BLOKIR: Warga Binjai melakukan aksi blokir jalan dengan menanam pohon dan bakar ban bekas di Jalan Gatot Subroto akses menuju objek wisata Bukit Lawang, Kamis (8/4).
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kecewa dengan kondisi badan jalan yang kupak kapik dan tak ada perbaikan, warga melakukan aksi blokir dengan menanam pohon pisang dan bakar ban bekas di Jalan Gatot Subroto, Binjai Barat, Kamis (8/4).
BLOKIR: Warga Binjai melakukan aksi blokir jalan dengan menanam pohon dan bakar ban bekas di Jalan Gatot Subroto akses menuju objek wisata Bukit Lawang, Kamis (8/4).
Menurut salah seorang warga, Alvian menyatakan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan dan protes terhadap pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yang hingga saat ini belum ada melakukan perbaikan jalan yang rusak di kawasan tersebut. “Kami warga kecewa, sebab jalan ini tidak kunjung diperbaiki. Padahal, jalan ini rusak sudah lebih dari 3 tahun,” kata dia.
Jalan tersebut diketahui penghubung dua Kota Binjai menuju Kabupaten Langkat. Bahkan jalan itu juga menuju destinasi wisata Bukit Lawang.
“Ini jalan provinsi yang menghubungkan Kota Binjai dan Kabupaten Langkat, bahkan ini merupakan jalur akses menuju tempat wisata yang ada di Bahorok seperti Bukit Lawang,” ujar dia.
Karenanya, warga meminta kepada instansi terkait agar segera melakukan perbaikan pada badan jalan sepanjang 3 kilometer tersebut. “Jika jalan ini tidak segera diperbaiki, kami akan tetap melakukan aksi ini sampai pemerintah mendengarkan aspirasi kami,” cetusnya.
Warga lain, Azrai menambahkan, penghentian akses jalur dari Kota Binjai menuju Kabupaten Langkat sengaja dilakukan warga, agar pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut. “Ini sengaja kami lakukan agar pemerintah dan pihak terkait tanggap dan segera melakukan perbaikan jalan ini,” ujar Azrai.
Dikatakannya, akibat jalan rusak itu, banyak warga dan pengendara mengalami kecelakaan saat melintas di jalur tersebut. “Kalau pengendara roda banyak kali yang kecelakaan. Kebanyakan terjatuh akibat mengindari lubang dan akibat jalan yang bergelombang,” sebutnya.
Kepada Pemprov Sumut, kata Azrai, agar segera turun ke lokasi untuk melihat kondisi jalan dan secepatnya lakukan perbaikan. Mengingat sebentar lagi memasuki bulan suci Ramadan, banyak warga yang lalu lalang di jalan tersebut untuk menjalankan aktifitasnya sehari-hari.
“Ini mau masuk bulan Ramadan, biasanya menjelang lebaran ini juga jalur digunakan untuk warga menuju objek wisata Bukit Lawang untuk menghabiskan waktu,” serunya.
Sementara, Camat Binjai Barat, Samuel mengatakan saat ini pihaknya telah berkordinasi dengan dinas PU terkait jalan rusak tersebut. “Kita sudah kordinasi dengan pihak PU Binjai dan Pemprov Sumut. Nanti jika ada perkembangan selanjutnya akan kami berikan informasi selanjutnya,” tukas Samuel. (ted/han)
OTOPSI: Jenazah Rico Rampati saat diotopsi Rumah Sakit Umum Tanjungpura, Rabu (7/4). Korban tewas dibunuh oleh Sopian menggunakan pisau.Iliyas/sumutpos.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Rico Rampati tewas usai dianiaya Sopian (45) menggunakan sebilah pisau di Dusun VI Payabelibis, Desa Stabatlama Barat, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu (7/4) sekitar pukul 22.30 WIB. Korban dibunuh karena dianggap tak bertanggung jawab usai menghamili putri pelaku.
OTOPSI: Jenazah Rico Rampati saat diotopsi Rumah Sakit Umum Tanjungpura, Rabu (7/4). Korban tewas dibunuh oleh Sopian menggunakan pisau.Iliyas/sumutpos.
Paur Subbag Humas Polres Langkat, Aiptu Yasir Rahman mengatakan, kejadian itu berawal saat korban menggunakan sepeda motor mendatangi rumah pacarnya di Dusun VI Paya Belibis, Desa Stabat Lama Barat, Rabu (7/4) malam.
Setiba di rumah pacarnya bernama Tiara, terjadi cekcok antara Riko dengan Sopian. Pelaku saat itu meminta pertanggungjawaban terhadap korban, lantaran menghamili putrinya, Tiara.
“Sesuai keterangan pelaku bahwa korban tidak mau bertanggung jawab. Menyebabkan pelaku emosi dan melakukan penganiayaan terhadap korban dengan menggunakan sebilah pisau dan Rico meninggal dunia,” kata Yasir, Kamis (8/4).
Lanjutnya, saat ini korban berada di Rumah Sakit Umum Tanjungpura dan telah dilakukan visum luar oleh pihak medis.
“Hasil pemeriksaan awal bahwa ditemukan banyak luka di antaranya leher, badan, dan tangan. Kemudian oleh pihak keluarga meminta agar korban langsung dibawa ke rumah duka dan bermohon agar anaknya tidak dilakukan otopsi terhadap jenazah Rico,” jelas Yasir.
