Home Blog Page 3626

Pasar Murah di 151 Kelurahan Kualitas Sembako Jelek

Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi III DPRD Medan meminta Dinas Perdagangan Kota Medan untuk memastikan bahwa setiap barang ataupun sembako yang dijual di Pasar Murah yang tersebar di 151 Kelurahan di Kota Medan, merupakan barang yang memenuhi kualitas standar yang baik untuk digunakan.

Ilustrasi.

Permintaan itu muncul mengingat adanya kabar dari masyarakat, jika barang-barang yang dijual di Pasar Murah Kota Medan dalam menyambut Ramadan 1442 H tahun 2021 ini adalah barang-barang sembako dengan kualitas kurang baik.

“Kita minta betul kepada Dinas Perdagangan. Tolong lah, pastikan bahwa setiap barang atau sembako yang dijual di Pasar Murah adalah barang-barang yang berkualitas. Murah bukan berarti murahan, tetapi murah dan berkualitas. Dengan begitu, barulah kita bisa sebut kalau pasar murah ini bermanfaat secara langsung kepada masyarakat,” ucap Anggota Komisi III DPRD Medan, Hendri Duin kepada Sumut Pos, Kamis (8/4).

Dikatakan Duin, menjual barang-barang yang tidak berkualitas hanya akan membuat citra yang buruk bagi Pasar Murah di Kota Medan. Padahal, adanya pasar murah di Kota Medan merupakan bentuk kepedulian Pemko Medan kepada masyarakat agar dapat membeli kebutuhan hidupnya yang berkualitas dengan harga yang terjangkau.

“Apalagi dalam situasi pandemi saat ini, masyarakat butuh diberikan stimulus dengan adanya pasar murah ini. Artinya, selain dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan sembako yang berkualitas, pasar murah juga dapat meningkatkan daya beli bagi masyarakat,” tegasnya.

Duin pun mendorong Pemko Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk dapat memberikan pasar murah yang betul-betul bermanfaat bagi masyarakat Kota Medan. Ia mengakui, jika program Pasar Murah Ramadan dari Wali Kota Medan Bobby Nasution ini sangat baik, ia pun mengaku sangat mendukungnya.

Sebelumnya diketahui, menjelang bulan Ramadhan 1442 Hijriah, Pemko Medan kembali membuka Pasar Murah pada 151 Kelurahan yang ada di Kota Medan mulai Kamis (8/4) kemarin. Kegiatan pembukaan pasar murah tersebut, dilakukan Wali Kota Medan M. Bobby Afif Nasution diwakili Wakil Wali Kota Medan, H.Aulia Rachman pada Rabu (7/4) sore secara daring dari Command Centre gedung Balai Kota Medan.

Menurut Wakil Wali Kota Medan H.Aulia Rachman, pembukaan pasar murah ini bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan 1442 Hijriah. Namun saat membuka pasar murah tersebut, Aulia Rachman sempat melontarkan kekesalannya. Sebab Aulia mengaku banyak menerima laporan, bahwa produk di pasar murah Kota Medan kurang berkualitas. Sehingga daya beli masyarakat menengah ke bawah menjadi menurun dikarenakan isu ataupun bukti yang ditemukan. “Di sini peran penting seluruh jajaran. Sampaikan kepada mereka Pemko Medan memberikan kualitas yang baik dengan harga yang terjangkau,” katanya.

Dengan adanya Pasar Murah yang dibuka oleh Pemerintah Kota Medan, Aulia pun berharap agar seluruh jajaran di Pemko Medan dapat berperan aktif dalam menyampaikan bahwa kualitas barang yang dijual cukup baik dengan harga yang terjangkau. “Jadikan kegiatan ini menjadi amal ibadah bagi seluruh jajaran Pemko Medan, karena kita sudah mau memasuki hari baik dan bulan baik. Di sini kita dituntut untuk beramal ibadah yang baik. Perlakukan masyarakat itu dengan baik, jaga kesehatan,” tegasnya.

Aulia menekankan harapannya, agar di pasar murah tahun ini, tidak ada lagi masyarakat yang mengadu terhadap kualitas produk yang kurang baik.”Saya tidak ingin daya beli masyarakat menurun karena isu yang tidak baik, karena itu informasikan kepada masyarakat bahwa Pemko Medan memberikan barang dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangkau,” ungkapnya.

Di samping itu, Wakil Wali Kota Medan juga berpesan kepada seluruh jajaran Kecamatan dan Kelurahan agar tetap mengedukasi masyarakat terkait penyebaran Covid-19, sehingga masyarakat mau mematuhi protokol kesehatan.”Perlakukan masyarakat dengan baik, edukasi masyarakat tentang Covid-19 agar masyarakat mau mentaati protokol kesehatan, sehingga roda perekonomian kita dapat kembali berputar dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan Damikrot, menjelaskan bahwa pasar murah bertujuan untuk membantu masyarakat Kota Medan, khususnya kelompok masyarakat ekonomi lemah/pra sejahtera agar dapat terpenuhi kebutuhan pokoknya saat menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H tahun 2021.

Selain itu, pasar murah juga berperan untuk mengendalikan tingkat inflasi di Kota Medan. Dijelaskannya, pasar murah berada di 151 titik yang tersebar di 151 Kelurahan dan 21 Kecamatan yang ada di kota Medan. Sesuai rencana, pasar murah akan berlangsung selama 30 hari kedepan. “Lokasi pasar murah diutamakan di daerah yang mayoritas penduduknya kelompok pra sejahtera dan beragama muslim, dan lokasinya juga jauh dari pasar tradisional,” jelas Dammikrot.

Dalam pasar murah ini, Pemko Medan akan menjual 8 jenis produk bahan pokok seperti beras kualitas medium, gula pasir, tepung terigu, telur, mentega, kacang tanah, minyak goreng dan aneka jenis sirup.

