NEWYORK, SUMUTPOS.CO – Samsung Electronics baru-baru ini mengumumkan peluncuran SmartThings generasi selanjutnya, sebuah teknologi yang memungkinkan kehidupan yang saling terhubung dan mendorong masa depan IoT.
Interface SmartThings yang terbaru memudahkan pengguna untuk merasakan pengalaman connected home, sekaligus memastikan transisi yang mulus dari SmartThings versi sebelumnya.
Aplikasi seluler dan desktop Windows ini menghadirkan update dengan beberapa peningkatan.
Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan SmartThings untuk menghadirkan pengalaman connected home yang lebih nyaman, interface terbaru ini menawarkan pengalaman yang lebih ringkas, lebih tangguh, dan juga lebih cepat bagi pengguna.
“Kami senang dapat memperkenalkan pengalaman terbaru dari SmartThings,” kata Jaeyeon Jung, Vice President, Samsung Electronics, dalam rilisnya hari ini
“Kami senantiasa memahami kebutuhan pelanggan kami dan telah berinvestasi dalam teknologi untuk meningkatkan pengalaman pengguna agar lebih ringkas. Dengan semakin populernya rumah pintar, SmartThings menjadi platform ideal yang memungkinkan semua orang menikmati kehidupan yang lebih cerdas dengan perangkat yang saling terhubung,” lanjutnya.
Interface SmartThings yang terbaru memudahkan pengguna untuk merasakan pengalaman connected home, sekaligus memastikan transisi yang mulus dari SmartThings versi sebelumnya. Desain aplikasi SmartThings yang telah disempurnakan ini terbagi menjadi lima bagian, yaitu Favorites, Devices, Life, Automations, dan Menu.
Favorites adalah layar beranda baru dalam SmartThings yang dapat menyatukan perangkat, scene, dan layanan yang paling sering digunakan untuk akses yang lebih cepat.
Devices memungkinkan pengguna untuk melihat dan mengontrol semua perangkat, menghubungkan TV, lampu, perangkat rumah tangga, dan lainnya.
Life adalah tempat untuk mengeksplorasi lebih jauh connected living yang terus berkembang, di mana pengguna dapat menemukan informasi tentang layanan SmartThings terbaru yang mengubah produk fisik menjadi pengalaman pengguna yang bermakna. Pengguna juga dapat mempelajari tentang fungsi yang disempurnakan yang dapat meningkatkan pengalaman hidup mereka secara menyeluruh, seperti SmartThings Cooking, sebuah platform serba bisa menghadirkan pengalaman beraktivitas di dapur dan mempersiapkan makanan dengan lebih mulus.
Automations menghubungkan perangkat dan memungkinkan perangkat untuk bekerja secara bersamaan dan merespons kondisi tertentu di rumah, seperti membuka pintu dan menyalakan lampu.
Menu menampung fitur SmartThings tambahan, termasuk SmartThings Labs, Notifications, History, dan Settings.
Interface terbaru ini telah tersedia di perangkat Android, dan iOS akan segera menyusul. Pembaruan ini menyusul pengumuman SmartThings baru-baru ini tentang aplikasi SmartThings di Windows yang menawarkan pengalaman serupa, langsung dari Windows PC apapun.
SmartThings terus berkomitmen meningkatkan teknologinya. Dengan ratusan merek bersertifikat dan jutaan pengguna aktif, SmartThings memfasilitasi inovasi connected living untuk beragam jenis penggunaan. (rel)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Gojek, penyedia layanan transportasi on-demand terdepan di Asia Tenggara, konsisten menerapkan standar keamanan, kesehatan, dan kebersihan tertinggi bagi mitra driver dan pelanggannya. Komitmen tersebut turut tercermin lewat dukungan Gojek terhadap program vaksinasi COVID-19. Gojek menjadi perusahaan transportasi online dengan jangkauan wilayah vaksinasi mitra driver terluas di Indonesia, mencakup 29 kota dan kabupaten.
Pembicara saat webinar, yakni Ahmad Yani selaku Direktur Angkutan Jalan Kemenhub RI, Raditya Wibowo selaku Chief Transport Officer Gojek, dan Yudo Anggoro selaku Director of Center for Policy and Public Management SBM ITB.
Raditya Wibowo selaku Chief Transport Officer Gojek menyampaikan, perusahaan melihat bahwa aktivitas masyarakat di luar rumah semakin tinggi. Peningkatan aktivitas ini disertai dengan risiko kasus COVID-19 yang terkonfirmasi di Indonesia yang terpantau meningkat.
“Untuk itu, selama kurang dari empat bulan terakhir, kami terus mengoptimalkan pelaksanaan program vaksinasi agar mitra driver dan pelanggan Gojek semakin aman dan nyaman selama di perjalanan. Secara intens kami berkolaborasi aktif dengan Halodoc, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah serta berbagai otoritas terkait dalam mempercepat proses vaksinasi bagi mitra kami di Indonesia,” ungkapnya, hari ini.
