DIABADIKAN: Bupati Asahan, H. Surya diabadikan bersama tim ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. DERMAWAN/SUMUT POS.
ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Asahan mengikuti kegiatan Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Evaluasi Kota Layak Anak Kabupaten Asahan Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia secara virtual di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Rabu (7/7).
DIABADIKAN: Bupati Asahan, H. Surya diabadikan bersama tim ke Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. DERMAWAN/SUMUT POS.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI yang diwakili Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan dan Lingkungan, Rohika Kurniadi Sari, mengatakan bahwa kegiatan evaluasi menjadi salah satu bagian yang sangat penting bagi anak, dimana kita dapat melindungi dan menjamin bentuk pemenuhan hak anak, khususnya di Kabupaten Asahan.
Beliau juga meyakini Pemerintah Kabupaten Asahan dapat menjadikan Kabupaten Asahan menjadi Kabupaten Layak Anak Tahun 2021.
“Semoga semangat seluruh perangkat pemerintah yang terkait serta stakeholder di Kabupaten Asahan, dapat menguatkan dan bisa menyajikan beberapa hal yang berhubungan dengan penilaian Kabupaten Layak Anak”, harapnya.
Sementara itu, Bupati Asahan H. Surya, BSc mengatakan, Pemerintah Kabupaten Asahan siap untuk ditetapkan menjadi Kabupaten Layak Anak Tahun 2021.
Dijelaskannya, setiap OPD saling bekerjasama untuk menjadikan Kabupaten Asahan menjadi Kabupaten Layak Anak Tahun 2021. Dan Kabupaten Asahan juga telah membentuk Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak.
“Selain itu, Kabupaten Asahan juga memiliki KPAI yang berfungsi untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan perlindungan dan pemenuhan Hak Anak di Kabupaten Asahan serta memiliki Forum Anak yang bermanfaat sebagai wadah partisipasi anak dalam pembangunan, atau lembaga perwakilan kelompok kegiatan atau organisasi anak sesuai jenjang administrasi pemerintahan,”terangnya.
Dikesempatan yang sama, Ketua Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak Kabupaten Asahan Drs. Zainal Aripin Sinaga, MH yang didampingi oleh Sekretaris Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak Kabupaten Asahan, Drs. Muhilli Lubis menyampaikan, tentang komitmen Kabupaten Asahan dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak tertuang dalam Rencana Pembangunan Menengah Daerah Kabupaten Asahan Tahun. (mag-9/han)
BERSAMA: Bupati Sergai, Darma Wijaya bersama Satgas Covid-19 Sumut pada rakor evaluasi dan monitoring PPKM Mikro.Sopian/sumut pos.
SERDANGBEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Setelah berakhirnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro periode 22 Juni hingga 5 Juli 2021 di berbagai wilayah di Sumatera Utara, Kabupaten Serdangbedagai berhasil keluar dari sebelumnya berada di zona orange menjadi zona kuning dari penyebaran Covid-19.
BERSAMA: Bupati Sergai, Darma Wijaya bersama Satgas Covid-19 Sumut pada rakor evaluasi dan monitoring PPKM Mikro.Sopian/sumut pos.
Hal itu terungkap dari pelaksanaan monotoring dan evaluasi Pemerintah Pusat, Provinsi Sumut dan Pemkab Sergai terhadap pelaksanaan PPKM berbasis Mikro di Aula Sultan Serdang, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Kamis (8/7).
Bupati Sergai Darma Wijaya, menyampaikan berhasilnya Sergai pulih dari sebelumnya zona orange ke zona kuning penyebaran Covid-19, berkat usaha dan kerja keras seluruh pihak. “Ini berkat kerja sama yang tak kenal lelah dari seluruh pihak. Selain itu, dukungan masyarakat juga jadi faktor penting, utamanya dalam pelaksanaan program vaksinasi. Sebelumnya di awal, masyarakat cenderung enggan ikut divaksin karena belum terliterasi dan kurang informasi. Namun lewat proses komunikasi dan sosialisasi yang intensif, akhirnya opini positif terbentuk dan kemudian melahirkan sikap proaktif masyarakat untuk ikut vaksinasi,”kata Darma.
Darma merinci, data terbaru yang diperoleh dari Dinas Kesehatan, dari target vaksinasi yang dicanangkan di Sergai sebanyak 105.963 sasaran, sudah tercapai sebanyak 85.598 orang atau secara persentase ada di angka 80,78 persen.
“Target sasaran vaksinasi adalah para lansia dan tenaga pendidik. Lansia adalah kelompok masyarakat yang sangat rentan terpapar, sedangkan untuk tenaga pendidik diharapkan dapat jadi faktor pendukung jika nantinya wacana belajar tatap muka bisa kembali dilaksanakan,” ucap Darma.
Darma berharap apapun hasil dari monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan, semoga dapat menjadi modal dan referensi penting bagi pembuatan kebijakan selanjutnya yang akan diterapkan di Provinsi Sumatera Utara dan Sergai.
