Home Blog Page 3357

Kasus Dugaan Pembunuhan Marsal, Kapolda: Pelaku Sudah Diamankan

UNJUK RASA: Sejumlah wartawan kepolisian Kota Medan saat melakukan aksi solidaritas di depan Mapolda Sumut, Rabu (23/6).dewi syahruni lubis/SUMUT POS.

SUMUTPOS.CO – Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Simanjuntak mengungkapkan, pelaku dugaan pembunuhan wartawan online Mara Salem Harahap (Marsal) sudah ada yang diamankan.

UNJUK RASA: Sejumlah wartawan kepolisian Kota Medan saat melakukan aksi solidaritas di depan Mapolda Sumut, Rabu (23/6).dewi syahruni lubis/SUMUT POS.

Hal ini diketahui, usai Panca mendatangi Mako Brimob Kompi-2 Pematangsiantar menggunakan helikopter kepolisian, Rabu (23/6) siang.

Kurang lebih 3 jam berada di Mako Brimob, Panca mendatangi puluhan wartawan yang sudah menunggu di luar Mako Brimob.

Didampingi Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo, Panca mengaku datang ke Pematangsiantar untuk memastikan kesiapan personel yang menangani kasus dugaan pembunuhan jurnalis tersebut.

“Yang jelas, progres sampai hari ini (kemarin, red) cukup baik. Saya akan sampaikan hasilnya besok (hari ini) atau lusa (besok). Anggota saya masih bekerja,” ungkap Panca. Panca belum berkenan membeberkan hasil pemeriksaan yang dilakukan tim khusus bentukannya itu. Namun dia memastikan, mereka telah mengamankan seorang pelaku.

“Yang jelas hasilnya cukup memuaskan sampai hari ini. Pelaku sudah ada yang diamankan,” jelasnya.

Dia pun berjanji, akan menyelesaikan kasus tersebut dalam waktu dekat.

Sementara itu, puluhan wartawan yang berasal dari berbagai media melakukan aksi solidaritas di depan pintu gerbang Mapolda Sumut, Rabu (23/6). Mereka menuntut pihak Polda Sumut mengusut tuntas kasus dugaan pembunuhan Marsal yang ditembak di Kabupaten Simalungun. Dengan membawa berbagai spanduk kecaman aksi barbar yang dialami wartawan, para wartawan meminta perlindungan hukum dan menegakkan keadilan keluarga almarhum Marsal.

Koordinator aksi, Hermansjah dalam orasinya menilai, aksi dugaan pembunuhan terhadap Marsal, merupakan bentuk teror kepada wartawan.

“Kami datang ke Polda ini sebagai bentuk dorongan buat Kapolda, untuk semangat melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Setelah beberapa saat melakukan orasi di depan Mapolda Sumut, sebanyak 5 perwakilan pengunjuk rasa diterima Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, didampingi Kasubbid Penmas Bidang Humas AKBP MP Nainggolan.

Pada kesempatan itu, Hadi mengatakan, tim Polda Sumut dan Polres Simalungun yang sudah dibentuk, masih bekerja di lapangan melakukan penyelidikan. Sebanyak 43 saksi sudah dimintai keterangan, termasuk mengamankan barang bukti berupa mobil, pakaian korban, dan lainnya. Mayat korban juga sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk keperluan autopsi.

“Semua diamankan sebagai bahan penyelidikan,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, sebagai bentuk keseriusan Polda Sumut dalam mengungkap kasus ini, Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak dan Pangdam I/BB, sudah turun ke lokasi.

Bahkan, lanjut Hadi, penyidikan langsung dipimpin Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, bersama Kasubdit III/Jahtanras Ditreskrimum AKBP Taryono Raharja.

“Doakan teman-teman agar kasus ini segera terungkap, dan bilamana ada perkembangan akan disampaikan kepada teman-teman media,” katanya.

Dukungan serupa juga digelar di Kabupaten Dairi. Puluhan wartawan daerah tersebut, menggelar aksi solidaritas di Mapolres Dairi, Rabu (23/6).

Aksi solidaritas itu juga sebagai ungkapan duka yang mendalam atas meninggalnya wartawan media online di Pematangsiantar, Marsal, baru-baru ini, yang diduga menajdi korban pembunuhan dengan menggunakan sejata api oleh orang tidak kenal (OTK).

Massa aksi, mengenakan baju hitam dan pita warna merah di lengan, bergerak dari titik kumpul samping Gedung Balai Budaya Sidikalang, degan berjalan kaki sepanjang 200 meter menuju Mapolres Dairi. Aksi damai wartawan terhenti sejenak di Tugu Perjuangan, dekat Kantor Bupati Dairi Jalan Sisingamangaraja. Di sana, massa aksi membubuhkan tanda tangan di spanduk sebagai bentuk solidaritas untuk diserahkan ke pihak kepolisian, sebagai bentuk dukungan untuk segera mengungkap kasus dugaan pembunuhan dimaksud.

Setelah selesai membubuhkan tandatangan, aksi berlanjut ke depan Mapolres Dairi. Di depan Mapolres, saat berorasi, Rudianto Sinaga, Yustin Sianipar, Natar Manalu, serta Tulus Tarihoran, menyampaikan aspirasi, sekaligus menuntut Polri khususnya Polda Sumut, agar mengusut dan mengungkap kasus dugaan pembunuhan itu. Wartawan mengutuk keras kasus dugaan pembunuhan terhadap korban, dan memohon agar pelakunya ditangkap, serta mengungkap siapa dalang dugaan pembunuhan itu.

Beberapa saat kemudian, aksi wartawan ini diterima Kapolres Dairi AKBP Ferio Sano Ginting, didampingi Dandim 0206 Dairi Letkol Arm Adietya Yuni Nurtono, serta sejumlah pejabat utama Polres Dairi.

Sebelum menyampaikan statement, untuk menghormati arwah almarhum Marsal, Ferio memimpin mengheningkan cipta sejenak bersama wartawan. Dia pun mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media, yang telah memberikan dukungan dan semangat kepada Polri, untuk melakukan pengusutan kasus dugaan pembunuhan wartawan tersebut.

