29 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 3547

Inampa Tingkatkan Kinerja Industri Kemaritiman, Telah Berkontribusi Selama 18 Tahun

KETERANGAN: President Inampa, Pasaoran Herman Harianja, memberikan keterangan saat jumpa pers, tengah pekan lalu.fachril/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – INDONESIA Maritime Pilots’ Association (Inampa) yang merupakan organisasi profesi di bidang kemaritiman, mampu mendorong atau berkontribusi terus dalam meningkatkan kinerja bisnis di bidang kepelabuhanan, Inampa yang lahir pada 11 Maret 2017, kini genap berusia 18 tahun. Inampa telah mendapat pengakuan sebagai anggota International Maritime Pilots’ Association (IMPA) yang berpusat di London, Inggris.

KETERANGAN: President Inampa, Pasaoran Herman Harianja, memberikan keterangan saat jumpa pers, tengah pekan lalu.fachril/sumut pos.

“Sebagai organisasi profesi, Inampa saat Ini telah melakukan transformasi menjadi world class maritime pilots’ organization, sekaligus menjadi marine/maritime advisor di Indonesia, kawasan regional, bahkan di dunia, guna mendorong industri maritim internasional,” ungkap President Inampa, Pasaoran Herman Harianja, dalam jumpa pers dengan sejumlah wartawan, tengah pekan lalu.

Saat ini, lanjut Pasaoran, di bawah kepemipinannya sejak 2017, Inampa telah memiliki anggota sedikitnya 1.200 orang di Indonesia, termasuk mereka yang bertugas atau bekerja di luar negeri. Dan telah memberikan 4 manfaat utama kepada para anggotanya, yakni keuntungan sosial, pendapatan, profesionalisme, dan kemakmuran.

Kehadiran Inampa, akan terus melakukan pengembangan dan peningkatan kapasitas dan kompetensi anggota perwira pandu untuk dapat beradaptasi dengan tuntutan bisnis dan teknologi di pelabuhan.

“Hal ini kami lakukan untuk penguatan teknologi informasi kemaritiman dan Bahasa Inggris, guna kelancaran arus keluar atau masuk kapal di pelabuhan, maupun yang sedang berlayar di perairan wajib pandu dan perairan pandu luar biasa,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Pasaoran, Inampa bersama Kantor Utama Kesyahbandaran (KSU) Belawan dan Pelindo 1, telah menyelerenggarakan tes uji kemampuan Bahas Inggris maritim bagi perwira pandu di Pelabuhan Belawan, termasuk pembekalan soft skill untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa.

“Kegiatan yang kami laksanakan diikuti nakhoda dan ABK kapal pandu serta kapal tunda, petugas VTS Navigasi Belawan, nakhoda dan ABK Kapal Patroli KPLP Pelabuhan Belawan,” beber Pasaoran.

Dalam meningkatkan bisnis kemaritiman di Indonesia, sambung Pasaoran, diperlukan ide kolaborasi berkompetitif terhadap seluruh sektor maritim dengan adanya peran pemerintahan, badan usaha negara, swasta, organisasi yang bergelut di bidang kepelabuhanan dan kemaritiman di Indonesia, maupun dunia internasional.

“Perlu diketahui, peran maritime pilots dalam memajukan sektor kemaritiman Indonesia harus jelas. Makanya, Inampa hadir untuk mendukung seluruh sektor pengembangan bisnis kemaritiman di Indonesia,” sebutnya.

Menurut Pasaoran, adapun bentuk kolaborasi yang telah dicapai, telah dibuktikan oleh Inampa dalam kegiatan webinar dengan tema ‘Peran Maritime Pilots Memajukan Sektor Kemaritiman Indonesia’, yang dihadiri hampir 700 peserta dari seluruh Indonesia dan luar negeri. Webinar yang dilaksanakan tersebut, dibuka secara resmi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, juga diikuti Kepala Staf Angkatan Laut RI Laksamana TNI Yudo Margono, Capt Simon Pelletier dari Kanada sebagai President IMPA, Kepala Bakamla Laksamana Madya Aan Kurnia, dan para Dirut Pelindo 1, 2, 3, dan 4.

“Webinar ini adalah kontribusi Inampa secara nyata untuk negeri, melalui sharing session mengenai literasi kemaritiman tentang tugas dan tanggung jawab, serta kontribusi perwira pandu maritim di Indonesia, dalam meningkatkan kinerja sektor industri kemaritiman, sehingga lebih efisien dan efektif. Serta memberi nilai tambah kepada seluruh stakeholder yang berkepentingan,” pungkasnya. (fac/saz)

Disdukcapil Kota Medan Dapat Bantu Online-kan KTP, Warga Bisa Ajukan Lewat Sistem Layanan Online

Kadisdukcapil Kota Medan, Zulkarnain.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah masyarakat Kota Medan kerap mengeluhkan belum terdaftarnya Nomor Induk Kependudukan (NIK) secara online. Akibatnya, sejumlah pengurusan berbasis data online kependudukan, jadi terhambat dalam proses validasi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan, Zulkarnain mengatakan, data yang belum masuk dalam data kependudukan online, terjadi karena data yang bersangkutan masih tertinggal dalam konsolidasi data yang dilakukan di pusat.

