LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) menekankan kepada Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, untuk serius menangani kenaikan kasus Covid-19 di Labuhanbatu Utara.
Salah satunya menunda keramaian atau resepsi pernikahan di tengah masyarakat, mengingat Kabupaten Labura saat ini sudah memasuki level II yang dikhawatirkan tumbuhnya klaster baru virus.
“Bukan pesta ditiadakan, akad nikah diperbolehkan tapi resepsi ditunda untuk sementara,” ujar Bupati Labura, Hendriyanto Sitorus, di Labura, Selasa (3/8).
Hendryanto berpesan, agar Satgas Covid-19 tidak lelah dan terus memberitahu dan mengingatkan masyarakat bahaya Covid. Bukan hanya Labura, hampir selurih kabupaten di Sumut sudah memasuki level II bahkan level III dan IV.
“Saya berharap sanksi pelanggaran Covid tetap diterapkan, agar masyarakat semakin sadar akan bahaya virus yang mematikan. Tetap humanis menyampaikan kepada masyarakat, tetap santun, dan sesuai aturan yang berlaku,” pesan Hendriyanto.
Sementara Wakil Bupati, Samsul Tanjung menegaskan perlunya penerapan 4 M secara berkesinambungan.
“Mulai saat ini kita harus benar-benar menerapkan perilaku 4 M. Hari ini kita tidak main-main lagi, ini harus benar kita laksanakan agar Covid-19 segera punah dari Bumi Basimpul Kuat, Babontuk elok,” tambah Wakil Bupati.
Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara serius menindak para pengusaha rumah makan yang melanggar prokes. “Jika memang ditemukan cafe atau rumah makan melanggar protokol kesehatan dengan 3 kali peringatan, kita tutup,” tandas Wabup. (fdh)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Gelombang pandemi COVID-19 yang kembali meningkat di Tanah Air membuat berbagai lapisan masyarakat mengalami masa penuh tantangan yang lebih lama lagi. Selain dalam hal kesehatan, ekonomi masyarakat juga turut terimbas oleh situasi ini. Sebagai bentuk dukungan dan solidaritas kepada mitra driver dalam menjalani masa penuh tantangan ini, Gojek kembali menggelontorkan bantuan belanja sembako senilai total 25 Miliar Rupiah.
Bantuan ini disalurkan secara cashless atau non-tunai, langsung ke akun ratusan ribu mitra driver di seluruh Indonesia dan dapat segera digunakan untuk membeli sembako atau kebutuhan lainnya.
CEO Gojek Kevin Aluwi mengungkapkan “Dampak gelombang pandemi yang kembali naik, turut dirasakan oleh mitra driver Gojek. Tergerak oleh rasa solidaritas dan keinginan untuk terus mendukung mitra driver di masa penuh tantangan ini, kami luncurkan lagi bantuan belanja sembako bagi ratusan ribu mitra driver Gojek aktif di seluruh Indonesia. Bantuan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian Program Kesejahteraan Mitra Driver yang telah dan terus berjalan untuk membantu mitra-mitra kami di masa pandemi ini, ” ungkap Kevin.
Upaya yang Gojek jalankan ini sejalan dengan gerakan #BangkitBersama yang diinisiasi oleh Group GoTo. Melalui gerakan ini layanan-layanan yang berada dalam ekosistem GoTo hadir membantu masyarakat, termasuk UMKM dan pekerja sektor informal, untuk dapat bangkit kembali seusai pandemi COVID-19, sekaligus membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi inisiatif Gojek dalam memberikan dukungan terhadap mitra-mitranya di masa pandemi COVID-19. “Semangat dan kepedulian untuk saling bahu-membahu yang ditunjukkan oleh Gojek dan mitranya, sangat dibutuhkan di masa-masa seperti ini. Terlebih para mitra pengemudi ojol turut berkontribusi menggerakan roda perekonomian di masa sulit ini dengan mengantarkan berbagai kebutuhan seperti makanan, vitamin, dan barang-barang lainnya, kepada masyarakat yang harus membatasi mobilitasnya,” jelas Menhub.
Menhub berharap, hal ini turut menginspirasi pelaku industri serta seluruh lapisan masyarakat yang lain untuk tergerak merangkul sebanyak mungkin pihak. “Bantuan belanja sembako yang didapat mitra pengemudi ini nantinya tidak hanya akan membantu satu pihak yaitu pengemudi sendiri. Tetapi, adanya transaksi belanja dan aktivitas ekonomi, tentu akan turut membantu pihak lain seperti misalnya, sektor UMKM dan sektor informal lainnya,” ujar Menhub.
Sejak awal pandemi di Indonesia, Gojek telah konsisten untuk membantu mitra driver melalui Program Kesejahteraan Mitra Driver yang berfokus pada tiga hal yakni penyediaan layanan dan perlengkapan kesehatan, keringanan beban biaya harian, dan bantuan pendapatan. Tiga inisiatif ini telah dilaksanakan melalui adanya Dana Bantuan Mitra senilai Rp100 miliar yang diantaranya berasal dari donasi 25% gaji tahunan jajaran manajemen senior dan anggaran kenaikan gaji tahunan seluruh karyawan.
Program Kesejahteraan Mitra Driver di masa pandemi COVID-19 telah menjadi komitmen berkelanjutan dengan ditopang berbagai inisiatif mulai dari penyediaan perlengkapan kesehatan yang mendukung operasional mitra di saat pandemi, jaminan asuransi kesehatan, program bantuan sembako, paket makanan hemat dan sehat bagi mitra driver dan keluarga, serta bantuan pendapatan bagi mitra driver yang terpapar COVID-19 dan terpaksa harus berhenti bekerja untuk sementara waktu.
