kali kesana, karena PUD Pembangunan itu kan pengelola Medan Zoo, dan mereka itu counterpart kami. Selama berkali-kali kami kesana, memang memprihatinkan kondisinya, sedih lah melihatnya,” kata Rudiawan.

Politisi PKS tersebut mengatakan, sebelumnya pihaknya di Komisi III telah mengupas tuntas persoalan yang ada di Medan Zoo bersama para direksi PUD Pembangunan Kota Medan sebelumnya, yang saat itu masih dipimpin Putrama Alkhairi selaku Dirut.

“Yang jadi masalahnya, sangat sedikit pengunjung yang datang. Akibatnya minim pendapatan, tak ada biaya untuk makan satwa dan perawatannya. Sudah dicoba dengan cara mencari ‘bapak asuh’ bagi satwa, tapi ternyata tetap tak bisa memberi perubahan yang signifikan. Satwa tetap tidak terawat, dengan alasan tak ada biaya. Miris,” sebutnya.

Satu-satunya cara, lanjut Rudiawan, adalah dengan menyerahkan pengelolaan Medan Zoo kepada pihak ketiga atau pihak swasta. Dengan begitu, pihak swasta akan berfikir keras untuk bisa mendapatkan keuntungan dari Medan Zoo. Tentunya, pihak swasta akan membenahi Medan Zoo terlebih dahulu, termasuk koleksi-koleksi satwa yang ada didalamnya.

“Bagaimana yang terjadi di Siantar (Zoo), Pemkonya bekerjasama dengan swasta dengan cara menyerahkan pengelolaannya ke swasta. Mereka (pihak swasta) akan berfikir keras bagaimana mendapatkan keuntungan dari Medan Zoo dengan segala kreatifitasnya, sehingga menarik lah untuk didatangi orang,” lanjutnya.

Bila tidak begitu, tegas Rudiawan, kondisi yang telah menjadi masalah klasik di Medan Zoo tersebut tidak akan pernah terselesaikan, sekalipun kepengurusan direksi PUD Pembangunan Kota Medan telah berubah, namun tetap dengan cara atau sistem yang lama.

“Sampai kiamat tidak akan pernah selesai persoalan ini, kalau modelnya begini. Jadi siapapun direksinya, sama saja. Pengelola harus berfikir agar Medan Zoo ini menjadi ikon bagi Kota Medan, dengan berbagai inovasi dan kreatifitasnya. Dan yang paling realistis untuk melakukannya adalah swasta, saya gak yakin kalau tetap dikelola Pemko Medan,” tutupnya.

(map)

KAI Sumut Terapkan Tarif Baru, Rapid Tes Antigen Turun Jadi Rp45 Ribu

ANTIGEN: Petugas medis melakukan test Antigen kepada seorang pelajar. Pemerintah saat ini telah menurunkan tarif test antigen maksimal Rp109 ribu untuk luar Pulau Jawa.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (Sumut) menurunkan harga rapid tes Antigen di sejumlah stasiun kereta api di provinsi ini sejak Jumat (24/9).

Ilustrasi.

Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, Mahendro Trang Bawono mengungkapkan, bahwa tarif layanan test Antigen yang sebelumnya Rp85.000, menjadi Rp45.000 untuk setiap pemeriksaannya. “Penyesuaian tarif baru layanan Rapid Test Antigen tersebut bisa dilakukan di Stasiun Medan, Kisaran dan Tanjung Balai,” ucap Mahendro saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (24/9).

Mahendro mengungkapkan penyesuaian tarif baru tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk peningkatan pelayanan kepada pelanggan. “PT KAI Divre I Sumut memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dengan turut melakukan penyesuaian tarif test Antigen ini agar pelanggan mudah dan nyaman,” tutur Mahendro.

KAI menyediakan fasilitas rapid test Antigen di stasiun dengan harga terjangkau bagi para calon pelanggan yang ingin melengkapi persyaratan naik kereta api antar kota di Sumut ini. “Hadirnya layanan Rapid Test Antigen di stasiun merupakan hasil Sinergi BUMN antara KAI dengan Indofarma melalui anak usahanya yaitu Farmalab, serta pihak-pihak lainnya,” kata Mahendro.