“Terkait kasus itu, dapat saya sampaikan, Kapolda Sumut sudah membentuk tim penyidik untuk serius mengusut kasus ini. Dukungan rekan media menjadi bantuan bagi penyidik, untuk segera menangkap dan menindak sesuai hukum yang berlaku,” tuturnya.

“Polres Dairi turut berkabung, atas musibah yang dialami wartawan Marsal dan semoga keluarga diberi ketabahan,” imbuhnya.

Ferio pun mengajak segenap wartawan di Kabupaten Dairi, jika dalam melakukan pekerjaan jurnalistik mendapat intimidasi dan ancaman, jangan ragu untuk melaporkannya ke Polres Dairi, seraya mengajak untuk tetap waspada dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

Di akhir aksi, wartawan memberikan spanduk berisikan tanda tangan puluhan wartawan Kabupaten Dairi, untuk mendukung Polri segera mengungkap kasus dugaan pembunuhan wartawan itu. Selama menggelar aksi solidaritas, wartawan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Seperti diketahui, wartawan media online Mara Salem Harahap (Marsal), tewas ditembak orang tidak dikenal (OTK) tak jauh dari kediamannya di Nagori Karang Anyer, Kabupaten Simalungun, Sabtu (19/6) dini hari. Korban diduga keras dihabisi karena kerap membuat pemberitaan terkait peredaran narkotika di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun. (mag-1/rud/saz)

Apkasi Pusat Kunjungi Langkat

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Staf Ahli Bidang Pendidikan dan Kesehatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Pusat, Imatul Hasana, berkunjung ke Pemkab Langkat, Selasa (22/6) lalu.

Kedatangan Staf Ahli tersebut, disambut Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin, melalui Wakil Bupati Langkat H Syah Afandin, didampingi Sekdakab Langkat H Indra Salahuddin di Kantor Bupati Langkat, Stabat. Sementara Staf Ahli Apkasi, didampingi Sekertaris Staf Ahli Apkasi Umi Hasnah, dan 2mitra Apkasi, Tollal Badru dan Aditiya Surya.

Dalam kesempatan itu, Imatul mengatakan, pihaknya menawarkan program pendidikan pembelajaran bahasa Inggris tercepat, yakni hanya 3 hari. Program ini, pertama kali akan diselenggarakan di Sumut.

“Kami menawarkan program ini kepada banyak mitra, belajar bahasa Inggris hanya 3 hari. Biasanya, orang harus belajar bertahun-tahun di sekolah untuk mampu berbahasa Inggris,” ungkap Imatul.

Mengetahui hal itu, Wakil Bupati Langkat H Syah Afandin, mengaku kagum, dia mendoakan Apkasi terus maju untuk berperan dan berkontribusi mencerdaskan generasi bangsa.

Dia juga menyampaikan, Pemkab Langkat sangat mendukung setiap program yang memajukan pendidikan. Sebab visi misi Pemkab Langkat, ingin mewujudkan pemerataan pendidikan di Bumi Bertuah.

Turut hadir Kepala Dinas BPKAD Iskandar, Kepala Dinas Pendidikan Saiful Abdi, Kabag Tapem Surianto, Sekertaris Dinas Kominfo Trio P Sembiring, mewakili Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabid P2P dr Azhar Zulkifli. (yas/saz)

Dukungan DPD Terus Mengalir, Giliran Tebingtinggi Solid Menangkan Airlangga Hartarto di Pilpres 2024

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Dukungan terhadap Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto untuk maju sebagai calon Presiden RI pada Pilpres 2024 terus mengalir dari sejumlah daerah. Salah satunya datang dari kader Partai Golkar Tebingtinggi, Sumatera Utara.

Bang, pake foto Airlangga Hartarto ya, ketua Umum Golkar.

Ketua DPD Partai Golkar Tebingtinggi, Basyaruddin Nasution mengungkapkan, dorongan pada Menko Perekonomian itu untuk maju sebagai Capres 2024, merupakan suara akar rumput. “Sebetulnya, sudah lama kita menginginkan Pak Airlangga maju sebagai Capres. Ini suara akar rumput. Datang dari kita yang di Grassroots. Justru kita yang mendorong Pak Airlangga untuk maju sebagai Capres 2024,” kata Basyaruddin kepada wartawan, Kamis (24/06/2021).

Karena dorongan itu berasal dari akar rumput, lanjut Basyaruddin, maka seluruh kader di Tebingtinggi sangat berbesar hati dalam memperjuangkan agar Airlangga terpilih di Pilpres 2024 mendatang. “Tebingyinggi siap mendukung sepenuhnya dan memenangkan Pak Airlangga menjadi Presiden 2024,” tegasnya.

Agar Airlangga makin dikenal masyarakat, Ketua DPRD Tebingtinggi ini telah menginstruksikan seluruh kader Golkar untuk turun ke tengah-tengah masyarakat dan memperkenalkan sosok Airlangga sebagai Capres 2024. “Kita sudah berupaya menyampaikan visi misi partai dan memperkenalkan Airlangga kepada masyarakat, melalui media sosial dan ruang publik lainnya,” katanya.

Dikatakan Basyaruddin, sosok Airlangga Hartarto merupakan pilihan yang tepat untuk memimpin bangsa ini, setelah Presiden Jokowi. “Banyak prestasi Pak Airlangga. Misalnya, saat ini, ketika bangsa Indonesia dihadapkan pada persoalan covid-19 dan juga persoalan ekonomi, kita bisa lihat secara gamblang bagaimana kerja-kerja Airlangga sebagai Menko maupun sebagai ketua PEN, dalam memberikan stimulus ekonomi, menyelamatkan ekonomi bersamaan dengan menyelamatkan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Bahkan, lanjutnya, saat banyak tokoh lain melakukan pencitraan untuk kepentingan politik 2024, Airlangga yang juga menjabat Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), masih fokus pada kerja-kerja kenegaraan. “Beliau begitu konsen dalam penanganan masalah covid dan ekonomi saat ini. Bahkan kita sebagai kader, kok melihat Pak Airlangga ini begitu fokus di kerja-kerja negara, dan tidak ikut mulai pencapresan. Tapi mungkin itu bagian dari komitmen beliau dalam pengabdian terhadap negara,” katanya.