Di samping itu, Gojek terus bekerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun sektor swasta untuk dapat meminimalisasi dampak ekonomi yang disebabkan oleh pandemi. Misalnya melalui program relaksasi cicilan kendaraan, memastikan agar para mitra driver dapat berpartisipasi dalam skema bantuan pemerintah, hingga kolaborasi dengan pemerintah dan swasta untuk mengakselerasi vaksinasi COVID-19 bagi mitra driver. Secara reguler Gojek juga telah menjalankan program Swadaya untuk meringankan beban harian mitra driver. Pada program Swadaya, mitra driver dapat mengakses berbagai produk dan layanan dengan harga terjangkau yang khusus diberikan untuk Mitra Driver Gojek.
“Sebagai karya anak bangsa, Gojek ingin dapat terus meneladani semangat gotong royong bangsa Indonesia. Sebagai keluarga besar, semangat ini pula yang terus kami jaga bersama dengan mitra driver. Terutama di periode penuh tantangan ini. Dengan modal penting itu kami berharap ekosistem Gojek dapat bertahan selama pandemi ini,” tutup Kevin. (rel)
MENUTUP: Kalapas Binjai, Maju A Siburian saat menutup kegiatan program rehabilitasi.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai sudah menutup program rehabilitasi yang meliputi medis dan sosial. Program tersebut dimulai pada 1 Februari 2021 dan berakhir 30 Juli 2021.
MENUTUP: Kalapas Binjai, Maju A Siburian saat menutup kegiatan program rehabilitasi.
Kalapas Binjai, Maju Amintas Siburian menyatakan, warga binaan yang sudah mendapat ilmu, etika dan nilai-nilai dalam pelaksanaan rehabilitasi, dapat menjadi agen perubahan. Terlebih saat mengirimkan atau memberikan ilmu yang didapat kepada teman-teman warga binaan.
“Terima kasih kepada seluruh tim program rehabilitasi medis dan sosial,” kata Kalapas, Kamis (5/8).
Sementara, Kasi Binadik Lapas Binjai, Dekki Susanto menambahkan, pelaksanaan rehabilitasi kurang lebih 6 bulan. Jumlah peserta sebanyak 220 warga binaan. Di antaranya, 100 orang mendapat rehab medis dan 120 warga binaan rehab medis. Menurut dia, Lapas Binjai telah melaksanakan kegiatan terapi bagi para peserta rehabilitasi sosial.
“Seperti skrining, asesmen, tes urin, terapi kelompok, sesi religi, kegiatan rekreasional, family support grup, konseling individu dan seminar tentang pengetahuan adiksi serta case conference. Sementara pada rehabilitasi medis seperti skrining, asesmen, tes urin, terapi simtomatik, konsultasi dokter spesialis, konseling individu dan seminar tentang pengetahuan adiksi,” urai dia.
Kalapas berpesan, agar warga binaan bisa merubah perilakunya saat telah kembali ke masyarakat setelah menjalani rehab. “Semoga apa yang telah kami laksanakan bersama, dapat menjadi manfaat bagi para warga binaan pemasyarakatan,” tukasnya. (ted/han)
SENGIT: Duel Alexis Vera dan Takefusa Kubo bakal berlangsung sengit dalam perebutan medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020, sore ini.
TOKYO, SUMUTPOS.CO – Timnas Jepang akan berhadapan dengan Meksiko dalam perebutan medali perunggu cabor sepak bola putra Olimpiade Tokyo 2020, Jumat (6/8) Pertandingan di Saitama Stadium ini merupakan ulangan Olimpiade Meksiko 1968. Saat itu, Jepang meraih medali perunggu setelah mengalahkan tuan rumah 2-0. Maka, inilah saatnya Meksiko menuntaskan dendam.
SENGIT: Duel Alexis Vera dan Takefusa Kubo bakal berlangsung sengit dalam perebutan medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020, sore ini.
Jepang dan Meksiko sebelumnya juga sudah bertemu di penyisihan grup. Waktu itu, juga di Saitama Stadium, Jepang mengalahkan Meksiko 2-1.
Dalam laga Grup A tersebut, Jepang unggul lewat gol Takefusa Kubo menit 6 serta penalti Ritsu Doan menit 11. Meksiko hanya bisa menipiskan selisih skor melalui gol Roberto Alvarado menit 85.
Setelah sama-sama kandas di semifinal, juara dan runner-up Grup A ini pun kembali bertemu. Kali ini, mereka akan memperebutkan medali perunggu.
Selama Olimpiade Tokyo 2020, penampilan Jepang dan Meksiko sama-sama apik. Jepang tercatat sebagai tim yang paling sedikit kebobolan dengan dua gol. Produktivitas skuad asuhan Hajime Moriyasu pun cukup tinggi. Mereka tercatat telah mencetak tujuh gol, lebih banyak dari yang diciptakan Spanyol.
Sementara Meksiko, tim dengan produktivitas gol tertinggi. Skuad asuhan Jaime Lozano tercatat telah mencetak 14 gol di Olimpiade Tokyo 2020. Akan tetapi El Tri, julukan mereka, juga kebobolan cukup banyak, enam gol.
Menghadapi Meksiko, Moriyasu akan kembali dapat menurunkan bek Takehiro Tomiyasu yang absen karena akumulasi kartu pada laga semifinal. Tomiyasu yang bermain untuk klub Liga Italia Bogolna, dianggap sebagai salah satu kunci kuatnya pertahanan Jepang saat ini.
Masalah bagi Moriyasu adalah menemukan racikan yang tepat di lini depan. Dia tak bisa lagi hanya mengandalkan Kubo yang mencetak tiga gol pada babak penyisihan. Dalam dua laga terakhir, kontra Selandia Baru dan Spanyol, Kubo tak berkutik karena mendapatkan kawalan ketat dan hasilnya Jepang gagal mencetak gol.
