PALUTA, SUMUTPOS.CO – Penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan penahanan terhadap Kepala Puskesmas (Kapus) Hutaimbaru Padang Lawas Utara (Paluta), Her serta SKM dan Bendahara BPJS, KDR atas dugaan pungli Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).
Penahanan tersebut dilakukan, setelah tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) dan Tipidkor Polda Sumut melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap empat pejabat di Puskesmas Hutaimbaru Kabupaten Paluta pada Senin (9/8).
Dari OTT itu, petugas mengamankan empat orang terduga pelaku pungli, empat orang pun langsung diamankan, yakni Kepala Puskesmas Hutaimbaru berinisial Her, SKM dan Bendahara BPJS di Puskesmas berinisial KDR, Kepala TU Puskesmas inisial YSH dan seorang tenaga harian lepas/Staf TU Puskesmas, sebagai penerima Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dengan inisial SSH.
Diduga OTT ini, terkait adanya dugaan pungli dan pemerasan terhadap bidan desa dengan penerimaan BOK pada setiap Puskesmas di Kabupaten Paluta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jika bidan tersebut tidak mengikuti permintaan Kapus maka rekening bersangkutan diblokir. Sehingga tidak bisa menerima BOK.
Adapun, OTT ini berdasarkan Surat Perintah Tugas Saber Pungli Polda Sumut Nomor Sprin/24/VII/2021/UPP/.SUMUT, ter Tanggal 1 Agustus 2021. Dan Rencana Kegiatan Pokja Penindakan Unit Pemberantasan Pungli Sumut Tahun 2021
“Kedua tersangka OTT di Paluta itu sudah kita lakukan penahanan,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol, Hadi Wahyudi kepada wartawan, Kamis (12/8).
Saat ini, lanjutnya, penyidik sedang melengkapi berkas perkara kedua tersangka Operasi Tangkap Tangan (OTT) itu untuk kemudian dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Penahanan keduanya untuk mempermudah proses penyidikan. “Secepatnya berkas perkara OTT Paluta kita limpahkan ke JPU,” tukasnya.
Disinggung soal pemeriksaan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Paluta, dr Sri Prihatin Harahap, karena diduga adanya aliran dana, Hadi menegaskan, penyidik belum membutuhkannya.
“Belum ada rencana pemanggilan Kadis Kesehatan Paluta, karena memang penyidik belum menemukan keterkaitannya dengan OTT,” pungkasnya. (mag-1/han)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua terdakwa penganiayaan terhadap petugas juru parkir (Jukir) diadili di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (12/8). Kedua terdakwa yakni, Supriadi Harianto Siregar alias Adi dan Manupak Oloan Silalahi, dimana keduanya merupakan warga Sei Kambing, Medan Sunggal.
Sidang yang dipimpin oleh majelis hakim Donald Panggabean dilakukan secara virtual dengan agenda mendengarkan dakwaan oleh jaksa penuntut umum, Suryanta.
Dalam sidang perdana tersebut, jaksa mengatakan bahwa perkara kedua lelaki ini berawal pada Senin 3 Mei 2021 lalu, saat saksi korban Andri Kurnia datang ke komplek Tomang Elok untuk jaga parkir. Sesampainya di lokasi, Andri melihat di dalam komplek sudah ramai orang, diantaranya kelompok organisasi SPTSI dan kelompok organisasi SPBK yang sedang saling serang akibat cekcok mulut.
“Selanjutnya mereka saling lempar batu, sehingga saksi korban Andri menghindar dan berlari untuk menyelamatkan diri. Namun ternyata Andri dikejar oleh kelompok organisasi SPTSI. Selanjutnya terdakwa Supriadi menjegal kaki saksi Andri hingga terjatuh,” kata jaksa.Lalu, sambung jaksa, terdakwa Supriadi memukul wajah Andri. Kemudian, Bambang Adi Syahputra (DPO) menikam perut Andri menggunakan senjata tajam.
Tidak sampai di situ, terdakwa Manupak Faisal (DPO), Tarmiji (DPO), Agus (DPO), Dedek (DPO), Yusnar (DPO), dan Econ (DPO) pun secara bersamaan memukuli Andri Kurnia menggunakan batu dan helm.
Korban Andri Kurnia kemudian berhasil melarikan diri dan ditolong oleh warga, dibawa ke Rumah Sakit Bina Kasih. Setelah memperoleh penanganan selanjutnya, Andri melaporkan perbuatan tersebut ke Polsek Sunggal untuk proses hukum lebih lanjut. (man/han)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ramboo Loly Sinurat menuntut pidana mati terhadap lima terdakwa kasus narkotika jenis sabu, dalam sidang virtual di ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (10/8).
Kelima terdakwa yakni Fadilla Fasha dan Syahrudi (37), keduanya warga Jalan Panglima Denai, Medan Amplas. Kemudian, Dudiet Hary Utomo (32) warga Komp Astra Gang Dahlia, Medan Amplas, Ahmad Andika Fiezza Siregar alias Ompit (35) warga Kecamatan Medan Denai, dan Hendrikal (40) warga Dusun Cot Teungoh, Aceh.
“Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman kepada lima terdakwa dengan pidana mati,” ujar JPU Ramboo Loly Sinurat.
JPU menilai, perbuatan kelima terdakwa terbukti bersalah melanggar pidana pasal 114 Ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Dalam nota tuntutan JPU, hal yang memberatkan kelima terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika. “Sedangkan hal yang meringankan tidak ditemukan,” katanya.
Usai mendengarkan tuntutan JPU, majelis hakim yang diketuai Denny Lumbantobing menunda persidangan hingga dua pekan mendatang, dengan agenda nota pembelaan (pledoi) kelima terdakwa.
Mengutip dakwaan JPU, kasus bermula dari terdakwa Khalif Raja yang merupakan seorang narapidana di Lapas Tanjung Gusta Medan menyuruh Heri (DPO) sebagai kurir untuk menerima penyerahan sabu dari daerah Aceh Tamiang menuju Medan.
Selanjutnya, terdakwa Andika Fiezza ditugasi oleh terdakwa Khalif Raja untuk merekrut dan mengatur pembagian tugas masing. Kemudian terdakwa Andika merekrut beberapa orang dalam rangka menjalankan peredaran gelap narkotika.
Selanjutnya, terdakwa Andika Fiezza dihubungi terdakwa Khalif Raja dan menyuruh mengambil sabu yang sedang dibawa oleh Heri dan terdakwa Andika Fiezza. Kemudian memberitahukan nomor telepon terdakwa Syahrudi kepada terdakwa Khalif Raja selaku personil yang ditugasi untuk melakukan penjemputan sabu.
Lanjut dikatakan JPU, lalu Khalif Raja menghubungi nomor telpon terdakwa Syahrudi memerintahkan untuk menghubungi Heri selaku pembawa sabu dari Aceh Tamiang dan untuk menentukan lokasi serah terimanya.
Terdakwa Syahrudi dengan menggunakan kendaraan bermotor mengajak terdakwa Dudiet Harry untuk melakukan penjemputan sabu-sabu sesuai titik lokasi yang ditentukan yakni pintu tol Tanjung Morawa arah simpang kayu besar.
Saat tiba di lokasi, terdakwa Syahrudi melihat dua mobil yang berhenti beriringan dan kemudian terdakwa Syahrudi menghampiri mobil yang dikendarai Heri dan menunjuk mobil di belakangnya yakni Avanza warna putih yang dikemudikan Hendrikal.
Selanjutnya, terdakwa Syahrudi membawa mobil Avanza yang didalamnya terdapat muatan sabu seberat 52.613 gram dan terdakwa Syahrudi langsung menuju tempat penyimpanan sabu di Perumahan Meher Palace Nomor 8D, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan.
Setelah sampai di lokasi tempat penyimpanan, terdakwa Fadilla Fasha yang telah menunggu di lokasi penyimpanan langsung memindahkan muatan karung dari dalam mobil tersebut untuk dipindahkan ke dalam kamar di lantai dua.
“Keduanya membuka karung dan menghitung jumlah sabu-sabu yang diterima yakni sebanyak 50 bungkus dan memberitahu kepada terdakwa Andika Fiezza jika sabu telah diterima dan disimpan di Perumahan Meher Palace, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan sambil menunggu perintah lebih lanjut dari Khalif Raja,” ujar JPU Nurhayati Ulfia.
Kemudian, petugas Subdit II Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri telah mengetahui adanya peredaran gelap narkotika jenis sabu dan langsung melakukan tindakan dengan terlebih dahulu melakukan penangkapan terhadap terdakwa Fadilla Fasha, terdakwa Syahrudi dan terdakwa Dudiet Harry.
Dalam penggeledahan di Perumahan Meher Palace, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan telah ditemukan 50 bungkus seberat 52.613 gram. (man/han)
VIRTUAL: Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan dan jaksa penuntut umum menggelar sidang secara virtual dengan terdakwa Taufik Sitepu, atas kasus penguasaan lahan PT KAI Divre I Sumut, Kamis (12/8).agusman/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Taufik Sitepu warga Jalan Perwira I, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur ini mulai diadili. Dia didakwa penuntut umum, atas dugaan penguasaan lahan PT KAI Sumut hingga merugi Rp11,2 miliar, dalam sidang virtual di Ruang Kartika, Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (12/8).
VIRTUAL: Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan dan jaksa penuntut umum menggelar sidang secara virtual dengan terdakwa Taufik Sitepu, atas kasus penguasaan lahan PT KAI Divre I Sumut, Kamis (12/8). agusman/sumut pos.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ingan Malem Purba dalam dakwaannya, mengatakan bahwa terdakwa menguasai lahan PT KAI Divre I Sumut sejak tahun 2007 – 2020. Dimana terdakwa Taufik Sitepu, nekat menyewakan lahan PT KAI Sumut, kepada orang lain.
