32 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 3194

Polres Dairi Temukan Ladang Ganja

GANJA. Kapolres Dairi AKBP Ferio Sano Ginting (tengah) bersama tim gabungan, Camat dan tokoh masyarakat diabadikan usai berhasil mengungkap tersangka kepemilikan kebun ganja di Desa Parbuluan IV, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Minggu (29/8).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO -Kepolisian Resor Dairi, berhasil mengungkap kepemilikan kebun ratusan batang ganja di Desa Parbuluan IV, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Minggu (29/8).

GANJA. Kapolres Dairi AKBP Ferio Sano Ginting (tengah) bersama tim gabungan, Camat dan tokoh masyarakat diabadikan usai berhasil mengungkap tersangka kepemilikan kebun ganja di Desa Parbuluan IV, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Minggu (29/8).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Kapolres Dairi AKBP Ferio Sano Ginting melalui Kasubbag Humas Polres, Iptu Donny Saleh dikonfirmasi, Minggu (29/8) mengatakan, tim gabungan pengungkapan terkait kasus narkotika jenis ganja itu dipimpin langsung Kapolres AKBP Ferio Sano Ginting didampingi Kasat Narkoba, AKP Rudi Sitorus dan Kapolsek Parbuluan, Iptu Agus Santoso.

Tersangka pemilik kebun ganja, KS sebelumnya sudah diamankan dirumahnya, Sabtu (28/8) malam. Lalu keesokan hari, Minggu (29/8) tim dipimpin Kapolres bergerak kelokasi kebun ganja milik tersangka.

KS yang merupakan warga Sigalingging, Desa Parbuluan IV melakukan penanaman ganja secara tumpang sari dengan tanaman cabai, kentang serta jeruk dilahan milik orangtuanya.

Ganja yang diamankan dari 8 lokasi dari daerah perladangan Lae Bottar, Desa Parbuluan IV, sekitar 200 batang lebih dengan ukuran bervariasi, mulai dari bibit dalam polibet, yang baru disemaikan dan ukuran yang tingginya sudah mencapai 100 centi meter lebih.
Pengungkapan kebun ganja bersadasarkan informasi masyarakat.

Dari informasi itu, dibentuk tim dari Polres Dairi dan Polsek Parbuluan, untuk melakukan penelusuran. Pengakuan tersangka, ganja ditanam sendiri di ladang orangtuanya dan ladang orang lain.
Dari pola penanaman ganja itu, KS diduga sudah profesional. Sekarang barangbukti ratusan batang ganja serta tersangka KS, sudah diamankan Satnarkoba di Mapolres Dairi, ucap Donny Saleh. (rud/azw).

Viral Foto Penangkapan Perampok Toko Emas Simpang Limun, Polda Sumut: Hoaks Itu

Foto Hoaks: Sebuah foto hoaks penangkapan satu orang pelaku perampokan bersenpi yang berhasil menggasak toko emas di Pasar Simpang Limun, Medan, yang sempat viral di Medsos, Minggu (29/8). Sumut Pos/ ist.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Viral di media sosial (medsos) foto penangkapan satu dari empat pelaku perampokan bersenjata api (senpi) toko emas di Pasar Simpang Limun, Medan, bebarapa hari yang lalu. Informasi tersebut, diperoleh dari akun Facebook (FB) Deky Hardianto, pada Minggu (29/8) siang.

Foto Hoaks: Sebuah foto hoaks penangkapan satu orang pelaku perampokan bersenpi yang berhasil menggasak toko emas di Pasar Simpang Limun, Medan, yang sempat viral di Medsos, Minggu (29/8). Sumut Pos/ ist.

Dalam akunnya, dia menuliskan, ‘alhamudillah, satu perampok toko emas di Simpang Limun berhasil ditangkap’. Di laman FB nya juga menyertakan foto tersangka yang dijaga ketat oleh pihak Kepolisian usai tersangka ditangkap.

Ternyata setelah ditelusuri, info tersebut hoaks dan peristiwa di foto itu merupakan penangkapan petugas Kepolisian Resor (Polres) Tebo terhadap tersangka pencurian sepeda motor (Curanmor), di Desa Telukkuali, Kecamatan Tebo Ulu, Jambi, pada 2018 silam.

Menyikapi hal tersebut, Pelaksana Ttugas (Plt) Kasubdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut Kompol Bayu Putra Samara saat dikonfirmasi wartawan di Medan, membantah kabar yang viral di medsos, jika salah seorang dari empat perampok tersebut telah tertangkap.

Dia menyebutkan, bahwa informasi itu adalah hoaks. “Hoax itu, tim gabungan masih melakukan pengejaran,” katanya, Minggu (29/8) sore.

Bayu meminta doanya kepada wartawan dan masyarakat, agar kasus perampokan yang menyebabkan seorang juru parkir (Jukir) tertembak itu dapat cepat terungkap. “Doakan saja agar cepat terungkap,” pintanya.

Hal senada juga dikatakan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi. Dia mengungkapkan, bahwa Penyelidik masih bekerja dan mengembangkan hasil penyelidikannya. “Mohon doanya agar kasus tersebut segera terungkap,” ujarnya.

Sebelumnya, empat kawanan perampok dengan menggunakan Senpi menggasak dua toko emas, yakni Toko Emas Aulia Chan dan Toko Emas Masrul F, di Pasar Simpang Limun Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Sudirejo ll, Medan, Kamis (26/8) kemarin, sekira pukul 14.30 WIB.

Kawanan rampok itu langsung kabur, usai menggasak emas sedikitnya 7Kg di dua toko tersebut dan sempat menembak seorang jukir.