Keseriusan Gojek dalam program vaksinasi, diwujudkan pula dengan meluncurkan fitur terbaru yang memungkinkan pelanggan untuk melihat status vaksinasi mitra driver pada halaman pemesanan di aplikasi. Fitur terbaru ini telah tersedia pada aplikasi Gojek versi terbaru.
Ahmad Yani selaku Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia mengungkapkan, pandemi COVID-19 telah menuntut Pemerintah untuk menerapkan berbagai regulasi pembatasan ruang gerak dan penegakan protokol kesehatan yang ketat, untuk meminimalisasi penularan virus.
“Namun seiring berjalannya waktu, semakin banyak masyarakat yang sudah dituntut untuk beraktivitas di luar rumah. Maka dari itu, kami mengapresiasi Gojek yang telah secara proaktif berkontribusi dalam menyediakan layanan transportasi yang aman bagi masyarakat yang terpaksa bepergian melalui program vaksinasi untuk mitra driver-nya,” katanya.
Menurut dia, dengan bekerja sama baik dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, jangkauan 29 kota hanya dalam waktu kurang dari empat bulan merupakan capaian yang luar biasa. “Saya optimis apabila seluruh pemain lintas sektor turut berkontribusi dalam percepatan vaksinasi Pemerintah seperti Gojek, kita akan segera dapat pulih dari pandemi COVID-19,” tambah Ahmad Yani.
Yudo Anggoro selaku Director of Center for Policy and Public Management, Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) menyampaikan, program vaksinasi menjadi fokus banyak pihak tidak hanya karena memberikan dampak baik bagi kesehatan, juga karena dapat meningkatkan rasa aman masyarakat yang dituntut untuk beraktivitas ke luar rumah.
“Terlebih di sektor transportasi, kami menemukan temuan bahwa faktor pemicu rasa aman masyarakat yang dituntut bepergian adalah program vaksinasi pengemudi transportasi. Hal ini tentunya hasil dari upaya kolektif Pemerintah serta pihak swasta seperti Gojek, yang terus memperluas program vaksinasi sesuai dengan ranah dan industri masing-masing,” sebutnya.
Upaya maksimal Gojek dalam mendukung program vaksinasi Pemerintah merupakan salah satu bentuk dari serangkaian #ProteksiEkstra yang Gojek hadirkan bagi seluruh ekosistemnya. Adapun beberapa inisiatif keamanan dan kebersihan yang telah Gojek sediakan sejak awal pandemi di antaranya:
Fitur Ceklis Protokol Kesehatan dan Selfie Verifikasi Masker di aplikasi mitra driver
Pengoperasian Zona NyAman (titik tunggu atau pemesanan GoRide dan GoCar Instan yang dilengkapi protokol kesehatan ketat) di puluhan titik di lokasi strategis
Penggunaan sekat pelindung di armada GoCar dan GoRide
Pemasangan air purifier di ribuan armada GoCar di Jabodetabek
Fitur status vaksinasi mitra driver di aplikasi Gojek versi terbaru.
“Inisiatif keamanan dan kebersihan akan terus menjadi prioritas Gojek demi semakin memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh ekosistem Gojek termasuk mitra driver dan pelanggan, serta masyarakat pada umumnya yang harus beraktivitas di luar rumah di tengah kondisi pandemi,” tutup Raditya. (Rel)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna mewujudkan komitmen pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), PLN tengah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan 3 yang berkapasitas 2×87 Mega Watt (MW). Proyek Strategis Nasional ini terletak pada 2 (dua) Kabupaten, yakni Kabupaten Asahan dan Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Diupayakan beroperasi pada Maret 2024, pembangunan PLTA ini memiliki nilai investasi sebesar Rp 5 triliun.
“Proyek ini juga wujud nyata transformasi PLN melalui aspirasi Green, dengan terus meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT), seiring dengan terus bertumbuhnya kebutuhan energi listrik,” terang Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, M Ikhsan Asaad.
Di tengah kondisi pandemi Covid-19, proyek ini tetap berjalan normal dengan mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan Pemerintah. “Pada bulan Februari 2021, sungai Asahan telah berhasil dialihkan ke river diversion channel, sehingga pembangunan bendung gerak (intake weir) dapat segera dilaksanakan. Sementara pada sisi hilir, pekerjaan ekskavasi rumah pembangkit bawah tanah (Powerhouse) yang dimulai sejak bulan Juni tahun 2020, telah dinyatakan selesai pada Mei 2021,” terang Ikhsan.
Perlu diketahui, Power House merupakan bangunan utama tempat beroperasinya turbin dan generator dan berada di bawah tanah pada kedalaman lebih kurang 150 meter. Dirinya menambahkan, pekerjaan terowongan bawah tanah (tunnel) secara keseluruhan telah dicapai sepanjang 3,8 km dari total 7,8 km yang akan dikerjakan.