Adapun tarif harga yang dijual yakni, beras IR-64 dengan harga pasar Rp.11.000/kg disubsidi menjadi Rp.7.900/kg. Lalu, Gula Pasir dengan harga Rp13ribu/kg dijual dengan harga Rp9.900. Selain itu, Minyak Goreng kemasan satu liter yang biasa dijual di pasaran dengan Rp14.500 per pcs hanya dijual dengan harga Rp12.200. (map/ila)

Salimah Sumut Berkunjung ke Graha Pena Sumut Pos, Komitmen Tingkatkan Kualitas Perempuan

FOTO BERSAMA: Pimpinan PW Salimah Sumut dan pengurus, foto bersama Manager Advetorial Sumut Pos Asih Astuti, Staf Iklan Nita Vebriani dan Sekret Sumut Pos Maria.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimah (PW Salimah) Sumatera Utara berkomitmen meningkatkan kualitas perempuan, anak dan keluarga Indonesia. Sebagai sebuah ormas, Salimah terus berkiprah melakukan berbagai upaya positif.

FOTO BERSAMA: Pimpinan PW Salimah Sumut dan pengurus, foto bersama Manager Advetorial Sumut Pos Asih Astuti, Staf Iklan Nita Vebriani dan Sekret Sumut Pos Maria.

Mulai dari memperluaskan struktur organisasi, meningkatkan kualitas pengurus dan anggota, menjalin kerja sama dengan berbagai pihak serta menghadirkan berbagai program kegiatan yang bermanfaat di tengah masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua PW Salimah Sumatera Utara Hj Nurazizah Tambunan, SS saat bersilaturahmi ke Harian Sumut Pos, Kamis (8/4). Disampaikan Nurazizah, Salimah merupakan perkumpulan yang bersifat keagamaan, sosial kemasyarakatan dan tidak terikat pada dan atau tidak menjadi bagian dari pemerintah atau kelompok tertentu. Salimah Sumut berdiri sejak 2002 lalu. ‘’Saat ini, Salimah Sumut ada di 26 kabupaten/kota, dan memiliki 54 pengurus ranting. Terdata ada 2.325 anggota se Sumut,’’ujar Nurazizah didampingi pengurus lainnya yakni Riza Flora, Candrasari, Amd, Neneng Hadiati SSos, Meiny Ramadhany, SH.

Disebutkan Nurazizah, Salimah memiliki berbagai kegiatan dan program unggulan. Seperti Koperasi Syariah Serba Usaha Salimah (Kossuma), Forum Silaturahmi Majlis Taklim, Ikatan Mubalighoh Salimah Indonesia (IMSI), Rumah Pendidikan Salimah, Pos Penanggulanan Musibah dan Bencana (P2MB) dan Pelatihan Kepemimpinan Pengurus Salimah (PKPS). Berkaitan dengan kegiatan, salah satu kegiatan yang kini tengah fokus dilaksanakan adalah kegiatan Berantas Butahuruf Quran (BBQ). Kegiatan BBQ ini, memberi kesempatan kepada masyarakat yang ingin belajar membaca Qur’an. Bagi warga yang ingin bergabung di kegiatan ini, dapat menghubungi sekretariat Salimah Sumut Jalan Seroja Kompleks Citra Seroja Blok D no 14 Medan.

Selama Ramadan mendatang, lanjut Nurazizah, Salimah Sumut juga menyiapkan rangkaian kegiatan. Antara lain, webninar bedah buku ‘’Ramadhan Bersama Salaf’’, Mukhoyam Tahfizhul Qur’an, khatam Alquran Ramadhan dan seminar parenting bersama Ayah Irwan Rinaldi. Salimah Sumut juga akan menghimpun dan menyalurkan infaq dan sedekah untuk anak yatim.

Ditambahkan Nurazizah, Salimah Sumut berharap bisa menjalin kemitraan dengan Sumut Pos. ‘’Kita berharap ada program dan kegiatan yang bisa kita sinergikan bersama. Sehingga gaung Salimah bisa lebih dirasakan di tengah-tengah masyarakat,’’paparnya. (sih)

Sumut Defisit Air Bersih 11.000 Liter per Detik

BERSAMA: Gubsu Edy Rahmayadi, foto bersama saat menghadiri acara diskusi interaktif yang digelar USAID IUWASH PLUS di Hotel Grand Aston Medan, Kamis (8/4). m idris/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengalami defisit kebutuhan air bersih 11.000 liter per detik. Defisit ini bukan hanya kualitas, melainkan juga secara kuantitas. Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat menghadiri acara diskusi interaktif yang digelar USAID IUWASH PLUS, dengan tema ‘Peningkatan Akses Air Minum dan Sanitasi Aman yang Berkelanjutan’ di Hotel Grand Aston Medan, Kamis (8/4). “Jangankan kita berbicara kualitas, air bersih kita ini secara kuantitas saja masih kekurangan 11.000 liter per detik,” ujar Edy.

BERSAMA: Gubsu Edy Rahmayadi, foto bersama saat menghadiri acara diskusi interaktif yang digelar USAID IUWASH PLUS di Hotel Grand Aston Medan, Kamis (8/4). m idris/sumut pos.

Dalam acara tersebut, turut mengundang Bappenas serta beberapa pemerintah daerah di Sumut yaitu Pemko Medan, Pemkab Deli Serdang, Pemko Sibolga dan Pemko Tebing Tinggi.

Karena itu, kata Edy, permasalahan ini harus disadari bersama oleh seluruh masyarakat Sumut. “Kalau kita berbicara kualitas (air bersih), masyarakat kita sendiri perlu mendisplinkan. Ini harus dilakukan oleh saya selaku gubernur Sumut, termasuk bupati dan walikota,” sambung dia.