Sementara itu, Mayjen Purn Darlan Harahap yang merupakan Liason Officer (LO) BNPB Pusat Satgas Covid-19 Nasional, memuji progres penanganan Covid-19 di Kabupaten Sergai. “Dengan bergantinya status Kabupaten Sergai dari zona oranye ke zona kuning, membuktikan pelaksanaan PPKM berskala mikro berjalan dengan baik,” ucap Darlan.
Darlan melanjutkan saat ini tidak hanya di Indonesia, namun di banyak tempat di dunia, penanganan pandemi belum ada formula efektifnya. Namun dengan adanya mekanisme PPKM berbasis mikro, diharapkan mampu menekan angka sebaran pandemi di Indonesia, terkhusus di Sumatera Utara.
“Di Kabupaten Sergai tidak ada lagi kecamatan yang berada di zona orange, dan hanya beberapa yang berada di zona kuning. Sergai termasuk 10 besar wilayah di Sumut dengan persentase sebaran Covid-19 terendah, yaitu di bawah 30 persen. Persentase vaksin di Sergai juga masuk dalam kategori yang baik karena ada di urutan 8 besar.”pungkasnya. (ian/han)
VAKSIN: Tim Vaksinator Urkes Polres Tanah Karo melakukan suntikan vaksin kepada seorang warga.
KARO, SUMUTPOS.CO – Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo SH, mengingatkan masyarakat yang telah divaksin terus mematuhi protokol kesehatan. Hal ini bersifat wajib karena vaksin tidak menjamin seseorang tak bisa terpapar virus.
VAKSIN: Tim Vaksinator Urkes Polres Tanah Karo melakukan suntikan vaksin kepada seorang warga.
Hal ini ditegaskan Kapolres Karo saat meninjau pelaksanaan Vaksinasi Massal Bhakti Kesehatan Bhayangkara Untuk Negeri di Gerai Vaksin Presisi Polres Tanah Karo, Rabu (7/7) siang.
“Walaupun sudah divaksin, harus tetap taat Protokol Kesehatan,” himbaunya. Ia juga mengingatkan anggota Tim Vaksinator Urkes Polres Tanah Karo, untuk melaksanakan vaksinasi sesuai dengan aturan dan tertib Protokol Kesehatan.
Pelaksanaan vaksinasi, dilaksanakan dengan tahap pendaftaran peserta vaksin, screening /pemeriksaan kesehatan peserta, pemberian vaksin Covid-19 dosis ke-1 dengan cara disuntik. Selanjutnya pencatatan register serta pemberian sertifikat vaksin Covid-19 dan observasi pasca vaksin selama 30 menit.
Dikesempatan yang sama, Kapolres Tanah Karo juga melaksanakan pembagian sarung tangan kepada personil Polres Tanah Karo. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dalam melaksanakan tugas kepolisian di wilayah hukum Polres Tanah Karo.
“Tetap melaksanakan protokol kesehatan untuk masing-masing pribadi personil dalam melaksanakan tugas. Jangan sampai kita yang melaksanakan tugas malah kita yang terpapar Covid-19”, terangnya. Hingga sore, sebanyak 52 orang warga telah menjalani vaksin tahap pertama di Gerai Vaksinasi Presisi Polres Tanah Karo. (deo/han)
SEMATKAN: Ketua Partai Golkar Sumut, Musa Rajekshah sematkan pin kepada Wakil Bupati Karo, Theopilus Ginting, penanda telah menjadi kader Golkar di sela-sela bimbingan teknis Partai Golkar Sumut di Berastagi, Kamis (8/7).
BERASTAGI, SUMUTPOS.CO – Tanah Karo diyakini akan semakin menguning dengan panji-panji Golkar, menyusul masuknya Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting ke partai berlambang beringin.
SEMATKAN: Ketua Partai Golkar Sumut, Musa Rajekshah sematkan pin kepada Wakil Bupati Karo, Theopilus Ginting, penanda telah menjadi kader Golkar di sela-sela bimbingan teknis Partai Golkar Sumut di Berastagi, Kamis (8/7).
Ketua Partai Golkar Sumut, Musa Rajekshah, secara resmi menyematkan pin Golkar pada Theopilus, di sela-sela bimbingan teknis Partai Golkar di Berastagi, Kamis (8/7).
Dalam penyematan itu, Musa Rajekshah berharap dengan masuknya Theopilus ke Golkar akan menambah kekuatan Partai Gokar di Tanah Karo.
“Saya berharap dengan masuknya Wakil Bupati Karo ini akan menambah kekuatan Golkar,” kata pria yang akrab disapa Ijeck.
Sementara saat acara bimtek Fraksi Partai Golkar se-Sumut tersebut, Ijeck menekankan para anggota DPRD Sumut dan DPRD daerah harus loyal dan menunjukkan totalitas pengabdiannya ke partai.
“Jangan hanya memanfaatkan partai untuk menuju parlemen, setelah jadi dilupakan. Saya mengingatkan ini agar kita semua benar-benar bisa dicintai rakyat,” kata wakil gubernur Sumut tersebut.
