31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 3603

Mudik Lebaran Tak Dilarang

MUDIK: Calon penumpang bersiap memasuki Kereta Api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Lebaran tahun ini, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan tidak menerapkan kebijakan pelarangan mudik seperti tahun lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pandemi Covid-19 hingga kini belum juga usai. Meski begitu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tidak menerapkan kebijakan pelarangan mudik Lebaran seperti tahun lalu. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 untuk membuat aturan tentang bepergian saat hari raya.

MUDIK: Calon penumpang bersiap memasuki Kereta Api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Lebaran tahun ini, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan tidak menerapkan kebijakan pelarangan mudik seperti tahun lalu.

“Terkait dengan mudik 2021 pada prinsipnya pemerintah lewat Kemenhub tidak akan melarang,” ujar Budi Karya Sumadi saat rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Selasa (16/3).

Menurut Budi Karya, pihaknya tidak memiliki wewenang untuk memutuskan kebijakan pelarangan atau perizinan terkait hal itu. Ini untuk meluruskan informasi yang beredar bahwa Kemenhub tidak melarang masyarakat mudik di tengah pandemi Covid-19.

“Melarang atau tidak melarangnya itu bukan kewenangan Kemenhub. Kami akan diskusi dengan kementerian atau lembaga terkait dan tentunya berdiskusi dengan pihak yang kompeten,” ujarnya.

Budi mengatakan, nantinya akan ada mekanisme khusus yang nanti dikoordinasikan dengan Gugus Tugas Covid-19 soal penyelenggaraan mudik Lebaran tahun 2021. “Gugus Tugas akan memberikan suatu arahan. Kami akan koordinasikan dahulu untuk bolehnya atau tidak, dan mekanisme akan dikoordinasikan ke Gugus Tugas,” jelasnya.

Menhub juga menegaskan, hal yang terpenting dalam hal ini adalah melakukan pengawalan ketat pada protokol kesehatan di berbagai moda transportasi. “Pertama adalah pengawalan ketat protokol kesehatan,” katanya.

Selanjutnya, pihaknya juga akan menjamin ketersediaan transportasi untuk masyarakat yang mau mudik Lebaran terkait kelayakan sarana dan prasarana pendukung dalam menghadapi arus mudik dan balik lebaran. “Kami akan menjamin kesediaan transportasi dan juga memastikan kelayakan sarana dan prasarananya,” tuturnya.

Budi mencontohkan, untuk transportasi udara. Pihaknya akan mempersiapkan kalau akan ramp check pesawat demu keamanan dan keselamatan penumpang maskapai. Selain itu, pihaknya juga akan menyiapkan optimalisasi armada pesawat dengan menyediakan slot time alias jatah terbang tambahan bagi maskapai menghadapi mudik Lebaran.

Kemudian, tak lupa, pihaknya juga akan memantau penetapan tarif perjalanan yang dilakukan oleh maskapai penerbangan agar sesuai dengan tarif batas atas dan bawah. “Agar sesuai dengan aturan tarif batas atas dan bawah,” sebutnya.

Budi juga memperkirakan, akan tejadi lonjakan penumpang pada musim mudik Lebaran tahun ini. Apalagi, saat ini program vaksinasi telah berjalan dan angkanya akan terus meningkat sehingga membuat masyarakat lebih nyaman bepergian.

Selain itu, adanya alat pendeteksi Covid-19 melalui embusan napas atau GeNose pada transportasi umum pun sudah dapat menjadi syarat bepergian. Sehingga biaya perjalanan akan menjadi lebih murah. “Pasti akan terjadi lonjakan, program vaksinasi diprediksi akan membuat masyarakat ingin bepergian,” tuturnya.

Di samping itu, lanjutnya, kebijakan pelonggaran pajak untuk mobil baru pun mendukung mobilitas masyarakat. “Kepemilikan mobil akan bertambah, dan penggunaan GeNose juga akan membuat confident untuk berpergian karena murah,” pungkasnya.

Untuk diketahui, lebaran tahun ini berbeda pada awal masa pandemi Covid-19 tahun lalu. Di 2020, pemerintah melarang mudik Lebaran demi menekan penyebaran virus Korona antar daerah karena pergerakan orang saat mudik.

///Masih dalam Pembahasan

Terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan, aturan soal tidak ada larangan warga mudik saat lebaran masih dalam tahap pembahasan. Wiku mengaku, kementerian dan lembaga terkait masih menggodok aturan soal pelonggaran atau pembatasan mobilitas warga ini.