Dirkrimum Polda Sumatera Utara Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengungkapkan, korban penembakan pelaku perampokan di dua toko emas saat ini masih dirawat. Para pelaku berjumlah lebih dari dua orang. (dwi/azw)

Sakit Hati Tak Diberi Uang, Pemuda Bunuh Bapak dan Abang Kandung

KORBAN: Mayat korban pembunuhan yang dilakukan Muhammad Arsyad Kertonawi (21), warga Jalan T Amir Hamzah Gang Pribadi, Lingkungan X, Kelurahan Sei Agul, Medan Barat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Muhammad Arsyad Kertonawi, warga Jalan T Amir Hamzah Gang Pribadi, Lingkungan X, Kelurahan Sei Agul, Medan Barat, nekat menghabisi bapak dan abang kandungnya sendiri saat di rumah, Sabtu (28/8) malam. Pemuda berusia 21 tahun ini membunuh keduanya dengan menggunakan pisau dapur lantaran diduga merasa sakit hati.

KORBAN: Mayat korban pembunuhan yang dilakukan Muhammad Arsyad Kertonawi (21), warga Jalan T Amir Hamzah Gang Pribadi, Lingkungan X, Kelurahan Sei Agul, Medan Barat.

Informasi diperoleh, kedua korban pembunuhan tersebut adalah Sugeng (50) dan Riski Sarbaini. Sang anak membunuh bapaknya saat di samping rumah. Sedangkan saudara kandungnya dibunuh di dalam kamar. Kedua korban mengalami luka tusuk pada leher dan perut. Bahkan, luka tusuk yang dialami cukup banyak, lebih dari lima liang.
Menurut warga sekitar, peristiwa pembunuhan ini dipicu persoalan uang. Sebelum membunuh, pelaku meminta uang kepada bapaknya namun tidak diberikan. Pelaku kemudian emosi hingga terjadi cekcok mulut dengan bapaknya. Abang pelaku yang mendengar pertengkaran langsung berusaha melerai. Akan tetapi, tak lama pelaku menghabisi saudara kandungnya sendiri tersebut. “Gara-gara uang, dia (pelaku) minta uang tidak dikasih sama bapaknya lalu ribut,” ujar Argus, warga sekitar.

Tetangga dan warga setempat yang mendengar keributan terjadi, langsung berdatang ke rumah pelaku. Warga kemudian mengamankan pelaku. Tak berapa lama, polisi yang mendapat informasi datang ke lokasi. Polisi kemudian mengamankan lokasi pembunuhan guna penyelidikan dan memboyong pelaku untuk proses hukum lebih lanjut.

Pelaksana tugas (Plt) Kapolsek Medan Barat AKP Tina Pulitawati yang sempat turun ke lokasi mengatakan, pihaknya bersama Satreskrim Polrestabes Medan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut. Menurutnya, dugaan motif kasus pembunuhan itu karena pelaku merasa sakit hati dan dendam. Namun begitu, Tina belum mau menjelaskan secara rinci. “Untuk sementara kami tanya pelaku motifnya karena balas dendam,” kata Tina kepada wartawan. (ris/azw)

Vaksin Moderna Aman di Indonesia Tak Terkontaminasi seperti di Jepang

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Kesehatan menyatakan tidak menemukan vaksin Covid-19 jenis Moderna yang terkontaminasi seperti yang terjadi di Jepang pada beberapa waktu terakhir. Hal ini karena distribusi vaksin Moderna ke tanah air berbeda rombongan (lot) dengan yang diterima Negeri Sakura itu.

“Tidak (ada kasus kontaminasi), karena ini lotnya berbeda,” ucap Direktur Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Minggu (29/8).

Kendati begitu, Siti yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes itu, belum memberi informasi lebih lanjut mengenai cara pemerintah memastikan tidak ada kasus kontaminasi pada vaksin Moderna yang ada di Indonesia.

Sementara di Indonesia, distribusi dan pemberian vaksin Moderna telah dilakukan ke masyarakat di berbagai daerah. Vaksin Moderna digunakan sebagai vaksin dosis ketiga alias booster kepada para tenaga kesehatan (nakes). Saat ini ada 8 juta dosis vaksin Moderna di Indonesia yang datang sejak Juli dan memiliki batas kadaluarsa hingga Desember 2021 dan Januari 2022n

Sebelumnya, pemerintah Jepang menduga ada kontaminasi zat asing pada vaksin Moderna yang disuntikkan ke masyarakat. Dugaan ini muncul setelah dua warga negaranya meninggal usai mendapat suntikan vaksin Moderna.

Kendati begitu, belum ada bukti dari dugaan tersebut. Saat ini, pemerintah Jepang masih terus melakukan uji laboratorium dan penyelidikan lebih lanjut dari temuan kematian dan dugaan kontaminasi tersebut.

Bersamaan dengan dugaan kontaminasi itu, pemerintah Jepang menyetop sementara penggunaan 1,63 juta dosis vaksin Moderna yang mereka miliki. Temuan kontaminasi juga sempat terjadi di Prefektur Okinawa, sehingga pemerintah setempat juga menyetop sementara penggunaan vaksin Moderna di daerah mereka.”Kami menangguhkan penggunaan vaksin covid-19 Moderna karena zat asing terlihat di beberapa di antaranya,” ungkap pernyataan resmi pemerintah setempat seperti dilansir dari AFP.

Saat ini sejumlah botol dosis vaksin Moderna yang diduga terkontaminasi telah dikirim ke laboratorium. Targetnya, hasil pengujian akan diumumkan pada pekan depan.

“Saat ini, kami tidak memiliki bukti bahwa kematian ini disebabkan oleh vaksin covid-19 Moderna, dan penting untuk melakukan penyelidikan formal untuk menentukan apakah ada hubungannya,” ungkap manajemen Moderna dan Takeda, distributor perusahaan di Jepang.

