26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 3524

Pertama Dalam Sejarah, L’Oréal Professionnel Gelar Virtual Smoky Hair

MEDAN, SUMUTPOS.CO,— Warna dan shades rambut dapat menjadi instrumen statement nyata dalam mendorong penampilan seseorang, hingga menjadi semakin memesona dan menambah kepercayaan diri. Terlebih lagi ketika warna tersebut terinspirasi dari tren make up global smoky eye yang glamor.

 Brand General Manager L’Oréal Professionnel, Hendra Purjaka, menjelaskan L’Oréal Professionnel, sebagai brand nomor satu paling dipercaya oleh konsumen kini hadir mempersembahkan sebuah kreasi teranyar yang diberi nama Smoky Hair. Produk ini sebagai manifestasi nyata dari brand market leader dengan pangsa pasar tertinggi. 

“Terdiri dari TOP 3 servis pewarnaan rambut yang menggunakan rangkaian Majifashion, yaitu Smoky Ash, Smoky Beige, dan Smoky Plum untuk mendapatkan total 9 shades intens dan memukau, Smoky Hair merupakan sebuah ajakan bagi konsumen Indonesia untuk kembali menikmati pengalaman ritual di salon favorit,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Sumut Pos, Rabu (14/4/2021). 

 Untuk itu, lanjutnya, merayakan peluncuran kreasi Smoky Hair yang bold dan brave, maka L’Oréal Profesionnel mengadakan acara virtual talk show interaktif seru spesial di kanal YouTube L’Oréal Professionnel Indonesia pada Rabu, 21 April pukul 16.30 WIB. 

“Acara tersebut akan dihadiri dan dimeriahkan oleh Kiefer Lippens, Lie Kuang, Veronika Twins, Athena Thalia, dan Vionitta Wijaya. Catat tanggal mainnya dan menangkan puluhan hadiah sepanjang acara,” ucapnya. 

 Dipaparkan Hendra, berdasarkan data riset Kantar, Ipsos, dan L’Oreal Indonesia Consumer Connect, teknik make up smoky eye adalah look paling populer di dunia saat ini. Secara global, kata kunci smoky eye mencapai 3,7 juta Instagram post dan 53 juta Google search. Kemudian, data yang sama juga memaparkan bahwa pencarian kategori hair color buzz juga turut menanjak 57 persen. Pencarian Fashion Colors meningkat hingga 20 persen, dengan warna Grey, Purple, Brown, dan Ash mendominasi TOP 5.

“Hal ini menunjukkan bahwa hair color masih sangat digemari, dan konsumen Indonesia masih mencari inspirasi dalam mewarnai rambut,” katanya. 

 Head of Education L’Oréal Professionnel, Indra Tanudarma menegaskan, rangkaian look Smoky Hair mengajak para hairdresser Indonesia untuk terus menjadikan karya kreatif sebagai statement jati diri. Selain itu, hasil pewarnaan Smoky Hair ini juga memiliki kecocokan dengan kulit wanita Indonesia yang cukup beragam. 

“Tidak hanya itu saja, Smoky Hair menjadi sebuah opportunity bagi konsumen agar percaya lagi dan kembali menikmati pengalaman ritual ke salon-salon favorit yang telah menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin tinggi,” ucapnya.

 Owner Lie Kuang & Co. Innovative Salon 2020 Winner Majifashion Ambassador, Lie Kuang, menanggapi untuk memaksimalkan look Smoky Hair yang menjadi kunci penampilan unggul penuh nuansa glamor, maka konsumen harus berkolaborasi dengan hairdresser. 

“Journey dan proses menuju hasil shade pewarnaan rambut ideal merupakan hasil kerjasama yang harmonis antara hairdresser dan konsumen,” imbuhnya. 

 Sementara Celebrity Hairdresser, Kiefer Lippens, yang telah menjadi langganan Cinta Laura, Raissa, AgnezMo, dan masih banyak lagi, menyatakan sungguh bersemangat dapat menjadi bagian dari acara peluncuran virtual Smoky Hair dari L’Oréal Professionnel.

“Saya mengundang para penggemar tren pewarnaan rambut dari seluruh Indonesia untuk tidak melewatkan kesempatan bertemu sapa dan menyaksikan keseruan bincang-bincang bersama para bintang tamu dalam acara virtual yang pastinya akan seru dan spektakuler ini,” tutupnya. (rel/prn) 

Gempa Tektonik M 5,5 Guncang Nias, Tidak Berpotensi Tsunami

Pusat gempa berlokasi di laut pada jarak 133 km arah Barat Daya Kota Lahomi, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara pada kedalaman 10 km.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gempa tektonik mengguncang wilayah Nias, Rabu (14/4/2021) pukul 17.55.15 WIB. Hasil analisis BMKG dalam informasi pendahuluan menunjukkan gempabumi ini memiliki magnitudo  M=5,6 kemudian diupdate menjadi magnitudo Mw=5,5.

“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,14 LU dan 96,65 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 133 km arah Barat Daya Kota Lahomi, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara pada kedalaman 10 km,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, M.Si, dalam rilis yang diterima Sumut Pos, hari ini.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi, menurutnya, merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas tektonik di zona outer-rise. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),” ungkapnya. 

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Sirombu II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” katanya.