Ikhsan menjelaskan, kondisi geologis dan terbatasnya ruang bawah tanah di area Power House, menjadi tantangan dalam proses pelaksanaan pekerjaan yang secara teknis harus diperhitungkan secara tepat dan matang, sehingga pekerjaan ini berhasil dilaksanakan secara aman tanpa adanya kecelakaan pada pekerja.
“Dengan selesainya proses eskavasi Power House ini, maka salah satu tahap kritis pada pembangunan proyek PLTA Asahan 3 telah berhasil dilewati dan akan dilanjutkan ke tahap Pekerjaan Powerhouse selanjutnya, yang ditandai dengan peletakan batu utama dan beton pertama pada tanggal 10 Juni 2021,” ucap Ikhsan.
Menurutnya, dengan beroperasinya PLTA Asahan 3 dengan total kapasitas 174 MW, maka akan terjadi efisiensi yang signifikan. “Tentunya dapat menurunkan biaya pokok penyediaan tenaga listrik di Sumatera Utara serta meningkatkan pelayanan PLN kepada konsumen dengan penyediaan energi listrik yang lebih andal dan efisien,” pungkas Ikhsan. (ila)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka telah dibuka bagi para mahasiswa di seluruh Indonesia. Pendaftaran untuk program ini sudah mulai dibuka per tanggal 14 hingga 27 Juni 2021 mendatang dengan mengakses https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/web/pertukaranMahasiswaMerdeka2021.
Mendikbudristek Nadiem Makarim.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim meyakini, di samping wawasan baru, para mahasiswa akan mendapat banyak pengalaman dan pelajaran terkait keragaman budaya Indonesia dan toleransi antar sesama individu.
“Dari pertemuan dan perkenalan tersebut, kalian akan bersama-sama belajar menghargai perbedaan, dan merayakan keberagaman. Dan semua itu kalian lakukan sambil mengikuti perkuliahan,” ungkap dia dalam keterangannya, Senin (14/6).
Senada dengan itu, Ketua Subpokja Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Andi Ilham memaparkan, jika mahasiswa ingin merasakan pengalaman kuliah selama satu semester di kampus lain dengan suasana yang berbeda, maka bisa bergabung dalam program ini. Apalagi, program ini juga bertujuan untuk mendorong tumbuhnya semangat cinta Tanah Air melalui persahabatan antar generasi muda di berbagai wilayah Nusantara.
“Jadilah calon pemimpin bangsa yang berintegritas, memahami keberagaman dan arif mengelola kekayaan sumber daya untuk membangun bangsa yang berdaulat adil dan makmur,” ujar dia.
Berikut syarat yang harus dipenuhi: 1; Mahasiswa S1 non-vokasi, aktif pada semester 3, 5, dan 7 dari PTN – PTS di seluruh Tanah Air. 2; Memiliki IPK minimal 2,75 atau memiliki pengalaman prestasi non-akademik tingkat daerah/nasional/ internasional (dibuktikan dengan dokumen yang sah). 3; Memiliki kemampuan dan peluang untuk mengembangkan penalaran, wawasan, serta berintegritas, kreatif dan inovatif. 4; Tidak pernah dikenakan sanksi akademik dan non akademik pada perguruan tinggi pengirim. 5; Bersedia mentaati seluruh ketentuan tertulis pada buku POB (Pedoman Operasional Baku) Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. 6; Mendapatkan rekomendasi dari PT asal dan izin orang tua/wali
Andi Ilham mengatakan bahwa melalui program ini, mahasiswa akan dikirim ke salah satu kampus di luar pulau domisilinya untuk mengikuti proses pembelajaran dengan tiga skema yang dapat dilipilih. Pertama, total 20 SKS dapat ditempuh seluruhnya di perguruan tinggi penerima dilaksanakan secara luring.
Kedua, total 20 SKS dapat ditempuh dengan kombinasi, yaitu beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi penerima secara luring dan beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi pengirim (asal) secara daring.
Ketiga, total 20 SKS dapat ditempuh dengan kombinasi, yaitu beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi penerima secara luring, dan beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi mitra secara daring dan atau di perguruan tinggi pengirim (asal) secara daring.
Selain itu, mahasiswa juga akan mengikuti kegiatan Modul Nusantara yang setara dengan 2 SKS dan dibimbing oleh dosen. Empat kegiatan pokok yang ada pada Modul Nusantara ini antara lain kebhinekaan (14 kegiatan), inspirasi (3 kegiatan), refleksi (7 kegiatan), dan kontribusi sosial (1 kegiatan). (bbs/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Dr Muryanto Amin SSos MSi, mengingatkan pentingnya persiapan dan perencanaan untuk sukseskan program kerja. Pemeringkatan serta internasionalisasi kampus yang menjadi fokus utamanya mengharuskan adanya penyusunan strategi dan langkah yang tepat.
