TUMBANG: Pohon tumbang di Jalan HM Yamin merusak rambu lalu lintas, Selasa (22/6) malam. Di Jalan HM Yamin ada dua pohon tumbang dalam sehari.istimewa/sumu tpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hartanto mengimbau warga Kota Medan agar waspada terhadap cuaca ekstrem selama tiga hari ke depan. Menurutnya, saat ini kondisi atmosfer sedang tidak stabil dan dapat berpotensi menimbulkan hujan deras disertai angin kencang.
TUMBANG: Pohon tumbang di Jalan HM Yamin merusak rambu lalu lintas, Selasa (22/6) malam. Di Jalan HM Yamin ada dua pohon tumbang dalam sehari.istimewa/sumu tpos.
“Kondisi atmosfer cenderung tidak stabil beberapa hari ini. Tidak stabil artinya gini, pagi sampai siang kadang muncul panas udara gerah satu sampai dua hari. Itu biasanya bisa berpotensi hujan dengan intensitas lebat disertai dengan petir dan angin kencang yang bersifat merusak,” ujar Hartanto, Rabu (23/6).
Ia menambahkan, potensi cuaca ekstrem tersebut cenderung hanya cakupan lokal. “Untuk cakupan potensi itu kalau di saat sekarang ini lebih cenderung cakupan lokal. Jadi tidak meluas terlalu banyak hanya setempat-setempat saja karena pertumbuhan awannya juga hanya setempat- setempat,” katanya.
Hartanto menjelaskan, intensitas hujan yang mulai menurun juga ternyata harus diwaspadai warga. “Sekarang kan intensitas curah hujan sudah mulai menurun. Kadang hujan, kadang beberapa hari tidak hujan. Pada saat mau muncul hujan, kondisi atmosfer menjadi tidak stabil. Jadi semacam menyimpan energi, mengumpulkan energi dulu baru hujan. Beda dengan musim hujan, kalau sekarang kan sudah tidak masuk musim hujan, tapi justru itu yang harus diwaspadai. Kalau sudah panas gerah kita harus hati-hati,” ujarnya.
Ia pun menambahkan, potensi cuaca ekstrem yang mungkin saja akan terjadi selama 2-3 hari ke depan cakupannya cenderung lokal.
“Di mana terjadinya ya itu tidak tentu karena sangat lokal, tapi kondisi perkotaan juga seperti pemanasan kota itu berakibat juga jadi pertumbuhan awan,” katanya.
Hartanto pun mengingatkan kembali warga kota Medan agar lebih mewaspadai cuaca selama 2 sampai 3 hari ke depan, terutama untuk wilayah perkotaan yang memungkinkan munculnya potensi cuaca ekstrem. (trb/ila)
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumut,
Ismael
Parenus Sinaga.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut telah membayar kewajiban dana bagi hasil (DBH) pajak daerah kepada Pemko Medan untuk tahun anggaran 2020. Penyaluran tersebut bahkan sudah diaudit secara keseluruhan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Sumut, untuk 33 kabupaten dan kota.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumut,
Ismael
Parenus Sinaga.
“Terkait hal ini nggak ada masalah kok, karena DBH ini juga diaudit oleh BPK dan saya tegaskan untuk kurang salur DBH tahun 2020 ke Pemko Medan, sudah 100 persen disalurkan,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setdaprovsu, Ismael Parenus Sinaga menjawab Sumut Pos, Rabu (23/6).
Pihaknya menyebut, tidak pas terminologi utang yang disematkan Pemko Medan dalam hal ini. “Maaf, jadi bukan terminologi utang, karena Pemprovsu nggak pernah minjam uang dari pemko sehingga berutang,” katanya.
Dijelaskannya, DBH pajak provinsi ke kabupaten/kota dialokasikan setiap tahun. Adapun pembayarannya disalurkan per triwulan.
“Nah untuk triwulan IV, tentu total realisasi dan proporsi bagi hasilnya menunggu perhitungan di akhir 31 Desember tahun berkenaan, kemudian untuk triwulan IV ini akan kita bayarkan pada tahun berikutnya,” kata Ismael.