Edy menyatakan, sebenarnya tidak ada alasan Sumut kekurangan air. Apalagi, Kota Medan terdapat 5 sungai yang melintas. “Singapura saja tidak punya sungai, tetapi tidak pernah kekurangan air,” ucapnya.

Lebih lanjut Edy mengatakan, Sumut memiliki catatan yang suram soal sanitasi. Karenanya, sanitasi ini menjadi cambuk. “Kenapa kita saat ini seperti ini? Kenapa kita sakit, kenapa kita susah,” tanya dia.

Ia menyebutkan, air merupakan kebutuhan yang utama bagi kehidupan manusia. Oleh sebab itu, sanitasi menjadi penting. “Kita akan melakukan penertiban pembuangan kotoran di septic tank yang mengarah ke sungai. Seharusnya pada Juli 2020 sudah mulai dilakukan, tetapi karena dilanda pandemi Covid-19 sehingga terpaksa ditunda,” kata Edy.

Dia berharap, pada tahun ini rencana penertiban pembuangan kotoran di septic tank yang mengarah ke sungai dapat terlaksana. Selain itu, pembersihan sungai dari sampah hingga orang-orang yang tinggal di pinggir sungai. “Ada lima sungai yaitu Sungai Ular, Sungai Deli, Sungai Sikambing, Sungai Bederah, serta Sungai Babura yang harus kita cuci dan dibersihkan,” akunya.

Edy menambahkan, apabila semua rencana untuk mengatasi persoalan air bersih bisa terealisasi maka tidak ada istilah lagi defisit air. “Kita rawat semua, hutannya juga. Terus, kemana sih air ini. Di tempat kita dari dulu tidak pernah kekurangan air kok, air berlimpah. Ada embung-embung yang dibuat, namun inipun menjadi persoalan tanahnya. Nah ini juga yang akan kita tertibkan semua,” tandas dia.

Sementara, Direktur Perumahan dan Permukiman Kementerian PPN/Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti mengaku, akses air minum layak di Sumut sudah cukup baik yang mencapai 90% dibanding tahun 2020. Begitu juga akses permintaan air juga lebih tinggi dari angka nasional yakni 22%. “Akan tetapi, tentu saja ke depan tantangan kita masih sangat besar terutama untuk mencapai akses air minum aman. Artinya, air yang siap untuk dikonsumsi secara langsung karena kualitasnya sudah menurun,” ujarnya.

Terkait air minum aman, kata Tri Dewi, teknologi yang paling mendukung adalah melalui jaringan perpipaan. Oleh sebab itu, pihaknya dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2020-2024 mencanangkan dapat tersambung kepada 10 juta rumah tangga.

Mengenai sanitasi, lanjut dia, capaian secara nasional saat ini 79,5% dan sanitasi aman 7,6%. Sedangkan BABS (buang air besar sembarangan) masih ada 6,25% atau sekitar 17 juta masyarakat. “Di Sumut, akses sanitasi layak sudah cukup baik sekitar 81%. Namun angka BABS hampir sama dengan nasional yakni 6,2%. Artinya, ada sekitar 920 ribu penduduk Sumut yang BABS,” sebut Tri Dewi.

Direktur Kantor Lingkungan Hidup USAID Indonesia, Matthew Burton menyampaikan, selama lebih dari lima tahun terakhir pihaknya telah bekerjasama dengan pemerintah pusat dan daerah, masyarakat, serta sektor swasta untuk mendorong kemandirian di sektor air minum, sanitasi, dan perilaku higiene. Program ini telah mendorong peningkatan dalam akses air minum dan sanitasi, serta perilaku higiene.

“Berdasarkan data capaian USAID IUWASH PLUS per April 2021 di Sumatera Utara, sebanyak 130.255 orang mendapat layanan air minum layak melalui sambungan baru PDAM. Dari jumlah itu, 50.180 di antaranya kelompok penduduk dengan tingkat kesejahteraan 40 persen terendah (B40). Selain itu, 59.485 orang mendapat akses sanitasi aman dan 29.400 orang mendapat akses sanitasi layak, serta 17.480 di antaranya masuk dalam kelompok B40,” ujar Matthew. (ris/ila)

Suap DAK P-APBN Labura: Kharuddin Syah Divonis 1,5 Tahun Penjara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Majelis hakim diketuai Mian Munte memvonis Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) nonaktif, Kharruddin Syah, dengan pidana selama 1 tahun 6 bulan penjara. Dia dinyatakan terbukti bersalah melakukan suap dana alokasi khusus Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (DAK P-APBN) Pemkab Labura TA 2017.

Dalam amar putusannya, terdakwa terbukti secara menyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, sebagaimana dalam dakwaan pertama Pasal 5 ayat (1) huruf a UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU No RI 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No RI 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

“Mengadili, menjatuhkan terdakwa Kharruddin Syah alias H Buyung dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan denda Rp100 juta subsider 2 bulan kurungan,” ujarnya dalam sidang virtual di Ruang Cakra 2 Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (8/4).

Putusan yang sama juga diberikan kepada terdakwa Agusman Sinaga. Majelis hakim sependapat dengan Jaksa KPK, yang semula menuntut terdakwa Agusman dengan pidana yang sama (conform) “Majelis hakim beralasan, bahwa terdakwa Kharruddin Syah bukanlah pelaku utama, melainkan terdakwa Agusman Sinaga,” ucap Mian.

Menurut majelis hakim, perbuatan terdakwa bertentangan dengan kebijakan pemerintah dalam memberantan tindak pidana korupsi. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan di persidangan dan mengakui perbuatannya.