Hingga pukul 18.15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” katanya. (rel/mea)

Industri Aluminium di Sumut Miliki Prospek Luar Biasa

Seorang petugas melakukan transfer aluminium Ingot. PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM yang diakuisisi oleh Pemerintah Indonesia pada 2013 dan kemudian ditunjuk menjadi Holding BUMN Industri Pertambangan pada 2017 lalu, mempunyai prospek yang luar biasa.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Industri aluminium di Sumatera Utara memiliki prospek yang sangat luar biasa. Kebutuhan produk-produk berbahan aluminium yang sangat tinggi di Indonesia, menjadi peluang bagi INALUM yang merupakan satu-satunya pabrik peleburan aluminium di Sumatera Utara dan Indonesia untuk meningkatkan produksinya.

Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. DR. Isfenti Sadalia, SE, ME menyebutkan, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM yang diakuisisi oleh Pemerintah Indonesia pada 2013 dan kemudian ditunjuk menjadi Holding BUMN Industri Pertambangan pada 2017 lalu, tentunya mempunyai nilai lebih dan prospeknya tentu sangat luar biasa.

“Prospek INALUM untuk menjadi perusahaan peleburan aluminium terkemuka sangat luar biasa, apalagi sejak menjadi Holding BUMN Industri Pertambangan dan akusisi PT Freeport Indonesia. Ini benar-benar harus diusahakan menjadi lebih baik ke depannya,” ujar Prof Isfenti Sadalia yang juga merupakan Ketua Pascasarjana USU ini.

Selain itu, selanjutnya, kebutuhan produk berbahan aluminium di tengah masyarakat Indonesia saat ini sangat tinggi, tentunya ini akan menjadi peluang yang harus dikejar untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Berdasarkan data, kebutuhan akan aluminium di Indonesia saat ini telah mencapai 700.000 ton per tahun. Sedangkan saat ini kapasitas produksi pabrik peleburan aluminium INALUM baru mencapai 250.000 ton per tahun. Tentunya ini menjadi peluang bagi industri aluminium di Sumut untuk berkembang dan meningkatkan produksinya dalam memenuhi kebutuhan di dalam negeri bahkan luar negeri dengan kualitas terbaik,” tambahnya.

“Kapasitas produksi aluminium saat ini tentunya bisa ditingkatkan lagi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Apalagi mereka sangat serius dalam pengembangan bisnis aluminium ke depannya sesuai tujuan dari diambilalihnya INALUM menjadi BUMN pada tahun 2013 yaitu untuk menjadi perusahaan aluminium yang lebih berkembang, mampu memasok kebutuhan aluminium dalam negeri dan memberikan kontribusi lebih bagi masyarakat melalui tanggung jawab sosial dan lingkungan, ” ujarnya.

Prof Isfenti Sadalia, Ketua Pascasarjana USU.

INALUM Aset Bangsa Indonesia

Menurutnya, ini suatu aset yang memang pasti harus dikembangkan, meskipun saat ini kapasitas produksinya belum bisa memenuhi kebutuhan nasional, namun secara pelan-pelan pasti akan terus ditingkatkan.

“Ini merupakan salah satu aset yang wajib kita pelihara, dibina untuk pengembangan bisnis selanjutnya. Itu sebenarnya yang luar biasa dari INALUM ini, terlebih INALUM memiliki pengalaman yang tidak diragukan di bidang industri aluminium. Lalu dengan adanya dukungan dari perusahaan anggota holding lainnya saya yakin INALUM mampu mempercepat pengembangan Kawasan Industri Kuala Tanjung sebagai kawasan industri aluminium,” tegasnya.

“Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut tahun 2020, impor barang-barang aluminium dari luar negeri ke Sumut mencapai 5.488 ton dengan nilai US$13.148 ribu, hal ini menunjukkan INALUM masih mempunyai potensi pasar aluminium di Sumut sendiri,” jelasnya.

Dia menyebutkan, Kawasan Industri Kuala Tanjung yang akan terdapat industri-industri berbasis aluminium atau perusahaan pendukung INALUM, diharapkan mampu menyerap produksi aluminium dari INALUM dan menjadikannya menjadi bahan setengah jadi maupun bahan jadi.

“Saya sangat berharap terbangunnya industri-industri pendukung berbasis aluminium sebagai perusahaan hilirisasi dari produknya INALUM. Harapannya bukan hanya sekedar perusahaan yang baru, tetapi perusahaan yang memang sudah berproduksi bahan jadi dari produk aluminium. Sehingga Kawasan Industri Kuala Tanjung ini dapat dikatakan sangat tepat untuk pembangunan industri aluminium dari hulu ke hilir, karena selain dekat dengan sumber bahan baku, juga akan mengurangi biaya produksi, biaya transportasi, biaya penyimpanan, dan sebagainya,” ujarnya.

Storage yard di pabrik INALUM di Bataubara, Sumut. INALUM memiliki pengalaman yang tidak diragukan di bidang industri aluminium.

Prospek Luar Biasa

Prospek luar biasa lainnya, Kawasan Industri Kuala Tanjung ini akan memberikan multiplier effect atau dampak positif. Pastinya akan banyak tenaga kerja yang bisa direkrut. Kemudian dampak bagi masyarakat sekitarnya juga pasti. INALUM mempunyai program CSR (Corporate Social Responsibility) yang bisa membantu masyarakat sekitar dalam meningkatkan perekonomian warga sekitar.

