25 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 3207

Manfaatkan Medsos Sebagai Media Bisnis Kreatif Saat Pandemi

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO—Masyarakat diajak manfaatkan media sosial (medsos) menjadi sarana berkomunikasi untuk pengenalan budaya dan wawasan yang efektif memangkas jarak dan waktu, dengan prinsip menjaga norma dan etika digital.

WEBINAR: Webinar Literasi Digital yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara pada 30 Juli 2021. (ist)

“Manfaatkan juga medsos sebagai media bisnis kreatif di tengah pandemi Covid-19 ini. Manfaatkan medsos menjadi sarana dan media dalam berdakwah, belajar, dan berbagai pengetahuan dan pengalaman yang positif, serta sebagai sarana untuk berkolaborasi menghasilkan karya positif,” kata Welmar Olfan Basten Barat, saat menjadi pemateri dalam Webinar Literasi Digital yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara pada 30 Juli 2021.

Ketua Program Studi Manajemen Pengelolaan Sumberdaya Perairan pada UKN HBPNP ini, berbicara di sesi Etika Digital dengan mengangkat tema “Bebas Namun Terbatas: Berekspresi di Media Sosial”.

Pernyataan Welmar ini dipertegas Muhammad Ridwan Arif, Praktisi Digital Parenting dan RTIK Indonesia, pada sesi Kecakapan Digital bertajuk “Digital Skill and Online Learning”. Dijelaskannya digital skill merupakan kemampuan individu dalam memahami, mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak teknologi informasi dan komunikasi.

“Aplikasi pembelajaran daring meliputi zoom, google meet, Whatsapp, dan microsoft teams,” sebutnya.

Ia berikan tips pembelajaran online antara lain, siapkan ruangan khusus, buatlah kesepakatan bersama dan konsisten, buat perencanaan belajar, pilih media dan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan, siapkan media pendukung dan alternatif media lainnya, bekali diri dengan wawasan cakap, etis, aman dan budaya bermedia digital, serta luangkan waktu untuk beraktivitas fisik dan berinteraksi sosial.

I Gede Putu Krisna Juliharta, Wakil Kerja III STMIK Primakara dan Ketua RTIK Bali, di sesi Keamanan Digital, menimpali cara menjaga keamanan di berbagai aplikasi di medsos, antara lain gunakan password atau sandi yang kuat, gunakan secara berbeda di setiap akun platform digital yang dimiliki, dan perbarui secara berkala.

“Pahami dan pastikan pengaturan privasi di setiap akun platform digital yang dimiliki sesuai dengan tingkat keamanan yang dibutuhkan. Hati-hati mengunggah data pribadi di platform digital karena keamanan data pribadi tidak selalu terjamin. Serta hindari untuk membagikan data pribadi kita, seperti tempat tinggal lahir, nama ibu kandung, dan password berbagai akun platform digital,” katanya melalui materi bertajuk “Yuk Pahami Fitur Keamanan di Berbagai Aplikasi Media Sosial”.

Sementara di sesi Budaya Digital, Basar Lolo Siahaan, seorang akademisi memberikan materi bertajuk “Literasi Bagi Tenaga Pendidik di Era Digital”.

Ia membahas peran litersi digital dalam dunia pendidikan antara lain, mengedukasi warga sekolah, terutama siswa dalam memanfaatkan perangkat digital dan alat-alat komunikasi. Menemukan, mengevaluasi, menggunakan, mengelola, dan membuat informasi secara bijak dan kreatif.

“Dapat menggunakan media digital secara bijak, kreatif, dan bertanggungjawab, mengetahui aspek-aspek dan konsekuensi yang berlaku. Serta mempermudah dan meningkatkan literasi yang lebih interaktif antara peserta didik dan anak didik,” katanya.

Disebutnya, faktor yang memengaruhi perkembangan literasi digital mencakup usia, gender, tingkat pendidikan, domisili, pengaruh hoax, dan penggunaan internet yang intensif. Tantangan dunia digital antara lain perubahan karakter pada peserta didik, pola tingkah laku dan perilaku sosial, serta eksistensi budaya.

“Serta membawa manusia ke masa depan yang lebih baik. Kemajuan teknologi tidak akan menghilangkan peran guru, peran guru sangat dibutuhkan untuk suatu pembelajaran yang berhasil guna bagi anak didik,” pungkasnya.

Webinar diakhiri Fiorencia Grecella, seorang Beauty Influencer yang menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat masing-masing narasumber.