“Telah terjadi Opportunity Loss atau potensi hilangnya pendapatan PT Kereta Api Indonesia Divre I Sumut di Medan sebesar Rp.982.517.417,” ujarnya dihadapan Hakim Ketua, Safril Batubara.
Diamana, terdakwa seolah-olah telah memiliki alas hak atas lahan seluas 597 M2 dengan memakai Surat Keterangan (SK) yang kemudian dibantah Camat Medan Barat.
Semula ayah terdakwa, M Arifin Sitepu sebagai penyewa objek lahan seluas 597 M2 milik PT KAI (Persero) Divre I Sumut di Jalan Perintis Kemerdekaan / Jalan Putri Merak Jingga (dahulu namanya-red) Jalan Gudang Medan.
Kemudian, lanjutnya, terdakwa tidak pernah lagi membayar sewa lahan dengan dalih mendiang ayahnya sebagai pemilik lahan berdasarkan SK Camat dan memasang plang.
Antara lain berisikan pengumuman, ‘Tanah ini Milik HM Arifin Sitepu, Dkk Berdasarkan Surat SK Camat Dibawah Pengawasan Taufik Sitepu SH’.
Namun ketika dikroscek, Camat Medan Barat menyatakan tidak pernah menerbitkan SK atas nama HM Arifin Sitepu. Bahkan lahan tersebut disewakan kepada orang lain bernama NG MEI LIE periode 2014 hingga 2020, tanpa sepengetahuan PT KAI.
Akibat perbuatan terdakwa, keuangan negara dirugikan mencapai Rp11.255.502.000 serta berpotensi hilangnya pendapatan (Opportunity Loss) PT KAI Divre I Sumut sebesar Rp982.517.417, sebagaimana Laporan Akuntan Independen atas Audit Prosedur tertanggal 2 September 2020.
“Taufik Sitepu dijerat dengan dakwaan primair, pidana Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Atau Pasal 3 jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” pungkasnya. (man/han)
SUMUTPOS.CO – Alquran adalah petunjuk bagi manusia, khususnya kepada mereka yang beriman. Akan tetapi petunjuk yang diturunkan Allah melaluli Malaikat Jibril itu tidak hanya menjadi nilai-nilai normatif an sich, tapi juga sekaligus harus sampai pada realisasi nilai-nilai empiris.
Perisensi: Suhairy Ramadhan.
Selama ini mayoritas umat, termasuk para akademisi, ulama dan para ustaz dan ustazah, hanya menjadikan Alquran sebatas petunjuk nilai normatif semata sehingga melupakan nilai nilai empiris. Padahal, jika mengutip pandangan intelektual Islam, Amin Abdullah dari Indonesia dan atau Fazlur Rahman dari Pakistan, ajaran Islam itu terkait dengan hal-hal yang bersifat normativitas dan historisitas yang berkelindan dalam satu tujuan dan tak terpisahkan antara satu dengan lainnya.
Satu sisi normatif akan berpengaruh terhadap empirisitas, demikian juga realitas empiris dapat mempengaruhi sisi normativitas. Karena itu, menjadi satu pertanyaan besar mengapa umat justru meninggalkan nilai-nilai empiris dari Quran? Kemudian terperangkap dalam nilai-nilai normativitas semata. Padahal Alquran diturunkan Allah menjadi rahmat dan petunjuk kepada seluruh alam, agar dapat tertata dan berjalan sesuai dengan sunnatullah yang yang seharusnya dimaksimalkan oleh umat.
Tentu semua itu bukanlah tanpa sebab. Salah satu musabab yang cukup menarik dan menjadi atensi dengan lahirnya Tafsir Al Washi’ Islam Transitif ini adalah menggagas adanya profesionalitas keilmuan dalam menafsirkan ayat-ayat Alquran, sebab ketika ayat tersebut ditafsirkan oleh mufassir yang tidak punya ilmu sesuai dengan inspirasi keilmuan yang terdapat di dalam ayat ayat tersebut. Bagaimana pula dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan? Dan bagaimana kita bisa mengharapkan munculnya perubahan dan temuan temuan baru dari inspirasi Al-Qur’an? Tentu saja ayat-ayat Alquran hanya sebatas keperluan religiusitas semata.
Memang Kitab suci ini tidak akan dapat dipahami isi dan kandungan yang ada di dalamnya, tanpa jasa besar yang dilakukan para mufassir terdahulu karena mereka telah memiliki syarat-syarat keilmuan sebagai seorang mufassir. Hanya yang menjadi pertanyaan, apakah para mufassir yang ada sejak dulu hingga sekarang memiliki ratusan keilmuan yang diinspirasikan oleh Al-Qur’an? Bagaimana mungkin bisa kita menerima penafsiran seorang mufassir yang mungkin hanya menguasai 15 jenis atau cabang ilmu yang telah menjadi syarat bagi seorang mufassir ketika mufassir tersebut menafsirkan ayat-ayat di luar keilmuannya. Sudah lazim diketahui atau dimaklumi masyarakat bahwa mufassir itu harus menguasai ilmu-ilmu yang berkaitan dengan Alquran, hadis, kaidah bahasa Arab, ilmu Nahu, ilmu Syorof, Balaghah dan lain sebagainya.
