Home Blog Page 350

Operasi Keselamatan Toba 2025, Polisi Fokuskan di Jalur Rawan Lakalantas

OPERASI KESELAMATAN: Petugas Kepolisian saat apel Operasi Keselamatan Toba 2025 hari ke-13. Sumut Pos/Dokumen Pribadi
OPERASI KESELAMATAN: Petugas Kepolisian saat apel Operasi Keselamatan Toba 2025 hari ke-13. Sumut Pos/Dokumen Pribadi

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Operasi Keselamatan Toba 2025 memasuki hari ke-13 dengan ribuan upaya edukasi, pencegahan, dan penegakan hukum. Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) terus memperketat pengawasan demi menekan angka kecelakaan dan menciptakan lalu lintas yang lebih tertib.

Sosialisasi masif dilakukan kepada pengemudi, pengusaha angkutan, hingga masyarakat luas, sementara inspeksi kendaraan dan pemantauan jalur rawan kecelakaan diperkuat.

Plt Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Yudhi Surya Markus Pinem mengungkapkan, lebih dari 10.000 kegiatan edukatif telah digelar, termasuk ramp check dan pembinaan kepada pengemudi angkutan umum.

Di sisi preventif, sambungnya, Kepolisian mendirikan pos pantau di titik rawan, melakukan rekayasa lalu lintas, serta memeriksa kesehatan pengemudi. “Keselamatan bukan sekadar aturan, tapi budaya yang harus kita bangun bersama,” ujarnya, Minggu (23/2).

Dalam penegakan hukum, tambah Yudhi, 161 pelanggaran berat ditindak, termasuk bus berklakson telolet, kendaraan ODOL, serta travel gelap. Tilang ETLE mencatat 10 kasus, sementara tilang manual mencapai 1.055 berkas, dengan total 3.441 pelanggaran. “Ketegasan ini untuk memastikan keselamatan di jalan bukan sekadar wacana, tapi kenyataan,” tegasnya.

Yudhi, mengungkapkan, bahwa operasi ini akan terus diperkuat sebagai komitmen kepolisian dalam membangun disiplin berlalu lintas. “Keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab polisi, tapi tanggung jawab kita semua,” pungkasnya. (dwi/han)

Janda Lansia Penjual Es Lilin di Medan Tak Pernah Dapat Bantuan, Robi Barus : Saya akan Kawal Sampai Dapat Bantuan

Foto (Markus Pasaribu/Sumut Pos) : Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan, Robi Barus SE M.AP memberikan cinderamata kepada Mahrani Purba yang hadir pada pelaksana Reses di Jalan Setia Luhur, Minggu (23/2/2025).
Foto (Markus Pasaribu/Sumut Pos) : Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan, Robi Barus SE M.AP memberikan cinderamata kepada Mahrani Purba yang hadir pada pelaksana Reses di Jalan Setia Luhur, Minggu (23/2/2025).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang warga di Jalan Jawa, Kecamatan Medan Helvetia, Mahrani Purba (61), mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan sosial dalam bentuk apapun dari pemerintah.

Padahal, Mahrani mengaku sebagai seorang warga kurang mampu dan hanya berprofesi sebagai pedagang es lilin keliling. Tak hanya itu, Mahrani juga mengaku sudah menjadi janda selama lebih dari 20 tahun dan tidak memiliki rumah atau hidup di rumah kontrakan selama puluhan tahun.

Hal itu diungkapkan Mahrani ketika menghadiri Reses II Tahun Sidang 2025 yang digelar Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Robi Barus SE M.AP di Jalan Setia Luhur, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, Minggu (23/2/2025) sore.

“Saya lansia usia 61 tahun. Saya jualan es lilin keliling, suami saya meninggal sudah lebih dari 20 tahun. Saya tinggal di Jalan Jawa, Kapten Muslim, saya gak punya rumah, saya tinggal di rumah kontrakan. Hidup saya susah sekali pak, tapi saya gak pernah dapat bantuan apapun dari pemerintah,” ucap Mahrani.