Sebagai keynote speaker, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sebelumnya memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing-masing oleh putra putri daerah melalui digital platform.

Diketahui, program ini bertujuan mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan literasi digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 kota/kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI/Polri, orangtua, pelajar, penggiat usaha, pendakwah dan sebagainya.

Empat kerangka digital yang diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture di mana masing-masing kerangka mempunyai beragam tema. (rel/dek)

BKM Agung Medan Kembali Salurkan Bansos ke Anak Yatim dan Piatu

MEDAN, SUMUTPOS.CO—Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Agung Medan kembali menyalurkan bantuan sosial kepada 200-an anak yatim dan piatu usai Salat Ashar di masjid ikonik tersebut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Sabtu (21/8/2021).

BANSOS: Pengurus Badan Kesejahteraan Masjid Agung Medan kembali menyalurkan bantuan sosial dan santunan kepada 200-an anak yatim dan piatu, usai Salat Ashar di masjid ikonik tersebut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Sabtu (21/8/2021). (IST)

Dalam kegiatan itu, sekaligus dilakukan munajat bersama agar virus Corona segera diangkat Allah SWT dari bumi pertiwi, terkhusus di Provinsi Sumatera Utara.

Adapun secara simbolis, bansos diserahkan Ketua Umum BKM Agung Medan, Impun Siregar didampingi para fungsionaris dan pengurus BKM lainnya secara tertib dengan protokol kesehatan yang ketat.

Ketua Bidang Kemakmuran BKM Agung Medan, H Yuslin Siregar menambah bantuan berupa santunan uang, nasi kotak, makanan ringan dan es krim kepada anak yatim, sekaligus rasa syukur kehadirat Allah SWT karena diberi kesembuhan dari Covid-19 bersama Imam Besar Masjid Agung, Ustadz Al Hafiz Irham Taufik, dan seorang pegawai Masjid Hidayat.

Secara bergantian pengurus BKM menyerahkan santunan di antaranya H Indra Utama, H Donald Sidabalok, H Abdullah Matondang, H Sofian Yahya, H Mahmuzar Dharma Nasution (Totok), H Muazad Zein, H Zulrizal, Handoyo, dan Zulkifli Harahap.

Menurut Impun Siregar, bansos ini sebagai bentuk kepedulian BKM Agung Medan terhadap umat yang terdampak pandemi Covid-19 dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV di Kota Medan.

Adapun kegiatan serupa, sebelumnya dilakukan BKM Agung Medan pada Kamis (19/8/2021) sore. Yakni terhadap para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pedagang keliling dan warga kurang mampu di sekitaran masjid itu. Turut hadir Sekretaris Umum BKM Agung Medan, H Hendra DS yang juga Anggota DPRD Medan.

Bansos tersebut berupa beras 10 kg, minyak goreng 1 kg dan telur 30 butir dengan total paket berjumlah 1.000 paket, yang dilakukan dalam tiga gelombang.

Bantuan ini, kata Impun, bersumber dari para pengurus BKM Agung Medan. Mengingat bahwa masyarakat Kota Medan saat ini dalam kehidupan yang sulit, dampak terpaan pandemi Covid-19 dan kebijakan PPKM yang terus diperpanjang oleh pemerintah.

“Kami menyadari bantuan ini mungkin tidak seberapa buat bapak dan ibu namun setidaknya inilah bentuk solidaritas kita sebagai umat beragama dan rasa kemanusiaan yang sama-sama dalam keadaan kesulitan hidup karena wabah Covid-19,” tuturnya.

Pihaknya meminta masyarakat Kota Medan untuk mentaati aturan pemerintah dalam hal protokol kesehatan, guna memutus rantai penularan virus Corona.

“Sebagai umat beragama, kita mesti berikhtiar menjaga diri kita supaya terhindar dari virus Covid-19 yang masih mewabah di tengah-tengah kita sampai sekarang. Caranya tentu disiplin penerapan prokes dalam aktivitas kita sehari-hari. Kita juga harus senantiasa berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, supaya segera diangkat virus ini dan kita bisa kembali hidup normal,” pungkasnya. (rel/prn)

Soal Kader Perusak dan Terlibat KLB, Yudha Yohansyah Minta Pembuktian Plt Ketua Demokrat Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Sekretaris Partai Demokrat Sumut Yudha Yohansyah meminta dengan tegas pembuktian terkait komentar Plt Ketua Demokrat Sumut seputar sejumlah kader yang menjadi perusak Partai Demokrat dan terlibat KLB Sibolangit.