Setelah kejadian itu, pelaku beserta barang bukti berupa sebilah pisau, satu unit sepeda motor, dan baju serta celana korban yang terdapat bercak darah telah diamankan polisi. (yas/azw)
Zero, seniman mural dari Singapura, berdiri di depan mural karyanya berjudul Under The same Sun. Singapore Tourism Board meluncurkan bagian karya mural yang terpisah antara Singapura dan Indonesia di M Bloc Space Jakarta, Kamis (8/4), sebagai bagian dari “SingapoReimagine” di Indonesia.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Di tengah pandemi Covid-19, negara Singapura menata ulang industri pariwisatanya. Meluncurkan inisiatif “SingapoReimagine” di Indonesia, Singapore Tourism Board (STB) ingin menghidupkan kembali impian perjalanan wisatawan dengan perspektif yang segar.
“Melalui inisiatif SingapoReimagine, pariwisata Singapura menciptakan standar baru pariwisata untuk memenuhi kebutuhan pengunjung yang terus berkembang, serta memastikan bahwa setiap aspek pengalaman mereka tetap aman dan menyenangkan,” kata Chief Executive STB, Keith Tan, saat temu media virtual bertema “SingapoReimagine” di Indonesia, dengan meluncurkan bagian karya mural yang terpisah antara Singapura dan Indonesia di M Bloc Space Jakarta, Kamis (8/4).
Menurut hasil studi COVID-19 Impact Analysis yang dilakukan STB di 15 negara melalui kantor perusahaan riset pasar, Ipsos, pada bulan Januari 2021 lalu, kata Keith Tan, tingkat kepercayaan diri wisatawan Indonesia dalam bepergian ke luar negeri terus meningkat. Wisatawan ini dikelompokkan dengan 68% wisatawan leisure dan 88% wisatawan BTMICE (Business Travel and Meetings, Incentive Travel, Conventions and Exhibitions).
Persentase itu mengindikasikan kemungkinan untuk melakukan perjalanan internasional dalam 12 bulan ke depan. Hal ini sejalan dan di atas rata-rata tren global yang menunjukkan intensi berwisata internasional sebesar 68% untuk wisatawan leisure dan 72% untuk wisatawan BTMICE.
“COVID-19 adalah krisis terbesar yang pernah kami hadapi dalam industri perjalanan dan pariwisata. Namun, hal ini juga menawarkan kami kesempatan untuk mengatur ulang dan menghidupkan kembali industri kami dengan cara yang tidak pernah kami bayangkan mungkin terjadi setahun yang lalu. Perjalanan untuk menata kembali industri perjalanan telah dimulai di Singapura,” kata Keith Tan.
Upaya terbaru STB untuk mempertahankan daya tarik Singapura sebagai tujuan bisnis dan rekreasi terkemuka difokuskan pada tiga prioritas utama, yaitu memulihkan arus wisatawan ke Singapura, memfasilitasi transformasi industri dan bisnis, dan mempertahankan citra positif untuk menjaga Singapura sebagai destinasi wisata pilihan.
Untuk memulihkan arus wisatawan ke Singapura, STB bekerja sama dengan badan pemerintah Singapura lainnya dalam menjajaki berbagai opsi untuk pembukaan kembali perbatasan yang aman. Connect@Singapore dengan Connect@Changi sebagai fasilitas perdana yang diluncurkan pada Februari 2021, merupakan salah satu contoh upaya Singapura dalam membuka kembali perbatasan secara terkendali dan aman.
Inisiatif ini memungkinkan sejumlah wisatawan bisnis, resmi, dan bernilai ekonomi tinggi untuk memasuki Singapura secara terbatas dengan masa inap jangka pendek hingga 14 hari. Dimulainya kembali acara-acara terkenal seperti Mobile Legends Bang Bang (MLBB) M2 World Championship, ONE Esports DOTA2 Singapore Major dan 15 negara termasuk Australia, China, Jerman, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, Thailand, UK, USA, Vietnam dan Taiwan.
TraveRevive, dll., juga merupakan bagian dari upaya untuk menyelenggarakan kembali acara MICE dan dan Gaya Hidup/ Olah Raga secara bertahap dan aman di Singapura.
STB juga mempertahankan citra positif Singapura agar menjadi destinasi wisata yang diingat juga menjadi prioritas utama STB sejak adanya pembatasan perjalanan selama pandemi di Indonesia. Sepanjang kurun waktu tersebut, STB telah menginisiasi berbagai kampanye untuk menghibur dan menginspirasi masyarakat Indonesia yang merindukan traveling.
Sebagai bagian dari upayanya, STB meluncurkan kampanye #TravelThrowback pada bulan Juli 2020 untuk mengajak masyarakat Indonesia berbagi foto perjalanan dan kenangan mereka tentang perjalanan di negara-negara di Asia Tenggara. STB juga memperkenalkan serial “Cook with Me” dengan chef selebriti Martin Praja dan “Jalan-jalan Bersama Marissa” dengan presenter Marissa Nasution, serta kampanye TikTok Kangen Singapura.
Mohamed Firhan Abdul Salam, Area Director STB Indonesia (Jakarta) mengatakan, STB memulai inisiatif SingapoReimagine di Indonesia pada titik penting saat mereka mengantisipasi dan bersiap untuk pemulihan wisata leisure.