Atas putusan ini, majelis hakim memberikan waktu selama 7 hari kepada jaksa KPK dan penasihat hukum terdakwa untuk menyatakan terima atau banding. Vonis terhadap terdakwa Kharruddin Syah lebih ringan dari tuntutan Jaksa KPK, yang semula menuntut selama 2 tahun penjara denda Rp200 juta subsider 4 bulan kurungan. Sementara Agusman Sinaga semuala dituntut 1 tahun 6 bulan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Kami punya waktu 7 hari untuk melapor kepada pimpianan untuk menyatakan sikap, apakah kami menerima atau menyatakan upaya hukum banding terhadap putusan tersebut,” ujar Jaksa KPK Budhi S di luar persidangan.

Sebelumnya, terdakwa Kharuddin Syah selaku Bupati Labura membagi peruntukan DAK Bidang Kesehatan (Prioritas Daerah) sebesar Rp49 miliar menjadi dua bagian yakni pelayanan kesehatan dasar Rp19 miliar dan pembangunan RSUD Aek Kanopan sebesar Rp30 miliar, namun belum disetujui oleh Kemenkes RI agar ditampung dalam DAK apbn-perubahan TA 2017 dan 2018.

Terdakwa Kharuddin Syah pun memerintahkan Agusman Sinaga, selaku Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kabupaten Labura untuk meminta bantuan Yaya Purnomo (pejabat Kemenkeu RI) guna menyelesaikan kendala tersebut. Yaya kemudian meminta Wabendum PPP 2016-2019, Puji Suhartono, yang merupakan rekan kuliahnya saat program doktoral, untuk membantu pembahasan di Desk Kementerian Kesehatan untuk Kabupaten Labura.

Puji kemudian meminta Irgan —yang ada di Komisi yang bermitra dengan Kementerian Kesehatan—, untuk mengupayakan adanya desk pembahasan RKA DAK Bidang Kesehatan Kabupaten Labura. Setelah terealisasi, Puji meminta Yaya agar Agusman mentransfer uang ke rekening Irgan yang diketahui digunakan untuk pembelian oleh-oleh umroh. Agusman kemudian memerintahkan Aan Arya Panjaitan melakukan transfer uang sejumlah Rp20 juta ke rekening atas nama ICM, pada 4 Maret 2018.

Pada 2 April 2018, terjadi penyerahan uang kembali sebesar Rp80 juta ke rekening Irgan. Total uang yang ditransfer ke Irgan sejumlah Rp100 juta. Agusman juga melakukan setoran tunai uang sejumlah Rp400 juta yang berasal dari Khairuddin, ke rekening Toko Emas di bilangan Jakarta Pusat pada 9 April 2018 untuk kepentingan Yaya. Dan Rp100 juta di antaranya ditransfer ke rekening atas nama Puji Suhartono sebagai fee. (man)

Foto: Agusman/Sumut Pos

SIDANG: Bupati Labura nonaktif Kharruddin Syah dan Agusman Sinaga terdakwa kasus suap menjalani sidang putusan secara virtual di PN Medan, Rabu (8/4).

Manulife Gandeng Bank DBS Indonesia Kerjasama Investasi Baru

Bank DBS Indonesia dan Manulife Indonesia, Kamis (8/4/2021) mengumumkan peluncuran tiga alternatif dana investasi terbaru untuk produk asuransi. Alternatif investasi baru ini menempatkan dana investasi pada instrumen pendapatan tetap dan saham.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Bank DBS Indonesia dan Manulife Indonesia kembali mengukuhkan komitmennya dalam memenuhi kebutuhan keuangan nasabah yang semakin berkembang.

Selain itu, sebanyak 88% responden Indonesia menyatakan, sejak Covid-19 terjadi, perencanaan masa pensiun kini dianggap semakin penting.

Kamis (8/4/2021), Bank DBS Indonesia dan Manulife Indonesia mengumumkan peluncuran tiga alternatif dana investasi terbaru untuk produk asuransi unit link MiTreasure Ultimate Protection [MITUP], MiTreasure Optimax Protection [MITOP], dan MiWealth Protection [MWP], yaitu Manulife Dana Pendapatan Tetap Jangka Pendek Dolar (MDPTJPD), Manulife Dana Ekuitas China Dolar (MDECD), dan Manulife Dana Ekuitas Teknologi Global Dolar (MDETGD).

Alternatif investasi baru ini menempatkan dana investasi pada instrumen pendapatan tetap dan saham.

“Kami berupaya untuk senantiasa memenuhi kebutuhan nasabah sesuai dengan portfolio investasi mereka. Nasabah dan keluarga Indonesia memiliki kesempatan untuk merencanakan serta melakukan diversifikasi aset investasinya melalui ketiga pilihan dana investasi baru yang telah tersedia pada produk asuransi mitra kami, Manulife Indonesia,” ujar Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Paulus Sutisna.

Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Ryan Charland.

Sementara itu, perkembangan asuransi unit link di Indonesia semakin meningkat. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Oktober (ytd) 2020, pangsa pasar unitlink masih menunjukkan pertumbuhan sepanjang 2020. Bahkan dari data yang sama, tercatat pangsa pasar unitlink mencapai 64% hingga Oktober (ytd) 2020 dan pangsa pasar tersebut meningkat dari tahun 2019 sebesar 55%.

Seiring dengan perkembangan tersebut, terdapat pula peningkatan atensi masyarakat akan produk asuransi di tengah situasi pandemi.

Ini terungkap dalam hasil survei Manulife Asia Care terbaru yang dilakukan terhadap 519 responden asal Indonesia dan dirilis pada Februari, menunjukkan bahwa hampir tiga perempat (72%) responden di Indonesia ingin membeli polis baru dalam enam bulan ke depan—sedikit lebih tinggi dari rata-rata kawasan (71%).

Manulife Asia Care Survey edisi ini dilaksanakan secara daring melalui kuesioner yang diisi mandiri oleh responden di delapan pasar, yaitu Mainland China, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Vietnam.