Daichi Hayashi yang menjadi penyerang tunggal di lini depan Timnas Jepang harus mendapatkan dukungan lebih dari rekan-rekannya. Hayashi sejauh ini belum mencetak satu pun gol. Moriyasu bisa saja menggantikan posisi Hayashi dengan Daizen Maeda yang telah mencetak satu gol saat Jepang mengalahkan Prancis di babak penyisihan Grup A.
Di sisi lain, Pelatih Meksiko Jaimi Lozano juga sudah bisa memainkan Jorge Sanchez dan Carlos Rodriguez yang absen akibat akumulasi kartu pada semifinal lalu. Lozano tak memiliki masalah cedera pemain. Penyerang andalan mereka Henry Martin yang telah mencetak tiga gol diprediksi akan kembali menjadi andalan bersama gelandang Luis Romo dan Sebastian Cordova untuk membongkar lini pertahanan Jepang.
Namun, bermain di kandang tentu menjadi keuntungan bagi Jepang. Apalagi pada pertemuan di babak penyisihan lalu mereka mampu meraih kemenangan atas Meksiko. Secara materi pemain, Jepang memiliki keunggulan karena banyak pemain mereka yang merumput di Eropa seperti Kubo (Real Madrid), Wataru Endo (Vfb Stuttgart), Maya Yoshida (Sampdoria), Tomiyasu (Bologna) hingga Koji Miyoshi (Royal Antwerp). Meksiko di sisi lain hanya membawa satu pemain yang merumput di benua biru, yaitu Diego Lainez (Real Betis).
Akan tetapi dengan pemain yang lebih banyak bermain di liga lokal, Meksiko dianggap lebih memiliki kekompakan. Apalagi tim ini juga telah bersama-sama sejak di level U-19. Karena itu, perebutan medali perunggu Olimpiade Tokyo, Meksiko kontra Jepang dipastikan akan berlangsung sengit. Kedua tim bisa dianggap sama kuat sehingga bukan tak mungkin laga ini akan berakhir dengan skor tipis. (bbs)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Selama masa pendemi Covid-19, dokter yang gugur mencapai 640 orang. Dengan demikian, terjadi penambahan jumlah dokter meninggal sebanyak 42 orang sejak akhir Juli. Gugurnya 42 dokter tersebut tersebar di sembilan provinsi di Indonesia yaitu Sumatera Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Bali, Kalimantan Timur, Lampung, dan Gorontalo.
“Sebelumnya kami sempat mengumumkan di angka 598 teman sejawat dokter (yang meninggal dunia), di Agustus angka kami update dengan penjumlahan yang masih cukup tinggi di angka 640 jiwa dokter sejawat yang telah gugur,” ujar Ketua Pelaksana Harian Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr Mahesa Paranadipa dalam sebuah webinar, Rabu (5/8).
Lebih lanjut, Mahesa mengatakan, berdasarkan data per bulan, jumlah kematian dokter pada Bulan Agustus hingga tanggal 3 sebanyak tujuh orang. Sementara pada Juli, jumlah dokter yang gugur mencapai angka tertinggi yaitu sebanyak 199 orang dalam sebulan. Sementara pada Juni, jumlah dokter yang tutup usia ada 52 orang.
Dengan demikian, menurut dia, dapat dikatakan terjadi penurunan jumlah kematian dokter dibanding dua bulan lalu. Namun, Mahesa mengatakan penurunan tersebut tidak boleh membuat IDI menjadi lengah memantau kondisi para dokter. “Kami dari tim mitigasi Ikatan Dokter Indonesia perlu tetap memantau kondisi teman-teman sejawat dokter di beberapa wilayah,” kata dia.
Mahesa mengatakan penurunan jumlah kasus kematian dokter sebenarnya terjadi seiring dengan menurunnya kasus harian positif Covid-19 saat ini. Dia berharap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 bisa diterapkan lebih efektif agar kasus harian semakin turun, sehingga turut menyelamatkan nyawa para tenaga kesehatan.
“Ini mudah-mudahan teman-teman sejawat, tenaga kesehatan yang bertugas di pelayanan kesehatan tetap optimistis memberikan pelayanan dengan stamina yang baik, sehingga keselamatan, kesehatan mereka pun bisa terjaga,” ujar Mahesa.
Sehari, Kematian Tembus 1.739 Jiwa
Kasus Covid-19 harian pada Kamis (5/8), bertambah sebanyak 35.764 orang. Kini total sudah 3.568.331 orang terinfeksi Covid-19. Tercatat, hari ini telah dilakukan pemeriksaan tes sebanyak 248.556. Jumlah tes itu lebih tinggi sedikit dibanding tes kemarin.
Jika tes semakin masif dilakukan maka akan membuat angka kasus baru Covid-19 meningkat. Meski begitu, jumlah tes ini masih belum memenuhi target pemerintah yang sempat menyebut dalam sehari harus dilakukan 400 ribu tes spesimen.
Mirisnya, angka kematian masih tinggi, naik 1.739 sehari. Kemarin angka kematian juga tak jauh berbeda di kisaran 1.700an. Angka kematian tak kunjung turun, masih tinggi karena pasien masih sulit mendapatkan ruang ICU di RS. IGD pun masih antre.
Kematian harian terbanyak terjadi di Jawa Tengah 466 jiwa sehari. Jawa Timur 311 jiwa. Jawa Barat 173 jiwa. DKI Jakarta 126 jiwa. Kalimantan Timur 100 jiwa.
Kasus Covid-19 terbanyak harian disumbang Jawa Barat 4.718 kasus. Jawa Tengah 4.252 kasus. Jawa Timur 4.074 kasus. DKI Jakarta 2.311 kasus. Kalimantan Timur 2.083 kasus. Semantara, kasus aktif turun 5.701 kasus. Jumlah pasien aktif kini sebanyak 518.310 orang.
Ada 153.917 orang yang diperiksa dengan metode TCM, PCR, dan antigen. Angka positivity rate mencapai 23,24 persen.
