26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 3596

Korban Bom Mapolrestabes Medan Dapat Kompensasi, LPSK: Kompensasi Tak Sebanding dengan Penderitaan Korban…

SERAHKAN: Hinca Panjaitan menyerahkan secara simbolis kepada seorang korban bom, disaksikan Kapoldasu (kanan) dan Wakil Ketua LPSK.dewi/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tujuh korban bom aksi terorisme yang terjadi di Mapolrestabes Medan mendapat kompensasi atau bantuan dana dengan total Rp140 juta. Dana kompensasi korban tindak pidana terorisme tersebut, diserahkan Lembaga Perlindungan Saksi dan Konsumen (LPSK) di Mapolrestabes Medan, Rabu (17/3).

SERAHKAN: Hinca Panjaitan menyerahkan secara simbolis kepada seorang korban bom, disaksikan Kapoldasu (kanan) dan Wakil Ketua LPSK.dewi/sumut pos.

Tujuh orang yang menerima kompensasi itu, antara lain Kompol Abdul Mutolip (luka tangan kanan robek), Kompol Sarponi (luka robek bokong sebelah kanan), Aiptu Deni Hamdani (luka terkena serpihan bom), Bripka Juli Chandra (luka di telinga sebelah kanan yang mengakibatkan tidak bisa mendengar), AKBP Romadhoni Sutarjo (mobil pribadi rusak), Ricard Purba yang berstatus pekerja harian lepas (luka memar di wajah dan lengan), serta Ihsan Mulyadi Siregar warga sipil (luka di pinggul sebelah kiri).

Lembaga Perlindungan Saksi dan Konsumen (LPSK), didampingi Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, dan Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan, memberikan bantuan kepada 7 korban bom aksi terorisme tersebut, di Aula Rupatama Mapolrestabes Medan, Rabu (17/3).

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan, kompensasi yang diberikan sebagai bentuk perhatian negara terhadap para korban aksi terorisme di Indonesia. Bantuan ini diberikan setelah adanya putusan dari Pengadilan Negeri Medan yang dinyatakan inkracht agar para korban bom di Mapolrestabes Medan mendapat santunan. “Dalam putusan tersebut sudah disebutkan untuk tujuh orang ini mendapatkan kompensasi yang beragam,” ujar Edwin saat diwawancarai.

Edwin menyebutkan, kompensasi yang diberikan LPSK terhadap tujuh korban terorisme itu totalnya Rp140 juta. Namun demikian, kompensasi dinilai tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami para korban. “Ini hanya sebagai wujud dari kehadiran negara,” katanya.

Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak yang turut hadir menyampaikan terima kasih kepada LPSK. Menurut Panca, LPSK sudah tidak asing lagi dalam menangani masalah korban dan saksi sebagai bentuk tanggung jawab dan kehadiran negara. “Saya sebagai Kapolda Sumut mengucapkan terima kasih kepada pemerintah telah peduli terhadap korban terorisme khususnya yang terjadi di Polrestabes Medan,” katanya.

Panca berpesan agar peristiwa bom di Mapolrestabes Medan tidak kembali terjadi. “Jadikan peristiwa itu sebagai pelajaran yang sangat berharga dan bahan evaluasi meningkatkan sistem pengamanan agar kejadian terorisme itu tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan menambahkan, dibentuknya LPSK sebagai bentuk keniscayaan negera demokratis.  Di mana, LPSK berperan dalam memberikan perlindungan saksi dan korban tindak kejahatan.”DPR RI akan terus memberikan dukungan agar anggaran bagi rekan-rekan di LPSK meningkat sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam melindungi korban dan saksi,” katanya.

Sebagaimana diketahui, aksi bom bunuh diri terjadi di Mapolrestabes Medan Jalan HM Said No. 1, Kelurahan Durian, Medan Timur, pada Rabu pagi, 13 November 2019, sekitar pukul 08.35 WIB. Ledakan bom yang sangat kuat terjadi di dekat truk dinas, yang terparkir di depan Kantor Bagian Operasional (Bag Ops) halaman Mapolrestabes Medan.