“Potensi penyerapan ribuan tenaga kerja di industri aluminium ini sudah sangat luar biasa. Saya rasa prospek INALUM akan sangat luar biasa tidak hanya bagi INALUM sendiri, tetapi juga bagi masyarakat sekitar dan pemerintah daerah, khususnya Provinsi Sumatera Utara,” sebutnya.

Secara sosial PT INALUM (Persero) berperan serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat sekitar Perusahaan, seperti di bidang pendidikan, pemberdayaan masyarakat, olahraga dan kebudayaan, agama, fasilitas umum, dan bantuan sosial lainnya.

“INALUM harus tetap komit menjalankan operasional sesuai dengan tujuan visi-misinya untuk dijalankan. Hal ini adalah kekayaan negara yang memang harus dilestarikan, tetapi tetap komitmen dengan tata kelola, tata lingkungan, begitu juga kepedulian terhadap masyarakat, serta jangan sekedar perusahaan yang mengejar profit, tetapi juga bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Bukan sekedar perusahaan yang mengejar profit, tetapi memberikan dampak sosial yang baik bagi masyarakat sekitar,” harap Prof. Isfenti.

Menurutnya, komitmen INALUM dalam melaksanakan tanggungjawab sosial perusahaan sudah cukup bagus, hal ini tentunya sudah dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang diperoleh selama ini.

Pada 2017, INALUM meraih 2 penghargaan sekaligus, yaitu untuk kategori TOP Leader on CSR Commitment dan Top CSR Improvement dalam ajang Anugerah TOP CSR 2017. Kemudian pada 2019, INALUM meraih penghargaan pada 8 kategori dalam ajang penganugerahan Indonesia SDG’s Award (ISDA) 2019. Terbaru, INALUM juga meraih penghargaan di ajang “TOP CSR Awards 2020”.

Drs. Sahala Siallagan, M.Sc., Ph.D, dosen Manajemen Industri, Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan.

Sangat Bagus

Sementara itu, Drs. Sahala Siallagan, M.Sc., Ph.D, dosen Manajemen Industri, Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan (Unimed) juga menyebutkan, industri aluminium ini memiliki prospek yang sangat bagus. Apalagi didukung dengan adanya kawasan Industri Kuala Tanjung yang menjadi kawasan hilirisasi produk-produk berbasis aluminium.

“Karena apa? Kalau kita bandingkan, aluminium ini dijual langsung atau diekspor langsung dalam bentuk bahan mentah daripada diproses menjadi barang jadi baru dijual, pastinya akan memberikan nilai tambah yang besar jika diproses menjadi barang jadi maupun setengah jadi,” sebutnya.

Selain itu, lanjutnya, kebutuhan dalam negeri akan kebutuhan aluminium ini juga cukup besar dan masyarakat Indonesia juga cukup luas.

Doktor di bidang Manajemen Industri ini menyebutkan, INALUM sendiri direncanakan akan memperbesar smelting plant (pabrik pengolahan mineral mentah) untuk pengolahan bahan bakunya, seperti di Kalimantan. Dan targetnya nanti 60-80% barang jadi maupun barang setengah jadi. Karena memang aluminium sangat diperlukan di masyarakat, seperti untuk membuat konstruksi bangunan, peralatan rumah tangga, kabel, komponen otomotif, dan masih banyak lagi.

“Kalau kita analogikan, ini sama seperti CPO, minyak mentah. Selama ini diekspor dalam bentuk minyak mentah. Padahal kalau diolah menjadi barang jadi nilai tambahnya cukup besar. Jadi seperti INALUM ini mereka kalau menjadikan produk barang jadi atau setengah jadi, itu 10 sampai 100% nilai tambahnya. Kalau menjadi barang jadi akan lebih besar lagi nilai tambahnya 60 hingga 300%,” sebutnya.

Percetakan aluminium Ingot di pabrik peleburan INALUM di Batubara.

Potensial

Selain itu, lanjutnya, kebutuhan aluminium di Indonesia sendiri sangat besar dibandingkan dengan kapasitas produksi yang dihasilkan oleh INALUM. Tentunya saat ini masih harus diimpor dari luar negeri untuk memenuhi kekurangan kebutuhan produk-produk aluminium di dalam negeri.

“Saat ini kebutuhan aluminium di dalam negeri belum terpenuhi. Artinya kita masih mengimpor. Kenapa ini tidak betul-betul dimanfaatkan. Jadi ini cukup potensial prospeknya bagi industri aluminium di Sumut,” tegasnya.

Dengan adanya Kawasan Industri Kuala Tanjung ini, nantinya akan berdiri industri-industri hilir aluminium seperti industri otomotif, kabel, dan lain-lain. Tentunya ini akan memberikan multiplier effect, seperti terciptanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat, dan bertambahnya penerimaan pajak bagi pemerintah, dan sebagainya.

“Bukan tidak mungkin akan berdiri pabrik-pabrik lain yang merupakan turunan produk INALUM di Kawasan Industri Kuala Tanjung, dan ini bisa menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat kita. Kenapa di Malaysia itu bisa banyak membutuhkan tenaga kerja, karena industri-industri itu memang mereka galakkan sampai perusahaan dari luar Malaysia datang ke sana. Kenapa kita tidak bisa? Kita memiliki sumber daya manusianya banyak, sumber daya alamnya cukup, kenapa tidak dari dulu,” ujarnya.

Semoga, lanjutnya, pemerintah baik daerah maupun pusat terus mendukung INALUM menjadi lebih baik lagi ke depan. Sehingga keberadaan INALUM ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan perekonomian di Sumut.