Dalam beberapa kesempatan, Airlangga selalu berkelit saat ditanya soal pencapresannya. “Ojo takon, aku ora mikir. Nyambut gawe dhisik. (Jangan tanya, aku tidak memikirkan. Bekerja dulu),” begitu jawab Airlangga ketika ditanya wartawan terkait Pilpres 2024, seusai nyekar ke makam Ki Ageng Gribig di Jatianom, Klaten, Sabtu (19/6).

Ki Ageng Gribig, yang merupakan leluhur Airlangga, adalah seorang ulama besar penyebar Islam yang namanya tersohor tahun 1600-an. Ki Ageng Gribig yang bernama asli Maulana Sulaiman itu juga disebut sebagai keturunan Sunan Giri dan Sunan Gresik. “Karena itu, Pak Airlangga sangat layak memimpin negeri ini di masa depan,” tegas Basyaruddin. (rel/adz)

Kecam Tindak Kekerasan terhadap Jurnalis, Wartawan Binjai Gelar Aksi Solidaritas

AKSI: Puluhan wartawan di Kota Binjai saat menggelar aksi solidaritas untuk mengecam tindak kekerasan terhadap jurnalis di Bundaran Simpang Traffic Light Balai Kota Binjai, Rabu (23/6).TEDDY AKBARI/SUMUT POS.

BINJAI, SUMUTPOS.CO -Puluhan wartawan di Kota Binjai menggelar aksi solidaritas untuk mengecam tindak kekerasan terhadap jurnalis di Bundaran Simpang Traffic Light Balai Kota Binjai, Rabu (23/6) pagi. Aksi ini digagas, karena dalam beberapa pekan terakhir, banyak terjadi kekerasan terhadap pewarta di sejumlah daerah Sumatera Utara (Sumut).

AKSI: Puluhan wartawan di Kota Binjai saat menggelar aksi solidaritas untuk mengecam tindak kekerasan terhadap jurnalis di Bundaran Simpang Traffic Light Balai Kota Binjai, Rabu (23/6).TEDDY AKBARI/SUMUT POS.

Aksi solidaritas ini, pun digelar dengan berorasi, sembari membentangkan sejumlah poster bertuliskan kata-kata kecaman.

“Hentikan aksi premanisme dan tindak kekerasan terhadap wartawan. Tangkap segera pelakunya,” seru Koordinator Aksi, Syahzara Sopian.

Syahzara sempat beberapa kali menjadi objek intimidasi dan kekerasan. Dia sangat mengecam tindakan premanisme dan kekerasan terhadap jurnalis. Menurutnya, sikap tersebut merupakan sebuah tindakan pengecut. Di sisi lain, dia juga meminta Polri segera menuntaskan sejumlah kasus kekerasan terhadap pewarta. “Jangan setengah hati dalam melakukan penyelidikan, sehingga tidak ada kesan hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” tegasnya.

“Kami tidak terima, jika ada wartawan yang mengalami tindak kekerasan. Apalagi sampai meninggal dunia. Ingat wahai pelaku, seorang saja wartawan anda lukai, maka 1.000 jurnalis akan bereaksi,” imbuh Syahzara.

Seorang wartawan senior di Kota Binjai, Muslim Ginting menyatakan, tindak kekerasan terhadap jurnalis tidak seharusnya terjadi, jika masyarakat memahami Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, tentang Pers. Sebab dalam regulasi tersebut, jelas diatur tentang tugas, hak, dan kewajiban seorang wartawan, selaku pekerja pers yang memang telah dijamin dan dilindungi oleh negara.

“Hari ini kami mengunggah hati rekan-rekan wartawan di seluruh daerah untuk bersatu melawan pelaku kekerasan terhadap jurnalis. Kami juga mendukung Polri menuntaskan sejumlah kasus kekerasan yang dialami wartawan,” tuturnya.

Hal senada disampaikan H Burhan Sinulingga. Menurut dia, terjadinya tindak kekerasan terhadap pewarta menunjukkan pemerintah gagal menjalankan amanah Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, terutama dalam menjamin perlindungan dan keselamatan pekerja pers. “Ingat, melukai wartawan yang menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya, berarti melanggar Undang-Undang. Dan kekerasan terhadap wartawan jelas bertentangan dengan semangat kebebasan pers,” jelasnya.

Di sela-sela orasi, para wartawan kemudian melakukan aksi meletakan spanduk berisi kata-kata kecaman dan juga masing-masing kartu persnya di ruas jalan, sebagai bentuk protes dan matinya kebebasan pers. Usai bergantian berorasi, para wartawan kemudian membubarkan diri dengan tertib.

Diketahui, dugaan tindak kekerasan terhadap jurnalis terjadi secara betuntun di 3 daerah Sumut. Pada 31 Mei 2021 lalu, di Kabupaten Serdangbedagai, Selanjutnya di Kota Binjai pada 13 Juni. Teranyar, kasus dugaan pembunuhan terhadap Mara Salem Harahap, seorang wartawan online, yang terjadi di Kabupaten Simalungun pada 19 Juni lalu. (ted/saz)

Kecamatan Patumbak ‘Sunat’ Gaji Penyapu Jalan, Bendahara Akui Bayar Sesuai DPA

MELINTAS: Pengendara sepeda motor melintas di depan Kantor Kecamatan Patumbak, Jalan Pertahanan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Rabu (23/6).PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Sejumlah penyapu jalan yang bekerja di Kantor Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, mengaku gajinya ‘disunat’ oknum bendahara di kecamatan tersebut. Kondisi ini diketahui sudah berlangsung bertahun-tahun.

MELINTAS: Pengendara sepeda motor melintas di depan Kantor Kecamatan Patumbak, Jalan Pertahanan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Rabu (23/6).PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

Teranyar pada Mei 2021, mereka hanya menerima gaji senilai Rp1.315.000 per orang. Padahal bulan-bulan sebelumnya, nilai gaji yang mereka terima bervariasi, antara Rp1,5 juta sampai Rp1,6 juta.