Mahendro menjelaskan, cara untuk melakukan pemeriksaan rapid test Antigen di stasiun yakni calon pelanggan harus memiliki tiket atau kode booking KA yang sudah lunas.

Sesuai SE Kemenhub No 69 Th 2021, kata dia, pelanggan KA Antar Kota diharuskan menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Pelanggan juga wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam sebelum jadwal keberangkatan. “Pelanggan usia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan,” kata Mahendro.

Menurut Mahendro, KAI telah mengintegrasikan sistem boarding KAI dan aplikasi PeduliLindungi sehingga data vaksinasi dan hasil tes Covid-19 pelanggan akan otomatis muncul pada layar komputer petugas. “Integrasi ini bertujuan untuk mempermudah pelanggan, memperlancar proses pemeriksaan dokumen, dan menghindari pemalsuan dokumen,” papar Mahendro.

Dilanjutkan Mahendro, bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Untuk naik kereta api, pelanggan harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius,” bilang Mahendro.

Selain itu, kata Mahendro, pelanggan diwajibkan untuk menggunakan masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut. Pelanggan juga tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan.

Mahendro menegaskan, KAI berkomitmen untuk memastikan seluruh pelanggan KA Antar Kota telah memenuhi persyaratan yang telah diatur pemerintah. Jika ada yang tidak sesuai maka dilarang naik kereta api dan tiket akan dibatalkan dan bea akan dikembalikan 100%

Kereta Api merupakan moda transportasi yang mengutamakan keselamatan, memastikan pelanggan dalam kondisi aman dan sehat, serta konsisten menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat. “KAI mendukung penuh upaya pemerintah dalam melakukan screening deteksi Covid-19 pada moda transportasi Kereta Api guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Mahendro.

Untuk info selengkapnya seputar Rapid Test Antigen di stasiun dan syarat naik kereta api, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon di (021)121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.

Sebelumnya,  Tarif layanan tes antigen di stasiun kereta api turun menjadi Rp45.000 dari sebelumnya Rp85.000 untuk setiap pemeriksaan. Tarif baru ini berlaku mulai 24 September 2021 di 64 stasiun yang melayani test antigen. Di Sumatra Utara (Sumut) sendiri, ada empat stasiun yang melayani pemeriksaan tes antigen, yakni Medan, Kisaran, Tanjung Balai dan Tebing Tinggi.

VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (Persero), Joni Martinus, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/9/2021), mengatakan, penyesuaian tarif merupakan salah satu bentuk peningkatan pelayanan KAI kepada pelanggan.”KAI menyediakan fasilitas Rapid Test Antigen di stasiun dengan harga terjangkau bagi para calon pelanggan yang ingin melengkapi persyaratan naik kereta api Jarak Jauh,” katanya.

Untuk dapat melakukan pemeriksaan test antigen di stasiun, calon pelanggan harus memiliki tiket atau kode booking KA Jarak Jauh yang sudah lunas. Sejak dibuka pada 21 Desember 2020 sampai dengan 21 September 2021, KAI telah melayani 1.043.582 peserta test antigen di stasiun.(gus)

Aturan Terbaru Kerja ASN Selama PPKM, WFO Bagi Pegawai yang Sudah Vaksinasi

BERBARIS: Para ASN tampak berbaris dengan mengenakan masker. Peraturan baru kerja ASN selama PPKM saat ini sudah boleh WFO bagi ASN yang sudah vaksin.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo, menerbitkan aturan kerja pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaru selama PPKM pada Jumat (24/9).

BERBARIS: Para ASN tampak berbaris dengan mengenakan masker. Peraturan baru kerja ASN selama PPKM saat ini sudah boleh WFO bagi ASN yang sudah vaksin.

Aturan itu tertuang dalam Menteri PAN RB Nomor 23 Tahun 2021 Tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai ASN selama pemberlakuan PPKM pada masa pandemi Covid-19.