Rektor USU,
Dr Muryanto Amin.
“Tahun ini menjadi penting bagi kita untuk mempersiapkan diri menghadapi pemeringkatan, serta menyongsong tujuan kita bersama yaitu internasionalisasi kampus. Sebenarnya kedua hal ini memiliki korelasi, sehingga ketika kita juga harus merumuskan langkah yang tepat untuk dapat sukseskan keduanya,” sebut Rektor USU saat membuka acara Workshop Quacquarelli Symonds Rankings, via daring, baru-baru ini.
Ia menjelaskan QS Ranking menerapkan beberapa indikator yang harus dicapai oleh lembaga perguruan tinggi. Dengan adanya webinar tersebut, maka akan memudahkan USU mendapatkan informasi mempersiapkan diri sesuai indikator terserbut.
“QS Ranking adalah indikator terukur yang ditetapkan di Renstra USU dan termasuk dalam target yang ditetapkan oleh Kemendikbud Ristek. Tujuan workshop ini digelar sesungguhnya agar para pimpinan dan peneliti yang ada di lingkungan Universitas Sumatera Utara mengetahui metodologi pemeringkatan QS dan capaian yang telah diraih Universitas Sumatera Utara, serta memperoleh rekomendasi apa yang sebaiknya dilakukan oleh Universitas Sumatera Utara untuk mempercepat langkah menuju World Class University,” ujarnya.
Mr E Way Chong, yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan penjelasan yang gamblang mengenai seluk beluk QS Ranking itu sendiri. Muryanto Amin menghimbau agar informasi yang diperoleh dapat dimanfaatkan dengan maksimal.
“Kehadiran Mr E Way Chong dalam workshop ini nantinya dapat memberikan tambahan ilmu serta informasi bagi seluruh peserta workshop yang hadir. Khususnya terkait beberapa hal penting yang harus kita perhatikan dengan cermat dan seksama untuk melakukan banyak upaya yang berkaitan dengan tujuan Universitas Sumatera Utara masuk dalam pemeringkatan World Class University,” sebutnya.
Rektor USU menyebut ini merupakan kesempatan emas untuk dapat menggali lebih jauh informasi dari narasumber tersebut. Pasalnya, selama ini USU belum mendapat tempat dalam penilaian QS Ranking.
“Dari Mr E Way Chong nantinya kita semua akan mendengarkan materi yang terkait dengan QS Rankings Methodology and Data Submission, QS WUR 2022 Result and Fact File Discussion, serta Recommendations on QS Solutions. Kesemua materi itu juga membuka ruang yang cukup luas bagi kita untuk berdiskusi dan bertanya banyak hal yang berhubungan dengan topik utama workshop,” katanya.
Ia berharap dengan webinar tersebut, pimpinan fakultas serta program studi dapat menerapkan informasi yang diperoleh dari narasumber. Menurutnya, usaha pemeringkatan dan internasionalisasi pada dasarnya berasal dari program studi, fakultas, lalu universitas.
“Program studi dan fakultas itu menjadi wadah penting dalam upaya pemeringkatan dan internasionalisasi. Mereka memegang peranan penting, karena percuma jika hal ini diupayakan tingkat universitas, tanpa diikuti oleh prodi dan fakultas,” pungkasnya. (gus/azw)
SALAT JUMAT: Jamaah saat Salat Jumat. Salat Jumat saat masa pandemi virus corona (Covid-19) tak bisa digelar secara virtual.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdullah Jaidi menegaskan bahwa Salat Jumat saat masa pandemi virus corona (Covid-19) tak bisa digelar secara virtual. Hal itu ia sampaikan berdasarkan fatwa MUI Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2021 tentang Hukum Penyelenggaraan Salat Jumat Secara Virtual.
SALAT JUMAT: Jamaah saat Salat Jumat. Salat Jumat saat masa pandemi virus corona (Covid-19) tak bisa digelar secara virtual.
“Fatwa MUI menyatakan Salat Jumat itu enggak bisa dilakukan secara virtual,” kata Jaidi dalam acara Gerakan Penanggulangan Covid-19 Berbasis Fatwa MUI di Jakarta yang disiarkan di kanal YouTube MUI TV.
Jaidi menjelaskan bahwa tata cara ibadah Salat Jumat sama seperti melaksanakan ibadah Haji. Sebab, keduanya sama-sama diatur dengan rigid dan jelas dalam Islam mengenai tempat dan waktu tertentu untuk melaksanakannya.
Melihat hal tersebut, Ia mengaku heran ada pihak-pihak yang menggelar Salat Jumat atau penawaran ibadah haji secara virtual belakangan ini. “Lah bagaimana kalau haji virtual? Bayarnya Rp175 ribu, ini apa-apaan ini. Ini istilahnya tuntunan atau mengolok-olok kepada ulama? Jelas sesuatu dengan akal sehat enggak masuk akal,” kata dia.
Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2021 tentang Hukum Penyelenggaraan Salat Jumat Secara Virtual menjelaskan bahwa Salat Jumat secara virtual hukumnya tidak sah.
Sementara itu, penyelenggaraan Salat Jumat secara hybrid ketentuannya adalah bagi imam dan makmum yang ittihad al-makan (dalam kesatuan tempat) dan ittishal (tersambung secara fisik), adalah sah.
Fatwa itu juga mengatur apabila seseorang ada uzur syar’i atau tidak memungkinkan melaksanakan salat Jumat, maka kewajiban shalat Jumat menjadi gugur dan wajib melaksanakan salat Zuhur. (cnn/ila)
RAPAT: Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam rapat bersama Komisi III DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (14/6).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Impor emas oleh 8 perusahaan lewat Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) senilai Rp47,1 triliun menjadi sorotan. Pasalnya, dari laporan Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu, importasi emas itu dikenakan bea masuk 0 persen, harusnya dikenakan bea masuk 5 persen.
RAPAT: Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam rapat bersama Komisi III DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (14/6).
Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan, mengungkap dugaan penggelapan emas yang dilakukan oleh petinggi Bea Cukai di Bandara Soetta. Arteria meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk mengusut kasus itu.
“Ini terkait impor emas senilai Rp47,1 triliun saya ulangi Pak Rp47,1 triliun, kita enggak usah urusin pajak rakyat Pak. Ada indikasi ini perbuatan manipulasi pak pemalsuan menginformasikan hal yang tidak benar, sehingga produk tidak dikenai bea impor, produk tidak dikenai pajak penghasilan impor. Potensi kerugian negaranya Rp 2,9 triliun. Ini bukan uang kecil disaat kita lagi susah, Pak,” ujar Arteria, saat Raker bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung DPR, Jakarta, Senin (14/6)
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk juga memeriksa perusahan yang terlibat. Dia menyebut ada delapan perusahaan.
“Saya minta juga periksa PT Aneka tambang, dirutnya diperiksa, vice presidennya diperiksa. Kenapa? setiap ada perdebatan di bea cukai dateng itu Aneka Tambang mengatakan ini masih memang seperti itu, sehingga biaya masuknya bisa 0 persen. Padahal emas itu sudah siap jual. Ini maling kasat mata. Saya akan berikan nanti dokumen penyelewengan impor emas batangan di bea cukai,” katanya.
Dijelaskan Arteria, penyelewengan yang dimaksud itu yakni adanya perubahan data emas ketika masuk di Bandara Soetta. Emas yang semula dikirim dari Singapura berbentuk setengah jadi dan berlebel, namun ketika sampai di Bandara Soetta emas itu diubah lebel menjadi produk emas bongkahan. Modus inilah, lanjut Arteria, sehingga emas impor itu tidak dikenakan pajak ketika masuk di Bandara Soetta.
“Ini semua emas biasa kita impor dari Singapura, ada perbedaan laporan ekspor dari negara Singapura ke petugas bea cukai, waktu masuk dari Singapura barangnya sudah bener HS-nya (Harmonized System) 71081300 artinya kode emas setengah jadi, Pak,” katanya. “Konsekuensinya emas bongkahan tidak kena biaya impor. Tidak kena lagi yang namanya PPH impor,” kata dia.
Senada dengan Arteria, Anggota Komisi III DPR Sarifuddin Suding mengatakan, dugaan penyelewengan di Soetta itu modus baru. Jika biasanya pencucian uang kali ini pencucian emas. “Jadi, seakan akan ini banyak sekali pertambangan pertambangan emas yang secara ilegal dan ini dilegalkan, jadi seakan-akan ada perusahaan yang melakukan impor dari luar katakanlah dari Singapura dengan tarif 5 persen dan sebagainya, tetapi ternyata importasi itu sama sekali tidak ada tidak tercatat,” ujar Suding.
Diketahui, delapan perusahaan itu adalah PT. Jardintraco Utama, PT Aneka Tambang, PT Lotus Lingga Pratama, PT Royal Rafles Capital, PT Viola Davina, PT Indo Karya Sukses, PT Karya Utama Putera Mandiri dan PT Bumi Satu Inti.
Sementara itu, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengatakan, pihaknya akan mengusut tuntas dugaan skandal impor emas. “Kami ini punya program, bukan hanya pengawalan APBN aja, tetapi kami juga ada program menyelamatkan uang masuk ke negara, penerimaan negara. Dan itu kami keseimbangan, kami balance-kan. Dan kita udah memulainya pak. Maka mohon izin ada perkara bea cukai, kemudian perkara tertentu, kami mengawasi untuk penerimaan,” kata dia, dalam rapat bersama Komisi III DPR RI, Senin (14/6).