Ilustrasi

Dirinya menjelaskan jika banyaknya kader partai berpotensial yang tidak dilibatkan dalam berbagai event penting partai.

“Ini dapat melemahkan partai, baik di masa sekarang maupun mendatang, Herri Zulkarnain jelas telah gagal dalam membangun soliditas di antara pengurus dan kader sampai ke tingkat DPC,” katanya, Minggu (22/8).

Yudha bahkan malah menilai Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut sengaja membonsai Partai Demokrat di Sumut. Padahal tantangan partai ke depan sangatlah besar dan berat.

“Intinya saya dan kawan-kawan lainnya ingin Demokrat Sumut ini lebih solid ke depannya,” tegasnya.

Dikatakan Yudha, jika sebelumnya Plt Ketua DPD Partai Demokrat Herri Zulkarnain memberikan statment jika sejumlah kader yang tidak suka pada dirinya adalah perusak Partai Demokrat, dan terlibat KLB Moeldoko di Deliserdang.

“Ya, dia menyebut ada orang-orang yang merusak partai yang sekarang dalam monitor oleh DPP. Tentunya itu harus dibuktikan,” kata Yudha. (rel/dek)

Hadirkan Program TYES Chapter 2, Telkomsel Siap Cetak Para Digipreneur Muda di Sumatera

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel Kembali hadirkan program TYES Chapter 2 yang khusus digelar untuk para pelajar dan mahasiswa di Sumatera. Dalam pembukaan program Telkomsel Youth Entrepreneur Squad Chapter 2 ini, Telkomsel menggelar inspiring webinar dengan menghadirkan Merry Riana yang merupakan sosok entrepreneur, investor dan content creator di Indonesia. Secara khusus Telkomsel ingin membekali para pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam program TYES tersebut dengan berbagai skill yang mendukung kesuksesan wirausaha di era digital seperti saat ini.

Telkomsel area Sumatera resmi membuka program TYes Chapter 2 (21/8). Sebagai pembuka gelaran TYES Chapter 2 di wilayah Sumatera, Telkomsel menggandeng sosok Merry Riana yang hadir memberikan motivasi dan edukasi melalui tema I’m Possible to be Young Digipreneur. Melalui program TYES, Telkomsel berkomitmen untuk selalu hadir dalam membuka semua peluang untuk membantu kemajuan pendidikan dan ekonomi digital di wilayah Sumatera.

Executive Vice President West Area Sales Telkomsel Gilang Prasetya mengatakan “Melalui program TYES, Telkomsel berkomitmen untuk selalu hadir dalam membuka semua peluang untuk membantu kemajuan pendidikan dan ekonomi digital di wilayah Sumatera. Di era digital seperti saat ini, para pelajar dan mahasiswa dituntut untuk agile dan inovatif dalam melihat semua peluang usaha. Kita ingin mengajak mereka untuk bersama-sama membuka peluang dan menjadi seorang Digipreneur dalam menciptakan usaha dan memulai bisnisnya sendiri.”

Dalam Program TYES ini, nantinya para pelajar akan dibekali dengan berbagai skill wirausaha melalui serangkaian training dan kelas yang diisi oleh para pembicaraa inspiratif. Dalam menambah keseruan dan tingkat kompetitif para peserta, Telkomsel juga memberikan beragam online challenge untuk mengasah kemampuan entrepreneur mereka. Sebagai pembuka gelaran TYES Chapter 2 di wilayah Sumatera, Telkomsel menggandeng sosok Merry Riana yang hadir memberikan motivasi dan edukasi melalui tema I’m Possible to be Young Digipreneur.

Selain itu, Telkomsel juga akan memberikan hadiah puluhan juta rupiah kepada para pelajar dan mahasiswa yang berhasil memperoleh peringkat tertinggi di program TYES Season 2 ini. Saat ini, TYES telah menjadi bagian dari program CSR edukasi Telkomsel yang dilaksanakan di wilayah operasional Sumatera.