Dengan terbitnya aturan baru ini, maka aturan kerja ASN sebelumnya yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri PAN RB Nomor 19 Tahun 2021 Tentang Penyesuaian Sistem Kerja ASN selama pemberlakuan PPKM pada masa pandemi Covid-19 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengatakan, kantor pemerintahan sektor non-esensial bisa memperkerjakan 25 persen ASN untuk work from office (WFO). Syaratnya, ASN tersebut sudah divaksinasi Covid-19.

Menurutnya, kebijakan ini tertuang dalam lampiran pada Surat Edaran (SE) Menteri PAN RB Nomor 23 Tahun 2021 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai ASN Selama PPKM pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019. Kemudian, bagi instansi di wilayah luar Jawa-Bali yang berada di sektor non-esensial pada PPKM Level 2 dan 1, diberlakukan WFO 50 persen pegawai jika daerahnya berada di zona hijau dan kuning.

Sedangkan bagi instansi yang daerahnya berada di zona oranye dan merah, diberlakukan WFO 25 persen. “Untuk instansi pemerintah di sektor esensial pada PPKM Level 4 di luar wilayah Jawa – Bali, WFO maksimal dilakukan oleh 50 persen pegawai,” tutur Tjahjo.

“Jika berada di PPKM Level 3 luar Jawa-Bali, WFO dapat dilakukan dengan maksimal 100 persen. Tentu dengan memperhatikan bahwa WFO tersebut diprioritaskan bagi pegawai yang telah divaksin Covid-19,” lanjutnya.

Lebih lanjut Tjahjo mengungkapkan, pada instansi pemerintah non-esensial yang ada di wilayah Jawa-Bali dengan PPKM Level 4, diberlakukan work from home (WFH) secara penuh.

Kemudian, jika berada di Level 3 PPKM Jawa-Bali, WFO dilakukan kepada 25 persen pegawai. Sedangkan jika berada di Level 2 PPKM Jawa-Bali, WFO diberlakukan kepada 50 persen pegawai. “Bagi instansi pemerintah di sektor esensial yang ada di PPKM Level 4 dan 3 dalam wilayah Jawa dan Bali, WFO dilakukan maksimal oleh 50 persen pegawai,” kata Tjahjo.

Sedangkan pada PPKM Level 2 (Jawa-Bali), WFO dilakukan maksimal oleh 75 persen pegawai. Perlu diperhatikan bahwa di sektor esensial dan non-esensial, pegawai yang WFO adalah yang telah divaksin Covid-19.

Sementara bagi instansi pemerintah di sektor kritikal, WFO berlaku 100 persen di setiap level PPKM. Tjahjo menegskan, pelaksanaan WFO dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat sebagaimana yang tertera dalam SE Menteri PAN RB Nomor 17 dan 21 Tahun 2021.

“Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) harus memastikan pegawai ASN di lingkungannya telah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Lalu mengunduh dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai sarana pemantauan jumlah pegawai dan pengunjung dalam kantor, serta disiplin menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah membagi layanan pemerintahan menjadi tiga bagian, yakni sektor non-esensial, sektor esensial, dan sektor kritikal. Sementara level PPKM terdiri dari level 1 hingga level 4. Penetapan mengenai level wilayah PPKM dan sektor-sektor tersebut berpedoman pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) mengenai PPKM. (kps)

Bioskop Sudah Mulai Dibuka, Penonton Wajib Punya Kartu Vaksin

BIOSKOP: Suasana di salah satu bioskop di Kota Medan. Sejumlah bioskop di mal Kota Medan sedah dibuka sejak Jumat (24/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah tutup sejak April 2020 akibat pandemi Covid-19, bioskop pun akhirnya mengantongi izin untuk dibuka kembali. Dengan persiapan yang merujuk pada aturan pemerintah, jaringan bioskop Cinepolis yang berada di Kota Medan sudah dibuka kembali sejak Jumat (24/9). Di Medan sendiri, bioskop Cinepolis ada di Sun Plaza, Plaza Medan Fair, dan Lippo Plaza Medan.

BIOSKOP: Suasana di salah satu bioskop di Kota Medan. Sejumlah bioskop di mal Kota Medan sedah dibuka sejak Jumat (24/9).