Total, terdapat 3.946 responden berusia 25 tahun ke atas yang mengikuti survei pada November 2020. Dari Indonesia, responden berjumlah 519 orang. Responden meliputi nasabah aktif asuransi dan mereka yang belum memiliki asuransi, tetapi berniat membeli polis dalam enam bulan mendatang.

Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Ryan Charland, menyebutkan, ada kebutuhan yang kuat di antara masyarakat Indonesia akan perlindungan finansial, terutama untuk jangka panjang.

“Kami mendengarkan nasabah kami dengan seksama dan menanggapi kebutuhan itu. Bersama Bank DBS Indonesia, kami berinovasi dan menawarkan pilihan investasi baru bagi nasabah untuk memberikan ketenangan pikiran. Dengan tiga pilihan investasi baru, nasabah dan keluarga Indonesia dapat menikmati kesempatan untuk memaksimalkan perencanaan keuangan mereka,” ujar Charland.

Manulife Dana Pendapatan Tetap Jangka Pendek Dolar (MDPTJPD) menempatkan dana investasinya pada obligasi pemerintah Indonesia dengan tenor pendek dan memiliki strategi pengelolaan yang mengedepankan stabilitas serta menjaga tingkat volatilitas.

Manulife Dana Ekuitas Teknologi Global Dolar (MDETGD) dan Manulife Dana Ekuitas China Dolar (MDECD) mengalokasikan dana investasinya pada instrumen saham.

MDETGD menawarkan potensi pertumbuhan dari saham-saham di sektor teknologi yang berkembang secara pesat dengan semakin luasnya pemanfaatan dan penerapan teknologi masa depan, seperti 5G, electric vehicle, artificial intelligence, cloud computing, dan internet of things.

Manulife Dana Ekuitas China Dolar (MDECD) memberikan peluang bagi para nasabah untuk menikmati peluang dari laju transformasi ekonomi China, dengan berinvestasi di pasar modal China, di tengah ‘new economy’ China yang berpotensi diuntungkan dari tren digitalisasi, urbanisasi, peningkatan konsumsi, automasi, dan layanan kesehatan.

Ekonomi China telah berkembang pesat dan menjadikan negara ini sebagai negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Dengan tren pertumbuhan saat ini, ekonomi China diperkirakan akan melampaui Amerika di tahun 2028.

Saat ini China berada pada fase transformasi ekonomi. Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi China mengandalkan sektor manufaktur, kemudian beralih menuju ekonomi yang lebih terkini dan inovatif sehingga mengandalkan sektor jasa sebagai motor pertumbuhan ekonomi.

Peluncuran ini sekaligus memperkuat kemitraan DBS dan Manulife yang telah berlangsung sejak tahun 2016. Kemitraan Bank DBS Indonesia dan Manulife Indonesia telah menghadirkan rangkaian produk, mulai dari unit link, asuransi jiwa hingga asuransi kesehatan. (rel)

Aspol Selambo Amplas Dilalap Api, Polisi dan Bhayangkari Berikan Tali Asih

Kunjungan: Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago beserta Ketua Ranting Bhayangkari mengunjungi korban kebakaran, di Aspol Selambo, di Jalan Selambo Raya, Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas, Kamis (8/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Asrama Polisi (Aspol) Selambo, di Jalan Selambo Raya, Kelurahan Amplas, Medan Amplas rusak parah akibat dilalap si jago merah, pada Rabu (7/4) sore. Hal ini diakibatnya pengaruh hujan deras yang telah mengguyur Kota Medan dan sekitarnya. Pada saat bersamaan tiba-tiba petir langsung menyambar aliran listrik pada ruang tamu Aspol Selambo tersebut.

Kunjungan: Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago beserta Ketua Ranting Bhayangkari mengunjungi korban kebakaran, di Aspol Selambo, di Jalan Selambo Raya, Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas, Kamis (8/4).

Pasca kejadian tersebut, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Medan Area Kompol Faidir Chaniago beserta Ketua Ranting Bhayangkari mengunjungi korban yang mengalami musibah kebakaran ke rumah Aiptu TP Silalahi dengan memberikan tali asih, Kamis (8/4).

Faidir mengatakan, rumah yang terbakar dihuni oleh Aiptu TP Silalahi dan keluarga. Dinding dan plafon beserta perabot rumahnya hangus terbakar akibat korsleting listrik. “Sehingga mengalami kerugian materiil, sedikitnya Rp50 juta,” ujarnya kepada sejumlah wartawan di Medan usai berkunjung ke rumah korban.

TP Silalahi mengungkapkan, karena pengaruh hujan deras dan petir, sehingga aliran listrik korslet dan mengakibatkan kebakaran di rumah dinas yang dihuninya tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih atas bantuannya. Dan saat ini, situasi sudah aman terkendali,” katanya. (mag-1/ila)

Pertunjukan Jaran Kepang Dibubarkan di Medan Sunggal

BUBARKAN: Anggota FUI Medan tampak mengenakan baju hitam dan baret merah, tengah membubarkan Jaran Kepang di Jalan Merpati, Sei Sikambing B, Medan Sunggal.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polsek Medan Sunggal masih mendalami kericuhan pembubaran acara kuda kepang oleh ormas berseragam Laskar Khusus Umat Islam FUI DPD Medan yang terjadi di Jalan Merpati, Kelurahan Sei Sikambing B, Medan Sunggal.

BUBARKAN: Anggota FUI Medan tampak mengenakan baju hitam dan baret merah, tengah membubarkan Jaran Kepang di Jalan Merpati, Sei Sikambing B, Medan Sunggal.