“Sebagai permulaan, kami ingin memicu imajinasi masyarakat Indonesia untuk berwisata kembali melalui seni. Kami mengundang dua seniman, satu dari Singapura dan satu dari Indonesia, untuk berkolaborasi membuat karya mural yang terpisah di antara kedua negara, menggunakan seni sebagai medium penghubung audiens kami,” kata dia.
Seni mural telah memainkan peran penting dalam memberikan pengalaman menyegarkan di kawasan terkenal Singapura, seperti Little India, Chinatown dan Kampong Gelam. Sebelum pandemi, orang Indonesia juga senang berfoto dengan seni mural di Singapura untuk mengingat liburan mereka serta membagikannya di media sosial. “Penggunaan Augmented Reality (AR) dalam aktivasi mural di M Bloc space Jakarta ini juga akan semakin meningkatkan pengalaman dan imajinasi pengunjung. Kami berharap karya mural ini akan semakin menarik minat masyarakat untuk berwisata kembali dalam waktu dekat dan menjelajahi Singapura,” jelasnya.
Seniman mural asal Indonesia, Stereoflow, dalam proses melukis mural di M Bloc Space.
Kolaborasi Karya Mural
Kolaborasi karya Mural yang diluncurkan kemarin pada acara media virtual “Hidupkan Kembali Impianmu di Singapura” di M Bloc Space di Jakarta, mengawali inisiatif SingapoReimagine di Indonesia. Bertajuk “Under the Same Sun”, karya tersebut merupakan gagasan seniman Stereoflow dari Indonesia dan ZERO dari Singapura yang terpisah secara geografis, namun digambarkan bermimpi di bawah matahari yang sama. Kedua karya mural lintas negara tersebut memiliki satu makna, yakni meski saat ini terpisah dan tidak dapat melakukan perjalanan, kita semua melalui situasi tersebut bersama, dan bersatu di bawah matahari yang sama.
Karya mural yang dilakukan kedua seniman tersebut dipenuhi dengan berbagai unsur simbolisme yang mencerminkan keinginan orang untuk kembali berwisata dan terhubung kembali dengan keluarga dan teman setelah pandemi berakhir. Para seniman menggunakan garis dan simbol yang bertindak sebagai pintu gerbang untuk perjalanan waktu dan ruang. ZERO memilih untuk menampilkan gapura dalam karya seninya, sedangkan Stereoflow memilih Marina Bay dan Gardens by the Bay, sebagai bagian dari ikon yang memiliki arti lebih bagi keduanya. Mereka memproyeksikan harapan untuk masa depan perjalanan melintasi perbatasan melalui landmark yang dapat dikenali, sementara gambar diri yang didekonstruksi, mewakili skenario saat ini untuk lebih melakukan perjalanan ke dalam diri daripada ke luar. Karya seni ini juga menggambarkan gagasan perjalanan pikiran, penghormatan terhadap kekuatan imajinasi dan mengingatkan pengunjung akan kemampuan mereka sendiri.
Karya mural ini juga merupakan bagian lebih luas dari proyek Hall of Fame2 di Kampong Gelam, Singapura. Tersebar di Bali Lane dan Ophir Road, proyek ini menampilkan tujuh belas mural, termasuk karya seni ZERO untuk menambah warna dan karakter pada semangat Kampong Gelam. Ini adalah Hall of Fame grafiti pertama di Asia Tenggara, tempat dengan beberapa dinding di mana seniman dapat melukis dengan bebas.
Dengan adanya setengah lukisan mural yang dilakukan Stereoflow di M Bloc Jakarta, diharapkan masyarakat Indonesia dapat membayangkan berwisata kembali ke Singapura dan mengunjungi setengah lukisan mural lainnya yang dilakukan ZERO di Bali Lane, Kampong Gelam, pada saat yang tepat.
“Seni mural merupakan media bagi kami untuk menyampaikan pesan-pesan yang kuat dan bermakna tentang kemanusiaan dan gagasan. Kami ingin orang-orang mulai bebas membayangkan tentang rencana perjalanan mereka dan menghidupkan kembali impian mereka untuk bepergian, seperti bagaimana ZERO dan saya memulai perjalanan kami untuk membayangkan kembali berwisata melalui proyek ini, ”kata Stereoflow, yang memiliki nama asli Adi Dharma.
Masyarakat Indonesia juga dapat memanfaatkan teknologi untuk menikmati karya mural tersebut melalui Augmented Reality (AR) yang akan tersedia secara langsung di lokasi. Pengguna dapat membenamkan diri dalam makna seni yang ada serta berpose menggunakan karya mural ini sebagai latar belakang. Mengangkat teknologi untuk para wisatawan dapat membayangkan berwisata kembali ke Singapura adalah dimensi penting lainnya dari inisiatif SingapoReimagine. Singapura bertujuan untuk menciptakan berbagai kemungkinan dalam penawaran pariwisatanya melalui pengalaman virtual yang menawarkan cara baru untuk menyenangkan pengunjung, tanpa mengesampingkan faktor keamanan.