Ia juga mengajak seluruh kader totalitas, perbaiki hati dan perbaiki niat, betul-betul harus kerja keras.
“Jangan hanya memanfaatkan, jangan. Kita ingin rakyat cinta dengan Partai Golkar. Maka, berbuatlah dari sekarang. Agar kita mudah. Harus bisa kita capai, tapi bekerjalah mulai hari ini. Mohon kita saling mendukung,” harapnya.
Agenda silaturahmi Golkar Sumut terus dilakukan Ijeck bersama jajaran pengurusnya. Seperti pada Rabu(7/7), Golkar Sumut bersilaturahmi ke Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumut, dan ke Kantor PW Muhammadiyah Sumut, Jalan SM Raja, Medan.
Menurut Ijeck, ‘safari’ ke kedua organisasi kemasyarakatan (ormas) merupakan kunjungan silaturahmi. Sebagai pimpinan partai dan Wagubsu, ia mengaku perlu nasehat dan bimbingan ulama.
“Kami mengharapkan bimbingan para ulama, agar kami dan Partai Golkar Sumut dapat menjalankan roda organisasi dengan baik serta bermanfaat bagi masyarakat banyak,” katanya setelah memperkenalkan sejumlah pengurus Golkar Sumut.
Ijeck meminta para ulama untuk mengingatkannya bila melihat ada sesuatu yang kurang tepat, sehingga tidak salah melangkah. “Selain bimbingan, kami juga mohon diingatkan agar kami tak salah melangkah dalam setiap apa pun yang kami lakukan,” harapnya.
Wakil Rais PWNU Sumut, Abdul Hamid Ritonga yang menyambut kedatangan Ijeck dan rombongan, sangat mengapresiasi agenda silaturahmi tersebut. Diharapnya silaturahmi ini dapat terus terjalin dengan siapapun demi kemaslahatan umat. “NU sendiri tak kemana-mana, tapi ada di mana-mana,” ujarnya.
Menjawab itu, Ijeck menyampaikan pihaknya memahami prinsip yang telah digariskan NU. Dia menyatakan, kunjungannya murni untuk silaturahmi dan meminta bimbingan. (prn/deo)
Kadisdik Binjai, Sri Ulina Ginting.teddy akbari/sumut pos.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Meski sudah 96 persen tenaga didik mendapat suntikan vaksin Covid-19, Dinas Pendidikan Kota Binjai tetap mengikuti instruksi Gubernur Sumut, H Edy Rahmayadi untuk menunda pembelajaran tatap muka di sekolah.
Kadisdik Binjai, Sri Ulina Ginting.teddy akbari/sumut pos.
Kadisdik Kota Binjai, Sri Ulina Ginting menegaskan, pihaknya akan menggelar belajar tatap muka secara virtual. “Tahun ajaran baru memang akan dimulai pada bulan Juli ini. Kita tetap melaksanakannya secara virtual, tidak secara tatap muka,” kata dia, saat ditemui di Balai Kota, Jalan Sudirman, Kamis (8/7).
Kata dia, belajar secara virtual ini dilakukan, sebagaimana instruksi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Sebab, Pemprov Sumut masih melihat tingginya angka penularan wabah Covid-19 di beberapa daerah.
Nantinya, sambung wanita yang akrab disapa Lina ini, setiap siswa SD dan SMP akan belajar seperti biasa. Pelajar tetap menggunakan seragam saat berada di depan layar.
Dia menambahkan, belajar secara virtual ini sudah dilakukan setahun lebih. Tentunya para murid sudah memahami bagaimana caranya untuk belajar secara daring, termasuk guru.
“Sehubungan dengan mewabahnya pandemi Covid-19, kita belum tatap muka tapi pembelajaran jarak jauh. Anak-anak tetap mengenakan pakaian seragam saat belajar virtual dilakukan,” ujar dia seraya bilang, pembelajaran daring selama ini sudah dilakukan oleh Disdik Binjai.
“Kita tinggal melanjutkan saja,” bebernya. Sementara, Lina menjelaskan, hampir seluruh guru SMA/K, SMP dan SD sudah divaksin oleh pemerintah. Artinya, tidak ada lagi tenaga pengajar yang belum tervaksin, terkecuali memiliki riwayat penyakit.
“Sudah melakukan vaksinasi lebih kurang 96 persen. Dan vaksin kedua berjalan dengan lancar,” tukasnya. (ted/han)
WALK OUT: Sejumlah anggota DPRD Sergai memutuskan Walk Out karena kecewa dengan Ketua DPRD Sergai, Riski Ramadhan Hasibuan.
SEIRAMPAH, SUMUTPOS.CO – Penyampaian mosi tidak percaya yang dilayangkan 28 anggota DPRD Kabupaten Serdangbedagai terhadap Riski Ramadhan Hasibuan dinilai akan berdampak pada pertumbuhan dan pembangunan. Pasalnya, mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Sergai ini mencakup 7 Fraksi.