Dia pun menyampaikan bahwa pihaknya akan mendalami pihak-pihak yang diduga terlibat dalam skandal tersebut. Termasuk menindaklanjuti pemeriksaan terhadap 8 perusahaan yang diduga ikut bermain. “Syukur-syukur kalau kami punya data yang agak lengkap yang 8 perusahaan itu. Siap pak, siap pak itu yang, terima kasih untuk pelaksanaannya,” ujar dia.
Menurut dia, saat ini Kejaksaan Agung juga sedang mengusut mafia pertambangan. Dia pun meminta dukungan DPR terhadap kerja-kerja Kejaksaan Agung.
Sementara itu, Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Syarif Hidayat menyatakan pihaknya sudah mengecek dugaan skandal impor emas. Dia menjamin semua hal sudah sesuai aturan, dugaan skandal itu disebut tidak benar. “Tidak benar ada skandal begitu. Importasi emas biasa memang masuk di Cengkareng, tapi proses penetapannya, prosesnya semua ini, kami jamin tidak ada skandal sama sekali. Kami sudah cek dan analisis juga, intinya semua sesuai prosedur. Skandal itu tidak ada ya,” ungkap Syarif.
Syarif menyatakan tidak ada permasalahan pada emas yang dimaksud Arteria. Emas yang diimpor tersebut menurutnya masuk ke dalam golongan komoditas yang mendapatkan bea masuk 0%. Pasalnya, emas-emas yang jadi masalah ini merupakan barang mentah yang perlu proses lanjutan. (jpnn/dtc/ila)
“Jadi memang dari awal bentuknya memang belum diolah sampai finished good. Sampai di sini diimpor, kita tetapkan ini masih butuh proses lebih lanjut untuk dijual. Karena masih ada proses yang mesti dilakukan lagi sesuai standar yang ada, maka ini masuk ke yang 0% (bea masuknya),” papar Syarif.
“Karena masih ada tiga hal yang mesti dilakukan mulai dari proses drawing, rolling, dan cutting,” lanjutnya.
Di sisi lain, Syarif mengatakan meskipun barang sudah keluar, dokumen pemberitahuan impor barang masih bisa diaudit. Direktorat Audit Bea Cukai menurutnya bisa saja mengecek dan mengaudit dokumen impor emas tersebut.
Apabila memang kode barang dalam pemberitahuan impor tidak sesuai, maka Ditjen Bea dan Cukai bisa menyesuaikannya kembali.
“Pemberitahuan impor barang, meskipun barang sudah keluar, itu dokumen kan ada, itu masih subject to audit. Kalau teman teman Direktorat Audit melakukan penelitian apabila menurut mereka nggak tepat itu bisa digeser ke HS yang sesuai rekomendasi mereka. Semua ada prosedurnya,” kata Syarif.
Syarif pun menegaskan meski bea masuk emas impor ini 0%, bukan berarti pemasukan negara sama sekali tidak ada. Masih ada pajak lainnya yang mesti dibayar pengusaha, misalnya saja PPN 10%.
“Bea masuk memang 0%, tapi pajaknya ada yang lain PPN ada kok mereka bayar 10%. Jadi ada yang dibayar, dan ada pemasukan dari sisi importasi tersebut. Tidak ada yang tidak dibayarkan sama sekali,” ujar Syarif. (jpnn/dtc/ila)
HUMBAHAS, SUMUTPO.CO- Kelompok Study dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), dihimbau tidak lagi melakukan provokasi kepada para petani dan masyarakat dengan isu tanah adat.
Demikian diungkapkan salah satu Ketua Kelompok Tani Hutan eks dampingan KSPPM dan AMAN Pinus Sitanggang, kepada sejumlah media belum lama ini.
Harapan tersebut disampaikan Pinus Sitanggang melihat kondisi masyarakat dan petani desa Natumingka Kecamatan Bobor, Kabupaten Toba, yang berselisih paham dengan perusahan pulp PT. Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL).
“Menurut saya KSPPM dan AMAN jangan lagi melakukan provokasi yang merugikan kepada petani dan masyarakat, isu tanah ada yang selalu dibawa hasilnya tidak pernah selesai dan tuntas. Cukuplah saya yang merasakan kerugian ini.
Hampir 10 tahun mereka mendampingi kelompok tani kami, isunya selalu soal tanah adat tapi tidak pernah tuntas hasilnya. Masyarakat yang akhirnya selalu menjadi korban, bahkan dengan sengaja dibentrokkan kepada pihak swasta yakni TPL,” ungkap Pinus Sitanggang ketika dikonfirmasi oleh sejumlah media, Kamis (10/6/2021).
Pinus Sitanggang mengaku tahun 2009 adalah awal mula dirinya membentuk Kelompok Tani Hutan Marsada, Desa Simataniari Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).
Saat itu kelompok tani mereka didampingi oleh pihak ketiga yakni KSPPM dan AMAN. Menurutnya kelompok tani hutan dibentuk untuk mempertahankan tanah adat tanpa bukti kepemilikan lahan yang sah.