Dia menyampaikan, total DBH pajak ke kabupaten dan kota TA. 2020 telah pihaknya salurkan sekitar Rp2,3 triliun, dan semuanya sudah diaudit BPK RI. “Yang perlu didalami adalah bagaimana agar dana bagi hasil itu dimanfaatkan pemerintah kabupaten/kota untuk menyelesaikan permasalahan dalam memajukan pembangunan, termasuk ikut membantu menuntaskan prioritas pembangunan di daerah mereka masing-masing,” katanya.
Namun nyatanya, DBH Pemprov Sumut ke Pemko Medan belum sepenuhnya selesai. Adapun yang dibayarkan Pemprov Sumut adalah utang tahun 2020. Sedangkan utang DBH 2021 atau tahun berjalan belum dibayarkan sampai hari ini. Padahal Pemprov Sumut sudah mengutip pajak dari masyarakat di tahun ini (Januari-Mei). Namun, DBH yang menjadi hak kabupaten/kota masih ditunda pembayarannya.
Adapun DBH yang diterima kabupaten/kota bersumber dari pajak kendaraan bermotor (PKB), BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor), PBBKB (Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor) yang dipungut Pemprov Sumut dari masyarakat. “Memang sudah dibayarkan utang DBH 2020. Tapi dibayar 2021, selesai bulan Mei kemarin. Tapi yang utang 2021 belum dibayar. DBH harusnya dibayar bulan berjalan, sekarang bulan Juni. Untuk tahun 2021, dari Januari sampai Mei belum dibayar,” ujar Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution, di Balai Kota, Rabu (23/6).
Bobby merinci, DBH dibayar 2021 sekitar Rp407 miliar totalnya. Ia meminta Gubsu agar tidak menunda-nunda pembayaran utang DBH. Sebab, hal itu akan mengganggu realisasi pelaksanaan kegiatan yang sudah dicanangkan sebelumnya. Menantu Presiden Jokowi itu meminta Edy Rahmayadi membayar utang DBH sesuai jadwal. “Kami sampaikan kita minta bayar DBH sesuai bulan berjalan,” ucap Bobby menuntut.
Berdasarkan temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), lanjut dia, utang DBH Pemprov Sumut ke Pemko Medan di tahun 2020 mencapai Rp443 miliar. Utang tahun lalu itu, diakuinya sudah dibayarkan Edy Rahmayadi. Namun, ditahun 2021 tepatnya bulan Mei.
Dengan cepatnya realisasi pembayaran utang DBH, dia mengatakan bahwa Pemko Medan bisa segera mempergunakan uang tersebut. Adapun proyeksi penerimaan DBH tahun 2021, kata suami Kahiyang Ayu itu hampir setengah triliun rupiah. “Uang itu sudah dianggarkan, ini proyeksi tahun 2021 Rp407 miliar, ini sudah diposting untuk apa saja. Kalau dibayar tahun 2022, jangan sampai, berarti ada kegiatan kita yang tidak terakomodir,” tegasnya.
Beberapa kegiatan ditahun 2020 diakuinya tidak dapat dilaksanakan karena tertundanya pembayaran DBH. Menurut dia, pembayaran DBH adalah kewajiban Pemprov Sumut ke seluruh kabupaten/kota, bukan hanya Kota Medan.
“Tentunya ini untuk keberlangsungan kegiatan kita di daerah apalagi di pandemi Covid. Pak Gubernur juga sepakat, fiskal daerah itu sangat membantu perekonomian di daerah. Yang kena Covid bukan pemerintah, tapi masyarakat juga pelaku usaha, karena itu fiskal daerah kita support mengembalikan ekonomi di masyarakat,” bilangnya.
Peran dari anggota DPRD Sumut yang berasal dari daerah pemilihan Medan juga diharapkannya ikut berperan dalam mempercepat pembayaran DBH. “Kita juga mohon ke DPRD Sumut dari dapil Medan, kita mohon disampaikan ke Gubernur Sumut untuk hisa mempercepat DBH sesuai bulan berjalan agar program berjalan,” pungkasnya. (prn/map/ila)
UMKM: Ketua TP PKK Kota Medan, Kahiyang Ayu M Bobby Nasution melihat gerai Sentra UMKM Kecamatan Medan Belawan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua TP PKK Kota Medan, Kahiyang Ayu M Bobby Nasution melantik Ketua TP PKK Kecamatan Medan Belawan, Chika Putri Arina Subhan F Harahap di Kantor Camat Medan Belawan, Rabu (23/6).