WALK OUT: Sejumlah anggota DPRD Sergai memutuskan Walk Out karena kecewa dengan Ketua DPRD Sergai, Riski Ramadhan Hasibuan.
Dan, hingga kini masih terus bergejolak dalam setiap pelaksanaan sidang rapat paripurna di DPRD Sergai. Terbaru, ketika rapat paripurna tentang Penyampaian Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) RPJMD 2021-2026 di ruang Paripurna DPRD Sergai, Kamis (8/7), dihujani interupsi.
Di hadapan Bupati Sergai Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Umar Yusri Tambunan, sejumlah Anggota Dewan meminta agar pimpinan sidang diganti. Hujan interupsi dimulai dari fraksi Partai Amanat Nasional yang meminta pimpinan sidang diganti.
“Interupsi pimpinan, sebelum rapat Paripurna ini kita mulai, kami dari fraksi PAN meminta agar pimpinan sidang digantikan oleh Wakil Ketua DPRD lainnya, karena masalah mosi tidak percaya terhadap Ketua DPRD masih bergulir,” ungkap Junaidi dari Fraksi PAN.
Hal yang sama juga diungkapkan Khaidir dari PKB yang juga meminta agar pimpinan sidang diganti sebab masalah Mosi tidak percaya terhadap Ketua DPRD Serdang Bedagai masih belum selesai. “Kami juga meminta agar pimpinan sidang diganti,” ungkap Khaidir.
Bahkan anggota DPRD ini juga mengancam akan melajukan Walk Out atau keluar dari persidangan jika paripurna ini tetap dipimpin oleh dr. Rizky Ramadhan Hasibuan. “Jika paripurna ini masih dipimpin oleh saudara Rizky, maka kami akan Walk Out,”tegasnya.
Selanjutnya interupsi dilakukan anggota DPRD lainnya dari Fraksi PDIP Zuhri Akhyar dan dari Partai Hanura Depriaty Tamba. Untuk menenangkan suasana, rapat sempat ditunda selama 15 menit dan kembali dibuka pukul 12.00 WIB dan masih dipimpin oleh Ketua DPRD Sergai dr Rizki. Akhirnya sejumlah anggota DPRD Sergai Walk Out atau keluar dari paripurna. Anggota DPRD yang keluar antara lain Zuhri Akhyar (PDIP), Depriaty Tamba (Hanura), Khaidir (PKB), Junaidi (PAN), Hariananda (PPP).
Menanggapi masalah ini, Pengamat Politik USU, Dr Warjio menyampaikan, mosi tidak percaya merupakan hak anggota DPRD, dalam konteks Sergai tentu saja mosi tidak percaya di DPRD terhadap ketuanya, Risky ini akan menggangu proses Ranperda RPJMD “Otomatis akan menggangu pembangunan di Sergai,” ujarnya.
Untuk itu, lanjutnya hal ini harus diselesaikan di tingkat pimpinan elit partai. “Dalam masalah ini adalah Partai Gerindra. Secara sistematik Ketua DPRD simbol kekuatan partai, jadi partai Gerindra sebenarnya yang akan banyak menentukan nantinya,” ujarnya. (rel/dek)
Artis Nia Ramadhani bersama suaminya, Ardi Bakrie dan seorang sopir mereka, resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penyalahgunaan narkoba.
Penetapan tersangka ini diputuskan penyidik setelah melihat hasil tes urine ketiganya yang terbukti menggunakan narkoba jenis sabu.
“Semua tes sudah dilakukan semalam, sudah dilakukan protokol Covid-19 dan negatif semua. Tes urine mereka positif semua. Untuk memastikan lagi, kami cek laboratorium sampel darah dan juga rambut,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dalam jumpa pers di Polres Jakarta Pusat, Kamis (8/7). Yusri mengungkapkan alasan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie menggunakan narkoba. Berdasarkan pengakuan mereka dalam pemeriksaan, Nia dan Ardi menggunakan narkoba akibat ruwet pikiran akibat pandemi.
“Kalau penyampaian awal, karena masa pendemi menggunakan (narkoba) suami-istri. Dan mereka menggunakan karena tekanan kerja yang banyak,” ungkap Yusri. Pasangan yang menikah pada 2010 silam ini mengaku menggunakan obat-obatan terlarang belum terlalu lama.” “Pengakun awalnya sekitar 4 atau 5 bulan ya,” katanya.
Akan tetapi, penyidik tidak lantas percaya begitu saja. Untuk memastikannya, polisi melakukan penelusuran historical lewat uji laboratorium sampel darah dan rambut. Dengan uji lab, akan diketahui riwayat penggunaan narkoba Nia Ramadhani dan Ardi lebih mendalam. Yusri juga mengatakan, barang bukti sabu yang diamankan dari tangan Nia Ramadhani harganya di atas satu juta. Persisnya harganya per satu klip plastik disebutnya mencapai Rp1,5 juta.