“Alasan bendahara karena Lebaran (Mei) itu kan banyak libur (hari besar keagamaan). Itu belum lagi dipotong BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan,” ungkap seorang penyapu jalan, yang minta namanya tidak dipublikasi, baru-baru ini.

Anehnya lagi, ungkap sumber, sesama tenaga kebersihan di kecamatan itu, justru menerima gaji penuh pada Mei lalu. Kemudian, Surat Keputusan (SK) pengangkatan mereka selaku petugas kebersihan di kantor itu, tidak memiliki nomor surat, atau terkesan seperti SK bodong.

“Seperti tukang babat (rumput), kernet mobil sampah, enggak dipotong. Termasuk juga cleaning service dan tenaga honorer di kantor, tak dipotong. Orang itu sudah terdaftar di kantor sana, tapi tak tau kantor mana. Alasan lain bendahara, gaji kami bukan dari Pemda (APBD),” tuturnya, menirukan ucapan Bendahara Kecamatan Patumbak, Erna br Cibro, kala itu.

Penyapu jalan lainnya mengaku janggal, saat melihat informasi gaji mereka pada struk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara online. Yakni senilai Rp3.188.593.

“Kami juga pertanyakan ini, kenapa jauh sekali nilai gaji yang kami terima dengan informasi di BPJS Ketenagakerjaan itu,” ujar sumber tersebut.

Kondisi ini terjadi, menurut mereka, sejak masa Camat Patumbak dipimpin Danang Purnama Yuda, yang kini sudah menjadi Camat Lubukpakam. Sumber juga mengaku, baru pada Mei lalu, gaji mereka dibayarkan secara tunai, bukan melalui transfer bank.

Erna br Cibro saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Kantor Kecamatan Patumbak, Jalan Pertahanan Patumbak, Rabu (23/6) siang, membantah semua tudingan yang dialamatkan oleh petugas penyapu jalan tersebut kepadanya. “Mengenai gaji, kami tak ada memotong. Kami bayarkan sesuai dengan DPA (Daftar Penggunaan Anggaran). Mengenai tidak ada nomor dalam SK, bisa saja saya silap. Itu tiap tahun diperbarui. Karena saya yang ngetik sendiri,” jelasnya didampingi staf, Widya.

Dia juga menyebutkan, gaji penyapu jalan harian, berbeda dengan petugas kebersihan lain, yakni bulanan. Itu lantaran mereka berstatus buruh harian lepas (BHL).

“Per hari gaji mereka Rp65 ribu, dibayarkan sesuai kehadiran mereka kerja. Kalau mereka tidak kerja, tentu tidak dibayarkan dan itu pula yang saya ajukan ke keuangan, sesuai absensi yang mereka tanda tangani. Maksimal kerja 26 hari kalau full. Kalau mereka sudah izin ke Kasi Kebersihan, misalnya, gaji mereka tetap dibayarkan. Saya kan cuma membayarkan saja,” beber Erna.

Erna juga menjelaskan, pada Mei kenapa mereka tidak menerima gaji secara utuh, lantaran dipotong dengan banyaknya hari libur Lebaran.

“Di Mei itu mereka kena libur 10 hari, makanya tidak penuh menerima gaji. Dan gaji Mei lalu, kenapa dibayarkan tunai? Karena mereka mendesak untuk segera dibayarkan. Jadi kami penuhi,” jelasnya.

Bahkan mereka pada Juni 2021 ini, sambungnya, sudah meminta gajinya dipenuhkan dengan menandatangani absensi sampai akhir bulan ini.

“Padahal bulan ini belum lagi habis, tapi absen sudah mereka tanda tangani semua. Mereka minta tolong dan kami kasih toleransi. Karena mereka mengeluh gajinya sedikit sekali. Ya mau bagaimana, memang begitu kemampuan keuangan kami sekarang,” ujarnya.

Seyogianya, total gaji mereka per orang dan per bulan berkisar Rp1.690.000. Itu pun belum dengan potongan iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. “Sebenarnya saya tidak bisa memberi keterangan ini, karena masih ada atasan saya. Nanti abang jumpai saja Pak Sekcam. Tapi itulah gambarannya. Saya tak pernah bilang seperti itu sama mereka. Tidak ada untuk (kebutuhan) camat, dan lainnya,” jelas Erna lagi.

Terkait BPJS Ketenagakerjaan, oleh Widya selaku staf atau operator Erna, menjelaskan, itu sudah dari pihak BPJS-nya. “Itu memang dari pusatnya. Mereka memberi kami rekap (tiap bulan). Awalnya mereka punya yang PBI. Setelah mereka masuk dan bekerja di sini, misalkan istrinya, kami sarankan jika ikut ke suaminya, ketika suaminya berhenti, maka sekeluarga terdaftar berstatus BPJS Kesehatan mandiri. Potongan untuk iuran BPJS Rp50 ribuan yang mereka bayar tiap bulan,” bebernya.

Masih untuk BPJS, pihaknya mendapat subsidi dari pemerintah. Untuk iuran petugas itu, hanya membayar JKK dan JKM-nya. “Sebulan itu mereka mengeluarkan untuk BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan satu persen, tak sampai Rp51 ribu (untuk Kelas II) . Sebab yang 4 persen sudah ditanggung pemerintah. Sehingga yang diterima mereka kisaran Rp1,5 juta sekian. Walaupun mereka satu KK itu ada 5 orang, maka cuma segitu saja yang dibayarkan tiap bulan, karena bantuan subsidi pemerintah,” pungkas Widya. (prn/saz)

Launching Tempat Pelayanan Kesehatan Hewan, Cory Serahkan Polis Asuransi Usaha Ternak

MENGECEK: Bupati Karo Cory S Sebayang, didampingi Kepala Dinas Pertanian Metehsa Purba, saat mengecek anjing milik warga. SOLIDEO/SUMUT POS.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang, didampingi Kepala Dinas Pertanian Metehsa Karo-Karo, me-launching Tempat Pelayanan Kesehatan Hewan sekaligus menyerahkan Polis Asuransi Usaha Ternak di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Selasa (22/6) lalu.