Jolene Goh, Area Director STB Indonesia (Surabaya) mengatakan “Sebagai bagian dari inisiatif SingapoReimagine di Indonesia, STB bermitra dengan beberapa media untuk menciptakan konten yang disesuaikan untuk masyarakat Indonesia, bekerjasama dengan influencer Indonesia yang berdomisili di Singapura untuk berbagi informasi, mempertahankan hubungan baik dengan para mitra industri pariwisata di Indonesia, serta membangun kemitraan yang efektif sebagai bagian dari pemulihan industri pariwisata di Singapura. (rel)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Untuk mendorong pengembangan kapasitas dan kualitas sekolah secara berkelanjutan, program PINTAR Tanoto Foundation meluncurkan program pelatihan berbasis digital Learning Management System (LMS). Diberi nama e-PINTAR, melalui program ini, para guru dari seluruh Indonesia dapat berlatih secara mandiri untuk mengembangkan pembelajaran aktif dalam pembelajaran tatap maya atau tatap muka melalui platform LMS pintartanoto.id.
Juni Hari Yanto Guru SDN 28 Indrapura sedang mempraktikkan penggunaan e-Pintar melalui platform learning management system (LMS) pintartanoto.id. Melalui e-PINTAR, Tanoto Foundation melatih dan mendampingi para guru di Indonesia cara mengembangkan pembelajaran aktif dalam pembelajaran tatap maya atau tatap muka, Rabu (7/4).Istimewa/Sumut Pos.
Direktur Program PINTAR Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati, mengatakan, untuk tahun ini, pelatihan daring bisa diikuti oleh individu guru melalui pendaftaran terbuka dan kelompok belajar guru melalui undangan. “Angkatan pertama pelatihan e-PINTAR akan dilaksanakan pada April 2021 yang diikuti sekitar 800 peserta yang dilaksanakan secara bertahap. Tanoto Foundation juga sudah menyiapkan 60 fasilitator yang akan mendampingi peserta,” katanya, Kamis (8/4).
Ari mengatakan, pandemi semakin mempercepat penggunaan teknologi untuk kemajuan pendidikan. Tanoto Foundation pun ingin memanfaatkan daya ungkit teknologi untuk bisa menjangkau guru-guru di luar daerah binaan kami agar bisa menerima pelatihan praktikal untuk pembelajaran.
Melalui e-PINTAR, katanya, para guru dilatih mengembangkan pembelajaran aktif dengan unsur MIKiR atau mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi; mengembangkan pertanyaan yang mendorong siswa berpikir produktif, imajinatif, dan terbuka; serta pengelolaan kelas sehingga siswa dapat lebih efektif dalam pembelajaran jarak jauh atau tatap muka.
“Para guru yang terlibat dalam pelatihan ini didorong untuk memperkuat jejaring antar guru melalui inovasi pembelajaran peer-learning dan penguasaan teknologi untuk pembelajaran,” katanya.
Salah seorang peserta guru SDN 040460 Berastagi, Serma Ulipa, mengatakan, E-larning yang disediakan oleh Tanoto Foundation sudah bagus, mudah diakses, tampilan halaman utama sederhana, terdapat konten yang interaktif dan fitur yang sistematis. “Jika ini diterapkan ke guru-guru sangat membantu dalam proses belajar mengajar,” katanya.
Sementara itu, Guru SDN 28 Indrapura fasilitator pelatihan e-Pintar, Juni Hari Yanto, juga turut merasakan manfaat dari program ini. “Selaku Fasilitator dalam Program E- Pintar untuk memfasilitasi Peserta Nasional, saya merasa sangat senang dan antusias dalam mengikuti programnya membantu mengembangkan kemampuan kompetensi guru dalam menggunakan teknologi dikolaborasikan dengan proses pembelajaran, dimana berpusat kepada peserta didik serta dapat mengembangkan Praktik Baik kepada seluruh guru dari pelosok daerah,” katanya.(rel)
DONASI:
Presiden Direktur PT MMKSI Naoya Nakamura bersama Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto saat penyerahan donasi Mitsubishi Outlander PHEV, Rabu (7/4).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Indonesia saat ini gencar melakukan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat secara bertahap. Sebagai bentuk kontribusi dan dukungan terhadap program pemerintah tersebut, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), distributor resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi di Indonesia dari Mitsubishi Motors Corporation (MMC), mendonasikan tiga unit Mitsubishi Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) kepada Kementerian Kesehatan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Palang Merah Indonesia (PMI).
DONASI:
Presiden Direktur PT MMKSI Naoya Nakamura bersama Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto saat penyerahan donasi Mitsubishi Outlander PHEV, Rabu (7/4).
Melalui penandatanganan nota kesepakatan secara terpisah, MMKSI dan ketiga pihak penerima donasi sepakat untuk menggunakan keunggulan dan fitur-fitur canggih pada model Outlander PHEV untuk digunakan dalam mendukung kegiatan kemanusiaan. Salah satunya untuk membantu menyalurkan vaksin Covid-19 yang memerlukan tenaga listrik dalam proses pendistribusiannya. Penandatanganan kesepakatan tersebut akan diwakili Presiden Direktur PT MMKSI Naoya Nakamura bersama Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto. Rencana selanjutnya akan dilakukan penandatanganan dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan drg. Oscar Primadi, MPH dan Wakil Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Ginandjar Kartasasmita.
