26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 36

PDI-P Medan Soroti Minimnya Anggaran KONI 2026

Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal SE didampingi pengurus bersama Ketua DPC PDI-P Medan Hasyim SE dan pengurus. (Dok KONI Medan)
Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal SE didampingi pengurus bersama Ketua DPC PDI-P Medan Hasyim SE dan pengurus. (Dok KONI Medan)

MEDAN – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Medan menyoroti minimnya anggaran pembinaan olahraga untuk KONI Medan pada tahun 2026. Pihaknya mendesak agar kebijakan penganggaran Pemko Medan agar lebih berpihak pada kemajuan olahraga.

“Kami sudah banyak menyerap aspirasi dari KONI Medan terkait penganggaran yang sangat minim. Dulu belasan miliar, sekarang sekitar Rp3 miliar, sementara jumlah cabor ada 56 dan ke depan akan bertambah menjadi 61. Ini tentu sangat minim untuk membiayai pembinaan,” kata Hasyim saat menerima kedatangan pengurus KONI Kota Medan Sekretariat PDIP Medan, Jalan Asrama, Teladan Barat, Kamis (26/2/2026).

Pada pertemuan ini, KONI Medan datang dipimpin Ketua Aswindy Fachrizal, didampingi Sekretaris Umum Helty Susilo, Wakil Ketua Umum I Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Suharjo, Wakil Ketua Umum II Bidang Organisasi Halomoan Samosir, Wakil Bendahara IV Siegfried, serta jajaran pengurus lainnya.

Mereka diterima Ketua DPC PDIP Medan Hasyim SE, didampingi anggota Fraksi PDIP DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak, Agus Setiawan, Jusup Gingting Suka, Lily, serta pengurus DPC lainnya.

Menurut Hasyim, dengan anggaran yang terbatas, akan sulit bagi KONI Medan untuk menjalankan program pembinaan secara optimal dan meraih prestasi yang diharapkan. “Bagaimana pembinaan bisa maksimal kalau anggarannya sangat minim? Untuk mencapai prestasi olahraga tentu butuh dukungan dana yang memadai,” tegasnya.

Hasyiem menyebut, PDIP memiliki perpanjangan tangan melalui fraksi di DPRD Kota Medan yang dapat mendorong kebijakan penganggaran agar lebih berpihak pada kemajuan olahraga.

“Kami berharap ada upaya dari fraksi untuk mendorong Wali Kota agar bisa meningkatkan anggaran KONI Medan, termasuk melalui perubahan anggaran (P). Kami akan upayakan yang terbaik supaya olahraga di Medan bisa berprestasi,” tegasnya.

Dia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap atlet berprestasi. Menurutnya, banyak atlet Kota Medan yang telah mengharumkan nama daerah namun belum mendapatkan apresiasi yang layak.

“Kalau atlet berprestasi tentu perlu diberikan apresiasi. Banyak atlet kita kurang perhatian, ini harus kita pikirkan bersama demi kemajuan olahraga di Kota Medan,” tambahnya.

Selain mendorong dukungan dari pemerintah kota, PDIP Medan juga mengusulkan agar KONI melakukan terobosan dengan menggandeng para pemangku kepentingan, termasuk BUMN dan BUMD, untuk memperoleh dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Perlu juga terobosan untuk mendapatkan dukungan stakeholder seperti BUMN dan BUMD. Kita harap ada upaya menggandeng perusahaan agar bisa membantu pembinaan olahraga melalui CSR,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KONI Medan Aswindy Fachrizal menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PDIP Medan, khususnya melalui fraksi di DPRD.

“Kami berterima kasih atas dukungan Fraksi PDIP dan Ketua PDIP Medan, Bapak Hasyiem. Harapan kami tentu ada penambahan anggaran, karena prestasi tidak bisa dicapai tanpa dukungan dana yang memadai,” ujarnya.

Aswindy menegaskan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, KONI Medan tetap berkomitmen memaksimalkan pembinaan atlet di berbagai cabor. Dia juga optimistis Kota Medan mampu kembali menorehkan prestasi gemilang pada ajang Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) mendatang.