Pada kesempatan yang turut dihadiri, perwakilan Dinas Perhubungan Medan Umri Hasibuan, perwakilan Dinas SDABMBK Medan Hasbullah, perwakilan Dinas Sosial Medan Dedy Irwanto Pardede, dan Lurah Dwikora Rio Siregar itu, Mahrani memohon kepada Robi Barus agar dapat membantunya.

“Tolong saya Pak Robi, bantu saya supaya bisa dapat bantuan dari pemerintah,” ujarnya dengan nada lirih.

Mendengar hal itu, Robi Barus meminta perwakilan Dinas Sosial Kota Medan, Dedy Irwanto Pardede untuk segera menjawab keluhan tersebut.

Selanjutnya, Dedy Irwanto Pardede pun langsung melakukan pengecekan terkait penyebab mengapa Mahrani tidak pernah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Setelah di cek secara online, nama Mahrani ternyata tidak masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Nama Ibu Mahrani Purba tidak ada di dalam DTKS, pantas saja ibu tidak pernah dapat bansos. Sebab untuk bisa dapat bansos, nama ibu harus masuk dulu ke DTKS,” kata Dedy.

Mendengar hal itu, Robi Barus segera meminta pihak kecamatan, kelurahan, hingga kepala lingkungan bersama Dinas Sosial untuk segera memberikan atensi terhadap masalah yang dihadapi Mahrani Purba.

“Saya minta segera masukkan nama Ibu Mahrani ke dalam DTKS. Sebab kalau tidak masuk ke DTKS, sampai kapanpun tak mungkin ibu ini bisa dapat bantuan,” tegasnya.

Robi pun berjanji, akan mengawal dan mendorong semua proses yang berlangsung agar nama Mahrani Purba bisa segera masuk ke DTKS dan bisa segera mendapatkan bantuan.

“Saya akan kawal (Mahrani Purba) sampai dapat bantuan. Ini akan jadi atensi saya, tolong agar ini jadi atensi Pemko Medan juga,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Robi Barus juga menerima banyak aspirasi masyarakat. Mulai dari masalah sulitnya mendapatkan bantuan pendidikan, masalah jalan rusak, dan berbagai masalah lainnya. Atas keluhan itu, Robi Barus pun mengaku akan segera menindaklanjutinya.

“Semua aspirasi bapak/ibu akan saya sampaikan dalam sidang Paripurna DPRD Medan nanti, aspirasi bapak/ibu ini akan masuk sebagai Pokok Pikiran DPRD Medan yang harus disegera dituntaskan oleh Pemko Medan,” pungkasnya. (map/han)

Tingkatkan Nilai Tambah Bambu Betung, Polmed dan Politeknik Nilai Malaysia Kenalkan Teknik Pelurusan dan Pengawetan

DELI SERDANG, SUMUTPOS.CO- Tim pengabdian masyarakat dari Politeknik Negeri Medan (Polmed) bekerja sama dengan Politeknik Nilai Malaysia, mengadakan program optimalisasi pemanfaatan bambu betung melalui teknik pelurusan dan pengawetan di Desa Bangunsari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah bambu betung sebagai bahan baku industri kreatif dan konstruksi yang lebih tahan lama serta bernilai ekonomi tinggi.

Tim pengabdian ini terdiri dari para dosen Politeknik Negeri Medan, yaitu Dr. Ir. Surya Dharma, S.T., M.T., Angga Bahri Pratama, S.Pd., M.T., Dr. Ferry Fachrizal, S.T., M.Kom., Dina Tri Septiningtiyas, S.Pd., M.T., dan Mardiana, S.T., M.Kom. Sementara dari Politeknik Nilai Malaysia, tim ini diperkuat oleh Ts. Harun Bin Sahat, Noor Aisyah Binti Mohd Zahari, dan Wan Fadhilah Bin Wan Hitam.

Dalam kegiatan ini, tim melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat setempat mengenai teknik pelurusan bambu untuk meningkatkan keindahan serta kualitas penggunaannya dalam berbagai produk industri. Teknik pelurusan bambu dilakukan dengan pemanasan menggunakan api dan tekanan tertentu agar batang bambu menjadi lebih lurus dan mudah digunakan.