UMKM: Ketua TP PKK Kota Medan, Kahiyang Ayu M Bobby Nasution melihat gerai Sentra UMKM Kecamatan Medan Belawan.
Pelantikan ini diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Ketua TP PKK Kota Medan dan dilanjutkan dengan pembacaan petikan pelantikan oleh Ketua TP PKK Kota Medan.
Dalam sambutanya, Ketua TP PKK Kota Medan, Kahiyang Ayu M Bobby Nasution mengucapkan selamat bertugas kepada Chika Putri Arina Subhan F Harahap yang baru saja dilantik sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Medan Belawan.
Kahiyang Ayu berpesan kepada Ketua PKK Kecamata Medan Belawan yang baru saja dilantik agar dapat menggerakkan kader-kader PKK yang ada di masing-masing kelurahan untuk lebih aktif dalam menjalankan 10 program pokok PKK.
“Untuk kader-kadernya di kelurahan supaya lebih aktif lagi menjalankan posyandu, UMKM dan bersama-sama berupaya menurunkan angka stanting di Kecamatan Medan Belawan,”pesan Kahiyang Ayu yang hadir didampingi Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga, Shaula Arindianti Aulia Rachman dan Ketua II Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga, Ny Ismiralda Wiriya Alrahman.
Selain itu juga, Kahiyang Ayu meminta agar PKK Kecamatan Medan Belawan tidak lupa mengingatkan warganya untuk mematuhi protokol kesehatan dimanapun berada. “Imbau warga kita untuk mematuhi protokol kesehatan karena situasi saat ini mengharuskan kita untuk beradaptasi dengan situasi pandemi Covid-19,” pungkasnya.
Kepada Ketua TP PKK Kecamatan Medan Belawan yang lama, Nurbaini Ahmad, Kahiyang Ayu menyampaikan ucapan terimakasih atas pengabdianya selama ini dalam membantu menjalankan program PKK di Kecamatan Medan Belawan. “Saya ucapkan terima kasih atas bantuanya selama ini,” ujar Kahiyang Ayung.
Dalam pelantikan tersebut, Kahiyang Ayu juga turut meresmikan gerai Sentra UMKM Kecamatan Medan Belawan sekaligus menyerahkan bibit tanaman.
Selain pelantikan, Ketua TP PKK Kecamatan Medan Belawan juga menyerahkan jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Medan Belawan, dari Nurbaini Ahmad kepada Chika Putri Arina Subhan F Harahap. Sarah terima jabatan ini dipimpin oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Medan, Ismiralda Wiriya Alrahman. (rel/ila)
AMBRUK: Atap seng Pusat Pasar Kota Medan ambruk diterjang angin kencang sekitar pukul 16.00 WIB pada Selasa (22/6).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Atap Pusat Pasar Kota Medan seketika ambruk diterjang angin kencang sekitar pukul 16.00 WIB pada Selasa (22/6). Hal ini pun dibenarkan Kepala Pusat Pasar Kota Medan, Bonar Pasaribu.
AMBRUK: Atap seng Pusat Pasar Kota Medan ambruk diterjang angin kencang sekitar pukul 16.00 WIB pada Selasa (22/6).
Bonar pun berjanji, pihaknya dari PD Pasar KotaMedan akan langsung melakukan perbaikan dan akan langsung menangani kerusakan yang ada. Estimasi pihaknya, biaya perbaikan atas kerusakan tersebut berkisar antaran
Rp20 juta sampai Rp30 juta. “PD Pasar akan langsung menangani, dan malam ini langsung kami kerjakan. Mungkin biaya kerusakan ini sekitar Rp20-30 juta, menggunakan dana PD pasar,” ucap Bonar, Selasa (22/6).
Ia menekankan, peristiwa ini terjadi disebabkan kuatnya putaran angin. Sebab menurutnya, pondasi maupun kerangka atap tidak ada mengalami kerusakan sebelumnya. “Ini karena angin puting beliung, jadi atap taman luar ini hancur. Rangka-rangka seng sebelumnya masih kuat, karena baru dua tahun lalu kita ganti dalam tahap renovasi. Mungkin tadi rangkanya terangkat baru jatuh lagi, dan akibat angin ini atap taman sebelah juga ada rusak tapi hanya bengkok,” ujarnya.