“Kami optimistis di Porprovsu nanti Medan bisa kembali menjadi juara umum. Tapi tentu itu harus didukung dengan kebijakan anggaran yang berpihak pada pembinaan,” pungkasnya. (dek)

Menpora Kecam Dugaan Pelecehan Seksual dan Kekerasan Fisik, Dukung Langkah Investigasi FPTI

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir buka suara mengenai kabar dugaan tindak kekerasan fisik dan pelecehan seksual yang dialami para atlet panjat tebing Indonesia. Ia mengecam kejadian itu dan mendukung langkah Federasi Panjat Tebing Indonesia untuk menginvestigasi.

Sebanyak delapan atlet panjat tebing nasional dilaporkan mengalami tindak pelecehan seksual dan kekerasan fisik oleh pelatih kepala timnas panjat tebing, Hendra Basir.

Kejadian itu terungkap setelah adanya pengaduan oleh para atlet yang terdiri dari lima pemanjat putra dan tiga pemanjat putri, yang didampingi oleh psikolog Pelatnas FPTI, kepada Ketua Umum Yenny Wahid pada 28 Januari 2026.

“Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan hati yang sangat berat telah mempelajari dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang melibatkan pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia,” kata Erick dalam pernyataan resminya melalui media sosial Instagram pribadinya, Kamis (26/2).

“Pertama, kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam, berempati, dan memberikan dukungan penuh kepada para atlet yang menjadi korban serta kepada keluarga yang terdampak,” tambahnya.

Menurut Erick, para atlet adalah anak-anak bangsa. Mereka disebutnya telah berlatih dengan disiplin, berkorban dengan sepenuh hati, dan membawa Merah Putih dengan kebanggaan.

“Mereka harus dilindungi. Mereka harus merasa aman. Mereka adalah marwah bangsa Indonesia, karena mereka berjuang di era modern ini,” jelas Erick.

FPTI sendiri telah mengambil langkah tegas menyusul adanya pengaduan tersebut. Federasi menonaktifkan sementara Hendra Basir, yang berlaku efektif per 9 Februari 2026, sesuai dengan Surat Keputusan 0209/SKP/PP.NAS/1I/2026 tentang Penonaktifan Sementara Kepala Pelatih Pelatnas FPTI.

Selain itu, FPTI juga telah membentuk tim pencari fakta (TPF) terkait penonaktifan pelatih tersebut, akibat dugaan tindakan pelecehan seksual dan kekerasan fisik kepada atlet. Langkah itu didukung penuh oleh Kemenpora.

“Kemenpora mendukung penuh langkah Federasi Panjat Tebing Indonesia yang telah bergerak cepat dengan membentuk tim investigasi independen,” tutur Erick.

“Kami akan bekerja sama secara erat dengan federasi, atlet, dan keluarga untuk memastikan setiap proses berjalan secara serius, transparan, dan berkeadilan,” sambung dia.

Kemenpora, kata Erick Thohir, juga siap memberikan pendampingan hukum maupun psikologis kepada para korban, karena pemulihan mereka adalah prioritas utama. Apabila tuduhan yang ada tersebut terbukti, Erick menegaskan tidak akan memberikan toleransi apapun.

Pelaku harus menerima sanksi paling berat, termasuk larangan seumur hidup dari dunia olahraga. Apabila terdapat unsur pidana, maka kita harus proses sesuai dengan hukum yang berlaku di negara yang kita cintai ini, negara Indonesia,” tegas dia.

Lebih lanjut Erick Thohir menyampaikan bahwa olahraga adalah tempat lahirnya pembangunan karakter, kehormatan, dan kebanggaan bangsa Indonesia. Dunia olahraga, menurutnya, harus menjadi ruang yang aman, ruang yang membangun, dan ruang yang memuliakan manusia, bukan ruang yang melukai atau merusak atlet-atlet kita.

Erick Thohir pun berpesan kepada seluruh atlet Indonesia di cabang olahraga manapun, di tingkat manapun, bahwa Kemenpora akan berdiri mendampingi mereka. Pemerintah tidak akan membiarkan atlet sendirian dalam menghadapi tindak kekerasan fisik atau pelecehan seksual.

“Kalian tidak sendiri. Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk mendengar, membantu, dan melindungi seluruh atlet Indonesia jika ada yang pernah atau bahkan sedang menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual maupun fisik,” ucapnya.