Selain Moderna dan Takeda, Rovi, perusahaan farmasi asal Spanyol yang juga mendistribusikan vaksin Moderna di Jepang turut melakukan penyelidikan. Perusahaan menduga bila ada kontaminasi mungkin berasal dari salah satu lini manufakturnya. (cnn)

Sumut Terima 421.000 Dosis Vaksin Sinovac

Vaksinasi: Para penumpang di KNIA sedang menunggu antrean untuk divaksinasi tahap pertama, di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 421.000 dosis atau 107 koli vaksin Sinovac kembali didatangkan ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Terminal Cargo Bandara Kualanamu, Kamis (27/8) sore. Vaksin ini kemudian dibawa ke Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Sumut, dengan mendapatkan pengawalan ketat dari personel Brimob.

Vaksinasi: Para penumpang di KNIA sedang menunggu antrean untuk divaksinasi tahap pertama, di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA), kemarin.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah yang dikonfirmasi membenarkan masuknya ratusan ribu dosis vaksin Covid-19 tersebut. Aris mengaku, setelah diterima, vaksin itu akan selanjutnya didistribusikan ke sejumlah Kabupaten/Kota penerima. “Iya benar kemarin ada kita terima lagi 421.000 dosis vaksin Sinovac Yang pasti vaksin ini akan didistribusikan ke Kabupaten/Kota,” ujarnya singkat, Jumat (27/8).

Sebelumnya, Kabag Ops Sat Brimob Polda Sumut Kompol Heriyono mengatakan, vaksin tersebut tiba di Terminal Cargo Bandara Kualanamu pada pukul 15.00 WIB dengan menggunakan pesawat Garuda GA-182. Setibanya di Bandara, vaksin langsung dibawa menuju Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Sumut dengan pengawalan ketat.

Heriyono menyebutkan, pengawalan tersebut dipimpin oleh Wadansubden Anti Teror Detasemen Gegana Iptu Achmad Fachri. Vaksin Sinovac itu tiba di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan pada pukul 16.10 WIB, diterima oleh Damhuri selaku Pembantu Pengurus Barang Gudang Farmasi.”Nantinya akan dibagi sesuai dengan instruksi pemerintah pusat agar masyarakat mendapatkan vaksinasi sebagai anti bodi pencegahan Covid-19,” kata Heriyono.

Sementara itu, terkait dengan perkembangan Covid-19, Provinsi Sumatera Utara kembali mencatatkan penurunan kasus aktif sebanyak 95 poin. Pada hari sebelumnya, jumlah penderita Covid-19 Sumut yang menjalani perawatan sebanyak 22.274 orang, kini turun menjadi 22.179 orang, Minggu (29/8).

Jumlah tersebut diketahui dari penambahan kasus baru positif Covid-19 yang didapatkan Sumut, berdasarkan data Kemenkes yang disampaikan BNPB. Jumlah kasus baru positif sebanyak 653 orang, sehingga totalnya naik dari 94.509 menjadi 95.162 orang. Kemudian, untuk kasus sembuh, bertambah 712 orang, dari 69.940 menjadi 70.652 orang. Selanjutnya, kasus kematian bertambah 36 orang dari 2.295 menjadi 2.331 orang.

Untuk penambahan 653 kasus baru positif tersebut, Sumut mencatatkan diri menjadi provinsi terbanyak kedua di bawah Jawa Timur dalam menyumbangkan 7.427 kasus baru konfirmasi nasional. Dengan penambahan 712 kasus kesembuhan, Sumut hanya menetapkan diri menjadi daerah terbanyak kesembilan dalam menyumbangkan total 16.468 kasus sembuh di Indonesia. Sedangkan untuk penambahan jumlah 36 kasus kematian, Sumut mencatatkan diri menjadi provinsi terbanyak keempat dalam menyumbangkan 551 kasus kematian dalam sehari di Tanah Air.

Data Penerima Vaksin Berbeda

Sementara itu, seringnya terjadi perbedaan Data Penerima Covid-19 di Kota Medan antara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Medan dengan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), ternyata bukan tanpa alasan. Perbedaan itu pun dinilai wajar. Sebab perhitungan Pemko Medan dengan KPC-PEN dinilai berbeda.

Wali Kota Medan Bobby Nasution, menegaskan, memang terdapat perbedaan antara data penerima vaksin Covid-19 yang dimiliki Pemerintah Kota Medan dengan data yang tercatat di KPC PEN. Tercatat, jumlah masyarakat Kota Medan yang sudah divaksin Covid-19, baik dosis pertama maupun dosis kedua, yakni sebanyak 17,94 persen. Sementara berdasarkan data KPC-PEN, tercatat ada sebanyak 28,73 persen warga Medan yang belah Divaksinasi.

“Data 17,94 persen ini merupakan data yang masuk Pemko Medan, di luar data dari TNI dan Polri. Sedangkan data yang berasal dari KPC-PEN sebanyak 28.73 persen, masyarakat Kota Medan yang sudah menerima vaksinasi baik itu dosis pertama maupun dosis kedua,” ucap Bobby, Sabtu (28/8).

Dikatakan Bobby, jumlah data 28,73 persen dari KPC PEN tersebut adalah data yang digabungkan dengan data vaksinasi TNI/Polri. “Jadi data yang dari KPC PEN sudah 28 persen lebih masyarakat Kota Medan yang sudah divaksin dosis satu dan dosis dua, itu merupakan data dari faskes Pemko Medan maupun yang dimiliki TNI dan Polri,” ujarnya.