Akibat ledakan bom tersebut, satu orang yang diduga kuat pelakunya tewas di tempat dan bahkan tubuhnya terbelah dua bagian. Tak hanya korban tewas, insiden bom itu mengakibatkan beberapa orang terluka. Para korban dan jasad terduga pelaku langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Jalan KH Wahid Hasyim.

Selain mengakibatkan korban jiwa dan luka, peristiwa bom itu juga mengakibatkan 4 kendaraan rusak. Antara lain, mobil dinas dan mobil pribadi Kabag Ops Polrestabes Medan, serta dua unit truk dinas yang mengalami kaca pecah dan terkena serpihan ledakan. (ris/mag-1/ila)

Tuan MH Manullang Diusul jadi Pahlawan Nasional

UNIMED: Ketua Koordinator Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Humaniora, LPPM Unimed, Ichwan Azhari.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tuan Mangihut Mangaradja Hezekiel Manullang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tuan MH Manullang, diusulkan untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional. Pengusulan tersebut digagas oleh  Universitas Negeri Medan (Unimed).

UNIMED: Ketua Koordinator Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Humaniora, LPPM Unimed, Ichwan Azhari.

“Saat ini sedang dalam tahap pemberkasan. Direncanakan pada April mendatang semua berkasnya akan dikirim ke Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Tingkat Pusat untuk diusulkan menjadi pahlawan nasional tahun 2021,” kata Ketua Koordinator Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Humaniora, LPPM Unimed, Ichwan Azhari, Rabu (17/3). 

Sebelumnya Unimed juga telah berhasil mengusulkan Gubernur Sumatera Utara pertama SM Amin menjadi pahlawan nasional pada 2020 yang ditetapkan Presiden Joko Widodo. 

 Lebih lanjut, sejarawan ini menegaskan betapa Tuan MH Manullang sangat pantas diangkat menjadi pahlawan nasional karena kegigihannya melawan ekspansi agraria di Tanah Batak oleh kolonial.

“Beliau adalah pejuang yang sejak tahun 1906 konsisten menentang kolonialisme di Tanah Batak, baik melalui media (pers) yang didirikannya (Sinondang Batak dan Soara Batak) maupun lewat organisasi Huria Kristen Batak (HKB) tahun 1917. Dia juga seorang tokoh pendidikan di Tanah Batak. Karena ketokohannya yang kuat menentang penjajahan. Tidak heran dari sisi perjuangannya, ada yang menyebutnya sebagai the next  Sisingamangaraja XII,” papar Ichwan. 

Disebutnya, pada 1906 saat Tuan MH Manullang berusia 19 tahun dia sudah mendirikan koran “Binsar Sinondang Batak”. Melalui koran ini dia menyebarkan benih kebangsaan, sebelum Boedi Oetomo berdiri 1908. Tuan MH Manullang juga bergaul dengan tokoh Sjarikat Islam seperti HOS Tjokroaminoto, Agus Salim dan Abdul Muis.  

Unimed sendiri, sambung dia, telah menggelar seminar nasional sebanyak dua kali secara daring untuk membahas sosok Tuan MH Manullang. Yakni 27 Februari 2021 dengan mengangkat tema Perlawanan Tuan MH Manullang Menentang Ekspansi Agraria Belanda ke Tanah Batak. 

  Pembicaranya adalah Dr Edy Ikhsan (ahli Sejarah Agraria Fakultas Hukum USU), Dimpos Manalu (akademisi dan aktivis agraria Universitas HKBP Nommensen), Wanafri Safri (Sejarawan Pers, Universitas Andalas, Padang), dan Hermawan Sulistyo (LIPI Jakarta). 

Sedangkan seminar kedua berlangsung 13 Maret 2021 dengan tema Tuan MH Manullang dari Pahlawan Kemerdekaan Menuju Pahlawan Nasional. Pembicaranya adalah tokoh pendidikan Syawal Gultom. Asvi Warman Adam (sejarawan LIPI Jakarta), Dorodjatun Kuntjoro Jakti (Menteri Koordinator Perekonomian pada Kabinet Gotong Royong/sejarawan ekonomi, Jakarta), Joko Irianto (Direktur Kepahlawanan, Keperintisan dan Restorasi Sosial Kementerian Sosial RI Jakarta), dan Rosmaida Sinaga (Sejarawan Unimed).