Kadisdukcapil Kota Medan, Zulkarnain.

“Sebagian memang masih terjadi seperti itu. Itu terjadi karena terdapat sebagian kecil yang tertinggal dalam konsolidasi data pusat,” ungkap Zulkarnain, Minggu (4/4).

Lebih lanjut Zulkarnain mengaku, ada solusi dalam permasalahan tersebut. Menurutnya, pihaknya di Disdukcapil Kota Medan siap menampung keluhan masyarakat tersebut dan membantu mengonlinekan data kependudukannya.

“Solusinya, bawakan (datanya) ke sini (Kantor Disdukcapil Medan) untuk dimintakan konsolidasi data. Untuk konsolidasi data ini tidak bisa ke kantor kecamatan, karena database-nya diolah di Kantor Disdukcapil Medan,” tuturnya.

Pun demikian, Zulkarnain menjelaskan, pekerjaan konsolidasi data tersebut bukanlah tugas pihaknya. Sebab, fungsi Disdukcapil Kota Medan hanya mengirim data yang dimaksud ke pusat.

“Nantinya, pusatlah yang mengonlinekan data tersebut. Servernya ada di pusat, bukan di kita,” jelasnya lagi.

Walaupun begitu, Disdukcapil Kota Medan tetap berkomitmen memudahkan masyarakat untuk mengurus segala keperluannya dalam kepengurusan maupun keluhannya, terkait dokumen kependudukan dimaksud, termasuk dalam konsolidasi data. Untuk itu, selain datang ke Kantor Disdukcapil Kota Medan di Jalan Iskandar Muda Medan, masyarakat juga dapat mengajukan permohonan dilakukannya konsolidasi data secara online, lewat website kepengurusan dokumen kependudukan yang disiapkan Disdukcapil Kota Medan.

“Dan bisa juga melalui permintaan secara online melalui sibisa.pemkomedan.go.id. Jadi masyarakat tidak harus datang, bisa dimohonkan dari situ saja,” beber Zulkarnain.

Zulkarnain juga mengatakan, tidak butuh waktu yang terlalu lama dalam mengonlinekan data NIK yang ada, setelah dilakukan pengajuan atau permohonan, baik secara manual dengan datang ke Kantor Disdukcapil Kota Medan, maupun melalui online lewat sibisa.pemkomedan.go.id.

“Berdasarkan SOP dari pusat, itu 3 kali 24 jam sudah selesai. Tapi biasanya lebih cepat dari itu,” ujarnya.

Seperti diketahui, sejumlah masyarakat mengeluhkan belum terdaftarnya NIK secara online. Misalnya saja Vira. Kepada Sumut Pos, mahasiswa satu universitas swasta di Kota Medan ini, mengaku tidak dapat mengurus Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) milik ibunya akibat NIK yang dimiliki belum terdata secara online.

“Waktu diurus online, dilayar komputer malah muncul tulisan ‘validasi NIK gagal, NIK dan KK tidak sesuai dengan data kependudukan’. Kenapa bisa tak sesuai? Belum online KTP-nya, padahal kan KTP-nya sudah elektronik,” keluhnya. (map/saz)

Wajib Gabung Organisasi Wartawan, PWI Sumut Gelar Ujian Anggota Muda dan Anggota Biasa

BERSAMA: Para peserta Ujian Anggota Muda dan Anggota Biasa PWI Sumut diabadikan bersama Ketua PWI Sumut, H Hermansjah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Utara (PWI Sumut) menggelar penerimaan anggota tingkat muda dengan menggelar ujian anggota muda bagi 76 peserta di Kantor PWI Gedung Parada Harahap, Jalan Adi Negoro No 4 Medan, Sabtu (3/4) lalu. Selain itu, dalam kesempatan yang sama, PWI Sumut juga menggelar ujian kenaikan tingkat dari anggota muda ke anggota biasa.

BERSAMA: Para peserta Ujian Anggota Muda dan Anggota Biasa PWI Sumut diabadikan bersama Ketua PWI Sumut, H Hermansjah.

Sebelum membuka kegiatan tersebut, Ketua PWI Sumut, H Hermansjah mengatakan ujian anggota muda yang dilakukan pihaknya bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para wartawan di Sumut yang belum tergabung dalam organisasi wartawan, agar bergabung dalam sebuah organisasi.