“Melalui program TYES, kami ingin mencetak para entrepreneur muda yang kreatif dan berbakat. Penggunaan platform digital seperti aplikasi dan media sosial merupakan hal yang tak lagi asing di kalangan anak muda, oleh karena itu Telkomsel ingin memberikan pelatihan dalam memanfaatkan berbagai platform tersebut menjadi sesuatu yang menghasilkan dan memiliki nilai tambah. Melalui kegiatan ini Telkomsel turut membuka peluang untuk tumbuh bagi para mahasiswa dan pelajar agar terus mengembangkan kemampuan diri di bidang entrepreneur dan menjadi bagian dari masyarakat ekonomi digital yang aktif dan kreatif.” Ungkap Gilang

Soal Pemberian Remisi Koruptor, Pengamat: Sah-sah Saja karena Kemenkumham Berbasis UU

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pengamat Komunikasi Politik Emrus Sihombing menegaskan, sah-sah saja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) mengeluarkan remisi terhadap para koruptor. Sebab, pendekatan secara normatif, remisi bagi narapidana tersebut pasti telah dikaji dengan berbagai hal dan regulasi yang ada.

“Remisi bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang dikeluarkan Kemenkumham berbasis pada undang-undang (UU). Ini kan sudah diatur dalam peraturan, jadi sah-sah saja,” ujar Emrus Sihombing kepada wartawan, Sabtu (21/8/2021).

Kendati demikian, menurut dia, apabila remisi khususnya bagi narapidana tindak pidana korupsi (Tipikor) dikaji dari perspektif kritis, maka para narapidana Tipikor tidak layak menerima remisi. Sebab perilaku koruptif tersebut merupakan penyakit sosial.

“Ini kenapa? Agar ada efek jera. Agar masyarakat lain agar tidak melakukan atau berpikir berkali-kali untuk melakukan Tipikor. Di semua lini sudah banyak perilaku koruptif. Ini penyakit sosial (Patologi sosial) jadi harus diberikan sanksi keras,” ujar Dosen Universitas Pelita Harapan (UPH) ini.

Ia melihat, Kemenkumham melakukan pendekatan normatif atau obyektif berdasarkan UU pada remisi yang diberikan kepada paKara koruptor. Sebab, pemberian remisi bagi WBP tidak bisa merujuk pada dua pendekatan sekaligus. Karena pendekatan normatif dan pendekatan kritis saling berseberangan. “Pendekatan kritis di sini juga harus merujuk pada landasan hukum yang ada. Bila tidak, Menteri Hukum dan HAM bisa saja memberikan remisi bagi terpidana korupsi atau pidana lainnya,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Pengamat Hukum Masthuro. Ia  mengatakan remisi bagi narapidana teroris dan koruptor diberikan dengan mempertimbangkan rasa keadilan di mata hukum. Sebab, menurut dia, dalam undang-undang dasar (UUD) 1945 disebutkan semua warga negara memiliki kedudukan sama di mata hukum.

“Pemerintah tentu memiliki pertimbangan lain (tidak membedakan hak warga negara), seperti asas keadilan di mata hukum untuk mengeluarkan remisi bagi narapidana koruptor dan terorisme,” ujar Masthuro.

Ia menyebut, remisi diberikan kepada narapidana dengan pertimbangan yang matang dan sesuai dengan ketentuan UU seperti memiliki perilaku yang baik dan menyesali perbuatannya.
Remisi, menurut dia, diberikan pemerintah saat momentum tertentu seperti HUT kemerdekaan RI, Hari Raya keagamaan dan lainnya. “Setiap penerapan kebijakan (remisi bagi korupsi dan terorisme) menuai pro-kontra itu wajar saja. Pasti ada like and dislike,” katanya.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjenpas Kemenkumham Rika Aprianti mengatakan hak remisi dari warga binaan pemasyarakatan itu sama. ”Semua berhak mendapatkan remisi apabila telah memenuhi persyaratan. Yang tidak memenuhi pesyaratan, maka warga binaan tersebut tidak diberikan remisi,“ ujarnya.

Rika mengatakan berdasarkan Pasal 34 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2006, dinyatakan narapidana yang dipidana karena melakukan tindak pidana terorisme, narkotika dan psikotropika, korupsi, kejahatan terhadap keamanan negara dan kejahatan hak asasi manusia yang berat, kejahatan transnasional akan diberikan remisi apabila memenuhi persyaratan yakni berkelakuan baik dan telah menjalani satu per tiga masa pidana.  “Pasal 14 ayat 1 huruf (i) Undang-Undang Nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan menyatakan narapidana berhak mendapatkan remisi,” kata Rika. (adz)

Era Digital dan New Normal Momentum Kebangkitan Ekonomi Rakyat

BERASTAGI, SUMUTPOS.CO– Era digital dan new normal mengharuskan pedagang atau pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) untuk betransformasi melakukan penguatan sistem dan organisasi. Hal ini disampaikan Ketua Umum DPP APPSI Ferry Juliantono didampingi Sekjen M Mujiburrohman dalam Laporan Pertanggungjawaban pada Musyawarah Nasional (Munas) IV di Mikie Holliday Hotel And Resort, Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Sabtu (21/8/21).