“Sektor kemanusiaan menjadi salah satu fokus komitmen kami, seperti halnya di masa pandemi ini, kami terus berperan aktif dalam memberikan dukungan untuk membantu proses pemulihan dampak Covid-19. Kali ini, PT MMKSI ingin berkontribusi untuk mengakselerasi program vaksinasi pemerintah, dengan menghibahkan Outlander PHEV kepada sejumlah instansi terkait. Diharapkan kemampuan discharging kendaraan ini dapat mengoptimalkan proses distribusi vaksin hingga ke daerah-daerah, serta memberikan dampak positif bagi kegiatan kemanusiaan lainnya,” jelas Naoya Nakamura, Presiden Direktur PT MMKSI.
Penandatanganan surat hibah yang pertama dilakukan antara Presiden Direktur PT MMKSI Naoya Nakamura dengan Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto pada hari Rabu, 7 April 2021. Kementerian BUMN merupakan bagian dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, dalam operasional program penanggulangan Covid-19, seperti pelaksanaan vaksinasi, pendistribusian vaksin, dan peralatan medis.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia atas Hibah Mobil Listrik berjenis Mitsubishi Outlander PHEV ini. Mobil ini akan kami gunakan untuk mendukung kegiatan penanggulangan Covid-19. Selain itu, kendaraan ini juga akan dioptimalkan sebagai pendukung program kemanusiaan lainnya, seperti penanggulangan bencana, dan lain-lain,” ujar Susyanto, Sekretaris Kementerian BUMN. (rel/adz)
Di sepanjang pandemi ini, MMKSI telah memberikan berbagai kontribusinya untuk Indonesia, di antaranya adalah donasi wastafel portable dan donasi masker kepada RSUD dan fasilitas kesehatan di Jabodetabek, serta donasi Mitsubishi L-300 kepada PMI, dan kegiatan penanggulangan Covid-19 lainnya menggunakan Outlander PHEV yang juga berkolaborasi dengan PMI. Selain berkaitan dengan pandemi, MMKSI juga telah memberikan bantuannya untuk para korban bencana alam yang terjadi di Sulawesi Barat, Jawa Barat, dan DKI Jakarta yang bekerjasama dengan beberapa lembaga pemerintah lainnya di tahun 2020-2021 ini. (rel/adz)
DAIRI, SUMUTPOS.CO – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Sidikalang, Kabupaten Dairi, menggelar undian Simpedes petiode II tahun 2020. Penarikan undian Simpedes digelar di Aula Kodim 0206 di Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, Rabu (7/4).
Asisten Manager Pemasaran mewakili Pimpinan Cabang BRI Sidikalang, Amrico Thomas menyampaikan, penarikan undian Simpedes hari ini, periode 1 September 2020 – 28 Februari 2021 atau undian ke-66 kalinya di Kantor cabang BRI Sidikalang.
Amrico memaparkan, BRI berperan aktif mendorong pembangunan di Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat untuk membantu meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengusaha ekonomi kecil dan menengah dengan penyaluran kredit Kupedes, Kur dan UMKM serta kredit program. Disebutkan, penyaluran kredit dari tahun ke tahun terus meningkat. Perkembangan kredit kupedes, Kur dan UMKM serta kredit program per Maret 2021 meningkat sebesar Rp42,7 miliar (naik 5 persen) dari tahun 2020. “Begitu juga perkembangan dana, di bulan Maret 2021 meningkat sebesar Rp85,3 miliar dari tahun 2019 atau tumbuh sebesar 13 persen. Tabungan Simpedes tahun 2020 tumbuh sebesar 14 persen dari tahun 2019 dan Casa tumbuh 17 persen dari tahun 2019,” ucapnya.
Sementara jumlah rekening simpanan pada Bulan Maret 2021 sebanyak 221, 214 rekening atau meningkat 21 persen dari tahun 2019. Untuk memobilisasi dana, BRI memperkenalkan simpanan kepada nasabah berupa Simpedes, Britama, Giro dan Deposito. BRI Sidikalang memiliki 1 Kantor Cabang, 7 Kantor BRI Unit, 2 Kantor BRI Teras, 1 Teras Keliling, 504 agen Brilink mesin EDC serta 11 EDC Merchant. Mendukung program Pemkab Dairi Go Digital khususnya digitalisasi UMKM dan Smart City.
“BRI Sidikalang meluncurkan pembayaran secara digital berupa QRIS sebanyak 793 dan 4 diantaranya dirumah ibadah serta 132 pedagang telah terdaftar di Web Pasar yang bisa diakses melalui pasar.id,” ungkapnya.
Amrico mengatakan, penarikan undian hadiah Simpedes, wujud penghargaan BRI atas kesetiaan dan loyalitas nasabah yang senantiasa berbisnis dengan BRI. Jumlah dana disediakan sebesar Rp402 juta lebih dengan total 53 hadiah dengan hadiah utama 1 unit mobil Honda Mobilio.
Hadiah utama dimenangkan, Reni Fransiska Berutu nasabah BRI unit Salak Kabupaten Pakpak Bharat. Dalam 2 kali pengundian Simpedes, nasabah BRI unit Salak menangkan hadiah utama mobil. Kepala Unit BRI Salak, Jitenra Girsang mengaku senang dan bangga nasabah dari unit BRI dipimpinya 2 kali berturut-turut berhasil metiah hadiah mobil.