Sedangkan untuk mengoptimalkan program vaksinasi di Kota Medan, Bobby mengatakan, pihaknya akan melakukan vaksinasi secara kewilayahan. Vaksinasi akan dilakukan secara serentak di setiap Kelurahan. Tujuannya, agar vaksinasi dapat berjalan lebih efektif. “Kita ingin vaksinasi dilakukan serentak di setiap kelurahan, dan masing-masing kelurahan harus mencari tempat yang tepat untuk menampung masyarakat yang akan divaksin,” katanya.

Selain itu, kata Bobby, pihaknya harus melakukan sinkronisasi data terlebih dahulu agar tidak terjadi perbedaan dengan data yang ada di pusat. Sinkronasi data ini sangat penting dilakukan, sehingga akan diketahui sudah berapa banyak masyarakat Kota Medan yang melakukan vaksinasi. “Data vaksinasi dan masyarakat yang sudah divaksin harus disinkronkan, sehingga diketahui cakupan vaksinasi yang telah dilakukan termasuk target vaksinasi yang harus dicapai setiap harinya,” jelasnya.

Dirincikan Bobby, berdasarkan data yang ada, jumlah vaksinasi yang diterima Dinas Kesehatan Kota Medan, baik Vaksin Sinovac dan maupun Vaksin Moderna adalah sebanyak 742.950 dosis. Sementara itu, jumlah vaksinasi yang sudah didistribusikan ke fasilitas kesehatan, baik Vaksin Sinovac dan Vaksin Moderna adalah sebanyak 742.544.

Calon Penumpang KNIA Divaksin

Sedikitnya 5.000 orang calon penumpang yang berangkat melalui transportasi udara di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) mendapatkan vaksinasi Covid-19 tahap pertama. Vaksinasi tersebut diberikan dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan tepatnya pada 6 Juli-26 Agustus 2021.

Program vaksinasi ini digelar PT Angkasa Pura II (Persero) bersama Komunitas Bandara Internasional Kualanamu dan Pemerintah, bertujuan mendukung penuh program vaksinasi Covid-19 dalam upaya memperkuat sektor Penerbangan melawan Covid-19.

Executive General Manager AP II, Heriyanto Wibowo mengatakan, bahwa vaksinasi adalah game changer dalam upaya memperkuat perlawanan terhadap Covid-19. Adapunlokasi vaksinasi di Atrium Terminal Kedatangan Bandara Internasional Kualanamu. “Pax dapat mendaftar dengan menunjukan bukti tiket dan identitas diri,” ujarnya, Sabtu (28/8).

Dijelaskan Heriyanto, layanan vaksinasi yang dilaksanakan di KNIA beroperasi hampir setiap hari pada pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai, bergantung pada kuota vial vaksinasi per harinya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah dan seluruh Komunitas Bandara khususnya KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) yang memberikan dukungan penuh dalam layanan vaksinasi yang dikhususkan untuk calon penumpang,” pungkasnya. (ris/map/dwi)

Mensos Akan Salurkan Bansos Anak Yatim Piatu, Medan Belum Punya Data

SAMBANGI ANAK YATIM: Menteri Sosial Tri Rismaharini menyambangi kediaman anak yatim piatu akibat orangtuanya meninggal karena Covid-19. Kemensos menyiapkan dana Rp 24 miliar untuk membantu anak-anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal karena Covid-19 dan bukan Covid. Namun, pemerintah Sumut maupun Kota Medan belum memiliki data anak yatim piatu sehingga dikhawtirkan pemberian bansos dari Kemensos bakal terkendala.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah pusat melalui Menteri Sosial Tri Rismaharini tengah menyiapkan skema bantuan bagi anak-anak yatim piatu karena orangtuanya yang meninggal akibat terpapar Covid-19, maupun anak yatim piatu bukan diakibatkan Covid. Sayangnya, Pemerintah Kota (Pemko) Medan, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (P3APM) Kota Medan, belum memiliki data anak yatim piatu tersebut.

SAMBANGI ANAK YATIM: Menteri Sosial Tri Rismaharini menyambangi kediaman anak yatim piatu akibat orangtuanya meninggal karena Covid-19. Kemensos menyiapkan dana Rp 24 miliar untuk membantu anak-anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal karena Covid-19 dan bukan Covid. Namun, pemerintah Sumut maupun Kota Medan belum memiliki data anak yatim piatu sehingga dikhawtirkan pemberian bansos dari Kemensos bakal terkendala.

Kepala Dinas P3AMP Kota Medan, Khairunisa Mozasa, mengaku tidak memiliki data soal jumlah anak yatim piatu di Kota Medan karena orangtuanya meninggal terpapar Covid 19. “Nanti lah kita minta dari pihak Kecamatan soal jumlah anak yatim piatu korban Covid,” ucap Khairunisa, Sabtu (28/8).

Namun, Khairunisa mengaku, pihaknya sudah mendampingi Dinas P3A Provinsi Sumut dalam memberikan bantuan dan melakukan pendampingan serta pemulihan bagi anak yatim piatu di Kecamatan Medan Johor, Jumat (27/8). Saat mendampingi Dinas P3A itu, Khairunisa mengaku hanya ada 8 keluarga yang mendapatkan bantuan.