Pasien sembuh harian bertambah 39.726 orang. Paling banyak kasus sembuh terjadi di Jaww Barat sebanyak 9.632 orang. Dan total angka kesembuhan saat ini sebanyak 2.947.646 orang.
Sudah 510 kabupaten kota terdampak Covid-19. Tak ada provinsi di bawah 10 kasus. Dan tak ada satupun provinsi dengan nol kasus. (jpc)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan, tahun ini hari libur nasional dalam rangka tahun baru Islam tidak tepat pada 1 Muharram 1443 Hijriah. Tetapi diundur satu hari. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi adanya long weekend di tengah pandemi Covid-19.
Dirjen Bimbingan Islam Kemenag Kamaruddin Amin menuturkan, tanggal 1 Muharram atau tahun baru hijriah jatuh pada 10 Agustus. Lazimnya hari libur nasional jatuh pas atau bertepatan dengan 1 Muharram. “Tahun baru Islam tetap 1 Muharram bertepatan 10 Agustus, Namun hari liburnya yang digeser menjadi 11 Agustus,” kata Kamaruddin, kemarin.
Kamaruddin mengatakan, penetapan 1 Muharram berbeda dengan penentuan 1 Ramadan, 1 Syawal, maupun 1 Dzulhijjah sebagai penentu Idul Adha. Dalam penetapan 1 Muharram, pemerintah tidak menggunakan metode sidang isbat. Tetapi sudah ditentukan dalam taqwim standar Indonesia yang disusun Tim Falakiyah Kemenag.
Perubahan tanggal tersebut untuk antisipasi adanya long weekend. Sebab semula libur nasional 1 Muharram jatuh pada Selasa (10/8). Sehingga berpotensi menjadi libur panjang karena Senin bisa jadi hari kejepit. Akhirnya libur digeser menjadi hari Rabu (11/8). “Kebijakan (perubahan, Red) ini sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19. Ikhtiar untuk mengantisipasi munculnya klaster baru,” tuturnya.
Selain itu, Kamaruddin mengatakan, hari libur dalam rangka Maulid Nabi Muhammad pada 12 Rabiul Awwal juga digeser. Semula libur Maulid Nabi Muhammad ditetapkan 19 Oktober bertepatan dengan 12 Rabiul Awal. Tetapi diundur menjadi 20 Oktober. Hampir sama dengan libur 1 Muharram, libur Maulid Nabi Muhammad digeser dari Selasa menjadi Rabu. “Menghadapi Covid-19 ini, kita harus bersama-sama,’’ katanya.
Penanganan Covid-19 bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Tetapi juga tugas semuanya dalam rangka tugas kemanusiaan. Bagi Kamaruddin, penanganan Covid-19 pada hakekatnya adalah memuliakan manusia. Untuk itu dia menegaskan terlibat dalam penanganan Covid-19 adalah perintah agama.
Terkait pergesaran hari libur Tahun Baru Islam ini, Pemko Medan mengaku sudah mendapatkan instruksi dari pemerintah pusat. Instruksi pergeseran waktu libur tersebut didapatkan Pemko Medan setelah menerima Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dengan No.712/2021, Nomor 1 Tahun 2021, dan Nomor 3 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No.642 Tahun 2020, No.4 Tahun 2020, dan No.4 Tahun 2020 Tentang Hari Libur Nasional dam Cuti Bersama Tahun 2021.
“Kita sudah terima SKB 3 Menteri yang dimaksud,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, Noval Zain kepada Sumut Pos, Kamis (5/8).
Dikatakan Noval, berdasarkan SKB 3 Menteri tersebut, libur Tahun Baru Islam 1443 H memang jatuh atau digeser menjadi Rabu, 11 Agustus 2021. Dengan demikian, Pemko Medan wajib mengikuti surat keputusan tersebut. Artinya, para ASN di lingkungan Pemko Medan tetap bekerja di hari Selasa 10 Agustus 2021, dan baru akan libur pada Rabu 11 Agustus 2021. “Sampai saat ini kita masih mengacu kepada SKB tersebut,” jawabnya. (jpc/map)
Kapolres Asahan beserta pengurus PWI Asahan pada sesi foto acara silaturahmi.
KISARAN, SUMUTPOS.CO – Kapolres Asahan, AKBP Putu Yudha Prawira, SIK berharap agar Penggurus dan Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Asahan dapat bersinergi dengan Polres Asahan. Hal tersebut diungkapkannya saat berkunjung di Kantor PWI Kabupaten Asahan, Kamis (5/8/2021).
Kapolres Asahan beserta pengurus PWI Asahan pada sesi foto acara silaturahmi.
“Saya berharap PWI Asahan bisa bersinergi dengan Polres Asahan. Kami ingin menjalin sinergitas dan kerjasama yang baik dengan cara melakukan kegiatan yang bermanfaat. Kita juga bisa bekerjasama mensukseskan program pemerintah,” tuturnya.
Menurut AKBP Putu Yudha, dari pengalamannya berdinas di beberapa tempat, anggota PWI Asahan tergolong kompak dan solid. Ia juga berharap agar PWI juga bisa kompak dengan Polres Asahan. Kemudian ia juga berpesan agar insan media dapat mangedukasi hal-hal positif kepada masyarakat dengan menyajikan berita yang valid dan tidak hoax.
“Pengurus dan anggota PWI ini sudah memegang gelar kompeten di bidang jurnalistik. Dari itu saya meminta agar pengurus dan anggota PWI bisa menyuguhkan berita yang positif untuk masyarakat, jangan menyuguhkan berita yang bisa membuat kegaduhan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Orang nomor satu di jajaran Polres Asahan yang memegang prinsif lebih sering silaturahmi akan menambah saudara, banyak saudara maka rezeki semakin bertambah pula. Setelah itu Kapolres Asahan juga berharap agar pertemuan tersebut dapat berkelanjutan kedepannya dengan berkomunikasi lebih lanjut lagi.