Ia mengajak nasabah terus meningkatkan saldo simpanan untuk mendapatkan peluang lebih besar.Pengundian dihadiri Notaris Binahar Hutapea, dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, mewakili Kapolres dan Dandim 0206 serta perwakilan nasabah dari semua unit BRI cabang Sidikalang. (rud)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution menunjukkan ketegasannya dalam menata bangunan heritage di kawasan Kesawan. Hal itu terbukti setelah tim petugas Satpol PP Kota Medan tampak kembali menghancurkan sejumlah bagian dari bangunan tak berizin di Jalan Ahmad Yani VII, tepatnya di depan Gedung Warrenhuis, Selasa (7/4).
Seperti diketahui, kawasan Kesawan yang masih banyak berdiri bangunan bersejarah akan direvitalisasi oleh Pemko Medan dibawah pemerintahan Bobby Nasution. Menantu Presiden Jokowi itu dengan tegas menindak bangunan, karena pemilik bangunan tak mau mengikuti aturan yang ada di Pemerintahan Kota Medan.
Belakangan diketahui, bangunan yang mendapatkan tindakan tegas itu merupakan milik Beni Basri. Bangunan tersebut ternyata tak mendapatkan Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) karena tidak sesuai dengan bentuk aslinya. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan, Benny Iskandar ST MT.”Memang tak ada izinnya itu, makanya kita bongkar sesuai aturan yang berlaku. Kita sudah koordinasi dengan Satpol PP untuk eksekusi,” kata Benny.
Benny juga mengatakan, bahwa pihaknya sudah bermusyawarah dengan pemilik bangunan dan memberi tempo hingga Senin (6/4) kemarin. Namun, pemilik bangunan tetap tidak mengindahkan arah dan akhirnya dilanjutkan dengan pembongkaran.”Rekomendasi izin tak akan keluar jika pemilik bangunan tak mampu mengembalikan bangunan ke bentuk awalnya,” tegasnya.
Padahal, kata Benny, pemilik bangunan sudah diberikan contoh berupa foto bangunan sebelumnya yang diberikan oleh Dinas Kebudayaan Kota Medan.”Pak Wali Kota ingin bangunan di kawasan Kesawan sesuai dengan aslinya. Kalau ada pemilik bangunan yang ingin membangun harus sesuai bentuk aslinya. Begitu juga untuk renovasi dan sebagainya. Dan foto lama bangunan itu sudah diberikan oleh Dinas Kebudayaan sebagai rekomendasi sebelum dibangun menjadi seperti sekarang,” kata Benny.
Kata Benny, penegakan hukum terhadap kawasan cagar budaya benar-benar dilakukan oleh Wali Kota Medan.”Pak wali dengan tegas ingin mengembalikan kawasan cagar budaya kawasan Kesawan dan sekitarnya,” tandasnya.
Sementara itu di lapangan, tim terpadu Satpol PP tampak merobohkan sejumlah sudut bangunan. Bahkan petugas tampak sampai naik ke lantai dua bangunan dan menghancurkan secara manual tembok bangunan dengan menggunakan palu.
Tak cuma itu, satu unit alat berat berupa dozer ekskavator juga diturunkan untuk merusak bangunan di bagian yang sulit dijangkau. Dari data yang diperoleh, lahan bangunan itu berukuran 4,5 m x 16,25 m dan bangunan 4 m x 13, 25 m.
Sementara itu, Wali Kota Medan Bobby Nasution menegaskan bahwa seluruh bangunan di kawasan Heritage harus mengikuti regulasi terkait perlindungan cagar budaya.
“Terkhusus daerah Kesawan jangan merubah bentuk. Ikuti regulasi. Tempat ini harus kita lestarikan,” tegasnya. (map/ila)
DEMO: Massa PMII Medan menggelar aksi damai sebagai bentuk protes kenaikan harga BBM nonsubsidi di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (7/4). prans/sumutpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Sumatera Utara terus menuai protes oleh elemen masyarakat. Gedung DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (7/4) kembali menjadi sasaran aksi protes tersebut. Kali ini, melalui aksi damai, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Medan mendesak DPRD Sumut bereaksi atas kenaikan BBM nonsubsidi di wilayah ini.
DEMO: Massa PMII Medan menggelar aksi damai sebagai bentuk protes kenaikan harga BBM nonsubsidi di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (7/4). prans/sumutpos.
Massa aksi terlihat memanjat gerbang DPRD Sumut sembari berteriak menyampaikan orasinya. Mereka juga menempelkan tulisan-tulisan berisi tuntutan ke gerbang DPRD Sumut.
“Jangan tutup mata jangan tutup telinga. Jangan berdalih pandemi, rakyat sudah susah, anggota dewan yang terhormat harus mendesak agar Pemprovsu dan Pertamina menurunkan kembali harga BBM di Sumut,” kata Koordinator Aksi, Rahmad Akhir.
Pihaknya, lanjut Rahmad, menyesalkan sikap Pemprovsu maupun Pertamina yang bertindak semena-mena. Sampai harga BBM itu kembali diturunkan, PMII akan terus menggelar aksi damai.
Menanggapi itu, sejumlah anggota DPRD Sumut yang mendatangi massa aksi memastikan akan menyampaikan aspirasi dimaksud. “Kami sudah rencanakan akan memanggil Pertamina dan pihak Pemprovsu tanggal 12 (April)mendatang,” kata Wakil Ketua DPRD Sumut, Rahmansyah Sibarani.