“Jadi di era digital dan new normal ini, pedagang wajib mulai menggunakan sistem digitalisasi di semua lini, mulai alat pembayaran, penawaran produk, simpan pinjam dan logistik,” kata Ferry Juliantono.

Ferry yang merupakan ketua demisioner menyatakan, transformasi digitalisasi ini merupakan tugas besar sekaligus sebuah keniscayaan. “Sejak new normal pandemi Covid-19, ada hikmah besar bagi pedagang pasar. Lihat saja, mal tutup, hypermarket seperti Giant banyak yang gulung tikar, retail besar terkena pembatasan. Jadi masyarakat atau konsumen kembali ke pasar, jadi posisi pasar sangat strategis, dan harus dimanfaatkan pedagang dengan baik,” ujarnya.

Dia kemudian mencontohkan potensi yang harus digarap maksimal oleh para pedagang dari era digitalisasi pasar tersebut. “Dengan adanya belanja online, e-Commerce, membuat pabrikan juga tak mau ketinggalan, mereka mencari gudang-gudang yang dekat dengan masyarakat, sehingga bisa lebih dekat dengan konsumen. Hal ini dimanfaatkan APPSI dengan menjalin kerjasama dengan Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) yang memiliki banyak gudang hampir ke seluruh pelosok desa,” sebutnya.

Keberadaan gudang-gudang Inkud nantinya mendekatkan pabrikan dengan pedagang pasar. Jadi pedagang pasar bisa menjual barang dengan harga lebih murah dibanding retail modern, karena harga di pabrikan juga bisa dipangkas dengan sederhananya sistem distribusi. “Masyarakat bisa dapat produk dengan harga murah dengan e-Commerce, gudang-gudang Inkud bisa hidup kembali. Jadi ekonomi kerakyatan pun bisa bangkit,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini ada sekitar 4.000 gudang Inkud di seluruh Indonesia yang mangkrak. Dari jumlah itu, baru sekira 80 unit yang direnovasi dan 20 unit yang beroperasi di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah (Jateng). “Bila gudang-gudang ini juga dimanfaatkan APPSI, maka akan terjadi penguatan ekonomi rakyat,” sebutnya.

Sebelumnya dalam laporan pertanggungjawaban bertajuk ‘Konsolidasi Organisasi Dalam Rangka Menyiapkan Pedagang Pasar yang Tangguh Menghadapi Era Digital dan New Normal’, Ferry mengungkapkan sejumlah keberhasilan di masa kepemimpinannya yang hanya 2 tahun, melanjutkan kepemimpinan Ketua Umum sebelumnya, Sandiaga S Uno.

Di antaranya, keberadaan APPSI telah diakui dan dilirik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan digadang-gadang sebagai agen kebangkitan ekonomi rakyat. “Pak Jokowi pun menantang APPSI agar bisa berkerjasama dengan kementerian terkait agar permodalan para pedagang pasar bisa dibantu, bahkan pelaksanaannya difasilitasi dengan berbagai kemudahan,” tandasnya. (adz)

Kembangkan UMKM Digital Lewat “Teman Kreasi Indonesia”, Smartfren Sukses Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2021

Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Gerakan sosial “Teman Kreasi Indonesia” yang diprakarsai oleh Smartfren telah dinobatkan sebagai salah satu inovasi terbaik dan meraih Penghargaan Kategori Khusus: Sustainable Innovative SME Development dari IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia 2021.

Ini adalah kedua kalinya Smartfren mendapatkan penghargaan atas inovasi dalam pelaksanaan program corporate social responsibility, setelah pada 2020 lalu berhasil meraih penghargaan utama atas pengembangan Smartfren Community.

Kedua penghargaan ini mengukuhkan posisi Smartfren sebagai operator telekomunikasi terbaik dalam memberikan dampak sosial berkelanjutan di masyarakat.

Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren mengatakan, Smartfren mengucapkan terima kasih atas penghargaan Penghargaan dalam Kategori Khusus: Sustainable Innovative SME Development yang diberikan untuk inovasi Teman Kreasi Indonesia.