Artinya, dimensi keilmuwan yang dimiliki oleh para mufassirin terdahulu tersebut sepertinya lebih kuat kepada keilmuan-keilmuan yang bersifat normatif atau biasa juga disebut ilmu-ilmu keagamaan. Pengaruh inilah yang ikut memberikan andil umat Islam terjebak pada nilai normativitas Alquran bukan empirisitas atau historisitas Alquran dalam kehidupan, sehingga tanpa disadari selalu terjadi perbedaan pendapat dalam beberapa hal ide dan gagasan. Berbeda kalau sudah dalam bentuk empirik, maka perdebatan akan tereliminir atau terhindari karena fokus kita sudah berubah pada aktivitas, produktifitas dan barang jadi.
Dengan demikian kondisi umat tidak hanya fokus pada religiusitas semata akan tetapi juga pasti akan lebih bersemangat untuk berkompetisi termasuk bersemangat untuk memainkan partisipasi dalam kehidupan global. Jadi umat tak usah lagi terperangkap dalam perdebatan perdebatan yang selama ini terus berkepanjangan misalnya berdebat mengenai beberapa cabang soal fikih, misalnya doa qunut, kulit hewan kurban, wirid Yasin dan lain-lain.
Karenanya kehadiran Tafsir Al Washi’ Islam transitif ini mencoba untuk menggagas agar penafsiran Alquran itu tidak hanya fokus pada sesuatu yang bersifat normativitas an sich, melainkan dapat keluar menggali potensi empirisitas yang cukup banyak disampaikan Allah dalam Alquran. Tentunya kajian tafsir empirisitas ini berbasis pada berbagai disiplin keilmuwan eksak, sains dan teknologi. Karena itu, gagasan baru inilah yang harus dikembangkan dari inspirasi yang ada dari ayat-ayat Alquran dimaksud. Agar umat Islam tidak hanya menjadi konsumen atau penonoton, tapi dapat menjadi aktor utama untuk melahirkan barang yang akan mempermudah manusia menjalani kemajuan zaman sesuai dengan realitas peradaban umat manusia. Dan itu semua diperoleh bukan dari ayat bersifat normatifitas belaka, melainkan dari inspirasi ayat-ayat empirisitas yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Untuk itulah umat Islam khususnya kepada para ahli, akademisi dan intlektual Muslim untuk segera mengalihkan pandangan pada aspek yang sangat penting ini yang sekian lama ditinggalkan umat Islam tersebut yakni aspek empirik nilai Alquran. Nilai ini diyakini akan melahirkan kompetisi umat untuk mlahirkan benda-benda yang akan sangat membantu kehidupan umat manusia di segala zaman. (*)
Sesi Q&A bersama Serene Tan, Director of Retail and Dining, Singapore Tourism Board (STB), Chef Douglas Ng dari Fishball, Chef Maxine Ngooi dari Tiger Lily Patisserie, Chef Bjorn Shen dari Arthicoke, dan pembaca acara, Nikki Muller (dari kanan ke kiri).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Singapore Food Festival (SFF), salah satu acara yang paling ditunggu-tunggu di setiap kalender pecinta kuliner, kembali di edisi ke-28 selama tiga akhir pekan dari 27 Agustus hingga 12 September 2021 dengan tema ‘Nikmati Singapura dalam Setiap Gigitan’.
Untuk mendukung program ini, STB Indonesia berkolaborasi dengan GoFood bagian dari grup Gojek – perusahaan teknologi anak bangsa dan Wings Food untuk kampanye pemasaran Mie Sedaap Selection Singapore Spicy Laksa dalam menghadirkan cita rasa Singapura di rumah.
Sebagai satu-satunya festival di Singapura yang didedikasikan untuk masakan Singapura dan bakat F&B, SFF terus berinovasi untuk menghadirkan lebih dari 50 pengalaman gastronomi dan minuman bagi pecinta kuliner di platform hibrida. Jumlah ini dua kali lipat lebih banyak[1] dibandingkan dengan edisi virtual tahun lalu.
SFF menghadirkan beragam program menarik untuk diikuti oleh para pecinta kuliner. Berbagai live masterclass yang menarik, baik yang gratis untuk dilihat maupun yang berbayar, akan membawa penonton internasional lebih dekat dan intim dengan beberapa koki paling terkenal di dunia kuliner Singapura. Para pecinta kuliner juga dapat menemukan kembali cita rasa melalui video resep dan menjelajah Singapura melalui pengalaman virtual dan fitur dokumenter. Khusus untuk masyarakat Indonesia, STB Indonesia berkolaborasi dengan GoFood dan Wings Food yang menawarkan beragam promo menarik dan tentunya membantu mereka yang merindukan cita rasa Singapura untuk menghidupkan kembali impian perjalanan ke Singapura dari kenyamanan rumah masing-masing.