“Dari dua kali seminar itu, pembicara maupun peserta sepakat menilai ketokohan Tuan MH Manullang dalam menentang kolonialisme, sudah cukup menjadi modal beliau untuk diangkat menjadi pahlawan nasional yang pengangkatannya biasa dilakukan pemerintah setiap awal November per tahunnya,” kata Ichwan. 

Tuan MH Manullang lahir di Tarutung, 20 Desember 1887 dan meninggal di Jakarta pada 20 April 1979. Tahun 1907-1909 ia belajar di Senior Cambridge Singapura. Setelahnya ia menjadi guru di berbagai daerah di Tanah Air.

 Tak lama kemudian, ia kembali ke tanah kelahiran dan mendirikan sekolah bahasa Inggris di Balige dan Tarutung. Pada 1919 ia mendirikan korannya yang kedua bernama “Soara Batak”. Di koran ini ia mengkritik Belanda yang hendak menguasai Tanah Batak. Hal itu membuat ia bolak balik dipenjarakan Belanda. (prn/ila) 

Kelurahan Sudirejo II Medan Kota: Unggulkan Kampung Tangguh dan Kelompak Tani

TUNJUKKAN: Lurah Sudirejo II Irawadi SH (kanan), menunjukkan berbagai tanaman di Kampung Tangguh.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, unggulkan Kampung Tangguh dan Ke-lompok Tani Bougenville yang berada Jalan Kemiri IO Gang Kelapa Lingkungan 8.

TUNJUKKAN: Lurah Sudirejo II Irawadi SH (kanan), menunjukkan berbagai tanaman di Kampung Tangguh.

Lurah Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, Irawadi, SH menjelaskan, kalau Kampung Tangguh yang dibentuk pada 2019 itu di lahan tanah kosong milik warga. Di mana, sebelumnya lahan tanah kosong itu  digunakan sebagai tempat kumpul-kumpul para pemuda yang kurang bermanfaat. Sehingga,  kelurahan dan masyarakat sepakat untuk memanfaatkan lahan kosong itu. lahan tanah kosong milik warga itu untuk dibuat kampung tangguh.

“Dulunya lahan tanah kosong milik warga ini terlihat kondisi semak dan tidak terurus. Jadi, setelah pihak kelurahan dan masyarakat berkoordinasi kepada pemilik lahan tanah kosong untuk dimanfaatkan sebagai kampung tangguh. Maka,pemilik lahan tanah kosong itu mempersilahkan untuk dimanfaatkan,” bilang Irawadi.

Dilanjutkannya, di dalam Kampung Tangguh itu pihak Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota bersama masyarat menanam berbagai tanaman sayuran seperti  kankung, timun, kacang panjang, Paria serta terong dan tanaman hidroponik.

Selain itu juga di Kampung Tangguh itu juga ada menyediakan tempat sarana bermain anak-anak seperti ayunan, tempat duduk serta mainnya anak lainnya. “Di kampung tangguh itu juga kita ada menyediakan Bibit ikan lele,” bilang Irawadi. 

Kata Irawadi, kalau hasil tanaman berbagai sayuran di Kampung Tangguh dibagikan kepada warga untuk mensejahterakan warga sekitar. Lalu sebagian untuk kelompok PKK Kelurahan yang akan digunakan untuk kegiatan kelurahan PKK.

“Artinya kegiatan Kampung Tangguh ini didukung masyarakat sekitar bahkan mereka berpartisipasi setiap Sabtu senam dengan dana sendiri,” bilangnya.

Untuk perawatan yang dilakukan adalah dengan menyiram tanaman dan menempatkan petugas dari kelurahan serta petugas kebersihan kecamatan yang di khususkan untuk di kampung tangguh  di kelurahan ini.