“Penghargaan yang kami terima selama dua tahun berturut-turut menjadi pemacu semangat bagi kami untuk terus menjadi teman Buka Peluang dalam menumbuhkan ekonomi kreatif di Indonesia,” ujarnya.

Teman Kreasi Indonesia adalah wadah yang didirikan Smartfren untuk mengembangkan kokreasi dan kewirausahaan sosial bagi generasi muda serta membuka peluang tumbuhnya sektor ekonomi UMKM kreatif dan digital. Saat ini telah ada 32 Teman Kreasi Indonesia yang tersebar di 30 kota.

Masing-masing Teman Kreasi Indonesia dikelola oleh ketua yang memiliki usaha sendiri, sekaligus menjalankan misi untuk menjadi wadah pembinaan bagi UMKM lain di sekitar kotanya.

Hingga saat ini, Smartfren melalui Teman Kreasi Indonesia, telah melaksanakan beberapa kegiatan yang membantu keberlangsungan lebih dari 500 UMKM di berbagai kota di Indonesia, sekaligus membuka peluang digitalisasi bagi mereka.

Contohnya adalah kegiatan Teman Kreasi Cilacap, yakni Jajan Mamake yang turut mendukung penjualan hasil produksi UMKM di sekitarnya dengan mengadakan bazaar online. Produk UMKM hasil produksi lokal Cilacap tersebut antara lain berupa makanan tradisional seperti sale pisang, keripik batang (debog) pisang, tahu krispi, atau onde-onde.

Sebelum adanya inisiatif ini, kebanyakan UMKM tersebut menjual produk – produknya hanya dengan menitipkannya ke toko atau kios terdekat. Ada juga Teman Kreasi Kabupaten Tangerang, yakni Kopi dan Topi Bambu; serta Teman Kreasi Mojokerto, yakni Eco Printing, yang memberikan bimbingan sekaligus peningkatan kapasitas pada UMKM di sekitar wilayahnya.

Dengan adanya inisiatif Teman Kreasi Indonesia yang memberikan bazaar online dan kegiatan pembinaan dari Smartfren, UMKM tersebut dapat menjual produk – produknya secara online dan dapat lebih kreatif dalam memasarkan produknya, baik berupa makanan dan minuman atau bentuk lainnya.

Teman Kreasi Pekalongan, yakni Pasar Sayoor Online dan Teman Kreasi Kota Tangerang, yakni Kopi Nineteen, telah menjalankan gerakan sosial untuk membantu UMKM di sekitarnya. Kedua Teman Kreasi tersebut menyisihkan hasil penjualan dari usahanya demi memberikan bantuan berupa sembilan bahan pokok (sembako) untuk warga yang terdampak pandemi.

Upaya untuk memajukan dan membantu masyarakat diwujudkan Smartfren dengan memanfaatkan teknologi, inovasi produk dan layanan, serta inisiatif yang membawa perubahan dan kebaikan nyata bagi masyarakat. Semangat perusahaan untuk terus melakukan inovasi adalah berkat dukungan dari pemerintah, pelanggan, mitra dan masyarakat. Segala hal yang dilakukan Smartfren akan selalu kembali ke masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terdiri dari beberapa pilar penting yaitu pendidikan, UMKM dan masyarakat digital. Smartfren sebelumnya telah berhasil meraih Penghargaan Utama Kategori Sustainability dalam ajang IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia 2020.

Adapun, IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia merupakan ajang penghargaan bergengsi yang digelar untuk memberikan apresiasi pada inovasi yang dilakukan oleh berbagai pihak atau perusahaan. Sejumlah aspek yang dinilai dalam seleksi penghargaan ini adalah inovasi, penyelesaian masalah, kinerja, penciptaan nilai tambah di masyarakat, serta dampak yang diberikan pada perusahaan. (rel/ram)

Kompetisi Film Pendek Indie Movie Festival 2021, Berhadiah Ratusan Juta Rupiah

COACHING: Kegiatan Coaching Indie Movie Festival 2021 yang diinisiasi IndiHome Sumatera digelar secara virtual, baru-baru ini.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- IndiHome Sumatera selenggarakan kompetisi bertajuk Indie Movie Festival 2021. Lomba kompetisi pembuatan film pendek ini bertemakan “Aktivitas Tanpa Batas di Era Pandemi” yang dapat diikuti seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Papua.