Pernyataan Rahmansyah langsung ditanggapi massa aksi. Salah seorang mahasiswa justu menyebut rencana itu terlalu lama. “Terlalu lama, sudah keburu tumbang orang,” katanya.
Namun pendemo kembali diyakinkan agar bersabar dan memastikan aspirasi mereka akan ditanggapi. Kurang lebih sejam berorasi, massa PMII pun meninggalkan lokasi aksi.
Sebelum ini, massa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumut, elemen buruh dari FSPMI Sumut juga melancarkan aksi protes atas kenaikan harga BBM nonsubsidi di Sumut sejak 1 April kemarin. Dalam tuntutannya saat berunjukrasa di kantor Gubsu dan DPRD Sumut, massa meminta agar Gubernur Edy Rahmayadi mencabut Pergubsu No.1/2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), yang dianggap sebagai pemicu kenaikan harga BBM nonsubsidi. Selanjutnya kepada Pertamina juga didesak membatalkan kebijakan dimaksud karena berefek domino terhadap hajat hidup rakyat Sumut.
Bawa Aspirasi Pemprov ke Pusat
Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Regional Sumbagut, Herra Indra Wirawan mengatakan, PT Pertamina MOR I Sumbagut segera menyampaikan usulan Pemerintah Provinsi Sumut ke Pertamina Pusat agar membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Sumut.
Hal itu dikatakannya kepada wartawan usai bertemu dengan gubernur Sumut yang diwakili Kepala Dinas Kominfo Sumut, Irman Oemar, Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Sumut, Achmad Fadly, Plt Asisten Pemerintahan Afifi Lubis, dan Asisten Administrasi Umum, M Fitriyus di lantai 2 Kantor Gubsu, Rabu (7/4).
“Yang pertama perlu diluruskan yakni bahwa kita tidak ada ribut dengan pemerintah daerah. Kemudian kita juga akan meneruskan usulan Pemprov Sumut ke direksi (Pertamina Pusat),” ujar Herra.
Kata dia, peraturan gubernur Sumut merupakan salah satu komponen dari kenaikan BBM nonsubsidi. Selain itu, dasarnya ada keputusan menteri ESDM serta peraturan daerah. “Untuk ini tak perlu lagilah saya jelaskan, karena rekan-rekan sudah mengetahuinya. Namun yang perlu diketahui harga di masing-masing provinsi ini berbeda-beda. Jadi sebenarnya ini sudah tidak usah dibahas lagi karena masing-masing daerah punya kepentingan yang berbeda,” terangnya didampingi Taufikurachman selaku Unit Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, dan sejumlah staf.
Sumut dan Aceh merupakan wilayah yang lebih lama menaikan harga BBM nonsubsidi dibandingkan daerah lain di regional Sumatera. Begitupun, saat ditanya berapa lama usulan tersebut akan disampaikan, Herra belum bisa memastikan. Mengingat, segala kebijakan perlu dibicarakan dengan pusat.
“Kalau harga mungkin tetap saja naik. Tapi bisa saja Pertamina yang nanti mensubsidi kenaikan (Rp200 per liter) itu. Tapi meskipun begitu intinya usulan Pemprov Sumut ini tetap kita sampaikan. Karena ini menjadi dasar kami,” katanya.
Pihaknya turut memastikan pasokan BBM seperti Pertalite, Dexlite, Pertamax masih aman untuk wilayah Sumbagut terutama jelang bulan suci Ramadan nanti. Di sisi lain, Pertamina punya program langit biru (PLB) di mana BBM jenis Pertalite seharga bensin atau Premium. Pihaknya pun tekankan, bahwa kebutuhan atau pasokan premium untuk suksesi PLB dapat terpenuhi di sejumlah SPBU yang telah ditentukan.
Kadiskominfo Sumut, Irman Oemar mengatakan bahwa permintaan Pemprov Sumut agar harga BBM nonsubsidi ini dapat kembali ke harga semula. “Itu permintaan kita. Karena saat ini juga masih dalam situasi pandemi. Sementara dalam situasi pandemi ini daerah juga perlu meningkatkan pendapatannya. Jadi permintaan gubernur agar harga BBM nonsubsidi dikembalikan ke harga seperti semula,” ujarnya.
Pasokan BBM subsidi yakni Premium dan Solar diingatkan agar selalu tersedia di pasar, sehingga masyarakat bisa dengan mudah mendapatkannya. “Jadi nanti kita tunggu jawaban dari Pertamina mengenai usulan ini,” katanya.
Pemprov Sumut diketahui telah menerbitkan Peraturan Gubernur Sumut Nomor 1 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pajak Bahan Bakar dan Kendaraan Bermotor (PBBKB). Dalam pergub itu, tarif PBBKB naik 2,5% yakni menjadi 7,5% dari sebelumnya 5%. Artinya sejak 2011 sampai sebelum terbit pergub baru, Pemprov Sumut belum pernah menaikkan tarif PBBKB-nya. Adapun atas kenaikan tarif PBBKB ini, oleh Pertamina dijadikan salah satu acuan menaikkan harga BBM nonsubsidi di Sumut. (prn/il a)
GELEDAH: Petugas sipir merazia kamar sel warga binaan di Rutan Labuhan Klas I, Jalan Titi Pahlawan, Medan Labuhan.fachril/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Razia mendadak yang dilakukan petugas di kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rutan Labuhan Klas I, Jalan Titi Pahlawan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Selasa (6/4) malam. Dalam razia ini, petugas menemukan sejumlah barang -barang terlarang milik warga binaan.