Bonar mengungkapkan tidak terdapat korban maupun kerusakan gerai di sekitarnya. Selanjutnya dalam masa perbaikan atap ini, ia menyatakan tidak akan ada pemberhentian kegiatan di Pusat Pasar. Masa pengerjaan perbaikan atap pun diperkirakan akan berlangsung selama tiga hari ke depan.
Sementara itu, Guntur Limbong selaku pedagang yang berada tepat di bawah atap Pusat Pasar Medan ini juga menjelaskan awal peristiwa ambruknya atap pusat pasar itu terjadi. “Memang sekitar pukul empat sore, angin dengan hujan deras seperti angin puting beliung yang sangat dahsyat dan sebentar saja dari arah selatan ke tengah-tengah ini langsung mengangkat dan ambruklah. Saya terkejut juga,” kata Guntur.
Ketepatan kemarin, kata Guntur, pengunjung terpantau sepi sehingga saat ambruknya atap pusat pasar, memang tidak ada pengunjung maupun para pedagang yang ada bawahnya. “Berhubung saya pedagang yang di area bawah atap ini, maka hal ini juga sudah kami sampaikan kepada kepala PD Pasar dan mereka akan menangani malam ini,” terangnya.
Guntur juga mengatakan, meskipun usaha miliknya tepat berada di bawah taman luar tersebut, namun barang-barang usahanya tidak ada yang mengalami kerusakan. (map/ila)
PTM: Simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah SMP Negeri 7 Medan, Senin(21/6).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) Kota Medan telah dimulai. Ada kuota 12.664 murid yang dibuka untuk PPDB tahun ajaran 2021/2022. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Medan, Adlan, melalui Kepala Bidang Kelembagaan, Muliadi. “Rata-rata di masing-masing sekolah itu jumlahnya 200 sampai 300 lebih, sementara untuk UPT SMP Negeri yang sifatnya terbuka jumlah siswa cenderung lebih sedikit,” ujar Muliadi, Rabu (23/6).
PTM: Simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah SMP Negeri 7 Medan, Senin(21/6).
Dijelaskan dia, kuota tersebut dibagi menjadi empat jalur yang tersebar di 48 Unit Pelaksana Teknis (UPT) SMP Negeri yang ada di bawah naungan Pemerintah Kota Medan. Kuota keseluruhan tersebut merupakan total dari empat jalur pendaftaran yang dibuka yakni jalur zonasi, prestasi, afirmasi, dan mutasi (perpindahan tugas orang tua berstatus PNS dan TNI/Polri).
Untuk jalur zonasi memiliki kuota 50 persen dari total kuota yakni 6.332, jalur prestasi 30 persen yakni sebesar 3.799, jalur afirmasi 15 persen sebesar 1.900 serta jalur mutasi 5 persen sebesar 633. “Pendaftaran lengkap bisa dilihat di website, kita ada dokumen mengenai cara pendaftaran dari awal hingga akhir, bisa diakses di sana,” kata Muliadi.
Muliadi menekankan, untuk mencegah server down pihaknya telah berkoordinasi dengan Diskominfo yang mengelola website pusat informasi PPDB yakni ppdb.pemkomedan.go.id. “Kita upayakan sebaik mungkin pelaksanaan PPDB ini, dan kita imbau agar calon siswa-siswi dapat mempelajari persyaratan dengan baik, memilih jalur yang tepat dan memastikan dokumen yang diunggah saat pendaftaran sudah terunggah dengan baik,” tuturnya.
Sementara itu, terkait simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah- sekolah Kota Medan telah dilakukan dan ditinjau langsung Wali Kota Medan Bobby Nasution. Selain infrastruktur, sarana dan prasarana untuk penerapan PTM di masa pandemi Covid-19 juga telah disiapkan sekolah – sekolah di Kota Medan, termasuk penyemprotan disinfektan ke ruangan kelas pembelajaran berlangsung.
Simulasi ini dilakukan sebagai langkah awal sebelum diberlakukannya PTM di bulan Juli 2021. Dalam peninjauan kemarin, Senin(21/6).
Wali Kota Medan mengaku optimis pelaksanaan PTM bisa dimulai awal Juli 2021. Namun pilihan siswa yang ikut PTM ada pada orangtua siswa, selain itu PTM nanti siswa hanya mengikuti pembelajaran selama dua pertemuan setiap minggu dengan durasi dua jam.