Perlu diketahui kalau Kampung tangguh ini juga pernah dikunjungi oleh anggota DPRD Medan seperti Dedi Ashari Nasution dari Fraksi Gerindr dan Afif Abdillah. Mereka berjanji akan membantu masyarakat dan Kelurahan Sudirejo II dalam mengganti rugi lahan milik warga yang digunakan sebagai Kampung Tangguh untuk diganti rugi oleh Pemko Medan.

“Kalau bisa diambil untuk diganti rugi oleh pemko Medan biar ada tempat Taman edukasi masyarakat untuk menanam. Sehingga masyarakat dapat merasakan taman terbuka hijau di kelurahan Sudirejo II,” ujarnya.

Dirinya hanya bisa berharap ke depannya Kampung Tangguh ini yang masih merupakan lahan tanah milik warga ini bisa menjadi aset Pemko Medan dengan cara ganti rugi. Sehingga bisa sebagai Tempat terbuka hijau untuk Sudirejo II ini. (rel)

Telkomsel Hadirkan Compact Mobile BTS (Combat) 4G di Nagari Minangkabau

Tanah Datar, SUMUTPOS.CO – Telkomsel terus berkomitmen untuk konsisten meneruskan pemerataan akses infrastruktur dan kualitas broadband terdepan 4G/LTE di seluruh Indonesia sepanjang 2021 ini. Fokus pengembangan jaringan tak hanya berpusat di wilayah perkotaan, namun menjangkau hingga ke pelosok, salah satunya daerah Nagari Minangkabau, Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Sebelumnya, daerah Nagari Minangkabau belum tersentuh akses jaringan broadband sehingga menyulitkan warga dalam mengakses internet, terutama pada masa pandemi yang mengharuskan pelajar untuk belajar secara daring. Kini, Telkomsel menjadi satu-satunya operator seluler yang menghadirkan layanan 4G/LTE di lokasi tersebut.

Telkomsel menghadirkan Compact Mobile BTS (Combat) 4G di Nagari Minangkabau. Sebelumnya, daerah Nagari Minangkabau belum tersentuh akses jaringan broadband sehingga menyulitkan warga dalam mengakses internet, terutama pada masa pandemi yang mengharuskan pelajar untuk belajar secara daring. Kini, Telkomsel menjadi satu-satunya operator seluler yang menghadirkan layanan 4G/LTE di lokasi tersebut.

Vice President Network Operation and Quality Management Area Sumatera Telkomsel Iswandi menyampaikan bahwa Telkomsel senantiasa menghadirkan jaringan terbaik hingga wilayah pelosok untuk memenuhi kebutuhan komunikasi seluruh masyarakat, Inisiatif ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang dan kesempatan bagi masyarakat dalam meningkatkan produktifitas dan memaksimalkan aktivitas keseharian melalui pemanfaatkan jaringan broadband terdepan dan terluas dari Telkomsel khususnya pada masa pandemi yang membuat banyak aktivitas dilakukan secara daring dari rumah.

“Kami secara khusus menghadirkan Compact Mobile BTS (Combat) 4G/LTE, jaringan yang jauh lebih baik dari 3G. Dengan konektivitas yang lebih cepat dan stabil, akses jaringan 4G/LTE diharapkan mampu mempermudah berbagai aktifitas sosial ekonomi masyarakat. Kami juga berharap kehadiran Telkomsel akan membuat para pelajar di Nagari Minangkabau semakin nyaman mengikuti proses belajar mengajar yang dilakukan secara daring tanpa harus pergi ke lokasi tertentu untuk mendapatkan akses broadband”, ungkap Iswandi.

Nagari Minangkabau dengan jumlah penduduk sekitar 3.000 jiwa terletak di Tanah Datar, Sumatera Barat. Lokasi yang sulit dijangkau, tidak menjadi penghalang bagi Telkomsel untuk menghadirkan layanan 4G/LTE demi kemudahan warga dalam mengakses internet.

Layanan ini pun langsung dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat terutama para pelajar dalam aktivitas belajar daring. Terbukti, penggunaan paket data mencapai 300 GB setiap harinya sejak kehadiran 4G/LTE Telkomsel di Nagari Minangkabau.