Apalagi, sebelumnya Dinas P3APM berkerja sama dengan Dinas P3A Provinsi Sumut melakukan pendampingan dan pemulihan terhadap anak-anak, khususnya bagi anak yang orangtuanya meninggal dunia akibat Covid-19. Hal ini disebut merupakan upaya promotif dan preventif psikososial, guna mewujudkan kepentingan terbaik bagi anak tersebut di masa mendatang.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas P3APM Kota Medan ini dibuka oleh Wali Kota Medan, Bobby Nasution diwakili Kadis P3APM Khairunisa Mozasa, Jumat (27/8). Turut hadir Kadis P3A Provinsi Sumut diwakili Kabid Pemenuhan Hak Anak Dra Marhamah, Psikolog Anak sekaligus narasumber Maryono, Plt Kabid Pemenuhan Hak Anak, Torang Halomoan Siregar dan Forum Anak Kota Medan.

Selain melakukan pendampingan dan pemulihan, pertemuan ini juga diisi dengan pemberian sembako dan tali kasih kepada anak-anak yang orang tuanya meninggal dunia khususnya yang ada di Kecamatan Medan Johor. Sembako dan tali asih ini diserahkan secara simbolis oleh Kadis P3APM Kota Medan bersama Kabid P3A Provinsi Sumut.

Dikatakan Khairunisa Mozasa, dalam kondisi Pandemi Covid-19 anak merupakan salah satu kelompok rentan terdampak. Selain menghadapi masalah pendidikan, kesehatan, pangan anak- anak juga mengalami dampak psikis dan fisik, terutama terhadap anak yang mengalami kehilangan pengasuhan yang layak oleh orangtua atau pengasuh utamanya.

“Dengan melibatkan Psikolog dan Forum Anak Kota Medan, Dinas P3APM Kota Medan bersama Dinas P3A Provinsi Sumut melakukan pendampingan dan pemulihan terhadap anak-anak yang orangtuanya meninggal dunia akibat Covid-19. Pendampingan ini diharapkan nantinya akan berdampak pada pertumbuhan, perkembangan dan peningkatan partisipasi anak di masa depan,” kata Kadis P3APM Kota Medan.

Khairunnisa Mozasa juga berpesan kepada seluruh anak-anak yang ditinggal orangtuanya akibat Covid-19 agar tetap semangat dan kuat dalam menghadapi musibah ini. Ke depannya, kata Khairunisa, Dinas P3APM akan terus melakukan pendampingan terhadap anak-anak dengan program yang ada.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Medan H Ihwan Ritonga SE menaruh perhatian terhadap nasib anak yatim piatu. Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan Ihwan Ritonga itu mendorong Pemko Medan agar nasib anak yatim piatu korban Covid 19 diperhatikan.

Ihwan Ritonga kembali meminta Pemko Medan agar memberikan perhatian khusus kepada para anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal dunia akibat pandemi Covid-19.”Kita dorong Wali Kota Medan Bobby Nasution supaya segera mendata korban Covid-19 hingga memperhatikan masa depan mereka,” pinta Ihwan.

Ditegaskan Ihwan, OPD terkait dan para Kepala Lingkungan juga harus mengupdate pendataan korban Covid 19 di lingkungannya masing-masing. Apalagi, sesuai UUD 1945, fakir miskin dan anak-anak terlantar harus diperlihara oleh negara. “Jangan sampai anak yatim piatu korban Covid 19 menjadi terlantar. Pemerintah harus hadir dan mengambil peran serta tanggungjawab,” pungkasnya.

Siapkan Rp24 Miliar

Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan dana Rp 24 miliar untuk membantu anak-anak yang orangtuanya meninggal karena Covid-19. Hal tersebut disampaikan Risma melalui keterangannya, Minggu (29/8). “Kami dapatkan banyak aduan tentang anak yatim, piatu dan yatim piatu karena orangtuanya meninggal akibat Covid-19. Kita masih coba 

Risma menegaskan, negara akan terus hadir untuk anak-anak yatim piatu baik yang terdampak Covid-19 maupun tidak. Ia mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan pendataan dan memberikannya pada pihak Kemensos. “Kami berharap akhir bulan ini data sudah terkumpul. Data yang sudah ada bisa langsung kita beri bantuan,” katanya.

Adapun Kemensos tidak hanya akan memberikan dukungan pada anak yatim piatu dalam keluarga. Bantuan juga diberikan pada mereka yang diasuh dalam Balai Rehabilitasi Sosial maupun Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Selain itu, Kemensos juga menyiapkan balai-balai rehabilitasi sosial agar bisa menampung anak-anak yatim, piatu dan yatim piatu yang tidak mendapatkan pengasuhan.

Rencananya, Kemensos akan memberikan bantuan sosial untuk anak yatim, piatu, yatim piatu, akibat Covid-19 maupun bukan diakibatkan Covid-19. Total penerima bansos anak yatim piatu di bawah usia 18 tahun yang sudah terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebanyak 4.230.622.

Setiap anak akan diberikan bantuan tunai sebesar Rp200 ribu untuk anak yang sekolah dan Rp300 ribu untuk anak yang belum sekolah. Bantuan akan disalurkan setiap bulan hingga Desember 2021.

Sementara untuk tahun 2022, Kemensos masih mengusulkan anggaran ke Kementerian Keuangan. Besaran anggaran yang diusulkan Rp11 triliun. Namun Kemensos sendiri belum memutuskan bagaimana mekanisme pemberian bansos pada anak yatim piatu tersebut.

Bantuan Masjid Rp20 Juta, Musala Rp10 Juta

Sementara itu, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag), akan menyalurkan bantuan operasional masjid dan musala di daerah terdampak Covid-19 Tahun Anggaran 2021. Total bantuan yang akan disalurkan mencapai Rp6,9 miliar.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag, Mohamad Agus Salim mengungkapkan, bantuan tersebut terdiri dari Rp6,2 miliar untuk masjid, dan Rp700 juta untuk musala. Besaran bantuan operasional yang akan diberikan sebesar Rp20 juta untuk tiap masjid, dan Rp10 juta setiap musala.