Selain itu, pengawetan bambu dengan metode perendaman dalam larutan khusus juga diajarkan guna memperpanjang usia pakai, sehingga lebih tahan terhadap serangan hama dan kondisi lingkungan yang lembab.

“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap masyarakat Desa Bangunsari dapat memanfaatkan bambu betung secara lebih optimal, baik untuk kebutuhan pribadi maupun sebagai sumber pendapatan melalui industri kecil dan menengah,” ujar Dr. Ir. Surya Dharma, S.T., M.T. selaku ketua tim pengabdian.

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh masyarakat Desa Bangunsari, yang sebagian besar bekerja di sektor perkebunan dan pertanian. Dengan adanya pelatihan ini, mereka mendapatkan keterampilan baru dalam pemanfaatan bambu betung yang dapat membantu masyarakat setempat dalam pengelolaan bambu betung untuk kebutuhan industri.

“Dengan adanya pelatihan ini sangat membantu masyarakat setempat dalam mempermudah pemanfaatan bambu betung untuk keperluan kerajinan yg ada di desa ini,” ujar Kasilan selaku mitra dalam pengabdian ini.

Selain memberikan pelatihan, tim juga menyerahkan beberapa peralatan sederhana yang dapat digunakan untuk proses pelurusan dan pengawetan bambu.

Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan nilai tambah bambu betung dan mengembangkan usaha berbasis bambu di wilayah tersebut sehingga dapat menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga berpotensi untuk dipasarkan lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Direktur Politeknik Negeri Medan Dr. Ir. Idham Kamil, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan kerjasama dengan Politeknik Nilai Malaysia ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik, sektor pertanian dan UMKM.

“Politeknik Negeri Medan ingin memberikan kontribusi nyata bagi para pengrajin bambu betung di Desa Bangunsari dengan memberikan pelatihan yang dapat langsung diterapkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan bambu betung produk mereka,” pungkas Dr. Ir. Idham Kamil, S.T., M.T. (rel/adz)

Ringroad Craft Medan Gelar Workshop Dasar Merajut

WORKSHOP: Ringroad Craft Medan, komunitas kerajinan tangan yang berfokus pada pengembangan keterampilan kreatif, menggelar workshop dasar merajut yang diadakan di Jl. Balam Gg Silalahi No. 1 Medan, Sabtu (22/2/2025). ISTIMEWA/SUMUT POS
WORKSHOP: Ringroad Craft Medan, komunitas kerajinan tangan yang berfokus pada pengembangan keterampilan kreatif, menggelar workshop dasar merajut yang diadakan di Jl. Balam Gg Silalahi No. 1 Medan, Sabtu (22/2/2025). ISTIMEWA/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ringroad Craft Medan, komunitas kerajinan tangan yang berfokus pada pengembangan keterampilan kreatif, menggelar workshop dasar merajut yang diadakan di Jl. Balam Gg Silalahi No. 1 Medan, Sabtu (22/2/2025).

Acara ini diikuti oleh beberapa komunitas merajut medan, seperti mahasiswa, dosen dan peserta dari berbagai kalangan, termasuk pemula yang ingin belajar teknik merajut.

Founder Ringroed Craft Medan, Ir. Andini Silalahi mengatakan Workshop ini bertujuan untuk memperkenalkan dasar-dasar merajut, menjelaskan berbagai jenis benang dan alat yang digunakan, serta juga diberikan bekal bagaimana teknik dasar merajut seperti membuat simpul, rantai, dan pola dasar. Para peserta juga diajarkan bagaimana cara dasar merajut yang disampaikan oleh ibu.

“Kita juga memberikan tips dan trik untuk proses belajar cepat merajut.
Selama workshop, peserta diberikan kesempatan untuk berlatih langsung dengan bahan-bahan yang sudah disiapkan, sehingga mereka dapat merasakan pengalaman merajut secara langsung,” ucapnya.