SFF 2021 melengkapi inisiatif SingapoReimagine[2], dengan mengajak para pecinta kuliner global untuk membayangkan kembali perjalanan ke Singapura melalui kuliner lokal otentik yang akan ditawarkan secara format hibrida.
Ms Serene Tan, Director of Retail and Dining, Singapore Tourism Board (STB), mengatakan: “Sesuai dengan tradisi yang membanggakan, Singapore Food Festival 2021 menampilkan budaya kuliner kami yang dinamis dengan menyoroti sumber daya manusia kami – mulai dari koki mapan yang sedang naik daun hingga pahlawan kuliner sehari-hari, ahli anggur dan ahli mixologi. Tahun ini, kami sangat antusias untuk membawa SFF ke khalayak global, mengundang mereka untuk menikmati masakan Singapura dan belajar lebih banyak tentang warisan multi-budaya kami melalui makanan. Lebih dari sebelumnya, SFF merupakan bukti inovasi di dunia kuliner Singapura, dan reputasi kami sebagai ibu kota kuliner global.”
Sorotan Program
Rangkaian festival tahun ini terdiri dari empat komponen yang dapat diikuti oleh para pecinta kuliner di Indonesia: Kolaborasi dengan GoFood dan Wings Food untuk kampanye pemasaran Mie Sedaap Selection Singapore Spicy Laksa, Live Masterclasses, serta Virtual Food Experiences.
“TheSerene Tan, Director of Retail and Dining, Singapore Tourism Board (STB) menyampaikan kata sambutan di acara Singapore Food Festval (SFF) 2021 Virtual Media Preview.
Program yang Dikurasi untuk Pasar Indonesia
STB Indonesia telah menyiapkan program khusus untuk pasar Indonesia untuk menghadirkan cita rasa Singapura kepada masyarakat Indonesia yang rindu bepergian ke Singapura dengan pengalaman bersantap yang baru dan menarik, serta mereka yang ingin menjelajahi dan mempelajari lebih lanjut tentang masakan Singapura. Kolaborasi dengan GoFood dan Wings Food untuk kampanye pemasaran Mie Sedaap Selection Singapore Spicy Laksa di bawah SFF merupakan bagian dari inisiatif SingapoReimagine untuk mendorong masyarakat Indonesia menghidupkan kembali impian perjalanan ke Singapura melalui makanan.
Area Director STB Indonesia (Jakarta), Mohamed Firhan Abdul Salam mengatakan, “Kami berharap melalui program Singapore Food Festival (SFF) 2021 ini, masyarakat Indonesia dapat terinspirasi untuk menemukan, membayangkan, dan mencicipi kembali cita rasa Singapura dalam kenyamanan rumah mereka. Hal ini merupakan bagian dari kemitraan yang inovatif dan kreatif yang dilakukan STB selama pandemi berlangsung untuk menjangkau masyarakat Indonesia dan membuat mereka tetap teringat dengan Singapura.”
Menghadirkan Cita Rasa Singapura melalui GoFood
STB Indonesia berkolaborasi dengan GoFood untuk menghadirkan cita rasa Singapura kepada masyarakat Indonesia di Jabodetabek dan Surabaya sebagai bagian dari program SFF. Akan ada promosi khusus dengan merchant yang menawarkan hidangan khas Singapura di GoFood baik yang asli dari Singapura maupun restoran lokal seperti: Old Chang Kee, Ya Kun Kaya Toast, Wee Nam Kee, Song Fa Bak Kut Teh, dan lain sebagainya. Masyarakat Indonesia dapat menggunakan kesempatan ini untuk mencoba berbagai jenis makanan Singapura dan merasakan kekayaan hidangan Singapura dalam kenyamanan rumah mereka.
Global Head Marketing GoFood, Ichmeralda Rachman berkata “Sebagai pemimpin layanan pesan-antar makanan di Indonesia, GoFood hadir dengan jutaan menu termasuk beragam kuliner khas Singapura. Kami senang dapat berkolaborasi dengan Singapore Tourism Board melalui program Singapore Food Festival. Dukungan ini kami berikan dengan mempersembahkan banner khusus Singapore Food Festival di GoFood, mulai dari tanggal 21 Agustus hingga 12 September, dimana 300 resto dengan ribuan menu cita rasa Singapura siap memanjakan para GoFoodies. Lebih dari itu, kami juga berbagi voucher GoFood senilai total belasan juta rupiah bagi masyarakat di Jabodetabek dan Surabaya yang bertransaksi minimal atau diatas Rp150,000 di resto yang berpartisipasi pada program Singapore Food Festival di GoFood. Semakin banyak memesan selama periode tersebut, maka semakin besar pula kesempatan memperoleh voucher yang dapat digunakan ditransaksi GoFood berikutnya. Kami harap kolaborasi ini dapat semakin memanjakan pelanggan GoFood yang menggemari kuliner khas Singapura.”
Pembaca acara, Nikki Muller, bersama Juri MasterChef Singapore 2018 Bjorn Shen dari Artichoke di acara Singapore Food Festval (SFF) 2021 Virtual Media Preview.