“Sejauh ini kebijakan dalam mudik Lebaran masih dalam tahap pembahasan oleh kementerian atau lembaga terkait,” kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (16/3).

Namun demikian, Wiku meminta masyarakat untuk menyikapi apapun aturan pemerintah secara bijak, utamanya di tengah pandemi seperti saat ini. Sebab, bila berkaca pada kasus-kasus pada tahun lalu, lonjakan kasus tetap tinggi meski pemerintah sudah memberikan larangan mudik dalam rapat terbatas pada 21 April tahun lalu.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, penambahan jumlah kasus positif Covid-19 baik secara harian maupun kumulatif mingguan melonjak 69 hingga 93 persen sejak libur Idul Fitri 22-25 Mei 2020. Lonjakan kasus itu terlihat dalam rentang waktu 10-14 hari kemudian. “Namun pada prinsipnya dilarang atau tidak mudik, saya mengharapkan sikap bijak dari masyarakat untuk dapat mengambil keputusan terbaik, khususnya dalam melakukan perjalanan jauh yang berpotensi meningkatkan penularan,” pungkas Wiku.

Epidemiolog sekaligus peneliti dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Mouhamad Bigwanto mengingatkan pemerintah untuk memenuhi dua hal penting, apabila hendak memperbolehkan masyarakat mudik lebaran tahun ini. “Kalau sekarang diformalkan boleh mudik, maka petugas di lapangan baik itu Kemenhub, TNI, atau Polri mesti kerja keras memastikan syarat perjalanan dipenuhi dan semua mematuhi itu,” ujar Bigwanto.

Bigwanto mengatakan, persyaratan dokumen seperti hasil tes antigen bisa diterapkan dan diperketat di pintu keluar atau masuk pemudik. “Kalau disyaratkan rapid antigen, itu harus 1×24 jam atau 2×24 jam dan harus benar-benar ketat,” tegasnya.

Pengetatan syarat perjalanan, menurut dia, menjadi penting dan perlu dilakukan apabila merujuk ke pengalaman tahun lalu. Pada 2020, pemerintah melarang adanya perjalanan mudik, namun masyarakat tetap ada yang berupaya pulang ke kampung halaman. “Apalagi mudik lebaran tradisi kita. Di lain sisi, pada lebaran kemarin pun kita bukan tanpa kecolongan, banyak hal kecolongan. Bahkan bagi saya lebaran kemarin lebih berisiko karena yang mencuri-curi itu enggak tes,” tutur dia.

Di samping dokumen perjalanan, Bigwanto mengatakan, tantangan yang dihadapi masyarakat juga adalah kerap terjadinya desak-desakan penumpang di moda transportasi. Pasalnya, volume masyarakat yang pergi lebih banyak dari kendaraan yang ada. “Karena itu, selain memastikan dokumen perjalanan dipenuhi, juga memastikan alat transportasi itu tidak overload, sesuai standar. Kalau standar angkutan darat 50-75 persen itu harus diikuti,” tutur Bigwanto.

Pemerintah memastikan tidak ada larangan masyarakat melakukan perjalanan mudik Lebaran pada tahun ini. “Terkait dengan mudik pada 2021, pada prinsipnya pemerintah melalui Kementerian Perhubungan tidak melarang,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR di Jakarta, Selasa, 16 Maret 2021.

Meski begitu, kata Budi Karya, Kemenhub akan tetap melakukan koordinasi dan sinergi bersama Gugus Tugas Covid-19 dengan melakukan pengetatan dan tracing terhadap masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik. (jpc/cnn/tmp)

Dukung Program Pemerintah, BRI CanangkanMenjadiChampion of Financial Inclusion

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Inklusi keuangan masyarakat Indonesia masih punya potensi besar untuk ditingkatkan. Hingga 2019 lalu, tingkat inklusi keuangan masyarakat di Indonesia baru mencapai 76,19 persen. Angka ini berarti masih terdapat hampir seperempat masyarakat Indonesia belum mendapatkan akses keuangan formal yang layak.