“Setiap wartawan wajib untuk tergabung dalam satu organisasi wartawan, itu tertuang dalam UU No 40 Tahun 1999, tentang Pers. Alhamdulillah, PWI merupakan organisasi wartawan terbesar, dan diakui oleh Dewan Pers,” ungkap Hermansjah.

Sedangkan untuk peserta yang mengikuti ujian anggota biasa, pelaksanaannya dilakukan untuk meningkatkan soliditas antar wartawan yang tergabung dalam PWI Sumut. Setelah 2 tahun menjadi anggota PWI tingkat muda, setiap anggota berkesempatan menaikkan tingkat keanggotaannya menjadi anggota biasa.

“Kami ucapkam selamat datang kepada para peserta. Kami gembira karena antusias peserta luar biasa. Saya sudah sampaikan ini ke (PWI) pusat. Apalagi seperti diketahui, PWI merupakan satu penyelenggara UKW di bawah naungan Dewan Pers. Jadi mungkin, ada beberapa materi yang tidak jauh berbeda dengan UKW,” jelas Hermansjah.

Dalam kesempatan itu, Hermansjah juga mengingatkan kepada setiap wartawan yang ingin menjadi anggota PWI Sumut, maupun menaikkan tingkatannya menjadi anggota biasa, agar terus meningkatkan integritas dan kompetensinya sebagai seorang wartawan. Misalnya, ketika seorang wartawan menerima rilis berita dari humas satu instansi atau narasumber tempatnya bertugas, seorang wartawan tidak boleh menerima informasi yang masuk dengan begitu saja. Tugas seorang wartawan untuk mengklarifikasi setiap informasi yang diterima.

“Kita sebagai wartawan, harus mengklarifikasi berita-berita yang ada, tidak boleh diambil bulat-bulat. Tugas wartawan itu satu di antaranya mengkritisi, wartawan harus mengklarifikasi, dan wartawan harus memberitakan hal yang benar. Selamat melaksanakan ujian untuk seluruh peserta,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Ujian, Khairul Muslim menjelaskan, ujian tersebut diikuti lebih dari 100 peserta. Rinciannya, total untuk anggota muda sebanyak 76 orang, dan untuk anggota biasa ada 35 orang.

“Saya belum lihat, apakah semuanya tadi sudah registrasi atau belum. Tapi berdasarkan data, itulah jumlah peserta. Alhamdulillah, PWI masih dipercaya oleh banyak wartawan sebagai organisasi yang baik. Kita melihat, ada banyak wartawan yang sangat antusias ingin menjadi anggota PWI,” sebutnya.

Usai pelaksanaan ujian, Khairul juga menegaskan, ujian yang digelar PWI bukanlah ujian formalitas. Ujian benar-benar dilakukan untuk melihat seberapa besar kemampuan setiap peserta sebagai seorang wartawan yang profesional dalam melakukan tugas-tugasnya sesuai UU Pokok Pers.

“Semoga semua yang mengikuti ujian kali ini dapat dinyatakan lulus. Ke depannya, jadilah profesional dan memiliki integritas sebagai seorang wartawan,” harapnya.

Seperti diketahui, sebagai moderator ujian dipandu secara langsung oleh Wakil Ketua PWI Sumut Rizal R Surya, serta diawasi oleh Ketua Pokja PWI Kota Medan Rifki Warisan, dan sejumlah pengurus PWI Sumut lainnya. Dalam kesempatan itu, PWI Sumut menghadirkan Kepala Pimpinan Pemasaran Konsumer Kantor Pusat PT Bank Sumut, Ramadhan Muda Siregar, sebagai narasumber bagi para peserta. (map/rud/saz)

Pelantikan Kepala Daerah Gelombang II Dijadwal 26 April

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelantikan kepala daerah terpilih gelombang II hasil Pilkada Serentak 2020, dijadwalkan akan digelar pada 26 April mendatang. Meski surat keputusan dari Kementerian Dalam Negeri belum turun, Pemprov Sumut optimis dapat melantik tujuh pasangan calon kepala daerah.

“Ya, direncanakan 5 sampai 7 daerah. Yakni Kabupaten Simalungun, Karo, Nias Barat, Nias Utara, Gunungsitoli, Nias Selatan, dan Samosir pada 26 April 2021,” kata Kepala Bagian Otonomi Daerah pada Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprovsu, Ahmad Rasyid Ritonga menjawab Sumut Pos, Minggu (4/4).

Diakui dia, lima kabupaten dan kota sebelumnya telah diusulkan ke Kemendagri guna mendapat SK pengangkatan kepala daerah. Saat ini, Pemprovsu melalui Biro Pemerintahan dan Otda, tengah mengupayakan usulan tambahan, agar pelantikan kepala daerah pada gelombang II nanti menjadi tujuh pasangan calon.