Menurut Marketing Communication Manager Sun Plaza, Yokie, persiapan pembukaan bioskop Cinepolis sudah dilakukan pengelola sejak dua hari lalu. “Hanya saja untuk kepastiannya baru kemarin. Mungkin setelah dipastikan jika pengelola bisa mengikuti semua aturan pemerintah,” katanya, Jumat (24/9).

Pembukaan bioskop di Medan sendiri merujuk pada Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan tertanggal 21 September 2021. Dalam SE tersebut, bioskop di Medan diizinkan buka kembali dengan kapasitas maksimal sekitar 50 persen dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Ketentuannya, wajib menggunakan PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai. Hanya pengunjung dengan kategori hijau dalam aplikasi PeduliLindungi yang boleh masuk. Artinya, penon boleh masuk kalau punya kartu vkasin.

Sedangkan untuk kategori usia, pengunjung di bawah 12 tahun dilarang masuk. Selain itu, dilarang makan dan minum atau menjual makanan dan minuman dalam area bioskop.

Sementara itu, Wali Kota Medan Bobby Nasution meminta kepada pihak pengelola Bioskop untuk memastikan agar setiap pegawai atau pekerja yang ada pada bioskop-bioskop di Kota Medan sudah divaksin Covid-19. Sehingga, baik pengunjung maupun pekerja bioskop tidak saling menularkan satu sama lain. Hal itu pun harus dibuktikan dengan sertifikat vaksin atau melalui aplikasi PeduliLindungi.

“Memang kemarin sudah kita katakan sudah boleh buka, tapi akan kita cek dulu, karyawannya sudah vaksin belum. Jangan yang nonton diwajibkan pakai PeduliLindungi dan tunjukkan sertifikat vaksin, tahunya pegawai bioskopnya belum (divaksin),” ucap Bobby, Jumat (24/9).

Bobby pun meminta agar setiap pengelola bioskop dapat memastikan bahwa setiap pegawainya telah divaksin dan tertera di dalam aplikasi PeduliLindungi. Untuk itu, Pemko Medan akan mengecek setiap karyawan bioskop di Kota Medan terlebih dahulu, mana-mana saja bioskop yang akan beroperasi.

“Lalu makan minum juga tidak boleh di dalam, kapasitasnya juga 50 persen di dalam,” katanya.

Menanggapi hal ini, Komisi II DPRD Medan mengaku sangat setuju dengan kebijakan yang diambil oleh Pemko Medan yang mewajibkan seluruh orang di lingkungan bioskop untuk divaksinasi terlebih dahulu, baik pengunjung maupun pekerja di bioskop.

“Ya memang harus begitu lah, baik pengunjung maupun pekerja kan sama-sama berpotensi menularkan dan ditularkan. Jadi harus sama-sama wajib vaksin, bukan masalah adil atau tidak adil, tapi memang untuk memaksimalkan pemutusan mata rantai pandemi ini,” ucap Anggota Komisi II DPRD Medan, Afif Abdillah kepada Sumut Pos, Jumat (24/9).

Dijelaskan Afif, menonton bioskop bukan lah hal yang bersifat wajib ataupun primer, berbeda dengan sekolah ataupun lingkungan kerja.

“Sekolah saja guru-gurunya harus divaksin dulu baru sekolahnya boleh beroperasi, masak yang kerja di bioskop gak divaksin. Bioskop ini kan tidak primer, bukan seperti kebutuhan akan kesehatan, pendidikan dan lain-lain. Maka kalau pun memang boleh sibuk, ya silakan dibuka, tapi justru harus lebih ketat prokesnya dari lingkungan sekolah ataupun lingkungan kerja yang bersifat lebih penting,” jelasnya.

Apalagi lanjut Afif, b ioskop merupakan lokasi yang tertutup dengan durasi film di atas 1 jam. Dengan demikian, para pengunjung akan berada di dalam ruangan dalam waktu 1 jam bahkan lebih.

“Rata-rata film kita sebut saja sekitar 1,5 atau 2 jam, ruangan ber AC pula. Benar apa kata Pak Wali, semua sudah harus divaksin, baik para pengunjung maupun pekerja. Lalu tidak boleh ada makan minum di dalam bioskop. Intinya prokes harus ketat,” pungkasnya.