Selain itu, workshop ini juga memberikan suasana yang menyenangkan dan interaktif, di mana peserta dapat berdiskusi dan bertukar pengalaman satu sama lain.

“Merajut adalah kegiatan yang santai dan bermanfaat, kami berharap workshop ini dapat meningkatkan minat masyarakat medan terhadap kerajinan tangan, serta memperkenalkan mereka pada berbagai kemungkinan kreatif yang ada,” ujar Andini.

Peserta workshop sangat antusias dan berharap akan ada lebih banyak workshop sejenis di yang dilaksanakan oleh Ringroad Craft Medan, beberapa di antaranya berencana untuk belajar merajut dengan mengikuti kelas dasar merajut yang direncanakan oleh Ringroad Craft.

Dengan kegiatan acara ini, Ringroad Craft berkomitmen untuk terus mengadakan berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan keterampilan kreatif dalam kerajinan tangan, diakhir kegiatan para peserta diperlihatkan berbagai produk hasil rajutan yang sudah diproduksi oleh tim kreatif Ringroad Craft Medan, untuk informasi lebih lanjut tentang workshop atau kegiatan lainnya, peserta dapat mengunjungi akun media sosial Instagram ringroadcraftmedan.(san/han)

Pererat Silaturahmi, Warga Bromo Bintang Regency Ngeliwet Sambut Ramadan 1446 H

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, warga Perumahan Bromo Bintang Regency, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, kembali menggelar tradisi makan bersama nasi liwet atau ngeliwet. Puluhan warga, terdiri dari ibu-ibu, bapak-bapak, dan anak-anak berbaur menyantap nasi liwet yang dihidangkan di atas daun pisang yang dijajarkan di jalan komplek perumahan tersebut, Sabtu (22/2/2025) malam.

Susi Erawati didampingi Rida, Nona, Ida, dan Rini, sebagai penggagas acara ini mengatakan, tradisi makan besar ini merupakan wujud syukur, karena dipertemukan kembali pada bulan yang penuh berkah ini. “Selain karena rasa syukur menuju bulan penuh ampunan, ngeliwet juga dapat mempererat tali silaturahmi,” kata Susi.

Lebih lanjut dikatakan Susi, sebagaimana dalam sebuah hadits disebutkan bahwa “siapa yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadan, Allah akan mengharamkan jasadnya untuk masuk neraka. “Jadi, menyambut datangnya Bulan Ramadan harus dengan hati gembira. Tradisi ini bagian dari rasa syukur.dan kegembiraan kita sekaligus untuk mempererat silaturahmi,” ungkap Susi.

Sementara Rida menambahkan, kegiatan yang digelar sepekan sebelum Ramadan ini merupakan tradisi ngeliwet yang kedua kalinya digelar di Perumahan Bromo Bintang Regency. “Semoga tradisi ini bisa terus terjaga, karena banyak nilai positifnya. Selain menjalin silaturahim, juga menjadi media komunikasi antar warga komplek perumahan ini,” ujarnya.

Untuk menggelar acara tersebut, sebut Rida, sejak Kamis (20/2/2025), sejumlah kaum ibu di perumahan itu sudah sibuk menyiapkan kebutuhan dan bahan-bahan untuk memasak nasi liwet secara bersama-sama. “Jadi sejak awal acara ini memang dilakukan secara gotong royong, sehingga terjalin kebersamaan antar warga perumahan,” ungkapnya.