“Pemko Medan memberikan pilihan kepada orangtua untuk anaknya ikut belajar tatap muka di sekolah. Artinya tidak akan memaksa seluruh siswa harus mengikuti sekolah tatap muka di tengah pandemi Corona atau Covid-19,” kata Bobby.
Menurut Bobby, pemberlakuan PTM sangat diperlukan meskipun saat ini Medan masih dilanda Pandemi Covid-19. Sebab berdasarkan keluhan yang didapati dari orang tua siswa belajar jarak jauh membuat siswa jenuh. Tentunya ini juga akan berdampak dengan psikologis anak.
“PTM ini nantinya akan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat. Selain itu Pemko Medan juga menetapkan ketentuan bagi sekolah tatap muka berupa pembatasan jumlah siswa dalam satu ruang serta dilaksanakan dua kali dalam satu minggu,” kata Bobby.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Medan, Dra Irnawati menjelaskan bahwa ketika dilakukan simulasi PTM di sekolahnya antusias orang tua siswa dan siswa sangat bagus. Dalam simulasi ini, selain mempersiapkan infrastruktur dan sarana prasarana, pihaknya juga hanya melibatkan 1 kelas saja dan telah mengikuti aturan PTM yakni 25 persen siswa yang diperbolehkan dalam satu ruangan.
“Simulasi PTM dilaksanakan dengan Protokol kesehatan yang sangat ketat. siswa sebelum masuk ke ruangan di dicek suhu tubuh dan diminta untuk cuci tangan. Kemudian ditanya kondisinya baru masuk ke ruang kelas, lengkap dengan segala masker dan face shield nya. Guru juga seperti itu kita berlakukan,” papar Irnawati
Sedangkan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Medan, Lisnawati mengatakan, ketika simulasi PTM di sekolahnya kemarin, SMP Negeri 1 Medan telah mempersiapkan beberapa infrastruktur termasuk tempat cuci tangan, masker dan disinfektan.
“Siswa diwajibkan menggunakan masker dan faceshiled. Sedangkan di ruangan kelas siswa juga wajib menjaga jarak sejauh 1,5 meter,” ujarnya. (map/ila)
PANTAU: Bupati Labura Hendriyanto Sitorus beserta jajaran saat memantau lokasi bakal dibangunnya panggung alun-alun terbuka di Kota Aek Kanopan, belum lama ini.
LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) Hendriyanto Sitorus, bertekad membangun fasilitas umum (fasum) berupa panggung alun-alun terbuka.
PANTAU: Bupati Labura Hendriyanto Sitorus beserta jajaran saat memantau lokasi bakal dibangunnya panggung alun-alun terbuka di Kota Aek Kanopan, belum lama ini.
“Demi memfasilitasi aktivitas sosial masyarakat dan melanjutkan program bupati terdahulu, saya pastikan pembangungan panggung terbuka alun-alun Kota Aek Kanopan segera dibangun,” ungkap Hendriyanto, Rabu (23/6).
Dalam akun Facebooknya, Hendriyanto menjelaskan, program itu meneruskan rencana pemimpin Pemkab Labura sebelumnya.
“Saya mengajak Wakil Bupati Labura, Kepala Dinas PU, Kepala Dinas Perkim, dan Kepala Bappeda, untuk meminjau tata letak bangunan. Pembangunannya harus sesuai master plan yang telah ditetapkan. Nantinya bangunan yang luasnya 1368 meter persegi itu, akan menjadi pusat kegiatan masyarakat Labura,” jelasnya.
Proyek pembangunan dikerjakan pada Tahun Anggaran 2021, dengan menggunakan APBD 2021.
“Insya Allah ditargetkan selesai dalam waktu 6 bulan,” imbuh Hendriyanto.
Hendriyanto pun mengharapkan dukungan moril masyarakat Kabupaten Labura, agar dapat terealisasi dan bermanfaat multiguna ke depannya.
“Doakan pembanguanannya lancar, sehingga panggung ini dapat mempermudah aktivitas kebudayaan, keagamaan, olahraga berskala besar, dan bersifat umum/masyarakat. Serta dapat memenuhi kebutuhan Pemkab Labura terkait peringatan hari besar nasional dan daerah,” pungkasnya. (fdh/saz)
BERSAMA: Ketua Pokja III TP PKK Kabupaten Asahan beserta pengurus diabadikan bersama, usai melakukan pembinaan di Desa Tamansari, Kecamatan Pulau Bandring, Selasa (22/6).DARMAWAN/SUMUT POS.
KISARAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Pokja III TP PKK Kabupaten Asahan beserta pengurus, didampingi perwakilan beberapa OPD Pemkab Asahan, melakukan pembinaan di Desa Tamansari, Kecamatan Pulau Bandring. Diketahui, Desa Tamansari menjadi perwakilan TP PKK Kabupaten Asahan dalam lomba Hatinya PKK Tingkat Sumut.
BERSAMA: Ketua Pokja III TP PKK Kabupaten Asahan beserta pengurus diabadikan bersama, usai melakukan pembinaan di Desa Tamansari, Kecamatan Pulau Bandring, Selasa (22/6).DARMAWAN/SUMUT POS.
Pembinaan yang dilakukan di Aula Kantor Desa Tamansari, Kecamatan Pulau Bandring ini, dihadiri Kepala Desa Tamansari dan Ketua TP PKK Desa Tamansari beserta pengurus, Selasa (22/6).
Kepala Desa Tamansari Arfian Simatupang, mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Asahan dan TP PKK Kabupaten Asahan, yang telah mempercayakan desanya menjadi perwakilan TP PKK Kabupaten Asahan dalam lomba Hatinya PKK Tingkat Sumut. Dia juga mengatakan, pihaknya akan mendukung TP PKK Desa Tamansari untuk mengikuti lomba Hatinya PKK Tingkat Sumut, mewakili TP PKK Kabupaten Asahan.
“Maka dari itu, kami berharap dukungan dari )lintas sektor, untuk membina Desa Tamansari dalam lomba Hatinya PKK Tingkat Sumut,” ungkap Arfian.
Sementara Ketua Pokja III TP PKK Kabupaten Asahan, Hj Sri Bulan mengatakan, pihaknya dan OPD Pemkab Asahan akan mendukung Desa Tamansari dalam mengikuti lomba Hatinya PKK Tingkat Sumut.
“Dukungan yang diberikan nantinya, berupa bibit sayuran, bibit ikan, ternak, pembuatan kolam ikan menggunakan terpal, dan lain-lain, yang mendukung Desa Tamansari dalam lomba Hatinya PKK,” tuturnya.
Selanjutnya, dia berharap kepada Kepala Desa Tamansari, agar dapat mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan di wilayahnya, dalam mengikuti lomba Hatinya PKK Tingkat Sumut ini. Sri Bulan juga berharap kepada masyarakat Desa Tamansari, dapat berpartisipasi dalam lomba ini.
Pada kesempatan ini, Ketua Pokja III TP PKK Kabupaten Asahan beserta pengurus dan perwakilan OPD Pemkab Asahan, meninjau pekarangan masyarakat Desa Tamansari, didampingi oleh Kepala Desa Tamansari dan Ketua TP PKK Desa Tamansari. (mag-9/saz)
TERIMA: Bupati Sergai Darma Wijaya, saat menerima Kabinda Sumut Brigjen TNI Asep Jauhari, dalam pembahasan isu-isu strategis dan nasional.SOPIAN/SUMUT POS.
SERGAI, SUMUTPOS.CO – Bupati Serdangbedagai (Sergai) Darma Wijaya, menerima kunjungan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Sumut Brigjen TNI Asep Jauhari Puja Laksana di Ruang Tamu Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Selasa (22/6) lalu.
TERIMA: Bupati Sergai Darma Wijaya, saat menerima Kabinda Sumut Brigjen TNI Asep Jauhari, dalam pembahasan isu-isu strategis dan nasional.SOPIAN/SUMUT POS.
Dalam pertemuan itu, Darma menyampaikan, koordinasi Forkopimda penting sekali dampaknya bagi proses pembangunan daerah. Ketika seluruh unsur terkait bisa solid saling mendukung, maka apa-apa yang menjadi target, bisa lebih mudah terealisasikan.
“Contohnya potensi Pulau Berhala. Satu proses penting dalam memaksimalkan potensi Pulau Berhala adalah sertifikasi tanah yang berlangsung cepat. Ini semua berkat koordinasi antar lini Forkopimda di Sergai,” ungkap Darma.
Dalam kesempatan ini, Darma juga menyampaikan kepada Kabinda Sumut, beberapa hal terkait Kabupaten Sergai, mulai dari sejarah, potensi wilayah, hingga kinerja Pemkab Sergai.