“Direncanakan Samosir dan Nisel jika berkasnya rampung. Memang SK belum ada ditandatangani Mendagri. Lima daerah sudah kita usulkan sebelumnya. Dua daerah lagi sedang proses sampai saat ini. Mengingat masih ada lagi kekurangan berkas dari Samosir dan Nisel. Nanti kita lihat lagi dan jika sudah lengkap akan dikirimkan secara online ke Kemendagri,” terangnya.

Masih terdapat dua pilihan dalam pelantikan nanti, yakni secara virtual atau tatap muka. Pemprovsu dalam hal ini juga masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Kemendagri. Begitupun permintaan dari seluruh pemda di Kepulauan Nias, telah diterima Pemprovsu yang meminta kalau bisa pelantikan digelar tatap muka.

“Begitupun akan kita lihat pula situasionalnya dan dikomunikasikan ke Kemendagri. Sebab kalau Nias kita laksanakan secara daring, kemungkinan akan sulit sekali lantaran jaringan internet,” pungkasnya.

Seperti diketahui, gelombang I pelantikan kepala daerah telah digelar pada 26 Februari lalu. Gubsu Edy Rahmayadi melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 11 pasangan calon kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak 2020. Adapun 11 daerah tersebut yaitu; Medan, Binjai, Sibolga, Tanjungbalai, Asahan, Tapanuli Selatan, Serdangbedagai, Labuhanbatu Utara, Humbang Hasundutan, Toba, dan Pakpak Bharat.

Sementara di antara tujuh daerah yang akan dilantik pada gelombang II nanti, hanya Samosir yang akhir masa jabatan (AMJ) kepala daerahnya habis pada 17 Februari 2021. Selebihnya AMJ kepala daerahnya berakhir pada April ini. Adapun serupa Samosir, yaitu Labuhanbatu dan Labuhanbatu Selatan telah dilantik penjabat (Pj) dari eselon II Pemprovsu, mengingat kedua daerah mesti melakukan pemungutan suara ulang (PSU) sesuai instruksi Mahkamah Konstitusi (MK). (prn)

Vaksinasi Lansia Masih Rendah, Vaksin Covid-19 Tiba di Sumut Pekan ini

SUMUTPOS.CO – Realisasi program vaksinasi di 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara, ternyata masih rendah. Data per 1 April 2021, vaksinasi untuk kategori tenaga kesehatan atau nakes realisasinya memang sudah hampir 100 persen dari target. Namun untuk kategori pelayan publik dan kategori lanjut usia, realisasinya masih rendah. Terutama lansia masih 3,7 persen.

“UNTUK kategori sumber daya manusia (SDM) kesehatan atau nakes sudah mencapai 69.607 dosis atau 98% (penyuntikan tahap I), dan 61.138 dosis atau 86% pada vaksinasi tahap II. Adapun target sebanyak 71.058 orang nakes yang akan diberikan vaksin Covid-19,” kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah menjawab Sumut Pos, Minggu (4/4).

Selanjutnya kategori pelayan publik, saat ini sudah mencapai 152.467 dosis atau 17,3% untuk vaksinasi tahap I, dan 49.136 dosis atau 5,6% untuk vaksinasi tahap II. Adapun total target kategori ini untuk sebanyak 879.798 orang.

Sedangkan untuk kategori lanjut usia (lansia), vaksinasi tahap I baru mencapai 47.774 dosis atau 3,7%. Dan masih 1.816 dosis atau 0,1% untuk vaksinasi tahap II, dari total target yang akan diberikan untuk 1.279.122 orang lansia.

Secara keseluruhan, sebut Aris, dari total vaksinasi yang diberikan untuk ketiga kategori tersebut, baru 12,1% berlangsung di tahap I atau sebanyak 269.848 dosis. Dan 5% atau baru 112.090 dosis yang terpakai di tahap II.

“Total keseluruhan dari ketiga kategori itu target vaksinasi kita untuk ketiga kategori sebanyak 2.229.978 orang,” kata Aris yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut ini.

Terkhusus vaksinasi bagi lansia, menurut Aris, ada target cukup tinggi dari pemerintah pusat terutama di ibukota provinsi seperti Medan. Untuk ibukota provinsi ini ditarget sebanyak 1,2 juta orang lansia mesti disuntik vaksin Covid-19.

“Sasarannya untuk lansia ini tinggi, 1,2 juta orang. Dan itu khusus Kota Medan aja. Arahan dari pusat harus ibukota provinsi saja (target vaksin untuk lansia),” katanya.

Ia menyebutkan, target vaksinasi bagi lansia lebih tinggi daripada pejabat publik untuk mendapat dosis kekebalan dari Covid-19. “Ya, mungkin saat ini para lansia masih tanya-tanya dulu, aman tidak vaksinasi tersebut bagi mereka. Dan memang lebih tinggi (target dan jatah vaksin) untuk lansia ketimbang pejabat publik. Sebab mereka masuk kategori usia rentan, di mana masih tinggi angka kematian kita dari usia tersebut,” katanya.