Kolaborasi dengan Wings Food untuk kampanye pemasaran Mie Sedaap Selection Singapore Spicy Laksa
STB Indonesia berkolaborasi dengan Wings Food dalam memasarkan produk terbaru yang mengusung cita rasa internasional terinspirasi dari makanan khas Singapura, yaitu Mie Sedaap Selection Singapore Spicy Laksa. Kehadiran varian Mie Sedaap Selection Singapore Spicy Laksa secara permanen ini diharapkan dapat mengobati kerinduan masyarakat Indonesia terhadap kuliner Singapura, khususnya Laksa Singapura yang ikonik.
STB Indonesia juga telah melibatkan influencer populer Indonesia, seperti chef Martin Praja (@martinpraja), Eric Eko S (@ericekos), Mullie Marlina (@myfunfoodiary), @kokobuncit, dan banyak lagi, untuk berbagi pengalaman mereka dengan Mie Sedaap Selection Singapore Spicy Laksa serta pengalaman memesan kuliner khas Singapura melalui aplikasi GoFood dari rumah. Para influencer ini juga akan mengikuti program utama dari SFF 2021 secara virtual yakni program Live Masterclass dan Virtual Food Tour.
Live Masterclasses menawarkan kepada pemirsa kesempatan menarik untuk belajar dari beberapa koki, bartender, dan tokoh makanan terbaik di dunia kuliner Singapura. Pengunjung festival dapat bergabung dengan sembilan live masterclass gratis yang diselenggarakan di halaman Facebook SFF 2021 atau mendaftar untuk sesi intim dan interaktif dengan koki terkenal dengan bergabung dengan sembilan masterclass live pay-to-view lainnya. Deretan nama-nama top di komunitas F&B di Singapura dan seluruh Asia, termasuk Juri MasterChef Singapore 2018 Bjorn Shen dari Artichoke dan chef terlatih Le Cordon Bleu JP Anglo dari Sarsa Filipina (yang akan mempersembahkan kolaborasi membuat telur dadar tiram), Chef Lim Hoe Gern dari Laut dan chef selebriti Thitid Tassanakajohn, dalang kreatif di balik restoran bintang satu-Michelin Thailand Le Du (menghadirkan hidangan kolaborasi Prawn Raja yang sarat umami), Chef Jeremy Gillon dari salah satu restoran bintang satu-Michelin JAG (yang akan mendemonstrasikan proses pembuatan ravioli lembut dari awal), serta pastry expert Mohammed Al-Matin dari Le Matin Patisserie (menghadirkan dessert pisang goreng yang unik).
Virtual Food Experiences akan dihadirkan dalam format interaktif untuk pengunjung festival internasional. Para hadirin dapat pelajari lebih dalam seluk beluk bisnis inovatif seperti Kok Fah Farm melalui fitur dokumenter, yang membawa pecinta kuliner dalam tur keliling tanah dan pertanian hidroponik, dan video resep seperti Kitchen Insider: Sustenir, yang mendidik pecinta kuliner tentang pertanian modern di Singapura, menyarankan cara untuk memasukkan produk lokal ke dalam hidangan sehari-hari, dan melengkapinya dengan nutrisi. Selain itu, pecinta kuliner dapat menantikan perjalanan penemuan kembali saat mereka menikmati hidangan lezat dalam tur makanan virtual Little India dan Tiong Bahru yang disajikan oleh pembawa acara makanan populer, Nikki Muller.
Media Mempromosikan SFF
STB Indonesia juga akan bekerja sama dengan EMTEK, Kumparan, dan juga Dream.co.id untuk mempromosikan kegiatan SFF, kolaborasi dengan GoFood dan juga Mie Sedaap Selection Singapore Spicy Laksa. Di antara kegiatan promosi ini adalah mengadakan Nonton Bareng secara live streaming program virtual SFF (Live Masterclass dan Virtual Food Experience), dan ada beberapa episode memasak spesial yang mengundang chef kenamaan Singapura dan Indonesia termasuk Juri MasterChef Indonesia season 1 Chef Vindex Tengker dan Top 10 MasterChef Indonesia season 6 Chef Amy Zein untuk memasak hidangan Singapura. (rel)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Anggota DPD RI Muhammad Nuh berharap, hasil seleksi calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dapat mengobati kekecewaan publik selama ini. Hal ini disampaikan Muhammad Nuh menyikapi seleksi calon anggota BPK RI yang berlangsung di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Selasa dan Rabu (10-11 Agustus 2021) kemarin.
Muhammad Nuh memberikan contoh, kasus Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta. Berdasarkan hasil audit BPK, ada indikasi tindak pidana korupsi. Tapi tidak ada tindak lanjut oleh aparat penegak hukum, sehingga masyarakat atau publik merasa kecewa. “Hal ini tidak boleh lagi terjadi pada masa bakti anggota BPK yang akan datang,” kata senator asal Sumatera Utara ini dalam keterangan tertulisnya yang diterima SumutPos.co, Kamis (12/8/2021).