“Harapan kita, pemerintah harus betul-betul ini dilaksanakan. Jangan ganti pemerintahan kemudian ganti kebijakan. Sekarang sudah bagus rencananya, dan baik untuk pengolahan industri dan multiplier effectnya juga banyak seperti terciptanya lapangan pekerjaan baru,” pungkasnya. (*/Rel)

Lapangan Merdeka Roh Pariwisata Kota Medan, Kesawan Sebaiknya Disambungkan ke LMM

DIABADIKAN: Prof Usman Pelly (tengah) sebagai penasehat, diabadikan bersama sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang yang tergabung di KMS, sembari memegang buku LMM dengan satu misi meminta Pemko Medan mengembalikan fungsi LMM seperti sedia kala dan ditetapkan sebagai Cagar Budaya, di kediamannya Jalan Pelajar Ujung Medan, Jumat (9/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kota Medan dinilai perlu segera berbenah. Sebab jika tidak, ibukota Provinsi Sumatera Utara akan menjadi kota mati pada sektor parawisata. Sebaiknya, program Kitchen of Asia yang tengah direalisasikan Wali Kota Bobby Nasution di kawasan Kesawan, mesti terintegrasi dengan kawasan heritage lain di sekitarnya. Salah satunya yakni, Lapangan Merdeka Medan (LMM).

DIABADIKAN: Prof Usman Pelly (tengah) sebagai penasehat, diabadikan bersama sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang yang tergabung di KMS, sembari memegang buku LMM dengan satu misi meminta Pemko Medan mengembalikan fungsi LMM seperti sedia kala dan ditetapkan sebagai Cagar Budaya, di kediamannya Jalan Pelajar Ujung Medan, Jumat (9/4).

“Saya tak tau Kitchen of Asia ini kan bertahan lama atau tidak jika melihat konsepnya. Sebab suasana kebatinan kita hilang di situ. Kita mesti melihat konteks lebih luas, bahwa Kesawan itu tidak ada jika tidak dikoneksikan dengan Lapangan Merdeka. Nah, jadi pariwisata di kawasan Kesawan itu tidak akan ada jika tidak disambungkan dengan LMM,” ujar akademisi Ichwan Azhari kepada wartawan, Senin (12/4).

Begitupun ia masih optimistis, bahwa akan ada titik baru dalam sejarah Kota Medan meski belum tau kapan itu terjadi. Menurutnya, pariwisata Kota Medan harus dibangun menjadi citra Paris Van Sumatera. Dan itu mesti dimulai dari pengembalian fungsi serta nilai sejarah LMM sebagai cagar budaya.

“Saya optimis dengan kepimpinan wali kota baru ini. Dengan gengsi dia sebagai orang yang dekat dengan pusat agar pariwisata Medan tidak mati. Medan adalah pariwisata Paris Van Sumatera. Sebab tidak ada pemandangan yang indah di Medan karena Medan bukan pariwisata alam,” ujarnya.

Menurutnya, Kesawan layak untuk dihidupkan, tetapi harus berpasangan dengan heritage yang lain. Kesawan bukan hanya heritage bangunan-bangunan bersejarah Eropa. Melainkan dapat dijadikan galeri atau museum mini akan keberagaman masyarakat yang ada di Medan sejak dulu. “Seperti ada makam Datuk Kesawan yang telah hidup sejak abad 16, namun tak pernah hidup dalam narasi selama ini,” urai dosen sejarah asal Unimed itu.

Akademisi di bidang pariwisata, Rita Margaretha juga berpendapat demikian.

“TLM (Tanah Lapang Merdeka) mesti dikembalikan seperti kondisi semula dan menjadi open side museum. Orang jalan bisa merasakan kuliner tradisional yang ada di Sumut pada kawasan Kesawan misalnya. Bagaimana pariwisata di Medan bisa hidup seperti yang telah dimulai oleh wali kota kita. Keunikan kuliner nusantara ada semua di kawasan tersebut. Suasana tetap hidup,” terangnya.

Selain itu, menurutnya, ada tari-tarian etnis bisa dihidupkan di sana. Seperti tarian India yang belum pernah ada terlihat. “Jadi dengan adanya orang yang terbang dari Silangit tidak singgah ke Kota Medan, mati Kota Medan. Medan good bye my love. Jadi Medan cuma kota bisnis bukan untuk wisata. Mulailah sekarang pertama caranya dengan membebaskan TLM,” tegasnya.

Burhan Batubara, praktisi konsultan pengembangan jalan dan Sekretaris HPJI Sumut menilai, LMM merupakan bundaran besar yang semestinya terintegrasi pada kawasan di sekitarnya. Sehingga jika ada di situ kegiatan yang mengganggu, akan turut memengaruhi perekonomian masyarakat.

“Walaupun dulu sisi Timur dan Barat didesain untuk lokasi parkir, tetapi tetap tidak menghalangi orang menuju LMM. Jadi tak seperti sekarang. Contohnya Merdeka Walk, orang kalau mau parkir di mana? Yang terbaru Kesawan City Walk, lebih mengganggu lagi. Gimana orang mau masuk jika lokasi parkir saja tidak ada. Kemudian akses masuk pun sulit ke situ. Itu sudah menyalahi menurut saya, sebab Jalan Ahmad Yani itu merupakan akses utama menuju LMM. Jangan ajarkan masyarakat dengan hal yang salah,” katanya.