Aris menambahkan, saat ini dosis vaksin lebih baik maksimal 28 hari pascadisuntik pertama kali ke tubuh. Artinya pada rentang waktu tersebut, kekebalan tubuh sudah terbentuk dari serangan virus Corona.

“Nah jadi kalau pertama itu 14 hari setelah suntik pertama, sekarang lebih baik 28 hari maksimalnya untuk suntik kedua. Di situ akan terbentuk imun tubuh kita sehingga bisa punya kekuatan untuk melawan covid jika terpapar. Tapi tidak boleh lebih dari 28 hari ya,” pungkasnya.

Sementara itu, pekan ini vaksin Covid-19 direncanakan akan kembali tiba di Sumut dari Jakarta. Namun mengenai jumlah atau kebutuhan daripada vaksin tersebut, tergantung alokasi dari pemerintah pusat. “Rencana minggu depan (pekan ini, Red). Kita tunggu alokasi pusat,” kata Aris.

350 Hakim dan Pegawai Divaksin

Masih untuk memenuhi target vaksinasi Covid-19 untuki pelayan publik, Kamis (1/4) lalu Pengadilan Negeri (PN) Medan melaksanakan vaksinasi tahap pertama, yang diikuti seluruh hakim, panitera, pegawai dan tenaga honorer di Ruang Cakra I.

Humas PN Medan, Immanuel Tarigan, mengatakan suntik vaksin yang berlangsung merupakan kerjasama Pengadilan Negeri Medan dan Dinas Kesehatan Kota Medan.

Kegiatan vaksinasi diikuti oleh 350 orang, terdiri dari hakim, panitera, pegawai, honorer dan petugas keamanan (securiti). “Ada 350 orang yang mengikuti, ada hakim, panitera, pegawai, honorer dan satpam,” jelasnya.

Immanuel menjelaskan, Pengadilan Negeri Medan merupakan tempat pelayanan publik. Vaksinasi diharpkan dapat menguatkan imunitas tubuh, disertai pelaksanaan protokol kesehatan. “Upaya ini untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid-19 di lingkungan pengadilan,” pungkasnya.

Tren Kasus Baru Covid-19 Menurun

Sementara itu, tren kasus baru positif Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) diklaim terus menurun. Selama sepekan terakhir (29 Maret – 4 April), per hari rata-rata kasus baru positif bertambah sekitar 71 orang. Padahal, sepekan lalu (22-28 Maret) perhari rata-rata 82 orang tertular virus mematikan ini dan bahkan sebelumnya lebih dari 90 orang hingga 100 orang.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, akumulasi kasus baru positif sepekan terakhir sebanyak 501 orang, dengan penambahan tertinggi 95 orang (31 Maret) dan terendah 61 orang (2 April). Sedangkan akumulasi sepekan sebelumnya sebanyak 575 orang, dengan penambahan tertinggi 97 orang (27 Maret) dan terendah (22 Maret).

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah mengaku, angka kasus baru positif terus menurun secara perlahan. Penambahan angkanya perhari kini lebih dari 60 hingga 70 orang. Namun memang sesekali penambahannya lebih dari 80 hingga 90 orang. “Tren kasus baru positif Covid-19 terus menurun, ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat Sumut yang terus menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dan mengikuti vaksinasi,” ujar Aris, Minggu (4/4).

Disebutkan dia, total kasus positif corona saat ini sebanyak 27.621 orang. Angka tersebut setelah bertambah 73 kasus baru yang diperoleh dari Medan (42 orang) dan Deliserdang (31 orang). “Sumut saat ini berada di urutan 13 berdasarkan jumlah kasus positif secara nasional, baik dalam perawatan, sembuh dan meninggal dunia. Kasus positif ini didapatkan paling banyak dari Medan dan Deliserdang,” ucapnya.

Sementara itu, kata Aris, kasus baru kesembuhan Covid-19 sepekan terakhir akumulasinya mencapai 556 orang. Akumulasi ini memang lebih sedikit dibanding dari sepekan sebelumnya sebanyak 561 orang. “Total angka kesembuhan saat ini berjumlah 24.323 orang, setelah bertambah 82 kasus baru dari 6 kabupaten/kota. Antara lain, Medan (51 orang), Deliserdang (19 orang), Sergai (4 orang), Binjai (3 orang), Asahan (3 orang), dan Tebing Tinggi (2 orang),” ungkap dia.

Aris melanjutkan, untuk angka kematian kini akumulasinya 919 orang, bertambah 1 kasus baru dari Deli Serdang. Sedangkan angka suspek sebanyak 788 orang, setelah berkurang 43 kasus baru. “Angka penderita Covid-19 aktif di Sumut 2.379 orang, dengan rincian 657 isolasi di rumah sakit dan 1.722 orang isolasi mandiri,” sebutnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, meski tren kasus baru positif corona mulai menurun bukan berarti abai terhadap protokol kesehatan. Karena itu, kembali diimbau kepada masyarakat Sumut untuk terus mendisiplinkan memakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, jaga jarak, hindari kerumunan dan kurangi mobilitas.