“Kepada pengurus dan anggota PWI Asahan, apabila ada informasi di lapangan terkait polisi, baik itu positif maupun negatif agar disampaikan kepada kami. Kalau ada hal negatif, kami akan memperbaiki dan apabila ada hal positif tentang polisi, kami akan pertahankan dan tingkatkan lagi. Itu lah bentuk kerjasama antara Polres Asahan dengan PWI Asahan,” tutupnya.
Sebelumnya Ketua PWI Kabupaten Asahan, Indra Sikoembang berterimakasih kepada Kapolres Asahan yang berkunjung ke kantor PWI Asahan. Ia menyampaikan Polres Asahan dapat bekerja sama dengan PWI dalam meraih informasi yang ada dilingkungan Polres Asahan.
“Kami berharap agar antara PWI dan Polres Asahan bisa membangun PBB, yaitu menyatukan Persepsi saling Berkoordinasi dan saling Bersinergi,” harapnya.
Kemudian, Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira bersama Ketua PWI Asahan melakukan penanaman Pohon Rambutan di halaman kantor PWI Kabupaten Asahan. Ini sebagai tanda pengingat persaudaraan jika lambat laun pohon ini tumbuh dan semakin besar.
Ketua Satgas Covid-19 Asahan, Surya B.Sc melalui Rahmad Hidayat Siregar kepada awak media (5/8) mengatakan tak bosan-bosannya terus menyampaikan imbauan agar tetap menerapkan Protokol Kesehatan 5 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. (mag-9)
BAGI SEMBAKO: Wali Kota Medan Bobby Nasution membagikan paket sembako kepada warga Lingkungan 23, Kelurahan Mangga, Medan Tuntungan, yang melakukan isolasi mandiri, Kamis (5/8).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jumlah lingkungan berstatus zona merah Covid-19 di Kota Medan bertambah. Kini, ada 14 lingkungan di 7 kecamatan terpaksa diisolasi, karena terdapat lebih dari lima keluarga yang terpapar Covid-19. Hal ini sesuai Keputusan Wali Kota Medan No.440/40.K/VII/2021 tentang Penetapan Kriteria Isolasi pada Lokasi Isolasi Terpusat dalam Rangka Penanganan Covid-19 di Kota Medan.
BAGI SEMBAKO: Wali Kota Medan Bobby Nasution membagikan paket sembako kepada warga Lingkungan 23, Kelurahan Mangga, Medan Tuntungan, yang melakukan isolasi mandiri, Kamis (5/8).
“Isolasi lingkungan sudah ada 14 sekarang. Dari 2.001 lingkungan, ada 14 lingkungan yang kita isolasi,” kata Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, saat meninjau masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di Lingkungan 23, Kelurahan Mangga, Medan Tuntungan, Kamis (5/8).
Adapun 14 lingkungan tersebut, kata Bobby, tersebar di tujuh kecamatan yakni Medan Johor, Medan Helvetia, Medan Deli, Medan Sunggal, Medan Tuntungan, Medan Labuhan, dan Medan Tembung.
Menurut Bobby, meskipun Pemko Medan memiliki fasilitasi isolasi terpusat (Isoter), namun warga di lingkungan berstatus zona merah masih diperbolehkan untuk isolasi mandiri di rumah dengan protokol yang ketat. “Makanya tadi saya sampaikan, kalau lingkungannya seperti ini (Lingkungan 23), masih bisa kita lakukan isolasi mandiri. Kalau ada OTG yang tidak keluar dan tidak menyebarkan Covid-19, masih kita izinkan (isloasi mandiri),” ujarnya.
Bobby menerangkan, fasilitas isoter dibutuhkan untuk menampung warga yang perlu dikontrol aktivitasnya. “Makanya kita buat isoter supaya mereka tidak keluar-keluar. Memang untuk yang zona merah, kita wajibkan untuk diisoter. Seperti tadi yang disampaikan Pak Camat (Medan Tuntungan), ada yang sulit diatur makanya kita rekomkan untuk masuk ke isoter,” terangnya.
Berdasarkan pantauan, Bobby tampak menyapa warga yang melakukan isolasi mandiri di Lingkungan 23, Kelurahan Mangga, Medan Tuntungan. Bobby pun mengapresiasi langkah warga yang lebih memilih memulihkan kondisi kesehatan di rumah. “Untuk isolasi di Lingkungan 23 ini, lokasi di sini benar-benar saya apresiasi karena bukan hanya dari Pemko Medan, bukan hanya dari TNI/Polri, tapi kelompok lapisan masyarakat ikut menyukseskan isolasi lingkungan,” ujar Bobby.
Bobby menuturkan, warga yang melakukan isolasi di Lingkungan 23 sudah melakukan pengurangan mobilitas. “Hari ini sudah bisa kita lihat sama-sama, untuk komunikasi bisa menggunakan HT dan dipantau dari CCTV. Ini semua lapisan masyarakat berpartisipasi, kita kalau semua lingkungan dan semua kecamatan di Medan bisa seperti ini, saya rasa penyelesaian Covid-19 bisa cepat tercapai,” katanya.
Bobby mengatakan, pelaksanaan isolasi lingkungan yang sesuai aturan dapat mengurangi jumlah kamar yang terpakai di lokasi isolasi terpusat. “Makannya juga disuplai terus, vitaminnya juga disuplai terus. Kalau semua lingkungan bisa menerapkan seperti ini, tentu bisa membantu dalam memaksimalkan keterbatasan isoter yang kita miliki,” katanya.
Diketahui, saat ini di Lingkungan 23, Kelurahan Mangga, ada 9 rumah yang tengah melakukan isolasi mandiri dengan total 34 warga yang terpapar Covid-19. Pembatasan aktivitas warga dilakukan sejak pukul 18.00 WIB sampai 06.00 WIB. Pihak lingkungan bersama warga juga memasang sebanyak 15 CCTV untuk memantau aktivitas rumah yang tengah menjalani isolasi.