Erick kemudian menyampaikan panduan apabila ada atlet yang mengalami kejadian tersebut. Caranya dengan melaporkannya melalui surel khusus yang dibuat oleh Kemenpora pengaduan.atlet@kemenpora.go.id.

“Kemenpora akan memastikan setiap atlet mendapatkan perlindungan yang layak dan bermartabat. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa olahraga Indonesia berdiri di atas nilai integritas, rasa hormat, dan perlindungan terhadap setiap insan yang mengabdikan dirinya untuk bangsa dan negara,” tutup Erick. (jpc/tri)

Respons Cepat Layanan 110, Kapolda Sumut Beri Penghargaan kepada Kapolres Labuhanbatu

BERI PENGHARGAAN: Wakapolda Sumut mengerahkan penghargaan kepada Kapolres Labuhanbatu di Aula Tribrata Lantai I Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Rabu (25/2). (fajar/ Sumut Pos)
BERI PENGHARGAAN: Wakapolda Sumut mengerahkan penghargaan kepada Kapolres Labuhanbatu di Aula Tribrata Lantai I Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Rabu (25/2). (fajar/ Sumut Pos)

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto memberikan penghargaan kepada Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, yang telah respons cepat dalam penanganan laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110.

Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Sumut Tahun 2026 yang digelar di Aula Tribrata Lantai I Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Rabu (25/2).

Penghargaan diserahkan langsung oleh Waka Polda Sumatera Utara Brigjen Pol Sonny Irawan.

“Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja Polres Labuhanbatu yang dinilai responsif, profesional, dan cepat dalam menindaklanjuti setiap aduan masyarakat melalui layanan 110,” ujarnya.

Capaian ini menjadi bukti komitmen Polres Labuhanbatu dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel Polres Labuhanbatu yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam merespons laporan secara cepat, tepat, dan humanis.

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat sistem respons pengaduan, serta memastikan setiap laporan masyarakat melalui Call Center 110 ditangani secara profesional. (fdh/azw)

Gelar Pengabdian di Desa Sempajaya, Tim Teknik USU Ubah Limbah Sayur Menjadi Bioetanol Bertenaga Surya

Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik USU bersama Kepala Desa Sempajaya berfoto bersama usai pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dan diseminasi hasil Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) terkait penguatan ekonomi sirkular melalui inovasi unit distilasi berbasis energi surya di Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.
Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik USU bersama Kepala Desa Sempajaya berfoto bersama usai pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dan diseminasi hasil Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) terkait penguatan ekonomi sirkular melalui inovasi unit distilasi berbasis energi surya di Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.

BERASTAGI, SumutPos.co– Masalah limbah pertanian di Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, kini menemukan solusi cerdas. Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU) kembali hadir melakukan gebrakan melalui program pengabdian masyarakat untuk memperkuat ekonomi sirkular desa berbasis energi terbarukan, Rabu (18/2).

Program bertajuk “Penguatan Ekonomi Sirkular Desa Sempajaya pada Produksi Bioetanol Berbasis Limbah Organik Pertanian melalui Focus Group Discussion dan Diseminasi Internasional” ini fokus menyulap limbah kentang, kubis, tomat, hingga wortel menjadi bioetanol bernilai ekonomi.

Inovasi Distilasi Tenaga Surya
Berbeda dari tahun sebelumnya, pengabdian yang diketuai oleh Ir. Rivaldi Sidabutar, S.T., M.T. ini memperkenalkan inovasi mutakhir berupa unit distilasi (penyulingan) berbasis energi surya. Teknologi ini terintegrasi dengan panel fotovoltaik dan sistem penyimpanan daya, sehingga proses produksi tidak lagi bergantung pada listrik konvensional.

Proses perakitan dan pemasangan panel surya fotovoltaik beserta sistem penyimpanan daya yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik USU di Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.
Proses perakitan dan pemasangan panel surya fotovoltaik beserta sistem penyimpanan daya yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik USU di Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.

“Kami melihat tantangan utama ada pada sumber energi. Dengan panel fotovoltaik, proses penyulingan bioetanol kini lebih mandiri, hemat energi, dan berkelanjutan,” ujar Rivaldi Sidabutar saat memberikan penjelasan kepada warga.