Pemerintah menargetkan indeks inklusi keuangan masyarakat meningkat hingga 90 persen pada 2023-2024 mendatang. Target ini tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

Untuk mendukung realisasi target tersebut, BRI menetapkan visi untuk menjadi“The Most Valuable Banking Group In Southeast Asia &Champion of Financial Inclusion” di tahun 2025. Salah satu visi “Champion of Financial Inclusion”ini dimiliki BRI karena perusahaan memandang pentingnya peningkatan inklusi keuangan dilakukan agar kesejahteraan masyarakat terutama pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dapat meningkat dalam hitungan tahun.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, visi menjadi lembaga keuangan terdepan dalam mengimplementasikan inklusi keuangan dicanangkan pada akhir 2020, dimana hal ini dilakukan pada saat pandemi Covid-19 berlangsung. “Kami akhirnya menyusun visi yang baru, kami ingin menjadi The Most Valuable Banking Group in South-East Asia dan yang tadinya Home to The Best Talent kami ganti menjadi Champion of Financial Inclusion. Ini tujuannya adalah bagaimana kami berkontribusi kepada negara,” tutur Sunarso.

Melalui visi baru ini, BRI sebagai grup berupaya menjadi institusi jasa keuangan yang menciptakan peningkatan serta perluasan nilai (value) bagi seluruh masyarakat. Penciptaan nilai ini bukan hanya dari sisi ekonomi semata, namun juga memberikan kontribusi sosial terhadap lingkungan.

BRI berkomitmen akan semakin mengambil peran untuk menjadi bank yang fokus membantu serta menyalurkan fasilitas dan pembiayaan kepada pelaku UMKM. Selama ini, BRI sudah dikenal sebagai bank yang fokus melayani segmen UMKM dan nasabah ultra mikro. Untuk mewujudkan misi ini, BRI berencana membangun dan meningkatkan ekosistem, struktur, dan sistem pelayanan terhadap nasabahnya yang mayoritas UMKM. Selain itu, perseroan juga membangun pusat data UMKM untuk mempermudah pemberian layanan serta pemetaan potensi UMKM se-Indonesia.

“Itu adalah syarat dan prasyarat untuk kita mentransformasi UMKM ini, baik dari sisi UMKM-nya sendiri, maupun dari sisi banknya, lembaga yang mensupport UMKM. Supaya nanti kami bisa sama-sama berjalan berdasarkan cara kerja yang baru yang berbasis teknologi dan digital digital, itu semua butuh integrasi data,” kata Sunarso.

Berdasarkan data hingga akhir 2020, portofolio kredit UMKM BRI telah mencapai 82,13 persen dari total pembiayaan yang disalurkan perusahaan. Upaya penyelamatan UMKM yang dilakukan BRI danpemerintah di saat bersamaan terbukti positif, dan dapat dilihat dari tumbuhnya penyaluran kredit mikro BRI hingga 14,18 persen secara tahunan per Desember 2020.(rel)

Tiga Warga Bagan Deli Dibacok Tetangga Gara-gara Biaya Berobat Anak

DIBACOK: Tiga warga Bagan Deli dibacok tetangganya gara-gara belum punya uang untuk membayar biaya anak tetangga berobat. Zailani luka di kepala dengan 12 jahitan, adiknya Iwan Setiawan luka di kepala, serta temannya Zihan Hakiki luka bacok di kepala 9 jahitan. fachril/sumut pos.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Tiga warga yang menetap di Ujung Tanjung 1, Lingkungan, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, menjadi korban pembacokan tetangga sendri, Selasa (16/3) pukul 02.30 WIB.

DIBACOK: Tiga warga Bagan Deli dibacok tetangganya gara-gara belum punya uang untuk membayar biaya anak tetangga berobat. Zailani luka di kepala dengan 12 jahitan, adiknya Iwan Setiawan luka di kepala, serta temannya Zihan Hakiki luka bacok di kepala 9 jahitan. fachril/sumut pos.

Pembacokan dialami Zailani (41) dengan luka di kepala dengan 12 jahitan bersama adiknya, Iwan Setiawan (36) luka di kepala, serta temannya Zihan Hakiki (26) dengan luka bacok di kepala 9 jahitan. Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Belawan.

Informasi diperoleh menyebutkan, kasus pembacokan itu diduga karena persoalan keributan yang sudah terjadi beberapa hari lalu. Para pelaku, Suhendra (48) bersama keluarganya, M Zaini (21), M Zailani (18) dan M Rafli (16) mendatangi rumah korban.