Sementara Meutia Fadhila, akademisi teknik sipil Unimed lebih menyoroti fasilitas yang ada di LMM sekarang ini yang tidak ramah anak. Selain itu, ia menilai Medan tidak lagi menjadi kota kenangan masa kecil terutama bagi anak perantau kelahiran Medan. Sebab bangunan yang dianggap sarat akan sejarah, sudah berubah drastis peruntukkannya.

“Sebenarnya sekarang sudah ada standar ruang bermain ramah anak. Kalaulah nanti fungsi LMM kembali sedia kala, kita mesti buat taman bermain sebagai ruang publik yang juga ramah anak. Aksesnya mudah dan terhubung satu dengan yang lain. Harapan kita mari kita mulai dari Lapangan Merdeka,” pungkasnya.

Pernyataan keempat akademisi dan praktisi di bidangnya masing-masing ini, tertuang lebih rinci melalui buku Lapangan Merdeka Medan yang diluncurkan pada 1 April 2021. Dalam buku tersebut, selain sejarah LMM juga akan terlihat secara gamblang tentang perjuangan Koalisi Masyarakat Sipil Medan-Sumut (KMS M-SU) Peduli Lapangan Merdeka Medan, yang sudah selama 10 tahun meminta agar fungsi LMM dikembalikan sedia kala serta keberadaannya ditetapkan sebagai Cagar Budaya.

“Misal seperti tiga tanda seru merah dari cover buku. Ini urgen mendesak agar TLM segera ditetapkan sebagai Cagar Budaya. Dasarnya UU sejak 2010, perdana sejak 2012 dan bahkan ada perwal. Ini yang mereka sembunyikan itu. Di perda bahkan ada kawasan mana saja di Medan yang menjadi cagar budaya. Sudah ada di DPRD tetapi seolah menutup lampiran perwal tersebut,” ungkap Miduk Hutabarat selaku Koordinator KMS M-SU. (prn/ila)

Teks foto

Gudang Pallet Terbakar di Marelan

PADAMKAN API: Petugas damkar memadamkan api yang membakar sebuah gudang pallet di Marelan, Selasa (13/4).facril/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebuah gudang pallet milik CV Triyunda Jaya terbakar di Pasar III, Gang Subur, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (13/4) pukul 15.30 WIB. Penyebab api diduga berasal dari mesin blower pengeringan kayu.

PADAMKAN API: Petugas damkar memadamkan api yang membakar sebuah gudang pallet di Marelan, Selasa (13/4).facril/sumu tpos.

Tidak ada korban jiwa dari musibah kebakaran tersebut. Namun, pemilik usaha mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Peristiwa kebakaran itu terjadi saat berlangsungnya pengeringn kayu di mesin blower. Api tiba – tiba membakar kayu pallet dan langsung membesar, menyambar ke tumpukan kayu kering di dalam gudang tersebut. Sejumlah karyawan dibantu warga sekitar mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. Namun tak berhasil, lantaran api dengan mudah menyambar tumpuhkan kayu kering. Kobaran api semakin marak membuat warga di sekitar panik. Akhirnya, api dapat dipadamkan setelah 6 unit armada pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Kepling setempat, Jumadi mengatakan, informasi yang diterimanya, api diduga berasal dari mesin pemasak kayu. Gudang pallet tersebut mulik Suryadi, dari hasil pengecekan sementara tidak ada korban jiwa.”Api sudah padam. Hanya bagian gudang saja yang terbakar. Dari pengakuan pemiliknya, diperkirakan jerugian mencapai ratusan juta rupiah,” kata Jumadi di lokasi.

Pascaterbakarnya gudang tersebut, petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan. Petugas Polsek Medan Labuhan tiba di lokasi melakukan olah TKP untuk menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. (fac/ila)

Wali Kota Medan Kunjungi Gabion Belawan

KUNJUNGI: Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution saat mengunjungi Gabion Belawan, Selasa (13/4). fachril/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution didampingi Kepala Dinas Perikanan, Pertanian dan Peternakan Kota Medan Iksar Marbun berkunjung ke Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB), Gabion, Belawan, Selasa (13/4).

KUNJUNGI: Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution saat mengunjungi Gabion Belawan, Selasa (13/4). fachril/sumutpos.

Dalam kunjungan tersebut Wali Kota Medan melihat aktivitas bongkar muat kapal ikan sambil mendengar cerita dan informasi dari nelayan serta pengurus organisasi nelayan tentang situasi nelayan Medan serta penertiban aturan mengenai usaha tangkap ikan yang masih banyak.

“Mengenai penertiban aturan bukan wewenang Pemko Medan karena itu wewenang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kita hanya bertugas membina nelayan khususnya nelayan Kota Medan melalui program yang sudah ada atau usulan dari nelayan,” kata Wali Kota.

Pada kesempatan itu, Khairuddin Nasution alias Kadin mengatakan, hubungan nelayan kecil dengan kapal besar selama ini baik baik saja dan tidak pernah ada ketersinggungan karena kedua belah pihak menangkap ikan pada zona tangkap masing-masing.”Jadi tidak benar kalau ada orang yang mengatakan kapal besar telah mengganggu nelayan kecil dan saya sudah puluhan tahun jadi nelayan,” tegas Kadin dengan suara lantang.