MENGECEK: Bupati Karo Cory S Sebayang, didampingi Kepala Dinas Pertanian Metehsa Purba, saat mengecek anjing milik warga. SOLIDEO/SUMUT POS.

Peresmian tempat pelayanan kesehatan hewan dan penyerahan polis Asuransi Usaha Ternak ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan hewan dan peningkatan peserta Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTSK) di Kabupaten Karo.

“Hal ini menjadi kebanggaan dan inovasi yang luar biasa. Dengan terlaksananya program ini, diharapkan dapat menjadi awal yang baik bagi kita untuk ikut menciptakan inovasi melalui keahlian kita masing-masing,” ungkap Cory.

Melalui program Polis Asuransi Usaha Ternak ini, Cory juga mengajak seluruh peternak di Kabupaten Karo, untuk mengasuransikan ternaknya.

“Ini merupakan satu hasil kerja di 2 bulan pertama saya menjabat sebagai Bupati. Program Polis Asuransi Usaha Ternak ini, juga merupakan asuransi ternak pertama di Karo. Sehingga saya berharap, program baik ini dapat diikuti oleh seluruh peternak di Karo,” tuturnya.

Cory juga berharap, agar ke depannya apa yang telah dicapai, dapat terus ditingkatkan, serta dapat menunjukkan kredibilitas dan hal terbaik yang dimiliki.

Setelah me-launching Tempat Pelayanan Kesehatan Hewan dan penyerahan Polis Asuransi Usaha Ternak, Cory meninjau Taman Obor Opal di Lingkungan Dinas Pertanian. Dia pun mengapresiasi taman tersebut, serta mengajak para Kepala OPD dan masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong sekecil apapun, sebagai tempat menanam bunga dan tanaman obat keluarga.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan (prokes) ketat, yakni dengan menjaga jarak, memakai masker, serta mencuci tangan/memakai hand sanitizer.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perikanan Sarjana Purba, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Paten Purba, Kepala Bagian Humas dan Protokol F Leonardo Surbakti, dan seluruh pegawai Dinas Pertanian. (deo/saz)

Bolivia vs Uruguay: Incar Menang Perdana

GOL: Luis Suarez diharapkan mampu bobol gawang Bolivia dalam penyisihan Grup A Copa Amerika, Jumat (25/6) dini hari WIB.

BOLIVIA bakal bersua Uruguay dalam babak penyisihan Grup A Copa Amerika yang digekar di Arena Pantanal, Jumat (25/6) pagi pukul 04.00 WIB. Dalam duel ini, kedua tim bakal mengincar kemenangan perdana di kompetisi ini.

GOL: Luis Suarez diharapkan mampu bobol gawang Bolivia dalam penyisihan Grup A Copa Amerika, Jumat (25/6) dini hari WIB.

Uruguay saat ini sudah melakoni 2 laga di Copa America 2021 dengan hasil kalah 0-1 dari Argentina dan imbang 1-1 kontra Chile. Tanpa kemenangan, La Celeste menduduki posisi 4 klasemen sementara Grup A.

Di pihak lain, Bolivia kini tepat berada di bawah Uruguay alias masih di posisi dasar klasemen. Skuad besutan Cesar Farías selalu kalah dalam 2 laga terbaru, di antaranya tumbang 3-1 dari Paraguay dan kalah 1-0 dari Chile.

Jika menilik riwayat pertemuan kedua tim, Uruguay sebenarnya punya kans besar untuk memenangkan laga ini. Sejak 2011, Bolivia dan Uruguay telah bersua sebanyak 4 kali dan seluruh laga itu dimenangkan oleh La Celesten

Kedua tim terakhir kali bertemu pada 2017 di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2018 dengan kemenangan Uruguay 4-2. Sayangnya, jelang laga ini, skuad besutan n

Oscar Tabarez masih kesulitan mencetak gol di Copa America 2021.

Dari dua laga yang dilalui, La Celeste baru melesakkan 1 gol lewat Luis Suarez saat timnya bermain imbang melawan Chile. Sementara itu, gawang Uruguay justru sudah kebobolan 2 gol, sehingga saat ini Suarez dan tim memiliki defisit 1 gol di tabel klasemen.

Maka, laga kontra Bolivia mesti dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Uruguay, sebab La Verde sejauh ini merupakan tim dengan angka kebobolan terbanyak di Grup A. Secara keseluruhan, jala Carlos Lampe sudah kemasukan 4 gol dalam dua laga.

Meski demikian, tampaknya Bolivia akan berusaha mati-matian agar bisa memenangkan laga ini, atau minimal bermain imbang. Selain untuk mengubah catatan minor saat meladeni Uruguay, kemenangan juga penting bagi keberlanjutan skuad Bolivia di kompetisi Copa America 2021.

Pasalnya, jika Bolivia sampai kalah dan pada hari yang sama Paraguay menang atau imbang dengan Chile, bisa dipastikan La Verde tersingkir dari Copa America 2021.

Dan, bila skenario tersebut benar-benar terjadi, Bolivia tidak akan bisa mengejar perolehan poin hanya dengan sisa satu laga. Sementara itu, jika Bolivia vs Uruguay berakhir dengan hasil imbang, penentuan kelolosan akan terjadi di laga terakhir yang mana Bolivia akan menghadapi Argentina.

Ini tentu akan kian sulit, sebab La Albiceleste saat ini berstatus sebagai juara Grup A dan menjadi tim pertama yang mewakili grup untuk lolos ke babak knock-out. Oleh karena itu, pasukan Cesar Frias dipastikan tampil ngotot di laga kontra Uruguay nanti. (trt)

Vaksinasi Lansia Terkendala Pendamping, Realisasi Masih Jauh dari Target

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Realisasi vaksinasi Covid-19 yang menyasar kepada masyarakat lanjut usia (lansia) di Kota Medan, masih jauh dari target. Dari total 265.007 orang lansia di Kota Medan, baru terealisasi sebanyak 68.968 orang atau baru terealisasi 26,02 persen.