Adapun, bantuan operasional ini dapat dipergunakan takmir dan pengurus masjid/musala dalam memenuhi keperluan penerapan protokol kesehatan (prokes) dan percepatan penanganan Covid-19.

“Misalnya, untuk penyediaan prokes 5M, seperti penyediaan sanitasi cuci tangan, masker, handsanitizer, disinfektan, dan alat pengukur suhu tubuh, serta sarana pencegahan Covid-19 yang lainnya. Termasuk untuk kebutuhan pembayaran listrik, air, dan kebutuhan pembinaan keumatan yang dilakukan secara daring,” ungkap Agus, Minggu (29/8).

Agus juga menjelaskan, bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan dan kehadiran pemerintah kepada takmir dan pengurus masjid serta musala, dalam penanganan Covid-19. Bantuan operasional yang disalurkan ini, diharapkan dapat menjadi stimulan bagi takmir masjid dan musala untuk melayani umat secara optimal di masa pandemi ini.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Kemasjidan Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Abdul Syukur menjelaskan, ada beberapa persyaratan dan prosedur permohonan bantuan yang harus dipenuhi oleh takmir dan pengurus masjid/musala.

“Satu persyaratannya, yakni masjid/musala harus terdaftar pada Sistem Informasi Masjid (Simas) Kemenag, memiliki rekening bank atas nama masjid/musala, dan terdampak atau berada pada daerah yang terpapar Covid-19,” tuturnya.

Lalu, perlu dilampirkan juga dokumen permohonan bantuan yang ditujukan kepada Menteri Agama melalui Dirjen Bimas Islam/Direktur Urais Binsyar. Dokumen tersebut selanjutnya diunggah pemohon ke laman https://simas.kemenag.go.id/page/permohonanbantuan. Permohonan bantuan ini, lanjut Syukur, paling lambat diajukan secara online pada 12 September 2021.

“Seluruh sistem dan mekanisme pengajuannya akan dilakukan secara online, sebagai upaya transformasi digital terkait pengelolaan bantuan di Bimas Islam,” pungkasnya. (map/jpc)

Diduga Terjadi Kerusakan Mesin, Pesawat Batik Air Mendarat Darurat di KNIA

per Sabtu (26/8), giliran Chennai – Kualanamu yang disentuh Batik Air. Rute tersebut akan transit di Kuala Lumpur, Malaysia. Dan penumpang akan melanjutkan perjalanan ke India dengan nomor penerbangan yang sama.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pesawat Batik Air tujuan Aceh-Jakarta mendarat darurat di Bandara Kualanamu (KNIA), Kabupaten Deliserdang, Minggu (29/8). Hal itu terjadi karena diduga mesin pesawat mengalami kerusakan. Dalam pesawat tersebut, dikabarkan turut ditumpangi Kepala BNPB Pusat Letjen TNI Ganip Warsito beserta rombongan, termasuk Bupati Aceh Barat Haji Ramli MS.

Ilustrasi.

Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pesawat berseri Airbus A330 itu membawa penumpang berjumlah 271 orang, dengan jadwal keberangkatan dari Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda pukul 10.45 WIB (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07) dan diperkirakan tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada 12.50 WIB.

Namun, Batik Air dengan nomor registrasi PK-LEL mendarat di Bandara Kualanamu pada pukul 11.45 WIB. Seluruh penumpang selamat dan diarahkan menuju ruang tunggu untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Menurutnya, pesawat Batik Air melakukan pengalihan pendaratan di Bandara Kualanamu disebabkan ada indikator pada kokpit yang menunjukkan komponen salah satu mesin pesawat, sehingga perlu dilakukan pengecekan atau pemeriksaan. Hasil pengecekan pada pesawat, bahwa dinyatakan layak terbang dan beroperasi (airworthiness for flight).

Danang mengaku, hal tersebut telah dijalankan dan dioperasikan menurut standar operasional prosedur (SOP). “Batik Air senantiasa patuh menjalankan operasional dan layanan penerbangan berdasarkan ketentuan atau peraturan yang berlaku dengan tetap memperhatikan faktor-faktor yang memenuhi aspek keselamatan keamanan serta sebagaimana pedoman protokol kesehatan (Prokes),” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui kembali, apakah pesawat tersebut sudah kembali dapat terbang secara normal menuju Jakarta.

Pesawat Batik Air nomor penerbangan ID-6897 yang terbang dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh, menuju Jakarta via Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, harus mendarat darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumut, Minggu (29/8).  Batik Air penerbangan ID-6897 dioperasikan menggunakan Airbus 330-300 registrasi PK-LEL, itu membawa 271 tamu serta dua awak kokpit dan sembilan awak kabin.  (dwi)

Gubsu Edy Garansi Deli Sport City Rampung Sebelum PON 2024

MASTERPLAN: Masterplan Stadion Utama Sport Centre Sumut. Stadion Utama ini nantinya berkapasitas 75 ribu penonton.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera (Gunsu) Utara, Edy Rahmayadi, memberi kabar positif tentang perkembangan pembangunan Deli Sport City atau dulu bernama Sport Centre Sumut. Gubsu optimis, sebelum Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 digelar, sarana, prasarana, serta fasilitas pendukung lainnya bakal rampung pada lokasi yang berada di Desa Sena, Kabupaten Deliserdang tersebut.

MASTERPLAN: Masterplan Stadion Utama Sport Centre Sumut. Stadion Utama ini nantinya berkapasitas 75 ribu penonton.

“Oh berjalan, berjalan. Ini administrasi karena yang membangun ini dari luar. Tahun 2024 itu sudah harus dipakai untuk PON,” katanya menjawab wartawan, belum lama ini.