Antusiasme Warga dan Praktik Lapangan
Tidak sekadar teori, tim yang beranggotakan pakar seperti Prof. Dr. Eng. Ir. Irvan, M.Si. dan Dr. Ir. Bambang Trisakti, M.Si., Farida Hanum, S.T., M.T., Ir. Sheylin Wimora Lumban Tobing, dan Hendrik Voice Sihombing S.T., M.T. ini mengajak warga terjun langsung dalam proses instalasi.

Empat mahasiswa S-1 Teknik USU yakni Daniel S Marbun, Muhammad Faiz Abdurrahman, Fairuz Fuad Hasibuan dan Wahyu Pramudya Syafutra, turut mendampingi warga memahami cara kerja sistem, mulai dari penyerapan sinar matahari hingga konversi menjadi daya listrik untuk alat penyulingan.

Antusiasme ini disambut baik oleh Kepala Desa Sempajaya, Meliala Purba. Ia menilai kehadiran Tim USU memberikan dampak nyata yang mudah dipahami oleh masyarakat awam. “Program ini sangat tepat sasaran. Hasilnya memuaskan dan sistemnya mudah dipahami. Kami merasa sangat terbantu dalam mendorong energi terbarukan di desa kami,” ungkap Meliala Purba.

Menuju Kemandirian Ekonomi
Melalui skema Focus Group Discussion (FGD), tim pengabdian berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu mengimplementasikan teknologi ini secara mandiri. Selain mengurangi beban biaya energi, produksi bioetanol dari limbah ini diproyeksikan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat melalui pemanfaatan aset yang selama ini dianggap sampah.

Hasil dari program ini pun direncanakan akan didiseminasi secara internasional sebagai model percontohan ekonomi sirkular desa yang sukses mengintegrasikan riset kampus dengan kebutuhan masyarakat pedesaan. (adz)

Safari Ramadan Wali Kota Tebingtinggi, Iman Ajak Perbanyak Amal Kebaikan

TALI ASIH: Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih menyerahkan secara simbolis tali asih kepada BKM Masjid Tawkkal, Raby (25/2) Azan Purba
TALI ASIH: Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih menyerahkan secara simbolis tali asih kepada BKM Masjid Tawkkal, Raby (25/2) Azan Purba

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih menghadiri acara buka puasa bersama dan salat Magrib berjamaah di Masjid Riyadhus Sholihin, Jalan Selat Sunda LK I, Kelurahan Mandailing, Kecamatan Tebingtinggi Kota, Rabu (25/2). Dalam sambutannya, Wali Kota Tebingtinggi menekankan pentingnya memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

“Mari kita jadikan bulan suci ini sebagai sarana memperkuat iman dan memperbanyak amal kebaikan,” ujar Wali Kota Tebingtinggi , Iman Irdian Saragih.

Beliau juga menambahkan bahwa kebersamaan dalam kegiatan keagamaan dapat mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Iman Irdian Saragih menyerahkan bingkisan tali asih kepada Badan Kemakmuran Masjid (BKM), serta bingkisan untuk anak yatim dan kaum dhuafa. Selain itu, beliau juga menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada para mustahiq.

Usai kegiatan di Masjid Riyadhus Sholihin, acara dilanjutkan dengan salat Isya dan tarawih berjamaah di Masjid Tawakkal, Jalan Pasar, Kebun Lingkungan IV, Kelurahan Lalang, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi.

Dalam tausiahnya, Jamal Rangkuti mengajak jamaah untuk memaknai ibadah puasa di bulan yang penuh berkah ini dengan menjaga kebersihan hati dan memperbaiki diri.

Ia juga menekankan pentingnya membuang segala penyakit hati seperti iri, dengki, dan prasangka buruk agar puasa yang dijalankan benar-benar bernilai di sisi Allah SWT.

Ustadz Jamal juga mengingatkan agar setiap umat Muslim senantiasa menjaga ucapan dan lisannya. “Mulutmu adalah harimaumu,” ujarnya, seraya mengingatkan agar tidak mudah menyebarkan fitnah, kebencian, maupun perkataan yang dapat menyakiti orang lain.

Menurutnya, puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang dapat merusak pahala ibadah.