Wali Kota Medan, Bobby Nasution secara khusus meninjau pelaksanaan isoman di lingkungan tersebut guna melihat konsep isolasi lingkungan yang dilakukan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat. Saat tiba di lokasi Bobby Nasution langsung menuju posko isolasi lingkungan dan melihat berbagai fasilitas di posko seperti monitor CCTV dan alat komunikasi HT.
Bobby juga menyapa langsung warga yang terpapar covid-19 dengan menggunakan HT dan menanyakan kondisi warga yang menjalani isolasi mandiri. Selain itu, Bobby juga memastikan pelayanan yang diberikan pihak kecamatan dan Puskesmas serta bantuan penanganan dari pemerintah.
Selanjutnya Bobby mengunjungi salah satu rumah warga dan berdialog dengan warga tersebut. Bobby juga menanyakan kondisi kesehatan dan memastikan pelayanan yang diberikan. Dalam kunjungan ini, Bobby secara pribadi juga menyerahkan bantuan sembako kepada para warga yang terpapar Covid-19.
Sebelumnya, pihak kelurahan menjelaskan, secara langsung mengenai teknis isolasi lingkungan di lingkungan 23 ini. Guna memastikan ketaatan warga dan untuk mengurangi mobilitas, kami lakukan pemasangan CCTV dan penyediaan alat komunikasi berupa HT. Hal ini guna mempermudah komunikasi dan pemantauan terhadap warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.
“Kami di sini memasang CCTV untuk memantau aktivitas warga. Selain itu di setiap pintu masuk kami pasang portal dan diberlakukan penutupan dari jam 12 malam sampai jam 6 pagi. Kami bisa pantau 24 jam warga yang menjalani isolasi mandiri. Semua ini terlaksana atas swadaya dari masyarakat dan dukungan dari Pihak Kecamatan dan unsur TNI-POLRI,” Jelasnya.
Sementara itu Lurah Mangga, Wandro Manalu menjelaskan, sebanyak 9 rumah terpapar virus Covid-19. Untuk yang terpapar dan telah kontak erat berjumlah 34 orang. “Dari isolasi lingkungan yang sudah berjalan tiga hari ada salah satu KK yang sembuh dan hasil PCR dari puskesmas juga keluar negatif,” Jelasnya.
Ancam Tutup Rumah Sakit
Dalam kesempatn itu Bobby juga mengatakan, rumah sakit yang meminta biaya dalam penanganan pasien Covid-19 akan langsung ditegur, bahkan berpotensi dilakukan sanksi penutupan jika terbukti melanggar aturan dan juga memberatkan masyarakat. “Kalau ada rumah sakit yang minta biaya, itu akan kita tegur. Kita akan lihat apa sudah ikuti peraturan? Jangan ambil kesempatan. Ini sudah jelas biayanya ditanggung pemerintah. Kalau nanti rumah sakit minta-minta uang, kalau perlu kita tutup saja yang seperti itu, nggak bagus seperti itu malah menyulitkan masyarakat,” tegasnya.
Bobby juga memastikan, pembiayaan dalam penanganan pasien Covid-19 seluruhnya sudah ditanggung pemerintah melalui Kementerian Kesehatan. Bahkan, warga yang tidak masuk dalam kategori pembiayaan seperti orang tanpa gejala (OTG) juga ditanggung Pemko Medan selama menjalani isolasi mandiri.
Menyikapi hal ini, Ombudsman RI Perwakilan Sumut mendukung sikap tegas Bobby. Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar mengatakan, sikap tegas kepala daerah seperti itu sangat penting. Sikap seperti ini perlu ditiru oleh para kepala daerah lain di Sumut. Bahkan, kalau perlu jangan hanya sanksi administratif tetapi juga proses pidana. “Kalau saya melihatnya, bila penting jangan hanya sanksi administratif dengan menutup rumah sakitnya. Bahkan bila penting, bisa diarahkan untuk proses pidana,” kata Abyadi, Kamis (5/8).
Menurutnya, sikap Bobby demikian itu harus dibuktikan segera agar warga yang bergejala Covid-19 tidak khawatir untuk datang berobat ke rumah sakit. “Karena kalau masih ada rumah sakit yang masih nekat melakukan pengutipan biaya pasien Covid-19 saya kira ini memang yang tidak bisa ditolelir. Di tengah kesusahan masyarakat, masih ada yang bertindak nakal,” ujar Abyadi.
Disampaikan dia, apabila ada rumah sakit yang mengutip biaya pada pasien Covid-19, langsung saja diberi sanksi baik administratif maupun didorong untuk diproses secara pidana. “Saya kira, peringatan ini akan menjadi warning keras bagi seluruh pengelola rumah sakit yang menerima penanganan pasien Covid-19. Jadi, mereka tidak lagi main-main dalam menangani pasien Covid-19 karena biaya sudah ditanggung oleh negara,” tandas Abyadi. (map/ris)
TINJAU: Wali Kota Medan M Bobby Afif Nasution didampingi Kadis Kebersihan dan Pertamanan M Husni meninjau lokasi pemakaman khusus Covid-19 di Simalingkar B, Medan Tuntungan, Kamis (5/8).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam sepekan terakhir, sedikitnya 107 jenazah dikebumikan di Pemakaman Khusus Covid-19 Simalingkar B, Medan Tuntungan. Jika ditotal sejak awal pandemi hingga kemarin (5/8), tercatat sebanyak 1.581 jenazah yang sudah dimakamkan di sana.
TINJAU: Wali Kota Medan M Bobby Afif Nasution didampingi Kadis Kebersihan dan Pertamanan M Husni meninjau lokasi pemakaman khusus Covid-19 di Simalingkar B, Medan Tuntungan, Kamis (5/8).