“Sejak Sergai dimekarkan dari Deliserdang, pelayanan publik menjadi fokus utamanya. Satu bukti nyata, tempat kita berkumpul sekarang ini dahulunya bukan kantor bupati, melainkan sebuah kantor camat yang disulap jadi kantor bupati. Itu karena bangunan pemerintahan diutamakan untuk pelayanan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Kabinda Sumut, Brigjen TNI Asep Jauhari Puja Laksana menyebutkan, kedatangannya ini bertujuan menjalin dialog terkait isu-isu strategis nasional, terkhusus di Sumut. Menurutnya, proteksi dan aksi preventif penting untuk menghadapi berbagai manufer pihak-pihak tertentu yang ingin mengganggu stabilitas.
“Apalagi di tengah kondisi saat ini, seluruh pihak sedang mencurahkan fokusnya terhadap percepatan penanganan pandemi Covid-19,” jelasnya.
Dia juga menjelaskan, dalam menjalankan tugas, pihaknya dituntut untuk siap sedia kapan saja dan di mana saja. Asep mencontohkan, ada kejadian di satu wilayah dan perlu mendapat perhatian pihaknya, maka mereka akan berkantor dan standby di sana, untuk memastikan semuanya tertangani dengan baik.
Asep juga sepakat dan mendukung komitmen Bupati Sergai dalam menjaga sinergitas Forkopimda.
“Kekompakan seluruh unsur yang ada dalam Forkopimda adalah satu bahan bakar utama dalam mewujudkan pembangunan daerah,” pungkasnya. (ian/saz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (FSH UINSU) menggelar Yudisium Sarjana XIX dan Magister III, yang diikuti sebanyak 243 wisudawan di Hotel Miyana Jalan H Anif Medan, Rabu (23/6). Lulusan diharapkan menjadi suluh di tengah masyarakat dengan membawa semangat wahdatul ‘ulum atau integrasi keilmuan.
Bersama: Rektor UINSU Prof Dr Syahrin Harahap bersama Dekan FSH UINSU, Dr Ardiansyah Lc MAg dan sivitas FSH UINSU lainnya, menggelar Yudisium Sarjana XIX dan Magister III, di Hotel Miyana Jalan H Anif Medan, Rabu (23/6) kemarin. Sumut Pos/ ist.
Yudisium tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah, Rektor UINSU Prof Dr Syahrin Harahap, MA, Rektor Univa Medan Dr HM Jamil, MA, sejumlah guru besar dan para dosen serta sivitas FSH UINSU.
Dekan FSH UINSU, Dr Ardiansyah Lc MAg, usai prosesi yudisium menyampaikan, 243 wisudawan tersebut berasal dari program studi hukum keluarga Islam (ahwal syakhshiyah) 56 wisudawan, hukum ekonomi syariah (muamalah) 56, perbandingan mazhab 16, hukum tata negara (siyasah) 56 dan hukum pidana Islam (jinayah) 54 wisudawan serta prodi magister hukum keluarga Islam dengan lima wisudawan.
Sesuai tema ‘Mewujudkan generasi islami, berakhlak mulia dalam membangun peradaban manusia dengan paradigma wahdatul ‘ulum’, dia mengharapkan, lulusan FSH ini tidak hanya memiliki ilmu dan pengetahuan luas, namun juga memiliki akhlak yang mulia sehingga dapat menjadi suri tauladan bagi masyarakat, keluarga, paling tidak untuk diri sendiri.
“Kita berharap, lulusan menjadi suluh, menjadi pelita di tengah kegelapan di tengah masyarakat kita yang mungkin masih jauh dari agama dan adat budaya ketimuran,” harapnya.
Selain itu, tambah Dr Ardiansyah, hantaman globalisasi yang cukup kuat yang juga bisa memberikan dampak buruk, untuk itu diharapkan bagi lulusan FSH bisa tampil di tengah masyarakat dengan membawa akhlak mulia. Juga diperkuat dengan gerakan integrasi keilmuan yang dikembangkan UIN Sumut dengan pendekatan wahdatul ‘ulum. “Yakni menghilangkan dikotomi dalam pandangan dan pendekatan ilmu agama dan ilmu umum,” katanya.