Kemudian, seorang nelayan jaring ikan gembung Kelurahan Pekan Labuhan, Zulkarnaen Bin Jakfar menegaskan, selama ini nelayan besar mencari ikan di perairan 12 mil ke atas. Sedangkan nelayan kecil mencari ikan di laut pinggir atau 10 mil ke bawah.

Bahkan penegasan atas kesepakatan zona tangkap tersebut telah dituangkan dalam sebuah kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh pemilik kapal besar dan kecil.

“Pengamatan kami belakangan ini kapal besar lebih sering menangkap ikan di perairan diatas 15 mil karena jika mereka sampai ke pinggir atau dibawah 10 mil maka kapal mereka akan kandas,” ungkapnya.

Terpisah Ketua HNSI Kota Medan Abdul Rahman alias Atan didampingi Sekertaris Rustam Effendi Maha berterima kasih kepada Wali Kota Medan yang telah berkunjung ke Gabion, Belawan. “Baru kali inilah Wali Kota Medan kunjungan kerja ke Gabion dan semoga melalui kunjungan ini ada dampak positif ke warga dan nelayan Medan,” ujarnya. (fac/ila)

Dituding Ada Jual Beli Lapak di Kitchen of Asia, Edliaty: Gak Ada Kami Jual Belikan

PERESMIAN: Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Nasution saat meresmikan Kitchen Of Asia di kawasan Kesawan Medan, belum lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan Edliaty Siregar membantah tudingan yang ditujukan kepada pihaknya tentang dugaan memperjualbelikan lapak pada kawasan The Kitchen Of Asia kepada oknum-oknum pedagang.

PERESMIAN: Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Nasution saat meresmikan Kitchen Of Asia di kawasan Kesawan Medan, belum lama ini.

Edliaty menegaskan, pihaknya tidak pernah memperjualbelikan lapak yang ada di kawasan The Kitchen of Asia.”Gak ada, gak ada kami memperjualbelikan lapak stand di The Kitchen Of Asia itu. Lapak itu memang tidak diperjualbelikan,” ucap Edliaty, Selasa (13/4) petang.

Edliaty menjelaskan, dirinya tidak pernah mengenal oknum-oknum yang diduga memperjualbelikan lapak di kawasan The Kitc-hen of Asia.

Namun terkait dugaan oknum pedagang di The Kitchen of Asia yang memperjual belikan lapak tersebut, pihaknya berjanji segera mengeceknya secara langsung ke lapangan.”Nanti kami cek terlebih dulu benar apa tidak ada oknum pedagang yang menjual lapaknya, dan nanti kami akan tanya satu persatu siapa yang membeli,” ujarnya.

Edliati menegaskan, bahwa dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan tidak pernah memperjualbelikan lapak di kawasan The Kitchen Of Asia. Malah, pihak Dinas Koperasi dan UMKM Medan memberikan lapak The Kitchen Of Asia kepada pedagang secara gratis.

“Dari Pemerintah Kota Medan tidak ada menjual lapak itu, malah diberikan secara gratis. Hal ini semata-mata untuk mereka bisa berjualan dan untuk meningkatkan taraf ekonominya,” katanya.

Edliati mengatakan, sepanjang The Kitchen Of Asia dibuka hingga sekarang, ia tak pernah mendapatkan pengaduan terkait praktik jual beli lapak di lokasi itu, termasuk belum pernah mendengar jika ada oknum anggotanya yajg memperjualbelikan lapak di The Kitchen Of Asia.

“Oh ya, saya belum dengar itu. Makanya tadi saya bilang juga di rapat LKPj di DPRD Medan, akan segera mengecek semuanya,” terangnya.

Edliati menjelaskan, jika ada ditemukan oknum pedagang yang memperjualbelikan lapak di The Kitchen Of Asia, maka pihaknya akan mencabut izinya, karena sudah melanggar perjanjian kepada Pemko Medan.”Jika ada ketahuan seperti itu, maka kami akan mencabut izin hak-haknya berjualan di situ,” tegasnya.

Dilanjutkan Edliaty, apabila ada oknum internal atau anggota dari Dinas Koperasi dan UMKM Medan yang terlibat memperjualbelikan lapak di The Kitchen Of Asia, maka pihaknya akan memberikan tindakan berupa sanksi tegas.

“Sampai sekarang saya sudah menekankan kepada seluruh staf saya bahwa lapak di The Kitchen Of Asia tidak diperjualbelikan. Jadi lapak-lapak atau stand di situ memang untuk masyarakat Medan dan diberikan secara gratis. Lalu di situ kita meletakan dan menata pedagang agar mereka nyaman berjualan di situ,” tandasnya.

Sebelumnya dalam rapat Pansus LKPj Wali Kota Medan Tahun 2020, Senin (12/4) sore kemarin terungkap, jika para pedagang yang ingin berjualan di Kesawan City Walk The Kitchen Of Asia harus membayar sejumlah uang kepada oknum agar bisa mendapatkan lapak dagangannya.

Hal ini ungkapkan anggota Pansus LKPj DPRD Medan, Haris Kelana Damanik, saat pembahasan bersama Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan, Edliaty Siregar.

Bukan hanya itu, Haris juga mengaku ada pedagang yang justru menyewakan lapak jualannya kepada pedagang lain.”Kasusnya itu mereka menjualnya kepada pedagang lain. Mereka yang menerima tapi yang jualan lain,” tutur Politikus Partai Gerindra ini.