Satgas: Deliserdang Laik PPKM Level 1

Status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 bagi Kabupaten Deliserdang, dinyatakan sudah laik berdasarkan indikator dan data yang diperoleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Utara.

“Begitupun pesan Pak gubernur, masyarakat di Deliserdang tidak boleh lengah. Harus tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Sebab Level 1 PPKM hanya bersifat sementara, yang bisa saja berubah naik status pada asesmen Kementerian Kesehatan berikutnya,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, dr Aris Yudhariansyah menjawab Sumut Pos, Jumat (24/9).

Pihaknya telah menelusuri data dan fakta atas status PPKM kabupaten itu. Hasilnya disimpulkan bahwa Deliserdang memang laik menerima capaian dimaksud, karena sesuai indikator dan data.

Aris menyebut ada dua indikator utama. Pertama, indikator transmisi komunitas yang terdiri dari kasus konfirmasi positif Covid-19. Khusus Deliserdang, kasus konfirmasi tetap ada setiap hari. Walaupun demikian, sesuai dengan indikator kasus konfirmasi itu, apabila angka kasus baru di atas 20/100 ribu penduduk per minggu, maka tingkat transmisi ada di tingkat 1.

Dari kasus rawat inap, misalnya, angka yang diharapkan adalah di bawah 5/100 ribu penduduk per minggu. Dari sisi ini menunjukkan kasus sedang berat di Deliserdang terkendali.

Kemudian dari sisi kematian, di bawah 1/100 ribu penduduk per minggu. Dari sisi itu menunjukkan pelayanan kesehatan di rumah sakit berhasil memberikan pelayanan prima dan cepat ditangani tidak terlambat. “Asesmen tersebut disusun oleh Kemenkes dengan indikator yang jelas, batasan nilai jelas dan sumber data yang jelas,” kata Aris.

Indikator kedua, lanjut dr Aris, adalah kapasitas respon, terdiri dari testing. Dari sisi ini ditandai dengan rendahnya angka positivity rate yaitu di bawah 5% per minggu. Adapun angka testing Deli Serdang mencapai 83 persen dari target.

“Artinya bahwa efektifitas pembatasan kegiatan masyarakat dalam rangka protokol kesehatan berhasil mencegah penularan Covid-19. Ini didukung oleh kinerja satgas covid di semua lini sampai level terendah yaitu dusun dan lingkungan,” ungkapnya.

Kemudian dari sisi tracing. Di Deliserdang tracing mencapai rasio kontak erat per kasus konfirmasi per minggu hingga 18,79 atau berada di atas nilai Kemenkes, yakni 14. Artinya, petugas tracer bersama Satgas melakukan tracing setiap kasus konfirmasi, memverifikasi, mengedukasi, memutuskan isoman atau isoter atau dirujuk. Sehingga membantu mencegah penularan kasus.

Selanjutnya dari sisi treatment, kata Aris, ketersediaan tempat tidur atau Bed Occupancy Rate/BOR pasien covid di Deliserdang, di angka 14,84 per minggu. Angka itu jauh pada batas yang ditetapkan yaitu di atas 60.

“Ini menunjukkan efektifitas dari testing dan tracing di hulu sehingga kasus tidak sampai ke hilir menjadi kasus berat yang bisa menyebabkan rumah sakit tidak mampu menampung kasus,” terang mantan kepala Dinkes Asahan itu.

Ruang Isolasi Kini Layani Pasien Umum

Tingkat keterisian tempat tidur isolasi atau bed occupancy ratio (BOR) Covid-19 di rumah sakit kawasan Sumatera Utara (Sumut) terus mengalami penurunan sebulan terakhir. Salah satunya, di RSUP H Adam Malik Medan yang kini hanya 17-18 persen.

Direktur Utama (Dirut) RSUP HAM dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP mengatakan, pihaknya telah menutup sebagian ruangan isolasi pasien Covid-19 untuk melayani pasien umum. “Sudah sangat nyaman, BOR nya sudah 17-18 persen saja. Kami sudah menutup sebagian ruangan untuk melayani pasien umum,” kata Zainal baru-baru ini.