Dalam rangkaian kompetisi ini, IndiHome Sumatera mengadakan dua sesi coaching untuk mendukung pembekalan para peserta dalam memproduksi karya-karya yang berkualitas. C

Coaching sesi pertama sudah dilaksanakan 7 Agustus 2021 dengan materi Teknik Tata Suara dan Film Scoring, disampaikan YD Nafis (Penata Suara) dan Rahel Pradika Purba (Penata Musik), selaku pemateri.

Selanjutnya untuk sesi kedua langsung disampaikan salah satu juri kompetisi IndiHome Indie Movie Festival yaitu, Riri Riza (Sutradara/Produser) pada 15 Agustus 2021 dengan materi Teknik Penyutradaraan.

Dengan adanya kegiatan coaching ini diharapkan dapat memberikan bekal dasar serta menumbuhkan semangat positif dalam mendukung aktivitas tanpa batas dan mendukung talenta muda Indonesia dalam seni film pendek untuk terus beraktivitas dan kreatif di masa pandemi seperti saat ini.

Melalui program ini pula, IndiHome berkomitmen memberikan ruang dan kesempatan bagi para sineas untuk terus dapat berkarya dengan segala keterbatasan di era pandemi.

Kompetisi IndiHome Indie Movie Festival 2021 berhadiah total hingga ratusan juta rupiah. Nantinya karya-karya film tersebut akan dinilai oleh juri-juri papan atas yang sudah lama berkecimpung di dunia perfilman nusantara mulai dari sutradara hingga aktor terkenal di Indonesia.

Guna mengetahui syarat dan ketentuan lomba ini, calon peserta dapat mengakses langsung ke halaman IndiHome di www.indihome.co.id/imf. (rel/prn)

BRI Kanwil Medan Berikan Bantuan 5.000 Multivitamin di 11 Kab/ Kota

BRI Kanwil Medan diwakili Pelaksana Tugas CSR Ajie berfoto bersama dan Ketua Yayasan Santri Berbuat Indonesia, Medan, Ahmad Tohir dan kedua rekannya, usai memberikan bantuan, di Yayasan Santri Berbuat Indonesia, Medan, di Jalan Rumah Sakit Haji, Medan Estate, Deliserdang. Sumut Pos/ ist

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka meringankan beban masyarakat terdampak covid 19, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kanwil Medan memberikan bantuan 5.000 multivitamin kepada masyarakat di 11 kabupaten/ kota di Sumatera Utara (Sumut).

BRI Kanwil Medan diwakili Pelaksana Tugas CSR Ajie berfoto bersama dan Ketua Yayasan Santri Berbuat Indonesia, Medan, Ahmad Tohir dan kedua rekannya, usai memberikan bantuan, di Yayasan Santri Berbuat Indonesia, Medan, di Jalan Rumah Sakit Haji, Medan Estate, Deliserdang. Sumut Pos/ ist

Pemimpin Wilayah BRI Medan, Ariesta Krisnawan mengatakan, bantuan tersebut merupakan Corporate Social Responsibility (CSR), BRI Peduli senilai Rp250 juta, yang diberikan secara simbolis melalui Yayasan Santri Berbuat Indonesia, Medan, di Jalan Rumah Sakit Haji, Medan Estate, Deliserdang.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BRI kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, yang berdomisili di 11 kabupaten/ kota, yakni Medan, Asahan, Karo, Binjai, Dairi, Batubara, Pematangsiantar, Tanjungbalai, Pakpakbharat, Simalungun, dan Langkat,” ujarnya kepada Sumut Pos di Medan, Jumat (20/8).

Dia menambahkan, bahwa BRI juga terus berperan aktif menyalurkan bantuan-bantuan bagi masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Selama pandemi Covid-19, BRI melalui program CSR BRI Peduli telah menyalurkan berbagai bantuan dalam rangka membantu Pemerintah menekan penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia. Kita berharap dengan bantuan tersebut, masyarakat Sumut dapat melewati masa pandemi ini dengan tetap tegar dan selalu menjaga kesehatan,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Santri Berbuat Indonesia, Medan, Ahmad Tohir mengapresiasi BRI yang telah memberikan bantuan tersebut. “Kita ucapkan terima kasih atas bantuan ini dan semoga bermanfaat bagi yang menerimanya,” ujar Tohir. (Mag-1)

IndonesiaNEXT Season 5 Siap Lahirkan Talenta Digital Tangguh Demi Wujudkan Indonesia Tumbuh