Gagasan integrasi keilmuan atau wahdatul ‘ulum, jelasnya, mengartikan semua adalah milik Allah dan berasal dari Allah termasuk ilmu pengetahuan dan terintegrasi yang juga harus digunakan untuk mengabdi kepada Allah. Pada momen itu, Wagubsu dan Rektor UIN Sumut memberikan sambutan, nasihat dan bimbingan kepada anak didik yang kini menjadi lulusan fakultas tersebut.
Yudisium yang sempat tertunda dua tahun karena pandemi ini, sebut Dr Ardiansyah, tetap digelar dengan memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan berkoordinasi bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Deliserdang dan pihak keamanan. Rangkaian prosesi yudisium berlangsung aman dan lancar.
Mahasiswa terbaik pada yudisium itu, Syahrini Harahap SH menyampaikan terima kasih kepada para dosen dan layanan pendidikan yang diberikan fakultas. Ia mendoakan semoga lulusan menjadi insan bermanfaat bagi orang lain, tidak materialistik dan hanya memperkaya diri sendiri. “Kami siap mengabdi untuk negeri. Kami tegak menatap masa depan, kami tak gentar bersaing dengan lulusan dari perguruan tinggi lain, kami mampu berdiri dan berdikari,” pungkasnya. (Mag-1)
SALURKAN: Pemdes Suka Mulia, Kecamatan Pagarmerbau, Kabupaten Deliserdang, saat menyalurkan BLT DD Tahap II kepada 83 warga di Aula Kantor Desa Suka Mulia, Selasa (22/6).EDO/SUMUT POS.
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO -Pemerintah Desa Sukamulia, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deliserdang, salurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Tahap II, kepada 83 warga penerima bantuan, dengan niali Rp300 ribu per keluarga. Penyaluran bantuan ini dilakukan di Aula Kantor Desa Sukamulia, Selasa (22/6) lalu.
SALURKAN: Pemdes Suka Mulia, Kecamatan Pagarmerbau, Kabupaten Deliserdang, saat menyalurkan BLT DD Tahap II kepada 83 warga di Aula Kantor Desa Suka Mulia, Selasa (22/6).EDO/SUMUT POS.
Penyaluran BLT DD tersebut, dihadiri langsung oleh Sekretaris Desa Ajeng Retningjati, Bendahara Hariadi, dan Pendamping Desa dari Kecamatan Pagar Merbau, Nurdin Pijay Lubis, juga dihadiri Ketua BPD Heri Pondi, serta Babinsa Sertu Selamat Riadi, dan Babinkamtibmas Aiptu DP Malau.
Pendamping Desa dari Kecamatan Pagar Merbau, Nurdin Pijay Lubis mewakili Kepala Desa Wagino, mengatakan, jumlah penerima BLT DD Tahap II 2021 ini, ada sebanyak 83 orang yang merupakan keluarga penerima manfaat (KPM).
“Terima kasih saya ucapkan kepada semua pihak terkait, yang telah membantu terlaksananya kegiatan penyaluran BLT DD Tahap II 2021 ini dengan lancar. Dengan adanya pemantauan oleh semua pihak, diharapkan penyaluran BLT DD ini benar-benar tepat sasaran”, ungkap Nurdin.
Nurdin mengakui, terkait jumlah dan nama-nama penerima bantuan ini, pihaknya telah melakukan pengecekan data berulang kali, diteliti, melakukan verifikasi data yang betul-betul tepat sasaran bagi yang berhak menerima, sehingga tidak tumpang tindih dengan penerima PKH, BPNT, BST, serta bantuan lainnya.
Bendahara Desa Sukamulia, Hariadi menjelaskan, hal itu ditetapkan melalui musyawarah bersama BPD. Dengan adanya BLT DD ini, lanjutnya, masyarakat bisa sedikit terbantu dalam memenuhi kebutuhan di tengah menghadapi pandemi Covid-19, yang sedang melanda Indonesia.
“Semoga bantuan BLT DD ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Setidaknya bisa meringankan sedikit beban kebutuhan sehari-hari, khususnya yang terkena dampak pandemi ini,” ujarnya.
Pembagian BLT DD dari pantauan awak media, sangat memperhatikan protokol kesehatan (prokes), seperti disediakannya handsanitizer, kursi berjarak kurang lebih satu meter, dan wajib mengunakan masker. (mag-12/saz)