Zainal juga mengatakan, berdasarkan laporan, penurunan BOR juga terjadi di rumah sakit di provinsi lain. “Alhamdulillah, kita mendapatkan laporan di provinsi lain juga sudah turun,” katanya lagi.

Ke depan, lanjut Zainal, pihaknya lebih fokus kepada pasien Covid-19 dengan gejala berat dan kritis. “Kalau yang ringan-ringan bisa di daerah atau rumah sakit lain. Jadi, kita nanti lebih banyak ICU-nya malah, itu relevan dengan yang kita bangun,” kata dia.

Zainal mengungkapkan, saat ini total ruang isolasi Covid-19 di RSUP HAM berjumlah 286 unit. “Dari jumlah itu, yang terisi sekitar 18 persen. Mungkin dalam waktu dekat ini kita keluarkan lagi SK-nya dari ruangan ini (Covid-19) ke pasien umum,” ungkapnya.

Kata Zainal, dengan turunnya BOR Covid-19 di RSUP HAM maka telah terjadi penurunan kasus baru terkonfirmasi positif. “Dari 90 persen penggunaan ICU turun menjadi 18 persen,” pungkasnya. (map/prn/ris/bbs)

Begitu juga ruangan isolasi di luar ICU juga sangat turun. Penurunan ini sudah terjadi sejak dua minggu sebelumnya, secara perlahan,” pungkasnya.

Diketahui, BOR pasien Covid-19 di rumah sakit kawasan Sumut kembali mengalami penurunan. Pada minggu lalu di angka 20 persen, kini sudah sekitar 15 persen.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sumut dr Nelly Fitriani menyebutkan, berdasarkan data isian tempat tidur Covid-19 rumah sakit yang melaporkan, BOR ICU Covid-19 Sumut sebesar 20,97 persen. Sedangkan BOR Isolasi 10,73 persen.

“Selama satu minggu terakhir, BOR Covid-19 Sumut terus mengalami penurunan setiap harinya. Pada 15 September, BOR ICU Covid-19 di angka 24,78 persen. Namun, saat ini turun menjadi 20,97 persen. Begitu juga dengan BOR Isolasi Covid-19, turun dari 16,19 persen menjadi 10,73 persen,” kata Nelly, Kamis (23/9).

Nelly juga menyebutkan, penurunan juga terjadi terhadap BOR Covid-19 Kota Medan. Sebelumnya berkisar 50 hingga 40 persen, kini hanya sekitar 30 hingga 20 persen. “Kota Medan saat ini BOR ICU di angka 25,61 persen dari 29,14 persen. Sedangkan BOR Isolasi 14,23 persen dari 21,67 persen,” ujarnya.

Sementara itu, kasus Covid-19 pada Jumat (24/9) bertambah 2.557 orang sehari. Kasus baru terdeteksi dari tes di atas 252 ribu spesimen. Kini total sudah 4.204.116 orang terinfeksi Covid-19 di tanah air.

Kasus Covid-19 terbanyak harian disumbang Jawa Tengah 286 kasus. Jawa Timur 219 kasus. Jawa Barat 217 kasus. DKI Jakarta 181 kasus. Sumatera Utara 157 kasus. Kasus aktif turun 2.194 sehari. Jumlah pasien aktif kini sebanyak 45.803 orang. Ada 172.973 orang yang diperiksa dengan metode TCM, PCR, dan antigen. Angka positivity rate mencapai 1,48 persen.

Sementara itu, angka kematian Covid-19 yakni sebanyak 144 jiwa. Sementara angka kematian sudah 141.258 jiwa meninggal dunia karena Covid-19. Kematian harian terbanyak terjadi di Jawa Timur 18 jiwa, Jawa Tengah 16 jiwa, Jawa Barat 13 jiwa.