Turut hadir dalam dua titik kegiatan tersebut perwakilan dari Kapolres Tebingtinggi, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tebingtinggi, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Khuzamri Amar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Reza Aghista, Inspektur Muhammad Fachry, Kasat Pol PP Benny Ericson Hamonangan Hutajulu, Kepala Dinas Sosial Muhammad Hasbie Ashshiddiqi, Kepala Badan Kesbangpol Ramadhan Barqah Pulungan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Iboy Hutapea, Kepala Dinas PPKB Dedi Parulian Siagian, Kabag Kesra Setdako Azanul Akbar Lubis, serta Kabag Prokopim Setdako Faisal Ahmad.

Hadir pula Camat Tebingtinggi Kota, Camat Rambutan, para lurah se-Kecamatan Tebingtinggi Kota dan se-Kecamatan Rambutan, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kehadiran para unsur Forkopimda, OPD, dan elemen masyarakat tersebut semakin menambah khidmat dan kebersamaan dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung dengan penuh kekeluargaan. (mag-3/azw)

Distan Dairi Bersama HRNS, Sosialisasikan Pupuk Organik Cair ke Petani Kopi

PRAKTEK: Tim HRNS dan Distan Dairi bersama anggota kelompok tani Pergas Desa Bangun, Kecamatan Parbuluan, Dairi saat mempraktikkan pembuatan POC ke komoditas kopi Arabika, Rabu (24/2).SUMUT POS/istimewa.
PRAKTEK: Tim HRNS dan Distan Dairi bersama anggota kelompok tani Pergas Desa Bangun, Kecamatan Parbuluan, Dairi saat mempraktikkan pembuatan POC ke komoditas kopi Arabika, Rabu (24/2).SUMUT POS/istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Dairi (Distan Dairi) bekerjasama dengan Hanns.R Neumann Stiftung (HRNS) menggelar sosialisasi pembuatan pupuk organik cair (POC) bagi petani kopi, di Kelompok Tani Pergas, Desa Bangun, Kecamatan Parbuluan, Rabu (24/2).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan pertanian berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang berdampak negatif pada kesehatan tanah.

Kepala Distan Dairi, Kesty Angkat, didampingi Kabid Penyuluh Sukaedah Angkat, menyampaikan apresiasi atas inisiatif HRNS, yang telah bekerja sama dengan Pemkab Dairi sejak 2022 untuk mendukung produktivitas 3.300 petani kopi Arabika.

“POC merupakan solusi nyata di tengah tantangan pemanasan global dan dampak buruk pupuk kimia. Kami mengajak kelompok tani mengikuti proses pembuatan POC agar mudah diaplikasikan di lahan masing-masing,” ujar Kesty.

Dalam sosialisasi tersebut, Kesty menyoroti beberapa keunggulan POC, antara lain efisiensi biaya produksi hingga 30-40 persen dan peningkatan kesehatan tanah dengan memperbaiki struktur yang mulai jenuh akibat residu kimia.

Project Manager HRNS, Denny Indra Simangunsong, memimpin praktik pembuatan POC dengan bahan yang mudah didapat dari lingkungan sekitar. Petani diajarkan cara mengolah dan mengaplikasikan pupuk organik cair secara efektif, sehingga dapat mendukung pertumbuhan kopi yang lebih sehat dan produktif.

Para anggota kelompok tani Pergas menyampaikan rasa terima kasih atas pendampingan dari Pemkab Dairi dan HRNS. Mereka berharap dengan penggunaan POC, produksi kopi dapat meningkat, sekaligus menjaga kesuburan tanah untuk jangka panjang.

Kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah untuk mendorong penggunaan pupuk organik demi menjaga ekosistem pertanian Dairi tetap produktif dan ramah lingkungan. (rud/ila)

Rakor di Kemendagri: Bupati Dairi Dukung Program 3 Juta Rumah

RAKOR: Bupati Dairi, Vickner Sinaga (belakangi lensa) saat mengkuti rapat koordinasi dengan Kementerian PKP, Rabu (25/2).SUMUT POS/istimewa.
RAKOR: Bupati Dairi, Vickner Sinaga (belakangi lensa) saat mengkuti rapat koordinasi dengan Kementerian PKP, Rabu (25/2).SUMUT POS/istimewa.