“Telkomsel memastikan berbagai upaya pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas jaringan, serta pengembangan layanan dijalankan secara merata, karena seluruh kegiatan ini semata-mata untuk menjawab kebutuhan gaya hidup digital masyarakat serta pelanggan yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Upaya peningkatan pengalaman gaya hidup digital ini pun sejalan dengan komitmen Telkomsel sebagai leading digital telco company yang akan menguatkan ekosistem pendukung seperti penyediaan produk dan layanan broadband yang terjangkau.”, pungkas Iswandi.(rel)

Kembalikan Kerugian Negara Rp9 M dari Reiz Condo, Kejatisu Bakal Tindak yang Terlibat

Kajatisu Wiswantanu mengembalikan kerugian negara sebesar Rp9.083.566.525 kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) mengembalikan kerugian negara sebesar Rp9.083.566.525 kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan, di Aula Kejatisu, Rabu (17/3). Uang ini berasal dari Apartemen Reiz Condo melalui PT Waskita Karya Realty, terkait retribusi daerah atas perubahan fungsi bangunan gedung apartemen Reiz Condo.

Kajatisu Wiswantanu mengembalikan kerugian negara sebesar Rp9.083.566.525 kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut IBM Wiswantanu menyampaikan, bahwa proses pengembalian kerugian negara ini berawal dari izin IMB No. 6498/869.K Tanggal 15 Juli 2015 dengan fungsi sebagai hunian, luas bangunan 80.268 M persegi, jumlah lantai 28 dengan nilai retribusi Rp1.280.084.850.

“Berdasarkan temuan tim penyidik dari Kejaksaan, ditemukan perubahan fungsi bangunan yang tadinya hunian menjadi campuran. Di mana, di dalamnya ada kegiatan sewa menyewa apartemen bulanan dan tahunan,” ujarnya di hadapan Wali Kota Medan Bobby Nasution. 

Kemudian, lanjutnya, Tanda Daftar Usaha Pariwisata No. 0132/1.4/0601/04/2018 tanggal 16 April 2018 sebagai bukti setoran pajak sewa apartemen yang seharusnya wajib rubah fungsi bangunan. 

Dengan dasar Perda Wali Kota Medan No 38 Tahun 2017 tentang petunjuk teknis pelaksanaan Perda Kota Medan, Perda No 5 Tahun 2012 tentang Retribusi Izin Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Wali Kota No 98 Tahun 2017 tentang perubahan atas Peraturan Wali Kota Medan No 83 Tahun 2017 maka ditemukan kerugian keuangan negara karena penyalahgunaan fungsi bangunan. 

“Dari hasil penyelidikan, ditemukan adanya mark down atas pembayaran retribusi IMB yang dianggap retribusi IMB masuk sebagai kas pendapatan asli daerah (PAD) Kota Medan sebesar Rp9.083.566.525,” ungkap Wiswantanu. 

Belum ada tersangka dalam kasus ini, hanya saja Wiswantanu menegaskan, pihaknya tidak segan-segan melakukan tindakan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini. “Siapa pun pihak-pihak yang terlibat, tentunya kita akan melakukan penindakan,” tegasnya. 

Sementara, Bobby Nasution mengapresiasi atas adanya pengembalian kerugian negara dari hasil penyelidikan yang dilakukan Kejaksaan terkait perubahan fungsi Reiz Condo dari hunian menjadi campuran. 

“Kami mengucapkan terima kasih karena ini akan masuk pada kas daerah. Yang perlu saya sampaikan, bahwa Reiz Condo ini izinnya adalah hunian tapi disewakan seperti hotel yang telah berlangsung dari tahun 2018. Retribusinya berbeda kalau hunian 0.4% sedangkan hotel 4%, namun Reiz Condo hanya membayarkan yang 0.4%, bukan yang 4%, jadi kita mengalami kerugian sekitar Rp9 miliar,” ujar Wali Kota Medan.