Sedangkan, pasien sembuh harian bertambah 4.607 orang. Paling banyak kasus sembuh paling banyak di Aceh 880. Dan total angka kesembuhan saat ini sebanyak 4.017.055 orang. Sudah 510 kabupaten kota terdampak Covid-19. Ada 3 provinsi di bawah 10 kasus. Dan tak ada satupun provinsi dengan nol kasus. (map/prn/ris/bbs)

Tiga Tersangka Pemilik Sabu Ditangkap

TERSANGKA: Seorang tersangka pemilik sabu yang ditangkap Polsek Brandan.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Tiga tersangka pemilik sabu-sabu ditangkap Polsek Pangkalan Brandan. Dalam penangkapan ketiganya polisi menyita barang bukti satu paket sabu-sabu.

TERSANGKA: Seorang tersangka pemilik sabu yang ditangkap Polsek Brandan.

Kasusbag Humas Polres Langkat IPTU Joko Sumpeno menjelaskan para pelaku ditangkap di Dusun I Titihitam, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada Senin (20/9) sekira pukul 21.30 WIB.

Ketiga tersangkanya, Indra (20) warga Dusun I Titihitam, Kecamatan Babalan, Boy Ramadhan (26) warga Jalan Perdamaian, Kelurahan Pelawi Selatan Kecamatan Babalan, dan Sugiantoro (31), warga Lingkungan VII, Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan.

Penangkapan ketiga tersangka, katanya, berkat informasi dari masyarakat yang menyebutkan di Lingkungan VII Kelurahan Sei Bilah Kecamatan Sei Lepan sering dijadikan tempat transaksi sabu-sabu.

“Kemudian Kapolsek Pangkalan Berandan memerintahkan Kanit Reskrim Polsek Pangkalan Brandan Ipda Walmekin Situmorang untuk melakukan penyelidikan informasi tersebut dan menangkap ketiganya,” terangnya. (mag-6/azw)

Kurir 20 Kg Sabu Dijerat Pidana Mati

SIDANG: Majelis hakim saat menyidangkan Aditya Warma, terdakwa kasus sabu secara virtual, Kamis (23/9). agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aditya Warma (23) warga Jalan Dahlan Tanjung, Kelurahan Pekan Tanjungmorawa, Kecamatan Tanjungmorawa, Deliserdang menjalani sidang perdana secara virtual, di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (23/9). Dia terancam mendapat hukuman mati, karena didakwa atas kasus kurir sabu seberat 20 kilogram (kg).

SIDANG: Majelis hakim saat menyidangkan Aditya Warma, terdakwa kasus sabu secara virtual, Kamis (23/9). agusman/sumut pos.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Frianta Felix Ginting menguraikan dalam dakwaannya, berawal pada 3 Juli 2021, terdakwa dihubungi Ilham (DPO) menyuruh terdakwa mengantarkan 20 kg sabu dengan upah Rp100 juta.

“Selanjutnya, terdakwa pergi pulang sambil menunggu telepon dan sekitar pukul 15.00 WIB, ada telepon yang masuk menghubungi terdakwa dengan mengatakan jumpa di parkiran Brastagi Supermarket Gatot Subroto,” ujarnya dihadapan Hakim Ketua Denny Lumbantobing.

Lebih lanjut, terdakwa lalu pergi ke Brastagi Supermarket dengan mengendarai mobil Toyota Calya warna hitam BK-1252-KP dan setelahnya terdakwa bertemu dengan orang yang berhubungan melalui telepon sebelumnya dan menerima 2 tas ransel yang berisi 20 bungkus sabu dan menaruhnya di lantai jok tengah belakang sopir.

“Setelahnya, terdakwa pergi ke luar parkiran Brastagi Supermarket menuju ke gerbang tol Helvetia dan sekitar pukul 17.00 WIB, saat berada dipinggir jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan mobil yang dibawa terdakwa diberhentikan petugas Kepolisian,” urainya.

Kemudian, sambungnya, petugas menyuruh terdakwa turun dari mobil. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan di lantai jok tengah ada 2 tas ransel berisikan 20 bungkus plastik dalam kemasan teh cina warna kuning bertuliskan Guanyinwang berisi narkotika jenis sabu.

Selanjutnya, kata JPU, terdakwa beserta barang bukti berupa 20 bungkus plastik dibawa ke Polda Sumut untuk diproses lebih lanjut.