Kericuhan tersebut dipicu lantaran seorang oknum anggota ormas tersebut yang juga Kepala Lingkungan (Kepling) IX Sei Sikambing B, Sai’in, meludahi warga yang protes terhadap pembubaran pertunjukkan budaya itu.”Kasus penganiayaan sudah dilaporkan, saat ini kasusnya masih didalami. Ada 15 orang saksi yang telah diperiksa karena kedua pihak saling membuat pengaduan. Sudah ada 15 orang saksi yang diperiksa,” ujar Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal AKP Budiman Simanjuntak, Kamis (8/4).

Sementara itu, terkait kericuhan tersebut DPD PKB Pujakesuma Sumut mendatangi Kantor Polrestabes Medan Jalan HM Said sekira pukul 14.00 WIB. Ketua DPD PKB Pujakesuma Sumut Eko Supianto mengatakan, maksud kedatangan pihaknya selain membuat pengaduan juga untuk menjalin komunikasi dengan Polrestabes Medan.

“Kami sudah membuat laporan ke Satreskrim Polrestabes Medan. Kami serahkan permasalahannya kepada penegak hukum, semoga proses hukumnya dapat berproses dengan baik,” ujar Eko saat diwawancarai.

Eko berharap kepada warga Pujakesuma di Medan maupun Sumut agar dapat menahan diri. Jangan terprovokasi oleh hal-hal yang sifatnya akan memecah belah bangsa ini. “Sangat disayangkan bangsa kita yang besar ini bisa pecah-belah oleh tindakan oknum yang intoleransi. Kota Medan yang majemuk serta multi etnis ini jangan sampai suasana kedamaian menjadi terkoyak oleh hal-hal yang sifatnya provokatif, ujaran kebencian, intoleransi,” ungkap dia.

Terkait oknum kepling yang melakukan aksi peludahan terhadap warga, Eko menyatakan perbuatannya merupakan tindakan persekusi. “Dengan memakai seragam ormas, dia melakukan peludahan. Sebagai kepala lingkungan, tindakan itu sangat tidak pantas dilakukan. Saya harap lurah sebagai atasannya langsung dapat memberikan tindakan tegas terhadap oknum kepala lingkungan tersebut,” tegas Eko.

Terpisah, Camat Medan Sunggal Indra Mulia Nasution menyatakan, perbuatan Kepling Sai’in menggandeng ormas untuk membubarkan keramaian dinilai tidak patut dilakukan. “Keplingnya tidak punya etika. Memang mungkin dia bertugas untuk membubarkan, itu karena tidak boleh adanya kerumunan di masa pandemi ini. Tapi perbuatan dia berlebihan,” ujar Indra dihubungi wartawan.

Indra mengaku akan memberikan sanksi tegas. “Kita akan berikan sanksi kepada dia, kita kasih peringatan kemudian selanjutnya mungkin akan ada pemberhentian. Kita masih menunggu pimpinan karena terkait ini kita harus dilaporkan,” ucapnya.

Ketua FUI Sumut Indra Suheri membantah pihaknya melakukan pembubaran karena alasan syirik. Menurutnya, pembubaran atas permintaan kepala lingkungan di lokasi pertunjukan kuda kepang karena tidak memiliki izin. “Lokasi kejadian itu di Jalan Ringroad. Kebetulan kepling-nya kenal baik dengan orang FUI, jadi datanglah ke situ, karena kepling-nya tidak setuju. Karena tidak ada surat-surat yang boleh mempraktikkan jaran kepang di situ. Maka datanglah orang FUI ke situ sama kepling,” ujarnya.

Karena tidak ada surat izin apalagi ke kepolisian, maka diminta membubarkan diri secara persuasif. Akan tetapi, warga dan pemain kuda kepang tidak setuju dibubarkan sehingga terjadi keributan.

Mencederai Kebudayaan

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Sumut Soetarto, didampingi Kepala Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDIP Sumut Idris Pasaribu, menyampaikan keprihatinannya. Soetarto menuturkan, kesenian jaran kepang termasuk dalam kebudayaan nasional dan merupakan kekayaan bangsa Indonesia. “Hal itu terdapat dalam UUD 1945 pasal 32 tentang kebudayaan nasional. Ini sudah mencederai kebudayaan kita,” ujar Soetarto.

Dikatakan Soetarto dalam pasal itu, negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia, dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. Pria yang juga alumnus program Doktoral Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara itu mengemukakan, tak semestinya agama dan kebudayaan dibenturkan di tengah kehidupan bermasyarakat. “Saya kira hal tersebut tak boleh terjadi, sehingga menjadi pemicu konflik. Kita semua harus bersatu, kebudayaan nasional hendaknya menjadi perekat bagi kita sesama anak bangsa,” jelasnya. Soetarto berharap, ke depannya seluruh lapisan masyarakat dapat saling bahu membahu, menguatkan agar Indonesia cepat melewati situasi pandemi covid-19. “Ayo mari kita saling menguatkan, InsyaAllah dengan persatuan dan saling bertoleransi kita dapat melewati situasi pandemi covid-19 ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BKN PDIP Sumut Idris Pasaribu, mengemukakan pemajuan kebudayaan juga diatur dalam undang-undang nomor 5 tahun 2017. Dalam undang-undang tersebut, asas pemajuan kebudayaan nasional Indonesia adalah toleransi, keberagaman, kelokalan, lintas wilayah, partisipatif, manfaat, keberlanjutan, kebebasan berekspresi, keterpaduan, kesederajatan, dan gotong-royong. “Tujuan di antaranya untuk mengembangkan nilai-nilai luhur budaya bangsa, memperkaya keberagaman budaya, memperteguh jati diri bangsa, memperteguh persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya.