Polisi kini masih melakukan penyelidikan terkait asal usul barang haram yang digunakan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie. “Kami akan cek betul termasuk pemasoknya dari mana. Tim masih bergerak di lapangan, nanti dari akan kami sampaikan perkembangannya ke teman-teman media,” tuturnya. Penangkapan Nia Ramdhani dan Ardi Bakrie dilakukan petugas kepolisian bidang narkoba Polres Jakarta Pusat di bawah pimpinan Kanit I Resnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat AKP Jordanus. Dia dan tim mendapatkan informasi, Nia Ramadhani diduga sering menyalahgunakan narkotika jenis sabu di rumahnya di daerah Pondok Indah Jakarta Selatan.
Dari informasi tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan. Rabu (7/7) kemarin, petugas mengamankan Nia Ramadhani di rumahnya di Pondok Indah Jakarta Selatan pada pukul 15.00 WIB. Dengan barang bukti berupa narkoba jenis sabu dengan berat brutto 0,78 gram.
Sebelum mengamankan Nia, polisi lebih dulu mengamankan sopirnya berinisial ZN. Barang bukti ditemukan saat melakukan penggeledahan terhadap ZN. Sang sopir menyatakan barang haram itu akan dikonsumsi bersama Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie.
Setelah itu polisi kemudian melakukan penggeledahan di rumah Nia dan ditemukan barang bukti berupa satu set bong atau alat hisap. “Kemudian ZN dan RA bersama barang bukti dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat guna pemeriksaan lebih lanjut,” lanjut Yusri.
Pada Rabu (7/7) malam, Ardi Bakrie akhirnya datang sendiri ke Polres Jakarta Pusat setelah dihubungi Nia Ramadhani. Kepada Ardi, polisi juga langsung melakukan penahanan. (jpc)
BERSAMA: Wali Kota Binjai, HM Idaham didampingi Ketua TP PKK Kota Binjai, Hj Lisa Andriani M Idaham bersama ribuan warga melaksanakan Salat Idul Adha di Lapangan Merdeka Binjai, Jumat (31/7)
surya/ SUMUT POS.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – WALI Kota Medan, Muhammad Bobby Nasution mengklaim, Kota Medan masih cukup aman dari peyebaran Covid-19. Karenanya, Pemko Medan masih memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk tetap menjalankan kegiatan ibadah di rumah-rumah ibadah, termasuk salat wajib secara berjamaah di masjid.
BERSAMA: Wali Kota Binjai, HM Idaham didampingi Ketua TP PKK Kota Binjai, Hj Lisa Andriani M Idaham bersama ribuan warga melaksanakan Salat Idul Adha di Lapangan Merdeka Binjai, tahun lalu.
“Kegiatan ibadah ditiadakan kalau daerahnya dinyatakan tidak aman, ada bahasa seperti itu. Hari ini Kota Medan kita percaya masih aman, kegiatan ibadah tidak kita jabarkan secara terinci untuk pembatasan kegiatan,” kata Bobby kepada wartawan di Balai Kota Medan, kemarin.
Namun, kata Bobby, untuk kegiatan-kegiatan besar seperti Salat Idul Adha, agar tidak dilakukan halaman masjid dan lapangan-lapangan terbuka. “Namun yang saya dapatkan dari zoom dengan Kementerian Agama, untuk kegiatan-kegiatan besar seperti Hari Raya Idul Adha, agar tidak dilakukan di lingkungan masjid ataupun di lapangan-lapangan terbuka,” ujarnya.
Namun Bobby menuturkan, meskipun kegiatan salat berjamaah sehari-hari masih diizinkan untuk dilakukan di masjid serta ibadah agama lain di tempat ibadah lainnya, setiap rumah ibadah wajib menerapkan pembatasan peserta ibadah sebanyak 50 persen dari kapasitas tempat ibadah. “Salat berjamaah masih boleh asalkan ada pembatasan tidak lebih dari 50 persen jamaahnya dan menjaga jarak. Ini yang terus kita informasikan, karena masjid di Medan kan ada ribuan, oleh karena itu peran kewilayahan sangat penting di sini, seperti camat, lurah, bahkan kepling kita berdayakan,” katanya.
Namun, Bobby mengaku jika pihaknya masih belum dapat memastikan, apakah seluruh masjid di Kota Medan sudah menerapkan protokol kesehatan seperti yang diinstruksikan atau belum. “Memang ada beberapa masjid yang sudah menerapkan, ada juga yang belum. Makanya saya bilang, peran kewilayahan itu penting. Karena kita ada 1.115 masjid (di Medan),” tuturnya.
Ia pun mengimbau, agar saat pelaksanaan Salat Jumat, seluruh jamaah diharapkan mau menerapkan protokol kesehatan. Begitu juga dengan BKM, agar membagikan masker secara gratis kepada jamaah yang tidak menggunakan masker. “Misalnya kalau untuk Salat Jumat, itu peran kewilayahan kita minta lebih aktif lagi. Salat Jumat kita biasanya keliling, harus adalah pembagian masker dan jaraknya harus diingatkan betul-betul kepada BKM,” pungkasnya.