“Atas perbuatannya, terdakwa dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana penjara selama seumur hidup atau hukuman mati,” pungkasnya. (man/azw)

Pembunuh Tetangga Terancam Hukuman Mati

DAKWAAN: Muhammad Anang Kosin alias Andika, Terdakwa kasus pencurian dengan pemberatan menjalani sidang dakwaan secara virtual di PN Medan, Kamis (23/9). agusman/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Muhammad Anang Kosin alias Andika (38), warga Jalan Pelita I, Medan Perjuangan ini, terancam mendapatkan hukuman mati. Pria tamatan SD ini, didakwa atas kasus pencurian disertai tindakan kekerasan yang menyebabkan meninggalnya korban Lisbet boru Napitupulu.

DAKWAAN: Muhammad Anang Kosin alias Andika, Terdakwa kasus pencurian dengan pemberatan menjalani sidang dakwaan secara virtual di PN Medan, Kamis (23/9). agusman/sumu tpos.

Jaksa penuntut umum (JPU) Ramboo Loly Sinurat dalam sidang virtual di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (23/9), terdakwa Muhammad Anang Kosin alias Andika dan Muhammad Afrizal pada Mei 2021, sepakat untuk mencuri di salah satu rumah warga di Jalan Gaharu.

Awalnya Muhammad Anang Kosin yang mendatangi Muhammad Afrizal sambil membawa pisau sekira pukul 22.00 Wib, dan menanyakan “job” istilah untuk melakukan pencurian. Terdakwa menjawab ada perempuan dekat rumahnya.

“Keesokan harinya pada tanggal 6 Mei 2021 sekira pukul 04.20 Wib, terdakwa Muhammad Anang Kosin bersama dengan Muhammad Afrizal menuju ke rumah Lisbet Napitupulu di Jalan Pelita I Kecamatan Medan Timur untuk mengambil barang-barang miliknya,” ungkap JPU dihadapan Hakim Ketua Hendra Utama Sutardodo.

Tidak berselang lama, keduanya pergi ke rumah korban dan mulai mencongkel dan merusak seng yang berada di kamar mandi belakang dengan menggunakan tang hingga seng tersebut terbuka.

Kedua terdakwa, kemudian masuk ke dalam rumah tersebut melalui seng yang telah terbuka lalu berusaha membuka pintu dapur yang terkunci.

“Namun, Muhammad Afrizal berkata kepada terdakwa Muhammad Anang agar menunggu Lisbet Napitupulu membuka pintu dapur tersebut dan tiba-tiba sekitar pukul 05.30 Wib Lisbet Napitupulu datang dan membuka pintu dapur tersebut,” urainya.

Kedua terdakwa lalu mendorong pintu tersebut dengan keras, hingga korban jatuh terlentang di lantai. Melihat itu, Muhammad Afrizal langsung memegang kaki korban lalu mengikat kakinya dengan tali yang didapat di kamar mandi.

“Sedangkan terdakwa Muhammad Anang, memegang mulut Lisbet Napitupulu dan mengeluarkan 1 buah pisau dan menempelkan pisau ke bagian leher,” jelasnya.

Namun lanjutnya, Lisbet meronta-ronta minta tolong dan seketika terdakwa Muhammad Afrizal meminta terdakwa Muhammad Anang untuk membunuh korban. Terdakwa Anang kemudian menusuk leher Lisbet hingga tertelungkup di lantai.

Tak ingin berlama-lama, kedua terdakwa membuka lemari dan mengambil uang sebesar Rp1.500.000. Uang tersebut lalu diberikan 20 bungkus rokok. Tak hanya itu, mereka juga melarikan sepeda motor korban.

Sementara, korban sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong. Kejadian itu lalu dilaporkan ke polisi. Terdakwa Muhammad Anang ditangkap di Jalan Mateorologi VI Kecamatan Percut Seituan.

Sedangkan Muhammad Afrizal berusaha melawan dan dilakukan tindakan tegas sehingga menyebabkan terdakwa meninggal di rumah sakit.

“Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 365 ayat 4 KUHP atau Pasal 338 KUHPidana,” pungkasnya. Usai mendengarkan dakwaan jaksa, majelis hakim melanjutkan mendengarkan keterangan saksi. (man/azw)