“Kita belum setengah jam di sini, tapi sudah ada tiga mobil ambulans yang masuk. Dari pagi sampai siang ini, sudah 7 orang yang dimakamkan di sini,” ujar kata Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mengunjungi TPU Khusus Covid-19 Simalingkar B, untuk memastikan ketersediaan lahan pemakaman bagi korban Covid-19, Kamis (5/8) siang. Saat itu, Bobby didampingi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan, Muhammad Husni.
Bobby mengatakan,sejak awal kasus Covid-19 di Medan hingga kemarin, sebanyak 1.581 jenazah sudah dimakamkan di pemakaman khusus Covid-19 ini. Sebagian di antaranya berasal dari luar Kota Medan. “Kapasitas di sini ada 5.000 untuk jenazah. Cuma jangan berpikir masih ada slot. Kita berpikir bagaimana mencegahnya,” sebut Bobby.
Angka kasus kematian Covid-19 di Kota Medan saat ini, lanjut Bobby Nasution, cenderung meningkat. Dia mengharapkan, warga Medan berperan ikut mencegah penyebaran Covid-19. “Saya sampaikan, ini harus sama-sama kita cegah. Lebih bagus kita mencegah, karena kalau sudah terpapar tidak ada lagi yang bisa kita lakukan selain mengobati untuk memperkuat imunitas tubuh,” ungkapnya.
Bobby mengharapkan, jumlah korban meninggal dunia akibat Covid-19 ini dapat ditekan semaksimal mungkin. “Kalau bisa ini tidak mencapai angka dua ribu dengan cara kita datang ke sini, bagaimana prosesnya agar disampaikan ke masyarakat, bahwasanya memang benar adanya Covid-19 ini,” katanya.
Terkait pasien Covid-19 asal luar daerah yang dirawat dan meninggal di Medan, kata Bobby, masih diperbolehkan untuk dimakamkan di lokasi TPU ini, asal daerah asalnya berjarak tempuh lebih empat jam perjalanan dari Kota Medan. “ Jadi kalau masih sekitar Deliserdang, Binjai yang tidak lebih 4 jam waktu tempuhnya, ya kita masih terima di sini,” katanya.
Ia menekankan, jangan sampai ada pengutipan biaya, lebih khususnya untuk jenazah asal luar Kota Medan. “Yang penting jangan sampai terjadi yang dari luar daerah ke situ dan diminta biaya. Proses pemakamannya harusnya ditanggung Pemko Medan. Hal seperti ini harus dicek ke lapangan,” tegasnya.
Terpisah, kepada Sumut Pos, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan, Muhammad Husni menegaskan, kunjungan yang dilakukan Wali Kota Medan Bobby Nasution adalah untuk melihat kesiapan pihaknya akan TPU Khusus Covid-19 milik Kota Medan tersebut. “Akan tetapi yang paling penting, supaya masyarakat tahu bahwa Covid ini tak main-main, yang dikuburkan sudah lebih dari 1.500 orang hanya dalam waktu sekitar satu tahun dari TPU itu dibuka. Jadi jangan lagi ada yang bilang kalau Covid itu tidak ada, faktanya yang dikuburkan di TPU Simalingkar saja sudah ribuan,” ungkap Husni.
Husni pun berharap, kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dapat terus bertumbuh setelah mengetahui bahwa lebih dari 30 persen kapasitas TPU Simalingkar B sudah terisi akibat pesatnya penyebaran Covid-19. Selain itu, Husni mengakui, jika saat ini setiap jenazah Covid-19 tidak harus dimakamkan di TPU Simalingkar B. TPU lainnya di Kota Medan, tetap diperbolehkan untuk menguburkan jenazah Covid-19 selama tidak mendapatkan penolakan dari warga.
“Alhamdulillah saat ini masyarakat kita sudah semakin paham, tidak ada masalah sebenarnya mau dimakamkan dimanapun, selama tetap dikuburkan sesuai SOP jenazah Covid. Kita berharap, kesadaran dan pemahaman masyarakat bisa terus berkembang. Intinya, mari lah kita patuhi prokes, Covid-19 ini tidak main-main,” pungkasnya. (map)
General Manager Operations PT Agincourt Resources, Rahmat Lubis, memberikan secara simbolis Beasiswa Martabe Prestasi 2021 kepada salah satu siswi penerima beasiswa, Kamis (5/8).
BATANGTORU, METRODAILY.id – PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe kembali menyalurkan Beasiswa Martabe Prestasi tahun ajaran 2021/2022 senilai Rp 1,51 miliar kepada 246 pelajar dan mahasiwa berprestasi. Penganugerahan Beasiswa Martabe Prestasi 2021/2021 digelar di gedung amphitheater Sopo Daganak, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan, Kamis (5/8) dihadiri perwakilan Manajamen PTAR, Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan, Cabang Dinas Pendidikan Padangsidimpuan, Muspika Batangtoru dan Muara Batangtoru serta perwakilan para orang tua dan tokoh masyarakat setempat.
Rahmat Lubis, General Manager Operations PTAR menyatakan program Beasiswa Tambang Emas Martabe atau disebut Beasiswa Martabe Prestasi merupakan salah satu program unggulan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di bidang Pendidikan yang dilaksanakan oleh PTAR. Program ini bertujuan meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak berprestasi serta memiliki komitmen tinggi yang berasal dari keluarga kurang mampu di Kecamatan Batangtoru & Kecamatan Muara Batangtoru untuk mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
“Proses penerimaan Beasiswa Martabe Prestasi Tahun 2021 telah dimulai sejak Februari 2021, di mana seleksi dan penetapan penerima beasiswa selesai pada 25 Juli 2021, dengan jumlah penerima dari berbagai tingkatan SD hingga Perguruan Tinggi sebanyak 188 siswa. 58 orang lainnya adalah penerima beasiswa lanjutan, sehingga total penerima beasiswa tahun ini mencapai 246 pelajar dan mahasiswa dengan nilai Rp 1,516,960,000,” kata Rahmat.