“Kita harus saling mengingatkan satu sama lain dan tanpa terkecuali untuk konsisten serta jangan pernah lalai menjalankan protokol kesehatan. Di samping itu, ikuti program vaksinasi Covid-19, jaga kesehatan tubuh, konsumsi makanan bergizi dan vitamin,” pungkasnya. (prn/man/ris)

Foto: Istimewa

DIVAKSIN: Humas PN Medan Immanuel Tarigan, disuntik vaksin vaksin tahap pertama.

TNI dan Polri Lakukan Pengamanan, Perayaan Paskah Berjalan Aman

PATROLI: Petugas kepolisian Polres Tebingtinggi, TNI, dan Satpol PP melakukan patroli sekaligus pengamanan ibadah Paskah di gereja, Minggu (4/4).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan rangkaian ibadah Paskah 2021 berjalan aman dan lancar. TNI dan Polri melaksanakan pengamanan pada seluruh rangkaian perayaan Paskah.

PATROLI: Petugas kepolisian Polres Tebingtinggi, TNI, dan Satpol PP melakukan patroli sekaligus pengamanan ibadah Paskah di gereja, Minggu (4/4).

“Kita sudah ikuti mulai dari rangkaian Kamis Putih, Jumat Agung Malam Paskah tadi malam dan hari ini perayaan puncak Paskah dilaksanakan siang hari,” kata Listyo usai meninjau perayaan Paskah di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Bukit Sion di Jalan Raya Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (4/4) sore.

Listyo tiba di GBI Bukit Sion pukul 16.50 WIB. Listyo didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Kapolres Metro Selatan, Kombes Pol Azis Andriansyah.

“Kita berharap sampai dengan rangkaian pengamanan pelaksanaan ibadah Paskah ini selesai, seluruhnya berjalan dengan lancar,” tambah Listyo.

Ia mengatakan, TNI dan Polri melaksanakan pengamanan ibadah Paskah demi menjamin jemaah beribadah dengan tenang. “Karena itu tidak perlu ada kekhawatiran dan kita harapkan seluruh rangkaian perayaan bisa berjalan dengan lancar,” ujar Listyo.

Sebelumnya, Listyo juga meninjau perayaan Paskah di sejumlah gereja seperti Gereja Katedral di Jakarta Pusat dan Gereja Santa Perawan Maria Ratu di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Polres Tebingtinggi Lakukan Pengamanan

Di Tebingtinggi, polisi juga turut melakukan pengamanan saat pelaksanaan ibadah Paskah di sejumlah gereja, Minggu (4/4).

Kapolres Tebingtinggi, AKBP Agus Sugiyarso, langsung memimpin apel dalan pengamanan ibadah di gereja gereja yang ada di wilayah Polres Tebingtinggi. Pelepasan pasukan di halaman Mapolres Tebingtinggi Jalan Pahlawan Kota Tebingtinggi.

Patroli pengamanan besar gabungan antara Polri, TNI dan instansi terkait seperti Satpol PP dan seluruh jajaran Polsek se wilayah hukum Polres Tebingtinggi.

Lokasi gereja yang mendapatkan pengamanan di antaranya adalah HKBP Jalan Lubuk Sikaping, GKPS Jalan SM Raja, Gereja HKI Jalan Danau Toba, Gereja GKPI Kota Damai Jalan Bah Bolon, Gereja GMI Imanuel, Gereja HKBP Jalan Kartini, Gereja Katholik Jalan Pahlawan dan gereja yang ada di wilayah hukum Polres Tebingtinggi.

Kapolres melalui Kasubbag Humas AKP J Nainggolan menjelaskan, petugas yang melakukan pengamanan memeriksa barang bawaan jemaat yang akan melaksanakan ibadah demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif. “Memberikan imbauan kepada jemaat yang akan melaksanakan ibadah agar tetap mematuhi prokes dan peka terhadap orang orang yang tidak dikenal,” pinta AKP J Nainggolan.

Hasil pantauan, seluruh jemaat yang melaksanakan ibadah Paskah merasa aman dan nyaman. Jemaat mendukung seluruh program pemerintah dan mengikuti semua aturan aturan yang ada di masa pandemi saat ini.