Sementara itu, anggota Pansus LKPj lainnya, Antonius Devolis Tumanggor, menilai jika program The Kitchen Of Asia sebagai program yang hanya membuang-buang energi dan biaya.

“Program apa itu The Kitchen Of Asia, hanya program buang energi dan buang biaya,” ungkapnya.

Saat itu, di dalam rapat, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan, Edliyati sendiri membantah adanya praktik jual beli lapak pedagang di Kesawan City Walk. Namun sayang, saat ditanyai usai rapat LKPj, Haris enggan menyebutkan jumlah harga jual lapak yang dimaksud dengan alasan tidak etis menyebutkannya.”Saya rasa lebih baik dinas terkaitnya saja lah yang mencari tahu kebenaran kabar tersebut,” tuturnya.

Haris juga mengaku tidak mengetahui apakah praktik jual beli lapak di kawasan The Kitchen Of Asia itu dilakukan oleh oknum internal dinas terkait atau justru oknum eksternal. “Kita tak tahu kalau masalah di situnya, apakah itu dari internal dinas terkait atau eksternal. Yang jelas kita mendengar dan mendapatkan laporan seperti itu,” pungkasnya. (map/ila)

Taruna Satlat Kijang Latsitardanus Bedah Rumah Milik Penggali Kubur

RENOVASI: Latsitardanus dipimpin Dansatlat Kijang Latsitardanus, AKBP Siswo DN, membedah rumah tak layak huni di Jalan Besar Namorambe, Gang Amri I, Delitua, Deliserdang, Selasa (13/4).dewi/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Taruna Satlat Kijang Latsitardanus XLI merenovasi atau membedah rumah tidak layak huni yang berlokasi di Jalan Besar Namorambe, Gang Amri I, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang, Selasa (13/4). Rumah yang direnovasi para Taruna Akpol dan TNI itu milik Satin yang sehari-harinya bekerja sebagai penggali kubur.

RENOVASI: Latsitardanus dipimpin Dansatlat Kijang Latsitardanus, AKBP Siswo DN, membedah rumah tak layak huni di Jalan Besar Namorambe, Gang Amri I, Delitua, Deliserdang, Selasa (13/4).dewi/sumut pos.

Sesuai amatan di lokasi, terlihat para taruna secara bersama-sama memperbaiki tempat tinggal milik Satin yang sebelumnya nyaris ambruk karena atapnya terbuat dari bambu. Bahkan, selalu bocor setiap turunnya hujan.

Dansatlat Kijang Latsitardanus, AKBP Siswo DN mengatakan, bedah rumah milik warga yang tidak layak huni sebagai bentuk pengabdian Taruna Akpol dan TNI kepada masyarakat selama mengikuti Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara 7-24 April 2021 di Sumatera Utara (Sumut).

“Bedah rumah tidak layak huni yang dilaksanakan para Taruna Akpol dan TNI ini sebagai kegiatan non fisik selama mengikuti Latsitardanus XLI. Selain membedah rumah tidak layak huni, Taruna juga melakukan rehabilitasi rumah ibadah dan mengecat Taman Makam Pahlawan,” katanya kepada sejumlah wartawan di Medan.

Siswo mengungkapkan, para Taruna Akpol dan TNI juga melaksanakan kegiatan nonfisik dengan menyampaikan sosialiasi pencegahan Covid-19, dan pencegahan bahaya narkoba.

“Tentunya diharapkan kegiatan Latsitardanus XLI mampu menambah wawasan taruna dalam menjalin komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat sebelum dilantik menjadi sebagai perwira,” ungkapnya.

Siswo menambahkan, dipilihnya tempat tinggal Satin sebagai lokasi bedah rumah dikarenakan kondisinya sudah tidak layak huni serta sangat membahayakan nyawa penghuni rumah.”Semoga dengan direnovasinya rumah ini, Pak Satin beserta keluarga dapat tinggal dengan nyaman tanpa takut rumahnya bocor terkena hujan,” terangnya.

Sementara itu, Satin mengucapkan terima kasih kepada para Taruna Satlat Kijang Latsitardanus yang telah merenovasi rumahnya. “Saya doakan para Taruna Akpol dan TNI berhasil mengikuti pendidikan dan menjadi perwira,” pungkasnya. (mag-1/ila)

NB: Teks Foto: Merenovasi: Taruna Satlat Kijang Latsitardanus XLI sedang merenovasi rumah tidak layak huni yang berlokasi di Jalan Besar Namorambe, Gang Amri I, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang, Selasa (13/4). Sumut Pos/ Dewi

Tempat Hiburan Malam Wajib Tutup Selama Ramadan

Agus Suriyono Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan menegaskan tidak memberikan izin kepada tempat-tempat hiburan di Kota Medan untuk beroperasi selama Bulan Ramadan 1442 H. Sebagai tindakan tegas, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution telah mengeluarkan surat edaran (SE) Nomor 556/2818 Tentang Penutupan Sementara Tempat Usaha Hiburan dan Rekreasi Pada Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Agus Suriyono Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan.

Surat Edaran tersebut dikeluarkan pada 12 April 2021 yang ditandatangani langsung Wali Kota Medan, Bobby Nasution. Dalam SE tersebut dituliskan, berbagai tempat hiburan dan rekreasi seperti diskotik, klub malam, gelanggang permainan ketangkasan, tempat karaoke, live music, rumah minum, PUB, SPA, dan Panti Pijat untuk sementara harus ditutup, dengan ketentuan menyesuaikan peraturan resmi dari pemerintah.

“Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 4 Tahun 2014 tentang Kepariwisataan Nomor 29 Tahun 2014 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata Pasal 58 ayat (1) disebutkan bahwa dalam rangka menghormati Bulan Suci Ramadan usaha penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi seperti Diskotik, klub malam, Gelanggang Permainan Ketangkasan, tempat karaoke, live music, rumah minum, Pub, Spa, dan Panti Pijat untuk sementara ditutup, dengan ketentuan menyesuaikan peraturan resmi dari pemerintah,” tulis Surat Edaran tersebut.

Penutupan tempat hiburan dan rekreasi tersebut dimulai sejak tanggal 12 April atau malam tarawih pertama hingga 13 Mei 2021 mendatang.”Sehubungan dengan hal tersebut maka diminta kepada saudara pimpinan/penangung jawab usaha penyelenggara kegiatan hiburan dan rekreasi untuk melakukan penutupan pada hari besar keagamaan yakni Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah,” katanya.

Surat Edaran tersebut juga disampaikan ke Forum Komunikasi Perangkat Daerah (Forkopimda) Kota Medan, Sekda Kota Medan, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Medan, Kepala Kantor Departemen Agama Kota Medan dan Camat Se Kota Medan.

Sebelumnya, Bobby Nasution juga telah menegaskan dikeluarkannya surat edaran tersebut.

“Untuk tempat hiburan saya sudah berikan Surat Edaran, itu harus ditutup selama Ramadan,” tegas Bobby.

Namun, Bobby mengaku tetap memberikan kesempatan bagi pemilik-pemilik usaha rumah makan atau warung yang beroperasi di siang hari untuk tetap berbuka selama bulan Ramadan 1442 H. Hanya saja, setiap pemilik usaha, diminta untuk dapat menghormati setiap umat muslim di Kota Medan yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

“Kalau siang pastinya kita minta menghormati puasa. Bukan kali ini kita puasa. Kita harus saling menghormati supaya semua bisa lancar puasanya,” ucap Bobby.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Agus Suriyono, mengatakan lokasi yang ditutup sementara selama bulan Ramadan adalah lokasi hiburan dan rekreasi yang disebutkan di dalam Surat Edaran.”Sesuai dengan SE tersebut, untuk sementara waktu ditutup dulu di Ramadan hingga lebaran nanti. Setelah itu berdasarkan arahan, selanjutnya nanti akan diperbolehkan kembali untuk buka,” kata Agus.

Agus pun mengatakan, jika lokasi food court atau pusat penjualan makanan tetap diperbolehkan untuk dibuka, dengan catatan tetap memenuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Untuk Kesawan City Walk dan pusat penjualan dan perbelanjaan masih tetap dibuka sesuai dengan Perwal No.27/2020. Tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” jelasnya.

Agus berharap agar para pelaku usaha penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi dapat bersikap kooperatif dalam membantu pemerintah dalam mencegah Covid-19 dan kondusifitas berlangsungnya ibadah umat muslim Kota Medan selama Bulan Ramadan. (map/ila)

Kunjungi Ketua MUI dan Ketua Muhammadiyah Labuhanbatu, Elya Rosa Siregar Minta Doakan PSU Pilkada Berjalan Lancar

KUNJUNGI: Elya Rosa Siregar kunjungi Ketua MUI, dan Ketua Muhammadiyah Labuhanbatu.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Labuhanbatu Darwis, dan Ketua Muhammadiyah Yursalim merasa bernostalgia saat menerima kunjungan mantan Ketua DPRD periode 2009-2014, Labuhanbatu Elya Rosa Siregar, di kediamannya masing-masing di Rantauprapat, Senin (12/4).

KUNJUNGI: Elya Rosa Siregar kunjungi Ketua MUI, dan Ketua Muhammadiyah Labuhanbatu.

Ketua MUI Labuhanbatu, Darwis, yang pertama kali dikunjungi menyambut hangat kedatangan Elya Rosa, didampingi Ketua DPC PKB Labuhanbatu Umar Lubis. Dalam perbincangan yang sangat akrab itu,. Darwis mengingatkan ada kenangan manis antara dia dan Hj. Elya Rosa Siregar saat masih menjabat sebagai Ketua DPRD.

Dikesempatan itu, Elya Rosa yang juga Calon Wakil Bupati Labuhanbatu, menyampaikan kedatangannya untuk bersilaturahmi sekaligus mohon maaf menjelang bulan suci Ramadan. Tak lupa pula ia meminta doa agar pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Labuhanbatu berjalan lancar.

Dari sana, pasangan Cabup Erik Adtrada Ritonga ini menyambangi kediaman Ketua Muhammadiyah Yursalim. Seperti halnya Ketua MUI, Ketua Muhammadiyah juga bernostalgia dengan Elya Rosa Siregar.

“Bu Ellya Rosa ini adalah junior saya sewaktu di Partai Golkar. Beliau sering datang ke kediaman saya,” ucap Yursalim mengenang masa lalu mereka. Kepada Yursalim, Elya Rosa Siregar juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan bathin menjelang puasa ramadhan dan meminta doa agar pelaksanaan PSU Pilkada Labuhanbatu berjalan aman dan damai.

Ketua MUI dan Ketua Muhammadiyah, menyatakan akan mendoakan agar pelaksanaan PSU berlangsung damai dan Labuhanbatu dapat pemimpin amanah. (fdh)