Diungkapkan Gubsu, Deli Sport City akan dikerjakan oleh investor atau perusahaan yang berasal dari luar Indonesia. Namun, situasi pandemi Covid-19 turut berimbas terhadap progres pembangunan sejumlah fasilitas olahraga bertaraf internasional, yang nantinya akan menjadi venue pertandingan beberapa cabang olahraga di PON 2024. “Tapi saat ini kita dalam kondisi Covid-19 seperti ini,” tuturnya.

Mantan Pangkostrad berkeyakinan, jika pandemi Covid-19 di Sumut sudah melandai, maka pengerjaan konstruksi pembangunan pusat olahraga terpadu tersebut akan langsung dilakukan.

Sebab, lanjut Gubsu, tak ada alasan pembangunan sejumlah fasilitas olahraga di kawasan Deli Sport City tidak selesai tepat pada waktunya. Apalagi Sumut bersama Aceh, telah ditunjuk sebagai tuan rumah even olahraga tingkat nasional yang pelaksanaannya berlangsung setiap empat tahun sekali tersebut.

“Harus kita lihat. Kalau kondisi Covid-19 ini mereda, berjalan itu semua,” ucapnya.

Mantan Ketua Umum PSSI ini beberapa waktu lalu juga mengungkapkan, venue yang pertama kali rampung selesai lebih dulu di Deli Sport City ini yakni Stadion Utama berkapasitas 75 ribu kursi tanpa lintasan atletik tersebut. “Khusus untuk Stadion (Utama) itu diperkirakan Februari 2023 selesai. Untuk ini aja anggarannya Rp1,8 triliun. Kemudian rumah sakit (salah satu fasilitas) anggarannya 1,8 triliun juga,” kata Edy.

Nantinya Rumah Sakit Haji Mina Internasional ini memiliki 5 ribu kamar, yang pembangunannya dimulai Maret 2021. Selain itu (Deli Sport City) juga ada Stadion akuatik, stadion atletik dan venue lainnya,” papar Edy.  

Edy menargetkan pembangunan kawasan sport center ini bisa rampung total pada akhir 2023. Setidaknya sport center ini akan dibangun 36 venue olahraga dengan total anggaran minimal mencapai Rp8,6 triliun, yang diharapkan berasal dari APBD, APBN, dan investor.”Ada Rp8,6 triliun seluruhnya, minimal itu belum lagi yang lain. khusus Stadion saja Rp1,8 triliun. Rumah sakit Rp1,8 triliun,” ujar Edy Rahmayadi.

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut, Hasmirizal Lubis sebelumnya mengatakan, bahwa Deli Sport City dibangun tidak menggunakan dana APBD, melainkan melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Hasmirizal mengungkapkan, bahwa calon investor yang terlihat serius membangun mega proyek di Sumut itu, merupakan perusahaan asal Cina.

“Perusahaannya apa saya tidak ingat, cuma nanti ada beberapa perusahaan di mana dilakukan secara konsorsium. Sejauh ini ya baru dari Cina, tetapi masih kita lakukan penjajakan lebih komprehensif,” terangnya.

Diketahui, kawasan Sport Centre Sumur pertama kali dikenal publik usai Gubsu Edy Rahmayadi resmi melakukan groundbreaking pada 14 Agustus 2020.

Kini kawasan tersebut bernama Deli Sport City. Rencananya selain fasilitas olahraga, akan turut dibangun fasilitas kesehatan, bisnis, sarana pameran, hiburan dan wisata.

Menurut Hasmirizal, perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumut 2019-2023, juga tidak menghambat realisasi pembangunan kawasan olahraga terpadu di atas lahan seluas 300 hektare tersebut.

“Jadi proyek ini merupakan investasi murni yang memanfaatkan dana investor. Sehingga tidak (terkontraksi) pandemi apalagi tidak memakai dana APBN dan APBD. Harapannya tentu dengan sudah ada investor yang serius mengerjakannya, Deli Sport City bisa segera dibangun di mana salah satu kebutuhannya untuk pelaksanaan PON mendatang,” pungkasnya.

Sebagaimana yang sudah direncanakan, dari lahan seluas 300 hektare itu, 200 hektare di antaranya dimanfaatkan untuk kawasan Sport Center sepenuhnya. Sedangkan, sisanya 100 hektare akan dibangun sebagai pusat bisnis,  dan fasilitas umum speerti rumah sakit bertaraf internasional, taman botani, taman rekreasi, sekolah, pendidikan keolahragaan, dan lain sebagainya. Kawasan Sport Center akan dibangun Stadion Utama yang berkapasitas 75.000 penonton dan venue-venue dari berbagai cabang olahraga lainnya. (prn/bbs)

Tingkatkan Kewaspadaan Dalam Dunia Digital

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Seiring perkembangan internet, maka kejahatan juga melanda dunia digital. Mulai dari penipuan hingga hoax kerap terjadi di dunia digital. Untuk itu, pengguna diharapkan meningkatkan kewaspadaan.

DIGITAL: Gubsu Edy Rahmayadi dan narasumber pada Webinar Literasi Digital di Kabupaten Dairi, 4 Agustus 2011. (IST)

Seperti yang dipaparkan dalam Webinar Literasi Digital untuk Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, 4 Agustus 2021. Dalam webinar itu, Founder dan COO Bicara Project, Joddy Caprinata mengingatkan tentang penipuan di investasi digital.

“Aman invetasi di era digital adalah, dengan cara cek kredibilitas aplikasi invetasi, utamakan keamanan jaringan dan perangkat, aktifkan kata sandi yang kuat, serta naikan kewaspadaan terhadap investasi bodong,” ujar Joddy pada sesi Kecakapan Digital dengan tema Tips Aman Berinvestasi Online di Era Digital.