Lebih jauh Pius Sitanggang mengungkapkan isu soal tanah adat memang menjadi fokus KSPPM dan AMAN ketika itu. Hanya dengan mengandalkan bukti dari peninggalan eks tanaman secara turun temurun, petani dan masyarakat diajak untuk melakukan penolakan kehadiran perusahaan yang mengelola Hutan Tanaman Industri (HTI) dalam hal ini TPL, dan berakhir dengan konflik.
Bahkan pada tahun 2016 atas arahan dari KSPPM dan AMAN, Pius Sitanggang dan kelompok tani yang dibentuknya pernah memberikan sejumlah berkas kepada Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH), namun hasilnya belum dapat dipenuhi.
Kemudian tahun 2018 dipanggil kembali untuk menerima Surat Kepemilikan lahan tanah adat, ternyata itu hanya kabar bohong untuk menyenangkan hati para petani.
“Kami pernah dipanggil lagi ke Jakarta oleh Kementerian LHK untuk membahas penyelesaian konflik masyarakat mengenai tanah adat. Ada sekitar 5 komunitas petani yang dihadirkan. Namun anehnya pada pertemuan tersebut tidak ada yang membahas tentang permasalahan tanah adat desa kami.
Atas dasar itulah akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari pendampingan KSPPM dan AMAN, karena menurut saya hanya membuang waktu, tenaga dan biaya.
Pada dasarnya prinsip kami para petani adalah dapat menjalani hidup dengan baik dan benar, bukan dengan cara kekerasan dan konflik yang berkepanjangan,” tegas Pius Sitanggang.
Menurutnya konflik antara masyarakat dan perusahaan tidak akan terjadi, bila tidak diboncengi oleh pihak tertentu yang memiliki kepentingan.
Pius mengatakan lebih baik bekerjasama dengan pihak swasta, dalam upaya peningkatan perekonomian para petani dan masyarakat, serta tidak melangar hukum yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Sudah dua tahun belakang ini saya dan kelompok tani saling menjali kerjasama dengan TPL, bantuan pembibitan cabai, kemenyan dan dukungan pertanian selalu diberikan oleh perusahaan dalam bentuk pendampingan dan mitra program pertanian perusahaan.
Semua hasil pertanian adalah milik para petani, dan perusahaan tidak pernah mengambil hasilnya, apalagi sampai mengambil tanah milik masyarakat,” katanya.
Dalam percakapan singkat dan padat tersebut, Pius Sitanggang hanya berharap kepada masyarakat untuk tidak melawan hukum dan menjalin kerjasama kemitraan pertanian.
Haslinya dapat dilihat dari pengalaman dua tahun Kelompok Tani Hutan Marsada. Dan saya juga berharap perusahaan TPL dapat lebih meningkatkan dukungannya kepada para petani, terutama yang berdekatan dengan operasional perusahaan. (rel/ram)
BUKA PERTEMUAN:
Wagubsu, Musa Rajekshah, saat membuka diskusi Uji Sahih RUU tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 6/2014 tentang Desa di USU, Senin (14/6).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah berharap rencana revisi Undang-Undang Nomor 6/2014 tentang Desa, membawa perubahan yang baik dari segi kesejahteraan masyarakat pedesaan.
BUKA PERTEMUAN:
Wagubsu, Musa Rajekshah, saat membuka diskusi Uji Sahih RUU tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 6/2014 tentang Desa di USU, Senin (14/6).
Konsep pemerataan pembangunan ‘Membangun Desa Menata Kota’ dinilai akan mampu membangkitkan gairah perekonomian hingga ke daerah pelosok.
Hal itu disampaikan Wagub Musa Rajekshah sesaat sebelum membuka pertemuan diskusi Uji Sahih RUU tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 6/2014 tentang Desa di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) – Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Senin (14/6), oleh Komite I DPD RIn
Hadir di antaranya sejumlah senator dari Komite I Djafar Alkatiri (Wakil Ketua I Komite I), Fernando Sinaga (Ketua Timja RUU Perubahan UU Desa), Badikenita Sitepu (Mewakili Senator asal Sumut), Rektor USU Dr Muryanto Amin, para Tokoh Adat, Tokoh Agama serta anggota DPD RI lainnya.
Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan bahwa Sumut saat ini tengah menargetkan visi ‘Membangun Desa Menata Kota’ dalam rangka mendorong percepatan pembangunan dari kawasan pedesaan. Mengingat ada 5.417 desa di Sumut yang kini pengelolaannya belum sepenuhnya bisa maksimal karena beberapa hal. Meskipun potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) dapat dikatakan cukup baik.
“Belum semuanya (desa) mampu mandiri. Saat ini memang dana yang diberikan oleh pemerintah pusat sangat berpengaruh untuk pertumbuhan ekonomi di desa. Namun tidak sedikit yang pengelolaannya belum sesuai harapan pembangunan di tingkat provinsi, kabupaten maupun desa itu sendiri,” kata Wagub.