Sebelumnya, Gubsu Edy Rahmayadi menyatakan, kegiatan keagamaan dan ibadah rutin di tempat/rumah ibadah masih tetap diperbolehkan selama pelaksanaannya menerapkan prokes ketat. Berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 17 Tahun 2021 dan Instruksi Gubernur Sumut No 188.54/26/INS/2021, untuk wilayah yang berada di level 4, disampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan keagamaan dan ibadah rutin di rumah ibadah untuk sementara ditiadakan.
Namun penerapannya tergantung dengan kondisi di daerah, jika pemda menyatakan penyebaran Covid-19 masih dinilai aman dan terkendali, maka kegiatan keagamaan tetap dapat dilaksanakan di rumah ibadah dengan persyaratan dan prokes yang ketat. “Pelaksanaan ibadah di tempat ibadah
diperbolehkan sepanjang menerapkan prokes yang ketat. Jika harus ditutup, merupakan hasil evaluasi Satgas kabupaten/kota masing-masing,” katanya.
Disamping itu, penyebaran Covid-19 di Sumut disebut masih relatif terkendali. Memang ada peningkatan kasus Covid-19 di Sumut, tetapi belum mengarahkan untuk penutupan tempat-tempat ibadah. “Masih terkendali, kita belum harus menutup tempat-tempat ibadah untuk ibadah rutin, tetapi harus menerapkan prokes dengan ketat. Bila mana dalam perkembangan kemudian Satgas kabupaten/kota setelah evaluasi merasa perlu menutup tempat ibadah sementara waktu, itu dilakukan untuk melindungi masyarakat,” terangnya.
Sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19, Edy mengimbau masyarakat agar tetap di rumah dan disiplin prokes 5M, mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas diri. Selain itu, masyarakat harus bersedia disuntik vaksin Covid-19 dan mengikuti vaksinasi gratis yang dilaksanakan pemerintah. (map)
RAPAT VIRTUAL: Gubsu Edy Rahmayadi rapat virtual bersama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan sejumlah menteri lainnya soal Foof Estate di Humbahas dari rumah dinas, Kamis (8/7).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi optimis program Food Estate di Humbang Hasundutan akan berhasil. Keberhasilan ini menurutnya akan menjadi contoh untuk pengembangan kawasan Food Estate lainnya baik di Sumut atau provinsi lain.
RAPAT VIRTUAL: Gubsu Edy Rahmayadi rapat virtual bersama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan sejumlah menteri lainnya soal Foof Estate di Humbahas dari rumah dinas, Kamis (8/7).
Progres pengembangan Food Estate yang paling terlihat pada saat ini adalah tanaman kentang Setelah pada panen pertama Bulan Maret memperoleh sekitar 15 ton per hektare, diperkirakan panen dari tanam kedua jauh lebih baik. Dari sampel yang diambil, terdapat 15-20 umbi pada satu batang tanaman kentang.
“Ini masih tanam kedua dan hasilnya sangat menggembirakan, prediksinya akan lebih baik dari tanam pertama. Saya yakin ini akan berjalan dan menjadi role model untuk kawasan lainnya,” kata Edy Rahmayadi di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Kamis (8/7), usai rapat secara virtual bersama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil dan Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor.
Pada saat ini pengembangan Food Estate masih fokus pada lahan seluas 215 Ha. Tim Operasional Food Estate terus mencari formula yang tepat untuk pengembangan kawasan ini, bukan hanya terkait bahan pangan yang ditanam, tetapi juga masalah infrastruktur.
“Ini sekalanya besar, jadi harus benar-benar matang, bukan hanya masalah tanamannya tetapi juga infrastruktur seperti jalan, listrik, irigasi dan juga bentuk kerja sama dengan investor, petani dan lainnya. Ini semua harus matang sehingga bisa menjadi contoh untuk kawasan berikutnya,” terang Edy.
Rencananya menurut keterangan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, lahan Food Estate akan diperluas 785 Ha tahun ini untuk mencapai target tahun 2021 sekitar 1.000 Ha. Karena itu, dia minta kerja keras dari semua pihak untuk menyukseskan ini.
“Setelah melihat progres pada yang 215 Ha kita optimis. Berikutnya ke lahan yang lebih luas 785 Ha. Tentu ada tantangan di sini dan kita mencoba terus mengurai tantangan tersebut, mencari solusinya apa sehingga bisa cepat dituntaskan,” kata Luhut Binsar Pandjaitan.
Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan, di tahun 2020 pihaknya sudah membangun intake dan jaringan air baku untuk irigasi seluas 50 Ha. Di tahun 2021 akan kembali membangun intake dan jaringan air baku untuk irigasi seluas 150 Ha dan 758 Ha. Selain itu, sebagian jalan di dalam kawasan Food Estate juga sudah masuk ke tahap pengaspalan. Tahun 2021 Kementerian PUPR menargetkan akses jalan di Food Esatate sepanjang lebih kurang 23 Km.