DAIRI , SUMUTPOS.CO – Komitmen mendukung program strategis nasional kembali ditegaskan Bupati Dairi Vickner Sinaga, saat menghadiri rapat koordinasi (Rakor) program perumahan tahun 2026 di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (25/2).

Rakor tersebut dipimpin Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Imran, dan diikuti sejumlah kepala daerah di Sumatera Utara.

Usai pertemuan, Vickner Sinaga menyampaikan dukungan penuh terhadap program pembangunan 3 juta rumah yang menjadi prioritas nasional pemerintah pusat. Menurutnya, penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat harus menjadi agenda bersama antara pemerintah pusat dan daerah.

“Pertemuan ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mewujudkan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat. Sinergi pusat dan daerah adalah kunci percepatan program strategis nasional ini,” ujar Vickner.

Sebagai tindak lanjut, ia langsung menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Dairi, Surung Charles Lamhot Bantjin, untuk segera berkoordinasi dengan Direktur Pembiayaan serta Direktur Pengadaan Lahan Kementerian PKP guna mematangkan rencana implementasi program tersebut di Kabupaten Dairi.

Sementara itu, Dirjen Perumahan Perdesaan Imran menegaskan bahwa rakor ini bertujuan memperkuat sinergi dan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam percepatan pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di Provinsi Sumatera Utara.

Ia menjelaskan, fokus program tahun 2026 meliputi pengentasan kawasan kumuh dengan target 225 hektare, bantuan sanitasi sebanyak 3.000 unit di 10 titik lokasi, serta bantuan stimulan perumahan swadaya sebanyak 400.000 unit yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

“Khususnya terkait penyediaan hunian layak, penanganan kawasan kumuh, dukungan terhadap program strategis nasional di bidang perumahan, serta percepatan pemulihan pascabencana di lokasi terdampak,” jelas Imran.

Melalui rakor ini, Pemerintah Kabupaten Dairi optimistis dapat mengambil peran strategis dalam mendukung target nasional, sekaligus mempercepat peningkatan kualitas permukiman bagi masyarakat di daerah itu. (rud/ila)

Kapolda Sumut Warning Jajaran: Jaga Marwah Polri, Disiplin Tanpa Kompromi

RAPIM: Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto dalam Rapim Tahun 2026, di Mapolda Sumut. Istimewa/Sumut Pos
RAPIM: Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto dalam Rapim Tahun 2026, di Mapolda Sumut. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komitmen menjaga marwah institusi dan menegakkan disiplin tanpa kompromi menjadi pesan utama dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Tahun 2026 yang digelar di Mapolda Sumut, Rabu (25/2).

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Whisnu Hermawan Februanto, menegaskan bahwa seluruh jajaran harus berpegang teguh pada prinsip “zero pelanggaran” sebagai bentuk nyata menjaga kehormatan institusi Polri.

Rapim tersebut dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polda Sumut, Kapolres jajaran, PJU Polres, hingga para Kasatker se-Sumatera Utara. Dalam arahannya, Kapolda menekankan bahwa tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang maupun tindakan yang dapat mencederai kepercayaan publik.

“Zero pelanggaran bukan sekadar slogan, tetapi komitmen nyata. Pengawasan internal harus diperkuat dan penegakan disiplin dilakukan tanpa kompromi,” tegasnya.

Menurutnya, marwah institusi Polri adalah harga diri organisasi yang wajib dijaga bersama. Setiap personel diminta menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

Selain soal disiplin internal, Kapolda juga menyoroti pentingnya respons cepat terhadap disinformasi yang berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat (public trust). Ia meminta seluruh jajaran proaktif melakukan klarifikasi, mencegah eskalasi opini negatif, serta mengedepankan komunikasi publik yang profesional, akurat, dan transparan.

Dalam menghadapi dinamika global, politik, reformasi hukum, serta perkembangan teknologi, seluruh personel juga diinstruksikan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan adaptasi.

“Pastikan Polri selalu hadir, terlihat, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui pelayanan prima serta tindakan yang cepat, tepat, dan terukur,” ujarnya.

Melalui Rapim 2026 ini, Polda Sumut meneguhkan komitmen memperkuat integritas, profesionalisme, dan soliditas internal guna mendukung program kerja pemerintah serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sumatera Utara. (dwi/ila)