Tidak hanya terhadap bangunan Reiz Condo saja, ke depanya Wali Kota Medan juga akan tetap menggandeng Kejatisu untuk menertibkan bangunan-bangunan yang menyalahi izin di kota Medan.

“Ke depannya saya berharap dapat terus berkolaborasi dengan Kejatisu, karena memang saya lihat ada beberapa kawasan yang harus ditertibkan, apalagi Pemko Medan sedang bekerja keras untuk meningkatkan PAD kota Medan,” harap Wali Kota Medan.

Ditambahkan Wali Kota Medan lagi, saat ini salah satu program prioritas Pemko Medan mengembalikan fungsi kawasan heritage kesawan seperti dahulunya.”Jadi salah satu program prioritas kami mengembalikan daerah heritage Kesawan, baik itu dari segi bentuk bangunannya maupun suasananya,” ujar Bobby.

Setelah sambutan, Kajati menyerahkan uang sebesar Rp9.083.566.525 kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution, sekaligus penandatanganan berita acara serah terima oleh Asintel, Kepala BPKAD Medan, Wali Kota dan disaksikan Kajati IBN Wiswantanu. (man/map/ila) 

Kurir Sabu 4 Kg dan Ribuan Pil Ekstasi, Dua Warga Riau Dituntut 20 Tahun Penjara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua warga asal Pekanbaru, Riau, Eddy Susanto (39) dan Rafianto (24) dituntut masing-masing selama 20 tahun penjara. Kedua terdakwa dinilai terbukti, karena menjadi kurir narkotika jenis sabu seberat 4 kilogram (kg) dan pil ekstasi sebanyak 4.497 butir, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (17/3).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fransiska Panggabean menyatakan terdakwa melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan, menuntut Eddy Susanto dan Rafianto masing-masing selama 20 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 6 bulan,” ujarnya dihadapan Hakim Ketua Safril Batubara. 

Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada penasihat hukum terdakwa untuk menyampaikan pembelaan pada sidang pekan depan.  (man/azw)

Bupati Karo akan Salurkan Bantuan dari Konjen RRT untuk Korban Erupsi Gunung Sinabung

ROMBONGAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH saat menerima rombongan Konjen RRT Wu Boliang di Ruang Lobi Kantor Bupati Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Rabu (17/3).

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH akan membagikan bantuan sembako dan alat pelindung diri (APD) dari Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tingkok (Konjen RRT) kepada masyrakat yang  terdampak erupsi Gunung Sinabung. Hal itu disampaikan Terkelin dihadapan perwakilan Konjen RRT Wu Boliang dan Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi Msi, Kadis Kesehatan drg Irna Safrina Meliala dan Plt BPBD Natanail Perangin Angin, di Ruang Lobi Kantor Bupati Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Rabu (17/3). 

ROMBONGAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH saat menerima rombongan Konjen RRT Wu Boliang di Ruang Lobi Kantor Bupati Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Rabu (17/3).

Menurut Terkelin, sebelum dibagi pihaknya akan mendata ulang dan cek jumlah sesuai  tanda terima nomenklatur. Itu bertujuan untuk tertib adminiterasi. “Jadi semua ini untuk menghindari dugaan pihak pihak tertentu yang tidak transparan, dan ini perlu diantisipasi,” tegas Terkelin.

Adapun bantuan yang diberikan nantinya berupa beras 10 kg, minyak 2 liter, gula 1 kg, dan masker. 

Dalam kesempatan itu juga, Terkelin berharap apa yang telah diberikan oleh Konjen RRT ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo dapat membantu kesulitan masyrakat. Apalagi sekarang ini dalam situasi pandemi Covid19. Ditambah lagi erupsi Gunung Sinabung.

“Ke depan dapat lebih erat lagi dalam hubungan bilateral baik sisi ekonomi, budaya dan perdagangan,” ujarnya. 

Sementara, perwakilan Konjen RRT Wu Boliang mengatakan, kehadiran mereka di sini hanya ingin mempertegas bahwa bantuan paket sembako yang telah diterima Pemkab Karo dapat tersalurkan dengan baik. 