Lebih lanjut Nuh mengatakan, ada institusi yang mendapatakan WTP (Wajar Tanpa Pengeculian), tetapi anggotanya ada yang tertangkap tangan, pun sebaliknya ada juga oknum dari sebuah institusi yang tertangkap tangan tetapi institusinya mendapatkan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). “Hal ini tidak boleh lagi terjadi kedepannya. Saya menaruh harapan besar kepada calon anggota BPK RI yang hari ini kami seleksi, dapat bekerja profesional dan efisien sehingga kekecewaan masyarakat atau publik dapat terobati,” ujarnya.
M.Nuh juga menyinggung tentang Undang-undang BPK RI. “Sudah idealkah Undang-undang BPK RI yang ada untuk mewujudkan visi dan misi BPK RI? Kalau ada yang perlu ditambahkan, DPD RI sebagai mitra yang bagus dapat mengajukan atau menambahkan, baik dalam bentuk Undang-undang mandiri atau revisi Undang-undang yang sudah ada, sehingga BPK RI dapat bekerja dengan maksimal yang implikasinya adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat jelas M.Nuh didepan para calon anggota BPK RI,” ungkapnya.
Untuk diketahui calon anggota BPK RI yang di seleksi oleh DPD RI ada sebanyak 16 orang, salah satunya adalah tokoh muda asal Aceh Teuku Surya Darma. “Saya mengapresiasi ada kalangan muda yang mau maju untuk memberikan kontribusinya kepada negara ini. Di samping itu, para calon anggota BPK RI periode 2021-2026 juga berasal dari berbagai macam latar belakang, mulai dari ekonom bahkan ada juga yang berlatar belakang sebagai ekonom sekaligus hukum,” tutup Nuh. (adz)
TARUTUNG, SUMUTPOS.CO – Masyarakat 2 desa dan 6 dusun di Kecamatan Sipoholon dan Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara semakin gembira. Kini, mereka dapat menikmati akses listrik 24 jam dari PT PLN (Persero).
Peresmian secara simbolis untuk listrik desa dan dusun tersebut digelar di Dusun Parik, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara pada 7 Agustus 2021. Acara tersebut dihadiri Bupati Tapanuli Utara dan Kepala Desa serta tokoh-tokoh adat dan masyarakat setempat.
Desa dan dusun tersebut yaitu Desa Rura Julu Dolok dan Desa Rura Julu Toruan Kecamatan Sipoholon, Dusun Lobu Tape dan Dusun Longat Kecamatan Pahae julu, Dusun Hutaginjang Kecamatan Muara, Dusun Lumbantobing dan Dusun Parik Kecamatan Parmonangan dan Dusun Aek Matio di Kecamatan Adiankoting.
Untuk menghadirkan listrik di desa dan dusun tersebut, PLN membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 10 kilometer sirkuit (kms) dan jaringan tegangan rendah sepanjang 14 kms serta 10 gardu distribusi berkapasitas 250 kilovolt ampere (kVA). Kontruksi infrastruktur kelistrikan tersebut menelan biaya Rp9,7 miliar.
Salah satu Dusun adalah Aek Matio Jae yang sebelumnya memiliki pembangkit listrik berbasis air dan dibangun secara swadaya pada 2012 lalu. Namun pembangkit ini mengalami kerusakan pada 2020 lalu sehingga masyarakat hanya dapat menikmati listrik selama 5 jam dalam sehari.
Masuknya akses listrik dari PLN kini bisa menjangkau ribuan Kepala Keluarga. Secara khusus di Dusun Aek Matio Jae, ada sekitar 494 Kepala Keluarga yang kini bisa merasakan kehadiran listrik secara optimal. “Kehadiran jaringan dan akses listrik ini, turut berkontribusi dalam meningkatkan rasio elektrifikasi Sumatera Utara dari 99,82% menjadi 99,99%,” ungkap General Manager (GM) UIW Sumatera Utara, Pandapotan Manurung.
Pandapotan menyampaikan apresiasi atas capaian ini dan berterima kasih pada seluruh pemangku kepentingan yang turut mendukung. “Harapannya dengan hadirnya listrik PLN di 8 desa/dusun ini maka akan memberikan dampak positif kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” harap Pandapotan.
Pandapotan menyebut bahwa sebelumnya masyarakat mengupayakan listrik secara swadaya. Hal ini menimbulkan kesulitan tersendiri dalam mengembangkan kegiatan sosial dan perekonomian serta aktivitas warga lainnya.
Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan, mengapresiasi akses listrik bagi warganya ini. Secara umum seluruh wilayahnya kini telah terang benderang. Untuk Dusun Parik sendiri, Kecamatan Parmonangan menurutnya adalah usulan super prioritas dengan pembangunan tiang listrik yang sudah sebagian selesai dikerjakan. “Seluruh Taput hingga pelosok sudah terang benderang. Pada akhir tahun 2021 semua akan tuntas” ujarnya.