Data tersebut merupakan data realisasi pelaksanaan vaksin yang di update KPCPEN per 21 Juni 202 lalu. Ditanya mengenai hal ini, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mengakui, jika vaksinasi untuk lansia relatif lebih lambat bila dibandingkan dengan kategori lainnya, yakni pelayan publik dan nakes.

Pasalnya, kategori lansia memang lebih sulit untuk mendapatkan fasilitas vaksinasi dikarenakan masalah pendamping saat ingin melakukan vaksinasi. “Kadang-kadang lansia ini butuh pendamping, sementara keluarganya yang masih muda memiliki aktivitas pada siang hari sehingga tidak bisa mendampingi. Sedangkan vaksinasi ini hanya bisa dilakukan siang hari, karena kalau gelap, para nakes kita tak berani melakukan vaksinasi,” ujar Bobby Nasution kepada Sumut Pos, Rabu (23/6).

Menurut Bobby, beberapa cara telah disampaikan, salah satunya agar para lansia ini dapat didampingi oleh kepala lingkungan (Kepling) bila tidak ada keluarganya di rumah yang dapat mendampingi. “Kita sudah minta itu sama kepling, coba dampingi lansia-lansia di lingkungannya. Tapi kadang-kadang yang namanya lansia, orangtua kita ini, masih lebih nyaman kalau sama keluarganya sendiri,” ucapnya.

Bobby juga mengatakan, Pemko Medan telah melakukan upaya-upaya ‘jemput bola’. Salah satunya, dengan membuat layanan vaksinasi untuk lansia di Puskesmas. “Kalau jauh vaksinasi (Drive Thru) di Polonia, di Puskesmas pun boleh. Bahkan ada yang kita buat program, kalau ada lansia divaksin, pendampingnya juga boleh ikut divaksin juga. Ini program-program seperti ini jugakan untuk memancing para orangtua kita agar mau divaksin. Masalah yang paling besar itu adalah pendampingnya, itu saja,” ujarnya.

Bobby pun mengungkapkan, hingga kemarin, total masyarakat Kota Medan yang sudah divaksinasi mencapai 46 persen. “Kenapa beberapa hari ini sedikit saja kenaikannya? Yang saya sampaikan kemarin, itu dari Kemenkes umur 50 tahun belum boleh ya, sekarang sudah boleh. Tentunya, total dari jumlah penduduk kita yang divaksin meningkat. Kedepannya kita terus berkolaborasi termasuk dengan BUMN, targetnya per hari bisa 5 ribu yang divaksin,” katanya.

Berdasarkan data update KPCPEN per 21 Juni 2021, jumlah masyarakat Kota Medan yang menjadi target sasaran vaksin berjumlah 582.127 orang. Rinciannya, tenaga kesehatan (nakes) sebanyak 26.283 orang, lansia 265.007 orang, dan pelayan publik 290.837 orang. Adapun rincian yang sudah divaksinasi, yakni nakes sebanyak 24.540 orang atau 93,37 persen, lansia 68.968 orang atau 26,02 persen, dan pelayan publik 174.651 orang atau 60,05 persen.

Dengan demikian, dari 582.127 orang yang menjadi sasaran target vaksinasi dari 3 kategori itu, baru 268.159 orang yang sudah divaksinasi, atau total 46,07 persen dari total target.

Terpisah, Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan MKes, juga turut membenarkan hal itu. Kepada Sumut Pos, Mardohar mengatakan, angka realisasi jumlah vaksinasi yang menyasar kepada masyarakat lansia memang masih cukup rendah. “Tapi angkanya terus bertambah, walaupun memang sedikit lambat kalau dibanding masyarakat kategori pelayan publik dan tenaga kesehatan,” ucap Mardohar kepada Sumut Pos, (23/6).

Dikatakan Mardohar, ada beberapa faktor yang membuat progres realisasi lansia lebih lambat bila dibandingkan pelayan publik maupun tenaga kesehatan. Alasan paling umum, cukup banyak para lansia yang masih takut untuk di vaksin. “Masih ada sebagian orangtua yang takut untuk di vaksin, namanya juga orangtua. Tapi begitupun, cukup banyak juga lansia yang bersedia bahkan sangat berharap untuk di vaksin,” ujar Mardohar.

Untuk itu, Mardohar berharap, semua pihak dapat membantu pemerintah dalam menyampaikan edukasi akan pentingnya vaksinasi. Hal itu harus dilakukan, agar masyarakat tidak terpengaruh akan berita-berita Hoax yang menyatakan vaksinasi dapat membahayakan jiwa.

Selain rasa takut, terang Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada Dinas Kesehatan Kota Medan itu, cukup banyak lansia yang saat ini tidak di vaksin dengan alasan tidak memiliki pendamping saat hendak di vaksin di Puskesmas. Namun Dihapus Kesehatan tidak bisa menerima alasan itu sepenuhnya. Da untuk itu, Dinas Kesehatan mengaku siap ‘menjemput bola’ untuk vaksinasi para lansia.

“Makanya sekarang ada program bawa dua lansia (untuk vaksinasi), satu di vaksin gratis. Itu salah satu inovasi agar realisasi lansia ini bisa lebih cepat berjalan. Yang penting kita harapkan peran masyarakat, sampaikan kepada orangtua kita bahwa vaksinasi itu aman dan baik untuk mereka,” katanya.

Selain itu, terang Mardohar, Pemko Medan juga terus berusaha untuk meningkatkan realisasi masyarakat lansia agar dapat di vaksinasi, salah satunya dengan membuat kategori lansia dengan rentan usia yang lebih luas, yakni usia 45 tahun ke atas yang disebut dengan masyarakat pra lansia. “Semua untuk mempermudah pelaksanaan vaksin itu. Kita lihat keinginan masyarakat (untuk divaksin) juga makin baik,” terangnya.