“Jemaat mengucapkan terimakasih terhadap pelaksanaan patroli gabungan dan pengamanan yang dilaksanakan oleh Polri, TNI dan instansi terkait lainnya. Selama pelaksanaan kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif, serta tidak ada ancaman teror dari pihak manapun,” bilangnya. (ian)

Polisi Waspadai Rekrutmen Teroris Lewat Internet

KAPOLRI: Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo usai meninjau pengamanan perayaan Paskah di GBI Bukit Sion Jakarta, Minggu (4/4). Kapolri mengatakan, perayaan Paskah berjalan aman.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Jaringan teroris saat ini ditengarai mulai menyasar anak muda. Hal ini terbukti dari dua aksi terakhir yang diketahui pelakunya rata-rata merupakan kelahiran 1995 atau berada di usia 20-an tahun. Karena itu, Polri mengantisipasi dan mulai berhati-hati dengan gelombang baru aksi terorisme yang menyasar kelompok usia tersebut.

KAPOLRI: Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo usai meninjau pengamanan perayaan Paskah di GBI Bukit Sion Jakarta, Minggu (4/4). Kapolri mengatakan, perayaan Paskah berjalan aman.

“Ini jelas sekali ini perlu kita antisipasi karena kelompok-kelompok teror sekarang telah menyasar anak muda di negeri ini,” kata Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono, saat menjadi salah satu pemateri dalam Webinarn

yang digelar Public Virtue dengan tema Bom di Makasar dan Penembakan di Mabes Polri, Persepektif Toleransi dan Demokrasi, Minggu (4/4).

Rusdi memaparkan, pelaku penembakan yang terjadi 31 Maret lalu di Mabes Polri misalnya, dilakukan oleh seorang perempuan kelahiran 1995 berinisial ZA.

Sasaran terhadap anak muda ini kata dia, tentu menggunakan cara-cara yang saat ini tengah booming di kalangan mereka; menggunakan medium internet atau media sosial. “Ketika kita bicara bahwa ZA melakukan sendiri, dimungkinkan apa yang didapat dan dipahami oleh ZA bersumber dari internet,” kata Rusdi.

Paham-paham yang kemudian menjadi keyakinan ZA ini bersumber dari media sosial. Apalagi diketahui, 21 jam sebelum melancarkan aksinya, ZA juga telah mengunggah bendera ISIS dan kata-kata perjuangan di media sosial miliknya.

Rusdi pun mengungkap, apa yang perlu dicermati saat ini terkait penularan paham radikalisme adalah bagaimana dengan bijak menggunakan media internet. Apalagi hampir semua masyarakat Indonesia adalah pengguna aktif internet.

Rusdi memaparkan, pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 73,3 persen dari total populasi yang ada. Dengan kata lain, sekitar 202 juta masyarakat Indonesia tercatat sebagai pengguna internet aktif.

“Artinya adalah begitu cepatnya dan juga begitu banyaknya data yang beredar di kepala rakyat Indonesia. Begitu banyaknya ini tentunya membutuhkan masyarakat yang harus bisa memilih dan memilah konten mana itu yang benar, konten mana yang menyesatkan,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Rusdi juga mengingatkan, penanggulangan terorisme memang tak bisa dilakukan sendiri oleh aparat kepolisian. Perlu ada persatuan dengan masyarakat dan segenap kelompok moderat. Sebab jika tak ada persatuan, maka akan sangat mudah disusupi oleh kelompok dengan ideologi radikal ini.

“Ini perlu sekali karena permasalahan terorisme bukan masalah yang enteng tetapi masalah yang komplek,” katanya.

Pilih-pilih Konten

Untuk itu, Rusdi Hartono mengimbau masyarakat untuk pandai memilah konten di internet. Pengguna internet di Indonesia saat ini sangat besar, mencapai 73,3 persen dari populasi. Jumlah ini setara dengan 202 juta penduduk. Jika masyarakat tak selektif terhadap informasi, dikhawatirkan akan terjerumus pada konten-konten yang menyesatkan.

“Begitu banyaknya ini tentunya membutuhkan masyarakat yang harus bisa memilih dan memilah konten-konten mana itu yang benar, konten-konten mana yang menyesatkan,” ujar Rusdi.

Untuk mewujudkan hal itu, yang menjadi tantangan adalah menciptakan ekosistem internet yang dipenuhi informasi resmi dan terpercaya. Terkait hal ini, pemerintah melalui Polri membentuk polisi virtual yang bertujuan untuk mengedukasi dan mengingatkan masyarakat agar tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan informasi.

Meski demikian, kata Rusdi, muncul tantangan baru terkait hal itu, lantaran tak semua pihak setuju dengan keberadaan polisi virtual. “Itu tantangan bagaimana ketika polisi ingin mengedukasi, melindungi, melayani masyarakat ternyata ada pihak-pihak tertentu juga yang berusaha menghalangi aktivitas kepolisian tersebut,” kata dia. (cnn/kps)

Gunung Sinabung Muntahkan Abu Vulkanik

ERUPSI: Gunung Sinabung erupsi beberapa waktu lalu. Kemarin, Gunung Sinabung erupsi lagi.

KARO, SUMUTPOS.CO – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara mengalami erupsi pada Minggu (4/4). Tinggi kolom abu vulkanik teramati 2.000 meter dari atas puncak gunung.