Sedangkan dalam sesi keamanan digital, Konselor Parenting dan Pegiat Literasi Digital U Laila Sa’adah SPdI MPd menambil tema Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital (Berkarya tanpa Menjiplak). Dia menjelaskan soal pemalsuam profil yang kerap terjadi di media sosial.

“Hal yang harus diperhatikan untuk menjaga keamanan digital, meliputi jaga pengaturan privasi akun, batasi apa saja yang dapat dipelajari orang tentang diri di internet. Kemudian tidak klik link yang mencurigakan, serta logout akun setiap sesi,” ungkapnya.

Dia juga mejelaskan soal Menjiplak atau plagiarisme. Kerap terjadi di dunia digital tentang penggunakan menggunakan gambar tanpa memberikan keterangan sumber. Kemudian menggunakan status orang lain tanpa mencantumkan nama pembuat status, serta mengambil sebagian atau seluruh konten tanpa menyebut sumber.

“Dampak menjiplak di ranah digital, meliputi kredibilitas akun menurun. Menurunkan performa di mesin pencarian, merugikan konten kreator, unggahan dihapus. Perbuatan ini dianggap tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain,” tegasnya.

Pada sesi Budaya Digital, Dosen PGSD Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Lita Sentiana Hutapea MPd mengambil tema Penggunaan Bahasa Yang Baik dan Benar di Dunia Digital. Dia mengingatkan soal penggunaan bahasa di media sosial harus baik dan benar.

“Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar adalah dengan memperhatikan konteks dan kaidah-kaidahnya. Sebab, media sosial saat ini sangat rentan terhadap terjadinya multitafsir, karena itu perlu kecermatan memilih dan menuliskan kata dengan tepat di dunia digital,” sebutnya.

Sementara Eva Pratiwi Pane MPd (Dosen Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP, UHKBPNP) pada sesi Etika Digital mengambil tema Sudah Tahukah Kami Dampak Penyebaran Hoaks? Dia mengangkat soal bahaya penyebaran hoaks di media sosial.

“Ciri-ciri berita hoaks, meliputi berita mengakibatkan kecemasan, permusuhan dan kebencian, sumber berita tidak jelas, isi pemberitaan tidak berimbang dan cenderung menyudutkan pihak tertentu. Seringkali bermuatan fanatisme atas nama ideology, judul dan pengantarnya provokatif, serta minta agar dibagikan atau diviralkan,” paparnya.

Dijelaskan, berita hoaks merupakan opini dari seseorang, bukan fakta, terkesan menakut-nakuti atau menyesatkan penerima berita. Kemudian meneror seseorang atau sekelompok orang agar merasa takut, provokatif dan cenderung mengadu domba, dan menghujat seseorang atau golongan.

“Cara menghadapi hoaks, antara lain kenali judulnya yang cenderung provokatif, menggunakan kalimat persuasif yang memaksa, cek alamat situs atau sumber berita, bedakan fakta dan opini, serta mengikuti komunitas yang kredibel,” tegasnya.

Webinar ini menghadirkan Gubernur Sumatera Utara H Edy Rahmayadi sebagai keynote speaker. Kemudian Rani Apriliani AMD Gz (Nutritionist dan Influencer dengan Followers 10,3 Ribu) sebagai Key opinion leader.

Webinar Indonesia Makin Cakap Digital ini dilaksanakan di 77 kabupaten/kota Wilayah Sumatera, mulai Aceh hingga Lampung. Tujuannya untuk meningkatkan infrastruktur digital, juga melakukan program pengembangan sumber daya manusia talenta digital.

Kemkominfo melalui Direktorat Pemberdayaan Informatika, Ditjen Aptika memiliki target hingga tahun 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital dengan secara spesifik untuk tahun 2021.
Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi dibidang digital.

Hal ini menjadi sangat penting untuk dilakukan mengingat penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Internet saat ini sudah semakin masif dan pentingnya peningkatan kemampuan dan pemahaman masyarakat dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan internet yang benar melalui implementasi program literasi digital di daerah. (rel/dek)

DPD AMPI Sumut Jenguk Korban Penembakan Perampok Toko Emas Simpang Limun

MEDAN, SUMUTPOA.CO – Rombongan DPD AMPI Sumut menjenguk korban penembakan perampok toko emas di RS Bhayangkara Medan, Minggu (29/8).

Julius Simanungkalit jadi korban penembakan perampok toko emas di Pasar Simpang Limun kemarin.

Perampok melepaskan tembakan setelah Julius mencoba menghadang lari para pelaku. Alhasil, satu peluru bersarang di bawah telinga kirinya.

Dalam kunjungannya, Ketua DPD AMPI Sumut, David Luther Lubis memberikan dukungan moril kepada Julius yang juga anggota Pokkar AMPI Simpang Limun.

“Tetap semangat dan semoga lekas sembuh. Kita juga berharap agar perampokan itu segera bisa diungkap pihal yang berwajib,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua DPD AMPI Sumuy, M Rizky Nugraha. Dia berharap Julius bisa lekas sembuh agar bisa beraktifitas lagi seperti sedia kala.

“Semoga cepat sembuh dan bisa beraktifitas lagi. Kunjungan DPD AMPI Sumut adalah bentuk dukungan moril kepada Julius biar tetap semangat,” katanya.

Dia juga mengapresiasi keberanian Julius ketika mencoba mengejar para perampok bersenjata itu.

Selain Ketua DPD AMPI Sumut, David Luther Lubis tampak juga hadir dalam kunjungan itu para pengurus teras DPD AMPI Sumut.(rel)