“Kita tahu infrastruktur ini akan mempercepat pengembangan Food Estate karena itu kita terus bekerja keras, berkoordinasi agar prosesnya lebih cepat,” terang Basuki.(rel/adz)
NIAS BARAT, SUMUTPOS.CO – Sangat disiplin melaksanakan protokol kesehatan (Prokes) dan sudah divaksin sebanyak dua kali, bukan jaminan tidak bisa terpapar Covid-19. Buktinya, Sekretaris Daerah (Sekda) Nias Barat, Fakhili Gulo masih terpapar virus berbahaya tersebut.
Rahmati Daeli, Kadis Kesehatan Nias Barat.
Fakhili Gulo saat ini dinyatakan positif Covid-19 dan sedang menjalani isolasi di Rumah Sakit Thomsen Gunungsitoli. Kadis Kesehatan Nias Baratn
Rahmati Daeli ketika dikonfirmasi wartawan, membenarkan kabar tersebut. Disebutnya, sejak Rabu (7/7), Sekda Nias Barat menjalani isolasi di RS Thomsen Gunungsitoli.
“Tadi malam kita antar Pak Sekda ke rumah sakit karna mengalami gejala batuk, badannya demam, dan permintaan kita tadi malam untuk segra di swab PCR. Hasilnya tadi siang sudah positif Covid-19 dan sekarang Pak Sekda sudah dirawat di ruang isolasi RSU Thomsen Gunungsitoli,” kata Rahmati Daeli, Kamis (8/7).
Rahmati Daeli juga menginformasikan, saat ini total ada tujuh orang warga Nias Barat yang dinyatakan positif Covid19, termasuk Sekda Fakhili Gulo. Saat ini, kata Rahmati, aksi untuk protokol kesehatan di Nias Barat harus ditingkatkan.
Tempat pertemuan yang telah dikunjungi Sekda di kantor bupati, ruang kerja Sekda dan Kantor Bappeda dilakukan penyemprotan disinfektan. “Nias Barat meningkatkan protokol kesehatan, pakai masker cuci tangan, jaga jarak dan dikurangi mobilisasi bila tidak penting terutama pertemuan di tingkat perkantoran di lingkup Kabupaten Nias Barat dan baru sore ini desinfektan ruangan kantor bupati dan kantor Bappeda,” sebutnya.
Fakhili Gulo saat dikonfirmasi via aplikasi WhatsApp, seperti dikutip dari Medanbisnisdaily.com, membenarkan kalau dirinya sudah positif Covid-19. Ia mengaku mengalami gejala batuk kering, demam, dan kelelahan.
Meskipun ia mengaku sudah mendapat vaksin sebanyak 2 kali dan sangat disiplin melaksanakan prokes, tetapi masih bisa juga terpapar Covid. “Saya itu, sangat disiplin ya masalah prokes, dimana-mana pakai masker. Tapi saya kecolongan saat foto bersama dan makan bersama, di Medan dan Jakarta, saya menduga dari situ saya terpapar,” duga Fakhili.
Dia pun membeberkan, pada 29 Juni 2021, dia baru pulang dari Jakarta. Namun sebelum pulang, ia diswab, hasilnya negatif. Kemudian pada Jumat (2/7), ia mulai mengalami demam tinggi, tetapi kembali turun hingga Sabtu (3/7) dan Minggu (4/7).
Pada Hari Senin (5/7), ia masih beraktivitas ke kantor, tetapi sudah mulai batuk-batuk dan merasa kelelahan. Keesokan harinya, Selasa (6/7), ia semakin merasakan batuk dan masih demam. Akhirnya pada Rabu (7/7) malam, ia dites swab dan dinyatakan positif Covid-19.
Fakhili yang tengah dirawat di RSU Thomsen menginformasikan, kemarin siang, semua keluarga dan stafnya telah diswab dan hasilnya tidak ada yang positif Covid-19. Ia berharap agar siapapun yang telah berdekatan dengannya sejak beberapa hari yang lalu, agar segera melakukan swab untuk memutus mata rantai Covid di Nias Barat.
Sehari, RS USU Vaksin 20 Remaja
Sementara, RS USU di Jalan Dr Mansyur Medan, sudah mulai melayani vaksinasi Covid-19 terhadap remaja usia 12-17 tahun. Kemarin (8/7), ssebanyak 20 remaja mulai mengikuti vaksinasi Covid-19 di lantai 2 rumah sakit tersebut.
Direktur Penelitian dan Kerjasama RSU USU dr Ivana Alona mengatakan, kegiatan vaksinasi anak akan berlangsung sampai satu bulan. Vaksinasi dilakukan pada Senin sampai Jumat sekitar pukul 13.00 WIB-14.30 WIB. “Maksimal 20 anak setiap hari dalam sebulan ini, sambil kami menunggu stok vaksin dari Dinas Kesehatan Kota Medan. Sebab, vaksinasi anak dan remaja ini berlangsung dari Instruksi Dinas Kesehatan Kota Medan yang mencanangkan mulai 7 Juli 2021,” kata Ivana didampingi Humas RS USU, Muhammad Zeinizen.