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Perhelatan IndonesiaNEXT Season 5 sebagai salah satu program corporate social responsibility (CSR) unggulan dari Telkomsel telah mencapai puncaknya dengan diumumkannya 39 pemenang dari tiga kategori, yakni Best of the Best Talent, Best Talent  dan Runner Up Talent. Pengumuman pemenang tersebut dilakukan melalui acara “Crowning Session IndonesiaNEXT Season 5″ yang ditayangkan secara virtual pada 19 Agustus 2021. Di samping memberikan apresiasi kepada peserta IndonesiaNEXT Season 5, Telkomsel sekaligus juga mengumumkan rencana kelanjutan program IndonesiaNEXT Season 6  dengan tema “Fortitude and Action” yang juga akan segera dimulai di tahun ini.

Program CSR Telkomsel, IndonesiaNEXT Season 5 telah mencapai puncak dengan diumumkannya 39 pemenang dari 3 kategori setelah melewati seleksi panjang dan mengikuti serangkain program. IndonesiaNEXT Season 6 akan segera dilaksanakan pada tahun ini juga dengan tema “Fortitude and Action”. Informasi lebih lanjut dapat diakses di www.indonesianext.id.

Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam mengatakan, “Telkomsel mengucapkan selamat kepada para peserta terbaik IndonesiaNEXT Season 5 yang telah berhasil menunjukkan prestasinya dalam program ini. Telkomsel memposisikan program IndonesiaNEXT sebagai ajang dalam membuka peluang lebih luas kepada para mahasiswa di Indonesia agar dapat meningkatkan kapabilitas dan potensi demi mewujudkan Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh. Kami pun berharap program ini dapat mendorong pertumbuhan Sumber Daya Manusia (SDM) berdaya saing tinggi dan komunitas digital talent masa depan Indonesia yang berkualitas unggul siap kerja.”

Penyelenggaran IndonesiaNEXT Season 5 ini menjadi yang pertama diadakan secara daring karena menyesuaikan dengan masa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di Indonesia. Sebelumnya, selama empat tahun berturut-turut program IndonesiaNEXT dilaksanakan dengan metode tatap muka.

Crowning IndonesiaNEXT Season 5 sendiri dihadiri oleh 39 best talents mahasiswa yang berasal dari 13 regional pelaksanaan kegiatan dengan cakupan 34 provinsi di Indonesia mulai dari provinsi Nanggroe Aceh Darussalam hingga provinsi Papua. Dari 13 regional tersebut, Telkomsel kemudian memilih tigapeserta terbaik, di antaranya Moses Johanes FebrianManuputty dari Universitas Cenderawasih Papua, Zulfa Nindiyana Sanjaya dari Universitas Negeri Semarang Jawa Tengah dan Dhita Krisdarmayanti dari Universitas Bengkulu. Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta terbaik, Telkomsel memberikan bantuan dana pendidikan.

Pemenang dari IndonesiaNEXT Season 5 ini merupakan peserta yang telah melewati serangkaian aktifitas program, mulai dari inspiring webinarsMassive Online Open Course (MOOC), Hard Skill TrainingInternational CertificationSoft Skill Training Area BootcampArea Qualification Panel hingga National Bootcamp and National Qualification Panel. Proses seleksi yang ketat dilakukan dengan maksud agar program ini mampu mencetak SDM unggul yang memiliki daya saing tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional.

“Sejak diselenggarakan pertama kali pada 2016, IndonesiaNEXT telah menjangkau lebih dari 60 ribu peserta dari berbagai universitas di seluruh Indonesia dengan lebih dari 5.000 sertifikasi internasional telah disahkan, sebagai wujud komitmen Telkomsel untuk menghadirkan dampak sosial positif secara luas dan merata hingga penjuru tanah air khususnya di bidang pendidikan. Maka dari itu, kami pun menatap optimis bahwa program ini dapat menjadi wadah lahirnya talenta dan SDM berkualitas yang dapat mempercepat akselerasi bangsa sehingga menjadi bangsa yang tangguh,” tutup Hendri.

Rencananya IndonesiaNEXT Season 6 juga akan diselenggarakan secara online di 13 regional klaster di 34 provinsi di Indonesia. Namun, tentunya Telkomsel akan menghadirkan inovasi baru, dimana tidak hanya menyasar kalangan mahasiswa, tapi juga dapat diikuti oleh para dosen perguruan tinggi untuk dapat memperoleh sertifikasi internasional. Informasi lebih lanjut mengenai program IndonesiaNEXT dapat diakses di www.indonesianext.id.