Rahmat menjelaskan Program Beasiswa Martabe Prestasi yang dimulai sejak 2017 telah sukses diselenggarakan hingga tahun ini dengan total jumlah penerima di semua jenjang sebanyak 967 orang siswa serta total beasiswa yang disalurkan mencapai Rp 3.666.895.000,- “Harapan kami melalui Beasiswa Martabe Prestasi ini dapat memotivasi pelajar dan mahasiswa agar dapat menjadi inspirasi bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya, dengan menjadi orang sukses yang dapat berkontribusi untuk kemajuan Batangtoru, Muara Batangtoru, Tapanuli Selatan dan juga Sumatra Utara,” kata Rahmat.
Dijelaskan, Program Beasiswa Martabe Prestasi dibagi kedalam Tiga Kategori yaitu: Pertama, Penghargaan Prestasi Akademis (PPA) yang diperuntukan bagi siswa-siswi SD/Sederajat dan SMP/Sederajat yang berprestasi dan berasal dari keluarga kurang mampu. Bantuan diberikan satu kali berupa barang-barang keperluan sekolah atau melunasi tunggakan dari siswa ke sekolah. Kedua, Penghargaan Prestasi Berkelanjutan (PPB) diperuntukkan bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Atas/Sederajat, Mahasiswa Diploma III atau D3 dan Mahasiswa Strata-1 atau S1 berprestasi dan berasal dari keluarga kurang mampu. Bantuan diberikan setiap tahun hingga batas waktu dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan melalui Panitia Martabe Prestasi.
Perwakilan Manajemen PTAR, perwakilan tokoh masyarakat dan perwakilan penerima Beasiswa Martabe Prestasi berfoto bersama usai acara penganugerahan Beasiswa Martabe Prestasi 2021, Kamis (5/8).
Ketiga, Penghargaan Prestasi Berkelanjutan Khusus (PPB Khusus) yang diperuntukan bagi siswa-siswi dari keluarga kurang mampu yang diterima di Sekolah unggulan tingkat SMA yang telah ditetapkan oleh Panitia Martabe Prestasi. “Pada tahun 2021 ini ada 4 sekolah unggulan tingkat SMA yang kami targetkan yaitu SMAN 2 Balige, SMA Unggul DEL, SMA N 1 Matauli Pandan,dan SMA N 2 Plus Sipirok; di mana kami terus mencari peluang untuk mendorong lebih banyak siswa yang bisa masuk ke sekolah unggulan serta jika memungkinkan menambah sekolah unggulan yang ditargetkan,” kata Rahmat.
Sementara itu ke-246 penerima Beasiswa Martabe Prestasi 2021 terdiri dari 83 jenjang SD untuk Kategori Penghargaan Prestasi Akademis (PPA), 45 siswa jenjang SMP dengan Kategori Penghargaan Prestasi Akademis (PPA), 12 siswa jenjang SMA/sederajat untuk Kategori Penghargaan Prestasi Berkelanjutan (PPB), 17 siswa jenjang SMA untuk kategori Penghargaan Prestasi Berkelanjutan Khusus (PPB Khusus), 13 mahasiswa jenjang D3 & S1 PTN negeri dan swasta di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), dan 18 mahasiswa jenjang D3 & S1 PTN Negeri wilayah luar Tabagsel (Nasional).
Penerima beasiswa jenjang SD/Sederajat akan mendapatkan manfaat berupa bantuan perlengkapan sekolah pada tahun ajaran baru, dengan nilai maksimal Rp.500.000 dan Rp.750.000 bagi siswa SMP/Sederajat. Bantuan ini diserahkan hanya satu kali pada tahun program berjalan. Untuk siswa SMA/Sederajat sampai kelas XII (dua belas) akan mendapatkan Rp. 3.000.000/tahun; Bagi mahasiswa D3 di lembaga pendidikan swasta di wilayah Tabagsel, sampai semester ke-6 (enam) akan mendapatkan Rp. 6.000.000/tahun; bagi mahasiswa S1 di Perguruan Tinggi negeri & swasta di wilayah Tabagsel, sampai semester ke-8 (delapan) akan mendapatkan Rp. 6.000.000/tahun ; bagi mahasiswa D3 di lembaga pendidikan negeri nasional sampai semester ke-6 (enam) akan mendapatkan Rp. 12.000.000/tahun; Bagi mahasiswa S1 di Perguruan Tinggi Negeri sampai semester ke-8 (delapan) Rp. 12.000.000/tahun.
Senior Manager Corporate Communications, Katarina Siburian Hardono menambahkan Program Beasiswa Martabe Prestasi merupakan salah satu tanggung jawab sosial perusahaan untuk berkontribusi pada amanah konstitusi dalam pemberian akses pendidikan yang layak pada masyarakat yang membutuhkan khususnya di wilayah operasional perusahaan. Bahkan dari lima sektor sasaran utama Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PTAR, Program Beasiswa menjadi salah satu target utama dalam pelaksanaan program PPM PTAR.
“Program Beasiswa Martabe Prestasi ini digagas untuk mengurangi angka putus sekolah bagi masyarakat lokal khususnya kelompok rentan dan keluarga miskin yang memiliki prestasi untuk mendapatkan pendidikan layak di semua tingkatan, mulai dari tingkat dasar sampai tingkat universitas dan PTAR berkomitmen untuk dapat secara konsisten melaksanakan program beasiswa ini setiap tahunnya,” kata Katarina. Katarina menyatakan Program Beasiswa Tambang Emas Martabe telah memberikan manfaat dan kontribusi nyata dalam menciptakan akses pendidikan layak bagi semua orang, khususnya di wilayah operasional perusahaan. Bahkan, program ini telah meraih penghargaan Didakta Pratama Unggul di ajang CSR Indonesia Awards 2021. (rel)