Kedatangan Suhendra bersama anak-anaknya itu untuk meminta pertanggungjawaban perobatan terkait perkelahian yang mengakibatkan anaknya terluka. Namun korban mengaku belum memiliki uang untuk membayar sisa perobatan tersebut. Sehingga Suhendra kesal langsung membacok Zailani dengan parang yang telah dibawanya.

Pembacokan itu membuat suasana semakin gaduh. Iwan Setiawan bersama temamnya Zihan, berusaha melerai keributan. Nahas keduanya juga diserang oleh Suhandra bersama anak-anaknya.

Akibatnya ketiga korban mengalami luka serius di bagian kepala. Warga sekitar langsung mengejar para pelaku, namun pelaku berhasil melarikan diri.

“Sebelumnya mereka ini ada masalah. Berawal dari keributan anak-anak. Rupanya pelaku mendatangi korban minta uang pengobatan anaknya terluka. Karena uang korban kurang, pelaku kesal langsung membacok korban,” cerita Awal, warga sekitar.

Para korban dengan kondisi luka berlumuran darah langsung dibawa ke RS Dr Komang TNI AL. Kejadian itu telah dilaporkan keluarga korban ke Polsek Belawan.

Kanit Reskrim Polsek Belawan, Iptu AR Riza mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan korban, pelakunya adalah tetangga korban. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan akan segera menangkap pelakunya.

“Kita masih mintai keterangan saksi, kalau perkaranya sudah duduk akan segera kita tindaklanjuti untuk menangkap pelakunya,” pungkasnya. (fac)

Jadi Kurir 5,2 Kg Sabu, Warga Batubara Diadili

SIDANG: Muhammad Junaidi, terdakwa kasus sabu menjalani sidang dakwaan secara virtual, Selasa (16/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Muhammad Junaidi (30) warga Medang Deras, Batubara ini diadili secara virtual di PN Medan, Selasa (16/3). Dia terancam hukuman berat, lantaran didakwa jaksa atas kasus kurir sabu seberat 5,2 kilogram (kg).

SIDANG: Muhammad Junaidi, terdakwa kasus sabu menjalani sidang dakwaan secara virtual, Selasa (16/3).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurhayati Ulfia, dalam dakwaannya menguraikan, pada 15 September 2020 terdakwa dihubungi oleh Zul (DPO) menyuruh untuk mengambil sabu-sabu dari seseorang. Tak berapa lama kemudian, terdakwa dihubungi dan mengajaknya bertemu di Helvetia, dekat gerbang tol Helvetia.

“Terdakwa langsung berangkat menggunakan sepeda motor,” ujarnya.

Setiba di tujuan, seseorang yang tidak dikenalnya kembali menghubunginya sembari memberita-hukan mobil yang digunakannya adalah jenis Agya warna putih. Selanjutnya, mengikuti mobil tersebut sampai akhirnya berhenti.

Tidak berapa lama, seseorang keluar dari mobil tersebut lalu mengeluarkan tas warna hitam merk Adidas yang di dalamnya terdapat 5 bungkus narkotika jenis sabu. Setelah menyerahkan barang tersebut kepada terdakwa, tiba-tiba datang dua petugas dari BNN.

“Sewaktu akan ditangkap, seseorang yang memberikan tas warna hitam merk Adidas tersebut melarikan diri,” katanya.

Terjadilah kejar-kejaran antara petugas BNN dan terdakwa, hingga terdakwa berhasil ditangkap di Jalan Matahari Raya. Selanjutnya, terdakwa bersama barang bukti diamankan untuk proses lanjut. (man)

Sindikat Narkoba Antarprovinsi Diringkus, Dua Kg Sabu Dibungkus Teh Cina

KURIR: Su alias Yanto (32) asal dari Jawa Timur dan Her alias Ali (35) warga Riau, menjadi kurir atau pengirim narkoba dari Medan-Pekanbaru-Surabaya. Dari keduanya, disita 2 kg sabu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua sindikat pengedar penyalahgunaan narkoba antarprovinsi diringkus petugas Satres Narkoba Polrestabes Medan dari tempat dan waktu terpisah. Dari keduanya, polisi menyita barang bukti narkoba jenis sabu seberat 2 kg yang dibungkus teh Cina.

KURIR: Su alias Yanto (32) asal dari Jawa Timur dan Her alias Ali (35) warga Riau, menjadi kurir atau pengirim narkoba dari Medan-Pekanbaru-Surabaya. Dari keduanya, disita 2 kg sabu.