ERUPSI: Gunung Sinabung erupsi beberapa waktu lalu. Kemarin, Gunung Sinabung erupsi lagi.

Kepala Pos Pantau Sinabung, Armen Putra, mengatakan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara. “Erupsi ini terekamn

di seismogram dengan amplitudo maksimum 73 mm dan durasi lebih kurang 5 menit 31 detik,” katanya, seperti dikutip dari Antara.

Saat ini Gunung Sinabung yang ketinggiannya mencapai 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl) berada pada status Level III (Siaga).

Armen mengimbau warga maupun petani agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi. Serta menjauhi lokasi-lokasi dalam radius 3 km dari puncak gunung. Selanjutnya radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanis. Selain itu, lanjut dia, mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanis yang lebat agar tidak roboh.

“Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta agar tetap waspada terhadap bahaya lahar,” katanya. (ant)

Bapak Satu Anak Tewas Ditikam Tetangga

SEMAYAM: M Akbar Saragih korban penikaman disemayamkan di rumah duka Jalan Suasa Selatan Pasar III Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli, Minggu (4/4).fachril/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bapak satu anak , M Akbar Saragih (24) warga Jalan Suasa Selatan Pasar III Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli tewas ditikam tetangga, Ri (37), Minggu (4/4) pukul 01.00 WIB. Kasus itu telah ditangani Polsek Medan Labuhan.

SEMAYAM: M Akbar Saragih korban penikaman disemayamkan di rumah duka Jalan Suasa Selatan Pasar III Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli, Minggu (4/4).fachril/sumut pos.

Informasi diperoleh menyebutkan, belum diketahui apa penyebab penikaman tersebut. Tengah malam itu, korban sedang duduk santai tidak jauh dari rumahnya didatangi pelaku bersama satu temannya. Pelaku sudah berencana ingin melukai korban, mengeluarkan sebilah pisau.

Aksi pelaku membuat korban terkejut. Lantas korban berusaha kabur, namun terjatuh saat berlari. Dari situlah, pelaku langsung menikam paha bapak anak satu tersebut. Setelah tetangganya mengalami luka tikaman bersimbah darah di paha, pelaku pun langsung kabur.

Warga sekitar menolong korban dengan membawa ke klinik terdekat. Karena kondisinya parah, korban dirujuk ke RSU Imelda. Setibanya di rumah sakit, dalam waktu beberapa jam korban akhirnya tewas.

“Kami tidak tahu apa masalah keributan mereka (korban dan pelaku). Tiba – tiba saja pelaku bersama temannya mendatangi korban dan langsung mengejar dan menikamnya,” kata warga sekitar, Ucok.

Petugas Polsek Medan Labuhan menerima informasi itu turun ke lokasi melakukan olah TKP. Pihak kepolisian memeriksa sejumlah saksi dan mengejer pelaku yang telah kabur.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Edy Safari mengatakan, pihaknya sudah menangani kasus tersebut. Pelaku sedang dalam pengajaran.

“Anggota sedang mengejar pelaku. Kita berharap, kepada keluarga agar memerintahkan pelaku untuk menyerahkan diri, sebelum kita melakukan tindakan tegas saat menangkapnya,” tandas Edy Safari. (fac/azw)

Terekam CCTV, Pencuri Ditangkap

AMANKAN: MJN alias Minto, pelaku pencurian dua unit baterai mobil yang aksinya terekam CCTV.sopian/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – MJN alias Minto (33) ditangkap Satreskrim Polres Tebingtinggi, usai mencuri dua unit baterai mobil terekam CCTV di bengkel mobil Jalan Abdul Hamid Lingkungan III Kelurahan Tebingtinggi Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi, Minggu (28/3) sekira pukul 03.00 WIB.

AMANKAN: MJN alias Minto, pelaku pencurian dua unit baterai mobil yang aksinya terekam CCTV.sopian/sumut pos.

Pria warga Jalan Kesatria Ujung Gang Swadaya Lingkungan II Kelurahan Damarsari Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi kini ditahan dengan barang bukti dua unit baterai mobil merek Yuasa N-100 dan merek Incoe N-120.

Kapolres Tebingtinggi AKBP Agus Sugiyarso melalui Kasubbag Humas AKP J Nainggolan, Sabtu (3/4) mengatakan, akibat kejadian ini, Warno (37) yang merupakan pemilik baterai warga Jalan Bani Hasyim Gang Pringgan Lingkungan I Kelurahan Tebingtinggi Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi mengalami kerugian sebesar Rp3 juta dan telah membuat laporan ke Mapolres Tebingtinggi.

Kata AKP J Nainggolan menambahkan, tersanga ditangkap di Jalan Imam Bonjol Kelurahan Satria Kota Tebingtinggi, Rabu (31/3). (ian/azw)