Tak lupa, mereka mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh warga komplek Perumahan Bromo Bintang Regency yang telah memberikan donasi sehingga terselenggaranya kegiatan ini. “Tanpa dukungan dari warga komplek perumahan, acara ini mungkin tidak akan terlaksana. Semoga apa yang kita laksanakan hari ini mendapat berkah,” pungkasnya. (adz)

Legislator Demokrat Dodi Simangunsong Minta Rico Waas Evaluasi Kinerja Disdukcapil

Anggota DPRD Kota Medan Dodi Robert Simangunsong (tiga kanan) foto bersama warga yang hadir dalam reses yang digelarnya di Lapangan Gereja HKBP Jalan Garu III Kelurahan Harjosari 1 Medan Amplas, Sabtu (22/2/2025).
Anggota DPRD Kota Medan Dodi Robert Simangunsong (tiga kanan) foto bersama warga yang hadir dalam reses yang digelarnya di Lapangan Gereja HKBP Jalan Garu III Kelurahan Harjosari 1 Medan Amplas, Sabtu (22/2/2025).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Anggota DPRD Medan Dodi Robert Simangunsong kecewa dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan dan BPJS Kesehatan. Pasalnya, kedua instansi tersebut tidak hadir dalam reses yang digelarnya di lapangan Gereja HKBP Jalan Garu III, Kelurahan Harjosari 1 Medan Amplas, Sabtu (22/2/2025).

“Kalau perwakilan tidak ada, bagaimana keluhan masyarakat bisa ditindaklanjuti,” kata Dodi dengan nada kecewa di hadapan ratusan konstituen yang hadir.

Menurut Dodi, Disdukcapil dan BPJS Kesehatan merupakan dua instansi berbasis pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Apalagi, pelayanan di kedua instansi ini yang paling banyak dikeluhkan masyarakat.

“Administrasi kependudukan dan pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi. Makanya, kita sangat sayangkan kedua instansi ini tidak hadir dalam kegiatan resmi DPRD yang menggunakan uang negara ini,” tegas Wakil Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Medan ini.

Politisi muda Partai Demokrat ini pun meminta Wali Kota Medan Rico Waas untuk mengevaluasi kinerja Disdukcapil ini. “Kita harap, ini menjadi bahan evaluasi bagi Wali Kota Medan yang baru dilantik, Rico Waas. Jangan sampai awal pemerintahannya tercoreng oleh sikap oknum pegawai yang tidak baik,” tegasnya lagi.

Wakil Bendahara DPD Partai Demokrat Sumut ini juga menyayangkan pihak BPJS Kesehatan yang tidak mengurus perwakilannya dalam reses ini. Dia juga menyebutkan, di reses inilah banyak keluhan dan aspirasi masyarakat yang bisa diserap untuk ditindak lanjuti guna perbaikan pelayanan ke depan.

“Kita tahu, sampai saat ini masih banyak yang mengeluhkan pelayanan BPJS Kesehatan. Seperti pasien opname yang diharuskan pulang setelah tiga hari perawatan, dan sebagainya,” ungkapnya.

Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan ini juga mengingatkan kepada perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemko Medan yang hadir, agar dapat menindaklanjuti segala aspirasi yang disampaikan masyarakat pada reses itu.

“Prinsip saya, jangan saya dirugikan dan saya jangan sampai merugikan. Artinya, jika aspirasi masyarakat dalam reses ini tidak ditindaklanjuti, kan saya yang dirugikan. Saya akan kehilangan kepercayaan dari masyarakat. Makanya, jangan janjikan masyarakat jika tidak kita laksanakan. Akan membuat kecewa,” tandasnya.

Sementara dalam reses tersebut, banyak aspirasi masyarakat disampaikan kepada Dodi. Mulai dari pelayanan administrasi kependudukan, terminal liar di kawasan Jalan Sisingamangaraja, perputaran median jalan yang terlalu jauh di Jalan Sisingamangaraja, pemangkasan pohon, tebing sungai yang rawan longsor, hingga masalah pengangkutan sampah di kawasan Jalan Garu 9 Ujung.

Ada warga yang berharap agar di kawasan Medan Amplas dibangun gedung SMA Negeri. Pasalnya, fasilitas pendidikan khususnya SMA negeri masih sangat minim di Kecamatan Medan Amplas.