Keduanya masing-masing Su alias Yanto (32) asal dari Jawa Timur dan Her alias Ali (35) warga Riau. Peran keduanya dalam sindikat narkoba ini sebagai kurir atau yang mengirim barang dari Medan-Pekanbaru-Surabaya.

Kasatres Narkoba Polrestabes Medan Kompol Oloan Siahaan mengatakan, penangkapan terhadap keduanya bermula dari adanya laporan masyarakat tentang transaksi narkoba di kawasan Jalan Teratai Kelurahan Hamdan, Medan Maimun, pada Selasa (2/3) lalu. Dari informasi itu, kemudian diturunkan tim melakukan penyelidikan hingga meringkus kedua tersangka.

“Awalnya diringkus tersangka Su alias Yanto di dalam rumah dan berhasil menemukan 2 kg sabu yang disimpan di bawah kursi,” kata Oloan, Selasa (16/3).

Dia juga mengatakan, tersangka Su alias Yanto kemudian diamankan dan dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan, ternyata tersangka tidak sendirian dalam mengedarkan narkotika tersebut. “Petugas kemudian bergerak mengembangkan kasus ini dengan mengejar jaringan tersangka. Pengembangan membuahkan hasil dan meringkus satu tersangka lagi yaitu Her alias Ali,” ujar Oloan.

Ia melanjutkan, tersangka Her alias Ali diringkus di salah hotel Jalan Sei Belutu, Medan. “Tersangka Her alias Ali diringkus saat berada di dalam kamar hotel. Saat dilakukan penggeledahan, dari dompet tersangka ditemukan 1 paket sabu,” sebutnya.

Oloan mengaku, kedua tersangka saat ini sudah ditahan untuk proses hukum dan pengembangan kasus lebih lanjut. Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Subs 112 Ayat (2) UU RI Nomor 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman kurungan penjara selama 20 tahun. (ris)

Siksa Teman Sendiri & Viral di Medsos: Dua Gadis Remaja jadi Tersangka

TERSANGKA: Ra (16) dan Nz (15), ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan teman sendiri.fachril/sumut pos.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Pasca-penyiksaan yang vidoenya viral di media sosial (medsos), dua pelaku, Ra (16) dan Nz (15), ditetapkan sebagai tersangka usai diperiksa oleh unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pelabuhan Belawan.

TERSANGKA: Ra (16) dan Nz (15), ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan teman sendiri.fachril/sumut pos.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan, AKP I Kadek Hery Cahyadi mengatakan, meski kedua tersangka menjadi tersangka, namun keduanya tidak ditahan karena masih di bawah umur. “Karena masih di bawah umur, mereka tidak ditahan tapi tetap wajib lapor. Saat ini kita mencoba melakukan mediasi melalui kejaksaan dan perlindungan anak. Bagaimana hasilnya, kita tunggu perkembangan selanjutnya,” kata Kadek, Selasa (16/4).

Baca juga: Viral, Empat Gadis Siksa Dua Temannya di Belawan

Ditanya apakah ada tersangka lain dalam kasus itu, perwira berpangkat tiga balok emas ini masih menunggu perkembangan hasil penyelidikan. “Masih kita dalami, nanti coba saya tanya dulu sama kanit,” sebutnya tak mau banyak komentar.

Baca juga: Aksi Persekusi Viral di Medsos: Polisi Periksa Dua Pelaku Penyiksaan Dua Gadis

Viralnya video perundungan dengan durasi 55 detik, 104 detik dan 105 detik telah tersebar ke media sosial Whatsapp dan Facebook. Dalam video tersebut, penyiksaan terjadi di persimpangan Jalan Cimanuk pinggiran rel kereta api, Kelurahan Belawan Dua, Kecamatan Medan Belawan.

Persekusi yang dilakukan oleh empat orang gadis terhadap kedua korban berawal saling ejek. Terlihat kedua gadis di antaranya, memakai baju kaos pendek warna merah jambu dan kaos lengan panjang warna abu-abu menjadi penyiksaan oleh teman-temannya.