Terkait efektivitas vaksinasi Drive Thru di Lanud Soewondo, Mardohar mengatakan vaksinasi Drive Thru masih sangat bermanfaat dalam mendongkrak jumlah masyarakat yang divaksinasi. “Alhamdulillah masih terus dimanfaatkam masyarakat untuk vaksinasi. Harapan kita kedepannya, bisa lebih banyak lagi masyarakat yang memanfaatkan fasilitas vaksinasi Drive Thru,” tutupnya. (map)

Pemko Klaim Kasus Covid Masih Terkendali, Angka Kesembuhan Harian Lebih Rendah dari Penularan

WAWANCARA: Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution saat diwawancarai wartawan di Balai Kota Medan, Rabu (23/6).pran/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Angka penyebaran kasus Covid-19 di Kota Medan melonjak cukup tajam. Peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per hari yang biasanya di kisaran angka 30 sampai 50-an kasus, kini meningkat di angka 90-an kasus per hari. Hal itu terlihat dari data yang dilansir Satgas Covid-19 Kota Medan dalam laporan hariannya.

WAWANCARA: Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution saat diwawancarai wartawan di Balai Kota Medan, Rabu (23/6).pran/sumut pos.

Berdasarkan pantauan Sumut Pos dari laporan harian Satgas Covid-19 Kota Medan pada Selasa (22/6) malam pukul 22.30 WIB, jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Medan bertambah 96 kasus dalam sehari. Dengan begitu, total kasus terkonfirmasi positif bertambah dari 17.475 menjadi 17.570 kasusn

Sedangkan sehari sebelumnya, Senin (21/6) pukul 16.50 WIB, jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 Kota Medan bertambah 91 kasus dalam satu hari.

Di sisi lain, angka kesembuhan justru lebih rendah dari angka penularan. Di saat terdapat 91 kasus baru pada Senin (21/6) lalu, angka kesembuhan hanya mencapai 80 orang. Sedangkan pada Selasa (22/6) kemarin, di saat terjadi 96 kasus baru, angka kesembuhan hanya mencapai 67 orang.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan MKes, membenarkannya. “Iya memang saat ini 90-an kasus lah per hari. Terakhir dari data yang di-update Kota Medan bertambah 96 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Mardohar kepada Sumut Pos, Rabu (23/6).

Di sisi lain, Mardohar juga membenarkan jika angka penyebaran Covid-19 saat ini memang terpantau lebih tinggi dari angka kesembuhan. Namun begitu, pihaknya mengklaim jika hal itu masih dalam batas wajar dan terkendali.

“Iya, memang (terkonfirmasi positif) saat ini lebih tinggi dari angka kesembuhan, tapi itu masih dalam batas wajar. Intinya, angka itu bukan berarti membuat penyebaran Covid-19 di Kota Medan menjadi tidak terkendali, tidak begitu. Sampai saat ini, penyebaran Covid-19 di Medan masih terkendali. Apalagi angka itukan fluktuatif, naik turun ya. Kemarin-kemarin angka kesembuhan jauh lebih tinggi dari penularan,” ujar Mardohar.

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada Dinas Kesehatan Kota Medan ini juga menjelaskan, tingkat penularan yang saat ini lebih tinggi dari angka kesembuhan tidak serta merta membuat ruang isolasi ataupun rawat inap pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit (RS) di Kota Medan menjadi penuh ataupun langka.

Faktanya, berdasarkan laporan Satgas Covid-19 Kota Medan terbaru, Selasa (22/6), angka Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat penggunaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 pada sejumlah RS di Kota Medan masih dalam batas aman. Sebab hingga saat ini, jumlah BOR pada sejumlah RS yang menangani pasien Covid-19 di Kota Medan baru mencapai 38,25 persen.

“Karena kan tidak semua juga yang terkonfirmasi positif itu mengalami gejala, apalagi gejala berat, artinya cukup banyak juga yang menjalani isolasi mandiri. Untuk yang rumahnya tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri, kita minta untuk dirawat di RS. Tapi untuk mereka yang mengalami gejala sedang sampai berat, itu langsung kita minta untuk dirawat di RS agar pengobatan dapat lebih intensif,” ucapnya.

Untuk yang isolasi mandiri di rumah, kata Mardohar, juga diminta untuk betul-betul menjalani isolasi secara ketat. Hal itu harus dilakukan agar tidak menularkan ke anggota keluarga lainnya. Sebab saat ini klaster keluarga menjadi salah satu klaster terbanyak dalam menularkan Covid-19.

“Klaster keluarga merupakan klaster terbanyak saat ini, itu sebabnya kita harus saling menjaga satu sama lain, khususnya menjaga diri dan keluarga dari penyebaran virus ini. Disiplin dalam mematuhi 5M, jaga imunitas tubuh dan tetap berfikir positif. Kalau itu kita lakukan, yakinlah, angka penyebaran akan jauh menurun,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga menegaskan pentingnya kesadaran diri dalam menegakkan protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, hingga membatasi mobilitas. “Kita lihat di pulau Jawa, kasus Covid-19 terus naik, itu karena kurangnya kesadaran terhadap prokes,” ujar Ihwan.

Ironisnya, kata Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan ini, walaupun saat ini penyebaran Covid-19 kian meningkat, namun masih ada saja masyarakat yang masih belum percaya bila Covid-19 memang benar adanya.

Ihwan pun berharap, pemerintah dapat betul-betul melakukan pengawasan dan penegakan aturan yang serius agar angka penyebaran Covid-19 bisa terus menurun. “Ayolah, ini untuk kita bersama, supaya cepat angka Covid-19 ini menurun dan membuat ekonomi kita membaik. Sebab dampak dari pandemi Covid-19 ini memang luar biasa, termasuk ke sektor ekonomi,” tutupnya. (map)

Angka Covid-19 Tinggi, Jokowi Minta Tetaplah di rumah

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada masyarakat untuk berkomitmen menerapkan disiplin protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19. Hal ini dikatakan Jokowi lantaran terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di dalam negeri dalam beberapa hari terakhir.

“Bapak ibu dan saudara sebangsa dan setanah air kita masih harus menghadapi ujian berat, menghadapi cobaan berat karena beberapa hari terakhir ini wabah Covid-19 kembali merebak, kembali meningkat dan juga adanya varian baru yang lebih mudah menular,” kata Jokowi dalam keterangannya di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/6).