Sedangkan Eka, anggota Komunitas Jaran Kepang Langen Budoyo mengatakan, peristiwa itu terjadi di Jalan Merak, Gg Merpati Kecamatan Medan Sunggal pada 2 April 2021 sore. Eka ada di sana saat insiden terjadi. Saat itu mereka tengah mengisi pertunjukan. Tiba-tiba saja anggota FUI Medan membubarkan pertunjukan mereka.”Kami beda tim Jaran Kepang. Waktu itu saya memang di sana. Yang dibubarkan kawan saya tim satu lagi. Tiba-tiba anggota FUI datang membubarkan pertunjukan kami,” kata, Kamis (8/4).

Eka menuturkan, saat kejadian sejumlah anggota FUI Medan datang bersama Kepala Lingkungan (Kepling). Jumlahnya sekitar tiga orang. Warga tidak terima pertunjukan dibubarkan sehingga terjadi adu pukul. “Mereka datang langsung bubarkan pertunjukan. Enggak tau saya alasannya. Jadi pas dibubarkan, tim Jaran Kepang disadarkan dulu lah, habis itu kami balik ke sanggar, ngumpul,” urainya.

Menurut Eka, warga yang tidak terima dengan pembubaran pertunjukan Jaran Kepang itu langsung terlibat bentrok dengan anggota FUI Medan. Setelah itu, kelompok Jaran Kepang langsung membubarkan diri. Dia mengaku kecewa pertunjukan mereka dibubarkan paksa. “Mereka (FUI) ributnya sama warga, bukan sama tim Jaran Kepang. Jadi warga tidak terima pertunjukan dibubarkan. Kalau kami pulang ke sanggar,” ujar dia.

Pembubaran pertunjukan Jaran Kepang berujung adu jotos viral di media sosial. Dalam video rekaman, anggota FUI Medan tampak mengenakan baju hitam dan baret merah serta lobe tengah membubarkan Jaran Kepang.  Salah seorang perempuan yang mengenakan kaos hijau hitam tak terima kegiatan itu dibubarkan. Dia mengatakan pertunjukan Jaran Kepang sudah biasa digelar di desa tersebut. Apalagi mereka telah meminta izin untuk menggelar pertunjukan itu. Namun, salah seorang anggota FUI Medan yang tak senang mendapat jawaban itu maju dan meludahi perempuan tersebut. Warga tersulut emosi. Keributan tak terelakkan, warga terlibat baku hantam dengan anggota ormas Islam tersebut. (ris/map/ila)

DPP Aceh Sepakat Gelar Aksi Sosial

BAGI SEMBAKO: DPP Aceh Sepakat saat membagikan sembako kepada masyarakat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPP Aceh Sepakat bakal menggelar aksi sosial selama Bulan Ramadan 2021. Mereka akan menggelar silaturahim, buka puasa bersama, santuni anak yatim dan membagikan sembako kepada seluruh masyarakat Aceh di Sumatera Utara.

BAGI SEMBAKO: DPP Aceh Sepakat saat membagikan sembako kepada masyarakat.

“Selama Ramadan, kita akan menggelar kegiatan sosial. Mulai dari buka puasa, menyantuni anak yatim hingga silaturahim dengan semua masyarakat Aceh,” ujar Ketua Umum DPP Aceh Sepakat, Husni Mustafa didampingi Sekretaris HT Bahrumsyah dan perwakilan Dewan Musafat di Gedung Meuhasanah Aceh DPC IV, Jalan Pendidikan, Medan, Kamis (8/4).

Pada kesempatan itu, DPP Aceh Sepakat juga membagikan sembako kepada masyarakat. Menurut Husni Mustafa, ini merupakan bukti kepedulian mereka terhadap masyarakat Aceh di Sumatera Utara. “Kita bakal rangkul semua masyarakat Aceh di Sumut. Soal ada kepengurusan lainnya, itu ilegal,” tegasnya.

Anggota DPR RI ini menuding kepengurusan Aceh Sepakat yang dikukuhkan oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada Senin 5 April 2021 kemarin illegal. Sebab, tidak memiliki dasar hukum.

Bukan hanya itu, dia juga menuding Mukhtar yang terpilih sebagai Ketua Umum DPP Aceh Sepakat hasil mubes ‘abal-abal’ di Hotel Grand Kanaya pada 10 Maret 2021 tidak pernah berproses di kepengurusan Aceh Sepakat.

”Terus terang saya sudah 20 tahun mengurus dan memimpin aceh sepakat ini, mulai dari cabang sampai DPP, itu Aceh Sepakat mengeluarkan KTA (kartu tanda anggota), saya bulak balek tidak ada nama Mukhtar, saya gak tahu dia muncul dari mana, apakah dia orang Aceh atau tidak saya tidak tahu. Mohon maaf saya tidak begitu tahu,” tegasnya.

Sedangkan Sekretaris Umum DPP Aceh Sepakat, HT Bahrumsyah, dalam kesempatan yang sama juga mempertanyakan sosok Mukhtar yang baru dikukuhkan oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.”Hasil mubes mereka itu illegal dan pengurus DPP nya juga illegal, apalagi yang dijadikan ketua umum boneka yang tidak pernah ikut menjadi pengurus mulai dari ancab, cabang, DPD dan DPP, itulah yang mereka inginkan, orang yang tidak pernah mengetahui sejarah,” ungkapnya.

Kepengurusan yang dikukuhkan Gubernur Edy, kata dia, disebut illegal karena tidak memiliki dasar atau payung hukum yang jelas. Terlebih, putusan mahkamah agung (MA) menyatakan kepengurusan Aceh Sepakat yang sah adalah Husni Mustafa.