“Kami tahu, SMA negeri saat ini bukan ranahnya Kota Medan lagi, tapi ranah pemerintah provinsi. Namun kami percaya, Pak Dodi bisa memperjuangkan suara kami ini. Untuk itu, kami akan mendoakan agar Pak Dodi periode yang akan datang bisa menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara,” ujar Sahat Hutasoit. (adz)

Polmed dan Politeknik Nilai Malaysia Gelar Pelatihan Pemasaran Produk kepada Petani Anggur di Desa Bangun Sari Deli Serdang

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO– Politeknik Negeri Medan (Polmed) bekerja sama dengan Politeknik Nilai Malaysia, menggelar kegiatan Pengabdian Kemitraan Internasional bertajuk “Marketing Training For Grape Plantation Product To Vine Yard Entrepreneur” di Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (11/2/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan pemasaran bagi para petani anggur lokal dalam menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif. Pelatihan ini diikuti puluhan petani anggur serta pelaku usaha kecil menengah (UKM) di sektor pertanian.

Para peserta mendapatkan wawasan baru tentang strategi pemasaran modern, pemanfaatan teknologi digital, serta teknik branding untuk meningkatkan nilai jual produk mereka. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing petani anggur di tingkat nasional maupun internasional.

Direktur Politeknik Negeri Medan, Dr. Ir. Idham Kamil, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan, kerja sama dengan Politeknik Nilai Malaysia ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan sektor pertanian.

“Politeknik Negeri Medan ingin memberikan kontribusi nyata bagi petani anggur di Desa Bangun Sari dengan memberikan pelatihan yang dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan pemasaran dan penjualan produk mereka,” ujarnya.

Sementara, perwakilan dari Politeknik Nilai Malaysia, Siti Baudba Binti Azis menjelaskan, pertukaran ilmu dan pengalaman antara dua institusi pendidikan ini diharapkan dapat membawa manfaat besar bagi komunitas petani anggur. “Kami ingin membantu para petani untuk lebih memahami strategi pemasaran global, termasuk bagaimana menembus pasar ekspor dengan standar internasional,” katanya.

Salah satu materi utama dalam pelatihan ini adalah pemanfaatan digital marketing dalam pemasaran produk anggur. Para peserta diberikan pemahaman tentang bagaimana memanfaatkan platform media sosial, marketplace, serta e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar mereka.

Selain itu, mereka juga diajarkan teknik fotografi produk dan pembuatan konten promosi yang menarik agar produk mereka lebih diminati konsumen.

Tak hanya aspek pemasaran digital, pelatihan ini juga membahas pentingnya sertifikasi produk dan branding. Dengan adanya label yang jelas dan kualitas yang terjaga, produk anggur dari Desa Bangun Sari diharapkan bisa bersaing dengan produk sejenis dari daerah lain. Para peserta juga diajarkan bagaimana menciptakan unique selling points (USP) yang membedakan produk mereka dengan kompetitor.

Seorang peserta pelatihan, Suryanto, yang merupakan petani anggur di Desa Bangun Sari, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan ini. “Selama ini kami hanya mengandalkan pemasaran secara konvensional dari mulut ke mulut dan pasar lokal. Setelah pelatihan ini, saya jadi lebih paham bagaimana cara menjual produk secara online dan meningkatkan daya tarik produk kami,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi petani untuk berjejaring dengan pelaku usaha lain serta akademisi dari kedua politeknik. Selain sesi pelatihan, diadakan juga diskusi interaktif dan simulasi strategi pemasaran, yang memberikan pengalaman langsung bagi para peserta dalam mengimplementasikan ilmu yang telah mereka peroleh.

Dengan adanya program Pengabdian Kemitraan Internasional ini, diharapkan para petani anggur di Desa Bangun Sari semakin siap menghadapi era digital dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Politeknik Negeri Medan dan Politeknik Nilai Malaysia berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan bagi para petani agar hasil pertanian mereka semakin dikenal dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Ke depan, kerja sama ini diharapkan dapat berkembang ke sektor lain yang membutuhkan inovasi dalam pemasaran. Dengan kolaborasi antara akademisi, petani, dan pelaku usaha, diharapkan ekonomi lokal dapat tumbuh dan kesejahteraan masyarakat di Desa Bangun Sari semakin meningkat. (adz)