Jokowi berpesan kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitasnya di luar rumah. Sebab virus Korona masih menjadi ancaman berbahaya saat ini. “Saya minta satu hal yang sederhana ini, tinggallah di rumah jika tidak ada kebutuhan yang mendesak,” katanyan

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengajak masyarakat untuk wasapada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun secara ketat. “Lebih berdisiplin dalam menghadapi wabah ini. Wabah ini masalah yang nyata,” katanya.

Menurut Jokowi, Covid-19 itu sangat berbahaya. Siapapun bisa terkena virus Corona ini. Sehingga upaya menekan angka penularan tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Penyakit ini tidak mengenal ras maupun diskriminasi, setiap orang tidak peduli apa asal-usulnya, status ekonominya, agamanya maupun suku bangsanya, semuanya dapat terkena. Ini penyakit yang tidak melihat siapa kita. Jika kita tidak berhati-hati dan berdisiplin menjaga diri kita bisa kena,” katanya.

Jokowi juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menolak disuntik vaksin Covid-19. Sebab agama apapun juga tidak melarang masyarakat untuk disuntik vaksin. “Bapak Ibu saudara-saudara yang saya hormati jika sudah ada kesempatan mendapatkan vaksin, segera ambil. Jangan ada yang menolak. Karena agama apapun tidak ada yang melarang vaksin,” ungkapnya.

Presiden menambahkan, vaksin Covid-19 yang diberikan pemerintah adalah upaya terbaik yang tersedia saat ini. Vaksin Covid-19 juga bertujuan mencapai kekebalan komunitas dari penularan virus Korona. “Ini demi keselamatan kita. Vaksin merupakan upaya terbaik yang tersedia saat ini. Kita harus mencapai kekebalan komunitas untuk mengatasi pandemi,” tandasnya.

Tuntut Komitmen Pemda

Presiden Jokowi juga mengakui, Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro yang diberlakukan untuk menekan angka penularan Covid-19 , belum efektif karena masih ada daerah-daerah yang belum memberlakukannya. “Persoalannya, PPKM Mikro saat ini belumlah menyeluruh. Masih sporadis, hanya di beberapa tempat,” kata Jokowi.

Oleh sebab itu, Jokowi meminta kepada kepala daerah untuk memberlakukan PPKM Mikro untuk menekan laju penularan Covid-19 di dalam negeri. “Untuk itu saya meminta kepada gubernur bupati dan wali kota untuk meneguhkan komitmennya, mempertajam penerapan PPKM Mikro,” katanya.

Jokowi meminta para kepala daerah untuk mengoptimalkan posko-posko Covid-19 yang telah terbentuk di masing-masing wilayah desa atau kelurahan. Menurutnya, fungsi utama posko adalah mendorong perubahan perilaku masyarakat agar disiplin 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. “Kedisiplinan 3M menjadi kunci dan menguatkan pelaksanaan 3T yakni testing, tracing, dan treatment hingga ke tingkat desa,” ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, pemerintah telah menerima banyak masukan mengenai penanganan Covid-19 di dalam negeri, termasuk memberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan lockdown.

Jokowi menuturkan, pemerintah telah mempelajari berbagai opsi penanganan Covid-19 dengan memperhitungkan kondisi ekonomi, kondisi sosial, kondisi politik di Indonesia. Termasuk juga berkaca dengan pengalaman-pengalaman dari negara lain. Sehingga PPKM Mikro adalah cara yang paling efektif untuk dilakukan. “Pemerintah telah memutuskan PPKM Mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk menghentikan laju penularan Covid-19, hingga ke tingkat desa atau langsung ke akar masalah yaitu komunitas,” pungkasnya.

Rekor Tertinggi

Situasi Covid-19 di Indonesia makin mengkhawatirkan. Hari ini, Rabu (23/6), kenaikan kasus Covid-19 harian bertambah 15.308 orang. Angka ini mencapai rekor yang tertinggi sepanjang pandemi Covid-19 sejak Maret 2020. Total sudah 2.033.421 orang terinfeksi Covid-19.

Sebelumnya rekor tertinggi terjadi pada Senin (21/6) dengan 14.536 sehari. Kasus Covid-19 sempat mencapai puncaknya pada Januari 2021 dengan kasus 12 ribu sehari sebelum beredarnya varian Delta. Ada 141.187 spesimen yang diperiksa. Dan ada 74.391 orang yang diperiksa dalam sehari dengan metode TCM, PCR, dan antigen.

Angka positivity rate PCR atau kepastian positif dari spesimen pasien mencapai 49,07 persen. Pemeriksaan berpengaruh pada angka positivity harian. Angka positivity rate yaitu jumlah positif kumulatif dibagi jumlah orang yang dites lalu dikali 100. Maka, positivity rate harian adalah 20,58 persen. Padahal standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah harus di bawah 5 persen. Artinya Indonesia sudah melebihi standar WHO.

Sebaran positif harian tertinggi terjadi di DKI Jakarta 4.693 kasus. Jawa Barat 2.910 kasus. Jawa Tengah 2.595 kasus. Jawa Timur 873 kasus. Jogjakarta 694 kasus. Kasus aktif juga naik drastis yakni 7.838 kasus. Jumlah pasien dengan status suspek sebanyak 124.918 orang.

Sementara itu, pasien sembuh harian bertambah 7.167 orang. Paling banyak kasus sembuh terjadi di Jawa Tengah sebanyak 2.032 orang. Dan total angka kesembuhan saat ini sebanyak 1.817.303 orang.

Sedangkan, kasus kematian harian bertambah sebanyak 303 jiwa. Paling banyak kasus kematian harian terjadi di Jawa Timur sebanyak 51 jiwa. Total kini sudah 55.594 jiwa meninggal dunia akibat Covid-19. Sudah 510 kabupaten kota terdampak Covid-19. Tak ada satupun provinsi di bawah 10 kasus harian. Dan tak ada satupun provinsi dengan nol kasus. (jpc)