Para pelaku terus menyiksa kedua korban sambil direkam vodeo hingga tidak berdaya. (fac)

Istri Polisi Tewas Diduga Overdosis di Sky Garden, Poldasu: Sedang Proses Bercerai

GABUNGAN: Tim gabungan saat turun ke Diskotek Sky Garden, menyelidiki kasus kematian RA, istri anggota Brimob diduga karena overdosis.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tewasnya wanita berinisial RA alias Te (32), warga Kelurahan Kartini, Binjai Kota yang juga istri anggota Brimob Polda Sumut di lokasi hiburan malam Sky Garden di Dusun Tanjung Pamah, Desa Sialang Paku, Kutalimbaru, Deliserdang, Minggu (14/3) lalu, diduga akibat overdosis (OD) obat-obatan terlarang.

GABUNGAN: Tim gabungan saat turun ke Diskotek Sky Garden, menyelidiki kasus kematian RA, istri anggota Brimob diduga karena overdosis.

Penyidik Ditresnarkoba Polda Sumut telah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), guna menyelidiki penyebab kematian RA warga Kota Binjai itu, Senin (15/3). Diketahui, RA dan suaminya sedang dalam proses perceraian.

“Penyidik sedang mengumpulkan bukti-bukti terkait kematian istri anggota Polri diduga overdosis di sana (Sky Garden, red). Jika benar overdosis karena narkoba, maka harus dicari dari siapa narkoba tersebut diperoleh, dan darimana asalnya. Kapolda sudah tegaskan untuk mengungkap kasus ini,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, saat dikonfirmasi Sumut Pos, Selasa (16/3).

Hadi menjelaskan, pada Minggu malam, RA yang overdosis (OD) sempat dibawa ke rumah sakit. Tapi nyawanya tidak tertolong. Untuk mengungkap penyebab kematian korban, polisi memeriksa sejumlah saksi.

Tak hanya Ditresnarkoba, Jatanras Ditreskrimum dan Bidpropam Polda Sumut juga ikut melidik kasus ini. “Kita sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran korban merupakan istri anggota Polri ini,” ujarnya.

Sesuai laporan Bidpropam Polda Sumut, RA memang istri anggota Brimob yang bertugas di Sumut. Namun sejak April tahun lalu, mereka sudah tidak serumah, menunggu proses perceraian. “Benar yang bersangkutan masih berstatus Bhayangkari meski dalam proses perceraian. Tetapi RA tidak lagi di dalam pengawasan suaminya. Proses perceraian di Kepolisian ini ‘kan rumit, butuh waktu yang cukup lama untuk menyandang status sah bercerai. Tetapi selama proses perceraian itu, anggota kita ini (Brimob, red) dan istrinya sudah pisah rumah. Sehingga apa yang dilakukan istrinya di luar rumah sudah di luar pengawasannya,” ungkap Hadi.

Terkait kasus kematian RA yang diduga OD, Poldasu akan mengambil langkah tegas jika di lokasi hiburan malam Sky Garden ditemui peredaran narkoba. “Semuanya masih kita dalami. Sesuai perintah Kapolda, kita tidak akan mentolerir peredaran narkoba,” pungkasnya.

Informasi dirangkum Sumut Pos, korban sempat kejang-kejang diduga akibat pil ekstasi yang dikonsumsinya. Manajemen Diskotek Sky Garden mencoba memberikan pertolongan dengan melarikan korban ke Klinik Raskita di Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Tanah Seribu, Binjai Selatan.

Namun korban belum sempat mendapat perawatan medis, ia sudah meninggal di klinik tersebut. Oleh pihak manajemen Sky Garden, korban ditinggalkan di klinik. Namun tenaga media Klinik Raskita mengembalikan jasad korban ke Diskotek Sky Garden. Sebab tak ada keluarga korban yang menjemput jasadnya. (mag-1/ted)

Gelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Hidayatullah: Perbanyak Doa Buat Pemimpin dan Negara Kita

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota MPR RI Hidayatullah menggelar sosialisasi 4 pilar MPR RI yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, NKRI sebagai kedaulatan negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. Sosialisasi yang digelar di Cafe Rumah Pohon, Jalan Jenderal Besar AH Nasution, Medan Johor, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, Selasa (16/3).

Menurut Hidayatullah, keberagaman suku, agama, dan ras adalah anugerah dari Tuhan yang maha esa. “Maka dari itu, harus selalu kita rawat dan jaga bersama sama,” kata politisi PKS ini.

Hidayatullah juga mengajak peserta sosialisasi untuk selalu mendoakan pemimpin dan negara ini dengan doa yang baik- baik. “Kita doakan yang baik-baik, karena dengan doa yang baik-baik akan kembali ke diri kita sendiri. Tetapi perlu juga diingat ketika pemimpin negeri ini melakukan kezaliman, sejatinya kezaliman itu akan kembali ke pemimpin itu sendiri,” sebutnya.