Adapun beberapa kendala efektivitas pengelolaan yang perlu diperbaiki melalui RUU (Revisi) Desa dimaksud, lanjut Wagub, seperti kawasan pedesaan yang lokasinya jauh dari ibukota dan yang kesulitan akses jalan (infrastruktur). Karenanya sangat diharapkan RUU desa setelah direvisi nantinya, mampu membawa pemerataan pembangunan di tempat-tempat terpencil.
“Apalagi kita tahu, di masa pandemi Covid-19 ini, bisnis yang kuat bertahan adalah pertanian dan peternakan yang potensinya ada di desa. Begitu juga dengan banyaknya potensi wisata di Sumut, kami berharap dengan diskusi ini bisa bermanfaat dan akhirnya apa yang menjadi tujuan pemerintah untuk menyejahterakan rakyat dapat dicapai dengan baik,” kata Musa Rajekshah.
Sementara, Wakil Ketua I Komite I DPD RI Djafar Alkatiri menyampaikan bahwa Uji Sahih RUU Nomor 4/2014 tentang Desa, adalah usulan dari lembaga ini sebagai bentuk perhatian dan komitmen mereka dalam melaksanakan pemerintahan desa yang lebih demokratis dan baik. Karena itu, dibentuk tim kerja (Timja) dengan harapan bisa membaga kebaikan baik desa. “Kami telah memuat gagasan-gagasan baru demi kepentingan penguatan desa, baik secara politik, ekonomi dan budaya,” ujarnya.
Senada dengan itu, Rektor USU Muryanto Amin menjelaskan pentingnya duduk bersama antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten dalam hal membagi, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan dari anggaran yang sudah dialokasikan ke APBDes maupun Alokasi Dana Desa. Sebab desa sebagai ujung tombak dari proses perjalanan masyarakat Indonesia, harusnya mendapat porsi lebih besar dibanding perkotaan, baik peningkatan kapasitas SDM maupun infrastruktur.
“Jika konsentrasi di perkotaan, saya kita akan terjadi banyak kesenjangan antara kota dan desa. Misalnya dari tiga kategori desa wisata, ada desa wisata mandiri, persiapan dan pemula. Bagaimana mendorongnya agar menjadi lebih baik dengan sosialisasi secara massif. Karena itu pentingnya BUMDes dalam mengelolanya,” jelas Muryanto.
Dengan duduk bersama, lanjut Muryanto, pemerintah dapat menentukan skala prioritas pembangunan di desa. Sehingga peruntukannya lebih tepat dan penggunaannya lebih bermanfaat dan konsistensi antara perencanaan dan pelaksanan bisa berjalan. (prn/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi hingga kini belum memberikan sinyal untuk memproses pembentukan tim seleksi eselon I ke Kementerian Dalam Negeri. Sementara waktu ini, Sekretaris DPRD Sumut, Afifi Lubis akan diusulkan menjadi penjabat (Pj) Sekdaprovsu sembari menunggu pejabat defenitif di posisi itu.
ilustrasi
“Sesegera mungkin kita ajukan. Nanti kita akan tunggu petunjuk pak gubernur untuk tindaklanjut itu. Pastinya seperti itu, sedapat mungkin, segera mungkin,” kata Kepala BKD Setdaprovsu, Faisal Arif Nasution menjawab Sumut Pos, Senin (14/6).
Diakui dia, Gubernur Edy telah mengajukan satu nama pejabat eselon II Pemprov Sumut ke Mendagri untuk ditunjuk sebagai Pj Sekdaprovsu. “Inikan kita ajukan ke Mendagri untuk Pj Sekdanya. Sementara menunggu Pj, Plt kan Pak Afifi Lubis. Sudah diusulkan,” ucapnya.
Sebelumnya, Afifi juga telah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekdaprovsu menggantikan R Sabrina yang pada 31 Mei lalu, resmi terakhir bertugas sebagai aparatur sipil negara (ASN). “Tetap satu nama, karena tidak ada konflik kepentingan di sini. Plt sekarang yang diajukan jadi Pj,” ungkap Faisal.
Menurutnya lagi, pengusulan nama Pj Sekdaprovsu itu juga sudah didaftarkan dan hanya menunggu waktu pengesahan dari Mendagri. “Kalau di Mendagri itu ada sebutannya unit layanan, kita masukkan di aplikasi, jadi itu tetap beproses. Dari unit lanyanan itu keluar. Nanti keluar Pj-nya dan Pj akan langsung menjalankan tugas,” ujarnya.
Afifi Lubis adalah sosok yang tidak asing lagi di jajaran ASN Pemprov Sumut. Sebelum menjadi Sekwan dan Plt Sekdaprovsu, mantan wakil wali Kota Sibolga tersebut pernah menjabat sebagai Plt kepala BKD dan kepala Biro Pemerintahan Setdaprovsu. (prn/ila)