Wu berharap, ke depan dalam melawan perang Covid-19 pihaknya bersedia bekerja sama dalam mitra strategis menuntaskan pemulihan ekonomi. (bbs/azw)

FKUB Asahan Sosialisasi Pendirian Rumah Ibadah

H Humaidy Syamsuri Pane, Ketua FKUB Asahan.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabuapaten Asahan memberikan sosialisasi tentang pendirian rumah ibadah kepada 125 tokoh agama di 25 Kecamatan. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan pehaman kepada tokoh agama dan masyarakat terkait pendirian rumah ibadah.

H Humaidy Syamsuri Pane, Ketua FKUB Asahan.

“Semoga dengan sosialisasi ini tidak ada lagi perselisihan tentang rumah Ibadah,” ujar Ketua FKUB Asahan H Humaidy Syamsuri Pane di kantor FKUB Kabupaten Asahan, Rabu (17/3). 

Selain itu, sosialisasi juga memberikan pemahaman peraturan bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri nomor 9 dan nomor 8 tahun 2006 tentang pedoman pelaksanaan tugas kepala daerah/wakil kepala daerah dalam memelihara kerukunan umat beragama pemberdayaan FKUB dan pendirian rumah ibadah.

“Dengan sosialisasi ini mari kita tingkatkan kerukunan umat beragama bersama pemerintah. Dan kami juga punya moto, Kerukunan terjalin dan akidah terjamin,” ungkap Humaidy.

Sosialisasi dilakukan secara bertahap selama 5 hari. Hal ini karena masih dalam masa pandemi covid-19.

“Sosialisasi tetap mematuhi prokes dan materi diisi oleh narasumber dari FKUB Asahan dan Kemenag Asaha dan sekaligus dilakukan diskusi,” pungkasnya. (mag-9/azw)

Umar Ingatkan ASN Tebingtinggi Lapor SPT Tahunan

BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan bersama Kepala KPP Pratama Wantimer Sinaga dalam penyampaian SPT tahunan.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan dampingi Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian, Sekretaris BPKPAD Sri Imbang Jaya Putra, menerima kunjungan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama kota Tebingtinggi di Ruang Kerja Lantai IV Gedung Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Selasa (16/3).

BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan bersama Kepala KPP Pratama Wantimer Sinaga dalam penyampaian SPT tahunan.

Dalam kesempatan itu Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tebingtinggi berupaya agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Tebingtinggi segera menyelesaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan.

“Kita selalu melakukan kompetitif, kompetisi dengan daerah lain, orang lain bisa kenapa kita tidak. Alhamdulillah pelayanan publik Dukcapil sudah tingkat 5 besar nasional. Kalau kita mau, kita bisa, ini karena Covid-19, penghargaan belum diberikan, karena nilai kita A. Saya yakin kita bisa, asal kita mau. Kalau kita mau dan serius mudah mudahan semua bisa,” tegas Umar.

Dijelaskan Umar, kepada setiap wajib pajak Kota Tebingtinggi sebagai wajib pajak telah menyampaikan laporan wajib pajak, untuk itu kita mengimbau dan mengajak kepada seluruh warga kota Tebingtinggi, baik ASN maupun swasta ataupun badan yang ada, agar menyampaikan laporkan wajib pajaknya secara tertib, jangan tunggu sampai lama lama lagi dan berakhirnya waktu, pajak kuat Indonesia maju.

Sedangkan Kepala KPP Pratama Kota Tebingtinggi Wantimer Sinaga menjelaskan kunjungan audiensi ini dilakukan sebagai rangka pekan panutan pelaporan SPT tahunan kepada Wali Kota Tebingtinggi beserta seluruh jajarannya.

“Harapan kami, setelah Wali Kota Tebingtinggi melakukan kewajiban pelaporan SPT tahunannya, seluruh ASN yang ada di Pemerintah Kota Tebingtinggi dan seluruh pengusaha, masyarakat wajib pajak sudah harus melaporkan kewajiban perpajakannya, terutama SPT tahunan 2020, jangan sampai lewat tanggal 31 Maret 2021 untuk orang pribadi dan 30 April untuk Badan Usaha,” pungkasnya. (ian/azw)

Pemko Tebingtinggi Sosialisasi Pembentukan KSB

BUKA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan ketika membuka kegiatan pembentukan kampung siaga bencana di Gedung Hj Sawiyah Nasution, Rabu (17/3).