GELEDAH: Petugas sipir merazia kamar sel warga binaan di Rutan Labuhan Klas I, Jalan Titi Pahlawan, Medan Labuhan.fachril/sumut pos.
Adapun sejumlah barang terlarang dengan berbagai jumlah yang ditemukan adalah, ponsel, baterai ponsel, cas ponsel, mancis, sendok, dinamo kipas, obeng, gunting, pisau cukur dan tali pinggang serta senjata tajam.
Razia dilakukan dengan melibatkan Babinsa dari Koramil 0201 10/ML berlangsung dengan menyisir sejumlah kamar hunian warga binaan. Dari sela – sela kamar hunian, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan disimpan oleh penghuni Rutan Labuhan Deli.
Plh Kepala Rutan Labuhan Deli, Benny W Tarigan mengatakan, razia yang mereka lakukan merupakan instruksi dari Dirjen Pemasyarakatan dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57 tahun, dalam rangka menciptakan keamanan, kenyamanan dan ketertiban di Rutan Labuhan Deli.
“Razia ini serentak dilaksanakan di seluruh Rutan dan Lapas yang ada di Sumatera Utara. Malam ini juga kita laksanakan razia secara mendadak. Ada sekitar puluhan barang terlarang dari berbagai jenis kita amankan,” jelasnya didampingi KPR-nya, Jamarlen Saragih.
Razia yang mereka laksanakan sudah berkoordinasi dengan Polri, TNI dan BNN. Namun, karena sesuatu hal, sehingga tidak seluruhnya hadir dalam razia yang berlangsung. Selain razia, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan mengimbau warga binaan untuk tidak membawa barang – barang yang dilarang ke kamar hunia. “Razia ini secara rutin kita lakukan, kita tidak hanya mengawasi barang-barang milik pribadi warga binaan. Tapi tetap intesifkan pengawasan terhadap narkoba hingga benar – benar bersih,” tegasnya. (fac/ila)
SIAGAKAN:
Para personel yang akan disiagakan dalam menjaga jaringan listrik di Sumut, sedang berbaris rapi saat Apel Siaga yang dipimpin GM PLN Unit Induk Wilayah Sumut, Pandapotan Manurung.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka menyambut bulan Ramadan dan Idul Fitri Tahun 2021, PLN Unit Induk Wilayah Sumut melakukan Apel Siaga Ramadan dan Idul Fitri 2021 untuk memastikan kesiapan jaringan, pasukan, serta peralatan PDKB dan pelayanan teknik sehingga umat muslim Sumatera Utara dapat beribadah dengan tenang dan nyaman.
SIAGAKAN:
Para personel yang akan disiagakan dalam menjaga jaringan listrik di Sumut, sedang berbaris rapi saat Apel Siaga yang dipimpin GM PLN Unit Induk Wilayah Sumut, Pandapotan Manurung.
Dalam menjaga keandalan listrik tersebut, ditempatkan 222 Posko Siaga serta 2.672 personel pelayanan teknik, dan juga 50 personel PDKB yang tersebar di seluruh wilayah kerja PLN UIW Sumut. Mereka akan bersiaga menjaga 488 penyulang yang menyuplai listrik ke rumah pelanggan. PLN UIW Sumut juga menyiapkan infrastruktur pendukung, mulai dari 97 unit genset mobile, 9 unit UPS, dan 59 Unit Gardu Bergerak untuk mengantisipasi gangguan yang mungkin terjadi pada sistem jaringan PLN.
“Sub Sistem Sumatera Utara diperkirakan memiliki cadangan 20 persen dari beban puncak pada bulan April 2021. Meskipun cadangan cukup, kita tidak boleh lengah. Keandalan jaringan dan kesiapan personel yang mumpuni harus kita perkuat,” tegas General Manager PLN UIW Sumut Pandapotan Manurung saat memimpin Apel Siaga.
Saat gelar peralatan, General Manager PLN UIW Sumut Pandapotan Manurung juga memeriksa dan memastikan setiap peralatan yang digunakan petugas di lapangan lengkap dan aman untuk digunakan. Beliau juga mengingatkan pentingnya kesehatan dan keselataman kerja saat bertugas melayani pelanggan.
“Kondisi cuaca yang tidak menentu dan cenderung ekstrem membuat kita harus selalu siaga dan waspada. Pastikan bahwa jaringan PLN aman dan tidak membahayakan pelanggan,” pesan Pandapotan Manurung.
Terakhir, General Manager juga berpesan kepada seluruh pegawai dan petugas di lapangan, di tengah kondisi pandemi ini, diharapkan seluruh petugas tetap memperhatikan pentingnya protokol kesehatan. Terlebih teman-teman PDKB dan Pelayanan Teknik yang selalu bekerja di tengah resiko yang tinggi.
“Dengan persiapan yang baik diharapkan PLN UIW Sumut dapat memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh pelanggan PLN UIW Sumut, khususnya umat muslim yang akan menjalani ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 2021,” pungkasnya. (ila)