Terkait SKB 3 Menteri, korupsi pajak, dan permasalahan lainnya, Hidayatullah juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyampaikan stetmen sembarangan. “Jangan karena palak (kecewa, Red) kita malah berkata-kata yang tidak baik. Padahal tak ada ilmu kita di situ (politik dan  ekonomi). Kita minta sama Allah yang maha arif dan bijaksana untuk menyelesaikan masalah bangsa ini,” pungkasnya.(adz)

UMN Al-Washliyah Sesuaikan Kurikulum MBKM

ISTIMEWA
Wakil Rektor I Dr H Firmansyah MSi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah mulai semester ganjil TA 2022 akan menerapkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Hal ini diutarakan Wakil Rektor I kampus ini Dr H Firmansyah MSi baru-baru ini. Ia menjelaskan bahwa UMN Al-Washliyah menyiapkan dua program studi (prodi) yakni Pendidikan Matematika dari Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Akuntansi dari Fakultas Ekonomi (FE) sebagai pilot project MBKM.

Disebutkan Firmansyah, mahasiswa UMN yang berkiprah di sekolah lain dalam bentuk program praktik lapangan (PPL) Ada juga magang, kemudian kegiatan di luar kampus di masyarakat.

Ditambahkan Firmansyah, kampus sedang menyesuaikan kurikulum yang persis mengikuti arahan Permemdikbud. ”Peraturan Rektor UMN Al Washliyah Dr KRT H Hardi Mulyono K Surbakti untuk mengakomodasi itu sudah keluar pada Nopember 2020. Termasuk disiapkan untuk menampung ketika mahasiswa dari Perguruan Tinggi lain mau ambil prodi di UMN Al-Washliyah.

“Untuk mengatasi ini kita sudah diskusi dengan programer kita, mungkin nanti akan dibuat kode tertentu sehingga mahasiswa dari program studi di luar UMN bisa masuk ke sistem kita. Jadi ketika dia ambil satu mata kuliah atau beberapa mata kuliah di Prodi di lingkungan UMN, mahasiswa tersebut dipastikan dahulu bisa masuk di sistem UMN sehingga namanya sudah terdaftar di absensi,” katanya.

Wakil rektor menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan MBKM ada disediakan kompetisi oleh pemerintah untuk mendapatkan dana hibah. “Kami mengucapkan terima kasih kepada kementerian yang sangat apresiatif dengan menyediakan dana hibah. Kita dapat kesempatan untuk mengusulkan 10 prodi di Matematika dan Akuntansi. Pemerintah tidak hanya menyuruh tetapi juga ada rangsangan. (dmp)

Kopertais IX Sumut Raker Bersama Pimpinan Kampus di Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kordinator Kordinasi Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wilayah IX Sumut Prof Dr H Syahrin Harahap MA meminta 44 pimpinan kampus di Sumut dibawah koordinasinya untuk dapat meningkatkan kualitas.

DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS
RAKER: Koordinator Kopertais IX Sumut Prof Dr H Syahrin Harahap MA (tengah) bersama peserta rapat kerja dengan 44 pimpinan kampus di Serdangbedagai.

Ungkapan ini disampaikan Koordinator Kopertais IX Sumut yang juga Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut pada rapat kerja (raker) di Theme Park Pantai Cermin Serdangbedagai pada 12-13 Maret 2021.

Syahrin Harahap mengatakan bahwa Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (PTAIS) harus meningkatkan kerja sama dan kolaborasi antar-perguruan tinggi pada era konektivitas dan digitalisasi saat ini.

Kordinator Kopertais juga meminta PTAIS memperkuat kerja sama dengan berbagai kalangan termasuk pemerintah daerah. Ia yakin PTAIS di Sumut dapat meningkatkan kualitas.

Raker diisi paparan Wakil Rektor I UIN Sumut Prof Dr Hasan Asari MA (Peningkatan Mutu dan Akreditasi Perguruan Tinggi) dan Wakil Rektor II UIN Sumut Dr Hj Hasnah Nasution (Manajemen Administrasi dan Tata Kelola Perguruan Tinggi.

Raker dua hari ini ditutup oleh Wakil Koordinator Kopertais IX Sumut Drs Muhammad Aswin MAP. (dmp)