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan membuka kegiatan koordinasi, sosialisasi, dan pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB), yang diprakarsai Dinas Sosial Kota Tebingtinggi di Gedung Hj Sawiyah Nasution, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Rabu (17/3).

BUKA: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan ketika membuka kegiatan pembentukan kampung siaga bencana di Gedung Hj Sawiyah Nasution, Rabu (17/3).

Umar Zunaidi Hasibuan menyatakan bahwa kampung menjadi tujuan utama karena pada hakikatnya landasan pertama dari kehidupan ini dari rumah tangga. Aman rumah tangga, aman lingkungan, aman kelurahan, aman kecamatan, dan aman kota. Maka ketahanan dan pertahanan yang utama itu adalah keluarga dan lingkungan. 

“Dalam menghadapi bencana. Kita harus siap data, contohnya di Nias ketika terjadi gempa, satu data base diperlukan perkelurahan, berapa jumlah warga dan berapa kepala keluarganya, ini basis data kampung, harus jelas data ada yang lahir, meninggal serta pindah,” bilangnya.

Dijelaskannya, yang punya daerah adalah kampung, karena kampung atau kelurahan inilah yang membentuk Kecamatan, maka kita lakukan ini berbasis kampung. Selanjutnya, mendekatkan pelayanan yang lebih cepat, lebih tepat kepada masyarakat dan yang ikut bekerja disini adalah masyarakat. 

Menurut Umar, kampung siaga nencana harus ada partisipasi dari masyarakat untuk membantu mengurus suadara saudaranya yang ada disitu, maka dalam hal ini diperlukan koordinasi secara baik dan sinergitas secara baik antara warga di kampung, jadi basis kita di kampung atau lingkungan itu kuat. Karena sudah solid berdasar ikatan emosional, contoh ada pengajian, ada partangiangan, tinggal kepala lingkungan mengumpulkan tokoh tokoh ini supaya mau bekerja sama mencapai tujuan.

“Jadi, konsep kampung siaga bencana sudah melakukan pemetaan terhadap daerahnya. Bencana alam tidak hanya bencana karena alam saja, tetapi karena penyakit seperti sekarang pandemi Covid-19 yang membutuhkan kerjasama partisipasi dan diperlukan kesadaran masyarakat,” bilangnya.

Umar berharap kepada seluruh Lurah dan kepada Kepala Lingkungan agar kiranya berswadaya untuk menggerakan masyarakat supaya bisa mau ikut di Kampung Siaga Bencana ini, karena sebelumnya Pemko Tebingtinggi telah menghimbau melalui rumah ibadah agar masyarakat memantau lingkungannya apa bila ada terdampak Covid-19.

“Kampung Siaga Bencana bukan hanya untuk mematuhi secara ketentuan hukum yaitu mengindahkan peraturan Menteri Sosial tapi memang merupakan kebutuhan masyarakat karena basis yang utama dari pada Kota itu adalah desa atau Kelurahan. kalau Desa atau Kelurahan itu baik, maka baiklah Kota atau Kabupaten itu,” jelasnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kota Tebingtinggi, Sahbana menyampaikan bahwa dasar pelaksanaan kegiatan ini bersumber dari DPA SKPD tahun 2021 dan program kerja Dinas Sosial kota Tebingtinggi tahun 2021 dengan maksud dan tujuan kegiatan adalah memahamkan pentingnya Kampung Siaga Bencana. Sedangkan peserta mengikuti 100 orang terdiri dari unsur pemerintah dan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan itu Sekdako Muhammad Dimiyathi, Kepala Seksi Bencana Alam Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sumatera Utara Lihat Silalahi, perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kecamatan dan kelurahan se Kota Tebingtinggi, Tagana Tebingtinggi. (ian/azw)