Ketua Adat Dusun Aek Matio Jae, Ardi Panggabean, Ketua Adat Dusun Aek Matio Jae, Ardi Panggabean mengatakan, dengan masuknya Jaringan Listrik PLN ke Dusun Aek Matio, terdapat 494 Kepala Keluarga sudah merdeka dari kegelapan karena saat ini listrik sudah dapat dinikmati selama 24 jam. (ila)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyatakan BLT subsidi gaji senilai Rp1 juta bakal masuk ke rekening 947.499 pekerja pada Kamis (12/8).
Target tersebut dibuat setelah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencairkan dana BLT subsidi upah senilai Rp947,499 miliar ke rekening Ditjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI Jamsostek) Kemnaker. “Mudah-mudahan Kamis (12/8) sudah di rekening penerima,” ujar Sekretaris Jenderal Kemenaker, Anwar Sanusi.
Anwar menjelaskan bahwa dana yang masuk ke rekening Ditjen PHI Jamsostek selanjutnya akan ditransfer ke bank Himbara.
Nantinya, bank Himbara akan mencairkan dana tersebut ke rekening masing-masing penerima. “Uang kemudian ditransfer ke bank-bank Himbara,” papar Anwar.
Dana yang dicairkan pada tahap pertama ini, akan diberikan kepada 947.499 orang penerima. Semua penerima BLT mengacu dari BPJS Ketenagakerjaan yang disampaikan kepada Kemnaker pekan lalu.
Total, bantuan tersebut menyasar kepada 8 juta pekerja terdampak pandemi. Rencanya, BLT subsidi gaji diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp500 ribu per bulan selama dua bulan sekaligus. Secara total, buruh akan mendapatkan Rp1 juta.
Namun, tidak semua pekerja menerima bantuan subsidi upah tersebut. Pekerja yang mendapatkan bantuan ini hanyalah mereka yang memiliki gaji maksimal Rp3,5 juta per bulan.
Selain itu, buruh harus menjadi peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan sampai Juni 2021. Lalu, pemerintah hanya akan memberikan subsidi gaji kepada buruh yang bekerja di wilayah yang menerapkan PPKM level 3 dan level 4. (cnn/ila)
kartu nikah digital: Petugas KUA menunjukkan kartu nikah digital (kiri) dan buku nikah lama (kanan).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Agama (Kemenag) mulai memberlakukan kartu nikah digital dan menghentikan penerbitan kartu nikah fisik mulai Agustus 2021. Kartu nikah digital berbentuk digital tersebut diharapkan dapat memudahkan pasangan suami-istri apabila membutuhkan kartu nikah saat bepergian.
kartu nikah digital: Petugas KUA menunjukkan kartu nikah digital (kiri) dan buku nikah lama (kanan).
Lantas, bagaimana cara mendapatkan kartu nikah digital tersebut? Kepala Subdit Mutu, Sarana Prasarana, dan Sistem Informasi KUA Ditjen Bimas Islam Jajang Ridwan mengatakan, layanan kartu nikah digital bisa diakses di seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah Web).
Jajang memastikan, saat ini hampir 100 persen KUA di Tanah Air sudah bisa mengakses Simkah Web. Adapun cara mendapatkan kartu nikah digital tersebut adalah pasangan calon pengantin mengisi formulir pendaftaran nikah melalui Simkah Web di situs www.simkah.kemenag.go.id.
Setelah pasangan pengantin tersebut selesai melaksanakan akad nikah, kartu nikah digital akan dikirim melalui e-mail dan nomor WhatsApp yang telah didaftarkan dalam bentuk tautan. “Kami di Kemenag memutuskan untuk menghentikan penerbitan kartu nikah fisik per Agustus 2021 ini. Sebagai gantinya kami telah meluncurkan kartu nikah digital pada akhir Mei lalu,” kata Jajang.
Kartu nikah digital tersebut tidak hanya berlaku bagi pasangan yang baru menikah. “Kartu nikah digital tidak hanya bisa dimiliki oleh pasangan yang baru nikah, melainkan juga diperuntukkan bagi pasangan yang sudah lama menikah,” ujar Jajang.
Bagi pasangan lama, proses pengurusannya pun tak membutuhkan banyak syarat administrasi. Caranya, cukup dengan datang ke KUA tempat menikah, data pernikahannya dimasukkan ke dalam situs Simkah, yakni www.simkah.kemenag.go.id. Setelah itu, maka kartu nikah digital pun akan dikirim melalui email kepada yang bersangkutan.
Adapun penggantian kartu nikah fisik menjadi digital sudah tercantum dalam Surat Ditjen Bimas Islam B-2361/Dt.III.II/PW.01/07/2021 terkait Penggunaan Kartu Nikah Digital. Surat tersebut menjelaskan bahwa mulai Agustus 2021, Kemenag tidak lagi menerbitkan kartu nikah secara fisik. Sementara itu, kartu nikah fisik yang masih tersisa akan segera dihabiskan. (kps/ila)