Ivana menyebutkan, jika memang stok vaksin sudah ada, maka pihaknya akan berkoordinasi lagi ke depan untuk melakukan vaksinasi anak. Namun, vaksinasi anak tersebut khusus bagi warga Kota Medan saja. “Jika anak ada yang mengalami gangguan atau efek samping, maka akan langsung diberikan kepada tim KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) untuk ditangani. Namun, sejauh ini belum ada anak yang mendapatkan gejala apapun,” sebutnya.
Menurut Ivana, anak atau remaja yang divaksin corona ini tidak ada paksaan. Artinya, atas kemauan dari mereka dengan didampingi orangtuanya atau keluarganya masing-masing. “Anak-anak ini secara mandiri bersama orangtuanya datang untuk divaksin dan sebelumnya sudah mendaftar. Kita tidak ada kerjasama dengan sekolah manapun. Di RS USU ini sebelumnya juga kita sudah ada layanan vaksin Covid-19 buat dewasa dan lansia, sehingga informasi layanan vaksin anak sudah tersosialisasikan di masyarakat,” ungkapnya.
Ivana menjelaskan, sebelum para remaja divaksin, terlebih dahulu dilakukan skirining dan pendataan. Selanjutnya, barulah anak masuk ke ruangan untuk mendapatkan suntikan vaksin. Namun, pihak rumah sakit terlebih dahulu memberikan surat persetujuan tindakan kepada orang tua. Hal ini tujuannya agar apapun tindakan yang dilakukan pada vaksinasi anak atas berdasarkan izin dari orang tua. “Jadi anak yang divaksin hari ini sudah atas izin orangtuanya. Vaksin yang kita gunakan sama dengan yang digunakan orang dewasa yaitu Sinovac. Setelah divaksin, mereka kita pantau selama 15 menit. Jika tidak ada KIPI, anak diperolehkan pulang,” terangnya.
Dia mengingatkan, setelah divaksin Covid-19, anak sebaiknya istirahat. Di samping itu, terus menerapkan protokol kesehatan (prokes). “Harus istirahat usai vaksin, karena pada tubuhnya sedang ada pembentukan antibodi,” pungkasnya.
Sementara, salah seorang peserta vaksin anak, Felicia (12) mengaku, termotivasi untuk vaksin supaya terlindungi dari Covid-19. Informasi vaksinasi tahu dari orang tuanya. “Informasi ada vaksinasi ini dari mama. Memang ada rasa takut sih, tapi tetap harus berani untuk divaksin. Jika sekolah saya sudah buka, jadi saya sudah bisa masuk sekolah dan terlindungi dari virus corona. Tapi, tetap juga menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.
Pegawai Plaza Millenium Wajib Vaksin
Plaza Millenium memberlakukan kebijakan dengan mewajibkan pegawai atau orang yang bekerja di dalam gedung pusat perbelanjaan tersebut divaksin Covid-19. Jika tidak, maka diminta untuk mengundurkan diri atau resign.
Pimpinan Plaza Millenium ICT Center Medan, Herri Zulkarnain mengatakan, pihaknya menargetkan pada bulan Juli ini 100 persen pegawai atau pekerja yang ada harus sudah divaksin Covid-19. Sejauh ini, sudah 40 persen pekerja yang sudah divaksin.
“Apabila pekerja belum juga divaksin, maka pengelola tidak memperkenankan masuk ke dalam gedung mal dan diminta untuk resign atau mengundurkan diri. Jangan gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga. Artinya, jangan gara-gara satu orang tidak divaksin, kena semuanya,” ujar Herri didampingi Marketing Manager Plaza Millennium ICT Center, Machruzar saat ditemui, Kamis (8/7).
Menurut Herri, vaksinasi Covid-19 yang digaungkan pemerintah saat ini dapat membantu percepatan ekonomi karena membuat herd immunity atau kekebalan tubuh. Dengan begitu, kondisi ekonomi bisa kembali normal. “Kita juga membuat kebijakan yaitu menyiapkan angkutan bus bagi pegawai atau SPG (Sales promotion Girl) Plaza Millenium yang belum divaksin. Artinya, mereka akan diantar-jemput menggunakan bus ke sentra vaksinasi Covid-19. Tidak ada alasan bagi pegawai dan SPG sulit mendapatkan layanan vaksinasi karena sudah banyak tempat layanannya,” sebut Herri.
Dia mengharapkan, kebijakan vaksinasi Covid-19 terhadap pekerja mal dapat diberlakukan di pasar tradisional. Kalau pedagang di pasar tidak divaksin, maka tidak boleh berjualan. “Begitu juga apabila pedagang maupun pembeli tidak pakai masker atau tidak menerapkan protokol kesehatan, maka harus keluar dari pasar,” ungkap Herri.
Marketing Manager Plaza Millennium ICT Center, Machruzar menambahkan, vaksinasi corona ini demi kebaikan bersama, sehingga pihak swasta harus turut serta membantu pemerintah. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan pelaku usaha, perusahaan swasta dan sebagainya, mendorong karyawannya atau keluarga untuk divaksin,” ujarnya. (mbc/ris)