“Kalaupun payung hukum yang mereka buat yang normal tanpa ada putusan MA mereka juga tidak punya payung untuk menggelar mubes. Sebab, mubes hanya bisa dilakukan DPP. Sementara mereka memakai dewan musafat. Mereka lupa musafat itu hanya untuk muslub, itu hanya diatur di AD/ART lama yang dihasilkan muslub pertama 1997,” ujarnya. (dek/ila)

Yamaha WR 155 R, Ekspresi Cinta dan Menembus Usia

KONSUMEN: Andy Sufyan, konsumen Yamaha WR 155 R. (ist)


MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memadukan hobi terabas dan kecintaan akan sepeda motor Yamaha WR 155 R dilakukan para penggunanya tanpa memandang faktor yang mungkin dianggap sebagai penghalang. Seperti usia dan musim penghujan menjadi pertimbangan untuk melakukannya, namun bukan hambatan bagi penghobi terabas dan pecinta WR 155 R.

Andy Sufyan, yang umurnya menjelang 50 tahun tetap mengekspresikan kesukaannya bahkan di kala hujan yang masih kerap turun seperti saat ini. Konsumen WR 155 R itu memilih riding off road tidak hanya sebagai hobi tapi juga untuk menjaga fisik.

”Saya sering ikut kejuaraan sepeda downhill, jadi saya menjaga fisik dengan terabas sekaligus menyalurkan hobi. Hampir tiap minggu, biasanya di jalur Hambalang, Jonggol, Akasia Parung Panjang. Bahkan di musim hujan saya tetap terabasan pakai WR 155 R, karena lebih menantang. Fisik lebih capek karena menjaga keseimbangan dan fokus di jalur yang basah. Tapi tidak khawatir karena tetap safety riding, pakai jas hujan, paham treknya, dan bareng pengguna WR 155 R lainnya,” papar Andy Sufyan dalam pers rilisnya, Jumat (09/04/2021).

Dia menyebutkan, usia tidak menghalanginya untuk menggeber WR 155 R buat terabasan. ”Yang punya WR 155 R kebanyakan anak muda, tapi yang sudah tua juga ada dan suka main trail. Usia tidak pengaruh buat terabasan. Jadi lebih fresh, tambah teman juga. Di lingkup saya ada teman-teman yang umurnya 50-an pakai WR 155 R dan enjoy banget menggunakannya,” tambah Andy Sufyan.

Baginya, WR 155 R telah menjadi “The Real Adventure Partner” yang cocok menemani aktivitas hobinya di trek off road. Sudah hampir setahun digunakannya, sesuai dengan yang diharapkannya.

”Awalnya saya langsung tertarik dengan mesinnya. Mesinnya 155 cc terbaik di kelasnya. Motor ini tepat digunakan untuk melibas jalur terabasan. Bagi saya selalu menyenangkan riding bersama WR 155 R,” ungkap Andy Sufyan.

Mengusung tema The Real Adventure Partner, Yamaha WR 155R hadir dengan beragam keunggulan dari segi desain, fitur, maupun performa yang menjadikannya sebagai motor sport adventure terbaik di kelasnya sehingga mampu mendukung aktivitas hobi berpetualang sang pengendara dalam mengeksplorasi beragam tempat indah melalui perjalanan yang menantang serta menyenangkan.

Yamaha WR 155R memiliki mesin berkapasitas 155cc, Liquid cooled, 4 langkah dengan teknologi VVA yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 12,3 KW/ 10.000 rpm dan torsi sebesar 14,3 Nm/ 6.500 rpm. Dengan performa mesin yang tangguh dan bertenaga, WR 155R sangat handal digunakan untuk menjelajah berbagai medan baik on maupun off road. 

Untuk suspensi depan, Yamaha WR 155R mengaplikasikan tipe suspensi Telescopic yang panjang dengan ukuran diameter besar mencapai 41 mm sehingga lebih nyaman untuk aktivitas off road karena kemampuan daya redam yang baik.

Selain itu, karakternya yang rigid turut mengoptimalkan penggunaan motor baik di on maupun off road. Sementara untuk suspensi bagian belakang, didukung dengan Link Type Monocross bertekanan yang dilengkapi oli dan dapat diatur tingkat kekerasannya sesuai dengan selera sang pengguna. 

Agar meningkatkan kemampuan mobilitas di segala kondisi jalan, motor sport adventure terbaru dari Yamaha ini sudah menggunakan ban dual purpose yang menempel pada velg berbahan alumunium. (rel/dek)

Wabup Buka Muscab Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Karo

KARO, SUMUTPOS.CO – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Karo laksanakan Musyawarah Cabang (Muscab) tahun 2021, di Jambur Pemkab Karo, Kamis (8/4).

Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang yang juga merupakan Waka Mabicab Gerakan Pramuka Karo dalam sambutannya saat membuka Muscab, mengatakan berdasarkan Pancasila, Gerakan Pramuka juga menyelenggarakan upaya pendidikan bagi kaum muda melalui kegiatan kepramukaan untuk meningkatkan sumber daya manusia dan pembentukan karakter generasi penerus bangsa.

“Oleh sebab itu, diperlukan adanya pengelolaan organisasi yang baik serta saling bersinergi untuk bersama-sama mewujudkan keinginan luhur, yakni gerakan pramuka sebagai wadah pembinaan dan pembentukan karakter generasi muda, kader pembangunan bangsa yang berkualitas dan handal,” ungkapnya.

Cory berharap nantinya akan terbentuk susunan kwartir cabang gerakan pramuka Kabupaten Karo yang benar-benar solid, handal dan berkualitas sehingga mampu mengantarkan pada prestasi-prestasi yang membanggakan dan mengangkat nama baik Kabupaten Karo.

“Saya mengharapkan kepada siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua gerakan Pramuka Kabupaten Karo, agar Pembinaan dan pelatihan gerakan pramuka dapat digerakkan kembali mulai dari anak Sekolah Dasar hingga di kalangan masyarakat,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati juga menerima penyematan Tanda Penghargaan Orang Dewasa (TPOD) Gerakan Pramuka berupa Lencana dan Piagam Pancawarsa I. Kegiatan Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Karo Tahun 2021, dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. (deo)